Anda di halaman 1dari 41

Laporan Kasus

Meningitis Bakterialis
Sari Chaerunisah, S.Ked Tria Ayu Pratiwi, S.Ked Ayu Lestari, S.Ked Pembimbing: dr. H. Syarif Darwin, Sp.A (K)

I. Identifikasi
Nama Umur Jenis kelamin Agama Kebangsaan Alamat MRS : MF : 1 tahun 3 bulan : Laki-Laki : Islam : Indonesia : Luar kota : 17 Juli 2013

II. ANAMNESIS
(Alloanamnesis dengan ibu penderita, 31 Juli 2013)

Keluhan Utama : Penurunan Kesadaran Keluhan Tambahan : Demam dan Kejang Riwayat Perjalanan Penyakit : Sejak 1 bulan SMRS, penderita mengalami demam, tidak terlalu tinggi, hilang timbul disertai batuk (+), pilek (-). Penderita dibawa berobat ke puskesmas dan diobati oleh dokter umum, keluhan berkurang namun timbul lagi. Sejak 2 hari SMRS penderita demam (+) tinggi, demam tidak turun, menggigil (-), batuk (-). Penderita juga mengalami BAB cair, frekuensi 3x/hari, lebih banyak air daripada ampas, ada lendir, dan tidak ada darah. Penderita dibawa berobat ke dokter umum, diberi 3 macam obat sirup, BAB cair tidak lagi namun demam masih ada

Sejak 1 hari SMRS, penderita masih mengalami demam tinggi, kejang (+), frekuensi 3x/24 jam, fokal (+) (pada tangan kanan dan mulut), lama 5 menit, post iktal penderita tidak sadar. Penderita dibawa ke RS Bari Palembang, lalu dirujuk ke RSMH Palembang dan dirawat di bagian anak divisi neurologi RSMH Palembang.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat menderita sakit yang sama sebelumnya (+), kejang dengan demam pada usia 5 bulan Riwayat batuk berulang (+) Riwayat kontak dengan penderita TB (+) tetangga sebelah rumah Riwayat sering berkeringat pada malam hari (-) Riwayat sering demam sejak 1 bulan yang lalu (+) Riwayat berat badan tertinggi saat usia 1 tahun 8,9 kg

Riwayat Penyakit Dalam Keluarga


Riwayat sakit yang sama dalam keluarga disangkal

Riwayat Kehamilan dan Kelahiran


Masa kehamilan : Cukup bulan Partus : Spontan (G2P1A0) Ditolong oleh : Bidan Tanggal : 14 april 2012 Berat badan lahir : 3000 gram Panjang badan lahir: 50 cm Keadaan saat lahir : Langsung menangis

Riwayat Makan
ASI Bubur susu Nasi biasa : Lahir sekarang : 6 bulan 1 tahun : 1 tahun - sekarang

Riwayat Perkembangan

Berbalik Tengkurap Merangkak Duduk Berdiri Berjalan Berbicara Kesan normal

: 3 bulan : 4 bulan : 6 bulan : 7 bulan : 9 bulan : 1 tahun : 1 tahun (beberapa suku kata) : Perkembangan motorik dalam batas

Riwayat Imunisasi
BCG DPT Polio Hepatitis B Campak Kesan :1 kali,usia 1 bulan(scar positif) :: 2 kali :::Imunisasi dasar belum lengkap

Riwayat Sosial Ekonomi


Penderita merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ayah penderita berumur 30 tahun, pendidikan SMP dan bekerja sebagai petani. Ibu penderita berumur 27 tahun, pendidikan SMP dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Secara ekonomi, keluarga penderita tergolong tingkat ekonomi menengah ke bawah.

III. PEMERIKSAAN FISIK


(Tanggal pemeriksaan: 31 Juli 2013) Keadaan Umum Kesadaran : E4M6V5 Nadi : 120 x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup Pernapasan : 28 x/menit Suhu : 36,6 c Berat Badan : 7,3 kg Tinggi Badan : 71 cm

Anemis Sianosis Ikterus Dispnea Edema

: Ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada

Status Gizi : BB/U : 7,3/11 x 100% = 66,3% antara -3SD sampai -2SD PB/U : 71/79 x 100% = 89,87% antara -3SD sampai -2SD BB/PB : 7,3/10 x 100% = 73% antara -3SD sampai -2SD Kesan : gizi kurang

Keadaan Spesifik Kepala Bentuk Rambut Mata

: Mikrosefali , simetris, lingkar kepala 43 cm : Hitam, tidak mudah dicabut. : Cekung (-), Pupil bulat isokor 3 mm, reflek cahaya +/+ normal, konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), edema palpebra -/Hidung : Sekret (-), napas cuping hidung (-). Telinga : Sekret (-) Mulut : mulut dan bibir kering (-), sianosis (-). Tenggorokan: T1-T1 hiperemis (-) Leher : Pembesaran KGB (-), JVP tidak meningkat.

Thorax
Paru-paru Inspeksi : Statis, dinamis simetris, retraksi subcosta (-) Palpasi : Stem fremitus kanan = kiri Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru Auskultasi : Vesikuler (+) normal,ronki (-), wheezing (-), stridor (-)

Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat, voussure cardiac tidak terlihat. Palpasi : Thrill tidak teraba, iktus tidak teraba Perkusi : Dalam batas normal Auskultasi: HR: 120 x/menit, irama reguler, BJ I-II normal, murmur (-), gallop (-).

Abdomen
Inspeksi Palpasi teraba Perkusi Auskultasi : Datar : Lemas, hepar dan lien tidak : Timpani : Bising usus (+) normal

Lipat paha dan genitalia Pembesaran kelenjar getah bening tidak ada
Ekstremitas Akral dingin tidak ada, edema tidak ada, sianosis tidak ada, CRT <2 detik

Pemeriksaan Neurologis
Pemeriksaan Tungkai Kanan Gerakan Kekuatan Tonus Klonus Terbatas 3 Hipertoni Terbatas 4 Hipertoni Tungkai Kiri Lengan Kanan Terbatas 3 Hipertoni Terbatas 4 Hipertoni Lengan Kiri

Reflek fisiologis Reflek patologis

Meningkat Babinsky +

Meningkat Babinsky +

Meningkat -

Meningkat -

Fungsi sensorik : Dalam batas normal Fungsi nervi craniales : Dalam batas normal GRM : Kaku kuduk (-) , Brudzinsky I, II (-), Kernig sign (-)

IV. PEMERIKSAAN LABORATORIUM (17 Juli 2013)


No 1 2 Parameter Hb Ht Hasil 7,9 g/dl 26 % Rujukan 11,3-14,1 g/dl 37-41 %

3
4

Leukosit
Eritrosit

25.300 / mm3
3.700.000 / mm3

6.000-17.500 / mm3
5.330.000-5.470.000 / mm3

5
6

Trombosit
MCV

562.000 / L
71,1 fL

217.000 497.000 / L
93-115 fL

7
8

MCH
MCHC

21 pg
30 g/dl

29-35 pg
28-34 g/dl

9
10

LED
Diff count

120 mm/jam
0/2/2/65/20/11

< 15 mm/jam
0-1/1-6/2-6/50-70/25-40/2-8

11

Retikulosit

2,9

0,5-1,5

12
13 14 15 16 17 18

BSS
Na Phosfor Ca Feritin Besi TIBC

119 mg/dl
144 mEq/L 5,2 mg/dl 9,1 mg/dl 468,50 ng/ml 63 g/l 341 d/dl

<200 mg/dl
135-155 mEq/L 1,5-7,0 mg/dl 8,4-10,4 mg/dl 13-400 ng/ml 61-157 g/l 112-346 d/dl

Pemeriksaan LCS
No 1 2 3 4 5 6 7 Parameter LCS Makroskopi Volume Warna Kejernihan Bau Berat jenis Bekuan pH 2 cc Tidak berwarna Jernih Tidak berbau 1.010 Negatif 8,0 Transudat : kekuningan Eksudat : kuning sd merah Transudat : jernih Eksudat : keruh Transudat : tidak berbau Eksudat : berbau busuk Transudat : < 1.016 Eksudat : > 1.016 Transudat : negatif Hasil Pemeriksaan Rujukan

Eksudat : positif
Transudat : 7,4-7,6 Eksudat : <7,3

Mikroskopi

Jumlah leukosit

253,0

Transudat : <500
Eksudat : >500

PMN cell

81%

Transudat : lebih sedikit Eksudat : lebih banyak

10

MN cell

19%

Transudat : lebih banyak

Eksudat : lebih sedikit


11 Nonne Negatif Transudat : jernih Eksudat : keruh 12 Pandy Positif Transudat : jernih Eksudat : keruh

13

Protein

0,1 g/dl

Transudat : <2,5
Eksudat : >3

14

LDH

238 U/L

Transudat : <200 Eksudat : >200

15

Glukosa

37 mg/dl

Transudat : = kadar di serum

Eksudat : < kadar di serum


16 Klorida 117 mEq/L 98 - 107

Gambaran Darah Tepi (17 Juli 2013)


Eritrosit : Mikrositik hipokrom Leukosit : Jumlah meningkat, bentuk normal Trombosit: Jumlah meningkat, bentuk normal Kesan : Anemia mikrositik hipokrom disertai leukositosis dan trombositosis ec anemia penyakit kronis disertai infeksi bakteri

Pemeriksaan Rontgen Thorax (17 Juli 2013)

Pada pemeriksaan foto toraks didapatkan : Cor tidak membesar Corakan bronkoaskular meningkat Hilus kiri menonjol dengan kalsifikasi Diafragma licin Sinus costophrenicus lancip Jaringan lunak baik Kesan : Pembesaran limfonodi hilus cenderung TB primer

kiri,

Pemeriksaan Biakan (29 Juli 2013)


Hasil Mikroskopis: Gram (+) Coccus (+) Leukosit 3-4/lp Epitel 2-4/lp Hasil Biakan : Staphylococcus aureus

V. DIAGNOSIS BANDING

Meningitis bakterialis Meningitis tuberkulosis Meningitis aseptik/viral Ensefalitis virus

VI. DIAGNOSIS KERJA

Meningitis bakterialis + TB paru + Gizi kurang + Mikrosefali + Anemia hipokrom mikrositer disertai leukositosis dan trombositosis ec anemia penyakit kronis dan infeksi bakteri.

VII. PENATALAKSANAAN
IVFD D5 NS , gtt 7 x / menit makro O2 canul 2 L/m Ceftriaxone 1 x 750 mg (iv) Dexametasone 3 x 2 mg (iv) Parasetamol syrup 10-15 mg/kgbb; 3 bila T 38,5 0 C Ambroxol syrup 2 x 2,5 ml (1/2 cth) R/H/Z 100 mg/75 mg/20 mg Fenitoin maintenance 2 mg/kgBB Diet : F100 8x150 cc Rencana Transfusi PRC

cth (7,5ml),

VIII. PROGNOSIS
Quo ad vitam Quo ad functionam : dubia ad bonam : dubia ad bonam

IX. FOLLOW UP

ANALISIS KASUS
Seorang anak laki-laki usia 1 tahun 3 bulan, berat badan 7,3 kg, panjang badan 71 cm, beragama Islam, alamat Pemulutan Kab. Ogan Ilir, MRS 17 Juli 2013 pukul 20.00 WIB dengan keluhan utama penurunan kesadaran dan keluhan tambahan demam disertai kejang. Dari alloanamnesa Sejak 1 bulan SMRS, penderita mengalami demam, tidak terlalu tinggi, hilang timbul disertai batuk (+), pilek (-). Penderita dibawa berobat ke puskesmas dan diobati oleh dokter umum, keluhan berkurang namun timbul lagi. Sejak 2 hari SMRS penderita demam (+) tinggi, demam tidak turun, menggigil (-), batuk (-). Penderita juga mengalami BAB cair, frekuensi 3x/hari, lebih banyak air daripada ampas, ada lendir, dan tidak ada darah. Penderita dibawa berobat ke dokter umum, diberi 3 macam obat sirup, BAB cair tidak ada namun demam masih ada.

Sejak 1 hari SMRS, penderita masih mengalami demam tinggi, kejang (+), frekuensi 3x/24 jam, fokal (+) (pada tangan kanan dan mulut), lama 5 menit, post iktal penderita tidak sadar. Penderita dibawa ke RS Bari Palembang, lalu dirujuk ke RSMH Palembang dan dirawat di bagian anak divisi neurologi RSMH Palembang. Pada riwayat penyakit dahulu didapatkan riwayat menderita sakit yang sama sebelumnya (+), kejang dengan demam pada usia 5 bulan, riwayat batuk berulang (+), riwayat kontak dengan penderita TB (+) tetangga sebelah rumah, riwayat sering berkeringat pada malam hari (-), riwayat sering demam sejak 1 bulan yang lalu (+), riwayat berat badan tertinggi saat usia 1 tahun, 8,9 kg. Riwayat sakit yang sama dalam keluarga disangkal

Dari pemeriksaan fisik ditemukan tanda-tanda infeksi intrakranial seperti gangguan kesadaran, gangguan neurologis berupa refleks fisiologis yang meningkat dan refleks babinsky + pada kedua tungkai. Hasil ini dapat memperkuat kemungkinan terjadinya infeksi intrakranial berupa meningitis dan dapat menyingkirkan kemungkinan kejang demam kompleks. Pada pemeriksaan fisik juga terdapat demam, sehingga kemungkinan penyakit seperti epilepsi dapat disingkirkan.

Pada hasil pemeriksaan lumbal pungsi, didapatkan warna cairan cerebrospinal jernih, tidak berwarna, tidak berbau, jumlah leukosit 253,0 sel/, pandy (+), Nonne () dan glukosa 37 mg/dl. Hal ini memperkuat kemungkinan meningitis bakterialis dimana reaksi pandy +, jumlah sel ratusan sampai ribuan, kadar glukosa menurun < 40 mg/dl, kadar protein meningkat. Selain dari hasil lumbal pungsi, diagnosis pasti meningitis bakterialis didapat dari hasil biakan dimana ditemukan bakteri gram (+) coccus. Pada hasil rontgen toraks didapatkan kesan pembesaran limfonodi hilus kiri cenderung TB primer.

Tatalaksana yang diberikan pada pasien ini antara lain antibiotik ceftriaxone dengan dosis 100 mg/kgbb/hari yaitu diberikan 1 x 750 mg iv untuk mengatasi infeksi dan profilaksis pada pasien ini. Diberikan pula golongan glukokortikoid seperti kortikosteroid dexametason 0,2-0,3 mg/kgBB/kali diberikan 3 kali sehari selama 45 hari . Pada pasien ini diberikan deksametason 3 x 2 mg iv, antipiretik berupa parasetamol sirup dengan dosis 10-15 mg/kgbb, pada pasien diberikan 3x cth untuk mengatasi demam, ambroxol sirup 2 x 2,5 ml (1/2 cth). Penderita diberikan rifampisin 100 mg, isoniazid 75 mg dan pirazinamid 20 mg sebagai tatalaksana TB paru. Karena penderita sudah tidak kejang maka penderita diberikan fenitoin dosis maintenance 2mg/kgbb. Penderita diberikan diet berupa F100 8x150 cc untuk memperbaiki status gizi penderita

Pada kasus ini, diagnosis banding meningitis bakterialis adalah meningitis tuberkulosis, meningitis aseptik/viral dan ensefalitis viral Prognosis pada meningitis bakterialis ditentukan dari beberapa faktor yaitu umur pasien, jenis mikroorganisme, berat ringannya infeksi, lamanya sakit sebelum mendapat pengobatan dan kepekaan bakteri terhadap antibiotik yang diberikan. Dengan deteksi bakteri penyebab yang baik maka pengobatan antibiotik yang adekuat dan pengobatan suportif yang baik dapat diberikan sehingga dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat meningitis bakterialis. Maka prognosis pada pasien ini quo ad vitam dubia ad bonam dan quo ad fungsionam dubia ad bonam.

42