Anda di halaman 1dari 36

PRESENTASI KASUS

KEJANG DEMAM SEDERHANA


Asticaliana Erwika, S.Ked Dyah Gaby Kesuma, S.Ked Febriyan Edmi, S.Ked Pembimbing: dr. Fedriansyah, M.kes, Sp.A dr. Rogatianus Bagus, M.kes Sp. A

IDENTIFIKASI PASIEN

No. catatan medik Masuk RSAM Pukul Nama penderita Jenis kelamin Umur BB Agama Suku Alamat

: 310008 : 28 Mei 2013 : 18.30 WIB : An. IFF : laki-laki : 3 tahun 2 bulan : 12 kg : Islam : Lampung : Mulyajaya Lk.III Karang Maritim, Panjang

Nama Ayah Umur Pekerjaan Pendidikan Nama Ibu Umur Pekerjaan Pendidikan Hub. dg orangtua

: Tn.F : 23 Tahun : Buruh : SMP : Ny. I : 23 tahun : Ibu Rumah Tangga : SMP : Anak kandung

ANAMNESIS

Diambil dari pasien)

: Alloanamnesis (dari ayah dan ibu

Tanggal Jam

: 28 Mei 2013 : 19.00 WIB

Keluhan utama Keluhan tambahan

: Kejang : Demam

Riwayat penyakit sekarang : Kurang lebih 2 hari sebelum masuk rumah sakit pasien menderita diare. BAB cair sebanyak 3 kali tanpa disertai lendir dan darah, kemudian pasien dibawa orang tuanya berobat ke Puskesmas dan diberi oralit dan zink sirup 100 mg (1x1 cth). Satu hari sebelum masuk rumah sakit pasien panas, panas mendadak tinggi. Demam terus-menerus disertai menggigil namun tidak disertai muntah dan sesak napas. Kurang lebih 2 jam sebelum masuk rumah sakit, pasien kejang, kejang terjadi seluruh tubuh, bersifat umum, tonik-klonik, mata mendelik ke

Kejang berlangsung 1 kali 5 menit. Setelah kejang berhenti pasien terbangun dan menangis. Keluarga langsung membawa pasien ke Puskesmas. Di Puskesmas, pasien tidak kejang tetapi masih panas. Lalu pasien dipasang infus RL gtt xx/menit dan diberikan diazepam 10 mg per rectal. Kemudian pasien dibawa ke RSUAM. Sampai di UGD RSUAM, pasien sempat kejang 1 kali lamanya 2 menit, kejang terjadi seluruh tubuh, bersifat umum, tonik-klonik, mata mendelik ke atas. Tidak ada riwayat terjatuh dengan kepala terbentur sebelum demam, tidak pingsan, tidak muntah, tidak nyeri kepala. Riwayat kejang tanpa adanya demam disangkal ibu pasien. Riwayat kejang di dalam keluarga yaitu adik dari ayah pasien.

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat kejang sebelumnya karena panas : (-) Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat kejang karena panas pada keluarga : (+) adik ayah pasien

Riwayat Kehamilan Selama hamil ibu pasien tidak pernah sakit dan rajin memeriksakan kehamilannya ke bidan, dan tidak ada keluhan yang berarti selama kehamilan. Riwayat Persalinan

Bayi lahir cukup bulan, spontan, langsung menangis. Berat badan lahir 3500 gram, panjang badan 50 cm.

Riwayat Makanan Umur : 0 - 6 bulan : ASI ( sesuai kemauan bayi)+PASI 6 - 9 bulan : ASI (sesuai kemauan) + Bubur Susu 2-3x + Buah 1x 9 - 12 tahun : ASI+ Nasi Tim saring 3x + buah 1x > 1 tahun : Sama dengan menu keluarga Kesan : Kualitas dan kuantitas makanan cukup

Riwayat Imunisasi BCG Polio DPT Campak Hepatitis B Kesan

: 1x umur 1 bulan, scar (+) : 3x umur 2, 3, 4 bulan : 3x umur 2, 3, 4, bulan :: 3x umur 0, 2, 3, bulan : Imunisasi belum lengkap

PEMERIKSAAN FISIK
Status Present

Keadaan umum Kesadaran Nadi Respirasi Suhu BB TB Status gizi

: Tampak sakit sedang : Compos mentis : 132 x/menit : 120x/menit : 40,2 C (per axiler) : 12 kg : 85 cm : Baik

BB/TB : persentil + 1 SD (WHO 2005, Z-Score)

Status Generalis Kelainan mukosa kulit /subkutan Pucat Sianosis Ikterus Perdarahan Oedem umum Turgor Pembesaran kelenjar getah bening generalisata

: (-)

: (-) : (-) : (-) : (-) : baik : (-)

KEPALA Bentuk : Bulat, simetris UUB : Sudah menutup, datar Rambut : Hitam, lurus, tidak mudah dicabut, pertumbuhan merata Kulit : Tampak pucat di muka Mata : Mata cekung (-/-), konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),pupil isokor ,reflek cahaya (+/+) Telinga : Bentuk normal, simetris

Hidung : Bentuk normal, septum deviasi (-), pernafasan cuping hidung(-), sekret (-) Mulut : Bibir basah, sianosis (-).
LEHER Bentuk Trakhea KGB Kaku kuduk

: Simetris : Di tengah, tidak ada deviasi : Tidak membesar : (-)

THORAKS Bentuk : Bentuk simetris, datar Retraksi : Retraksi intercostal (-), retraksi suprasternal (-), retraksi substernal (-).

JANTUNG : Iktus kordis tidak terlihat : Iktus kordis teraba sela iga IV garis midclavicula sinistra Perkusi : Batas atas sela iga II garis parasternal sinistra Batas jantung kanan sela iga IV garis parasternal dextra Batas jantung kiri sela iga IV garis midclavicula sinistra - Auskultasi : BJ I-II intensitas normal, reguler, bising Inspeksi Palpasi

ANTERIOR KIRI Inspeksi Pergerakan pernafasan simetris Palpasi KANAN Pergerakan pernafasan simetris

POSTERIOR KIRI Pergerakan pernafasan simetris KANAN Pergerakan pernafasan simetris

Fremitus taktil = Fremitus taktil = Fremitus taktil = Fremitus taktil =

kanan
Perkusi Auskultasi Sonor Vesikuler Ronkhi (-/-) Wheezing (-/-)

kiri
Sonor vesikuler Ronkhi (-/-) Wheezing (-/-)

kanan
Sonor Vesikuler Ronkhi (-/-) Wheezing (-/-)

kiri
Sonor vesikuler Ronkhi (-/-) Wheezing (-/-)

ABDOMEN Inspeksi Palpasi

Perkusi Auskultasi

: Datar, simetris, : Turgor kulit cukup, hepar tak teraba, nyeri tekan (+),lien tak teraba. : Timpani. : Bising usus (+) normal.

GENITALIA EXTERNA Kelamin : Laki-laki, tidak ada kelainan

EKSTREMITAS Superior : Oedem (-/-), Sianosis (-), ikterik (-) Inferior : Oedem (-/-), Sianosis (-), ikterik (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG, (29 Mei 2013)


Laboratorium Rumah Sakit Abdul Muluk Hb : 11,2 gr/dl LED : 10 mm/jam Leukosit : 8200/ul Trombosit : 276.000/ul Hitung jenis Basofi l : 0% Eosinofil : 0% Batang : 0% Segmen : 63% Limfosit : 33% Monosit : 4%

RESUME I. Anamnesis

Pasien An. IFF, laki-laki, berumur 3 tahun 2 bulan, berat badan 12 kg datang dengan keluhan kejang kurang lebih 2 jam SMRS, kejang terjadi seluruh tubuh, umum, tonikklonik, mata mendelik ke atas. Kejang berlangsung 2 kali lamanya 5 menit, pasien terbangun dan menangis. Kejang didahului oleh demam yang timbul mendadak. Riwayat kejang didalam keluarga (+).Kurang lebih 2 hari SMRS pasien menderita diare. BAB cair sebanyak 3 kali tanpa disertai lendir dan darah dan sudah diberi oralit dan zink sirup 100 mg (1x1 cth).

Imunisasi dasar belum lengkap sesuai umur dan sesuai Depkes. Riwayat perkembangan dan pertumbuhan cukup. Riwayat pemeliharaan prenatal baik. Riwayat kelahiran, lahir spontan dengan cukup bulan, pemeliharaan postnatal baik. Pada pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum sedang, kompos mentis dan gizi baik. Pemeriksaan tanda vital: TD = 90/60 mmHg, HR= 120x/menit, RR= 36x/menit, t= 40,2oC. Pemeriksaan fisik didapatkan hasil yang normal, pemeriksaan neurologi dalam batas normal, pemeriksaan laboratorium Hb: 11,2 gr/% , LED: 10 mm/jam, Leukosit: 8200/ul, trombosit : 276.000/ul, Hitung jenis: 0/0/0/63/33/4.

Diagnosa Banding Kejang Demam Sederhana Kejang demam kompleks Diagnosis Kerja Kejang Demam Sederhana dan hiperpireksia Diare akut tanpa dehidrasi

Pemeriksaan Anjuran Cek darah rutin (MCV, MCH MCHC)

Penatalaksanaan Nasal O2 1L/menit IVFD Asering gtt XX/menit. Paracetamol syrup 4x1cth Injeksi diazepam 3,5 mg IV (bila kejang) Kutoin 200 mg dalam NaCl 0,9 % 50 cc selama 30 menit Injeksi ampicilin 350mg/8jam

VIII. Prognosa Quo ad Vitam Quo ad Functionam Quo ad Sanationam

: ad bonam : ad bonam : ad bonam

Hari/tanggal Keluhan 29 Mei 2013 kejang (-) Ruangan - demam (-) - BAK Lancar - BAB lunak

Status present KU : Tampak sakit sedang Kes : Compos Mentis Vital sign nadi : 100x/menit RR : 36x/menit T : 37,5C Pem.Neurologis Motorik: baik Reflek fisiologis+ Reflek patologisRangsang meningeal Otonom ;baik

Penatalaksanaan Ampicilin 300mg/6jam PCT syr 4 cth 1 Cek Darah Lengkap

30 Mei 2013 Ruangan

kejang (-)
- demam (-) - BAK Lancar - BAB normal

KU : Baik Kes : Compos Mentis Vital sign nadi : 96x/menit RR : 28x/menit T : 37C
Pem.Neurologis Motorik: baik Reflek fisiologis+ Reflek patologisRangsang meningeal Otonom ;baik

Keluarga minta pulang


Acc pulang dengan keadaan umum pasien baik.

Edukasi: 1. Meyakinkan bahwa kejang demam memiliki prognosis baik 2. Memberi tahu cara penanganan apabila terjadi kejang kembali 3. Memberi informasi tentang kemungkinan kejang kembali

4. Memberikan obat untuk mencegah rekurensi kejang


Terapi: Paracetamol 4x 1 cth (bila panas) Diazepam rektal 10 mg (bila kejang)

ANALISA KASUS
Apakah diagnosis pada kasus ini sudah tepat ? Diagnosa kerja pada pasien ini adalah kejang demam sederhana dengan hiperpireksia Dari anamnesis yang telah dilakukan didapatkan bahwa pasien Laki-laki berusia 3 thn 2 bulan dengan keluhan : Sejak Satu hari sebelum masuk rumah sakit pasien panas, panas mendadak tinggi. 2 jam sebelum masuk rumah sakit, pasien kejang, kejang terjadi seluruh tubuh berlangsung 1 kali 5 menit. Setelah kejang berhenti pasien menangis Riwayat diare 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 40,2oC dan tidak ditemukan kelainan neurologis setelah kejang.

Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik diatas telah memenuhi kriteria Livingston yang telah dimodifikasi sebagai pedoman untuk membuat diagnosis kejang demam sederhana. Dari anamnesa juga didapatkan BAB cair 2 hari sebelum masuk rumah sakit Prof. Dr. dr. Lumbantobing pada 297 anak penderita kejang demam, infeksi yang paling sering menyebabkan demam yang akhirnya memicu serangan kejang demam salah satunya adalah gastroenteritis 27%.

Pemeriksaan penunjang yang digunakan adalah pemeriksaan darah lengkap. pemeriksaan laboratorium tidak dikerjakan secara rutin pada kejang demam, tetapi dapat dikerjakan untuk mengevaluasi sumber infeksi penyebab demam

Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat?

Tinjauan Pustaka
Definisi Hepatitis Viral Akut
HEPATITIS VIRAL AKUT MERUPAKAN INFEKSI SISTEMIK YANG MENYERANG HATI YANG DISEBABKAN SALAH SATU VIRUS YAITU HEPATITIS A (HAV), VIRUS HEPATITIS B (HBV), VIRUS HEPATITIS C (HCV), VIRUS HEPATITIS D (HDV) DAN VIRUS HEPATITIS E (HEV). 11 HEPATITIS ADALAH INFEKSI VIRUS PADA HATI YANG BERSPEKTRUM LUAS DARI INFEKSI TANPA GEJALA SAMPAI TERJADI NEKROSIS HATI 9

HEPATITIS VIRAL AKUT ADALAH SUATU PROSES PERADANGAN PADA JARINGAN HEPAR YANG DAPAT DISEBABKAN INFEKSI VIRUS DAN OLEH REAKSI TOKSIK TERHADAP OBAT-OBATAN SERTA BAHAN KIMIA5.

MANIFESTASI KLINIS HEPATITIS VIRAL AKUT


GEJALA KLINIS HEPATITIS VIRUS AKUT TERBAGI DALAM 4 TAHAP : 11 -FASE INKUBASI -FASE PRODROMAL (PRA IKTERIK) -FASE IKTERUS -FASE KONVALESEN (PENYEMBUHAN)

DIAGNOSIS HEPATITIS VIRAL AKUT DIAGNOSIS HEPATITIS BIASANYA DITEGAKAN DENGAN PEMERIKSAAN TES FUNGSI HATI KHUSUSNYA ALANIN AMINO TRANSFERASE ( ALT = SGPT) ASPARTAT AMINO TRANSFERASE (AST = SGOT). PEMERIKSAAN BILIRUBIN DAN ADANYA PENINGKATAN ALKALI FOSFATASE . JENIS VIRUS PENYEBAB HEPATITIS AKUT JUGA DAPAT DIDIAGNOSIS DENGAN PETANDA VIRUS YAITU IGM ANTI-HAV, IGM ANTI-HBC DAN DAPAT DILENGKAPI DENGAN HBSAG. IGG ANTI-HCV. IGM ANTI-HDV. PEMERIKSAAN IGM ANTI-HEV.

DEFINISI DAN ETIOLOGI HEPATITIS A HEPATITIS VIRUS A MERUPAKAN PENYAKIT SELF LIMITING DAN MEMBERIKAN KEKEBALAN SEUMUR HIDUP. HAV ADALAH VIRUS RNA 27-NM NONENVELOP, TERMASUK GENUS HEPATOVIRUS, FAMILI PICORNAVIRUS 3 HAV PERTAMA KALI DIINDENTIFIKASI DENGAN MIKROSKOP ELECTRON PADA TAHUN 1973, DAN DIKLASIFIKASIKAN DALAM GENUS HEPATOVIRUS, FAMILY PICONAVIRUS YANG PENYEBARAANNYA MELALUI FECALORAL. 7,12

EPIDEMIOLOGI HEPATITIS VIRUS A


INFEKSI HAV TERJADI DI SELURUH DUNIA TETAPI PALING SERING DI NEGARA BERKEMBANG. DIMANA ANGKA PREVALENSI MENDEKATI 100% PADA ANAK UMUR 5 TAHUN. DI AMERIKA SERIKAT, SEKITAR 30% POPULASI DEWASA MEMPUNYAI BUKTI INFEKSI HAV SEBELUMNYA. 7

DI INDONESIA, PREVALENSI DI JAKARTA, BANDUNG DAN MAKASAR BERKISAR ANTARA 35% - 45% PADA USIA 5 TAHUN DAN LEBIH DARI 90% PADA USIA DEWASA DENGAN PUNCAKNYA USIA 30 TAHUN. PENELITIAN DI JOGYAKARTA TAHUN 1997 MENUNJUKAN 35-60% DARI UMUR 4 TAHUN 37 TAHUN. 3

PATOGENESIS HAV (FECAL ORAL) SALURAN PENCERNAAN INTESTINUM DIIKAT OLEH IG A SPESIFIK PADA MUKOSA SALURAN PENCERNAAN MASUK KE SIRKULASI DARAH KE VENA PORTA KE HEPAR
BERIKATAN DENGAN RESEPTOR ASIALOGLIKOPROTEIN PADA HEPATOSIT.
KE HEPATOSIT DAN REPLIKASI MELIBATKAN RNA-DEPENDENT POLYMERASE DARI HEPAR HAV DIELIMINASI MELALUI SINUSOID, KANALIKULI, MASUK KE DALAM USUS TIMBULNYA GEJALA KLINIS MAUPUN LABORATORIES

GEJALA KLINIS

4 STADIUM YAITU 3
-MASA INKUBASI, BERLANGSUNG SELAMA 18-50 HARI (RATA RATA 28 HARI). -MASA PRODROMAL, TERJADI 4 HARI 1 MINGGU. -FASE IKTERIK -FASE PENYEMBUHAN, IKTERIK MENGHILANG DAN WARNA FESES KEMBALI NORMAL DALAM 4 MINGGU SETELAH ONSET.

DIAGNOSIS

GAMBAR 1. POLA RESPON TERHADAP INFEKSI HAV.

PENATALAKSANAAN
TIDAK ADA PENGOBATAN KHUSUS UNTUK PENYAKIT HEPATITIS A, PENGOBATAN HANYA BERUPA TIRAH BARING SEDANGKAN TERAPI YANG DILAKUKAN HANYA UNTUK MENGATASI GEJALA YANG DITIMBULKAN 11 . TERDAPAT 4 PEMBAGIAN YAITU DIET HATI I (DH I), DIET HATI II (DH II), DAN DIET HATI IV (DH IV). 4 DIET HATI I (DH I) DIET HATI PADA PENDERITA SH BERAT, HEPATITIS INFEKSIOSA AKUT DALAM KEADAAN PREKOMA DIET HATI II (DH II) DIET HATI II DIBERIKAN BILA PASIEN DALAM KEADAAN AKUT ATAU BILA PREKOMA SUDAH DAPAT DIATASI DAN PASIEN SUDAH MULAI MEMPUNYAI NAFSU MAKAN. MELIHAT KEADAAN PASIEN, DIET HATI III (DH III) DIET HATI III DIBERIKAN SEBAGAI MAKANAN PERPINDAHAN DARI DIET HATI II KEPADA PASIEN DENGAN NAFSU MAKANNYA CUKUP. DIET HATI IV (DH IV) DIET HATI IV DIBERIKAN SEBAGAI MAKANAN PERPINDAHAN DARI DIET HATI III ATAU KEPADA PASIEN HEPATITIS AKUT (HEPATITIS INFEKSIOSA/A DAN HEPATITIS SERUM/B) DAN SIROSIS HATI YANG NAFSU MAKANNYA TELAH BAIK

PENCEGAHAN
PENCEGAHAN MELIPUTI NASIHAT KEPADA PASIEN YAITU: -PERBAIKAN HYGIENE MAKANAN DAN MINUMAN -PERBAIKAN SANITASI LINGKUNGAN DAN PRIBADI -ISOLASI PASIEN (SAMPAI 2 MINGGU SESUDAH TIMBULNYA GEJALA) -PENCEGAHAN KHUSUS DENGAN IMUNISASI