Anda di halaman 1dari 22

Ridwan Adiwangsa (11203088)

Institut Teknologi Medan


MEDAN ELEKTROMAGNETIK 2

1.1 Skema Teori Listrik dan Magnetik

Untuk mpelajari tentang ilmu kelistrikan dan ilmu kemagnetikan diperlukan dasar dari
kelistrikan dan kemagnetikan yang ditunjukkan oleh gambar skema di bawah ini.



Gambar 1.1 Skema tentang teori listrik dan magnetik

Dari skema di atas akan dibahas lebih lanjut mengenai teori-teori yang berhubungan
erat dengan gelombang elektromagnetik.

1.1.1 Listrik dan Magnetik

1.1.1.1 Magnetik
Di dalam cabang ilmu fisika, magnetik adalah salah satu fenomena di mana material
mengeluarkan gaya menarik atau menolak pada material lainnya. Gaya magnet
adalah gaya dasar yang terjadi karena gerakan muatan listrik. Oleh karena itu,
megnetisme terlihat ketika pertikel bermuatan dalam gerak. Ini dapat terjadi baik dari
gerakan elektron dalam sebuah arus listrik, menghasilkan elektromagnetisme, atau
Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
dari gerakan orbital mekanika-kuantum (tidak ada gerakan orbital elektron sekitar
nucleus seperti planet sekitar matahari, tetapi ada kecepatan elektron efektif) dan
spin dari elektron, menghasilkan apa yang dikenal sebagai magnet permanan.

1.1.1.2 Listrik
Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik dapat
juga diartikan sebagai berikut :

Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang
menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.

Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena
muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.

Bersama dengan magnetik, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal
sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika
yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus listrik. Listrik dapat digunakan
dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik.

1.2 Medan Listrik
Medan listrik adalah efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik,
seperti elektron, ion, atau proton, dalam ruangan yang disekitarnya. Suatu benda yang
dialirkan oleh aliran listrik akan menghasilkan medan listrik yang berada sekitar aliran
tersebut. Medan listrik digambarkan dengan garis gaya yang keluar dari muatan listrik
positif menuju muatan listrik negatif.
Kuat medan listrik jika dihubungkan dengan muatan listrik adalah besarnya
gaya Coulomb untuk tiap satu satuan muatan positif. Medan listrik dapat menimbulkan
medan magnet. Sehingga memu ngkinkan timbulnya gelombang elektromagnetik. Di
dalam studi kasus tentang medan listrik yang menghasilkan medan magnet,medan
listrik dapat dihubungkan dengan besarnya tegangan listrik untuk tiap satu satuan
panjang aliran listrik.
Medan listrik adalah besaran vektor dengan satuan SI adalah volt/meter atau
eqivalen dengan newton/coulomb.

Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
1.3 Medan Magnetik
Dalam cabang ilmu fisika, medan magnet adalah suatu medan yang dapat
dihasilkan oleh bahan magnet atau muatan yang bergerak (arus listrik). Muatan listrik
(arus listrik) yang berada dalam medan magnet akan mengalami gaya magnet. Bila di
samping medan magnet juga terdapat medan listrik maka muatan akan juga
mengalami gaya listrik, kedua gaya tersebut dikenal dengan gaya Lorentz. Putaran
pada mekanika kuantum dari satu partikel membentuk medan magnet dan putaran itu
dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik, inilah yang menyebabkan medan
magnet oleh ferromagnet permanen. Sebuah medan magnet adalah medan vektor
yaitu berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah
menurut waktu.
Medan magnet adalah besaran vektor dengan satuan SI nya ampere/meter.

1.3.1 Terjadinya medan magnet oleh arus listrik

Daerah disekitar magnet dimana benda lain masih mengalami gaya magnet
dinamakan dengan medan magnet.
Medan magnet dapat digambarkan dengan garis garis gaya magnet yang keluar
dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan.
Terjadinya medan magnetic disekitar arus listrik ditunjukkan oleh Hans Christian
Oersted melalui percobaan.
Arah induksi medan magmetik disekitar arus listrik bergantung pada arah arus listrik,
dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan.
Perhatikan gambar berikut !





Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
2
0
4 r
I N
B

=
t

1.3.2 Induksi magnetik disekitar kawat berarus



a. untuk kawat lurus dan panjang





a
I
a
I
k B
o
t

2
2 = =
Keterangan:
I = kuat arus listrik (ampere)
a = jarak tegak lurus titik yang diamati ke kawat (m)
k =
o
/4t =10
-7
wb/A.m

o
= permeabilitas ruang hampa

b. untuk kawat melingkar

kawat melingkar terbuka
- dititik P
- untuk sebuah lilitan

3
0
4 a
r I
B

=
t


- untuk N buah lilitan

3
0
4 a
r I N
B

=
t


Dititik M
- untuk sebuah lilitan

2
0
4 r
I
B

=
t


- untuk N buah lilitan



a
i
P
Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
Keterangan :
r = jari-jari lingkaran (m)
a = jarak dari lingkaran arus ke titik yang ditinjau
l = panjang lingkaran arus (m)

kawat melingkar penuh
- dititik P
o untuk sebuah lilitan

2 0
s i n
2 a
I
B =
o untuk N buah lilitan

2 0
s i n
2 a
I N
B =
- dititik M, berarti a = r dan = sin 90
o
= I
- untuk sebuah lilitan

r
I
B
2
0

=
- untuk N buah lilitan

r
I N
B
2
0

=

c. untuk solenoida (kumparan kawat yang rapat)







Tanda = arah menembus bidang kertas
Tanda = arah keluar bidang kertas


Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
- induksi magnet pada ujung solenoida
2
. .
0
N i
B

=
- induksi magnet ditengah solenoida
n i
N i
B . .
. .
0
0

= =


Keterangan:
l = panjang solenoida (m)
i = arus pada solenoida (A)
N = banyaknya lilitan
n = banyaknya lilitan persatuan panjang (N/ l )

toroida adalah solenoida yang dilengkungkan
besar induksi magnet pada sumbunya:
n i B . .
0
= l = 2tR (keliling slingkaran)


1.4 Gaya Lorentz
Seperti yang diuraikan di atas bahwa medan listrik dan medan magnet
membentuk gelombang elektromagnetik dan memiliki suatu gaya yang di kenal
dengan nama gaya gelombang elektromagnetik. Gaya elektromagnetik juga dikenal
dengan gaya Lorentz. Persamaan Lorentz dikemukakan oleh Hendrik Lorentz yang
menjelaskan tentang besarnya gaya yang ditimbulkan oleh gelombang
elektromagnetik.
Persamaan Gaya Lorentz sebagai berikut :



di mana :
F adalah gaya yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik (satuan SI :
Newton)
Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
q adalah muatan listrik dalam partikel (satuan SI : coulomb)
v adalah kecepatan sesaat partikel (satuan SI : meter per sekon)

Jika di hubungkan dengan kerapatan arus listrik yang bebas yaitu : J = qv maka
persamaan lorentz dapat dijabarkan :
F = q (E + vxB )
F = (qxE ) + ( qxvxB )
F = (qxE ) + ( JxB )
di mana J adalah kerapatan arus listrik yang bebas (satuan SI : ampere/meter kuadrat)

Arah gaya magnetic atau gaya lorentz bergantung pada arah arus dan arah medan
magnet, dapat ditunjukkan dengan kaidah tangan kanan.
a. Kawat bermuatan listrik yang bergerak dalam medan magnet.











F = B I l sin u
Dimana:
F = gaya Lorentz (N)
B = Induksi magnetic (Wb)
I = kuat arus listrik (A)
L = panjang kawat (m)
u = sudut antara kawat dengan medan
magnet
Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
qB
mv
R
qvB
R
v
m F
F F
l sentripeta gaya z gayaLorent
=
= =
=
2
b. Muatan listrik yang bergerak dalam medan magnet
F = q v B sin u
Dimana u = sudut antara v dan B.
Bila tidak ada gaya lain yang mempengaruhi gerakan partikel, maka berlaku :





c. untuk dua kawat yang bermuatan listrik yang bergerak sejajar ;



1.5 Fluks Magnetik
Fluks magnetik dilambangkan dengan huruf Yunani F yang dikenal dengan phi ,
adalah ukuran dari jumlah garis gaya magnetik yang melewati suatu luasan
permukaan, yang merupakan kekuatan dan tingkat medan magnet. Ukuran fluks
magnetik dalam SI adalah weber dan ukuran kerapatan fluks magnetik adalah weber
per meter kuadat atau tesla, 1 testa = 10
4
gauss.

Fluks yang melewati sebuah elemen dari area tegak lurus ke arah medan magnet
diberikan oleh hasil dari kerapatan medan magnet dan elemen area.
Secara umumnya fluks magnetik diartikan produk skalar dari kerapatan medan
magnetik dan area vektor elemen.
Fluks magnetik dapat dicari dengan integral dari medan magnetik terhadap sebuah
area :


dimana adalah fluks magnetik dan B adalah kerapatan medan magnet.

2 1
0
2
I I
a
F =
t

Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
1.6 Induksi Elektromagnetik
Induksi elektromagnetik ialah gejala terjadinya arus listrik dalam suatu
penghantar akibat adanya perubahan medan magnet di sekitar kawat penghantar tsb.
Arus listrik yang terjadi disebut arus induksi atau arus imbas
1. Gaya gerak listrik induksi






a. (Percobaan Faraday)
Sebuah kumparan yang kedua ujngnya dihubungkan dgn galvanometer
digerakkan dalam medan magnet U.Selama kumparan tsb bergerak dalam
medan magnet jarum galvanometer menyimpang dari kedudukan seimbangnya,
ini berarti pada kumparan terjadi arus listrik.
Ketika kumparan digerakkan keluar medan magnet jarum juga menyimpang, ini
berarti bahawa arus kedua berlawanan arah dengan gerakan pertama..
Pada percobaan diatas dapat dikatakan bahwa pada ujung-ujung kumparan timbul
gaya gerak listrik induksi (ggl = beda potensial
Gaya gerak listrik (GGL) induksi adalah energi (usaha) untuk memindahkan satu
satuan muatan listrik yang dinyatakan sebagai berikut:

dimana
c
ind
= gaya gerak listrik induksi (volt)
l = panjang kawat konduktor (m)
v = kecepatan gerak konduktor (m/dt)
B = kuat medan magnet sekitar penghantar (Wb/m2)



Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
b) Hukum Faraday
Berdasarkan percobaan Faraday diketahui bahwa tegangan listrik yang
diinduksikan oleh medan magnet bergantung pada tiga hal berikut:
1. Jumlah lilitan. Semakin banyak lilitan pada kumparan, semakin besar tegangan
yang diinduksikan.
2. Kecepatan gerakan medan magnet. Semakin cepat garis gaya magnet yang
mengenai konduktor, semakin besar tegangan induksi.
3. Jumlah garis gaya magnet. Semakin besar jumlah garis gaya magnet yang
mengenai konduktor, semakin besar tegangan induksi.

Banyaknya garis gaya magnet ( B ) yang dilingkupi oleh daerah abRQ disebut fluks
magnetic (|).
Bila perubahan fluks magnetik yang dilingkungi f dalam waktu t, maka ggl
induksi rata-rata selama selang waktu itu.

t A
Au
= c

Bila kawat penghantar berupa kumparan dengan N lilitan, maka ggl induksi yang
terjadi:

t
N
A
Au
= c
Dengan:
c = ggl induksi (volt)
N = jumlah lilitan
t A
Au
= cepat perubahan fluks (wb/s)



Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
1.7 Gelombang Elektromagnetik dan Persamaan Maxwell
Perubahan medan magnet menghasilkan medan listrik, medan listrik yang
dihasilkan itu juga akan berubah-ubah, perubahan medan listrik ini akan menghasilkan
medan magnet yang akan berubah-ubah dan kembali menghasilkan medan listrik
yang berubah-ubah dan seterusnya. Perubahan medan- medan yang saling
berinteraksi ini dapat menghasilkan gelombang medan listrik dan gelombang medan
magnet dikenal sebagai gelombang elektromagnetik.

Keberadaan gelombang elektromagnetik didasarkan pada hipotesis Maxwell James
Clerk Maxwell dengan mengacu pada 3 fakta relasi antara listrik dan magnet yang
sudah ditemukan :

a. Percobaan Oersted yang berhasil membuktikan : arus listrik dalam
konduktor menghasilkan medan magnet disekitarnya (jarum kompas menyimpang bila
di dekatkan pada kawat yang dialiri arus listrik).
b. Percobaan Faraday yang berhasil membuktikan batang konduktor yang
menghasilkan GGL (gaya gerak listrik) induksi pada kedua ujungnya bila memotong
medan magnet.
c. Percobaan Faraday yang menunjukkan perubahan fluks magnetik pada
kumparan menghasilkan arus induksi dalam kumparan tersebut.

Didasarkan pada penemuan Faraday Perubahan Fluks magnetik dapat menimbulkan
medan listrik dan arus pergeseran yang sudah dihipotesakan Maxwell sebelumnya,
maka Maxwell mengajukan suatu hipotesa baru : Jika perubahan fluks magnet dapat
menimbulkan medan listrik maka perubahan fluks listrik juga harus dapat menimbulkan
medan magnet. Hipotesa ini dikenal engan sifat simetri medan listrik dengan medan
magnet. Bila hipotesa Maxwell benar, konsekuensinya perubahan medan listrik akan
mengakibatkan medan magnet yang juga berubah serta sebaliknya dan keadaan ini
akan terus berulang. Medan magnet atau medan listrik yang muncul akibat perubahan
medan listrik atau medan magnet sebelumnya akan bergerak (merambat) menjauhi
tempat awal kejadian. Perambatan medan listrik dan medan magnet inilah yang
disebut sebagai gelombang elektromagnetik.

Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan


Gambar 1.2 Perambatan Gelombang



Gambar 1.3 Propagasi dari gelombang elektromagnetik (magnetic field adalah
medan magnet, electric field adalah medan listrik, dan elektromagnetic wave adalah
gelombang elektromagnetik)

Sifat-sifat gelombang elektromagnetik adalah dapat merambat di dalam ruang hampa;
merupakan gelombang transversal; dapat mengalami pemantulan (refleksi),
pembiasan (refraksi), perpaduan (interferensi), pelenturan (difraksi), pengutuban
(polarisasi); perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi secara bersamaan,
sehingga medan listrik dan medan magnet sefase dan berbanding lurus.

Spektrum panjang gelombang dan frekuensi gelombang elektromagnetik mencakup
daerah yang cukup lebar,seperti yang ditunjuk pada gambar 1.4.

Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan

Gambar 2.4 Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Penggunaan tiap spektrum gelombang berbeda-beda. Sebagai contoh untuk
gelombang radio ( radio waves ) adalah gelombang radio, gelombang teve, gelombang
sinyal telepon genggam. Contoh dari gelombang mikro (microwaves ) adalah
gelombang mikrowave, gelombang hasil pemetaan dari satelit. Contoh dari inframerah
( infrared ) adalah gelombang alat kendali teve ( remote control ), gelombang
inframerah yang ada di dalam telepon genggam. Contoh gelombang dari cahaya
tampak ( visible ) adalah gelombang cahaya yang kita tampak, pelangi. Contoh
gelombang ultraviolet adalah ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.
Contoh gelombang sinar X ( X-ray ) adalah sinar ronsen.

Dalam ilmu elektromagnetik, persamaan Maxwell adalah kumpulan
persamaan-persamaan yang ditemukan akhir setengah abad ke-19 oleh James Clerk
Maxwell. Persamaan tersebut menerangkan tentang hubungan antara medan listrik,
medan magnet, muatan listrik dan aliran listrik. Maxwell mengembang lebih lanjut dari
teori-teori/hukum Ampere sebelumnya, dimana keempat persamaan Maxwell tersebut
menjelaskan semuanya tentang medan listrik dan medan magnet dari gelombang
elektromagnetik.




Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
Keempat persamaan Maxwell ditunjukkan di tabel berikut :
Tabel 1.1 Persamaan Maxwell

Tabel 1.2 akan menjelaskan simbol-simbol yang ada di tabel 1.1 beserta satuan SI nya
Tabel 1.2 Simbol Persamaan Maxwell

Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
1.8 Daya Medan Elektromagnetik
Untuk mengetahui daya pada gelombang datar serba sama, perlu
mengembangkan teorema daya untuk medan elektromagnetik yang dikenal sebagai
teorema Poynting. Teorema ini mula-mula dikemukakan sebagai postulat dalam tahun
1884 oleh seorang fisikawan Inggris, John H.Poynting.
Teorema Poynting ini menafsirkan sebagai kerapatan daya sesaat yang diukur dalam
watt per meter kuadrat. Dalam percobaan, penulis menggunakan jarak speaker ke
komputer untuk menghitung radius sumber gelombang dengan menggunakan
pendekatan titik tengah speaker sebagai suatu titik dan jarak titik tersebut ke speaker
sebagai jari-jari lingkaran. Titik pusat dan jari-jari tersebut membentuk suatu bentuk
bola sebagai perwujudan dari radius gelombang elektromagnetik tersebut. Sedangkan
daya dari speaker sebagai daya yang menghasilkan gelombang. Berdasarkan
teorema poynting maka :

Jika dikaitkan dengan medan listrik (E) dan fluks kerapatan magnetik (B) maka :






Akar kudrat rasio permeabilitas terhadap permitivitas disebut impedansi instrinstik
adalah impedansi intrinsik ruang hampa. atau



Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
1.9 Persamaan Gelombang Elektromagnetik

Persamaan gelombang elektromagnerik terdari dua gelombang yang saling tegak
lurus yaitu gelombang medan magnet dan gelombang medan litrik.

Persamaan gelombang masing-masing adalah :


2.0 Penerapan Induksi Elektromagnetik dan Gelombang Elektromagnetik

1. Relai
2. Generator arus bolak-balik (AC)
3. Generator arus searah (DC)
4. Arus Pusar (tungku induksi dan rem magnetic)
5. Transformator (trafo)
6. Telekomunikasi
7. Radar
Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
CONTOH SOAL dan PENYELESAIANNYA

Contoh soal 1
Tentukan besarnya induksi magnet disuatu titik yang berjarak 2 cm dari kawat lurus
panjang yang berarus listrik 30 A?
Penyelesaian:
Diketahui: a = 2 cm = 2 x 10
-2

I = 30 A

o
= 4 t
-7
Wb/A.m
Ditanya : B ?
Jawab:
( )
( )
2 4 5
2
7
0
/ 10 3 10 30
10 2 2
30 . 10 4
2
.
m wb B
a
i
B

= =

= =
t
t
t


Jadi induksi magnetnya 3 x 10
-4
wb/m
2


Contoh soal 2
Arus sebesar 2,5 A mengalir dalam kawat berupa lingkaran dengan jari-jari 3 cm.
Berapa besar induksi magnet dititik P, bila:
a. titik P berada disumbu lingkaran yang berjarak 4 cm dari pusat lingkaran
b. titik P berada di pusat lingkaran

Penyelesaian:
a. induksi magnet disumbu lingkaran.
i = 2,5 A
r = 3 cm = 3 x 10
-2
m
x = 4 cm = 4 x 10
-2
m
m cm x r a
2 2 2 2 2
10 5 5 25 4 3

= = = + = + = sin u = r/a = 3/5,
maka sin
2
u = (3/5)
2
= 9/25

Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
= B
2 6 5
2
7
2
7
2 0
/ 10 6 , 3 36 , 0 10
25
9
10 10
10 10
25
9
10 5 2
5 , 2 10 4
sin
2
m wb B
B
B
a
I
B

= =

=


=
=
t t
t
t



Jadi Induksi magnet di dititik P sebesar 3,6 x 10
-6
wb/m
2


Induksi magnet di M (pusat lingkaran)
2 5
5
2
7
0
/ 10 7 , 1
6
10 10
10 3 2
5 , 2 10 4
2
m wb B
r
I
B

=


= =
t t


Contoh soal 3
Suatu solenoida terdiri dari 300 lilita berarus 2 A. panjang solenoida 30 cm.
Tentukanlah:
a. induksi magnet di tengah-tengah solenoida
b. induksi magnet pada ujung solenoida

Penyelesaian:
N = 300 lilitan
I = 2 A
L = 30 cm = 0,3

o
= 4t x 10
-7
wb/A.m
n = N/l = 300/0,3 = 1000 lilitan/m
ditanya : a. B ditengan solenoida
b. B diujung solenoida


Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
i
B B
jawab: a. B =
o .
i.n
= 4t x 10
-7
x 2 x 1000
= 8t
-4
wb/m
2



b. B =
o .
i.n

= 8t
-4
= 4t
-4
wb/m
2


Contoh soal 4
Sebuah toroida memiliki jari-jari 50 cm dialiri arus sebesar 1 A. Jika toroida tersebut
memiliki 60 lilitan, hitunglah besar induksi magnetic pada sumbunya.

Penyelesaian
Diketahui: r = 50 cm = 0,5 m, N = 60, I = 1 A
Ditanya : B pada sumbu toroida?
Dijawab :
Tesla
r
NI
B
5
7
0
10 4 , 2
5 , 0 2
1 60 10 4
2

=

= =
t
t
t
t


Contoh soal 5

Sebuah kawat penghantar berarus listrik 5 A arahnya keluar bidang gambar,
memotong tegak lurus garis-garis gaya magnet dengan besar induksi magnet
B = 2 x 10
-4
tesla





B
2
Bila panjang kawat yang
terpengaruh B adalah 4 cm,
tentukan besar dan arah
gaya magnetic yang timbul
pada kawat!
2
Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
i
B
F
Penyelesaian:
Diketahui: i = 5 A
B = 2 x 10
-4
tesla
L = 4 cm = 4 x 10
-2
m
Sin 90
0
= 1

B = BI l sin 90
0

= (2 x 10
-4
)(5)( 4 x 10
-2
)
= 4 x 10
-5
Newton


Contoh soal 6
Sebuah electron berkecepatan 2 x 10
7
m/s masuk dalam medan magnet yang induksi
magnetnya 1,5 wb/m
2
dengan sudut 60
0
terhadap garis medan. Hitung gaya magnetic
yang dialami electron. (q =1,6 x10
-19
C)
Penyelesaian:
Diketahui: v = 2 x 10
7
m/s
B = 1,5 wb/m
2

q =1,6 x10
-19
C
u
0

Ditanya: F ?
Diawab: F = B q v
= 1,5 x 1,6 x10
-19
x 2 x 10
7

= 4,8 x 10
-12





B
Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
volt
t
N
5 , 1
10 5 300
10 2
10 5
600
3
2
5
=
=

=
A
Au
=

c
c
c
c
Contoh Soal 7
Sepotong kawat bergerak dengan kecepatan 1 m/s memotong tegak lurus medan
magnet homogen 0,5 wb/m
2
. Bila panjang kawat 10 cm, berapa ggl induksi yang
terjadi pada kawat?
Penyelesaian:
v = 1 m/s
B = 0,5 wb/m
2

l = 10 cm = 0,1 m
ditanya: c
dijawab: c
ind
= - B l v
= - 0,5 x 0,1 x 1
= - 0,05 volt
Jadi ggl induksi yang terjadi besarnya 0,05 volt (dinyatakan positif)

Contoh soal 8
Sebuah kumparan mempunyai 600 lilitan. Fluks magnetic yang dikurungnya
mengalami perubahan 5 x 10
-5
selama 2 x 10
-2
detik. Berapa ggl induksi yang terjadi
pada kumparan?
Penyelesaian :
N = 600 lilitan
| = 5 x 10
-5
weber
= 2 x 10
-2
detik
Ditanya: c
dijawab:






Ridwan Adiwangsa (11203088)
Institut Teknologi Medan
MEDAN ELEKTROMAGNETIK II

D
I
S
U
S
U
N

Oleh:
NAMA : RIDWAN ADIWANGSA
NIM : 11203088



LABORATORIUM DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK
FAKULTASTEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN
MEDAN
2012/2013