Anda di halaman 1dari 17

Penerapan induksi elektromagnetik seperti arus

pusar,transformator, dinamo dan motor listrik. Setelah Oersted (1820) memperlihatkan bahwa arus listrik dapat mempengaruhi jarum kompas, Faraday mempunyai kepercayaan bahwa jika arus listrik dapat menimbulkan medan magnet, maka medan magnetik harus bisa menimbulkan arus listrik. Untuk membuktikannya Faraday membuat percobaan yang bertujuan untuk menunjukkanbahwa arus listrik dapat ditimbulkan oleh kemagnetan. Dalam istilah medan , kita dapat mengatakan bahwa medan magnet yang berubah terhadap waktu menimbulkan elektromotansi (tegangan gerak listrik/tgl) yang dapat mengalirkan arus listrik pada suatu rangkaian tertutup. Tegangan yang ditimbulkan oleh konduktor yang bergerak dalam medan megnet yang berubah seperti yang akan MEDAN ELEKTROMAGNETIK kita definisikan di bawah ini.

Gambar Percobaan Faraday Untuk Menginduksi Medan Elektromagnet

Gaya Gerak Listrik Induksi Apabila suatu fluks induksi magnet berubah dengan waktu dan menembus kumparan, maka dalam kumparan akan terinduksi suatu gaya gerak listrik yang menyebabkan terjadinya arus listrik. Gaya gerak listrik ini disebut gaya gerak listrik induksi dan disingkat Ggl. induksi. Ggl induksi ini terjadi pada medan listrik, dan medan listrik yang berinduksi dengan waktu dapat juga menghasilkan medan magnet . Hubungan antara medan magnet dan medan listrik ini menyebabkan terjadinya perjalaran ggl elektromagnet. Marilah sekarang kita membahas dari hukum yang paling dasar tentang induksi elektromagnet melalui percobaan , yaitu hukum induksi Faraday. Percobaan Faraday Michael Faraday ( 1971-1867 ) ahli fisika kebangsaan Inggris, melakukan dua buah percobaan sebagai berikut. Percobaan pertama , ditunjukkan pada gambar 7.1(a) dan 7.1 (b)

G (a) (b) Gambar Percobaan Faraday Sebuah lilitan kawat dihubungkan galvanometer , kemudian kutub utara batang magnet digerakkan mendekati kumparan . Selama batang magnet bergerak mendekati kumparan , jarum galvanometer menyimpang kekanan . Dan apabila bergerak menjauhi kumparan maka jarum galvanometer menyimpang kekiri .Penyimpangan jarum galvanometer tersebut menunjukkan adanya arus listrik yang mengalir pada kumparan , arus yang timbul dalam kumparan dengan menggerakkan batang magnet ini disebut arus listrik induksi . Sedang arus listrik (muatan listrik yang berpindah) dapat terjadi apabila terdapat beda tegangan pada permukaan . Beda tegangan demikian dinamakan gaya gerak listrik induksi. Arus dalam kumparan hanya timbul selama batang magnet tersebut bergerak .Percobaan kedua ditunjukkan oleh gambar 7.2 (a) dan 7.2 (b).

(a)

(b) Gambar Percobaan kedua Paraday Pada saat saklar s terbuka , dalam kumparan B tidak terdapat arus listrik. Jika sakelar s ditutup , maka dalam waktu yang singkat arus pada galvanometer akan menyimpang , yang menunjukkan adanya arus listrik dalam kumparan B. Dan kemudian sakelar s dibuka , maka dalam waktu singkat jarum Galvanometer bergerak lagi dengan arah yang berlawanan dengan pada saat s ditutup. Timbulnya arus listrik dalam waktu yang singkat dalam kumparan B disebabkan adanya gaya gerak listrik induksi (GGL) dalam kumparan B. Proses timbulnya ggl induksi pada kedua percobaan Faraday ini disebut Induksi elektromagnet. Fluks magnetik yang dilingkupi oleh kumparan tersebut berubah

besarnya , jika batang magnet digerakkan , dan bersamaan dengan itu kita amati adanya arus listrik dalam kumparan. Dari kenyataan ini kedua percobaan Faraday dapat kita simpulkan yaitu: Fluks magnetik yang dilingkupi suatu kumparan menyebabkan timbulnya ggl induksi dalam kumparan tersebut . Sedangkan Hukum Lenz menyatakan : GGl induksi yang timbul akan menyebabkan arus yang melawan penyebab timbulnya GGL induksi itu sendiri .Dengan demikian dapat kita simpulkan, bahwa : arus listrik induksi dalam suatu penghantar itu sedemikian sehingga menghasilkan medan magnet yang melawan perubahan garis gaya magnet yang menimbulkannya. GGL Induksi pada Konduktor yang bergerak dalam medan magnet Apabila suatu konduktor l bergerak dalam medan magnet B dengan kecepatan v, maka didalam konduktor akan timbul arus listrik induksi. Arah arus induksi ini dapat ditentukan berdasarkan kaidah tangan kanan .

dx x x x x x x x l F x x i
L

x v

Gambar Konduktor yang bergerak dalam medan magnet. Menunjukkan batang konduktor digeser kekanan memotong garisgaris gaya magnet. Pada konduktor terjadi perubahan garis gaya magnet yang dapat menyebabkan timbul arus induksi . Jarak yang ditempuh batang konduktor dalam waktu dt adalah : dx = v . dt . Dan kerja yang dilakukan besarnya : dW = F.dx. = B.i.l. v dt . Karena muatan yang berpindah selama dt adalah dq = i.dt , maka dW = l .B.v.dq. Berdasarkan definisi H= dw/dq , maka dapat diperoleh : H = B.l.v Hukum Faraday. Batang penghantar yang bergerak ke kanan sepanjang dx akan menambah luas penampang rangkaian tertutup seluas : dA = l dx Kedua ruas dibagi dt dan dA/dt = l . dx/dt atau dA/dt didapat :

= l . v. Berdasarkan persamaan : H = B.l.v maka dapat kita peroleh : H= B. dA/dt atau H=

Persamaan ini diungkapkan dalam hukum Faraday sebagai berikut. Gaya gerak listrik induksi yang terjadi dalam rangkaian berbanding lurus dengan cepat perubahan fluks magnet yang dilingkupinya . Bila penghantar digerakkan kekiri, luas rangkaian tertutup berkurang, sehingga dA/dt bertanda negatif dan pada rangkaian yang terdiri N lilitan, besar ggl induksi adalah H Penerapan Induksi Elektromagn etik. Terjadinya ggl

imbas ini merupaka n dasar cara kerja generator listrik dimana energi mekanik diubah menjadi energi listrik. Pengguna an lain daripada peristiwa ini ialah pada tungku induksi, rem magnetik, transform ator, dinamo dan lain sebagainy a.

Arus Pusar Apabila suatu penghantar pejal bergerak didalam medan magnet, sehingga
memotong garis-garis gaya magnet yang menyebabkan perubahan fluks magnetik , maka di dalam penghantar tersebut timbul ggl imbas. Ggl induksi menimbulkan

arus induksi, dan alirannya membentuk lingkaran-lingkaran tegak lurus arah fluks magnet. Arus induksi itu dinamakan arus pusar atau arus Eddy. Sesuai dengan hukum Faraday dan Lenz, dalam penghantar pejal ini harus terjadi arus yang berpusar hingga memotong perubahan fluks magnet. Arus pusar yang terjadi di dalam penghantar pejal mengakibatkan energi hilang karena timbulnya kalor.Untuk memperkecil energi yang hilang oleh arus pusar ini dapat diatasi dengan membuat penghantar pejal diatas susunan pelat-pelat tipis. Setiap pelat dibungkus dengan laker. Agar arus pusar hanya terbatas pada pelat. Dengan susunan pelat-pelat tipis yang sejajar fluks magnet maka timbul lingkaran-lingkaran arus kecil, sehingga lintasan yang dilalui arus menjadi jauh lebih panjang dari hambatan yang dihadapi juga besar. Karena ggl imbas yang timbul pada inti pejal sama dengan susunan pelat-pelat tipis. Maka energi yang hilang oleh arus pusar untuk susunan pelat tipis menjadi jauh lebih kecil daripada penghantar pejal. Transformator Transformator adalah suatu alat yang digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tegangan bolak-balik. Tranformator ini terdiri dari kumparan primer, kumparan sekunder dan inti besi lunak yang dibuat berlapis-lapis dengan bahan isolasi, guna untuk mengurangi arus pusaran. Alat ini bekerja memindahkan energi listrik dengan cara induksi melalui pasangan kumparan primer dan sekunder . Oleh karena transformator bekerja berdasarkan peristiwa induksi , maka tegangan pada kumparan primer sama dengan imbas yang timbul karena perubahan fluks dalam kumparan. HNd
1 1

) dt

Dengan perantaraan inti besi, hampir semua fluks magnetik masuk kedalam kumparan sekunder. Dengan demikian dalam kumparan sekunder terdapat

perubahan fluks yang berubah-rubah. Bila pada kumparan sekunder ada N lilitan ,
2

maka Ggl induksi pada kumparan sekunder adalah: H .N2..d


2

) dt

Bila transformator dianggap ideal, maka dengan membagi kedua persamaan tersebut didapat H
H 2 6
1 2

N1

atau

N H

2 6
1 2 2

Sifat-sifat transformator ideal Tidak ada hambatan dalam kumparan, sehingga tidak ada energi yang hilang dalam kumparan.Tidak ada energi yang hilang dalam inti akibat dari arus pusar. x x x Semua fluk maknektik yang di timbulkan oleh Kumparan primer dilingkupi seluruhnya oleh kumparan sekunder Perme abilitas inti sangat tinggi Untuk transformator yang ideal, daya listrik yang di berikan pada kumparan primer sama besar dengan daya yang di berikan pada kumparan sekunder. Karena daya ini berasal dari kumparan primer.

Dinamo Kita telah membahas bahwa bila suatu konduktor kita gerakkan dalam medan magnet , maka pada kedua ujung batang terjadi ggl imbas yang besarnya dinyatakan oleh Hukum induksi Faraday , yaitu H = - N d)/dt Hukum ini yang mendasari prinsip kerja dari dinamo atau generator untuk menghasilkan ggl imbas kita harus melakukan kerja pada dinamo secara mekanik mekanis . Dinamo mengubah salah satu bentuk energi mekanik menjadi energi listrik . Dinamo AC ( altenator ) Dinamo AC adalah sumber tegangan bolak-balik yang mempunyai bagian yang tetap disebut stator dan bagian berputar yang disebut rotor. Biasanya stator dibuat dari magnet permanen sedang rator biasanya dibuat dari kumparan kawat

yang dililitkan pada silinder besi (armatur ) ujung kedua kawat dihubungkan dengan cincin (komutator) yang pusatnya segaris dengan sumbu kumparan.

Gambar a) Prinsip kerja dinamo AC b) Cincin kumutator dinamo DC Misalkan kunparan terdiri dari N lilitan dengan luas bidang kumparan abcd A. Bila kumparan ini diputus dalam medan magnit B yang dihasilkan oleh magnet permanen dengan kecepatan sudut Z, maka dalam waktu t detik akan terjadi pergeseran sudut sebesar T=Zt dan fluksi yang menembus armatur ialah = B.A cosT=.B A cos Zt dan GGL imbas yang dihasilkan H = -N d)/dt = -N.B.A.Z(-sin Z.t) H = N.B.A.Zsin Z.t Pada saat kedudukan bidang kumparan abcd sejajar dengan garis medan B, maka luas bidang kumparan yang ditembus oleh medan magnet berharga maksimum.Jadi ggl imbas yang dihasil kan dapat juga di fluks H = N.B.A.Z Ggl imbas yang dihasil kan selalu berubah dengan waktu, tiap periode T= 2S/Z Berubah tanda menghasilkan tegangan bolak-balik atau tegangan AC

Dinamo DC Prinsip kerja dinamo DC ciri sama degan altenator, perbedaanya hanya terletak pada ciri-ciri terminalnya atau komutator.Pada dinamo dc terminalnya terdiri dari setengah cicin C1 dan setengah cicin C2 yang berhadapan dan dipisahkan oleh isolator (gb b )

Tepat saat ggl imbas berubah tanda, kontak dengan rangkaian beban R berganti terminal, sehingga hanya mempunyai satu tanda. Tegangan yang dihasilkan searah dikatakan searah atau DC (direct current). Untuk memperoleh tegangan yang lebih rata orang menggunakan beberapa kumparan, tiap kumparan dihubungkan pada tiap bagian kumutator. Motor Listrik Prinsip kerja motor listrik merupakan kebalikan dari dinamo, yaitu perubahan energi listrik menjadi energi mekanik. Perputaran kumparan dalam armatur akan menimbulkan ggl induksi pada terminalnya. Berdasarkan Hukum Lenz ggl induksi
harus berlawanan tanda dengan ggl sumber tegangan motor disebut gaya gerak

listrik balik. Besarnya ggl sama dengan : H = N.B.A.Z.sin Z.t Azas motor listrik Bila arus listrik i mengalir dalam kumparan yang terletak pada medan magnet B, maka pada sisi ab dan sisi cd dengan panjang l akan bekerja gaya Lorentz sebesar : FL = i l B sin T. Gaya Lorentz pada kedua membentuk koppel yangmemutar kumparan dengan momen putar : F . s = i l B s sin T Untuk N lilitan momen koppel menjadi :
W= W=

N i l B s sin Tatau

= N i B A sin T

Medan magnet berperan sangat penting sebagai rangkaian proses konversi energi. Melalui medan magnet.bentuk energi mekanik dapat diubah menjadi energi listrik, disini alat konversinnya dinamakan generator, atau sebaliknya dari energi listrik menjadi energi mekanik, alat konversinya disebut motor. Sedangkan pada transformator, gandengan medan magnet berfungsi untuk memindahkan dan mengubah energi listrik dari sisi primer ke sekunder melalui prinsip industri elektromagnet. Dari sisi pandangan elektris, medan magnet mampu untuk mengimbangi tegangan pada konduktor, sedangkan dari sisi pandangan mekanis, medan magnet sanggup untuk menghasilkan gaya dan kopel. Keutamaan medan magnet sebagai perangkai proses konversi energi disebabkan terjadinya bahan-bahan magnetik yang memungkinkan diprosesnya kerapatan energi yang tinggi, kerapatan energi yang tinggi ini akan menghasilkan kapasitas tenaga perunit volume mesin yang tinggi pula. Jelaslah bahwa pengertian kuantitatif tentang medan magnet dan rangkaian magnet merupakan bagian penting untuk memahami konversi energi. Medan Listrik Gaya elektro magnetik terdiri dari gaya listrik Fe dan gaya magnetik Fm. Gaya listrik ini sama dengan pendekatan yang berbeda. Sumber dari gaya gravitasi adalah massa, dan sumber dari medan listrik adalah muatan listrik. Dimana harga gaya yang bekerja tersebut bervariasi sebagai fungsi kuadrat kebalikan jarak dari kedua sumbernya dan berbading lurus dengan perkalian kedua muatan. Perbedaannya adalah listrik memiliki polaritas positif dan negatif sedangkan massa tidak. Berdasarkan eksperimen coulomb dikatakan bahwa : 1. Muatan yang sama akan tolak menolak, sedangkan dua muatan yang berlaianan akan tarik menarik. 2. akan timbul gaya yang bekerja sepanjang garis pada muatan tersebut. 3. dimana besarnya ditentukan oleh perkalian kedua muatan tersebut dan dibandingkan terbalik dengan kuadrat jarak antarnya. Pernyataan diatas dewasa ini disebut hukum coulomb diungkapkan melalui persamaan dibawah ini :

Fe =

(N)

Dimana Fe21 adalah gaya listrik yang bekerja pada muatan q2 terhadap muatan q1, R12 jarak antara kedua muatan. Adalah vektor unit dari muatan q1 ke q2 dan permeabilitas ruang hampa = 8,85 10-12 adalah konstanta umum yang biasa disebut . gaya Fe12 bekerja pada muatan q1 tehadap q2 sama

besarnya dengan gaya Fe21, tetapi berbeda arahnya ; Fe12 = -Fe21 Dari persamaan : F= qE Maka dapat ditentukan intensitas/kuat medan listrik pada sembarang titik akibat muatan q dengan persamaan :

E= Dimana R adalah jarak atitik muatan denagan pengamatan dan listrik D, hubunganya adalah : D= E adalah jarak vektor unit radial dari muatan.

Sebagai tambahan terhadap intensitas medan listrik ini kita akan selalu menemui hubungan denga kerapatan fluks

Kedua kuantitas listrik E dan D merupakan salah satu dari dua pasangan dasar pada medan elektromagnet pasangan yang lainnya akan ditentukan selanjutnya. Medan magnet Sekitar tahun 800 sebelum masehi orang-orang yunani kuno telah menemukan beberapa jenis batu akan menarik serpihanserpihan besi, batu jenis ini disebut maagnet, sedangkan fenomenannya dinamakan magnetisasi. Garisgaris gaya megnet yang membentuk lintasan spiral akan keluar dari kutub dan masuk ke kutub yang lainnya, kutub ini dinamakan utara dan selatan kutub medan .

Garis-garis gaya medan magnet ini menunjukkan adannya medan magnet yang biasa disebut kerapatan me dan fluks B. ternyata medan magnet tidak hanya eksis di sekeliling magnet permanen juga dapat di timbulkan dari arus listrik, hal ini ditemukan oleh Oersted setelah mengadakan suatu penelitian. Tidak lama berselang ilmuwan Francis Jean Baptiste Biot dan Felix Savart mengembangkan suatu ungakapan hubungan antara medan magnet B dan arus listrik I pada suatu batang komnduktor dimana hubungannya adalah : B= Dimana r adalah jarak radial dari sum ber arus dan vektor unit azimuth yang me nyatak an bahwa arus medan magnet tangensi terhadap bida ng sekelilingnya. (H/M). Seda ngkan untuk kasus yang lainnya permeabilitasnya akan tergantung pada kandungan materialnya de ngan hubungan sebagai berikut : = Kita telah mengetahui bahwa E dan D adalah satu dari dua pasangan medan elektromagnetik, pasangan kedua adalah B dan intensitas medan magnet H dimana hubungannya adalah : B= H = permeabiliatas ruang hampa besarnya 4 -10-7

Hukum biot-savart ini merupakan konsep dasar pada operassionalmotor-motor listrik baik motor induksi satu phasa, dua phasa maupun tiga phasa, maupun motor serempak.

Energi Dalam Medan Magnet Sama kasusnya dengan gerak partikel medan magnet juga memiliki energi unntuk melakukan suatu usaha. Energi listrik yang diberikan oleh sumber akan digunakan oleh inti besi beserta belitannya untuk menghasilkan medan magnet. Energi dalam medan magnet dinyatakan dengan persamaan :

W= Konsep Rangkaian Magnet dan kurva Magnetisasi (B-H) Suatu kumparan dengan N lilitan dan arus I yang melilit teras feromagnetik menghasilkan gaya gerak magnetik (ggm). Diberikan dengan hububgan N.I daya ggm seringkali dinotasikan dengan F satuannya dan Ampere. Pada pernyataan ini akan jelas terlihat hubungan antara arus listrik dan medan listrik dan medan magnet yang dinyatakan oleh hukum ampere, dimana persamaannya adalah sebagai berikut N i = H I . Ampere turn Dimana : N : Jumlah lilitan i : arus listrik H : kuat medan magnet (A/m) I : Panjang jalur (m) Induksi tegangan Hukum Faraday Apabila medan magnet berubah-ubah terhadap waktu, akibat arus bolak-balik yang berbentuk sinusuidal, suatu medan listrik akan dibangkitkan atau diinduksikan. Hal ini dinyatakan oleh Faraday. Pada pernyataan dibawah ini, medan magnet atau fluks yang berubah-ubah pada inti besi akan menghasilkan gerak listrik (ggl) sebesar : E = -N Dimana : = N, merupakan flusk linkage =-

= menyatakan harga fluks yang berubah- ubah terhadap waktu perubahan fluks yang menginduksikan gaya gerak listrik ini dapat terjadi karena : a. Perubahan fungsi waktu (t), akibat arus bolak balik yang berbentuk sinusoidal seperti diuraikan diatas. b. Fungsi putaran ( ), akibatnya rotor pada mesin-mesin dinamis.

Secara lebih terperinci, hukum faraday dapat dituliskan sebagai berikut : E =

Atau Eind = Oleh karena itu merupakan fungsi putaran dan waktu t, maka :

eind =

eind = e (induksi) = e (rotasi) + e (Transformasi) Atau Persamaan terakhir diatas yang menjadi dasar semua mesin, pembangkit generator dan transformator. Dimana pada trafo hanya muncul gejala transformasi, pada mesin searah hanya terdapat e rotasi, sedangkan pada mesin arus bolak-balik e rotasi dan e transformasi Vektor Vektor adalah Bilangan yang memiliki nilai dan arah, Vektor memiliki 2 Metode : Diantaranya : 1. Metode Grafik a. Metode jajaran Genjang ( = 2 Vektor ) b. Metode Poligon ( 2 Vektor ) 2. Metode Uraian Perkalian Vektor 1. Perkalian Vektor Dengan Skalar 2. Perkalian Vektor Dengan Vektor a. Dot Product b. Cross Product ( Metode Sarrus ) Hukum Coloum Adalah gaya yang terjadi pada benda yang memiliki kelebihan muatan baik electron, proton, dan muatan lainnya. Intensitas Medan Listrik Adalah Kejadian yang terjadi pada sebuah titik ( Muatan Percobaan ) yang disebabkan muatan sumber . Fluks Listrik ( Intensitas ) Adalah garis garis kuat medan listrik yang menembus sebuah permukaan bidang. Hukum Gauss Adalah jumlah garis garis medan listrik pada suatu bidang tertutup sama dengan jumlah muatan yang menghasilkan fluks tersebut. Potensial Listrik Jika kuat medan listrik adalah besaran vector, maka potensial listrik adalah besaran scalar. Energi Potensial Listrik Gaya coloum adalah besaran vector, sedangkan energy potensial adalah besaran scalar. Kapasitansi Adalah ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan untuk potensial listrik yang telah ditentukan. Induktansi Adalah rasio atau perbandingan fluks magnetic lingkup terhadap arus yang menghasilkan fluks tersebut. Komponen ( Induktor ). Medan Magnet Toroida Yaitu medan magnet yang bekerja pada toroida. Fluks Magnetik Adalah banyaknya garis medan magnetic. Yang menembus permukaan bidang secara tegak lurus. GGL ( Gaya Gerak Listrik ) induksi

Sebuah kawat berbentuk loop berada didalam medan magnet dan ujung-ujungnya dihubungkan dengan galvanometer seperti pada gambar disamping, ketika kawat digerak-gerakkan dalam medan magnet dengan arah keluar masuk, jarum galvanometer akan menyimpang ke kanan dan ke kiri. Bergeraknya jarum galvanometer menunjukkan adanya arus listrik yang mengalir pada loop tersebut. Gejala ini disebut induksi elektromagnetik. Arus listrik yang dihasilkan dengan cara demikan disebut dengan arus listrik induksi.