Anda di halaman 1dari 11

PROFIL POTENSI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROFIL POTENSI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KABUPATEN

PASIR 1. PENDAHULUAN Kabupaten Pasir secara geografis terletak antara 0 45 18,37-2 27 20,28 LS dan 115 36 14,5-116 57 35,03 BT. Luas wilayah mencapai 14,937 km dengan jumlah penduduk 257.381 jiwa ( tahun 1999 ). Laju pertumbuhan penduduk 1990-1999 rata-rata 2,19 % /tahun.

Dalam konstelasi regional Kabupaten Pasir berada di sebelah selatan Propinsi Kalimantan Timur. Posisinya dilintasi jalan arteri primer (jalan Negara/nasional) yang menghubungkan Propinsi Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan. Pada belahan timur melintang Selat Makasar dengan prospek sebagai jalur alternatif pelayaran internasional. Pelabuhan laut Teluk Adang terletak 12km kea rah utara ibukota kabupaten (kota Tanah Grogot). Kota Tanah Grogot berjarak lebih kurang 145 km dari kota Balikpapan, dan berjarak 260 km dari ibukota propinsi (kota Samarinda).

1. KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN Visi KAbupaten Pasir menjadikan Kabupaten Pasir sebagai daerah pengembangan agroindustri dan pengembangan sumber daya pesisir dan kelautan yang berkelanjutan serta berbasis masyarakat dengan didukung kecukupan pangan dan sumber daya manusia yang handal.

Sejalan dengan visi tersebut, maka kebijaksanaan sector pertambangan mencakup: a. Pengembangan energi dan sumber daya menganut prinsip optimasi. SDA yang bersifat renewable dieksploitasi secara bertahap agar ketersediaannya terjaga untuk jangka panjang. SDA yang bersifat unrenewable dieksploitasi sejalan dengan daya dukungnya untuk memproduksi kembali. Sedangkan SDA yang tidak pernah habis (energi surya, angin dan lain-lain) dimanfaatkan sebagai alternative utama. b. Pemberian jaminan keamanan dan kepastian usaha. Perangkat peraturan daerah dan ketentuan yang diberlakukan bertumpu pada azas keadilan dan pemerataan. Jaminan keamanan dan kepastian usaha harus mampu mengeliminasi konflik social dan konflik

kepentingan penggunaan lahan. Model-model community development berbasis masyarakat, sharing holder dan konsep kegiatan berkelanjutan merupakan pendekatan untuk mengeliminasi konflik. c. Pengembangan system informasi untuk menjawab tantangan globalisasi. Penyajian database untuk memudahkan pelayanan, koordinasi, perencanaan, pengendalian, pengawasan dan pembinaan. d. Pengembangan dan peningkatan infrastruktur sebagai upaya nyata dalam menyeimbangkan pertumbuhan/perkembangan wilayah. Infrastruktural khususnya jalan dan jaringan elekomunikasi terus dikembangkan dan ditingkatkan. Infrastruktur disadari sebagi salah satu perangkat untuk menciptakannya daya tarik investasi. e. Eksploitasi sumber daya alam sector pertambangan harus bertumpu pada azas penelolaan lingkungan hidup secara arif. Neraca sumber daya alam merupakan salah satu kriteria dalam pemanfaatan sumber daya alam. Pasca tambang diantisipasi untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

1. POTENSI BAHAN GALIAN 3.1 Bahan Galian Industri a. Batu Gamping

Sebaran batu ini cukup luas, memanjang arah utara-selatan. Batuan ini bagian dari formasi-formasi Berai, Babulu, Pamaluan, sebarannya meliputi Batu Butuk, Muara Komam, Batu Sopang, Legai, Muata Tiung, Songka, Rantau Bitungan dan Kerayan.

Batuan ini digunakan dalam industri bangunan, pertanian, bahan baku semen, dan sebagainya. Berdasarkan sampel hasil analisis kimia batu gamping menunjukkan kadar CaO nya mencapai 57,12%-53,73%. Kekerasan batuan yang baik di daerah Kerayan.

b.

Lempung

Bahan galian ini cukup luas sebarannya meliputi daerah Lolo, Janju, Kuaro, Penajam, Kerang, Petangis, Long Ikis, Babulu, Tajur, Belimbing, Petung, Nipah-nipah, Sepaku, Simpang Pait, Muara Langon, Muara Komam, dan Batu Sopang. Pembawa batuan ini dijumpai pada formasi Pamaluan, Pulau Balang, Berai, Tanjung dan Balikpapan tebal singkapan 1-4 M dengan kemiringan 10-15 derajat. Endapan yang diperkirakan, berdasarkan X-rai mentmorilonit.

Penggunaan batuan ini dapat digunakan sebagai bahan keramik (gerabah/porselen) tergantung kandungan mineral dan sifat fisik di dalamnya. Selain batu gamping lempung juga merupakan bahan baku industri semen.

c.

Batuan Ultramafik

Ultramafik yang dijumpai harzburgit dan serpentinit, berwarna hitam kehijauan. Singkapan tersebar didaerah Gunung Rambutan, Batu Sopang. Menanjang barat laut tenggara sepanjang lebih kurang 12 Km dengan lebar sekitar 5 Km. Perlu penyelidikan lanjutan untuk meneliti kemungkinan kandungan nikel dan chromit.

d.

Pasir Kuarsa.

Sebaran Pasir Kuarsa berlokasi sepanjang pantai salolongan, Penajam, Long Ikis, Pasir Belengkong, pasir Mayang, Petung, Sepaku I-III. Kedapatan kemiringan Landai antara 10-12. Pasir Kuarsa merupakan endapan Sedimen dari formasi Warukin, Pemaluan, dan Balikpapan.

Ketebalan singkapan didaerah Petung, Penajam, dan Sepaku 1 6 M.Warna kelabu putih bersifat lepas.Jika tercurah hujan berwarna putih bersih. Didaerah Pasir Mayang berupa endapan alluvium, ketebalan 2-3 meter, warna kelabu kecoklatan, agak sedikit lempungan. Didaerah petangis ketebalan singkapan 4 M, warna kelabu kecoklatan cadangan perlu diteliti lebih lanjut. Didesa Serakit Batu Sopang luas sebaran sekitar 4.000 Ha, ketebalan rata-rata 10 M. Taksiran cadangan sekitar 500 juta MT. Sementara di kecamatan Pasir Belengkong luasnya 10 Ha dengan ketebalan rata-rata 5 M. Taksiran cadangan 500.000 MT. Sedang di Desa Pait ketebalan rata-rata 2 M seluas 10 Ha. Cadangan diperkirakan 200.000 MT. Pasir Kuarsa biasa digunakan sebaga bahan pembuat gelas, keramik, bahan koreksi semen, dan lainnya. Besar butiran kuarsa asal formasi Balikpapan mengandung mengandung 40,51 % kuarsa berukuran 1/8 mm. Sedang dari formasi Warukin dan Pamaluan mengandung 99,99% berukuran 1/8 mm. Sesuai hasil analisis kimia, pasir formasi Warukin dan Pamaluan, selain untuk bahan industri semen dapat digunakan untuk bahan industri kaca.

e.

Bond Clay/Kaolin

Singkapan bahan ini diduga dijumpai sebagai sisipan di aantara batu pasir kuarsa dengan batu lempung pada formasi Kuaro. Warna kelabu kecoklatan sampai kehitaman, berkarbon dengan sisipan tipis batu bara. Singkapan ditemukan di Bekoso dengan luas sebaran 25 Ha dengan ketebalan rata-rata 4 M. cadangan diperkirakan 1.000.000 MT. Dalam industri keramik kaolin dapat digunakan untuk bahan pembuat lantai dan batu hias. Berdasarkan analisa bakar di Balai Keramik pada temperature 850-900C dan 950C, hasil bakarnya berwarna merah muda.

f.

Sirtu

Sirtu didefinisikan sebagai pasir dan batu, merupakan material lepas dari berbagai macam jenis batuan. Potensi bahan ini belum terukur. Namun cadangannya diperkirakan cukup besar dan tersebar hampir di seluruh kecamatan. Penggunaan bahan ini pada umumnya untuk bahan konstruksi jalan dan bangunan.

3.2 Bahan Galian Mineral Logam dan Energi a. Galian Mineral Logam

Enadapan emas dijumpai di daerah aliran Sungai Kandilo, Kecamatan Muara Komam dan Batu Sopang. Pendulangan oleh penduduk secara sederhana dilakukan di anak Sungai Kandilo, misalnya Sungai Kuaro, Sungai Uko, Sungai Payang, Sungai Kelian, dan Sungai terik. Pendulangan oleh penduduk dilakukan dalam kelompok-kelompok. Keterdapatannya pada formasi Haruyan perlu penyelidikan lebih lanjut.

Pemerintah Daerah berupaya melakukan penertiban penambangan ini. Saat ini telah disiapkan wilayah Pertambangan Emas Rakyat di Kecamatan Muara KOmam dan Batu Sopang.

b.

Galian Mineral Energi

Bahan galian mineral energi yang menonjol adalah batu bara. Endapan batu bara terdapat pada formasi-formasi KAmpung BAru, Balikpapan, Pulau Balang, Pamaluan. Beberapa lokasi singkapan yang diidentifikasi di Sungai Lemit dan Sungai Panjuran Tajur Long Ikis. Tebal singkapan sekitar 2-2,5 m, berasosiasi dengan perselingan batu pasir-lempung.

Di Desa Sepaku singkapan berupa sisipan dalam batu pasir. Rata-rata ketebalan singkapan sekitar 1-1,5 m. di desa Rintik singkapan terasosiasi dengan serpih kelabu gelap dan pasir. Ketebalannya mencapai 50 cm.

Penambangan yang saat ini berlangsung di dua lokasi yaitu di batu Sopang oleh PT. Kideco Jaya Agung dan di Petangis oleh PT. BHP Kendilo Coal Indonesia. Jumlah produksi dari dua perusahaan ini mencapai 9.219.060 MT pada tahun 2000. Pemasaran batu bara ke berbagai Negara terutama Australia dan Korea, selain untuk kebutuhan domestik.

1. PROSPEK INDUSTRI a. Industri Semen

Industri semen memerlukan bahan baku utama baku gamping dan batu lempung. Bahan lain pasir kuarsa, pasir besi dan gypsum. Pada umumnya campuran bahan baku terdiri dari 76% batu gamping, 14% lempung, 7% pasir kuarsa dan 3% pasir besi dari gypsum. Bahan baku utama ini cukup tersedia di Kabupaten Pasir. Batu gamping dari Gunung Melihat dan Gunung Pujangas diperkirakan kadar CaO nya antara 52,12%-53,73%, termasuk bermutu baik (high grade). Lempung dari formasi Berai dan Tanjung mengandung kadar SiO2 63% AL 203 4%. Kebutuhan air dapat dipenuhi dari Sungai Kandilo, sedang sumber energi dapat diperoleh dengan memanfaatkan potensi batu bara.

b.

Industri Bahan Bangunan

Industri bahan bangunan yang saat ini ada adalah industri bata, genteng, dan kapur. Bahan baku untuk industri ini cukup tersedia. Lempung/tanah liat dan pasir sebagai bahan pencampur merupakan bahan baku bagi industri bata dan genteng. Sedangkan batu gamping yang dihancurkan dan dibakar merupakan bahan baku industri kapur.

Industri yang ada skalanya masih terbatas/kecil. Industri ini potensial untuk dikembangkan, karena potensinya cukup besar. Pada dasarnya pemanfaatan bahan industri ini cukup luas, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangunan prasarana fisik.

c.

Industri Keramik

Potensi kaolin yang telah disebutkan merupakan bahan baku untuk industri keramik. Proses industri ini melalui pembakaran. Bahan pencampur adalah lempung yang juga terdapat di Kabupaten Pasir. Produk dari industri dalam bentuk antara lain piring, guci, dan kerajinan lainnya. Industri ini belum berkembang sejauh ini di daerah.

d.

Industri Kaca/Gelas

Bahan baku industri ini utamanya adalah pasir kuarsa. Potensi bahan baku ini cukup besar. Proses produksi melalui penggilingan/penghancuran dan pembakaran melalui tanur pembakaran dengan panas yang cukup tinggi. Bahan baku energi berupa batu bara untuk pembakaran cukup tersedia.

e.

Industri Geowisata

Potensi alam di kabupaten ini merupakan modal dasar bagi pengembangan geowisata. Proses geologi telah menjadikan bentang alam kabupaten ini memiliki daya tarik tersendiri sebagai obyek pariwisata.

Geowisata Pantai

Hamparan pasir pantai membentang di sisi timur wilayah kabupaten. Potensi ini prospektif bagi pengembangan daerah wisata. Pantai-pantai yang diperkirakan potensial adalah pantai Tanjung Jumlai (Salolong-Muara Tunan) sepanjang 10 Km. Jarak dari kota Balikpapan mencapai kurang lebih 20 Km. pantai lainnya adalah Pasir Mayang. Jarak dari kota Tanah Grogot sekitar jam perjalanan melalui perairan dan 1 jam perjalanan darat.

Geowisata Arung Jeram

Bentang alam berupa sungai yang berarus deras dengan alam yang menantang merupakan asset wisata petualangan. Bentang alam semacam ini terdapat pada hulu Sungai Kendilo di Muara KOmam dan Sungai Kasungai di Batu Sopang.

Selain untuk arung jeram, wisata alam dengan panorama dinding tebing sungan yang menkjubkan ditemui di daerah Mangkulangit. Pemandangan dalam wujud tebing batu yang menggantung di atas sungai dapat dinikmati dengan menelusuri bagian hulu Sungai Kendilo di Muara Komam.

Geowisata Air Terjun

Proses geologi menjadikan morfologi batuan ultramafik membentuk rupa bumi yang terjal. Sungai-sungai yang mengalir di atasnya mengikuti permukaan yang terjal. Bentang alam tersebut membentuk air dapat menjadi pembangkit wisata.

Beberapa objek wisata air terjun dapat dijumpai di Gunung RAmbutan Batu Sopang, air terjun Tiwei Long Ikis, air terjun Lempesu Pasir Belengkong, air terjun Rangan Bara Kuaro. Geowisata Goa Stalagtit dan Stalagnit

Goa stalagtit dan goa stalagnit terbentuk akibat prose geologi. Cairan carbinat pada batu gamping menetes sedikit demi sedikit. Dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan fenomena alam yang menarik. Bentuk stalagtit dan stalagnit dapat menimbulakn imaginasi tersendiri bagi yang melihat.

Beberapa lokasi goa yang potensial antara lain Goa Losan Muara Komam, Goa Loyang dan Goa Tengkorak Batu Sopang, Goa Jurong dan Goa Betulis Desa Lempesu Pasir Belengkong, Goa Sudan Uko, Goa Tangki dan Goa Mangkulangit, Goa Tengkorak Kuaro.

Geowisata Mata Air Panas

Sumber air panas dihasilkan dari proses alam. Terjadinya proses pergeseran lapisan bumi menghasilkan mata air panas. Para ahli geologi menggunakan fenomena ini sebagai indikasi suatu sesar, sumber mata air panas yang terindikasi terdapat di telaga air panas Long Kali dan mata air panas Long Gelang Long Ikis.

Sumber air panas di Long Kali tidak mengandung mineral belerang. Sedang mata air panas yang mengandung mineral belerang di Long Gelang Long Ikis.

f.

Industri Pembangkit Energi

Potensi batu bara cukup dominant di AKbupaten Pasir. Potensi ini sangat besar perannya dalam memberikan penyediaan tenaga listrik. Sejauh ini tenaga listrik yang terpasang belum dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Peluang dan prospek penyediaan tenaga listrik masih sangat terbuka. Apabila energi ini sering kali menjadi prasyarat bagi pengembangan berbagai industri. Kebijaksanaan Pemerintah Kabupaten yang menekankan pada pegembnagan agroindustri akan menuntut penyediaan cadangan pembangkit energi yang tidak kecil.

PERSYARATAN IJIN USAHA PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN BATU BARA

NO 1

JENIS PERIJINAN/LAMA PROSES IUP PENYELIDIKAN UMUM/ -1 BULAN

PERSYARATAN 1. Mengisi formulir aplikasi IUP 2. Peta wilayah pertambangan yang menunjukkan batas-batas titik koordinat secara jelas, skala 1:50.000, serta memenuhi prinsip kartografi yang diterbitkan atau disyahkan oleh Dinas Pertambangan 3. Tanda bukti penyetoran uang jaminan kesungguhan dan iuran tetap. 4. Akte pendirian perusahaan bergerak di bidang pertambangan dan disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM. 5. Anggaran Dasar Koperasi yang disahkan oleh instansi yang berwenang. 6. Rekomendasi dari Dinas Perindagkop bagi

Koperasi 7. Rekomendasi Camat, Lurah, Kepala Desa yang bersangkutan. 2 IUP EKSPLORASI / 3-6 BULAN 1. Mengisi formulir aplikasi IUP. 2. Peta wilayah pertambangan yang menunjukkan skala 1:50.000, memenuhi prinsip-prinsip kartografi yang diterbitkan dan disahkan oleh Dinas Pertambangan. 3. Laporan lengkap hasil penyelidikan umum. 4. Tanda bukti pembayaran iuran tetap. 5. Penggunaan tenaga kerja. 6. Rencana kerja dan biaya. 7. Penggunaan peralatan. 8. Akte Pendirian perusahaan bergerak di bidang pertambangan dan disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM. 9. Rekomendasi Camat, Lurah/Kepala Desa. 3 IUP EKSPLOITASI/ 3-6 BULAN 1. Mengisi formulir aplikasi IUP 2. Peta wilayah pertambangan yang mengajukan skala 1:10.000, sesuai prinsip kartografi, yang diterbitkan dan disahkan oleh Dinas Pertambangan. 3. Status tanah yang dimohonkan. 4. Laporan lengkap hasil eksplorasi. 5. Laporan studi kelayakan. 6. Dokumen AMDA/UKL dan UPL yang telah disahkan. 7. Akte pendirian perusahaan/Anggaran Dasar Koperasi.

8. Tanda bukti pembayaran iuran tetap. 9. Proposal pembinaan masyarakat di sekitar lokasi. 4 IUP PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN/ 9-12 BULAN 1. Mengisi formulir aplikasi IUP 2. Rencana teknis pengolahan dan pemurnian. 3. Laporan AMDA/UPL, dan UKL yang telah disahkan. 4. Kesepakatan antara pemegang IUP dengan persetujuan pemegang IUP Eksploitasi, kecuali pemegang IUP Eksploitasi. 5 IUP PENGANGKUTAN DAN PENJUALAN/ 9-12 BULAN 1. Mengisi formulir aplikasi IUP 2. Rencana Kerja 3. Tempat Negara/Daerah dan Badan Usaha/perorangan yang menjadi tujuan pemasaran/penjualan 4. Laporan jumlah produksi yang diangkut/dijual. 5. Laporan kualitas bahan tambang yang diangkut/dijual. 6. Kesepakatan antara pemegang IUP dengan persetujuan pemegang IUP Eksploitasi, kecuali pemegang IUP Eksploitasi.

DAFTAR PERJANJIAN KARYA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN BATU BARA (PKP2B) DAN IJIN USAHA PERTAMBANGAN (IUP) YANG TERBIT DI KABUPATEN PASIR

No.

Nama Perusahaan

Tahapan PU

Lokasi (Kec.) Muara Komam

Ket. Bhn Galian Batu Bara

1. PT. Bulungan Mandiri Lestari 2. PT. Samudra Dharma Hutama 3. Kop. Mitra Jaya Taka 4. PT. Etam Abdi Nusa 5. PT. Berkah Bumi Abadi 6. PT. Magna Graha Agung 7. PT. Anugerah Putra P.A 8. PT. Samudra Dharma Husada 9. Perusda Daya Prima 10. PT. Tunas Muda Jaya 11. PT. Selatan Selabara 12. PT. Kartika Mitra Pratama 13. PT. Indocoal Pratama Jaya 14. PT. Papan Gading Corp 15. PT. Barsindo Bumi Permai 16. PT. Sarana Daya Hutama 17. Primkopad Dim 18. PT. AsiaCo Citra Mulia

PU

Batu Engau

Batu Bara

PU PU PU PU PU PU

Batu Sopang Batu Sopang Long Ikis Muara Samu Batu Engau Muara Samu

Batu Bara Batu Bara Batu Bara Bijih Besi Batu Bara Bijih Besi

Eksplorasi Janju - TGT