Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN FARMAKOLOGI

TES ALERGI PADA KULIT


TAHUN 2013

Disusun oleh : Kelompok 3

SUHARTONO TRIKORTEA ESPANDIARIE CAHYASIT ADITIYA SETYORINI YESIANA NIKMATUN AZALIA LUSI RUSTINA MUHAMMAD MIRZA EFFI SETYOADI KARINA HAQUE NURHASANAH SABILA WAHDINI ILHAM WAHYU B.

NIM. 1110015011 NIM. 1110015013 NIM. 1110015031 NIM. 1110015038 NIM. 1110015041 NIM. 1110015047 NIM. 1110015054 NIM. 1110015055 NIM. 1110015068 NIM. 1010015062 NIM. 1010015063

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UMUM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kelompok Tutorial 3 2013 1

Berikut ini adalah pembahasan kelompok kami terhadap soal yang diberikan sebagai pengantar praktikum Tes alergi pada Kulit tahun 2013 : 1. Sewaktu di rumah sakit seseorang penderita yang akan mendapat antibiotik ampisilin intramuskuler , sebagai Protokol Standar Rumah Sakit perlu dilakukan tes intradermal ( skin test ) terhadap obat tersebut. a) sebutkan manfaat dilakukan skin test intradermal tersebut ? jawaban : untuk menentukan antibodi IgE spesifik dalam kulit pasien , yang secara tidak langsung menggambarkan adanya antibodi yang serupa pada organ yang sakit . skin test intradermal Biasa digunakan ketika terdapat kenaikan sensitivitas merupakan tujuan pokok dari pemeriksaan (misalnya ketika skin prick test memberikan hasil negatif walaupun mempunyai riwayat yang cocok terhadap paparan). Tes intradermal lebih sensitive namun kurang spesifik dibandingkan dengan skin prick test terhadap sebagian besar alergen, tetapi lebih baik daripada uji kulit lainnya dalam mengakses hipersensitivitas terhadap hymenoptera (gigitan serangga) dan penisilin atau alergen dengan potensi yang rendah. b) sebutkan kontraindikasi dilakukan skin test ? jawaban : a) Tidak boleh diberikan pada pasien yang diketahui memiliki hipersensitivitas tipe 1 terhadap salah satu komponen produk. Dimana terjadi vesikulasi dan nekrosis kulit pada bagian tengah reaksi tuberculin. b) Pasien yang mengalami reaksi kulit berat terhadap pemberian produk tuberculin sebelumnya. Tidak direkomandasikan untuk allergen makanan karena dapat mencetuskan reaksi anafilaktik. c) Sebutkan alat dan bahan yang diperlukan untuk tindakan tersebut, jelaskan dosis dan konsentrasi antibiotik yang disuntikan. jawaban : jarum gauge 27 spuit tuberculin 0,1 ml PPD Batasan dari konsentrasi ekstrak adalah 1 : 500 sampai 1 : 1000

Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kelompok Tutorial 3 2013 2

d) sebutkan tahapan-tahapan untuk melakukan skin test intradermal dan interprestasi hasil tes tersebut? jawaban : 0,01 0,02 ml ekstrak alergen disuntikkan ke dalam lapisan dermis sehingga timbul gelembung berdiameter 3 mm. dimulai dengan konsentrasi terendah yang menimbulkan reaksi, lalu ditingkatkan berangsur dengan konsentrasi 10 kali lipat hingga berindurasi 5-15 mm Interpretasi INTERPRETASI Hasil yang normal Hasil tes negatif berarti ada tidak perubahan kulit dalam menanggapi alergen. Reaksi negatif yang paling sering berarti bahwa pasien tidak alergi terhadap substansi.

Hasil abnormal

Sebuah hasil positif berarti kulit pasien bereaksi terhadap suatu zat. Dokter akan melihat area merah disebut wheal Seringkali, hasil positif berarti gejala yang kita alami disebabkan paparan zat itu. Secara umum, respon kuat berarti pasien lebih sensitif terhadap substansi. Orang dapat memiliki respon positif terhadap suatu zat dengan tes alergi kulit, tetapi tidak memiliki masalah dengan zat dalam kehidupan sehari-hari. Tes kulit biasanya akurat. Namun, jika dosis alergen besar, bahkan orang-orang yang tidak alergi akan memiliki reaksi positif. Dokter akan mempertimbangkan gejala-gejala dan hasil tes kulit pasien untuk menyarankan perubahan gaya hidup pasien, agar dapat membuat untuk menghindari zat-zat yang dapat menyebabkan gejala alergi.

Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kelompok Tutorial 3 2013 3

e) Jika terjadi reaksi anafilaksis,maka sebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi reaksi tersebut. jawaban : Baringkan pasien dengan posisi kaki lebih tinggi Berikan ADRENALIN injeksi 0,3 cc (1 : 1000) secara intra muscular pada lengan atas Bila perlu dapat diulang tiap 15 menit,umumnya diperlukan 1-4 kali pemberian Pasang tourniquet proksimal dari tempat penyuntikan (untuk mencegah penyebaran) ,tornikuet dikendurkan tiap 10 menit Jaga system pernapasan dan kardiovaskular tetap baik Pemberian cairan bila diperlukan Bila perlu kortikosteroid dapat diberikan secara intravena Dosis hidrokortison 5mg/kgBB ,dapat diulang 4-6 jam Bila keadaan tidak membaik ,persiapkan fasilitas rujukan kesehatan yang lebih lengkap f) Jika terjadi reaksi alergi berupa gatal-gatal ,maka sebutkan langkah-langkah untuk mengatasi hal tersebut . jawaban : Diberikan pengobatan asimptomatis dengan antihistamin 1(AH1klasik) .Beberapa antihistamin yang saat ini digunakan adalah cetirizin,loratidin,astemizol,akrivastin,feksofendin,Doksepin g) Sebelum dilakukan tindakan medik tersebut perlu penanadatanganan persetujuan tindakan medis maka sebagai dokter apa saja yang perlu dijelaskan ? jawaban : Dokter harus memberitahukan perihal tujuan tindakan serta untung ruginya serta dokter juga perlu menjelaskan reaksi yang dapat terjadi akibat skin test tersebut misalnya dapat terjadi syok anafilaktik , urtikaria , angioedema. h) apakah pada skin test intradermal diperlukan control positif dan negative , jelaskan ? jawaban :
Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kelompok Tutorial 3 2013 4

tidak digunakan control positif dan negative pada skin test intradermal

2. untuk mendeteksi TB pada anak , riwayat kontak TB dapat diketahui dari hasil mantoux. a.) obat yang digunakan untuk tes mantoux itu apa , berapa jumlah yang disuntikan dan berapa konsentrasinya ? jawaban : Digunakan tuberkulin PPD RT 23 kekuatan 2 TU. semprit tuberkulin 1 cc jarum nomor 26 sebanyak 0,1 ml. b.) sebutkan langkah - langkah yang dilakukan untuk melakukan tes montoux dan pembacaan hasilnya kapan dilakukan ? jawaban : Cara Pemberian dan Pembacaan Uji tuberkulin dilakukan dengan injeksi 0,1 ml PPD secara intradermal (dengan metode Mantoux) di volar / permukaan belakang lengan bawah.10 Injeksi tuberkulin menggunakan jarum gauge 27 dan spuit tuberkulin, saat melakukan injeksi harus membentuk sudut 30 antara kulit dan jarum. Penyuntikan dianggap berhasil jika pada saat menyuntikkan didapatkan indurasi diameter 6-10 mm. Uji ini dibaca dalam waktu 48-72 jam setelah suntikan. Hasil uji tuberkulin dicatat sebagai diameter indurasi bukan kemerahan dengan cara palpasi. Standarisasi digunakan diameter indurasi diukur secara transversal dari panjang axis lengan bawah dicatat dalam milimeter.2,11-12 Interpretasi Uji Tuberkulin Untuk menginterpretasikan uji tuberkulin dengan tepat, harus mengetahui sensitiviti dan spesivisiti juga uji ramal positif dan uji ramal negatif. Seperti pada uji diagnostik lain, uji tuberkulin mempunyai sensitiviti 100% dan spesivisiti 100%. c.) jelaskan interprestasi hasil tes mantoux jawaban : untuk menginterpretasikan uji tuberculin dengan tepat, harus mengetahui sensitivity dan spesivisiti juga uji ramal positif dan uji ramal negative. seperti pada uji diagnostic lain, uji tuberculin mempunyai sensitiviti 100% dan

Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kelompok Tutorial 3 2013 5

spesivisiti 100%. uji tuberculin dilaporkan mempunyai uji ramal positif dan negative 10-25%. hasil uji tuberculin negative dapat diartikan sebagai seseorang tersebut tidak terinfeksi dengan basil TB. selain itu dapat juga oleh karena terjadi pada saat kurang dari 10 minggu sebelum imunologi seseorang terhadap basil TB terbentuk. jika terjadi hasil yang negative maka uji tuberculin dapat diulang 3 bulan setelah suntikan pertama. hasil uji tuberculin yang positif dapat diartikan sebagai seseorang tersebut sedang terinfeksi basil TB. pembacaan uji tuberculin dilakukan dalam waktu 48-72 jam, tetapi dianjurkan untuk 72 jam. hasil yang dilaporkan adalah indurasi local (bukan kemerahan) dengan palpasi, diameter tranversal dan dicatat dalam millimeter. interpretasi ukuran diameter uji tuberculin seperti pada tabel. dengan dasar sensitivity dan spesiviti, prevalensi TB masing-masing kelompok dapat dibedakan. terdapat 3 cut-off point yang direkomendasikan untuk mengartikan reaksi uji tuberculin seperti tampak pada tabel.

Interpretasi ukuran diameter reaksi uji tuberculin indurasi 5 mm a. close contac dengan individu yang diketahui/suspek TB dalam waktu 2 tahun. b. suspek TB aktif dengan bukti dari klinis dan radiologis c. terinfeksi HIV d. individu dengan perubahan radiologis berupa fibrotic , tanda TB e. close contac dengan individu yang diketahui/ suspek TB dalam waktu 2 tahun f. suspek TB aktif dengan bukti dari klinis dan radiologis. g. terinfeksi HIV h. individu dengan perubahan radiologis berupa fibrotic, tanda TB i. individu yang transplantasi organ dan imunocompromised indurasi 10 mm

Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kelompok Tutorial 3 2013 6

a. datang dari daerah dengan prevalensi tinggi TB b. individu dengan HIV negative tetapi pengguna napza c. konversi uji tuberculin menjadi 10 mm dalam 2 tahun d. individu dengan kondisi klinis yang merupakan resiko tinggi TB : DM Malabsorbsi CRF Tumor di leher dan kepala leukemia, lymphoma Penurunan BB > 10% Silikosis

indurasi 15 mm a. bukan resiko tinggi tertular b. konversi uji tuberculin menjadi > 15 mm setelah 2 tahun

d.) jelaskan pada tes mantoux apakah menggunakan control positif atau negative ? tidak digunakan control positif dan control negative pada tes mentoux. pada tes montoux 3. Pada Skin Prick Test sering digunakan control positif dan control negative sebagai pembanding a. Sebutkan control negative yang digunakan control negative yang digunakan adalah saline (salt water) b. Sebutkan control positif yang digunakan dan berapa konsentrasinya control positive yang digunakan adalah histamine 1% c. Apakah artinya jika didapatkan control positif didapatkan hasil bacaan yang negative ? jika control positive (histamine) didapatkan hasil bacaan yang negative (tidak menunjukkan gambaran wheal/bentol atau flare/hiperemis maka interpretasi harus dipertanyakan, apakah karena sedang mengkonsumsi obat-obat anti alergi

Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kelompok Tutorial 3 2013 7

berupa anti histamine atau steroid. selain itu bisa disebabkan karena kualitas dan potensi allergen yang buruk, pengaruh obat yang dapat mempengaruhi reaksi alergi, penyakit-penyakit tertentu, penurunan reaktivitas kulit pada bayi dan orang tua, teknik cukitan yang salah. d. Apakah artinya jika control negative didapatkan hasil bacaan yang positif . jika control negative didapatkan hasil bacaan yang positif disebabkan karena dermografisme. Dermografisme terjadi pada seseorang yang apabila hanya dengan penekanan saja bisa menimbulkan wheal/bentol dan flare/kemerahan. Dapat terjadi dengan adanya over sensitivitas kulit karena tekanan yang diberikan. Biasanya disebut positif palsu.

Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kelompok Tutorial 3 2013 8

DAFTAR PUSTAKA

a. Sudoyo, Aru. W et all. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi V. Jakarta: Interna Publishing. b. Aditama, Tjandra Yoga et all. 2007. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Edisi 2 Cetakan Pertama. Indonesia: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. c. Perkumpulan Pembenrantasan Tuberkulosis Indonesia. 2006. Jurnal Tuberkulosis Indonesia. Volume 3 : 1-29. d. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002. Pedoman Nasional Penanganan Tuberkulosis. Cetakan ke 8. Indonesia. e. Aditama, Tjandra Yoga et all. 2006. Tuberkulosis Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. f. Departemen ilmu kesehatan anak FK UI,2009 Berbagai Teknik Pemeriksaan Untuk Menegakan Diagnosis Penyakit Keluarga, Jakarta. g. biofarma.co.id /index.php/detil/items/tuberculin-ppd-rt-23-402-tu-41.html h. kumpulan protap puskesmas dinkesbanyumaskab.net

Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kelompok Tutorial 3 2013 9