Anda di halaman 1dari 3

PENYAKIT KENCING MANIS (DIABETES MELLITUS) Kencing manis atau dalam bahasa medis lebih dikenal dengan Diabetes

Mellitus (DM), merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (kadar gula darah tinggi, lewat pemeriksaan laborat) dan secara klinis dikeluhkan gejala trias : polidipsi (sering haus), polifagi (sering cepat lapar), dan poliuri (sering kencing). Penyebab tingginya kadar gula darah terjadi karena kelainan pengeluaran insulin, kelainan kerja insulin atau keduaduanya. Insulin adalah hormon yang dikeluarkan oleh sel beta dari pankreas. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme gula darah (glukosa) dalam berbagai organ dan jaringan tubuh (seperti liver, jaringan lemak, maupun otot). Kadar gula darah tinggi didalam tubuh dalam waktu lama dapat bersifat sebagai racun yang akan memperparah tingkat kerusakan dalam tubuh. Diabetes adalah penyakit kronis yang membutuhkan perawatan medis yang berkesinambungan dan edukasi pasien untuk mencegah komplikasi akut dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Secara umum diabetes seringkali tidak terdeteksi dan dikatakan mulai terjadinya diabetes adalah 7 tahun sebelum diagnosis ditegakkan, sehingga hal ini meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian dini pada kasus ini. Klasifikasi Diabetes mellitus : 1. Diabetes mellitus tipe 1 (kekurangan insulin absolut), kerusakan sel beta pankreas / sel penghasil insulin akibat autoimun/idiopatik. 2. Diabetes mellitus tipe 2 (gangguan pengeluaran/kerja insulin) 3. Diabetes mellitus tipe lain akibat defek kromosom, penyakit pankreas(radang/tumor pankreas, cystic fibrosis), endokrinopati, obat/zat kimia (glukokortikoid-contoh : deksamethason, antihipertensi golongan tiazidcontoh : hct, dilantin-anti kejang); infeksi (rubella, sitomegalovirus) 4. Diabetes kehamilan (gestasional) Orang-orang yang mempunyai risiko tinggi terkena diabetes mellitus sebaiknya segera cek laborat untuk screening (pemeriksaan penyaring), minimal berupa cek gula darah sewaktu (GDS), gula darah puasa(GDP), gula darah 2 jam setelah pembebanan makan (GD2PP). Screening ini berguna untuk mencegah berlanjutnya penyakit dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih buruk. Screening dilakukan pada orang orang berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Bila muncul trias : cepat lapar, cepat haus, sering kencing Riwayat kencing manis dalam garis keturunan Ibu menderita kencing manis saat hamil Ibu dengan riwayat melahirkan anak lebih dari 4 kg Saudara kembar terkena kencing manis Anak yang kedua orang tuanya menderita kencing manis Orang/kelompok yang mengalami perubahan pola hidup kearah kegiatan jasmani kurang Orang yang juga mengidap penyakit yang sering timbul bersamaan dengan kencing manis, seperti tekanan darah tinggi(140/90 mmHg), kolesterol tinggi (HDL 35 mg/dl atau trigliserida 250 mg/dl) dan kegemukan 9. Riwayat penyakit pembuluh darah/jantung

10. Orang dengan Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) dan Gula Darah Puasa Terganggu (GDPT) Pemeriksaan penyaring berguna untuk menjaring pasien Diabetes Mellitus (DM), Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) dan Gula Darah Puasa Terganggu (GDPT), sehingga dapat ditentukan langkah yang tepat untuk mereka. Pasien dengan TGT dan GDPT merupakan tahapan sementara menuju DM. Setelah 5-10 tahun kemudian 1/3 kelompok TGT akan berkembang menjadi DM, 1/3 tetap TGT dan 1/3 lainnya kembali normal. Adanya TGT sering berkaitan dengan kegagalan jaringan tubuh untuk menggunakan insulin, dan risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah lebih tinggi dibanding kelompok normal. TGT sering berkaitan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, dan kelainan kadar kolesterol darah (dislipidemia). Kadar Gula Darah Sewaktu dan Puasa sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM Pemeriksaan Kadar glukosa darah sewaktu (mg/dl) Sampel darah Plasma vena (darah diambil dengan jarum suntik, biasany lewat lengan) Darah kapiler (darah diambil dengan sedikit menusuk ujung jari) Plasma vena (darah diambil dengan jarum suntik, biasany lewat lengan) Darah kapiler (darah diambil dengan sedikit menusuk ujung jari) Bukan DM <110 Belum Pasti DM 110-199 DM 200

<90

90-199

200

Kadar glukosa darah puasa (mg/dl)

<110

110-125

126

<90

90-109

110

Diet makanan untuk penderita kencing manis : Sebaiknya penderita kencing manis konsultasi ke ahli gizi untuk menentukan jenis diet dan jumlah makanan yang diperbolehkan. Secara umum berikut jenis makanan yang dilarang, dibatasi, dan diperbolehkan bagi penderita kencing manis. Makanan Yang Dilarang : Gula murni, gula jawa dan gula pasir Makanan yang diolah dengan gula murni, seperti gula pasir, gula merah, gula-gula dodol, coklat, jamu, madu, sirup, limun, coco cola, susu kental manis, es krim, minuman ringan (sofdrink), kue-kue manis, cake, tarcis, buah dalam kaleng, dendeng, abon, dan sebagainya. Makanan Yang Dibatasi :

Sumber hidrat arang kompleks, seperti : nasi, lontong, kentang, jagung, roti, ubi, ubi singkong, talas, kentang, sagu, bulgur, mie, bihun, miecaroni, dan makanan lain yang dibuat dari tepung tepungan Makanan yang diperbolehkan : Semua makanan boleh diberikan dalam jumlah yang ditentukan, kecuali gula murni dan makanan /minuman yang mengandung gula murni.