Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH CAD TELEKOMUNIKASI D I S U S U N

OLEH : Adi Mahyudi Lasmen T Sitompul Benny William Ricky Mahyuddin Willy Manurung 100402017 100402025 100402028 100402029 100402041

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATRA UTARA MEDAN 2012

PEMICU
Sebuah perusahaan menerima anda sebagai fresh graduate,manager pada bagian it meminta anda untuk menyelesaikan masalah perusahaan mereka,meneger ini mengatakan kami ingin pc pada kami dapat terhubung dengan kantor pusat kami di Jakarta,meneger ini mengatakan peralatan yang dimiliki pc,switch,router,server Apakah yang anda lakukan? 1.Gunakan problem solving wheel untuk tahap tahap 2.Diskusikan dengan kawan 1 kelompok pemecahan masalahnya 3Protokol routing yang digunakan adalah rip versi 1 dan rip versi 2

PROTOKOL
Protokol merupakan sekumpulan aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi seperti pembuatan hubungan, mengirim pesan atau file, serta memecahkan berbagai masalah khusus yang berhubungan dengan komunikasi data antara alat-alat komunikasi tersebut supaya komunikasi dapat berjalan dan dilakukan dengan benar. Konsep dasar protokol adalah handshaking. Dengan adanya handshaking, maka masing-masing ujung pada jalur kornunikasi akan terlihat oleh ujung yang lain. Ujung pemberi informasi akan terlihat oleh ujung yang akan mengirimkan informasi. Hal itu berarti bahwa data akan dikirim ketika penerima siap untuk menerima informasi sehingga pada saat pengiriman komunikasi akan terjadi dengan sukses.

PENGANTAR MODEL JARINGAN


Supaya komputer dapat mengirimkan informasi ke komputer lain, dan dapat menerima dan mengerti informasi, harus ada aturan atau standard untuk proses komunikasi tersebut. Standar ini meyakinkan kita bahwa beberapa jenis produk dan perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang berbeda melewati beberapa jaringan. Pembakuan standard ini disebut "MODEL".. International Standards Organization (ISO) telah menciptakan model secara luas untuk industri, atau "framework", untuk mendefinisikan aturan-aturan jaringan yang harus dilakukan untuk komunikasi yang handal. Model jaringan ini dibagi menjadi "Layer", yang masing-masing layer mempunyai fungsi yang berbeda dalam proses komunikasi.

Manfaat Model Jaringan


Model Jaringan bermanfaat untuk desain, arsitektur dan implementasi

jaringan,diantaranya: Mengurangi kompleksitas, dengan proses pembagian dalam kelompok, atau layer, implementasi arsitektur jaringan menjadi lebih sederhana. Menyediakan kesesuaian, keseuaian standard interface untuk "plug-and-play" dan integrasi antar multi-vendor. Fasilitas modular - memungkinkan bongkar-pasang "swap" teknologi baru pada tiap layer dan arsitektur jaringan tetap terjaga. Mempercepat evolusi Teknologi, Pengembang fokus pada satu layer sambil menjaga pengaruhnya pada layer yang lain. Mudah dipelajari - pembagian proses ke dalam kelompok akan mengurangi kompleksitas dan memudahkan pemahaman. Terdapat beberapa model jaringan yang diterapkan saat ini. Di sini hanya akan dibahas model OSI, yang juga sebagai referensi model TCP/IP.

Model Referensi OSI (Open Systems Interconnection)


Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI) Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International

Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Lapisan-Lapisan OSI

Gambar Lapisan Osi 7 Layer Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya "error" selama proses transfer data berlangsung.

Model Layer OSI dibagi dalam dua group: "upper layer" dan "lower layer". "Upper layer" fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada "lower layer". Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

"Open" dalam OSI

Open dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/"hardware" yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan "modularity" (dapat dibongkar pasang).

7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer : Application Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi computer lainnya.

Presentation Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi. Session Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut "session". Transport Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika "end-toend" antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling). Network Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket. Data Link Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan "hardware" kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. Physical Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antarsistem.

Model Referensi TCP/IP


TCP/IP adalah singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol. Dalam hal ini TCP bertugas menerima pesan elektronik dengan panjang sembarang dan membaginya ke dalam bagian-bagian berukuran 64K. Dengan membagi pesan menjadi bagian-bagian, maka perangkat lunak yang mengontrol komunikasi jaringan dapat mengirim tiap bagian dan menyerahkan prosedur pemeriksaan bagian demi bagian. Apabila suatu bagian mengalami kerusakan selama transmisi, maka program pengirim hanya perlu mengulang transmisi bagian itu dan tidak perlu mengulang dari awal. Sedangkan IP mengambil bagian bagian, memeriksa ketepatan bagianbagian, pengalamatan ke sasaran yang dituju dan memastikan apakah bagian-bagian tersebut sudah dikirm sesuai dengan urutan yang benar. IP memiliki informasi tentang berbagai sekema pengalamatan yang berbeda-beda. Pada TCP/IP tidak ada model protokol yang resmi sebagaimana yang ada dalam OSI. Pada saat ini, TCP/IP memiliki keunggulan sehubungan dengan kompatibilitasnya dengan berbagai perangkat keras dan sistem operasi. Bila didasarkan pada standar-standar protokol yang telah dikembangkan, lapisan TCP/IP terdiri dari empat lapisan seperti terlihat pada Gambar .

Gambar Lapisan TCP/IP

Fungsi Lapisan TCP/IP


1.Lapisan Aplikasi (Application Layer) Layer ini berisi bermacam-macam protokol tingkat tinggi. Protokol-protokol terdahulu terdiri dari terminal virtual (TELNET), transfer file (FTP), surat elektronik (SMTP). Pada lapisan ini berisikan logik yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai aplikasi user. 2. Lapisan Host-to-host atau transport Pada layer ini menyediakan layanan transfer data ujung ke ujung, lapisan ini meliputi mekanisme keandalan, menyembunyikan detail-detail jaringan dari lapisan aplikasi. Pada lapisan ini terdapat dua protokol, yaitu TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol). 3. Lapisan internet (Internet Layer) Internet layer berfungsi untuk menghubungkan dua perangkat ke jaringan yang berbeda, diperlukan prosedur-prosedur tertentu agar data dapat melalui yang bermacammacam. Pada lapisan ini dipergunakan Internet Protocol (IP) untuk menyediakan fungsi routing melintasi jaringan yang bermacam-macam. Protokol ini diterapkan tidak hanya pada ujung system namun juga pada jalur-jalurnya. Tugas internet layer adalah untuk mengirimkan paket-paket IP ke tempat tujuan seharusnya. 4. Lapisan Akses Jaringan (Network Acces Layer) Lapisan ini bertanggung jawab untuk menyediakan akses ke jaringan komunikasi. Lapisan ini juga bertanggungjawab untuk mengirimkan data ke node node yang terletak pada jaringan yang sama.

Protokol-Protokol WAN
Saat ini terdapat beberapa protocol WAN untuk menyediakan mekanisme komunikasi pengiraman data melalui jaringan WAN atau jaringan Public. Protocol HDLC ( High Level Data Link Control), merupakan suatu protocol WAN yang bekerja pada data link layer dimana HDLC protocol untuk menetapkan metode enkapsulasi packet data pada synchronous Serial.HDLC keluaran ISO memiliki kelemahan yakni masih bersifat Singel protocol yang berarti hanya untuk komunokasi pada satu protocol, sedangkan untuk HDLC keluaran CISCO multiprotocol dimana dapat melakukan komunikasi data dengan banyak protocol ( misal IP, IPX dsb) dan protocol yang terdapat pada layer tiga secara simultan. Point to Point (PPP) protocol pada data link yang dapat digunakan untuk komunikasi Asynchronous Serial maupun Synchronous Serial. PPP dapat melakukan authentikasi dan bersifat multiprotocol. Protocol ini merupakan pengembangan dari protocol SLIP ( Serial Line Inteface Protocol ) yaitu suatu protocol standart yang menggunakan protocol TCP/IP. X.25 Protokol merupakan protocol standard yang mendefinisikan hubungan antara sebuah terminal dengan jaringan Packet Switching. Untuk protocol ini dibuat untuk komunikasi data secara analog yang berarti proses pengiriman data harus mengikuti algoritma algoritma yang ada pada Protocol X.25. Protocol ini melakukan suatu koneksi dengan membuat suatu Circuit Virtual dimana suatu jalur khusus pada jaringan public yang dipakai untuk komunikasi data antar protocol X.25 Frame Relay protocol untuk pengiriiman data pada jaringan public. Sama hal nya dengan protocol x.25, Frame Relay juga memakai Circuit Virtual sebagai jalur komunikasi data khusus akan tetapi frame Relay masih lebih baik dari X.25 dengan berbagai kelengkapan yang ada pada Protocol Frame Relay. Encapsulasi packet pada Frame Relay menggunakan identitas koneksi yang disebut sebagai DLCI ( Data Link Connection Identifier ) yang mana pembuatan jalur Virtual Circuit akan ditandai dengan DLCI untuk koneksi antara komputer pelanggan dengan Switch atau router sebagai node Frame relay.

ISDN ( Integrated Services Digital Network ) suatu layanan digital yang berjalan melalui jaringan telepon.ISDN juga protocol komunikasi data yang dapat membawa packet data baik dalam bentuk text, gambar, suara, video secara simultan.Protocol ISDN beroperasi pada bagian physical, data link, dan network.

Pengkabelan WAN
Koneksi serial cisco mendukung hampir semua jenis layanan WAN. Router Cisco menghubungkan konektor serial 60-pin yang bersifat propietary (hanya bisa dipakai dengan alat-alat yang dibuat perusahaan bersangkutan. Konektor serial WAN menggunakan transmisi serial, dimana bit data dikirimkan satu persatu-satu melalui sebuah saluran tunggal.

Konektor Pengkabelan WAN

Konektor serial yang tersedia antara lain : EIA / TIA 232 EIA / TIA-449 V.35 (digunakan untuk menghubungkan CSU / DSU) E-21 (digunakan di X-25) EIA-530

Pengamatan IP Adress
IP address adalah alamat logika yang diberikan keperalatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. (Ir. Hendra Wijaya, Cisco Router, hal 27). Oleh karena protokol TCP/IP adalah protokol TCP/IP adalah protokol yang paling banyak dipakai untuk meneruskan (routing) Informasi pada jaringan WAN dan Internet, maka pengertian yang mendalam mengenai IP address sangat penting untuk tugas sebagai administrator jaringan. Demikian pula IP address merupakan topik yang penting untuk persiapan ujian CCNA. Internet Protokol (IP) menggunakan notasi angka berjumlah 32 bit yang dibagi menjadi empat kelompok didalam memberikan alamat tersebut yang masingmasing berjumlah 8 bit.

Format Alamat IP
Format alamat ip adalah angka biner yang panjangnya 32 bit dan terbagi menjadi 4 bagian yang masing-masing panjangnya 8bit (8bit sama dengan 1 byte), setiap bagian dipisahkan dengan titik. Oleh karena merupakan angka biner maka alamat ip hanya terdiri dari angka 0 dan 1 saja. Contoh : 11000000.10101000.00000001.00000001 Format penulisan seperti contoh tersebut kurang disukai dan sulit dibaca. Oleh karena itu format penulisan alamat ip lebih sering diwujudkan dalam bentuk desimal. Contoh : 192.168.1.1

Skema Hirarki Pengalamatan Ip

Alamat IP terdiri dari 32 bit Informasi. Bit ini dibagi menjadi 4 bagian, yang dikenal sebagai octet atau byte, dimana masing-masing terdiri dari 1 byte (8 bit). Penulis menggambarkan pengalamatan IP dengan dua metode : Dottet desimal, seperti 172.16.30.56 Binner, seperti 10101100.00010000.00011110.00111000

Pengalamatan Network
Alamat network memberikan identitas untuk setiap jaringan. Sedangkan,alamat node yang juga bisa disebut alamat host memberikan identitas secara unik setiap mesin didalam network.

Kelas-kelas IP Address
IP address yang terdiri dari 32 bit angka binang ini dikenal dengan IP version 4 (IPV4). IP address sebetulnya terdiri dari dua bagian yaitu network ID dan host ID, yaitu network ID menentukan alamat jaringan, sedangkan host ID menentukan alamat host atau komputer. Untuk mempermudah pemakaian bergantung kebutuhan pemakai, IP address dibagi tiga kelas. Kelas A B C D E Batas 0.0.0.0 127.255.255.255 128.0.0.0 191.255.255.255 192.0.0.0 223.255.255.255 224.0.0.0 239.255.255.255 240.0.0.0 247.255.255.255

Alamat Subnet
Subnetting adalah sebuah cara untuk membagi-bagi alamat IP. Alamat IP penting untuk dibagi-bagi karena persediaan IP address saat ini terbatas; disisi lain, laju pertumbuhan devais-devais yang tersambung dengan internet pun semakin banyak. Subnet mask adalah angka biner sepanjang 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID dan memeriksa apakah suatu node berada pada jaringan yang sama atau jaringan luar. Subnet mask default untuk setiap kelas alamat IP adalah sebagai berikut : Kelas A : 255.0.0.0 Kelas B : 255.255.0.0 Kelas C : 255.255.255.0

Pengenalan CISCO IOS


Cisco IOS adalah Operating System bawaan perangkat cisco. Sebelum menkonfigurasi router cisco, ada baiknya kita memperlajari dasar dasar sistem operasi ini. Cisco IOS mempunyai penerjemah perintah yang dinamakan EXEC. Untuk keamanan konfigurasi cisco, EXEC dibagi menjadi beberapa tingkatan akses berdasar kegunaannya. Cisco system adalah sebuah perusahaan yang terkenal dibidang jaringan komputer, karena perusahaan inilha yang memperkenalkan dan mengembangkan produk-produk networking yang sangat canggih seperti, Router maupun Switch. Cisco menjadi pemimpin dunia networking untuk Internet yang tidak tertandingi. Solusi networking yang bisa menghubungkan orang-orang yang bekerja dari peralatan dan network yang berbeda.

Teori dasar Router Cisco


Agar data dapat disampaikan ke komputer lain pada jaringan WAN diperlukan peralatan Router yang kegunaannya untuk meneruskan data dari suatu subnet ke subnet lain Cisco Router mengguankan tabel dan protokol routing untuk mengatur lalu-lintas data. Paket data yang tiba pada router akan diperiksa, kemudian diteruskan ke alamat-alamat yang dituju. Agar paket-paket data yang diterima dapat sampai ketujuan dengan cepat, router harus memproses data tersebut dengan sangat cepat dan memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Cisco router menggunakan Central Pocessing Unit (CPU) seperti yang dipergunakan oleh komputer untuk memproses data tersebut dengan sangat cepat, Cisco Router juga mempunyai sejumlah jenis memori, yang berguna untuk membantu bekerja CPU dan sejumlah Interface untuk berhubungan dengan dunia luar dan keluar masuk data. Memori yang digunakan oleh Cisco Router serta kegunaannya masing-masing adalah sebagai berikut : ROM (Read Only Memory) berguna untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi mengatur proses boot dan menjalankan Power On Selt Test (POST) dan IOS Image. RAM (Randan Access Memory) berguna untuk menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan (running configuration) dan sistem operasi IOS yang sedang aktif. NVRAM (Nonvolatile RAM) berguna untuk menyimpan konfigurasi mula (start-up configuration). Flash berguna untuk menyimpan IOS Image. Dengan menggunakan Flash, IOS versi baru diperoleh dari TFTP server tanpa harus mengganti komponen didalam Router.Adapun gambarnya adalah sebagai berikut:

Gambar Router 2500

TINGKAT AKSES DALAM CISCO IOS


1. User EXEC Mode
Adalah tingkatan paling dasar, kemampuannya pun hanya sebatas memeriksa status peralatan. Ditandai dengan prompt Router>. Perintah yang dapat dijalankan dalam tingkatan ini sbb: a. enable untuk pindah dari User EXEC Mode ke Privileged EXEC Mode. b. disable untuk kembali dari Privileged EXEC Mode ke User EXEC Mode. c. login untuk login sebagai pemakai. d. logout untuk exit dari EXEC Mode.

2. Privileged EXEC Mode


Adalah tingkatan EXEC yang kedua. Kita akan diminta memasukkan password jika enable password atau enable secret password telah aktif. Jika belum, cukup dengan mengetik enable, sehingga prompt akan berganti dari Router> menjadi Router#. Perintah yang dapat dijalankan dalam mode ini seperti : copy, ping, telnet, trace,configure terminal, dll.

3. Global Configuration Mode


Ditingkat ini hampir semua konfigurasi dapat dilakukan. Untuk memasuki mode ini, kita harus mengetikkan perintah configure terminal. Beberapa perintah yang dapat dijalankan yaitu banner, boot, ip dhcp, ip root, dll.

4. Interface Configuration Mode


Mode yang dimasuki untuk menkonfigurasi interface pada perangkat yaitu dengan mengetikkan perintah interface nama_interface. Misal untuk masuk ke fastethernet0/0 bisa dilakukan dengan perintah interface fa0/0. Perintah yang dapat dijalankan pada mode ini semisal ip address, no shutdown, shutdown, dll.

PERINTAH-PERINTAH STATUS ROUTER


Perintah-perintah yang dapat dijalankan pada tingkatan ini yaitu : Enable untuk akses dari tingkat user exec ke privileged exec mode. Router>enable Password:***** Router# Disable untuk kembali dari tingkat privileged mode ke user mode. Login untuk login sebagai administrator atau user lain. Logout untuk keluar dari exec mode.

ROUTER

Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Selain itu router mampu menunjukkan rute/jalur (route) dan memfilter informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah

ROUTING IP
Routing IP adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host dalam network yang lain melalui suatu router. Agar router dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket paket ke alamat yang dituju dengan mengunakan jalur terbaik, router menggunakan peta atau tabel routing. Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi.Routing table hanya memberikan informasi sedang routing

algoritma yang menganalisa dan mengatur routing table. Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork atau subnet yang terubung langsung dengan router tersebut.

TABEL ROUTING
Sebuah router mempelajari informasi routing dari mana sumber dan tujuannya yang kemudian ditempatkan pada tabel routing. Router akan berpatokan pada tabel ini, untuk memberitahu port yang akan digunakan untuk meneruskan paket ke alamat tujuan. Tabel Routing pada umumnya berisi informasi tentang: Alamat Network Tujuan Interface Router yang terdekat dengan network tujuan Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan. Metric tesebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).

DASAR DASAR ROUTING


1.Mengetahui Alamat tujuan (IP Address) 2.Mengetahui router-router tetangga,dimana sebuah router dapat mempelajari tentang network remote 3.Mengetahui rute-rute yang mungkin ke semua network remote 4.Mengetahui rute terbaik ke setiap network remote 5.Bagaimana menjaga dan memverikasi informasi routing

PROSES ROUTING IP
1.Internet Control Message Protocol (ICMP) menciptakan sebuah payload (data) pemintaan echo (di mana isinya hanya abjad di field data). 2. ICMP menyerahkan payload tersebut ke Internet Protocol (IP), yang lalu menciptakan sebuah paket. Paling sedikit, paket ini berisi sebuah alamat asal IP, sebuah alamat tujuan IP, dan sebuah field protocol dengan nilai 01h. 3. Setelah paket dibuat, IP akan menentukan apakah alamat IP tujuan ada di network local atau network remote. 4. Karena IP menentukan bahwa ini adalah permintaan untuk network remote, maka paket perlu dikirimkan ke default gateway agar paket dapat di route ke network remote. Registry di Windows dibaca untuk mencari default gateway yang telah di konfigurasi 5. Default gateway dari host 172.16.10.2 (Host A) dikonfigurasi ke 172.16.10.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface Ethernet 0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 172.16.10.1 tersebut) 6. Setelah itu, cache ARP dicek untuk melihat apakah alamat IP dari default gateway sudah pernah di resolved (diterjemahkan) 7. Setelah paket dan alamat hardware tujuan diserahkan ke layer data link, maka driver LAN akan digunakan untuk menyediakan akses media melalui jenis LAN yang digunakan (pada contoh ini adalah Ethernet). Sebuah frame dibuat, dienkapsulasi dengan informasi pengendali. 8. Setelah frame selesai dibuat, frame tersebut diserahkan ke layer Physical untuk ditempatkan di media fisik ( pada contoh ini adalah kabel twisted-pair )dalam bentuk bit-bit, yang dikirim saru per satu. 9. Semua alat di collision domain menerima bit-bit ini dan membuat frame dari bit-bit ini. Mereka masing-masing melakukan CRC dan mengecek jawaban di field FCS. Jika jawabannya tidak cocok, frame akan dibuang.

10. Paket ditarik dari frame, dan apa yang tertinggal di frame akan dibuang. Paket lalu diserahkan ke protocol yang tercatat di field Ether-Typepada contoh ini adalah IP. 11. IP menerima paket dan mengecek alamat tujuan IP. 12. Routing table harus memiliki sebuah entri di network 172.16.20.0, jika tidak paket akan dibuang dengan segera dan sebuah pesan ICMP akan dikirimkan kembali ke alamat pengirim dengan sebuah pesan destination network unreachable. 13. Jika router menemukan sebuah entri untuk network tujuan di tabelnya, paket akan dialihkan ke interface keluar (exit interface) 14. Router akan melakuakan pengalihan paket ke buffer Ethernet 1. 15. Buffer Ethernet 1 perlu mengetahui alamat hardware dari host tujuan dan pertama kali ia akan mengecek cache ARP-nya. 16. Layer data link membuat sebuah frame dengan alamat hardware tujuan dan asal , field Ether-Type, dan field FCS di akhir dari frame. Frame diserahkan ke layer Physical untuk dikirimkan keluar pada medium fisik dalam bentuk bit yang dikirimkan satu per satu. 17. Host B menerima frame dan segera melakuakan CRC. Jika hasil CRC sesuai dengan apa yang ada di field FCS, maka alamat hardware tujuan akan dicek.

PROTOKOL ROUTING
Pengertian dan Definisi dari Routing Protocol (dalam Router)) Protokol routing merupakan aturan yang mempertukarkan informasi routing yang nantinya akan membentuk tabel routing sedangkan routing adalah aksi pengiriman-pengiriman paket data berdasarkan tabel routing tadi.

Semua routing protokol bertujuan mencari rute tersingkat untuk mencapai tujuan. Dan masing-masing protokol mempunyai cara dan metodenya sendiri-sendiri. Secara garis besar, routing protokol dibagi menjadi Interior -Routing Protocol -Exterior Routing Protocol

Tujuan Routing protocol


Tujuan utama dari routing protokol adalah untuk membangun dan memperbaiki table routing. Tabel ini berisi jaringan-jaringan dan interface yang berhubungan dengan jaringan tersebut.Router menggunakan protokol routing untuk mengatur informasi yang diterima dari router-router lain dan interfacenya masing-masing, sebagaimana yang terjadi di konfigurasi routing secara manual.Routing protokol mempelajari semua router yang ada, menempatkan rute yang terbaik ke table routing, dan juga menghapus rute ketika rute tersebut sudah tidak valid lagi.Router menggunakan informasi dalam table routing untuk melewatkan paket-paket routed prokol.

ROUTING STATIS
Routing Statis adalah pembuatan dan peng-update-an routing table secara manual.Routing Statis tidak akan merubah informasi yang ada pada table routing secara otomatis, sehingga administrator harus melakukan merubah secara manual apabila topologi jaringan berubah. Keuntungan dari routing statis: Meringankan kerja prosesor yg ada pd router Tidak ada Bandwidth yang digunakan untuk pertukaran informasi isi tabel routing antar router Tingkat keamanan lebih tinggi vs mekanisme lainnya

Kerugian dari routing statis: Admin harus mengetahui informasi tiap2 router yg terhubung jaringan Jika terdapat penambahan/perubahan topologi jaringan admin harus mengubah isi tabel routing Tidak cocok untuk jaringan yang besar

ROUTING DEFAULT
Default route adalah sebuah rute yang dianggap cocok dengan semua IP address tujuan. Dengan default route ketika IP address destination(tujuan) dari sebuah paket tidak ditemukan dalam tabel routing, maka router akan menggunakan default route untuk memforward paket tersebut. Default route paling cocok berfungsi ketika hanya ada satu rute ke suatu network. syarat membuat default routing adalah: hanya memiliki satu jalur keluar / 1 gateway ke network lain.

ROUTING DINAMIS
Dynamic routing adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi masukan masukan ke routing table secara manual. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi Routing table tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar.

ADMINISTRATIVE DISTANCE
Administrative distance (AD) adalah fitur yang dimiliki oleh router untuk memilih jalur terbaik ketika terdapat dua atau lebih jalur menuju tujuan yang sama dari dua routing protocol yang berbeda. Administrative distance menyatakan kecepatan dari sebuah routing protocol.

Tiap routing protocol diprioritaskan terhadap yang lain dengan bantuan besaran/nilai Administrative Distance (AD). Administrative distance adalah kriteria pertama yang digunakan oleh router untuk menentukan routing protocol yang harus dijalankan, jika terdapat dua routing protocol yang menyediakan jalur untuk tujuan yang sama. AD adalah sebuah ukuran trustworthiness dari source of routing information. AD hanya mempunyai local significance, dan tidak melakukan advertise dalam routing update.

Routing information protocol(RIP)


Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

RIP VERSI I
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, classful menggunakan routing. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet, kurang dukungan untuk variable length subnet mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.

Routing Loop
Routing Loop merupakan salah satu masalah besar yang muncul dalam jaringan komputer, terutama pada protocol routing dinamis Distance Vector. Hal ini terjadi ketika sistem mejadi lambat saat converge sehingga tabel routing menjadi tidak bekerja secara optimal, akibatnya banyak paket data yang teruskan tetapi salah arah dan tidak dapat dihentikan. Masalah Routing loop menyebabkan terjadinya count to infinity problems. Masalah routing loop ini merupakan masalah yang sering terjadi pada Distance Vector Routing yang disebabkan oleh terputusnya satu atau lebih lebih jaringan sehingga routing ke jaringan tersebut tidak dapat dilakukan.

RIP TIMERS
Setelah startup, router dengan tanpa sebab akan mengirimkan Response message ke semua interface yang mengaktifkan RIP setiap 30 detik. Response message, disebut juga update, berisi seluruh tabel routing dengan pengecualian entri-entri yang ditolak oleh aturan split horizon. Update timer yang menginisiasi periode update ini menyertakan variabel random untuk mencegah terjadinya sinkronisasi. Hasilnya, waktu antara update individu dari proses RIP yang regular berkisar antara 25 sampai 35 detik. Variabel random spesifik yang digunakan oleh Cisco IOS, RIP_JITTER, mengurangi sampai dengan 15 %(4.5 detik) dari waktu update. Karena itu, update dari route Cisco bervariasi antara 25.5 sampai 30 detik. Address destination untuk update adalah address broadcast (255.255.255.255). Ada empat macam timer yang digunakan pada RIP Update timer Waktu yang digunakan untuk mengirimkan update routing table selanjutnya (30seconds). Invalid Timer Jika suatu update belum diterima untuk merefresh route yang masih ada setelah 180seconds, route ditandai sebagai invalid dengan mengeset metric ke 16. Route yang invalid ditahan dalam routing table sampai flush timer habis. Flush Timer

Dalam keadaan default, flush timer diset 240seconds (60seconds lebih lama dari invalid timer). Jika flush timer habis, route yang invalid dibuang dari routing table. Holddown Timer Timer yang menstabilkan routing information dan membantu mencegah routing loops ketika topologo sedang meng-convergence kan suatu informasi baru. Ketika suatu router ditandai dengan unreachable, harus ditahan selama mungkin untuk semua router dalam topologi mempelajari tentang network yang unreachable. Dalam keadaan default, holddown timer diset 180seconds.

Format pesan RIP


Format RIP message ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Setiap message berisi perintah dan nomor versi dan dapat juga berisi entri-entri sampai dengan 25 entri route. Setiap entri route menyertakan IP address yang dapat dijangkau oleh route, dan hop count untuk entri route tersebut. Jika sebuah router harus mengirimkan update yang berisi lebih dari 25 entri route, maka router tersebut harus membuat RIP message lebih banyak. Ukuran inisial message sebesar 4 octet, dan setiap entri route sebesar 20 octet. Karena itu, ukuran maksimum RIP message adalah 4+(2520)=504 octet. Jika termasuk 8-byte header UDP maka ukuran message jadi sebesar 512 octet (tidak termasuk IP header).

Gambar Format Pesan RIP

Operasi RIP
Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing . Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table . Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

Classful routing
Classful Routing Protocol adalah : penerapan subnet secara penuh atau default. /24,/16,/8 artinya penggunaan kelas full dikonsep ini. Classful routing protocols juga ialah suatu protocol dimana protokol ini tidak membawa routing mask information ketika update routing atau routing advertisements. Ia hanya membawa informasi ip-address saja, dan menggunakan informasi default mask sebagai mask-nya. Dynamic routing Classfull : Rip V1, IGRP. Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan kelas dimana IP address ( yang berjumlah sekitar 4 milyar ) dibagi kedalam lima kelas yakni Address kelasA 1 bit pertama IP Address-nya0 Address kelas B 2 bit pertama IP Address-nya10 Address kelas C 3 bit pertama IP Address-nya110

Address kelas D 4 bit pertama IP Address-nya1110 Address kelas E 4 bit pertama IP Address-nya1111 kelemahan dari classful routing protocols ialah tak dapat men-suport VLSM.

Classless Routing Protocol artinya: kita dapat mengunakan semua subnet yang dapat digunakan maksudnya kita dapat menggunakan metode VLSM pada penerapannya