Anda di halaman 1dari 1

PDAM Kota Malang Dapat Kucuran Rp 100 Miliar

Dipublish pada: Jumat, 09 Agustus 2013

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA...


Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang mendapat kucuran dana sebesar Rp 100 miliar dari Pemerintah Pusat untuk memperbaiki kualitas layanan dan sarana air bersih, Ngalamers. Wali Kota Malang, Peni Suparto mengatakan, dana tersebut akan dicairkan setelah ada penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara Pemkot Malang dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam waktu dekat ini. "Dana dari pemerintah pusat itu akan dicairkan secara bertahap dan pada tahap pertama sebesar Rp 17,5 miliar. Mudah-mudahan MoU-nya segera selesai dan pencairan tahap pertama juga bisa segera digunakan," ujarnya, Kamis (18/7/2013). Menurut Peni, anggaran sebesar Rp 100 miliar tersebut akan digunakan untuk meningkatkan fasilitas layanan Zona Air Minum Prima (ZAMP) di sejumlah titik agar air yang mengalir dari kran PDAM bisa langsung diminum, Ngalamers. Pasalnya, layanan ZAMP selama ini masih baru terdapat di beberapa kawasan saja. Namun tak lama lagi, Ngalamers di seluruh wilayah Kota Malang dipastikan dapat menikmati air PDAM yang siap minum itu. Selain itu, Peni mengemukakan, bahwa dana itu juga akan dipakai untuk eksplorasi sumber air yang bisa memasok kebutuhan PDAM Kota Malang secara mandiri. Sebab, selama ini PDAM Kota Malang harus membeli air dari beberapa sumber di Kabupaten Malang maupun Kota Batu untuk memenuhi kebutuhan air bersih 120 ribu pelanggan (sambungan), Ngalamers. Dengan memiliki sumber air sendiri, maka profit PDAM Kota Malang akan semakin besar. "Saat ini keuntungannya mencapai Rp13, 5 miliar per tahun dan manajemennya juga berkategori bagus," ujarnya.