Anda di halaman 1dari 13

Tanatologi

TANDA-TANDA KEMATIAN SETELAH SELANG WAKTU YANG LAMA (PERUBAHAN LANJUT)

Setelah beberapa saat -

Setelah selang waktu

kemudian : Perubahan pada mata Perubahana pada kulit Perubahan pada temperatur tubuh Lebam mayat Kaku mayat

yang lama (Perubahan Lanjut) : - Pembusukkan - Adiposera - Mummifikasi

Pembusukan suatu proses degradasi jaringan pada

tubuh mayat yang dipengaruhi oleh dua proses yaitu proses autolisis dan proses pembusukkan oleh mikroorganisme Autolisis proses perlunakan dan pencairan jaringan yang terjadi dalam keadaan steril (aseptik) melalui proses kimia yang disebabkan oleh enzim-enzim intraseluler, shg organ-organ yang kaya akan enzim-enzim akan mengalami proses autolisis lebih cepat dibandingkan dengan organ-organ yang tidak memiliki enzim, contoh: organ pankreas akan mengalami autolisis lebih cepat dari pada jantung.

Pembusukkan proses penghancuran jaringan pada

tubuh yang disebabkan terutama oleh bakteri anaerob yang berasal dari traktus gastrointestinal. Dimana basil Coliformis dan Clostridium Welchii merupakan penyebab utamanya, sedangkan bakteri yang lain seperti Streptococcus, Staphylococcus, B.Proteus, jamur dan enzim-enzim seluler juga memberikan kontribusinya sebagai penghancur jaringan pada fase akhir dari pembusukan

SAAT KEMATIAN, MASIH TERDAPAT PROSES PERTAHANAN TUBUH, SUATU SAAT BAKTERI DALAM USUS (GOLONGAN CLOSTRIDIA) AKAN BERKEMBANG BIAK PEMBUSUKAN AWAL AKAN TAMPAK SEBAGAI BERCAK KEHIJAUAN PADA DAERAH PERUT KANAN BAWAH, K.L. 18 JAM POSTMORTAL DAN MAKIN MENJALAR SERTA TIMBUL PERUBAHAN PADA KULIT

Mummifikasi mayat yang mengalami pengawetan

akibat proses pengeringan dan penyusutan bagian-bagian tubuh Fenomena ini terjadi pada daerah yang panas dan kelembaban rendah, di mana mayat dikuburkan tidak begitu dalam dan angin yang panas selalu bertiup sehingga mempercepat penguapan cairan tubuh.
Kepentingan medikolegal dari mummfikasi adalah dapat

menunjukkan tempat kematian (kering, panas atau tempat basah)

Gejala yang timbul : kulit menjadi kering keras dan menempel

kulit melekat erat pada

pada tulang kerangka berwarna gelap, berkeriput tubuh menjadi kurus kering dan mengkerut, warna coklat muda sampai coklat kehitaman

jaringan dibawahnya susunan anatomi alatalat tubuh masih baik, dan tidak membusuk karena kuman tidak dapat berkembang pada lingkungan kering Mayat menjadi lebih tahan dari pembusukan sehingga masih jelas menunjukkan ciri-ciri seseorang

Syarat untuk dapat terjadi mummifikasi adalah: Suhu udara harus tinggi (hangat) Udara harus kering Harus ada aliran udara yang terus menerus Kelembaban rendah Tubuh yang dehidrasi Waktu yang lama ( 12 -14 minggu) Mummifikasi jarang dijumpai pada cuaca normal. Proses mummifikasi lengkap dalam waktu 1 sampai 3 bulan, dan jenasah yang mengalami mummifikasi ini dapat bertahan lama sekali

Fenomena ini terjadi pada mayat yang tidak mengalami

proses pembusukan yang biasa. melainkan mengalami pembentukan adiposera. Adiposera merupakan subtansi yang mirip seperti lilin yang lunak, licin dan warnanya bervariasi mulai dari putih keruh sampai coklat tua. Adiposera mengandung asam lemak bebas, yang dibentuk melalui proses hidrolisa dan hidrogenasi setelah kematian. Adanya enzim bakteri dan air sangat penting untuk berlangsungnya proses tersebut. Dengan demikian, maka adiposera biasanya terbentuk pada mayat yang terbenam dalam air atau rawa-rawa. Lama pembentukan adiposera ini juga bervariasi, mulai dari 1 minggu sampai 10 minggu. Kepentingan medikolegal dari adiposere adalah dapat menunjukkan tempat kematian (kering, panas atau tempat basah)

Syarat untuk

Gejala-gejala yang

terjadinya adipocere adalah : Tempat harus basah Tempat harus mengandung alkali

tampak adalah : Tubuh berwarna putih sampai putih kekuningan Bila diraba terasa seperti sabun Pada pemanasan akan meleleh Berbau tengik