Anda di halaman 1dari 23

MIOMA UTERI

Oleh:

Jeiniver Rosa M.S


Suyanti Adji Shinta Surya K Pembimbing: dr. Bambang Susillo Sp.OG

Status Pasien
Identitas Penderita Nama : Ny. Ida Umur : 43 tahun Alamat : jl.Bhayangkara 33 Turen Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Agama : Islam Status : Menikah Anak : Tidak Ada MRS : 22 April 2012

Anamnesa
Keluhan Utama Perut terasa panas. Pola Haid Menarche Siklus Haid terakhir Menopause Pola Keputihan Menikah

: mulai umur 13 tahun, teratur : 28 hari : 25 maret 2012 : Belum : Ada Keputihan : sudah 11 tahun

RPS : Terasa panas diperut kanan atas sejak bulan januari, saat kerja terasa kram di Vagina dan terasa nyengkal di perut kanan atas. RPD : Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya. RPK : Tidak ada Alergi : Telur

Pemeriksaan Fisik
Kepala Anemi (-) Ikterus (-) Sianosis (-) Dispneu (-) Thorak Cor / Pulmo : dbn Ekstremitas : Oedema (-) Vital sign Berat Badan : 54 kg Tinggi Badan :160 cm Tensi : 110/70 mmHg Nadi : 83 x/mnt Suhu axillar : 36,8C RR : 22 x/menit

Hasil USG

Diagnosa Ginekologis: Mioma Uteri Rencana pengobatan: - Cek lab lengkap - Inform Consent - Puasa - Pro operasi mioma uteri

Tindakan Operasi
(tanggal 23 April 2012)

Dilakukan operasi miomektomi

Di ruang kandungan Tulip II (Tanggal 24 April 2012)


Pasien pindah ke ruang Tulip II post operasi mioma uteri. S : Nyeri pada luka operasi O: K/U : cukup TD : 110/80 mmHg GCS : 4,5,6 N : 83x/mnt a/i/c/d : (-) S : 36,8C A: Post operasi mioma uteri hari ke I P : inj. Cefotaxime 3x1 Inj. Gentamycine 2x80m Flagil infuse 2x500ml

PENDAHULUAN
Mioma Uteri merupakan suatu tumor jinak yang berasal dari otot rahim. Biasa disebut mioma atau myom atau tumor otot rahim.

DEFINISI
Neoplasma jinak yang berasal dari otot polos uterus. dikenal juga dengan sebutan: leiomioma, fibromioma, dan fibroid.

ETIOLOGI & PATOGENESIS


Etiologi mioma uteri belum diketahui secara pasti. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa setiap pertumbuhan mioma uteri berasal dari single neoplastic cell dalam otot polos miometrium. Mioma uteri bergantung pada estrogen, sehingga jarang terjadi sebelum menarke & jarang berkembang setelah menopause.

KLASIFIKASI
Mioma uteri dibagi 4 jenis antara lain: - Mioma Submukosa
- Mioma Intramural - Mioma Subserosa - Mioma Intraligamenter

Mioma Submukosa
Berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Jenis ini sering memberikan keluhan gangguan perdarahan & sering mengalami infeksi, terutama pada mioma submukosa pedinkulata. Mioma submukosa pedinkulata adalah jenis mioma submukosa yang mempunyai tangkai (mioma geburt) atau mioma yang dilahirkan.

Mioma Intramural
Terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium Mioma jenis ini sering menimbulkan keluhan miksi.

Mioma Subserosa
Mioma yang tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus yang diliputi oleh serosa. Mioma subserosa dapat tumbuh di antara kedua lapisan ligamentum latum menjadi mioma intraligamenter.

Mioma Intraligamenter
Adalah mioma subserosa yang tumbuh menempel pada jaringan lain, misalnya ke ligamentum atau omentum.

KOMPLIKASI MIOMA UTERI DENGAN KEHAMILAN


Pengaruh kehamilan pada mioma uteri

Mioma cepat bertambah besar


Bisa terjadi gangguan sirkulasi sehingga terjadi

perdarahan.
Wanita hamil merasakan nyeri yang hebat pada

perut karena terjadi torsi ( terpelintir )

Pengaruh mioma uteri pada kehamilan Subfertil (agak mandul) / fertil (mandul), atau hanya punya anak satu. Sering terjadi abortus. Terjadi kelainan letak janin dalam rahim. Distosia tumor yang menghalangi jalan lahir. Inersia uteri pada kala I dan kala II Atonia uteri setelah pasca persalinan, perdarahan banyak. Kelainan letak plasenta. Plasenta sukar lepas (retensio plasenta).

GEJALA KLINIK
Gangguan haid dan perdarahan yang abnormal dari uterus Rasa nyeri karena tekanan tumor. Sulit hamil (Infertilitas ) karena terjadi penekanan pada saluran indung telur Penekanan pada organ di sekitar tumor (retensio urine, obstipasi, edema tungkai) Perut bagian bawah teraba benjolan yang padat kenyal.

PEMERIKSAAN & DIAGNOSIS


Anamnesa tentang riwayat penyakit Pemeriksaan fisik Pada palpasi abdomen ditemukan benjolan padat kenyal, berdungkul & berbatas jelas. Pemeriksaan laboratorium Darah lengkap & Pemeriksaan PA Pemeriksaan penunjang Ultrasonografi, MRI & X-Ray

PENATALAKSANAAN
Terapi Non-bedah GnRH agonist (GnRHa) Terapi Pembedahan Miomektomi: Pengangkatan mioma saja. Histerektomi: Pengangkatan uterus

TERIMA KASIH