Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS TOA

Bernadette Soubiraus (07700109) Jeiniver Rosa mely Soo (07700117) Jonny Chen I. N. K (06700183) Adji Shinta Surya Kencana (02700)

Identitas Pasien
Nama : Ny. N Usia : tahun Alamat : Agama : Masuk RS tanggal : 13 Januari 2013 ( pukul: 09.00) Diagnosa Masuk : obs. Perdarahan per vaginam

Anamnesis
Keluhan

Utama:

Nyeri Perut Kiri Bawah

Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang dengan keluhan nyeri perut bagian kiri bawah sejak 2 tahun yang lalu. Nyeri baru terasa sangat sekitar 1 bulan yang lalu. Nyerinya sering timbul saat pasien sedang beraktivitas berat, seperti berolah raga bulu tangkis. Pasien merasa ada goyangan di dalam perutnya disertai dengan rasa nyeri seperti ditusuk- tusuk, kemudian lama kelamaan menghilang. Pasien juga mengeluh dengan keluarnya flek- flek 2 hari sekali. Fleknya berwarna kehitaman. Disamping itu pasien juga sempat mengalami demam tapi setelah minum obat demamnya turun. Saat nyeri muncul pasien merasa menggigil dan perut terasa kaku seperti kram. Rasa kramnya sampai ke tungkai sebelah kiri, sesingga pasien merasa sulit berjalan.

Riwayat Penyakit Dahulu: Sebelumnya pasien belum pernah mengalami sakit seperti ini. Riwayat darah tinggi dan kencing manis disangkal. Riwayat astma juga disangkal. Riwayat Penyakit Keluarga: tidak ada anggota keluarga yag mengalami sakit yang sama. Riwayat Penggunaan Obat: Saat demam dan nyeri mulai dirasakan, pasien sering mengkonsumsi obat anti nyeri dan penurun deman (asam mefenamat dan paracetamol). Sebelum MRS pasien sudah berobat ke dokter, dan oleh dokter diberikan obat untuk lambung. Tetapi nyeri yang dirasakan pasien tidak kunjung hilang bahkan semakin parah.

Riwayat

Haid:
: 14 tahun : 28 hari : 6 hari, haid teratur, dan nyeri
: 3 kali ganti pembalut : 15 Januari 2013

Menarche Siklus Haid Lama Haid ketika haid Banyaknya HPHT

Riwayat Pernikahan: Pernikahan pertama, sudah berlangsung satu tahun, masih menikah. Riwayat Penyakit Terdahulu: - Riwayat hipertensi disangkal - Riwayat diabetes melitus disangkal - Riwayat asma disangkal - Riwayat operasi disangkal - Riwayat alergi makanan dan obat disangkal. Riwayat Persalinan: Anak pertama: Hamil ini

RiwayatPengobatan: Menyangkal minum obat-obatan lain selain obat-obat hamil.

Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum : Baik Kesadaran Tanda vital:


: Compos Mentis

TD Nadi RR Temp Axilla

: : : :

Berat Badan: kg Tinggi Badan: cm

Status Generalis

Kepala: - Normocephal, Mukosa bibir lembab, Rambut bersih - Mata: * Konjungtiva : tidak anemis * Sklera : tidak ikterik Leher - Inspeksi dan tiroid. - Palpasi

: Tidak tampak pembesaran kelenjar getah bening


: Tidak teraba masa dan nyeri tekan

Thorax - Inspeksi : Perkembangan dada simetris, tidak terdapat retraksi - Auskultasi : * Pulmo: Suara nafas vesikuler, tidak terdapat wheezing, dan rhonki. * Cor: BJ 1 dan 2 reguler. Tidak terdapat murmur dan gallop.

Abdomen

- Inspeksi: Dbn.
- Palpasi:
Genitalia:

Tidak dilakukan pemeriksaan

dalam.

Status Lokalis
Inspeksi Labius mayus Area bartholin Labium minus Muara uretra Vulva

: : : : :

Palpasi Labium mayus Area bartholin Labia minora Muara uretra Vulva

: : : : :

Inspekulo Dinding vagina Lumen vagina Forniks Serviks

: : : :

Bimanual Vagina : Forniks : Serviks : Korpus uteri Parametrium Adneksa

: : :

Kesimpulan rencana

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Pembekuan: Masa perdarahan menit 1-3 Hasil Satuan Nilai normal KET

Masa pembekuan
Hematologi:

Menit

2-6

- DPL
Hemoglobin Leukosit Trombosit g/dl Sel/mm3 Ribu/mm3 11.3 -15.5 4.3 - 10.4 132 - 440

Pemeriksaan Penunjang

DIAGNOSA KERJA RENCANA

PENGOBATAN

/ TINDAKAN

Follow Up

Tinjauan Pustaka
Tuba Ovarii Abses adalah radang bernanah yang terjadi pada ovarium dan tuba, satu sisi atau keduanya. (Pedoman
Diagnosis dan Terapi Univ. Erlangga)

Patofisiologi

Mikroba dari vagina

uterus

Tuba dan parametrium

Awalnya terjadi salfingitis dengan atau tanpa ooforitits. Mekanisme pembentukan abses tuba uvarium masih sukar ditentukan. Pada saat terjadi salfingitis lumen tuba masih terbuka mengeluarkan eksudat yang purulent dari fimbrae. Hal ini akan berakibat terjadinya peritonitis, ooforitits. Tempat ovulasi dapat sebagai lubang masuknya mikroba ke ovarium. Abses dapat terbatas pada tuba dan ovarium, namun dapat meluas melibatkan jaringa sekitar, usus halus, usus besar, kandung kemih dan omentum.

Gejala Klinis
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Nyeri pelvik Demam Tanda abdomen akut Teraba masa pada perut bawah diserta nyeri tekan Febris pada 60- 80 % kasus Takikardi Mual Muntah Dapat pula disertai ileus

Cara Pemeriksaan/ Diagnosis


1. 2. 3. 4.

5.

Berdasarkan anamnesis adanya riwayat infeksi dari daerah panggul Pemeriksaan laboratorium : leukositosis, peningkatan LED, X- Foto abdomen dikerjakan apabila gejala ileus Pemeriksaan rutin ginekologi, ditemukan masa fluktuatif/ kaku pada adneksa atau cav. Dougasi. Nyeri tekan (+) USG dapat dilakukan: kecurigaan abses tuba ovarium, menilai kemajuan pengobatan.

Diagnosis Banding
1.

Abses tuba ovarii yang utuh


a. b. c. d. e.

Tumor ovarii terinfeksi Kehamilan ektopik yang utuh/ hematokel Abses Peri-appendikuler Mioma uteri Hidrosalfing
Perforasi appendik Abses divertikel pecah Perforasi usus Kistoma ovarium terpeluntir/ terinfeksi

2.

Abses tuba ovarium


a. b. c. d.

Penyulit
Infertilitas, kehamilan ektopik 2. Apabila pecah, terjadi perluasan infeksi, ileus, peritonitis, sepsis.
1.

Therapi
Pengobatan rawat jalan pada abses tuba ovarium yang utuh tanpa gejala 1. Antibiotik golongan A

Ceftriaxone 250 mg/ im +doxycycline 100mg tiap 12 jam/ p.o/ selama 14 hari
2.

Antibiotik golongan B
Ofloxacine 400 mg tiap 12 jam/p.o+clindamicin 450 mg tiap 6 jam/ selama 14 hari b. Ofloxacine 400mg tiap 12 jam /p.o + metronidazole 500 mg tiap 12 jam/ selama 14 hari
a.

Pengobatan rawat inap bagi abses tuba tuba ovarium dengan gejala 1. Antibiotik golongan A

Cefoxitine 2g tiap 6 jam/ i v + doxycycline 10mg tiap 12 jam/ p.o b. Cefoxitine 2g tiap 12 jam/ i v + doxycycline 10mg tiap 12 jam/ p.o
a.

2.

Antibiotik golongan B
Clindamycine 900 mg tiap 8 jam/ i. V + gentamycine dosis awal 2 mg/ kgBB/ i.v dilajutkan 1,5 mg tiap 8 jam/i.v

Pada umumnya pengobatan ini akan memberikan agka kesembuhan sekitar 75 %, kegagalan terapi konservatif dilanjtkan dengan terapi operatif. Abses tuba ovarium yang pecah merupakan kasus darurat, dilakukan laparotomi dikerjakan histerektomi, salfingo ooferektomi, atau hanya pemasangan drain saja.

Prognosis

Abses tuba ovarium yang utuh


1. Pada umumnya prognosis baik
2. Kemampuan fertilitas menurun 3. Kemungkinan reinfeksi

Abses tuba ovarium yang pecah


1. Kemungkinan terjadi sepsis berpeluang

cukup besar sehingga memerlukan penanganan operatif segera.

TERIMA KASIH