Anda di halaman 1dari 3

VISUM HIDUP (LUKA IRIS) HASIL PEMERIKSAAN Berdasarkan pemeriksaan terhadap korban atas nama Antonio, usia dua

puluh lima tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Jalan Purwodadi nomor lima Mataram di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dilakukan pada tanggal empat Agustus dua ribu tiga belas jam sembilan belas lewat tiga puluh menit waktu indonesia bagian tengah-----------------------------------------------------------------------------------------------1. Korban ditemukan dikamar mandi kosnya dengan terlihat tangan kanan korban penuh dengan darah, korban terduduk dengan lemas kemudian di bawa ke rumah ----------------2. Fakta Pemeriksaan Awal di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Nusa Tenggara Barat pada tanggal empat Agustus dua ribu tiga belas jam sembilan belas lewat tiga puluh menit ----a. Pemeriksaan fisik : keadaan umum lemah, kesadaran baik menurut (skala koma glasgow : 15), tekanan darah sembilan puluh per enam puluh milimeter air raksa, denyut nadi seratus kali per menit, pernafasan dua puluh empat puluh kali per menit, suhu tiga puluh tujuh koma lima derajat celcius ------------------------b. Pemeriksaan luka : Kepala : Tidak ditemukan luka ---------------------------------------------------------- Leher : Tidak ditemukan luka ----------------------------------------------------------- Dada : Tidak ditemukan luka ------------------------------------------------------------- Perut : Tidak ditemukan luka ------------------------------------------------------------- Punggung : Tidak ditemukan luka ------------------------------------------------------- Anggota gerak atas : Ditemukan sebuah luka terbuka di sisi dala lengan bawah pada pergelangan tangan kanan. Luka tersebut dapat dicapai tangan korban sendiri. Luka sebelum dirapatkan berbentuk terbuka dan ketika ditautkan rapat serta membentuk garis lurus. Ukuran luka sebelum ditautkan panjang tujuh sentimeter dan dalamnya nol koma lima sentimeter. Ketika dirapatkan panjang luka menjadi enam koma lima sentimeter. Garis batas luka bentuknya teratur, tepi dan permukaan luka rata dan kedua sudutnya lancip. Tebing luka rata dan terdiri dari jaringan kulit, jaringan ikat, lemak, dan otot. Jembatan jaringan tidak ada. Dasar luka terdiri atas jaringan otot. Daerah di sekitar luka tidak didapati memar. Di beberapa tempat bagian tubuh tidak ditemukan luka. Anggota gerak bawah : Tidak ditemukan luka -----------------------------------------

c. Tindakan Perawatan di Unit gawat Darurat ------------------------------------------------1) Terapi yang diberikan : Dilakukan perawatan luka dengan cara melakukan pencucian luka, penutupan luka dengan cara menjahit luka dengan benang, diberi betadine kemudian ditutup dengan kasa steril Pemberian oksigen selang di hidung dua liter per menit Pemberian obat anti nyeri (asam mefenamat) Pemberian obat antibiotik (amoksisilin)

2) Tindakan yang dilakukan: Pemeriksaan laboratorium : Kadar sel darah merah (Hemoglobin) delapan koma lima gram per desiliter, kadar sel darah putih (White blood cell) empat belas ribu seratus mililiter per desiliter, kadar sel pembekuan darah (Platelet) dua ratus enam puluh tiga mililiter per desiliter---------------------------------------------------------------------------------------3. Fakta Akhir Perawatan (pada tanggal empat Agustus dua ribu tiga belas jam dua puluh satu lewat lima menit waktu Indonesia bagian tengah) -----------------------------Setelah pemeriksaan di Unit Gawat Darurat, korban diperbolehkan pulang karena tanda-tanda vital korban dalam batas normal dan korban dalam keadaan baik meskipun pasien masih mengeluh nyeri pada lukanya ------------------------------------Pasien diberikan obat untuk di rumah yaitu : --------------------------------------------- Amoksisilin (antibiotik) ------------------------------------------------------------------Asam mefenamat (obat anti nyeri)------------------------------------------------------

KESIMPULAN Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pada korban dengan jenis kelamin laki-laki, usia dua puluh lima tahun yang telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat maka dengan ini saya simpulkan terdapat sebuah luka iris di pergelangan tangan kanan berbentuk celah akibat trauma karena benda tajam. Dilakukan tindakan perawatan luka. Perkiraan penyembuhan luka delapan sampai empat belas hari jika tidak terdapat penyulit penyembuhan luka seperti kencing manis, status gizi dan kebersihan tubuh korban. Selama penyembuhan luka, korban tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari sementara waktu -----------------------------------------

Dengan demikian Visum et Repertum ini dibuat dengan sebenarnya dan menggunakan keilmuan saya dengan sebaik-baiknya mengingat sumpah pada waktu menerima jabatan -----Mataram, 4 Agustus 2013 Yang Membuat Visum et Repertum,

dr. Arfi Syamsun, Sp.KF, M.Si.Med