Anda di halaman 1dari 3

VISUM HIDUP (LUKA IRIS) HASIL PEMERIKSAAN Berdasarkan pemeriksaan terhadap korban atas nama Joko, usia dua

puluh lima tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Jalan Purwodadi nomor lima Mataram di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dilakukan pada tanggal empat Agustus dua ribu tiga belas jam sembilan belas lewat tiga puluh menit waktu indonesia bagian tengah-----------------------------------------------------------------------------------------------1. Korban mengalami penganiayaan pada tanggal empat Agustus tahun dua ribu tiga belas sekitar pukul sembilan belas waktu Indonesia bagian tengah di kos teman korban, dengan alamat Jalan Pagesangan nomor empat belas Kelurahan Mataram Barat Kota Mataram. Sebelum kejadian, korban sedang berkumpul bersama teman-temannya di kos temannya. Tiba-tiba datang sekumpulan orang yang tidak dikenal menggeroyok korban dan temannya. Korban yang lari terkena tebasan pisau dari belakang. Korban juga sempat terjatuh saat melarikan diri. Korban masih sadarkan diri. Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat Provinsi Nusa Tenggara Barat----------------------------------------------2. Fakta Pemeriksaan Awal di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Nusa Tenggara Barat pada tanggal empat Agustus dua ribu tiga belas jam sembilan belas lewat tiga puluh menit ----a. Korban datang dalam keadaan sadar, emosi tampak terguncang, mengeluh nyeri pada punggung sebelah kiri setelah mengalami penganiayaan yang terjadi sekitar tiga puluh menit sebelum masuk rumah sakit. Penampilan korban tidak rapi, tubuh tampak berkeringat banyak, tidak tercium bau minuman keras, rambut tampak berantakan dan terdapat robekan berukuran tujuh sentimeter pada baju bagian belakang sebelah kiri disertai bercak darah di sekitarnya yang mulai mengering---b. Pemeriksaan fisik : Tingkat kesadaran : sadar penuh (Skala Koma Glasgow : lima belas), tekanan darah seratus dua puluh per delapan puluh milimeter air raksa, denyut nadi delapan puluh delapan kali per menit, pernapasan dua puluh empat kali per menit-----------------------------------------------------------------------------------------------c. Pemeriksaan luka : Kepala : Tidak ditemukan luka ---------------------------------------------------------- Leher : Tidak ditemukan luka ----------------------------------------------------------- Dada : Tidak ditemukan luka --------------------------------------------------------------

Punggung : Ditemukan sebuah luka terbuka berbentuk celah pada punggung. Bentuk luka teratur, membujur pada punggung sebelah kiri. Ujung teratas luka berjarak sepuluh sentimeter sebelah atas dari garis mendatar yang melewati ujung bawah kedua tulang belikat, empat sentimeter sebelah kiri garis tengah tubuh bagian belakang, dan satu koma lima meter dari tumit. Ujung terbawah berjarak tiga sentimeter sebelah atas dari garis mendatar yang melewati ujung bawah kedua tulang belikat, empat sentimeter sebelah kiri garis tengah tubuh bagian belakang dan satu meter dari tumit. Luka berwarna merah, terdapat bekuan darah di dalam dan sekitar luka, garis batas luka teratur,tepi rata, mempunyai dua sudut luka masing masing berukuran tiga puluh derajat. Terlihat tebing luka yang rata, tidak ada jembatan jaringan, dan dasar luka tampak otot punggung. Luka tersebut sebelum dijahit berukuran panjang empat sentimeter dan lebar satu koma lima sentimeter, kedalaman luka sekitar empat koma lima sentimeter. Ukuran luka setelah dijahit berukuran tujuh sentimeter dengan bentuk luka lurus. Permukaan disekitar luka tampak berbenjol dan warnanya merah kebiruan. Perut : Tidak ditemukan luka ------------------------------------------------------------- Punggung : Tidak ditemukan luka ------------------------------------------------------- Anggota gerak atas : Tidak ditemukan luka-------------------------------------------- Anggota gerak bawah : Tidak ditemukan luka ----------------------------------------d. Tindakan Perawatan di Unit gawat Darurat ------------------------------------------------Pada luka di punggung korban dilakukan tindakan irigasi dan pembersihan luka dengan Natrium Klorida dan Perhidrol, kemudian dilakukan tindakan penjahitan luka dengan benang kulit berwarna hitam sebanyak enam jahitan dan pemberian serum anti tetanus----------------------------------------------------------------------------------------3. Fakta Akhir Perawatan (pada tanggal empat Agustus dua ribu tiga belas jam dua puluh satu lewat lima menit waktu Indonesia bagian tengah) -----------------------------Setelah pemeriksaan di Unit Gawat Darurat, korban diperbolehkan pulang karena tanda-tanda vital korban dalam batas normal dan korban dalam keadaan baik meskipun pasien masih mengeluh nyeri pada luka dipunggungnya ----------------------Pasien diberikan obat untuk di rumah yaitu : --------------------------------------------- Amoksisilin (antibiotik) ------------------------------------------------------------------Asam mefenamat (obat anti nyeri)------------------------------------------------------

KESIMPULAN Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pada korban dengan jenis kelamin laki-laki, usia dua puluh lima tahun yang telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat maka dengan ini saya simpulkan terdapat sebuah luka tusuk pada punggung bagian kiri akibat kekerasan benda tajam yang mempunyai dua sisi tajam. Telah dilakukan tindakan perawatan luka berupa pembersihan dan penjahitan luka----------------------------------------------------------------------Luka tusuk tersebut di atas, diperkirakan akan mengalami penyembuhan selama satu sampai empat minggu jika tidak terdapat penyulit penyembuhan luka pada pasien antara lain keadaan infeksi, kencing manis, dan tidak minum obat secara teratur. Luka tersebut menyebabkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan atau pencaharian untuk sementara waktu -------------------------------------------------------------------------------------------------------Dengan demikian Visum et Repertum ini dibuat dengan sebenarnya dan menggunakan keilmuan saya dengan sebaik-baiknya mengingat sumpah pada waktu menerima jabatan -----Mataram, 4 Agustus 2013 Yang Membuat Visum et Repertum,

dr. Arfi Syamsun, Sp.KF, M.Si.Med