Anda di halaman 1dari 16

By: Muhammad Adhitya Wicaksono

Pada kecelakaan lalu lintas biasanya akan menyebabkan trauma pada seseorang yang tidak hanya berupa trauma fisik tapi juga ada trauma psikis sehingga orang tersebut akan merasakan sesuatu yang dapat menganggu dirinya dalam aktivitas sehari-hari. kecelakaan lalu lintas juga dapat membuat seseorang megalami stress yang biasa disebut dengan ( Post Traumatic Stress Disorder / PTSD ). Stress pasca trauma ( PTSD ) adalah suatu gangguan kecemasan yang timbul setelah mengalami atau menyaksikan suatu ancaman kehidupan atau peristiwa-peristiwa trauma.2

Kecelakaan

UGD

Penanganan

Nama: Pak N Jenis kelamin: Laki-laki Umur: 38 TB/BB: 164cm / 55kg Alamat: Bojong Agama: Islam Pekerjaan: Pangkas rambut

1. membersihkan luka 2. melakukan anestesi 3. di tes masih terasa sakit atau tidak 4. dicuci degan NaCL 5. dibersihkan lagi 6. dilakukan penjaitan 4 jaitan dalam 16 jaitan luar 7. ditutup dengan kassa yg diberi betadine 8. ditutup dengan kassa steril dan di fiksasi 9. disuntikan anti tetanus

Tn. N 38 tahun mengalami kecelakaan lalulintas lalu harus di lakukan penjahitan karena mengalami luka robekan(vulnus laseratum), trauma fisik dan psikis

Trauma Fisik

Trauma psikis

Gangguan stress pasca trauma adalah reaksi kuat,memanjang dan tertunda terhadap suatu peristiwa yang luar biasa sehingga seseorangmenderita stress atau kehilangan yang berat.8

Insidensi Post Trauma Stress Disorder (PTSD) diperkirakan 9 sampai 15 persen. Sedangkan prevalensinya di populasi umum adalah 8 persen. Pada populasi yang mengalami resiko besar menghadapi pengalaman traumatis prevalensinya dapat mencapai 75%. Wanita lebih sering mengalami PTSDdibanding pria

Streesor

Etiologi

Biologis

Psikososial

Stressor adalah penyebab utama terjadinya Gangguan StressPasca Trauma. Stressor berupa kejadian yang traumatis misalnya akibat perkosaan, kecelakaan yang parah, kekerasan pada anak atau pasangan, bencana alam, perang, dipenjara Namun tidak semua orang yangmengalami stressor yang berat mengalami PTSD. Trauma sendiri tidak cukup untuk menyebabkan PTSD. Respon pasien terhadap traumaharuslah takut yang sangat kuat bahkan horor. Dokter harus menilaifaktor biologis dan psikososial yang ada pada orang yang telahmengalami trauma. 11

Kerentanan genetik. Kepribadian borderline, paranoid,dependent atau antisosial. Perempuan

Psikososial
Kejadian traumatis sebelumnya (terutamasaat anakanak). Perubahan hidup penuh stress yang baru terjadi. Sistem pendukung yang tidak adekuat (Dukungan keluarga atau kelompok yang kurang). Konsumsi alkohol yang berlebihan.14

Hyperarousal (rangsangan yang berlebihan)

Intrusions( pengacauan)

Avoidance(penghindaran)

a.Ansietas yang menetap b.Kewaspadaan yang berlebihan c.Konsentrasi buruk d.Insomnia

a.Kilasan balik b.Mimpi buruk c.Ingatan yang hidup

a.Menghindari hal-hal yang mengingatkan

b.Ketidakmampuan mengingat beberapa bagian dari kejadian


c.Minat yang rendah terhadap kehidupan sehari-hari.14

Pada vulnus laceratum setelah penjahitan tidak boleh terkena air karena akan memperlambat pengeringan luka, pasien tersebut disuruh control pada hari jumat sore. Karena luka ini kegiatan pasien akan terganggu, terutama bapak ini karena ia bekerja sebagai tukang cukur di salon yang banyak menggunakan tangganya untuk mencuci rambut, menata rambut jadi untuk sementara pasien ini tidak bisa melakukan kegiatan mencuci rambut, lalu kegiatan pasien tersebut juga tidak boleh melakukan aktivitas fisik yang berat yang dapat membuat luka jaitanya terbuka kembali.14

Sabda Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam): Artinya: Barangsiapa yang tidak menerima rukhsah Allah, maka ditimpakan ke atasnya dosa sebesar Bukit Arafah. [HR Imam Ahmad dan sanadnya Hasan] Dari Abdullah Bin Umar (ra) katanya: Telah bersabda Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam):Sesungguhnya Allah menyukai rukhsahNya dilaksanakan sebagaimana Dia membenci maksiatNya dilakukan. [HR Ahmad sahih menurut Ibnu Hibban dan Ibnu Hizaimah]

Kecelakaan lalu lintas tidak hanya menyebabkan trauma secara fisik tapi juga dapat mennyebabkan trauma secara psikis berupa gangguan stress pasca trauma, gangguan stress pasca trauma adalah suatu gangguan kecemasan yangtimbul setelah mengalami atau menyaksikan suatu ancaman kehidupan atau peristiwa-peristiwa trauma, seperti perang militer, serangan dengan kekerasanatau suatu kecelakaan yang serius.Peristiwa trauma ini menyebabkan pasien memberikan reaksi dalam keadaan ketakutan, tak berdaya dan mengerikan.

Sebagai seorang dokter jika kita mendapatkan pasien korban kecelakaan atau suatu trauma sebaiknya kita juga memikirkan dampak psikis seorang pasien tersebut.