Anda di halaman 1dari 41

1

Etiologi : Trichuris trichiura.

Epidemiologi : kosmopolitan.
Patogenesa :

Cacing non patogen, komensal. Jika jumlah >>, daya tahan penderita << --kelainan. Bagian posterior cacing melekat pada mukosa usus --- perdarahan kronis, kerusakan mukosa.
3

Menelan telur yang dibuahi. Larva melekat pada vilus usus halus ---

dewasa --- caecum --- colon bagian proksimal.

Ringan --- gejala klinis (-).


Infeksi berat : nyeri abdomen/epigastrium,

muntah, konstipasi, perut kembung dan ileus. Diare : tinja yang bergaris-garis merah darah, berat badan <<. Prolaps rectum, anemia.
6

Telur/cacing (+) dalam tinja.

Ditiazanin iodida, dosis 10 mg/kgbb/hari

pada hari pertama selanjujnya 20 mg/kgbb/hari selama 3-15 hari. Ditiazanin enema juga diberikan.
Triklormenolpiperazin. Stilbazium iodida. Doc : Tiobendazol (Mintezol), dosis 25-30

mg/kgbb/hari selama 7-30 hari.

Etiologi : Wuchereria bancrofti, Wuchereria

(Brugia) malayi.
Epidemiologi : Tropis dan Subtropis.

Penyebaran : nyamuk Mansonia, nyamuk Anopheles.

Cacing dewasa hidup dalam pembuluh

limfe, otot, jaringan ikat dan rongga badan.


Bentuk : filiform, 2-7 mm. Cacing betina menghasilkan : mikrofilaria --

- jaringan subkutis, sirkulasi perifer --terhisap nyamuk --- vegetatif.


10

Mikrofilaria menembus kulit masuk ke

pembuluh limfe --- dewasa --- obstruksi limfe --- peradangan dan obstruksi.
Peradangan : limfangitis, limfadenitis,

funikulitis, epidedimitis, orkitis.


Obstruksi : variks limfe, limfokel,

limfoskrotum, chylokel dan edema.


11

Gejala alergi (gatal-gatal). Gejala peradangan pembuluh limfe

(limfangitis, limfadenitis) terutama pada genetalia masculina, lengan, tungkai.


Stadium lanjut : obstruksi saluran limfe

yang lebih kecil dalam jaringan subcutan.


12

Gejala klinis (+). Darah tepi : mikrofilaria (+). Biopsi jaringan.

13

Kausatif : Hetrazan (dietil karbamazin

sitrat), dosis 2 mg/kgbb/kali, 3 kali sehari pc


Pembedahan.

14

Breeding place.

Higiene dan sanitasi lingkungan.

15

Eiologi : Giardia lamblia. Epidemiologi : kosmopolitan. Patogenesa : menelan kista. Gejala klinis : sakit didaerah abdomen, diare

akut/khronis.
Laboratorium : tinja, cairan duodenum.
16

Diagnosa : Giardia lamblia bentuk trofozoit,

kista.
Therapi :

- Metronidazole, do 25-50 mg/kgbb/5 hari. - Atabrine.

17

Dinding kista tampak sbg struktur tipis dg sitoplasma memendek.

20

Bentuk minuta.

Fase prekistik.
Fase kistik.

Fase metakistik.
Bentuk histolitika.

21

Bentuk kista --- tahan terhadap panas,

suasana asam.
Terdapat dalam makanan, air --- tubuh ---

perubahan dalam usus.

24

Entamoeba menembus dinding usus --- paru,

hati, otak dll.


Paling sering : caecum, colon, appendix,

sigmoid.
Stasis tinja --- kontak langsung --- ulkus,

granuloma --- obstruksi.


Lesi di hepar, abscess.

26

Amubiasis Asimptomatis. Amubiasis intestinal khronis.

Amubiasis berat.
Amubiasis hati. Amubiasis kulit.
27

Entamoeba histolytica --- langsung dan

tidak langsung/biakan.
Pemeriksaan tinja : tinja segar.

29

Ditemukan ulkus -- rectosigmoidoscopi. Ulkus : tepi keputih-putihan dengan

sekelilingnya normal.
Tepi ulkus ditemukan Entamoeba

histolytica.
Radiologi.

30

Emetin HCl, do 1 mg/kgbb/hari, sub cutan.

Dehidro emetin, 1mg/kgbb/hari, single dose


Milibis (glikobiarsol), 250 mg, 2 x sehari. Tetrasiklin, 20-40 mg/kgbb/hari. Klorokuin fosfat. Derivat dikloro asetamid. Metronidazole, do 25-50 mg/kgbb/hari.

32

Penyakit yang bersifat akut/khronis,

disebabkan oleh protozoa genus plasmodium, ditandai dengan panas, anemia dan splenomegali.
Epidemiologi : diukur dengan spleen rate

dan parasite rate.

33

Hipoendemik. Mesoendemik. Holoendemik.

34

Faktor manusia. Faktor vektor. Parasit.

Faktor lingkungan.

35

Plasmodium vivax --- malaria tertiana. Plasmodium falciparum ---malaria tropika. Plasmodium malariae --- malaria malariae.

Plasmodium ovale --- malaria ovale.

36

Serangan demam pertama --- 3 stadium :

- Stadium frigoris. - Stadium akme. - Stadium sudoris. Hipertrofi dan hiperplasia RES --- lien >>, macrophage >>, monositosis. Anemia.
39

Parasit malaria pada sediaan darah tepi (+)

.
Sediaan dibuat pada waktu serangan

demam.

40

Kuinin.

Klorokuin, amodiakuin.
Primakuin, pamakuin. Mepakrin. Proguanil. Pirimetamin.

41