Anda di halaman 1dari 18

SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PENERIMAAN KAS

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mempelajari materi ini, peserta pelatihan akan memahami sistem dan prosedur akuntansi penerimaan kas.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mempelajari materi ini, peserta pelatihan akan dapat: 1. 2. Memahami Sub Sistem dan Prosedur Penerimaan Pendapatan Asli Daerah. Memahami Sub Sistem dan Prosedur Penerimaan Dana Perimbangan serta lain-lain pendapatan yang sah.

WAKTU PEMBELAJARAN Jangka waktu yang diperlukan untuk memberikan materi ini adalah 180 menit.

METODE PEMBELAJARAN 1. 2. 3. Kuliah singkat Tanya Jawab Latihan Kasus

ALAT BANTU PEMBELAJARAN 1. 2. LCD/Overhead Projector White Board dan Spidol

REFERENSI

1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah 2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah 3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom 4. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah 5. Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2000 tentang Pinjaman Daerah 6. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah 7. Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 8. Peraturan Pemerintah Nomor 110 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan DPRD 9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

MATERI
SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PENERIMAAN KAS
(Kepmendagri 29/2002 Pasal 44 sampai dengan 48) PENDAHULUAN
Sistem Akuntansi Penerimaan Kas merupakan sistem yang
Sistem akuntansi penerimaan kas 1. Sub Sistem Penerimaan Pendapatan Asli Daerah, 2. Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan. 3. Sub Sistem Penerimaan Lain-lain Pendapatan yang Sah.

digunakan

untuk

mencatat

semua

transaksi

penerimaan kas. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas, terdiri atas 3 sub sistem, yaitu: 1. Sub Sistem Penerimaan Pendapatan Asli Daerah 2. Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan. 3. Sub Sistem Penerimaan Lain-lain Pendapatan yang Sah.

SUB SISTEM PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH


Transaksi penerimaan Pendapatan Asli Daerah antara lain diperoleh dari: a. Pajak Daerah b. Restribusi Daerah c. Penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah antara lain meliputi penjualan aset daerah yang dipisahkan, penerimaan bunga deposito, penerimaan jasa giro, denda keterlambatan pelaksanaan kegiatan. Jaringan prosedur yang membentuk sub sistem ini terdiri dari prosedur Prosedur penerimaan, penerimaan, penyetoran penyetoran kas kas dan dan pencatatan. pencatatan terdiri : a. b. c. d. Fungsi /pihak yang terkait Dokumen yang digunakan Catatan yang digunakan Deskripsi prosedur

merupakan uraian pelaksanaan kegiatan yang

PROSEDUR PENERIMAAN, PENYETORAN KAS DAN PENCATATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH


Fungsi yang terkait dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran Kas, dan Pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan Pendapatan Asli Daerah: 1. Satuan Pemegang Kas (SPK) a. Kasir Penerima Uang b. Pembuat Dokumen c. Pencatat 2. Satuan Pemegang Kas (SPK) Pembantu 3. Bendahara Umum Daerah (BUD) 4. Akuntansi

FUNGSI/PIHAK YANG TERKAIT

Fungsi yang terkait dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran Kas dan Pencatatan dalam Sub Sistem Penerimaan Pendapatan Asli Daerah adalah: 1. Satuan Pemegang Kas ( SPK ) Kasir Penerima Uang. Berfungsi menerima setoran dari wajib bayar, dan berkewajiban menyetor semua uang yang diterima ke bank (Rekening Kas Daerah) paling lambat 1 (satu) hari kerja saat uang kas tersebut
4

diterima. Kasir Penerima Uang membuat Rekap Setoran. Jika unit kerja membentuk Satuan Pemegang Kas (SPK) Pembantu, Pembuat dokumen Kasir Penerima Uang menerima Rekap Dokumen. Berfungsi untuk menerima Setoran yang dibuat oleh SPK Pembantu. Rekap Setoran dan STS dari Kasir Penerima Penerimaan Harian (RPH). Pembuat

Uang. Berdasarkan kedua dukumen tersebut, dibuatkan Rekapitulasi dokumen menyerahkan RPH (dilampiri Rekap Setoran) ke Bendahara Umum Daerah (BUD). Pencatat. Berfungsi untuk menerima dokumen setoran (Rekap Setoran, STS, dan RPH) dari Pembuat Dokumen dan mencatat ke dalam Buku Kas Umum. 2. Satuan Pemegang Kas ( SPK ) Pembantu. Apabila unit kerja membentuk SPK Pembantu, maka SPK Pembantu berfungsi menerima setoran dari wajib bayar, dan berkewajiban menyetor semua uang yang diterima ke bank (Rekening Kas Daerah) paling lambat 1 (satu) hari kerja saat uang kas tersebut diterima. Kecuali bagi daerah yang karena kondisi geografis sulit dijangkau dengan komunikasi dan transportasi dapat melebihi ketentuan dimaksud, yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. SPK Pembantu membuat Rekap Setoran. Rekap Setoran diserahkan ke SPK-Kasir Penerima Uang dengan dilampiri Surat Tanda Setoran (STS). 3. Bendahara Umum Daerah (BUD). Berfungsi untuk menerima laporan setoran kas melalui Bank (Nota Kredit) serta menerima dokumen setoran (RPH yang dilampiri Rekap`Setoran) dari Satuan Pemegang Kas. Berdasarkan Nota Kredit, BUD mencatat penerimaan tersebut dalam Register Penerimaan dan Pengeluaran Kas. Berdasarkan RPH, BUD mencatat adanya penerimaan dalam Register RPH 4. Akuntansi. Berfungsi untuk mencatat penerimaan kas
Dokumen yang digunakan dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran Kas, dan Pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan

ke dalam Buku Jurnal Penerimaan Kas berdasarkan Rekapitulasi Penerimaan Harian (RPH) dan Rekap Setoran
5

Pendapatan Asli Daerah: 1. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) terbayar; 2. Tanda Bukti Penerimaan (TBP); 3. Surat Tandaa Setoran (STS); 4. Slip Setoran; 5. Rekapitulasi Penerimaan Harian (RPH); 6. Nota Kredit; 7. Rekening Koran (RC).

dari Bendahara Umum Daerah.

DOKUMEN YANG DIGUNAKAN

Dokumen

yang

digunakan

dalam

prosedur

peneriman,

penyetoran kas dan pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan Pendapatan Asli Daerah adalah: 1. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) terbayar. Dokumen ini digunakan untuk menyetorkan pajak daerah dari Wajib Pajak kepada Kasir Penerima Uang atau SPK Pembantu (jika dibentuk oleh unit kerja). 2. Tanda Bukti Penerimaan (TBP). Dokumen ini digunakan untuk mencatat setiap penerimaan Retribusi Daerah atau pendapatan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah oleh Kasir Penerima Uang atau SPK Pembantu (jika dibentuk oleh unit kerja) dari Wajib Bayar/Pihak Ketiga. 3. Rekap Setoran. Dokumen ini digunakan untuk melaporkan penerimaan dari Kasir Penerima Uang atau SPK Pembantu (jika dibentuk oleh unit kerja) kepada SPK Pembuat Dokumen. 4. Surat Tanda Setoran (STS). Dokumen ini digunakan untuk menyetorkan penerimaan daerah dari wajib bayar atau SPK Pembantu (jika dibentuk oleh unit kerja) ke rekening Kas Daerah di Bank. 5. Rekapitulasi Penerimaan Harian (RPH). Dokumen ini digunakan oleh SPK Pembuat dan Dokumen penyetoran untuk kas merekapitulasi penerimaan

berdasarkan Rekap Setoran. 6. Nota Kredit Bank. Dokumen ini digunakan oleh Bank
Catatan dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran Kas, dan Pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan Pendapatan Asli Daerah: 1. Buku Kas Umum; 2. Buku Jurnal Penerimaan Kas; 3. Buku Besar; 4. Buku Besar Pembantu; 5. Register Penerimaan dan Pengeluaran Kas; 6. Register RPH.

untuk memberitahukan adanya transfer ke rekening Kas Daerah. 7. Rekening Koran (RC). Dokumen ini digunakan oleh Bank untuk memberitahukan adanya transfer ke, dari dan saldo rekening kepada BUD.

CATATAN YANG DIGUNAKAN

Catatan

yang

digunakan

dalam

prosedur

penerimaan,

penyetoran kas dan pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan Pendapatan Asli Daerah adalah: 1. Buku Kas Umum, merupakan catatan untuk merekapitulasi penerimaan (dan pengeluaran) kas harian. 2. Buku Jurnal Penerimaan Kas, merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas berdasarkan RPH yang dilampiri oleh Rekap Setoran. 3. Buku Besar, merupakan buku untuk meringkas transaksi penerimaan kas ke dalam rekening yang terkait dengan penerimaan Pendapatan Asli Daerah, yang telah dicatat dalam Jurnal Penerimaan Kas. 4. Buku Besar Pembantu, merupakan catatan akuntansi yang berfungsi memberikan informasi rinci dari suatu rekening yang terkait dengan penerimaan Pendapatan Asli Daerah, yang diringkas dalam Buku Besar berdasarkan Rekap Setoran atau bukti pendukung lainnya yang sah. Pencatatan dalam buku pembantu diuraikan berdasarkan rincian obyek pendapatan (digit). 5. Register Penerimaan dan Pengeluaran Kas, merupakan buku dikelola oleh BUD. 6. Register RPH, merupakan buku BUD yang dugunakan untuk mencatat penerimaan kas daerah berdasarkan dokumen Rekapitulasi Penerimaan Harian (RPH) DESKRIPSI PROSEDUR Penerimaan Pendapatan Asli Daerah dapat dilaksanakan melalui 2 (dua) mekanisme. Pertama, Wajib Pajak/Wajib Bayar menyetorkan uang melalui Satuan Pemegang Kas (SPK) Pembantu, kemudian SPK Pembantu melaporkan
7

BUD yang digunakan untuk mencatat

sisa/saldo penerimaan dan pengeluaran kas daerah yang

kepada SPK. Kedua, pembayaran dapat langsung melalui SPK. Uraian kegiatan prosedur penerimaan, penyetoran kas, dan pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan Pendapatan Asli Daerah secara rinci adalah: a. Wajib Pajak/Wajib Bayar melakukan pembayaran pajak/retribusi daerah sesuai dengan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) untuk pajak daerah atau Tanda Bukti Penerimaan (TBP) untuk retribusi daerah. Pembayaran pajak/retribusi daerah dapat melalui SPK Pembantu, jika dibentuk oleh unit kerja, atau langsung ke Kasir Penerima Uang di Satuan Pemegang Kas. b. Jika dibentuk SPK Pembantu, maka SPK Pembantu akan menerima uang dan SKPD atau TBP rangkap 5 (lima) dari Wajib Pajak/Wajib jumlah Bayar. uang SPK yang Pembantu diterima akan dan menghitung

mencocokkan dengan jumlah yang tercantum dalam SKPD atau TBP. SKPD lembar ke-1 akan diberikan kepada WP. SKPD lembar ke-5 akan diarsip. c. Jika WP langsung menyetorkan uang ke Kasir Penerima Uang di SPK, maka Kasir uang Penerima yang Uang akan dan menghitung jumlah diterima

mencocokkan dengan jumlah yang tercantum dalam SKPD atau TBP. SKPD lembar ke-1 akan diberikan kepada WP. SKPD lembar ke-5 akan diarsip. d. SPK Pembantu atau Kasir Penerima Uang akan membuat Surat Tanda Setoran (STS) (minimal rangkap 2) dan menyetorkan uang ke Bank selambat-lambatnya jam tertentu setiap hari kerja dengan menggunakan Rekap Setoran rangkap 4. Rekap Setoran diisi secara rinci : jumlah rupiah, kode rincian obyek pendapatan (digit) dan obyek pendapatan (ayat) serta uraiannya, berdasarkan SKPD atau TBP. e. Bank akan menerima uang dan mengesahkan STS. Berdasarkan penerimaan/setoran harian, Bank akan membuat Nota Kredit yang akan diserahkan ke BUD. Bank akan mengarsip STS lembar ke-2. Setoran/titipan
8

penerimaan daerah hari Jumat/Sabtu (akhir hari kerja) dikreditkan pada rekening BUD pada hari Senin. Setoran akhir f. bulan harus dikreditkan pada bulan yang bersangkutan BUD akan mencatat penerimaan PAD dalam Register Penerimaan dan Pengeluaran Kas. Nota Kredit akan diarsip oleh BUD. g. STS yang telah disahkan Bank, Rekap Setoran rangkap 4 dan SKPD atau TBP terbayar (lembar ke-2 s/d ke-4) diterima Kasir Penerima Uang dari SPK Pembantu akan diteliti. Apabila dokumen tidak sesuai, akan dikembalikan ke SPK Pembantu. Apabila sesuai, akan digabung dengan STS yang telah disahkan Bank, Rekap Setoran rangkap 4 dan SKPD atau TBP terbayar (lembar ke-2 s/d ke-4) yang diterima langsung Kasir Penerima Uang. Kasir Penerima Uang akan mengarsip Rekap Setoran lembar ke-4. STS yang telah disahkan Bank, Rekap Setoran lembar ke-1 s/d ke-3 dan SKPD atau TBP terbayar (lembar ke-2 s/d ke-4) diserahkan ke Pembuat Dokumen. h. Pembuat Dokumen akan meneliti STS yang telah disahkan Bank, Rekap Setoran (lembar ke-1 s/d ke-3) dan SKPD atau TBP terbayar (lembar ke-2 s/d ke-4), kemudian membuat Rekapitulasi Penerimaan Harian (RPH) rangkap 3. Rekap Setoran (lembar ke-1 dan ke-2) dan RPH (lembar ke-1 dan ke-2) diserahkan ke BUD. STS yang telah disahkan Bank, Rekap Setoran (lembar ke-3) dan RPH (lembar ke-3) diserahkan ke Pencatat. SKPD atau TBP diditribusikan ke Dispenda (lembar ke-2), Akuntansi (lembar tanggal. i. BUD akan meneliti Rekap Setoran (lembar ke-1 dan ke-2) dan RPH (lembar ke-1 dan ke-2). Apabila tidak sesuai/sah, akan dikembalikan ke SPK Pembantu. Jika sah/sesuai, BUD akan memcatatnya dalam Register RPH. Rekap Setoran dan RPH akan didistribusikan ke fungsi Akuntansi (lembar ke-1) dan diarsip (lembar ke-2).
9

ke-3),

dan

diarsip

(lembar

ke-4)

menurut

j.

STS yang disahkan Bank, Rekap Setoran (lembar ke-3) dan RPH (lembar ke-3) yang diterima Pencatat akan diteliti dan dicatat dalam Buku Kas Umum. STS yang disahkan Bank, Rekap Setoran (lembar ke-3) dan RPH (lembar ke-3) akan diarsip urut tanggal.

k.

Rekap Setoran (lembar ke-1), RPH (lembar ke-1), dan SKPD atau TBP (lembar ke-3) yang diterima Akuntansi akan diteliti. Berdasarkan RPH, fungsi Akuntansi akan mencatat dalam Buku Jurnal Penerimaan Kas dan memposting dalam Buku Besar. Berdasarkan Rekap Setoran, fungsi Akuntansi akan mencatat ke Buku Besar Pembantu. Rekap Setoran dan RPH diarsip.

SUB SISTEM PENERIMAAN DANA PERIMBANGAN DAN LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
Transaksi penerimaan dana perimbangan antara lain dapat berasal dari: a. c. Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Khusus (khusus untuk Kabupaten/Kota) Transaksi penerimaan Lain-lain pendapatan yang Sah antara
Fungsi yang terkait dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran Kas, dan Pencatatan untuk Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah dan Penerimaan Lain-lain Pendapatan yang Sah adalah: 1. Bank; 2. Satuan Pemegang Kas (SPK); 3. Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN); 4. Bendahara Umum Daerah (BUD); 5. Akuntansi.

b. Dana Alokasi Umum d. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi

lain diperoleh dari : a. Bantuan Dana Kontinjensi/Dana Penyeimbang dari Pemerintah b. Dana Darurat Jaringan prosedur yang membentuk sub sistem ini terdiri dari : 1) Prosedur penerimaan, penyetoran kas dan pencatatan pendapatan Dana Perimbangan dari pemerintah serta Lain-lain Pendapatan yang Sah. 2) Prosedur penerimaan, penyetoran kas dan pencatatan
10

pendapatan propinsi Masing-masing

Dana Prosedur

Perimbangan tersebut

dari

pemerintah uraian

merupakan

pelaksanaan kegiatan yang meliputi : a.Fungsi/pihak yang terkait b.Dokumen yang digunakan c. Catatan yang digunakan d.Deskripsi prosedur PROSEDUR PENERIMAAN, PENYETORAN KAS DAN PENCATATAN PENDAPATAN DANA PERIMBANGAN DARI PEMERINTAH SERTA LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
Dokumen dalam prosedur peneriman, penyetoran kas, dan pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah dan Penerimaan Lain-lain Pendapatan yang Sah adalah: 1. Surat Permintaan Pembayaran (SPP); 2. Surat Perintah Membayar (SPM); 3. Nota Kredit; 4. Rekening Koran (RC).

FUNGSI/PIHAK TERKAIT Fungsi yang terkait dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran Kas, dan Pencatatan untuk Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah dan Lain-lain Pendapatan yang Sah adalah: 1. Bank. Berfungsi untuk menerima transfer uang dari KPKN dan mengirim nota kredit dan rekening koran kepada BUD. 2. Satuan Pemegang Kas (SPK) di Biro/Bagian Keuangan. dengan Daerah. 3. Berfungsi keputusan keputusan untuk yang mengajukan diterima Surat Permintaan Pembayaran surat Surat (SPP) kepada KPKN sesuai Pemerintah berupa Negara tersebut dan dapat Kas

keputusan menteri keuangan, atau sejenisnya. Kantor Membayar


Catatan dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran Kas, dan Pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah dan Penerimaan Lain-lain Pendapatan yang Sah adalah: 1. Buku Jurnal Penerimaan

Perbendaharaan (SPM)

(KPKN). Berfungsi untuk menerbitkan Surat Perintah berdasarkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang diterima dari Pemerintah Daerah. KPKN memerintahkan kepada bank yang ditunjuk untuk melakukan transfer ke rekening BUD sesuai dengan SPM. 4. Bendahara Umum Daerah (BUD). Berfungsi
11

Kas; 2. Buku Besar; 3. Buku Besar Pembantu; 4. Register Penerimaan dan Pengeluaran Kas.

untuk Koran)

menerima dari

setoran

kas

(Nota bank.

Kredit/Rekening BUD mencatat

KPKN

melalui

penerimaan tersebut dalam Register Penerimaan dan Pengeluaran Kas berdasarkan Nota Kredit. 5. Akuntansi. Berfungsi untuk mencatat penerimaan kas berdasarkan Nota Kredit dari Bank ke Buku Jurnal Penerimaan Kas dan Buku Besar. DOKUMEN YANG DIGUNAKAN Dokumen penyetoran yang kas, digunakan dan dalam prosedur pada peneriman, Sub Sistem

pencatatan

Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah dan Lain-lain Pendaptan yang Sah adalah: 1. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). Dokumen ini digunakan oleh Satuan Pemegang Kas (SPK) di Biro/Bagian Keuangan untuk meminta KPKN melakukan pembayaran Dana Perimbangan. 2. Surat Perintah Membayar (SPM) . Dokumen ini digunakan oleh KPKN sebagai surat perintah membayar kepada BUD melalui Bank yang ditunjuk. 3. Nota Kredit Bank. Dokumen ini digunakan oleh Bank untuk memberitahukan adanya transfer ke rekening Kas Daerah. 4. Rekening Koran (RC). Dokumen ini digunakan oleh Bank untuk memberitahukan adanya transfer ke, dari dan saldo rekening Kas Daerah. CATATAN YANG DIGUNAKAN Catatan yang digunakan dan dalam prosedur pada penerimaan, Sub Sistem

penyetoran

kas,

pencatatan

Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah dan Lain-lain Pendapatan yang Sah adalah: 1. Buku Jurnal Penerimaan Kas, merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi
12

atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas dari Dana Perimbangan berdasarkan Nota Kredit (yang dilampiri SPM) dari BUD. 2. Buku Besar, merupakan buku untuk meringkas transaksi penerimaan kas ke rekening-rekening yang terkait dengan penerimaan Dana Perimbangan, yang telah dicatat dalam Jurnal Penerimaan Kas. 3. Buku Besar Pembantu, merupakan catatan akuntansi yang berfungsi memberikan informasi rinci dari suatu rekening yang terkait dengan transaksi penerimaan Dana Perimbangan, yang telah diringkas dalam Buku Besar. Pencatatan dalam Buku Besar Pembantu didasarkan pada SPM yang diterima dari BUD. Pencatatan dalam buku pembantu 4. Register diuraikan Penerimaan berdasarkan dan rincian obyek Kas, pendapatan (digit). Pengeluaran merupakan buku dikelola oleh BUD. DESKRIPSI PROSEDUR Uraian kegiatan prosedur penerimaan dan penyetoran kas pada Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah dan Lain-lain Pendapatan yang Sah secara rinci adalah sebagai berikut : a. Satuan Pemegang surat yang Kas (Biro/Bagian atau surat Surat Keuangan) ketetapan Permintaan 3). Surat berdasarkan Pendapatan Pembayaran keputusan Sah, BUD yang digunakan untuk mencatat

sisa/saldo penerimaan dan pengeluaran kas daerah yang

mengenai penerimaan Dana Perimbangan atau Lain-lain membuat (SPP rangkap

keputusan/ketetapan tersebut antara lain berupa SK menteri atau surat keputusan sejenis. SPP dikirimkan ke Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN). b. Berdasarkan SPP dan dokumen pendukungnya, KPKN menerbitkan Surat Perintah Membayar/SPM (rangkap 4).
13

Fungsi yang terkait dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran Kas, dan Pencatatan untuk Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah Propinsi adalah: 1. Bank; 2. Satuan Pemegang Kas (SPK); 3. Perbendaharaan; 4. Bendahara Umum Daerah (BUD); 5. Akuntansi.

KPKN selanjutnya mengirimkan ke Bank SPP lembar pertama dan SPM lembar pertama. Mengarsip berdasarkan urutan tanggal dokumen SPP lembar ke-3. Mengirimkan SPM lembar 2 s/d 4 dan SPP lembar ke-2 ke Satuan Pemegang Kas sebagai bukti telah disetujuinya SPP. c. Satuan Pemegang Kas selanjutnya mengirimkan SPM lembar 2 s/d 3 ke Bendahara Umum Daerah ( BUD ). Mengarsip SPP lembar ke-2 dan SPM lembar ke-4 sesuai urutan tanggal. d. BUD mengarsip sementara berdasarkan urutan tanggal SPM lembar 2 s/d 3. Untuk selanjutnya menunggu realisasi kas dari Bank (Nota Kredit Bank). e. Setelah Bank menerima SPM dan SPP lembar ke-1 serta merealisasi pengeluaran maka Bank menerbitkan Nota Kredit dan Nota Debit. Nota Debit dikirimkan ke KPKN sedangkan Nota Kredit dikirimkan ke BUD (apabila bank KPKN dan bank Pemda sama). Sedangkan bila bank KPKN dan bank Pemda tidak sama maka proses terbitnya Nota Kredit dari bank pemda akan melalui transaksi antar bank terlebih dahulu. f. Setelah BUD menerima Nota Kredit maka BUD selanjutnya memeriksa dan mencocokkan dengan SPM yang telah diterima. Dokumen tersebut selanjutnya distempel oleh BUD. BUD mengarsip lembar ke-3 SPM dan Nota Kredit berdasarkan Nota Kredit yang urutan tanggal. juga BUD akan berdasarkan diterima

mencatat penerimaan kas tersebut ke dalam Register Penerimaan dan Pengeluaran Kas. Untuk selanjutnya
Dokumen dalam prosedur peneriman, penyetoran kas, dan pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah Propinsi adalah: 1. Surat Permintaan Pembayaran (SPP); 2. Surat Perintah Membayar (SPM); 3. Nota Kredit; 4. Rekening Koran (RC).

Nota Kredit dilampiri lembar ke-2 SPM dikirimkan oleh BUD ke fungsi Akuntansi. g. Fungsi Akuntansi berdasarkan Nota Kredit yang dilampiri SPM mencatat ke Buku Jurnal Penerimaan Kas. Selanjutnya secara periodik diposting ke Buku Besar. Berdasarkan SPM, fungsi Akuntansi akan membuat Buku Besar Pembantu dimana total saldonya akan sama
14

dengan rekening.

jumlah

saldo

buku

besar

masing-masing

PROSEDUR PENERIMAAN, PENYETORAN KAS DAN PENCATATAN PENDAPATAN DANA PERIMBANGAN DARI PEMERINTAH PROPINSI FUNGSI/PIHAK TERKAIT Fungsi yang terkait dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran
Catatan dalam Prosedur Penerimaan, Penyetoran Kas, dan Pencatatan pada Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah Propinsi: 1. Buku Jurnal Penerimaan Kas; 2. Buku Besar; 3. Buku Besar Pembantu; 4. Register Penerimaan dan Pengeluaran Kas.

Kas, dan Pencatatan untuk Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah Propinsi adalah: 1. Bank. Berfungsi untuk menerima transfer uang dari BUD Propinsi dan mengirim nota kredit dan rekening koran kepada BUD Kabupaten/Kota. 2. Satuan Pemegang Kas (SPK) di Bagian Keuangan. Berfungsi Pembayaran dengan Daerah. untuk (SPP) surat Surat mengajukan kepada yang Surat diterima Permintaan sesuai berupa Pemerintah Perbendaharaan tersebut dapat

keputusan keputusan

keputusan gubernur, atau sejenisnya. 3. Perbendaharaan di Biro Keuangan. Berfungsi untuk menerbitkan diterima dari Surat Perintah Membayar BUD ditunjuk (SPM) Propinsi untuk berdasarkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang Pemerintah kepada Daerah. yang memerintahkan bank

melakukan transfer ke rekening BUD Kabupaten/Kota sesuai dengan SPM. 4. Bendahara Umum Daerah (BUD). Berfungsi untuk menerima setoran kas (nota kredit/rekening koran) dari BUD Propinsi melalui bank. BUD Kabupaten/Kota dalam Register mencatat Kredit. 5. Akuntansi. Berfungsi untuk mencatat penerimaan kas
15

penerimaan

tersebut

Penerimaan dan Pengeluaran Kas berdasarkan Nota

berdasarkan Nota Kredit dari Bank ke Buku Jurnal Penerimaan Kas dan Buku Besar. DOKUMEN YANG DIGUNAKAN Dokumen penyetoran adalah: 1. Surat Permintaan Pembayaran (SPP). Dokumen ini digunakan oleh Satuan Pemegang Kas (SPK) di Bagian Keuangan 2. Surat untuk meminta Perbendaharaan (SPM). di Biro ini Keuangan melakukan pembayaran Dana Perimbangan. Perintah Membayar Dokumen digunakan oleh Perbendaharaan sebagai surat perintah membayar kepada BUD Kabupaten/Kota melalui Bank yang ditunjuk. 3. Nota Kredit Bank. Dokumen ini digunakan oleh Bank untuk memberitahukan adanya transfer ke rekening Kas Daerah. 4. Rekening Koran (RC). Dokumen ini digunakan oleh Bank untuk memberitahukan adanya transfer ke, dari dan saldo rekening Kas Daerah. CATATAN YANG DIGUNAKAN Catatan yang digunakan dan dalam prosedur pada penerimaan, Sub Sistem yang kas, digunakan dan dalam prosedur pada peneriman, Sub Sistem

pencatatan

Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah Propinsi

penyetoran adalah:

kas,

pencatatan

Penerimaan Dana Perimbangan

dari Pemerintah Propinsi

1. Buku Jurnal Penerimaan Kas, merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas dari Dana Perimbangan berdasarkan Nota Kredit (yang dilampiri SPM) dari BUD. 2. Buku Besar, merupakan buku untuk meringkas transaksi penerimaan kas ke rekening-rekening yang terkait dengan
16

penerimaan Dana Perimbangan, yang telah dicatat dalam Jurnal Penerimaan Kas. 3. Buku Besar Pembantu, merupakan catatan akuntansi yang berfungsi memberikan informasi rinci dari suatu rekening yang terkait dengan transaksi penerimaan Dana Perimbangan, yang telah diringkas dalam Buku Besar. Pencatatan dalam Buku Besar Pembantu didasarkan pada SPM yang diterima dari BUD. Pencatatan dalam buku pembantu 4. Register diuraikan Penerimaan berdasarkan dan rincian obyek Kas, pendapatan (digit). Pengeluaran merupakan buku dikelola oleh BUD. DESKRIPSI PROSEDUR Uraian kegiatan prosedur penerimaan dan penyetoran kas pada a. Sub Sistem Penerimaan Dana Perimbangan dari Pemerintah Propinsi secara rinci adalah sebagai berikut : Satuan Pemegang Kas (Bagian Keuangan) berdasarkan surat keputusan Dana atau surat (SPP ketetapan mengenai Surat 3).`SPP penerimaan Permintaan b. Berdasarkan Perimbangan, membuat rangkap BUD yang digunakan untuk mencatat

sisa/saldo penerimaan dan pengeluaran kas daerah yang

Pembayaran SPP dan

dikirimkan ke Perbendaharaan. dokumen pendukungnya, Surat Perintah Perbendaharaan menerbitkan

Membayar/SPM (rangkap 4). Perbendahraan selanjutnya mengirimkan ke Bank SPP lembar pertama dan SPM lembar pertama. Mengarsip berdasarkan urutan tanggal dokumen SPP lembar ke-3. Mengirimkan SPM lembar 2 s/d 4 dan SPP lembar ke-2 ke Satuan Pemegang Kas sebagai bukti telah disetujuinya SPP. c. Satuan Pemegang Kas selanjutnya mengirimkan SPM lembar 2 s/d 3 ke Bendahara Umum Daerah (BUD). Mengarsip SPP lembar ke-2 dan SPM lembar ke-4 sesuai
17

urutan tanggal. d. BUD mengarsip sementara berdasarkan urutan tanggal SPM lembar 2 s/d 3. Untuk selanjutnya menunggu realisasi kas dari Bank (Nota Kredit Bank). e. Setelah Bank menerima SPM dan SPP lembar ke-1 serta merealisasi pengeluaran maka Bank menerbitkan Nota Kredit BUD dan Nota Debit. Nota Debit dikirimkan dan ke Perbendaharaan sedangkan Nota Kredit dikirimkan ke (apabila bank Pemerintah dan Propinsi bank bank Pemerintah Kabupaten/Kota sama). Sedangkan bila bank Pemerintah Kredit f. Setelah dari Propinsi bank Pemerintah akan BUD Kabupaten/Kota tidak sama, maka proses terbitnya Nota pemerintah Nota Kabupaten/Kota Kredit maka melalui transaksi antar bank terlebih dahulu. BUD menerima selanjutnya memeriksa dan mencocokkan dengan SPM yang telah diterima. Dokumen tersebut selanjutnya distempel oleh BUD. BUD mengarsip lembar ke-3 SPM dan Nota Kredit berdasarkan Nota Kredit yang urutan tanggal. juga BUD akan berdasarkan diterima

mencatat penerimaan kas tersebut ke dalam Register Penerimaan dan Pengeluaran Kas. Untuk selanjutnya Nota Kredit dilampiri lembar ke-2 SPM dikirimkan oleh BUD ke fungsi Akuntansi. Fungsi Akuntansi berdasarkan Nota Kredit yang dilampiri SPM mencatat ke Buku Jurnal Penerimaan Kas. Selanjutnya secara periodik diposting ke Buku Besar. Berdasarkan SPM, fungsi Akuntansi akan membuat Buku Besar Pembantu dimana total saldonya akan sama dengan rekening. jumlah saldo buku besar masing-masing

18