Anda di halaman 1dari 27

IDENTITAS No.

CM Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Suku Alamat Masuk RS Ruang Keluhan utama Tidak bisa BAK sejak jam 03.00 wib RPS Os datang dengan keluhan tidak bisa BAK sejak jam 03.00 wib SMRS. Keluhan seperti ini dirasakan sejak tahun 2001 dan memberat hingga sekarang. Os mengeluh bila BAK sering tidak merasa puas serta pancaran kencing lemah dan urin menetes pada akhir BAK diakui oleh pasien. Riwayat sering BAK (> 5x) pada malam hari diakui oleh pasien. BAK berwarna merah seperti darah pernah os alami. Os tidak pernah merasa bila sedang BAK terhenti tiba-tiba. Os merasa bila ingin memulai BAK os harus mengejan terlebih dahulu. Os mengeluh BAB sulit akhirakhir ini, riwayat BAB kecil seperti kotoran kambing disangkal oleh pasien. Os mempunyai riwayat darah tinggi sejak tahun 2001, os mengatakan rajin kontrol ke poli penyakit dalam dan meminum obat yang diberikan. RPK Os mengaku tidak ada keluarga yang mempunyai penyakit yang sama. Sosial ekonomi : 01073538 : Tn. E. K : 66 th : SMU : Pensiunan PNS : Islam : Sunda : Kaum lebak, Garut kota. : 07-02-08, jam 09.00 wib, dengan terpasang kateter : Topaz.

1

Os berasal dari keluarga mampu. PEMERIKSAAN FISIK 1. Pemeriksaan Umum • • • • • • Keadaan umum Kesadaran Tekanan Darah Nadi Suhu Pernafasan : CM : 170/100 mmHg : : baik

: 86 x/menit : 37,1 ºC : 18x/menit

PARU-PARU Inspeksi Palpasi Perkusi : Hemitoraks kanan-kiri simetris saat statis dan dinamis : Fremitus vokal dan taktil kanan-kiri sama : Sonor pada seluruh lapang paru

Auskultasi : VBS ka=ki, Ronkhi -/-, Wheezing -/JANTUNG Inspeksi Palpasi Perkusi : Ictus cordis tidak terlihat : Ictus cordis tidak teraba : Batas jantung kiri ICS V linea midclavicula sinistra Batas jantung kanan ICS IV linea sternalis dextra Batas jantung atas ICS III linea parasternal sinistra Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni regular, Gallop (-), Murmur (-). ABDOMEN Inspeksi Palpasi : Datar : NT (-), NL(-) Hati Limfa tidak teraba

2

6 : 143 : 15.500/mm3 : 4.85 3 .000/mm3 : 101 mg/dl : 26 mg/dl : 1.11 mg/dl :: 6. besar prostat ± 60 gr PEMERIKSAAN PENUNJANG LABORATORIUM : tgl : 07-02-08 • • • • • • • • • • • • • • • • Urin • • • pH Berat jenis Protein : 6.Ginjal Ruang Troube kosong Perkusi Auskultasi Refleks dinding perut : Timpani : Bising Usus (+) normal : (+)baik. mukosa rektum licin.025 :Haemoglobin Hematokrit LED Leukosit Eritrosit Trombosit GDS Ureum Creatinin Asam urat Protein total Albumin SGOT SGPT Kalium Natrium : 3.94 : 328.85 : 41u/lt : 50 u/lt : 4.0 : 1.5 gr/dl ::: 9. COLOK DUBUR (ATAS INDIKASI) Sfingter ani baik.

hematuria (+). besar prostat ± 60 gr DIAGNOSA KERJA  Retensio urin e. hesitansi (+).c BPH  Hipertensi grade II PENATALAKSANAAN  Open prostatectomy  Captopril 2 x 12. EKG Dbn. susah miksi. Frekuensi meningkat. RINGKASAN : Pasien laki-laki 66 tahun datang dengan keluhan anuria sejak jam 03.• • • • Reduksi Urobilin Bilirubin Sedimen ::N :: leukosit Eritrosit Epitel : 1-3 : 0-1 : 2-4 Thorax PA Jantung dalam batas normal.00 wib. miksi tidak puas (+). keluhan ini dirasakan sejak tahun 2001 dan memberat hingga sekarang. mukosa rektum licin.5 mg PEMERIKSAAN ANJURAN Foto polos Abdomen PROGNOSA 4 . nokturi (+). COLOK DUBUR (ATAS INDIKASI) Sfingter ani baik.

antara lain : perifer. Apakah tindakan yang ambil tepat? PEMBAHASAN Kelenjar prostat adalah salah satu organ genitalia pria yang terletak di sebelah inferior buli-buli dan membungkus uretra posterior. Prostat berbentuk sebesar kenari dengan berat normal 20-30 gr. sedangkan pertumbuhan karsinoma prostat berasal dari zona perifer. organ ini akan menutup uretra pars prostatika dan menyebabkan terhambatnya aliran urin keluar dari bulibuli. 5 . McNeal (1976) membagi prostat menjadi beberapa zona. sentral. transisional. Sebagian besar BPH terdapat di zona transisionil. Apakah diagnosis pada pasien ini sudah benar? 2. Bila mengalami pembesaran.Quo ad vitam : dubia ad bonam : dubia ad bonam Quo ad fungsionam Permasalahan 1. fibromuskuler anterior. dan periuretra.

Produksi testosteron menurun dan terjadi konversi testosteron menjadi estrogen pada jaringan adiposa di perifer. terjadi karena terdapat perubahan keseimbangan testosteron – estrogen. pada usia 80 tahun menjadi sekitar 80 %. Pada laki – laki usia 50 tahun angka kejadiannya berkisar 50 %. (2) adanya 6 . ETIOLOGI Beberapa hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya hiperplasia prostat adalah (1) Teori dihidrotestosteron.Hyperplasia bertambahnya prostate hal ini jinak dapat terjadi sesuai dengan usia.

Hal ini menyebabkan sel-sel prostat pada BPH lebih sensitif terhadap DHT sehingga replikasi sel lebih banyak terjadi dibandingkan dengan prostat normal. Teori dihidrotestosteron Androgen (hormon pria) hampir bisa dipastikan berperan dalam pertumbuhan prostat. (3) interaksi antara sel stroma dan sel epitel prostat. dan (5) teori stem sel. Pada berbagai penelitian dikatakan bahwa kadar DHT pada BPH tidak jauh berbeda dengan kadarnya pada prostat normal. Dihidrosteron atau DHT adalah metabolit androgen yang sangat penting pada pertumbuhan sel-sel kelenjar prostat. (4) berkurangnya kematian sel (apoptosis). 7 . aktivitas enzim 5α reduktase dan jumlah reseptor androgen lebih banyak pada BPH. DHT merangsang pertumbuhan sel di dalam grandular epithelium dan merupakan penyebab utama dari pelebaran prostat yang cepat terjadi antara masa pubertas dan dewasa muda.ketidakseimbangan antara estrogen-testosteron. DHT yang telah terbentuk berikatan dengan reseptor androgen (RA) membentuk kompleks DHT-RA pada inti sel dan selanjutnya terjadi sintesis protein growth factor yang menstimulasi pertumbuhan sel prostat. Prostat mengkonversi testosteron menjadi suatu androgen yang lebih kuat. diproduksi sepanjang hidup manusia. Dibentuk dari testosteron di dalam sel prostat oleh enzim 5α reduktase dengan bantuan koenzim NADPH. Androgen terutama testosteron. yaitu dihidrotestosteron (DHT). hanya saja pada BPH.

sedangkan kadar estrogen relatif tetap sehingga perbandingan antara estrogen : testosteron relatif meningkat yang mungkin mencetuskan pertumbuhan prostat. tetapi sel-sel prostat yang telah ada mempunyai umur yang lebih panjang sehingga massa prostat jadi lebih besar. Pada usia yang semakin tua. Pada apoptosis terjadi kondensasi dan fragmentasi sel yang selanjutnya sel-sel maengalami apoptosis akan difagositosis oleh sel-sel di sekitarnya kemudian didegradasi oleh enzim lisosom. kadar testosteron menurun. meningkatkan jumlah reseptor androgen. Interaksi stroma-epitel Cunha (1973) membuktikan bahwa diferensiasi dan pertumbuhan sel epitel prostat secara tidak langsung dikontrol oleh mendapatkan stimulasi dari DHT dan estradiol. Berkurangnya kematian sel prostat Program kematian sel (apoptosis) pada sel prostat adalah mekanisme fisiologik untuk mempertahankan homeostasis kelenjar prostat. serta mempengaruhi sel-sel epitel secara parakrin. Setelah sel-sel stroma mensintesis suatu growth factor yang selanjutnya mempengaruhi sel-sel stroma itu sendiri secara intrakrin dan autokrin. dan menurunkan jumlah kematian sel-sel prostat (apoptosis). meskipun rangsangan terbentuknya sel-sel baru akibat rangsangan testosteron menurun. Hasil akhir dari semua keadaan ini. Beberapa estrogen ada pada pria. Stimulasi itu menyebabkan terjadinya proliferasi sel-sel epitel maupun sel stroma. Telah diketahui bahwa estrogen di dalam prostat berperan dalam terjadinya proliferasi sel-sel kelenjar prostat dengan cara meningkatkan sensitifitas sel-sel prostat terhadap rangsangan hormon androgen. sel-sel stroma sel-sel stroma melalui suatu mediator (growth factor) tertentu. 8 .Ketidak seimbangan antara estrogen-testosteron Beberapa otoritas percaya bahwa hormon estrogen wanita bisa juga berperan dalam BPH.

Di dalam kelenjar prostat dikenal suatu sel stem. Kehidupan sel ini sangat tergantung pada keberadaan hormon androgen. Estrogen diduga mampu memperpanjang usia sel-sel prostat. trabekulasi. yaitu sel yang mempunyai kemampuan berproliferasi sangat ekstensif. sehingga jika hormon ini kadarnya menurun seperti yang terjadi pada kastrasi menyebabkan apoptosis. Kontraksi yang terus menerus ini menyebabkan perubahan anatomik buli-buli berupa hipertrofi otot detrusor. terdapat keseimbangan antara laju proliferasi sel dengan kematian sel. Estrogen diduga mampu memperpanjang usia sel-sel prostat. PATOFISIOLOGI Pembesaran prostat menyebabkan penyempitan lumen uretra prostatika dan menghambat aliran urin.Pada jaringan normal. Sampai sekarang belum dapat diterangkan secara pasti faktorfaktor yang menghambat proses kematian sel karena setelah dilakukan kastrasi. Berkurangnya jumlah sel-sel prostat baru dengan yang mati dalam keadaan seimbang. sedamgkan faktor pertumbuhan TGFβ berperan dalam proses apoptosis. Teori sel stem Untuk mengganti sel-sel yang telah mengalami apoptopsis. Berkurangnya jumlah sel-sel prostat yang mengalami apoptosis menyebabkan jumlah sel-sel prostat secara keseluruhan menjadi meningkat sehingga menyebabkan pertambahan massa prostat. bulibuli harus berkontraksi lebih kuat guna melawan tahanan itu. selalu dibentuk sel-sel baru. Untuk dapat mengeluarkan urin. Pada saat terjadi pertumbuhan prostat sampai pada prostat dewasa. Keadaan ini menyebabkan peningkatan tekanan intravesikal. terjadi peningkatan aktivitas kematian sel kelenjar prostat. penambahan jumlah sel-sel prostat baru dengan yang mati dalam keadaan seimbang. terbentuknya selula. Terjadinya proliferasi selsel pada BPH dipostulasikan sebagai ketidaktepatan aktivitas sel stem sehingga terjadi stem sel sehingga terjadi produksi yang berlebihan sel stroma maupun sel epitel. sakula. 9 .

Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter. oleh pasien dirasakan sebagai keluhan pada saluran kemih sebelah bawah atau lower urinary tract symptom (LUTS) yang dahulu dikenal dengan gejala prostatismus. kapsul prostat. Tekanan intravesikal yang tinggi diteruskan ke seluruh bagian buli-buli tidak terkecuali pada kedua muara ureter. Dalam hal ini massa prostat yang menyebabkan obstruksi komponen statik sedangkan tonus otot polos yang merupakan komponen dinamik sebagai penyebab obstruksi prostat. Hiperplasia prostat Penyempitan lumen uretra posterior Tekanan intra vesikal meningkat Buli-buli Hipertrofi otot detrusor Trabekulasi Selula Ginjal dan ureter Refluks vesiko-ureter Hidroureter Hidronefrosis 10 . Pada BPH terjadi rasio peningkatan komponen stroma terhadap epitel. Kalau pada prostat normal rasio stroma dibanding dengan epitel adalah 2 : 1. Perubahan struktur pada buli-buli tersebut. Obstruksi yang diakibatkan oleh hiperplasia prostat benigna tidak hanya disebabkan oleh adanya massa prostat yang menyumbat uretra posterior. Tekanan pada kedua muara ureter ini dapat menimbulkan aliran balik urin dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesiko-ureter. rasionya meningkat dibandingkan dengan prostat normal. bahkan akhirnya dapat jatuh ke dalam gagal ginjal. pada BPH. Otot polos itu dipersarafi oleh serabut simpatis yang berasal dari nervus pudendus. hidronefrosis. dan otot polos pada leher buli-buli.dan divertikel buli-buli. tetapi juga disebabkan oleh tonus otot polos yang ada pada struma prostat.

Keluhan pada saluran kemih bagian bawah (LUTS) terdiri dari gejala obstruksi dan gejala iritatif. Gejala obstruksi : Hesitansi .- Divertikel buli-buli pilonefritis - - Pionefrosis Gagal ginjal GAMBARAN KLINIS Obstruksi prostat dapat menimbulkan keluhan pada saluran kemih maupun keluhan diluar saluran kemih. 1. Keluhan pada saluran kemih bagian bawah.Menetes setelah miksi 11 .

dan minum air dalam jumlah berlebihan.Susah miksi . sedangkan keluhan yang menyangkut kualitas hidup pasien diberi nilai dari 1 sampai 7. 12 . atau adrenergik α.Urgensi . beberapa ahli/organisasi urologi membuat sistem skoring yang secara subyektif dapat diisi dan dihitung sendiri oleh pasien. otot buli-buli mengalami kepayahan (fatique) sehingga jatuh ke dalam fase dekompensasi yang diwujudkan dalam bentuk retensi urin akut.- Pancaran miksi lemah Intermitensi Miksi tidak puas . menahan kencing terlalu lama. Sistem berhubungan skoring dengan I-PSS terdiri dari tujuh pertanyaan Setiap yang berhubungan dengan keluhan miksi (LUTS) dan satu pertanyaan yang kualitas hidup pasien. mengkonsumsi obat-obatan atau minuman yang mengandung diuretikum (alkohol. kopi). (2) massa prostat tibatiba membesar. Pada suatu saat. Untuk menilai tingkat keparahan dari keluhan pada saluran kemih sebelah bawah.Hematuria Gejala iritasi : Frekuensi meningkat Nokturi . Sistem skoring yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah Skor Internasional Gejala Prostat atau I-PSS (International Prostatic Symptom Score). antara lain : golongan antikolinergik.Disuri Timbulnya LUTS merupakan manifestasi kompensasi otot buli-buli untuk mengeluarkan urin. yaitu setelah melakukan aktivitas seksual atau mengalami infeksi prostat akut. dan (3) setelah mengkonsumsi obatobatan yang dapat menurunkan kontraksi otot detrusor atau yang dapat mempersempit leher buli-buli. Timbulnya dekompensasi buli-buli biasanya didahului oleh beberapa faktor pencetus : (1) volume buli-buli tiba-tiba terisi penuh yaitu pada cuaca dingin. pertanyaan dihubungkan dengan keluhan miksi diberi nilai dari 0 sampai dengan 5.

8-19 = moderate. Skor IPSS 7 atau di bawah 7. 20-35 = severe. pada umumnya memilih watchfull waiting sekalipun prostata mereka membesar. Mild or No Symptoms. (3) berat : skor 20-35. bagaimanapun obstruksi traktus urinaria 13 .International Prostate Symptoms Score (IPSS) Symptoms over past Never Less Less About More month than 1 than half half the than time in the time time half 5 Sensation that the bladder is not empty after urinating 0= None Almost always 1 = One 2 = Twice 3 = three 4 = four 5 = five time times times times or more 1 = One 2 = Twice 3 = three 4 = four 5 = five time times times times or more 1 = One 2 = Twice 3 = three 4 = four 5 = five time times times times or more 1 = One 2 = Twice 3 = three 4 = four 5 = five time times times times or more 1 = One 2 = Twice 3 = three 4 = four 5 = five time times times times or more 1 = One 2 = Twice 3 = three 4 = four 5 = five time times times times or more Need to urinate within 0 = two hours of a None previous urination Need to stop and start 0 = again several times None while urinating Have a weak urinary stream 0= None Need to strain to urinate 0= None Number of times 0= during the night None awakened by the need to urinate Circle appropriate number. yaitu (1) ringan : skor 0-7. Dari skor I-PSS dapat dikelompokkan gejala LUTS dalam 3 derajat. (2) sedang : skor 8-19. Perlu diingat. Totals of: 7 or less = mild symptoms.

atau demam yang merupakan tanda dari infeksi atau urosepsis. (2) mukosa rektum. walaupun itu 14 . Kadang-kadang didapatkan urin yang selalu menetes tanpa disadari oleh pasien merupakan petanda dari inkontinensia paradoksa.dapat memperlihatkan pembesaran prostat sekalipun tidak mempunyai gejala. simetri antar lobus dan batas prostat. Beberapa studi melaporkan bahwa sampai 40% pria dengan gejala moderat secepatnya mencari perawatan. Pria dengan gejala severe (skor di atas 20) hampir selalu memilih perawatan. 2. Timbulnya kedua penyakit ini karena sering mengejan pada saat miksi sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan intraabdominal. krepitasi. pilihan ini. dan (3) keadaan prostat. Pada colok dubur diperhatikan : (1) tonus sfingter ani/reflek bulbokavernosus untuk menyingkirkan adanya kelainan buli-buli neurogenik. Gejala pada saluran kemih bagian atas Keluhan akibat penyulit hiperplasia prostat saluran kemih bagian atas berupa gejala obstruksi antara lain nyeri pinggang. benjolan di pinggang (yang merupakan tanda dari hidronefrosis). Moderate Symptoms. Severe Symptoms. maka ada beberapa resiko dengan kecil. walaupun jika kelenjar prostat mereka dalam ukuran normal atau kecil. Pilihan yang sulit bagi pria dengan gejala moderat (skor IPSS antara 8 dan 19). 3. konsistensi prostat. antara lain : kemungkinan adanya nodul. dan seperempat memerlukan perawatan. Gejala di luar saluran kemih Tidak jarang pasien berobat ke dokter karena mengeluh adanya hernia inguinalis atau hemoriod. PEMERIKSAAN FISIK Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan buli-buli yang terisi penuh dan teraba massa kistus di daerah supra simfisis akibat retensi urin.

divertikel. Pencitraan Foto polos abdomen berguna untuk mencari adanya batu opaque di saluran kemih. lobus kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan nodul. Pemeriksaan IVP ini sekarang tidak direkomendasikan pada BPH. sedangkan gula darah dimaksudkan untuk mencari kemungkinan adanya penyakit diabetes melitus yang dapat menimbulkan kelainan persarafan pada buli-buli (buli-buli neurogenik). Jika dicurigai adanya keganasan perlu diperiksa kadar petanda tumor PSA. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Sedimen urin diperiksa untuk memeriksa kemungkinan adanya proses infeksi atau inflamasi pada saluran kemih. (2) memperkirakan besarnya kelenjar prostat yang ditunjukkan oleh adanya indentasi prostat (pendesakan buli-buli oleh kelenjar prostat) atau ureter disebelah distal yang berbentuk seperti mata kail atau hooked fish. konsistensi prostat keras/teraba nodul dan mungkin di antara lobus prostat tidak simetri. atau sakulasi buli-buli. adanya batu/kalkulosa prostat dan kadangkala dapat menunjukkan merupakan bayangan tanda suatu buli-buli retensi yang urin. Faal ginjal diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya penyulit yang mengenai saluran kemih bagian atas. Pemeriksaan kultur urin berguna dalam mencari jenis kuman yang menyebabkan infeksi dan sekaligus menentukan sensitifitas kuman terhadap beberapa antimikroba yang diujikan. IVP yang dapat Pemeriksaan menerangkan kemungkinan adanya : (1) kelainan pada ginjal maupun ureter berupa hidroureter atau hidronefrosis. dan (3) penyulit yang terjadi pada buli-buli yaitu adanya trabekulasi. 15 . sedangkan pada karsinoma prostat.Colok dubur pada pemeriksaan hiperplasia prostat benigna menunjukkan konsistensi kenyal seperti meraba ujung hidung. penuh terisi urin.

(3) mengurangi obstruksi infravesika. Dari uroflometri dapat diketahui lama waktu mikasi. PEMERIKSAAN LAINNYA Pemeriksaan derajat obstruksi prostat dapat diperkirakan dengan cara mengukur : • Residual urin yaitu jumlah sisa urin setelah miksi. menentukan jumlah residual urin. lama pancaran. Tujuan terapi pada pasien hiperplasia prostat adalah (1) memperbaiki keluhan miksi.Pemeriksaan ultrasonografi transrektal atau TRUS dimaksudkan untuk mengetahui besar atau volume kelenjar prostat untuk melakukan biopsi aspirasi prostat. Pemeriksaan yang lebih teliti lagi dengan pemeriksaan urodinamika. (2) meningkatkan kualitas hidup. Disamping itu ultrasonografi transabdominal mampu untuk mendeteksi adanya hidronefrosis ataupun kerusakan ginjal akibat obstruksi BPH yang lama. Sisa urin ini dapat dihitung dengan cara melakukan kateterisasi setelah miksi atau ditentukan dengan pemeriksaan ultrasonografi setelah miksi. dan mencari kelainan lain yang mungkin ada di dalam buli-buli. waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pancaran maksimum. Namun diantara mereka akhirnya ada yang membutuhkan terapi medikamentosa atau tindakan medik karena keluhan yang semakin parah. rerata pancaran. (4) mengembalikan fungsi ginjal jika 16 . Kadang-kadang mereka yang mengeluh LUTS ringan dapat sembuh sendiri tanpa mendapatkan terapi apapun atau hanya dengan konsultasi saja. dan volume urin yang dikemihkan. • Pancaran urin atau flow rate dapat dihitung secara sederhana dengan menghitung jumlah urin dibagi dengan lamanya miksi berlangsung (ml/detik) atau dengan alat uroflometri yang menyajikan gambaran grafik pancaran urin. maksimum pancaran maksimum. PENATALAKSANAAN Tidak semua pasien hiperplasia prostat perlu menjalani tindakan medik.

Stent uretra . Pilihan terapi pada BPH.penghambat adrenergik alfa . dan (5) jangan menahan kencing terlalu lama. Jika keluhan miksi bertambah jelek.TUBD . yaitu keluhan ringan yang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. (4) kurangi makanan pedas dan asin. (3) batasi penggunaan obat-obat influenza yang mengandung fenilpropanolamin. pembedahan. TURP 2. Secara periodik. Observasi minimal Watchfull . MEDIKAMENTOSA . residu urin. atau uroflometri. atau tindakan endourologi yang kurang invasif. pikirkan memilih terapi yang lain.penghambat reduktase alfa . misal (1) jangan mengkonsumsi kopi atau alkohol setelah makan malam.hormonal 1. Hal ini dapat dicapai dengan cara medikamentosa. pasien diminta untuk datang kontrol dengan menanyakan apakah keluhan menjadi lebih baik (sebaiknya memakai skor yang baku). TUIP 3.terjadi gagal ginjal.open prostatectomy Medikamentosa Operasi Invasi 17 . TULP Elektrovaporisasi Watchfull waiting Pilihan terapi ini ditujukan untuk pasien BPH dengan skor IPSS dibawah 7. (2) kurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengiritasi buli-buli (kopi atau coklat).TUNA .TUMT waiting . disamping itu lakukan pemeriksaan laboratorium.endourologi : .fitoterapi . (5) mengurangi volume residu urin setelah miksi dan (6) mencegah progresifitas penyakit. Pasien tidak mendapatkan terapi apapun dan hanya diberi penjelasan mengenai suatu hal yang mungkin dapat memperburuk keluhannya.

Pada saat itu dipakai fenoksibenzamin. Ditemukannya obat penghambat adrenergik α1 dapat mengurangi penyulit sistemik yang diakibatkan oleh fenoksibenzamin. Penghambat 5α reduktase Obat reduktase ini di bekerja dalam dengan sel-sel cara prostat. menghambat Menurunnya pembentukan kadar DHT dihidrotestosteron (DHT) dari testosteron yang dikatalisis oleh enzim 5α menyebabkan sintesis protein dan replikasi sel-sel prostat menurun. yaitu tamsulosin yang sangat efektif terhadap otot polos prostat. dan (2) mengurangi volume prostat sebagai komponen statik dengan cara menurunkan kadar hormon testosteron/dihidrotestosteron (DHT) melalui penghambat 5α reduktase. Tetapi obat ini tidak disenangi pasien karena menyebabkan komplikasi sistemik seperti hipotensi postural dan kelainan kardiovaskuler lainnya. Lalu ditemukan golongan penghambat adrenergik α 1A. Penghambat reseptor adrenergik-α Caine adalah orang yang pertama kali melaporkan penggunaan obat penghambat reseptor adrenergik-α sebagai salah satu terapi BPH. Dilaporkan bahwa pemberian finasteride 5 mg/hari yang diberi sekali setelah enam bulan mampu menyebabkan penurunan prostat hingga 28% dan dapat memperbaiki keluhan miksi dan pancaran miksi. afluzosin dan doksazosin. 18 . yaitu penghambat alfa yang tidak selektif yang mampu memperbaiki laju pancaran miksi dan mengurangi keluhan miksi. terazosin. Obat ini mampu memperbaiki pancaran miksi tanpa menimbulkan efek terhadap tekanan darah maupun denyut jantung.Tujuan terapi medikamentosa : (1) mengurangi resistensi otot polos prostat sebagai komponen dinamik penyebab obstruksi intravesika dengan obat-obatan penghambat adrenergik α . Beberapa diantaranya : parzosin.

(3) infeksi saluran kemih berulang. . dan memperkecil volume prostat. atau insisi prostat transuretra (TUIP). . menunjukkan kadar sex hormone binding globulin (SHBG). (4) 19 .Hematuria. Operasi suatu pilihan yang baik manakala BPH dengan jelas dihubungkan dengan satu atau lebih kondisi-kondisi berikut : . reseksi prostat transuretra (TURP). Beberapa tenaga ahli percaya bahwa operasi mungkin pasien dengan diagnosa awal Ca prostat. inhibisi basic fibroblast growth factor (bFGF) dan epidermal growth factor (EGF). menurunkan outflow resistance. Serenoa repens. mengacaukan metabolisme prostaglandin.Masalah pada ginjal. Hypoxis rooperi. (2) mengalami retensi urin. . efek anti-inflammasi.Infeksi rekuren traktus urinaria. Desobstruksi kelenjar prostat akan menyembuhkan gejala bermanfaat bagi obstruksi dan miksi. Kemungkinan fitoterapi bekerja sebagai : anti-estrogen. Diantara fitoterapi yang dipasarkan : Pygeum africanum.Batu dalam kandung kencing. Hal ini dapat dikerjakan dengan cara operasi terbuka (open prostatectomy). Radix urtica . OPERASI / PEMBEDAHAN Penyelesaian pasien BPH jangka panjang yang paling baik adalah pembedahan.Fitofarmaka Beberapa ekstrak tumbuh-tumbuhan tertentu dapat dipakai untuk memperbaiki gejala akibat obstruksi prostat. karena pemberian obat-obatan atau terpi non-invasif membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil. anti-androgen. Indikasi operasi pada pasien BPH : (1) tidak menunjukkan perbaikan setelah terapi medikamentosa.

yaitu melakukan enukleasi kelenjar prostat melalui pendekatan retropubik infravesika. Penyulit pada open prostatectomy : ejakulasi retrogard (60-80%). 20 . Cairan yang sering dipakai H2O steril (aquadest). Freyer melalui pendekatan suprapubik transvesika atau transperineal. Open prostatectomy Beberapa macam teknik operasi open prostaectomy ialah metode Millin. dimaksudkan agar tidak terjadi hantaran listrik pada saat operasi. Kelebihan H 2O dapat menyebabkan terjadinya hiponatremia relatif atau gejala intoksikasi air atau sindroma TURP. Operasi ini lebih disenangi karena tidak diperlukan insisi pada kulit perut. Perbaikan gejala klinis 85-100%. atau evaporasi. Tindakan TURP saat ini merupakan operasi paling banyak dikerjakan di seluruh dunia. Cairan yang dipergunakan berupa larutan non ionic. dan inkontinensia urin (3%). Dapat juga memakai glisin yang dapat mengurangi resiko hiponatremia pada TURP. Open prostatectomy dianjurkan untuk prostat yang berukuran besar (>50 gram). Salah satu kerugian aquadest adalah sifatnya yang hipotonik sehingga cairan dapat masuk ke sirkulasi sistemik melalui pembuluh darah vena yang terbuka pada saat reseksi. Operasi terhadap prostat berupa reseksi (TURP). Sindroma ini ditandai dengan pasien mulai gelisah. angka mortalitas 2%. (5) gagal ginjal. dan (6) timbulnya batu saluran kemih atau penyulit lain akibat obstruksi saluran kemih bagian bawah.hematuria. Pembedahan Endourologi Pembedahan Endourologi transuretra dapat dilakukan dengan memakai tenaga elektrik TURP (Transurethral Resection of the Prostate ) atau dengan memakai energi laser. impotensia (5-10%). insisi (TUIP). kontraktur buli-buli (3-5%). TURP (Transuretheral Resection of the Prostate) Dilakukan transuretra dengan menggunakan cairan irigan (pembilas) agar daerah yang akan direseksi tetap terang dan tidak tertutup oleh darah.

Beberapa penyulit TURP Selama operasi Perdarahan Sindroma TURP Perforasi Pasca bedah dini Perdarahan Infeksi lokal/sistemik Pasca bedah lanjut Inkontinensia Disfungsi ereksi Ejakulasi retrogard Striktur uretra Pada hiperplasia prostat yang tidak begitu besar. tidak banyak menimbulkan perdarahan sewaktu operasi. harus singkirkan kemungkinan adanya Ca prostat dengan melakukan colok dubur. hanya saja teknik ini memakai roller ball yang spesifik dan dengan mesin diatermi yang cukup kuat sehingga mampu membuat vaporisasi kelenjar prostat. dan pengukuran kadar PSA. tanpa ada pembesaran lobus medius. Teknik ini cukup aman. pemeriksaan ultrasonografi transrektal. Jika tidak segera diatasi akan mengalami edema otak yang akhirnya koma dan meninggal. operator juga harus memasang sistostomi suprapubik terlebih dahulu sebelum reseksi guna mengurangi penyerapan air ke sirkulasi sistemik. Angka mortalitas TURP 0. Sebelum melakukan tindakan ini. operator harus membatasi diri untuk tidak melakukan reseksi lebih dari 1 jam. Elektrovaporisasi prostat Caranya sama dengan TURP. Namun teknik ini hanya ditujukan untuk prostat yang tidak terlalu besar (<50 gram) dan waktu operasi lebih lama. dan pasien yang umurnya masih muda hanya diperlukan insisi kelenjar prostat atau TUIP (Transurethral Incision of the Prostate) atau insisi buli-buli atau BNI (Bladder Neck Incision). Untuk mengurangi resiko sindroma TURP. tekanan darah meningkat. dan bradikardi. Laser Prostatectomy 21 .99%.kesadaran somnolen. Disamping itu.

Tetapi terapi ini membutuhkan terapi ulang setiap tahun. Tindakan invasif minimal Terutama ditujukan pada pasien yang memiliki resiko tinggi terhadap pembedahan. (2) TUNA (Transurethral Needle Ablation of the Prostate ). tidak dapat langsung miksi spontan setelah operasi dan peak flow rate lebih rendah daripada TURP. Kekurangan : tidak dapat memperoleh jaringan untuk pemeriksaan patologi. Cara ini direkomendasikan untuk prostat yang berukuran kecil. Tindakan ini diantaranya : (1) thermoterapi. KTP:YAG. atau interstisial fibre. HIFU (High Intensity Focused Ultrasound). Dibandingkan dengan operasi. Teknik ini dianjurkan pada pasien yang memakai terapi antikoagulan dalam jangka waktu lama atau tidak dimungkinkan dilakukan tindakan TURP karena kesehatannya. dapat dilakukan tanpa anestesi. (3) pemasangan sten (prostacath). dan diode yang dapat dipancarkan melalui bare fibre. Termoterapi Adalah pemanasan dengan gelombangn mikro pada frekuensi 915-1296 Mhz yang dipancarkan melalui antena yang diletakkan di dalam uretra. pada pasien yangn kondisinya kurang baik bila di operasi. Holmium:YAG. Dengan pemanasan yang lebih dari 44˚ C menyebabkan dekstruksi jaringan pada zona transisional prostat karena nekrosis koagulasi.Mulai dipakai sejak tahun 1986. dan dilatasi dengan balon (Transurethral Ballon Dilatation). laser lebih sedikit menimbulkan komplikasi. Morbiditas relatif rendah. 22 . penyembuhan cepat dengan hasil yang kurang lebih sama. Besar dan arah pancaran energi diatur melalui komputer sehingga dapat melunakkan jaringan prostat yang membuntu uretra. yaitu Nd:YAG. terdapat empat jenis enegi yang dipakai. right angle fibre. sering menimbulkan disuria pasca bedah.

terbuat dari bahan yang tidak diserap atau tidak mengadakan reaksi dengan jaringan. atau rasa tidak enak di daerah penis. Stent dapat dipasang secara temporer atau permanen. Tetapi setelah pemasangan kateter ini. dan epididimo-orkitis. atau titanium. nikel. Seringkali stent terlepas dari insersinya di uretra posterior atau mengalami enkrustasi. 23 . kadang retensi urin. pasien masih merasakan keluhan miksi berupa gejala iritatif. Stent Stent prostat dipasang pada uretra pars prostatika untuk mengatasi obstruksi karena pembesaran prostat. Dalam jangka waktu lama bahan ini akan diliputi oleh urotelium sehingga jika suatu saat ingin dilepas harus membutuhkan anestesi umum atau regional. Stent dipasang intraluminal di antara buli-buli dan di sebelah proximal verumontanum sehingga urin dapat leluasa melewati lumen uretra prostatika. Kateter dimasukkan ke dalam uretra melalui sistoskopi dengan anestesi topikal xylocaine sehingga jarum yang terletak pada ujung kateter terletak pada kelenjar prostat. Yang permanen terbuat dari anyaman bahan logam super alloy. sehingga menyebabkan nekrosis jaringan prostat. Terdiri atas kateter TUNA yang dihubungkan dengan generator yang dapat membangkitkan energi pada frekuensi radio 490 kHz. Pasien sering mengeluh hematuria. Temporer dipasang selama 6-36 bulan. perdarahan uretra. disuria.TUNA (Transurethral Needle Ablation of the Prostate ) Memakai energi dari frekuensi radio yang menimbulkan panas sampai 100˚ C. Pemasangan stent ini ditujukan bagi pasien yang tidak mungkin melakukan operasi karena resiko operasi yang cukup tinggi. Alat ini dipasang dan dilepas kembali secara endoskopi.

Kemudian setiap tahun untuk menilai perubahan gejala miksi. Energi dipancarkan melalui alat yang diletakkan transrektal dan difokusklan ke kelenjar prostat.HIFU (High Intensity Focused Ultrasound) Energi berasal dari gelombang ultrasonografi dari tranduser piezokeramik yang memiliki frekuensi 0. kontrol paling lambat 6 minggu pasca operasi untuk mengetahui kemungkinan terjadi penyulit. pengobatan dilanjutkan. Setelah pembedahan. dan residu urin pasca miksi. Kontrol berkala Setiap pengobatan yang dijalani. Pasien ini harus dinilai respons terhadap pengobatan setelah 6 minggu dengan pemeriksaan IPSS. Jadwal kontrol tergantung dari tindakan 24 . Dilakukan dengan pemeriksaan skor miksi. dan setiap tahun. Pasien watchfull waiting dianjurkan kontrol setelah 6 bulan. Pasien yang mendapat terapi penghambat 5α reduktase harus kontrol pada minggu ke 12 dan bulan ke 6 untuk menilai respon terhadap terapi. Selanjutnya kontrol setelah 6 bulan dan kemudian setiap tahun. Data klinis menunjukkan perbaikan 50-60% dan Qmax rata-rata meningkat 40- perkembangan penyakitnya.5-1. 50%.MHz. Pasien dengan terapi invasif minimal harus kontrol secara teratur dalam jangka waktu lama. Kontrol selanjutnya setelah 3 bulan untuk mengetahui hasil akhir operasi. kemudian setiap tahun untuk mengetahui apakah terjadi perbaikan klinis. uroflometri. Bila tidak ada perubahan. dan residu urin pasca miksi. perlu pikirkan tindakan pembedahan. 6 bulan. yaitu setelah 6 minggu. dan kultur urin DIAGNOSA BANDING pasien perlu hyperplasia kontrol prostat yang telah mendapat mengetahui secara teratur untuk Teknik ini memerlukan anestesi umum. uroflometri. Bila terjadi perbaikan. Penilaian dilakukan dengan pemeriksaan skor IPSS. 3 bulan.

Edited by Lawrence W.com www.adam.com www.com www.gov www. Dunphy. Pada beberapa pasien mungkin diikuti dengan refluks vesikoureteral. Lange Medical Publications : California.about.prostate-research. IgakuShoin/W. Englebert.com www. Current Surgical Diagnosis and Treatment 6th edition.nlm.org.medicine. Obstruksi mungkin terutama pada perkembangan vesical diverticula. pielonephritis. Way.uk 25 . yang mana mungkin sulit untuk dihilangkan. J.mayoclinic. (1983). DAFTAR PUSTAKA Christopher. Sisa infeksi urin mungkin membantu terbentuknya kalkuli.B Saunders Company : Tokyo-Japan. Davis. The Biological Basis of Modern Surgical Practice 12 th edition volume 2. www.emedicine. Textbook of Surgery.bph.org www. ((1981).♥ Neuropathic bladder ♥ Ca prostat ♥ Prostatitis akut ♥ Striktur uretra KOMPLIKASI Obstruksi dan residual urin terutama pada vesika dan infeksi prostat. MD.nih.

wikipedia.com KASUS BEDAH BPH DISUSUN OLEH 26 .org www.usc.wrongdiagnosis.edu www.www.

B KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH RSUD. Dr. HADIYANA SURYADI Sp. SLAMET GARUT FEBRUARI 2008 27 .SARRY ANISAH 1102000232 GERRI RIVENDRA 1102001108 PEMBIMBING : Dr.