Anda di halaman 1dari 17

BAB 1 LAPORAN KASUS

I. Identitas Pasien No rekam medik Tanggal masuk RS Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Alamat Agama II. Anamnesis Keluhan Utama : Benjolan pada lipat paha kiri sejak 2 tahun sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien beserta ibunya datang ke Poliklinik Bedah RSU dr. Slamet dengan keluhan utama terdapat benjolan pada lipat paha kiri sejak 2 tahun sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Benjolan tersebut ± sebesar telur puyuh berbentuk lonjong pada lipat paha hingga kantong kemaluan sebelah kiri. Benjolan tersebut masih bisa keluar masuk spontan. Keluar saat berlari, batuk, mengedan, dan masuk saat pasien dalam keadaan berbaring. Terkadang benjolan disertai rasa nyeri di lipat paha kanan. Riwayat Penyakit Dahulu : Tidak ada keluarga yang menderita penyakit seperti ini sebelumnya. : 01563942 : 6 Mei 2013 : An. L : 6 tahun : Laki-laki : Pelajar SD : Kp. Ciburial, Bungbulang : Islam

Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Perkembangan : Prenatal : ibu melakukan ANC teratur di puskesmas. Natal : Pasien lahir cukup bulan (9 bulan), cara persalinan pervaginam. Postnatal : langsung menangis, berat lahir 3100 gram. Bisa berjalan umur 2 tahun
1

3° C Hidung • Bagian luar • Septum : normal. tidak terdapat deformitas : terletak ditengah dan simetris • Mukosa hidung : tidak hiperemis • Cavum nasi : tidak ada tanda perdarahan Telinga • Daun telinga • Tofi : normal : tidak ditemukan 2 . Pemeriksaan Fisik Keadan umum : tampak sakit sedang Kesadaran Vital sign : Compos mentis : Tekanan Darah : 100/70 mmHg Nadi Pernafasan Suhu Status generalis : Kepala • • Mata • • • • Tidak terdapat ptosis pada palpebra dan tidak terdapat oedem Conjunctiva tidak anemis Sklera tidak tampak ikterik Pupil: isokor kiri kanan Normochepali Tidak tampak adanya deformitas : 92x/menit : 20x/menit : 36.- Bisa berbicara umur 3 tahun Riwayat Keluarga : Tidak ada keluarga yang menderita penyakit seperti ini sebelumnya III.

• Liang telinga : lapang : intake : tidak nyeri tekan : tidak ada : tidak ada • Membrana timpani • Nyeri tekan mastoid • Serumen • Sekret Mulut dan tenggorokan • Bibir • Gigi geligi • Palatum • Lidah • Tonsil • Faring Leher : tidak pucat dan tidak sianosis : lengkap. whezing -/: tidak teraba membesar : letak di tengah • Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : ictus cordis terlihat : ictus cordis teraba 1 jari linea midclavicularis sinistra. ronkhi -/-. ada karies : tidak ditemukan torus : normoglosia : T1/T1 tenang : tidak hiperemis • Kelenjar getah bening : Tidak teraba membesar • Kelenjar tiroid • Trakea Thorax • Paru-Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : pergerakan nafas saat statis dan dinamis : vocal fremitus sama pada kedua paru : sonor pada seluruh lapangan paru : suara nafas vesikuler di kedua paru. ICS 5 : Batas atas : ICS 2 linea parasternalis sinistra 3 .

nyeri tekan (-). dan tidak terdapat tanda-tanda radang. Auskultasi : Bising usus (-) 4 . warna sama dengan kulit sekitar. transluminasi (-). 1 cm lateral linea midclavicularis sinistra : S1 S2 reguler. tidak terdapat oedem : Tidak tampak benjolan. tidak terdapat oedem : akral hangat. konsistensi kenyal. tidak terdapat oedem : akral hangat.Batas kanan Batas kiri Auskultasi • • Abdomen Lihat status lokalis Ekstremitas atas Regio kanan Regio kiri • Ekstremitas Bawah Regio kanan Regio kiri IV. gallop (-) : akral hangat. Status Lokalis Regio Inspeksi Palpasi : Inguinalis sinistra : ICS 3-4 linea sternalis dextra : ICS 5. : Teraba benjolan dengan ukuran ± 2x2x2 cm. benjolan keluar saat pasien mengedan. tidak teraba hangat. tidak terdapat oedem : akral hangat. berbentuk lonjong. murmur (-).

konsistensi kenyal. Pemeriksaan Penunjang Tanggal periksa: 3 Mei 2013 • Hematologi .Hb . Teknik Operasi :  Dilakukan tindakan aseptic dan antiseptic pada daerah op dan sekitarnya. Slamet dengan keluhan utama terdapat benjolan pada lipat paha kiri sejak 2 tahun sebelum masuk rumah sakit (SMRS).000/dl : 22/37 mm/jam VI.Trombosit . Resume Pasien beserta ibunya datang ke Poliklinik Bedah RSU dr. 5 . benjolan keluar saat pasien mengedan.70 juta/mm3 : 33% : 12. Pemeriksaan fisik di region inguinalis sinistra. Diagnosa kerja Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra Reponible VII. Keluar saat berlari. mengedan.100/μl : 254.LED : 11.Leukosit . dan masuk saat pasien dalam keadaan berbaring. Penatalaksanaan • • • Operatif : Herniotomi (7 Mei 2013) Laporan Operasi : Ditemukan kantong hernia kosong. Pada pemeriksaan hematologi didapatkan hasil LED 22/37 mm/jam.9 g/dl : 4.V. Benjolan tersebut masih bisa keluar masuk spontan.Ht . VIII. batuk.Eritrosit . berbentuk lonjong. pada palpasi teraba benjolan dengan ukuran ± 2x2x2 cm. tidak teraba hangat. Benjolan tersebut ± sebesar telur puyuh berbentuk lonjong pada lipat paha hingga kantong kemaluan sebelah kiri. Terkadang benjolan disertai rasa nyeri di lipat paha kanan.

POD I) Keadan umum Kesadaran Vital sign : Tampak sakit sedang : Compos mentis : Tekanan Darah : 100/70 mmHg Nadi Pernafasan Suhu Keluhan Luka operasi Lain-lain : 82x/menit : 20x/menit : 36. : Flatus (+). BAK (+). : Terawat. Infus RL 30 gtt/menit 4. Follow up (8 Mei 2013 . • Instruksi Post Herniotomi a. rembesan darah (-).3° C : Nyeri (+) minimal pada luka operasi. Dilakukan insisi sesuai design kutis.  Operasi selesai. Pasien Pulang pada tanggal 8 Mei 2013. Obat pulang : 1. Amoxicillin syr 6 . HIL Sinistra Reponible : 1.i. sampai dengan fascia. subkutis.  Dilakukan dentifikasi kantong hernia. Kaltropen supp 3x1/2 supp IX. tertutup verband. Puasa sampai dengan BU (+) 3. BAB (+).  Dilakukan bridging  Dilakukan herniotomi  Perdarahan dirawat  Luka op dijahit lapis demi lapis. Observasi TNRS 2. BU (+). NT (+). pus (-). Cefotaxim 3x1 gr IV 5.

7 . Bagian-bagian dari hernia menurut: 1) Kantong hernia. ovarium. hernia adiposa.2. DEFINISI Hernia merupakan protusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari dinding rongga bersangkutan. 3) Pintu hernia: merupakan bagian locus minoris resistance yang dilalui kantong hernia. Hernia terdiri dari cincin. Tidak semua hernia memiliki kantong. misalnya hernia incisional. Pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis. Prognosis Ad vitam Ad sanationam Ad fungsionam : ad bonam : ad bonam : ad bonam BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN I. dan jaringan penyangga usus (omentum). Pada hernia abdomen. Paracetamol syr X. 2) Isi hernia: berupa organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia. kantong dan isi hernia. 4) Leher hernia: bagian tersempit kantong hernia. hernia internalis. misalnya usus. isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut.

III. EPIDEMIOLOGI Dari keseluruhan jumlah operasi di Perancis tindakan bedah hernia sebanyak 17. seperti batuk kronik. Pada lebih dari separuh populasi anak dapat dijumpai prosessus vaginalis paten kontralateral. 7 Insiden hernia pada bayi dan anak belum diketahui dengan pasti. Hernia dapat dijumpai pada setiap usia. mayoritas usia penderita selama Januari-Desember 2007 berkisar antara 2-5 tahun. Untuk data di jawa tengah. tetapi insiden hernia tidak melebihi 20%. 1 Faktor yang dipandang berperan dalam hernia yaitu: a) Prosesus vaginalis yang terbuka. dan umur 2-5 tahun berkisar antara 150.II.2 % dan 24. Lebih banyak pada laki-laki dari pada perempuan. Tidak sampai 10% dari anak dengan prosessus vaginalis paten menderita hernia. b) Peninggian tekanan di rongga abdomen yang kronis. tetapi diperlukan vaktor lain. hipertropi prostat.214 penderita. Umumnya disimpulkan adanya prosessus vaginalis yang paten bukan merupakan penyebab tunggal terjadinya hernia. konstipasi dan acites sering disertai inguinalis c) Kelemahan otot dinding perut karena faktor usia. 1 Selain itu diperlukan faktor yang mendorong isi hernia melewati pintu masuk hernia.6 Hernia inguinalis merupakan kelainan bedah anak yang paling sering dijumpai. seperti anulus inguinalis yang cukup lebar. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada anulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. dengan rincian umur kurang dari 1 tahun sebanyak 51-211 penderita. sedangkan pada bayi umur 1 tahun sekitar 30% prosessus vaginalis belum tertutup. kurang dari 90% prosessus vaginalis tetap terbuka. tapi antara 10-20: 1. 5 Di Indonesia diperkirakan 102 ribu anak menderita penyakit hernia. ETIOLOGI Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang di dapat.1 % di Amerika Serikat.000 8 .

8 7% anak laki-laki yang dilahirkan kurang dari 30 minggu usia kehamilan menderita hernia inguinalis dibandingkan dengan hanya 0.kelahiran hidup dengan jumlah antara 1-5%. Hernia inguinalis yang paling lazim pada anak adalah hernia inguinalis tidak langsung.6% pada wanita. 8 Bayi prematur mempunyai insiden hernia inguinalis dan inkarserata yang lebih tinggi.7 Insiden inkarserata tertinggi pada umur tahun pertama kehidupan.7 Namun kejadian hernia bilateral pada anak perempuan dibandingkan laki-laki kira-kira sama (10%) walaupun frekuensi prosessus vaginalis yang tetap terbuka lebih tinggi pada perempuan.7 Prosentase kejadian hernia inguinalis lateralis kanan lebih sering dibandingkan hernia lateralis kiri disebabkan karena adanya keterlambatan descensus testicularis kanan dari pada yang kiri.1 Sekitar 50% akan muncul sebelum umur 1 tahun.1 Anak yang pernah menjalani operasi hernia pada waktu bayi. sedangkan omentum jarang mengingat omentumnya masih pendek.7% dari 446 kasus hernia pada anak. kebanyakan akan muncul pada umur 6 bulan.8 Insiden hernia inguinalis yang inkarserata terjadi kira-kira 10-15% dari seluruh kasus hernia pada anak. Berdasarkan terjadinya: a. Pada bayi prematur dengan berat badan kurang dari 1000 g insiden inkarserata mendekati 30%.8 Pada RSCM kasus hernia inguinalis lateralis dengan inkarserta berjumlah 39. Hernia kongetital tak sempurna: bayi dilahirkan normal (kelainan belum tampak) tetapi mempunyai defek pada tempat-tempat tertentu (predisposisi) dan beberapa bulan setelah lahir akan terjadi hernia 9 .7 Rasio antara anak laki-laki dan wanita adalah 4:1.8 Perbandingan antara hernia inguinalis lateralis kanan.4% hernia terdapat pada laki-laki dan 6. KLASIFIKASI 1. Pada bayi dan anak-anak isi kantong hernia yang terbanyak ditemukan adalah usus halus. kiri dan bilateral adalah 60% : 25% : 15%.8 Pieter dan syamsuhidayat menyimpulkan bahwa 93. IV. hal ini sejalan dengan tingginya kasus hernia pada umur tersebut.6% bayi laki-laki yang lahir lebih lama dari 36 minggu usia kehamilan. mempunyai kemungkinan 16% mendapat hernia kontralateral pada usia dewasa. Hernia kongenital: Hernia kongenital sempurna: karena adanya defek pada tempat-tempat tertentu. sesuai dengan obliterasi yang lambat dari proscessus peritonei yang kanan.

melalui defek tersebut karena dipengaruhi oleh kenaikan tekanan intra abdominal. dan sudah disertai tanda-tanda ileus mekanis (usus terjepit sehingga aliran makanan tidak bisa lewat). tidak dapat kembali ke dalam rongga perut. Jika telah mengalami perlekatan organ disebut hernia akreta. Tidak ada keluhan rasa nyeri atau tanda sumbatan usus. 3. Hernia akuisita hernia yang bukan disebabkan karena adanya defek bawaan tetapi disebabkan oleh faktor lain yang dialami manusia. dengan berbagai tingkat gangguan mulai dari bendungan sampai nekrosis. Hernia irreponibilis: organ yang mengalami hernia tidak dapat kembali ke cavum abdominal kecuali dengan bantuan operasi. c. b. b. Berdasarkan klinis: a. Berdasarkan arah hernia: a. Hernia reponibilis: bila isi hernia dapat keluar masuk. Usus keluar jika berdiri atau mengejan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk. Hernia eksterna: Hernia yang penonjolannya dapat dilihat dari luar karena menonjolnya ke arah luar. 2. Hernia strangulata: hernia dimana sudah terjadi gangguan vaskularisasi viscera yang terperangkap dalam kantung hernia (isi hernia). Pada keadaan sebenarnya gangguan vaskularisasi telah terjadi pada saat jepitan dimulai. Dapat direposisi tanpa operasi. misalnya: Hernia inguinalis medialis (15%) dan lateralis (60%) Hernia femoralis Hernia umbilicalis Hernia epigastrika Hernia lumbalis 10 . d. Hernia inkarserata: isi kantong terperangkap. tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. terjepit oleh cincin hernia.

misalnya ke cavum thorax. bursa omentalis. Pada waktu perkembangan lebih lanjut bagian distal prosessus vaginalis bersatu dan menutupi testis yang disebut sebagai procesus vaginalis peritonei sedangkan bagian proximal berobliterasi. Hernia interna: Jika isi hernia masuk ke dalam rongga lain. hal ini amat erat hubungannya dengan kejadian hernia inguinalis lateralis dan hydrocele pada anak-anak. Pada cavum abdominalis: Hernia epiploica Winslowi Hernia bursa omentalis Hernia mesenterika Hernia retro peritonealis Hernia diafragmatika traumatika Hernia diafragmatika non-traumatika: • • Kongenital: misalnya hernia Bochdalek dan hernia Morgagni Akuisita: misalnya hernia hiatus esophagus Pada cavum thorax: IV. Testis turun dari dinding belakang abdomen melalui kanalis inguinalis menuju kantong scrotum. Secara embriologi penurunan processus vaginalis bersama sama testis terjadi pada bulan ke 3 kehidupan foetus. ovarium dan sebagainya ke dalam kantong hernia dengan atau tanpa hydrocele.- Hernia obturatoria Hernia semilunaris Hernia parietalis Hernia ischiadica b. Kegagalan obliterasi mengakibatkan berbagai anomali inguinal dan dapat terjadi hernia akibat masuknya organ intraperitoneal seperti usus. EMBRIOLOGI Mayoritas hernia inguinalis pada anak adalah hernia inguinalis lateralis akibat dari prosesus vaginalis yang patent. atau masuk ke dalam recessus dalam cavum abdomen. Kegagalan total obliterasi akan 11 .

Anamnesis Hernia inguinalis lateralis biasanya terlihat sebagai benjolan pada daerah inguinal dan meluas ke depan atau ke dalam skrotum. Dengan jari telunjuk atau kelingking. Kadang-kadang. atau skrotum berulang-ulang yang hilang secara spontan adalah tanda klasik untuk hernia inguinalis lateralis. anak akan datang dengan bengkak skrotum tanpa benjolan sebelumnya pada daerah inguinal. Jika kantong hernia berisi organ. hernia menghilang spontan tanpa adanya benjolan atau pembesaran skrotum. pada anak dapat dicoba mendorong isi hernia dengan menekan kulit skrotum melalui anulus eksternus sehingga dapat ditentukan apakah isi hernia dapat di reposisi atau tidak. Riwayat bengkak pada pangkal paha. Pemeriksaan Fisik Tanda klinis pada pemeriksaan fisik bergantung pada isi hernia. pada waktu jari masih berada pada anulus eksternus. Obliterasi distal dengan bagian distal patensi akan menghasilkan hernia inguinalis lateralis peritonei tidak menutup sempurna. dapat dilihat hernia inguinalis lateralis muncul sebagai penonjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah. omentum (seperti karet). Apabila bagian proximal processus vaginalis V. bila ada biasanya dirasakan di daerah epigastrium atau paraumbilical berupa nyeri visceral karena regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus masuk ke dalam kantong hernia. labia. atau ovarium. Pada inspeksi saat pasien mengedan. pada palpasi mungkin teraba usus. b. Orang tuanya biasanya sebagai orang pertama yang melihat benjolan ini. Pada hernia yang dapat direposisi. tergantung isinya. Jika kantong hernia kosong kadang dapat di raba pada fenikulus spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong. Selama tidur atau apabila pada keadaan istirahat atau santai. pasien diminta batuk atau mengedan (Finger Test). Keluhan nyeri jarang dijumpai. 12 . Nyeri yang disertai mual dan muntah baru timbul kalau terjadi inkarserasi karena ileus atau strangulasi karena nekrosis atau gangren.menghasilkan hernia inguinalis total. DIAGNOSIS KLINIS a. yang mungkin muncul hanya saat menangis atau mengejan.

jari ke 3 : hernia Ingunalis Medialis. Hernia kanan diperiksa dengan tangan kanan. Isi hernia. 3. yang teraba seperti sebuah masa padat biasanya terdiri atas ovarium. Pemeriksaan Ziemen Test : 1. Bila tidak keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis Lateralis. bila ada benjolan masukkan dulu (biasanya oleh penderita). 13 . dan kalau bagian sisi jari yang menyentuhnya. 2. Bila impuls disamping jari Hernia • Inguinnalis Medialis. Pemeriksaan Thumb Test : • • • Anulus internus ditekan dengan ibu jari dan penderita disuruh mengejan Bila keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis medialis. berarti hernia inguinalis medialis. Posisi berbaring. Tes lain yang bisa digunakan untuk membedakan hernia inguinalis medialis dan lateral yaitu Zieman Test dan Tumb Test.Kalau ujung jari menyentuh hernia. 3. Dimasukkan lewat skrortum melalui anulus eksternus ke kanal inguinal. jari ke 4 : Hernia Femoralis. berarti hernia inguinalis lateralis. Menggunakan jari ke 2 atau jari ke 5. Teknik Pemeriksaan Pemeriksaan Finger Test : 1. Penderita disuruh batuk: • Bila impuls diujung jari berarti Hernia Inguinalis Lateralis. Penderita disuruh batuk bila rangsangan pada • • • : jari ke 2 : Hernia Inguinalis Lateralis. pada bayi perempuan. 2.

VI. PENATALAKSANAAN Indikasi operasi pada hernia inguinalis lateralis yaitu pada saat hernia terdiagnosis. testis ectopic. metastasis. Keganasan : limfoma. Nodus limfatikus e. tumor testis b. Ascites VII. Pertimbangan lain adalah keadaan umum penderita. Operasi dilakukan dengan bius umum dan bila Hb kurang dari 10 gr% bisa dilakukan anastesi lokal. Kista sebasea g. retroperitoneal sarcoma. Kista limfatikus f. undescenden testis c. Perbaikan elektif hernia inguinalis lateralis dapat dilakukan pada penderita rawat jalan. Hematoma i. penyakit lain yang menyertai. karena akan beresiko tinggi terjadinya inkarserata di kemudian hari setelah terutama selama tahun pertama kehidupan. Prinsip dasar dari operasi hernia terdiri dari Herniotomy. epididimitis. Psoas abses h. Penyakit testis primer: varicocele. 14 . Aneurisma artery femoralis d. torsio testis. gizi. Hernioraphy. dan Hernioplasty.7 Operasi ini harus segera dilakukan secera elektif setelah diagnosis di tentukan. DIAGNOSIS BANDING a. hidrokel.

15 . Penderita mengeluh nyeri lebih hebat di tempat hernia. pada hernia ireponibel: ini dapat terjadi kalau isi hernia terlalu besar. Hernia inkarserata yang mengandung usus dimulai dengan gambaran obstruksi usus dengan gangguan keseimbangan cairan. kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan kemudian direposisi. Pada hernia inguinalis medialis penyebab residitif umumnya karena tegangan yang berlebihan pada jahitan plastik atau kekurangan lain dalam teknik. obliqus internus abdominis).Pada herniotomy dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya. dan asam basa. elektrolit. adanya lipoma preperitoneal atau kantung hernia tidak ditemukan. Bila telah terjadi strangulasi karena gangguan vaskularisasi. perbaikan defisiensi elektrolit. leher hernia diikat dan digantungkan pada conjoint tendon (pertemuan m. diantaranya karena diseksi kantong yang kurang sempurna. misalnya terdiri atas omentum.transversus internus abdominis dan m. Nyeri akan menetap karena rangsangan peritoneal. lebih sering terjadi jepitan parsial. terjadi keadaan toksik akibat gangren dan gambaran klinis menjadi kompleks dan sangat serius. Pada hernioraphy. Bila cincin hernia sempit. dan operasi dapat di lakukan setelah kondisi pasien stabil. VII. Akibat penyumbatan usus terjadi aliran balik berupa muntahmuntah sampai dehidrasi dan shock dengan berbagai macam akibat lain. organ ekstraperitoneal atau merupakan hernia akreta. Di sini tidak timbul gejala klinis kecuali benjolan. rehisdrasi. atau terjadi nekrosis sampai perforasi. Isi hernia dapat tertahan dalam kantong hernia inguinalis lateralis. Strangulasi di tangani dengan nasogastric suction. Kantong diajahitikat setinggi mungkin lalu dipotong. Hernia inkarserata ini mengakibatkan gangguan pasase usus berupa penyumbatan saluran cerna. KOMPLIKASI Komplikasi hernia inguinalis lateralis bergantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia. Pada hernia inguinalis lateralis penyebab residitif yang paling sering adalah penutupan annulus inguinalis internus yang tidak memadai. kurang elastis. atau lebih kaku seperti pada hernia hernia femoralis dan hernia obturatoria. Dapat pula terjadi isi hernia tercekik oleh cincin hernia sehingga terjadi hernia strangulata/ inkarserasi yang menimbulkan gejala obstruksi usus yang sederhana. Pada hernioplasty dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.

Insiden terjadinya komplikasi pada anak hanya sekitar 2%.VIII. Insiden infeksi pascah bedah mendekati 1%. Meningkatnya insiden recurrent ditemukan bila ada riwayat inkarserata atau strangulasi. dan recurent kurang dari 1%. PROGNOSIS Prognosis hernia inguinalis lateralis pada bayi dan anak sangat baik. 16 .

Brunicardi. 1199-1217 5. 2005. Philadelphia. 2004. Universitas Sumatra utara. 2003. 17thEdition. EGC. 118-119. 2005. At a Glance Ilmu bedah. Sjamsuhidayat R. Elsevier Saunders. Neil. Hansen JT. 4. Prevalensi hernia pada anak di RSUP Adam Malik Medan. Mc Graw-Hill.DAFTAR PUSTAKA 1. de Jong W. Hidayati N. Eighth edition. 2. Interactive Atlas of Human Anatomy Version 3. Jakarta. Townsend. F Charles. 2009. Pierce A.528-532. Jakarta: PT Erlangga. 6. 1353-1394. Grace. Sabiston Textbook of Surgery. 17 . 2006. 2009. 3. Henri J. 7. Surakarta: Univesitas Muhammadiyah Surrakarta.0 [CD]. edisi ke 2. Hernias. Buku Ajar Ilmu Bedah. Rochester: NY. Asuhan keperawatan pada anak dengan henia inguinalis lateralis di bangsal flamboyan RSUD pandan arang boyolali. New York. Edisi 3. Inguinal Hernias. Courtney M. Borley. Schwartz’s Principles of Surgery.