Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KASUS HERNIA INGUINALIS DEXTRA REPONIBEL

Disusun Oleh : Nor Ubudiah Seti 030.08.293

Pebimbing: Dr. Okky Partakusuma Sp. Bedah

DEPARTEMEN ILMU BEDAH RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT PERIODE 1 APRIL 2013 -6 JUNI 2013

1

Semoga laporan kasus ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan dalam bidang ilmu penyakit dalam khususnya dan bidang kedokteran pada umumnya. Bedah. 9 Mei 2013 Penyusun Nor Ubudiah binti Seti 2 . karena berkat rahmat dan petunjuknya penyusun dapat menyelesaikan laporan kasus yang berjudul “Hernia Inguinalis lateralis dextra reponibel ” ini tepat pada waktunya. Jakarta. Okky Partakusumo Sp. selaku dokter pembimbing dalam kepniteraan klinik ini dan rekan-rekan koass yang ikut memeberikan bantuan dan semangat secara moril. Referat ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas kepaniteraan klinik di bagian ilmu penyakit dalam RSAL Dr.Mintohardjo. oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada Dr. Penyusun menyadari bahwa laporan kasus ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

…… Mei 2013. (Dr.LEMBAR PENGESAHAN Makalah laporan kasus dengan judul “Hernia Inguinalis Dextra Reponibel “ Telah diterima dan disetujui oleh pebimbing . Sebagai syarat untuk menyelesaikan kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Di RSAL Mintohardjo periode 1 April – 8 Juni 2013.Bedah) 3 . Okky Partakusuma Sp. Jakarta.

Pada saat ini pasien datang lagi ke poliklinik kerna benjolan dirasakan makin membesar.pasien dibawa oleh ibunya ke poliklinik untuk diperiksa kerana gejalanya hamper sering muncul.masih bisa keluar masuk spontan saat berlari. Pada tahun 2010. O : 10 tahun : Perempuan : Anak SD : Tanjung Duren : Islam : Belum menikah II. Keluhan tambahan : Nyeri di lipat paha Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) : Pasien mengaku sejak 4 tahun yang lalu merasakan ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat beraktivitas seperti berlari dan hilang saat istirahat. dokternya menyarankan ibunya supaya pasien di bedah agar benjolan tidak muncul lagi tetapi pasien belum bersedia dan terdapat beberapa halangan yang menyebabkan operasi di tunda. 4 .BAB 1 LAPORAN KASUS I. Setelah diperiksa. Anamnesis Keluhan Utama : Pasien mengeluhkan adanya benjolan pada lipatan paha kanan yang hilang timbul kurang lebih 4 tahun yang lalu.Benjolan pada awalnya tidak menimbulkan rasa nyeri Cuma membuat pasien merasa aneh akan hal tersebut. Identitas pasien No rekam medik Tanggal masuk RS Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Alamat Agama Status perkawinan : 014010 : 5 Mei 2013 : An.batuk dan mengedan dan kadang-kadang disertai rasa nyeri di lipat paha kanan.

hipertensi.3° C Hidung   Bagian luar Septum : normal. Pasien mempunyai masih bersekolah di SD dan sering mengikuti acara larian dan permainan lain di sekolah. dan penyakit jantung. asma.asma (-).riw.riw.Riwayat Penyakit Dahulu (RPD) : Pasien menyangkal adanya riwayat DM. Hipertensi(-). tidak terdapat deformitas : terletak ditengah dan simetris 5 . Riwayat Pribadi dan Sosial Ekonomi (RSE) : Pasien adalah seorang anak perempuan dengan status gizi cukup. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) : Riw. Tidak ada saudara pasien yang mengalami gejala sama seperti pasien. Pemeriksaan fisik Keadan umum : tampak sakit sedang Kesadaran Vital sign : Compos mentis : Tekanan Darah : 100/70 mmHg Nadi Pernafasan Suhu Status general Kepala   Mata     Tidak terdapat ptosis pada palpebra dan tidak terdapat oedem Conjunctiva tidak anemis Sklera tidak tampak ikterik Pupil: isokor kiri kanan Normochepali Tidak tampak adanya deformitas : : 92x/menit : 20x/menit : 36. Dm (-). III.riw. Pnyakit jantung (-).

ronkhi -/-.  Mukosa hidung Cavum nasi : tidak hiperemis : tidak ada tanda perdarahan Telinga        Daun telinga Tofi Lieng telinga Membrana timpani : normal : tidak ditemukan : lapang : intake Nyeri tekan mastoid : tidak nyeri tekan Serumen Sekret : tidak ada : tidak ada Mulut dan tenggorokan       Leher    Kelenjar getah bening:Tidak teraba membesar Kelenjar tiroid Trakea : tidak teraba membesar : letak di tengah Bibir Gigi geligi Palatum Lidah Tonsil Faring : tidak pucat dan tidak sianosis : lengkap. whezing -/- 6 . ada karies : tidak ditemukan torus : normoglosia : T1/T1 tenang : tidak hiperemis Thorax  Paru-Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : pergerakan nafas saat statis dan dinamis : vocal fremitus sama pada kedua paru : sonor pada seluruh lapangan paru : suara nafas vesikuler di kedua paru.

kenyal yang keluar saat pasien disuruh mengedan dan terdapat nyeri tekan. Auskultasi : tidak terdengar bunyi peristaltik usus.1 g/dl : 4. Pemeriksaan Penunjang Tanggal periksa: 3 Mei 2013  Hematologi .69 juta/mm3 : 41% : 8300/μl 7 . gallop (-) IV. warna sama dengan kulit sekitar.Ht .Leukosit : 13. Palpasi : teraba massa kecil . ICS 5 Perkusi : Batas atas Batas kanan Batas kiri : ICS 2 linea parasternalis sinistra : ICS 3-4 linea sternalis dextra : ICS 5. V. tidak terdapat oedem : akral hangat. dan tidak terdapat tanda-tanda radang. Jantung Inspeksi Palpasi : ictus cordis terlihat : ictus cordis teraba 1 jari linea midclavicularis sinistra.Eritrosit . tidak terdapat oedem : akral hangat. tidak terdapat oedem : S1 S2 reguler. Status Lokalis Regio Inspeksi : Inguinal dextra : Tidak tampak benjolan .Hb . tidak terdapat oedem : akral hangat. 1 cm lateral linea midclavicularis sinistra Auskultasi   Abdomen Lihat status lokalis Ekstremitas atas Regio kanan Regio kiri  Ekstremitas Bawah Regio kanan Regio kiri : akral hangat. murmur (-).

Pada saat ini pasien datang lagi ke poliklinik kerna benjolan dirasakan makin membesar.Pada auskultasi tidak didapatkan bising usus.allergi .kista sebasea.Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dan status generalis dalam batas normal. Pasien mengaku sejak 4 tahun yang lalu merasakan ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat beraktivitas seperti berlari dan hilang saat istirahat.kencing manis maupun hipertensi.batuk dan mengedan dan kadang-kadang disertai rasa nyeri di lipat paha kanan.Pasien tidak ada riwayat asma.Clotting time .Bleeding time .pasien dibawa oleh ibunya ke poliklinik untuk diperiksa kerana gejalanya hamper sering muncul.Pada status lokalis di regio inguinalis dekstra tidak kelihatan ada benjolan maupun tanda-tanda peradangan. 8 . dokternya menyarankan ibunya supaya pasien di bedah agar benjolan tidak muncul lagi tetapi pasien belum bersedia dan terdapat beberapa halangan yang menyebabkan operasi di tunda.tumor VIII.jenis kelamin perempuan datang ke poliklinik dengan keluhan merasa ada benjolan yang hilang timbul di lipat paha kanannya.namun benjolan tersebut hilang setelah mengedan.Trombosit ..Benjolan pada awalnya tidak menimbulkan rasa nyeri Cuma membuat pasien merasa aneh akan hal tersebut. Diagnosa kerja Hernia Inguinalis Dextra Reponibel VII.000/dl : 3 menit : 12 menit : 101 mg/dL VI.namun setelah di palpasi didapatkan ada nyeri tekan di daerah inguinal dekstra dan teraba benjolan/massa yang kenyal timbul apabila pasien disuruh mengedan. Pada tahun 2010. Resume Pasien anak berusia 10 tahun.GDS : 432. Diagnosa Banding Hernia femoralis. Setelah diperiksa.masih bisa keluar masuk spontan saat berlari.

Kantong diplintir dan diikat dengan plain catgut no.dapat ditutup tabakzaknaad.Tutup dengan kain steril. Dengan memasukkan jari kedua tangan kiri kedalam lubang dan sedikit tarikan .  Irisan 2 cm medial spina iliaca superior (SIAS) sampai tuberkulum pubikum. isinya dikembalikan kedalam rongga internus dan abdomen . puasa sampai bising usus terdengar 9 . Penatalaksanaan   Operatif : Herniotomi Teknik Operasi :  Disinfeksi lapangan pembedahan.  Kantong hernia dibebaskan se proksimal mungkin sampai tampak jaringan lemak pre-peritoneal .1 Bila mulut kantong proksimal lebar.Kemudian kantong hernia dipotong.  Dengan bantuan 2 pinset chirurgis dan gunting kantong dibuka. aponeurosis dibebaskan dari dasar ke lateral sampai tampak ligamentum inguinalis Pourpati dank e medial sampai conjoint tendon (muskulus obliquus transverses).  Medikamentosa Cefotaxim 3x1 gr Asam mefenamat 3x200 mg Tramadol 3x25 mg Asam tranexamat 3x25 mg  Edukatif post operatif : bed rest total.IX. Aponeurosis muskulus obliquus eksternus (MOE) dibuka kecil dengan pisau dan dengan bantuan pinset anatomis dan gunting dibuka lebih lanjut ke kranial sampai annulus internus dan ke kaudal sampai membuka annulus eksternus. kantong dibebaskan secara tumpul dan tajam .  Dengan menjepit MOE dengan kocher .  Herniotomi selesai. Setelah eksplorasi isi kantong hernia.  Dipasang kain berlubang.

X. Prognosis Ad vitam Ad sanationam Ad fungsionam : ad bonam : ad bonam : ad bonam 10 .

Dapat sejak lahit atau didapat kemudian dalam hidup b) Akibat dari pembedahan senelumnya c) Kongenital   Hernia kongenital sempurna Bayi sudah menderita hernia karena adanya defek pada tempat-tempat tertentu. Epidemiologi Tujuh puluh lima persen dari semua kasus hernia di dinding abdomen muncul disekitar lipatan paha.1 2. Etiologi Penyebab terjadinya hernia adalah1. dan isi hernia.BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN 1. perbandingan pria:wanita pada hernia indirect adalah 7:1. antara lain: 11 .2: a) Lemahnya dinding rongga perut.2.3 3. Hernia kongenital tidak sempurna Bayi dilahirkan normal (kelainan belum tampak) tapi mempunyai defek pada tempat-tempat tertentu (predisposisi) dan beberapa bulan (0-1 tahun) setelah lahir akan terjadi melalui defek tersebut karena dipengaruhi oleh kenaikan tekanan intraabdominal (mengejan. batuk. Hernia indirect lebih banyak daripada hernia direct yaitu 2:1. Hernia femoralis lebih sering terjadi pada lansia dan laki-laki yang pernah menjalani operasi hernia inguinal. Pada hernia abdomen. Hernia sisi kanan lebih sering terjadi daripada di sisi kiri. isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut. menangis) d) Aquisial adalah hernia yang bukan disebabkan karena adanya defek bawaan tetapi disebabkan oleh faktor lain yang dialami manusia. Definisi Hernia Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari dinding yang bersangkutan. kantong. Hernia femoralis kejadiaanya kurang dari 10% dari semua hernia tetapi 40% dari itu muncul kasus emergensi dengan inkaserasi atau strangulasi. Hernia terdiri atas cincin.

Tidak semua hernia memiliki kantong. Konstitusi tubuh. tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. misalnya hernia incisional.     Distensi diding abdomen karena peningkatan tekanan intaabdominal Penyakit yang melemahkan dinding perut Merokok Diabetes mellitus 4. Ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peritoneum kantong hernia. misalnya usus. 3) Pintu hernia: merupakan bagian locus minoris resistance yang dilalui kantong hernia. dan jaringan penyangga usus (omentum). hernia adiposa. Pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis. Klasifikasi Hernia Menurut sifat dan keadaannya hernia dibedakan menjadi3:  Hernia reponibel: bila isi hernia dapat keluar masuk. sedangkan pada orang gemuk disebabkan karena jaringan lemak yang banyak sehingga menambah beban jaringan ikat penyokong. ovarium. hernia internalis. 2) Isi hernia: berupa organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia. 4) Leher hernia: bagian tersempit kantong hernia. Usus keluar jika berdiri atau mengedan dan  masuk lagi bila berbaring atau didorong masuk perut. yaitu pada pasien yang sering mengejan pada saat buang air besar atau buang air kecil.  Tekanan intraabdominal yang tinggi. 5. Bagian Hernia Bagian-bagian dari hernia menurut: 1) Kantong hernia. 12 . Hernia ireponibel: Bila isi kantong tidak dapat direposisi kembali ke dalam rongga perut. Pada orang kurus terjadinya hernia karena jairngan ikatnya yang sedikit.

 Hernia Femoralis. Hernia ini terjadi ketika jaringan fasia dari dinding abdomen di area umbilicus mengalami kelemahan. posterior oleh fasia umbilicus. Hernia ini harus cermat dibedakan dengan hidrokel atau elevantiasis skrotum. Penyebab pasti hernia inguinalis terletak pada lemahnya dinding. terjadi gangguan vaskularisasi. Hernia inkarserata atau strangulata: bila isinya terjepit oleh cincin hernia sehingga isi kantong terperangkap dan tidak dapat kembali ke dalam rongga perut. mengedan akibat sembelit. Penyebab hernia femoralis sama seperti hernia inguinalis. yaitu: hernia inguinalis lateralis yang isinya masuk ke dalam skrotum secara lengkap. yaitu: suatu penonjolan organ intestinal yang masuk melalui kanalis femoralis yang berbentuk corong dan keluar pada fosa ovalis di lipat paha. peningkatan tekanan intraabdomen (kegemukan. Akibatnya. hernia umbilikalis. ada beberapa klasifikasi hernia yang dibagi berdasarkan regionya. batuk yang kuat dan kronis. Menurut Erickson (2009) dalam Muttaqin 2011. tetapi bisa juga merupakan suatu jaringan lemak atau omentum.  Hernia Skrotalis. dan rektus lateral. Materi yang masuk lebih sering adalah usus halus. yaitu: hernia inguinalis. hernia femoralis.  Hernia Inguinalis. yaitu: kondisi prostrusi (penonjolan) organ intestinal masuk ke rongga melalui defek atau bagian dinding yang tipis atau lemah dari cincin inguinalis. dan hernia skrotalis. yaitu: suatu penonjolan (prostrusi) ketika isi suatu organ abdominal masuk melalui kanal anterior yang dibatasi oleh linea alba. Reseksi usus perlu segera dilakukan untuk menghilangkan bagian yang mungkin nekrosis. akibat perubahan struktur fisik dari dinding rongga (usia lanjut). dll).  Hernia Umbilikus. Predisposisi terjadinya hernia inguinalis adalah terdapat defek atau kelainan berupa sebagian dinding rongga lemah. 13 .

2 Pria lebih banyak dari wanita. Akhirnya menekan dinding rongga yang telah melemas akibat trauma. amka timbul hidrokel. hipertrofi prostat. mengejan. kanal yang terbuka ini akan menutup pada usia 2 bulan. dan kelainan kongenital dan dapat terjadi pada semua. Biasanya hernia pada orang dewasa ini terjadi karena dengan bartambahnya umur. asites. karena rosesus tidak berobliterasi maka akan timbul hernia inguinalis lateral kongenital.2 Bila prosesus terbuka sebagian. Penurunan testis akan menarik peritoneum ke daerah scrotum sehingga terjadi tonjolan peritoneum yang disebut dengan prosesus vaginalis pritonea. bersin yang kuat dan mengangkat barang-barang berat. maka pada keadaan yang menyebabkan tekanan intraabdominal meningkat seperti batuk-batuk kronik. Namuan karena daerah ini merupakan locus minoris resistance. sehingga isi rongga perut tidak dapat melalui kanalis tersebut.6. Bila bayi lahir umumnya prosesus telah mengalami obliterasi. Pada orang tua kanalis tersebut telah menutup. maka kanalis inguinalis yang kanan lebih sering terbuka. Pada bulan ke-8 dari kehamilan. karena adanya perbedaan proses perkembangan alat reproduksi pria dan wanita semasa janin. kehamilan.1. Dalam keadaan normal. Bila kanal terbuka terus. karena yang kiri turun terlebih dahulu dari yang kanan. Kanal yang sudah tertutup dapat terbuka kembali dan timbul hernia inguinalis lateralis karena terdorongnya sesuatu jaringan tubuh dan keluar melalui defek tersebut. obesitas. Patofisiologi hernia inguinalis lateralis Kanalis inguinalis dalam kanal yang normal pada fetus. terjadi desensus vestikulorum melalui kanal tersebut. Potensial komplikasi terjadi perlekatan antara isi hernia dengan dinding kantong hernia sehingga isi hernia tidak dapat 14 . organ dan jaringan tubuh mengalami proses degenerasi. Tetapi dalam beberapa hal sering belum menutup.

maka lama kelamaan akan timbul edema sehingga terjadi penekanan pembuluh darah dan terjadi nekrosis. Terjadi penekanan terhadap cincin hernia. hernia kanan diperiksa dengan tangan kanan. bila tidak keluar benjolan berarti hernia inguinalis lateralis. dimasukkan lewat skrotum melalui anulus eksternus ke kanal inguinal. bila impuls disamping jari hernia inguinalis medialis. Bila terjadi penyumbatan dan perdarahan akan timbul perut kembung.4 Pemeriksaan Ziemen test  posisi berbaring. konstipasi.000 – 18. jari ke-4 hernia femoralis. Timbulnya edema bila terjadi nekrosis. penderita disuruh batuk bila rangsangan pada jari ke-2 hernia ingunalis lateralis.dimasukkan kembali.4  Pemeriksaan Thumb test  anulus ditekan dengan ibu jari dan penderita disuruh mengejan. muntah. Pemeriksaan penunjang     Leukosit > 10.4 b. Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan Finger test  menggunakan jari ke 2 atau jari ke 5. akibat semakin banyaknya usus yang masuk cincin hernia menjadi sempit dan menimbulkan gangguan penyaluran isi usus. bila ada benjolan masukkan dulu.000/mm3 Serum elektrolit meningkat Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan ultrasonografi juga berguna untuk membedakan hernia incaserata dari suatu nodus limfatikus patologis atau penyebab lain dari suatu massa yang teraba di inguinal.2 7. bila keluar benjolan berarti hernia inguinalis medialis. jari ke-3 hernia inguinalis medialis. penderita disuruh batuk. Bila impuls diujung jari berarti hernia ingunalis lateralis. Bila inkaserata dibiarkan. 15 . Diagnosis a.

2 Herniotomy Insisi 1-2 cm diatas ligamentum inguinal dan aponeurosis obliqus eksterna dibuka sepanjang canalis inguinalis eksterna. Herniorraphy: memperbaiki dinding posterior abdomen kanalis ingunalis. torsio testis. Nodus limfatikus e. Kantong hernia dipisahkan dari m. CT scan dapat digunakan untuk mngevaluasi pelvis untuk mencari adanya hernia obturator. Penyakit testis primer: varicocele. hidrokel. Ascites 9. Aneurisma artery femoralis d. Penatalaksanaan Operasi elektif dilakukan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi seperti inkeserasi dan strangulasi. Prinsip utama operasi hernia adalah herniotomy: membuka dan memotong kantong hernia.1. Kista limfatikus f.1. Kista sebasea g.creamester secara hati-hati sampai ke kanalis inguinalis internus. Psoas abses h. epididimitis. Diagnosis banding a. Keganasan : limfoma.1.2 Herniorrhapy Dinding posterior di perkuat dengan menggunakan jahitan atau non-absorbable mesh dengan tekhnik yang berbeda-beda. undescenden testis c. Pada anak-anak cukup hanya melakukan herniotomy dan tidak memerlukan herniorrhapy. retroperitoneal sarcoma. tumor testis b. Pngobatan non operatif direkomendasikan hanya pada hernia yang asimptomatik. metastasis. Meskipun tekhnik operasi dapat bermacam-macam tekhnik bassini dan shouldice paling banyak digunakan. Hematoma i. kantong hernia dibuka.2 16 . Teknik operasi liechtenstein dengan menggunakan mesh diatas defek mempunyai angka rekurensi yang rendah. testis ectopic. 8. lihat isinya dan kembalikan ke kavum abdomen kemudian hernia dipotong.

Prognosis baik jika infeksi luka. atrofi testis dan rekurensi hernia umumnya dapat diatasi.10. ukuran hernia serta kondisi dari isi kantong hernia. obstruksi usus segera ditangani. Prognosis Tergantung dari umur penderita. Penyulit pasca bedah seperti nyeri pasca herniorraphy. 17 .

M.A.S. 18 . Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.medscape. An Aid to Clinical Surgery.A. Sabiston Textbook of Surgery. New York. F. F. Inguinal Hernias. Mc Graw-Hill. 7. Yogyakarta. (2012).C. K. Schwartz’s Principles of Surgery. EGC. Brunicardi. Darmokusumo.S. 6. Buku Ajar Ilmu Bedah. Hernias.E. 1353-1394.com/viewarticle/420354_4 5.C. Dudley and Waxmann. Yayasan Essentia Medika. 17thEdition. edisi revisi. 4nd ed. 2004. M.BAB IV DAFTAR PUSTAKA 1. and Wim de Jong.D. R. 2. Dunphy. Buku Pegangan Kuliah Ilmu Bedah. 247. Fakultas Kedokteran. J. F Charles. Inguinal Hernia: Anatomy and Managementhttp://www. Elsevier Saunders. 145-146. 4. 2005. Philadelphia. Pemeriksaan Fisik Bedah. Eighth edition. dan Botsford. Jakarta. Scott.D. Courtney M. Syamsuhidayat. 706.710. Townsend. edisi ke-4. Singapore. Longman Singapore Publisher Ltd. 1199-1217 3.