Anda di halaman 1dari 28

CASE STRUMA NODULAR NON TOKSIK

DISUSUN OLEH : Dika Putrayuda 1102008075 PEMBIMBING : Dr. Hadiyana Sp. B

KEPANITERAAN BAGIAN BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI RSU DR. SLAMET GARUT

STATUS PASIEN  Identitas Pasien  Nama  Umur  Jenis Kelamin  Alamat  Agama  Pekerjaan  Tanggal Masuk RS  No. CM

: Ny. A : 59 tahun : Wanita : Banyuresmi : Islam : IRT : 25 juni 2012 : 01176039

Slamet garut.dan saat ini seperti sebesar telur ayam.Benjolan juga ikut bergerak saat pasein menelan. Riwayat hipertensi disangkal.     Anamnesis Keluhan Utama : Benjolan pada leher Anamnesis Khusus : Pasien datang ke RSU dr. Riwayat sakit kuning disangkal. Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat mengalami penyakit seperti ini sebelumnya disangkal. Riwayat pembesaran kelenjar getah bening padaleher disangkal. Riwayat Penyakit Keluarga: Tidak ada keluarga yang menderita penyakit tersebut.       .Nyeri pada leher tidak dirasakan pasien. Riwayat minum minuman alkohol disangkal. Riwayat penyakit jantung disangkal. Riwayat menderita hipertensi disangkal. Slamet Garut dengan keluhan benjoan dileher depan bagian kanan yang sudah diderita sejak kurang lebih 6 bulan sebelum masuk rumah sakit. Riwayat penyakit DM juga disangkal pasien. Oleh karena keluhan-keluhan tersebut os datang ke RSU dr.benjolan dirasakan pasien makin lama makin mebesar. Riwayat pengobatan tidak ada.

sklera ikterik -/-. Massa a/r colli anterior kanan. deviasi septum -/-Mulut : tidak ada kelainan -Leher : KGB tidak teraba. refleks pupil +/+ -Hidung : epistaksis -/-.         Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Compos Mentis Status Gizi : cukup Tanda vital : Tensi : 110/70 mmHg Nadi : 80 x/menit Respirasi : 24 x/menit Suhu : 36.3 oC         Status Generalis Kepala -Mata : konjungtiva anemis -/-. JVP tidak meningkat. lain-lain lihat status lokalis  .

gallop (-)        . murmur (-).Atas Tonus Massa Gerakan : aktif/aktif Kekuatan : 5/5 Edema . NL (-). wheezing -/Cor Abdomen Inspeksi : datar dan lembut Palpasi : NT (-).                Thorax Inspeksi : hemithorax kanan dan kiri simetris dalam keadaan statis dan dinamis Palpasi : fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri Perkusi : sonor pada kedua hemithorax Auskultasi Pulmo : VBS kanan = kiri normal. rhonki -/-.Bawah Tonus Massa Gerakan : aktif/aktif Kekuatan : 5/5 Edema : -/-       : normal : -/- : -/- . hepar dan lien tidak teraba Perkusi : timpani di keempat kuadran Auskultasi: bising usus (+) normal Ekstremitas : : normal : -/: Bunyi jantung I/II murni reguler.

mobile (+). ikut bergerak saat menelan (+). Status lokalis  a/r colli anterior kanan : massa ukuran 8 X 5 X 4 cm.  nyeri tekan (-). konsistensi  kenyal (+). berbatas tegas (+).  .

LAB : Darah Rutin Hemoglobin : 13. USG .500/mm3 Trombosit : 225. Rontgen Thorax : Tidak tampak struma intrathorakal Tidak tampak pembesaran jantung Tidak tampak TB paru aktif 2.  Pemeriksaan Penunjang              (25 juni 2012) Hasil Ekspertise : 1.02 juta/mm3 .000/mm3 Eritrosit : 5. USG : Struma Nodosa pada Tiroid kanan 3.5 g/dL Hematokrit : 43 % Leukosit : 11.

fibrous-invasif ( riedel ) • Simple goiter • Struma endemic • Kista tiroid.     Diagnosa Kerja Struma nodular non toxic Diagnosis banding • Tiroiditis akut • Tiroiditis subakut • Tiroiditis kronis.limpositik (hashimoto).kista degenerasi • Adenoma • Karsinoma tiroid primer.metastatik • Limfoma Rencana terapi Operatif : subtotal lobektomi Prognosis Quo ad vitam Quo ad fungsionam       : ad bonam : ad bonam .

FOLLOW UP DOKTER Tanggal /jam 26-06-2012 Catatan KU : CM Kel : benjolan di leher T : 110/70 Instruksi -Acc BLPL .Kontrol poli IPD dan Bedah N: 76 R: 26 S: AF Status lokalis a/r coli dextra dan ikut bergerak saat menelan Dx / Struma nodular non toxic .

Segala resiko yang timbul akibat keputusan keluarga ini.maka keluarga memutuskan untuk menunda tindakan operasi samapai jangka waktu yang tidak ditentukan. Ttd keluarga pasien Aka hidayat .dan keluarga tidak akan menuntut pihak manapun.26-6-2012 Setelah mendengar penjeasan dari dokter tentang penyakit pasien dan segala resiko yang timbul jika dioperasi atau tidak dan keluarga sudah mengerti dan merundingkan dengan keluarga lain.sepenuhnya menjadi tanggung jawab keluarga.

PEMBAHASAN Defenisi Kelainan glandula tyroid dapat berupa gangguan fungsi seperti tiritosikosis atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya. seperti persisten duktud tyroglossus. tetapi pada keadaan tertentu masih menetap. tyroid lingual. Dari bagian tersebut timbul divertikulum. Kelenjar tyroid mulai terlihat terbentuk pada janin berukuran 3. pembesaran tyroid umumnya disebut struma. berbentuk sebagai duktus tyroglossus yang berawal dari foramen sekum di basis lidah. sedangkan desensus yang terlalu jauh akan membentuk tyroid substernal. seperti penyakit tyroid noduler.4-4 cm. yaitu pada akhir bulan pertama kehamilan. yang kemudian membesar. Kelenjar tyroid berasal dari lekukan faring antara branchial pouch pertama dan kedua. tyroid servikal. Dan akan ada kemungkinan terbentuk kelenjar tyroid yang letaknya abnormal.      .Berdasarkan patologinya. tumbuh ke arah bawah mengalami desensus dan akhirnya melepaskan diri dari faring. Sebelum lepas. Duktus ini akan menghilang setelah dewasa. Embriologi Kelenjar tyroid berkembang dari endoderm pada garis tengah usus depan.

ANATOMI .

FISIOLOGI TIROID .

Klasifikasi Struma  Menurut American society for Study of Goiter membagi :  Struma Non Toxic Diffusa  Struma Non Toxic Nodusa  Stuma Toxic Diffusa  Struma Toxic Nodusa  .

Sayur-Mayur jenis Brassica ( misalnya. tidak berhubungan dengan neoplastik atau proses inflamasi. . Dapat difus dan simetri atau nodular. lobak cina. Etiologi Kekurangan iodium Kelebihan yodium Goitrogen :       Obat : Propylthiouracil. brussels kecambah). dan goitrin dalam rumput liar Dishormonogenesis: Kerusakan dalam jalur biosynthetic hormon kelejar tiroid Riwayat radiasi kepala dan leher : Riwayat radiasi selama masa kanak-kanak mengakibatkan nodul benigna dan maligna. aminoglutethimide. phenylbutazone. litium.STRUMA NODUSA NON TOXIC  Struma non toksik adalah pembesaran kelenjar tiroid pada pasien eutiroid. padi-padian millet.    Makanan. expectorants yang mengandung yodium Agen lingkungan : Phenolic dan phthalate ester derivative dan resorcinol berasal dari tambang batu dan batubara. singkong. kubis.

kistik.Manifestasi klinis  Struma nodosa dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal :  Berdasarkan jumlah nodul : bila jumlah nodul hanya satu disebut struma nodosa soliter (uninodosa) dan bila lebih dari satu disebut multinodosa.  Berdasarkan kemampuan menangkap yodium radoiaktif : nodul dingin. keras.  Berdasarkan konsistensinya : nodul lunak. atau sangat keras  . nodul hangat. dan nodul panas.

Sebagian kecil pasien. . yaitu penekanan pada esophagus (disfagia) atau trakea (sesak napas). mengeluh adanya gejala mekanis. khususnya yang dengan struma nodosa besar. Pada umumnya pasien struma nodosa datang berobat karena keluhan kosmetik atau ketakutan akan keganasan.

.

. nampak suatu benjolan pada leher bagian depan bawah yang bergerak ke atas pada waktu penderita menelan ludah. Diperhatikan kulit di atasnya apakah hiperemi. seperti kulit jeruk. ulserasi. 2001) : jumlah nodul konsistensi nyeri pada penekanan : ada atau tidak pembesaran gelenjar getah bening Inspeksi dari depan penderita.DIAGNOSIS       Pada status lokalis pemeriksaan fisik perlu dinilai (Mansjoer.

umumnya metastase karsinoma tiroid pada rantai juguler.  . Harus juga diraba kemungkinan pembesaran kelenjar getah bening leher. nyatakan dalam sentimeter)  konsistensi  mobilitas  infiltrat terhadap kulit/jaringan sekitar  apakah batas bawah benjolan dapat diraba (bila tak teraba mungkin ada bagian yang masuk ke retrosternal)  Meskipun keganasan dapat saja terjadi pada nodul yang multiple.Pada palpasi harus diperhatikan :  lokalisasi benjolan terhadap trakea (mengenai lobus kiri. kanan atau keduanya)  ukuran (diameter terbesar dari benjolan. Yang multiple biasanya tidak ganas kecuali bila salah satu nodul tersebut lebih menonjol dan lebih keras dari pada yang lainnya. namun pada umumnya pada keganasan nodulnya biasanya soliter dan konsistensinya keras sampai sangat keras.

PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan sidik tiroid  Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) .

Hasilnya disebut panas apabila perbedaan panas dengan sekitarnya > 0. Pada penelitian Alves didapatkan bahwa pada yang ganas semua hasilnya panas.9o C dan dingin apabila <>o C. Pemeriksaan ini paling sensitif dan spesifik bila dibanding dengan pemeriksaan lain. Pemeriksaan ini dilakukan khusus pada keadaan yang mencurigakan suatu keganasan.  . Biopsi aspirasi jarum halus (Fine Needle Aspiration/FNA)   Termografi Metode pemeriksaan berdasarkan pengukuran suhu kulit pada suatu tempat dengan memakai Dynamic Telethermography.

5-3. pada kelainan jinak rataa-rata 323 ng/ml.0 ng/ml. dan pada keganasan rata-rata 424 ng/ml  .Petanda Tumor  Pada pemeriksaan ini yang diukur adalah peninggian tiroglobulin (Tg) serum. Kadar Tg serum normal antara 1.

fibrousinvasif ( riedel ) • Simple goiter • Struma endemic • Kista tiroid.limpositik (hashimoto).metastatik • Limfoma . DIAGNOSIS BANDING • Tiroiditis akut • Tiroiditis subakut • Tiroiditis kronis.kista degenerasi • Adenoma • Karsinoma tiroid primer.

1994) :  keganasan  penekanan  kosmetik     Tindakan operasi yang dikerjakan tergantung jumlah lobus tiroid yang terkena. . Bila hanya satu sisi saja dilakukan subtotal lobektomi sedangkan kedua lobus terkena dilakukan subtotal tiroidektomi Bila terdapat pembesaran kelenjar getah bening leher maka dikerjakan juga deseksi kelenjar leher funsional atau deseksi kelenjar leher radikal/modifikasi tergantung ada tidaknya ekstensi dan luasnya ekstensi di luar kelenjar getah bening.Penatalaksanaan  Indikasi operasi pada struma nodosa non toksika ialah (tim penyusun.

Radioterapi diberikan pada keganasan tiroid yang :  inoperabel  kontraindikasi operasi  ada residu tumor setelah operasi  metastase yang non resektabel  .

Terapai supresif ini juga ditujukan terhadap metastase jauh yang tidak resektabel dan terapi adjuvan pada karsinoma tiroid diferensiasi baik yang inoperabel.o  .Hormonal terapi dengan ekstrak tiroid diberikan selain untuk suplemen juga sebagai supresif untuk mencegah terjadinya kekambuhan pada pasca bedah karsinoma tiroid diferensiasi baik (TSH dependence).  Preparat : Thyrax tablet  Dosis : 3x75 Ug/hari p.

Principles of Surgery... 2001.          http://www. Edisi Revisi. 2005. Thyroid and Parathyroid.. 7th Ed. Vol 2. 1994. W. 2004. Jakarta 6.. Stephanie L. Newyork .Djokomoeljanto.. James R. http://www.. Non Toxic. R.2004.FKUI.DAFTAR PUSTAKA  1.......htm 9.    SI. Diffuse Toxic..Mulinda...com/med/topic920. Sjamsuhidajat.. Toxic Nodular...De Jong. http://www.. et al... eMedicine. In : Schwartz. http://www. FKUI.Slamet (Editor).com/MED/topic916. Goiter. Goiter. Jakarta 5.htm 4. McGraw-Hill.. Goiter. .. Edisi III. Clark OH.com/med/topic919. Pedoman Diagnosis dan Terapi... Surabaya 2..emedicine... eMedicine.....Anonim.htm 3. 1998. EGC. 2005.. Anu Bhalla. Struma Nodusa Non Toksik.emedicine. Jakarta 8.. Struma Nodusa Non Toksik.emedicine.Adediji. Jilid 1..Sadler GP.... 1999. van Heerden JA. Farley DR.emedicine. Kapita Selekta Kedokteran. Dalam : Suyono.htm 7... 2001. eMedicine.... Buku Ajar Ilmu Bedah...Davis..Mansjoer A et al (editor) 2001.. Oluyinka S.. 1999.com/med/topic917. eMedicine. Goiter. Anatomi dan Faalnya. Media Esculapius. RSUD Dokter Sutomo.Lee. Lab/UPF Ilmu Bedah. Kelenjar Tiroid Embriologi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam..