Anda di halaman 1dari 8

DHCP SERVER Pendahuluan Mungkin mengatur IP Address untuk sebuah PC tidaklah menjadi sebuah masalah.

Tidak akan menjadi suatu masalah karena hal itu tidaklah sulit dan tidak membutuhkan banyak waktu. Akan tetapi, jika anda seorang pengusaha yang bergerak di bidang penyewaan internet (warnet) yang memiliki banyak PC, semisal 100 unit PC, maka penyettingan IP secara manual bukanlah suatu langkah yang tepat. DHCP server adalah sebuah solusi dari masalah itu. Dengan adanya DHCP server, kita tidak perlu mensetting IP Address semua client secara manual. Cukup dengan membuat sebuah DHCP Server, semua tugas untuk memberikan IP Secara Manual tidak perlu dilakukan karena tugas itu telah digantikan oleh sebuah DHCP Server. DHCP server adalah sebuah server yang memberikan pelayanan berupa penyewaan IP Address sehingga client secara otomatis memperoleh IP Address tanpa harus mengkonfigurasinya terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya mengenai DHCP Server, silahkan anda lanjutkan membaca Tutorial yang sederhana ini. Semoga dari yang sederhana ini, bisa bermanfaat untuk anda semua.

Penulis, 19 April 2012

Nurul Huda

DHCP Server | http://hudaviand.blogspot.com

Pembahasan Menurut Wikipedia, DHCP server (Dynamic Host Configuration Protocol ) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya. Adapun DHCP Client dalam proses penyewaan alamat suatu IP kepada DHCP Server melalui empat tahap yakni sebagai berikut : 1. DHCPDISCOVER Dalam proses ini, DHCP Client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP SERVER yang aktif. 2. DHCPOFFER Setelah DHCP Server ini mengetahui dan mendengar request dari DHCP Client, kemudian DHCP Server yang aktif ini akan memberikan suatu penawaran sebuah alamat kepada DHCP Client yang meminta request tersebut. 3. DHCPREQUEST Setelah itu, DHCP Client akan meminta DHCP Server itu untuk menyewakan salah satu alamat yang terdapat pada DHCP Pool. 4. DHCPACK DHCP Server akan merespon request / permintaan dari DHCP Client itu dengan mengirimkan paket acknowledgement. Kemudian DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat beserta konfigurasi TCP/IP lainnya (misalnya konfigurasi gateway, dan DNS SERVER) kepada si DHCP Client tersebut. Setelah itu, DHCP Server juga akan memperbarui data database miliknya dan selanjutnya, DHCP Client akan memulai sebuah proses binding. Dan karena si client telah memiliki alamat IP, maka proses komunikasipun dapat terjadi.

DHCP Server | http://hudaviand.blogspot.com

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya. Beberapa istilah yang berhubungan dengan DHCP :

DHCP Server | http://hudaviand.blogspot.com

KONFIGURASI DHCP SERVER DENGAN DEBIAN LENNY / DEBIAN SQUEEZE

1. Silahkan Login sebagai root / super user. 2. Diasumsikan bahwa anda telah mensetting IP static untuk si DHCP Server itu sendiri. Jika anda masih belum mengkonfigurasi IP Static untuk si DHCP Server itu sendiri, silahkan anda konfigurasi terlebih dahulu. 3. Install paket untuk dhcp server. Untuk debian lenny, nama paketnya adalah dhcp3-server. Sedangkan untuk squeeze, nama paketnya adalah isc-dhcp-server. # apt-get install nama_paket 4. Setelah proses instalasi dimulai, silahkan tekan enter untuk OK. 5. Setelah itu, edit dengan text editor file dhcpd.conf yang terdapat pada directory /etc/dhcp3/dhcpd.conf # pico /etc/dhcp3/dhcpd.conf 6. File dhcpd.conf akan terbuka. Cari dan temukan baris perintah seperti gambar dibawah ini.

7. Atau untuk mencari baris perintah tersebut, bisa juga anda memanfaatkan fitur search dengan cara menekan tombol keyboard CTRL + W, kemudian ketikkan kata yang ingin anda cari sehingga tampil seperti gambar berikut kemudian tekan [Enter].

8. Setelah ketemu, hilangkan tanda pagar di depan baris dimulai dari baris yang diawali kata subnet sampai } dan konfigurasi sesuai kebutuhan anda. Sebagai contohnya, ikuti gambar dibawah ini : DHCP Server | http://hudaviand.blogspot.com

9. Berikut saya berikan sedikit penjelasan mengenai beberapa konfigurasi dari baris-baris perintah diatas. subnet xxx.xxx.xxx.xxx netmask 255.xxx.xxx.xxx { setelah subnet, isikan xxx.xxx.xxx.xxx dengan IP Network jaringan anda. Isikan sesuai kebutuhan dan keinginan anda. Sedangkan setelah netmask, 255.xxx.xxx.xxx isikan dengan subnetmask jaringan anda. range xxx.xxx.xxx.xxx xxx.xxx.xxx.xxx range ini adalah batas batas IP yang akan diberikan kepada client anda. Misalkan dari contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa DHCP Server tersebut, hanya akan menyewakan alamat IP dengan range dari 192.168.1.2 192.168.1.10. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa hanya akan ada 9 client yang mendapatkan IP. option domain-name-servers xxx.xxx.xxx.xxx; silahkan isi xxx.xxx.xxx.xxx dengan ip domain anda (pengaturan relative / sesuai dengan keinginan anda). option domain-name www.domainanda.com; silahkan ganti www.domainanda.com dengan nama domain anda. Domain ini tentunya sesuai dengan konfigurasi DNS Server anda (pengaturan relative / sesuai dengan keinginan anda). option routers xxx.xxx.xxx.xxx; ganti xxx.xxx.xxx.xxx dengan sebuah ip yang berfungsi sebagai gateway client. Jika client anda membutuhkan sebuah gateway, maka gateway untuk client itulah yang dimasukkan kedalam konfigurasi baris ini. Ingat, pengaturan ini adalah relative, artinya anda juga dapat untuk tidak mengaktifkannya. Jika anda ingin tidak mengaktifkannya, silahkan tambahkan tanda # di depan kata option.

DHCP Server | http://hudaviand.blogspot.com

default-lease-time 600; lease ini adalah batas waktu penyewaan yang diberikan oleh DHCP Server kepada si client. Jdi konfigurasi ini adalah sebuah konfigurasi default yang menyatakan bahwa DHCP Server ini memberikan waktu penyewaan default sebanyak 600 detik kepada si client.

max-lease-time 7200; Baris ini memberitahukan bahwa batas maksimal waktu penyewaan alamat oleh si client adalah 7200 detik. Dan setelah si client melewati batas maksimal penyewaan waktu ini, maka si client akan menanyakan kembali kepada DHCP Server apakah alamat yang telah disewa sebelumnya digunakan oleh client yang lain atau tidak. Jika tidak, maka client tersebut akan kembali meminta untuk menggunakan alamat tersebut.

10. Setelah itu, silahkan save, dan keluar dari file tersebut dengan cara CTRL + X, Y dan [Enter]. 11. Setelah itu, silahkan restart service dhcp agar perubahan yang dilakukan dapat dibaca oleh sistem. # /etc/init.d/dhcp3-server restart 12. Setelah itu, silahkan lakukan pengetesan terhadap server DHCP yang telah anda konfigurasi. Jika anda menggunakan windows sebagai clientnya, maka langkah langkah untuk konfigurasinya adalah sebagai berikut : Pilih Internet Protocol Version 4, Klik properties. Dan setting seperti gambar dibawah ini, dan klik OK.

DHCP Server | http://hudaviand.blogspot.com

13. Jika anda menggunakan linux sebagai clientnya, maka langkah langkah untuk konfigurasi nya adalah sebagai berikut : # pico /etc/network/interfaces 14. Setelah terbuka file interfacesnya, silahkan ganti menjadi dhcp sesuai dengan gambar berikut.

15. Setelah itu, silahkan restart service networking dengan perintah # /etc/init.d/networking restart 16. Terakhir, ketikkan perintah ifconfig untuk membuktikan bahwa client anda telah mendapatkan IP dari si DHCP Server. # ifconfig Catatan : Untuk Debian Squeeze, konfigurasi diatas masih bisa berjalan(tested by me). Dan tidak ada perbedaan untuk konfigurasinya. Yang berbeda hanyalah nama paketnya saja.

DHCP Server | http://hudaviand.blogspot.com

BIOGRAFI PENULIS Nurul Huda (daviand), Lahir di Banyuwangi, 9 April 1993. Alumni SMKN 1 Bondowoso Jurusan Teknik Komputer Jaringan TKJ. Saat ini sedang melanjutkan kuliah di Politeknik Negeri Jember Jurusan Teknik Informasi Program Studi Teknik Komputer TKK. Baru mengenal komputer sejak bersekolah di SMK. Saya hanya salah seorang anak yang biasa, yang hanya ingin berbagi ilmu kepada semua. Cita-cita saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya dengan menjadi apa yang beliau-beliau inginkan. Sedangkan cita-cita saya sendiri adalah menjadi seorang dosen. Semoga Bermanfaat.

DHCP Server | http://hudaviand.blogspot.com

Anda mungkin juga menyukai