Anda di halaman 1dari 9

METODE PELAKSANAAN

Untuk kelancaran pekerjaan maka disediakan bahan,tenaga kerja dan peralatan yang diperlukan selama pelaksanaan dan pemeliharaan pekerjaan,dan harus menyediakan bangsal kerja untuk kantor sementara di lapangan,lengkap dengan alat-alat untuk direksi beserta stafnya sesuai dengan syarat kontruksi dan kesehatan. Direksi.Kantor harus. Kantor harus dipersiapkan dengan pintu dan dilengkapi kunci termasuk penerangan,pembersihan yang teratur dan penyediaan air bersih beserta MCK dan peralatan P3K. Menyediakan Alat-alat bantu seperti beton molen, vibrator, pompa air, mesin las,alat-alat pengangkut, mesin giling dan peralatan lain yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan. Membuat laporan harian,mingguan dan membuat papan nama proyek yang dipasang di tempat strategis dan mudah dibaca.Bentuk,ukuran serta tulisan dapat dim inta pada Direksi. Menyediakan kendaraan untuk dipakai direksi dan stafnya pada setiap waktu yang berhubungan denga kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a. Pendahuluan

1. Pembersihan Lokasi Membersihkan halaman lokasi dari segala sesuatu yang mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan, termasuk pohondapat

pohon dan semak-semak yang terdapat pada areal harus ditebang dan dibersihkan sampai keakar-akarnya, kemudian disingkirkan dari lapangan pekerjaan. 2. Pembuatan Papan Nama Proyek Membuat papan nama proyek di lokasi yang strategis dan mudah dibaca yang minimal meliputi nama pekerjaan, jenis pekerjaan, waktu pelaksanaan, biaya dan nama pelaksana. 3. Membuat Jalan Lingkungan Sementara Menyediakan jalan lingkungan sementara untuk mempermudah mobilisasi bahan dan alat-alat yang diperlukan.

4. Papan Reklame Tidak menempatkan papan reklame dalam bentuk apapun didalam komplek atau batas tanah yang berbatasan dengan komplek kecuali mendapat persetujuan tertulis dari pemberi tugas.

b. Penjagaan Keamanan Lapangan pekerjaan

Menjaga keamanan barang-barang, bahan atau peralatan proyek,konsultan/pengawas atau pihak ketiga yang ada di lapangan.

milik

c. Jaminan dan Keselamatan Kerja

Menyediakan P3K yang selalu dalam keadaan siap digunakan dilapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dan pekerja dilapangan. Menyediakan Wc/kamar mandi, air( untuk mandi ) yang layak bagi semua petugas dan pekerja dilapangan. Serta menyediakan air minum yang cukup bersih dan memenuhi syarat-syarat kesehatan. Memberikan segala hal yang berkaitan dengan keselamatan dan jaminan social kepada pekerja.

d. Pekerjaan Tanah

Memeriksa keadaan tanah, terutama lokasi batas tanah yang akan dibangun, kemudian meratakan tanah disekitar site apabila ada yang tidak rata dan pada tanah yang dikupas/dipotong diurug kembali dengantanah urug. Pengurugan tanah dilaksanakan sampai ketinggian tertentu sesuai dengan gambar kerja yang ada, dengan permukaan tanah timbunan diratakan dan dipadatkan lapisan demi lapisan dengan menggunakan alat bantu(mesin gilas) dengan ketebalan lapisan maksimum 25 cm perlapisan pemadatan.

e. Pekerjaan Beton Bertulang Beton yang di gunakan adalah Beton dengan kuat tekan karakteristik 225 kg/cm2. (22,5 Mpa) atau K225.

Tulangan yang digunakan untuk struktur bangunan adalah diameter yang telah ditentukan. Syarat Pelaksanaan : i. ii.

U24 dengan

iii.

iv. v. vi. vii.

Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dari pengawas/direksi. Pekerjaan pembetonan baru dilakukan jika bidang yang akan dikerjakan telah disetujui oleh pengawaas/direksi. Dalam pelaksanaan pekerjaan mengikuti semua petunjuk dalam gambar, terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi peil dan bentuk profilnya. Untuk pengecoran kolom menerus antara lantai harus ukur dengan alat agar pengecoran kolom dapat tegak lurus bidang lantai dan letak as kolom antara lantai sama. Pengecoran lantai dikontrol dengan menggunakan alat sehingga rata dan tidak bergelombang. Beton yang rusak, berrongga, keropos, berlubang atau cacat sejenisnya akan segera dibongkar dan diganti. Semen dan agregat yang digunakan adalah yang memenuhi standart SNIS 1798-1989-F, dengan type I. Air yang digunakan adalah air bersih dan bebas dari bahan organic, alkali, garam dan kotoran lain dalam jumlah yang cukup besar.

Bekisting Bekisting dibuat dari bahan kayu atau bahan lainnya yang digunakan untuk mencetak beton. Sehingga setelah beton mengeras,beton akan sesuai dengan ukuran-ukuran dan posisi yang seperti ditunjukkan dalam Gambar Rencana. Bekisting tertutup rapat dan beton dituang melalui sebuah pipa/corong, dengan ujung dipegang dekat dengan permukaan beton segar yang dituang. Sebelum pengecoran, bekisting dibersihkan terlebih dahulu dari semua kotoran dan bekisting diperkuat sesuai dengan intruksi Direksi. Kemudian bekisting dibongkar dengan statis, tanpa goncangan, getaran atau kerusakan pada beton. Pembongkaran dilakukan setelah umur beton telah mencapai umur yang disyaratkan sesuai dengan mutu beton rencana (dibuktikan dengan pengujian beton pada umur tertentu) dan dengan persetujuan pengawas teknis.

Pengecoran Pengecoran dilaksanakan dengan menggunakan beton mixer yang diaduk dengan molen dan dengan izin Konsultan Pengawas. Apabila keadaan cuaca buruk, maka pengecoran tidak dilakukan. Pengecoran pada tiap lapisan dilakukan pada saat lapisan sebelumnya masih lunak dan seluruh adukan dicor dengan merata.

Pengecoran dan Pemadatan

Setelah adukan dituang, maka selanjutnya dilakukan pemadata yang maksimum sehingga bebas dari kantong atau sarang kerikil dan menutup rapat semua permukaan dari etakan dan material yang melekat. Pemadatan dilakukan dengan menggunakan alat vibrator(penggetar) dan dilakukan dengan benar atau dengan petunjuk dari konsultan pengawas dan tidak mengenai bekisting maupun pembesian. f. Pekerjaan Dinding Pasangan Batako Pasangan Batako dipasang tegak dan mengikuti garis. Dipasang seragam dan satu bagian tidak dipasang lebih dari 1 meter diatas bagian bawahnya. Sebelum dipasang batako terlebih dahulu dibasahi dan bersih dari kotoran, dipasang secara bertahap yang setiap tahap terdiri maksimum 24 lapis setiap hari diikuti dengan cor kolom praktis setiap 12 m 2 . Semua anker, pipa-pipa, peralatan dan lain-lain ditanam kedalam dinding batako dan dipasang pada saat pekerjaan pasangan batako. Setiap bagian atau dinding batako diakhiri dengan ring balok sesuai dengan ukuran pada gambar rencana. g. Pekerjaan plesteran Pekerjaan plesteran baru dapat dilaksanakan apabila bidang yang akan dikerjakan telah disetujui oleh pengawas, ukuran tebal/tinggi dan bentuk disesuaikan dengan gambar. Menjaga kelembaban plesteran dijaga sehingga pengeringn berlangsung wajar dan tidak terlallu tiba-tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat. Dan jika terdapat plesteran yang rusak, bergelembung atau sejenisnya maka akan dibongkar dan diganti. h. Pekerjaan Kusen, Pintu, Jendela, Dan Ventilasi Bahan yang digunakan adalah harus kayu yang cukup kuat, mempunyai texture yang sama tidak kotor, bersih dari retakan-retakan, cacat dan lainlainnya dan dipotong menurut ukuran yang ada pada gambar rencana. Permukaan kayu harus diserut lurus, licin, rata sudutnya dan tidak pecahpecah. Ntuk sambungan harus dibuat sedemikian rupa sehingga bagianbagian sambungan terletak pada satu bidang. i. Pekerjaan Plafond Untuk kontruksi rangka plafond menggunakan kayu kelas II, Penutup plafond menggunakan triplek dan reng lat dengan kualitas yang baik dan Material list plafond menggunakan list profil sesuai dengan gambar rencana. Sebelum emasang plafond, kedudukan rangka dibuat kuat hubungannya yang ditahan baik oleh struktur atap(kuda-kuda). Pola serta ukurannya disesuaikan dengan gambar. Kayu-kayu tersebut diserut rata pada sisi-sisi yang akan ditempeli plafond dan dipasang rata atau tidak melengkung. Untuk pemasangan list material juga harus rata, rapat dan tidak melengkung. j. Pekerjaan Atap

Pekerjaan ini meliputi pemasangan rangka kuda-kuda, gording, pemasangan rangka atap atau penutup atap. Seluruh rangka kuda-kuda dan rangka atap adalah dari bahan kayu kelas II yang berkualitas baik. Sebelum rangka kudakuda dipasang maka terlebih dahulu disetel ditempat, ukuran disesuaikan dengan gambar kerja. Untuk setiap join/hubungan rangka kuda-kuda dibuat dengan system pen dan lubang pas(tidak longgar) yang diperkuat dengan plat beugle dan baut mur yang bermutu baik, besar baut dan lubang bor sama dan sesuai dengan Pasal 14 PPKI 1961. Pemasangan gording tegak lurus dan rata air pada bidang atasnya dengan menggunakan bantuan tali agar kedudukan kasau dan reng atap benar-benar rata dan rapi. Rangka atap dari kasau dipasang dengan baik serta siku agar mendapatkan hasil yang baik dan benar, yang kemudian diperkuat dengan paku berukuran dan berkekuatan cukup. Selanjutnya penutup atap dipasang menggunakan bahan Genteng Metal dan berkualitas baik, dipasang dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan brosur yang dikeluarkan oleh pabrik Genteng Metal. Selanjut nya untu perabung atap dipasang menggunakan papan kelas II yang dilapis dengan seng rata BJLS 025, dan dikerjakan oleh tenaga terampil sehingga tidak terdapat kebocoran maupun terdapat bagian celah. Balok konsul dipasang pada setiap kolom yang telah ada angker baut 5/8 yang panjang nya disesuaikan dan untuk listplank menggunakan papan kayu kelas I. Pada pekerjaan ini untuk ukuran, bentuk atau dimensi dikerjakan sesuai dengan gambar rencana dan jika ada perintah lain dari direksi. k. Pekerjaan Pengecatan Sebelum pekerjaan ini dimulai permukaan dinding yang akan dicat dibersihkan dahulu dengan amplas emerald dan lap, dan pekerjaan langitlangit dan lantai telah selesai dikerjakan. Untuk cat tembok digunakan cat dari produksi dalam negeri berkualitas baik, sedangkan untuk pekerjaan cat kayu dan besi digunakan cat sintetik yang berkualitas baik yang telah disetujui direksi. Plamur dan dempul untuk pekerjaan cat tembok dan kayu akan digunakan merk cat yang dipilih sedangkan untuk plitur dan varnish akan digunakan merk yang telah disetujui direksi. Seluruh pekerjaan pengecatan dikerjakan oleh tenaga yang terampil agar didapat hasil yang baik. Untuk pengecatan dinding sebelum di cat dinding diamplas halus dan kemudian dicat dengan lapisan pertama. Jika ada bagian-bagian yang hasilnya masih kurang baik maka diberi deco plamur laid an diamplas halus setelah kering. Kemudian dilakukan pengecatan akhir berulang kali sampai mencapai warna yang di inginkan, Pengecatan dilakukan dengan roller atau kuas. Untuk pengecatan kayu yang berhubungan dengan plesteran diberi dasar meni. Permukaan kayu yang akan dicat diamplas telebih dahulu dan kemudian diplamurbila terdapat retak, celah atau lobang dan selanjutnya diamplas lagi hingga rata. Kemudian dicat dasar 2 kali, diplamur 1 kali diamplas dan yang terakhir dicat 2 kali dengan cat penutup yang mengkilat. Sebelum bagian yagn diberi pelitur/varnish maka terlebih dahulu dilakukan persiapan dengan membersihkan dan mengamplas permukaan yang akan

diplitur. Kemudian dibersihkan dengan lap kering agar tidak ada kotoran dan minyak yang menempel. Selanjutnya permukaan dapat diplitur. Untuk bagian kayu yang akan dipasang terutama rangka kuda-kuda, kasau dan reng terlbih dahulu diresidu sesuai petunjuk direksi. l. Pekerjaan Penggantung, Pengunci, Dan Lain-lain Semua alat dan bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan ini adalah sesuai dengan persyaratan dan aturan yang berlaku serta mengikuti intruksi dari pabrik atau produsen dan sedapat mungkin hasil dari satu perusahaan dengan kualitas yang baik. Sebelum pemasangan alat penggantung, pengunci, penggantung, handle, kait angin dan slot yang akan dipasang ditunjukkan terlebih dahulu contohnya kepada direksi untuk mendapat persetujuan. Peasangan dilakukan rapi, sehingga pintu-pintu dan jendela dapat ditutup dan dibuka dengan mudah, lancer dan ringan. m. Pekerjaan Lantai Sebelum pekerjaan pemasangan lantai keramik dimulai terlebih dahulu semua permukaan lantai beton harus dibersihkan dari segala kotoran dan kemudian dibasahi dengan air sampai rat dan betul-betul basah. Perekat lantai keramik menggunakan spasi setebal minimum 3 cm dengan perekat campuran 1 pc : 5 ps. Untuk finishing lantai atau pengisian nat lantai menggunakan semen putih dicampur oker sesuai dengan warna lantai, dan pelaksanaannya harus betulbetul padat dan rapi. n. Pekerjaan Instalasi Listrik a) Pekerjaan Distribusi Daya Listrik Pengadaan, pemasangan dan penyambungan kabel daya dari KWH meter sampai kepanel daya penerangan bangunan disesuaikan dengan type dari ukuran gambar rencana. Pekerjaan pentanahan (earthing) dari panel. b) Pekerjaan Sistem Penerangan dan Stop kontak Sistem penerangan dan Stop kontak Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis armature lampu Pengadaan dan Pemasangan berbagai jenis stop kontak Pengadaan dan Pemasangan berbagai jenis saklar Pengadaan, pemasangan dan penyambungan pipa instalasi pelindung kabel serta berbagai accessories lainya, seperti : box untuk saklar stop kontak, junctyion box, flexible conduit, bends/elbow, socket dan lainlain. Pengadaaan, pemasangan dan penyambungan kabel instalasi penerangan dan stop kontak Pengadaan dan pemasangan pipa conduit + flexible harus melindungi kabel antara kotak kontak sambung ( junctyion box/T-doos ) dan armature lampu.

c) Pengujian Pekerjaan pengujian instalasi Pekerjaan pemeliharaan instalasi

d) Gambar kerja Setelah daftar bahan persesuaian dengan keadaan-keadaan lapangan/lokasi pemakaian disetujui oleh Direksi, kemudian menyerahkan gambar-gambar kerja yang menjelaskan catalog, dimensidimensi,spareparts, dan untuk material-material tertentu untuk mendapatkan persetujuan Direksi. e) Peralatan yang disebut dengan merk dan penggantinya Menyediakan bahan-bahan, perlengkapan, peralatan, fixture dan lain-lain yang disebutkan serta dipersyaratkan. f) Galian dan Bobokan Menutup dan merapikan kembali setiap galian atau bobokan yang dilakukan pada kontruksi bangunan, yang disebabkan pekerjaan-pekerjaan instalasi. Jika ingin menghindari pekerjaan pembobokan maka semua instalasi yang tertanam didalam dinding atau openings harus telah dipersiapkan dan dipasang dalam tahap pekerjaan konstruksi. g) Proteksi Melindungi semua bahan dan peralatan sebelum dan sesudah pemasangan dari cuaca dan menjaga nya selalau dalam keadaan bersih. h) Pembersihan Menjaga keadaan site tempat bekerja selalu dalam keadaan bersih dari sisa bahan dan samapah selama masa instalasi. Pada penyelesaian pekerjaan akan akan dilakukan pemeriksaan seluruh pekerjaan dan meninggalkannya dalam keadaan rapi, bersih dan siap pakai. i) Pengecatan Semua peralatan dan bahan dicat, yang lecet karena pengapalan, pengangkutan atau pemasangan akan segera ditutup dengan dempul dan dicat dengan warna yang sama, sehingga terlihat seperti baru kembali. j) Garansi Melakukan pengetesan guna mendapat hasil yang optimal dan bertanggung jawab terhadap peralatan yang diserahkan, sampai peralatan tersebut memenuhi syarat-syarat.

k) Tambahan Menyediakan peralatan tambahan (accessories) yang tidak ditunjukkan dalam gambar dan persyaratan teknis ini tetapi diperlukan untuk menunjang terselenggaranya system secara lengka, baik dan rapi sehingga system dapat beroperasi dengan baik dan sempurna. l) Pentanahan Pentanahan dilakuakn sesuai dengan syarat-syarat yang berlaku, menggunakan kawat BC dengan luas penampang minimum yang digunakan 5 mm2 , dan dilindungi dengan tahanan sisten pentanahan maksimum 2 ohm. m) Pemasangan Kabel Umum Semua kabel yang digunakan untuk instalasi listrik disesuaikan dengan persyaratan PUIL/LMK. Semua kabel/kawat harus baru dan harus jelas ditandai dengan ukurannya, jenis kabel, nomor pintalannya. Konduktor yang dipakai adalah dari type : i. ii. Untuk instalasi penerangan adalah NYM/NYA dengan conduit PVC Untuk kabel distribusi adalah NYY, dan FRC bagi beban emergency. Semua kabel didalam conduit yang disesuaikan, dengan semua kabel harus diklaim.

Splice Pencabangan Tidak diperkenankan adanya splice ataupun sambungan-sambungan baik dalm feeder maupun cabang-cabang, kecuali pada outlet atau kotak-kotak penghubung yang bisa dicapai (accessible). Sabungan pada kabel circuit cabang dibuat secara mekanis dan teguh secara elektrik. Pada saat membuat splice konektor harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan baik, sehingga semua konduktor tersambung, tidak ada kabel-kabel telanjang yang kelihatan dan tidak bisa lepas oleh getaran.

n) Bahan isolasi Bahan isolasi untuk splice, conection dan lain-lain seperti karet, PVC, asbest, gelas, tape, interties, resin, splice, case, composition dan lain-lain adalah dari type yang telah disetujui. Untuk penggunaan lokasi voltage dan lain-lain tertentu itu harus dipasang dengan cara yang disetujui. o) Penyambungan Kabel

Penyambungan kabel dilakukan dengan baik dan aman. Mmberikan brosur-brosur kepada perencana mengenai cara-cara penyambungan yang dinyatakan oleh pabrik. Penyambungan kabel yang berisolasi PVC diisolasi dengan pipa PVC/protolen yang khusus untuk listrik. Penyediaan dari pilot lampu yang disebutkan diatas merupakan keharusan, biarpun pada gambargambar tidak tertera. Kabel disambung sesuai dengan warna-warna atau nama-nama masing-masing, dan diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan.

p) Instalasi saklar dan stop kontak Jika tidak ditentukan lain, maka saklar-saklar dipasang rata kecuali kecuali ditentukan lain oleh pengawas. Saklar-saklar tersebut dipasang dalam kotak-kotak dan ring setelannya yang standart, dilengkapi dengan tutup persegi. Sambungan-sambungan hanya diperbolehkan antara yang berdekatan. Untuk stop kontak adalah dengan type yang memakai earthing contact. Semua pasangan stop kontak dengan tegangan kerja 220V diberi saluran ke tanah (grounding). Stop kontak harus dipasang rata dengan permukaan dinding dengan ketinggian sesuai dengan petunjuk direksi. n. Pekerjaan Penyelesaian Akhir Segala kerusakan yang timbul akibat adanya pelaksanaan pekerjaan yang perluadanya pernaikan maka akan dilakukan perbaikan. Setelah seluruh pekerjaan selesai 100 % sebelum penyerahan pertama maka dilakukan pembersihan lokasi. Dokumentasi dan Laporan ; Dokumentasi ini diambil pada saat : i. Sebelum pelaksanaan pekerjaan ( 0 % ) ii. Sedang pelaksanaan pekerjaaan ( 50 % ) iii. Selesai pelaksanaan pekerjaan ( 100 % ) Pembuatan As Built Drawing ; Dalam pembuatan as built drawing berkonsultasi dengan Asisten Perencanaan dan mendapat persetujuan akan hasil as built drawing tersebut dari Pimpinan Pelaksana Kegiatan.