Anda di halaman 1dari 5

MODEM UNTUK TEKNOLOGI JARINGAN BAWAH AIR

Muhammad Iqbal
Lab. Instrumentasi Kelautan Dept. ITK IPB, Indonesia
e-mail:barcode_bima@yahoo.co.id web:http://www.creative-instrument.com

Kenapa?
Transmisi akustik bawah air memungkinkan komunikasi seperti halnya
frekuensi radio (RF) diudara dan dengan perkembangan teknologi elektronika,
komunikasi dan akustik memungkinkan untuk dapat membuat sistem komunikasi
bawah air seperti halnya sistem komunikasi yang dilakukan saat ini
didarat…?.

Teori Dasar

Pembagian Modem Akustik (C. Josco et al, 1993) yaitu:

1. Long Range Systems(20-2,000-km) pada laut dalam menggunakan frekuensi


500 Hz sampai 10 KHz. Pada modem ini atenuasi yang tinggi terjadi jika
menggunakan tranduser dibawah 100 watts. Pada modem ini dibutuhkan
sinyal pembawa yang sangat rumit disebabkan oleh besarnya nilai
transmission loss dan nilai atenuasi yang tinggi serta adanya zona
“Dead Zone”.
2. Medium Range Systems (1-10-km). modem ini menggunakan frekuensi 10
sampai 100 KHz. Pada zona ini terjadi dinamika akustik yang cukup kompleks.
Kompensasi yang paling utama adalah pada kompensasi setiap lapisan
dinamika perairan.
3. Short Range Systems (<1-km). relatif membutuhkan implementasi yang lebih
simple. Pada umumnya channel ini digunakan untuk komunikasi data dengan
kecepatan transfer data yang tinggi yaitu >100Kbit/sec.

Orthogonal Function Divison Mutiplexing (OFDM)

OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah sebuah teknik


transmisi yang menggunakan beberapa buah frekuensi yang saling tegak lurus
(orthogonal). Pada saat ini, OFDM telah dijadikan standar dan dioperasikan di Eropa
yaitu pada Proyek DAB (Digital Audio Broadcast), selain itu juga digunakan pada
HDSL(High Bit-rate Digital Subscriber Lines; 1.6 Mbps)[9], VHDSL (Very High Speed
Digital Subscriber Lines; 100 Mbps)[9] , HDTV (High Definition Television)[10] dan
juga komunikasi radio. Teknologi ini sebenarnya sudah pernah diusulkan pada
sekitar tahun 1950, dan penyusunan teori-teori dasar dari OFDM sudah selesai
sekitar tahun 1960. Pada tahun 1966, OFDM telah dipatenkan di Amerika. Kemudian
pada tahun 1970-an, muncul beberapa buah paper yang mengusulkan untuk
mengaplikasikan DFT (Discrete Fourier Transform) pada OFDM, dan sejak tahun
1985 muncul beberapa paper yang memikirkan pengaplikasian tekonologi OFDM ini
pada komunikasi wireless.

Prinsip dasar OFDM


1
OFDM adalah sebuah teknik transmisi dengan banyak frekuensi (multicarrier),
menggunakan Discrete Fourier Transfor (DFT). Bagan dasar dari OFDM ditampilkan
pada Gambar.1.
Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Deretan data informasi yang akan
dikirim dikonversikan kedalam bentuk parallel, sehingga bila bit rate semula adalah
R , maka bit rate di tiap-tiap jalur parallel adalah R/M dimana M adalah jumlah jalur
parallel (sama dengan jumlah sub-carrier). Setelah itu, modulasi dilakukan pada
tiap-tiap sub-carrier. Modulasi ini bisa berupa BPSK, QPSK, QAM atau yang lain, tapi
ketiga teknik tersebut sering digunakan pada OFDM. Kemudian sinyal yang telah
termodulasi tersebut diaplikasikan ke dalam Inverse Discrete Fourier Transform
(IDFT), untuk pembuatan simbol OFDM. Penggunaan IDFT ini memungkinkan
pengalokasian frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal). Setelah itu simbol-
simbol OFDM dikonversikan lagi kedalam bentuk serial, dan kemudian sinyal dikirim.

Sinyal yang terkirim tersebut, dalam persamaan matematik bisa


diekspresikan sebagai berikut,

Dimana Re(.) adalah bagian real dari persamaan, f(t) adalah respons impuls
dari filter transmisi, T adalah periode simbol, v o adalah frekuensi pembawa (carrier
frequency) dalam bentuk radian, j adalah fase pembawa (carrier phase), dan bn
adalah data informasi yang telah termodulasi yang menjadi input dari IDFT.

Gambar 1. Bagan Dasar OFDM

Apa yang Mungkin Bisa dilakukan?


1. Mengimplementasikan Teknik OFDM untuk komunikasi akustik bawah air
Short Range Systems.
2. Merancang dan mengimplementasikan Modem Akustik bawah air .

2
CARA YANG BISA DILAKUKAN?
Alat dan Bahan
1. 2 buah Laptop.
2. Perangkat lunak MATLAB atau perangat lunak analisis numeric lainnya.
3. Komponen pasif elektronika.
4. 2 buah Tranduser Piozoelektrik
5. 2 Buah IC Philips SA604A sebagai pembangkit dan penerima gelombang
akustik.
6. Osiloskop
Prosedur
Secara garis besar penelitian ini dapat dilakukan dalam 2 tahapan yaitu:
1. Uji coba dan implementasi algoritma OFDM di water tank .
Sirkuit yang dirakit (Gambar 2 dan 3) akan diuji coba dan disimulasikan
menggunakan komputer dengan pengakuisian dan analisis sinyal
menggunakan program MATLAB (Gambar 3).

Gambar 2. Circuit berbasis IC SA604 untuk menghasilkan sinyal akustik

3
Gambar 3. Blok Diagram Modem

Gambar 3. Perancangan Percobaan di Water tank

2. Uji coba Lapangan


Setelah ditemukan metode dan algoritma pengolahan dan filtering
sinyal yang dibutuhkan kemudian alat (modem) yang dibuat /dirakit untuk
diujikan dilapangan.
Pada tahap ini akan dibuat beberapa buah (3 buah) modem yang sama, 15
transmiter dan sebuah buoy tranceiver sehingga pada saat percobaan
dilapangan beberapa modem dan transmiter tersebut dapat saling
berkomunikasi untuk membuat sebuah jaringan komunikasi (Gambar 3).

4
Gambar 4. Arsitektur Jaringan yang mungkin bisa dilakukan.
(Sumber: Mason.S et al, 2007)

Apa yang bisa di Analisa?

Sumber data pada penelitian ini adalah sinyal transmisi dan sinyal receiver
yang dihasilkan pada setiap tahap penelitian. Langkah analisis data pada penelitian
ini dilakukan untuk melihat perbedaan sinyal pengiriman dan sinyal yang
diterima sehingga akan dapat dihitung berapa presentase kehilangan
sinyal pada setiap tahap penelitian.

Referensi
Catipovic. J, D. Brady, dan S. Etchemendy .1993. Development of Underwater Acoustic
Modem and Networks. Journal Oceanography Vol. 6. No. 3 .112-119.

Mason. S, Robert Anstet, Nicoletti Anicette, dan Shengli Zhou. 2007. A Broadband
Underwater Acoustic Modem Implementation Using Coherent OFDM. The National
Conference on Undergraduate Research, Dominician University of California, April 12-14.