Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

SUBNETING DAN KOMUNIKASI JARINGAN LAN

Disusun Oleh : Ariono Adi Suryo M3209010

PROGRAM DIPLOMA III TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

A. JUDUL PRAKTIKUM Subneting dan Komunikasi Jaringan LAN

B. TUJUAN PRAKTIKUM Mahasiswa diharapkan mengenali perangkat lunak jaringan Mahasiswa diharapkan dapat menyetting IP Address

C. ALAT DAN BAHAN 1 unit computer Kabel UTP Switch

D. DASAR TEORI Pengertian Subnetting Subnetting merupakan suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telahanda miliki. Contoh kasus diperiukannya subnetting: Sebuah perusahaan memperoleh IP address network kelas C 192.168.0.0. Dengan IP network tersebut maka akan didapatkan sebanyak 254 (28-2) alamat IP address yang dapat kita pasang pada komputer yang terkoneksi ke jaringan.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengelola jaringan dengan jumlah komputer lebih dari 254 tersebut. Tentu tidak mungkin jika anda harus menempatkan komputer sebanyak itu dalam satu lokasi. Jika anda hanya menggunakan 30 komputer dalam satu kantor, maka ada 224 IP address yang tidak akan terpakai. Untuk mensiasati jumlah IP addressyang tidak terpakai tersebut dengan jalan membagi IP network menjadi beberapa network yang lebih kecil yang disebut subnet. Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah: 2n -2 n adalah jumlah bit yang diselubungi Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet = 2N 2 N adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID. Terdapat dua macam subnetting: subnetting statis dan variable subneting. Subnetting statis, adalah subnetting di mana semua subnet dalam jaringan menggunakan subnet mask yang sama. IP lokal dan RIP routing versi 1 hanya menyokong subnetting statis. Variable length subnetting memperbolehkan penggunaan subnet mask yang berbeda oleh subnet-subnet dalam jaringan. Sebuah subnet kecil dengan hanya sedikit host membutuhkan sebuah subnet mask yang

mengakomodasi subnet-subnet ini saja. Sebuah subnet dengan banyak host mungkin membutuhkan sebuah subnet mask yang berbeda untuk mengakomodasi host-hostnya. Variable length subnetting mengizinkan kita untuk membagi jaringan sehingga memungkinkan untuk menetapkan host yang mencukupi untuk setiap subnet dengan mengubah subnet mask untuk tiap jaringan. RIP versi 2 menyokong variable length subnetting dan begitu juga subnetting statis. RIP versi 1 hanya menyokong kapasitas kelas standar. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dengan alamat 195.34.136.0 perlu membagi interval alamat menjadi lima jaringan terpisah. Harus terdapat 254 host pada tiga subnet dan 126 host pada dua subnet. Hal ini tidak dapat dilakukan menggunakan subnetting statis karena subnetting statis hanya dapat membagi jaringan menjadi empat subnet dengan masing-masing 254 host atau delapan subnet dengan masingmasing 126 host. Untuk membagi alamat menjadi lima subnet, kita harus menggunakan sejumlah netmask. Empat subnet pertama menggunakan mask 255.255.255.0 dan memiliki 254 host pada masing-masing mask. Subnet pertama kemudian dapat dibagi menjadi dua subnet dengan masing-masing 126 host dan sebuah subnet mask 255.255.255.128. Kemudian akan terdapat tiga subnet dengan masing-masing 254 host dan dua subnet dengan masing-masing 126 host. Jaringan LAN Jaringan LAN adalah istilah kebanyakan orang indonesia yang maksudnya adalah Jaringan Wilayah Lokal atau dalam bahasa inggris LAN (Lokal Area Network), yaitu jaringan komputer yang hanya mencakup wilayah kecil, seperti jaringan komputer kampus, warnet, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.

Saat ini kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat hub atau switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot. Biasanya LAN dengan teknologi Wi-fi sudah diterapkan ditempat-tempat seperti mal, cafe, kampus dll.

Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer atau scanner. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi 2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit 3.Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut. Dan jika server itu dihubungkan ke internet, semua komputer dalam jaringan LAN tersebut bisa ikut terhubung ke internet hanya dengan satu modem di server.

E. LANGKAH KERJA DAN PEMBAHASAN Memasang kabel UTP ke switch dan router.

Menggunakan kabel UTP yang bertipe cross untuk mengoneksikan ke switch dan router. Pada saat praktikum, port switch disesuaikan dengan nomor urut computer Lab. Jika terhubung dengan benar, maka tanda silang pada icon network connection akan hilang dan akan muncul notice bahwa computer terkoneksi

Memasang IP Address Kemudian klik icon network connection akan muncul gambar seperti diatas. Klik kanan Properties. Akan muncul kotak dialog seperti :

Lalu klik Properties lagi, akan muncul

Pada kotak This connection uses the following items: pilih Internet Protocol(TCP/IP), kemudian klik properties.

Setelah itu akan, muncul kotak dialog seperti diatas. Pilih Use the following IP Address, untuk mengisi sendiri IP sesuai kebutuhan. Dalam prakteknya, digunakan IP Class C dengan IP 192.168.100.(digit terakhir diisi sesuai nomor computer Lab) isi juga subnet mask nya . Cek koneksi Melakukan mengecekkan dengan cara, buka Comand Promt. Kemudian ketik kan ping (alamat IP) tekan enter. Jika berhasil maka akan muncul respon: Reply from

cek koneksi IP teman

F. KESIMPULAN Dalam prakteknya ,port kabel harus dipastikan berfungsi dan terpasang dengan benar. Dalam prakteknya, digit terakhir IP tidak boleh sama. Karna akan menyebabkan tabrakan IP.

G. TUGAS 1. Apa fungsi server samba? 2. Bagaimana konfigurasi dan install server samba ? Jawab : 1. Kegunaan/fungsi dari Samba dalam jaringan komputer adalah : Menghubungkan antara mesin Linux (UNIX) dengan mesin Windows. Sebagai perangkat lunak cukup banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh samba software, mulai dari menjembatani sharing file, sharing device, PDC, firewall, DNS, DHCP, FTP, webserver, sebagai gateway, mail server, proxy dan lain-lain. Fasilitas pengremote seperti telnet dan ssh juga tersedia. Salah satu keunggulan lainnya adalah adanya aplikasi pengaturan yang tidak lagi hanya berbasis teks, tetapi juga berbasis grafis yaitu swat.

2. Konfigurasi dan install - Login ke sistem Linux sebagai root. - Catatlah, berapa nomer IP address dan nama host dari PC yang anda gunakan. Setelah itu, juga catat IP address dari komputer client (gunakan perintah ifconfig dan hostname). - Pastikan bahwa komputer server yang anda gunakan sudah terhubung ke komputer client (gunakan perintah ping). - Untuk menjalankan service samba diperlukan paket program yang bernama samba*- xxx.rpm. Cek apakah program tersebut sudah terinstall atau belum. Jika ada tampilan seperti berikut ini berarti di komputer anda samba sudah terinstall. # rpm -qa | grep samba

samba-3.0.25b-0.el5.4 samba-common-3.0.25b-0.el5.4 samba-client-3.0.25b-0.el5.4 apabila sambanya belum terinstall, maka install dulu paket sambanya, dengan perintah :

# yum install samba - Mengaktifkan service SAMBA. Untuk menjalankan samba server ketikkan perintah: # service smb start

Untuk mematikan samba server gunakan perintah:

# service smb stop

Untuk me-restart samba service gunakan :

# service smb restart

Untuk mengetahui status dari service samba gunakan :

# service smb status - Konfigurasi SAMBA Server.

Untuk keperluan uji-coba, buatlah sembarang direktori, kemudian isilah direktori-direktori tsb dengan sembarang file. Juga buatkan beberapa user untuk rekan-rekan di sekitar

Buat user baru, yaitu userkiri, userkanan,userbaru.

# useradd rafid # passwd rafid # useradd ragil # passwd ragil # useradd rifqi # passwd rifqi Script tersebut hanya mengcopykan daftar user yang sudah ada, dan tidak menterjemahkan passwordnya. Untuk membuat password untuk samba user gunakan perintah :

# smbpasswd -a rafid # smbpasswd -a ragil # smbpasswd -a rifqi Editlah file konfigurasi samba. # vi /etc/samba/smb.conf Secara umum file konfigurasi SAMBA terbagi dalam 2 bagian utama, yaitu bagian Global, dan bagian Share, dimana di tandai dengan tag [ global ] dan tag [homes] Editlah baris-baris berikut ini : [global] # Network related options workgroup = PAKANJANG server string = Samba Server Version %v host allow = 10.252.105.0/24 127.0.0.0/8 netbios name = panglime # Logging options log file = /var/log/samba/log.%m max log size = 50 #Domain controller options security = user passdb backend = tdbsam encrypt password = yes unix password sync = yes

smb passwd file = /etc/samba/smbpasswd username map = /etc/samba/smbusers private dir = /etc/samba domain master = Yes domain logons = Yes logon script=login.bat logon path = \\%L\profiles\%U logon drive = H: logon home = \\%L\%U\Win-profile # browser control option os level = 65 preferred master = Yes # Name resolution wins support = yes # share definition [homes] read only = No browsable = No create mask = 0644 directory mask = 0700 [netlogon]

path=/home/samba/netlogon guest ok = Yes [profiles] path = /home/samba/profiles read only = No create mask = 0600 directory mask = 0700 Kemudian konfigurasi user administrator samba , buat directory sesuai dengan konfigurasi, untuk netlogon dan profiles

# smbpasswd -a root # mkdir /home/samba/netlogon # chmod 755 /home/samba/netlogon # mkdir /home/samba/profile # chmod 1757 /home/samba/profiles Jangan lupa untuk menyimpan file smb.conf, kemudian jalankan ulang service samba. # service smb reload # service smb restart Testlah konfigurasi yang baru anda buat di server samba dengan

# testparm /etc/samba/smb.conf Daftarkan workstation ke samba domain dengan menciptakan account untuk tiaptiap workstation yang terhubung ke samba domain.

# groupadd samba-clients

# /usr/sbin/useradd -g samba-clients -d /dev/null -s /bin/false nama-workstation$ # passwd -l nama-workstation$ # smbpasswd -a -m nama-workstation$ Selanjutnya tinggal Konfigurasi di sisi client, baik Linux maupun windows.