Anda di halaman 1dari 5

BAB.

I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
1. Praktik ini dilakukan, karena sesuai dengan kurikulum yang berlaku
mengharuskan siswa-siswi mampu menginstal dan mengkomfigurasi
router mikrotik.
2. Sebagai siswa jurusan TKJ yang akrab dengan dunia jaringan kita harus
bisa membuat jaringan sendiri, karena dengan router mikrotik kita bisa
mengatur sendiri jaringan seperti yang kita inginkan.

B. TUJUAN PRAKTIK
Dalam praktik kali ini, tujuan utamanya adalah agar siswa-siswi mengetahui
cara – cara dalam menginstal dan mampu mengkonfigurasi Router PC Mikrotik
OS.

BAB. II METODE PRAKTIK

A. WAKTU DAN TEMPAT


Praktik ini dimulai dari jam 13.00 sampai selesai yang bertempat di Lab
Hardware SMK Negeri 1 Tanjung.

B. ALAT DAN BAHAN


Alat dan Bahan yang diperlukan dalam Praktik Instalasi dan Konfigurasi Router
PC Mikrotik OS antara lain:
- 1 buah PC yang akan dipergunakan sebagai router
- 2 buah Lan Card yang akan dipasang pada router (+1 yang On Board)
- 2 buah laptop yang akan bertindak sebagai client
- 2 buah kabel cross yang akan menghubungkan client A, Router PC
Mikrotik OS, dan client B
- Tester Lan untuk mengetahui bagus tidaknya kabel yang dipakai

C. PROSEDUR KERJA
Prosedur kerja praktik terdiri dari cara menginstal dan cara mengkonfigurasi
Router PC Mikrotik OS.

-1-
Cara Install dan Konfigurasi Router PC Mikrotik OS
Dalam penginstalan kita memerlukan 1 buah PC yang akan digunakan
sebagai router dan satu buah CD OS Mikrotik.

Cara Pengistalan:
- Hidupkan PC dan masukkan CD OS Mikrotik
- Booting CDRoom
- Jika sudah masuk CD Mikrotik tekan “a”
- Kemudian tekan “i”
- Tekan “y”
- Tekan “y”, tunggu beberapa menit, PC akan merestar secara
otomatis
- Keluarkan CD Mikrotik dari CDRoom

Selanjutnya adalah cara mengkonfigurasi network pada mikrotik


- Yang pertama harus dibuat adalah IP address. Cara membuat IP
address adalah:
o Untuk IP pada Lan Card yang pertama ketik:
“ip(spasi)address(spasi)add(spasi)address=100.100.100.10/27(sp
asi) interface=ether1”
o Untuk IP pada Lan Card yang kedua ketik:
“ip(spasi)address(spasi)add(spasi)address=200.200.200.20/25(sp
asi) interface=ether2”
- Kemudian konfigurasi gateway dengan perintah :
o “ip(spasi)route (spasi)add(spasi)gateway=100.100.100.10”

Kemudian dilanjutkan dengan mengkonfigurasi client


Pada konfigurasi client kita sudah menyiapkan 2 buah laptop yang akan
bertindak sebagai client A dan client B
- Client A kita konfigurasi sebagai berikut:
o IP: 100.100.100.11
o SM: 255.224.0.0
o Gateway: 100.100.100.10
Karena client A akan dikonekkan dengan ether1 maka client A
mendapat
o Network ID: 100.100.100.0

-2-
o Broadcash ID: 100.100.100.31
- Client B kita konfigurasi sebagai berikut:
o IP: 200.200.200.21
o SM: 255.255.255.128
o Gateway: 100.100.100.10
Karena client B akan dikonekkan dengan ether2 maka client B
mendapat
o Network ID: 200.200.200.0
o Broadcash ID: 200.200.200.127

Dari client A/B kita buka tampilan mikrotik yang berbasis GUI dengan
cara:
⇒ Buka aplikasi Internet Explorer atau Mozila Firefox
⇒ Tuliskan 200.200.200.20 pada address bar, tekan Enter
⇒ Akan muncul tampilal mikrotik berbasis GUI yang berbentuk web
⇒ Klik link download untuk mendownload WinBox
⇒ Keluar dari jendela web.
⇒ Jika sudah buka aplikasi WinBox yang tadi didownload
⇒ Periksa apakah IP, DNS, dan Gatewaynya sudah Ok
⇒ Jika sudah maka jaringan sudah siap digunakan

BAB. III HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL
Praktik instalasi dan konfigurasi yang dilakukan telah menghasilkan sebuah
rangkaian yang membentuk suatu jaringan dengan sebuah router.
Router mikrotik yang dibuat mempunyai fungsi sebagai perantara dan
pemproses untuk pengiriman data dari network yang berbeda.
Dua buah laptop yang mempunyai Network ID yang berbeda bisa konek dengan
adanya router mikrotik sebagai perantara.

-3-
IP: 100.100.100.10/27 IP: 200.200.200.20/25
A B

IP:100.100.100.11 R IP: 200.200.200.21


SM: 255.224.0.0 SM: 255.255.255.128
GATEWAY: 100.100.100.10 GATEWAY: 100.100.100.10
N. ID: 100.100.100.0 N. ID: 200.200.200.0
B. ID: 100.100.100.31 B. ID: 200.200.200.127
Sketsa jalur router

B. PEMBAHASAN
Penginstalan router PC mikrotik dimulai dengan menginstal menggunakan
CD mikrotik yang merupakan permulaannya. Kemudian dilanjutkan dengan
konfigurasi IP. Kita menggunakan IP 100.100.100.10/27 untuk ether1 dan IP
200.200.200.20/25 untuk ether2. Kemudian kita gunakan gateway
100.100.100.10 yang akan digunakan sebagai jalur transaksi. Setelah selesai
konfigurasi router, maka selanjutnya adalah setting pada client.

Client A kita beri IP 100.100.100.11 karena akan dihubungkan dengan


ether1, sedangkan client B kita beri IP 200.200.200.21 dan akan dihubungkan
dengan ether2. Untuk client A menggunakan SubNetmask 255.224.0.0 karena
termasuk dalam IP kelas A,sedangkan client B menggunakan SubNetmask
255.255.255.128 karena termasuk dalam IP kelas C. gateway yang digunakan
adalah 100.100.100.10 yang sesuai dengan settingan gateway pada router
mikrotik.

Mengapa saat dicoba ping dari client A ke ether1 tidak bisa konek?

Pada saat konfigurasi router pada mikrotik, kita sempat mengalami


kesulitan. Seperti: Pada saat setting IP pada router mikrotik, kita telah memakai
IP 100.100.100.10/27 untuk ether1. Setelah dicoba ping dari client A ternyata
tidak tersambung atau tidak konek antara client A dengan ether1. Awalnya kita
mengira kesalahan terjadi pada kabel yang kurang bagus, tetapi setelah dicoba
dengan beberapa kabel yang lain yang saat dites menggunakan tester lan
hasilnya baik, tetapi juga tidak bisa ketika digunakan untuk mengkonekkan client
A ke ether1 pada router PC mikrotik. Setelah diperiksa didalam WinBox, ternyata

-4-
permasalahannya disebabkan oleh ether1 yang tidak terbaca pada router
mikrotik, tetapi yang ada malah ether3 yang belum dikonfigurasi. Jadi kita buat
solusi dengan menghapus IP pada ether1 dan menggunakan ether3 sebagai
pengganti ether1. setelah kita coba menyambungkan client A dengan ether3,
maka Client A bisa konek ke ether3.

WinBox adalah aplikasi yang telah didownload dari router mikrotik. Dari
WinBox kita bisa melihat apakah settingan routerkita sudah benar, kita juga bisa
melihat apakah lan card yang kita gunakan pada router PC mikrotik terbaca atau
tidak.

Seperti pada permasalahan diatas kita bisa mengetahui bahwa ada


kerusakan pada lan card yang onboard karena ether1 tidak terbaca sedangkan
ether2 dan 3 terbaca karena lan card yang digunakan dapat berfungsi dengan
baik, jadi kita bisa menggunakan dua buah lan card yang terbaca.

BAB. IV PENUTUP

A. KESIMPULAN
Cara menginstal router PC mikrotik OS kemungkinan besar sudah bisa
dipahami oleh para siswa. Tahap - tahap konfigurasi yang cukup pendek mampu
dengan cepat dipahami oleh siswa.
Router merupakan suatu alat yang bekerja sebagai sebuah perantara antar
network yang berbeda agar bisa berhubungan satu sama lain.

B. SARAN
Kami memberikan saran agar keterbatasan alat praktik bisa di tangani, agar
masing-masing siswa bisa belajar mencoba sendiri dalam menginstal dan
mengkonfigurasi router PC mikrotik.

-5-