Anda di halaman 1dari 19

PRESENTASI AGAMA

Bahaya Makanan Haram dan


Pengertian dan Tata Cara
Kelompok 5
Anggota:
2. Ahmada Wani (01)
3. Ilham Perdana (16)
4. Karina Okky L. (18)
5. M. Wildan Malik (21)
6. Oky Legian A.F. (24)
Bahaya Makanan Haram
Bahaya Makanan Haram
Secara substantif, setiap barang atau benda yang diharamkan
oleh Allah pada dasarnya mempunyai kandungan hikmah dan
manfaat. Namun, manusia tidak selalu mampu menelusuri
kandungan hikmah dan manfaat apa yang menjadi ketentuan
Allah, karena keterbatasan daya jangkau akalnya. Contoh yang
paling riil di depan mata kita adalah dampak buruk yang
diakibatkan oleh khamar (minuman yang memabukkan). Orang
yang sedang dalam keadaan mabuk sudah pasti kehilangan
keseimbangan emosi dan pikiran, dan sangat mungkin melakukan
celah kemaksiatan yang dibenci oleh Allah. Demikian juga babi,
orang yang makan babi cenderung rasa cemburunya relatif rendah
seperti sifat babi itu sendiri.
Demikian juga dampak buruk yang diakibatkan oleh barang
atau benda haram secara ghairu dzatiyah (di luar substansinya)
karena diperoleh dengan cara yang tidak halal. Dalam doktrin
Islam, bahwa keharaman dan kehalalan sesuatu secara substansi
dan di luar subatansinya itu merupakan otoritas mutlak yang
Untuk itulah Islam sangat keras memberikan peringatan
kepada mereka yang tidak mempedulikan proses mendapatkan
hartanya. Jika seseorang telah menjadi budak harta dan dengan
segala cara untuk memperolehnya, maka segala kemaksiatan
akan dilakukan. Karena mengkonsumsi barang haram (baik dzat
maupun cara memperolehnya), akan mempunyai kecenderungan
untuk selalu melakukan dosa yang semakin jauh dari tuntunan
Ilahi. Akibatnya, ia semakin terbenam dalam kebiasaan-kebiasaan
yang dibimbing oleh hawa nafsu.

Dalam al-Quran disebutkan : “Maka hendaklah manusia itu


memperhatikan makanannya”. (QS : 80 : 24). Dan makanan yang
dikonsumsi niscaya menimbulkan konsekuensi, sesuai dengan
maksud sabda Nabi SAW : “Setiap daging tumbuh yang diperoleh
dari kejahatan, maka neraka lebih layak baginya”. (HR. Imam
Ahmad).

Agar kita tidak termasuk dalam kategori manusia yang


diancam akan masuk neraka karena kita tidak peduli terhadap
apa-apa yang kita makan, maka kita hendaknya merenungkan
ulang terhadap sabda Nabi yang berbunyi : Man la yubali min aina
iktasaba al-mal lam yubali aina adkhalahu an-naar (barang siapa
tidak mempedulikan dari mana ia mengusahakan harta, maka
Allah tidak mempedulikan dari mana Dia memasukkannya ke
neraka (HR. Abu Manshur ad-Dailami).
Pengertian dan Tata Cara
Penyembelihan
Sembelih atau penyembelihan hewan adalah suatu
aktifitas, pekerjaan atau kegiatan menghilangkan nyawa
hewan atau binatang dengan memakai alat bantu atau
benda yang tajam ke arah urat leher saluran pernafasan
dan pencernaan. Agar binatang yang disembelih halal dan
boleh dimakan, penyembelihan hewan harus sesuai dengan
aturan agama islam. Jika binatang yang mau disembelih
masuk ke lubang yang sulit dijangkau maka diperbolehkan
melukai bagian mana saja asalkan mematikan binatang
tersebut.
Sebagai orang beriman, ada ketentuan yang harus
diikuti dalam menyembelih hewan ternak. Di antaranya
adalah Hadits Rasulullah saw yang bermakna:
“Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (kebaikan) pada
segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh hendaklah
kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian
menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam
menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian
menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang
disembelihnya.” (H.R. Muslim).
Alat-alat Benda Tajam dan Tumpul
yang Tidak Diperbolehkan untuk
Penyembelihan Hewan :
• Gigi
• Kuku
• Tulang
• Listrik / Disetrum
• Benda tumpul untuk memukul
• Panahan / busur dan anak panah
• Boomerang
• Sumpit
• Gada
• Palu / Martil, dan lain-lain
Syarat Sah Penyembelihan
Hewan :
• Hewan tidak haram dimakan (anjing,
hyena, kucing, babi, dan lain
sebagainya)
• Binatang masih hidup atau bukan
bangkai
• Disembelih secara islam dan
menyebut nama Allah SWT
• Penyembelihan sengaja dilakukan
secara sadar
Penyembelihan menurut
Syariat Islam
1. Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga
saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada
perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik
pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.
2. Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya
penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan
kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-
benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula
oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.
3. Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya
aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin
darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal
ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan
sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar
melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut,
grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level
(angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu
bahwa: “no feeling of pain at all!” (Tidak ada rasa sakit sama
sekali!).
4. Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh
Jenis – Jenis
Penyembelihan
A. Penyembelihan Hewan
Ternak
Kambing, sapi, dan kerbau adalah hewan ternak yang halal
dimakan asal disembelih dengan cara yang sesuai dengan
syariat Islam.
Jika hewan-hewan tersebut tidak disembelih ketentuan
syariat, hewan-hewan tersebut dihukumi sebagai bangkai
yang haram dimakan.
Tata Cara Penyembelihan
1. Alat yang diperlukan :
• A. Pisau atau pedang yang tajam.
• B. Benda lain setajam pisau yang bisa memotong urat
nadi leher seperti panah, peluru, tulang, potongan besi,
batu pipih dan lain-lain.
2. Cara menyembelih:
 Telentangkan hewan yang akan disembelih dengan
posisi menghadap kiblat.
 Bacalah basmalah dan dengan niat karena Allah
 Potonglah urat nadi leher hewan yang akan disembelih.
 Biarkan darah segar mengalir dari urat nadi leher
B. Akikah
Keluarga Muslim yang baru dikaruniai seorang anak baik laki-laki
maupun perempuan disunahkan untuk mengungkapkan rasa
syukurnya kepada Allah SWT. Caranya adalah menyembelih
kambing.
Rasulullah SAW bersabda: Anak yang lahir itu teergadai dengan
akikahnya sampai disembelih hewan sebagai tebusan akikah
tersbut pada hari ketujuh (dari kelahiran) , dicukur rambutnya ,
dan diberi nama
Hukum dan Syarat Akikah
– Hukum akikah adalah sunah muakkad bagi orang tua anak.
– Syarat-syarat dan ketentuan pembnagian daging hewan akikah
adalah sebagai berikut:
• Hewan yang disembelih adalah kambing atau biri-biri.
• Hewan yang disembelih harus sehat.
• Daging hewan akikah dibagi tiga, 1/3 bagian untuk dimakan
oleh yang berakikah, 1/3 untuk disedekahkan , dan 1/3
bagian dihadiahkan.
• Daging hewan akikah lebih utama dimasak terlebih dahulu
sebelum dibagikan.
Fungsi Akikah
Dengan demikian , akikah mempunyai fungsi
sebagai berikut:
1. Sebagai penebus gadai.
2. Sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.
3. Sebagai sedekah kepada sanak saudara,
tetangga , dan fakir miskin.
4. Mendekatkan diri kepada Allah SWT
5. Menjalin keakraban dengan tetangga dan handai
tolan
6. Menciptakan kehidupan yang serasi.
7. Menghidupkan sunah Rasul.
C. Kurban
Kurban menurut bahasa berasal dari kata qaraba-yaqrabu-
qurbanan yang berarti mendekat atau dekat.
Waktu penyembelihan hewan kurban yang utama adalah
pada hari raya Idul Adha setelah terbitnya matahari. Hukum
menyembelih hewan kurban adalah sunah muakkad.
Syarat Dan Pembagian Kurban
– Orang yang berkurban harus mampu menyedikan
hewan sembelihan dengan cara halal tanpa berhutang.
– Kurban harus binatang ternak seperti unta, sapi ,
kambing , atau biri-biri.
– Binatang yang disembelih tidak memiliki cacat , tidak
buta , tidak pincang , tidak sakit , dan kuping serta ekor
harus utuh.
Tata Cara Penyembelihan
Hewan Akikah Dan kurban
• Niat memotong hewan akikah/kurban karena
Allah SWT.
• Menyiapkan pisau atau golok (atau alat lain yang
dipakai untuk memotong) yang benar-benar
tajam.
• Megikat dengan kuat dan menghadpkan hewan
akikah/kurban ke arah kiblat.
• Membaca basmallah
• Membaca selawat atas Nabi Muhammad
• Membaca takbir
• Memotong hewan akikah/kurban.
• Membaca doa agar akikah/kurban diterima Allah.
Fungsi Akikah Dan Kurban
Dalam kehidupan
• Mendekatkan diri (taqarrub) kepada
Allah.
• Menghidupkan (melaksanakan)
sunah Rasulullah SAW.
• Menumbuhkan sikap kepedulian
sosial.
• Meningkatkan kesadaran diri untuk
memiliki jiwa berkorban di jalan
Allah.
SEKIAN PRESENTASI
KAMI

Wassalamualaikum
Warahmatuhlahi
Wabarakatuh