KATA PENGANTAR

esuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum 2010– 2014 telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014, sebagai dokumen perencanaan dan acuan penganggaran Kementerian Pekerjaan Umum untuk periode 5 (lima) tahun. Renstra Kementerian Pekerjaan Umum memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Pekerjaan Umum yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 - 2014 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 pada tanggal 20 Januari 2010. Selain itu, penyusunan Renstra Kementerian Pekerjaan Umum 2010–2014 juga mengacu pada arah kebijakan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005–2025 sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Mengingat dinamika perubahan lingkungan strategis yang demikian cepat, khususnya berkenaan dengan adanya ketentuan baru dalam pemograman dan penganggaran berdasarkan UndangUndang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengamanatkan penerapan secara penuh penganggaran berbasis kinerja, anggaran terpadu, dan kerangka pengeluaran jangka menengah, serta adanya penyesuaian struktur organisasi Kementerian sebagai konsekuensi dari implementasi ketentuan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka Renstra Kementerian Pekerjaan Umum 2010–2014, harus mengalami penyempurnaan dengan melakukan penajaman pada sasaran, outcome, kegiatan dan output. Dengan adanya perubahan Renstra Kementerian Pekerjaan Umum, selanjutnya seluruh Unit Organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum harus mengacu kepada dokumen Renstra perubahan dimaksud terutama dalam penyusunan Rencana Strategis Unit Organisasi masingmasing serta dalam penyusunan dokumen perencanaan dan pemograman di Satminkal Eselon I. Secara berjenjang dokumen Renstra ini juga kemudian harus dijabarkan lebih lanjut ke dalam Rencana Strategis atau dokumen Rencana Program masing-masing Unit Kerja Eselon I serta dokumen Rencana Kegiatan masing masing Unit Kerja Eselon II dan Balai. Dengan adanya sinkronisasi antar unit di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut, maka keseluruhan dokumen perencanaan akan dapat dipergunakan dalam penyusunan RENJA-KL dan RKA-KL Kementerian Pekerjaan Umum setiap tahun sampai dengan tahun 2014. Akhirnya, dengan segala upaya dari seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, kami berharap agar seluruh target sebagaimana ditetapkan dalam Renstra Kementerian Pekerjaan Umum ini dapat diimplementasikan untuk mensukseskan program Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, membuka kesempatan kerja lebih luas lagi, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus berkontribusi positif terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup.

S

MENTERI PEKERJAAN UMUM

DJOKO KIRMANTO

ii

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 23/PRT/M/2010 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI NOMOR: 02/PRT/M/2010

TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM TAHUN 2010-2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 - 2014 telah ditetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010 - 2014; b. bahwa dengan adanya perubahan struktur organisasi Kementerian Pekerjaan Umum berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 08/ PRT/M/2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104/PMK.02/2010 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2011, maka Peraturan Menteri PU Nomor 02/PRT/M/2010 perlu disesuaikan dan disempurnakan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri PU.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

iii

Mengingat

: 1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun; (Lembaran Negara Republik Indonesia 1985/75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3318) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi; (Lembaran Negara Republik Indonesia 1999/54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2002/134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2003/47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725)

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Persampahan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008/69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 69) 11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008/166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737)

12.

iv

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

13.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008/20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2010/152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5178) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 Tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum 2010-2014; Peraturan Menteri PU Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum; Peraturan Menteri PU Nomor 21 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja di Lingkungan Kementerian PU; Peraturan Menteri PU Nomor 22/PRT/M/2010 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104/PMK.02/2010 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2011; MEMUTUSKAN:

14.

15. 16. 17.

18. 19. 20. 21. 22.

23.

Menetapkan:

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI NOMOR 02/PRT/M/2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 2010 - 2014 Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/M/PRT/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014 diubah sebagai berikut:

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

v

indikator outcome. Program dan kegiatan yang dilengkapi dengan indikator output. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 5 Mengubah Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014. Fungsi dan Kewenangan serta Peran Kementerian Pekerjaan Umum. Ketentuan Pasal 2 diubah. (2). Rencana Program dan Rencana Kegiatan merupakan acuan untuk menyusun Renja Kementerian PU dan RKAK/L. Ketentuan Pasal 5 diubah.target capaian.1. Tugas. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 2 (1).2014 . sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. DJOKO KIRMANTO vi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pasal II Segala ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014 tetap berlaku. sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri ini. Kondisi dan Tantangan serta Kebijakan. Renstra Kementerian. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Desember 2010 MENTERI PEKERJAAN UMUM. Strategi. Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. dan indikator kinerja utama (IKU). Renstra Kementerian Pekerjaan Umum meliputi uraian tentang Mandat. Peraturan Menteri ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan. pendanaan. 2.

2014 vii .LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 23/PRT/M/2010 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI NOMOR : 02/PRT/M/2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PU 2010-2014 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

viii rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .

.3. . . . i iii BAB 1 PENDAHULUAN 1.2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . MISI DAN TUJUAN 3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . 1. . . . . .4. 3. .2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . . .1. . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . 1. . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . .1. . .4. . . . . . Tujuan Kementerian PU . . . . . . . . . . . . . . . Sasaran Kementerian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4. . . .4. . . . . . . . . .1. . . . . . . .1. . Strategi Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Antisipasi Terhadap Perubahan Iklim (Climate Change) . . . . . . . . . . . Sasaran Kementerian PU . . . . . . . . . . . 1 3 14 BAB 2 KONDISI DAN TANTANGAN 2. . 3.2.1. . . . . . . . . . . . . . . . . 3. Misi Kementerian PU . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Arah Kebijakan Nasional . . . . . . . Kondisi Umum . . . . . . . . 3. Tantangan dan Isu Strategis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sasaran Strategis. .DAFTAR ISI LAMPIRAN KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB 4 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 4. . . 17 29 BAB 3 VISI. . . . . Arahan RPJPN dan RPJMN Bidang PU . . . . . . Strategi Pengembangan Wilayah dan Dukungan Terhadap Lintas Sektor . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2. . . . . . . . . . . . . . . . . 2. . . . . . . . . . . . . Peran Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman . . . . . . . . . . . Visi Kementerian PU . . Fungsi dan Kewenangan . . . . . . . . . Mandat. .1. . . . . . . . . . . . .2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . .3 Umum . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4. . . . 4. .2014 ix . . . . . . . . . . . PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM . . . . . . . . . . . . . . . Kebijakan Umum Pembangunan Infrastruktur PU dan Permukiman . . . . . . . . Strategi . 63 70 73 75 75 79 53 54 55 56 56 57 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . . Tugas. . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3. . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3 Gambar 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2014 . . . . . . . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . Strategi Penataan Aparatur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Strategi Pembiayaan . Strategi Pengarusutamaan Jender . 109 130 140 BAB 6 PENUTUP Penutup. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2014 . . . . . 82 83 75 97 99 BAB 5 PROGRAM DAN KEGIATAN 5. . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Pendanaan . .2 Gambar 5. . . . . . . . . . . . . . . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (1) . . . . . 242 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. . . . . . . . .1 Gambar 5. .1. . . . . . . . . .4 Gambar 5. . . . . . . . . .2. . . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (3) . . . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . .1 Gambar 4. . . . . . . . . . . . Nomor 25 Tahun 2004) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2 Gambar 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (2) . .1 Gambar 4. . . . . . . Target Program Strategis Sub Bidang Infrastruktur Permukiman Sebagai Bagian Program 5 Tahun . .3 Program dan Kegiatan 2010 . .5. . . . . . . . . . .4. . . . . . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Strategi Peningkatan TURBINWAS . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana SDA Sebagai Bagian Program 5 Tahun . . . 1 73 74 112 113 114 115 116 x rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . .5 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kebijakan Operasional . . . . . Output Kegiatan. . . 5. . . . . . 4. . 5. . . . . . . .5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3. .6. . . Triple Track Strategy . . . . . . . . . . . . . . . . Peran Infrastruktur PU dan Permukiman dalam Pembangunan Nasional . . . . . . . . . .4.

. . . . Matriks Rencana Strategis Badan Penelitian Dan Pengembangan . . .1 Tabel 5. . .2 Tabel 4. . .2. . . . .1 Tabel 4. Sandingan Skenario Pendanaan Per Satminkal (Skenario 2b Moderat) dengan Revisi Pendanaan Per Satminkal Tahun 2010 – 2014 (dalam Triliun Rupiah) . Matriks Rencana Strategis Sekretariat Jenderal . . . . . . . . . . . . . . .3. .2014 xi . . . . . . . . . . . . Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang . . . Prediksi PDB dan Kebutuhan Investasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman Tahun 2010 – 2014 . . . . . . . . . . . .8 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . . . Rencana Proyek KPS Air Minum Tahun 2010 – 2016 . . . . . . . . . . . .3. . . . . . . . . . . . .3.3 Tabel 4.2 Tabel 5. Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya . . . . . . . . . . . . . .4 Tabel 5.3. .3 Tabel 5. .6 Tabel 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Rencana Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur . . .3. . . Skenario Pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010 – 2014 (Dalam Triliun Rupiah) . . . . . .3. . Rencana Pembangunan Jalan Tol Tahun 2010 – 2014 . . .3. . .3. . . . . . . .2 Tabel 5. . . . .DAFTAR TABEL Tabel 4. Kebutuhan Pendanaan Pembangunan 2010 . . . .2014 Kementerian PU Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air . . .7 Tabel 5. .5 Tabel 5. . . . . . . . . . Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga . . .2 Tabel 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Matriks Rencana Strategis Badan Pembinaan Konstruksi . . .4 Tabel 5. .1 Arahan Jangka Panjang Infrastruktur Bidang PU dan Permukiman . . . . .2. . 66 90 91 92 131 133 135 136 142 164 174 186 198 214 218 232 Tabel 5. . .1 Tabel 5. . Matriks Rencana Strategis Inspektorat Jenderal . .

2014 .xii rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

1 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU Nomor 25 Tahun 2004) 2 BULAN 3 BULAN RANCANGAN AKHIR RPJMN 2010 . MISI.1). PROGRAM PRESIDEN YANG TERPILIH RANCANGAN RPJMN 2010 MUSRENBANG NASIONAL KORD & KONS. Renstra memuat visi. PROGRAM PRESIDEN YANG TERPILIH R Pedoman VISI. tujuan. program.1. PROGRAM KEPALA DAERAH YANG TERPILIH Pedoman RANCANGAN AWAL RPJMD RANCANGAN RPJMD MUSRENBANG DAERAH RANCANGAN AKHIR RPJMD Pedoman RANCANGAN RENSTRA-SKPD Pedoman RENSTRA-SKPD rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . UMUM encana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum 2010–2014 disusun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasonal. strategi. yang merupakan dokumen perencanaan kementerian/lembaga untuk periode 5 (lima) tahun. yang mengamanatkan bahwa setiap Kementerian/Lembaga diwajibkan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang selanjutnya disebut Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra K/L). MISI. kebijakan. Gambar 1.1.2014 RJPN 2005 .2025 VISI. misi. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJM Nasional dan bersifat indikatif (lihat Gambar 1. Diperhatikan Diacu Pedoman RANCANGAN RENSTRA-KL 2010-2014 RENSTRA-KL RPJPD 2005-2025 VISI. MISI.2014 1 .

4. 2013. serta program dan kegiatan. Sesuai Undang-Undang tersebut Kementerian Pekerjaan Umum termasuk ke dalam kelompok kementerian dalam rangka menangani urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2112. Pemerintahan Daerah Provinsi. dan 2014. visi.I. telah ditetapkan secara lebih spesifik tentang mandat yang diberikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum yang terbagi ke dalam 2 (dua) bidang utama. 3. penetapan. Fungsi dari masing-masing Kementerian Negara adalah melakukan: 1. strategi penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya. 2011.Memasuki tahapan pelaksanaan pembangunan jangka panjang kedua (20102014). dan 5.2014 . PENDAHULUAN BAB 1 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian di daerah. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Penyusunan Renstra 2010–2014 ini. disamping berdasarkan pada tugas dan fungsi Kementerian. perumusan. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang dan Perpres tersebut Kementerian Negara mempunyai tugas menyelenggarakan urusan tertentu dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. misi. yaitu urusan bidang Pekerjaan Umum dan urusan bidang Penataan Ruang yang selanjutnya dibagi lagi ke dalam sub-sub bidang urusan. tatanan kementerian/lembaga telah memiliki landasan hukum yang kuat dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. 2. Terkait dengan tugas dan fungsi tersebut. tujuan dan sasaran Kementerian Pekerjaan Umum. Renstra Kementerian Pekerjaan Umum ini selanjutnya akan menjadi acuan dalam penyusunan rencana aksi masing-masing unit utama (satminkal) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum serta Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2010. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. selanjutnya di dalam Peraturan Pemerintah R. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya. juga berlandaskan pada pemetaan kondisi lingkungan serta isu-isu strategis yang terus berkembang serta mengacu pada arah kebijakan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014 maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025. Susunan Renstra 2010–2014 dimulai dengan pemaparan tentang kondisi dan tantangan penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman. Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah.

Adapun fungsi Kementerian PU dalam Perpres tersebut adalah: perumusan dan penetapan kebijakan nasional serta kebijakan teknis pelaksanaan di bidang pekerjaan umum. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Kementerian Pekerjaan Umum mempunyai kewenangan sebagai berikut: penetapan kebijakan di bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk mendukung pembangunan secara makro. pengaturan penetapan perjanjian atau persetujuan internasional yang disahkan atas nama negara di bidang pekerjaan umum dan permukiman. penetapan pedoman untuk menentukan standar pelayanan minimum yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten/kota di bidang pekerjaan umum dan permukiman. pelatihan. dan pelaksanaan kegiatan teknis bidang pekerjaan umum. tugas dan fungsinya.2014 3 . dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. jasa konstruksi. penetapan persyaratan akreditasi lembaga pendidikan dan sertifikasi tenaga profesional/ahli serta persyaratan jabatan di bidang pekerjaan umum dan permukiman. permukiman. permukiman.1. dan supervisi di bidang pekerjaan umum dan permukiman. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. penetapan kebijakan sistem informasi nasional di bidang pekerjaan umum dan permukiman. DAN KEWENANGAN erdasarkan Undang-Undang sektor ke-PU-an yang terdiri atas UndangUndang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. penanggulangan bencana yang berskala nasional di bidang pekerjaan umum dan permukiman. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan kementerian di daerah bidang pekerjaan umum. TUGAS. dan penataan ruang.2. dan penataan ruang. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. jasa konstruksi. penetapan kriteria penentuan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Kementerian Pekerjaan Umum sebagai salah satu Kementerian dalam Kabinet Indonesia Bersatu II yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan permukiman. pengaturan sistem lembaga perekonomian negara di bidang pekerjaan umum dan B PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pemberian pedoman/bimbingan. pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi kelembagaan. MANDAT. penetapan standar pemberian izin oleh daerah di bidang pekerjaan umum dan permukiman. penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman telah dimandatkan secara tegas oleh ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut dan peraturan pelaksanaannya yang menjadi turunan dari Undang-Undang di atas. arahan. dan penataan ruang yang berskala nasional. permukiman. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. penyusunan rencana nasional secara makro di bidang pekerjaan umum dan permukiman. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang pekerjaan umum. jasa konstruksi. FUNGSI. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. dan penataan ruang. Dalam menyelenggarakan mandat.

penetapan standar prasarana dan sarana wilayah di bidang sumber daya air dan jaringan jalan. dan pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan nasional serta prasarana dan sarana sumber daya air lintas provinsi atau yang strategis nasional sesuai dengan kesepakatan Daerah. PENDAHULUAN BAB 1 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengembangan.2014 . penetapan pedoman perizinan penyelenggaraan jalan bebas hambatan lintas provinsi. penetapan kebijakan dan pembinaan pengembangan bidang konstruksi nasional. penetapan kriteria penataan perwilayahan ekosistem daerah/ kawasan tangkapan air pada daerah aliran sungai dan pedoman pengelolaan sumber daya air. dan pengendalian pembangunan infrastruktur perumahan dan permukiman. penyelesaian perselisihan antarprovinsi di bidang pekerjaan umum dan permukiman. perencanaan makro dan pedoman pengelolaan sumber daya air lintas provinsi.permukiman. pengawasan. penyelenggaraan dan pemberian izin pengelolaan sumber daya air lintas provinsi. dan kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. penetapan persyaratan untuk penetapan status dan fungsi jalan. pengaturan dan penetapan status jalan nasional. penetapan standar prasarana dan sarana perkotaan dan pedesaan. penetapan standar prasarana dan sarana kawasan terbangun dan sistem manajemen konstruksi. penetapan standar pengembangan konstruksi bangunan sipil dan arsitektur. penetapan pedoman konservasi arsitektur bangunan dan pelestarian kawasan bangunan bersejarah serta pedoman teknis pengelolaan fisik gedung dan pengelolaan rumah negara. Kewenangan lain yang melekat tersebut adalah penetapan pedoman perencanaan.

Pemerintahan Daerah Provinsi. pembinaan. sedangkan aspek pembangunan akan lebih banyak bersifat sebagai stimulan. atau yang dapat ditugas-pembantuankan untuk kegiatan yang bersifat fisik. dan pengawasan (TURBINWAS). dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Sebagaimana telah digariskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . yang sebagian dapat didekonsentrasikan untuk kegiatan yang bersifat non fisik. Hal tersebut. Bina Marga.2014 5 . dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. maka Kementerian Pekerjaan Umum dalam periode 2010-2014 akan lebih banyak menangani aspek pengaturan.Kewenangan penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman saat ini sebagian berada di tingkat Nasional dan sebagian telah menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan bahwa bidang pekerjaan umum adalah salah satu urusan pemerintahan yang bersifat concurrent atau dilaksanakan bersama oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah. dalam penyelenggaraan kewenangan Pemerintah di bidang pekerjaan umum. terdapat urusan yang akan dilaksanakan sendiri. Dengan telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. khususnya untuk subbidang Sumber Daya Air. Pemerintahan Daerah Provinsi. dan bidang Penataan Ruang.

wilayah sungai lintas negara. meliputi 1) penetapan kebijakan nasional sumber daya air. Khusus sub bidang Cipta Karya. pemerintah provinsi. 6 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . yaitu urusan bidang Pekerjaan Umum dan urusan bidang Penataan Ruang yang selanjutnya dibagi lagi ke dalam sub-sub bidang urusan sesuai dengan lingkup TURBINBANGWAS yang secara lengkap adalah sebagai berikut. standar. Pemerintah Pusat melaksanakan tugas-tugas TURBINWAS dan yang bersifat concurrent atas permintaan daerah dalam upaya pencapaian sasaran pembangunan nasional dan Standar Pelayanan Minimum (SPM).2014 . 7) penetapan status daerah irigasi yang sudah dibangun yang menjadi wewenang dan tanggung jawab Pemerintah. 376/2004 jo 280/2006 (penetapan jalan nasional non-tol) dan Kepmen PU No. prosedur. wilayah sungai lintas negara. dan wadah koordinasi sumber daya air wilayah sungai strategis nasional. pengendalian dan pemanfaatan ruang kawasan sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. dan wilayah sungai strategis nasional. 5) pembentukan Dewan Sumber Daya Air Nasional. wadah koordinasi sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi. 4) penetapan dan pengelolaan kawasan lindung sumber air pada wilayah sungai lintas provinsi. 2) penetapan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. PENDAHULUAN BAB 1 Sub Bidang Sumber Daya Air  Pengaturan. dan kriteria (NSPK) pengelolaan sumber daya air. Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. dan pemerintah kabupaten/kota. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota mandat yang diberikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dibagi ke dalam 2 (dua) bidang utama. wilayah sungai lintas negara. dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). 3) penetapan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. 6) penetapan norma. dan wilayah sungai strategis nasional. dan wilayah sungai strategis nasional.369/2005 jo 280/2006 jo 360/2008 (penetapan jalan nasional tol dan rencana jalan strategis nasional).Kewenangan dalam aspek pembangunan terlihat antara lain pada penanganan jalan nasional yang telah ditetapkan statusnya oleh Menteri Pekerjaan Umum melalui Kepmen PU No.I. pada prinsipnya hampir semua lingkup tugas pelaksanaan pembangunan pada subbidang ini merupakan tanggung-jawab pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pemerintahan Daerah Provinsi. pengembangan/pembangunan/peningkatan/rehabilitasi/ pengelolaan/konservasi sumber daya air/jaringan irigasi/rawa/pengendalian banjir dan pengamanan pantai serta penyediaan dan pengelolaan air baku lintas provinsi/ negara/strategis nasional (Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air). dan 8) pengesahan pembentukan komisi irigasi antar provinsi. Mengacu kepada Peraturan Pemerintah R.

daerah irigasi lintas negara. dan daerah irigasi strategis nasional. Pembinaan. 4) penyelenggaraan sistem informasi sumber daya air tingkat nasional. 7) pemberdayaan para pemilik kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air tingkat pusat. 5) fasilitasi penyelesaian sengketa antar provinsi dalam pengelolaan sumber daya air.2014 7 . wilayah sungai lintas negara. 2) penetapan dan pemberian rekomendasi teknis atas penyediaan. dan wilayah sungai strategis nasional. 2) pendayagunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. 6) operasi. provinsi. wilayah sungai lintas negara. 4) pemberian bantuan teknis dalam pengelolaan sumber daya air kepada provinsi dan kabupaten/kota. dan wilayah sungai strategis nasional. dan ketertiban pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. danau. dan/atau pembongkaran bangunan dan/atau saluran irigasi pada jaringan irigasi primer dan sekunder dalam daerah irigasi lintas provinsi. kualitas. wilayah sungai lintas negara dan wilayah sungai strategis nasional. meliputi 1) konservasi sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. dan pengusahaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi.wilayah sungai lintas negara. efisiensi.  Pembangunan/Pengelolaan. PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . peruntukan. dan pengusahaan air tanah pada cekungan air tanah lintas provinsi dan cekungan air tanah lintas negara. daerah irigasi lintas negara. meliputi 1) penetapan dan pemberian izin atas penyediaan. dan daerah irigasi strategis nasional. penggunaan. dan kabupaten/kota. penggunaan.000 ha atau pada daerah irigasi lintas provinsi. pemeliharaan dan rehabilitasi sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah.  irigasi yang luasnya lebih dari 3. dan wilayah sungai strategis nasional. 6) pemberian izin pembangunan. 5) pembangunan dan peningkatan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi lintas provinsi. pemanfaatan. wilayah sungai lintas negara. wilayah sungai lintas negara. provinsi dan kabupaten/kota. dan daerah irigasi strategis nasional. 3) pengendalian daya rusak air yang berdampak skala nasional. dan 8) pemberdayaan kelembagaan sumber daya air tingkat pusat. peruntukan. dan wilayah sungai strategis nasional. meliputi pengawasan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. pemeliharaan dan rehabilitasi pada sungai. daerah irigasi lintas negara. waduk dan pantai pada wilayah sungai lintas provinsi.  Pengawasan dan Pengendalian. dan wilayah sungai strategis nasional. pengubahan. dan 7) Operasi. 3) menjaga efektivitas.

Sub Bidang Bina Marga  Pengaturan. antara lain evaluasi kinerja penyelenggaraan sistem drainase dan pengendali banjir secara nasional. antara lain pengawasan dan pengendalian pengembangan persampahan secara nasional. antara lain fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan operasionalisasi sistem drainase dan penanggulangan banjir lintas provinsi. Sub Bidang Persampahan  Pengaturan. antara lain fasilitasi penyelenggaraan dan pembiayaan pembangunan prasarana dan sarana persampahan secara nasional (lintas provinsi). Sub Bidang Drainase  Pengaturan. pelayanan. meliputi pengaturan jalan secara umum dan pengaturan jalan nasional serta pengaturan jalan tol. 8 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . antara lain fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan antarprovinsi.  Pembinaan.  Pembangunan dan Pengusahaan. meliputi pembinaan jalan secara umum dan jalan nasional.  Pengawasan. antara lain fasilitasi bantuan teknis pembangunan. pengembangan teknologi terapan di bidang jalan untuk jalan kabupaten/kota. pembinaan jalan tol yaitu penyusunan pedoman dan standar teknis.  Pengawasan. strategi nasional PENDAHULUAN BAB 1  Pembinaan.  Pembangunan. antara lain penetapan kebijakan dan pengembangan prasarana dan sarana persampahan.2014 . antara lain penetapan kebijakan dan strategi nasional dalam penyelenggaraan drainase dan pematusan genangan.  Pembinaan. meliputi pembangunan jalan nasional dan pengusahaan jalan tol. pemeliharaan dan pengelolaan drainase.  Pengawasan.  Pembangunan. pemberdayaan serta penelitian dan pengembangan. meliputi pengawasan jalan secara umum dan pengawasan jalan nasional.

 Pembangunan. antara lain fasilitasi bantuan teknis penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungan.Sub Bidang Air Minum  Pengaturan. strategis baik yang bersifat nasional maupun internasional.  Pembinaan. prosedur dan kriteria/bangunan gedung dan lingkungan.  Pengawasan. dan strategi nasional PENDAHULUAN  Pembinaan.  Pengawasan. antara lain penetapan peraturan perundang-undangan. serta gedung dan rumah negara. yang bersifat khusus. antara lain fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan antarprovinsi. antara lain fasilitasi penyelesaian permasalahan antarprovinsi yang bersifat khusus. dan standar teknis bangunan gedung dan lingkungannya. antara lain pengawasan terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan pengembangan SPAM secara nasional. baik yang bersifat nasional maupun internasional. antara lain pemberdayaan kepada pemerintah daerah dan penyelenggara bangunan gedung dan lingkungannya. antara lain fasilitasi pengembangan PS air limbah skala kota untuk kota-kota metropolitan dan kota besar dalam rangka kepentingan strategis nasional. Sub Bidang Air Limbah  Pengaturan.  Pengawasan.  Pembangunan. antara lain penetapan pengembangan pelayanan air minum. antara lain pengendalian dan pengawasan atas penyelenggaraan pengembangan prasarana dan sarana air limbah. norma. strategis. antara lain penetapan kebijakan pengembangan prasarana dan sarana air limbah. Sub Bidang Bangunan Gedung dan Lingkungan  Pengaturan.2014 9 . kebijakan dan strategi nasional  Pembinaan. antara lain pengawasan secara nasional terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan. standar. BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . antara lain fasilitasi pemenuhan kebutuhan air baku untuk kebutuhan pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) secara nasional.  Pembangunan. pedoman.

antara lain penetapan kebijakan nasional tentang penanggulangan permukiman kumuh perkotaan dan nelayan.  Pengawasan. peningkatan kapasitas daerah dalam  Pembangunan. terdiri dari:  Pengaturan. Permukiman Kumuh/Nelayan. terdiri dari:  Pengaturan. antara lain penetapan kebijakan pembangunan kawasan strategis nasional. antara lain pengawasan dan pengendalian kebijakan nasional penyelenggaraan Kasiba dan Lisiba.  Pembangunan. antara lain melaksanakan pengawasan dan pengendalian penanganan permukiman kumuh nasional. antara lain fasilitasi peningkatan kapasitas daerah dalam pembangunan kawasan strategis nasional. antara lain fasilitasi program penanganan permukiman kumuh bagi lokasi yang strategis secara nasional.  Pembinaan. yaitu fasilitasi peningkatan kapasitas daerah dalam pembangunan dalam penanganan permukiman kumuh secara nasional (bantuan teknis).  Pengawasan. antara lain penetapan kebijakan teknis Kasiba dan Lisiba nasional.Sub Bidang Permukiman Kawasan Siap Bangun (Kasiba) dan Lingkungan Siap Bangun (Lisiba) yang berdiri sendiri. yaitu fasilitasi penyelenggaraan pembangunan kawasan strategis nasional. terdiri dari:  Pengaturan. 10 PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Pembinaan. antara lain pengawasan dan pengendalian pembangunan kawasan strategis nasional.  Pembangunan. Pembangunan Kawasan.  Pengawasan.  Pembinaan. antara lain fasilitasi pembangunan Kasiba dan Lisiba.2014 . antara lain fasilitasi penyelenggaraan pembangunan Kasiba dan Lisiba strategis nasional.

 Penetapan kawasan strategis nasional. antara lain fasilitasi perencanaan program pembangunan PS perkotaan dan perdesaan jangka panjang dan jangka menengah. Prosedur dan Kriteria (NSPK) bidang penataan ruang.  Penetapan Norma.  Penetapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang penataan ruang.  Pembangunan.2014 11 BAB 1 .  Pemberdayaan.  Pengawasan. termasuk upaya mendorong kemitraan fungsional sinergis. antara lain penetapan kebijakan dan strategi nasional pembangunan perkotaan dan perdesaan. antara lain penetapan dan penerapan kebijakan nasional pengembangan usaha. Sub Bidang Jasa Konstruksi  Pengaturan.  Pembinaan. yang menjadi mandat Kementerian Pekerjaan Umum terdiri dari: PENDAHULUAN Sub Bidang Pengaturan.Sub Bidang Perkotaan dan Pedesaan  Pengaturan.  Penetapan kriteria penentuan dan kriteria perubahan fungsi ruang suatu kawasan yang berskala besar dan berdampak penting dalam rangka penyelenggaraan penataan ruang. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . meliputi:  Penetapan peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang. Sub bidang dalam bidang Penataan Ruang. antara lain pengawasan dan pengendalian program pembangunan dan pengelolaan kawasan perkotaan dan perdesaan secara nasional. antara lain fasilitasi peningkatan kapasitas manajemen pembangunan dan pengelolaan Prasarana dan Sarana (PS) perkotaan dan pedesaan tingkat nasional.  Pengawasan. antara lain pemberdayaan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional serta asosiasi badan usaha dan profesi tingkat nasional.  Penetapan penataan ruang perairan di luar 12 (dua belas) mil dari garis pantai. antara lain pengawasan guna tertib usaha mengenai persyaratan perizinan dan ketentuan ketenagakerjaan.  Penetapan kawasan-kawasan andalan. Standar.

 Sosialisasi NSPK bidang penataan ruang. neraca penatagunaan sumberdaya alam lainnya. supervisi.  Penyebarluasan informasi penataan ruang kepada masyarakat. neraca penatagunaan sumber daya air. neraca penatagunaan udara. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Sosialisasi SPM bidang penataan ruang.  Pendidikan dan pelatihan. serta fasilitasi dan koordinasi antar provinsi. meliputi:  Koordinasi penyelenggaraan penataan ruang pada semua tingkatan wilayah.  Pemberian bimbingan. masyarakat dan dunia usaha.Sub Bidang Pembinaan.  Penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional.2014 .  Koordinasi dan fasilitasi penataan ruang lintas provinsi.  Pengembangan sistem informasi dan komunikasi penataan ruang nasional.  Penelitian dan pengembangan.  Penetapan rencana detail tata ruang untuk RTRWN.  Pengembangan kesadaran dan tanggungjawab masyarakat. meliputi: Perencanaan Tata Ruang  Penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). Pemanfaatan Ruang  Penyusunan program dan anggaran nasional di bidang penataan ruang. 12 PENDAHULUAN BAB 1 Sub Bidang Pembangunan.  Pemanfaatan kawasan strategis nasional.  Penyusunan neraca penatagunaan tanah.  Pembinaan penataan ruang untuk lintas provinsi.  Pemanfaatan kawasan andalan sebagai bagian dari RTRWN  Pemanfaatan investasi di kawasan andalan dan kawasan strategis nasional serta kawasan lintas provinsi bekerjasama dengan pemerintah daerah.  Pemanfaatan SPM di bidang penataan ruang. dan konsultasi pelaksanaan penataan ruang terhadap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

 Fasilitasi penyelesaian perselisihan dalam pelaksanaan penataan antara provinsi dengan kabupaten/kota.2014 13 BAB 1 .  Pembatalan izin pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan RTRWN.  Pengambilalihan kewenangan pemerintah provinsi dalam hal pemerintah provinsi tidak dapat memenuhi SPM di bidang penataan ruang. Pengendalian Pemanfaatan Ruang  Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional termasuk lintas provinsi.  Perumusan program sektoral dalam rangka perwujudan struktur dan pola pemanfaatan ruang wilayah nasional dan kawasan strategis nasional. Perumusan kebijakan strategis operasionalisasi RTRWN dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional. meliputi:  Pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang di wilayah nasional.  Penyusunan peraturan zonasi sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang nasional.  Pelaksanaan pembangunan sesuai program pemanfaatan ruang wilayah nasional dan kawasan strategis nasional.  Pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang di wilayah kabupaten/ kota.  Pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional.  Pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang di wilayah provinsi. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Pemberian izin pemanfaatan ruang yang sesuai dengan RTRWN.  Pemberian pertimbangan atau penyelesaian permasalahan penataan ruang yang tidak dapat diselesaikan pada tingkat provinsi. PENDAHULUAN Sub Bidang Pengawasan.

1. berbagai multiplier ekonomi dapat dibangkitkan melalui kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur.3. M 14 PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman karenanya berperan sebagai stimulan dalam mendukung perkembangan ekonomi wilayah yang signifikan. Bagi Indonesia. Salah satu faktor yang menentukan daya saing nasional adalah ketersediaan dan kualitas infrastrukturnya. Oleh karenanya. karena semenjak tahap konstruksi telah dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekaligus menggerakkan sektor riil. Dapat dikatakan bahwa posisi dan peran suatu bangsa dalam konstelasi perekonomian dunia akan banyak ditentukan oleh daya saingnya secara relatif terhadap bangsa lain. yaitu: a) meningkatkan pertumbuhan ekonomi. infrastruktur merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing di dunia internasional. jasa keuangan dan manufaktur. Semakin baik daya saing suatu bangsa maka semakin diperhitungkan pula peran dan posisi bangsa tersebut serta semakin besar peluang untuk menarik investasi asing. maka hal tersebut diyakini dapat membantu mengurangi masalah kemiskinan. termasuk kaitannya dengan pencapaian sasaran-sasaran Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 mendatang. disamping sektor lain seperti minyak dan gas bumi. industri.2014 . pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada dasarnya dimaksudkan untuk mencapai 3 (tiga) strategic goals. kelautan dan perikanan. yang pada gilirannya akan menjadi modal penting dalam mewujudkan berbagai tujuan dan sasaran pembangunan nasional. Indonesia dan seluruh negara di dunia memasuki era kompetisi antar-negara yang ketat. mengatasi persoalan kesenjangan antar-kawasan maupun antar-wilayah. Dengan demikian. Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang telah terbangun tersebut pada akhirnya juga akan dapat memperbaiki kualitas permukiman. Sementara pada masa layanan. infrastruktur PU dan permukiman juga berperan sebagai pendukung kelancaran kegiatan sektor pembangunan lainnya antara lain sektor pertanian. Melalui kebijakan dan komitmen pembangunan infrastruktur yang tepat. PERAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN emasuki era milenium ketiga dewasa ini. dan mengurangi tekanan urbanisasi yang secara keseluruhan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu. upaya pembangunan infrastruktur perlu direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan suatu wilayah. b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat. memperkuat ketahanan pangan. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman mempunyai manfaat langsung untuk peningkatan taraf hidup masyarakat dan kualitas lingkungan.

tetapi juga harus berkualitas supaya mampu menciptakan dan membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan ekonomi (economic gains). Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman juga harus selaras dan bersinergi dengan sektor-sektor lainnya sehingga mampu mendukung pengembangan wilayah dan permukiman dalam rangka perwujudan dan pemantapan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). dan pertanian guna mendukung ketahanan pangan. menghadirkan keuntungan sosial (social benefits).Perwujudan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman tersebut terlihat melalui: (i) Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang berperan untuk mendukung distribusi lalu-lintas barang dan manusia maupun pembentuk struktur ruang wilayah. (ii) Infrastuktur sumber daya air yang berperan dalam penyimpanan dan pendistribusian air untuk keperluan domestik (rumah tangga). serta pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air. dan pelaksanaan konservasi sumber daya air. Seluruh penyediaan infrastruktur tersebut diselenggarakan berbasiskan penataan ruang. Oleh karenanya.2014 15 PENDAHULUAN BAB 1 . industri. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pembangunan infrastruktur bukan hanya harus benar-benar dirancang dan diimplementasikan secara sistematis. meningkatkan layanan publik (public services). dan (iii) Infrastruktur permukiman yang berperan dalam menyediakan pelayanan air minum dan sanitasi lingkungan. infrastruktur permukiman di perkotaan dan perdesaan dan revitalisasi kawasan serta pengembangan kawasan agropolitan. serta meningkatan partisipasi politik (political participation) di segenap lapisan masyarakat.

KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .

2 juta ha jaringan sawah beririgasi yang sudah terbangun seluruhnya berfungsi. Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berada di wilayah sungai Bengawan Solo. tercatat mencapai lebih kurang 18%. K 17 . kondisi debit sungai yang airnya digunakan untuk kebutuhan irigasi sangat fluktuatif antara musim hujan dan musim kemarau. terjadi perluasan dampak kerusakan akibat banjir dan kekeringan (seperti banjir di wilayah Jabodetabek. Waduk Jatiluhur. Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) belum optimal dalam mendukung pencapaian kinerja pembangunan bidang pekerjaan umum secara keseluruhan. Berkembangnya daerah permukiman dan industri telah menurunkan area resapan air dan mengancam kapasitas lingkungan dalam menyediakan air. Kondisi ini juga diperparah oleh kualitas operasi dan pemeliharaan yang rendah. KONDISI UMUM ondisi infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman saat ini menunjukkan tingkat yang beragam. Keandalan penyediaan air baku juga berkurang akibat menurunnya fungsi dan kapasitas tampungan air (seperti Waduk Gajahmungkur. Seluas 7. bencana alam dan kurang optimalnya kegiatan operasi dan pemeliharaan di samping rendahnya keterlibatan petani dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan jaringan irigasi. dan kekeringan di NTB dan NTT). seperti kinerja layanan jaringan irigasi yang ada dalam mendukung pemenuhan produksi pangan.2. Selain itu juga terdapat fenomena meluasnya kerusakan pantai akibat abrasi yang mengancam keberadaan permukiman dan pusat-pusat perekonomian di sekitarnya. Selain itu.1. Dalam hal potensi daya rusak air. masih ada kerusakan jaringan irigasi. dan Waduk Mrica). Akses terhadap air baku untuk rumah tangga dan industri yang masih rendah memicu eksplorasi air tanah yang berlebihan (misalnya di Jakarta Utara) sehingga menyebabkan land subsidence dan intrusi air laut. Menurunnya fungsi jaringan irigasi (termasuk rawa) disebabkan oleh tingginya tingkat kerusakan karena umur konstruksi. yang banyak terjadi di daerah irigasi yang potensial menyumbang pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Namun demikian.

rusak ringan 11 %. swasta mulai ikut dalam investasi jalan tol dan telah membangun jalan tol sepanjang 203. tercatat kondisi jalan mantap mencapai 83.2014 . rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan rusak berat 3. Panjang jalan tol tidak mengalami pertumbuhan signifikan sejak dioperasikannya jalan tol pertama tahun 1978 (Jalan Tol Jagorawi sepanjang 59 km). rusak ringan 13. serta belum intensnya dukungan Pemerintah Daerah dalam pengembangan jaringan jalan tol. jalan tol yang telah beroperasi baru mencapai 697. Sampai akhir tahun 2009. Sedangkan kinerja kondisi jalan nasional mantap pada tahun 2009 adalah sebesar 89 %. sanitasi.43 %. Sejak tahun 1987.681 km. Untuk jalan provinsi. total panjang jalan adalah 48.628 km.12 km.34 %. dan rusak berat 0 %. Infrastruktur bidang Cipta Karya yang mencakup sub bidang air minum.23 % (2008).185 Km. dari panjang jalan nasional yang sampai saat ini telah mencapai 34. pengembangan permukiman. Sejumlah kendala investasi jalan tol memang masih terus menghambat yaitu masalah pembebasan tanah.30 km. dan penataan bangunan dan lingkungan menunjukkan pula kondisi yang beragam. sedangkan total panjang jalan kabupaten adalah 288.18 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 Untuk infrastruktur jalan. sumber pembiayaan.

4.Untuk sub bidang air minum. Demikian halnya dengan utang PDAM yang dikategorikan sehat juga dihapus melalui skema debt to swap investment yang mencapai Rp.2014 19 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . 1.4 triliun. pada periode 2005-2009 telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Sistem Penyediaan Air Minum sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Ini berarti hanya 79 PDAM yang sehat.3 triliun terpaksa dihapuskan. 3. sehingga sistem penyediaan air minum yang efektif dan berkesinambungan telah memiliki rujukan strategis yang jelas. sekitar 70% kondisinya masih tidak sehat. termasuk diantaranya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (KSNP-SPAM). utang non pokok PDAM yang dinyatakan sakit yang mencapai Rp. Dalam sub bidang ini upaya pembinaan terhadap PDAM belum memperlihatkan hasil yang signifikan seperti tergambar dari 340 PDAM.1 triliun. Dalam pelaksanaannya telah dirumuskan Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat. sehingga pada tahun 2008. Sementara kinerja pengelolaan air minum dengan target penurunan angka kebocoran secara nasional baru pada kisaran 6-7% sehingga masih rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Dengan demikian. jumlah keseluruhan hutang yang dihapus mencapai Rp.

menurut laporan regional terakhir mengenai status pencapaian MDGs untuk kawasan perdesaan. khususnya pada penyediaan prasarana air minum di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Hal ini terlihat dari jumlah TPA di seluruh Indonesia yang mencapai 378 buah 20 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .09 juta jiwa). termasuk kualitas air minum PDAM yang masih belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Secara total target tingkat pelayanan air minum saat ini belum mampu terpenuhi. Pada subbidang persampahan. sehingga cakupan pelayanan air minum perpipaan nasional menjadi sebesar 20%.2% (2006). Pada akhir tahun 2009 pelayanan air minum perkotaan baru mencapai 45% dan perdesaan 10%. Demikian juga halnya dengan keterlibatan swasta hingga tahun 2009 masih tergolong rendah. menjadi 11. pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih rendah. Prosentase cakupan pelayanan air minum perkotaan dalam RPJMN 20052009 ditargetkan sebesar 66% sedangkan perdesaan mencapai 30%.55% di tahun 2009 (15.4% (2000) dan 57. Sementara upaya meningkatkan kinerja TPA yang berwawasan lingkungan di kota metro/besar sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. menjadi 43.2% (1994).diperlukan upaya keras untuk mencapai angka 20% yang ditargetkan sebagai angka kebocoran secara nasional oleh RPJMN 2005-2009. Di sisi lain. Di tahun 2009 cakupan pelayanan air minum di perkotaan meningkat menjadi 47.5 juta jiwa) dari 41% di tahun 2004 (34.23% (44.2014 . akses masyarakat terhadap sistem pelayanan air bersih nonperpipaan meningkat dari 38.36 juta jiwa) sementara di perdesaan telah meningkat dari 8% di tahun 2004 (melayani 10.2 juta jiwa).

99 Ha.dengan luas 1.34% rumah tangga masih membuang sampah ke kali/selokan yang menyebabkan mampatnya saluran drainase. 15. sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa sampai saat ini sampah belum dikelola menggunakan pendekatan yang ramah lingkungan. Di sisi lain banyak dijumpai pula bahwa fungsi saluran drainase tidak tegas apakah untuk mengalirkan kelebihan air permukaan atau rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Reuse. Upaya untuk mengurangi kuantitas sampah sebesar 20% pada periode 2004–2009 juga masih belum menunjukkan hasil yang signifikan. sebanyak 80.2014 21 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . masih di bawah target RPJMN (75% pada 2009) dan MDGs (70% pada 2015). Demikian juga halnya dengan infrastruktur pengelolaan persampahan yang ada ternyata tidak sebanding dengan kenaikan timbunan sampah yang meningkat 2–4% per tahun.6% masih menerapkan metode open dumping. sedangkan di sisi yang lain percontohan program 3R (Reduce. Berdasarkan data Survai Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2007 sebanyak 11. Secara keseluruhan sampai saat ini prosentase sistem pengelolaan persampahan telah mencapai 54%.8% yang menerapkan metode sanitary landfill.886.5% menggunakan metode controlled lanfill dan hanya 2. Namun demikian telah dibangun TPA berbasis Clean Development Mechanism di 2 (dua) lokasi dan sedang dalam tahap persiapan di 11 lokasi lainnya. Recycle) saat ini masih terbatas di 80 kawasan.

86% rumah tangga melakukan praktik pembuangan tinja tidak aman (di kolam/sawah.69%. banyaknya rumah tangga yang menggunakan tangki septik (praktek pembuangan tinja aman) sebesar 49. mengalir sangat lambat mencapai 10. yaitu di perkotaan 9.50% di perkotaan dan 67.2014 . Tercatat dari data tahun 2007.09 %. digunakan sesuai dengan peruntukannya. jumlah keluarga yang memiliki akses terhadap sarana sanitasi dasar meningkat dari 52. pada tahun 2007 akses sanitasi layak nasional mencapai 69. serta pendataan Peraturan Daerah (Perda) terkait bangunan gedung di 468 kabupaten/kota pada 33 provinsi. lubang tanah.06% di perkotaan dan 32.13%. Untuk penanganan bangunan gedung dan lingkungan.8% pada tahun 2007 di kawasan perkotaan.744 orang di 468 kabupaten/ kota.5% pada tahun 2004 menjadi 81.76% dan di perdesaan 66.juga berfungsi sebagai saluran air limbah. Sementara itu data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007 tentang Klasifikasi Rumah Tangga Menurut Keadaan Air Got/Selokan di Sekitar Rumah menunjukkan bahwa keadaan air got lancar baru mencapai 53. dan sesuai dengan standar kesehatan maupun standar teknis yang telah ditetapkan.84%. pendataan kinerja pemerintah daerah di 43 kabupaten/kota pada 8 (delapan) provinsi. serta yang tidak ada got mencapai 32.5% pada tahun 2015. Saat ini 77. Namun pencapaian tersebut masih sebatas pada akses ke jamban dan toilet saja. berdasarkan Laporan MDGs.47% di perdesaan. Kondisi saat ini juga mencatat telah tersusunnya perda tentang bangunan gedung di 15 kabupaten/kota dan 1 provinsi (Bali) dan telah dilakukan fasilitasi terhadap 221 22 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . telah diupayakan peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah melalui kegiatan sosialisasi/ diseminasi peraturan bidang bangunan gedung dan lingkungan sebanyak 5 (lima) kali di setiap provinsi dengan target 468 kabupaten/kota.68%.37%.98% dan di perdesaan 3. yaitu di perkotaan 3.2% pada tahun 2004 menjadi 60% pada tahun 2007. yaitu 71. Ini berarti bahwa angka tersebut telah melampaui target Millennium Development Goals (MDGs) sebesar 65. yaitu di perkotaan 43. sungai/danau/laut.83%.00% di perdesaan). Sementara untuk kawasan perdesaan.15% penduduk nasional sudah memiliki akses terhadap prasarana dan sarana sanitasi (90.30 % dan di perdesaan 12.63%.96% dan di perdesaan 17. pelatihan tenaga pendata harga dan keselamatan bangunan sebanyak 3. pendataan dan pembinaan kelembagaan terkait bangunan gedung di 468 kabupaten/kota pada 33 provinsi. Sedangkan sisanya 50. Prosentase aksesibilitas jumlah keluarga terhadap sarana sanitasi dasar telah meningkat dari 77. pantai/kebun) dengan prosentase di perkotaan 28. Dalam penanganan air limbah secara nasional pada periode 2004–2009.3%.93% dan di perdesaan mencapai 67. belum pada akses fasilitas sanitasi yang berkualitas dengan kriteria fasilitas tersebut masih berfungsi dengan baik.86%.54%. yaitu di perkotaan 42. Dari kondisi secara keseluruhan saat ini prosentase pelayanan air limbah perkotaan terpusat baru sebesar 1% dan prosentase sistem pelayanan air limbah berbasis masyarakat telah dilakukan di 409 lokasi. keadaan tergenang 3.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . revitalisasi kawasan/bangunan bersejarah dan tradisional telah ditangani pada 297 kawasan di 137 kabupaten/kota. (4) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan Gedung.kabupaten/kota. telah disusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) di 203 kawasan pada 148 kabupaten/kota. (3) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. (2) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK) di 59 kabupaten/kota. diantaranya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 yang merupakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. dalam kurun waktu lima tahun (2005-2009) sejumlah peraturan mengenai bangunan gedung dan penataan lingkungan telah berhasil diselesaikan. (5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 25/PRT/M/2007 tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung. sistem ruang terbuka hijau telah ditangani di 150 kawasan di 33 kabupaten/kota. Disamping itu telah diterbitkan pula berbagai NSPK untuk bangunan gedung yang meliputi: (1) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.2014 23 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Selain itu. dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nelayan di 748 kawasan atau melebihi target Renstra 2005-2009 yang menetapkan 733 kawasan. Selain itu.

5% per tahun hingga tahun 2020.15 juta unit rumah yang perlu difasilitasi.000 unit per tahun. Di sisi lain sampai saat ini tingkat pemenuhan kebutuhan rumah masih menjadi permasalahan serius. pada akhir tahun 2014 diperkirakan lebih dari separuh penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan sebagai akibat laju urbanisasi yang mencapai 4. Jumlah rumah saat ini hanya 51 juta unit. Pembangunan/ pengembangan unit baru diharapkan akan meningkat sebesar 2.3 juta unit rumah pada tahun 2000 menjadi sebesar 7. Terdapat backlog pembangunan perumahan yang terus meningkat dari 4. Saat ini pembangunan/ pengembangan rumah baru mencapai 600.9 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Untuk pembangunan unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dalam rangka penataan kawasan kumuh di perkotaan mencapai 18. Proses ini 24 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 unit (2009) dari 200 unit di tahun 2005.4 juta unit rumah pada akhir tahun 2009. Sementara itu. rata-rata setiap tahun terdapat 1. Dari jumlah tersebut hanya 17 juta rumah tergolong layak huni dan 34 juta masih tergolong tidak layak huni yang terbagi sebanyak 40% di perdesaan dan 60% di perkotaan. Diperkirakan sampai dengan tahun 2020.dan (5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2007 tentang Pedoman Tim Ahli Bangunan Gedung. Sementera itu.000 unit rumah.4% per tahun dan secara terus menerus telah melahirkan dynamic phenomenon of urbanization. Sementara itu berdasarkan data SUSENAS tahun 2007 masih terdapat 5.2014 . setiap tahun terjadi penambahan kebutuhan rumah akibat penambahan keluarga baru rata-rata sekitar 820.

Di sisi lain seiring dengan otonomi daerah (kota) yang semakin menguat membawa dampak pula pada “egoisme kedaerahan” yang semakin tinggi dan disertai kekuatan-kekuatan pasar (swasta) yang terus memperlihatkan dominasinya sehingga membawa dampak pada kecenderungan perkembangan dan pola penyebaran permukiman yang semakin sulit diantisipasi. Target pencapaian pembangunan perdesaan potensial melalui agropolitan pada tahun 2005-2009 adalah 347 kawasan.800 ha pada akhir tahun 2009. Di sisi lain.000 ha pada tahun 2004 menjadi 57. Selama periode pelaksanaan pembangunan tahun 2005–2009 sejumlah hasil penting dalam bidang penataan ruang telah dicapai. Namun demikian. dan perencanaan pengembangan kawasan permukiman baik skala kawasan maupun perkotaan belum mencapai sasaran yang diharapkan.2014 25 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Luas kawasan permukiman kumuh yang mencapai 54. baik dalam hal jumlah penduduk maupun besaran wilayah. penanganan kawasan tertinggal. antara lain dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).berakibat pada semakin besarnya suatu kawasan perkotaan. kondisi pada bidang penataan ruang rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . namun baru tercapai pada 325 kawasan. pengembangan desa potensial melalui agropolitan.

Pada tahun 2009. Peningkatan jumlah badan usaha tersebut ternyata belum diikuti dengan 26 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Berdasarkan Status Penyusunan RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota sampai dengan Bulan Oktober 2009. dari 92 kota dan 5 (lima) kota administrasi di Indonesia sebanyak 15 kota (15%) belum melakukan revisi 65 kota (67%) telah melakukan revisi terhadap RTRWnya. konteks messo (usaha dan pengusahaan konstruksi). 14 kabupaten (4%) sedang dalam proses persetujuan substansi dan 7 kabupaten (1%) telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri PU. 267 kabupaten (67%) sedang melakukan revisi RTRW.yang ditemui sampai saat ini masih cukup memprihatinkan. 81 kabupaten (20%) belum melakukan revisi RTRWnya.439 juta orang atau 5. serta konteks makro (kerjasama. dari total 33 provinsi. khususnya dalam pelaksanaan pemanfaatan Rencana Tata Ruang (RTR).260 badan usaha konstruksi. 6 kota (6%) sedang dalam proses persetujuan substansi. tercatat sejumlah 145. PDB yang disumbangkan oleh sektor konstruksi tercatat sebesar Rp. sehingga terjadi inkonsistensi dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang akibat lemahnya pengendalian dan penegakan hukum di bidang penataan ruang.9% dari PDB nasional. 9 kota (9%) sedang dalam proses rekomendasi Gubernur. Implementasi kebijakan pembinaan jasa konstruksi selama 8 tahun terakhir. Kegiatan pembangunan saat ini masih lebih fokus pada perencanaan. tenaga kerja yang dapat diserap pada tahun 2009 tercatat berjumlah 5.2014 . 555 trilyun.3% dari tenaga kerja nasional dengan tingkat produktivitas 13 orang per milyar rupiah (atas dasar harga berlaku). Sementara itu di tingkat kota. 30 kabupaten (8%) sedang dalam proses rekomendasi Gubernur. 7 provinsi (21%) telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri PU. 11 provinsi (33%) diantaranya sedang melakukan revisi dan 15 provinsi (46%) sedang dalam proses persetujuan substansi. dalam konteks mikro (tata kelola kepemerintahan yang baik). Di tingkat kabupaten. persaingan global dan liberalisasi jasa konstruksi) belum mencapai sasaran sebagaimana diamanatkan dalam UU 18/1999. kabupaten dan kota yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang untuk melakukan penyesuaian RTRW-nya. sektor konstruksi nasional berhasil menempati urutan ke enam dari sembilan sektor utama penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. dan 3 kota (3%) telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri PU. Dalam konteks makro. Hal ini mengingat masih sering terjadinya pembangunan pada suatu wilayah tanpa mengikuti RTR. Sampai dengan tahun 2009. dari total 400 kabupaten dan 1 (satu) kabupaten administrasi yang ada di Indonesia. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang. yang merupakan 9. saat ini dari 530 wilayah provinsi. Sementara itu.

kegagalan konstruksi. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sebagai representasi dari masyarakat jasa konstruksi dalam pengembangan jasa konstruksi belum dapat melaksanakan seluruh tugas yang diamanahkan dalam UndangUndang Jasa Konstruksi (UUJK) Nomor 18 Tahun 1999. dan lingkungan. sulitnya akses ke permodalan. Bidang jasa konstruksi saat ini masih menghadapi berbagai permasalahan seputar lemahnya penguasaan teknologi. serta masih kerap terjadi kegagalan bangunan. Sebagian besar dari sumber daya yang ada masih terfokus pada penyelenggaraan registerasi badan usaha dan tenaga kerja konstruksi. dan mutu konstruksi yang belum sesuai standar. Undang-undang No. Sementara itu. sedangkan 60% lainnya dikuasai oleh pelaku jasa konstruksi asing yang jumlahnya hanya 10 %. ketepatan waktu pelaksanaan. Pelaksanaan tugas-tugas lain. pembinaan jasa konstruksi lebih dianggap sebagai bagian dari tanggungjawab Kementerian Pekerjaan Umum dan bukan menjadi tanggungjawab semua instansi terkait. pada umumnya pangsa pasar pekerjaan konstruksi yang berteknologi tinggi belum sepenuhnya dapat dikuasai oleh usaha jasa konstruksi nasional. dalam pemenuhan kewajibannya serta pemenuhan terhadap ketentuan yang terkait dengan aspek keamanan. Kesadaran hukum dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi masih perlu ditingkatkan. termasuk kepatuhan para pihak.2014 27 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi masih dipandang secara sempit sebagai undang-undang bidang pekerjaan umum. Dengan tingkat kualifikasi dan kinerja tersebut. dan efisiensi pemanfaatan sumber daya manusia. yakni pengguna jasa dan penyedia jasa. Hal ini tercermin pada mutu produk. kesehatan. Sehingga. Dari seluruh pangsa pasar jasa konstruksi Indonesia (100%). modal. agar dapat mewujudkan bangunan yang berkualitas dan mampu berfungsi sebagaimana yang direncanakan. Asosiasi jasa konstruksi. asosiasi jasa konstruksi belum dapat berperan sebagai motor penggerak peningkatan kompetensi dan daya saing para anggotanya. keselamatan. pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi serta arbitrase dan mediasi masih sangat terbatas. Sementara itu. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . hanya 40% yang dikuasai oleh pelaku jasa konstruksi nasional yang jumlahnya 90 %. Sehingga. Kondisi tersebut di antaranya disebabkan oleh persyaratan usaha serta persyaratan kualifikasi tenaga kerja terampil dan ahli yang belum diatur sebagaimana mestinya untuk mewujudkan badan usaha konstruksi yang profesional dan dapat diandalkan. hingga saat ini masih disibukkan oleh proses sertifikasi para anggotanya yang sering penuh dengan konflik kepentingan pribadi dan kelompok. serta teknologi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang belum sesuai dengan yang diharapkan. yaitu penelitian dan pengembangan jasa konstruksi.peningkatan kualifikasi dan kinerjanya.

Melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994. Oleh karena itu Indonesia harus senantiasa aktif dalam setiap perundingan liberalisasi jasa. termasuk rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Kementerian tTenaga Kerja dan Transmigrasi. Ppenyelenggaraan forum jasa konstruksi masih terbatas pada pemenuhan aspek adimistrasi dan prosedural serta masih menjadi ajang pelampiasan perbedaan kepentingan yang mencolok di antara pemangku kepentingan. serta tenaga pelatih yang berkompetensi. dan LPJK tentang penyelenggaraan pelatihan konstruksi serta pencanangan Gerakan Nasional Pelatihan Konstruksi (GNPK) diharapkan dapat menggalang sumber daya yang tersedia di tiap-tiap instansi terkait guna mengatasi kendala yang dihadapi.28 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 Di samping itu. Di sisi lain. Indonesia juga telah meratifikasi ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) melalui Keppres Nomor 88 Tahun 1995. Seluruh kesepakatan dalam perundingan WTO dan AFAS bersifat menngikat. modul pelatihan. standar uji. pengembangan sumber daya manusia (SDM) konstruksi melalui pelatihan berbasis kompetensi masih menghadapi berbagai keterbatasan. forum jasa konstruksi yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun belum berjalan dengan efektif dan produktif dalam menyiapkan rekomendasi kebijakan pembinaan dan pengembangan jasa konstruksi. Meskipun pelaksanaannya senantiasa diperbaiki dari tahun ke tahun.2014 . standar kompetensi kerja. Indonesia telah meratifikasi berdirinya World Trade Organization (WTO) dan menjadi anggota dari 153 negara anggota yang tercatat di WTO. di antaranya terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana. Nota kesepahaman antara Kementerian Pekerjaan Umum.

di samping faktor kualitas lingkungan hidup. Liberalisasi jasa konstruksi akan menjadi ancaman sekaligus peluang untuk perluasan pangsa pasar jasa konstruksi di luar negeri. maka laporan dari World Economic Forum 2008 . dan masyarakat (budaya). Sementara itu. dan efisiensi usaha. image. Kapasitas fiscal tidak memungkinkan untuk mencukupi kebutuhan dana pembangunan infrastruktur. Kualitas pelayanan infrastruktur yang ada saat ini tidak memadai untuk mempertahankan pertumbuhan dan daya saing ekonomi yang diharapkan.jasa konstruksi yang diselenggarakan oleh WTO maupun ASEAN serta forum perundingan liberalisasi regional lainnya. TANTANGAN STRATEGIS DAN ISU etersediaan infrastruktur yang berkualitas merupakan salah satu faktor penentu daya tarik suatu kawasan/wilayah.2014 29 BAB 2 . dimana ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai (16. kinerja infrastruktur merupakan faktor kunci dalam menentukan daya saing global. Hal ini disebabkan karena realisasi investasi infrastruktur hanya mencapai kurang dari setengah kebutuhan yang diperlukan.4%) K rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2009 hanya menempatkan Indonesia pada peringkat ke-96 dari 134 negara yang diteliti. Dalam hal daya saing global tersebut. KONDISI DAN TANTANGAN 2.2. efisiensi pemerintah. bahkan hanya mampu menyumbangkan 1% dari PDB padahal dana yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 5% dari PDB. selain kinerja ekonomi makro.

terutama masyarakat miskin. sehingga proses pengembangan wilayah terjadi karena adanya perkembangan kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. antara Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya. Dengan demikian.30 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 merupakan penyumbang kedua sebagai faktor problematik dalam melakukan usaha setelah birokrasi pemerintah yang tidak efisen (19. maka telah terjadi pemekaran wilayah dengan adanya 7 (tujuh) provinsi baru.4% per tahun akibat tingginya mobilitas penduduk. kota merupakan mesin pertumbuhan ekonomi (the engine of economic growth). antara kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan. Secara teoritik.3%). 2007). Tingkat urbanisasi yang relatif tinggi ini belum disertai oleh kemampuan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk oleh urbanisasi tersebut maupun backlog yang telah ada sebelumnya. Demikian juga ketersediaan infrastruktur belum merata ke semua golongan masyarakat. 135 kabupaten baru. Dengan demikian hingga saat ini di seluruh wilayah Nusantara rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Diperkirakan dalam 20 hingga 25 tahun ke depan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia akan mencapai 65% (Pustra. dan pada akhir tahun 2014 jumlah penduduk perkotaan diperkirakan mencapai 53 – 54%. Tantangan lainnya adalah berkaitan dengan penyelenggaraan otonomi daerah. Fenomena yang terkait adalah urbanisasi yang cukup tinggi dengan laju 4. tantangan pembangunan infrastruktur ke depan adalah bagaimana untuk terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dan kinerjanya semakin dapat diandalkan agar daya tarik dan daya saing Indonesia dalam konteks global dapat membaik. dan 31 kota baru. dimana sejak bergulirnya era reformasi 1 (satu) dekade yang silam. Salah satu isu strategis yang dihadapi adalah bagaimana pembangunan infrastruktur dapat membantu mengatasi besarnya kesenjangan antar-kawasan nusantara: antara Kawasan Barat Indonesia dengan Kawasan Timur Indonesia. antara kota Jakarta dan kota-kota lainnya.2014 . yang lalu diikuti dengan penyebaran pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya.

termasuk dalam kaitannya dengan pembangunan infrastruktur. Kenyataan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam maupun bencana yang dipicu oleh kegiatan manusia (antropogenik) tidak dapat disangkal lagi. dan intrusi air laut. Sejalan dengan adanya fenomena perubahan iklim (climate change). Masih adanya kemiskinan absolut yang tinggi (35 juta jiwa atau 15. sosial. dan meningkatnya harga pangan dunia. 400 kabupaten dan 92 kota. Pada masa mendatang. dan ekonomi dilakukan tanpa mengakibatkan degradasi lingkungan (menjaga kawasan dan lingkungan hunian agar tetap aman.2014 31 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Dalam mengantisipasi dampak akibat perubahan iklim. sosial. kekeringan. meningkatkan penyerapan karbon oleh hutan tropis. produktif.terdapat 33 provinsi. maka diperlukan pendekatan pembangunan yang bersifat kewilayahan dan direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan ekonomi dan sosial serta ketersedian infrastruktur suatu wilayah agar infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dapat mendukung pengembangan ekonomi dan wilayah secara efisien dan efektif. Bagi Indonesia. bencana merupakan bagian dari sejarah dan tetap menjadi isu aktual. banjir. dilakukan upaya adaptasi dan mitigasi sektor ke-PU-an terutama terkait dengan dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk menyokong produksi pangan nasional dan respon terhadap pengelolaan infrastruktur dalam mengantisipasi bencana yang terkait dengan perubahan iklim seperti penurunan ketersediaan air. Tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia ialah: bagaimana pembangunan fisik. dan lingkungan) yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan.2 juta jiwa pengangguran terbuka atau 8. nyaman. dan berkelanjutan). Isu ini di Indonesia semakin penting sejalan dengan meningkatnya kesadaran ekologi yang dipicu oleh keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin parah dan serius dan sudah pasti apabila tidak ditangani dengan baik akan memberikan dampak yang buruk terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekarang dan di masa mendatang. tanah longsor. kekeringan akan semakin mengancam ketahanan pangan nasional. pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman juga dihadapkan dengan tantangan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (antara lain CO2 dan CH4). 1 (satu) kabupaten administrasi dan 5 (lima) kota administrasi. Menghadapi tantangan di atas. Tantangan penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman ke depan juga erat terkait dengan pembangunan berkelanjutan yang menjadi bagian dari 3 (tiga) pilar pembangunan (ekonomi.4% dari total jumlah penduduk pada tahun 2008) dan rendahnya ketersediaan lapangan kerja (9. Fenomena kekeringan pada daerah-daerah produksi pangan sudah mulai dialami oleh beberapa wilayah Indonesia.5% dari total jumlah usia produktif pada tahun 2008) menjadi bagian yang juga harus diperhatikan dalam penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Selama satu abad rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

khususnya infrastruktur PU dan permukiman yang pemanfaatannya akan dirasakan secara 32 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .terakhir (1907-2007). serta dana preservasi jalan. Program ASEAN Highway. dan dari lembaga keuangan non bank khusus infrastruktur. kontrol/kewenangan. Isu lainnya yang juga memerlukan perhatian serius untuk lima tahun yang akan datang adalah pentingnya seluruh jajaran ke-PU-an untuk terus meningkatkan efisiensi. Pelayanan infrastruktur dasar di Indonesia saat ini kondisinya relatif tertinggal dibandingkan beberapa negara Asia lainnya. efektivitas. Karena itu upaya untuk memobilisasi berbagai sumber pembiayaan perlu terus dilakukan dan ditingkatkan dengan mengembangkan skema pembiayaan melalui kerja sama pemerintah-swasta (KPS). Kementerian PU juga harus meningkatkan kesetaraan dan keadilan jender. dalam penyelenggaraan infrastruktur PU dan permukiman.2014 . demand lebih besar dari supply terutama untuk daerah-daerah cepat tumbuh. Selain itu. dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) belum sepenuhnya terpenuhi. tidak dapat diabaikan pula berbagai kesepakatan pembangunan infratruktur bersama. dan Asia Railway yang akan menuntut upaya sungguh-sungguh dari segenap pelaku pembangunan infrastruktur ke-PU-an. dimana setara dapat dilihat dari akses. Upaya ini perlu didukung dengan komitmen tinggi dari seluruh jajaran pegawai PU. dan fasilitasi bantuan teknis dalam dalam penguatan kapasitas kelembagaan ke-PU-an di daerah. AFTA. Pelaksanaan pembangunan juga masih diwarnai praktik-praktik Korupsi. Anggaran pemeliharaan terbatas. Lima tahun ke depan. dan Nepotisme (KKN) walaupun melalui kebijakan selama ini telah pula dilakukan pembenahan cukup signifikan untuk menghapus praktik-praktik tersebut. SIJORI. sebuah riset yang dilakukan oleh CRED (Centre for Research on the Epidemiology of Disasters) menunjukkan bahwa telah terjadi 343 bencana alam besar dalam wilayah Indonesia. dan produktivitas yang didukung secara optimal oleh jajaran birokrasi melalui reformasi birokrasi yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas birokrasi serta mewujudkan disiplin dan etos kerja yang prima. banyaknya daerah pemekaran baru serta delivery system yang diterapkan. bank. seperti pada kesepakatan kerjasama ekonomi regional: APEC. Sementara di sisi lain kesepakatan MDGs untuk memenuhi sasaran mutu pelayanan infrastruktur terutama penyediaan air bersih dan sanitasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah sudah tidak bisa ditunda lagi. Pembangunan dan pengelolaan infrastruktur ke-PU-an dan permukiman selama 10 tahun terakhir belum dilakukan secara baik. IMT-GT. sebagaimana ditunjukkan oleh pendanaan infrastruktur yang masih under-investment (< 2% PDB). Dari sisi penyelenggaraan. Kolusi. pengawasan. termasuk adanya tugas pembantuan dan dekonsentrasi menuntut adanya pemantapan tugas umum pemerintahan berupa pengaturan. Disamping itu. pembinanan. BIMP-EAGA. dan kesempatan berpartisipasi sementara keadilan dilihat dari aspek manfaatnya.

anak-anak. termasuk golongan masyarakat dengan kebutuhan khusus (special needs) seperti lansia. Tantangan umum lainnya yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur. tantangan pembangunan infrastruktur ke depan adalah bagaimana untuk terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dengan kinerja yang semakin dapat diandalkan agar daya tarik dan daya saing Indonesia dalam konteks global dapat terus meningkat. khusunya bidang PU dan permukiman di Indonesia adalah kendala alamiah berupa struktur wilayah geografis. menurunnya kinerja infrastruktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah seperti jalan provinsi/kabupaten/kota. dan difable. Dengan demikian. serta sulitnya pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur yang menyebabkan terhambatnya kelancaran pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya. sekaligus mewujudkan kesejahteraan sosial dan kenyamanan lingkungan. Demikian pula dengan infrastruktur yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah diharapkan akan dapat terus mendorong percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. disparitas dan distribusi penduduk di Jawa dan luar Jawa. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .KONDISI DAN TANTANGAN langsung oleh masyarakat harus dapat dirasakan secara aman dan nyaman bagi semua golongan masyarakat.2014 33 BAB 2 .

dimana dari 7. Isu strategis sub bidang SDA  Kinerja pelayanan jaringan irigasi yang belum optimal.  Menyeimbangkan jumlah pasokan air dengan jumlah kebutuhan air di berbagai sektor kehidupan.2 juta ha luas daerah irigasi yang telah dibangun diperkirakan masih sekitar 1. 2.4 juta ha lahan rawa yang merupakan lahan rawa pasang surut dan rawa lebak termasuk lahan rawa bergambut. baik untuk air permukaan maupun air tanah sebagai dampak dari laju deforestasi dan eksplorasi air tanah yang berlebihan yang telah menyebabkan land subsidence dan intrusi air asin/laut. sampai saat ini hanya sekitar 1.  Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian beririgasi yang rata-rata terjadi ± 100.  Perubahan garis pantai akan menimbulkan masalah dalam kaitannya 34 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Menyediakan air baku untuk mendukung penyediaan air minum.2014 . dan masih rendahnya keterlibatan petani dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan jaringan irigasi. Sub Bidang Sumber Daya Air (SDA) 1.  Kinerja pelayanan jaringan reklamasi rawa belum optimal dimana dari 33.Selanjutnya tantangan dan isu strategis masing-masing infrastruktur PU dan permukiman diuraikan di bawah ini. Tantangan pembangunan sub bidang SDA  Mengendalikan ancaman ketidakberlanjutan daya dukung SDA. bencana alam. Penyediaan air baku untuk mendukung penyediaan air minum belum dapat mencukupi sepenuhnya dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi target Millennium Development Goals (MDGs) yang menetapkan bahwa pada tahun 2015 separuh dari jumlah penduduk Indonesia harus dapat dengan mudah mengakses air untuk kebutuhan air minum.000 Ha per tahun. agar air yang berlimpah di musim hujan selama 5 bulan dapat digunakan untuk memasok kebutuhan air pada musim kemarau yang berlangsung selama 7 bulan. serta abrasi pantai.34 juta ha daerah irigasi yang belum dapat berfungsi secara optimal karena adanya kerusakan jaringan irigasi yang antara lain diakibatkan oleh umur konstruksi. a. kurangnya operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.  Melakukan pengelolaan resiko yang diakibatkan oleh daya rusak air seperti banjir. kekeringan.  Melakukan upaya dan langkah mitigasi dan adaptasi bidang SDA dalam menghadapi dampak negatif perubahan iklim.8 juta ha jaringan reklamasi rawa yang telah dikembangkan Pemerintah.

 Mengembalikan fungsi seluruh infrastruktur SDA yang mengalami kerusakan karena bencana alam seperti banjir.2014 35 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .  Melakukan penataan organisasi pengelola SDA seperti Unit Pelaksana Teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)/Balai Wilayah Sungai (BWS) maupun Unit Pelaksana Teknis Daerah/Balai Prasarana SDA.  Meningkatkan koordinasi dan ketatalaksanaan penanganan SDA untuk mengurangi konflik antarpengguna sumber daya air.dengan perlindungan sarana dan prasarana sepanjang pantai dan batas wilayah Negara. tsunami.  Meningkatkan kinerja pengelolaan Sistem Informasi SDA (SISDA) pada BBWS/ BWS dan Dinas SDA dan melengkapi data dan informasi tentang SDA untuk dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan serta memperluas akses publik terhadap data dan informasi SDA. dan gempa bumi  Menyelenggarakan pembinaan yang lebih intensif kepada pemerintah daerah dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan irigasi. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . tanah longsor.  Mempertahankan kemampuan penyediaan air dari sumber-sumber air dari dampak berkurangnya areal terbuka hijau dan menurunnya kapasitas wadah-wadah air baik alamiah maupun buatan dengan cepat.

maupun kesalahan penggunaan dan pemanfaatan jalan. baik dari segi akses.  Mengantisipasi pertumbuhan prosentase kendaraan dibandingkan jalan yang telah mencapai 11: 0. domestic connectivity. terutama pada lintas utama dan wilayah perkotaan khususnya 8 (delapan) kota metropolitan. fasilitasi jalan daerah. dan sistem logistik nasional dalam rangka pencapaian MDGs.  Mempertahankan peran dan fungsi prasarana jaringan jalan sebagai pengungkit dan pengunci dalam pengembangan wilayah di antara berbagai gangguan bencana alam.  Mencari peluang-peluang investasi baru dalam upaya pengembangan infrastruktur SDA. daerah perbatasan. disamping juga memenuhi kebutuhan aksesibilitas kawasan produksi dan industri serta outlet. 36 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . partisipasi. dan meningkatkan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan jalan. b. Sub Bidang Bina Marga (Jalan) 1. kontrol. serta mengurangi kesenjangan dalam pulau maupun antara kota dan desa. daerah tertinggal.  Menjaga integrasi nasional melalui sistem jaringan jalan nasional.2014 .4 (pendekatan demand approach) yang terus akan mengalami peningkatan seiring perkembangan dan kompetisi global.  Meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna maupun pemanfaat jalan dalam memanfaatkan prasarana jalan yang tersedia.  Meningkatkan keterpaduan sistem jaringan transportasi dan penyelenggaraan secara umum jalan daerah di tengah-tengah desentralisasi dan otonomi daerah dan situasi kelembagaan penyelenggaraan jalan yang masih memerlukan perkuatan terutama dalam menyiapkan produk-produk pengaturan. keseimbangan pembangunan antarwilayah terutama percepatan pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI). pusat kegiatan ekonomi kreatif.  Meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan serta operasi dan pemeliharaan prasarana jalan untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap prasarana jalan yang ada. Mengupayakan pengarusutamaan gender dalam proses pelaksanaan kegiatan bidang SDA. maupun manfaatnya. Tantangan pembangunan sub bidang jalan  Pemenuhan kebutuhan prasarana jalan yang berbasiskan pada tata ruang dan sistem transportasi nasional harus memenuhi standar keselamatan jalan dan berwawasan lingkungan dalam menunjang sektor riil.

seperti kawasan industri. Makassar. Denpasar. Mengupayakan pengarusutamaan jender dalam proses pelaksanaan kegiatan sub-bidang jalan. baik dari segi akses. dan Banjarmasin) dan kota-kota non-metropolitan.  Sebagian ruas-ruas baru yang dibangun belum dapat berfungsi karena hambatan penyediaan tanah dan kekurangan alokasi dana. Demikian pula jalan akses yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan nasional. KONDISI DAN TANTANGAN  Masih banyaknya titik kemacetan lalu-lintas pada jaringan jalan di perkotaan terutama di 9 (sembilan) kota metropolitan (Medan.  Jaringan jalan tol Trans Jawa (koridor Jakarta – Surabaya) yang masih belum tersambung dalam mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi. kontrol. Jakarta. Palembang. pelabuhan laut (outlet) dan pelabuhan udara yang masih mengalami kemacetan. dan 11 (sebelas) ruas strategis di Papua masih sangat kurang dalam mendukung pengembangan potensi wilayah. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Semarang. 2. Bandung. Pantai Utara Jawa. Surabaya. yaitu Lintas Timur Sumatera. Lintas Selatan Kalimantan. dan Lintas Barat Sulawesi masih belum memadai dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. maupun manfaatnya. Isu strategis sub bidang jalan  Jaringan jalan di lintas utama 4 (empat) pulau besar.2014 37 BAB 2 . partisipasi.

ruang pengawasan jalan.  Meningkatkan koordinasi kelembagaan penyelenggaraan jalan antara penyelenggaraan jalan nasional. ruang milik. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Memperluas akses pelayanan sanitasi dan peningkatan kualitas fasilitas sanitasi masyarakat yang akan berpengaruh terhadap kualitas kehidupan dan daya saing sebuah kota dan sebagai bagian dari jasa layanan publik dan kesehatan. 38 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 c. dan perijinan pemanfaatan ruang jalan (ruang manfaat. meningkatkan kesejahteraan. dan kawasan di sepanjang koridor jaringan jalan). dan menjaga pertahanan nasional.2014 . jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota serta penyelenggaraan regulasi.  Meningkatkan/mempertahankan tingkat kenyamanan prasarana jalan di tengah-tengah keterbatasan alokasi pendanaan untuk penanganan jaringan jalan. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang masih rendah. pembagian kewenangan. Tantangan pembangunan sub bidang ke-Cipta Karya-an  Perlunya menetapkan target-target kinerja yang lebih jelas untuk meningkatkan kinerja TPA yang berwawasan lingkungan di kota metropolitan/ besar yang sampai saat ini masih belum menuai hasil yang optimal. serta jaringan jalan di kawasan perbatasan dan di pulau-pulau terdepan/terluar terutama pintu gerbang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena belum sepenuhnya berfungsi untuk mendukung transportasi lintas pulau dan melayani mobilitas dan aksesibilitas masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah. sementara konflik sosial yang berkaitan dengan pengelolaan TPA sampah sampai saat ini masih sering terjadi di samping ketersediaan sarana dan prasarana persampahan yang masih belum memadai. yang meliputi pemantapan jaringan jalan arteri dan kolektor primer. Sub Bidang ke-Cipta Karya-an (Infrastruktur Permukiman) 1. kelembagaan.  Menyelaraskan pembangunan prasarana jalan dengan dengan amanat RTRWN.  Makin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek kesehatan akan menuntut pelayanan sanitasi sesuai dengan kriteria kesehatan dan standar teknis. Pembebanan berlebih (overloading) masih terjadi terutama pada lintas Pantura Jawa dan lintas Timur Sumatera.  Meningkatkan keterpaduan penanganan drainase dari lingkungan terkecil hingga wilayah yang lebih luas dalam satu wilayah administrasi maupun antar kabupaten/kota dan provinsi.  Meningkatkan aksesibilitas bagi daerah terisolasi dan terpencil.

maupun manfaatnya.3 persen penduduk Indonesia akan mendiami kawasan perkotaan. Isu strategis sub bidang ke-Cipta Karya-an  Proporsi penduduk perkotaan yang bertambah a) Arus urbanisasi perkotaan mengalami peningkatan yang amat tajam. rata-rata sekitar 820. kekumuhan. longsor. b.000 unit rumah setiap tahunnya.  Angka kemiskinan perkotaan yang masih tinggi.  Menyelaraskan pertumbuhan pembangunan kota-kota metropolitan.2014 39 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Meningkatkan pengendalian pemanfaatan ruang khususnya pemanfaatan ruang bagi permukiman. kontrol. Mendorong dan meningkatkan keterlibatan dunia usaha (swasta) dalam pendanaan pembangunan prasarana air minum. partisipasi. besar. baik dari segi akses. dan rawan kriminalitas. b) Saat ini penduduk perkotaan mencapai 50% dari total penduduk nasional.  Melanjutkan program pengembangan kawasan agropolitan.  Mengembangkan kemampuan masyarakat dalam penyediaan air minum baik dalam pengolahan maupun pembiayaan penyediaan air minum.  Mengupayakan pengarusutamaan jender dalam proses pelaksanaan kegiatan sub-bidang infrastruktur permukiman. dan kecil mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional. menengah.  Meningkatkan keandalan bangunan baik terhadap gempa maupun kebakaran melalui pemenuhan persyaratan teknis dan persyaratan administrasi/perizinan.  Meningkatkan kesadaran masyarakat agar dalam membangun bangunan gedung memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat meminimalkan terjadinya banjir. c) Diperkirakan pada tahun 2025 nanti 68.  Memenuhi backlog perumahan sebesar 6 juta unit sebagai akibat dari terjadinya penambahan kebutuhan rumah akibat penambahan keluarga baru.  Mendorong penerapan konsep gedung ramah lingkungan (green building) untuk mengendalikan penggunaan energi sekaligus mengurangi emisi gas dan efek rumah kaca dalam kerangka mitigasi dan adaptasi terhadap isu pemanasan global.

b) Bentuk persaingan pun bergeser dari comparative advantages menuju ke era competitive advantages.2014 .4% dari total jumlah daerah otonom. mampu menyumbang 30% dari total PDB nasional. terutama di kota-kota besar dan metropolitan. kota-kota di Indonesia tidak hanya harus bersaing dengan kota-kota di dalam negeri semata. b) Di satu sisi. 40 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . atau hanya 3. b) Saat ini sekitar 18% atau 21. di bawah dan di atas tanah kawasan perkotaan. pembangunan yang ekspansif dan tidak terencana justru akan membahayakan daya dukung kota.a) Angka kemiskinan penduduk perkotaan mengalami kenaikan relatif tinggi akibat krisis finansial lokal dan global.  Daya saing kota dan demokratisasi a) Di era globalisasi saat ini.  Perubahan Iklim dan bencana alam a) Meningkatnya temperatur rata-rata bumi dan meningkatnya permukaan air laut menimbulkan bahaya banjir.  Desentralisasi a) Persebaran kota di Indonesia saat ini lebih banyak terpusat di Pulau Jawa.25 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di kawasan kumuh yang terletak di kawasan perkotaan dengan luas mencapai sekitar 54.  Kerusakan lingkungan hidup a) Meningkat dan tidak terkendalinya penggunaan ruang dan sumber daya alam di permukaan. atau 9% dari total jumlah daerah otonom. yang hanya berjumlah 14 kota. b) Posisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire memerlukan perencanaan permukiman yang terarah dan berkelanjutan.000 Hektar.  Kota sebagai engine of growth a) Kota-kota besar dan menengah yang berjumlah 37 kota. mempunyai sumbangan 40% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. desentralisasi berhasil membawa pemerintah daerah dalam nuansa kompetisi yang kondusif untuk mendorong pembangunan perkotaan di masing-masing daerah. b) Sementara kota-kota besar saja. c) Di sisi lain.

maka investasi yang dilakukan tidak mendorong peningkatan kesejahteraan. d. pemberdayaan. maupun pengawasan sesuai lingkup pembinaan yang telah diuraikan di muka. Tantangan ke depan.  Pembinaan jasa konstruksi selama ini dipersepsikan secara sempit sebagai rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .KONDISI DAN TANTANGAN  Modal sosial a) Penduduk dan kekayaan bangsa merupakan potensi modal sosial. Sub Bidang Jasa Konstruksi 1. Tantangan pembangunan sub bidang jasa konstruksi  Badan Pembinaan Konstruksi (BP Konstruksi) Kementerian PU menerima mandat sebagai pembina jasa konstruksi nasional untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. b) Jika aspek modal sosial tidak diperhitungkan. sejalan dengan meningkatnya perhatian dan harapan berbagai pihak terhadap jasa konstruksi. pemerintah perlu terus meningkatkan pembinaan jasa konstruksi baik dalam bentuk pengaturan.2014 41 BAB 2 .

 Dari sekitar 145 ribu kontraktor di Indonesia hampir semuanya memperebutkan 40% pangsa pasar jasa konstruksi nasional yang umumnya disediakan pemerintah (APBN dan APBD).  Masih seringnya terjadi kegagalan bangunan dan mutu konstruksi yang tidak sesuai standar teknis yang di antaranya disebabkan oleh lemahnya pengawasan dan belum konsistennya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (SMK3 Konstruksi) serta Sistem Manajemen Mutu Konstruksi (SMM Konstruksi) yang belum berjalan secara konsisten.  Masih belum dimilikinya data base peralatan dan material konstruksi di tiaptiap provinsi secara lengkap. 42 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .bagian dari tugas Kementerian PU semata dan belum menjadi tanggung jawab semua pihak sesuai tugas dan kewenangannya. Sedangkan 60% pasar jasa konstruksi Indonesia lainnya. Selain itu.2014 . Sementara itu permintaan keterlibatan badan usaha/tenaga kerja konstruksi Indonesia di luar negeri terus meningkat.  Meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan jasa konstruksi sebagai tindak lanjut Surat Edaran Mendagri No.  Asosiasi konstruksi juga masih lebih cenderung mengutamakan kepentingankepentingan jangka pendek kelompok masing-masing.  Memperkuat pasar konstruksi dan meningkatkan profesionalisme industri konstruksi. justru dikuasai oleh kontraktor asing terutama di sektor migas. Namun sayangnya unit struktural pembina jasa konstruksi daerah yang telah terbentuk belum seluruhnya efektif. petunjuk teknis mengenai pembentukan unit struktural pembina jasa konstruksi di daerah belum tersedia dan Tim Pembina jasa konstruksi di tingkat pusat sesuai PP 30/2000 yang bertugas untuk mengkoordinasikan pembinaan jasa konstruksi antar Kementerian dan LPND terkait belum terbentuk. sementara forum jasa konstruksi belum efektif dalam menumbuhkembangkan usaha jasa konstruksi nasional serta memberi masukan bagi Pemerintah dalam menyelenggarakan pembinaan jasa konstruksi. 601/2006 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi di Daerah dengan membentuk Tim Pembina yang mengkoordinasikan pembinaan jasa konstruksi daerah dan pengalokasian APBD untuk pembinaan jasa konstruksi perlu mendapat apresiasi yang positif. Termasuk perlunya memperkuat para pelaku usaha konstruksi kecil dan menengah antara lain yang disebabkan oleh lemahnya penguasaan teknologi dan akses permodalan Badan Usaha Jasa Konstruksi.  Berbagai kebijakan percepatan investasi swasta beserta dukungan Pemerintah yang dapat disediakan belum berjalan efektif. Hal ini terjadi di antaranya karena PP 41/2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa pembinaan jasa konstruksi termasuk dalam rumpun urusan pekerjaan umum.

Isu strategis sub bidang jasa konstruksi investasi infrastruktur belum KONDISI DAN TANTANGAN  Meningkatkan kompetensi SDM konstruksi Indonesia dalam skala nasional maupun skala internasional. Kementerian Pekerjaan Umum perlu melakukan pelatihan berbasis kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi internasional bagi lulusan perguruan tinggi yang akan bekerja di sektor konstruksi sehingga lulusannya memiliki kompetensi berstandar internasional.  Meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi menuju tenaga ahli dan tenaga terampil bidang konstruksi yang berdaya saing tinggi sesuai SKKNI. sehingga langsung atau tidak langsung menyebabkan tenaga ahli dan tenaga terampil bidang konstruksi masih jauh dari cukup yang di antaranya disebabkan oleh pelaksanaan assessment sertifikasi belum sesuai ketentuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).  Berbagai kebutuhan dana investasi infrastruktur yang harus dipenuhi dari investasi swasta (financing gap sebesar Rp 978 Triliun). 2.  Berbagai potensi sumber pendanaan dimanfaatkan secara maksimal. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 43 BAB 2 . Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi masih menghadapi permasalahan pada proses sertifikasi yang masih kurang obyektif dan mahal.

pelayanan. tetapi lebih berdasarkan pada kemampuan negosiasi atau lobby. dan akses dalam memperoleh jaminan pertanggungan risiko. dan ramah lingkungan di bidang pembangunan konstruksi dalam rangka merespon pemanasan global. kemudahan.  Praktik-praktik kolusi. Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana pelatihan mengacu pada kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi (kondisi prasarana dan sarana pelatihan saat ini sangat jauh tertinggal dibandingkan beberapa negara tetangga).  Penerapan konsep sustainable/green construction yang merupakan proses konstruksi yang menggunakan metode/konsep serta bahan bangunan yang tepat. efisien.2014 . dengan pengembangan sarana dan prasarana pelatihan dan pendampingan instruktur dan asesor yang berkualitas.  Lemahnya akses permodalan Badan Usaha Jasa Konstruksi dan belum adanya lembaga pertanggungan untuk memberikan prioritas. sehingga menyebabkan kualitas konstruksi tidak sesuai dengan yang diharapkan. korupsi.  Meningkatkan kualitas lembaga pelatihan dan lembaga uji/sertifikasi dalam proses pelatihan dan sertifikasi. dan nepotisme (KKN) dalam industri konstruksi nasional dan perilaku bisnis jasa konstruksi masih menjadi sorotan publik sampai saat ini. Kondisi ini telah membuat persaingan di industri konstruksi belum sepenuhnya berdasarkan kompetensi dan profesionalisme. 44 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

standar. khususnya infrastruktur pekerjaan umum.  Pengarusutamaan gender dalam proses pelaksanaan kegiatan subbidang jasa konstruksi. dan Peraturan Menteri berupa norma.  Melakukan percepatan penyelesaian Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Pulau / Kepulauan. Peraturan Presiden. Bidang Penataan Ruang 1. baik dari segi akses. KONDISI DAN TANTANGAN e. Tantangan pembangunan bidang penataan ruang  Menyelesaikan dan melengkapi peraturan operasionalisasi Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. maupun di pasar internasional. Yang lebih penting adalah menyiapkan penyedia jasa konstruksi yang berdaya saing tinggi. prosedur dan kriteria (NSPK) di bidang penataan ruang untuk mendukung implementasi penataan ruang di lapangan. serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. serta Perda RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan amanat Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 tentang Recana Tata Ruang Wilayah Nasional. maupun manfaatnya. Kawasan Strategis Nasional. yaitu Peraturan Pemerintah.2014 45 BAB 2 .  Perlunya berbagai inovasi pola pembiayaan investasi infrastruktur.  Perlunya mempertajam kebijakan dukungan Pemerintah dalam kerangka Public Private Partnership (PPP) agar kebijakan yang ada dapat berjalan efektif. Oleh karena itu perlu upaya pembinaan perusahaan jasa konstruksi melalui penerapan kualifikasi/klasifikasi persyaratan kemampuan dalam pendirian badan usaha jasa konstruksi.  Liberalisasi perdagangan jasa konstruksi merupakan suatu proses yang sedang berjalan dan tidak perlu diperdebatkan apakah Indonesia siap atau tidak siap.  Otonomi daerah sebagai instrumen desentralisasi akan menjadi pendorong perdagangan jasa konstruksi nasional dengan diterapkannya kebijakan penanaman modal langsung ke daerah. khususnya dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan serta peningkatan kemampuan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Perlunya mendorong dan memfasilitasi pemanfaatan sumber-sumber pendanaan investasi infrastruktur yang tersedia. kontrol. partisipasi. Pasar jasa konstruksi nasional masih terdistorsi akibat ketidakseimbangan antara supply dan demand.  Melakukan pembinaan penataan ruang. baik di pasar domestik.

yang ditandai dengan masih banyaknya kawasan kumuh perkotaan. baik di tingkat pusat maupun di daerah.  Meningkatkan efektivitas pengendalian pemanfaatan ruang melalui penetapan peraturan zonasi. Isu strategis bidang penataan ruang  Tingginya alih fungsi lahan.  Melakukan pengawasan penyelenggaraan penataan ruang baik di tingkat pusat dan daerah dalam rangka menjamin kesesuaian antara rencana tata ruang dan implementasinya. Jawa. 46 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . untuk menjamin pelaksanaaan RTR yang semakin berkualitas serta dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang yang efektif.  Makin meningkatnya urbanisasi dan jumlah penduduk perkotaan yang belum diimbangi dengan kualitas penyediaan infrastruktur permukiman dan infrastruktur perkotaan yang memadai.  Meningkatkan kualitas pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang terutama melalui dukungan sistem informasi dan monitoring penataan ruang di daerah untuk mengurangi terjadinya konflik pemanfaatan ruang antar sektor.aparat perencana maupun pelaksana pengendalian pemanfaatan ruang. dan kekeringan. tsunami. baik berupa kawasan industri maupun permukiman.2014 .  Meningkatnya jumlah Daerah Aliran Sungai yang kritis yang ditandai dengan berkurangnya luas kawasan hutan dan menurunnya proporsi ruang terbuka hijau di perkotaan. Kalimantan dan Sulawesi akibat belum meratanya infrastruktur. longsor.  Masih tingginya ketimpangan antar wilayah di bagian barat dan timur Indonesia serta masihn banyaknya jumlah kawasan tertinggal di pulau Sumatera.  Perlunya mendorong terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan untuk menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat. yang diperburuk dengan adanya dampak perubahan iklim berupa kenaikan muka air laut dan siklus hidrologi yang ekstrim. terutama dari kawasan hutan dan pertanian menjadi daerah terbangun. kemacetan lalulintas dan tingginya PKL dan sektor informal.  Meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana banjir. gempa bumi. antar wilayah dan antar pemangku kepentingan. perijinan dan pemberian insentif serta pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 2.

(iii) memperbaiki sistem manajemen SDM untuk meningkatkan kompetensi peneliti dan perekayasa bidang PU dan permukiman.  Memenuhi tuntutan Reformasi Birokrasi penyelenggaraan Litbangrap IPTEK yang meliputi: (i) perbaikan struktur organisasi agar tepat fungsi dan tepat ukuran. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . (iii) mengurangi kelangkaan air baku. (ii) perbaikan proses kerja untuk meningkatkan kinerja Litbangrap IPTEK. dan (v) pelaksanaan pengarusutamaan jender. khususnya terhadap penyediaan dan kualitas pelayanan infrastruktur bidang PU dan permukiman.2014 47 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Tantangan aspek litbang  Menyediakan IPTEK siap pakai untuk: (i) meningkatkan akses masyarakat terhadap upaya upaya pengendalian pemanfaatan ruang termasuk mitigasi dan adaptasi terhadap bencana.f. dan media informasi dalam proses pelaksanaannya. UU Sampah). dan (ix) pemanfaatan bahan lokal dan potensi wilayah.  Mempercepat proses standardisasi untuk menambah jumlah SNI maupun pedoman di bidang bahan konstruksi bangunan dan rekayasa sipil yang dapat mengantisipasi semakin meningkatnya proteksi produk dan standar oleh negara lain. (iv) memperbaiki kualitas air baku (aplikasi UU SDA). dan insentif masih perlu diperbaiki.  Memanfaatkan peluang riset insentif (kegiatan riset yang didanai oleh Depdiknas bukan oleh Kementerian PU) untuk meningkatkan pengalaman dan keahlian para calon peneliti dan perekayasa sehingga dapat mengurangi kesenjangan keahlian akibat kebijakan zero growth. (viii) meningkatkan cakupan pelayanan prasarana dasar (aplikasi UU SDA. (vii) meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Standar bahan konstruksi bangunan dan rekayasa sipil termasuk memperluas kontribusi perguruan tinggi. Penelitian dan Pengembangan (Litbang) 1. (v) menurunkan Biaya Operasi Kendaraan (Aplikasi UU Jalan).  Memperluas simpul-simpul pemasyarakatan IPTEK PU. (iv) keseimbangan antara beban.  Melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga litbang internasional dalam rangka meningkatkan kompetensi lembaga maupun SDM litbang dalam mengantisipasi dampak pemanasan dan perubahan iklim global. (ii) meningkatkan efisiensi dan efektifitas pendayagunaan air irigasi. tanggungjawab. asosiasi.

termasuk pencemaran udara yang berasal dari sumber bergerak (kendaraan) maupun sumber tetap (tempat pembuangan sampah.  Mitigasi dan adaptasi dampak pemanasan global.  Masuknya teknologi luar melalui: (i) investasi modal asing. air minum dan industri. (iii) penanggulangan daya rusak air. dan percepatan penanganan kawasan tertinggal.48 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 2. (iii) persyaratan perjanjian pinjaman. dan perlunya penyiapan peta kontribusi infrastruktur terhadap pemanasan global.2014 . dan (v) lembaga litbang negara lain dalam mendukung proyek-proyek internasional di Indonesia. terutama untuk pemenuhan cakupan pelayanan dasar. bangunan gedung.  Optimalisasi pemanfaatan pilihan pilihan IPTEK infrastruktur PU dan permukiman siap pakai oleh para stakeholders di pusat dan daerah.  Meningkatnya proteksi teknologi luar negeri dan perluasan pemasarannya di dalam negeri yang dilakukan melalui mekanisme standardisasi produk dan diberlakukan di tingkat regional. pabrik-pabrik). pemasyarakatan dan penerapan serta pengawasan pemanfaatan standar bahan konstruksi bangunan dan rekayasa sipil. (ii) penghematan dan konsevasi air.  Pemanfaatan potensi Perguruan tinggi dan asosiasi profesi/tenaga ahli untuk mempercepat penyusunan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . (iv) standardisasi. dan (iv) pengendalian banjir di musim hujan dan frekuensi kebakaran di musim kemarau. dan penataan kawasan. (ii) mekanisme pinjaman lunak yang dikemas seolah-olah merupakan bantuan. Isu strategis pada aspek penelitian dan pengembangan  Inovasi iptek untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global khususnya aspek.aspek: (i) penggunaan atau pemanfaatan air baku untuk irigasi.

implementasi dan evaluasi program dan kegiatan.  Diperlukan sinkronisasi dan koordinasi yang lebih baik dalam perencanaan.  Masih lemahnya sistem Pengendalian Internal di masing-masing unit kerja. g.  Diperlukan peningkatan tertib administrasi sesuai dengan perkembangan pembangunan dan daya kritis masyarakat yang terus berkembang belum sepenuhnya efektif. antar bidang.  Masih adanya hasil pembangunan sarana dan prasarana bidang pekerjaan umum dan permukiman yang kualitasnya masih rendah dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan serta tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Isu strategis pada aspek pengawasan  Mengurangi kebocoran. Pengawasan 1. sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai yang dijiwai semangat kewirausahaan untuk menjadi basis bagi pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan pelanggan/pengguna.2014 49 BAB 2 . seperti ukuran organisasi yang dirasakan masih terlalu gemuk dan struktur yang belum sepenuhnya efektif.sehingga diperlukan langkah-langkah reformasi birokrasi yang strategis dan terintegrasi  Diperlukan koordinasi internal yang kuat: antarfungsi manajemen. Meningkatnya pembajakan teknologi yang sedang dalam proses penelitian maupun yang telah selesai diteliti sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).  Masih belum sepenuhnya dilaksanakan penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan pembangunan sarana dan prasarana infrasruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman pada masing-masing unit kerja di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. sehingga diperlukan langkah-langkah reformasi birokrasi yang strategis dan terintegrasi  Kapasitas institusi Kementerian PU memiliki keterbatasan. Sekretariat Jenderal 1. meningkatkan kualitas infrastruktur dan mengayomi pelaksana yang telah bekerja dengan baik dan benar.antar sub-bidang serta antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka menentukan keberlangsungan pengelolaan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . KONDISI DAN TANTANGAN h. Isu strategis pada Sekretariat Jenderal  Kualitas dan produktivitas SDM belum cukup memadai.

50 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 i. Kelembagaan dan SDM 1.  Diperlukan reformasi peraturan perundang-undangan untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan administrasi. materi harus up to date serta menggunakan teknologi informasi. dengan kapasitas inovasi dan kreativitas yang masih terbatas. Tantangan pembangunan aspek kelembagaan dan SDM  Peningkatan kebutuhan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman di berbagai wilayah dan kualitas pelayanannya kepada masyarakat.2014 .  Pengembangan kapasitas SDM Kementerian PU untuk mendukung perubahan peran Kementerian PU ke depan yang diharapkan berubah dari yang semula lebih dominan sebagai operator-regulator menjadi dominan regulator-fasilitator.  Penyelenggaraan good governance yang efektif untuk mengimbangi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pembangunan.  Reformasi birokrasi dalam rangka mencapai 3 (tiga) strategic goals Kementerian PU. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . yaitu: kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. masih terkesan hanya mengelola supply belum mengelola demand.  Diperlukan penyusunan produk-produk kajian untuk pimpinan Kementerian yang sifatnya early warning/pemecahan masalah yang mendesak dan produk-produk yang sifatnya permintaan pimpinan Kementerian.  Materi kediklatan perlu disesuaikan dengan teknologi baru. dan kontribusi bagi peningkatan kualitas lingkungan.  Pengelolaan: Masih sangat birokratik belum inovatif (ala korporasi). 2.  Pengelolaan aset infrastruktur nasional (pusat dan daerah) bidang ke-PUan belum cukup baik sehingga perlu ada strategi pengamanan fisik dan dokumen aset yang baik.  Peningkatan koordinasi penyelenggaraan infrastuktur pekerjaan umum antartingkatan pemerintahan dan antarpelaku pembangunan. kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.melalui prinsip-prinsip good governance. Isu strategis aspek kelembagaan dan SDM  Praktik penyelenggaraan ke-PU-an ke depan tidak lagi diwarnai oleh sistem yang birokratis. kurang fleksibel. masih bersifat manajemen proyek belum manajemen aset.

 Kualitas dan produktivitas SDM aparatur saat ini tidak cukup memadai untuk menjalankan tugas dan fungsi Kementerian PU. belum memperhatikan aspek pemanfaatan dan pengembangan aset.  Kapasitas institusi Kementerian PU memiliki keterbatasan.2014 51 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Kegiatan pengelolaan infrastruktur masih terkonsentrasi pada aspek pembangunan. di mana saat ini jumlah pegawai telah mencapai 20.000 pegawai.000 pegawai. sementara pada tahun 2005 berjumlah 5. seperti ukuran organisasi yang dirasakan masih terlalu gemuk dan struktur yang belum sepenuhnya efektif.  Koordinasi dan kerjasama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah ke depan akan semakin penting dalam menentukan keberlangsungan pengelolaan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan infrastruktur di daerah. sedangkan kuantitas SDM aparatur telah melampaui kebutuhan nyata. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

DAN TUJUAN BAB 3 . MISI.VISI.

53 .3. 4. dimana infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang terbangun telah memenuhi kualifikasi teknis sesuai perkembangan dan kemajuan teknologi serta beroperasi secara optimal seiring dengan tuntutan kualitas kehidupan masyarakat.1. Pelayanan prasarana dan sarana sanitasi yang terpadu dan menggunakan metode yang ramah lingkungan serta sesuai standar teknis. kondisi jalan. mobilitas. VISI KEMENTERIAN PU P embangunan infrastrukur pekerjaan umum diselenggarakan dalam rangka mencapai visi jangka panjang: “Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025”. 2. Makna dari infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman yang andal merupakan perwujudan dari tingkat ketersediaan dan pelayanan bidang pekerjaan umum dan permukiman yang penjabarannya meliputi: 1. Pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas. keselamatan dan kecepatan tempuh rata-rata. Kondisi dan fungsi sarana dan prasarana sumber daya air yang dapat memberikan pelayanan yang mendukung terwujudnya kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan. 3. dan kontinuitas yaitu penyediaan air minum yang memenuhi standar baku mutu dan kesehatan manusia dan dalam jumlah yang memadai serta jaminan pengaliran 24 (dua puluh empat) jam per hari. kuantitas. Pelayanan jalan yang memenuhi standar pelayanan minimum yang mencakup aspek aksesibilitas (kemudahan pencapaian). Visi tersebut merupakan sebuah gambaran yang akan diwujudkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2025.

Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan penyediaan jaringan jalan yang andal. 4. proses penyelenggaraan konstruksi yang baik dan menjadikan pelaku sektor konstruksi tumbuh dan berkembang. merata dan berkeadilan. terpadu dan berkelanjutan. 5. 6. Penyusunan program dan pelaksanaan pembangunan semua infrastruktur PU dan permukiman yang andal tersebut berbasis penataan ruang. kenyamanan dan kemudahan. MISI KEMENTERIAN PU erdasarkan mandat yang diemban oleh Kementerian PU sebagaimana yang tercantum di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 dan sejalan dengan tugas dan fungsi Kementerian PU. kesehatan. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang layak huni dan produktif melalui pembinaan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur permukiman yang terpadu. dan 7. andal dan berkelanjutan. nyaman. sehingga tercipta kehidupan yang aman. 54 VISI. Menyelenggarakan pengelolaan SDA secara efektif dan optimal untuk meningkatkan kelestarian fungsi dan keberlanjutan pemanfaatan SDA serta mengurangi resiko daya rusak air. B rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . maka untuk mencapai Visi Kementerian PU “Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025 ”. 3. Kondisi dan kualitas pelayanan tersebut dibarengi dengan cakupan pelayanan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang semakin luas. Jasa konstruksi nasional yang berdaya saing dan mampu menyelenggarakan pekerjaan konstruksi yang lebih efektif dan efisien. ditetapkan Misi Kementerian PU tahun 2010 – 2014.2.5. yaitu: 1. MISI DAN TUJUAN BAB 3 3.2014 . Menyelenggarakan industri konstruksi yang kompetitif dengan menjamin adanya keterpaduan pengelolaan sektor konstruksi. 2. produktif dan berkelanjutan yang mencerminkan keadaan masyarakat yang semakin sejahtera. Mewujudkan penataan ruang sebagai acuan matra spasial dari pembangunan nasional dan daerah serta keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis penataan ruang dalam rangka pembangunan berkelanjutan. Bangunan gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan.

3. terintegrasi serta inovatif dengan menerapkan prinsipprinsip good governance. 5. Meminimalkan penyimpangan dan praktik-praktik KKN di lingkungan Kementerian PU dengan meningkatkan kualitas pemeriksaan dan pengawasan profesional. Menyelenggarakan dukungan manajemen fungsional dan sumber daya yang akuntabel dan kompeten. standar. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum.2014 55 BAB 3 . MISI DAN TUJUAN 1. Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 7. 4.3. produktif dan berkelanjutan. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan serta Penerapan: IPTEK. TUJUAN KEMENTERIAN PU S ebagai penjabaran atas visi Kementerian PU. 2.6. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. maka tujuan yang akan dicapai oleh Kementerian PU dalam periode lima tahun ke depan adalah: VISI. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi. nyaman. manual dan/atau kriteria pendukung infrastruktur PU dan permukiman. ketahanan pangan. norma. 3. 8. pedoman. Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . ketahanan air dan ketahanan energi.

2014 .4. 2. Standar.1 Sasaran Kementerian Sasaran Kementerian PU dalam periode 2010-2014 secara keseluruhan akan meliputi sasaran-sasaran sebagai berikut: 1. kualitas. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam setiap penyusunan Rencana Tata Ruang (RTR) serta penerbitan Peraturan Presiden tentang RTR Pulau/ Kepulauan dan peraturan pendukungnya berupa Norma. dan meningkatnya kualitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. 4. Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan kualitas lingkungan permukiman melalui pengembangan sistem jaringan penyediaan air minum untuk mendukung peningkatan tingkat pelayanan penduduk perkotaan dan penduduk perdesaan.3. Reuse. 3. MISI DAN TUJUAN BAB 3 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . waduk/embung/bangunan penampung air lainnya serta prasarana penyediaan air baku. Prosedur. SASARAN KEMENTERIAN PU 3. jaringan irigasi dan jaringan rawa. Recycle) di perkotaan. Meningkatnya kualitas pengendalian banjir secara terpadu dari hulu ke hilir dalam satu wilayah dan perlindungan kawasan di sepanjang garis pantai dari bahaya abrasi. dan Kriteria NSPK bidang penataan ruang sesuai amanat RTRWN. Meningkatnya kemampuan pemerintah daerah dan stakeholders jasa konstruksi serta masyarakat untuk mendukung tercapainya penguasaan pangsa pasar 56 VISI. serta penerapan 3R (Reduce. 5.4. maupun kebutuhan pertanian dalam rangka mempertahankan swasembada pangan serta kebutuhan sektor-sektor untuk meningkatkan produktivitas sektor produksi melalui pembangun/peningkatan/rehabilitasi serta operasi dan pemeliharaan bendungan. Meningkatnya ketersediaan air baku yang memadai (kuantitas. 6. Meningkatnya efisiensi sistem jaringan jalan di dalam sistem transportasi yang mendukung perekonomian nasional dan sosial masyarakat serta pengembangan wilayah melalui preservasi dan peningkatan kapasitas jalan lintas wilayah serta pembangunan Jalan Tol Trans Jawa. dan kontinuitas) guna pemenuhan berbagai kebutuhan baik untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum guna mendukung target MDGs 2015. meningkatnya sistem pengelolaan drainase untuk mendukung pengurangan luas genangan di perkotaan serta meningkatnya sistem pengelolaan persampahan untuk mendukung peningkatan tingkat pelayanan penduduk. serta meningkatnya pelayanan sanitasi sistem terpusat dan sistem berbasis masyarakat bagi penduduk perkotaan.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 4. Sasaran Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang. 2. Meningkatnya layanan jaringan irigasi dan rawa.domestik oleh pelaku konstruksi nasional serta pengurangan jumlah dan dampak ekonomi. 3.370 km. dan terselesaikannya norma. MISI DAN TUJUAN 2). Meningkatnya kapasitas jalan nasional sepanjang 19. 3. Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun. ketahanan pangan.2014 57 BAB 3 . nyaman. b. dengan outcomenya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir. standar. ketahanan air dan ketahanan energi. Sasaran 1. sosial dan lingkungan akibat kegagalan konstruksi/bangunan melalui peningkatan sistem pembinaan teknis dan usaha jasa konstruksi. dengan outcome-nya: Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan. VISI. Tujuan 1 Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. prosedur. Meningkatnya panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan.2 Sasaran Strategis Adapun sasaran strategis berdasarkan 5 (lima) tujuan Kementerian PU yang akan dicapai meliputi: 1). dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan. produktif dan berkelanjutan. dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. dengan outcome-nya: a. Tujuan 2 Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.4.

58 VISI. 2. Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap. Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional. b. Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. dengan outcome-nya: a. Meningkatnya kualitas layanan jalan nasional dan pengelolaan jalan daerah.5. Meningkatnya cakupan pelayanan air minum. b. Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan. Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi. Tujuan 3 Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 3). dengan outcome-nya: a. 3. c. Sasaran 1. Terlaksananya pembangunan rusunawa. Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang. dengan outcome-nya: a.2014 . e. MISI DAN TUJUAN BAB 3 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . d. Berkurangnya potensi timbunan sampah. dengan outcome-nya: a. c. Meningkatnya penggunaan jalan nasional. Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan. c. Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan. d. Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat. b. Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan. Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM.

dengan outcome-nya: Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman. Sasaran Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. Meningkatnya koordinasi. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum. pengelolaan data. dengan outcomenya: Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. 3. Menurunnya kesenjangan antar wilayah. dengan outcome-nya: a. Korupsi dan Nepotisme (KKN). 2.b. 4). Tujuan 4 Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Meningkatnya kualitas pengaturan. administrasi dan kualitas perencanaan. VISI. Tujuan 5 Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi. dengan outcome-nya: Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Meningkatnya kualitas prasarana. informasi dan komunikasi publik. Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. b. Tersedianya infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak. dengan outcomenya: Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU. pengaturan. Sasaran 1.2014 59 BAB 3 . MISI DAN TUJUAN 5). rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). 4.

MISI DAN TUJUAN BAB 3 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 60 VISI. Meningkatnya kualitas kelembagaan. berdaya saing tinggi.2014 . e. Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stake holder. Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang.4. dengan outcome-nya: a. andal. Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai. Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi di pusat dan daerah. b. c. Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional. Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stake holder. SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi pusat dan daerah. dengan outcome-nya: a. Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai. b. c. Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholder. 5. d. Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh.

MISI DAN TUJUAN BAB 3 .rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 61 VISI.

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 .

dan adil sebagai landasan bagi tahap pembangunan berikutnya menuju masyarakat adil dan makmur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kementerian PU. menurunnya kesenjangan kesejahteraan antarindividu. dan dipercepatnya pengembangan pusat-pusat pertumbuhan potensial di luar Jawa.1. cepat. pengembangan sumber daya air dan pengembangan infrastruktur perumahan dan permukiman.4. maka tugas Kementerian PU yang secara eksplisit dinyatakan di dalam sasaran-sasaran pokok dan arahan pembangunan nasional secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 4. 3. MAJU. ADIL DAN MAKMUR. Visi pembangunan nasional tahun 2005–2025 adalah: INDONESIA YANG MANDIRI. 2. dan akuntabel makin meningkat yang ditandai dengan terpenuhinya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintahan. mandiri.1. Daya saing perekonomian meningkat antara lain melalui percepatan pembangunan infrastruktur dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha yang antara lain didukung oleh pengembangan jaringan infrastruktur transportasi. S 63 . ARAHAN RPJPN DAN RPJMN BIDANG PU ebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025. Kesejahteraan rakyat terus meningkat yang ditunjukkan dari menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran. Dalam mewujudkan visi pembangunan nasional tersebut ditempuh melalui 8 (delapan) Misi yang dijabarkan ke dalam sasaran pokok berdasarkan tujuan pembangunan jangka panjang tahun 2005–2025 yaitu mewujudkan bangsa yang maju. antarkelompok masyarakat. Adapun tahapan dan skala prioritas utama dalam RPJPN untuk RPJM tahap ke-2 (2010 – 2014) untuk bidang pekerjaan umum dan permukiman adalah: 1. Kualitas pelayanan publik yang lebih murah. dan antardaerah. transparan.

Berdasarkan arah pembangunan jangka panjang tersebut. air bersih. cepat. Prioritas Pembangunan 1. manusia. Percepatan pembangunan infrastruktur untuk peningkatan daya saing perekonomian dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas. 4. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. maupun sumberdaya ekonomi. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. serta percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan wilayah-wilayah strategis yang maish tertinggal. dan akuntabel yang ditandai dengan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimum (SPM) di semua tingkatan pemerintahan. sanitasi. dan antardaerah. Pencapaian pembangunan yang berkelanjutan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. 2. menguatnya partisipasi aktif masyarakat. maka prioritas dan fokus pembangunan infrastruktur PU dan permukiman 2010–2014 ditetapkan sebagai berikut: 64 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 a. permukiman dan lingkungan hidup yang layak. baik sumber daya alam.4. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih murah. transparan. Prioritas ini menekankan pentingnya pencapaian kondisi infrastruktur Pekerjaan Umum dan permukiman yang memadai demi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui tersedianya infrastruktur yang memadai dan mampu meningkatkan penyerapan dan penampungan jutaan tenaga kerja. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 . Prioritas ini ditujukan bagi upaya peningkatan kinerja pengelolaan bidang pekerjaan umum dan permukiman yang memenuhi prinsip-prinsip good governance dan mendorong pemerintah daerah untuk dapat memenuhi seluruh jenis dan mutu pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan permukiman sesuai dengan kewajibannya. terpencil dan kawasan perbatasan. Prioritas pembangunan ini diarahkan bagi pemenuhan dan memperluas akses terhadap hak-hak dasar yang terkait bidang Pekerjaam Umum dan permukiman seperti perumahan. Prioritas sebagai bagian dari upaya dan komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. 3. dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip efisiensi dan kebertangungjawaban dalam pemanfaatan seluruh sumberdaya yang langka. mantapnya kelembagaan dan kapasitas antisipatif serta penanggulangan bencana di setiap tingkatan pemerintahan. Peningkatan kesejahteraan dan penurunan kesenjangan kesejahteraan antarkelompok masyarakat. dan yang didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang.

dan industri secara berkelanjutan serta mengurangi tingkat resiko akibat daya rusak air. pola distribusi sumber daya air. 2. khususnya infrastruktur irigasi. Integrasi Rencana Tata Ruang ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. Pengembangan perumahan dan permukiman untuk peningkatan hunian yang layak dan produktif. Apabila peningkatan ekonomi yang dicerminkan oleh besaran kendaraan kilometer dan tonase kilometer mampu dipenuhi oleh peningkatan kapasitas jalan yang dicerminkan oleh besaran lajur kilometer secara proporsional. Pengelolaan sumber daya air untuk peningkatkan ketersediaan air baku bagi domestik. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya agar rencana tata ruang dijadikan sebagai acuan utama di dalam setiap perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan di tingkat nasional maupun daerah. Di samping itu fokus pembangunan juga ditujukan pada upaya penyediaan air baku untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bagi permukiman (perkotaan maupun domestik). yang dilakukan melalui pelebaran jalan. dan abrasi pantai. khususnya penyediaan air baku untuk air minum. pembangunan jalan layang maupun underpass serta pembangunan jalan baru. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya menjaga dan meningkatkan ketahanan air yang dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya air. 3. serta mewujudkan keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis penataan ruang. Serta fokus pembangunan juga ditujukan untuk mengendalikan tingkat resiko yang diakibatkan oleh daya rusak air seperti banjir. maka kecepatan rata-rata kendaraan akan meningkat. 4. mengingat masih tingginya ketergantungan lahan pertanian pangan pada keandalan ketersediaan air baku. kekeringan. Di sisi lain. sehingga menurunkan biaya ekonomi yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing nasional. Fokus pembangunan juga ditujukan pada upaya peningkatan dukungan infrastruktur sumber daya air. yang selanjutnya dapat menurunkan biaya perbaikan jalan. dan pola pemanfaatan sumber daya air. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya penambahan jumlah hunian (rumah) yang layak bagi masyarakat. upaya peningkatan jumlah lajur kilometer. pertanian. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya preservasi dengan pemeliharaan jalan yang tepat waktu agar kondisi jalan semakin membaik. untuk memenuhi kebutuhan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan oleh peningkatan besaran kendaraan kilometer dan tonase kilometer. Upaya ini disertai dengan peningkatan pengawasan dan pengendalian dan pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. Pengembangan jaringan infrastruktur transportasi jalan bagi peningkatkan kelancaran mobilitas barang dan manusia serta aksesibilitas wilayah. khususnya rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Fokus Pembangunan 1.2014 65 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 .b.

dan pengembangan mekanisme intermediasi iptek. peningkatan anggaran riset. air limbah. Pengembangan. efektif. b. Prasaran dan Sarana Yang Memadai Dan Maju a. dan pengendalian kualitas. komunikasi. berwibawa. pengembangan sinergi kebijakan iptek lintas sektor. mendukung kepentingan strategis pengembangan sumber daya manusia di dalam negeri dan peningkatan kepentingan nasional dalam pengentasan kemiskinan dan pengembangan kegiatan perekonomian perdesaan. Jasa infrastruktur dikembangkan dengan menerapkan sistem dan standar internasional. Tabel 4. peningkatan sarana dan prasarana iptek. dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah. a. serta upaya revitalisasi maupun penyediaan infrastruktur permukiman di berbagai kawasan yang memiliki peran strategis secara nasional. sosial. 2. serta profesional yang mampu mendukung pembangunan nasional. Memperkuat Perekonomian Domestik dengan Orientasi dan Berdaya Saing Global.masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk mendukung daya saing dan efisiensi angkutan penumpang dan barang melalui pembangunan jalan bebas hambatan pada koridor-koridor strategis.1 Arahan Jangka Panjang Infrastruktur Bidang PU dan Permukiman No 1 Sasaran Pokok Terwujudnya bangsa yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera (a) Sasaran Tersusunnya jaringan infrastruktur perhubungan yang andal dan terintegrasi satu sama lain dan terwujudnya konservasi sumber daya air yang mampu menjaga keberlanjutan fungsi sumber daya air. perumusan agenda riset yang selaras dengan kebutuhan pasar. antara lain. Penguasaan. M e n i n g k a t n y a profesionalisme aparatur negara pusat dan daerah untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. 66 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 (b) b. Pembangunan prasarana sumber daya air diarahkan untuk mewujudkan fungsi air sebagai sumber daya sosial (social goods) dan sumber daya ekonomi (economic goods) yang seimbang melalui pengelolaan yang terpadu. dan perdesaan dikembangkan sistem transportasi perintis yang berbasis masyarakat (community based) dan wilayah. 3. dan berkelanjutan. serta sarana dan prasarana teknologi. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . terpencil.2014 . serta membentuk struktur ruang dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan nasional. dan bertanggung jawab. standardisasi. keterpaduan pengelolaan daerah aliran sungai dan peningkatan partisipasi masyarakat dan kemitraan di antara pemangku kepentingan. energi). drainase dan persampahan. penyediaan teknologi transportasi melalui pengembangan sumber daya manusia iptek. bersih. berkeadilan. meliputi sarana dan prasarana fisik (transportasi. dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Dukungan terhadap sektor industri melalui penyediaan berbagai infrastruktur bagi peningkatan kapasitas kolektif yang. efisien. pengujian. Untuk pelayanan transportasi di daerah perbatasan. Pembangunan transportasi diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi. peningkatan kualitas permukiman yang diindikasikan dengan terpenuhinya sarana dan prasana permukiman yang memadai seperti air minum. prasarana pengukuran. Arahan Pembangunan 1. Pengendalian daya rusak air mengutamakan pendekatan nonkonstruksi melalui konservasi sumber daya air. Keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan diwujudkan melalui pendekatan pengelolaan kebutuhan (demand management) dan pendekatan pengelolaan pasokan (supply management).

keterpaduan dan kerja sama antarsektor. juga diperlukan pendekatan kesejahteraan. antarpemerintah. dunia usaha. Reformasi Hukum dan Birokrasi. dan jasa sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Perhatian khusus diarahkan bagi pengembangan pulau-pulau kecil di perbatasan yang selama ini luput dari perhatian. Terwujudnya perkotaan perdesaan. Pengembangan wilayah diselenggarakan dengan memerhatikan potensi dan peluang keunggulan sumberdaya darat dan/atau laut di setiap wilayah. dan masyarakat dalam mendukung peluang berusaha dan investasi di daerah. serta kesehatan. Upaya itu diperlukan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan fisik kota yang tidak terkendali (urban sprawl & conurbation). selain menggunakan pendekatan yang bersifat keamanan. (c) 4.2014 67 BAB 4 . terutama di luar Pulau Jawa. perdagangan. termasuk b e r k u r a n g n y a k e s e n j a n g a n antarwilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Pendekatan pembangunan yang dilakukan. seperti industri. Arahan Pembangunan Pembangunan dan penyediaan air minum dan sanitasi diarahkan untuk mewujudkan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat serta kebutuhan sektor-sektor terkait lainnya. di kotakota menengah dan kecil. Pembangunan kota-kota metropolitan. besar. termasuk peluang usaha. di pusat maupun di daerah agar mampu mendukung keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya. Pembangunan aparatur negara dilakukan melalui reformasi birokrasi untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. sumber daya air. Perlu pula dilakukan penguatan keterkaitan kegiatan ekonomi dengan wilayah-wilayah cepat tumbuh dan strategis dalam satu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’. dimana Rencana pembangunan dijabarkan dan disinkronisasikan ke dalam rencana tata ruang yang konsisten. transportasi. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .No Sasaran Pokok Sasaran a. 1. (b) 3. Upaya itu dapat dilakukan melalui pengembangan produk unggulan daerah. pariwisata. serta untuk mengendalikan arus migrasi masuk langsung dari desa ke kota-kota besar dan metropolitan. (d) 5. serta memerhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan dan daya dukung lingkungan. lingkungan dan 1. dan akuntabel untuk mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 2 T e r w u j u d n y a pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan (a) Tingkat pembangunan yang makin merata ke seluruh wilayah diwujudkan dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. baik materi maupun jangka waktunya. Kemandirian pangan dapat dipertahankan pada tingkat aman dan dalam kualitas gizi yang memadai serta tersedianya instrumen jaminan pangan untuk tingkat rumah tangga. Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan melalui pendekatan tanggap kebutuhan (demand responsive approach) dan pendekatan terpadu dengan sektor sumber daya alam dan lingkungan hidup. efisien. dan kecil diseimbangkan pertumbuhannya dengan mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional. serta mendorong terwujudnya koordinasi. seperti yang terjadi di wilayah pantura Pulau Jawa. Wilayah-wilayah yang dikembangkan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. Terpenuhi kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukungnya bagi seluruh masyarakat yang didukung oleh sistem pembiayaan perumahan jangka panjang yang berkelanjutan. menengah. Keberpihakan pemerintah ditingkatkan untuk mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal dan terpencil sehingga wilayah-wilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat dan dapat mengurangi ketertinggalan pembangunannya dengan daerah lain. Percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayahwilayah strategis dan cepat tumbuh didorong sehingga dapat mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnya dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis. dengan cara menciptakan kesempatan kerja. Tujuan utama pengembangan wilayah adalah peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat serta pemerataannya. sinkronisasi.

6. (b) kualitas rencana tata ruang. dan efisien. Pemenuhan perumahan beserta prasarana dan sarana pendukungnya diarahkan pada (1) penyelenggaraan pembangunan perumahan yang berkelanjutan. maupun wilayah agar pemanfaatan ruang dapat sinergis. (2) perevitalan kawasan kota yang meliputi pengembalian fungsi kawasan melalui pembangunan kembali kawasan. sehingga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai ‘motor penggerak’ pembangunan wilayah-wilayah di sekitarnya maupun dalam melayani kebutuhan warga kotanya. dan berkelanjutan. lintas sektor. maupun pengendalian pemanfaatan ruang. Dalam rangka mengoptimalkan penataan ruang perlu ditingkatkan (a) kompetensi sumber daya manusia dan kelembagaan di bidang penataan ruang. dan teknologi Rencana tata ruang digunakan sebagai acuan kebijakan spasiabagi pembangunan di setiap sektor. Sistem ketahanan pangan diarahkan untuk menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional dengan mengembangkan kemampuan produksi dalam negeri yang menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup dan didukung oleh sumber-sumber pangan yang beragam sesuai dengan keragaman lokal. 7. peningkatan akses informasi dan pemasaran. peningkatan kualitas lingkungan fisik. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . (2) pemenuhan kebutuhan minimal air minum dan sanitasi dasar bagi masyarakat. terutama pengembangan sistem transportasi massal yang terintegrasi antarmoda. Pendekatan pembangunan yang perlu dilakukan. serta penataan kembali pelayanan fasilitas publik. 4.2014 . serta peningkatan peran dan fungsi kota-kota menengah dan kecil di sekitar kota inti agar kota-kota tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kota tempat tinggal (dormitory town) saja. Percepatan pembangunan kota-kota kecil dan menengah ditingkatkan. tetapi juga menjadi kota mandiri. kesempatan kerja. Arahan Pembangunan Pertumbuhan kota-kota besar dan metropolitan dikendalikan dalam suatu sistem wilayah pembangunan metropolitan yang kompak. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang berupa air minum dan sanitasi diarahkan pada (1) peningkatan kualitas pengelolaan aset (asset management) dalam penyediaan air minum dan sanitasi. Pembangunan perdesaan didorong melalui pengembangan jaringan infrastruktur penunjang kegiatan produksi di kawasan perdesaan dan kota-kota kecil terdekat. serasi. kredibel. 68 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 2. dengan kegiatan ekonomi di wilayah perdesaan didorong secara sinergis (hasil produksi wilayah perdesaan merupakan backward linkages dari kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan) dalam suatu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’. 3. layak. pemanfaatan. efisien dalam pengelolaan. dan (c) efektivitas penerapan dan penegakan hukum dalam perencanaan. lembaga keuangan. memenuhi kebutuhan pelayanan dasar perkotaan sesuai dengan tipologi kota masing-masing. terutama di luar Pulau Jawa. mandiri. serta mempertimbangkan pembangunan yang berkelanjutan melalui (1) penerapan manajemen perkotaan yang meliputi optimasi dan pengendalian pemanfaatan ruang serta pengamanan zona penyangga di sekitar kota inti dengan penegakan hukum yang tegas dan adil. dan (4) penyediaan sumber-sumber pembiayaan murah dalam pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin. 10. antara lain. memadai. (2) pembangunan pembangunan perumahan beserta prasarana dan sarana pendukungnya yang memperhatikan fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup. dan terjangkau oleh daya beli masyarakat serta didukung oleh prasarana dan sarana permukiman yang mencukupi dan berkualitas yang dikelola secara profesional. Rencana Tata Ruang Wilayah disusun secara hierarki.No Sasaran Pokok Sasaran 1. (3) penyelenggaraan pelayanan air minum dan sanitasi yang kredibel dan profesional. sosial. nyaman. budaya. 5.

serta memperkokoh kelembagaan sumber daya air untuk meningkatkan keterpaduan dan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Menjaga dan Melestarikan Sumber Daya Air. Mengendalikan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan melalui penerapan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan secara konsisten di segala bidang. Arahan Pembangunan Peningkatan keterkaitan kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan Penanggulangan kemiskinan diarahkan pada pemenuhan hak dasar rakyat melalui peningkatan mutu penyelenggaraan otonomi daerah sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat miskin. 3. Sumber: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 1. daya dukung. 3 Terwujudnya Indonesia yang asri dan lestari Membaiknya pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup yang dicerminkan oleh tetap terjaganya fungsi. dan lestari. Pengelolaan sumber daya air diarahkan untuk menjamin keberlanjutan daya dukungnya dengan menjaga kelestarian fungsi daerah tangkapan air dan keberadaan air tanah. mewujudkan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan melalui pendekatan demand management yang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dan konsumsi air dan pendekatan supply management yang ditujukan untuk meningkatan kapasitas dan keandalan pasokan air.No Sasaran Pokok Sasaran 1. seimbang. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 2. Mitigasi Bencana Alam Sesuai dengan Kondisi Geologi Indonesia melalui identifikasi dan pemetaan daerah-daerah rawan bencana agar dapat diantisipasi secara dini dan adanya perencanaan wilayah yang peduli/peka terhadap bencana alam. dan kemampuan pemulihannya dalam mendukung kualitas kehidupan sosial dan ekonomi secara serasi.2014 69 BAB 4 .

berbudaya. Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Misi Pemerintah Tahun 2010-2014 Misi pembangunan 2010-2014 merupakan rumusan dari usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai visi Indonesia 2014 dan tidak dapat terlepas dari kondisi serta tantangan lingkungan global dan domestik pada kurun waktu 2010-2014 yang mempengaruhinya. bermartabat dan menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia. Maju. 3. bangsa dan negara yang demokratis. DAN BERKEADILAN. a. Memperkuat pilar-pilar demokrasi.4. kekayaan sumber daya alam. Kerangka visi Indonesia 2014 ditekankan pada: 1. ditetapkan 70 BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing. dan Makmur. 2. Usaha-usaha perwujudan visi Indonesia 2014 akan dijabarkan dalam misi pemerintah tahun 2010-2014 sebagai berikut. ARAH KEBIJAKAN NASIONAL B ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI erdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025 yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJPN. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan Rakyat.2. aman dan damai dan meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia yang adil dan demokratis. 1. Melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. Misi pemerintah dalam periode 20102014 diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. Keadilan. Terwujudnya masyarakat. 2. Memperkuat dimensi keadilan di semua bidang.2014 . Demokrasi. Visi Pembangunan Nasional jangka panjang adalah terwujudnya Indonesia yang Mandiri. DEMOKRATIS. Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional 2010-2014. 3. Kerangka visi Indonesia 2014 dalam RPJM Nasional 2010-2014 adalah: TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA. Adil. yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif. Terwujudnya pembangunan yang adil dan merata. sumber daya manusia dan budaya bangsa. yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.

Agenda pertama. secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. 2. Arah Kebijakan Umum Pembangunan Nasional Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia baik dewasa ini maupun dalam 5 (lima) tahun mendatang. yaitu: 1. Adapun prioritas dan Program Aksi Pembangunan Nasional 2010-2014 (11 prioritas) yang terkait erat dengan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman adalah sebagai berikut: rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta menjaga dan memelihara lingkungan hidup secara berkelanjutan. 3. 5. maka arah kebijakan umum pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan bangsa dan negara yang telah dirumuskan sebelumnya. pengurangan kesenjangan pembangunan antardaerah (termasuk desa-kota). Agenda kedua. Agenda keempat. 3. penegakan pilar demokrasi. Arah kebijakan umum untuk melanjutkan pembangunan mencapai Indonesia yang sejahtera tercermin dari peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dalam bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. bersih. b. pengurangan kemiskinan. pengurangan tingkat pengangguran yang diwujudkan dengan bertumpu pada program perbaikan kualitas sumber daya manusia. Agenda kelima. perbaikan infrastruktur dasar. Agenda ketiga. pengakuan dan penerapan hak asasi manusia serta kebebasan yang bertanggung jawab. dan kesenjangan jender. adil dan tidak pandang bulu.lima agenda utama pembangunan nasional tahun 2010-2014. perbaikan tata kelola pemerintahan. Keadilan juga hanya dapat diwujudkan bila sistem hukum berfungsi secara kredibel. pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Arah kebijakan umum untuk memperkuat pilar-pilar demokrasi dengan penguatan yang bersifat kelembagaan dan mengarah pada tegaknya ketertiban umum. Demikian pula kebijakan pemberantasan korupsi secara konsisten diperlukan agar tercapai rasa keadilan dan pemerintahan yang bersih.2014 71 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . penghapusan segala macam diskriminasi. penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. 2. pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Arah kebijakan umum untuk memperkuat dimensi keadilan di semua bidang termasuk pengurangan kesenjangan pendapatan. 4.

1. Prioritas Iklim Investasi dan Iklim Usaha. Meningkatkan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). Terdepan. dan Pasca Konflik 6. dan informasi untuk meningkatkan daya saing produk nasional. Sebagai upaya percepatan pembangunan infrastruktur. Terluar. Prioritas Pembangunan Daerah Tertinggal. 72 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Prioritas Ketahanan Pangan 5. Prioritas Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan 7. Mendukung peningkatan daya saing sektor riil. Sedangkan prioritas bidang dalam rencana pembangunan bidang sarana dan prasarana mencakup: 1. Meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana sesuai dengan SPM.2014 . Prioritas Pembangunan Infrastruktur 2. jasa. Prioritas Penanggulangan Kemiskinan 4. 3. Menjamin kelancaran distribusi barang. Prioritas di Bidang Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 8. maka fokus prioritas rencana pembangunan bidang sarana dan prasarana ditetapkan dengan: 1. Menjamin ketersediaan infrastruktur dasar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan. 2. Prioritas Bidang Kesehatan 3. 2.

dilakukan dengan merevitalisasi sektor pertanian.3. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. dan pro-poor. kelautan dan ekonomi perdesaan untuk mengurangi kemiskinan (secara diagramatis. maka peran pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dan permukiman dalam pembangunan nasional pada dasarnya sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.2014 73 BAB 4 .4. KEBIJAKAN UMUM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PU DAN PERMUKIMAN emerintah Indonesia telah merumuskan new deal pembangunan ekonomi Indonesia yang secara prinsip memuat triple track strategy. Sejalan dengan prinsip tersebut.).1. Dan track ketiga.1. (ii) programprogram pembangunan infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah. yaitu: pro-growth. kehutanan. Track kedua dilakukan dengan menggerakkan sektor riil untuk menciptakan lapangan kerja. triple track strategy dapat dilihat pada Gambar 4. Track pertama dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengutamakan ekspor dan investasi. pro-job. Gambar 4. Triple Track Strategy Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas (Pro Growth) P ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Peningkatan Penciptaan Lapangan Kerja (Pro Job) Pengentasan Kemiskinan (Pro Poor) Dukungan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dilaksanakan melalui upaya-upaya terutama: (i) program-program pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesempatan kerja.

Terpencil dan Terisolir Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pro Poor Pro Growth Pro Job Pro Green KEMAKMURAN DAN KESEJAHTERAAN Green Construction PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN Pembangunan Berbasis Penataan Ruang Adaptasi terhadap Perubahan Iklim Berdasarkan agenda. Pembangunan infrastruktur sesuai dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan pembangunan berkelanjutan di kawasan strategis. perbatasan. 74 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 Gambar 4. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . peran infrastruktur PU dan permukiman dalam pembangunan nasional dapat dilihat pada Gambar 4. Sedangkan dukungan terhadap peningkatan kualitas lingkungan dilaksanakan melalui upaya-upaya: (i) penerapan prinsip-prinsip green construction dalam pelaksanaan seluruh pembangunan infrastruktur PU dan permukiman. Secara diagramatis.2014 . daerah terisolir untuk mengurangi kesenjangan wilayah. tertinggal.2.2.Perbatasan. Peran Infrastruktur PU dan Permukiman dalam Pembangunan Nasional Aksesibilitas Barang/Penumpang Ketahanan Pangan Investasi & Eksport Penanggulangan Kemiskinan. berikut ini. daerah rawan bencana. prioritas pembangunan dan arah kebijakan umum Pembangunan Nasional. dan (iii) program-program pembangunan infrastruktur PU dan permukiman yang berbasiskan pemberdayaan masyarakat. Peningkatan Kesempatan Kerja PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Kesenjangan Wilayah.dukungan terhadap kawasan perbatasan dan kawasan terpencil serta terisolir. maka arah kebijakan umum pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman adalah sebagai berikut: 1. (ii) mendorong pembangunan secara umum dan khususnya pembangunan infrastruktur PU dan permukiman yang berbasiskan penataan ruang. Dukungan thd Kws. serta meningkatkan kualitas lingkungan perumahan dan permukiman dan cakupan pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan dan inklusif. dan (iii) pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dalam rangka adaptasi terhadap perubahan iklim.

Hal ini berarti.2014 75 BAB 4 . dan pengendalian) juga harus sesuai dengan struktur ruang wilayah nasional (sistem infrastruktur) dan sesuai dengan sistem kota Pusat Kegiatan Nasional (PKN).4. Pembangunan infrastruktur sesuai dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan keandalan sistem di kawasan pusat produksi dan ketahanan pangan guna mendukung daya saing dan mendorong industri konstruksi untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkualitas. Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi. pemanfaatan. Dalam pengembangan wilayah nasional tersebut. pelestarian. dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL). (3) Pengembangan kawasan perbatasan dengan menerapkan prinsipprinsip prosperity dan security dengan memperhatikan kelestarian lingkungan ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI S rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta mendukung reformasi birokrasi dan mewujudkan good governance. meliputi: (1) Pembangunan infrastruktur regional dilakukan secara terpadu lintas wilayah administrasi dan lintas sektor dengan mengacu RTRWN.4. Oleh karenanya dalam strategi pengembangan wilayah rencana pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman harus terpadu dan searah dengan RTRWN yang merupakan matra spasial dari kebijakan pembangunan nasional. (2) Pengembangan kawasan-kawasan prioritas dalam rangka percepatan pertumbuhan wilayah pulau dengan strategi dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk peningkatan sektor-sektor strategis dan pengembangan kawasan cepat tumbuh.2. Dalam rangka integrasi dengan rencana pengembangan sektor per pulau strategi pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk mendukung pembangunan ekonomi regional berbasis pulau. Pembinaan penyelenggaraan infrastruktur melalui optimasi peran pelayanan publik bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk mendukung otonomi daerah dan penerapan prinsip-prinsip perbaikan tata kelola pemerintahan. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).1. STRATEGI 4. pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman sangat signifikan dalam membentuk struktur dan pola ruang termasuk mendorong pembangunan daerah dan pengembangan suatu wilayah. 4. Strategi Pengembangan Wilayah dan Dukungan Terhadap Lintas Sektor trategi pengembangan wilayah nasional diarahkan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahum 2008 tentang RTRWN. 3. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). arahan lokasi dan pembangunan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman selain harus sesuai dengan pola ruang wilayah (peruntukan. pengembangan.

Maluku. pemograman. (4) Mendorong simpul-simpul utama pulau sebagai pusat/hub ekonomi kawasan ke pasar internasional dengan strategi dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk pengembangan sistem transportasi wilayah mendukung pusat-pusat ekonomi wilayah regional. RPIJM-PU ini diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam perencanaan.2014 . Karenanya setiap pemerintah provinsi/kabupaten/kota perlu menyusun SPW-P/K yang disusun berdasarkan: (1) Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi/kabupaten/kota (RTRW-P/K). kapasitas lembaga. dan (5) Mengembangkan sentra pendukung ketahanan pangan dengan strategi dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk pengembangan potensi pertanian skala besar. Kementerian PU dengan Pemerintah Daerah serta antarsektor untuk dapat mengoptimalkan penyelenggaraan pembangunan. Dalam operasionalisasi rencana pengembangan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis RTRWN per pulau pada periode 2010-2014 diperlukan penjabaran sasaran fungsi-fungsi wilayah/perkotaan per pulau (Sumatera. Kalimantan. Dalam penyusunan Rencana Induk Sistem Pengembangan Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada tingkat wilayah provinsi/kabupaten/ kota. yang berisikan rencana dan arah kebijakan pembangunan provinsi/kabupaten/kota. Jawa-Bali. harus mengacu pada strategi pengembangan wilayah provinsi/kabupaten/ kota (SPW-P/K). Papua) yang perlu didukung pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukimannya yang telah teridentifikasi dalam RTRWN serta menyusun indikasi program utama untuk memenuhi tuntutan sasaran fungsi wilayah/perkotaan tersebut. dan penganggaran antara kewenangan Pemerintah dengan kewenangan Pemerintah Daerah. dan sumberdaya. termasuk optimalisasi perencanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Selanjutnya SPW-P/K tersebut digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana dan Program Investasi Jangka Menengah Pembangunan Infrastruktur PU (RPIJMPU) provinsi/kabupaten/kota yang akan menjadi dasar bagi perencanaan dan penganggaran pembangunan dalam rangka mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan baik dari Pemerintah Pusat. pulau-pulau kecil dan pengembangan kawasan agropolitan. Pemerintah Daerah maupun dunia usaha/masyarakat. khususnya pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. serta (2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). membuka akses ke daerahdaerah tertinggal. yaitu rencana spasial 20 tahunan yang berisikan pola dan struktur ruang wilayah provinsi/kabupaten/kota. Sulawesi. Nusa Tenggara. 76 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta kegiatan yang menggunakan anggaran DAK dan PAD. Dalam hal ini diperlukan upaya penajaman (tidak generik/ tipologis) berbasis kondisi infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman eksisting dan skenario pengembangannya untuk lima tahunan per kawasan/perkotaan dan per pulau dengan mempertimbangkan kemampuan pendanaan. RPIJM-PU tersebut akan mengintegrasikan rencana pembangunan oleh Pemerintah cq.melalui strategi pengembangan kawasan tertinggal dan kawasan perbatasan dengan meningkatkan akses ke negara tetangga.

sentra produksi) yang saling menguntungkan. PKW. ditambah lagi dengan adanya konversi lahan pertanian di P. dengan meningkatkan keterpaduan jaringan jalan nasional. Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dalam rangka mendukung pengembangan industri perlu memperhatikan hal ini. Kebijakan pengembangan industri juga diarahkan pada peningkatan peran wilayah-wilayah di luar P. simpul transportasi nasional (pelabuhan. distribusi.Arah pembangunan jaringan infrastruktur sumberdaya air dikaitkan dengan upaya mendorong kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi (kawasan andalan ekonomi dan kota-kota PKN. provinsi. dengan ketentuan minimal seluas 30% dari daerah aliran sungai. Untuk itu pembangunan infrastruktur perlu didorong dalam rangka mendukung kelancaran arus barang dan efektivitas kinerja sistem logistik nasional. Jawa yang sangat tinggi yang akan mengancam ketahanan pangan nasional. dan PKSN). PKW. kelautan dan perikanan. stasiun kereta api. Jawa karena daya dukung P. pertanian. yang sekaligus juga untuk mendorong berkembangnya pusat pertumbuhan dalam konteks pengembangan wilayah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah Jawa dan luar Jawa. serta perwujudan keterkaitan dengan wilayah di belakangnya (pedesaan. bandara. antara lain untuk penyediaan air baku (irigasi dan industri) dan air bersih. dan terminal). pusat kegiatan ekspor-impor (lokasi kawasan industri). termasuk jaringan transportasi multimoda. melalui pembangunan prasarana atau infrastruktur sumberdaya air dalam kesatuan wilayah sungai terutama dengan fungsi pendayagunaan sumberdaya air. Pengaturan fungsi pengendalian daya rusak air diarahkan pada kawasan lindung setempat antara lain sempadan sungai. dan perdesaan yang menghubungkan berbagai simpul moda transportasi ke pusat produksi.2014 77 BAB 4 . Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman juga perlu diselaraskan untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi utama lainnya seperti industri. Pembangunan industri misalnya. sempadan pantai. dan PKSN). sekaligus mendukung upaya pengembangan wilayah. Jawa untuk menampung pengembangan industri baru sudah tidak memungkinkan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kabupaten. dan daerah rawan bencana. dan pusat kegiatan bisnis jasa (lokasi perkantoran dan perbankan/keuangan). Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman perlu selaras dengan revitalisasi dan pengembangan sistem logistik nasional dalam rangka mendorong peningkatan daya saing nasional menghadapi persaingan global. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Arah pembangunan jaringan infrastruktur ke-cipta karya-an dikaitkan dengan upaya perwujudan fungsi-fungsi kota-kota sebagai pusat pertumbuhan wilayah (PKN. dan logistik wilayah. Upaya fungsi konservasi untuk menjaga kelestarian sumberdaya air dipadukan dengan keberadaan kawasan lindung yang terdiri dari hutan lindung dan hutan konversi. diarahkan untuk menjadikan Indonesia pada tahun 2025 menjadi negara industri tangguh kelas dunia yang diakui di lingkungan global.

Sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan dan mengatasi kesenjangan pembangunan antar wilayah sekaligus mengendalikan pesatnya laju urbanisasi. maka pengembangan kawasan perdesaan dilakukan melalui pengembangan kawasan agropolitan. Misalnya Provinsi Riau (Dumai). operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi/rawa. sanitasi. dan Karimun). air bersih. Bintan.Pemerintah juga berupaya untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam rangka mempercepat pengembangan ekonomi di wilayah tertentu yang bersifat strategis bagi pengembangan ekonomi nasional dan untuk menjaga keseimbangan kemajuan suatu daerah dalam kesatuan ekonomi nasional. Dukungan infrastruktur PU tersebut juga dapat dibangun dengan memanfaatkan kerjasama pemerintah-swasta (public-private partnership). pemenuhan kebutuhan air baku untuk industri dan air minum. dukungan pengelolaan sampah dan air limbah. maka dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dibutuhkan dengan koordinasi dan integrasi dengan sektor terkait dalam hal penyediaan sarana jalan. jalan. Beberapa pemda telah mengusulkan lokasi sebagai KEK. Demikian juga diperlukan rencana penataan ruang yang selaras dengan rencana penataan ruang di atasnya. Dukungan terhadap pengembangan kawasan agropolitan tersebut dapat berupa penyiapan rencana induk pengembangan dan dukungan sarana dan prasarana PU seperti air baku. Pengembangan industri dan keberadaan KEK ini perlu dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman seperti jalan akses dari pusat produksi ke simpul koleksi dan distribusi (pelabuhan dan bandara). serta mengendalikan banjir pada kawasan pertanian dan pengembangan peran petani pemakai air. pengendalian pemanfaatan air tanah. serta peningkatan kualitas lingkungan dan permukiman. Kepulauaan Riau (Batam. dan dukungan untuk mengurangi risiko banjir. penyediaan permukiman dan prasarana untuk pekerja. Jawa Tengah (Kendal). Dalam hal kelancaran distribusi pangan dilaksanakan melalui pembangunan dan rehabilitasi serta pemeliharaan akses jalan dan jembatan dari pusat-pusat produksi ke jalan lintas strategis nasional. dan permukiman. Jawa Timur. mengingat besarnya jumlah rumah tangga nelayan dan merupakan kelompok penduduk berpenghasilan rendah. 78 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Dukungan infrastruktur PU dan permukiman dalam pembangunan sektor pertanian terkait dengan dukungan terhadap ketahanan pangan dengan memprioritaskan dukungan terhadap pusat-pusat produksi pangan dan kelancaran distribusi hasil produksi pangan seperti melalui penanganan rehabilitasi. Terkait dengan sektor kelautan dan perikanan.2014 . membangun waduk/embung.

4.4.2. Strategi Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Antisipasi Terhadap Perubahan Iklim (Climate Change)

nfrastruktur memberikan kontribusi besar terhadap isu-isu lingkungan termasuk pemanasan global. Infrastruktur dapat mempercepat terjadinya kerusakan lingkungan namun sebaliknya jika infrastruktur dibangun dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan, maka infrastruktur dapat menyelamatkan lingkungan dan mengurangi fatalitas akibat bencana. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada dasarnya sudah berada dalam koridor pembangunan yang berwawasan lingkungan sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang (UU) sektor ke-PU-an. UndangUndang Bangunan Gedung (UU No. 28/2002) telah mengamanatkan pentingnya memperhatikan keseimbangan antara aspek bangunan dan lingkungannya. Demikian pula Undang-Undang Sumber Daya Air (UU No. 7/2004) dan UndangUndang Jalan (UU No. 38/2004) mewajibkan agar dalam pengelolaan sumber daya air maupun jalan sungguh-sungguh memperhatikan kelestarian lingkungan. Undang-Undang Penataan Ruang (UU No. 26/2007) menjadi payung hukum dalam menjaga keseimbangan pemanfaatan ruang baik skala kawasan maupun wilayah. Ketentuan lebih lanjut dari UU tersebut, yaitu peraturanperaturan pelaksanaannya baik berupa norma, standar, pedoman dan manual (NSPM), maupun peraturan daerah sudah seharusnya lebih menekankan pada pembangunan yang berwawasan lingkungan, sebagaimana diamanatkan oleh UU tersebut. Pada pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) II 2010-2014 sudah tidak dapat dipungkiri bahwa dalam perkembangannya akan dihadapkan dengan tantangan terjadinya degradasi kualitas lingkungan yang saat ini pun telah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Oleh karenanya, kebijakan pembangunan ke depan harus mampu mendorong peningkatan kualitas lingkungan termasuk dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian, maupun dalam proses pemeliharaan bangunan-bangunan konstruksi dan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan tersebut harus memenuhi karakteristik keseimbangan dan kesetaraan, pandangan jangka panjang, dan sistemik. Kebijakan pembangunan tersebut diantaranya adalah menerapkan konsep pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan (green building dan green infrastructure), mempertahankan dan mendorong peningkatan prosentase Ruang Terbuka Hijau (RTH) terhadap kawasan budidaya lainnya, mempertahankan kawasan konservasi terutama di kawasan perkotaan, mewujudkan ecocity, serta

I

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

79

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4

meningkatkan pengawasan dan pengendalian lingkungan dalam setiap aspek pelaksanaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Tolok ukur green construction adalah mengharmonikan infrastruktur dan bangunan dalam jaringan dan lingkup yang lebih luas, terkait aspek-aspek iklim, sumber daya alam, ekonomi, serta sosial dan budaya. Manfaat yang paling penting dari penerapan green construction ini adalah tidak hanya sekedar melindungi sumber daya alam, tetapi juga dalam rangka mewujudkan efisiensi penggunaan energi dan meminimalisir kerusakan lingkungan. Manfaat lainnya yang dianggap paling penting adalah bahwa kehidupan dan kesehatan masyarakat akan menjadi lebih baik, termasuk meningkatnya kepedulian lingkungan dari masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan nilai-nilai estetika lingkungan. Implementasi kebijakan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan tersebut sepenuhnya perlu didukung oleh pengembangan dan penelitian teknologi terapan yang berwawasan atau ramah lingkungan. Untuk itu, dalam pengembangan teknologi, rancangan dan arsitektur bangunan, metodologi pembangunan, material dan bahan yang dimanfaatkan, serta efisiensi penggunaan energi dan sumber daya air, termasuk prinsip-prinsip dasar 3R: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycling (mendaur ulang) dalam setiap pelaksanaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman harus menjadi komitmen seluruh pelaku pembangunan bidang ke-PU-an dan permukiman. Demikian pula kebutuhan inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih dan sanitasi sangat tinggi agar krisis air bersih dan pemasalahan sanitasi khususnya yang terkait dengan water-borne diseases (seperti diare, demam berdarah, malaria, dan lain sebagainya) dapat dihindari. Teknologi pengolahan sampah, baik dari sisi pemisahan, daur ulang, dan penghancuran dengan menggunakan teknologi bioproses yang dipandang lebih ramah lingkungan perlu terus dikembangkan. Demikian halnya dengan penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang sumber daya air, antara lain untuk teknologi bangunan hidraulik ramah lingkungan, tidak boleh berhenti guna meningkatkan kinerja pengelolaan sumber daya air disamping terus mengupayakan mengendalikan laju alih fungsi lahan konservasi air dan daerah irigasi teknik secara ketat dari lahan penunjang ketahanan pangan menjadi lahan penunjang keperluan permukiman dan industri. Inovasi teknologi juga harus dikembangkan dalam penerapan teknologi daur ulang material perkerasan permukaan jalan karena teknologi ini dapat mengurangi kebutuhan material baru yang berasal dari badan sungai termasuk perlunya dipertimbangkan penggunaan material pembangunan jalan yang dapat diperbaharui (renewable) karena bobotnya lebih ringan dan kuat serta dapat menghemat biaya angkut.

80

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

Penyelenggaraan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dalam RPJMN II 2010-2014 juga perlu memberikan perhatian yang lebih besar pada aspek peningkatan kapasitas (capacity building) sumber daya manusia dan institusi termasuk kompetensi dan kemandirian pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan, mendorong peran sektor swasta melalui regulasi yang sehat dan iklim usaha yang semakin kondusif dan kompetitif, serta mendorong partisipasi dan peran serta masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan untuk mewujudkan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan.

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

Perubahan Iklim (Climate Change) Mengingat karakteristiknya sebagai negara kepulauan yang berada di Garis Khatulistiwa, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana terkait dengan iklim (climate-related disasters). Untuk itu Indonesia perlu menyusun strategi mitigasi dan adaptasi menghadapi dampak perubahan iklim. Secara umum terdapat beberapa efek perubahan iklim seperti naiknya muka air laut, naiknya temperatur, perubahan pola curah hujan, serta kenaikan frekuensi dan intensitas iklim ekstrem. Potensi dampak yang ditimbulkan adalah penurunan ketersediaan air; kekeringan; gangguan keseimbangan air; banjir; tanah longsor, intrusi air laut; dan badai. Selain itu karena 18% dari penduduk Indonesia bermukim di dataran rendah, serta terdapat lebih kurang 2000 pulau kecil yang terancam tenggelam, termasuk 92 pulau terluar, menyebabkan tingginya kerentanan Indonesia terhadap perubahan iklim. Mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim perlu menjadi arus utama (mainstream) dalam perencanaan pembangunan nasional (RPJPN dan RPJMN) serta perencanan pembangunan di daerah. Kementerian PU telah menyusun Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim yang berisi kebijakan, strategi dan program mitigasi dan adaptasi menghadapi dampak negatif perubahan iklim. Kebijakan yang dijalankan adalah menerapkan perencanaan tata ruang nasional dan wilayah yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan; meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur sumber daya air untuk menjamin ketahanan pangan dan mengurangi risiko banjir, longsor, kekeringan, dan abrasi pantai; meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur perkotaan dan perdesaan untuk mengurangi potensi banjir/genangan, krisis air dan sanitasi; serta meningkatkan kualitas pelayanan jalan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas dan aksesibilitas yang lebih efisien, melalui penyusunan NSPK, perencanaan, pelaksanaan pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dengan mempertimbangkan perubahan iklim.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

81

BAB 4

4.4.3. Strategi Peningkatan Turbinwas
esuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bidang pekerjaan umum adalah salah satu urusan pemerintahan yang bersifat concurrent atau dilaksanakan bersama oleh Pemerintah dan Pemerintahan Daerah. Sedangkan di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, telah diatur urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat, dan telah terbagi ke dalam masing-masing tingkatan pemerintahan. Pembagian urusan pemerintahan tersebut berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Dengan landasan ketentuan tersebut, penyelenggaran urusan yang dilaksanakan oleh Kementerian PU adalah menangani urusan-urusan pemerintahan yang merupakan kewenangan Pemerintah, baik yang akan dilaksanakan sendiri maupun yang akan dilakukan melalui dekonsentrasi dan tugas pembantuan dalam rangka peningkatan kapasitas dan percepatan pelembagaan penyelenggaraan urusan bidang pekerjaan umum di daerah secara sinerjik dengan peran Pemerintah. Oleh karenanya ke depan peran Kementerian PU akan lebih dititikberatkan untuk melakukan pengaturan, pembinaan, dan pengawasan (TURBINWAS) di bidang pekerjaan umum, serta pembinaan dan pengendalian pelaksanaan DAK infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Kementerian PU memiliki mandat untuk melaksanakan 2 (dua) urusan pemerintahan yang dibagi bersama antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan, yaitu urusan pekerjaan umum dan urusan penataan ruang yang terbagi ke dalam sub bidang. Setiap sub bidang terdiri dari sub-sub bidang yang meliputi pengaturan, pembinaan dan pemberdayaan, pembangunan dan pengelolaan, serta pengawasan dan pengendalian. Dalam kaitan dengan tugas pengaturan, disamping menyelenggarakan urusan yang menjadi tugasnya, Kementerian PU diharuskan untuk menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) untuk dijadikan pedoman bagi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam rangka melaksanakan urusan wajib pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota berkaitan dengan pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan permukiman. Dalam kaitan dengan tugas pembinaan, Kementerian PU juga berkewajiban melakukan pembinaan kepada pemerintah daerah untuk mendukung kemampuan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan urusan bidang pekerjaan umum dan permukiman,

S

82

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

sehingga akan tumbuh kemandirian daerah dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang pekerjaan umum dan permukiman sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan sesuai dengan prinsip otonomi daerah, yaitu luas, nyata, dan bertanggung jawab. Selain itu, pengawasan dan pengendalian secara nasional terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan dan NSPK juga harus ditingkatkan mengingat tuntutan penyelenggaraan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman yang semakin berkualitas tidak dapat ditawar lagi. Dengan demikian, peran pengaturan dan pembinaan serta pengawasan dan pengendalian harus memperoleh prioritas penanganan karena memiliki arti yang sangat strategis untuk mewujudkan pelayanan terbaik kepada masyarakat oleh pemerintah daerah dan sekaligus berarti juga bahwa pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah telah menuju arah yang tepat. Dalam penyelenggaraan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman periode 2010-2014, Kementerian PU selain akan menjalankan tugas melaksanakan pembangunan (operator) yang menjadi kewenangan Pemerintah, juga memerlukan upaya untuk memantapkan peran sebagai regulator dan fasilitator. Prioritas yang perlu dilaksanakan adalah penguatan kelembagaan termasuk capacity building untuk memperkuat manajemen sumber daya manusia baik di pusat maupun daerah, serta meningkatkan koordinasi kelembagaan, terutama yang sifatnya lintas sektor dan daerah untuk mengkonsolidasikan dan mensinergikan potensi sumberdaya yang ada dalam rangka mengantisipasi peningkatan penyelenggaraan infrastruktur PU dan permukiman.

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

4.4.4. Strategi Pengarusutamaan Jender
erkait dengan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman ini, penting pula diperhatikan adanya upaya untuk mewujudkan kesetaraan jender sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJPN dan menjadi salah satu tujuan yang akan dicapai dalam RPJMN 2010-2014. Lebih operasional lagi, Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 telah memerintahkan kepada seluruh kementerian/lembaga serta pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota untuk melaksanakan pengarusutamaan jender ke dalam siklus manajemen, yakni perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program yang berperspektif jender di seluruh aspek pembangunan. Kemudian, sebagai tindak lanjut dari Inpres Nomor 9 tahun 2000 tersebut telah pula diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 119/PMK.02/2009 yang mengatur tentang petunjuk penyusunan dan penelaahan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga dan penyusunan, penelaahan, pengesahan dan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2010, di mana di dalamnya antara lain menekankan kembali pentingnya isu pengarusutamaan jender ini.

T

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

83

BAB 4

4. serta keadilan jender dilihat dari keamanan dan kenyamanan pemanfaatannya. orang-orang dengan kebisaan berbeda/difable. antara lain melalui upaya meningkatkan penyetaraan jender yang memperhatikan segi akses. pemeliharaan. yakni dari produk-produk yang dihasilkan. anak-anak di bawah umur. orang-orang dengan kebisaan berbeda/difable. anak-anak di bawah umur. orangorang dengan kebisaan berbeda/difable. perencanaan dan penganggaran. Konsep setara dan adil jender harus benar-benar menjadi pegangan dalam setiap tahapan kegiatan PU. Kementerian PU ke depan harus lebih meningkatkan pengarusutamaan jender tersebut. Upaya menuju pembangunan infrastruktur ke-PU-an dan permukiman yang ideal dapat dilihat dari 3 (tiga) sudut pandang. pengambilan peran dan fungsi secara proporsional dalam proses pembangunan secara utuh menyeluruh baik dari pemanfaatan hasil. anak-anak di bawah umur. serta implementasinya melalui program dan kegiatan. partisipasi. dan pola-pola kerjasama diantara ketiganya menjadi sangat penting karena kebutuhan akan infrastruktur yang kian meningkat sehingga dibutuhkan mobilisasi dan upaya mengembangkan berbagai alternatif rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Jika melihat definisi setara dan adil di atas dan dikaitkan dengan tolok ukur pengarusutamaan jender yang dapat diukur dari sisi akses. penyusunan. beban ganda. Sementara adil dapat diartikan sebagai tidak adanya pembakuan peran.Pengarusutamaan jender ini telah menjadi komitmen Kementerian Pekerjaan Umum yang akan diterapkan dalam setiap penyusunan kebijakan. kesempatan partisipasi dan kontrol. serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) dalam aspek egaliter. ruang partisipasi. pengakuan terhadap eksistensi.5 Strategi Pembiayaan I nvestasi pembangunan infrastruktur melalui pembiayaan dari masyarakat dan dunia usaha.2014 . maka “setara” berada pada ukuran akses. serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) dan laki-laki dengan kata lain tidak bias jender atau bahkan menimbulkan kesenjangan jender. kontrol dan manfaat. pelaksanaan. marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan (dan orang lanjut usia. proses penyelenggaraan pembangunan ke-PU-an dan permukiman. selain pemerintah. evaluasi maupun perencanaan pembangunan di bidang ke-PU-an dan permukiman. pengawasan. partisipasi dan kontrol sedangkan “adil” dilihat dari sisi pemanfaatannya. Untuk itu. kemampuan memadai yang meliputi Knowledge Attitude Practise. Apakah ketiganya telah aman dan nyaman bagi perempuan (dan orang lanjut usia. subordinasi. dan kebijakan/NSPK di lingkungan Kementerian PU sebagai inputnya. Dimana setara berarti seimbang relasi antara lakilaki dan perempuan (dan orang lanjut usia. serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) maupun laki-laki. 84 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 4.

Salah satunya adalah dimana masyarakat dapat membiayai sendiri dengan membayar pada layanan infrastruktur yang diberikan (user charge). atau lebih dikenal dengan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). sistematis. Hal ini sejalan dengan arahan RPJM Tahap Ke-2 (2010-2014) dimana percepatan pembangunan infrastruktur diupayakan dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha. skim pembiayaan publik dapat juga dilakukan melalui penerbitan surat hutang yakni melalui Pasar Surat Hutang berupa obligasi. sebagaimana yang saat ini telah mulai dikembangkan pada penyediaan fasilitas air minum di kawasankawasan perumahan baru kelompok masyarakat menengah ke atas di berbagai tempat (LIPPO Karawaci. diversifikasi sumber pembiayaan. serta peningkatan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat. 66 Tahun 2007 sebagai upaya strategis untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Pemerintah Selain pembiayaan yang bersumber dari APBN dan APBD. LIPPO Cikarang. Kemampuan ini akan memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk lebih fokus pada kelompok masyarakat yang belum terlayani infrastruktur maupun meningkatkan kualitas layanan infrastruktur.pembiayaan yang lebih optimal. dan lain-lain) dimana masyarakat penghuni yang mendapatkan pelayanan dan kemudahan dari fasilitas air minum yang disediakan tersebut membayar langsung terhadap layanan infrastruktur yang disediakan tersebut kepada pengelola. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Masyarakat Dalam 5 (lima) tahun ke depan. surat hutang jangka menengah (medium term notes). Bintaro Jaya. kontinyu dan berdimensi jangka panjang seperti antara lain dengan memanfaatkan infrastructure fund yang telah diterbitkan melalui PP No. Manfaat dari pembiayaan ini dapat mendorong good corporate governance dalam pembiayaan dan pengelolaan infrastruktur publik. credit paper yang diperdagangkan di pasar primer dan sekunder yang mempunyai berbagai manfaat. Adanya kemauan dan kemampuan membayar masyarakat akan menyebabkan swasta akan tertarik untuk berpartisipasi dengan mensyaratkan margin keuntungan tertentu bagi infrastruktur yang dinilai dapat dipulihkan biayanya (cost recovery). meningkatkan struktur pembiayaan perusahaan dan lebih efektif dalam menarik jangkauan yang lebih luas dalam investors network. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pola pembiayaan pembangunan infrastruktur PU dan permukiman akan terus didorong dan dikembangkan. Adanya beban langsung masyarakat yang menikmati layanan infrastruktur menyebabkan kenaikan kemampuan negara dalam membangun infrastruktur. Untuk itu pemerintah telah berkomitmen dengan menyisihkan dana APBN yang dikelola secara profesional oleh unit usaha milik pemerintah yang sebagian dananya tersebut akan digunakan sebagai dana investasi jangka panjang untuk infrastruktur.2014 85 BAB 4 . Strategi pembiayaan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut melalui kebijakan investasi yang lebih menyeluruh.

Sehingga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat/publik dengan tarif/harga yang terjangkau masyarakat dengan kualitas layanan yang baik. maupun Badan Layanan Umum (BLU). BLU adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas (Pasal 1 UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara). UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara membuka koridor baru bagi penerapan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). dan bukanlah sematamata sarana untuk mengejar fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. BLU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembaharuan manajemen keuangan sektor publik.Khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). cepat. namun juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). efisien dan efektif dapat diterapkan pengelolaan keuangan BLU dengan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat. pola-pola yang telah ada selama ini seperti PNPM Mandiri akan terus didorong dan dikembangkan. BLU adalah alat untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik melalui penerapan manajemen keuangan berbasis pada hasil. Di lingkungan pemerintahan di Indonesia terdapat banyak satuan kerja/ kegiatan yang berpotensi untuk dikelola secara lebih efisien dan efektif melalui rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . agar masyarakat sebagai subjek pembangunan mampu secara mandiri membangun dan memenuhi kebutuhannya sendiri dengan sumber daya yang dimilikinya.2014 . Dunia usaha yang dimaksud disini bukan hanya dunia usaha swasta murni (baik produsen maupun fabrikan materi terkait pembangunan infrastruktur). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). 86 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 Dunia Usaha Keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia ke depan menjadi sangat penting mengingat Pemerintah sendiri tidak akan mungkin bisa mendanai semua kebutuhan investasi infrastruktur.

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI pola BLU. pengelolaan dana bergulir untuk usaha kecil dan menengah. seperti: pengelolaan jalan tol. dan lain-lain. Joint Venture) merupakan pembiayaan model project financing yang selama ini dilakukan pada pengusahaan jalan tol. Build and Revenue Sharing. BTO.2014 87 BAB 4 . Khusus di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. dan obligasi. pendidikan. Skim pembiayaan untuk investasi infrastruktur jalan tol melalui equity financing seperti penyertaan ekuitas langsung dan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta (BOT. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . air limbah dan persampahan khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). commercial paper. pengembangan KPS dalam pembangunan infrastruktur juga perlu dioptimalkan karena dibutuhkan untuk dapat memenuhi gap kebutuhan infrastruktur. Hal ini sejalan dengan trend pergeseran investasi infrastruktur dan pembiayaan publik menjadi pembiayaan swasta sehingga terjadi transfer resiko kepada sektor swasta untuk meningkatkan percepatan pembangunan infrastruktur. pengelolaan air minum. Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS). Badan Usaha. pengelolaan kawasan. dan Masyarakat Selain dana-dana publik. dan lain sebagainya. terdapat beberapa bentuk layanan umum yang dapat dikelola secara lebih efektif dan efisien melalui pola BLU ini. Turnkey. Skim pembiayaan jalan tol ini juga menyertakan pembiayaan publik melalui debt financing berupa pinjaman bank. Kebijakan pembiayaan publik dan swasta telah diterapkan untuk mencapai target pembangunan infrastruktur sejauh ini. lisensi. Untuk itu. seperti: layanan kesehatan. kebijakan ke depan yang diperlukan adalah menjamin akses masyarakat terhadap jasa kegiatan infrastruktur dan pemerintah tetap konsisten mempertahankan fungsi regulasi yang fair kepada setiap pelaku dan konsumen.

termasuk pola-pola KPS. Untuk investasi perluasan dan pembangunan fasilitas air minum yang didukung oleh sumber pendanaan dari pemerintah dan masyarakat dan program restrukturisasi utang PDAM. pembangunan dan pengelolaan air minum. BUMN. dan BUMD dalam pembangunan infrastruktur. Untuk memperbaiki efisiensi dalam pengelolaan.Untuk infrastruktur air minum pola pembiayaan tersebut juga dikembangkan selain melalui kerja sama pemerintah-swasta (KPS) juga memanfaatkan equity (sumber pendanaan dari internal cash PDAM dan Pemda). pinjaman bank komersial (sumber pembiayaan dari pinjaman bank komersial dengan jumlah equity tertentu sebagai pendamping pinjaman). 28 tahun 2009 tentang Penetapan Daftar Rencana Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur. mengingat berbagai kendala dan hambatan yang diperkirakan akan masih saja terjadi pada periode 5 (lima) tahun mendatang dan belum akan dapat diatasi sepenuhnya. maka dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan telah ditetapkan beberapa proyek di bidang jalan tol. terukur. Namun. persampahan. dan adil serta dapat dipertanggungjawabkan. Dalam 5 (lima) tahun ke depan Pemerintah (dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum) merencanakan untuk terus mendorong berbagai alternatif pembiayaan untuk investasi pembangunan infrastruktur. dan sanitasi kota yang tanggung jawab pelaksanaannya ada pada Kementerian Pekerjaan Umum.4. dan obligasi (sumber dana dari penerbitan surat utang yang akan dibayar dari pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum/PDAM). pengelolaan PDAM perlu dilakukan secara profesional. Selain itu melakukan unbundling pembangunan infrastruktur dimana pemerintah akan menanggung pembangunan yang bersifat komersial untuk berbagai infrastruktur penting di daerah. air minum. serta pembangunan dan pengelolaan persampahan dan sanitasi kota. transparan. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No. dan berdasarkan tata kelola yang baik dengan tidak tertutup untuk mengikutsertakan swasta melalui proses yang transparan dan kompetitif secara adil dan mendapat dukungan yang konstruktif dari pemerintah daerah.2014 . maka Kementerian Pekerjaan Umum akan memprioritaskan untuk melakukan fasilitasi dan mendorong dengan 88 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Untuk mendukung partisipasi swasta. sebagaimana terlihat pada Tabel 4. 47/M.PPN/HK/2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No. matang. Kebijakan lainnya adalah dukungan penyertaan modal pemerintah untuk kegiatan non komersial tetapi mempunyai nilai ekonomis tinggi. bersih. sehingga pemerintah menganggap perlu memberikan subsidi operasi. utamanya dalam pembangunan dan pengelolaan jalan tol. prinsip akuntabilitas dan keterbukaan akan diterapkan. kebijakan penjaminan risiko oleh pemerintah dapat diberikan secara selektif berdasarkan kriteria yang obyektif.

Sejauh ini kebijakan yang diterapkan adalah biaya pengadaan tanah yang dibutuhkan ditanggung oleh Pemerintah atau sekaligus oleh pihak Swasta yang akan diperhitungkan dalam masa konsesi. biaya perpanjangan SIM/STNK. strategi pembiayaan infrastruktur ini masih memerlukan peraturan perundang-undangan yang lebih rinci. Sesuai dengan UU No. selamat. Meski demikian. uang parkir. ke depan akan diupayakan suatu Dana Preservasi Jalan (road fund) untuk mempertahankan kondisi infrastruktur jalan dalam rangka mendukung pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman. Selain berbagai strategi pembiayaan di atas.intensif tercapai target-target dan terwujudnya proyek-proyek KPS paling tidak sebagaimana digambarkan pada Tabel 4. Untuk menjamin hal tersebut. Kebijakan ke depan yang akan diterapkan terkait dengan lahan ini adalah pentingnya mengimplementasikan land capping dengan dukungan dana APBN. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. dan denda pelanggaran lalu lintas. tertib. diantaranya dari pajak bahan bakar minyak.2014 89 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . dan lancar.3. maka diterapkannya payung hukum untuk mengurangi aksi spekulan tanah dan payung hukum yang lebih tinggi tentang penitipan ganti rugi (konsinyasi) ke pengadilan dan pelaksanaan pembangunan pada tanah yang ganti ruginya telah dititipkan tersebut mutlak diperlukan. upaya kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat pun juga akan terus digalakkan. Hal lainnya adalah perlunya dukungan Pemerintah dalam pengadaan tanah/ lahan yang merupakan komponen penting dalam pembangunan infrastruktur. Sumber-sumber pendanaan untuk dana preservasi jalan tersebut berasal dari iuran jalan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . sebagai bagian dari upaya-upaya pencapaian target dan sasaran pembangunan Nasional sebagaimana tertuang di dalam dokumen RPJMN.2 dan Tabel 4.

13 713.37   11.00 75.50 36.00 7.97 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2006 Skema PPP.37 TARGET (Km)   116.PEMALANG PEMALANG .00 75. 05 km.PASURUAN KUNCIRAN .2014 .70 4.SERPONG CENGKARENG .47   FUNGSIONAL (Km)   116.BATANG SEMARANG .TANJUNG BENOA AKSES TANJUNG PRIOK SUB TOTAL III TOTAL RUAS JALAN TOL JALAN TOL TRANS JAWA CIKAMPEK .48 34.70 11.00 75.75 11.70 140.PANDAAN GEMPOL . I 1 2 3 4 5 6 7 8   II 1 2 3   4 5 6 7   III 1 2 3 4 5   JALAN TOL BARU CILEUNYI .00 13.10 0 9.50 39.Tabel 4.KERTOSONO KERTOSONO .19 15.19 15.97   7.27 579. PPJT 2006 PPJT 2006     PPJT 2006 PPJT 2006 Seksi I Operasi 2010 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2008 PPJT 2009     Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah       KETERANGAN 90 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4   rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .JAGORAWI BOGOR RING ROAD   GEMPOL .00 21.00 14.00 3. 95 km dan Swasta sepanjang 119.00 14.12 106.67 147. Dilaksanakan Pemerintah sepanjang 59.BATANG SEMARANG .DAWUAN MEDAN-KUALANAMU-TEBING TINGGI BANDUNG INTRA URBAN SERANGAN .00 57.2 Rencana Pembangunan Jalan Tol Tahun 2010 .PALIMANAN PEJAGAN .50 16.KUNCIRAN SUB TOTAL II   58.00 13.00 57.50 36.61 33.00 889.2014 PANJANG NO.50 39.MOJOKERTO SURABAYA .12 99.27 618.00 40.SUMEDANG .75 11.50 60.00 40.50 10.00 75.61 33.70 179.MOJOKERTO SUB TOTAL I JALAN TOL NON TRANS JAWA JORR W2 UTARA CINERE .SOLO SOLO .01     7.

0 Pra FS 8. Karawang SPAM Umbulan Kab.7 127.4 201.2 25.6 20.8 75.7 50. 2.6   224.1 207. Bandung Kab.6 89.Tabel 4.0 360.2 67. efektif mulai konstruksi Januari 2010: • Membangun IPA 900 l/det • Sambungan Rumah (SR) 60.6       142.2 Penyusunan Pra FS Penyusunan Pra FS & DED PROSES TENDER KotaJambi (IPA Broni & IPA Benteng) Proses Negosiasi dan Finalisasi PKS 10.3 155.8 19.9 10.000 540.4       502.6 99. Bandung dan Bandung Barat BOT Konsesi Konsesi 420 450 500 44.2014 91 BAB 4 . Kota dan Kab. Bandung Barat 9.5 38.1 150. Tangerang konsesi 900 75.8 517.0 900.1 68.6 KPS YANG SEDANG BERJALAN Pemenuhan Persyaratan Pendahuluan.2   33. Kab.7 77. Bekasi Kota Bandar Lampung DKI Jakarta.0 67. BOT 5000 567. Kota Bekasi Kota Surakarta Konsesi BOT 300 300 PRIORITAS 33. Bekasi.0 297. Kab.3 Rencana Proyek KPS Air Minum Tahun 2010 .000 unit • Jaringan pipa ± 180 km Kab.3   44.8 19. BOT/Konsesi 4.0 19.4 119.0 Pra FS 7.2016 NO Kota/ KABUPATEN BENTUK KERJASAMA KAPASITAS (Liter/det) 2010 2011 RENCANA DISBURSMENT (MILIAR RUPIAH) 2012 2013 2014 2015 2016 TOTAL STATUS POTENSI 1.4 Pra FS Ijin Study Pra FS ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3.0   1800.0 42.6 47. 4.2 89. 5. Cirebon Kab.1 25.0 378.0   1890. Banjar Baru Konsesi Konsesi BT 500 500 200 19.7 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .6 Pra FS Review isi Pra FS Review Pra Fs 6.1 171.0 945.8 51.7 77. ROT WTP 320 24.7           35.

60 523.225.00 525.070.00 1.00 8 Kementerian PU Jawa Bali 316.365.00 6 Kementerian PU Kementerian PU Jawa Bali - 930.00 NO 2 Sumatera 2.00 930.450.805.713.00 5.230.280.112.00 1.584.783.00 510.610.00 2.00 745.00 10.00 - - 2.265.050.490.4 2011 141.00\ 12 Kementerian PU Kementerian PU Sumatera - - 1.00 92 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 3 Kementerian PU Kementerian PU Sumatera - 4.Tabel 4.4 Daftar Rencana Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek 1 Terbangunnya jalan tol Medan – Binjai Terbangunnya jalan tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi Terbangunnya jalan tol Pekanbaru – Kandis – Dumai Terbangunnya jalan tol Palembang – Indralaya Terbangunnya jalan tol Tegineneng – Babatan Terbangunnya jalan tol Sukabumi – Cirajang Terbangunnya jalan tol Pasirkoja – Soreang Terbangunnya jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan Terbangunnya jalan tol Pandaan – Malang Terbangunnya jalan tol Serangan – Tanjung Benoa Terbangunnya jalan tol Manado – Bitung Terbangunnya jalan tol Kisaran – Tebing Tinggi Terbangunnya jalan tol Bukit Tinggi – Padang Panjang .530.115.60 - - 4.Lubuk Alune – Padang Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian PU Kementerian PU Sumatera Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 77.805.290.9 2012 1.00 1.80 1.225.552.00 1.760.00 - - 1.00 10 Jawa Bali - 745.00 9 Kementerian PU Kementerian PU Kementerian PU Jawa Bali - 1.00 - - 1.00 2.00 5.00 - - 1.2014 .020.00 7 Jawa Bali - 510.265.00 - - 1.00 - - 2.950.70 2013 2014 TOTAL 1.00 4 Sumatera - 525.860.896.00 - - 8.00 5 Kementerian PU Sumatera - 1.00 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .115.584.365.00 13 Sumatera - - - 5.00 1.00 - - 5.00 - - 3.00 11 Sulawesi - 2.370.00 4.

00 5.00 23 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.00 1.00 2.00 1.00 7.278.00 2014 TOTAL 2.960.00 - 920.00 2.00 5.460.00 18 Kementerian PU Jawa – Bali - 1.00 3.734.788.00 26 Kementerian PU Jawa – Bali - - 690.00 2.904.2014 93 BAB 4 .950.00 2.214.00 2.00 - - 3.00 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .00 6.716.00 4.260.00 22 Kementerian PU Jawa – Bali - - 1.00 2.288.734.590.00 4.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian PU Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Sumatera 2011 2012 1.070.00 - - 70.928.928.788.00 2.380.380.00 17 Kementerian PU Jawa – Bali - - 460.100.200.00 1.214.00 2.780.00 2.00 1.085.760.00 5.085.00 24 Kementerian PU Jawa – Bali - - 1.00 19 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.716.00 2013 1.00 25 Kementerian PU Jawa – Bali - 20.00 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 16 Kementerian PU Sumatera - - 2.00 21 Kementerian PU Jawa – Bali - - 1.100.720.00 50.00 14 Terbangunnya jalan tol Batu Ampar – Muka Kuning – Bandara Hang Nadim Terbangunnya jalan tol Terbanggi Besar – Manggala – Pematang Panggang Terbangunnya jalan tol Bakauheni – Terbanggi Besar Terbangunnya jalan tol Cilegon – Bojonegoro Terbangunnya jalan tol Kamal – Teluk Naga – Batu Ceper Terbangunnya jalan tol Kemayoran – Kampung Melayu Terbangunnya jalan tol Sunter – Rawa Buaya – Batu Ceper Terbangunnya jalan tol Ulujami – Tanah Abang Terbangunnya jalan tol Pasarminggu – Casablanca Terbangunnya jalan tol Sunter – Pulo Gebang – Tambelang Terbangunnya jalan tol Duri Pulo – Kampung Melayu Terbangunnya jalan akses Tanjung Priok Terbangunnya jalan tol Terusan Pasteur – Ujung Berung – Cileunyi 15 Kementerian PU Sumatera - - 1.952.00 460.704.140.00 1.280.312.780.460.00 3.795.00 2.795.00 1.384.278.00 20 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.00 9.00 1.200.00 8.

890.00 2014 1. Pemkab Bekasi Jawa Bali Sumatera - - 260.890.509.770.00 699.00 - - - - - - - - 100.000.0 - - - 540.00 1.00 29 Jawa – Bali - - 1.00 6. Pemkab Bekasi.00 2.00 932.00 1.00 33 Kementerian PU Kementerian Pekerjaan Umum.400.00 31 Jawa – Bali - - 1.00 - - - - - - rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .170 3.520.00 - 520.00 37 Penyediaan Air Minum DKI JakartaBekasi-Karawang Jawa Bali - - 1.300.827. Pemkot Bandar Lampung Kementerian Pekerjaan Umum.012.00 2.300.00 10.000.00 2.000.00 1. Pemkot Bandung Kementerian Pekerjaan Umum.00 32 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.00 - - - 60.000. Pemkab Karawang 38 Penyediaan Air Minum Kabupaten Bekasi (Cikarang Barat & Cibitung) Kementerian Pekerjaan Umum.300.00 100.00 260.00 2013 2.090. Pemprov DKI Pemkot Bekasi.330.00 TOTAL 6.00 10.00 80.00 3.00 1.436.000.827.030.00 2.2014 .960.00 27 Terbangunnya jalan tol Ujungberung – Gedebage – Majalaya Terbangunnya jalan tol Semarang – Demak Terbangunnya jalan tol Yogyakarta – Bawen Terbangunnya jalan tol Yogyakarta – Solo Terbangunnya jalan tol Bandara Juanda – Tanjung perak Terbangunnya jalan tol Probolinggo – Banyuwangi Terbangunnya jalan tol Jembatan Selat Sunda Penyediaan Air Minum Kota Bandung Peningkatan dan Pembangunan IPAM Kota Medan 28 Kementerian PU Kementerian PU Jawa – Bali - - 888.00 5.00 34 Jawa Bali - 270.00 - 35 Sumatera - 60.00 - 270.00 280.400.00 1. Pemkot Medan Jawa – Bali - - 10.00 94 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 30 Kementerian PU Kementerian PU Jawa – Bali - - 699.00 888.509.200.00 2.00 10.184.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian PU Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Jawa – Bali 2011 2012 1.00 8.00 36 Penyediaan Air Minum Kota Bandar Lampung Kementerian Pekerjaan Umum.

00 - 70.00 - - 50.00 39 Penyediaan Air Minum Kabupaten Bandung 40 Penyediaan Air Minum Kabupaten Sumedang Kementerian Pekerjaan Umum.00 110.00 5.2014 95 .00 42 Penyediaan Air Minum Kabupaten dan Kota Cirebon Kementerian Pekerjaan Umum.00 - - 140.00 45 Penyediaan Air Minum Kabupaten Klungkung Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkot Cirebon Jawa Bali - 70.00 35.00 43 Penyediaan Air Minum Kota Bekasi (Pondok Gede) Kementerian Pekerjaan Umum.00 - - 10. Pemkab Klungkung Jawa Bali - 125.00 44 Penyediaan Air Minum Kota Surakarta Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkab Kuningan.00 125.00 55.00 BAB 4 - - - - - - rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .00 TOTAL 170. Pemkab Bandung Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Jawa Bali 2011 2012 60.00 - - 250.00 25.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum.00 2013 60.00 160. Pemkab Sumedang Jawa Bali - 25. Pemkab Indramayu Jawa Bali - 5. Pemkot Surakarta Jawa Bali - - 35.00 2014 50. Pemkab Maros Sulawesi - 60.00 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 41 Penyediaan Air Minum Kabupaten Indramayu Kementerian Pekerjaan Umum.00 - - - 400.00 47 Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bogor dan Depok Kementerian Pekerjaan Umum/ Pemprov Jabar Jawa Bali 240.00 70.00 - - 115.00 - 220. Pemkab Cirebon. Pemkot Bekasi Jawa Bali - - 110.00 46 Penyediaan Air Minum Kabupaten Maros Kementerian Pekerjaan Umum.

00 10.00 10.00 54 Kementerian Pekerjaan Umum.00 20.00 10.00 2012 2013 2014 TOTAL 800 48 Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bandung dan Sekitarnya Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Barat (alternatif 1) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Barat (alternatif 2) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Timur (alternatif 1) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Timur (alternatif 2) 49 Kementerian Pekerjaan Umum.00 53 Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten dan Kota Semarang (alternatif 1) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten dan Kota Semarang (alternatif 2) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten dan Kota Semarang (alternatif 3) Kementerian Pekerjaan Umum. Pemprov Jawa Tengah Jawa Bali - - 30.00 52 Jawa Bali - - 10.2014 . Pemprov Jawa Barat Kementerian Pekerjaan Umum.00 30.00 51 Kementerian Pekerjaan Umum. Pemprov Jawa Tengah Jawa Bali - - 20.00 30.00 10.00 10.00 55 Kementeria n Pekerjaan Umum. Pemprov Jawa Barat Jawa Bali 750.00 50.00 800.00 100.00 2011 320.00 10. Pemprov Jawa Tengah Jawa Bali - - 40.00 30.00 750.00 20.00 30.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum/ Pemprov Jabar Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Jawa Bali 480.00 20.00 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pemprov Jawa Barat Jawa Bali - - 20.00 96 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 50 Kementerian Pekerjaan Umum. Pemprov Jawa Barat Jawa Bali - - 10.00 50.

Kebijakan ini mendukung salah satu prioritas pembangunan nasional dalam RPJMN 2010–2014 yaitu pembangunan SDM untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dalam era globalisasi yang berkembang saat ini.4. Strategi tersebut meliputi pembenahan organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing) dengan menstrukturkan organisasi dan mensinkronkan tugas dan fungsi dan merampingkan birokrasi agar efektif dan efisien serta melalui delivery system (mencakup tata laksana dan pola organisasi) yang tepat berupa sistem.4. yakni masih belum optimalnya kualitas pelayanan publik. Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. ketatalaksanaan (business process). serta sumber daya manusia aparatur Negara. terutama menyangkut aspekaspek kelembagaan/organisasi. kelembagaan Kementerian PU perlu menjalankan penataan aparatur atau reformasi birokrasi yang menyeluruh dan dilaksanakan secara bertahap. dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan good governance. belum optimalnya integritas aparatur birokrasi. efisien. Pengembangan institusi Pengembangan institusi adalah salah satu kunci dalam reformasi birokrasi melalui proses transisi yang dapat dilaksanakan dengan reorganisasi yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada kinerja. dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). dan tujuan organisasi. serta perlunya peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan. Kementerian PU menjadi pelopor dalam pengembangan sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement). efektivitas. 1. serta produktivitas. proses. perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Dalam rangka pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas sejalan dengan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance) untuk menghindarkan praktik-praktik KKN. regulasi. perlunya peningkatan efisiensi. D rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . adanya tumpang tindih regulasi yang perlu dibenahi. misi. terukur.2014 97 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . Penataan aparatur atau reformasi birokrasi perlu dilakukan mengingat kondisi objektif birokrasi saat ini yang masih perlu disempurnakan. dan adanya tumpang tindih tugas dan fungsi unit-unit kerja.6 Strategi Penataan Aparatur alam mencapai visi jangka panjang. Strategi tersebut juga meliputi pengembangan kapasitas institusi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian PU dan aparatur di daerah. dan prosedur kerja yang jelas. rendahnya disiplin dan etos kerja pegawai. efektif.

serta pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK). maka adanya konsistensi kebijakan nasional tentang pengembangan SDM PNS yang ramping 98 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta evaluasi kinerjanya secara signifikan yang perlu terus dilanjutkan. seperti UU Sumber Daya Air. serta akan dilakukan langkah-langkah deregulasi untuk berbagai peraturan yang merupakan produk yang sudah lama yang dinilai dapat menghambat pelaksanaan tugas dan menciptakan ketidakpastian hukum di masyarakat untuk kemudian dilakukan reformasi jika dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi terkini. penempatan calon PNS. Pengembangan SDM juga diperlukan untuk memenuhi tuntutan perubahan peran Kementerian PU yang diharapkan berubah dari semula lebih dominan sebagai provider-operator menjadi dominan sebagai regulatorfasilitator yang berorientasi pada peningkatan TURBINWAS ke daerah dalam rangka pelaksanakan tugas pembantuan. namun masih perlu disempurnakan dengan mengacu kepada pedoman reformasi birokrasi yang telah dikeluarkan. produktif. serta mengikutsertakan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam keseluruhan prosesnya. pembinaan. UU Penataan Ruang. 2. dekonsentrasi.Meskipun Kementerian PU telah melakukan berbagai upaya terkait reformasi birokrasi. Mendukung upaya ini. UU Jalan. dan UU Jasa Konstruksi. Untuk itu sejak tahun 2006 Kementerian PU telah melakukan upaya reformasi perekrutan. Pembenahan Regulasi Dari sisi regulasi. Selanjutnya akan dilakukan identifikasi peraturan-peraturan yang masih perlu dijabarkan lagi turunannya. Kementerian PU telah memiliki berbagai dasar hukum pembangunan dan pengelolaan sektor yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Selanjutnya dalam rangka reformasi birokrasi Kementerian PU. UU Bangunan Gedung. serta meningkatkan kinerja penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman agar tugas dan fungsi yang diemban oleh Kementerian PU dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. 3. profesional. dalam jangka panjang perlu dilakukan perubahan yang lebih fundamental sifatnya.2014 . yaitu dari organisasi yang bersifat sektoral menjadi bersifat fungsional. disiplin. dan sejahtera agar dapat mencapai 3 (tiga) strategic goals Kementerian PU dan prioritas pembangunan nasional. beserta peraturan pelengkapnya. berkinerja tinggi. kompeten. Pengembangan SDM Pengembangan SDM di bidang pekerjaan umum dan permukiman dilaksanakan untuk memperoleh SDM yang berintegritas. Pengembangan SDM di bidang pekerjaan umum dan permukiman dilaksanakan melalui pembinaan jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berdasarkan jalur jabatan struktural dan jabatan fungsional.

Dalam upaya untuk mempercepat peningkatan kompetensi SDM di bidang pekerjaan umum dan permukiman juga perlu dilakukan Training of Trainers substansi bidang pekerjaan umum dan permukiman bagi instruktur yang ada pada unit-unit kerja diklat di tingkat provinsi sehingga mereka dapat memberikan diklat untuk PNS di provinsinya sendiri maupun di kabupaten/kota. baik di dalam maupun di luar negeri. maka pola kerja sama dengan berbagai mitra kerja harus terus dikembangkan. maupun fungsionalnya. pendidikan dan pelatihan (diklat) berbasis kompetensi. Kebijakan Penataan Ruang 1. Pelaksanaan diklat dapat dilakukan baik di institusi diklat intern Kementerian PU maupun institusi diklat di luar Kementerian PU.2014 99 BAB 4 . Oleh karenanya. Pelaksanaan diklat di masa depan juga memerlukan pembenahan. penguatan. serta penempatan yang menyatu antara pejabat fungsional dan struktural sesuai tingkatannya. remunerasi. pelaksanaan diklat harus didasarkan pada kebutuhan peningkatan kompetensi individu maupun kinerja unit organisasi yang mengutusnya. pola rekrutmen. institusi diklat juga harus menyiapkan diri menjadi unit Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).struktur dan kaya fungsi untuk diterapkan pada pengembangan organisasi di tiap-tiap kementerian dan lembaga sangat diperlukan. standar. Setiap kenaikan posisi jabatan harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi baik substansi manajerial. career planning. Dengan tuntutan tersebut.5. Kebijakan peningkatan kapasitas dan kualitas SDM ini. salah satunya ditempuh melalui pengembangan dan pelaksanaan program-program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang selaras dan terintegrasi dengan pola career planning. Diklat yang dikembangkan harus berbasis kompetensi dengan kurikulum yang memperhatikan jenis dan jenjang diklat serta target group-nya. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 4. seperti kepegawaian dan kelembagaan di internal Kementerian PU termasuk dengan institusi daerah. KEBIJAKAN OPERASIONAL a. serta reward dan punishment. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . teknis. Ke depan. Mempercepat penyelesaian peraturan perundang-undangan. dan sinergi institusi dengan unit-unit kerja lainnya. pedoman dan manual bidang Penataan Ruang. disamping terus dibenahinya hubungan kerja yang seimbang dan baik antara pejabat fungsional dengan struktural. Pengembangan orientasi pada jabatan fungsional yang akan terus didorong di masa depan memerlukan penyusunan job description. terutama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Selain itu diperlukan juga adanya penyetaraan penghargaan antara pejabat struktural dan fungsional.

dengan penjurunya pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dan pembangunan daerah. Kebijakan Pembangunan Sumber Daya Air 1. antara pengelolaan demand dan pengelolaan supply. 6. 4. termasuk dengan meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang pleh Pemerintah Daerah sesuai kewenangan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Mengefektifkan pembinaan dan pengawasan teknis dalm pelaksanaan penataan ruang. 7.2. Pemerintahan Daerah Provinsi. Mengembangkan kapasitas kelembagaan pusat dan daerah serta sinergi dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan teknis pelaksanaan penataan ruang. Mendapatkan komitmen berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat dalam pelaksanaan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. serta meningkatkan rasa memiliki (ownership) seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penyelesaian produk pengaturan. Meningkatkan kualitas pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis nasional yang mendorong keterpaduan pembangunan infrastruktur wilayah dan implementasi program pembangunan daerah. 2.2014 . 3. Mengembangkan rencana terpadu pengembangan wilayah di berbagai aras spasial. Pengembangan dan penerapan sistem conjuctive use antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah akan digalakkan terutama untuk menciptakan sinergi dan menjaga keberlanjutan ketersediaan air tanah. serta antara pemenuhan kepentingan jangka pendek dan kepentingan jangka panjang. Mengembangkan prakarsa dan peran. antara hulu dan hilir. 4. Pola hubungan hulu-hilir akan terus dikembangkan agar tercapai pola pengelolaan yang lebih berkeadilan serta rasionalisasi permintaan dan penggunaan air melalui demand management. 100 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 b. Konservasi akan lebih diutamakan sehingga akan terjadi keseimbangan antara upaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan upaya untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. 5. antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah. Pengelolaan sumber daya air dilaksanakan dengan memperhatikan keserasian antara konservasi dan pendayagunaan. 3. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

Peningkatan partisipasi masyarakat dan kemitraan di antara pemangku kepentingan terus diupayakan tidak hanya pada saat kejadian banjir.5. Pengendalian daya rusak air terutama dalam hal penanggulangan banjir mengutamakan pendekatan non-konstruksi melalui konservasi sumberdaya air dan pengelolaan daerah aliran sungai dengan memperhatikan keterpaduan dengan tata ruang wilayah. 12. Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air baku diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga terutama di wilayah rawan/defisit air. Pengamanan pantai-pantai dari abrasi terutama dilakukan pada daerah perbatasan. tetapi juga pada tahap pencegahan serta pemulihan pasca bencana. Mempertahankan kinerja pelayanan prasarana jalan yang telah terbangun dengan mengoptimalkan pemanfaatan prasarana jalan melalui pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan teknologi jalan. 6. 11. pulau-pulau kecil serta pusat kegiatan ekonomi. Pemanfaatan air tanah untuk pemenuhan kebutuhan air baku akan dikendalikan dan sejalan dengan itu akan dilakukan upaya peningkatan penyediaan air baku dan air permukaan. dengan prioritas areal irigasi di luar Pulau Jawa. 9. wilayah tertinggal. Penanggulangan banjir diutamakan pada wilayah berpenduduk padat dan wilayah strategis. dan wilayah strategis. c. Kebijakan Pembangunan Prasarana Jalan 1. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Penataan dan penguatan sistem pengolahan data dan informasi sumber daya air dilakukan secara terencana dan dikelola secara berkesinambungan sehingga tercipta basis data yang dapat dijadikan dasar acuan perencanaan pengembangan dan pengelolaan sumber daya air. 10. dan peningkatan kinerja operasi dan pemeliharaan. rehabilitasi pada areal irigasi berfungsi yang mengalami kerusakan. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 7. 8.2014 101 BAB 4 . Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi difokuskan pada upaya peningkatan fungsi jaringan irigasi yang sudah dibangun tapi belum berfungsi. Pengembangan dan pengelolaan sumber daya air juga dilakukan dengan penataan kelembagaan melalui pengaturan kembali kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan. Upaya peningkatan fungsi jaringan dilakukan hanya pada areal yang ketersediaan airnya terjamin dan petani penggarapnya sudah siap.

102 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 5. Meningkatkan peranserta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran pembangunan air minum. 5. Meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperjelas hak dan kewajiban dalam penanganan prasarana jalan. masyarakat dalam d. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Mengembangkan rencana induk sistem jaringan prasarana jalan berbasis pulau (Jawa dan Bali. 4. Melanjutkan dan merampungkan reformasi jalan melalui UU Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan serta peraturan pelaksanaannya. Sumatera. Menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha (swasta) untuk turut berperan serta secara aktif dalam memberikan pelayanan air minum. 3. pendidikan dan pelatihan. 7. dan Papua). Mengharmonisasikan keterpaduan sistem jaringan jalan dengan kebijakan tata ruang wilayah nasional yang merupakan acuan pengembangan wilayah dan meningkatkan keterpaduannya dengan sistem jaringan prasarana lainnya dalam konteks pelayanan intermoda dan sistem transportasi nasional (Sistranas) yang menjamin efisiensi pelayanan transportasi. 3.2. Mendorong pengelolaan PDAM agar lebih profesional dan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola pelayanan air minum melalui uji kompetensi. 2. Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Permukiman 1. 6. disamping mendorong pemerintah provinsi/kabupaten/kota untuk berinvestasi di bidang pengembangan air minum.2014 . Air Minum 1. Meningkatkan kinerja pengelola air minum (PDAM) dengan melanjutkan kebijakan sebelumnya. Menumbuhkan sikap profesionalisme dan kemandirian institusi dan SDM bidang penyelenggaraan prasarana jalan. yaitu restrukturisasi utang pokok dan peningkatan manajemen melalui penetapan tarif yang wajar serta penurunan tingkat kebocoran/kehilangan air pada ambang batas normal (20%). Sulawesi. Meningkatkan pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus yang diarahkan untuk membantu pelayanan air minum perdesaan serta insentif bagi PDAM. Mendorong keterlibatan peran dunia usaha dan penyelenggaran dan penyediaan prasarana jalan. 4. Kalimantan.

Meningkatkan peranserta seluruh stakeholders dalam upaya mencapai sasaran pembangunan persampahan dan drainase. 7. 6. Menciptakan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kemitraan pemerintah-swasta (public private partnership) dalam pengelolaan persampahan. pelatihan. 3. 2. pendidikan. 4. Meningkatkan partisipasi pengelolaan air limbah. Mendorong terbentuknya regionalisasi pengelolaan persampahan dan drainase. Bangunan Gedung dan Lingkungan 1. Persampahan dan Drainase 1. masyarakat dalam pembangunan dan ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 4. Meningkatkan pendanaan dengan mengembangkan alternatif sumber pembiayaan yang murah dan berkelanjutan serta melalui kemitraan swasta dengan pemerintah. baik yang dikelola BUMD maupun yang dikelola secara langsung oleh masyarakat.2014 103 BAB 4 . Menciptakan kesadaran seluruh stakeholders terhadap peningkatan pelayanan persampahan dan drainase. 3. 3. baik dalam handling-transportation maupun dalam pengelolaan TPA. Menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha (swasta) untuk turut berperanserta secara aktif dalam memberikan pelayanan persampahan. 4. pentingnya 2.2. Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan air limbah. 5. Air Limbah 1. Meningkatkan kinerja pengelola persampahan dan drainase melalui restrukturisasi kelembagaan dan revisi peraturan perundang-undangan yang terkait. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola persampahan dan drainase melalui uji kompetensi. dan perbaikan pelayanan kesehatan. Mengembangkan kelembagaan dalam penanganan air limbah. Meningkatkan pembinaan bagi peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah dalam pengendalian pembangunan bangunan gedung.

3. Memanfaatkan hasil-hasil Litbangrap IPTEK. selain untuk membantu memecahkan persoalan persoalan di lapangan. Meningkatkan pengawasan dan pembinaan teknis keamanan dan keselamatan gedung. dan (iii) percepatan pembangunan wilayah-wilayan tertinggal serta pulau-pulau terluar. (ii) kualitas perencanaan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. 4. (ii) percepatan pengembangan kawasan kawasan strategis. diarahkan pada unsur-unsur: (i) peningkatan cakupan pelayanan prasarana dan sarana dasar. Untuk mewujudkan kebijakan tersebut. Litbangrap IPTEK yang berhubungan dengan isu-isu peningkatan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional diarahkan pada unsur-unsur: (i) keandalan sistem jaringan jalan dan jembatan serta jaringan sistem sumberdaya air. serta (iii) pengendalian terhadap kecenderungan konversi lahan beririgasi teknis menjadi lahan permukiman dan industri. maka strategi-strategi yang harus dilaksanakan adalah: 1. Kebijakan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Teknologi Hasil-hasil Litbang IPTEK PU harus dapat mendorong pengembangan IPTEK PU dan permukiman yang mampu menyediakan infrastruktur PU dan permukiman yang berkualitas dan mampu memberikan dukungan pada pemecahan isu-isu di lapangan. dan (iii) peningkatan kualitas perencanaan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah. Penelitian dan pengembangan serta penerapan Ilmu Pengetahuan (Litbangrap) IPTEK yang berhubungan dengan isu-isu peningkatan ketahanan pangan diarahkan pada unsur-unsur: (i) keandalan sistem jaringan sumberdaya air. selain untuk meningkatkan kualitas dan umur pakai (life time) infrastruktur. 104 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 5. juga untuk membantu penyusunan dokumen perencanaan proyek yang di dalamnya memasukkan unsur-unsur teknologi baru yang telah teruji.2.2014 . juga untuk untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi unit unit operasional di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Litbangrap IPTEK yang berhubungan dengan isu-isu pelestarian fungsi lingkungan hidup. (ii) kualitas pengendalian pemanfaatan ruang-ruang air. 3. Meningkatkan pengawasan dan penertiban pelestarian bangunan gedung dan lingkungan yang dilindungi dan dilestarikan yang berskala nasional maupun internasional. e. Menyelenggarakan layanan keahlian (advistek). 2.

9. 3. 5. Pedoman) ditujukan kepada para dosen dan mahasiswa perguruan tinggi. 7. Bawasda. 10. 8. profesional dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Menyelenggarakan pelatihan penerapan SPM baru (SNI. penggunaan bahan dan peralatan konstruksi domestik dalam sistem penyelenggaraan konstruksi berkelanjutan yang menjamin kehandalan konstruksi dan ramah lingkungan. Meningkatkan pembinaan usaha konstruksi nasional yang kompetitif. efisien dan terpadu melalui kerjasama dan koordinasi antar Satminkal Kementerian PU.2014 105 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . sekaligus mengembangkan daya saing penyedia jasa konstruksi nasional. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi yang profesional. f. dll). pelayanan teknis dan administratif yang efektif. 7. 2. Meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengadaan konstruksi yang bebas dari praktik-praktik KKN. dan pejabat fungsional pengawas (BPK. Meningkatkan pembinaan konstruksi secara transparan dan terbuka dengan melibatkan masyarakat dan meningkatkan peran Pemerintah Daerah dalam bentuk dekonsentrasi/tugas pembantuan. Kementerian/LPND serta lembaga lainnya yang terkait dengan pengembangan jasa konstruksi. Mengembangkan mekanisme fasilitasi. Meningkatkan dukungan terhadap terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui koordinasi antar sektor termasuk dukungan permodalan dan penjaminan. Pelaksanaan verifikasi teknologi baru yang didasarkan pada kondisi spesifik Indonesia. Mendorong dan memfasilitasi pengembangan investasi infrastruktur. asosiasi profesi. sehingga terbentuk keselarasan di antara kedua aspek tersebut. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelatihan berbasis kompetensi sesuai dengan standar internasional. Mengembangkan pembinaan sumber daya investasi infrastruktur yang efisien. BPKP. Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Jasa Konstruksi 1.6. khususnya infrastruktur pekerjaan umum. 4. efektif dan produktif yang menjamin keselarasan antara peningkatan investasi infrastruktur pekerjaan umum dengan pengembangan daya saing penyedia jasa konstruksi nasional. Meningkatkan penerapan teknologi konstruksi. 6.

2. Kebijakan Peningkatan Pengawasan 1.g. i. 4.2014 . Mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui koordinasi antar sektor. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelatihan berbasis kompetensi sesuai dengan standar internasional. 3. Menerapkan cara pemeriksaan yang komprehensif dan memenuhi standar pemeriksaan yang ditetapkan. Melaksanakan pengawasan sebagai Quality Assurer dan konsultan. 4. Melakukan koordinasi di bidang pengawasan dengan BPKP dan Inspektrorat Provinsi/Kabupaten/kota. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi yang profesional. Menegakkan tertib administrasi dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur melalui pengawasan dengan berdasarkan pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku serta penerapan Good Governance. 3. Kebijakan Pengembangan SDM Mitra dan Iklim Usaha Konstruksi 1. Melibatkan partisipasi masyarakat infrastruktur PU dan permukiman. Meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengadaan konstruksi yang bebas KKN. 5. Menggunakan sumberdaya yang ada secara efisiensi dan efektif untuk melaksanakan pengawasan terhadap seluruh penyelenggaraan pembangunan infrastruktur bidang PU dan Permukiman. 106 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 h. 2. Kebijakan Peningkatan Dukungan Kesekretariatan 1. dalam pengawasan pembangunan 6. Mengembangkan kebijakan dan sistem perencanaan pembangunan bidang pekerjaan umum dan permukiman berdasarkan ketentuan aturan perundangundangan dan NSPM Perlunya pengembangan kebijakan dan sistem perencanaan pembangunan bidang pekerjaan umum dan permukiman dimaksudkan untuk mensinkronisasikan program antar wilayah dan antar sektor serta penyelenggara bidang pekerjaan umum yang pada akhirnya untuk mencapai program-program prioritas pembangunan nasional yang khusus terkait dengan bidang pekerjaan umum rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . termasuk dukungan permodalan dan penjaminan.

dan peraturan perundangundangan untuk mewujudkan penggunaan secara efisien yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat seoptimal mungkin. 2. Optimalisiasi peran Setjen sebagai unit terdepan dalam mendukung implementasi program pembangunan bidang ke-PU-an dan permukiman melalui penerapan prinsip-prinsip good governance.seperti pengentasan kemiskinan.2014 107 BAB 4 . Revitalisasi Pelayanan administrasi publik dalam mengurangi dampak negatif globalisasi melalui tata laksana administrasi yang baik Revitalisasi pelayanan administrasi publik perlu dikembangkan dan ditingkatkan terutama dalam hal mengurangi dampak negatif globalisasi melalui penataan sistem administrasi yang baik. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI • Peningkatan sumber daya manusia meliputi pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dalam penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum. kehutanan dan perikanan. 4. Sebagai unit terdepan. aset. 3. Setjen memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan implementasi program pembangunan bidang ke-PU-an melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Mengembangkan manajemen sumber daya dan kelembagaan dalam mendukung peningkatan daya saing nasional: • Restrukturisasi pengembangan manajemen sumber daya meliputi pengembangan manajemen keuangan. mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui percepatan pembangunan dan revitalisasi pertanian. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . • Peningkatan menajemen kelembagaan diharapkan dapat memenuhi tupoksi organisasi yang tidak tumpang tindih serta dapat mengakomodasikan jabatan fungsional secara efektif.

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .

3. Pelaksanaan pembangunan prasarana pengendalian banjir dan pengembangan terpadu aliran Sungai Bengawan Solo.2014 rogram pada dokumen Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum 2010-2014 ini merupakan hasil restrukturisasi program dan kegiatan yang dalam rangka penerapan penganggaran berbasis kinerja sebagai amanat UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. dengan Pantura JakartaSurabaya memenuhi spesifikasi jalan raya. Preservasi pada ruas jalan nasional baik lintas maupun non-lintas.000 Km. P 109 . Target Program Strategis Kementerian PU dalam periode 2010-2014 secara keseluruhan akan meliputi: 1. 7. sehingga Lintas Timur Sumatera dan Pantura Jawa memiliki lebar minimum 7 m. Konsolidasi kebijakan penanganan dan pemanfaatan tanah untuk kepentingan umum secara menyeluruh di bawah satu atap dan pengelolaan ruangterpadu.370 Km. terjadi penurunan panjang jalan sub standar sebesar 10% dan penambahan lajur kilometer sepanjang 13. serta reorganisasi Kementerian PU Tahun 2010. Dukungan infrastruktur permukiman sebanyak 240 kawasan permukiman.700 unit hunian rusunawa dan infrastruktur pendukungnya. MBR 26. Peningkatan kapasitas jalan sepanjang 19. 2. 5. sehingga 94 % jaringan jalan nasional dalam kondisi mantap. PROGRAM DAN KEGIATAN 2010 . 6. 4. Penyelesaian Banjir Kanal Timur.5. serta panjang jalan yang memenuhi spesifikasi jalan raya bertambah 400 Km. Pengurangan jumlah lokasi rawan kecelakaan terkait kondisi jalan. Lintas Selatan Kalimantan dan Lintas Barat Sulawesi memiliki lebar minimum 6 m.1.

maupun jalan non-tol yang merupakan jalan-jalan akses dari Lintas Timur Sumatera menuju Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Dumai. Pelabuhan Cirebon. Memberikan program-program terkait mitigasi bencana untuk 15 kawasan. 16. Bandara Juanda dan Kualanamu. Pelabuhan Tanjung Perak. 10. Inventarisasi lahan dan pengendalian pemanfaatan ruang.650 desa) dan sanitasi masyarakat (220 kawasan). Pembangunan dan preservasi jaringan jalan tol sepanjang 700 km yang dilaksanakan oleh Pemerintah sepanjang 44 km dan fasilitasi pembangunan jalan tol yang dilaksanakan oleh swasta sepanjang 656 km serta melakukan pemabngunan akses tol pada koridor-koridor dengan intensitas pergerakan barang dan jasa yang tinggi dan berorientasi ekspor seperti: Pembangunan Jalan Akses Tanjung Priok. terluar dan pasca-konflik. Program pembangunan infrastruktur perdesaan di 8. 13. Nanga Badau. Pembangunan/rehabilitasi/OP prasarana sumber daya air untuk melayani daerah sentra produksi pertanian. Fasilitasi pembangunan dan preservasi jalan nasional menuju kawasan perbatasan (yang terdepan dan terluar serta masih banyak yang tertinggal) di Aruk.8. 9. dan lain-lain. 14. 15. Konsolidasi struktural dan peningkatan kapasitas kementerian/lembaga terkait pemanfaatan tanah dan penataan ruang bagi kepentingan rakyat banyak. Peningkatan kapasitas produksi Sistem Penyediaan Air Minum di 32 provinsi dengan total peningkatan 9. Fasilitasi terhadap 107 PDAM untuk mendapatkan pinjaman bank dan 185 PDAM mendapatkan pembinaan teknis. Entikong. Simanggaris. Dry Port Cikarang dan Gedebage. Pelabuhan Tanjung Mas. dan Nunukan di Pulau Kalimantan dan Sota (Merauke) di Papua serta memfasilitasi pembangunan jalan daerah untuk memberi akses transportasi di daerah tertinggal terdepan. dan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah di 185 kawasan.803 desa di daerah tertinggal mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman. 12. 110 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 8. serta pembangunan jalan-jalan akses dari Pantura Pulau Jawa menuju Pelabuhan Tanjung Priok. program penanggulangan kemiskinan perkotaan di 9956 kelurahan/desa.803 desa tertinggal.2014 . 11. program air minum (4. dan 102 kawasan perbatasan dan pulau kecil mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman.470 liter/detik.

d.17. Pembentukan unit Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan jalan bebas hambatan yang secara finansial/komersial masih marginal dan unit tersebut dapat langsung menggunakan pendapatan tol untuk membangun jalan bebas hambatan lainnya.2014 111 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . 18. Sebaran target program strategis tiap sektor di Kementerian PU dapat dilihat pada Gambar 5. dapat dilakukan negosiasi setelah mendapat persetujuan Menteri). Gambar 5. Mengusulkan penyempurnaan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. dan (iii) perubahan preferensi untuk prakarsa Badan Usaha dari 10% menjadi 20%. 67/2005 yang mencakup: (i) penyesuaian ketentuan pelelangan sesuai Peraturan Pemerintah tentang Jalan Tol (apabila peserta pelelangan kurang dari 2. Revisi Perpres No.5. 19.1 s.3 Tahun 2007 sehingga lebih operasional terutama terkait dengan pengaturan dan konsinyasi. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . (ii) perubahan pemegang saham sebelum jalan tol beroperasi atas ijin Menteri.

1 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana SDA Sebagai Bagian Program 5 Tahun Banda Aceh Medan Pekanbaru Padang Samarinda Palangkaraya Banjarmasin Makassar Tanjung Pinang Pontianak Jambi Bengkulu Palembang Bandar Lampung Pembangunan/Rehabilitasi/OP prasarana sumber daya air untuk melayani daerah sentra produksi pertanian (seluruh Indonesia) Manado Gorontalo Palu Ternate Sorong Mamuju Kendari Ambon Biak Penyelesaian Banjir Kanal Timur Serang Yogyakarta Jakarta Bandung Jayapura Semarang Surabaya Mataram Denpasar Kupang Penyelesaian pembangunan prasarana pengendalian banjir dan pengembangan terpadu aliran Sungai Bengawan Solo PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 112 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .Gambar 5.2014 .

974 Km Bengkulu Jalan Lintas Pulau Sumatera 4.627 Km Jayapura 113 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .Gambar 5.510 Km Padang Sorong Ambon Biak Jalan Lintas Pulau Papua 1.347 Km Jalan Lintas Pulau Sulawesi 4.2014 Jalan Lintas Pulau Jawa 2.522 Km Jalan Lintas Pulau-Pulau 2.2 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (1) Banda Aceh Medan Pekanbaru Tanjung Pinang Pontianak Samarinda Palu Palangkaraya Mamuju Kendari Banjarmasin Makassar Gorontalo Jambi Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Denpasar Semarang Surabaya Mataram Kupang Jakarta Bandung Manado Ternate Jalan Lintas Pulau Kalimantan 3.390 Km .

Gambar 5.2014 .000 Km • Panjang jalan yang memenuhi spesifikasi jalan raya Manado Gorontalo Palu Ternate Palangkaraya Sorong Mamuju Kendari Ambon Biak Jayapura Semarang Surabaya Mataram Denpasar Kupang Peningkatan kapasitas jalan: Lebar minimum Jalan Lintas Sumatera 7 meter Pengurangan jumlah lokasi rawan kecelakaan Panjang Jalan Pantura Jakarta-Surabaya dengan spesifikasi jalan raya Peningkatan kapasitas jalan: Lebar minimum Jalan Lintas Selatan Kalimantan dan Jalan Lintas Barat Sulawesi 6 meter PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 114 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .3 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (2) Banda Aceh Medan Pekanbaru Padang Samarinda Tanjung Pinang Pontianak Jambi Bengkulu Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Jakarta Bandung Banjarmasin Makassar • Penurunan panjang jalan sub-standar sepanjang 5% • Penambahan lajur kilometer sepanjang 13.

terdepan. Pelabuhan Cirebon. Pelabuhan tanjung Mas. dll. . terluar. & pasca konflik Padang Sorong Ambon Biak Bengkulu • Pembangunan dan preservasi jalan tol & non-tol akses Tanjung Priok • Dry Port Cikarang dan Gedebage • Bandara Juanda Kupang 115 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 Jayapura Pembangunan jalan akses dari Lintas Timur Pulau Sumatera menuju Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Dumai Pembangunan jalan-jalan akses dari Pantura menuju Pelabuhan Tanjung Priok.4 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (3) Banda Aceh Medan Pekanbaru Tanjung Pinang Pontianak Samarinda Palu Palangkaraya Mamuju Kendari Banjarmasin Makassar Gorontalo Jambi Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Denpasar Semarang Surabaya Mataram Jakarta Bandung Manado Ternate Memfasilitasi pembangunan dan preservasi jalan daerah untuk meningkatkan aksesibiltas pusatpusat produksi pertanian untuk menuju jaringan jalan nasional (seluruh Indonesia) • Memfasilitasi pembangunan & preservasi jalan nasional menuju kawasan perbatasan • Memfasilitasi pembangunan jalan daerah untuk memberi akses transportasi di daerah tertinggal.Gambar 5. Pelabuhan Tanjung Perak.

803 desa di daerah tertinggal mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman • 102 kawasan perbatasan dan pulau kecil mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman (seluruh indonesia) . PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 116 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . program air minum (4. program penanggulangan kemiskinan perkotaan di 9956 kelurahan/desa.700 unit hunian rusunawa dan infrastruktur pendukungnya (seluruh Indonesia) Manado Gorontalo Palu Ternate Sorong Mamuju Kendari Ambon Biak Jayapura Semarang Surabaya Mataram Denpasar Kupang 107 PDAM terfasilitasi untuk mendapatkan pinjaman bank & 185 PDAM mendapatkan pembinaan teknis (seluruh Indonesia) Program pembangunan infrastruktur perdesaan di 8. 26. dan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah di 185 kawasan.803 desa tertinggal.650 desa) dan sanitasi masyarakat (220 kawasan).5 Target Program Strategis Sub Bidang Infrastruktur Permukiman Sebagai Bagian Program 5 Tahun Banda Aceh Medan Pekanbaru Padang Samarinda Palangkaraya Banjarmasin Makassar Tanjung Pinang Pontianak Jambi Bengkulu Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Jakarta Bandung Pembangunan infrastruktur permukiman bagi 240 kawasan permukiman MBR.2014 • Mitigasi bencana 15 kawasan permukiman • 8.Gambar 5.

Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang direhabilitasi.Rincian program dan kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang akan dilaksanakan pada periode tahun 2010-2014 beserta target capaian yang ditetapkan dapat dilihat pada Matriks Renstra kementerian PU. Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dioperasikan dan dipelihara. 20. 17. 22. Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi. Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ditingkatkan. 3. 2. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk air minum yang direhabilitasi. 14. Kapasitas tampung sumber air yang direhabilitasi. 19. Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan. dan evaluasi pengelolaan SDA. 12. 9. 8. 10. PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR. Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dibangun/ditingkatkan. Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ditingkatkan. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui pembangunan sarana/prasarana pengendalian banjir. Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. 18. Jumlah kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui rehabilitasi sarana/ prasarana pengendalian banjir.2014 117 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . 7. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk air minum yang dioperasikan dan dipelihara. 5. 13. Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dioperasikan dan dipelihara. 15. Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dibangun/ditingkatkan. 6. sedangkan nama program yang akan mewadahinya adalah sebagai berikut: I. 4. pelaksanaan. Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi. Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang direhabilitasi. dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. 11. monitoring. Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara. Kapasitas tampung sumber air yang dioperasikan dan dipelihara. 16. 21. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk air minum yang dibangun.

5. Prosentase pencapaian penyelenggaraan pengelolaan SDA terpadu oleh balaibalai. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen SDA. Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan dan dijaga/ dipelihara. 5. Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui pembangunan sarana/ prasarana pengendalian lahar/sedimen. Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui rehabilitasi sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen. 29. operasi/pemeliharaan).2014 . 3. Pembinaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air serta Penanggulangan Darurat Akibat Bencana. Luas cakupan layanan jaringan irigasi dan rawa (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/dipelihara). Rawa. Pembinaan Penatagunaan Sumber Daya Air. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui operasi dan pemeliharaan sarana/prasarana pengendalian banjir. perkotaan dan industri (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/ dipelihara). 2. 2. Air Baku. 4. 25. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir (dibangun/ditingkatkan.23. 118 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 4. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Pengelolaan Sumber Daya Air adalah: 1. Tambak. Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pembangunan sarana/prasarana pengamanan pantai. Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pemeliharaan sarana/prasarana pengamanan pantai. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk program Pengelolaan Sumber Daya Air sebagai berikut: 1. Pembinaan Irigasi. 27. 26. dan Air Tanah. Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui operasi dan pemeliharaan sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen. Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui rehabilitasi sarana/prasarana pengamanan pantai. 28. 3. 24. Pembinaan Program Ditjen SDA.

10. Fasilitasi Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Dewan Sumber Daya Nasional (DSDAN) dan Keamanan Bendungan. 11. Situ. Pengendalian Banjir. PROGRAM DAN KEGIATAN Kegiatan prioritas untuk Program Pengelolaan Sumber Daya Air beserta output dan targetnya sebagaimana dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 . Pengendalian banjir.2014 adalah merupakan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun. Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Tingkat kemantapan jalan. 2. Lahar Gunung Berapi. 3. Meningkatnya penggunaan jalan nasional. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. rawa dan jaringan pengairan lainnya. lahar gunung berapi dan pengamanan pantai. 8. 4. Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Danau. 2. Embung. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Tingkat penggunaan jalan nasional. Pembinaan Keamanan Bendungan. Penyediaan dan pengelolaan air baku. Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional. Pengelolaan dan konservasi waduk. Meningkatnya panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN dengan outcome-nya: 1. Pengendalian Lahar dan Pengamanan Pantai. 3. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan Pengamanan Pantai. II. Pembinaan Sungai. situ serta bangunan penampung air Lainnya. 9. Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. meliputi: 1. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap. serta Bangunan Penampung Air lainnya.2014 119 BAB 5 . Rawa. Pengelolaan dan Konservasi Waduk. Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Panjang jalan baru yang dibangun. 5. 7.6. Waduk. embung. 4. 12. dan Jaringan Pengairan lainnya.

4. Pembinaan. 6. Pengaturan dan Pembinaan Teknik Preservasi. Pemrograman dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan 3. Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60 % kondisi mantap. program dan anggaran serta evaluasi pelaksanaan program. Koordinasi. Tingkat penggunaan jalan nasional. 2. dan Pengawasan Jalan Tol Kegiatan prioritas untuk Program Penyelenggaraan Jalan beserta output dan targetnya sebagaimana dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 . Dukungan manajemen. 5. Perencanaan. Pembinaan dan Pengawasan 2. 5. penyusunan desain supervisi dan keselamatan jalan serta pengelolaan peralatan bahan jalan/jembatan. 3. Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional 6. 120 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 4.Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Penyelenggaraan Jalan adalah : 1. Penyelenggaraan jalan tol.2014 . 8. Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga. 3. 7. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Penyelenggaraan Jalan sebagai berikut : 1. Penyusunan kebijakan. Pembinaan dan monitoring-evaluasi pelaksanaan jalan dan jembatan wilayah barat. Pengaturan. 2. Tingkat kemantapan jalan. Pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan dan jembatan Nasional. Pengaturan. Penyiapan standar pedoman. Pengusahaan. meliputi: 1. Pembinaan Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional dan Fasilitasi Jalan Daerah 5. Pembinaan pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan dan fasilitasi jalan bebas hambatan dan perkotaan. Pembinaan dan monitoring-evaluasi pelaksanaan jalan dan jembatan wilayah timur. Peningkatan Kapasitas Jalan 4.2014 adalah merupakan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. Panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. Pengaturan. Panjang jalan baru yang dibangun.

d. PROGRAM Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. e. 3. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek Permukiman. Jumlah Kebijakan. dengan outcome-nya: 1. Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan. Luas kawasan potensi banjir di perkotaan yang tertangani. f. Jumlah desa tertinggal yang ditangani. b. b. c. Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air limbah dan drainase. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah cakupan pelayanan persampahan.III. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah rusunawa terbangun. Terlaksananya pembangunan rusunawa. Jumlah dukungan manajemen bidang permukiman. Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan. g. Berkurangnya potensi timbunan sampah. Jumlah Kawasan Pusat Pertumbuhan terbentuk. 2. Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi. b. Jumlah cakupan pelayanan sistem air limbah. 6. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air minum. Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. 8. Program Dan Anggaran. Jumlah kab/kota yang menerapkan NSPK. Jumlah Kawasan Permukiman Perdesaan ditangani. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah Kawasan kumuh di perkotaan yang ditangani. b. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah Kawasan yang meningkat fungsinya. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek bangunan gedung dan lingkungan. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. 4. 7. Menurunnya kesenjangan antar wilayah. Jumlah Kel/Desa yang yang meningkat kualitasnya melalui pemberdayaan masyarakat. Kerjasama Luar Negeri.2014 121 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . 5.

dan Penyelenggaraan serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Pembinaan. 4. Dukungan Manajemen dan Infrastruktur Direktorat Jenderal Cipta Karya. 3. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah Kab/Kota/PDAM yang memperoleh pembinaan kemampuan. Pengaturan. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah paket infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak. Sanitasi. Meningkatnya cakupan pelayanan air minum. 2. 3. Jumlah kawasan permukiman dan penataan bangunan yang direvitalisasi. 7. 6. 10. Pengawasan. Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Penataan Bangunan dan Lingkungan Termasuk Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara. Pembinaan. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman adalah : 1. 11.9. Penyusunan Kebijakan. Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM. Program dan Anggaran. Dukungan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. dan Penyelenggaraan Sanitasi Lingkungan (Air Limbah. Drainase) serta Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi Persampahan. 5. Pembinaan. Pembinaan. Peningkatan jumlah pelayanan air minum. 4. Kerjasama Luar Negeri. dan Persampahan. 2. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Pengembangan Permukiman.2014 . Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman sebagai berikut : 1. 6. Tersedianya infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak. Jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/ kumuh/nelayan. Peningkatan jumlah pelayanan sanitasi. Pengaturan. Jumlah Pemda/PDAM yang dibina kemampuannya. 122 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pengaturan. Pengawasan. 5. Jumlah rusunawa yang dibangun. Pengaturan. Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah cakupan pelayanan (kawasan) SPAM.

Pengaturan.2014 adalah merupakan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman.2014 123 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . kemitraan. Jumlah Kabupaten/Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya. PROGRAM PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG. 3. standar. serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Jumlah penyelenggaraan Penataan Ruang. Program dan Anggaran. Pengaturan. 3. Pembinaan. dengan outcome-nya: Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. meliputi: dan Penyelenggaraan dalam 1. dan dukungan manajemen organisasi. Pengaturan. 4. Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional. Pengawasan. Pembinaan. 4. Pelayanan Manajemen Bidang Permukiman. layanan informasi. Pembinaan. Pengawasan. Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan 2. Dan Pengawasan Dalam Penataan Bangunan Dan Lingkungan Termasuk Pengelolaan Gedung Dan Rumah Negara. 5. Jumlah laporan/dokumen pembinaan program. Pengaturan. Pembinaan. prosedur. 2. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pengawasan Pengembangan Permukiman. Penyusunan Kebijakan. Kerjasama Luar Negeri. Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi. IV. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan. Kegiatan prioritas untuk Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman beserta output dan targetnya sebagaimana dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 . 6. serta Pengelolaan Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Dan Persampahan. serta Penyelenggaraan Pembangunan Bangunan Gedung dan Penataan Kawasan/ Lingkungan Permukiman. dan terselesaikannya norma. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. Pengembangan Sumber Pembiayaan Dan Pola Investasi.

2. Perumusan kebijakan. 124 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Perencanaan. 2. 9. 7. Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II Berdasarkan RPJMN untuk Kementerian Pekerjaan Umum. Pembinaan Penataan Ruang Wilayah Nasional 4. Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota penyelenggaraan Penataan Ruang. Bina Program dan Kemitraan 3.2014 . Peningkatan kualitas hasil penyelenggaraan penataan ruang. Fasilitasi penyusunan substansi Raperda RTRW dan rencana rincinya. pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional termasuk melakukan koordinasi dan fasilitasi proses penetapan dokumen-dokumen yang dihasilkan. 5. 4. program dan anggaran. Penyiapan dan penetapan materi peraturan perundangan-undangan dan NSPK bidang. Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. 3. 8. dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional termasuk melakukan koordinasi dan fasilitasi proses penetapan dokumen-dokumen yang dihasilkan. Pengembangan kapasitas dan pelembagaan penyelenggaraan penataan ruang. Perencanaan tata ruang serta koordinasi pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan metropolitan serta pembinaan pelaksanaan pengembangan permukiman. kerjasama luar negeri serta evaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan. Perencanaan. Pembinaan Manajemen Penyelenggaraan Penataan Ruang 2. Pengembangan Perkotaan 5. pulau/kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional. pemanfaatan.Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Penyelenggaraan Penataan Ruang adalah : 1. Pembinaan ppns bidang penataan ruang. yang mendapat pembinaan Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Penyelenggaraan Penataan Ruang sebagai berikut : 1. 6. Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I 6. telah ditetapkan kegiatan prioritas untuk Program Penyelenggaraan Penataan Ruang sebagai berikut: 1.

Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan). 5. 2. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM dengan outcome-nya: Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Jumlah peraturan perundang-undangan bidang PU dan permukiman. Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja.2014 125 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . 3. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan. 2. Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja.V. 5. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian PU dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PU adalah: 1. 4. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaiannya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun. Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan). 3. 4. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan. Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaianya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun. Jumlah peraturan perundang-undangan bidang PU dan permukiman.

Penyelenggaraan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman VI. dan Pelaksanaan Pekerjaan Strategis Bidang PU Lainnya 3. Perencanaan. Pengkajian. Pengelolaan dan Pengembangan SDM dan Organisasi Tatalaksana 4. Penganggaran. Pemrograman. Jumlah layanan informasi publik. Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Kementerian 5.2014 . Pembinaan. Pengembangan. Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara. Penyusunan Perencanaan. 3. Penyusunan. Pengendalian. Penyelenggaraan Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian PU 8. 126 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pemantauan dan Evaluasi.Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya sebagai berikut : 1. serta Pembinaan PHLN 2.PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEMENTERIAN PU dengan outcome-nya: Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. serta Pengembangan Kebijakan dan Strategi Bidang PU dan Permukiman 7. 2. Harmonisasi dan Publikasi Peraturan Perundangundangan serta Bantuan Hukum 6. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN).

Penyelenggaraan dan Pembinaan Informasi Publik VII. Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PU 3. Jumlah penuntasan hasil tindak lanjut LHP 2. Jumlah layanan informasi publik. Jumlah pendampingan terhadap satker dalam rangka meningkatkan kinerja 7. Prosentase menurunnya tingkat kebocoran dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dengan outcome-nya: Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU. Pembangunan Infrastruktur PROGRAM DAN KEGIATAN 2. Jumlah pengaduan masyarakat yang mengandung kebenaran menurun Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum adalah: 1. Prosentase menurunnya temuan administratif dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara. 3. Jumlah Eselon I yang mempunyai sistem Pengendalian Intern 3. Jumlah Eselon I yang menyusun LRA Kementerian PU sesuai Kriteria jumlah laporan Keuangan yang WTP 6. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PU sebagai berikut : 1. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum. Jumlah Eselon I yang menyusun LAKIP dan Kinerja Eselon I sesuai Tugas dan Fungsi 5. Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 4. Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN).2014 127 BAB 5 .Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PU adalah: 1. 2. 2. Penyelenggaraan dan Pengembangan Data dan Sistem Informasi Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman 4.

Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum sebagai berikut: 1. Pengelolaan pemeriksaan. hasil pelaksanaan pengawasan, Evaluasi Evaluasi Evaluasi Evaluasi pemantauan Dan Dan Dan Dan Dan dan

2. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah I. 3. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah II. 4. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah III. 5. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah IV.

Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan

128

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

6. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Evaluasi Penyelenggaraan Bidang PU Di Inspektorat Khusus. VIII. PROGRAM PEMBINAAN KONSTRUKSI dengan outcome-nya:

1. Meningkatnya kualitas kelembagaan, SDM, dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan daerah, yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. Prosentase peningkatan efektifitas pelaksanaan perundang-undangan bidang jasa konstruksi melalui diseminasi/sosialisasi, revisi/penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. Prosentase tingkat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat atas pengadaan barang/jasa. 2. Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh, andal, berdaya saing tinggi, yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah produk regulasi di bidang usaha jasa konstruksi. b. Prosentase kabupaten/kota yang memiliki Perda IUJK. c. Jumlah provinsi yang membentuk kepengurusan LPJK sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. d. Peningkatan daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global. e. Prosentase tingkat penguasaan pangsa pasar domestik oleh pelaku konstruksi nasional. f. Jumlah dukungan kebijakan dalam membangun iklim investasi bidang infrastruktur.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

3. Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional, yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah SDM konstruksi yang terlatih. b. Rasio pemerintah daerah provinsi yang mampu menyelenggarakan pelatihan konstruksi berbasis kompetensi. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Pembinaan Konstruksi adalah sebagai berikut: 1. Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2. Jumlah SDM jasa konstruksi yang terlatih. 3. Tingkat daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Pembinaan Konstruksi sebagai berikut : 1. Penyelenggaraan Konstruksi Pelayanan Teknis dan Administrasi Pembinaan Jasa

PROGRAM DAN KEGIATAN

2. Pembinaan Usaha dan Kelembagaan 3. Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi 4. Pembinaan Sumber Daya Investasi Konstruksi 5. Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi IX. PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PU dengan outcome –nya : 1. Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase IPTEK masuk bursa teknologi Bidang PU. 2. Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stake holder, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders. 3. Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholder, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU. 4. Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stake holder, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

129

BAB 5

5. Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase peningkatan kapasitas (SDM, sarana prasarana dan manajemen. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Penelitian dan Pengembangan adalah: 1. Prosentase IPTEK yang masuk bursa teknologi bidang PU. 2. Prosentase penambahan SPMK yang diberlakukan oleh Menteri PU. 3. Prosentase pelayanan teknis yang diterima stakeholder. 4. Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholder. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Penelitian dan Pengembangan sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Sumber Daya Air Penelitian dan Pengembangan Subbidang Jalan dan Jembatan Penelitian dan Pengembangan Subbidang Permukiman Penelitian dan Pengembangan Bidang Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Litbang

130

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

5.2. PENDANAAN
Diperkirakan jumlah PDB tahun 2010 adalah sebesar Rp 6.050 triliun (Data Pokok RAPBN 2010, Kementerian Keuangan RI, Agustus 2009). Selanjutnya diperkirakan pertumbuhan PDB berada pada kisaran 6 – 6,5% per tahun selama 2010-2014 (berdasarkan Visi, Misi, dan Program Aksi Calon Presiden SBY – Boediono, Mei 2009). Adapun nilai proyeksi PDB tahun 2010-2014 per tahunnya seperti digambarkan pada Tabel 5.1. Berdasarkan data empiris, terlihat bahwa investasi di bidang infrastruktur ke-PUan dan permukiman (pusat-daerah-swasta) selama tahun 2005-2009 menunjukkan bahwa angka prosentase-nya hanya berkisar antara 1,7 – 1,9% saja dari PDB. Berdasarkan hal tersebut prosentase investasi infrastruktur ke-PU-an dan permukiman diperkirakan masih berkisar antara 1,8 - 2% saja dari PDB selama 2010-2014, dengan tingkat pertumbuhan yang stabil dan merata setiap tahunnya. Dari berbagai kajian dan perbandingan dengan negara-negara lainnya diperoleh gambaran bahwa ke depan untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi (PDB) sebesar 6-7% per tahun diperkirakan dibutuhkan alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur (secara keseluruhan) paling tidak 5% dari PDB. (dimana lebih kurang sebesar 2,6 – 3% di antaranya adalah infrastruktur ke-PU-an dan permukiman. Sementara Bappenas memperkirakan bahwa kemampuan Pemerintah untuk

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

mendanai pembangunan infrastruktur (2010-2014) diperkirakan hanya Rp 450,7 Triliun saja. Tabel 5.1 Prediksi PDB dan Kebutuhan Investasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman tahun 2010-2014
(Triliun Rp.)

Tahun

PDB

Kebutuhan Investasi Pembangunan Infrastruktur PU dan Permukiman 108,9

2010 2011 2012 2013 2014 Total

6.050 6.419 6.817 7.246 7.710 34.242

PROGRAM DAN KEGIATAN

122,0 136,3 152,2 169,6 689,0

Catatan: 1. Hasil perhitungan berdasarkan PDB tahun 2010 sebesar Rp 6.050 Triliun (Data Pokok APBN 2010, Dep. Keuangan RI, Agustus 2009) 2. Asumsi pertumbuhan PDB sebesar 6 – 6,5 % per tahun (Visi, Misi dan Program Aksi Calon Presiden SBY-Boediono, Mei 2009) 3. Asumsi prosentase investasi infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman 1,8 – 2,2% terhadap PDB selama tahun 2010-2014

Sehingga berdasarkan data Bappenas, jika sebesar 52% dari total dana yang mampu disediakan oleh Pemerintah tersebut diperuntukkan bagi Kementerian PU, maka selama 2010-014 nanti Pemerintah hanya akan mampu menyediakan dana untuk Kementerian PU sebesar ± Rp 230 triliun. Dalam upaya untuk mencapai tujuan dan sasaran Kementerian Pekerjaan Umum yang dilaksanakan melalui target-target berupa program dan kegiatan, baik yang bersifat reguler maupun berupa dukungan terhadap prioritas dan fokus prioritas nasional, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan negara dan perkembangan situasi ekonomi gobal, maka disusun skenario kebutuhan pendanaan yang terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu: 1. Skenario 1 Optimistis, total dana yang dibutuhkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun 2010-2014 sebesar Rp 553,4 triliun, dengan tingkat kenaikan rata-rata 31,27% per tahun.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

131

BAB 5

2. Skenario 2 Moderat (a), total dana yang dibutuhkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun 2010-2014 sebesar Rp 402,35 triliun, dengan tingkat kenaikan rata-rata 24,17% per tahun, dan skenario Moderat (b) dengan total dana yang paling memungkinkan untuk dapat dialokasikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan adalah sebesar Rp. 268,805 Triliun dengan tingkat kenaikan rata-rata per tahunnya adalah sebesar 12,06%. 3. Skenario 3 Pesimistis, total dana yang dibutuhkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun 2010-2014 sebesar Rp 229,504 triliun, dengan tingkat kenaikan rata-rata 13,28% per tahun. Skenario-skenario pendanaan pembangunan infrastruktur Kementerian PU tahun 2010-2014 tersebut dianalisis dari beberapa asumsi seperti yang dijabarkan dalam penjelasan berikut ini. Berdasarkan hasil prediksi Bappenas, terdapat asumsi awal bahwa pertumbuhan dana APBN untuk membiayai pembangunan infrastruktur adalah berkisar rata-rata 10% saja per tahunnya, sehingga alokasi dana APBN untuk Kementerian PU setiap tahunnya (2010-2014) adalah sebagaimana digambarkan pada Tabel 5.2 ( Skenario 3, Pesimistis, baseline). Asumsi lain adalah jika yang digunakan adalah pertumbuhan pendanaan APBN yang dialokasikan oleh Pemerintah kepada Kementerian PU mengikuti trend seperti yang terjadi selama tahun 2005-2009 yang lalu, yaitu sebesar 31,27% per tahun. Dengan berpatokan pada angka APBN Kementerian PU tahun 2009 yang sangat tinggi karena termasuk dana stimulus fiskal dan BA 999, maka alokasi dana APBN untuk Kementerian PU setiap tahunnya (2010 – 2014) adalah sebagaimana digambarkan pada Tabel 5.2 (Skenario 1, Optimistis). Mengingat trend yang telah terjadi selama ini, kemampuan pemerintah yang belum cukup memadai untuk menyediakan seluruh kebutuhan dana pembangunan infrastrukur, keyakinan bahwa infrastruktur adalah faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengingat kemampuan pengelolaan dana, kemampuan penyerapan, dan kapasitas SDM serta organisasi Kementerian PU, maka angka pertumbuhan dana yang akan dikelola oleh Kementerian PU selama 2010 – 2014 yang dinilai paling moderat diperkirakan adalah sebesar rata-rata 17,35% per tahunnya, sebagaimana ditunjukkan pada Skenario 2, Moderat (b), pada Tabel 5.2. Secara ringkas ketiga skenario pendanaan Kementerian PU tahun 2010-2014 per tahunnya digambarkan pada Tabel 5.2.

132

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

2014 (Perpres Nomor 5 Tahun 2010).8 – 2.2 Skenario Pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2010-2014 (dalam Triliun Rupiah) TAHUN 2010 SKENARIO SKENARIO 1 OPTIMISTIS SKENARIO 2 MODERAT SKENARIO 3 PESIMISTIS (baseline) 59.27 a.40 b.5 Triliun sebagai tahun dasar. 50.987 triliun (tidak termasuk stimulus fiskal 2009 dan BA 999). 59.453 36.30 a.3 Rencana Tindak Pembangunan Jangka Menengah 2010 . 60.08 b.98 102.28 PROGRAM DAN KEGIATAN Catatan: Skenario 1: Prediksi berdasarkan angka APBN Kementerian PU tahun 2009 sebesar Rp 45. 82. b. b. dari total kebutuhan investasi infrastruktur ke-PU-an dan permukiman sebesar Rp 689 triliun selama 2010-2014 (1.685 34.234 43. Keyakinan bahwa infrastruktur adalah faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. 91.86 135.48 b.Prediksi berdasarkan angka APBN awal Kementerian PU 2009 sebesar Rp 34.90 a. Trend yang terjadi selama ini kemampuan Pemerintah belum cukup memadai untuk menyediakan seluruh kebutuhan dana p embangunan infrastruktur (analisis RPJMN). Moderat (b) adalah skenario yang dinilai paling memungkinkan untuk diterapkan. Skenario 2. mengingat: a.10 a.778 63. 24.Total alokasi dana diambil dari Tabel 2.2014 133 BAB 5 .17 b. 268. dan c.40 a. Trilateral Meeting Jakarta.34 b. Tabel 5.2% dari PDB) dimana Pemerintah (Pusat) sebagaimana disebutkan di dalam dokumen RPJMN diperkirakan hanya akan mampu menyediakan dana untuk rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 3 Desember 2009 Dari ketiga skenario tersebut. dan kapasitas SDM serta organisasi Kementerian PU. 12.32 177. 39. 57.05 b.2014 Per Kementerian/Lembaga RPJMN 2010 . maka angka rata-rata pertumbuhan dana yang akan dapat dikelola oleh Kementerian PU selama tahun 2010-2014 (dengan tahun dasar APBN awal 2009) adalah dengan tingkat pertumbuhan berkisar antara 12 – 15% per tahun. dimana di dalamnya termasuk dana stimulus fiskal 2009 + BA 999 Skenario 2: a. 96. Mengingat kemampuan pengelolaan dana.40 a. 58. 402.8 78.655 50. kemampuan penyerapan.06 13. 75.805 229.50 2011 2012 2013 2014 TOTAL RATA-RATA KENAIKAN/ TAHUN (%) 31.35 b. Skenario 3: Diambil dari bahan paparan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kemenneg PPN/Bappenas.70 a.54 553. Berpatokan pada Skenario 2 (b) Moderat tersebut.

0% lainnya (Rp 420.Kementerian PU sebesar Rp 268. Pemerintah dan Masyarakat.283 triliun dan Jalan Tol Rp 167. maka total dana tahun 2010 . dan 18. Skenario ini telah mempertimbangkan kebutuhan pengembangan jenis infrastruktur.42%) serta sisanya sebesar 3. kemampuan organisasi.1.0%). baik melalui pola-pola KPS.14%). 134 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . yaitu 22.39%). Skenario pendanaan per satminkal selama tahun 2010-2014 per tahunnya sebagaimana digambarkan pada Tabel 5. Berdasarkan realisasi dana tahun 2010 dan pagu dana tahun 2011.89% untuk SIB dan Ditjen Penataan Ruang (saat ini 4.371 triliun (Air Bersih Rp 6.196 triliun) diharapkan akan dapat disediakan melalui Kerjasama Pemerintah dan Dunia Usaha.325 Triliun. maka sisa ± 61.805 triliun saja (atau ± 39. SDM.2014 .2014 menjadi Rp 274.825 triliun (baik melalui DAK sebesar ± Rp 75 triliun maupun dari PAD sebesar ± Rp 172 triliun). maupun kombinasi di antara sumbersumber pembiayaan tersebut sebesar Rp 173.60% untuk Ditjen Cipta Karya (saat ini 20.5%). minus stimulus fiskal dan BA 999). keandalan manajemen proyek.30% untuk Ditjen SDA (saat ini 30. 55.21 % untuk Ditjen Bina Marga (saat ini 45.088 triliun) dan oleh Pemerintah Daerah sebesar Rp 246. dengan distribusi tingkat pertumbuhan yang diusahakan secara normal. dan potensi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah serta pengembangan wilayah. kerjasama Pemerintah dengan BUMN dan/atau BUMD.2. Adapun pola alokasi dana per satminkal (terutama ABC) di lingkungan Kementerian PU selama tahun 2010-2014 diperkirakan akan mengalami perubahan yang cukup berarti dibandingkan dengan apa yang saat ini terjadi (APBN 2005-2009.

960 58.185 0.21 53.934 3.2.950 63.500 22.580 0.694 148.027 2.389 1.740 0.477 0.495 0.388 59.2.835 0.971 6.430 0.473 59.026 13.172 0.164 0. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .076 0. Ditjen Sumber Daya Air 8.2014 135 BAB 5 .545 2.304 11.95 PROGRAM DAN KEGIATAN 3.620 2.364 0.840 13.60 18.123 0.461 50.767 9. Sekretariat Jenderal 0.084 0.381 0. Tabel 5.694 31.94 7.846 0. Ditjen Bina Marga 21.843 0.96 4.829 33.894 17.389 8.005 55.453 57.135 0.250 0. Badan Penelitian dan Pengembangan 0.301 0.921 9.455 18.984 13.234 60.027 TOTAL 39.400 0.636 0.942 0.575 0.648 10.311 1.117 268.579 0.319 0.118 14.1 Sandingan Skenario Pendanaan Per Satminkal (Skenario 2 b Moderat) dengan Revisi Pendanaan Per Satminkal Tahun 2010 .277 0.645 0.299 31.164 0. Ditjen Cipta Karya 7.291 13.720 3.274 60.185 0.364 11.304 9.325 100 100 Rincian pendanaan menurut program dan kegiatan untuk masing-masing satminkal dapat dilihat pada tabel kebutuhan pendanaan pada Tabel 5.695 5.2014 (dalam Triliun Rupiah) TAHUN Satminkal/Unit Skenario 2b 2010 Revisi Skenario 2b 2011 Revisi Skenario 2b 2012 Revisi Skenario 2b 2013 Revisi Skenario 2b 2014 Revisi Skenario 2b Total Skenario 2b % Revisi Revisi 1.018 18.778 58.735 3.871 0.427 0.122 11.2.620 0.211 0. Inspektorat Jenderal 0.368 0.15 2.30 23.685 37.289 0.461 9.867 34. Ditjen Penataan Ruang 0.404 0.289 0.867 33.805 274.439 2.000 52.316 27.427 0.277 0.412 0.299 34. Badan Pembinaan Konstruksi 0.447 0.734 0.586 50.172 0.655 60.636 12.450 0.459 9.104 29.767 9.628 8.419 148.262 0.311 0.500 0.89 3.

2 Kebutuhan Pendanaan Pembangunan 2010 .473 0. Waduk.027 1.190 0.200 0.203 0.318 4.179 3.079 2.211 0.500 0.781 j. 0.Tabel 5.171 0.096 0.922 e.057 0.014 0. 0. 0.031 3.021 1.205 0.501 3.029 1.061 2011 12.007 0.116 2013 13. dan Air Tanah Pembinaan Sungai.055 0.191 0. 3. 2.009 0.096 3.122 Total (Triliun Rp.042 0.060 0.185 0.324 0.298 1.193 0. i.221 b.207 0.995 2.023 1.209 0. Air Baku.025 1. 0. 2.210 136 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 d.) 63.360 l.530 0. c.545 f.125 0.436 14. Danau.049 h.026 0.562 23.2014 .249 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .911 5.130 0. Tambak.395 5. Situ serta Bangunan Penampung Air Lainnya Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Lahar Gunung Berapi dan Pengamanan Pantai 9.077 0. 0. Pembinaan Program Ditjen Sumber Daya Air Pembinaan Penatagunaan Sumber Daya Air Pembinaan Irigasi.2.648 0.049 0.174 4.069 0.065 0.125 5. 195 0.113 2012 13.181 0. 0. Pengendalian Lahar dan Pengamanan Pantai Pembinaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air serta Penanggulangan Darurat Akibat Bencana Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen SDA Fasilitasi Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Dewan Sumber Daya Nasional (DSDAN) Pembinaan Keamanan Bendungan Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku Pengelolaan dan Konservasi waduk.113 0.135 0. Embung.118 2014 14.894 0.459 0. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Pengendalian Banjir.008 0.2014 Kementerian PU ALOKASI (Triliun Rp.177 15.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 1 PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR a.329 3.524 k.950 3.899 g.105 0.011 0. Rawa.413 0.

025 0. Penyusunan Kebijakan.829 0. Departemen Keuangan) 3 PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN a.ALOKASI (Triliun Rp.115 1. Pengaturan.304 9. Pengaturan.180 1. pembinaan.633 1.085 0.082 3.021 0.870 1.624 2.122 11.404 *) Tidak termasuk kebutuhan pembangunan jalan tol oleh Investor sebesar Rp 43. Perencanaan. Drainase) serta Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi Persampahan d.459 2012 33.651 1.884 12.062 0.215 133. 0.686 f.519 3.902 6.959 0. 8. pengaturan. Pengusahaan. 0.203 2. dan Penyelenggaraan Serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum e.063 b. Pemrograman dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan Pengaturan dan Pembinaan Teknik Preservasi.) 148.046 d.867 0. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Pengembangan Permukiman b.075 0. Pengawasan.879 Triliun (dari investasi Pemerintah. Pembinaan.097 1.694 1. Pengaturan.294 3.245 0. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Penataan Bangunan dan Lingkungan termasuk Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara c.958 0.756 0.459 2. Kerjasama Luar Negeri.427 0.767 9.783 3. Pembinaan. Program dan Anggaran.104 0.461 52.244 0. Peningkatan Kapasitas Jalan Pembinaan Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional dan Fasilitasi Jalan Daerah Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional Pengaturan. Pelayanan Manajemen dan Infrastruktur Direktorat Jenderal Cipta Karya f.287 1.538 1. dan pengawasan Pengaturan.228 0. 0.2014 137 BAB 5 .369 14.321 4.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 2 PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN a. koordinasi.730 2011 29. Pengawasan.540 1. 17.104 0.501 0.029 25. 0.259 1.104 0.134 Triliun Tidak termasuk BLU tanah sebesar Rp.512 31. Pembinaan.909 2013 34. Pembinaan. Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman g. Dukungan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.714 c.070 1. Pembinaan.204 0. Pengawasan Jalan Tol (BPJT) 18. dan Persampahan 8.018 2. Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi.316 0.091 PROGRAM DAN KEGIATAN e.204 0.561 1.011 Total (Triliun Rp.333 29.133 0.210 12.420 0.071 0. Sanitasi.050 0.460 0.207 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .178 2.447 0.439 9.093 2.994 2.299 0.005 4.954 2014 31.364 13.016 3.056 0. Pengaturan.210 0.361 1.34 3.251 0. Dukungan manajemen.039 0.228 0.597 30.562 0. dan Penyelenggaraan Sanitasi Lingkungan (Air Limbah.

029 0.150 0.059 0.995 1.018 0. Penganggaran. Pemrograman. Pengembangan perkotaan e.046 0. serta Pembinaan PHLN b. Pembinaan.295 0.064 0.037 0.043 0.080 0.976 138 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 f.029 0.124 0.099 0.843 0.477 0.039 0. Penyelenggaraan dan Pengembangan Data dan Sistem Informasi Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman d.034 0.024 0.000 0.157 0.051 0. serta Pengembangan Kebijakan dan Strategi Bidang PU dan permukiman g.347 0.044 0.066 0.028 0.317 0.019 0.030 0.2014 .041 0.134 0.391 2011 0.580 0. Harmonisasi dan Publikasi Peraturan Perundangundangan serta Bantuan Hukum f.620 0.580 0.412 2014 0.048 0.034 0.039 0.019 0. Penyelenggaraan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman 6       PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEMENTERIAN PU a.364 0. Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II 5 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PU a.070 0. Perencanaan. Perencanaan.033 0.074 0.070 0.495 0.052 0.285 0.036 1.477 0.135 0.027 0.017 0.846 0.477 0.063 0.086 0.375 0.434 0.135 0.119 0. Pengkajian.024 0.135 0.457 Total (Triliun Rp.056 0.113 0. Pengendalian dan Pelaksanaan Pekerjaan Strategis Bid PU Lainnya (PMU) c.030 0.623 0.042 0.030 0.056 0.029 0.049 0. Pengembangan.294 0.148 0.) 2.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 4 PROGRAM PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG a.375 0.971 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .101 0.049 0.268 0.116 0.695 0.058 0.161 0.057 0.270 0. Penyelenggaraan dan Pembinaan Informasi Publik TOTAL PROGRAM (5) dan (6)               0. Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Kementerian e.060 0.027 0.153 0.119 0.029 0.030 0. Penyelenggaraan Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian PU h.366 2013 0.035 0. Bina Program dan Kemitraan c.171 0.053 0.056 0.027 0. Penyusunan. Pembangunan Infrastruktur b.126 0.310 0. Pembinaan Manajemen Penyelenggaraan Penataan Ruang b.735 1. Penyusunan.030 0.934 0.071 0.227 3.035 0. Pengelolaan dan Pengembangan SDM dan Organisasi Tatalaksana d.066 0.038 0.ALOKASI (Triliun Rp.195 0. Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PU c.027 0.056 0.031 0.108 0.521 0.128 0. Pemantauan dan Evaluasi.073 0.136 0.350 2012 0.015 0.067 0.065 0.104 0.151 0.259 0.871 0.032 0.023 0.556 0. Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I 0.183 0. Pembinaan Penataan Ruang Wilayah Nasional d.025 0.636 0.

055 0.277 0.104 0. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Permukiman d. Pengelolaan hasil pelaksanaan pengawasan.122 0. dan Lingkungan e.098 0. Pelaksanaan Koordinasi. Pemantauan.427 0.016 0.020 0. Penyelenggaraan Pelayanan Teknis dan Administrasi Pembinaan Jasa Konstruksi b.008 0.007 0.289 0.44 0.138 0.020 0.145 0.091 0.029 0. Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Litbang TOTAL PENDANAAN SELURUH PROGRAM rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .211 0. Pembinaan usaha dan kelembagaan c.133 0.093 0.113 0. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Jalan dan Jembatan c.028 0.012 0.093 0.ALOKASI (Triliun Rp. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah I c.011 0.006 0.156 0.044 0.325 9           PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PU a.131 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah III e. Pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi 0.720 0.051 0.018 0.012 0.2014 139 BAB 5 . Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah IV f.032 0.098 0. Pemantauan.011 0. Pemantauan.029 0.020 0.070 PROGRAM DAN KEGIATAN 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Inspektorat Khusus 0.319 0.137 274.138 0. Pembinaan penyelenggaraan konstruksi e. pemantauan dan pemeriksaan   b.144 0.016 0.027 0.654 0. Pelaksanaan Koordinasi.066 0.379 0.044 0.430 0. Penelitian dan Pengembangan bidang Sosial.014 0.164 2013 0.012 0.105 0.017 0.024 0.106 0. Pembinaan Sumber Daya Investasi Konstruksi d.439 0.123 2012 0.085 0.013 0.311 0.479 2.030 0.080 0.008 0.) 0.070 0.140 0.032 0.412 0.043 0.083 0. Pemantauan. Pelaksanaan Koordinasi.050 0.054 0.185 Total (Triliun Rp.389 0.089 0.141 0.022 0.018 0.301 0.029 0.662 0.017 0.047 0.005 0.009 0.108 0.252 0. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Sumber Daya Air b.095 0. Pelaksanaan Koordinasi.076 2011 0.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 7 PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENTERIAN PU             a.013 0.006 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah II d.040 0. Pelaksanaan Koordinasi.007 0.029 0.433 0.077 0.129 0.035 0.008 0.141 0.030 1.050 0. Ekonomi.029 0.027 0. Pemantauan.001 0.040 8 PROGRAM PEMBINAAN KONSTRUKSI a.014 0.091 0.029 0.060 0.172 2014 0.

2014 .1 . beserta anggaran per kegiatan dapat dilihat pada tabel Matriks Rencana Strategis per Eselon I pada tabel 5. Alokasi anggaran yang disusun dalam dokumen rencana kerja dan anggaran dimaksudkan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.5. PP Nomor 39/2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan dan PP Nomor 40/2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional yang menekankan pada perencanaan dan penganggaran yang berbasis kinerja (Performance Based Budgeting). Perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja merupakan metode penganggaran bagi manajemen untuk mengaitkan setiap pendanaan yang dituangkan dalam kegiatan-kegiatan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan. OUTPUT KEGIATAN Output atau keluaran kegiatan pada hakekatnya merupakan wujud dari pelaksanaan suatu program. sistem perencanaan dan pengganggaran maupun dalam evaluasi kinerja program berlandaskan sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). sasaran strategis dan outcome. Kaidah keterkaitan ini sesuai ketentuan dan juga untuk memenuhi struktur dan format Rencana Kerja (Renja) K/L dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) K/L. Keluaran dan hasil tersebut dituangkan dalam target kinerja pada setiap unit kerja yang disertai dengan alokasi pendanaannya. rincian output per kegiatan dan keterkaitannya dengan keseluruhan komponen dimulai dari tujuan kementerian. dan outcome yang telah ditetapkan (dalam Bab 3) dengan kegiatan dan output serta target yang telah ditetapkan (Bab 5) untuk mencapai outcome tersebut. 140 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Sebagai acuan operasional dalam penyusunan dokumen RENJA K/L dan RKA K/L dan dokumen SAKIP tersebut. Dalam hal ini. Berdasarkan pengertian tersebut. Peraturan perundang-undangan tersebut telah dilengkapi dengan PP Nomor 20/2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Penyusunan Rencana strategis kementerian berlandaskan pada ketentuan PBK diawali dengan diterbitkannya peraturan perundang-undangan seperti Undang¬Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. program. indikator kinerja outcome.5. serta integrasinya dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).3. sehingga keluaran keluaran dari kegiatan tersebut seharusnya berkontribusi secara langsung terhadap pencapaian sasaran dan outcome program.8. PP Nomor 21/2004 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L).3. program dan kegiatan harus diarahkan untuk mencapai hasil dan keluaran yang telah ditetapkan dalam rencana.3. Keterkaitan output dan outcome program diperlukan dalam penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK). sasaran strategis. termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dari keluaran tersebut. berjangka menengah (Medium Term Expenditure Framework) dan sistem penganggaran terpadu(Unified Budgeting). terdapat keterkaitan yang jelas antara tujuan.

Dalam konteks ini pendefinisian tingkat kinerja program (outcome) lebih tinggi dari kinerja kegiatan dan program berada dalam tataran hasil (outcome) dan tidak pada tataran dampak (impact). dan akuntabilitas kinerja.2014 141 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .Program dan kegiatan beserta indikator kinerjanya diharapkan sepenuhnya dapat digunakan sebagai alat ukur efektifitas pencapaian sasaran satrategis pembangunan. efisiensi belanja. Dengan Demikian kinerja outcome program dapat terkait secara langsung dengan efektivitas capaian kinerja output maupun dalam efisiensi anggaran belanja kegiatan atau output. sehingga dapat dijelaskan oleh pencapaian kinerja kegiatan-kegiatannya (output).

2014 .6 Miliar m3 0% 100 % 19. ketahanan pangan.559.05 m3/detik 27.95 m3/detik 57. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya layanan jaringan irigasi dan rawa Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Luas cakupan layanan jaringan irigasi dan rawa (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/dipelihara) Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ ditingkatkan dan dijaga/ dipelihara Prosentase pencapaian penyelenggaraan pengelolaan SDA terpadu oleh balai-balai SDA Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk memenuhi kebutuhan domestik. operasi/pemeliharaan) 3.83 Miliar m3 25.576 Ha 120.400 Ha rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .340 Ha SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 142 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan 0.Tabel 5.1 Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Program Pengelolaan Sumber Daya Air TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.649.3. perkotaan dan industri (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/ dipelihara) Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir Luas kawasan yang terlindung dari bahaya banjir (dibangun/ditingkatkan.073 Ha 6.

) 2010 (11) 2010-2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.2014 143 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PEMBINAAN PROGRAM DITJEN SUMBER DAYA AIR PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PROGRAM Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional, ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS, 33 Provinsi 33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

144

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

1 Pusat, 33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10)

Alokasi Dana (Juta Rp.) 2010 (11) 61.000 2010-2014 (12) 530.000

Dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan pengelolaan SDA (Renstra, RKP, dan Renja K/L Ditjen. Sumber Daya Air) Laporan evaluasi kelayakan penyelenggaraan pengelolaan SDA Dokumen jumlah dokumen Penyiapan Administrasi pinjaman, hibah, dan kerjasama international Laporan pemantauan dan evaluasi pinjaman, hibah, dan kerjasama internasional Laporan Fasilitasi kerjasama internasional dalam penyelenggaraan pengelolaan SDA Dokumen penyusunan dan pengajuan program dan anggaran penyelenggaraan pengelolaan SDA (RKA K/L, DIPA) Laporan penilaian usulan dan konsolidasi program prioritas SDA (Konsultasi Regional) Laporan pengendalian penggunaan anggaran Laporan pembinaan pengembangan Sistem Informasi SDA (SISDA) Laporan pembinaan komunikasi dan informasi publik SDA Laporan Pembinaan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA Dokumen pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA (bulanan, triwulan, tahunan) Dokumen NSPK perumusan kebijakan dan strategi serta evaluasi kelayakan ; penyusunan program dan anggaran; kerjasama luar negeri; pengembangan penyelenggaraan SISDA dan Komunikasi Publik; serta pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pengelolaan SDA Laporan Pembinaan penyelenggaraan jaminan mutu pengelolaan SDA Layanan Perkantoran

Jumlah dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan pengelolaan SDA (Renstra, RKP, dan Renja K/L Ditjen. Sumber Daya Air) Jumlah laporan evaluasi kelayakan penyelenggaraan pengelolaan SDA Jumlah dokumen Penyiapan Administrasi pinjaman, hibah, dan kerjasama international Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pinjaman, hibah, dan kerjasama internasional Jumlah laporan Fasilitasi kerjasama internasional dalam penyelenggaraan pengelolaan SDA Jumlah dokumen penyusunan dan pengajuan program dan anggaran penyelenggaraan pengelolaan SDA (RKA K/L, DIPA) Jumlah laporan penilaian usulan dan konsolidasi program prioritas SDA (Konsultasi Regional) Jumlah laporan pengendalian penggunaan anggaran Jumlah laporan pembinaan pengembangan Sistem Informasi SDA (SISDA) Jumlah laporan pembinaan komunikasi dan informasi publik SDA Jumlah laporan Pembinaan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA Jumlah dokumen pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA (bulanan, triwulan, tahunan) Jumlah dokumen NSPK perumusan kebijakan dan strategi serta evaluasi kelayakan ; penyusunan program dan anggaran; kerjasama luar negeri; pengembangan penyelenggaraan SISDA dan Komunikasi Publik; serta pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pengelolaan SDA Jumlah laporan Pembinaan penyelenggaraan jaminan mutu pengelolaan SDA Jumlah bulan layanan Perkantoran

2 Dokumen

9 Dokumen

3 Laporan 3 Dokumen

13 Laporan 7 Dokumen

1 Laporan

13 Laporan

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Laporan

22 Laporan

2 Dokumen

9 Dokumen

1 Dokumen

5 Dokumen

1 Dokumen 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan

9 Dokumen 46 Laporan 26 Laporan 25 Laporan

3 Dokumen

15 Dokumen

1 Dokumen

8 Dokumen

3 Laporan 12 Bulan

13 Laporan 60 Bulan

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

145

BAB 5

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAGUNAAN SUMBER DAYA AIR PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PENATAGUNAAN SUMBERDAYA AIR Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional, ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS, 33 Provinsi 33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

146

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10)

Alokasi Dana (Juta Rp.) 2010 (11) 77.000 2010-2014 (12) 298.000

Dokumen NSPK pengelolaan hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air; penyusunan kebijakan dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai; regulasi pengelolaan SDA; kelembagaan SDA; serta pengendalian pemanfaatan SDA Laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan pola pengelolaan SDA Wilayah Sungai Laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pola dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Laporan pemantauan dan evaluasi penerapan pola kerjasama dan investasi bidang SDA Dokumen pembinaan pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasi bidang SDA Laporan pemantauan dan evaluasi lembaga pengelola SDA (RBO performance benchmarking) Laporan fasilitasi pembentukan dan pemantauan kinerja wadah koordinasi SDA Dokumen MoU

Jumlah dokumen NSPK pengelolaan hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air; penyusunan kebijakan dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai; regulasi pengelolaan SDA; kelembagaan SDA; serta pengendalian pemanfaatan SDA Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan pola pengelolaan SDA Wilayah Sungai Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pola dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi penerapan pola kerjasama dan investasi bidang SDA Jumlah dokumen pembinaan pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasi bidang SDA Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi lembaga pengelola SDA (RBO performance benchmarking) Jumlah laporan fasilitasi pembentukan dan pemantauan kinerja wadah koordinasi SDA Jumlah dokumen MoU

-

4 Dokumen

2 Laporan

13 Laporan

2 Laporan

13 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Laporan

5 Laporan

1 Dokumen

17 Dokumen

5 Laporan

25 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

Laporan SDM terlatih dalam pengelolaan SDA Laporan evaluasi kinerja UPT (BBWS/BWS)

Jumlah laporan SDM terlatih dalam pengelolaan SDA Jumlah laporan evaluasi kinerja UPT (BBWS/ BWS) Jumlah laporan kemampuan SDM pada sekretariat wadah koordinasi Jumlah laporan fasilitasi, koordinasi, dan sosialisasi regulasi pengelolaan SDA Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan regulasi pengelolaan SDA Jumlah laporan Pembinaan pengelolaan serta pemantauan dan evaluasi hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air Jumlah laporan koordinasi pengelolaan dan evaluasi penanganan dampak perubahan iklim Jumlah laporan pembinaan teknis pengelolaan hidrologi Jumlah laporan publikasi hidrologi dan kualitas air

1 Laporan

5 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

Laporan kemampuan SDM pada sekretariat wadah koordinasi Laporan fasilitasi, koordinasi, dan sosialisasi regulasi pengelolaan SDA Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan regulasi pengelolaan SDA Laporan Pembinaan pengelolaan serta pemantauan dan evaluasi hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air Laporan koordinasi pengelolaan dan evaluasi penanganan dampak perubahan iklim Laporan pembinaan teknis pengelolaan hidrologi Laporan publikasi hidrologi dan kualitas air

1 Laporan

5 Laporan

8 Laporan

22 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

-

4 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

BAB 5

1 Laporan

5 Laporan

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

147

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

148

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

verifikasi dan sertifikasi rekomendasi teknis perijinan bidang SDA Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi kelayakan pemanfaatan SDA Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan pengendalian pemanfaatan SDA Laporan muatan sistem informasi terkait hidrologi dan kualitas air pada sumber air.OUTPUT (7) Laporan sertifikasi standar mutu pengelolaan hidrologi dan kualitas air Laporan pembinaan AMDAL INDIKATOR OUTPUT (8) Jumlah laporan sertifikasi standar mutu pengelolaan hidrologi dan kualitas air Laporan tentang BBWS/BWS yang taat melakukan studi pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup serta prosentase BBWS/BWS yang taat melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup sesuai pedoman Jumlah laporan pembinaan teknis Penyidik PNS Jumlah kegiatan pembinaan. perencanaan SDA WS. serta pengendalian pemanfaatan SDA Jumlah bulan layanan Perkantoran TARGET OUTPUT 2010 (9) 1 Laporan 2010-2014 (10) 5 Laporan Alokasi Dana (Juta Rp.2014 149 BAB 5 . serta pengendalian pemanfaatan SDA Layanan Perkantoran - 4 Laporan - 4 Laporan 1 Laporan 5 Laporan 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengaturan. kelembagaan SDA. pengaturan. kelembagaan SDA.) 2010 (11) 2010-2014 (12) 1 Laporan 5 Laporan Laporan pembinaan teknis Penyidik PNS - 4 Laporan Pembinaan dan verifikasi rekomendasi teknis perijinan bidang SDA - 7 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan pemantauan dan evaluasi kelayakan pemanfaatan SDA Laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan pengendalian pemanfaatan SDA Muatan sistem informasi terkait hidrologi dan kualitas air pada sumber air. perencanaan SDA WS.

2014 . ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. 33 Provinsi 150 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . RAWA. AIR BAKU.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN IRIGASI. TAMBAK. DAN AIR TANAH PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT IRIGASI DAN RAWA Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan pangan. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. monitoring. pelaksanaan. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS.

air baku. dan air tanah 13 Laporan 73 Laporan Dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. air baku. air baku. dan air tanah 4 Laporan 23 Laporan Laporan pembinaan penyusunan rencana kegiatan. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan irigasi. air baku. air baku. dan air tanah Jumlah laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. rawa. rawa. dan air tanah Laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. konstruksi. rawa. perencanaan teknis. air baku. dan persiapan OP sarana dan prasarana irigasi. air baku. pengelolaan aset. pelaksanaan konstruksi. air baku. pengadaan lahan. program.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp. dan air tanah 5 Dokumen 20 Dokumen Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan persiapan OP sarana dan prasarana irigasi. dan air tanah Jumlah dokumen NSPK perencanaan teknis. pengadaan lahan. dan progres kegiatan irigasi. air baku. rawa. dan air tanah Jumlah laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan irigasi. dan air tanah Jumlah dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. rawa. rawa. dan air tanah 2 Dokumen 12 Dokumen Dokumen NSPK perencanaan teknis. perencanaan teknis. air baku. program anggaran . rawa.221. rawa. air baku. audit teknis. pelaksanaan konstruksi. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana irigasi. air baku. program anggaran . audit teknis. rawa. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan irigasi. dan progres kegiatan irigasi.000 Laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. dan air tanah 31 Laporan 106 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 14 Laporan 61 Laporan Laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan irigasi. konstruksi. dan air tanah Jumlah laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan irigasi. rawa.000 2010-2014 (12) 1. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana irigasi.) 2010 (11) 413. program. rawa. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan irigasi.2014 151 BAB 5 . dan air tanah Jumlah laporan penyusunan rencana kegiatan. pengelolaan aset. rawa.

33 Provinsi 31 BBWS/BWS. DANAU. monitoring. 33 Provinsi 152 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. PENGENDALIAN LAHAR DAN PENGAMANAN PANTAI PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT SUNGAI DAN PANTAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN SUNGAI. pelaksanaan. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. ketahanan pangan. WADUK.

perencanaan teknis. danau. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan sungai. waduk. dan pantai Layanan Perkantoran Jumlah dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. pelaksanaan konstruksi. dan pantai Jumlah laporan pembinaan penyusunan program kegiatan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp. perencanaan teknis. pelaksanaan pengadaan lahan.000 2010-2014 (12) 922. danau. waduk. danau. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan sungai. dan pantai 2 Laporan 6 Laporan Laporan pembinaan penyusunan program kegiatan. waduk. waduk. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. waduk. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan sungai. waduk.2014 153 BAB 5 . pengelolaan aset. waduk. dan progres kegiatan sungai. dan pantai Jumlah laporan pembinaan pelestarian sumber air dan pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelestarian sumber air Jumlah dokumen NSPK perencanaan teknis. pelaksanaan konstruksi. pelaksanaan konstruksi. dan pantai 16 Laporan 96 Laporan 1 Dokumen 5 Dokumen 9 Dokumen 39 Dokumen Dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. danau. waduk. dan pantai Laporan pembinaan pelestarian sumber air dan pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelestarian sumber air Dokumen NSPK perencanaan teknis. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan sungai.) 2010 (11) 171. dan pantai 7 Laporan 11 Laporan Laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan sungai. danau. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. program. program anggaran . danau. pelaksanaan konstruksi. dan pantai 6 Laporan 86 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. dan pantai Jumlah laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. waduk. danau. danau. program anggaran . dan progres kegiatan sungai. waduk. danau. program. waduk. dan pantai Layanan bulan perkantoran 6 Dokumen 10 Dokumen 12 Bulan layanan 60 Bulan layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengelolaan aset. dan pantai Jumlah laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu.000 Laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. danau. audit teknis. dan pantai Jumlah laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan sungai. audit teknis. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. waduk. danau. danau. pelaksanaan pengadaan lahan.

ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. ketahanan pangan. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. monitoring. ketahanan pangan. pelaksanaan. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN SUMBER DAYA AIR SERTA PENANGGULANGAN DARURAT AKIBAT BENCANA PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA OPERASI DAN PEMELIHARAAN Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pelaksanaan.2014 . monitoring. 33 Provinsi 154 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DITJEN SDA PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.

) 2010 (11) 42.000 Dokumen draft materi kebijakan/peraturan perundang-undangan yang diproses dan dilegalisasi Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Layanan Perkantoran Layanan Publik (PNBP) Pemenuhan kebutuhan prasarana & sarana perkantoran Dokumen kepegawaian/ortala Dokumen administrasi keuangan (Sistem Akuntansi Keuangan) Laporan penyelenggaraan kegiatan koordinasi/sosialisasi/diseminasi Laporan penyelenggaraan kegiatan bantuan hukum dalam rangka penanganan perkara Jumlah dokumen draft materi kebijakan/ peraturan perundang-undangan yang diproses dan dilegalisasi Jumlah dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Publik (PNBP) Jumlah unit pemenuhan kebutuhan prasarana & sarana perkantoran Jumlah dokumen kepegawaian/ortala Jumlah dokumen administrasi keuangan (Sistem Akuntansi Keuangan) Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan koordinasi/sosialisasi/diseminasi Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan bantuan hukum dalam rangka penanganan perkara 1 Dokumen 11 Dokumen 2 Dokumen 15 Dokumen 12 Bulan 12 Bulan 100 Unit 60 Bulan 60 Bulan 540 Unit 12 Dokumen 1 Dokumen 37 Dokumen 17 Dokumen 11 Dokumen 27 Dokumen BAB 5 4 Laporan 17 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 155 .000 899.000 Dokumen NSPK operasi dan pemeliharaan SDA dan penanggulangan bencana Laporan pembinaan persiapan dan pelaksanaan OP dan pemantauan kondisi sarana dan prasarana SDA serta penanggulangan bencana Laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan OP SDA Laporan pembinaan dan fasilitasi pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan OP SDA dan penanggulangan bencana Laporan pembinaan dan evaluasi persiapan dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan SDA dan penangulangan kerusakan akibat bencana Laporan pembinaan pelaksanaan alokasi air dan Teknik Modifikasi Cuaca Layanan Penanggulangan Bencana Jumlah dokumen NSPK operasi dan pemeliharaan SDA dan penanggulangan bencana Jumlah laporan pembinaan persiapan dan pelaksanaan OP dan pemantauan kondisi sarana dan prasarana SDA serta penanggulangan bencana Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan OP SDA Jumlah laporan pembinaan dan fasilitasi pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan OP SDA dan penanggulangan bencana Jumlah laporan pembinaan dan evaluasi persiapan dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan SDA dan penangulangan kerusakan akibat bencana Jumlah laporan pembinaan pelaksanaan alokasi air dan Teknik Modifikasi Cuaca Jumlah tahun layanan Penanggulangan Bencana Jumlah bulan layanan perkantoran 1 Dokumen 8 Dokumen 4 Laporan 8 Laporan 3 Laporan 15 Laporan 3 Laporan 8 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 3 Laporan 8 Laporan - 12 Laporan 1 Tahun 5 Tahun Layanan Perkantoran 12 Bulan layanan 60 Bulan layanan 69.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.000 2010-2014 (12) 545.

ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. ketahanan pangan.2014 . 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. pelaksanaan. monitoring. ketahanan pangan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: FASILITASI PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DEWAN SUMBER DAYA AIR NASIONAL (DSDAN) PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DEWAN SDA NASIONAL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. 33 Provinsi 156 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN KEAMANAN BENDUNGAN PENANGGUNG JAWAB: BALAI BENDUNGAN Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. monitoring. pelaksanaan. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.500 2010-2014 (12) 49.) 2010 (11) 7.000 Laporan penyelenggaraan kegiatan pelatihan Keamanan Bendungan Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan pelatihan Keamanan Bendungan 10 Laporan 27 Laporan 125.000 Laporan penyelenggaraaan sosialisasi Kebijakan Nasional PSDA Laporan penyelenggaraan sosialisasi produk Dewan SDA Nasional Laporan pendampingan penyelenggaraan koordinasi PSDA di daerah Jumlah laporan penyelenggaraaan sosialisasi Kebijakan Nasional PSDA Jumlah laporan penyelenggaraan sosialisasi produk Dewan SDA Nasional Jumlah laporan pendampingan terhadap penyelenggaraan koordinasi PSDA di daerah Jumlah laporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi tindak lanjut pelaksanaan kebijakan pengelolaan SDA nasional Jumlah dokumen pola WS lintas negara yang disusun Jumlah laporan fasilitasi kegiatan perumusan rekomendasi/saran DSDAN Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah laporan penyebaran informasi mengenai kegiatan koordinasi pengelolaan SDA oleh DSDAN melalui media cetak dan elektronik 1 Laporan 2 Laporan 1 Laporan 7 Laporan 9 Laporan 5 Laporan Laporan monitoring dan evaluasi tindak lanjut pelaksanaan kebijakan pengelolaan SDA nasional Dokumen pola pengelolaan SDA WS lintas negara Laporan fasilitasi perumusan rekomendasi/ saran DSDAN Layanan Perkantoran Laporan penyebaran informasi mengenai kegiatan koordinasi pengelolaan SDA 1 Laporan 11 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN - 5 Dokumen 5 Laporan 18 Laporan 12 Bulan 5 Laporan 60 Bulan 25 Laporan 21.000 Laporan penyelenggaraan kegiatan diseminasi dan sosialisasi Pedoman Keamanan Bendungan Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan diseminasi dan sosialisasi Pedoman Keamanan Bendungan 1 Laporan 8 Laporan Laporan penyelenggaraan kegiatan seminar/lokakarya bidang bendungan Dokumen pelaksanaan kegiatan inspeksi bendungan Dokumen pelaksanaan kajian keamanan bendungan Dokumen NSPK tentang Keamanan Bendungan Layanan Perkantoran Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan seminar/lokakarya bidang bendungan Jumlah dokumen pelaksanaan kegiatan inspeksi bendungan Jumlah dokumen pelaksanaan kajian keamanan bendungan Jumlah dokumen NSPK tentang Keamanan Bendungan Jumlah bulan layanan Perkantoran 4 Laporan 18 Laporan 1 Dokumen 1 Dokumen 5 Dokumen 5 Dokumen 7 Dokumen 42 Dokumen 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 157 BAB 5 .

pelaksanaan. monitoring. 33 Provinsi 69 Wilayah Sungai 15 Wilayah Sungai 31 BBWS/BWS.04 miliar m3 Kapasitas tampung sumber air yang direhabilitasi 1 miliar m3 0. dan evaluasi pengelolaan SDA KEGIATAN: PENGELOLAAN DAN KONSERVASI WADUK.9 miliar m3 0. SERTA BANGUNAN PENAMPUNG AIR LAINNYA PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.76 m3/det 12.1 miliar m3 0.5 miliar m3 Kapasitas tampung sumber air yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. monitoring. dan evaluasi pengelolaan SDA 1.4 m3/det 3. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ ditingkatkan 31 BBWS/BWS.9 m3/det 44.06 miliar m3 12. ketahanan pangan. pelaksanaan.3 miliar m3 7 Kawasan sumber air 31 BBWS/BWS 16 Kawasan sumber air 31 BBWS/BWS 8 Wilayah Sungai 0 Wilayah Sungai 31 BBWS/BWS.01 miliar m3 0. 33 Provinsi - 1. EMBUNG. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk air minum yang dibangun Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk air minum yang direhabilitasi Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk air minum yang dioperasikan dan dipelihara 6.3 m3/det 2. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS.004 miliar m3 11.2014 . SITU. ketahanan pangan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENYEDIAAN DAN PENGELOLAAN AIR BAKU PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.43 m3/det 43.75 m3/det 158 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan.

2014 159 BAB 5 .9 m3/det 44. 51 embung/situ 7 Kawasan 140 Buah 300 Buah 1199 waduk dan embung/situ 63 Kawasan 31 Dokumen 155 Dokumen 69 Dokumen 8 Dokumen Dokumen rencana pengelolaan SDA WS - 15 Dokumen Layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .76 m3/det Sarana/prasarana penyediaan air baku yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah debit sarana/prasarana penyediaan air baku yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah bulan layanan Perkantoran 2.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.3 m3/det 3.000 2010-2014 (12) 5.105.000 Embung / Situ / bangunan penampung air lainnya yang dibangun Waduk yang direhabilitasi Embung / Situ / Bangunan Penampung Air lainnya yang direhabilitasi Waduk/Embung/Situ/bangunan penampung air lainnya yang dioperasikan dan dipelihara Kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi Dokumen penyelenggaraan pelayanan data dan informasi SDA di tingkat BBWS/BWS Dokumen pola pengelolaan SDA WS Jumlah buah embung / Situ / bangunan penampung air lainnya yang dibangun Jumlah buah waduk yang direhabilitasi Jumlah buah embung / Situ / Bangunan Penampung Air lainnya yang direhabilitasi Jumlah buah waduk/Embung/Situ/ bangunan penampung air lainnya yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi Jumlah dokumen penyelenggaraan pelayanan data dan informasi SDA di tingkat BBWS/BWS Jumlah dokumen pola pengelolaan SDA WS Jumlah dokumen rencana pengelolaan SDA WS Jumlah bulan layanan perkantoran 32 Buah 12 Buah 21 Buah 14 waduk.000 Waduk yang dibangun Jumlah buah waduk yang dibangun 7 waduk dalam pelaksanaan pembangunan 52 waduk dalam pelaksanaan pembangunan dan 6 waduk selesai pembangunan 200 Buah 14.75 m3/ det PROGRAM DAN KEGIATAN Layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan 2.781.079.31 m3/det 43.23 m3/ det 12.) 2010 (11) 1.000 Sarana/prasarana penyediaan air baku yang dibangun /ditingkatkan Sarana/prasarana penyediaan air baku yang direhabilitasi Jumlah debit sarana/prasarana penyediaan air baku yang dibangun /ditingkatkan Jumlah debit sarana/prasarana penyediaan air baku yang direhabilitasi 6.524.

000 Ha 500. RAWA. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . monitoring.840 Ha 8. pelaksanaan.000 Ha 2.000 Ha 2. dan evaluasi pengelolaan SDA 115.100 Ha 550.000 Ha 293. DAN JARINGAN PENGAIRAN LAINNYA PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.000 Ha 160 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 8.000 Ha 2.000 Ha 85. 33 Provinsi 31 BBWS/BWS.2014 . ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya layanan jairngan irigasi dan rawa Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dioperasikan dan dipelihara Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dioperasikan dan dipelihara Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan.000 Ha 1.000 Ha 550 Ha 28 Provinsi 28 Provinsi 31 BBWS/BWS.500 Ha 6.044 Ha 1.340. ketahanan pangan.000 Ha 2.021 Ha 25.000 Ha 1.000 ha 450.315.210.246 Ha 3.315.882 ha 37.107 996 Ha 1.785 Ha 43.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI.800 Ha 175.

737 Ha Pelaksanaan kegiatan monitoring TP operasi dan pemeliharaan SDA Layanan Perkantoran Jumlah provinsi pelaksanaan kegiatan monitoring TP operasi dan pemeliharaan SDA Jumlah bulan layanan Perkantoran 28 Provinsi 140 Provinsi 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .) 2010 (11) 3.800 Ha 176.944 Ha Jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara Jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ ditingkatkan 2.000 Ha Jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara 550 Ha 98.000 Ha Jaringan reklamasi rawa yang di operasi kan dan dipelihara 1.021.107.100 Ha 548.058 Ha 3.000 Ha Jaringan tata air tambak yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan tata air tambak yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara 2.120.911 Ha 11.500 Ha Jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan reklamasi rawa yang di operasikan dan dipelihara 85.360.044 Ha 1.277 Ha Jaringan tata air tambak yang dibangun/ ditingkatkan Jumlah luas jaringan tata air tambak yang dibangun/ditingkatkan 1.180 Ha 43.882 Ha 37.000 Jaringan irigasi yang dibangun /ditingkatkan Jumlah luas jaringan irigasi yang dibangun /ditingkatkan Jumlah luas jaringan irigasi yang di rehabilitasi Jumlah luas jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah luas jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ditingkatkan 115.996 Ha 5.000 Ha Jaringan irigasi yang di rehabilitasi 293.000 Ha 500.501 Ha Jaringan irigasi air tanah yang di operasikan dan dipelihara 9.000 2010-2014 (12) 23.644.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.246 Ha PROGRAM DAN KEGIATAN Jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan irigasi air tanah yang dioperasikan dan dipelihara 8.021 Ha 25.000 Ha 450.340.318.000 Ha 2.2014 161 BAB 5 .840 Ha Jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ ditingkatkan Jumlah luas jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ditingkatkan 8.

607 Ha 35. pelaksanaan. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS.14 juta/m3 6 juta/m3 0.08 juta/m3 4.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGENDALIAN BANJIR. LAHAR GUNUNG BERAPI DAN PENGAMANAN PANTAI PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.500 Ha 60. ketahanan air dan ketahanan energi Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui pembangunan sarana/prasarana pengendalian banjir Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui rehabilitasi sarana/prasarana pengendalian banjir Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui operasi dan pemeliharaan sarana/ prasarana pengendalian banjir Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui pembangunan sarana/ praarana pengendalian lahar/sedimen Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui rehabilitasi sarana/ praarana pengendalian lahar/sedimen Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui operasi dan pemeliharaan sarana/ praarana pengendalian lahar/sedimen Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pembangunan sarana/ praarana pengamanan pantai Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui rehabilitasi sarana/praarana pengamanan pantai Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pemeliharaan sarana/ praarana pengamanan pantai Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. dan evaluasi pengelolaan SDA 27.000 Ha 503 Ha 24. monitoring.700 Ha 14.2014 . 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .88 juta/m3 12 juta/m3 33 Km Garis Pantai 180 Km Garis Pantai 3 Km Garis Pantai 50 Km Garis Pantai 10 Km Garis Pantai 50 Km Garis Pantai 31 BBWS/BWS.48 Juta m3 0.700 Ha 162 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 2. ketahanan pangan.

000 2010-2014 (12) 15.096.2014 163 BAB 5 .000 Km Sarana/prasarana pengendalian banjir yang direhabilitasi Jumlah panjang sarana/prasarana pengendalian banjir yang direhabilitasi 15 Km 750 Km Sarana/prasarana pengendalian banjir yang di operasikan dan dipelihara Jumlah panjang sarana/prasarana pengendalian banjir yang di operasikan dan dipelihara 610 Km 6.000 Sarana/prasarana pengendalian banjir yang dibangun Jumlah panjang sarana/prasarana pengendalian banjir yang dibangun 300 Km 1.) 2010 (11) 2.603 Km PROGRAM DAN KEGIATAN Sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen yang dibangun Jumlah sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen yang dibangun 13 Buah 28 Buah Sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang direhabilitasi Jumlah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang direhabilitasi 2 Buah 85 Buah Sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah buah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang dioperasikan dan dipelihara 11 Buah 316 Buah Sarana/prasarana pengaman pantai yang dibangun Jumlah panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang dibangun 33 Km 180 Km Sarana/prasarana pengaman pantai yang direhabilitasi Jumlah panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang direhabilitasi 3 Km 50 Km Sarana/prasarana pengaman pantai yang dipelihara Jumlah panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang dipelihara 10 Km 50 Km Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .249.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.

3.Tabel 5. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .559 Km 91. PEMBINAAN. DAN PENGAWASAN PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.55 Milyar kendaraan Km 17.845 Km KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN.2014 . PENGATURAN. ketahanan pangan.525 Km Panjang jalan baru yang di bangun 294 Km 1.2 Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga Program Penyelenggaraan Jalan TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Meningkatnya penggunaan jalan nasional Meningkatnya Kapasitas jalan Nasional sepanjang 19.370 km Meningkatnya panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun Tingkat kemantapan jalan 87 % 94 % SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap Tingkat penggunaan jalan nasional Panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan 100 % 100 % 164 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 83 Milyar kendaraan Km 2. ketahanan pangan. KOORDINASI.

2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.000 3 Dokumen 3 Dokumen 3 Dokumen 2 Dokumen 12 Bulan Layanan 8 Unit 15 Dokumen 15 Dokumen 15 Dokumen Dokumen Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Hukum Bulan Layanan Publik (PNBP) 10 Dokumen 60 Bulan Layanan 40 Unit Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Jumlah Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan Dokumen Draft Materi Kebijakan / Peraturan Perundang-undangan yang diproses dan dilegalisasi Jumlah Dokumen Draft Materi Kebijakan / Peraturan Perundang-Undangan yang Diproses dan Dilegalisasi 11 Dokumen 17 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .) 2010 (11) 2010 .063.2014 165 BAB 5 .000 Lokasi Pembinaan Penanggulangan Penanganan Tanggap Darurat / Pekerjaan Mendesak Dokumen Administrasi dan Pengelolaan Kepegawaian / Ortala Dokumen Laporan Administrasi Keuangan dan Akuntansi Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah Lokasi Pembinaan Penanggulangan Penanganan Tanggap Darurat / Pekerjaan Mendesak Jumlah Dokumen Administrasi dan Pengelolaan Kepegawaian / Ortala Jumlah Dokumen Laporan Administrasi Keuangan dan Akuntansi Jumlah Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah Dokumen Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Hukum Jumlah Bulan Layanan Publik (PNBP) 11 Lokasi 116 Lokasi 4.2014 (12) PROGRAM DAN KEGIATAN 730.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

PEMBINAAN. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % 166 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PEMROGRAMAN. ketahanan pangan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. DAN PEMBIAYAAN PENYELENGGARAAN JALAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PROGRAM Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.2014 . PERENCANAAN.

OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . Pemrograman Dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan Jumlah Pemenuhan Unit Prasarana & Sarana Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 2 Dokumen 10 Dokumen Dokumen Program dan Anggaran Tahunan 1 Dokumen 2 Dokumen 4 Dokumen 5 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 6 Dokumen 5 Dokumen 3 Dokumen 5 Dokumen Dokumen Penyiapan PHLN & Administrasi Kerjasama Luar Negeri Dokumen Evaluasi Kinerja Penyelenggara Jalan 10 Dokumen 20 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN Dokumen Kebijakan dan strategi penyelenggaraan jalan Dokumen Penyiapan Keputusan Menteri Tentang Fungsi dan Status Jalan Dokumen Pengendalian Pelaksanaan PHLN Dokumen Informasi. Dokumentasi. Komunikasi Dan Publikasi Penyelenggaraan Jalan Dokumen Pengembangan Sistem Manajemen Jalan dan Jembatan Dokumen Laporan Monitoring & Evaluasi Perencanaan. Pemrograman Dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan Prasarana & Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran 25 Dokumen 10 Dokumen 10 Dokumen 34 Dokumen 17 Dokumen 23 Dokumen 11 Unit 12 Bulan 59 Unit 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Dokumentasi.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.2014 (12) 2.000 Dokumen Pengaturan & Penyiapan Pembiayaan Jalan Daerah & Dana Masyarakat Jumlah Dokumen Pengaturan & Penyiapan Pembiayaan Jalan Daerah & Dana Masyarakat Jumlah Dokumen Program dan Anggaran Tahunan Jumlah Dokumen Penyiapan PHLN & Administrasi Kerjasama Luar Negeri Jumlah Dokumen Evaluasi Kinerja Penyelenggara Jalan Jumlah dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan jalan Jumlah Dokumen Penyiapan Keputusan Menteri Tentang Fungsi Dan Status Jalan Jumlah Dokumen Pengendalian Pelaksanaan PHLN Jumlah Dokumen Informasi.000 2010 . Komunikasi Dan Publikasi Penyelenggaraan Jalan Jumlah Dokumen Pengembangan Sistem Manajemen Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen Monitoring & Evaluasi Perencanaan.) 2010 (11) 115.714.2014 167 BAB 5 .

DAN III Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. PENINGKATAN KAPASITAS JALAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA TEKNIK Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . II. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % 168 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN PELAKSANAAN PRESERVASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS JALAN NASIONAL DAN FASILITASI JALAN DAERAH PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PELAKSANAAN JALAN DAN JEMBATAN WILAYAH I. ketahanan pangan. ketahanan pangan.2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN DAN PEMBINAAN TEKNIK PRESERVASI.

046.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 Dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Yang Bersifat Khusus Perencanaan & Pengawasan Teknis Jalan & Jembatan Khusus Serta Perencanaan Teknis Jalan Bebas Hambatan Dokumen Penyusunan Dan Pengesahan NSPK Jalan dan Jembatan Termasuk Jalan Daerah Dokumen Rekomendasi Teknis Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan & Rawan Bencana Jalan dan Jembatan Laporan Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan Laporan Pembinaan Jalan Bebas Hambatan Luas Pengadaan Tanah Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Yang Bersifat Khusus Jumlah Dokumen Perencanaan & Pengawasan Teknis Jalan & Jembatan Khusus Serta Perencanaan Teknis Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Penyusunan Dan Pengesahan NSPK Jalan Dan Jembatan Termasuk Jalan Daerah Jumlah dokumen Pembinaan Teknis Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan & Rawan Bencana Jalan dan Jembatan Jumlah Laporan Pembinaan Teknik Jalan Dan Jembatan Jumlah LaporanPembinaan Jalan Bebas Hambatan Jumlah Hektar Luas Pengadaan Tanah untuk Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Kebijakan Investasi Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Monitoring Dan Evaluasi Pembinaan Teknik Jalan Dan Jembatan Jumlah prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 15 Dokumen 5 Dokumen 50 Dokumen 25 Dokumen 8 Dokumen 50 Dokumen 4 Laporan 1 Laporan 274 Ha 40 Dokumen 250 Dokumen 20 Laporan 5 Laporan 1.2014 169 .) 2010 (11) 287. Pengendalian Kepatuhan Pelaksanaan dan rekomendasi laik fungsi Jalan Nasional Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Laporan Pembinaan Teknis. pelaksanaan dan evaluasi kinerja jalan daerah Jumlah dokumen Monitoring Dan Evaluasi Kinerja Pembinaan Dan Pelaksanaan Jalan Dan Jembatan Termasuk Jalan Daerah 33 Laporan 165 Laporan 1.000 2010 . program pembiayaan.000 Laporan Perencanaan Pembinaan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp. program pembiayaan. Penyiapan Produk Pembinaan Dan Pembinaan Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen Pembinaan dan Penilaian Bahan Usulan Program 5 Tahunan dan Tahunan Jumlah dokumen Penyelesaian Permasalahan Administrasi. Fasilitasi Perencanaan. Penyiapan Produk Pembinaan Dan Pembinaan Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Dokumen Pembinaan dan Penilaian Bahan Usulan Program 5 Tahunan dan Tahunan Dokumen Penyelesaian Permasalahan Administrasi.091. Teknis Pelaksanaan Dan Aspek Hukum Laporan Pembinaan Teknis. Teknis Pelaksanaan Dan Aspek Hukum Jumlah Laporan Pembinaan Teknis. Pengendalian Kepatuhan Pelaksanaan dan rekomendasi laik fungsi Jalan Nasional Jumlah Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran Jumlah Laporan Pembinaan Teknis.000 18 Dokumen 45 Dokumen 45 Laporan 90 Dokumen 225 Dokumen 225 Laporan 18 Unit 36 Bulan 75 Laporan 180 Unit 180 Bulan 375 Laporan BAB 5 Dokumen Monitoring dan evaluasi kinerja pembinaan dan pelaksanaan jalan dan jembatan termasuk jalan daerah 15 Dokumen 75 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .352 Ha PROGRAM DAN KEGIATAN Dokumen Kebijakan Investasi Jalan Bebas Hambatan Dokumen Monitoring dan Evaluasi Pembinaan Teknik Jalan Dan Jembatan Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Bulan Layanan Perkantoran 1 Dokumen 6 Dokumen 12 Unit 5 Dokumen 30 Dokumen 60 Unit 12 Bulan 60 Bulan 133.2014 (12) 6. Fasilitasi Perencanaan. pelaksanaan dan evaluasi kinerja jalan daerah Jumlah Laporan Perencanaan Pembinaan.

2014 . ketahanan pangan.525 Km Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun Panjang jalan baru yang dibangun 294 Km 1.370 km Tingkat penggunaan jalan nasional Tingkat penggunaan jalan nasional 83 Milyar kendaraan kilometer 91.559 Km 17.845 Km BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .55 Milyar kendaraan kilometer Meningkatnya panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan Panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan 2.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PELAKSANAAN PRESERVASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS JALAN NASIONAL PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional Tingkat Kemantapan Jalan 87 % 94 % 170 PROGRAM DAN KEGIATAN Meningkatnya kapasitas Jalan Nasional sepanjang 19.

076 Km 33 Km 6. Srategis.180 m 4.430 Km 377 Km 25.686. Terluar & Terdepan 245 Km 1.979 m 4 Km 44 Km Panjang pembangunan/pelebaran Jalan di Kaw.284 Km 8.186 Ton 1.844 m 5.2014 (12) 133.114 m rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Perbatasan.112 m 483 Km 2.113 m 10 Dokumen 698 Ton 54 Unit 120 Bulan Layanan 100 unit 120 Bulan 29.576 m 3.169 Km 601.599 m 2.) 2010 (11) 17. Wil.523 m 50 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN 24.000 Dokumen bahan usulan program tahunan dan 5 tahunan Dokumen hasil pengumpulan data jalan dan jembatan Dokumen perencanaan dan pengawasan teknis jalan Dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Jumlah dokumen bahan ususlan program tahunan dan 5 tahunan Jumlah dokumen hasil pengumpulan data jalan dan jembatan Jumlah dokumen perencanaan dan pengawasan teknis jalan Jumlah dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen Pengujian / Manajemen Mutu Panjang jalan yg mendapat pemeliharaan berkala/rehabilitasi Panjang jembatan yg mendapat pemeliharaan berkala/rehabilitasi Panjang jembatan yg mendapat penggantian Jumlah dokumen Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Jalan Dan Jembatan Jumlah Bahan Jalan & Jembatan Jumlah Bahan dan Peralatan Jalan & Jembatan Jumlah Bulan Layanan Publik (PNBP) Jumlah Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Jumlah bulan Layanan Perkantoran Panjang Jalan yg mendapat pemeliharaan rutin Panjang jembatan yg mendapat pemeliharaan rutin Panjang jalan yg mendapat rekonstruksi/ peningkatan struktur Panjang jalan yg mendapat pelebaran Panjang jalan yg dibangun baru Panjang jembatan yg dibangun baru Panjang Fly Over/Underpass/ Terowongan yg dibangun Panjang jalan bebas hambatan yg dibangun Panjang Jalan yang dibangun/dilebarkan di Kaw.802 Km 90. Perbatasan.2014 171 . Wil.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .552 m 15. Srategis. Perbatasan. Terluar & Terdepan 20 Dokumen 20 Dokumen 20 Dokumen 10 Dokumen 10 Dokumen 1. Wil. Terluar & Terdepan Panjang Pembangunan/Duplikasi Jembatan di Kaw.767 m 100 Dokumen 100 Dokumen 100 Dokumen 50 Dokumen Dokumen Pengujian / Manajemen Mutu Panjang Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Panjang Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jembatan Panjang penggantian Jembatan Dokumen Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Jalan Dan Jembatan Bahan Jalan & Jembatan Bahan dan Peralatan Jalan & Jembatan Bulan Layanan Publik (PNBP) Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Panjang Pemeliharaan Rutin Jalan Panjang Pemeliharaan Rutin Jembatan Panjang Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Panjang Pelebaran Jalan Panjang Pembangunan Jalan Baru Panjang Pembangunan Jembatan Baru Panjang Pembangunan Fly Over/Underpass/ Terowongan Panjang Pembangunan jalan bebas hambatan 50 Dokumen 4.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.029.378 Km BAB 5 1.095 Km 12. Wil.297 m 15.000 2010 .277 Unit 600 Bulan Layanan 500 unit 600 Bulan 164. Srategis. Perbatasan.830 Km 238. Srategis. Terluar & Terdepan Panjang Jembatan yang dibangun/diDuplikasi di Kaw.

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. ketahanan pangan.845 Km 172 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional Tingkat Kemantapan Jalan 87 % 94 % Meningkatnya kapasitas Jalan Nasional sepanjang 19. PENGUSAHAAN.2014 . PENGAWASAN JALAN TOL PENANGGUNG JAWAB: BADAN PENGATUR JALAN TOL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.370 km Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun Panjang jalan baru yang dibangun 294 Km 1.

2014 (12) 404.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 2010 . Penyiapan. Pelayanan dan Pengendalian Pengusahaan Jalan Tol Jumlah Dokumen Perjanjian Layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) Jumlah Laporan Monitoring dan Evaluasi layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) Jumlah Laporan Pengawasan dan Pemantauan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Jumlah Laporan Pengelolaan dana Hasil Pengusahaan Jalan Tol (BLU) Jumlah Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Jumlah bulan Layanan Perkantoran Jumlah bulan Layanan Perkantoran (PNBP) 1 Laporan 6 Laporan Dokumen Pengaturan.2014 173 BAB 5 . Penyiapan.) 2010 (11) 21.000 Laporan Kajian dan Evaluasi Penyiapan Pengusahaan Jalan Tol dan Data Informasi Jalan Tol Jumlah Laporan Kajian dan Evaluasi Penyiapan Pengusahaan Jalan Tol dan Data Informasi Jalan Tol Jumlah Dokumen Pengaturan. Pelayanan dan Pengendalian Pengusahaan Jalan Tol Dokumen Perjanjian Layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) 1 Dokumen 1 Dokumen 9 Dokumen 6 Dokumen Laporan Monitoring dan Evaluasi layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) 1 Laporan 5 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan Pengawasan dan Pemantauan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Laporan Pengelolaan dana Hasil Pengusahaan Jalan Tol (BLU) Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran (PNBP) 1 Laporan 6 Laporan 1 Laporan 5 Laporan 2 Unit 12 Bulan 12 Bulan 10 Unit 60 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

848 Kelurahan/desa 37.2014 .Tabel 5.3.3. Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Program Pembinaan Dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya cakupan pelayanan air minum Peningkatan jumlah pelayanan air minum 2.099 Liter/detik 857 IKK SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Terlaksananya pembangunan rusunawa Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Peningkatan jumlah pelayanan sanitasi Jumlah Pemda/ PDAM yang dibina kemampuannya Jumlah rusunawa yang dibangun Jumlah kawasan permukiman dan penataan bangunan yang direvitalisasi Jumlah kelurahan/ desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/ nelayan 82 Kawasan 98 Kab/Kota 87 PDAM 554 Kawasan 605 Kab/Kota 294 PDAM 174 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 40 Twin Block 137 Kawasan 250 Twin Block 666 Kawasan Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat 14.576 Liter/detik 170 IKK 8.920 Kelurahan/desa rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2014 175 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 .2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

DAN PENYELENGGARAAN DALAM PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN TERMASUK PENGELOLAAN GEDUNG DAN RUMAH NEGARA PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek bangunan gedung dan lingkungan 32 Kab/Kota 226 Kab/Kota Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan Jumlah Kawasan yang meningkat fungsinya 32 Kawasan Strategis 33 Kaw (RTH) 33 Kaw (tradisional dan bersejarah) 152 Kawasan (strategis) 207 Kaw (RTH) 160 Kaw (tradisional dan bersejarah) Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Jumlah Kel/Desa yang yang meningkat kualitasnya melalui pemberdayaan masyarakat 8.230 Kelurahan / Desa 23.190 Desa KEGIATAN: PENGATURAN.2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. PENGAWASAN. PEMBINAAN. PEMBINAAN. DAN PENYELENGGARAAN DALAM PENGEMBANGAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek Permukiman 50 Kab/Kota 205 Kab/Kota Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan Jumlah Kawasan kumuh di perkotaan yang ditangani Jumlah rusunawa terbangun 95 kawasan 207 kawasan 176 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Terlaksananya pembangunan rusunawa 40 Twin Block 250 Twin Block Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat Menurunnya kesenjangan antar wilayah Jumlah Kawasan Permukiman Perdesaan di tangani Jumlah Kawasan Pusat Pertumbuhan terbentuk 143 kawasan 322 kawasan 50 kawasan 185 kawasan Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Jumlah desa tertinggal yang di tangani 3.999 Kelurahan / Desa rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .900 Desa 13. PENGAWASAN.

321.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .900 Desa 13.2014 (12) 12.185 Kecamatan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) 3. Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara Laporan Pengawasan Pelaksanaan Penataan Bangunan dan Lingkungan.000 Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Penataan Bangunan & Lingkungan Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Jumlah Kab/Kota Mendapatkan Pengembangan Bangunan Gedung Negara/Bersejarah Jumlah Kawasan yang Tertata Bangunan dan Lingkungannya 12 Bulan Layanan 7 NSPK 60 Bulan Layanan Peraturan Penataan Bangunan dan Lingkungan Laporan Pembinaan Pelaksanaan Penataan Bangunan dan Lingkungan.999 Kelurahan/ Desa rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara Bangunan Gedung dan Fasilitasnya 33 NSPK 236 laporan 525 Laporan 33 Laporan 165 Laporan 54 Kab/Kota 159 Kab/Kota Sarana dan Prasarana Lingkungan Permukiman 138 Kawasan 303 Kawasan Keswadayaan Masyarakat Jumlah Kel/Desa yang Mendapatkan Pendampingan Pemberdayaan Sosial (P2KP/PNPM) 8.079 9.190 Desa 1.230 Kelurahan/Desa 23.363 2010 .633.2014 177 BAB 5 .361.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2.000 Layanan Perkantoran Peraturan Pengembangan Permukiman Laporan Pembinaan Pengembangan Permukiman Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Pengembangan Permukiman Infrastruktur Kawasan Permukiman Perkotaan Rusunawa Beserta Infrastruktur Pendukungnya Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Pengembangan permukiman Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Pengembangan Permukiman Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Pengembangan Permukiman Jumlah Kawasan Permukiman Perkotaan yang Ditangani Jumlah Satuan Unit Hunian Rumah Susun yang Terbangun Beserta Infrastruktur Pendukungnya Jumlah Kawasan yang Terbangun Infrastruktur Permukiman Perdesaan Jumlah Kawasan yang Dilayani oleh Infrastruktur Pendukung Kegiatan Ekonomi dan Sosial Jumlah Desa Tertinggal Terbangun Infrastruktur Permukiman 12 Bulan Layanan 2 NSPK 60 Bulan Layanan 5 NSPK 80 laporan 449 Laporan 33 Laporan 165 Laporan 234 Kawasan 661 Kawasan PROGRAM DAN KEGIATAN 40 Twin Block 250 Twin Block Infrastruktur Kawasan Permukiman Perdesaan 143 Kawasan 469 Kawasan Infrastruktur Pendukung Kegiatan Ekonomi dan Sosial (RISE) 237 Kecamatan 1.994.

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. DRAINASE) SERTA PENGEMBANGAN SUMBER PEMBIAYAAN DAN POLA INVESTASI PERSAMPAHAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air limbah dan drainase 34 Kab/Kota 226 Kab/Kota 178 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi Jumlah cakupan pelayanan sistem Air Limbah Luas kawasan potensi banjir di perkotaan yang tertangani 11 kawasan 210 kawasan 26 kawasan 50 kawasan Berkurangnya potensi timbunan sampah Jumlah cakupan pelayanan persampahan 50 kawasan 210 kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PENGAWASAN. PEMBINAAN.2014 . DAN PENYELENGGARAAN SANITASI LINGKUNGAN (AIR LIMBAH.

2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 1.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .130 2010 .2014 179 BAB 5 .000 Layanan Perkantoran Peraturan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Air Limbah Dengan Sistem Off-Site dan Sistem On-Site Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Drainase Perkotaan 12 Bulan Layanan 8 NSPK 60 Bulan Layanan 75 NSPK Laporan Pembinaan Pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Permukiman 81 laporan 244 Laporan Laporan Pengawasan Pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Permukiman 62 Laporan 426 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Infrastruktur Air Limbah 41 Kawasan 265 Kawasan Infrastruktur Drainase Perkotaan 26 Kota/Kab 164 Kota/Kab Infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Jumlah Kab/Kota yang Telayani Infrastruktur Stasiun Antara Dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Jumlah Kawasan yang Telayani Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R 55 Kab/Kota 315 Kab/Kota Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R 50 Kawasan 252 Kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .519.2014 (12) 14.538.

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. PENGEMBANGAN SUMBER PEMBIAYAAN DAN POLA INVESTASI. DAN PENYELENGGARAAN SERTA PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air minum 0 Kab/Kota 100 Kab/Kota 180 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM Meningkatnya cakupan pelayanan air minum Jumlah Kab/Kota/ PDAM yang memperoleh pembinaan kemampuan Jumlah cakupan pelayanan (kawasan) SPAM 30 Kab/Kota 225 Kab/Kota 105 kawasan 730 kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PENGAWASAN.2014 . PEMBINAAN.

000 Layanan Perkantoran Peraturan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Laporan Pembinaan Pelaksanaan Pengembangan SPAM Laporan Pengawasan Pelaksanaan Pengembangan SPAM Percontohan Re-Use dan Daur Ulang Air Minum Penyelenggara SPAM Terfasilitasi Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Air Minum Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Air Minum Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Air Minum Jumlah aktivitas Re-Use dan Daur Ulang Air Minum Jumlah Penyelenggara SPAM yang Terfasilitasi 12 Bulan Layanan 4 NSPK 68 Laporan 60 Bulan Layanan 22 NSPK 150 laporan 50 Laporan 566 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 35 PDAM 8 Lokasi 197 PDAM SPAM Regional Jumlah kawasan perbatasan yang terlayani infrastruktur air minum Jumlah Kawasan MBR yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah IKK yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Desa yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Kawasan Khusus yang Terlayani Infrastruktur Air Minum - 4 Kawasan SPAM Di Kawasan MBR SPAM Di Ibu Kota Kecamatan (IKK) SPAM Perdesaan SPAM Kawasan Khusus 74 Kawasan 144 IKK 1.562.302 2010 .2014 (12) 12.2014 181 BAB 5 .768 Desa 145 Kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .783.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .472 Desa 31 Kawasan 569 Kawasan 836 IKK 4.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 1.

KERJASAMA LUAR NEGERI.500 pegawai dan 233 Laporan 182 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Tersedianya infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak Jumlah Paket Infrastruktur Tanggap Darurat/Kebutuhan Mendesak 5 paket untuk persampahan dan drainase. 5 paket cadangan mendesak bidang Perkim 31 paket untuk persampahan dan drainase. pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah dukungan manajemen bidang permukiman 9. PROGRAM DAN ANGGARAN. Kerjasama Luar Negeri. pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kebijakan. DATA INFORMASI SERTA EVALUASI KINERJA INFRASTRUKTUR BIDANG PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB:DIREKTORAT BINA PROGRAM Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas pengaturan. Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman 34 Paket 170 Paket rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .500 pegawai dan 225 Paket 9. 13 unit untuk air minum dan air limbah.2014 . 33 paket cadangan mendesak bidang Perkim KEGIATAN: PENYUSUNAN KEBIJAKAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN INFRASTRUKTUR DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas pengaturan. 65 unit untuk air minum dan air limbah. Program Dan Anggaran.

2014 183 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .630 959. Kantor dan Peralatannya Layanan Publik (PNBP) Infrastruktur Tanggap Darurat/Kebutuhan Mendesak Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah Dokumen Administrasi Dan Pengelolaan Kepegawaian/ Ortala Jumlah Laporan Adimistrasi Keuangan Dan Akuntansi Jumlah Laporan penyelenggaraan kegiatan bantuan hukum dalam rangka penanganan perkara Jumlah Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah Laporan Penyelenggaraan Habitat Jumlah Prasarana dan Sarana Gedung dan Kantor yang Baik dan Layak Pakai Jumlah Layanan Publik (PNBP) Jumlah Paket Infrastruktur Tanggap Darurat/Kebutuhan Mendesak 12 Bulan Layanan 13 Dokumen 60 Bulan Layanan 109 Dokumen 8 Laporan 9 Laporan 62 Laporan 81 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 1 Dokumen 3 Laporan 14 Unit 57 Dokumen 15 Laporan 68 Unit 12 Bulan Layanan 23 Paket 60 Bulan Layanan 153 Paket 501.756.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 244.000 Layanan Perkantoran Kebijakan Dan Strategi Bidang Permukiman Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah Laporan Kebijakan & Strategi Bidang Permukiman 12 Bulan Layanan 7 Laporan 60 Bulan Layanan 31 Laporan Program Dan Anggaran Bidang Permukiman Kerjasama Luar Negeri Bilateral Dan Multilateral Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyusunan Program Dan Anggaran Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyusunan Kerjasama Luar Negeri Bilateral Dan Multilateral Jumlah Laporan Penyusunan Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyusunan Data Dan Informasi Bidang Permukiman Jumlah Laporan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyelenggaraan PNPM Mandiri 19 Laporan 47 Laporan 6 Laporan 38 Laporan 7 Laporan 43 Laporan Data Dan Informasi Bidang Permukiman Laporan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Laporan Penyelenggaraan PNPM Mandiri 7 Laporan 35 Laporan 2 Laporan 134 Laporan BAB 5 24 Laporan 28 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Layanan Perkantoran Dokumen Administrasi dan Pengelolaan Pegawai/Ortala Laporan Adimistrasi Keuangan dan Akuntansi Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Hukum Dalam Rangka Penanganan Perkara Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Laporan Penyelenggaraan Habitat Prasarana dan Sarana Gedung.2014 (12) 1.720 2010 .

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: DUKUNGAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM. SANITASI.2014 . DAN PERSAMPAHAN PENANGGUNG JAWAB: BADAN PENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah kab/kota yang menerapkan NSPK 2 Laporan 19 Laporan 184 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

000 2010 .000 Layanan Perkantoran Laporan Pembinaan Dukungan Penyelenggaraan SPAM Konsep NSPK Laporan Pemantauan dan Evaluasi Penerapan NSPK Laporan Pendampingan Perbankan/ Sumber Pembiayaan Laporan Pendampingan KPS/Promosi Investasi Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah Laporan Penyelenggaraan SPAM Jumlah Konsep NSPK Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi penerapan NSPK Jumlah laporan Kajian dan fasilitasi pengembangan sumber pembiayaan dan pola investasi Jumlah Laporan pendampingan KPS/Promosi investasi 12 Bulan Layanan 49 laporan 1 Laporan 2 Laporan 10 Laporan 60 Bulan Layanan 121 Laporan 5 Laporan 20 Laporan 14 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 2 Laporan 7 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 25.2014 185 BAB 5 .2014 (12) 207.

prosedur. dan dukungan manajemen organisasi. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 9 Raperpres 37 Raperpres (7 KSN Perkotaan dan 30 KSN non-perkotaan) 32 RPIIJM (7 RPIIJM KSN perkotaan dan 25 RPIIJM KSN nonperkotaan) 15 RTRW Provinsi 24 RTRW Kabupaten 9 RTRW Kota 33 RTRW Provinsi 398 RTRW Kabupaten 93 RTRW Kota SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 186 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. kemitraan. dan terselesaikannya norma. serta aspek hukum/ perundang-undangan penyelenggaraan penataan ruang 47 Laporan 244 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .Tabel 5.2014 .3. dan terselesaikannya norma. nyaman. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah. standar. layanan informasi. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. standar. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan Jumlah laporan/dokumen pembinaan program. nyaman.4 Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Program Penyelenggaraan Penataan Ruang TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. standar. prosedur. prosedur.

2014 (12) PROGRAM DAN KEGIATAN 113.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 187 BAB 5 .161 Layanan Perkantoran Laporan Barang Milik Negara Dan Tata Usaha 12 Bulan Layanan 3 Laporan 60 Bulan Layanan 27 Laporan Sarana dan Prasarana Perkantoran Laporan Penyelenggaraan Bantuan Hukum Dokumen draft materi kebijakan/peraturan perundang-undangan Layanan Publik (PNBP) 6 Unit Kerja 3 Laporan 6 Laporan 30 Unit Kerja 15 Laporan 14 Laporan 12 bulan Layanan 8 Laporan 60 bulan Layanan 41 Laporan Laporan Penyelenggaraan Balai Informasi Penataan Ruang Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Laporan Pelatihan dan Koordinasi PPNS Jumlah laporan kegiatan penyelenggaraan Balai Informasi Penataan Ruang Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah kegiatan Pelatihan dan Operasionalisasi PPNS Bidang Penataan Ruang - 13 Laporan 2 Laporan 10 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 .000 Laporan Pembinaan dan Pengelolaan Kepegawaian/Ortala Laporan Keuangan Jumlah laporan kegiatan pembinaan dan pengelolaan pegawai Jumlah laporan akuntansi keuangan Ditjen Penataan Ruang Jumlah bulan layanan perkantoran DJPR Jumlah laporan kegiatan administrasi pengelolaan BMN dan administrasi ketatausahaan DJPR Jumlah unit kerja yang tersedia sarana dan prasarananya Jumlah Kegiatan Layanan bantuan hukum bidang penataan ruang Rancangan legal drafting peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang Jumlah bulan layanan PNBP 9 Laporan 1 Laporan 37 Laporan 29 Laporan 555.

layanan informasi. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: BINA PROGRAM DAN KEMITRAAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PROGRAM DAN KEMITRAAN Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. standar. dan terselesaikannya norma. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. nyaman. prosedur. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma.2014 . prosedur. standar. dan dukungan manajemen organisasi. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 47 Laporan 244 Laporan 188 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kemitraan.

informasi dan komunikasi publik serta layanan kepustakaan bidang penataan ruang 4 laporan 29 laporan 10 laporan 42 laporan Penyiapan dan pelaksanaan kerjasama kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran 3 laporan 19 laporan 1 dokumen 3 laporan 5 dokumen 27 laporan - 36 bulan layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 259.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 28. pedoman.313 Laporan penyusunan Rencana Strategis dan Kebijakan Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laporan Fasilitasi dan Administrasi Kegiatan Kerja Sama Luar Negeri DJPR Laporan penyiapan dan penyusunan program dan anggaran tahunan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan penyusunan Kebijakan Strategis dan dokumen Rencana Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan Administrasi. dan pengelolaan basis data program dan anggaran tahunan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan tahunan pencapaian.2014 189 BAB 5 . pedoman evaluasi. Pengelolaan kerjasama. layanan informasi/ kepustakaan dan pelaksanaan komunikasi publik bidang penataan ruang Jumlah laporan dan pedoman penyiapan serta pelaksanaan kerjasama kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran 1 laporan 10 laporan 4 laporan 16 laporan 3 laporan 20 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan pemantauan dan evaluasi Kinerja Pelaksanaan Kegiatan dan Program Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laporan pengelolaan data. dan monitoring evaluasi Kinerja Pelaksanaan Kegiatan dan Program Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan pengembangan sistem informasi. pengelolaan data dan dokumen.000 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . dan monitoring evaluasi Kegiatan Kerja Sama Luar Negeri dan PHLN DJPR Jumlah laporan perencanaan.

kemitraan. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. prosedur. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 47 Laporan 244 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan dukungan manajemen organisasi. layanan informasi.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAAN RUANG WILAYAH NASIONAL PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENATAAN RUANG WILAYAH NASIONAL Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. dan terselesaikannya norma.2014 . Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional 9 raperpres 37 Raperpres (7 KSN Perkotaan dan 30 KSN Non Perkotaan) 32 RPIIJM (7 RPIIJM KSN Perkotaan dan 25 RPIIJM KSN NonPerkotaan) 190 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. nyaman. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. standar. standar. prosedur.

dan RTR KSN 1 laporan 5 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 3 laporan 11 laporan 1 laporan 5 laporan 1 Kajian. materi teknis. dan KSN non perkotaan 5 laporan 38 laporan - 12 laporan 59 KSN *) Rekomendasi peningkatan kinerja penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. 40 Materi Teknis. dan Raperpres Pulau. 1 laporan. Kepulauan.421 Rencana terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur sistem nasional dan pengembangan kapasitas pengelolaan KSN Hasil pengendalian pelaksanaan pengembangan wilayah nasional. pulau. 20 Materi Teknis. pulau. pulau. 6 Draft Raperpres 10 NSPK. 17 Materi NSPK 22 laporan Standarisasi Teknis (NSPK) Nasional Jumlah materi teknis dan dokumen NSPK nasional Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran - 36 bulan layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 2010 . dan KSN non perkotaan Jumlah laporan kegiatan pengendalian pelaksanaan pengembangan wilayah nasional.2014 (12) 269. kepulauan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 29. penyepakatan. dan KSN Jumlah laporan kegiatan penguatan kapasitas dan pengembangan kelembagaan dan penyusunan RPIIJM pulau. laporan fasilitasi legalisasi . dan penyebarluasan jakstra PR yang dihasilkan yang disosialisasikan ke sektor terkait Jumlah laporan pelaksanaan fasilitasi koordinasi forum kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah Jumlah dokumen kajian review RTRWN. serta KSN yang mendapatkan fasilitasi penyediaan peta dalam rangka pengawasan teknis dan pengendalian pemanfaatan ruang *) Jumlah laporan hasil pengawasan (monev) perwujudan penataan ruang wilayah nasional yang disosialisaikan ke sektor terkait Jumlah kajian. 9 Materi NSPK 2 laporan 4 Kajian.2014 191 BAB 5 . dan KSN non perkotaan. 30 Draft Paperpres 21 NSPK. 5 laporan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . RTR Pulau. dan KSN (non perkotaan) Kebijakan dan strategi penataan ruang nasional Fasilitasi koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah dalam penataan ruang nasional Hasil penyiapan dan review RTRWN.

9 RTRW Kota. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. 33 RTRW Prov. 398 RTRW Kab. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. layanan informasi. dan terselesaikannya norma. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 1 Kabupaten 68 Kabupaten Binda I : 34 Kab Binda II : 34 Kab 38 Kota 244 Laporan 14 Kota 47 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 24 RTRW Kab. prosedur.2014 . 93 RTRW Kota Jumlah Kabupaten/ Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGEMBANGAN PERKOTAAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PERKOTAAN Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. prosedur. kemitraan. dan dukungan manajemen organisasi. standar. standar. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional 9 raperpres 37 Raperpres (7 KSN Perkotaan dan 30 KSN Non Perkotaan) 32 RPIIJM (7 RPIIJM KSN Perkotaan dan 25 RPIIJM KSN NonPerkotaan) 192 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 15 RTRW Prov. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. nyaman.

2014 193 BAB 5 .405 Kajian kebijakan dan strategi pengembangan perkotaan Laporan penyelenggaraan forum pelaku pembangunan perkotaan berkelanjutan Peningkatan kapasitas dan kualitas penataan ruang serta kelembagaan KSN perkotaan NSPK KSN Perkotaan Pembinaan teknis pengembangan kota dan kapasitas kelembagaan kota Jumlah laporan kajian kebijakan dan strategi pengembangan perkotaan serta pemutakhiran basis data dan informasi perkotaan Jumlah laporan penyelenggaraan forum pelaku pembangunan perkotaan berkelanjutan Jumlah KSN yang ditingkatkan kapasitas dan kualitas penataan ruang serta kelembagaan KSN perkotaan Jumlah dokumen materi teknis dan Raperpres RTR KSN perkotaan sesuai amanat UU 26/2007 Jumlah laporan fasilitasi pemberian rekomendasi persetujuan substansi dan/atau pembahasan BKPRN tentang materi Raperda RTRW Kota Jumlah materi teknis NSPK. 5 Laporan 38 kota (32 tematik.2014 (12) 295. dokumen NSPK Perkotaan. audit pemanfaatan ruang kota. serta laporan penyelenggaraan sosialisasi dan media sosialisasi bidang penataan ruang kota Jumlah Kota yang memenuhi SPM dan mendapat Pembinaan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kota 6 laporan 23 laporan 1 laporan 13 laporan 4 KSN 7 KSN 7 RPIIJM 7 Dokumen 7 Raperpres 20 laporan 3 Dokumen 3 Raperpres 4 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN NSPK Perkotaan 1 draft NSPK 3 NSPK. 10 Draft NSPK.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 30.000 2010 . 6 SPM) Pemenuhan SPM dan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kota 14 kota Laporan Kinerja Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran Laporan pengawasan teknis dan penyelesaian konflik Jumlah laporan tahunan pencapaian sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah laporan monitoring dan evaluasi teknis pemanfaatan ruang kota. serta fasilitasi penguatan PPNS bidang pemanfaatan ruang kota 1 laporan 1 laporan 16 laporan 36 Bulan Layanan 16 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

prosedur. nyaman. 93 RTRW Kota 194 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah Kabupaten/ Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. 24 RTRW Kab. standar. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH I PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH I Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. dan dukungan manajemen organisasi. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 15 RTRW Prov. 398 RTRW Kab. kemitraan. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 1 Kabupaten 68 Kabupaten Binda I : 34 Kab Binda II : 34 Kab 38 Kota 244 Laporan 14 Kota 47 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . layanan informasi.2014 . dan terselesaikannya norma. 9 RTRW Kota 33 RTRW Prov.

pengawasan. Kabupaten.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 63. dan kabupaten Jumlah NSPK (pedoman) Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Provinsi. serta fasilitasi penguatan PPNS bidang penataan ruang 2 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan pengembangan kapasitas kelembagaan penataan ruang daerah Jumlah laporan. dan Kawasan Perdesaan Jumlah Kabupaten yang memenuhi SPM dan mendapat Pembinaan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten 123 laporan 930 laporan 20 Laporan.2014 195 BAB 5 . monitoring dan evaluasi pelaksanaan program tahunan/ jangka menengah penataan ruang daerah provinsi. audit pemanfaatan ruang.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . Kabupaten.000 2010 . 200 Kab 19 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN NSPK Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Provinsi.235 Laporan Dekonsentrasi Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Kabupaten/Kota di Wilayah I Pembinaan Teknis Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Kebijakan Teknis dan Program Pembinaan Penataan Ruang Daerah Jumlah laporan hasil pembinaan.2014 (12) 580. 8 Provinsi. 4 materi teknis NSPK 34 Kab - Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran 3 laporan 31 laporan - 36 bulan layanan 14 laporan Laporan Pengawasan Teknis / Pembinaan PPNS Penataan Ruang Jumlah laporan monitoring dan evaluasi teknis penataan ruang. 15 Provinsi. dan Kawasan Perdesaan Pemenuhan SPM dan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten 1 NSPK 4 NSPK. 16 Kab 7 laporan 104 Laporan. dan provinsi/kabupaten yang memperoleh pembinaan Teknis penyelenggaraan penataan ruang Jumlah laporan perencanaan program tahunan/jangka menengah.

kemitraan. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 15 RTRW Prov. nyaman. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 1 Kabupaten 68 Kabupaten Binda I : 34 Kab Binda II : 34 Kab 38 Kota 244 Laporan 14 Kota 47 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah.2014 . standar. 93 RTRW Kota 196 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah Kabupaten/ Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. 24 RTRW Kab.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH II PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH II Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. dan terselesaikannya norma. layanan informasi. 398 RTRW Kab. 9 RTRW Kota 33 RTRW Prov. prosedur. dan dukungan manajemen organisasi.

dan provinsi/kabupaten yang memperoleh pembinaan Teknis penyelenggaraan penataan ruang. 17 Provinsi. Jumlah laporan perencanaan program tahunan/jangka menengah. 192 Kab 15 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN NSPK Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Provinsi. 11 Kab 5 laporan 120 laporan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . monitoring dan evaluasi pelaksanaan program tahunan/ jangka menengah penataan ruang daerah provinsi.465 Laporan Dekonsentrasi Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Kabupaten/Kota (Output Dekon) di Wilayah II Pembinaan Teknis Penyelenggaran Penataan Ruang Daerah Kebijakan Teknis dan Program Pembinaan Penataan Ruang Daerah Jumlah laporan hasil pembinaan.2014 (12) 735. dan kabupaten Jumlah NSPK (standar teknis) penyelenggaraan Penataan Ruang daerah Provinsi. 9 Provinsi. dan pengembangan kapasitas kelembagaan penataan ruang daerah Jumlah laporan. pengawasan. Kabupaten dan Kawasan Perdesaan Jumlah Kabupaten yang memenuhi SPM dan mendapat Pembinaan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten 193 laporan 837 laporan 17 laporan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 101.000 2010 . dan Kawasan Perdesaan Pemenuhan SPM dan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten - 7 NSPK. 16 materi NSPK 34 Kab (17 Tematik dan 17 NSPM) 1 Kab Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran Laporan Pengawasan Teknis / Pembinaan PPNS Penataan Ruang Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah laporan monitoring dan evaluasi teknis penataan ruang. Kabupaten. serta fasilitasi penguatan PPNS bidang penataan ruang 1 laporan 2 laporan 22 laporan 36 bulan layanan 14 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 197 BAB 5 .

5 Matriks Rencana Strategis Sekretariat Jenderal A. Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi.Tabel 5.3.891 Pegawai 27. pengaturan.2014 .975 Pegawai 204 SOP rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .090 Pegawai 16. administrasi dan kualitas perencanaan. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 1 Dokumen 8 Renja Satminkal 1022 RKAKL 1 RKP 1 Nota Keuangan Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 3 Laporan BMN 1 Laporan Keuangan 4 Laporan Triwulan 2 LAKIP 31 Peraturan 3 Dokumen 40 Renja Satminkal RKAKL Sejumlah Satker 5 RKP 5 Nota Keuangan 16 Laporan BMN 5 Laporan Keuangan 20 Laporan Triwulan 10 LAKIP 119 Peraturan SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 198 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah peraturan perundangundangan bidang PU dan permukiman Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaianya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun 5.122 Pegawai 122 SOP 30.

2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 199 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENYUSUNAN PERENCANAAN. administrasi dan kualitas perencanaan. SERTA PEMBINAAN PHLN PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. administrasi dan kualitas perencanaan.2014 . PENGENDALIAN. pengaturan. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 8 Renja Satminkal 1022 RKAKL 1 RKP 1 Nota Keuangan 40 Renja Satminkal RKAKL Sejumlah Satker 5 RKP 5 Nota Keuangan 200 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENGEMBANGAN. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 8 Renja Satminkal 1022 RKAKL 1 RKP 1 Nota Keuangan 40 Renja Satminkal RKAKL Sejumlah Satker 5 RKP 5 Nota Keuangan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN STRATEGIS BIDANG PU LAINNYA PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI (PMU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. PEMANTAUAN DAN EVALUASI. PENGANGGARAN. PEMROGRAMAN. pengaturan.

000 2010 . multilateral dan internasional Jumlah ketersediaan kendaraan dinas operasional Jumlah laporan pelaksanaan anggaran secara elektronik yang tepat waktu dan akurat - 14 Laporan Dokumen rumusan kebijakan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . multilateral dan internasional 6 Dokumen 35 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN 8 Dokumen 53 Dokumen 6 Laporan 33 Laporan 6 Dokumen 31 Dokumen Penyediaan Prasarana dan Sarana Pendukung Sistem Pelaporan secara Elektronik (EMonitoring) Satuan Kerja Kementerian PU 6 unit 15 unit 28 Laporan 140 Laporan 183. dll Jumlah dokuman rumusan kebijakan. Pengendalian dan Pengelolaan Rencana Kerja Program dan Anggaran Tahunan dan Khusus Bidang PU dan Permukiman Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran bidang PU dan permukiman Dokumen monitoring dan evaluasi PHLN bilateral.000 Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Laporan Kegiatan dan Pembinaan Jumlah laporan peningkatan kapasitas SDM.000 1 Laporan 28 Laporan 5 Laporan 140 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pengendalian dan Pengelolaan Rencana Kerja Program dan Anggaran Tahunan dan Khusus Bidang PU dan Permukiman Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran bidang PU dan permukiman Jumlah dokumen monitoring dan evaluasi PHLN bilateral. laporan keuangan. dan pengendalian kegiatan bidang PU dan permukiman jangka panjang dan menengah serta koordinasi lintas sektoral bidang PU dan permukiman Perencanaan. perencanaan. perencanaan. dan pengendalian kegiatan bidang PU dan permukiman jangka panjang dan menengah serta koordinasi lintas sektoral bidang PU dan permukiman Jumlah dokumen Perencanaan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 35.2014 (12) 268.2014 201 BAB 5 . laporan BMN. Sosialisasi/ diseminasi.000 Laporan dukungan terhadap kawasankawasan khusus dan pekerjaan strategis bid PU lainnya Laporan Pengendalian dan Pelaksanaan RRI Sistem Pelaporan secara Elektronik (EMonitoring) Satuan Kerja Kementerian PU Jumlah laporan dukungan terhadap kawasan-kawasan khusus dan pekerjaan strategis bid PU lainnya Jumlah Laporan Pengendalian dan Pelakasanaan RRI Jumlah laporan pelaksanaan anggaran secara elektronik yang tepat waktu dan akurat 9 Laporan 45 Laporan 563.

administrasi dan kualitas perencanaan. Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaiannya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun 16.097 Pegawai 204 SOP 202 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN KEMENTERIAN PENANGGUNG JAWAB: BIRO KEUANGAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. pengaturan.2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SDM DAN ORGANISASI TATALAKSANA PENANGGUNG JAWAB: BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORTALA Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.122 Pegawai 122 SOP 122. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 1 Laporan Keuangan 4 Laporan Triwulan 5 Laporan Keuangan 20 Laporan Triwulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

honorarium. evaluasi prestasi kerja pegawai 4 Dokumen 24 Dokumen Dokumen Pengelolaan Administrasi Mutasi dan Tata Usaha Kepegawaian serta Pembinaan Jabatan Fungsional 4 Dokumen 28 Dokumen Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran 2 Dokumen 18 Dokumen 17.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 24.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . tunjangan dan perawatan sarana dan sarana perkantoran Jumlah dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran Jumlah dokumen tatalaksana keuangan Jumlah angkatan/laporan/dokumen/ aplikasi/pedoman Pembinaan Perbendaharaan Jumlah angkatan/laporan/dokumen/ aplikasi/pedoman Fasilitasi Penyusunan dan Pelaksanaan Anggaran. Pengembangan PNBP 30 Angkatan 123 Angkatan Pembinaan Akuntansi dan Penyusunan Laporan Keuangan 18 Angkatan 90 Angkatan Fasilitasi Pembinaan BUMN Perum 7 Angkatan 35 Angkatan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . penilaian kinerja PNS.000 Layanan Perkantoran Pembayaran gaji. Pengembangan PNBP Jumlah angkatan/ laporan/dokumen/aplikasi/pedoman Pembinaan Akuntansi dan Penyusunan Laporan Keuangan Jumlah angkatan/ laporan/dokumen/ aplikasi/pedoman Fasilitasi Pembinaan BUMN Perum 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Tatalaksana Keuangan Pembinaan Perbendaharaan 3 Dokumen 16 Angkatan 15 Dokumen 3 Dokumen 101 Angkatan Fasilitasi Penyusunan dan Pelaksanaan Anggaran. ke-TU-an dan BMN dan Pedoman Pengaturan Manajemen dan Administrasi serta pengelolaan Jabatan fungsional Jumlah Dokumen Perencanaan Penyusunan dan Pengelolaan Anggaran 1200 Pegawai 7500 Pegawai Dokumen Perencanaan dan Pengembangan.000 135. sistem dan prosedur ketatalaksanaan organisasi dan kepegawaian Dokumen informasi jabatan. dan pengadaan peralatan Jumlah pedoman organisasi dan tatakerja kementerian.2014 203 BAB 5 .000 Layanan Perkantoran Jumlah pembayaran gaji pegawai. dan program KAD Jumlah dokumen pegawai yang dimutas. operasional dan pemeliharaan perkantoran. serta kebutuhan formasi pegawai Jumlah kajian/pedoman kebutuhan kualifikasi pendidikan. penyelenggaraan OT. reformasi birokrasi. reformasi birokrasi. CPNS yang diangkat. diklat dan bintek pegawai.2014 (12) 171.000 2010 . sistem ketatalaksanaan organisasi dan kepegawaian Jumlah kajian analisis jabatan dan beban kerja 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen struktur organisasi dan tata kerja. Renstra biro kepegawaian dan ortala. beban kerja dan standar kompetensi jabatan 2 Dokumen 10 Dokumen 1 Dokumen 5 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN Pengadaan dan peningkatan kompetensi pegawai Jumlah laporan pengadaan CPNS.

pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peraturan perundangundangan bidang PU dan permukiman 31 Peraturan 119 Peraturan 204 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENYUSUNAN. HARMONISASI. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 3 Dokumen 76 Dokumen Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. administrasi dan kualitas perencanaan. PERENCANAAN. pengaturan.2014 . SERTA PENGMBANGAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI BIDANG PU DAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT KAJIAN STRATEGIS Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. administrasi dan kualitas perencanaan. PENGKAJIAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN. DAN PUBLIKASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA BANTUAN HUKUM PENANGGUNG JAWAB: BIRO HUKUM Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. pengaturan. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 6 Dokumen 32 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

Penyusunan dan Pengelolaan Anggaran 200 Dokumen 4 Dokumen 760 Dokumen 20 Dokumen 19. Pidana. SAKIP dan investasi Jumlah Dokumen Evaluasi. RPP.000 2010 . pengembangan wilayah. Kasasi. pengembangan wilayah.2014 205 BAB 5 .000 Layanan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen Perencanaan dan Pengeloaan Anggaran Laporan Kegiatan dan pembinaan Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengeloaan Anggaran Jumlah Laporan Kegiatan dan pembinaan Jumlah Dokumen kebijakan jangka panjang dan menengah. Rapermen di bidang PU dan permukiman Jumlah Putusan PN. Arbitrase.000 151. kontrak kepengacaraan dan legal drafing Peningkatan SDM Bidang SJDIH Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (SJDIH) di Ling. SAKIP dan investasi Dokumen Evaluasi.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . lintas sektor dan antar lembaga serta investasi bidang PU dan permukiman Jumlah Laporan Fasilitasi dan sosialisasi kebijakan. PTUN. strategi dan investasi pembangunan bidang PU dan Permukiman 3 Dokumen 4 Laporan 19 Dokumen 16 Laporan Dokumen Kebijakan jangka panjang dan menengah.2014 (12) 134. Arbitrase. SDM bidang bantuan hukum Perdata. lintas sektor dan antar lembaga serta investasi bidang PU dan permukiman Fasilitasi dan sosialisasi kebijakan.000 Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen Peraturan Perundangan di bidang PU dan permukiman Pendampingan Penyelesaian Perkara Hukum di Lingkungan Kementerian PU Pendapat Hukum (Opini Hukum) dan Pendampingan hukum Peningkatan SDM bidang bantuan hukum Perdata. strategi dan investasi pembangunan bidang PU dan Permukiman 3 Dokumen 76 Dokumen 2 Laporan 13 Laporan 6 Dokumen 32 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pendampingan dan hasil konsultasi hukum Jumlah Penyelenggaraan. SDM bidang SJDIH yang dibina Jumlah Sistem Aplikasi yang Terbangun 20 Dokumen 116 Dokumen 20 Laporan 102 Laporan 8 Laporan 48 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 5 Laporan 25 Laporan 2 Laporan 4 Laporan 7 Laporan Jumlah Penetapan Rumah Negara Jumlah Dokumen Perencanaan. pelaksanaan kebijakan. PTUN. pelaksanaan kebijakan. Kementerian PU Penetapan Rumah Negara Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah dokumen draft RUU. kontrak kepengacaraan dan legal drafing Jumlah Penyelenggaraan. PK di MARI Jumlah Pendapat Hukum (Opini Hukum). Raperpres.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 18. Pidana. PT.

keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 3 Laporan BMN Kementerian PU 16 Laporan BMN Kementerian PU 206 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENYELENGARAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan 5.090 Pegawai rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELENGGARAAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA KEMENTERIAN PU PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. pengaturan. administrasi dan kualitas perencanaan.2014 .891 Pegawai 27. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja.

pemindahtanganan dan penghapusan BMN Jumlah Laporan Pemantauan dan evaluasi Penatausahaan BMN Jumlah Sosialisasi.642 m2 1400 Unit 85 Laporan 14 Laporan 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 15.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 623.2014 207 BAB 5 .000 2010 . Sistem Informasi Diklat Aparatur Koordinasi program dan kegiatan intra instansi dan antar instansi Pelayanan Publik (PNBP) Jumlah angkatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan. pemindahtanganan dan penghapusan BMN Laporan Pemantauan dan evaluasi Penatausahaan BMN Sosialisasi.Teknis dan Fungsional di Bidang PU dan Permukiman Penyusunan Kompetensi Aparatur Dokumen Materi dan Modul Diklat di Bidang PU dan Permukiman Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Diklat Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung Peralatan dan Perlengkapan Diklat Pembinaan program. Kepemimpinan .000 Layanan Perkantoran Laporan pendataan dan penilaian aset BMN Sertifikat dan dokumen pengamanan kepemilikan dan pemrosesan BMN Pedoman pengaturan BMN Laporan Pemanfaatan.2014 (12) 119.Teknis dan Fungsional di Bidang PU dan Permukiman Jumlah dokumen penyusunan kompetensi Aparatur Jumlah Dokumen Materi dan Modul Diklat di Bidang PU dan Permukiman Jumlah Laporan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Diklat Jumlah Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung Jumlah unit Peralatan dan Perlengkapan Diklat Jumlah laporan Pembinaan program. Sistem Informasi Diklat Aparatur Jumlah laporan Koordinasi program dan kegiatan intra instansi dan antar instansi Jumlah Bulan Pelayanan Publik (PNBP) 197 Angkatan 903 Angkatan 41 Dokumen 36 Dokumen 61 Dokumen 24 Laporan 12. Kepemimpinan .000 Layanan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan. pelatihan dan diseminasi BMN Jumlah Laporan program pengelolaan BMN Jumlah Sistem aplikasi dan Database Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran 12 Bulan layanan 12 laporan 21 dokumen 60 Bulan Layanan 56 Laporan 52 Dokumen 1 pedoman 1 laporan 3 laporan 12 angkatan 1 dokumen 1 laporan 1 dokumen 4 Pedoman 17 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 17 Laporan 80 Angkatan 4 Dokumen 5 laporan 1 Dokumen 80. pelatihan dan diseminasi BMN Laporan program pengelolaan BMN Sistem aplikasi dan Database Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran Jumlah Laporan pendataan dan penilaian aset BMN Jumlah Sertifikat dan dokumen pengamanan kepemilikan dan pemrosesan BMN Jumlah Pedoman pengaturan BMN Jumlah Laporan Pemanfaatan.643 m2 193 Unit 33 Laporan 6 Laporan 180 Laporan 205.

informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara 36.900 m2 208 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .900 m2 (dipelihara) 1800 Peta 5 Sistem 1 Data Center 1430 Temu Pers 765 Dokumen 490. pengelolaan data.B.2014 .900 m2 490. pengelolaan data. informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN) Jumlah layanan informasi publik Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara 255 Peta 1 Sistem 1 Data Center 257 Temu Pers 153 Dokumen 36.900 m2 (dipelihara) 153. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana.393 m2 (ditingkatkan dan dibangun) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PU PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERLENGKAPAN DAN UMUM Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana.

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 - 2014 (10)

ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 - 2014 (12)

37,000 Layanan Perkantoran Peraturan Menteri Bidang Tata Persuratan dan Kearsipan serta Pemanfaatan Aset Bangunan Gedung Kantor di Lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum Pembinaan Pengelolaan Tata Persuratan dan Kearsipan serta Pembinaan, Penyusunan dan Pengelolaan BMN Tingkat Unit Eselon I dan Penghapusan Penyiapan dan Monitoring Pelaksanaan Rencana Program dan Rencana Kerja Pelaksanaan Pembinaan, Penyusunan dan Pengelolaan BMN Tingkat Unit Eselon I dan Penghapusan Pembinaan dan Evaluasi Pemanfaataan dan Optimalisasi, Tanah dan Bangunan Gedung Peningkatan Pelayanan, Pengamanan dan Kesehatan di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Dokumen Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kantor dan Standar Kebutuhan Perkantoran Pelaksanaan Program Pemerintah Mendukung Peran Aksi dalam rangka kegiatan MDG’s dan pengenalan Responsif Gender di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Peningkatan Sarana dan Prasarana Bangunan Gedung dan Peralatan Pendukung Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Peningkatan Kualitas/Mutu Bangunan Gedung Kendaraan Dinas Operasional Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah pedoman, pengaturan bidang TU, kearsipan, termasuk Persuratan Elektronik serta Asset Bangunan Gedung Kantor di Lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum Jumlah pembinaan SDM Pengelolaan Tata Persuratan dan Kearsipan serta Persuratan Elektronik dan Analisa Jabatan Persiapan Jumlah Dokumen pelaksanaan monitoring dan dokumen rencana kerja Jumlah pembinaan dan pengelolaan asset, bangunan, pengaman termasuk penghapusan serta pelaporan asset Jumlah pembinaan dan evaluasi Pemanfaatan dan Optimalisasi Tanah dan Bangunan Gedung Jumlah Pembinaan Pengamanan Kantor, pelayanan dan kesehatan, kesejahteraan Jumlah pedoman Evaluasi Harga Perkiraan Sendiri dan Evaluasi Hemat Energi Jumlah dukungan Fasilitasi program pemerintah Peran Aksi dalam rangka kegiatan MDG’s dan pengenalan Responsif Gender di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peningkatan sarana bangunan gedung dan peralatan pendukung kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah Peningkatan Kualitas/Mutu Bangunan Gedung dan Lingkungan Jumlah kendaraan Dinas Operasional 12 Bulan Layanan 7 Peraturan 60 Bulan Layanan 19 Peraturan

294,000

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Laporan

16 Laporan

2 Laporan 2 Laporan

13 Laporan 16 Laporan

4 Laporan

12 Laporan

8 Laporan

22 Laporan

3 Dokumen

11 Dokumen

2 Laporan

18 Laporan

7 Unit

244 Unit

7 Unit 42 Unit

33 Unit

BAB 5

74 Unit

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

209

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PENYELENGGARAAN DAN PENGEMBANGAN DATA DAN SISTEM INFORMASI BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PENGOLAHAN DATA Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana, pengelolaan data, informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN) 255 Peta 2500 Orang 1 Sistem 1 Data Center 1800 Peta 2500 Orang 5 Sistem 1 Data Center

210

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

KEGIATAN: PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI (PMU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi, administrasi dan kualitas perencanaan, pengaturan, pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara 153.393 m2

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 - 2014 (10)

ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 19.000 2010 - 2014 (12) 157,000

Layanan perkantoran

Jumlah bulan Layanan perkantoran

12 Bulan Layanan

60 Bulan Layanan

Pelayanan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian PU

Jumlah layanan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian PU

2500 Layanan Komunikasi 8 Sistem Layanan Informasi

12.500 Layanan Komunikasi 40 Sistem Layanan Informasi 5 Sistem Aplikasi 5 Pedoman 5 Sistem Database 1800 Peta Tematik 120 Buku 5 Angkatan

Sistem Aplikasi informasi dan Database Kementerian PU Peta tematik bidang PU dan Permukiman Buku informasi statistik ke-PU-an tingkat nasional dan Kab/Kota Kegiatan Pembinaan teknologi & komunikasi di Kementerian PU Dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran

Jumlah Sistem Aplikasi informasi dan Database Kementerian PU Jumlah Peta tematik bidang PU dan Permukiman Jumlah buku informasi statistik ke-PUan tingkat nasional dan Kab/Kota Jumlah angkatan Kegiatan Pembinaan teknologi & komunikasi di Kementerian PU Jumlah Dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran

1 Sistem Aplikasi 1 Pedoman 1 Sistem Database 255 Peta Tematik 24 Buku 1 Angkatan

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Dokumen

5 Dokumen 1,317,000

Pembangunan dan rehabilitasi gedung

Jumlah pembangunan dan rehabilitasi gedung Jumlah perbaikan infrastruktur mendesak

1 Unit

5 Unit

Perbaikan infrastruktur mendesak

3 Unit

15 Unit

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

211

BAB 5

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PENYELENGGARAAN DAN PEMBINAAN INFORMASI PUBLIK PENANGGUNG JAWAB: PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana, pengelolaan data, informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah layanan informasi publik 95 Buku 174 Temu Pers 975 Buku 925 Temu Pers

212

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 - 2014 (10)

ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 30.000 2010 - 2014 (12) 227.000

Layanan Perkantoran Layanan Kegiatan Keprotokolan Kementerian Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Dokumen informasi publik bagi pimpinan kementerian Publikasi melalui berbagai media

Jumlah Bulan Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Kegiatan Keprotokolan Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah Dokumen Informasi Publik bagi Pimpinan Kementerian Jumlah Publikasi melalui berbagai Media Jumlah Dokumentasi Buku, Foto dan Film ke-PU-an dan permukiman Jumlah Laporan Kegiatan Pembinaan SDM, Bintek, Workshop, Sosialisasi, Peningkatan Koordinasi bidang komunikasi Publik Jumlah Peliputan dan pemberitaan di media massa Jumlah Laporan Kegiatan Penyelenggaraan rapat dan kunjungan kerja Jumlah Bulan Layanan informasi kepada masyarakat Jumlah bulan layanan publik bidang Komunikasi Publik

12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 10 Dokumen

60 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan 50 Dokumen

250 Dokumen

1130 Dokumen

PROGRAM DAN KEGIATAN

30 Publikasi

323 Publikasi

Dokumentasi buku, foto, dan film ke-PUan dan permukiman Laporan Kegiatan Pembinaan SDM bidang Komunikasi Publik

153 Dokumen

1682 Dokumen

4 Laporan

47 Laporan

Peliputan dan pemberitaan di media massa Laporan Kegiatan Penyelenggaraan rapat dan kunjungan kerja Layanan informasi kepada masyarakat

257 kali

1428 kali

30 Kegiatan

206 Kegiatan

12 Bulan Layanan

60 Bulan Layanan

Layanan Publik (PNBP)

12 Bulan Layanan

60 Bulan Layanan

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

213

BAB 5

dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi.6 Matriks Rencana Strategis Inspektorat Jenderal Program Peningkatan Pengawasan Dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. PEMANTAUAN DAN PEMERIKSAAN PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase menurunnya tingkat kebocoran dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU Prosentase menurunnya temuan administratif dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU 60 % 80 % SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) 2010 (5) TARGET OUTCOME 2014 (6) 60 % 80 % 214 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENGELOLAAN HASIL PELAKSANAAN PENGAWASAN. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Jumlah penuntasan hasil tindak lanjut LHP Jumlah Eselon I yang mempunyai sistem Pengendalian Intern Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) Jumlah Eselon I yang menyusun LAKIP dan Kinerja Eselon I sesuai Tugas dan Fungsi Jumlah Eselon I yang menyusun LRA Kementerian PU sesuai Kriteria jumlah laporan Keuangan yang WTP Jumlah pendampingan terhadap satker dalam rangka meningkatkan kinerja Jumlah pengaduan masyarakat yang mengandung kebenaran menurun 330 laporan 8 Laporan 60% 1063 laporan 8 Laporan 80% 8 Laporan 8 Laporan 1 Laporan WDP 1 Laporan WTP 20 laporan 100 laporan 20 laporan 10 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .3.Tabel 5.2014 . dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi.

Sosialisasi/Diseminasi/Bimtek Jumlah unit sarana perkantoran Jumlah laporan Pemeriksaan Lainnya 800 Orang 4300 Orang Sarana perkantoran Laporan Pemeriksaan Lainnya 17 Unit 97 LHP 117 Unit 481 LHP rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .) 2010 (11) 2010-2014 (12) PROGRAM DAN KEGIATAN 35.000 Layanan Perkantoran Kendaraan Bangunan Pelayanan Teknis dan Administratif Jumlah unit kendaraan dinas Luas bangunan yang direnovasi 12 Bulan Layanan 2 Unit 60 Bulan Layanan 8 Unit - 440.000 Komputer Jumlah unit pengolah data 28 Unit 168 Unit Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Penganggaran Jumlah laporan dokumen perencanaan dan penganggaran 3 Dokumen 15 Dokumen Diklat. Diseminasi.2014 215 BAB 5 . Sosialisasi.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI PENDANAAN (juta Rp. Bimtek Jumlah Peserta Diklat.

Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. PEMANTAUAN. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % 216 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH III PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH III Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. PEMANTAUAN. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH I PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH I Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Jumlah pengaduan masyarakat yang mengandung kebenaran menurun 20 Laporan 10 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. PEMANTAUAN. PEMANTAUAN. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH II PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH II Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI.2014 . EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH IV PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH IV Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI INSPEKTORAT KHUSUS PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT KHUSUS Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. PEMANTAUAN. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi.

Keteknikan) Di Pusat Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Khusus Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Serentak. Serentak. Keteknikan) Di Wilayah I Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 1.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Keteknikan) Di Wilayah IV 98 LHP 490 LHP 70.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Serentak.2014 217 BAB 5 . Serentak. Keteknikan) Di Wilayah IV Jumlah laporann Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Keteknikan) Di Wilayah III 140 LHP 700 LHP 70. Keteknikan) Di Wilayah I 140 LHP 700 LHP 6. Serentak. Keteknikan) Di Wilayah III Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Serentak. Keteknikan) Di Pusat Pengaduan Masyarakat 40 LHP 10 Laporan 200 LHP 80 Laporan 40. Serentak. Keteknikan) Di Wilayah II 84 LHP 420 LHP 30. Keteknikan) Di Wilayah II Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 PROGRAM DAN KEGIATAN 12.000 8.000 60.000 2010-2014 (12) Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Serentak. Serentak. Serentak.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI PENDANAAN (juta Rp.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja.) 2010 (11) 13.

000 Orang 218 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 1 Point Infrastructure GCI 5 Point Infrastructure GCI rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .3. andal. SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan Daerah Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh.Tabel 5.7 Matriks Rencana Strategis Badan Pembinaan Konstruksi Program Pembinaan Konstruksi TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kualitas kelembagaan. berdaya saing tinggi Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundangundangan Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi yang terlatih Tingkat daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global 4 Provinsi 56 Kab/Kota 18 Provinsi 280 Kab/Kota SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 15.2014 .000 Orang 75.

2014 219 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .) 2010 (11) 2010 .2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENYELENGGARAAN PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI PEMBINAAN JASA KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT BP KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kualitas kelembagaan.2014 . SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan Daerah Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundangundangan Prosentase peningkatan efektifitas pelaksanaan perundang-undangan bidang jasa konstruksi melalui diseminasi/sosialisasi. revisi/penyempurnaan peraturan perundang-undangan 4 Propinsi 56 Kabupaten Kota 4% dan 3 NSPK 18 Propinsi 280 Kabupaten Kota 20% dan 15 NSPK 220 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2014 221 BAB 5 .000 Pembinaan pembina jasa konstruksi daerah Jumlah Pembinaan pembina jasa konstruksi daerah 5 Laporan 33 Laporan Kerjasama pembinaan konstruksi dalam dan luar negeri Pemantauan dan evaluasi pembinaan jasa konstruksi Jumlah Kerjasama pembinaan konstruksi dalam dan luar negeri Jumlah Pemantauan dan evaluasi pembinaan jasa konstruksi Jumlah Kajian pembinaan jasa konstruksi Jumlah Diseminasi UU & PP tentang Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah Konsultasi/Bimbingan Teknis Pelaksanaan pembinaan Jasa Konstruksi Provinsi dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah Pengembangan Kelembagaan dan Koordinasi pembinaan Jasa Konstruksi di Daerah dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah Pengawasan Teknis penyelenggaraan pembinaan Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah NSPK pembinaan jasa konstruksi Jumlah Promosi Konstruksi Indonesia (KI) Jumlah Dokumen program dan anggaran Jumlah Dokumen administrasi keuangan (SAK) Jumlah Dokumen IBKMN (SABMN) Jumlah Dokumen kepegawaian/ ortala Jumlah Pembinaan kapasitas aparatur Jumlah Sistem informasi manajemen jasa konstruksi Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi Jumlah Peliputan dan pemberitaan di media massa 2 Laporan 14 Laporan 3 Laporan 15 Laporan Kajian pembinaan jasa konstruksi Diseminasi UU & PP tentang Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi Konsultasi/Bimbingan Teknis Pelaksanaan pembinaan Jasa Konstruksi Provinsi dalam rangka Dekonsentrasi Pengembangan Kelembagaan dan Koordinasi pembinaan Jasa Konstruksi di Daerah dalam rangka Dekonsentrasi Pengawasan Teknis penyelenggaraan pembinaan Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi NSPK pembinaan jasa konstruksi Promosi Konstruksi Indonesia (KI) Dokumen program dan anggaran. serta evaluasi dan laporan Dokumen administrasi keuangan (SAK) Dokumen IBKMN (SABMN) Dokumen kepegawaian/ ortala Pembinaan kapasitas aparatur Sistem informasi manajemen jasa konstruksi Layanan Perkantoran Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi Peliputan dan pemberitaan di media massa 6 Rekomendasi 12 Laporan 38 Rekomendasi 144 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 12 Laporan 144 Laporan 12 Laporan 144 Laporan 12 Laporan 144 Laporan 1 NSPK 1 Laporan 3 Laporan 15 NSPK 5 Laporan 15 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 15 Laporan 2 Sistem Informasi 13 Bulan Layanan 6 Unit 2 Berita 10 Laporan 10 Laporan 14 Laporan 75 Laporan 10 Sistem Informasi 65 Bulan Layanan 30 Unit 10 Berita rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .) 2010 (11) 44.000 2010 .2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.2014 (12) 379. administrasi keuangan.

berdaya saing tinggi Jumlah produk regulasi di bidang usaha jasa konstruksi Prosentase kabupaten/kota yang memiliki Perda IUJK Jumlah provinsi yang membentuk kepengurusan LPJK sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku 1 NSPK 5 NSPK 2% 10% 7 Provinsi 1 Nasional 33 Provinsi 1 Nasional 222 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN USAHA DAN KELEMBAGAAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh.2014 . andal.

pembinaan usaha dan kelembagaan Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah sarana dan prasaranan BP Konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan sarana pendukung usaha 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan regulasi usaha dan kelembagaan 5 Laporan 25 Laporan Pembinaan perizinan usaha Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi 5 Laporan 1 Laporan 33 Laporan 5 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi daerah Pembinaan tatalaksana kelembagaan Pembinaan kinerja kelembagaan Pemantauan.000 Pembinaan manajemen usaha Jumlah Laporan Pembinaan manajemen usaha Jumlah Laporan Pembinaan sarana pendukung usaha Jumlah Laporan Pembinaan regulasi usaha dan kelembagaan Jumlah Laporan Pembinaan perizinan usaha Jumlah Laporan Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi Pusat Jumlah Laporan Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi daerah Jumlah Laporan Pembinaan tatalaksana kelembagaan Jumlah Laporan Pembinaan kinerja kelembagaan Jumlah Laporan Pemantauan. dan pelaporan pembinaan usaha dan kelembagaan Jumlah NSPK pembinaan dan pengembangan usaha dan kelembagaan Jumlah Produk kajian.) 2010 (11) 47.2014 223 BAB 5 . evaluasi.2014 (12) 252. dan pelaporan pembinaan usaha dan kelembagaan NSPK pembinaan dan pengembangan usaha dan kelembagaan Produk kajian. pembinaan usaha dan kelembagaan Layanan Perkantoran Pengadaan sarana dan prasaranan BP Konstruksi 2 Laporan 134 Laporan 5 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 10 Laporan 1 NSPK 15 NSPK 6 Rekomendasi 13 Bulan Layanan 5 Unit 30 Rekomendasi 65 Bulan Layanan 25 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. evaluasi.000 2010 .

andal.2014 . berdaya saing tinggi Peningkatan daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global 1 Poin infrastructure GCI 5 Poin infrastructure GCI Prosentase tingkat penguasaan pangsa pasar domestik oleh pelaku konstruksi nasional 4% 20% 224 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah dukungan kebijakan dalam membangun iklim investasi bidang infrastruktur 1 NSPK 5 NSPK rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN SUMBER DAYA INVESTASI KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN SUMBER DAYA INVESTASI KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh.

strategi dan pola-pola investasi Jumlah Penyelenggaraan fasilitasi investasi di bidang infrastruktur Jumlah laporan pembinaan kebijakan dan strategi pembinaan sumber daya material dan peralatan dalam mendukung investasi infrastruktur Jumlah Sosialisasi dan diseminasi kebijakan. serta pasar dan peningkatan daya saing Jumlah Sosialisasi dan diseminasi kebijakan.2014 (10) - ALOKASI (Juta Rp. strategi dan polapola investasi - 28 Laporan Penyelenggaraan fasilitasi investasi di bidang infrastruktur Pembinaan kebijakan dan strategi pembinaan sumber daya material dan peralatan dalam mendukung investasi infrastruktur - 28 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN - 28 Laporan Sosialisasi dan diseminasi kebijakan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 Norma. strategi pembinaan dan pengembangan sumber daya material dan peralatan konstruksi - 28 Laporan Pembinaan produktivitas dan daya saing industri konstruksi Pembinaan pasar konstruksi dalam negeri Pengembangan pasar konstruksi luar negeri Pembinaan liberalisasi jasa konstruksi - 28 Laporan - 28 Laporan 22 Laporan 28 Laporan Monitoring dan evaluasi serta pelaporan pembinaan sumber daya investasi konstruksi - 8 Laporan Produk kajian pembinaan sumber daya investasi konstruksi Layanan Perkantoran Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi - 28 Rekomendasi 52 Bulan Layanan 20 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . material dan peralatan.2014 225 BAB 5 .) 2010 (11) 2010 .2014 (12) 156. standar pedoman dan kriteria pembinaan investasi infrastruktur. material dan peralatan. strategi pembinaan dan pengembangan sumber daya material dan peralatan konstruksi Jumlah Pembinaan produktivitas dan daya saing industri konstruksi Jumlah Pembinaan pasar konstruksi dalam negeri Jumlah Pengembangan pasar konstruksi luar negeri Jumlah Pembinaan liberalisasi jasa konstruksi Jumlah Monitoring dan evaluasi serta pelaporan pembinaan sumber daya investasi konstruksi Jumlah Produk kajian pembinaan sumber daya investasi konstruksi Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi - 12 NSPK Sosialisasi dan diseminasi kebijakan. serta pasar dan peningkatan daya saing Jumlah Norma. standar pedoman dan kriteria pembinaan investasi infrastruktur.

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kualitas kelembagaan. SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan Daerah Prosentase tingkat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat atas pengadaan barang/jasa 4% 20% 226 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .

evaluasi.2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.) 2010 (11) 29.2014 227 BAB 5 . dan pelaporan pembinaan penyelenggaraan konstruksi Jumlah Produk pengaturan pembinaan penyelenggaraan konstruksi Jumlah Pembinaan teknologi konstruksi Jumlah Penerapan dan pemberdayaan teknologi konstruksi Jumlah Pembinaan standardisasi teknik konstruksi Jumlah Produk kajian pembinaan penyelenggaraan jasa konstruksi Jumlah Layanan Perkantoran 2 Laporan 10 Laporan Pembinaan Sistem Manajemen Mutu Konstruksi (SMMK) 5 Laporan 33 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Pembinaan administrasi kontrak konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pemantauan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 Pembinaan kebijakan pengadaan barang/jasa konstruksi Jumlah Pembinaan kebijakan pengadaan barang/jasa konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Penyusunan rekomendasi proses pengadaan dan tanggapan atas sanggahan banding Jumlah Penyusunan rekomendasi proses pengadaan dan tanggapan atas sanggahan banding Jumlah Pembinaan Sistem Manajemen Mutu Konstruksi (SMMK) Jumlah Pembinaan administrasi kontrak konstruksi Jumlah Pembinaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Jumlah Pemantauan. dan pelaporan pembinaan penyelenggaraan konstruksi 2 Laporan 10 Laporan Produk pengaturan pembinaan penyelenggaraan konstruksi Pembinaan teknologi konstruksi 1 NSPK 15 NSPK 2 Laporan 10 Laporan Penerapan dan pemberdayaan teknologi konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan standardisasi teknik konstruksi 2 Laporan 10 Laporan Produk kajian pembinaan penyelenggaraan jasa konstruksi Layanan Perkantoran 6 Rekomendasi 13 Bulan Layanan 5 Unit 30 Rekomendasi 65 Bulan Layanan 25 Unit Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 122.000 2010 . evaluasi.

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional Jumlah SDM konstruksi yang terlatih 15.2014 .000 orang 75.000 orang Rasio pemerintah daerah provinsi yang mampu menyelenggarakan pelatihan konstruksi berbasis kompetensi 1 Provinsi 5 Provinsi 228 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keahlian Jumlah Penyelenggaraan pelatihan keahlian konstruksi Jumlah Penyelenggaraan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk program pemagangan dan pendidikan ahli konstruksi Jumlah Penyusunan program pelatihan dan kerjasama keahlian konstruksi (MRA) Jumlah Penyusunan modul pelatihan keahlian konstruksi Jumlah Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor tenaga ahli konstruksi Jumlah Produk pengaturan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Jumlah Bakuan kompetensi konstruksi (SKK.000 2010 . teknisi peralatan dan perbengkelan jasa konstruksi 20 Laporan 100 Laporan Penyelenggaraan pelatihan keahlian konstruksi 20 Angkatan 100 Angkatan Penyelenggaraan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk program pemagangan dan pendidikan ahli konstruksi 25 Laporan 105 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Penyusunan program pelatihan dan kerjasama keahlian konstruksi (MRA) 2 Laporan 10 Laporan Penyusunan modul pelatihan keahlian konstruksi 8 paket modul 4 Angkatan 40 paket modul 20 Angkatan Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor tenaga ahli konstruksi Produk pengaturan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi 1 NSPK 10 NSPK Bakuan kompetensi konstruksi (SKK. KPBK.000 Bakuan kompetensi konstruksi (SKK.2014 229 BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keterampilan Jumlah angkatan pelatihan keterampilan tukang. teknisi peralatan dan perbengkelan jasa konstruksi 130 Angkatan 650 Angkatan Penyusunan program pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi. serta program pelatihan keterampilan konstruksi Jumlah Penyusunan program pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keahlian Jumlah Bakuan kompetensi konstruksi (SKK. KPBK. serta program pelatihan keterampilan konstruksi Jumlah Penyusunan modul pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi dan pelatihan keterampilan konstruksi Jumlah Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor teknisi dan keterampilan konstruksi Jumlah Pembinaan kapasitas lembaga diklat daerah/provinsi 3 Laporan 15 Laporan Penyusunan modul pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi dan pelatihan keterampilan konstruksi 8 paket modul 40 paket modul Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor teknisi dan keterampilan konstruksi 4 Angkatan 20 Angkatan Pembinaan kapasitas lembaga diklat daerah/provinsi 1 Laporan 5 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.2014 (12) 479. peralatan dan perbengkelan. KPBK.) 2010 (11) 91. peralatan dan perbengkelan. KPBK. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keterampilan 20 Paket 100 Paket Kegiatan pelatihan keterampilan tukang.

2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 230 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

dan pelaporan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Jumlah Produk kajian pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Layanan perkantoran TARGET OUTPUT 2010 (9) 50 Laporan 2010 . dan pelaporan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Produk kajian pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Layanan perkantoran 1 Balai 7 Balai 2 Laporan 10 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 7 rekomendasi 13 Bulan layanan 13 unit 35 rekomendasi 65 Bulan layanan 65 unit Pengadaan sarana dan prasarana BP Konstruksi Pengadaan sarana dan prasarana BP Konstruksi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) Kerjasama pelatihan/sertifikasi keterampilan konstruksi dengan SMK dan institusi pendidikan vokasional (diploma) INDIKATOR OUTPUT (8) Jumlah Kerjasama pelatihan/ sertifikasi keterampilan konstruksi dengan SMK dan institusi pendidikan vokasional (diploma) Jumlah Kerjasama pelatihan/sertifikasi keterampilan konstruksi dengan institusi diklat swasta/masyarakat jasa konstruksi Jumlah Revitalisasi balai peningkatan kemampuan dan kompetensi konstruksi Jumlah Pemantauan.) 2010 (11) 2010 .2014 (12) Kerjasama pelatihan/sertifikasi keterampilan konstruksi dengan institusi diklat swasta/masyarakat jasa konstruksi 10 Laporan 70 Laporan Revitalisasi balai peningkatan kemampuan dan kompetensi konstruksi Pemantauan. evaluasi.2014 231 BAB 5 .2014 (10) 250 Laporan ALOKASI (Juta Rp. evaluasi.

Tabel 5.8 Matriks Rencana Strategis Badan Penelitian dan Pengembangan Program Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Prosentase IPTEK yang masuk bursa teknologi bidang PU Prosentase penambahan SPM/K yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima stakeholders Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders 5% 63 % SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 11 % 78 % 232 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 9% 79 % 10 % 90 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .3.2014 .

OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.2014 233 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .) 2010 (11) 2010 .2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUBBIDANG SUMBER DAYA AIR PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG SUMBER DAYA AIR M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa teknologi Bidang PU 5% 73 % 234 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM. sarana prasarana dan manajemen) 3% 60 % 5% 60 % 6% 14 % 20 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. sosialisasi dan TOT SPMK bidang Sumber Daya Air Jumlah prosiding advis teknis yang diberikan kepada stakeholders Jumlah pelaksanaan layanan perkantoran Jumlah dokumen penyelenggaraan Litbang Jumlah Layanan Publik Jumlah layanan pengadaan sarana dan prasarana 12 Dokumen 50 Dokumen 1 Unit 12 Unit 26 Naskah 121 Naskah PROGRAM DAN KEGIATAN 1 Naskah 322 Naskah Prototipe sub bidang Sumber Daya Air Naskah kebijakan sub bidang Sumber Daya Air Prosiding Diseminasi.000 2010 .000 Naskah Ilmiah sub bidang Sumber Daya Air Jumlah naskah ilmiah hasil litbang yang masuk bursa IPTEK 10 Buku 40 Buku Teknologi sub bidang Sumber Daya Air Model Fisik sub bidang Sumber Daya Air Model Sistem sub bidang Sumber Daya Air R-0 sub bidang Sumber Daya Air Jumlah rumusan teknologi hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model sistem hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah R0 hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah prototipe Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah kebijakan untuk diterapkan stakeholder (melalui instansi yang berwenang) Jumlah prosiding diseminasi. Pelatihan sub bidang Sumber Daya Air Prosiding Advis Teknis. Sosial.2014 235 BAB 5 .2014 (12) 662. Sosialisasi.) 2010 (11) 104. Ekonomi sub bidang Sumber Daya Air Layanan perkantoran sub bidang Sumber Daya Air Dukungan penyelenggaraan Litbang sub bidang Sumber Daya Air Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana dan Prasarana Litbang sub bidang Sumber Daya Air 2 Unit 12 Unit 6 Naskah Kebijakan 12 Naskah Kebijakan 12 Prosiding DSP 1 Prosiding DSP 4 Prosiding ATSE 14 Prosiding ATSE 12 Bulan 60 Bulan 66 Dokumen 486 Dokumen 12 Bulan 24 Unit 60 Bulan 37 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUBBIDANG JALAN DAN JEMBATAN PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG JALAN DAN JEMBATAN M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa TTG Bidang PU 6% 58 % 236 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM. sarana prasarana dan manajemen) 0% 67 % 8% 100 % 5% 100 % Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang 24 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

000 Naskah Ilmiah sub Bidang Jalan dan Jembatan Teknologi sub Bidang Jalan dan Jembatan Model Fisik sub Bidang Jalan dan Jembatan Model Sistem sub Bidang Jalan dan Jembatan R0 SPM sub Bidang Jalan dan Jembatan Prototipe sub Bidang Jalan dan Jembatan Kriteria Desain sub Bidang Jalan dan Jembatan Naskah Kebijakan sub Bidang Jalan dan Jembatan Prosiding Diseminasi.) 2010 (11) 106.2014 237 BAB 5 . Sosialisasi. Sosial. Ekonomi sub Bidang Jalan dan Jembatan Jumlah naskah ilmiah hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah teknologi hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model sistem hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah R0 SPM hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah prototipe hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah kriteria desain hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah kebijakan untuk diterapkan stakeholder (melalui instansi yang berwenang) Jumlah prosiding diseminasi. Pelatihan sub Bidang Jalan dan Jembatan Prosiding Advis Teknis. sosialisasi dan TOT SPMK sub bidang jalan dan jembatan Jumlah prosiding advis teknis yang diberikan kepada stakeholders 22 Buku 168 Buku 1 Dokumen 3 Unit 8 Naskah 6 Unit 1 Dokumen - 14 Dokumen 13 Unit 1 Naskah 117 Naskah PROGRAM DAN KEGIATAN 24 Unit 21 Dokumen 2 Naskah Kebijakan 12 Prosiding DSP 1 Prosiding DSP 1 Prosiding ATSE 9 Prosiding ATSE Layanan Perkantoran Jumlah Layanan Perkantoran 12 Bulan layanan 60 Bulan layanan Dukungan Penyelenggaraan Litbang Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana dan Prasarana Litbang sub Bidang Jalan dan Jembatan Jumlah dokumen penyelenggaraan Litbang Jumlah layanan publik Jumlah pengadaan sarana dan prasarana Litbang 58 Dokumen 12 Bulan layanan 35 Unit 218 Dokumen 60 Bulan layanan 125 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.2014 (12) 654.000 2010 .

DAN LINGKUNGAN Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa TTG Bidang ke-PU-an dan Permukiman 3% 81 % BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUBBIDANG PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG PERMUKIMAN M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa TTG Bidang PU 6% 38 % 238 PROGRAM DAN KEGIATAN M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM. EKONOMI. EKONOMI. DAN LINGKUNGAN PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG SOSIAL.2014 . sarana prasarana dan manajemen) 43 % 100 % 29 % 100 % 20 % 100 % 20 % 100 % KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIDANG SOSIAL.

000 2010 . Pelatihan sub bidang Permukiman Prosiding Advis Teknis. Ekonomi sub bidang Permukiman Layanan Perkantoran Dukungan Penyelenggaraan Litbang 3 Dokumen 9 Dokumen 3 Naskah kebijakan 7 Naskah kebijakan 14 Prosiding DSP 4 Prosiding DSP 1 Prosiding ATSE 5 Prosiding ATSE 12 Bulan layanan 70 Dokumen 60 Bulan layanan 316 Dokumen Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana Dan Prasarana Litbang 12 Bulan layanan 22 Unit 60 Bulan layanan 114 Unit 22.) 2010 (11) 66. dan Lingkungan Pedoman Sub Bidang Sosial. Ekonomi.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. Sosial. Ekonomi. Ekonomi. Sosialisasi. dan Lingkungan Model Sub Bidang Sosial. dan Lingkungan Konsep Pedoman Sub Bidang Sosial. sosialisasi dan TOT SPMK bidang Permukiman Jumlah prosiding advis teknis yang diberikan kepada stakeholders Jumlah layanan perkantoran Jumlah dokumen penyelenggaraan Litbang Jumlah layanan Publik (PNBP) Jumlah pengadaan sarana dan prasarana litbang 19 Buku 85 Buku 16 Dokumen 62 Dokumen Model Fisik Sub Bidang Permukiman 8 Unit 30 Unit Model Sistem Sub Bidang Permukiman R0 SPM Sub Bidang Permukiman 1 Naskah 15 Naskah PROGRAM DAN KEGIATAN 3 Naskah 37 Naskah Prototipe Sub Bidang Permukiman 8 Unit 35 Unit Kriteria Disain Sub Bidang Permukiman Naskah Kebijakan Sub Bidang Permukiman Prosiding Diseminasi.2014 (12) 433. Ekonomi.000 Naskah Ilmiah Litbang Sub Bidang Permukiman Teknologi Sub Bidang Permukiman Jumlah naskah ilmiah hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah teknologi hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model sistem hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah R0 SPM hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah prototipe hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah kriteria desain hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah kebijakan untuk diterapkan stakeholder (melalui instansi yang berwenang) Jumlah prosiding diseminasi. dan Lingkungan Jumlah Naskah Ilmiah hasil Litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah Manual Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK Jumlah Model Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK Jumlah Konsep Pedoman Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK Jumlah Pedoman Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK 14 Naskah ilmiah 59 Naskah ilmiah 141.2014 239 . dan Lingkungan Manual Sub Bidang Sosial. Ekonomi.000 Naskah Ilmiah Sub Bidang Sosial.000 1 Manual 12 Manual - 11 Model - 9 Naskah BAB 5 - 12 Pedoman rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2014 . Sarana prasarana dan Manajemen) 26 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . sarana prasarana dan manajemen) 0% TARGET OUTCOME 2010 (5) 81.3 % 2014 (6) 0% 100 % Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang 5.6 % 100 % 240 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA BADAN LITBANG PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT BADAN LITBANG M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang Indeks Peningkatan Kapasitas (SDM.9 % 100 % 15.TUJUAN KEMENTERIAN (1) M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi SASARAN STRATEGIS (2) Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai OUTCOME (3) Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders INDIKATOR OUTCOME (4) Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM.

Ekonomi. sosialisasi dan TOT - 8 Prosiding DSP Jumlah prosiding advis teknis Sosial.) 2010 (11) 2010 .000 11 Dokumen 31 Dokumen Dokumen Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana Dokumen Standardisasi 17 Dokumen 37 Dokumen 3 Dokumen 23 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan Lingkungan Prosiding Advis Teknis.OUTPUT (7) Naskah Kebijakan Sub Bidang Sosial. dan Lingkungan Layanan Perkantoran Dokumen dukungan penyelenggaraan Litbang Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana dan Prasarana Litbang Jumlah prosiding diseminasi. Sosial.000 Layanan Perkantoran Dokumen Perencanaan dan Kerjasama Dokumen Keuangan dan Umum Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Dokumen Perencanaan dan Kerjasama Jumlah Dokumen Keuangan dan Umum Jumlah Dokumen Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana Jumlah Dokumen Standardisasi 12 Bulan layanan 6 Dokumen 60 Bulan layanan 26 Dokumen 137.2014 241 BAB 5 . Ekonomi. Ekonomi dan Lingkungan Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Dokumen Penyelenggaraan Litbang Jumlah Layanan Publik Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana 1 Prosiding ATSE 17 Prosiding ATSE 12 Bulan layanan 15 Dokumen 60 Bulan layanan 99 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN 12 Bulan layanan 58 Unit 60 Bulan layanan 803 Unit 20.2014 (12) Prosiding Diseminasi. dan Lingkungan INDIKATOR OUTPUT (8) Jumlah Naskah Kebijakan Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK - TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) 32 Naskah Kebijakan ALOKASI (Juta Rp. Ekonomi Sub Bidang Sosial. Pelatihan Sub Bidang Sosial. Sosialisasi. Ekonomi.

2014 BAB 5 PENUTUP .242 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 6 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

pertukaran pengalaman. Oleh karena itu. R rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 243 . Oleh karenanya penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman perlu dilandasi dengan kerangka peraturan perundang-undangan yang mantap dan supportif dan menjadi dasar bagi penyelenggaraan pembangunan infrastruktur ke depan yang lebih terpadu dan efektif yang mengedepankan proses partisipatif dan menghasilkan output dan outcome yang optimal. Pemerintah akan memberikan perhatian yang lebih besar pada aspek peningkatan kapasitas daerah (local capacity building) sehingga kompetensi dan kemandirian Pemerintah Daerah dapat dicapai dalam tempo yang tidak terlalu lama. konsolidasi. Dalam rangka sinergi dengan Pemerintah Daerah. merupakan tugas Pemerintah untuk menyusun lebih lanjut peraturan-peraturan pelaksanaan berupa Norma. dan sinergi antara Pemerintah dengan Pemerintah Daerah dan antara Pemerintah. Pemerintah Daerah dengan Dunia Usaha agar keseluruhan sumber daya yang ada dapat digunakan secara optimal dan dapat mencapai kinerja yang maksimal dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan kualitas pelayanan infrastruktur yang lebih merata.encana Strategis (Renstra) Kementerian PU 2010-2014 merupakan arahan penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang dijabarkan dalam pelaksanan program dan kegiatan bagi setiap satminkal di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum guna mencapai sasaran-sasaran strategis Kementerian. Pedoman. dan penyebarluasan NSPK. Pelaksanan program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Renstra tersebut akan memerlukan koordinasi. kampanye/sosialisasi. dan Kriteria (NSPK) termasuk peraturan daerah serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Standar.

2014 . melalui skema-skema kreatif atau non-konvensional. Berbagai insentif untuk menarik investasi dapat dilakukan terkait kelayakan proyek dan pembiayaan melalui penerapan Kerjasama PemerintahSwasta (KPS) berupa pemberian dukungan Pemerintah. Dalam hal ini tugas pemerintah adalah menciptakan regulasi yang sehat. Tantangan pembangunan ke depan dalam konteks otonomi daerah adalah bagaimana menemukan formula pembiayaan investasi infrastruktur yang tepat. dan pemberian insentif pajak bagi kawasan-kawasan yang memiliki prospek baik). membangun iklim yang semakin kondusif dan kompetitif (seperti pemeliharaan stabilitas politik dan keamanan. seperti pembebasan tanah atau pembangunan yang sebagian dibangun oleh Pemerintah. perbaikan sistem hukum dan kelembagaan. perluasan akses ke pasar. mengurangi risiko investasi. Dengan melaksanakan Renstra Kementerian 2010-2014 secara konsisten dan didukung oleh komitmen untuk mencapai kinerja penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dengan sebaikbaiknya. dan masyarakat perlu dilibatkan agar upaya untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat segera 244 PENUTUP BAB 6 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . mendorong pengembangan inovasi dan teknologi. serta mendorong kompetisi antara lain dengan menciptakan tender yang kompetitif guna memperkuat perkembangan sektor swasta. penataan sistem perizinan. maka Pemerintah Pemerintah Daerah. maka diperlukan juga adanya dorongan untuk meningkatkan kemitraan pemerintah dan swasta yang lebih besar dalam rangka mengembangkan alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. swasta.Mengingat besarnya kebutuhan pendanaan untuk memenuhi sasaran-sasaran strategis kementerian.

MENTERI PEKERJAAN UMUM DJOKO KIRMANTO rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .PENUTUP dirasakan. pengembangan wilayah. dan mendukung sektor lainnya akan menjadi kenyataan.2014 245 BAB 6 . Dengan demikian. koordinasi dan integrasi baik secara vertikal maupun secara horizontal yang semakin kuat pada penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman akan memberikan keyakinan bahwa pencapaian sasaransasaran strategis kementerian yang mempunyai cakupan secara nasional dan strategis serta secara fungsional bermanfaat untuk mendukung kebutuhan sosial ekonomi masyarakat.