KATA PENGANTAR

esuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum 2010– 2014 telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014, sebagai dokumen perencanaan dan acuan penganggaran Kementerian Pekerjaan Umum untuk periode 5 (lima) tahun. Renstra Kementerian Pekerjaan Umum memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Pekerjaan Umum yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 - 2014 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 pada tanggal 20 Januari 2010. Selain itu, penyusunan Renstra Kementerian Pekerjaan Umum 2010–2014 juga mengacu pada arah kebijakan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005–2025 sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Mengingat dinamika perubahan lingkungan strategis yang demikian cepat, khususnya berkenaan dengan adanya ketentuan baru dalam pemograman dan penganggaran berdasarkan UndangUndang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengamanatkan penerapan secara penuh penganggaran berbasis kinerja, anggaran terpadu, dan kerangka pengeluaran jangka menengah, serta adanya penyesuaian struktur organisasi Kementerian sebagai konsekuensi dari implementasi ketentuan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka Renstra Kementerian Pekerjaan Umum 2010–2014, harus mengalami penyempurnaan dengan melakukan penajaman pada sasaran, outcome, kegiatan dan output. Dengan adanya perubahan Renstra Kementerian Pekerjaan Umum, selanjutnya seluruh Unit Organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum harus mengacu kepada dokumen Renstra perubahan dimaksud terutama dalam penyusunan Rencana Strategis Unit Organisasi masingmasing serta dalam penyusunan dokumen perencanaan dan pemograman di Satminkal Eselon I. Secara berjenjang dokumen Renstra ini juga kemudian harus dijabarkan lebih lanjut ke dalam Rencana Strategis atau dokumen Rencana Program masing-masing Unit Kerja Eselon I serta dokumen Rencana Kegiatan masing masing Unit Kerja Eselon II dan Balai. Dengan adanya sinkronisasi antar unit di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut, maka keseluruhan dokumen perencanaan akan dapat dipergunakan dalam penyusunan RENJA-KL dan RKA-KL Kementerian Pekerjaan Umum setiap tahun sampai dengan tahun 2014. Akhirnya, dengan segala upaya dari seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, kami berharap agar seluruh target sebagaimana ditetapkan dalam Renstra Kementerian Pekerjaan Umum ini dapat diimplementasikan untuk mensukseskan program Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, membuka kesempatan kerja lebih luas lagi, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus berkontribusi positif terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup.

S

MENTERI PEKERJAAN UMUM

DJOKO KIRMANTO

ii

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 23/PRT/M/2010 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI NOMOR: 02/PRT/M/2010

TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM TAHUN 2010-2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 - 2014 telah ditetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010 - 2014; b. bahwa dengan adanya perubahan struktur organisasi Kementerian Pekerjaan Umum berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 08/ PRT/M/2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104/PMK.02/2010 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2011, maka Peraturan Menteri PU Nomor 02/PRT/M/2010 perlu disesuaikan dan disempurnakan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri PU.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

iii

Mengingat

: 1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun; (Lembaran Negara Republik Indonesia 1985/75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3318) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi; (Lembaran Negara Republik Indonesia 1999/54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2002/134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2003/47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725)

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Persampahan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008/69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 69) 11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008/166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737)

12.

iv

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

13.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008/20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2010/152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5178) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 Tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum 2010-2014; Peraturan Menteri PU Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum; Peraturan Menteri PU Nomor 21 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja di Lingkungan Kementerian PU; Peraturan Menteri PU Nomor 22/PRT/M/2010 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104/PMK.02/2010 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2011; MEMUTUSKAN:

14.

15. 16. 17.

18. 19. 20. 21. 22.

23.

Menetapkan:

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI NOMOR 02/PRT/M/2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 2010 - 2014 Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/M/PRT/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014 diubah sebagai berikut:

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

v

Renstra Kementerian.target capaian. Peraturan Menteri ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan. Pasal II Segala ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014 tetap berlaku. sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri ini. Tugas.1. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 2 (1). sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Desember 2010 MENTERI PEKERJAAN UMUM. Strategi. Program dan kegiatan yang dilengkapi dengan indikator output. indikator outcome. DJOKO KIRMANTO vi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 . Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 2. pendanaan. Fungsi dan Kewenangan serta Peran Kementerian Pekerjaan Umum. Ketentuan Pasal 5 diubah. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 5 Mengubah Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014. Renstra Kementerian Pekerjaan Umum meliputi uraian tentang Mandat. Kondisi dan Tantangan serta Kebijakan. dan indikator kinerja utama (IKU). Rencana Program dan Rencana Kegiatan merupakan acuan untuk menyusun Renja Kementerian PU dan RKAK/L. (2). Ketentuan Pasal 2 diubah.

2014 vii .LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 23/PRT/M/2010 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI NOMOR : 02/PRT/M/2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PU 2010-2014 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

viii rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .

. . . . Mandat. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. .2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kondisi Umum . . . . . . . . .3 Umum . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tugas. . . . . . .2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Strategi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tantangan dan Isu Strategis . . . . . . . . . . . Strategi Pengembangan Wilayah dan Dukungan Terhadap Lintas Sektor . . . . . . . Tujuan Kementerian PU . . 3. . Arah Kebijakan Nasional . . . . . . . . 1. . . . . . . . . .DAFTAR ISI LAMPIRAN KATA PENGANTAR . . . Sasaran Kementerian . . . . . . . . .1. . . . . . . . . 1. . . . . . . . . 4. . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 17 29 BAB 3 VISI. . . . . . . . . . . .1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . Fungsi dan Kewenangan . . . . . MISI DAN TUJUAN 3. . . . . . .4. . . . . . . . . . . . .1. . . . . . . . . . .2. . 3. . . . . . . 4. . . 4. . . . . . . . . . . . . .1. .1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3. . . . . . Visi Kementerian PU . . . .2. . . . . . . . . . . . . . . . .3. 2. . . . . . . . . . . . . . . Strategi Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Antisipasi Terhadap Perubahan Iklim (Climate Change) . . . . . . . .4. Misi Kementerian PU . . . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . .2. . . . . . . . . . . . . . . . .3. . . . 1 3 14 BAB 2 KONDISI DAN TANTANGAN 2. . . . . . . . . . . BAB 4 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 4. . . . . .2. . . . . . . . . . . . . .1. . . . . . Arahan RPJPN dan RPJMN Bidang PU . . 3. . . . . . . .2014 ix . . . Sasaran Kementerian PU . . . . . i iii BAB 1 PENDAHULUAN 1. . 63 70 73 75 75 79 53 54 55 56 56 57 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . . . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . . . . .4. . . . . . Peran Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kebijakan Umum Pembangunan Infrastruktur PU dan Permukiman . PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sasaran Strategis. . . . . . . . . . . . . . . . 3. . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . Strategi Pengarusutamaan Jender . . .2 Gambar 5. . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . . . . 5. . . . . . . . . . . . Target Program Strategis Sub Bidang Infrastruktur Permukiman Sebagai Bagian Program 5 Tahun . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 82 83 75 97 99 BAB 5 PROGRAM DAN KEGIATAN 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . .2014 . . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (3) . . . . . . . . . . . . . . Strategi Penataan Aparatur . . . . . . . . . . . . . . . Pendanaan . . . . . . . . . . . . . .4 Gambar 5. . . . Nomor 25 Tahun 2004) . . . . . . . . .3 Gambar 5. . . . . . . . . . . . . . . . . .6. . . . . Kebijakan Operasional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 73 74 112 113 114 115 116 x rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . . . . . . . . . . . . . Strategi Pembiayaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .5 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Triple Track Strategy . . . . . . . . .5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3 Program dan Kegiatan 2010 . . 5. . . . . . . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (2) . . . . . . . . . . . . . . . . . Peran Infrastruktur PU dan Permukiman dalam Pembangunan Nasional . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 109 130 140 BAB 6 PENUTUP Penutup. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . . . .1 Gambar 4. . . . . . . . . . . . . . . . . . 242 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. . . . . . .5. .2 Gambar 5. . .1 Gambar 4. . . . . . . . . . . . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (1) . . . . . .4. . . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . Output Kegiatan. . . . . . . . . . .1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2. . . . . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Strategi Peningkatan TURBINWAS . . . .3. Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana SDA Sebagai Bagian Program 5 Tahun . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2014 . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1 Gambar 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4. . . .

. . . . . .2. . . . . . . .2 Tabel 5. . .3. . . . Kebutuhan Pendanaan Pembangunan 2010 .4 Tabel 5. . . . .3. . . . . . . Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya . . . . . . . . Rencana Proyek KPS Air Minum Tahun 2010 – 2016 . . .1 Tabel 4. . . . . Matriks Rencana Strategis Badan Penelitian Dan Pengembangan .3. . . . . . . . . . . . .6 Tabel 5. . . . . . . . Matriks Rencana Strategis Badan Pembinaan Konstruksi . . . . .3. . . . . Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga .3.1 Tabel 5.3. .2 Tabel 5. . . . . Skenario Pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010 – 2014 (Dalam Triliun Rupiah) . .2014 Kementerian PU Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air . . . . . . . . .3. . . . . . . . . . . . . .2. . Prediksi PDB dan Kebutuhan Investasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman Tahun 2010 – 2014 . . . . . . . .1 Arahan Jangka Panjang Infrastruktur Bidang PU dan Permukiman .7 Tabel 5. . . . . . .3 Tabel 5. . . . . . . Matriks Rencana Strategis Sekretariat Jenderal . Matriks Rencana Strategis Inspektorat Jenderal . . . . . . . . .3. . . .3 Tabel 4. . . 66 90 91 92 131 133 135 136 142 164 174 186 198 214 218 232 Tabel 5. . . . .DAFTAR TABEL Tabel 4. .2 Tabel 5. . . . .5 Tabel 5. . . . . . . . . . . . . . . .2014 xi . . . . Rencana Pembangunan Jalan Tol Tahun 2010 – 2014 . . . . . . . Daftar Rencana Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur . . . . . . . . . . . . . . . .4 Tabel 5. . Sandingan Skenario Pendanaan Per Satminkal (Skenario 2b Moderat) dengan Revisi Pendanaan Per Satminkal Tahun 2010 – 2014 (dalam Triliun Rupiah) . .8 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . . . . Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang . . .1 Tabel 5. . . . . . .2 Tabel 4. . . . . . .

xii rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .

MISI. Diperhatikan Diacu Pedoman RANCANGAN RENSTRA-KL 2010-2014 RENSTRA-KL RPJPD 2005-2025 VISI. PROGRAM PRESIDEN YANG TERPILIH RANCANGAN RPJMN 2010 MUSRENBANG NASIONAL KORD & KONS.1). tujuan.2014 1 .1. PROGRAM PRESIDEN YANG TERPILIH R Pedoman VISI.1. Gambar 1. yang mengamanatkan bahwa setiap Kementerian/Lembaga diwajibkan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang selanjutnya disebut Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra K/L). kebijakan.2025 VISI. PROGRAM KEPALA DAERAH YANG TERPILIH Pedoman RANCANGAN AWAL RPJMD RANCANGAN RPJMD MUSRENBANG DAERAH RANCANGAN AKHIR RPJMD Pedoman RANCANGAN RENSTRA-SKPD Pedoman RENSTRA-SKPD rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . program. misi. yang merupakan dokumen perencanaan kementerian/lembaga untuk periode 5 (lima) tahun. MISI. strategi.1 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU Nomor 25 Tahun 2004) 2 BULAN 3 BULAN RANCANGAN AKHIR RPJMN 2010 .2014 RJPN 2005 . UMUM encana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum 2010–2014 disusun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasonal. MISI. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJM Nasional dan bersifat indikatif (lihat Gambar 1. Renstra memuat visi.

juga berlandaskan pada pemetaan kondisi lingkungan serta isu-isu strategis yang terus berkembang serta mengacu pada arah kebijakan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014 maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025. telah ditetapkan secara lebih spesifik tentang mandat yang diberikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum yang terbagi ke dalam 2 (dua) bidang utama. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang dan Perpres tersebut Kementerian Negara mempunyai tugas menyelenggarakan urusan tertentu dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya. misi. Sesuai Undang-Undang tersebut Kementerian Pekerjaan Umum termasuk ke dalam kelompok kementerian dalam rangka menangani urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. 2011. selanjutnya di dalam Peraturan Pemerintah R. perumusan. dan 2014. Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah.I.2014 . 2. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. Susunan Renstra 2010–2014 dimulai dengan pemaparan tentang kondisi dan tantangan penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman. strategi penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Penyusunan Renstra 2010–2014 ini. visi. 2013. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. 2112. serta program dan kegiatan.Memasuki tahapan pelaksanaan pembangunan jangka panjang kedua (20102014). pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. penetapan. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian di daerah. tatanan kementerian/lembaga telah memiliki landasan hukum yang kuat dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. 4. yaitu urusan bidang Pekerjaan Umum dan urusan bidang Penataan Ruang yang selanjutnya dibagi lagi ke dalam sub-sub bidang urusan. dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya. Fungsi dari masing-masing Kementerian Negara adalah melakukan: 1. Pemerintahan Daerah Provinsi. dan 5. disamping berdasarkan pada tugas dan fungsi Kementerian. PENDAHULUAN BAB 1 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Terkait dengan tugas dan fungsi tersebut. Renstra Kementerian Pekerjaan Umum ini selanjutnya akan menjadi acuan dalam penyusunan rencana aksi masing-masing unit utama (satminkal) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum serta Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2010. tujuan dan sasaran Kementerian Pekerjaan Umum.

pengaturan sistem lembaga perekonomian negara di bidang pekerjaan umum dan B PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . jasa konstruksi. penanggulangan bencana yang berskala nasional di bidang pekerjaan umum dan permukiman. penetapan standar pemberian izin oleh daerah di bidang pekerjaan umum dan permukiman. penetapan pedoman untuk menentukan standar pelayanan minimum yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten/kota di bidang pekerjaan umum dan permukiman. Dalam menyelenggarakan mandat. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. pelatihan.2. pengaturan penetapan perjanjian atau persetujuan internasional yang disahkan atas nama negara di bidang pekerjaan umum dan permukiman. dan pelaksanaan kegiatan teknis bidang pekerjaan umum.2014 3 . Adapun fungsi Kementerian PU dalam Perpres tersebut adalah: perumusan dan penetapan kebijakan nasional serta kebijakan teknis pelaksanaan di bidang pekerjaan umum. DAN KEWENANGAN erdasarkan Undang-Undang sektor ke-PU-an yang terdiri atas UndangUndang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. jasa konstruksi. dan penataan ruang yang berskala nasional. penetapan kebijakan sistem informasi nasional di bidang pekerjaan umum dan permukiman. tugas dan fungsinya. pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi kelembagaan. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. penetapan kriteria penentuan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah. Kementerian Pekerjaan Umum mempunyai kewenangan sebagai berikut: penetapan kebijakan di bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk mendukung pembangunan secara makro. penetapan persyaratan akreditasi lembaga pendidikan dan sertifikasi tenaga profesional/ahli serta persyaratan jabatan di bidang pekerjaan umum dan permukiman. dan penataan ruang. permukiman. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan kementerian di daerah bidang pekerjaan umum. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. dan supervisi di bidang pekerjaan umum dan permukiman. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. FUNGSI. dan penataan ruang. pemberian pedoman/bimbingan. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. MANDAT. jasa konstruksi.1. permukiman. penyusunan rencana nasional secara makro di bidang pekerjaan umum dan permukiman. dan penataan ruang. permukiman. arahan. penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman telah dimandatkan secara tegas oleh ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut dan peraturan pelaksanaannya yang menjadi turunan dari Undang-Undang di atas. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang pekerjaan umum. TUGAS. Kementerian Pekerjaan Umum sebagai salah satu Kementerian dalam Kabinet Indonesia Bersatu II yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan permukiman.

dan pengendalian pembangunan infrastruktur perumahan dan permukiman. penyelenggaraan dan pemberian izin pengelolaan sumber daya air lintas provinsi. penetapan pedoman konservasi arsitektur bangunan dan pelestarian kawasan bangunan bersejarah serta pedoman teknis pengelolaan fisik gedung dan pengelolaan rumah negara. pengawasan. pengaturan dan penetapan status jalan nasional. dan kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.permukiman.2014 . penetapan kebijakan dan pembinaan pengembangan bidang konstruksi nasional. penetapan standar prasarana dan sarana kawasan terbangun dan sistem manajemen konstruksi. penetapan kriteria penataan perwilayahan ekosistem daerah/ kawasan tangkapan air pada daerah aliran sungai dan pedoman pengelolaan sumber daya air. penetapan standar prasarana dan sarana perkotaan dan pedesaan. penyelesaian perselisihan antarprovinsi di bidang pekerjaan umum dan permukiman. penetapan standar prasarana dan sarana wilayah di bidang sumber daya air dan jaringan jalan. penetapan pedoman perizinan penyelenggaraan jalan bebas hambatan lintas provinsi. dan pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan nasional serta prasarana dan sarana sumber daya air lintas provinsi atau yang strategis nasional sesuai dengan kesepakatan Daerah. pengembangan. perencanaan makro dan pedoman pengelolaan sumber daya air lintas provinsi. penetapan persyaratan untuk penetapan status dan fungsi jalan. Kewenangan lain yang melekat tersebut adalah penetapan pedoman perencanaan. penetapan standar pengembangan konstruksi bangunan sipil dan arsitektur. PENDAHULUAN BAB 1 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Bina Marga. Pemerintahan Daerah Provinsi. Sebagaimana telah digariskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. pembinaan. Hal tersebut.Kewenangan penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman saat ini sebagian berada di tingkat Nasional dan sebagian telah menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. dan bidang Penataan Ruang. Pemerintahan Daerah Provinsi.2014 5 . atau yang dapat ditugas-pembantuankan untuk kegiatan yang bersifat fisik. terdapat urusan yang akan dilaksanakan sendiri. sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan bahwa bidang pekerjaan umum adalah salah satu urusan pemerintahan yang bersifat concurrent atau dilaksanakan bersama oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah. PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . maka Kementerian Pekerjaan Umum dalam periode 2010-2014 akan lebih banyak menangani aspek pengaturan. dan pengawasan (TURBINWAS). dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. khususnya untuk subbidang Sumber Daya Air. dalam penyelenggaraan kewenangan Pemerintah di bidang pekerjaan umum. sedangkan aspek pembangunan akan lebih banyak bersifat sebagai stimulan. yang sebagian dapat didekonsentrasikan untuk kegiatan yang bersifat non fisik. Dengan telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah.

Pemerintahan Daerah Provinsi. meliputi 1) penetapan kebijakan nasional sumber daya air. dan pemerintah kabupaten/kota. prosedur. 4) penetapan dan pengelolaan kawasan lindung sumber air pada wilayah sungai lintas provinsi. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota mandat yang diberikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dibagi ke dalam 2 (dua) bidang utama. pengembangan/pembangunan/peningkatan/rehabilitasi/ pengelolaan/konservasi sumber daya air/jaringan irigasi/rawa/pengendalian banjir dan pengamanan pantai serta penyediaan dan pengelolaan air baku lintas provinsi/ negara/strategis nasional (Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air). Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. wadah koordinasi sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi. standar. 2) penetapan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. Mengacu kepada Peraturan Pemerintah R. yaitu urusan bidang Pekerjaan Umum dan urusan bidang Penataan Ruang yang selanjutnya dibagi lagi ke dalam sub-sub bidang urusan sesuai dengan lingkup TURBINBANGWAS yang secara lengkap adalah sebagai berikut. dan 8) pengesahan pembentukan komisi irigasi antar provinsi. 5) pembentukan Dewan Sumber Daya Air Nasional.Kewenangan dalam aspek pembangunan terlihat antara lain pada penanganan jalan nasional yang telah ditetapkan statusnya oleh Menteri Pekerjaan Umum melalui Kepmen PU No.I. dan wilayah sungai strategis nasional. pada prinsipnya hampir semua lingkup tugas pelaksanaan pembangunan pada subbidang ini merupakan tanggung-jawab pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.2014 . 376/2004 jo 280/2006 (penetapan jalan nasional non-tol) dan Kepmen PU No. pengendalian dan pemanfaatan ruang kawasan sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. dan kriteria (NSPK) pengelolaan sumber daya air. 3) penetapan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. PENDAHULUAN BAB 1 Sub Bidang Sumber Daya Air  Pengaturan.369/2005 jo 280/2006 jo 360/2008 (penetapan jalan nasional tol dan rencana jalan strategis nasional). 6) penetapan norma. pemerintah provinsi. wilayah sungai lintas negara. Khusus sub bidang Cipta Karya. 6 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pemerintah Pusat melaksanakan tugas-tugas TURBINWAS dan yang bersifat concurrent atas permintaan daerah dalam upaya pencapaian sasaran pembangunan nasional dan Standar Pelayanan Minimum (SPM). wilayah sungai lintas negara. 7) penetapan status daerah irigasi yang sudah dibangun yang menjadi wewenang dan tanggung jawab Pemerintah. dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). dan wilayah sungai strategis nasional. wilayah sungai lintas negara. dan wadah koordinasi sumber daya air wilayah sungai strategis nasional. dan wilayah sungai strategis nasional.

meliputi pengawasan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi.wilayah sungai lintas negara. dan/atau pembongkaran bangunan dan/atau saluran irigasi pada jaringan irigasi primer dan sekunder dalam daerah irigasi lintas provinsi. Pembinaan. meliputi 1) penetapan dan pemberian izin atas penyediaan. 4) penyelenggaraan sistem informasi sumber daya air tingkat nasional. wilayah sungai lintas negara. pemanfaatan. 3) menjaga efektivitas. 5) pembangunan dan peningkatan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi lintas provinsi. waduk dan pantai pada wilayah sungai lintas provinsi. daerah irigasi lintas negara. wilayah sungai lintas negara. dan kabupaten/kota. dan daerah irigasi strategis nasional. danau. efisiensi. dan wilayah sungai strategis nasional. dan wilayah sungai strategis nasional. dan wilayah sungai strategis nasional. pemeliharaan dan rehabilitasi sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah. 6) pemberian izin pembangunan. peruntukan. wilayah sungai lintas negara. PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan pengusahaan air tanah pada cekungan air tanah lintas provinsi dan cekungan air tanah lintas negara. wilayah sungai lintas negara dan wilayah sungai strategis nasional. dan daerah irigasi strategis nasional. 5) fasilitasi penyelesaian sengketa antar provinsi dalam pengelolaan sumber daya air. dan wilayah sungai strategis nasional. dan wilayah sungai strategis nasional. dan 7) Operasi. 6) operasi. meliputi 1) konservasi sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. 4) pemberian bantuan teknis dalam pengelolaan sumber daya air kepada provinsi dan kabupaten/kota. provinsi dan kabupaten/kota. pengubahan. dan pengusahaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi.2014 7 .  Pembangunan/Pengelolaan. dan 8) pemberdayaan kelembagaan sumber daya air tingkat pusat. penggunaan. daerah irigasi lintas negara. daerah irigasi lintas negara. peruntukan. 3) pengendalian daya rusak air yang berdampak skala nasional. pemeliharaan dan rehabilitasi pada sungai. penggunaan. kualitas. 2) pendayagunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. dan daerah irigasi strategis nasional.  irigasi yang luasnya lebih dari 3. dan ketertiban pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. 2) penetapan dan pemberian rekomendasi teknis atas penyediaan.  Pengawasan dan Pengendalian. wilayah sungai lintas negara. 7) pemberdayaan para pemilik kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air tingkat pusat.000 ha atau pada daerah irigasi lintas provinsi. provinsi.

antara lain fasilitasi bantuan teknis pembangunan. antara lain fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan antarprovinsi. pelayanan. meliputi pembinaan jalan secara umum dan jalan nasional. 8 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . antara lain fasilitasi penyelenggaraan dan pembiayaan pembangunan prasarana dan sarana persampahan secara nasional (lintas provinsi).  Pengawasan.  Pembinaan. pemberdayaan serta penelitian dan pengembangan.  Pembinaan.  Pengawasan. Sub Bidang Persampahan  Pengaturan. antara lain penetapan kebijakan dan pengembangan prasarana dan sarana persampahan.2014 .Sub Bidang Bina Marga  Pengaturan.  Pembangunan. pengembangan teknologi terapan di bidang jalan untuk jalan kabupaten/kota.  Pembangunan. meliputi pengaturan jalan secara umum dan pengaturan jalan nasional serta pengaturan jalan tol. antara lain pengawasan dan pengendalian pengembangan persampahan secara nasional. meliputi pengawasan jalan secara umum dan pengawasan jalan nasional. meliputi pembangunan jalan nasional dan pengusahaan jalan tol. antara lain fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan operasionalisasi sistem drainase dan penanggulangan banjir lintas provinsi.  Pengawasan. strategi nasional PENDAHULUAN BAB 1  Pembinaan. Sub Bidang Drainase  Pengaturan. pembinaan jalan tol yaitu penyusunan pedoman dan standar teknis.  Pembangunan dan Pengusahaan. antara lain evaluasi kinerja penyelenggaraan sistem drainase dan pengendali banjir secara nasional. antara lain penetapan kebijakan dan strategi nasional dalam penyelenggaraan drainase dan pematusan genangan. pemeliharaan dan pengelolaan drainase.

strategis baik yang bersifat nasional maupun internasional. baik yang bersifat nasional maupun internasional.  Pembangunan.  Pengawasan.  Pembinaan.  Pengawasan. yang bersifat khusus.  Pembangunan. strategis. antara lain penetapan pengembangan pelayanan air minum. antara lain fasilitasi pemenuhan kebutuhan air baku untuk kebutuhan pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) secara nasional. antara lain pengawasan terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan pengembangan SPAM secara nasional. BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . antara lain fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan antarprovinsi. pedoman. antara lain penetapan kebijakan pengembangan prasarana dan sarana air limbah. antara lain fasilitasi penyelesaian permasalahan antarprovinsi yang bersifat khusus. serta gedung dan rumah negara. norma. antara lain fasilitasi bantuan teknis penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungan. antara lain fasilitasi pengembangan PS air limbah skala kota untuk kota-kota metropolitan dan kota besar dalam rangka kepentingan strategis nasional.  Pembangunan.Sub Bidang Air Minum  Pengaturan. kebijakan dan strategi nasional  Pembinaan.  Pengawasan. dan standar teknis bangunan gedung dan lingkungannya. Sub Bidang Bangunan Gedung dan Lingkungan  Pengaturan. antara lain pengendalian dan pengawasan atas penyelenggaraan pengembangan prasarana dan sarana air limbah. antara lain penetapan peraturan perundang-undangan. antara lain pemberdayaan kepada pemerintah daerah dan penyelenggara bangunan gedung dan lingkungannya. standar.2014 9 . antara lain pengawasan secara nasional terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Sub Bidang Air Limbah  Pengaturan. prosedur dan kriteria/bangunan gedung dan lingkungan. dan strategi nasional PENDAHULUAN  Pembinaan.

Sub Bidang Permukiman Kawasan Siap Bangun (Kasiba) dan Lingkungan Siap Bangun (Lisiba) yang berdiri sendiri.  Pembinaan. antara lain fasilitasi penyelenggaraan pembangunan Kasiba dan Lisiba strategis nasional. yaitu fasilitasi penyelenggaraan pembangunan kawasan strategis nasional. terdiri dari:  Pengaturan. antara lain penetapan kebijakan pembangunan kawasan strategis nasional. yaitu fasilitasi peningkatan kapasitas daerah dalam pembangunan dalam penanganan permukiman kumuh secara nasional (bantuan teknis). antara lain pengawasan dan pengendalian pembangunan kawasan strategis nasional.  Pembangunan. antara lain melaksanakan pengawasan dan pengendalian penanganan permukiman kumuh nasional. antara lain fasilitasi program penanganan permukiman kumuh bagi lokasi yang strategis secara nasional.  Pembinaan. antara lain fasilitasi pembangunan Kasiba dan Lisiba. antara lain penetapan kebijakan nasional tentang penanggulangan permukiman kumuh perkotaan dan nelayan. 10 PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . antara lain pengawasan dan pengendalian kebijakan nasional penyelenggaraan Kasiba dan Lisiba.2014 . antara lain penetapan kebijakan teknis Kasiba dan Lisiba nasional.  Pembinaan. terdiri dari:  Pengaturan. terdiri dari:  Pengaturan.  Pengawasan. Pembangunan Kawasan. antara lain fasilitasi peningkatan kapasitas daerah dalam pembangunan kawasan strategis nasional.  Pembangunan. peningkatan kapasitas daerah dalam  Pembangunan.  Pengawasan.  Pengawasan. Permukiman Kumuh/Nelayan.

termasuk upaya mendorong kemitraan fungsional sinergis.  Pengawasan.  Penetapan penataan ruang perairan di luar 12 (dua belas) mil dari garis pantai. antara lain penetapan kebijakan dan strategi nasional pembangunan perkotaan dan perdesaan. meliputi:  Penetapan peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang.  Penetapan Norma.Sub Bidang Perkotaan dan Pedesaan  Pengaturan. antara lain fasilitasi peningkatan kapasitas manajemen pembangunan dan pengelolaan Prasarana dan Sarana (PS) perkotaan dan pedesaan tingkat nasional. Prosedur dan Kriteria (NSPK) bidang penataan ruang. antara lain fasilitasi perencanaan program pembangunan PS perkotaan dan perdesaan jangka panjang dan jangka menengah. antara lain penetapan dan penerapan kebijakan nasional pengembangan usaha.  Penetapan kawasan strategis nasional.  Pembangunan.  Penetapan kawasan-kawasan andalan.  Pemberdayaan. antara lain pemberdayaan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional serta asosiasi badan usaha dan profesi tingkat nasional.  Pembinaan.2014 11 BAB 1 .  Pengawasan.  Penetapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang penataan ruang. Sub Bidang Jasa Konstruksi  Pengaturan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Penetapan kriteria penentuan dan kriteria perubahan fungsi ruang suatu kawasan yang berskala besar dan berdampak penting dalam rangka penyelenggaraan penataan ruang. antara lain pengawasan guna tertib usaha mengenai persyaratan perizinan dan ketentuan ketenagakerjaan. Sub bidang dalam bidang Penataan Ruang. yang menjadi mandat Kementerian Pekerjaan Umum terdiri dari: PENDAHULUAN Sub Bidang Pengaturan. antara lain pengawasan dan pengendalian program pembangunan dan pengelolaan kawasan perkotaan dan perdesaan secara nasional. Standar.

meliputi: Perencanaan Tata Ruang  Penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).  Pemanfaatan kawasan strategis nasional.  Pemberian bimbingan. meliputi:  Koordinasi penyelenggaraan penataan ruang pada semua tingkatan wilayah. dan konsultasi pelaksanaan penataan ruang terhadap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.  Sosialisasi SPM bidang penataan ruang.  Pemanfaatan SPM di bidang penataan ruang.Sub Bidang Pembinaan.  Pengembangan sistem informasi dan komunikasi penataan ruang nasional.  Penetapan rencana detail tata ruang untuk RTRWN. serta fasilitasi dan koordinasi antar provinsi.2014 .  Penyebarluasan informasi penataan ruang kepada masyarakat. Pemanfaatan Ruang  Penyusunan program dan anggaran nasional di bidang penataan ruang. neraca penatagunaan udara. 12 PENDAHULUAN BAB 1 Sub Bidang Pembangunan. neraca penatagunaan sumberdaya alam lainnya.  Koordinasi dan fasilitasi penataan ruang lintas provinsi.  Sosialisasi NSPK bidang penataan ruang.  Penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional. neraca penatagunaan sumber daya air.  Pengembangan kesadaran dan tanggungjawab masyarakat.  Pendidikan dan pelatihan.  Penelitian dan pengembangan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Pemanfaatan kawasan andalan sebagai bagian dari RTRWN  Pemanfaatan investasi di kawasan andalan dan kawasan strategis nasional serta kawasan lintas provinsi bekerjasama dengan pemerintah daerah. masyarakat dan dunia usaha. supervisi.  Penyusunan neraca penatagunaan tanah.  Pembinaan penataan ruang untuk lintas provinsi.

 Pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang di wilayah provinsi.  Pengambilalihan kewenangan pemerintah provinsi dalam hal pemerintah provinsi tidak dapat memenuhi SPM di bidang penataan ruang.  Perumusan program sektoral dalam rangka perwujudan struktur dan pola pemanfaatan ruang wilayah nasional dan kawasan strategis nasional. Perumusan kebijakan strategis operasionalisasi RTRWN dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional.  Fasilitasi penyelesaian perselisihan dalam pelaksanaan penataan antara provinsi dengan kabupaten/kota. meliputi:  Pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang di wilayah nasional.  Pemberian izin pemanfaatan ruang yang sesuai dengan RTRWN.  Pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional.  Pelaksanaan pembangunan sesuai program pemanfaatan ruang wilayah nasional dan kawasan strategis nasional.  Penyusunan peraturan zonasi sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang nasional. Pengendalian Pemanfaatan Ruang  Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional termasuk lintas provinsi.  Pembatalan izin pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan RTRWN. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Pemberian pertimbangan atau penyelesaian permasalahan penataan ruang yang tidak dapat diselesaikan pada tingkat provinsi.2014 13 BAB 1 .  Pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang di wilayah kabupaten/ kota. PENDAHULUAN Sub Bidang Pengawasan.

Semakin baik daya saing suatu bangsa maka semakin diperhitungkan pula peran dan posisi bangsa tersebut serta semakin besar peluang untuk menarik investasi asing. jasa keuangan dan manufaktur.2014 . Salah satu faktor yang menentukan daya saing nasional adalah ketersediaan dan kualitas infrastrukturnya. yang pada gilirannya akan menjadi modal penting dalam mewujudkan berbagai tujuan dan sasaran pembangunan nasional. disamping sektor lain seperti minyak dan gas bumi. Dapat dikatakan bahwa posisi dan peran suatu bangsa dalam konstelasi perekonomian dunia akan banyak ditentukan oleh daya saingnya secara relatif terhadap bangsa lain. berbagai multiplier ekonomi dapat dibangkitkan melalui kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur. dan mengurangi tekanan urbanisasi yang secara keseluruhan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.1. termasuk kaitannya dengan pencapaian sasaran-sasaran Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 mendatang. industri. Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman karenanya berperan sebagai stimulan dalam mendukung perkembangan ekonomi wilayah yang signifikan. Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang telah terbangun tersebut pada akhirnya juga akan dapat memperbaiki kualitas permukiman. infrastruktur PU dan permukiman juga berperan sebagai pendukung kelancaran kegiatan sektor pembangunan lainnya antara lain sektor pertanian. kelautan dan perikanan. Dengan demikian. Disamping itu. b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat. karena semenjak tahap konstruksi telah dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekaligus menggerakkan sektor riil. Indonesia dan seluruh negara di dunia memasuki era kompetisi antar-negara yang ketat. Oleh karenanya. infrastruktur merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing di dunia internasional. upaya pembangunan infrastruktur perlu direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan suatu wilayah.3. maka hal tersebut diyakini dapat membantu mengurangi masalah kemiskinan. pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada dasarnya dimaksudkan untuk mencapai 3 (tiga) strategic goals. Sementara pada masa layanan. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman mempunyai manfaat langsung untuk peningkatan taraf hidup masyarakat dan kualitas lingkungan. Bagi Indonesia. memperkuat ketahanan pangan. mengatasi persoalan kesenjangan antar-kawasan maupun antar-wilayah. PERAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN emasuki era milenium ketiga dewasa ini. yaitu: a) meningkatkan pertumbuhan ekonomi. M 14 PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Melalui kebijakan dan komitmen pembangunan infrastruktur yang tepat.

pembangunan infrastruktur bukan hanya harus benar-benar dirancang dan diimplementasikan secara sistematis. serta meningkatan partisipasi politik (political participation) di segenap lapisan masyarakat. Oleh karenanya. meningkatkan layanan publik (public services).Perwujudan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman tersebut terlihat melalui: (i) Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang berperan untuk mendukung distribusi lalu-lintas barang dan manusia maupun pembentuk struktur ruang wilayah. infrastruktur permukiman di perkotaan dan perdesaan dan revitalisasi kawasan serta pengembangan kawasan agropolitan.2014 15 PENDAHULUAN BAB 1 . industri. dan pelaksanaan konservasi sumber daya air. tetapi juga harus berkualitas supaya mampu menciptakan dan membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan ekonomi (economic gains). serta pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air. menghadirkan keuntungan sosial (social benefits). Seluruh penyediaan infrastruktur tersebut diselenggarakan berbasiskan penataan ruang. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan (iii) Infrastruktur permukiman yang berperan dalam menyediakan pelayanan air minum dan sanitasi lingkungan. (ii) Infrastuktur sumber daya air yang berperan dalam penyimpanan dan pendistribusian air untuk keperluan domestik (rumah tangga). dan pertanian guna mendukung ketahanan pangan. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman juga harus selaras dan bersinergi dengan sektor-sektor lainnya sehingga mampu mendukung pengembangan wilayah dan permukiman dalam rangka perwujudan dan pemantapan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .

Seluas 7.2 juta ha jaringan sawah beririgasi yang sudah terbangun seluruhnya berfungsi. Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) belum optimal dalam mendukung pencapaian kinerja pembangunan bidang pekerjaan umum secara keseluruhan. dan Waduk Mrica). K 17 . bencana alam dan kurang optimalnya kegiatan operasi dan pemeliharaan di samping rendahnya keterlibatan petani dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan jaringan irigasi. dan kekeringan di NTB dan NTT). terjadi perluasan dampak kerusakan akibat banjir dan kekeringan (seperti banjir di wilayah Jabodetabek. Namun demikian. yang banyak terjadi di daerah irigasi yang potensial menyumbang pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Selain itu. Menurunnya fungsi jaringan irigasi (termasuk rawa) disebabkan oleh tingginya tingkat kerusakan karena umur konstruksi. KONDISI UMUM ondisi infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman saat ini menunjukkan tingkat yang beragam. Keandalan penyediaan air baku juga berkurang akibat menurunnya fungsi dan kapasitas tampungan air (seperti Waduk Gajahmungkur. seperti kinerja layanan jaringan irigasi yang ada dalam mendukung pemenuhan produksi pangan. Dalam hal potensi daya rusak air. Berkembangnya daerah permukiman dan industri telah menurunkan area resapan air dan mengancam kapasitas lingkungan dalam menyediakan air. Akses terhadap air baku untuk rumah tangga dan industri yang masih rendah memicu eksplorasi air tanah yang berlebihan (misalnya di Jakarta Utara) sehingga menyebabkan land subsidence dan intrusi air laut. kondisi debit sungai yang airnya digunakan untuk kebutuhan irigasi sangat fluktuatif antara musim hujan dan musim kemarau. Waduk Jatiluhur. Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berada di wilayah sungai Bengawan Solo. tercatat mencapai lebih kurang 18%. Selain itu juga terdapat fenomena meluasnya kerusakan pantai akibat abrasi yang mengancam keberadaan permukiman dan pusat-pusat perekonomian di sekitarnya.1. Kondisi ini juga diperparah oleh kualitas operasi dan pemeliharaan yang rendah. masih ada kerusakan jaringan irigasi.2.

dari panjang jalan nasional yang sampai saat ini telah mencapai 34. Sejumlah kendala investasi jalan tol memang masih terus menghambat yaitu masalah pembebasan tanah. Infrastruktur bidang Cipta Karya yang mencakup sub bidang air minum.34 %. rusak ringan 11 %. sedangkan total panjang jalan kabupaten adalah 288. Sedangkan kinerja kondisi jalan nasional mantap pada tahun 2009 adalah sebesar 89 %. sumber pembiayaan. tercatat kondisi jalan mantap mencapai 83. dan rusak berat 0 %. jalan tol yang telah beroperasi baru mencapai 697. Untuk jalan provinsi.681 km. Sejak tahun 1987.12 km. dan penataan bangunan dan lingkungan menunjukkan pula kondisi yang beragam. pengembangan permukiman. Panjang jalan tol tidak mengalami pertumbuhan signifikan sejak dioperasikannya jalan tol pertama tahun 1978 (Jalan Tol Jagorawi sepanjang 59 km). rusak ringan 13.2014 . Sampai akhir tahun 2009.185 Km.18 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 Untuk infrastruktur jalan. dan rusak berat 3.628 km.30 km. serta belum intensnya dukungan Pemerintah Daerah dalam pengembangan jaringan jalan tol. swasta mulai ikut dalam investasi jalan tol dan telah membangun jalan tol sepanjang 203.23 % (2008). total panjang jalan adalah 48. sanitasi.43 %. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

1. Sementara kinerja pengelolaan air minum dengan target penurunan angka kebocoran secara nasional baru pada kisaran 6-7% sehingga masih rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Ini berarti hanya 79 PDAM yang sehat. utang non pokok PDAM yang dinyatakan sakit yang mencapai Rp.2014 19 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Dengan demikian. 4. jumlah keseluruhan hutang yang dihapus mencapai Rp. termasuk diantaranya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (KSNP-SPAM).1 triliun.4 triliun. sekitar 70% kondisinya masih tidak sehat. pada periode 2005-2009 telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Sistem Penyediaan Air Minum sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. 3. sehingga sistem penyediaan air minum yang efektif dan berkesinambungan telah memiliki rujukan strategis yang jelas. Dalam sub bidang ini upaya pembinaan terhadap PDAM belum memperlihatkan hasil yang signifikan seperti tergambar dari 340 PDAM. Dalam pelaksanaannya telah dirumuskan Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat.3 triliun terpaksa dihapuskan.Untuk sub bidang air minum. sehingga pada tahun 2008. Demikian halnya dengan utang PDAM yang dikategorikan sehat juga dihapus melalui skema debt to swap investment yang mencapai Rp.

Di sisi lain.09 juta jiwa).5 juta jiwa) dari 41% di tahun 2004 (34. pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih rendah.diperlukan upaya keras untuk mencapai angka 20% yang ditargetkan sebagai angka kebocoran secara nasional oleh RPJMN 2005-2009.23% (44. Demikian juga halnya dengan keterlibatan swasta hingga tahun 2009 masih tergolong rendah.2014 . Pada akhir tahun 2009 pelayanan air minum perkotaan baru mencapai 45% dan perdesaan 10%. akses masyarakat terhadap sistem pelayanan air bersih nonperpipaan meningkat dari 38. menjadi 43. menjadi 11. Pada subbidang persampahan.2% (1994). Di tahun 2009 cakupan pelayanan air minum di perkotaan meningkat menjadi 47.55% di tahun 2009 (15. Secara total target tingkat pelayanan air minum saat ini belum mampu terpenuhi. Sementara upaya meningkatkan kinerja TPA yang berwawasan lingkungan di kota metro/besar sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. sehingga cakupan pelayanan air minum perpipaan nasional menjadi sebesar 20%. menurut laporan regional terakhir mengenai status pencapaian MDGs untuk kawasan perdesaan.36 juta jiwa) sementara di perdesaan telah meningkat dari 8% di tahun 2004 (melayani 10.2% (2006). termasuk kualitas air minum PDAM yang masih belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Prosentase cakupan pelayanan air minum perkotaan dalam RPJMN 20052009 ditargetkan sebesar 66% sedangkan perdesaan mencapai 30%. Hal ini terlihat dari jumlah TPA di seluruh Indonesia yang mencapai 378 buah 20 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .4% (2000) dan 57. khususnya pada penyediaan prasarana air minum di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.2 juta jiwa).

Secara keseluruhan sampai saat ini prosentase sistem pengelolaan persampahan telah mencapai 54%. Di sisi lain banyak dijumpai pula bahwa fungsi saluran drainase tidak tegas apakah untuk mengalirkan kelebihan air permukaan atau rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Recycle) saat ini masih terbatas di 80 kawasan. sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa sampai saat ini sampah belum dikelola menggunakan pendekatan yang ramah lingkungan.6% masih menerapkan metode open dumping. Reuse. Upaya untuk mengurangi kuantitas sampah sebesar 20% pada periode 2004–2009 juga masih belum menunjukkan hasil yang signifikan. Demikian juga halnya dengan infrastruktur pengelolaan persampahan yang ada ternyata tidak sebanding dengan kenaikan timbunan sampah yang meningkat 2–4% per tahun.886.34% rumah tangga masih membuang sampah ke kali/selokan yang menyebabkan mampatnya saluran drainase. sebanyak 80. Berdasarkan data Survai Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2007 sebanyak 11.5% menggunakan metode controlled lanfill dan hanya 2. sedangkan di sisi yang lain percontohan program 3R (Reduce. Namun demikian telah dibangun TPA berbasis Clean Development Mechanism di 2 (dua) lokasi dan sedang dalam tahap persiapan di 11 lokasi lainnya. masih di bawah target RPJMN (75% pada 2009) dan MDGs (70% pada 2015).8% yang menerapkan metode sanitary landfill.dengan luas 1.2014 21 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . 15.99 Ha.

5% pada tahun 2004 menjadi 81.8% pada tahun 2007 di kawasan perkotaan.63%.54%. jumlah keluarga yang memiliki akses terhadap sarana sanitasi dasar meningkat dari 52.76% dan di perdesaan 66. yaitu di perkotaan 43. berdasarkan Laporan MDGs. serta yang tidak ada got mencapai 32. serta pendataan Peraturan Daerah (Perda) terkait bangunan gedung di 468 kabupaten/kota pada 33 provinsi. Untuk penanganan bangunan gedung dan lingkungan. Dalam penanganan air limbah secara nasional pada periode 2004–2009. belum pada akses fasilitas sanitasi yang berkualitas dengan kriteria fasilitas tersebut masih berfungsi dengan baik. Saat ini 77. Prosentase aksesibilitas jumlah keluarga terhadap sarana sanitasi dasar telah meningkat dari 77. Dari kondisi secara keseluruhan saat ini prosentase pelayanan air limbah perkotaan terpusat baru sebesar 1% dan prosentase sistem pelayanan air limbah berbasis masyarakat telah dilakukan di 409 lokasi.47% di perdesaan. yaitu di perkotaan 9. lubang tanah. pendataan dan pembinaan kelembagaan terkait bangunan gedung di 468 kabupaten/kota pada 33 provinsi.13%. yaitu di perkotaan 3.68%. pantai/kebun) dengan prosentase di perkotaan 28.juga berfungsi sebagai saluran air limbah.98% dan di perdesaan 3.00% di perdesaan).2014 . pada tahun 2007 akses sanitasi layak nasional mencapai 69.09 %.93% dan di perdesaan mencapai 67.3%.83%.37%.86%. mengalir sangat lambat mencapai 10. Sementara itu data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007 tentang Klasifikasi Rumah Tangga Menurut Keadaan Air Got/Selokan di Sekitar Rumah menunjukkan bahwa keadaan air got lancar baru mencapai 53. yaitu 71.96% dan di perdesaan 17. Sedangkan sisanya 50. Tercatat dari data tahun 2007. Sementara untuk kawasan perdesaan. Namun pencapaian tersebut masih sebatas pada akses ke jamban dan toilet saja. keadaan tergenang 3. Ini berarti bahwa angka tersebut telah melampaui target Millennium Development Goals (MDGs) sebesar 65.86% rumah tangga melakukan praktik pembuangan tinja tidak aman (di kolam/sawah.2% pada tahun 2004 menjadi 60% pada tahun 2007.84%. banyaknya rumah tangga yang menggunakan tangki septik (praktek pembuangan tinja aman) sebesar 49. yaitu di perkotaan 42.50% di perkotaan dan 67. digunakan sesuai dengan peruntukannya.744 orang di 468 kabupaten/ kota. Kondisi saat ini juga mencatat telah tersusunnya perda tentang bangunan gedung di 15 kabupaten/kota dan 1 provinsi (Bali) dan telah dilakukan fasilitasi terhadap 221 22 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan sesuai dengan standar kesehatan maupun standar teknis yang telah ditetapkan. pelatihan tenaga pendata harga dan keselamatan bangunan sebanyak 3. telah diupayakan peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah melalui kegiatan sosialisasi/ diseminasi peraturan bidang bangunan gedung dan lingkungan sebanyak 5 (lima) kali di setiap provinsi dengan target 468 kabupaten/kota.06% di perkotaan dan 32. pendataan kinerja pemerintah daerah di 43 kabupaten/kota pada 8 (delapan) provinsi. sungai/danau/laut.69%.5% pada tahun 2015.15% penduduk nasional sudah memiliki akses terhadap prasarana dan sarana sanitasi (90.30 % dan di perdesaan 12.

(5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 25/PRT/M/2007 tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung. revitalisasi kawasan/bangunan bersejarah dan tradisional telah ditangani pada 297 kawasan di 137 kabupaten/kota. (3) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. diantaranya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 yang merupakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nelayan di 748 kawasan atau melebihi target Renstra 2005-2009 yang menetapkan 733 kawasan. Selain itu. (4) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan Gedung. (2) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Selain itu. sistem ruang terbuka hijau telah ditangani di 150 kawasan di 33 kabupaten/kota. Disamping itu telah diterbitkan pula berbagai NSPK untuk bangunan gedung yang meliputi: (1) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK) di 59 kabupaten/kota. telah disusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) di 203 kawasan pada 148 kabupaten/kota.kabupaten/kota. dalam kurun waktu lima tahun (2005-2009) sejumlah peraturan mengenai bangunan gedung dan penataan lingkungan telah berhasil diselesaikan.2014 23 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .

9 juta keluarga yang belum memiliki rumah. setiap tahun terjadi penambahan kebutuhan rumah akibat penambahan keluarga baru rata-rata sekitar 820.5% per tahun hingga tahun 2020. rata-rata setiap tahun terdapat 1. pada akhir tahun 2014 diperkirakan lebih dari separuh penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan sebagai akibat laju urbanisasi yang mencapai 4. Pembangunan/ pengembangan unit baru diharapkan akan meningkat sebesar 2. Dari jumlah tersebut hanya 17 juta rumah tergolong layak huni dan 34 juta masih tergolong tidak layak huni yang terbagi sebanyak 40% di perdesaan dan 60% di perkotaan. Sementera itu.15 juta unit rumah yang perlu difasilitasi. Sementara itu berdasarkan data SUSENAS tahun 2007 masih terdapat 5. Diperkirakan sampai dengan tahun 2020. Sementara itu.dan (5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2007 tentang Pedoman Tim Ahli Bangunan Gedung. Di sisi lain sampai saat ini tingkat pemenuhan kebutuhan rumah masih menjadi permasalahan serius. Saat ini pembangunan/ pengembangan rumah baru mencapai 600.000 unit (2009) dari 200 unit di tahun 2005.000 unit rumah.4% per tahun dan secara terus menerus telah melahirkan dynamic phenomenon of urbanization. Proses ini 24 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .3 juta unit rumah pada tahun 2000 menjadi sebesar 7. Terdapat backlog pembangunan perumahan yang terus meningkat dari 4.000 unit per tahun. Jumlah rumah saat ini hanya 51 juta unit.4 juta unit rumah pada akhir tahun 2009. Untuk pembangunan unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dalam rangka penataan kawasan kumuh di perkotaan mencapai 18.2014 .

antara lain dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). dan perencanaan pengembangan kawasan permukiman baik skala kawasan maupun perkotaan belum mencapai sasaran yang diharapkan.2014 25 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .800 ha pada akhir tahun 2009. penanganan kawasan tertinggal. Selama periode pelaksanaan pembangunan tahun 2005–2009 sejumlah hasil penting dalam bidang penataan ruang telah dicapai.berakibat pada semakin besarnya suatu kawasan perkotaan. kondisi pada bidang penataan ruang rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . namun baru tercapai pada 325 kawasan. Di sisi lain seiring dengan otonomi daerah (kota) yang semakin menguat membawa dampak pula pada “egoisme kedaerahan” yang semakin tinggi dan disertai kekuatan-kekuatan pasar (swasta) yang terus memperlihatkan dominasinya sehingga membawa dampak pada kecenderungan perkembangan dan pola penyebaran permukiman yang semakin sulit diantisipasi. Namun demikian. pengembangan desa potensial melalui agropolitan.000 ha pada tahun 2004 menjadi 57. Target pencapaian pembangunan perdesaan potensial melalui agropolitan pada tahun 2005-2009 adalah 347 kawasan. baik dalam hal jumlah penduduk maupun besaran wilayah. Luas kawasan permukiman kumuh yang mencapai 54. Di sisi lain.

555 trilyun. Peningkatan jumlah badan usaha tersebut ternyata belum diikuti dengan 26 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 9 kota (9%) sedang dalam proses rekomendasi Gubernur. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang. Sampai dengan tahun 2009.2014 . sehingga terjadi inkonsistensi dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang akibat lemahnya pengendalian dan penegakan hukum di bidang penataan ruang. 30 kabupaten (8%) sedang dalam proses rekomendasi Gubernur. dalam konteks mikro (tata kelola kepemerintahan yang baik). Kegiatan pembangunan saat ini masih lebih fokus pada perencanaan. 6 kota (6%) sedang dalam proses persetujuan substansi. 14 kabupaten (4%) sedang dalam proses persetujuan substansi dan 7 kabupaten (1%) telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri PU. tenaga kerja yang dapat diserap pada tahun 2009 tercatat berjumlah 5. Dalam konteks makro. dari 92 kota dan 5 (lima) kota administrasi di Indonesia sebanyak 15 kota (15%) belum melakukan revisi 65 kota (67%) telah melakukan revisi terhadap RTRWnya. khususnya dalam pelaksanaan pemanfaatan Rencana Tata Ruang (RTR). konteks messo (usaha dan pengusahaan konstruksi). Di tingkat kabupaten.yang ditemui sampai saat ini masih cukup memprihatinkan.3% dari tenaga kerja nasional dengan tingkat produktivitas 13 orang per milyar rupiah (atas dasar harga berlaku). tercatat sejumlah 145. PDB yang disumbangkan oleh sektor konstruksi tercatat sebesar Rp. 7 provinsi (21%) telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri PU. dari total 33 provinsi. dan 3 kota (3%) telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri PU.260 badan usaha konstruksi. Hal ini mengingat masih sering terjadinya pembangunan pada suatu wilayah tanpa mengikuti RTR. Implementasi kebijakan pembinaan jasa konstruksi selama 8 tahun terakhir. Pada tahun 2009. dari total 400 kabupaten dan 1 (satu) kabupaten administrasi yang ada di Indonesia. 267 kabupaten (67%) sedang melakukan revisi RTRW. yang merupakan 9. kabupaten dan kota yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang untuk melakukan penyesuaian RTRW-nya. 11 provinsi (33%) diantaranya sedang melakukan revisi dan 15 provinsi (46%) sedang dalam proses persetujuan substansi. 81 kabupaten (20%) belum melakukan revisi RTRWnya. saat ini dari 530 wilayah provinsi. serta konteks makro (kerjasama. sektor konstruksi nasional berhasil menempati urutan ke enam dari sembilan sektor utama penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sementara itu. Sementara itu di tingkat kota. Berdasarkan Status Penyusunan RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota sampai dengan Bulan Oktober 2009.439 juta orang atau 5.9% dari PDB nasional. persaingan global dan liberalisasi jasa konstruksi) belum mencapai sasaran sebagaimana diamanatkan dalam UU 18/1999.

dalam pemenuhan kewajibannya serta pemenuhan terhadap ketentuan yang terkait dengan aspek keamanan. pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi serta arbitrase dan mediasi masih sangat terbatas. pembinaan jasa konstruksi lebih dianggap sebagai bagian dari tanggungjawab Kementerian Pekerjaan Umum dan bukan menjadi tanggungjawab semua instansi terkait. Undang-undang No. serta masih kerap terjadi kegagalan bangunan. dan efisiensi pemanfaatan sumber daya manusia.2014 27 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Sebagian besar dari sumber daya yang ada masih terfokus pada penyelenggaraan registerasi badan usaha dan tenaga kerja konstruksi.peningkatan kualifikasi dan kinerjanya. Kondisi tersebut di antaranya disebabkan oleh persyaratan usaha serta persyaratan kualifikasi tenaga kerja terampil dan ahli yang belum diatur sebagaimana mestinya untuk mewujudkan badan usaha konstruksi yang profesional dan dapat diandalkan. dan mutu konstruksi yang belum sesuai standar. termasuk kepatuhan para pihak. Hal ini tercermin pada mutu produk. yaitu penelitian dan pengembangan jasa konstruksi. Kesadaran hukum dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi masih perlu ditingkatkan. Sementara itu. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Sementara itu. Pelaksanaan tugas-tugas lain. ketepatan waktu pelaksanaan. keselamatan. 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi masih dipandang secara sempit sebagai undang-undang bidang pekerjaan umum. Sehingga. sedangkan 60% lainnya dikuasai oleh pelaku jasa konstruksi asing yang jumlahnya hanya 10 %. Sehingga. modal. hanya 40% yang dikuasai oleh pelaku jasa konstruksi nasional yang jumlahnya 90 %. Dari seluruh pangsa pasar jasa konstruksi Indonesia (100%). serta teknologi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Bidang jasa konstruksi saat ini masih menghadapi berbagai permasalahan seputar lemahnya penguasaan teknologi. hingga saat ini masih disibukkan oleh proses sertifikasi para anggotanya yang sering penuh dengan konflik kepentingan pribadi dan kelompok. dan lingkungan. asosiasi jasa konstruksi belum dapat berperan sebagai motor penggerak peningkatan kompetensi dan daya saing para anggotanya. pada umumnya pangsa pasar pekerjaan konstruksi yang berteknologi tinggi belum sepenuhnya dapat dikuasai oleh usaha jasa konstruksi nasional. kesehatan. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sebagai representasi dari masyarakat jasa konstruksi dalam pengembangan jasa konstruksi belum dapat melaksanakan seluruh tugas yang diamanahkan dalam UndangUndang Jasa Konstruksi (UUJK) Nomor 18 Tahun 1999. kegagalan konstruksi. Dengan tingkat kualifikasi dan kinerja tersebut. Asosiasi jasa konstruksi. agar dapat mewujudkan bangunan yang berkualitas dan mampu berfungsi sebagaimana yang direncanakan. yakni pengguna jasa dan penyedia jasa. sulitnya akses ke permodalan.

termasuk rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Seluruh kesepakatan dalam perundingan WTO dan AFAS bersifat menngikat. standar uji. pengembangan sumber daya manusia (SDM) konstruksi melalui pelatihan berbasis kompetensi masih menghadapi berbagai keterbatasan. Oleh karena itu Indonesia harus senantiasa aktif dalam setiap perundingan liberalisasi jasa. modul pelatihan. Indonesia juga telah meratifikasi ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) melalui Keppres Nomor 88 Tahun 1995.2014 . Ppenyelenggaraan forum jasa konstruksi masih terbatas pada pemenuhan aspek adimistrasi dan prosedural serta masih menjadi ajang pelampiasan perbedaan kepentingan yang mencolok di antara pemangku kepentingan. Nota kesepahaman antara Kementerian Pekerjaan Umum. standar kompetensi kerja.28 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 Di samping itu. Kementerian tTenaga Kerja dan Transmigrasi. Indonesia telah meratifikasi berdirinya World Trade Organization (WTO) dan menjadi anggota dari 153 negara anggota yang tercatat di WTO. Melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994. dan LPJK tentang penyelenggaraan pelatihan konstruksi serta pencanangan Gerakan Nasional Pelatihan Konstruksi (GNPK) diharapkan dapat menggalang sumber daya yang tersedia di tiap-tiap instansi terkait guna mengatasi kendala yang dihadapi. Di sisi lain. serta tenaga pelatih yang berkompetensi. forum jasa konstruksi yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun belum berjalan dengan efektif dan produktif dalam menyiapkan rekomendasi kebijakan pembinaan dan pengembangan jasa konstruksi. Meskipun pelaksanaannya senantiasa diperbaiki dari tahun ke tahun. di antaranya terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana.

2014 29 BAB 2 . KONDISI DAN TANTANGAN 2. di samping faktor kualitas lingkungan hidup. image. dan efisiensi usaha.2009 hanya menempatkan Indonesia pada peringkat ke-96 dari 134 negara yang diteliti. Kapasitas fiscal tidak memungkinkan untuk mencukupi kebutuhan dana pembangunan infrastruktur. Dalam hal daya saing global tersebut.2. selain kinerja ekonomi makro. maka laporan dari World Economic Forum 2008 . dan masyarakat (budaya).jasa konstruksi yang diselenggarakan oleh WTO maupun ASEAN serta forum perundingan liberalisasi regional lainnya. efisiensi pemerintah. Sementara itu. Liberalisasi jasa konstruksi akan menjadi ancaman sekaligus peluang untuk perluasan pangsa pasar jasa konstruksi di luar negeri. kinerja infrastruktur merupakan faktor kunci dalam menentukan daya saing global. Hal ini disebabkan karena realisasi investasi infrastruktur hanya mencapai kurang dari setengah kebutuhan yang diperlukan. bahkan hanya mampu menyumbangkan 1% dari PDB padahal dana yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 5% dari PDB. Kualitas pelayanan infrastruktur yang ada saat ini tidak memadai untuk mempertahankan pertumbuhan dan daya saing ekonomi yang diharapkan.4%) K rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dimana ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai (16. TANTANGAN STRATEGIS DAN ISU etersediaan infrastruktur yang berkualitas merupakan salah satu faktor penentu daya tarik suatu kawasan/wilayah.

2007). antara kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan. Fenomena yang terkait adalah urbanisasi yang cukup tinggi dengan laju 4. dan pada akhir tahun 2014 jumlah penduduk perkotaan diperkirakan mencapai 53 – 54%. terutama masyarakat miskin. 135 kabupaten baru. tantangan pembangunan infrastruktur ke depan adalah bagaimana untuk terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dan kinerjanya semakin dapat diandalkan agar daya tarik dan daya saing Indonesia dalam konteks global dapat membaik. maka telah terjadi pemekaran wilayah dengan adanya 7 (tujuh) provinsi baru. Secara teoritik.2014 . antara Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya. Tantangan lainnya adalah berkaitan dengan penyelenggaraan otonomi daerah. kota merupakan mesin pertumbuhan ekonomi (the engine of economic growth). antara kota Jakarta dan kota-kota lainnya. Dengan demikian hingga saat ini di seluruh wilayah Nusantara rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .3%). Dengan demikian.4% per tahun akibat tingginya mobilitas penduduk. dimana sejak bergulirnya era reformasi 1 (satu) dekade yang silam. dan 31 kota baru. Salah satu isu strategis yang dihadapi adalah bagaimana pembangunan infrastruktur dapat membantu mengatasi besarnya kesenjangan antar-kawasan nusantara: antara Kawasan Barat Indonesia dengan Kawasan Timur Indonesia. Diperkirakan dalam 20 hingga 25 tahun ke depan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia akan mencapai 65% (Pustra. sehingga proses pengembangan wilayah terjadi karena adanya perkembangan kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.30 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 merupakan penyumbang kedua sebagai faktor problematik dalam melakukan usaha setelah birokrasi pemerintah yang tidak efisen (19. Tingkat urbanisasi yang relatif tinggi ini belum disertai oleh kemampuan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk oleh urbanisasi tersebut maupun backlog yang telah ada sebelumnya. Demikian juga ketersediaan infrastruktur belum merata ke semua golongan masyarakat. yang lalu diikuti dengan penyebaran pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya.

dan lingkungan) yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Sejalan dengan adanya fenomena perubahan iklim (climate change).terdapat 33 provinsi.5% dari total jumlah usia produktif pada tahun 2008) menjadi bagian yang juga harus diperhatikan dalam penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman.2 juta jiwa pengangguran terbuka atau 8.2014 31 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . maka diperlukan pendekatan pembangunan yang bersifat kewilayahan dan direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan ekonomi dan sosial serta ketersedian infrastruktur suatu wilayah agar infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dapat mendukung pengembangan ekonomi dan wilayah secara efisien dan efektif. Dalam mengantisipasi dampak akibat perubahan iklim. Fenomena kekeringan pada daerah-daerah produksi pangan sudah mulai dialami oleh beberapa wilayah Indonesia. dan ekonomi dilakukan tanpa mengakibatkan degradasi lingkungan (menjaga kawasan dan lingkungan hunian agar tetap aman. Selama satu abad rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan intrusi air laut. dan berkelanjutan). Masih adanya kemiskinan absolut yang tinggi (35 juta jiwa atau 15. Tantangan penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman ke depan juga erat terkait dengan pembangunan berkelanjutan yang menjadi bagian dari 3 (tiga) pilar pembangunan (ekonomi. kekeringan akan semakin mengancam ketahanan pangan nasional. pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman juga dihadapkan dengan tantangan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (antara lain CO2 dan CH4). Bagi Indonesia. Kenyataan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam maupun bencana yang dipicu oleh kegiatan manusia (antropogenik) tidak dapat disangkal lagi. dan meningkatnya harga pangan dunia. sosial.4% dari total jumlah penduduk pada tahun 2008) dan rendahnya ketersediaan lapangan kerja (9. sosial. dilakukan upaya adaptasi dan mitigasi sektor ke-PU-an terutama terkait dengan dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk menyokong produksi pangan nasional dan respon terhadap pengelolaan infrastruktur dalam mengantisipasi bencana yang terkait dengan perubahan iklim seperti penurunan ketersediaan air. 400 kabupaten dan 92 kota. Menghadapi tantangan di atas. banjir. produktif. 1 (satu) kabupaten administrasi dan 5 (lima) kota administrasi. tanah longsor. kekeringan. Pada masa mendatang. termasuk dalam kaitannya dengan pembangunan infrastruktur. bencana merupakan bagian dari sejarah dan tetap menjadi isu aktual. nyaman. Tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia ialah: bagaimana pembangunan fisik. meningkatkan penyerapan karbon oleh hutan tropis. Isu ini di Indonesia semakin penting sejalan dengan meningkatnya kesadaran ekologi yang dipicu oleh keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin parah dan serius dan sudah pasti apabila tidak ditangani dengan baik akan memberikan dampak yang buruk terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekarang dan di masa mendatang.

demand lebih besar dari supply terutama untuk daerah-daerah cepat tumbuh. Pelayanan infrastruktur dasar di Indonesia saat ini kondisinya relatif tertinggal dibandingkan beberapa negara Asia lainnya. dimana setara dapat dilihat dari akses. Dari sisi penyelenggaraan. dalam penyelenggaraan infrastruktur PU dan permukiman. bank. termasuk adanya tugas pembantuan dan dekonsentrasi menuntut adanya pemantapan tugas umum pemerintahan berupa pengaturan. pembinanan. pengawasan. Pembangunan dan pengelolaan infrastruktur ke-PU-an dan permukiman selama 10 tahun terakhir belum dilakukan secara baik. dan Nepotisme (KKN) walaupun melalui kebijakan selama ini telah pula dilakukan pembenahan cukup signifikan untuk menghapus praktik-praktik tersebut. sebuah riset yang dilakukan oleh CRED (Centre for Research on the Epidemiology of Disasters) menunjukkan bahwa telah terjadi 343 bencana alam besar dalam wilayah Indonesia. AFTA. SIJORI. Kementerian PU juga harus meningkatkan kesetaraan dan keadilan jender. Isu lainnya yang juga memerlukan perhatian serius untuk lima tahun yang akan datang adalah pentingnya seluruh jajaran ke-PU-an untuk terus meningkatkan efisiensi. Program ASEAN Highway. dan kesempatan berpartisipasi sementara keadilan dilihat dari aspek manfaatnya.2014 . sebagaimana ditunjukkan oleh pendanaan infrastruktur yang masih under-investment (< 2% PDB). IMT-GT. kontrol/kewenangan. efektivitas. Kolusi. serta dana preservasi jalan. tidak dapat diabaikan pula berbagai kesepakatan pembangunan infratruktur bersama. dan fasilitasi bantuan teknis dalam dalam penguatan kapasitas kelembagaan ke-PU-an di daerah. Pelaksanaan pembangunan juga masih diwarnai praktik-praktik Korupsi. Anggaran pemeliharaan terbatas.terakhir (1907-2007). dan Asia Railway yang akan menuntut upaya sungguh-sungguh dari segenap pelaku pembangunan infrastruktur ke-PU-an. dan produktivitas yang didukung secara optimal oleh jajaran birokrasi melalui reformasi birokrasi yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas birokrasi serta mewujudkan disiplin dan etos kerja yang prima. Lima tahun ke depan. banyaknya daerah pemekaran baru serta delivery system yang diterapkan. Selain itu. Karena itu upaya untuk memobilisasi berbagai sumber pembiayaan perlu terus dilakukan dan ditingkatkan dengan mengembangkan skema pembiayaan melalui kerja sama pemerintah-swasta (KPS). Disamping itu. dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) belum sepenuhnya terpenuhi. Upaya ini perlu didukung dengan komitmen tinggi dari seluruh jajaran pegawai PU. dan dari lembaga keuangan non bank khusus infrastruktur. khususnya infrastruktur PU dan permukiman yang pemanfaatannya akan dirasakan secara 32 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . seperti pada kesepakatan kerjasama ekonomi regional: APEC. Sementara di sisi lain kesepakatan MDGs untuk memenuhi sasaran mutu pelayanan infrastruktur terutama penyediaan air bersih dan sanitasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah sudah tidak bisa ditunda lagi. BIMP-EAGA.

Demikian pula dengan infrastruktur yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah diharapkan akan dapat terus mendorong percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. serta sulitnya pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur yang menyebabkan terhambatnya kelancaran pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya. Tantangan umum lainnya yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur. sekaligus mewujudkan kesejahteraan sosial dan kenyamanan lingkungan. khusunya bidang PU dan permukiman di Indonesia adalah kendala alamiah berupa struktur wilayah geografis. dan difable. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . menurunnya kinerja infrastruktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah seperti jalan provinsi/kabupaten/kota.2014 33 BAB 2 .KONDISI DAN TANTANGAN langsung oleh masyarakat harus dapat dirasakan secara aman dan nyaman bagi semua golongan masyarakat. Dengan demikian. disparitas dan distribusi penduduk di Jawa dan luar Jawa. anak-anak. termasuk golongan masyarakat dengan kebutuhan khusus (special needs) seperti lansia. tantangan pembangunan infrastruktur ke depan adalah bagaimana untuk terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dengan kinerja yang semakin dapat diandalkan agar daya tarik dan daya saing Indonesia dalam konteks global dapat terus meningkat.

kekeringan. 2. baik untuk air permukaan maupun air tanah sebagai dampak dari laju deforestasi dan eksplorasi air tanah yang berlebihan yang telah menyebabkan land subsidence dan intrusi air asin/laut. Penyediaan air baku untuk mendukung penyediaan air minum belum dapat mencukupi sepenuhnya dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi target Millennium Development Goals (MDGs) yang menetapkan bahwa pada tahun 2015 separuh dari jumlah penduduk Indonesia harus dapat dengan mudah mengakses air untuk kebutuhan air minum. bencana alam. Tantangan pembangunan sub bidang SDA  Mengendalikan ancaman ketidakberlanjutan daya dukung SDA. dimana dari 7. a.  Menyediakan air baku untuk mendukung penyediaan air minum. sampai saat ini hanya sekitar 1.4 juta ha lahan rawa yang merupakan lahan rawa pasang surut dan rawa lebak termasuk lahan rawa bergambut. kurangnya operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. serta abrasi pantai.  Menyeimbangkan jumlah pasokan air dengan jumlah kebutuhan air di berbagai sektor kehidupan. dan masih rendahnya keterlibatan petani dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan jaringan irigasi.000 Ha per tahun.2 juta ha luas daerah irigasi yang telah dibangun diperkirakan masih sekitar 1. agar air yang berlimpah di musim hujan selama 5 bulan dapat digunakan untuk memasok kebutuhan air pada musim kemarau yang berlangsung selama 7 bulan. Isu strategis sub bidang SDA  Kinerja pelayanan jaringan irigasi yang belum optimal.Selanjutnya tantangan dan isu strategis masing-masing infrastruktur PU dan permukiman diuraikan di bawah ini.  Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian beririgasi yang rata-rata terjadi ± 100.  Melakukan pengelolaan resiko yang diakibatkan oleh daya rusak air seperti banjir.2014 . Sub Bidang Sumber Daya Air (SDA) 1.8 juta ha jaringan reklamasi rawa yang telah dikembangkan Pemerintah.  Melakukan upaya dan langkah mitigasi dan adaptasi bidang SDA dalam menghadapi dampak negatif perubahan iklim.34 juta ha daerah irigasi yang belum dapat berfungsi secara optimal karena adanya kerusakan jaringan irigasi yang antara lain diakibatkan oleh umur konstruksi.  Kinerja pelayanan jaringan reklamasi rawa belum optimal dimana dari 33.  Perubahan garis pantai akan menimbulkan masalah dalam kaitannya 34 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2014 35 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .  Meningkatkan koordinasi dan ketatalaksanaan penanganan SDA untuk mengurangi konflik antarpengguna sumber daya air.  Mempertahankan kemampuan penyediaan air dari sumber-sumber air dari dampak berkurangnya areal terbuka hijau dan menurunnya kapasitas wadah-wadah air baik alamiah maupun buatan dengan cepat.  Mengembalikan fungsi seluruh infrastruktur SDA yang mengalami kerusakan karena bencana alam seperti banjir. tsunami. dan gempa bumi  Menyelenggarakan pembinaan yang lebih intensif kepada pemerintah daerah dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan irigasi. tanah longsor.  Melakukan penataan organisasi pengelola SDA seperti Unit Pelaksana Teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)/Balai Wilayah Sungai (BWS) maupun Unit Pelaksana Teknis Daerah/Balai Prasarana SDA. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Meningkatkan kinerja pengelolaan Sistem Informasi SDA (SISDA) pada BBWS/ BWS dan Dinas SDA dan melengkapi data dan informasi tentang SDA untuk dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan serta memperluas akses publik terhadap data dan informasi SDA.dengan perlindungan sarana dan prasarana sepanjang pantai dan batas wilayah Negara.

domestic connectivity.  Meningkatkan keterpaduan sistem jaringan transportasi dan penyelenggaraan secara umum jalan daerah di tengah-tengah desentralisasi dan otonomi daerah dan situasi kelembagaan penyelenggaraan jalan yang masih memerlukan perkuatan terutama dalam menyiapkan produk-produk pengaturan. kontrol. maupun manfaatnya. pusat kegiatan ekonomi kreatif.  Mencari peluang-peluang investasi baru dalam upaya pengembangan infrastruktur SDA. terutama pada lintas utama dan wilayah perkotaan khususnya 8 (delapan) kota metropolitan. serta mengurangi kesenjangan dalam pulau maupun antara kota dan desa. Mengupayakan pengarusutamaan gender dalam proses pelaksanaan kegiatan bidang SDA. daerah tertinggal. b. baik dari segi akses.  Mengantisipasi pertumbuhan prosentase kendaraan dibandingkan jalan yang telah mencapai 11: 0. Tantangan pembangunan sub bidang jalan  Pemenuhan kebutuhan prasarana jalan yang berbasiskan pada tata ruang dan sistem transportasi nasional harus memenuhi standar keselamatan jalan dan berwawasan lingkungan dalam menunjang sektor riil. disamping juga memenuhi kebutuhan aksesibilitas kawasan produksi dan industri serta outlet.2014 . partisipasi. keseimbangan pembangunan antarwilayah terutama percepatan pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI). maupun kesalahan penggunaan dan pemanfaatan jalan.  Meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna maupun pemanfaat jalan dalam memanfaatkan prasarana jalan yang tersedia. 36 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan sistem logistik nasional dalam rangka pencapaian MDGs.  Meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan serta operasi dan pemeliharaan prasarana jalan untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap prasarana jalan yang ada. dan meningkatkan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan jalan.4 (pendekatan demand approach) yang terus akan mengalami peningkatan seiring perkembangan dan kompetisi global. fasilitasi jalan daerah.  Mempertahankan peran dan fungsi prasarana jaringan jalan sebagai pengungkit dan pengunci dalam pengembangan wilayah di antara berbagai gangguan bencana alam. Sub Bidang Bina Marga (Jalan) 1. daerah perbatasan.  Menjaga integrasi nasional melalui sistem jaringan jalan nasional.

Denpasar. Makassar. Palembang. Lintas Selatan Kalimantan. yaitu Lintas Timur Sumatera. kontrol. Isu strategis sub bidang jalan  Jaringan jalan di lintas utama 4 (empat) pulau besar. Jakarta. Pantai Utara Jawa. baik dari segi akses. Bandung. Demikian pula jalan akses yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan nasional. partisipasi.  Jaringan jalan tol Trans Jawa (koridor Jakarta – Surabaya) yang masih belum tersambung dalam mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi. Semarang. pelabuhan laut (outlet) dan pelabuhan udara yang masih mengalami kemacetan. dan Lintas Barat Sulawesi masih belum memadai dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Surabaya. dan 11 (sebelas) ruas strategis di Papua masih sangat kurang dalam mendukung pengembangan potensi wilayah. 2.  Sebagian ruas-ruas baru yang dibangun belum dapat berfungsi karena hambatan penyediaan tanah dan kekurangan alokasi dana. dan Banjarmasin) dan kota-kota non-metropolitan. maupun manfaatnya.2014 37 BAB 2 . rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Mengupayakan pengarusutamaan jender dalam proses pelaksanaan kegiatan sub-bidang jalan. KONDISI DAN TANTANGAN  Masih banyaknya titik kemacetan lalu-lintas pada jaringan jalan di perkotaan terutama di 9 (sembilan) kota metropolitan (Medan. seperti kawasan industri.

 Pembebanan berlebih (overloading) masih terjadi terutama pada lintas Pantura Jawa dan lintas Timur Sumatera. Sub Bidang ke-Cipta Karya-an (Infrastruktur Permukiman) 1.  Meningkatkan/mempertahankan tingkat kenyamanan prasarana jalan di tengah-tengah keterbatasan alokasi pendanaan untuk penanganan jaringan jalan. 38 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 c. dan kawasan di sepanjang koridor jaringan jalan). pembagian kewenangan.  Menyelaraskan pembangunan prasarana jalan dengan dengan amanat RTRWN. jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota serta penyelenggaraan regulasi. ruang pengawasan jalan.  Memperluas akses pelayanan sanitasi dan peningkatan kualitas fasilitas sanitasi masyarakat yang akan berpengaruh terhadap kualitas kehidupan dan daya saing sebuah kota dan sebagai bagian dari jasa layanan publik dan kesehatan. meningkatkan kesejahteraan.2014 . yang meliputi pemantapan jaringan jalan arteri dan kolektor primer. dan menjaga pertahanan nasional.  Meningkatkan aksesibilitas bagi daerah terisolasi dan terpencil. sementara konflik sosial yang berkaitan dengan pengelolaan TPA sampah sampai saat ini masih sering terjadi di samping ketersediaan sarana dan prasarana persampahan yang masih belum memadai. ruang milik. serta jaringan jalan di kawasan perbatasan dan di pulau-pulau terdepan/terluar terutama pintu gerbang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena belum sepenuhnya berfungsi untuk mendukung transportasi lintas pulau dan melayani mobilitas dan aksesibilitas masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah. kelembagaan. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang masih rendah. dan perijinan pemanfaatan ruang jalan (ruang manfaat. Tantangan pembangunan sub bidang ke-Cipta Karya-an  Perlunya menetapkan target-target kinerja yang lebih jelas untuk meningkatkan kinerja TPA yang berwawasan lingkungan di kota metropolitan/ besar yang sampai saat ini masih belum menuai hasil yang optimal.  Makin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek kesehatan akan menuntut pelayanan sanitasi sesuai dengan kriteria kesehatan dan standar teknis.  Meningkatkan koordinasi kelembagaan penyelenggaraan jalan antara penyelenggaraan jalan nasional.  Meningkatkan keterpaduan penanganan drainase dari lingkungan terkecil hingga wilayah yang lebih luas dalam satu wilayah administrasi maupun antar kabupaten/kota dan provinsi. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

3 persen penduduk Indonesia akan mendiami kawasan perkotaan. rata-rata sekitar 820.  Melanjutkan program pengembangan kawasan agropolitan.  Angka kemiskinan perkotaan yang masih tinggi. b. c) Diperkirakan pada tahun 2025 nanti 68. b) Saat ini penduduk perkotaan mencapai 50% dari total penduduk nasional.  Mendorong penerapan konsep gedung ramah lingkungan (green building) untuk mengendalikan penggunaan energi sekaligus mengurangi emisi gas dan efek rumah kaca dalam kerangka mitigasi dan adaptasi terhadap isu pemanasan global. Isu strategis sub bidang ke-Cipta Karya-an  Proporsi penduduk perkotaan yang bertambah a) Arus urbanisasi perkotaan mengalami peningkatan yang amat tajam. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Memenuhi backlog perumahan sebesar 6 juta unit sebagai akibat dari terjadinya penambahan kebutuhan rumah akibat penambahan keluarga baru. kekumuhan. partisipasi.  Meningkatkan kesadaran masyarakat agar dalam membangun bangunan gedung memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat meminimalkan terjadinya banjir. menengah.2014 39 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .000 unit rumah setiap tahunnya.  Meningkatkan pengendalian pemanfaatan ruang khususnya pemanfaatan ruang bagi permukiman. besar. dan rawan kriminalitas.  Mengupayakan pengarusutamaan jender dalam proses pelaksanaan kegiatan sub-bidang infrastruktur permukiman.  Menyelaraskan pertumbuhan pembangunan kota-kota metropolitan. dan kecil mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional. longsor. maupun manfaatnya. Mendorong dan meningkatkan keterlibatan dunia usaha (swasta) dalam pendanaan pembangunan prasarana air minum.  Mengembangkan kemampuan masyarakat dalam penyediaan air minum baik dalam pengolahan maupun pembiayaan penyediaan air minum. baik dari segi akses. kontrol.  Meningkatkan keandalan bangunan baik terhadap gempa maupun kebakaran melalui pemenuhan persyaratan teknis dan persyaratan administrasi/perizinan.

25 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di kawasan kumuh yang terletak di kawasan perkotaan dengan luas mencapai sekitar 54.  Daya saing kota dan demokratisasi a) Di era globalisasi saat ini.  Desentralisasi a) Persebaran kota di Indonesia saat ini lebih banyak terpusat di Pulau Jawa. atau hanya 3. 40 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . mampu menyumbang 30% dari total PDB nasional.  Perubahan Iklim dan bencana alam a) Meningkatnya temperatur rata-rata bumi dan meningkatnya permukaan air laut menimbulkan bahaya banjir. b) Bentuk persaingan pun bergeser dari comparative advantages menuju ke era competitive advantages. pembangunan yang ekspansif dan tidak terencana justru akan membahayakan daya dukung kota. terutama di kota-kota besar dan metropolitan. di bawah dan di atas tanah kawasan perkotaan. atau 9% dari total jumlah daerah otonom.a) Angka kemiskinan penduduk perkotaan mengalami kenaikan relatif tinggi akibat krisis finansial lokal dan global. b) Saat ini sekitar 18% atau 21. mempunyai sumbangan 40% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. desentralisasi berhasil membawa pemerintah daerah dalam nuansa kompetisi yang kondusif untuk mendorong pembangunan perkotaan di masing-masing daerah.2014 .  Kerusakan lingkungan hidup a) Meningkat dan tidak terkendalinya penggunaan ruang dan sumber daya alam di permukaan.  Kota sebagai engine of growth a) Kota-kota besar dan menengah yang berjumlah 37 kota.000 Hektar. b) Posisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire memerlukan perencanaan permukiman yang terarah dan berkelanjutan. c) Di sisi lain.4% dari total jumlah daerah otonom. b) Sementara kota-kota besar saja. kota-kota di Indonesia tidak hanya harus bersaing dengan kota-kota di dalam negeri semata. b) Di satu sisi. yang hanya berjumlah 14 kota.

d. pemberdayaan.  Pembinaan jasa konstruksi selama ini dipersepsikan secara sempit sebagai rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . sejalan dengan meningkatnya perhatian dan harapan berbagai pihak terhadap jasa konstruksi. b) Jika aspek modal sosial tidak diperhitungkan. pemerintah perlu terus meningkatkan pembinaan jasa konstruksi baik dalam bentuk pengaturan. maka investasi yang dilakukan tidak mendorong peningkatan kesejahteraan. Tantangan ke depan. Sub Bidang Jasa Konstruksi 1.2014 41 BAB 2 .KONDISI DAN TANTANGAN  Modal sosial a) Penduduk dan kekayaan bangsa merupakan potensi modal sosial. maupun pengawasan sesuai lingkup pembinaan yang telah diuraikan di muka. Tantangan pembangunan sub bidang jasa konstruksi  Badan Pembinaan Konstruksi (BP Konstruksi) Kementerian PU menerima mandat sebagai pembina jasa konstruksi nasional untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi.

Selain itu. justru dikuasai oleh kontraktor asing terutama di sektor migas.  Dari sekitar 145 ribu kontraktor di Indonesia hampir semuanya memperebutkan 40% pangsa pasar jasa konstruksi nasional yang umumnya disediakan pemerintah (APBN dan APBD). 601/2006 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi di Daerah dengan membentuk Tim Pembina yang mengkoordinasikan pembinaan jasa konstruksi daerah dan pengalokasian APBD untuk pembinaan jasa konstruksi perlu mendapat apresiasi yang positif. Hal ini terjadi di antaranya karena PP 41/2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa pembinaan jasa konstruksi termasuk dalam rumpun urusan pekerjaan umum.bagian dari tugas Kementerian PU semata dan belum menjadi tanggung jawab semua pihak sesuai tugas dan kewenangannya. Sedangkan 60% pasar jasa konstruksi Indonesia lainnya. Namun sayangnya unit struktural pembina jasa konstruksi daerah yang telah terbentuk belum seluruhnya efektif.  Berbagai kebijakan percepatan investasi swasta beserta dukungan Pemerintah yang dapat disediakan belum berjalan efektif. Termasuk perlunya memperkuat para pelaku usaha konstruksi kecil dan menengah antara lain yang disebabkan oleh lemahnya penguasaan teknologi dan akses permodalan Badan Usaha Jasa Konstruksi.  Masih belum dimilikinya data base peralatan dan material konstruksi di tiaptiap provinsi secara lengkap.2014 .  Masih seringnya terjadi kegagalan bangunan dan mutu konstruksi yang tidak sesuai standar teknis yang di antaranya disebabkan oleh lemahnya pengawasan dan belum konsistennya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (SMK3 Konstruksi) serta Sistem Manajemen Mutu Konstruksi (SMM Konstruksi) yang belum berjalan secara konsisten. 42 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan jasa konstruksi sebagai tindak lanjut Surat Edaran Mendagri No.  Asosiasi konstruksi juga masih lebih cenderung mengutamakan kepentingankepentingan jangka pendek kelompok masing-masing. sementara forum jasa konstruksi belum efektif dalam menumbuhkembangkan usaha jasa konstruksi nasional serta memberi masukan bagi Pemerintah dalam menyelenggarakan pembinaan jasa konstruksi. petunjuk teknis mengenai pembentukan unit struktural pembina jasa konstruksi di daerah belum tersedia dan Tim Pembina jasa konstruksi di tingkat pusat sesuai PP 30/2000 yang bertugas untuk mengkoordinasikan pembinaan jasa konstruksi antar Kementerian dan LPND terkait belum terbentuk.  Memperkuat pasar konstruksi dan meningkatkan profesionalisme industri konstruksi. Sementara itu permintaan keterlibatan badan usaha/tenaga kerja konstruksi Indonesia di luar negeri terus meningkat.

Isu strategis sub bidang jasa konstruksi investasi infrastruktur belum KONDISI DAN TANTANGAN  Meningkatkan kompetensi SDM konstruksi Indonesia dalam skala nasional maupun skala internasional. sehingga langsung atau tidak langsung menyebabkan tenaga ahli dan tenaga terampil bidang konstruksi masih jauh dari cukup yang di antaranya disebabkan oleh pelaksanaan assessment sertifikasi belum sesuai ketentuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). 2.  Berbagai kebutuhan dana investasi infrastruktur yang harus dipenuhi dari investasi swasta (financing gap sebesar Rp 978 Triliun). Kementerian Pekerjaan Umum perlu melakukan pelatihan berbasis kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi internasional bagi lulusan perguruan tinggi yang akan bekerja di sektor konstruksi sehingga lulusannya memiliki kompetensi berstandar internasional. Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi masih menghadapi permasalahan pada proses sertifikasi yang masih kurang obyektif dan mahal.2014 43 BAB 2 .  Meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi menuju tenaga ahli dan tenaga terampil bidang konstruksi yang berdaya saing tinggi sesuai SKKNI. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Berbagai potensi sumber pendanaan dimanfaatkan secara maksimal.

Kondisi ini telah membuat persaingan di industri konstruksi belum sepenuhnya berdasarkan kompetensi dan profesionalisme. dan nepotisme (KKN) dalam industri konstruksi nasional dan perilaku bisnis jasa konstruksi masih menjadi sorotan publik sampai saat ini.  Penerapan konsep sustainable/green construction yang merupakan proses konstruksi yang menggunakan metode/konsep serta bahan bangunan yang tepat. tetapi lebih berdasarkan pada kemampuan negosiasi atau lobby.  Meningkatkan kualitas lembaga pelatihan dan lembaga uji/sertifikasi dalam proses pelatihan dan sertifikasi. kemudahan. dan akses dalam memperoleh jaminan pertanggungan risiko. sehingga menyebabkan kualitas konstruksi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana pelatihan mengacu pada kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi (kondisi prasarana dan sarana pelatihan saat ini sangat jauh tertinggal dibandingkan beberapa negara tetangga). korupsi. efisien. dan ramah lingkungan di bidang pembangunan konstruksi dalam rangka merespon pemanasan global.2014 . pelayanan.  Lemahnya akses permodalan Badan Usaha Jasa Konstruksi dan belum adanya lembaga pertanggungan untuk memberikan prioritas. dengan pengembangan sarana dan prasarana pelatihan dan pendampingan instruktur dan asesor yang berkualitas. 44 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Praktik-praktik kolusi.

Bidang Penataan Ruang 1. Peraturan Presiden. yaitu Peraturan Pemerintah. serta Perda RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan amanat Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 tentang Recana Tata Ruang Wilayah Nasional.  Perlunya berbagai inovasi pola pembiayaan investasi infrastruktur.  Otonomi daerah sebagai instrumen desentralisasi akan menjadi pendorong perdagangan jasa konstruksi nasional dengan diterapkannya kebijakan penanaman modal langsung ke daerah. kontrol.  Melakukan pembinaan penataan ruang. khususnya infrastruktur pekerjaan umum. partisipasi. Oleh karena itu perlu upaya pembinaan perusahaan jasa konstruksi melalui penerapan kualifikasi/klasifikasi persyaratan kemampuan dalam pendirian badan usaha jasa konstruksi. Pasar jasa konstruksi nasional masih terdistorsi akibat ketidakseimbangan antara supply dan demand. baik di pasar domestik. Kawasan Strategis Nasional. KONDISI DAN TANTANGAN e. maupun di pasar internasional. prosedur dan kriteria (NSPK) di bidang penataan ruang untuk mendukung implementasi penataan ruang di lapangan.  Pengarusutamaan gender dalam proses pelaksanaan kegiatan subbidang jasa konstruksi. standar.2014 45 BAB 2 . maupun manfaatnya. Yang lebih penting adalah menyiapkan penyedia jasa konstruksi yang berdaya saing tinggi. khususnya dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan serta peningkatan kemampuan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Liberalisasi perdagangan jasa konstruksi merupakan suatu proses yang sedang berjalan dan tidak perlu diperdebatkan apakah Indonesia siap atau tidak siap. Tantangan pembangunan bidang penataan ruang  Menyelesaikan dan melengkapi peraturan operasionalisasi Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.  Perlunya mendorong dan memfasilitasi pemanfaatan sumber-sumber pendanaan investasi infrastruktur yang tersedia.  Perlunya mempertajam kebijakan dukungan Pemerintah dalam kerangka Public Private Partnership (PPP) agar kebijakan yang ada dapat berjalan efektif.  Melakukan percepatan penyelesaian Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Pulau / Kepulauan. serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. dan Peraturan Menteri berupa norma. baik dari segi akses.

 Meningkatnya jumlah Daerah Aliran Sungai yang kritis yang ditandai dengan berkurangnya luas kawasan hutan dan menurunnya proporsi ruang terbuka hijau di perkotaan.  Melakukan pengawasan penyelenggaraan penataan ruang baik di tingkat pusat dan daerah dalam rangka menjamin kesesuaian antara rencana tata ruang dan implementasinya. tsunami. Kalimantan dan Sulawesi akibat belum meratanya infrastruktur.  Masih tingginya ketimpangan antar wilayah di bagian barat dan timur Indonesia serta masihn banyaknya jumlah kawasan tertinggal di pulau Sumatera. baik berupa kawasan industri maupun permukiman. longsor. terutama dari kawasan hutan dan pertanian menjadi daerah terbangun. untuk menjamin pelaksanaaan RTR yang semakin berkualitas serta dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang yang efektif. baik di tingkat pusat maupun di daerah. antar wilayah dan antar pemangku kepentingan. Isu strategis bidang penataan ruang  Tingginya alih fungsi lahan. 2. gempa bumi. kemacetan lalulintas dan tingginya PKL dan sektor informal. Jawa.  Meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana banjir.  Meningkatkan efektivitas pengendalian pemanfaatan ruang melalui penetapan peraturan zonasi. yang ditandai dengan masih banyaknya kawasan kumuh perkotaan.  Meningkatkan kualitas pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang terutama melalui dukungan sistem informasi dan monitoring penataan ruang di daerah untuk mengurangi terjadinya konflik pemanfaatan ruang antar sektor. 46 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . perijinan dan pemberian insentif serta pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. dan kekeringan.2014 .  Perlunya mendorong terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan untuk menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Makin meningkatnya urbanisasi dan jumlah penduduk perkotaan yang belum diimbangi dengan kualitas penyediaan infrastruktur permukiman dan infrastruktur perkotaan yang memadai. yang diperburuk dengan adanya dampak perubahan iklim berupa kenaikan muka air laut dan siklus hidrologi yang ekstrim.aparat perencana maupun pelaksana pengendalian pemanfaatan ruang.

(iv) memperbaiki kualitas air baku (aplikasi UU SDA). UU Sampah). (viii) meningkatkan cakupan pelayanan prasarana dasar (aplikasi UU SDA. (iii) memperbaiki sistem manajemen SDM untuk meningkatkan kompetensi peneliti dan perekayasa bidang PU dan permukiman. (v) menurunkan Biaya Operasi Kendaraan (Aplikasi UU Jalan).f. (ii) perbaikan proses kerja untuk meningkatkan kinerja Litbangrap IPTEK.  Mempercepat proses standardisasi untuk menambah jumlah SNI maupun pedoman di bidang bahan konstruksi bangunan dan rekayasa sipil yang dapat mengantisipasi semakin meningkatnya proteksi produk dan standar oleh negara lain. dan (v) pelaksanaan pengarusutamaan jender. (iv) keseimbangan antara beban. (ii) meningkatkan efisiensi dan efektifitas pendayagunaan air irigasi.  Melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga litbang internasional dalam rangka meningkatkan kompetensi lembaga maupun SDM litbang dalam mengantisipasi dampak pemanasan dan perubahan iklim global. tanggungjawab.2014 47 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . dan insentif masih perlu diperbaiki. (iii) mengurangi kelangkaan air baku. (vii) meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. dan (ix) pemanfaatan bahan lokal dan potensi wilayah.  Memanfaatkan peluang riset insentif (kegiatan riset yang didanai oleh Depdiknas bukan oleh Kementerian PU) untuk meningkatkan pengalaman dan keahlian para calon peneliti dan perekayasa sehingga dapat mengurangi kesenjangan keahlian akibat kebijakan zero growth. Penelitian dan Pengembangan (Litbang) 1. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Tantangan aspek litbang  Menyediakan IPTEK siap pakai untuk: (i) meningkatkan akses masyarakat terhadap upaya upaya pengendalian pemanfaatan ruang termasuk mitigasi dan adaptasi terhadap bencana.  Memenuhi tuntutan Reformasi Birokrasi penyelenggaraan Litbangrap IPTEK yang meliputi: (i) perbaikan struktur organisasi agar tepat fungsi dan tepat ukuran. khususnya terhadap penyediaan dan kualitas pelayanan infrastruktur bidang PU dan permukiman. asosiasi.  Memperluas simpul-simpul pemasyarakatan IPTEK PU. Standar bahan konstruksi bangunan dan rekayasa sipil termasuk memperluas kontribusi perguruan tinggi. dan media informasi dalam proses pelaksanaannya.

bangunan gedung. dan (v) lembaga litbang negara lain dalam mendukung proyek-proyek internasional di Indonesia. pabrik-pabrik).aspek: (i) penggunaan atau pemanfaatan air baku untuk irigasi. pemasyarakatan dan penerapan serta pengawasan pemanfaatan standar bahan konstruksi bangunan dan rekayasa sipil. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Optimalisasi pemanfaatan pilihan pilihan IPTEK infrastruktur PU dan permukiman siap pakai oleh para stakeholders di pusat dan daerah. (iii) penanggulangan daya rusak air. dan (iv) pengendalian banjir di musim hujan dan frekuensi kebakaran di musim kemarau.  Mitigasi dan adaptasi dampak pemanasan global. Isu strategis pada aspek penelitian dan pengembangan  Inovasi iptek untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global khususnya aspek.  Meningkatnya proteksi teknologi luar negeri dan perluasan pemasarannya di dalam negeri yang dilakukan melalui mekanisme standardisasi produk dan diberlakukan di tingkat regional. air minum dan industri. (ii) mekanisme pinjaman lunak yang dikemas seolah-olah merupakan bantuan. (iii) persyaratan perjanjian pinjaman.  Masuknya teknologi luar melalui: (i) investasi modal asing. dan percepatan penanganan kawasan tertinggal.2014 .48 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 2. dan penataan kawasan. dan perlunya penyiapan peta kontribusi infrastruktur terhadap pemanasan global.  Pemanfaatan potensi Perguruan tinggi dan asosiasi profesi/tenaga ahli untuk mempercepat penyusunan. (ii) penghematan dan konsevasi air. (iv) standardisasi. terutama untuk pemenuhan cakupan pelayanan dasar. termasuk pencemaran udara yang berasal dari sumber bergerak (kendaraan) maupun sumber tetap (tempat pembuangan sampah.

Pengawasan 1.  Masih belum sepenuhnya dilaksanakan penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan pembangunan sarana dan prasarana infrasruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman pada masing-masing unit kerja di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Isu strategis pada aspek pengawasan  Mengurangi kebocoran. sehingga diperlukan langkah-langkah reformasi birokrasi yang strategis dan terintegrasi  Kapasitas institusi Kementerian PU memiliki keterbatasan. KONDISI DAN TANTANGAN h. Isu strategis pada Sekretariat Jenderal  Kualitas dan produktivitas SDM belum cukup memadai. Sekretariat Jenderal 1. implementasi dan evaluasi program dan kegiatan. meningkatkan kualitas infrastruktur dan mengayomi pelaksana yang telah bekerja dengan baik dan benar.2014 49 BAB 2 .  Diperlukan sinkronisasi dan koordinasi yang lebih baik dalam perencanaan. Meningkatnya pembajakan teknologi yang sedang dalam proses penelitian maupun yang telah selesai diteliti sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). g. antar bidang.antar sub-bidang serta antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka menentukan keberlangsungan pengelolaan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Diperlukan peningkatan tertib administrasi sesuai dengan perkembangan pembangunan dan daya kritis masyarakat yang terus berkembang belum sepenuhnya efektif.sehingga diperlukan langkah-langkah reformasi birokrasi yang strategis dan terintegrasi  Diperlukan koordinasi internal yang kuat: antarfungsi manajemen.  Masih adanya hasil pembangunan sarana dan prasarana bidang pekerjaan umum dan permukiman yang kualitasnya masih rendah dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan serta tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. seperti ukuran organisasi yang dirasakan masih terlalu gemuk dan struktur yang belum sepenuhnya efektif. sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai yang dijiwai semangat kewirausahaan untuk menjadi basis bagi pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan pelanggan/pengguna.  Masih lemahnya sistem Pengendalian Internal di masing-masing unit kerja.

 Pengembangan kapasitas SDM Kementerian PU untuk mendukung perubahan peran Kementerian PU ke depan yang diharapkan berubah dari yang semula lebih dominan sebagai operator-regulator menjadi dominan regulator-fasilitator. masih terkesan hanya mengelola supply belum mengelola demand. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . masih bersifat manajemen proyek belum manajemen aset. kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. dengan kapasitas inovasi dan kreativitas yang masih terbatas. 2.  Reformasi birokrasi dalam rangka mencapai 3 (tiga) strategic goals Kementerian PU.2014 . Kelembagaan dan SDM 1. materi harus up to date serta menggunakan teknologi informasi.  Pengelolaan: Masih sangat birokratik belum inovatif (ala korporasi).  Diperlukan reformasi peraturan perundang-undangan untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan administrasi.melalui prinsip-prinsip good governance. Isu strategis aspek kelembagaan dan SDM  Praktik penyelenggaraan ke-PU-an ke depan tidak lagi diwarnai oleh sistem yang birokratis. dan kontribusi bagi peningkatan kualitas lingkungan.  Pengelolaan aset infrastruktur nasional (pusat dan daerah) bidang ke-PUan belum cukup baik sehingga perlu ada strategi pengamanan fisik dan dokumen aset yang baik.  Materi kediklatan perlu disesuaikan dengan teknologi baru. yaitu: kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.  Peningkatan koordinasi penyelenggaraan infrastuktur pekerjaan umum antartingkatan pemerintahan dan antarpelaku pembangunan. 50 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 i. kurang fleksibel. Tantangan pembangunan aspek kelembagaan dan SDM  Peningkatan kebutuhan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman di berbagai wilayah dan kualitas pelayanannya kepada masyarakat.  Penyelenggaraan good governance yang efektif untuk mengimbangi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pembangunan.  Diperlukan penyusunan produk-produk kajian untuk pimpinan Kementerian yang sifatnya early warning/pemecahan masalah yang mendesak dan produk-produk yang sifatnya permintaan pimpinan Kementerian.

 Koordinasi dan kerjasama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah ke depan akan semakin penting dalam menentukan keberlangsungan pengelolaan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan infrastruktur di daerah. sementara pada tahun 2005 berjumlah 5.  Kualitas dan produktivitas SDM aparatur saat ini tidak cukup memadai untuk menjalankan tugas dan fungsi Kementerian PU. di mana saat ini jumlah pegawai telah mencapai 20.2014 51 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Kegiatan pengelolaan infrastruktur masih terkonsentrasi pada aspek pembangunan. seperti ukuran organisasi yang dirasakan masih terlalu gemuk dan struktur yang belum sepenuhnya efektif.000 pegawai.000 pegawai.  Kapasitas institusi Kementerian PU memiliki keterbatasan. sedangkan kuantitas SDM aparatur telah melampaui kebutuhan nyata. belum memperhatikan aspek pemanfaatan dan pengembangan aset. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

DAN TUJUAN BAB 3 .VISI. MISI.

53 . Kondisi dan fungsi sarana dan prasarana sumber daya air yang dapat memberikan pelayanan yang mendukung terwujudnya kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan. Makna dari infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman yang andal merupakan perwujudan dari tingkat ketersediaan dan pelayanan bidang pekerjaan umum dan permukiman yang penjabarannya meliputi: 1. Pelayanan prasarana dan sarana sanitasi yang terpadu dan menggunakan metode yang ramah lingkungan serta sesuai standar teknis. keselamatan dan kecepatan tempuh rata-rata. dan kontinuitas yaitu penyediaan air minum yang memenuhi standar baku mutu dan kesehatan manusia dan dalam jumlah yang memadai serta jaminan pengaliran 24 (dua puluh empat) jam per hari. kondisi jalan. Pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas. Pelayanan jalan yang memenuhi standar pelayanan minimum yang mencakup aspek aksesibilitas (kemudahan pencapaian). Visi tersebut merupakan sebuah gambaran yang akan diwujudkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2025. dimana infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang terbangun telah memenuhi kualifikasi teknis sesuai perkembangan dan kemajuan teknologi serta beroperasi secara optimal seiring dengan tuntutan kualitas kehidupan masyarakat. 2. 3. mobilitas. kuantitas.3. 4.1. VISI KEMENTERIAN PU P embangunan infrastrukur pekerjaan umum diselenggarakan dalam rangka mencapai visi jangka panjang: “Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025”.

2. Menyelenggarakan industri konstruksi yang kompetitif dengan menjamin adanya keterpaduan pengelolaan sektor konstruksi. proses penyelenggaraan konstruksi yang baik dan menjadikan pelaku sektor konstruksi tumbuh dan berkembang. 3. sehingga tercipta kehidupan yang aman.2. 54 VISI. Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan penyediaan jaringan jalan yang andal. yaitu: 1. produktif dan berkelanjutan yang mencerminkan keadaan masyarakat yang semakin sejahtera. ditetapkan Misi Kementerian PU tahun 2010 – 2014. Jasa konstruksi nasional yang berdaya saing dan mampu menyelenggarakan pekerjaan konstruksi yang lebih efektif dan efisien. Menyelenggarakan pengelolaan SDA secara efektif dan optimal untuk meningkatkan kelestarian fungsi dan keberlanjutan pemanfaatan SDA serta mengurangi resiko daya rusak air. Bangunan gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan. kenyamanan dan kemudahan. andal dan berkelanjutan. 4. terpadu dan berkelanjutan. Mewujudkan penataan ruang sebagai acuan matra spasial dari pembangunan nasional dan daerah serta keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis penataan ruang dalam rangka pembangunan berkelanjutan.2014 .5. MISI KEMENTERIAN PU erdasarkan mandat yang diemban oleh Kementerian PU sebagaimana yang tercantum di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 dan sejalan dengan tugas dan fungsi Kementerian PU. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang layak huni dan produktif melalui pembinaan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur permukiman yang terpadu. dan 7. Penyusunan program dan pelaksanaan pembangunan semua infrastruktur PU dan permukiman yang andal tersebut berbasis penataan ruang. kesehatan. B rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Kondisi dan kualitas pelayanan tersebut dibarengi dengan cakupan pelayanan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang semakin luas. MISI DAN TUJUAN BAB 3 3. 5. 6. merata dan berkeadilan. maka untuk mencapai Visi Kementerian PU “Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025 ”. nyaman.

Meminimalkan penyimpangan dan praktik-praktik KKN di lingkungan Kementerian PU dengan meningkatkan kualitas pemeriksaan dan pengawasan profesional. TUJUAN KEMENTERIAN PU S ebagai penjabaran atas visi Kementerian PU.3.2014 55 BAB 3 . standar.6. 8. 2. nyaman. Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. norma. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. manual dan/atau kriteria pendukung infrastruktur PU dan permukiman. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi. terintegrasi serta inovatif dengan menerapkan prinsipprinsip good governance. 7. Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi. ketahanan pangan. 3. 5. produktif dan berkelanjutan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pedoman. Menyelenggarakan dukungan manajemen fungsional dan sumber daya yang akuntabel dan kompeten. 3. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. 4. MISI DAN TUJUAN 1. maka tujuan yang akan dicapai oleh Kementerian PU dalam periode lima tahun ke depan adalah: VISI. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan serta Penerapan: IPTEK. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum.

3. 3. dan Kriteria NSPK bidang penataan ruang sesuai amanat RTRWN. serta meningkatnya pelayanan sanitasi sistem terpusat dan sistem berbasis masyarakat bagi penduduk perkotaan. 6. serta penerapan 3R (Reduce. maupun kebutuhan pertanian dalam rangka mempertahankan swasembada pangan serta kebutuhan sektor-sektor untuk meningkatkan produktivitas sektor produksi melalui pembangun/peningkatan/rehabilitasi serta operasi dan pemeliharaan bendungan. 4.2014 . SASARAN KEMENTERIAN PU 3. MISI DAN TUJUAN BAB 3 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . waduk/embung/bangunan penampung air lainnya serta prasarana penyediaan air baku. 2. kualitas. Reuse.1 Sasaran Kementerian Sasaran Kementerian PU dalam periode 2010-2014 secara keseluruhan akan meliputi sasaran-sasaran sebagai berikut: 1. Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan kualitas lingkungan permukiman melalui pengembangan sistem jaringan penyediaan air minum untuk mendukung peningkatan tingkat pelayanan penduduk perkotaan dan penduduk perdesaan. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam setiap penyusunan Rencana Tata Ruang (RTR) serta penerbitan Peraturan Presiden tentang RTR Pulau/ Kepulauan dan peraturan pendukungnya berupa Norma. 5. Meningkatnya kemampuan pemerintah daerah dan stakeholders jasa konstruksi serta masyarakat untuk mendukung tercapainya penguasaan pangsa pasar 56 VISI.4. Standar. meningkatnya sistem pengelolaan drainase untuk mendukung pengurangan luas genangan di perkotaan serta meningkatnya sistem pengelolaan persampahan untuk mendukung peningkatan tingkat pelayanan penduduk. Recycle) di perkotaan. dan kontinuitas) guna pemenuhan berbagai kebutuhan baik untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum guna mendukung target MDGs 2015. Meningkatnya ketersediaan air baku yang memadai (kuantitas. Meningkatnya kualitas pengendalian banjir secara terpadu dari hulu ke hilir dalam satu wilayah dan perlindungan kawasan di sepanjang garis pantai dari bahaya abrasi. dan meningkatnya kualitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. jaringan irigasi dan jaringan rawa. Prosedur.4. Meningkatnya efisiensi sistem jaringan jalan di dalam sistem transportasi yang mendukung perekonomian nasional dan sosial masyarakat serta pengembangan wilayah melalui preservasi dan peningkatan kapasitas jalan lintas wilayah serta pembangunan Jalan Tol Trans Jawa.

dan terselesaikannya norma. produktif dan berkelanjutan. VISI. Meningkatnya kapasitas jalan nasional sepanjang 19. Meningkatnya layanan jaringan irigasi dan rawa. Sasaran 1. dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan.4. Sasaran Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang. 3. ketahanan pangan. dengan outcome-nya: Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah. Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan. prosedur. 4. sosial dan lingkungan akibat kegagalan konstruksi/bangunan melalui peningkatan sistem pembinaan teknis dan usaha jasa konstruksi. ketahanan air dan ketahanan energi. dengan outcome-nya: a. nyaman. 2. Meningkatnya panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir. dengan outcomenya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. MISI DAN TUJUAN 2). dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. standar. 3.370 km.2014 57 BAB 3 .domestik oleh pelaku konstruksi nasional serta pengurangan jumlah dan dampak ekonomi.2 Sasaran Strategis Adapun sasaran strategis berdasarkan 5 (lima) tujuan Kementerian PU yang akan dicapai meliputi: 1). Tujuan 1 Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun. b. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Tujuan 2 Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.

Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap. 3). Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. dengan outcome-nya: a. 58 VISI. Meningkatnya kualitas layanan jalan nasional dan pengelolaan jalan daerah. Terlaksananya pembangunan rusunawa. Meningkatnya penggunaan jalan nasional. Tujuan 3 Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.2014 . c. Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. e. Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan. Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM. Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi. Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan. dengan outcome-nya: a. 2. c. c. b. dengan outcome-nya: a. Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang. b. Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan. Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional. Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat. d. Meningkatnya cakupan pelayanan air minum. d. b. dengan outcome-nya: a. Sasaran 1. Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan. Berkurangnya potensi timbunan sampah. MISI DAN TUJUAN BAB 3 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 3.5.

informasi dan komunikasi publik. dengan outcomenya: Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU. MISI DAN TUJUAN 5). Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. 4. dengan outcome-nya: Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. VISI. administrasi dan kualitas perencanaan. Meningkatnya kualitas pengaturan.b. Menurunnya kesenjangan antar wilayah. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum. Tujuan 4 Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Sasaran 1. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur. 4). b. pengelolaan data. dengan outcomenya: Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. pengaturan. Sasaran Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. dengan outcome-nya: Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. 2. Korupsi dan Nepotisme (KKN). 3. dengan outcome-nya: a. Meningkatnya koordinasi. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). Tujuan 5 Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi.2014 59 BAB 3 . pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman. Meningkatnya kualitas prasarana. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Tersedianya infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak.

Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stake holder. dengan outcome-nya: a. c. Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang.4. 5. Meningkatnya kualitas kelembagaan. Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional. SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi pusat dan daerah. andal. b. MISI DAN TUJUAN BAB 3 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai. Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi di pusat dan daerah. c. Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholder.2014 . Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stake holder. Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai. b. e. dengan outcome-nya: a. 60 VISI. Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh. berdaya saing tinggi. d.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . MISI DAN TUJUAN BAB 3 .2014 61 VISI.

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 .

S 63 . MAJU. dan dipercepatnya pengembangan pusat-pusat pertumbuhan potensial di luar Jawa. dan antardaerah. Daya saing perekonomian meningkat antara lain melalui percepatan pembangunan infrastruktur dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha yang antara lain didukung oleh pengembangan jaringan infrastruktur transportasi. maka tugas Kementerian PU yang secara eksplisit dinyatakan di dalam sasaran-sasaran pokok dan arahan pembangunan nasional secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 4. mandiri. ARAHAN RPJPN DAN RPJMN BIDANG PU ebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025. dan adil sebagai landasan bagi tahap pembangunan berikutnya menuju masyarakat adil dan makmur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945. Kesejahteraan rakyat terus meningkat yang ditunjukkan dari menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran.4. cepat. dan akuntabel makin meningkat yang ditandai dengan terpenuhinya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintahan. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kementerian PU. menurunnya kesenjangan kesejahteraan antarindividu. ADIL DAN MAKMUR. Visi pembangunan nasional tahun 2005–2025 adalah: INDONESIA YANG MANDIRI. pengembangan sumber daya air dan pengembangan infrastruktur perumahan dan permukiman.1. Adapun tahapan dan skala prioritas utama dalam RPJPN untuk RPJM tahap ke-2 (2010 – 2014) untuk bidang pekerjaan umum dan permukiman adalah: 1.1. 2. 3. antarkelompok masyarakat. transparan. Kualitas pelayanan publik yang lebih murah. Dalam mewujudkan visi pembangunan nasional tersebut ditempuh melalui 8 (delapan) Misi yang dijabarkan ke dalam sasaran pokok berdasarkan tujuan pembangunan jangka panjang tahun 2005–2025 yaitu mewujudkan bangsa yang maju.

Pencapaian pembangunan yang berkelanjutan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. maka prioritas dan fokus pembangunan infrastruktur PU dan permukiman 2010–2014 ditetapkan sebagai berikut: 64 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 a. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan akuntabel yang ditandai dengan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimum (SPM) di semua tingkatan pemerintahan. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. 4. manusia. Prioritas sebagai bagian dari upaya dan komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Percepatan pembangunan infrastruktur untuk peningkatan daya saing perekonomian dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas. maupun sumberdaya ekonomi.4. dan yang didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. Prioritas Pembangunan 1. baik sumber daya alam. Berdasarkan arah pembangunan jangka panjang tersebut. dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip efisiensi dan kebertangungjawaban dalam pemanfaatan seluruh sumberdaya yang langka.2014 . mantapnya kelembagaan dan kapasitas antisipatif serta penanggulangan bencana di setiap tingkatan pemerintahan. air bersih. Prioritas pembangunan ini diarahkan bagi pemenuhan dan memperluas akses terhadap hak-hak dasar yang terkait bidang Pekerjaam Umum dan permukiman seperti perumahan. Prioritas ini ditujukan bagi upaya peningkatan kinerja pengelolaan bidang pekerjaan umum dan permukiman yang memenuhi prinsip-prinsip good governance dan mendorong pemerintah daerah untuk dapat memenuhi seluruh jenis dan mutu pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan permukiman sesuai dengan kewajibannya. Peningkatan kesejahteraan dan penurunan kesenjangan kesejahteraan antarkelompok masyarakat. terpencil dan kawasan perbatasan. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih murah. cepat. 3. Prioritas ini menekankan pentingnya pencapaian kondisi infrastruktur Pekerjaan Umum dan permukiman yang memadai demi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui tersedianya infrastruktur yang memadai dan mampu meningkatkan penyerapan dan penampungan jutaan tenaga kerja. sanitasi. 2. transparan. menguatnya partisipasi aktif masyarakat. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. permukiman dan lingkungan hidup yang layak. serta percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan wilayah-wilayah strategis yang maish tertinggal. dan antardaerah.

Di sisi lain. upaya peningkatan jumlah lajur kilometer.2014 65 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . khususnya infrastruktur irigasi. dan pola pemanfaatan sumber daya air. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya menjaga dan meningkatkan ketahanan air yang dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya air. dan abrasi pantai. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya penambahan jumlah hunian (rumah) yang layak bagi masyarakat. 2. Fokus pembangunan juga ditujukan pada upaya peningkatan dukungan infrastruktur sumber daya air. pertanian. untuk memenuhi kebutuhan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan oleh peningkatan besaran kendaraan kilometer dan tonase kilometer. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya agar rencana tata ruang dijadikan sebagai acuan utama di dalam setiap perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan di tingkat nasional maupun daerah. Pengembangan perumahan dan permukiman untuk peningkatan hunian yang layak dan produktif. maka kecepatan rata-rata kendaraan akan meningkat.b. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya preservasi dengan pemeliharaan jalan yang tepat waktu agar kondisi jalan semakin membaik. khususnya penyediaan air baku untuk air minum. dan industri secara berkelanjutan serta mengurangi tingkat resiko akibat daya rusak air. serta mewujudkan keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis penataan ruang. Serta fokus pembangunan juga ditujukan untuk mengendalikan tingkat resiko yang diakibatkan oleh daya rusak air seperti banjir. pembangunan jalan layang maupun underpass serta pembangunan jalan baru. mengingat masih tingginya ketergantungan lahan pertanian pangan pada keandalan ketersediaan air baku. pola distribusi sumber daya air. Apabila peningkatan ekonomi yang dicerminkan oleh besaran kendaraan kilometer dan tonase kilometer mampu dipenuhi oleh peningkatan kapasitas jalan yang dicerminkan oleh besaran lajur kilometer secara proporsional. yang selanjutnya dapat menurunkan biaya perbaikan jalan. khususnya rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . yang dilakukan melalui pelebaran jalan. Pengembangan jaringan infrastruktur transportasi jalan bagi peningkatkan kelancaran mobilitas barang dan manusia serta aksesibilitas wilayah. Upaya ini disertai dengan peningkatan pengawasan dan pengendalian dan pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. Fokus Pembangunan 1. Integrasi Rencana Tata Ruang ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. 3. Pengelolaan sumber daya air untuk peningkatkan ketersediaan air baku bagi domestik. 4. kekeringan. Di samping itu fokus pembangunan juga ditujukan pada upaya penyediaan air baku untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bagi permukiman (perkotaan maupun domestik). sehingga menurunkan biaya ekonomi yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing nasional.

Pengembangan. dan bertanggung jawab. 2. M e n i n g k a t n y a profesionalisme aparatur negara pusat dan daerah untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. serta sarana dan prasarana teknologi.masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). serta profesional yang mampu mendukung pembangunan nasional. Pembangunan transportasi diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi. dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi.2014 . mendukung kepentingan strategis pengembangan sumber daya manusia di dalam negeri dan peningkatan kepentingan nasional dalam pengentasan kemiskinan dan pengembangan kegiatan perekonomian perdesaan. b. pengembangan sinergi kebijakan iptek lintas sektor. bersih. efektif.1 Arahan Jangka Panjang Infrastruktur Bidang PU dan Permukiman No 1 Sasaran Pokok Terwujudnya bangsa yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera (a) Sasaran Tersusunnya jaringan infrastruktur perhubungan yang andal dan terintegrasi satu sama lain dan terwujudnya konservasi sumber daya air yang mampu menjaga keberlanjutan fungsi sumber daya air. berkeadilan. Untuk pelayanan transportasi di daerah perbatasan. peningkatan sarana dan prasarana iptek. a. Pembangunan prasarana sumber daya air diarahkan untuk mewujudkan fungsi air sebagai sumber daya sosial (social goods) dan sumber daya ekonomi (economic goods) yang seimbang melalui pengelolaan yang terpadu. standardisasi. air limbah. serta membentuk struktur ruang dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan nasional. Jasa infrastruktur dikembangkan dengan menerapkan sistem dan standar internasional. Dukungan terhadap sektor industri melalui penyediaan berbagai infrastruktur bagi peningkatan kapasitas kolektif yang. 3. Pengendalian daya rusak air mengutamakan pendekatan nonkonstruksi melalui konservasi sumber daya air. drainase dan persampahan. keterpaduan pengelolaan daerah aliran sungai dan peningkatan partisipasi masyarakat dan kemitraan di antara pemangku kepentingan. dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah. berwibawa. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . meliputi sarana dan prasarana fisik (transportasi. Keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan diwujudkan melalui pendekatan pengelolaan kebutuhan (demand management) dan pendekatan pengelolaan pasokan (supply management). dan berkelanjutan. efisien. pengujian. prasarana pengukuran. peningkatan kualitas permukiman yang diindikasikan dengan terpenuhinya sarana dan prasana permukiman yang memadai seperti air minum. peningkatan anggaran riset. energi). Arahan Pembangunan 1. antara lain. Untuk mendukung daya saing dan efisiensi angkutan penumpang dan barang melalui pembangunan jalan bebas hambatan pada koridor-koridor strategis. Penguasaan. 66 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 (b) b. Tabel 4. perumusan agenda riset yang selaras dengan kebutuhan pasar. dan pengembangan mekanisme intermediasi iptek. dan perdesaan dikembangkan sistem transportasi perintis yang berbasis masyarakat (community based) dan wilayah. komunikasi. Memperkuat Perekonomian Domestik dengan Orientasi dan Berdaya Saing Global. sosial. Prasaran dan Sarana Yang Memadai Dan Maju a. terpencil. penyediaan teknologi transportasi melalui pengembangan sumber daya manusia iptek. dan pengendalian kualitas. serta upaya revitalisasi maupun penyediaan infrastruktur permukiman di berbagai kawasan yang memiliki peran strategis secara nasional.

Percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayahwilayah strategis dan cepat tumbuh didorong sehingga dapat mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnya dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis. di pusat maupun di daerah agar mampu mendukung keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya. seperti yang terjadi di wilayah pantura Pulau Jawa. Tujuan utama pengembangan wilayah adalah peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat serta pemerataannya. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . efisien. terutama di luar Pulau Jawa. lingkungan dan 1. pariwisata. Terpenuhi kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukungnya bagi seluruh masyarakat yang didukung oleh sistem pembiayaan perumahan jangka panjang yang berkelanjutan. serta untuk mengendalikan arus migrasi masuk langsung dari desa ke kota-kota besar dan metropolitan. sumber daya air. termasuk b e r k u r a n g n y a k e s e n j a n g a n antarwilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan akuntabel untuk mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh. Arahan Pembangunan Pembangunan dan penyediaan air minum dan sanitasi diarahkan untuk mewujudkan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat serta kebutuhan sektor-sektor terkait lainnya. dan jasa sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. dimana Rencana pembangunan dijabarkan dan disinkronisasikan ke dalam rencana tata ruang yang konsisten. Pengembangan wilayah diselenggarakan dengan memerhatikan potensi dan peluang keunggulan sumberdaya darat dan/atau laut di setiap wilayah. (c) 4.No Sasaran Pokok Sasaran a. selain menggunakan pendekatan yang bersifat keamanan. termasuk peluang usaha. Kemandirian pangan dapat dipertahankan pada tingkat aman dan dalam kualitas gizi yang memadai serta tersedianya instrumen jaminan pangan untuk tingkat rumah tangga. dan masyarakat dalam mendukung peluang berusaha dan investasi di daerah. juga diperlukan pendekatan kesejahteraan. seperti industri. Pembangunan aparatur negara dilakukan melalui reformasi birokrasi untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Reformasi Hukum dan Birokrasi. baik materi maupun jangka waktunya. perdagangan. di kotakota menengah dan kecil. Pembangunan kota-kota metropolitan. dengan cara menciptakan kesempatan kerja. antarpemerintah. Keberpihakan pemerintah ditingkatkan untuk mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal dan terpencil sehingga wilayah-wilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat dan dapat mengurangi ketertinggalan pembangunannya dengan daerah lain. dan kecil diseimbangkan pertumbuhannya dengan mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional. Upaya itu dapat dilakukan melalui pengembangan produk unggulan daerah. (d) 5. serta kesehatan. (b) 3. Perhatian khusus diarahkan bagi pengembangan pulau-pulau kecil di perbatasan yang selama ini luput dari perhatian. Perlu pula dilakukan penguatan keterkaitan kegiatan ekonomi dengan wilayah-wilayah cepat tumbuh dan strategis dalam satu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’. Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan melalui pendekatan tanggap kebutuhan (demand responsive approach) dan pendekatan terpadu dengan sektor sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pendekatan pembangunan yang dilakukan. dunia usaha. besar. serta mendorong terwujudnya koordinasi. transportasi. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 2 T e r w u j u d n y a pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan (a) Tingkat pembangunan yang makin merata ke seluruh wilayah diwujudkan dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. sinkronisasi. Terwujudnya perkotaan perdesaan. 2. Upaya itu diperlukan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan fisik kota yang tidak terkendali (urban sprawl & conurbation). keterpaduan dan kerja sama antarsektor.2014 67 BAB 4 . serta memerhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan dan daya dukung lingkungan. Wilayah-wilayah yang dikembangkan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. 1. menengah.

Pemenuhan perumahan beserta prasarana dan sarana pendukungnya diarahkan pada (1) penyelenggaraan pembangunan perumahan yang berkelanjutan. (3) penyelenggaraan pelayanan air minum dan sanitasi yang kredibel dan profesional. dan teknologi Rencana tata ruang digunakan sebagai acuan kebijakan spasiabagi pembangunan di setiap sektor. peningkatan kualitas lingkungan fisik. serasi. (2) perevitalan kawasan kota yang meliputi pengembalian fungsi kawasan melalui pembangunan kembali kawasan. nyaman. (2) pemenuhan kebutuhan minimal air minum dan sanitasi dasar bagi masyarakat. terutama di luar Pulau Jawa. Pendekatan pembangunan yang perlu dilakukan. 6. efisien dalam pengelolaan. dengan kegiatan ekonomi di wilayah perdesaan didorong secara sinergis (hasil produksi wilayah perdesaan merupakan backward linkages dari kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan) dalam suatu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’. terutama pengembangan sistem transportasi massal yang terintegrasi antarmoda. budaya. (2) pembangunan pembangunan perumahan beserta prasarana dan sarana pendukungnya yang memperhatikan fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup. lembaga keuangan. 7. (b) kualitas rencana tata ruang. maupun wilayah agar pemanfaatan ruang dapat sinergis. Dalam rangka mengoptimalkan penataan ruang perlu ditingkatkan (a) kompetensi sumber daya manusia dan kelembagaan di bidang penataan ruang. 3. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . mandiri. Percepatan pembangunan kota-kota kecil dan menengah ditingkatkan. lintas sektor.No Sasaran Pokok Sasaran 1. serta penataan kembali pelayanan fasilitas publik. kesempatan kerja. tetapi juga menjadi kota mandiri. sosial. Arahan Pembangunan Pertumbuhan kota-kota besar dan metropolitan dikendalikan dalam suatu sistem wilayah pembangunan metropolitan yang kompak. dan terjangkau oleh daya beli masyarakat serta didukung oleh prasarana dan sarana permukiman yang mencukupi dan berkualitas yang dikelola secara profesional. Pembangunan perdesaan didorong melalui pengembangan jaringan infrastruktur penunjang kegiatan produksi di kawasan perdesaan dan kota-kota kecil terdekat. Sistem ketahanan pangan diarahkan untuk menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional dengan mengembangkan kemampuan produksi dalam negeri yang menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup dan didukung oleh sumber-sumber pangan yang beragam sesuai dengan keragaman lokal. Rencana Tata Ruang Wilayah disusun secara hierarki. 68 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 2.2014 . Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang berupa air minum dan sanitasi diarahkan pada (1) peningkatan kualitas pengelolaan aset (asset management) dalam penyediaan air minum dan sanitasi. 10. dan berkelanjutan. layak. antara lain. memadai. serta mempertimbangkan pembangunan yang berkelanjutan melalui (1) penerapan manajemen perkotaan yang meliputi optimasi dan pengendalian pemanfaatan ruang serta pengamanan zona penyangga di sekitar kota inti dengan penegakan hukum yang tegas dan adil. pemanfaatan. memenuhi kebutuhan pelayanan dasar perkotaan sesuai dengan tipologi kota masing-masing. sehingga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai ‘motor penggerak’ pembangunan wilayah-wilayah di sekitarnya maupun dalam melayani kebutuhan warga kotanya. serta peningkatan peran dan fungsi kota-kota menengah dan kecil di sekitar kota inti agar kota-kota tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kota tempat tinggal (dormitory town) saja. peningkatan akses informasi dan pemasaran. dan efisien. maupun pengendalian pemanfaatan ruang. dan (4) penyediaan sumber-sumber pembiayaan murah dalam pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin. 5. kredibel. dan (c) efektivitas penerapan dan penegakan hukum dalam perencanaan. 4.

daya dukung. seimbang. 1. Pengelolaan sumber daya air diarahkan untuk menjamin keberlanjutan daya dukungnya dengan menjaga kelestarian fungsi daerah tangkapan air dan keberadaan air tanah.2014 69 BAB 4 . 3. mewujudkan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan melalui pendekatan demand management yang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dan konsumsi air dan pendekatan supply management yang ditujukan untuk meningkatan kapasitas dan keandalan pasokan air. 3 Terwujudnya Indonesia yang asri dan lestari Membaiknya pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup yang dicerminkan oleh tetap terjaganya fungsi. Mengendalikan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan melalui penerapan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan secara konsisten di segala bidang. Mitigasi Bencana Alam Sesuai dengan Kondisi Geologi Indonesia melalui identifikasi dan pemetaan daerah-daerah rawan bencana agar dapat diantisipasi secara dini dan adanya perencanaan wilayah yang peduli/peka terhadap bencana alam.No Sasaran Pokok Sasaran 1. dan lestari. serta memperkokoh kelembagaan sumber daya air untuk meningkatkan keterpaduan dan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Sumber: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Menjaga dan Melestarikan Sumber Daya Air. dan kemampuan pemulihannya dalam mendukung kualitas kehidupan sosial dan ekonomi secara serasi. Arahan Pembangunan Peningkatan keterkaitan kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan Penanggulangan kemiskinan diarahkan pada pemenuhan hak dasar rakyat melalui peningkatan mutu penyelenggaraan otonomi daerah sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat miskin. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 2.

DAN BERKEADILAN. Memperkuat pilar-pilar demokrasi. yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. Demokrasi. 3.2014 . melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing. 3. Kerangka visi Indonesia 2014 ditekankan pada: 1. Terwujudnya pembangunan yang adil dan merata. ARAH KEBIJAKAN NASIONAL B ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI erdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025 yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJPN. berbudaya. 2. kekayaan sumber daya alam. Terwujudnya masyarakat. bermartabat dan menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat. ditetapkan 70 BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . bangsa dan negara yang demokratis. Melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera.4. Maju. Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional 2010-2014. a. dan Makmur. Kerangka visi Indonesia 2014 dalam RPJM Nasional 2010-2014 adalah: TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA. Adil. Memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. Usaha-usaha perwujudan visi Indonesia 2014 akan dijabarkan dalam misi pemerintah tahun 2010-2014 sebagai berikut. Misi Pemerintah Tahun 2010-2014 Misi pembangunan 2010-2014 merupakan rumusan dari usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai visi Indonesia 2014 dan tidak dapat terlepas dari kondisi serta tantangan lingkungan global dan domestik pada kurun waktu 2010-2014 yang mempengaruhinya. sumber daya manusia dan budaya bangsa. Kesejahteraan Rakyat. Keadilan. DEMOKRATIS. yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif. 1. aman dan damai dan meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia yang adil dan demokratis.2. 2. Misi pemerintah dalam periode 20102014 diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Visi Pembangunan Nasional jangka panjang adalah terwujudnya Indonesia yang Mandiri.

dan kesenjangan jender.2014 71 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . 5. bersih. adil dan tidak pandang bulu. maka arah kebijakan umum pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan bangsa dan negara yang telah dirumuskan sebelumnya. pengakuan dan penerapan hak asasi manusia serta kebebasan yang bertanggung jawab. 2. 3. pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. penegakan pilar demokrasi. Arah kebijakan umum untuk memperkuat pilar-pilar demokrasi dengan penguatan yang bersifat kelembagaan dan mengarah pada tegaknya ketertiban umum. Arah Kebijakan Umum Pembangunan Nasional Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia baik dewasa ini maupun dalam 5 (lima) tahun mendatang. 4. Agenda kelima. secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Agenda kedua. pengurangan kemiskinan. Adapun prioritas dan Program Aksi Pembangunan Nasional 2010-2014 (11 prioritas) yang terkait erat dengan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman adalah sebagai berikut: rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Arah kebijakan umum untuk melanjutkan pembangunan mencapai Indonesia yang sejahtera tercermin dari peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dalam bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agenda pertama. Demikian pula kebijakan pemberantasan korupsi secara konsisten diperlukan agar tercapai rasa keadilan dan pemerintahan yang bersih. b. pengurangan tingkat pengangguran yang diwujudkan dengan bertumpu pada program perbaikan kualitas sumber daya manusia. pengurangan kesenjangan pembangunan antardaerah (termasuk desa-kota). Keadilan juga hanya dapat diwujudkan bila sistem hukum berfungsi secara kredibel. yaitu: 1. serta menjaga dan memelihara lingkungan hidup secara berkelanjutan. penghapusan segala macam diskriminasi.lima agenda utama pembangunan nasional tahun 2010-2014. penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. perbaikan tata kelola pemerintahan. Arah kebijakan umum untuk memperkuat dimensi keadilan di semua bidang termasuk pengurangan kesenjangan pendapatan. Agenda keempat. pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. 2. 3. Agenda ketiga. perbaikan infrastruktur dasar.

Prioritas Penanggulangan Kemiskinan 4. Sedangkan prioritas bidang dalam rencana pembangunan bidang sarana dan prasarana mencakup: 1. dan Pasca Konflik 6. 2. maka fokus prioritas rencana pembangunan bidang sarana dan prasarana ditetapkan dengan: 1. Mendukung peningkatan daya saing sektor riil. Prioritas Pembangunan Infrastruktur 2. Prioritas Bidang Kesehatan 3. Prioritas Ketahanan Pangan 5. Prioritas Pembangunan Daerah Tertinggal. Terluar. 72 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .1. Menjamin ketersediaan infrastruktur dasar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan. Terdepan. Prioritas di Bidang Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 8. jasa. Sebagai upaya percepatan pembangunan infrastruktur. Meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana sesuai dengan SPM. Menjamin kelancaran distribusi barang. 2. Meningkatkan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). Prioritas Iklim Investasi dan Iklim Usaha. 3. Prioritas Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan 7.2014 . dan informasi untuk meningkatkan daya saing produk nasional.

1.1. triple track strategy dapat dilihat pada Gambar 4. dan pro-poor.2014 73 BAB 4 . Dan track ketiga. kelautan dan ekonomi perdesaan untuk mengurangi kemiskinan (secara diagramatis. Track kedua dilakukan dengan menggerakkan sektor riil untuk menciptakan lapangan kerja. meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. KEBIJAKAN UMUM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PU DAN PERMUKIMAN emerintah Indonesia telah merumuskan new deal pembangunan ekonomi Indonesia yang secara prinsip memuat triple track strategy. dilakukan dengan merevitalisasi sektor pertanian. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Gambar 4.3. Sejalan dengan prinsip tersebut. Triple Track Strategy Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas (Pro Growth) P ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Peningkatan Penciptaan Lapangan Kerja (Pro Job) Pengentasan Kemiskinan (Pro Poor) Dukungan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dilaksanakan melalui upaya-upaya terutama: (i) program-program pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesempatan kerja. kehutanan. (ii) programprogram pembangunan infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah.). maka peran pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dan permukiman dalam pembangunan nasional pada dasarnya sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. pro-job. Track pertama dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengutamakan ekspor dan investasi.4. yaitu: pro-growth.

daerah terisolir untuk mengurangi kesenjangan wilayah. Peran Infrastruktur PU dan Permukiman dalam Pembangunan Nasional Aksesibilitas Barang/Penumpang Ketahanan Pangan Investasi & Eksport Penanggulangan Kemiskinan. tertinggal. Dukungan thd Kws. Sedangkan dukungan terhadap peningkatan kualitas lingkungan dilaksanakan melalui upaya-upaya: (i) penerapan prinsip-prinsip green construction dalam pelaksanaan seluruh pembangunan infrastruktur PU dan permukiman. 74 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 Gambar 4. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . berikut ini. prioritas pembangunan dan arah kebijakan umum Pembangunan Nasional. perbatasan.2.Perbatasan. dan (iii) program-program pembangunan infrastruktur PU dan permukiman yang berbasiskan pemberdayaan masyarakat. peran infrastruktur PU dan permukiman dalam pembangunan nasional dapat dilihat pada Gambar 4. Peningkatan Kesempatan Kerja PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Kesenjangan Wilayah. Pembangunan infrastruktur sesuai dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan pembangunan berkelanjutan di kawasan strategis. (ii) mendorong pembangunan secara umum dan khususnya pembangunan infrastruktur PU dan permukiman yang berbasiskan penataan ruang. serta meningkatkan kualitas lingkungan perumahan dan permukiman dan cakupan pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan dan inklusif. dan (iii) pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dalam rangka adaptasi terhadap perubahan iklim. Terpencil dan Terisolir Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pro Poor Pro Growth Pro Job Pro Green KEMAKMURAN DAN KESEJAHTERAAN Green Construction PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN Pembangunan Berbasis Penataan Ruang Adaptasi terhadap Perubahan Iklim Berdasarkan agenda.2. Secara diagramatis. daerah rawan bencana.2014 . maka arah kebijakan umum pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman adalah sebagai berikut: 1.dukungan terhadap kawasan perbatasan dan kawasan terpencil serta terisolir.

meliputi: (1) Pembangunan infrastruktur regional dilakukan secara terpadu lintas wilayah administrasi dan lintas sektor dengan mengacu RTRWN.2014 75 BAB 4 . Pembinaan penyelenggaraan infrastruktur melalui optimasi peran pelayanan publik bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk mendukung otonomi daerah dan penerapan prinsip-prinsip perbaikan tata kelola pemerintahan. serta mendukung reformasi birokrasi dan mewujudkan good governance. Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi. Dalam rangka integrasi dengan rencana pengembangan sektor per pulau strategi pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk mendukung pembangunan ekonomi regional berbasis pulau. Pembangunan infrastruktur sesuai dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan keandalan sistem di kawasan pusat produksi dan ketahanan pangan guna mendukung daya saing dan mendorong industri konstruksi untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkualitas. 3. dan pengendalian) juga harus sesuai dengan struktur ruang wilayah nasional (sistem infrastruktur) dan sesuai dengan sistem kota Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Dalam pengembangan wilayah nasional tersebut. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).4. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). STRATEGI 4.1. pengembangan. pelestarian.2. arahan lokasi dan pembangunan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman selain harus sesuai dengan pola ruang wilayah (peruntukan. (3) Pengembangan kawasan perbatasan dengan menerapkan prinsipprinsip prosperity dan security dengan memperhatikan kelestarian lingkungan ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI S rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Hal ini berarti. Oleh karenanya dalam strategi pengembangan wilayah rencana pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman harus terpadu dan searah dengan RTRWN yang merupakan matra spasial dari kebijakan pembangunan nasional. (2) Pengembangan kawasan-kawasan prioritas dalam rangka percepatan pertumbuhan wilayah pulau dengan strategi dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk peningkatan sektor-sektor strategis dan pengembangan kawasan cepat tumbuh. pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman sangat signifikan dalam membentuk struktur dan pola ruang termasuk mendorong pembangunan daerah dan pengembangan suatu wilayah. dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL). pemanfaatan.4. 4. Strategi Pengembangan Wilayah dan Dukungan Terhadap Lintas Sektor trategi pengembangan wilayah nasional diarahkan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahum 2008 tentang RTRWN.

harus mengacu pada strategi pengembangan wilayah provinsi/kabupaten/ kota (SPW-P/K). RPIJM-PU tersebut akan mengintegrasikan rencana pembangunan oleh Pemerintah cq. yang berisikan rencana dan arah kebijakan pembangunan provinsi/kabupaten/kota. Dalam penyusunan Rencana Induk Sistem Pengembangan Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada tingkat wilayah provinsi/kabupaten/ kota. kapasitas lembaga. Kementerian PU dengan Pemerintah Daerah serta antarsektor untuk dapat mengoptimalkan penyelenggaraan pembangunan. termasuk optimalisasi perencanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Kalimantan.2014 . yaitu rencana spasial 20 tahunan yang berisikan pola dan struktur ruang wilayah provinsi/kabupaten/kota. serta kegiatan yang menggunakan anggaran DAK dan PAD. Dalam hal ini diperlukan upaya penajaman (tidak generik/ tipologis) berbasis kondisi infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman eksisting dan skenario pengembangannya untuk lima tahunan per kawasan/perkotaan dan per pulau dengan mempertimbangkan kemampuan pendanaan. Karenanya setiap pemerintah provinsi/kabupaten/kota perlu menyusun SPW-P/K yang disusun berdasarkan: (1) Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi/kabupaten/kota (RTRW-P/K). khususnya pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman.melalui strategi pengembangan kawasan tertinggal dan kawasan perbatasan dengan meningkatkan akses ke negara tetangga. Papua) yang perlu didukung pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukimannya yang telah teridentifikasi dalam RTRWN serta menyusun indikasi program utama untuk memenuhi tuntutan sasaran fungsi wilayah/perkotaan tersebut. RPIJM-PU ini diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam perencanaan. (4) Mendorong simpul-simpul utama pulau sebagai pusat/hub ekonomi kawasan ke pasar internasional dengan strategi dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk pengembangan sistem transportasi wilayah mendukung pusat-pusat ekonomi wilayah regional. 76 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . membuka akses ke daerahdaerah tertinggal. Selanjutnya SPW-P/K tersebut digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana dan Program Investasi Jangka Menengah Pembangunan Infrastruktur PU (RPIJMPU) provinsi/kabupaten/kota yang akan menjadi dasar bagi perencanaan dan penganggaran pembangunan dalam rangka mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan baik dari Pemerintah Pusat. dan (5) Mengembangkan sentra pendukung ketahanan pangan dengan strategi dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk pengembangan potensi pertanian skala besar. pemograman. Dalam operasionalisasi rencana pengembangan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis RTRWN per pulau pada periode 2010-2014 diperlukan penjabaran sasaran fungsi-fungsi wilayah/perkotaan per pulau (Sumatera. serta (2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pemerintah Daerah maupun dunia usaha/masyarakat. dan penganggaran antara kewenangan Pemerintah dengan kewenangan Pemerintah Daerah. pulau-pulau kecil dan pengembangan kawasan agropolitan. Maluku. Nusa Tenggara. Jawa-Bali. dan sumberdaya. Sulawesi.

antara lain untuk penyediaan air baku (irigasi dan industri) dan air bersih.Arah pembangunan jaringan infrastruktur sumberdaya air dikaitkan dengan upaya mendorong kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi (kawasan andalan ekonomi dan kota-kota PKN. dan PKSN). pusat kegiatan ekspor-impor (lokasi kawasan industri). Jawa untuk menampung pengembangan industri baru sudah tidak memungkinkan. melalui pembangunan prasarana atau infrastruktur sumberdaya air dalam kesatuan wilayah sungai terutama dengan fungsi pendayagunaan sumberdaya air. sempadan pantai. Pembangunan industri misalnya. ditambah lagi dengan adanya konversi lahan pertanian di P. provinsi. PKW. Jawa karena daya dukung P. yang sekaligus juga untuk mendorong berkembangnya pusat pertumbuhan dalam konteks pengembangan wilayah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah Jawa dan luar Jawa. dan pusat kegiatan bisnis jasa (lokasi perkantoran dan perbankan/keuangan). Upaya fungsi konservasi untuk menjaga kelestarian sumberdaya air dipadukan dengan keberadaan kawasan lindung yang terdiri dari hutan lindung dan hutan konversi. distribusi. PKW. pertanian. serta perwujudan keterkaitan dengan wilayah di belakangnya (pedesaan. diarahkan untuk menjadikan Indonesia pada tahun 2025 menjadi negara industri tangguh kelas dunia yang diakui di lingkungan global. dan terminal). dan daerah rawan bencana. kelautan dan perikanan. Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dalam rangka mendukung pengembangan industri perlu memperhatikan hal ini. Untuk itu pembangunan infrastruktur perlu didorong dalam rangka mendukung kelancaran arus barang dan efektivitas kinerja sistem logistik nasional.2014 77 BAB 4 . dengan ketentuan minimal seluas 30% dari daerah aliran sungai. sekaligus mendukung upaya pengembangan wilayah. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . stasiun kereta api. simpul transportasi nasional (pelabuhan. bandara. kabupaten. dan PKSN). dan perdesaan yang menghubungkan berbagai simpul moda transportasi ke pusat produksi. dengan meningkatkan keterpaduan jaringan jalan nasional. termasuk jaringan transportasi multimoda. Pengaturan fungsi pengendalian daya rusak air diarahkan pada kawasan lindung setempat antara lain sempadan sungai. Jawa yang sangat tinggi yang akan mengancam ketahanan pangan nasional. sentra produksi) yang saling menguntungkan. dan logistik wilayah. Kebijakan pengembangan industri juga diarahkan pada peningkatan peran wilayah-wilayah di luar P. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Arah pembangunan jaringan infrastruktur ke-cipta karya-an dikaitkan dengan upaya perwujudan fungsi-fungsi kota-kota sebagai pusat pertumbuhan wilayah (PKN. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman perlu selaras dengan revitalisasi dan pengembangan sistem logistik nasional dalam rangka mendorong peningkatan daya saing nasional menghadapi persaingan global. Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman juga perlu diselaraskan untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi utama lainnya seperti industri.

Bintan. membangun waduk/embung.2014 . dukungan pengelolaan sampah dan air limbah. Dukungan infrastruktur PU tersebut juga dapat dibangun dengan memanfaatkan kerjasama pemerintah-swasta (public-private partnership). sanitasi. jalan. Dalam hal kelancaran distribusi pangan dilaksanakan melalui pembangunan dan rehabilitasi serta pemeliharaan akses jalan dan jembatan dari pusat-pusat produksi ke jalan lintas strategis nasional. dan Karimun).Pemerintah juga berupaya untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam rangka mempercepat pengembangan ekonomi di wilayah tertentu yang bersifat strategis bagi pengembangan ekonomi nasional dan untuk menjaga keseimbangan kemajuan suatu daerah dalam kesatuan ekonomi nasional. Dukungan infrastruktur PU dan permukiman dalam pembangunan sektor pertanian terkait dengan dukungan terhadap ketahanan pangan dengan memprioritaskan dukungan terhadap pusat-pusat produksi pangan dan kelancaran distribusi hasil produksi pangan seperti melalui penanganan rehabilitasi. Dukungan terhadap pengembangan kawasan agropolitan tersebut dapat berupa penyiapan rencana induk pengembangan dan dukungan sarana dan prasarana PU seperti air baku. penyediaan permukiman dan prasarana untuk pekerja. Pengembangan industri dan keberadaan KEK ini perlu dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman seperti jalan akses dari pusat produksi ke simpul koleksi dan distribusi (pelabuhan dan bandara). Jawa Tengah (Kendal). Demikian juga diperlukan rencana penataan ruang yang selaras dengan rencana penataan ruang di atasnya. mengingat besarnya jumlah rumah tangga nelayan dan merupakan kelompok penduduk berpenghasilan rendah. Beberapa pemda telah mengusulkan lokasi sebagai KEK. serta mengendalikan banjir pada kawasan pertanian dan pengembangan peran petani pemakai air. Terkait dengan sektor kelautan dan perikanan. pemenuhan kebutuhan air baku untuk industri dan air minum. 78 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta peningkatan kualitas lingkungan dan permukiman. Sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan dan mengatasi kesenjangan pembangunan antar wilayah sekaligus mengendalikan pesatnya laju urbanisasi. Kepulauaan Riau (Batam. Jawa Timur. dan permukiman. dan dukungan untuk mengurangi risiko banjir. maka dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dibutuhkan dengan koordinasi dan integrasi dengan sektor terkait dalam hal penyediaan sarana jalan. maka pengembangan kawasan perdesaan dilakukan melalui pengembangan kawasan agropolitan. air bersih. operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi/rawa. Misalnya Provinsi Riau (Dumai). pengendalian pemanfaatan air tanah.

4.4.2. Strategi Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Antisipasi Terhadap Perubahan Iklim (Climate Change)

nfrastruktur memberikan kontribusi besar terhadap isu-isu lingkungan termasuk pemanasan global. Infrastruktur dapat mempercepat terjadinya kerusakan lingkungan namun sebaliknya jika infrastruktur dibangun dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan, maka infrastruktur dapat menyelamatkan lingkungan dan mengurangi fatalitas akibat bencana. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada dasarnya sudah berada dalam koridor pembangunan yang berwawasan lingkungan sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang (UU) sektor ke-PU-an. UndangUndang Bangunan Gedung (UU No. 28/2002) telah mengamanatkan pentingnya memperhatikan keseimbangan antara aspek bangunan dan lingkungannya. Demikian pula Undang-Undang Sumber Daya Air (UU No. 7/2004) dan UndangUndang Jalan (UU No. 38/2004) mewajibkan agar dalam pengelolaan sumber daya air maupun jalan sungguh-sungguh memperhatikan kelestarian lingkungan. Undang-Undang Penataan Ruang (UU No. 26/2007) menjadi payung hukum dalam menjaga keseimbangan pemanfaatan ruang baik skala kawasan maupun wilayah. Ketentuan lebih lanjut dari UU tersebut, yaitu peraturanperaturan pelaksanaannya baik berupa norma, standar, pedoman dan manual (NSPM), maupun peraturan daerah sudah seharusnya lebih menekankan pada pembangunan yang berwawasan lingkungan, sebagaimana diamanatkan oleh UU tersebut. Pada pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) II 2010-2014 sudah tidak dapat dipungkiri bahwa dalam perkembangannya akan dihadapkan dengan tantangan terjadinya degradasi kualitas lingkungan yang saat ini pun telah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Oleh karenanya, kebijakan pembangunan ke depan harus mampu mendorong peningkatan kualitas lingkungan termasuk dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian, maupun dalam proses pemeliharaan bangunan-bangunan konstruksi dan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan tersebut harus memenuhi karakteristik keseimbangan dan kesetaraan, pandangan jangka panjang, dan sistemik. Kebijakan pembangunan tersebut diantaranya adalah menerapkan konsep pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan (green building dan green infrastructure), mempertahankan dan mendorong peningkatan prosentase Ruang Terbuka Hijau (RTH) terhadap kawasan budidaya lainnya, mempertahankan kawasan konservasi terutama di kawasan perkotaan, mewujudkan ecocity, serta

I

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

79

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4

meningkatkan pengawasan dan pengendalian lingkungan dalam setiap aspek pelaksanaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Tolok ukur green construction adalah mengharmonikan infrastruktur dan bangunan dalam jaringan dan lingkup yang lebih luas, terkait aspek-aspek iklim, sumber daya alam, ekonomi, serta sosial dan budaya. Manfaat yang paling penting dari penerapan green construction ini adalah tidak hanya sekedar melindungi sumber daya alam, tetapi juga dalam rangka mewujudkan efisiensi penggunaan energi dan meminimalisir kerusakan lingkungan. Manfaat lainnya yang dianggap paling penting adalah bahwa kehidupan dan kesehatan masyarakat akan menjadi lebih baik, termasuk meningkatnya kepedulian lingkungan dari masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan nilai-nilai estetika lingkungan. Implementasi kebijakan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan tersebut sepenuhnya perlu didukung oleh pengembangan dan penelitian teknologi terapan yang berwawasan atau ramah lingkungan. Untuk itu, dalam pengembangan teknologi, rancangan dan arsitektur bangunan, metodologi pembangunan, material dan bahan yang dimanfaatkan, serta efisiensi penggunaan energi dan sumber daya air, termasuk prinsip-prinsip dasar 3R: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycling (mendaur ulang) dalam setiap pelaksanaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman harus menjadi komitmen seluruh pelaku pembangunan bidang ke-PU-an dan permukiman. Demikian pula kebutuhan inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih dan sanitasi sangat tinggi agar krisis air bersih dan pemasalahan sanitasi khususnya yang terkait dengan water-borne diseases (seperti diare, demam berdarah, malaria, dan lain sebagainya) dapat dihindari. Teknologi pengolahan sampah, baik dari sisi pemisahan, daur ulang, dan penghancuran dengan menggunakan teknologi bioproses yang dipandang lebih ramah lingkungan perlu terus dikembangkan. Demikian halnya dengan penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang sumber daya air, antara lain untuk teknologi bangunan hidraulik ramah lingkungan, tidak boleh berhenti guna meningkatkan kinerja pengelolaan sumber daya air disamping terus mengupayakan mengendalikan laju alih fungsi lahan konservasi air dan daerah irigasi teknik secara ketat dari lahan penunjang ketahanan pangan menjadi lahan penunjang keperluan permukiman dan industri. Inovasi teknologi juga harus dikembangkan dalam penerapan teknologi daur ulang material perkerasan permukaan jalan karena teknologi ini dapat mengurangi kebutuhan material baru yang berasal dari badan sungai termasuk perlunya dipertimbangkan penggunaan material pembangunan jalan yang dapat diperbaharui (renewable) karena bobotnya lebih ringan dan kuat serta dapat menghemat biaya angkut.

80

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

Penyelenggaraan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dalam RPJMN II 2010-2014 juga perlu memberikan perhatian yang lebih besar pada aspek peningkatan kapasitas (capacity building) sumber daya manusia dan institusi termasuk kompetensi dan kemandirian pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan, mendorong peran sektor swasta melalui regulasi yang sehat dan iklim usaha yang semakin kondusif dan kompetitif, serta mendorong partisipasi dan peran serta masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan untuk mewujudkan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan.

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

Perubahan Iklim (Climate Change) Mengingat karakteristiknya sebagai negara kepulauan yang berada di Garis Khatulistiwa, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana terkait dengan iklim (climate-related disasters). Untuk itu Indonesia perlu menyusun strategi mitigasi dan adaptasi menghadapi dampak perubahan iklim. Secara umum terdapat beberapa efek perubahan iklim seperti naiknya muka air laut, naiknya temperatur, perubahan pola curah hujan, serta kenaikan frekuensi dan intensitas iklim ekstrem. Potensi dampak yang ditimbulkan adalah penurunan ketersediaan air; kekeringan; gangguan keseimbangan air; banjir; tanah longsor, intrusi air laut; dan badai. Selain itu karena 18% dari penduduk Indonesia bermukim di dataran rendah, serta terdapat lebih kurang 2000 pulau kecil yang terancam tenggelam, termasuk 92 pulau terluar, menyebabkan tingginya kerentanan Indonesia terhadap perubahan iklim. Mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim perlu menjadi arus utama (mainstream) dalam perencanaan pembangunan nasional (RPJPN dan RPJMN) serta perencanan pembangunan di daerah. Kementerian PU telah menyusun Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim yang berisi kebijakan, strategi dan program mitigasi dan adaptasi menghadapi dampak negatif perubahan iklim. Kebijakan yang dijalankan adalah menerapkan perencanaan tata ruang nasional dan wilayah yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan; meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur sumber daya air untuk menjamin ketahanan pangan dan mengurangi risiko banjir, longsor, kekeringan, dan abrasi pantai; meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur perkotaan dan perdesaan untuk mengurangi potensi banjir/genangan, krisis air dan sanitasi; serta meningkatkan kualitas pelayanan jalan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas dan aksesibilitas yang lebih efisien, melalui penyusunan NSPK, perencanaan, pelaksanaan pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dengan mempertimbangkan perubahan iklim.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

81

BAB 4

4.4.3. Strategi Peningkatan Turbinwas
esuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bidang pekerjaan umum adalah salah satu urusan pemerintahan yang bersifat concurrent atau dilaksanakan bersama oleh Pemerintah dan Pemerintahan Daerah. Sedangkan di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, telah diatur urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat, dan telah terbagi ke dalam masing-masing tingkatan pemerintahan. Pembagian urusan pemerintahan tersebut berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Dengan landasan ketentuan tersebut, penyelenggaran urusan yang dilaksanakan oleh Kementerian PU adalah menangani urusan-urusan pemerintahan yang merupakan kewenangan Pemerintah, baik yang akan dilaksanakan sendiri maupun yang akan dilakukan melalui dekonsentrasi dan tugas pembantuan dalam rangka peningkatan kapasitas dan percepatan pelembagaan penyelenggaraan urusan bidang pekerjaan umum di daerah secara sinerjik dengan peran Pemerintah. Oleh karenanya ke depan peran Kementerian PU akan lebih dititikberatkan untuk melakukan pengaturan, pembinaan, dan pengawasan (TURBINWAS) di bidang pekerjaan umum, serta pembinaan dan pengendalian pelaksanaan DAK infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Kementerian PU memiliki mandat untuk melaksanakan 2 (dua) urusan pemerintahan yang dibagi bersama antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan, yaitu urusan pekerjaan umum dan urusan penataan ruang yang terbagi ke dalam sub bidang. Setiap sub bidang terdiri dari sub-sub bidang yang meliputi pengaturan, pembinaan dan pemberdayaan, pembangunan dan pengelolaan, serta pengawasan dan pengendalian. Dalam kaitan dengan tugas pengaturan, disamping menyelenggarakan urusan yang menjadi tugasnya, Kementerian PU diharuskan untuk menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) untuk dijadikan pedoman bagi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam rangka melaksanakan urusan wajib pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota berkaitan dengan pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan permukiman. Dalam kaitan dengan tugas pembinaan, Kementerian PU juga berkewajiban melakukan pembinaan kepada pemerintah daerah untuk mendukung kemampuan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan urusan bidang pekerjaan umum dan permukiman,

S

82

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

sehingga akan tumbuh kemandirian daerah dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang pekerjaan umum dan permukiman sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan sesuai dengan prinsip otonomi daerah, yaitu luas, nyata, dan bertanggung jawab. Selain itu, pengawasan dan pengendalian secara nasional terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan dan NSPK juga harus ditingkatkan mengingat tuntutan penyelenggaraan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman yang semakin berkualitas tidak dapat ditawar lagi. Dengan demikian, peran pengaturan dan pembinaan serta pengawasan dan pengendalian harus memperoleh prioritas penanganan karena memiliki arti yang sangat strategis untuk mewujudkan pelayanan terbaik kepada masyarakat oleh pemerintah daerah dan sekaligus berarti juga bahwa pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah telah menuju arah yang tepat. Dalam penyelenggaraan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman periode 2010-2014, Kementerian PU selain akan menjalankan tugas melaksanakan pembangunan (operator) yang menjadi kewenangan Pemerintah, juga memerlukan upaya untuk memantapkan peran sebagai regulator dan fasilitator. Prioritas yang perlu dilaksanakan adalah penguatan kelembagaan termasuk capacity building untuk memperkuat manajemen sumber daya manusia baik di pusat maupun daerah, serta meningkatkan koordinasi kelembagaan, terutama yang sifatnya lintas sektor dan daerah untuk mengkonsolidasikan dan mensinergikan potensi sumberdaya yang ada dalam rangka mengantisipasi peningkatan penyelenggaraan infrastruktur PU dan permukiman.

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

4.4.4. Strategi Pengarusutamaan Jender
erkait dengan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman ini, penting pula diperhatikan adanya upaya untuk mewujudkan kesetaraan jender sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJPN dan menjadi salah satu tujuan yang akan dicapai dalam RPJMN 2010-2014. Lebih operasional lagi, Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 telah memerintahkan kepada seluruh kementerian/lembaga serta pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota untuk melaksanakan pengarusutamaan jender ke dalam siklus manajemen, yakni perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program yang berperspektif jender di seluruh aspek pembangunan. Kemudian, sebagai tindak lanjut dari Inpres Nomor 9 tahun 2000 tersebut telah pula diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 119/PMK.02/2009 yang mengatur tentang petunjuk penyusunan dan penelaahan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga dan penyusunan, penelaahan, pengesahan dan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2010, di mana di dalamnya antara lain menekankan kembali pentingnya isu pengarusutamaan jender ini.

T

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

83

BAB 4

2014 . anak-anak di bawah umur. Sementara adil dapat diartikan sebagai tidak adanya pembakuan peran. proses penyelenggaraan pembangunan ke-PU-an dan permukiman. kemampuan memadai yang meliputi Knowledge Attitude Practise. serta implementasinya melalui program dan kegiatan. selain pemerintah. pelaksanaan. kesempatan partisipasi dan kontrol. Apakah ketiganya telah aman dan nyaman bagi perempuan (dan orang lanjut usia.4. dan pola-pola kerjasama diantara ketiganya menjadi sangat penting karena kebutuhan akan infrastruktur yang kian meningkat sehingga dibutuhkan mobilisasi dan upaya mengembangkan berbagai alternatif rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . penyusunan. orang-orang dengan kebisaan berbeda/difable. maka “setara” berada pada ukuran akses. Untuk itu. anak-anak di bawah umur. orangorang dengan kebisaan berbeda/difable. ruang partisipasi. serta keadilan jender dilihat dari keamanan dan kenyamanan pemanfaatannya. yakni dari produk-produk yang dihasilkan. 84 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 4. perencanaan dan penganggaran. dan kebijakan/NSPK di lingkungan Kementerian PU sebagai inputnya. partisipasi. partisipasi dan kontrol sedangkan “adil” dilihat dari sisi pemanfaatannya. Upaya menuju pembangunan infrastruktur ke-PU-an dan permukiman yang ideal dapat dilihat dari 3 (tiga) sudut pandang. anak-anak di bawah umur. Jika melihat definisi setara dan adil di atas dan dikaitkan dengan tolok ukur pengarusutamaan jender yang dapat diukur dari sisi akses. evaluasi maupun perencanaan pembangunan di bidang ke-PU-an dan permukiman. pemeliharaan. pengakuan terhadap eksistensi. pengawasan. orang-orang dengan kebisaan berbeda/difable. beban ganda. serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) dan laki-laki dengan kata lain tidak bias jender atau bahkan menimbulkan kesenjangan jender. serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) maupun laki-laki. antara lain melalui upaya meningkatkan penyetaraan jender yang memperhatikan segi akses. subordinasi. pengambilan peran dan fungsi secara proporsional dalam proses pembangunan secara utuh menyeluruh baik dari pemanfaatan hasil. marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan (dan orang lanjut usia.Pengarusutamaan jender ini telah menjadi komitmen Kementerian Pekerjaan Umum yang akan diterapkan dalam setiap penyusunan kebijakan. Dimana setara berarti seimbang relasi antara lakilaki dan perempuan (dan orang lanjut usia. serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) dalam aspek egaliter. Konsep setara dan adil jender harus benar-benar menjadi pegangan dalam setiap tahapan kegiatan PU. kontrol dan manfaat. Kementerian PU ke depan harus lebih meningkatkan pengarusutamaan jender tersebut.5 Strategi Pembiayaan I nvestasi pembangunan infrastruktur melalui pembiayaan dari masyarakat dan dunia usaha.

pola pembiayaan pembangunan infrastruktur PU dan permukiman akan terus didorong dan dikembangkan. Bintaro Jaya. Adanya kemauan dan kemampuan membayar masyarakat akan menyebabkan swasta akan tertarik untuk berpartisipasi dengan mensyaratkan margin keuntungan tertentu bagi infrastruktur yang dinilai dapat dipulihkan biayanya (cost recovery). skim pembiayaan publik dapat juga dilakukan melalui penerbitan surat hutang yakni melalui Pasar Surat Hutang berupa obligasi. Strategi pembiayaan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut melalui kebijakan investasi yang lebih menyeluruh.pembiayaan yang lebih optimal. Adanya beban langsung masyarakat yang menikmati layanan infrastruktur menyebabkan kenaikan kemampuan negara dalam membangun infrastruktur. Manfaat dari pembiayaan ini dapat mendorong good corporate governance dalam pembiayaan dan pengelolaan infrastruktur publik. kontinyu dan berdimensi jangka panjang seperti antara lain dengan memanfaatkan infrastructure fund yang telah diterbitkan melalui PP No. atau lebih dikenal dengan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). Untuk itu pemerintah telah berkomitmen dengan menyisihkan dana APBN yang dikelola secara profesional oleh unit usaha milik pemerintah yang sebagian dananya tersebut akan digunakan sebagai dana investasi jangka panjang untuk infrastruktur. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Masyarakat Dalam 5 (lima) tahun ke depan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan lain-lain) dimana masyarakat penghuni yang mendapatkan pelayanan dan kemudahan dari fasilitas air minum yang disediakan tersebut membayar langsung terhadap layanan infrastruktur yang disediakan tersebut kepada pengelola. Salah satunya adalah dimana masyarakat dapat membiayai sendiri dengan membayar pada layanan infrastruktur yang diberikan (user charge). serta peningkatan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan RPJM Tahap Ke-2 (2010-2014) dimana percepatan pembangunan infrastruktur diupayakan dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha. sistematis. meningkatkan struktur pembiayaan perusahaan dan lebih efektif dalam menarik jangkauan yang lebih luas dalam investors network. Kemampuan ini akan memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk lebih fokus pada kelompok masyarakat yang belum terlayani infrastruktur maupun meningkatkan kualitas layanan infrastruktur. LIPPO Cikarang. Pemerintah Selain pembiayaan yang bersumber dari APBN dan APBD.2014 85 BAB 4 . 66 Tahun 2007 sebagai upaya strategis untuk percepatan pembangunan infrastruktur. diversifikasi sumber pembiayaan. surat hutang jangka menengah (medium term notes). sebagaimana yang saat ini telah mulai dikembangkan pada penyediaan fasilitas air minum di kawasankawasan perumahan baru kelompok masyarakat menengah ke atas di berbagai tempat (LIPPO Karawaci. credit paper yang diperdagangkan di pasar primer dan sekunder yang mempunyai berbagai manfaat.

efisien dan efektif dapat diterapkan pengelolaan keuangan BLU dengan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat.2014 . Sehingga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat/publik dengan tarif/harga yang terjangkau masyarakat dengan kualitas layanan yang baik. BLU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembaharuan manajemen keuangan sektor publik. cepat. demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. maupun Badan Layanan Umum (BLU). BLU adalah alat untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik melalui penerapan manajemen keuangan berbasis pada hasil. 86 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 Dunia Usaha Keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia ke depan menjadi sangat penting mengingat Pemerintah sendiri tidak akan mungkin bisa mendanai semua kebutuhan investasi infrastruktur. dan bukanlah sematamata sarana untuk mengejar fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan.Khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di lingkungan pemerintahan di Indonesia terdapat banyak satuan kerja/ kegiatan yang berpotensi untuk dikelola secara lebih efisien dan efektif melalui rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . BLU adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas (Pasal 1 UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara). agar masyarakat sebagai subjek pembangunan mampu secara mandiri membangun dan memenuhi kebutuhannya sendiri dengan sumber daya yang dimilikinya. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). namun juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dunia usaha yang dimaksud disini bukan hanya dunia usaha swasta murni (baik produsen maupun fabrikan materi terkait pembangunan infrastruktur). UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara membuka koridor baru bagi penerapan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). pola-pola yang telah ada selama ini seperti PNPM Mandiri akan terus didorong dan dikembangkan.

dan Masyarakat Selain dana-dana publik. Skim pembiayaan untuk investasi infrastruktur jalan tol melalui equity financing seperti penyertaan ekuitas langsung dan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta (BOT. pengelolaan air minum. Joint Venture) merupakan pembiayaan model project financing yang selama ini dilakukan pada pengusahaan jalan tol. dan obligasi. Untuk itu. Khusus di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.2014 87 BAB 4 . lisensi. pengelolaan kawasan. kebijakan ke depan yang diperlukan adalah menjamin akses masyarakat terhadap jasa kegiatan infrastruktur dan pemerintah tetap konsisten mempertahankan fungsi regulasi yang fair kepada setiap pelaku dan konsumen. Skim pembiayaan jalan tol ini juga menyertakan pembiayaan publik melalui debt financing berupa pinjaman bank. Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS). Badan Usaha. Kebijakan pembiayaan publik dan swasta telah diterapkan untuk mencapai target pembangunan infrastruktur sejauh ini. terdapat beberapa bentuk layanan umum yang dapat dikelola secara lebih efektif dan efisien melalui pola BLU ini. commercial paper. BTO. air limbah dan persampahan khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . seperti: pengelolaan jalan tol. pengembangan KPS dalam pembangunan infrastruktur juga perlu dioptimalkan karena dibutuhkan untuk dapat memenuhi gap kebutuhan infrastruktur. Build and Revenue Sharing. seperti: layanan kesehatan.ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI pola BLU. Turnkey. dan lain-lain. Hal ini sejalan dengan trend pergeseran investasi infrastruktur dan pembiayaan publik menjadi pembiayaan swasta sehingga terjadi transfer resiko kepada sektor swasta untuk meningkatkan percepatan pembangunan infrastruktur. pengelolaan dana bergulir untuk usaha kecil dan menengah. dan lain sebagainya. pendidikan.

PPN/HK/2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No. pembangunan dan pengelolaan air minum. persampahan. transparan. Kebijakan lainnya adalah dukungan penyertaan modal pemerintah untuk kegiatan non komersial tetapi mempunyai nilai ekonomis tinggi. dan obligasi (sumber dana dari penerbitan surat utang yang akan dibayar dari pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum/PDAM).Untuk infrastruktur air minum pola pembiayaan tersebut juga dikembangkan selain melalui kerja sama pemerintah-swasta (KPS) juga memanfaatkan equity (sumber pendanaan dari internal cash PDAM dan Pemda). dan BUMD dalam pembangunan infrastruktur. kebijakan penjaminan risiko oleh pemerintah dapat diberikan secara selektif berdasarkan kriteria yang obyektif. dan sanitasi kota yang tanggung jawab pelaksanaannya ada pada Kementerian Pekerjaan Umum. Namun. air minum. Untuk memperbaiki efisiensi dalam pengelolaan. 47/M. dan berdasarkan tata kelola yang baik dengan tidak tertutup untuk mengikutsertakan swasta melalui proses yang transparan dan kompetitif secara adil dan mendapat dukungan yang konstruktif dari pemerintah daerah. utamanya dalam pembangunan dan pengelolaan jalan tol. dan adil serta dapat dipertanggungjawabkan. bersih. sebagaimana terlihat pada Tabel 4. Untuk investasi perluasan dan pembangunan fasilitas air minum yang didukung oleh sumber pendanaan dari pemerintah dan masyarakat dan program restrukturisasi utang PDAM.4. maka Kementerian Pekerjaan Umum akan memprioritaskan untuk melakukan fasilitasi dan mendorong dengan 88 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . mengingat berbagai kendala dan hambatan yang diperkirakan akan masih saja terjadi pada periode 5 (lima) tahun mendatang dan belum akan dapat diatasi sepenuhnya. Selain itu melakukan unbundling pembangunan infrastruktur dimana pemerintah akan menanggung pembangunan yang bersifat komersial untuk berbagai infrastruktur penting di daerah.2014 . sehingga pemerintah menganggap perlu memberikan subsidi operasi. serta pembangunan dan pengelolaan persampahan dan sanitasi kota. matang. maka dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan telah ditetapkan beberapa proyek di bidang jalan tol. pinjaman bank komersial (sumber pembiayaan dari pinjaman bank komersial dengan jumlah equity tertentu sebagai pendamping pinjaman). termasuk pola-pola KPS. 28 tahun 2009 tentang Penetapan Daftar Rencana Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur. BUMN. prinsip akuntabilitas dan keterbukaan akan diterapkan. terukur. Dalam 5 (lima) tahun ke depan Pemerintah (dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum) merencanakan untuk terus mendorong berbagai alternatif pembiayaan untuk investasi pembangunan infrastruktur. pengelolaan PDAM perlu dilakukan secara profesional. Untuk mendukung partisipasi swasta. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No.

Meski demikian. sebagai bagian dari upaya-upaya pencapaian target dan sasaran pembangunan Nasional sebagaimana tertuang di dalam dokumen RPJMN. Sesuai dengan UU No. Sumber-sumber pendanaan untuk dana preservasi jalan tersebut berasal dari iuran jalan. Selain berbagai strategi pembiayaan di atas. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.intensif tercapai target-target dan terwujudnya proyek-proyek KPS paling tidak sebagaimana digambarkan pada Tabel 4.2 dan Tabel 4. dan denda pelanggaran lalu lintas. Hal lainnya adalah perlunya dukungan Pemerintah dalam pengadaan tanah/ lahan yang merupakan komponen penting dalam pembangunan infrastruktur. Kebijakan ke depan yang akan diterapkan terkait dengan lahan ini adalah pentingnya mengimplementasikan land capping dengan dukungan dana APBN. ke depan akan diupayakan suatu Dana Preservasi Jalan (road fund) untuk mempertahankan kondisi infrastruktur jalan dalam rangka mendukung pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman. tertib. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . upaya kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat pun juga akan terus digalakkan. strategi pembiayaan infrastruktur ini masih memerlukan peraturan perundang-undangan yang lebih rinci. maka diterapkannya payung hukum untuk mengurangi aksi spekulan tanah dan payung hukum yang lebih tinggi tentang penitipan ganti rugi (konsinyasi) ke pengadilan dan pelaksanaan pembangunan pada tanah yang ganti ruginya telah dititipkan tersebut mutlak diperlukan. biaya perpanjangan SIM/STNK. Untuk menjamin hal tersebut. Sejauh ini kebijakan yang diterapkan adalah biaya pengadaan tanah yang dibutuhkan ditanggung oleh Pemerintah atau sekaligus oleh pihak Swasta yang akan diperhitungkan dalam masa konsesi. dan lancar. selamat. uang parkir. diantaranya dari pajak bahan bakar minyak.3.2014 89 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 .

2014 .27 579.PANDAAN GEMPOL .50 16.75 11.50 39.MOJOKERTO SURABAYA .47   FUNGSIONAL (Km)   116.61 33.00 13.TANJUNG BENOA AKSES TANJUNG PRIOK SUB TOTAL III TOTAL RUAS JALAN TOL JALAN TOL TRANS JAWA CIKAMPEK .00 75.00 13.MOJOKERTO SUB TOTAL I JALAN TOL NON TRANS JAWA JORR W2 UTARA CINERE .SERPONG CENGKARENG .61 33.50 10. 05 km.19 15.37 TARGET (Km)   116.13 713.67 147. 95 km dan Swasta sepanjang 119.48 34.2 Rencana Pembangunan Jalan Tol Tahun 2010 .27 618.97   7.PASURUAN KUNCIRAN .12 99.00 7.00 14. PPJT 2006 PPJT 2006     PPJT 2006 PPJT 2006 Seksi I Operasi 2010 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2008 PPJT 2009     Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah       KETERANGAN 90 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4   rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .KERTOSONO KERTOSONO .00 40.50 60.12 106.00 75.75 11.00 3.2014 PANJANG NO.00 40.37   11.SOLO SOLO .01     7. Dilaksanakan Pemerintah sepanjang 59.Tabel 4.00 57.50 36.70 11.BATANG SEMARANG .19 15.00 14.SUMEDANG .PALIMANAN PEJAGAN .50 39.KUNCIRAN SUB TOTAL II   58. I 1 2 3 4 5 6 7 8   II 1 2 3   4 5 6 7   III 1 2 3 4 5   JALAN TOL BARU CILEUNYI .00 75.70 4.DAWUAN MEDAN-KUALANAMU-TEBING TINGGI BANDUNG INTRA URBAN SERANGAN .PEMALANG PEMALANG .00 21.50 36.BATANG SEMARANG .00 75.10 0 9.JAGORAWI BOGOR RING ROAD   GEMPOL .70 179.00 57.97 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2006 Skema PPP.00 889.70 140.

8 75.9 10.8 517. Bandung dan Bandung Barat BOT Konsesi Konsesi 420 450 500 44. Cirebon Kab.0 Pra FS 8. Kota Bekasi Kota Surakarta Konsesi BOT 300 300 PRIORITAS 33. Karawang SPAM Umbulan Kab.6 KPS YANG SEDANG BERJALAN Pemenuhan Persyaratan Pendahuluan.5 38.6 Pra FS Review isi Pra FS Review Pra Fs 6.4 119. Banjar Baru Konsesi Konsesi BT 500 500 200 19.0 900.0 360.0   1800.000 540.6 89. Tangerang konsesi 900 75.1 68.2   33.2 25. Bekasi. Bandung Kab.6 99. Kota dan Kab. Bandung Barat 9.0 378.8 19. Kab. BOT 5000 567.6 47.8 19.Tabel 4. efektif mulai konstruksi Januari 2010: • Membangun IPA 900 l/det • Sambungan Rumah (SR) 60.1 171. 5. ROT WTP 320 24.3 Rencana Proyek KPS Air Minum Tahun 2010 .2 67.6 20.3   44.7 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Kab.2014 91 BAB 4 .1 207. 4.6       142.7 77.4 201.0 67.0 945.7 77.0 297.8 51.7           35.1 25. BOT/Konsesi 4.2 89.0   1890.7 50.000 unit • Jaringan pipa ± 180 km Kab.0 19.0 42. Bekasi Kota Bandar Lampung DKI Jakarta. 2.0 Pra FS 7.7 127.1 150.2 Penyusunan Pra FS Penyusunan Pra FS & DED PROSES TENDER KotaJambi (IPA Broni & IPA Benteng) Proses Negosiasi dan Finalisasi PKS 10.6   224.4       502.2016 NO Kota/ KABUPATEN BENTUK KERJASAMA KAPASITAS (Liter/det) 2010 2011 RENCANA DISBURSMENT (MILIAR RUPIAH) 2012 2013 2014 2015 2016 TOTAL STATUS POTENSI 1.3 155.4 Pra FS Ijin Study Pra FS ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3.

783.00 10.00 2.00 5 Kementerian PU Sumatera - 1.950.225.290.713.60 - - 4.00 5.00\ 12 Kementerian PU Kementerian PU Sumatera - - 1.365.00 92 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 3 Kementerian PU Kementerian PU Sumatera - 4.Lubuk Alune – Padang Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian PU Kementerian PU Sumatera Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 77.00 4 Sumatera - 525.805.00 930.265.365.00 4.00 1.280.00 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .80 1.9 2012 1.00 - - 2.00 - - 1.530.115.265.2014 .584.00 510.070.584.00 2.050.00 11 Sulawesi - 2.00 - - 8.020.610.760.00 10 Jawa Bali - 745.225.00 745.4 2011 141.00 1.00 - - 1.00 9 Kementerian PU Kementerian PU Kementerian PU Jawa Bali - 1.00 1.70 2013 2014 TOTAL 1.00 5.00 - - 1.Tabel 4.00 525.4 Daftar Rencana Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek 1 Terbangunnya jalan tol Medan – Binjai Terbangunnya jalan tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi Terbangunnya jalan tol Pekanbaru – Kandis – Dumai Terbangunnya jalan tol Palembang – Indralaya Terbangunnya jalan tol Tegineneng – Babatan Terbangunnya jalan tol Sukabumi – Cirajang Terbangunnya jalan tol Pasirkoja – Soreang Terbangunnya jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan Terbangunnya jalan tol Pandaan – Malang Terbangunnya jalan tol Serangan – Tanjung Benoa Terbangunnya jalan tol Manado – Bitung Terbangunnya jalan tol Kisaran – Tebing Tinggi Terbangunnya jalan tol Bukit Tinggi – Padang Panjang .00 1.00 8 Kementerian PU Jawa Bali 316.115.00 - - 1.370.450.00 7 Jawa Bali - 510.00 6 Kementerian PU Kementerian PU Jawa Bali - 930.00 - - 3.00 1.896.00 NO 2 Sumatera 2.860.112.805.60 523.00 - - 2.00 13 Sumatera - - - 5.00 - - 5.552.230.490.

312.00 - 920.780.00 3.960.00 22 Kementerian PU Jawa – Bali - - 1.716.200.00 20 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.00 - - 70.00 4.085.760.00 2.100.00 26 Kementerian PU Jawa – Bali - - 690.952.928.704.780.00 14 Terbangunnya jalan tol Batu Ampar – Muka Kuning – Bandara Hang Nadim Terbangunnya jalan tol Terbanggi Besar – Manggala – Pematang Panggang Terbangunnya jalan tol Bakauheni – Terbanggi Besar Terbangunnya jalan tol Cilegon – Bojonegoro Terbangunnya jalan tol Kamal – Teluk Naga – Batu Ceper Terbangunnya jalan tol Kemayoran – Kampung Melayu Terbangunnya jalan tol Sunter – Rawa Buaya – Batu Ceper Terbangunnya jalan tol Ulujami – Tanah Abang Terbangunnya jalan tol Pasarminggu – Casablanca Terbangunnya jalan tol Sunter – Pulo Gebang – Tambelang Terbangunnya jalan tol Duri Pulo – Kampung Melayu Terbangunnya jalan akses Tanjung Priok Terbangunnya jalan tol Terusan Pasteur – Ujung Berung – Cileunyi 15 Kementerian PU Sumatera - - 1.00 24 Kementerian PU Jawa – Bali - - 1.280.260.00 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .00 2.00 2.00 25 Kementerian PU Jawa – Bali - 20.788.00 3.288.00 17 Kementerian PU Jawa – Bali - - 460.788.00 1.2014 93 BAB 4 .00 5.795.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian PU Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Sumatera 2011 2012 1.00 7.00 9.200.070.00 5.716.00 460.00 1.00 18 Kementerian PU Jawa – Bali - 1.00 5.00 2.950.00 1.734.00 1.140.100.00 1.384.734.00 23 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.00 4.00 50.904.214.00 8.00 1.590.720.460.085.00 2.00 1.278.00 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 16 Kementerian PU Sumatera - - 2.278.460.00 6.00 2014 TOTAL 2.00 19 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.00 2.00 2013 1.795.00 21 Kementerian PU Jawa – Bali - - 1.380.00 2.00 2.214.380.928.00 2.00 - - 3.00 2.

00 94 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 30 Kementerian PU Kementerian PU Jawa – Bali - - 699.00 1. Pemkot Bandung Kementerian Pekerjaan Umum.00 280.00 32 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.000.00 6.00 - - - 60.400.00 699.00 - 520.00 3.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian PU Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Jawa – Bali 2011 2012 1.00 36 Penyediaan Air Minum Kota Bandar Lampung Kementerian Pekerjaan Umum.00 37 Penyediaan Air Minum DKI JakartaBekasi-Karawang Jawa Bali - - 1.00 10.00 2. Pemprov DKI Pemkot Bekasi.00 - - - - - - rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .827.000.300.330.000.00 27 Terbangunnya jalan tol Ujungberung – Gedebage – Majalaya Terbangunnya jalan tol Semarang – Demak Terbangunnya jalan tol Yogyakarta – Bawen Terbangunnya jalan tol Yogyakarta – Solo Terbangunnya jalan tol Bandara Juanda – Tanjung perak Terbangunnya jalan tol Probolinggo – Banyuwangi Terbangunnya jalan tol Jembatan Selat Sunda Penyediaan Air Minum Kota Bandung Peningkatan dan Pembangunan IPAM Kota Medan 28 Kementerian PU Kementerian PU Jawa – Bali - - 888.00 - 35 Sumatera - 60.509.0 - - - 540.030.00 1.2014 .00 2014 1.00 80.00 33 Kementerian PU Kementerian Pekerjaan Umum.00 2.00 8.770.00 TOTAL 6.00 1.00 260. Pemkab Bekasi Jawa Bali Sumatera - - 260.827.00 10.00 34 Jawa Bali - 270.520.436.170 3.00 100.890.509.000.00 2013 2.00 2.00 29 Jawa – Bali - - 1.00 10.184. Pemkot Medan Jawa – Bali - - 10.960.012.00 1.00 2.00 888. Pemkot Bandar Lampung Kementerian Pekerjaan Umum.00 2.00 1.00 932.00 - 270.00 31 Jawa – Bali - - 1.000.300.090.00 5.00 - - - - - - - - 100.400.200. Pemkab Bekasi.300.890. Pemkab Karawang 38 Penyediaan Air Minum Kabupaten Bekasi (Cikarang Barat & Cibitung) Kementerian Pekerjaan Umum.

00 2013 60. Pemkab Sumedang Jawa Bali - 25.00 45 Penyediaan Air Minum Kabupaten Klungkung Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkab Indramayu Jawa Bali - 5. Pemkot Cirebon Jawa Bali - 70.00 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 41 Penyediaan Air Minum Kabupaten Indramayu Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkot Surakarta Jawa Bali - - 35.00 - - 250.00 TOTAL 170. Pemkab Maros Sulawesi - 60.00 39 Penyediaan Air Minum Kabupaten Bandung 40 Penyediaan Air Minum Kabupaten Sumedang Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkab Cirebon.00 - - 10.00 - 70.00 2014 50.00 BAB 4 - - - - - - rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .00 - - - 400.00 46 Penyediaan Air Minum Kabupaten Maros Kementerian Pekerjaan Umum.00 125.00 47 Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bogor dan Depok Kementerian Pekerjaan Umum/ Pemprov Jabar Jawa Bali 240.00 42 Penyediaan Air Minum Kabupaten dan Kota Cirebon Kementerian Pekerjaan Umum.2014 95 .NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum.00 44 Penyediaan Air Minum Kota Surakarta Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkot Bekasi Jawa Bali - - 110.00 - - 50.00 - 220. Pemkab Bandung Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Jawa Bali 2011 2012 60. Pemkab Kuningan.00 43 Penyediaan Air Minum Kota Bekasi (Pondok Gede) Kementerian Pekerjaan Umum.00 5.00 - - 115.00 110.00 25. Pemkab Klungkung Jawa Bali - 125.00 35.00 160.00 55.00 - - 140.00 70.

00 10.00 30.00 52 Jawa Bali - - 10. Pemprov Jawa Barat Kementerian Pekerjaan Umum. Pemprov Jawa Barat Jawa Bali 750.00 54 Kementerian Pekerjaan Umum.00 50.00 10.00 96 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 50 Kementerian Pekerjaan Umum. Pemprov Jawa Barat Jawa Bali - - 20.00 50. Pemprov Jawa Tengah Jawa Bali - - 20.00 30.00 20. Pemprov Jawa Tengah Jawa Bali - - 40.00 10. Pemprov Jawa Barat Jawa Bali - - 10. Pemprov Jawa Tengah Jawa Bali - - 30.00 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .00 30.00 10.2014 .00 53 Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten dan Kota Semarang (alternatif 1) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten dan Kota Semarang (alternatif 2) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten dan Kota Semarang (alternatif 3) Kementerian Pekerjaan Umum.00 100.00 750.00 55 Kementeria n Pekerjaan Umum.00 2012 2013 2014 TOTAL 800 48 Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bandung dan Sekitarnya Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Barat (alternatif 1) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Barat (alternatif 2) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Timur (alternatif 1) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Timur (alternatif 2) 49 Kementerian Pekerjaan Umum.00 30.00 20.00 20.00 10.00 800.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum/ Pemprov Jabar Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Jawa Bali 480.00 2011 320.00 51 Kementerian Pekerjaan Umum.00 10.

4. Kementerian PU menjadi pelopor dalam pengembangan sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement). efektif. belum optimalnya integritas aparatur birokrasi. terukur. dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan good governance. serta produktivitas. yakni masih belum optimalnya kualitas pelayanan publik. regulasi. Strategi tersebut juga meliputi pengembangan kapasitas institusi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian PU dan aparatur di daerah. dan tujuan organisasi.2014 97 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . serta sumber daya manusia aparatur Negara. dan adanya tumpang tindih tugas dan fungsi unit-unit kerja. terutama menyangkut aspekaspek kelembagaan/organisasi. dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). efektivitas. Kebijakan ini mendukung salah satu prioritas pembangunan nasional dalam RPJMN 2010–2014 yaitu pembangunan SDM untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dalam era globalisasi yang berkembang saat ini. 1. Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. ketatalaksanaan (business process). perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas. kelembagaan Kementerian PU perlu menjalankan penataan aparatur atau reformasi birokrasi yang menyeluruh dan dilaksanakan secara bertahap. Pengembangan institusi Pengembangan institusi adalah salah satu kunci dalam reformasi birokrasi melalui proses transisi yang dapat dilaksanakan dengan reorganisasi yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada kinerja. rendahnya disiplin dan etos kerja pegawai. perlunya peningkatan efisiensi. misi. dan prosedur kerja yang jelas.6 Strategi Penataan Aparatur alam mencapai visi jangka panjang. serta perlunya peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan. efisien. proses. Penataan aparatur atau reformasi birokrasi perlu dilakukan mengingat kondisi objektif birokrasi saat ini yang masih perlu disempurnakan. D rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . adanya tumpang tindih regulasi yang perlu dibenahi.4. Dalam rangka pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas sejalan dengan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance) untuk menghindarkan praktik-praktik KKN. Strategi tersebut meliputi pembenahan organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing) dengan menstrukturkan organisasi dan mensinkronkan tugas dan fungsi dan merampingkan birokrasi agar efektif dan efisien serta melalui delivery system (mencakup tata laksana dan pola organisasi) yang tepat berupa sistem.

kompeten. dekonsentrasi. Selanjutnya akan dilakukan identifikasi peraturan-peraturan yang masih perlu dijabarkan lagi turunannya. berkinerja tinggi. profesional. namun masih perlu disempurnakan dengan mengacu kepada pedoman reformasi birokrasi yang telah dikeluarkan. produktif. Pengembangan SDM Pengembangan SDM di bidang pekerjaan umum dan permukiman dilaksanakan untuk memperoleh SDM yang berintegritas. dan sejahtera agar dapat mencapai 3 (tiga) strategic goals Kementerian PU dan prioritas pembangunan nasional. UU Bangunan Gedung. Pengembangan SDM juga diperlukan untuk memenuhi tuntutan perubahan peran Kementerian PU yang diharapkan berubah dari semula lebih dominan sebagai provider-operator menjadi dominan sebagai regulatorfasilitator yang berorientasi pada peningkatan TURBINWAS ke daerah dalam rangka pelaksanakan tugas pembantuan. Mendukung upaya ini. UU Penataan Ruang. beserta peraturan pelengkapnya. serta pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK). disiplin. pembinaan. Untuk itu sejak tahun 2006 Kementerian PU telah melakukan upaya reformasi perekrutan. serta mengikutsertakan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam keseluruhan prosesnya. Pembenahan Regulasi Dari sisi regulasi. Pengembangan SDM di bidang pekerjaan umum dan permukiman dilaksanakan melalui pembinaan jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berdasarkan jalur jabatan struktural dan jabatan fungsional.2014 . Selanjutnya dalam rangka reformasi birokrasi Kementerian PU. serta evaluasi kinerjanya secara signifikan yang perlu terus dilanjutkan. yaitu dari organisasi yang bersifat sektoral menjadi bersifat fungsional. dan UU Jasa Konstruksi. 3. dalam jangka panjang perlu dilakukan perubahan yang lebih fundamental sifatnya. 2. maka adanya konsistensi kebijakan nasional tentang pengembangan SDM PNS yang ramping 98 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . seperti UU Sumber Daya Air. serta meningkatkan kinerja penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman agar tugas dan fungsi yang diemban oleh Kementerian PU dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.Meskipun Kementerian PU telah melakukan berbagai upaya terkait reformasi birokrasi. UU Jalan. serta akan dilakukan langkah-langkah deregulasi untuk berbagai peraturan yang merupakan produk yang sudah lama yang dinilai dapat menghambat pelaksanaan tugas dan menciptakan ketidakpastian hukum di masyarakat untuk kemudian dilakukan reformasi jika dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi terkini. penempatan calon PNS. Kementerian PU telah memiliki berbagai dasar hukum pembangunan dan pengelolaan sektor yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

disamping terus dibenahinya hubungan kerja yang seimbang dan baik antara pejabat fungsional dengan struktural. penguatan. maka pola kerja sama dengan berbagai mitra kerja harus terus dikembangkan. baik di dalam maupun di luar negeri. salah satunya ditempuh melalui pengembangan dan pelaksanaan program-program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang selaras dan terintegrasi dengan pola career planning.5. Pelaksanaan diklat dapat dilakukan baik di institusi diklat intern Kementerian PU maupun institusi diklat di luar Kementerian PU. institusi diklat juga harus menyiapkan diri menjadi unit Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). seperti kepegawaian dan kelembagaan di internal Kementerian PU termasuk dengan institusi daerah. Ke depan. KEBIJAKAN OPERASIONAL a. Pelaksanaan diklat di masa depan juga memerlukan pembenahan. Oleh karenanya. Selain itu diperlukan juga adanya penyetaraan penghargaan antara pejabat struktural dan fungsional. Kebijakan peningkatan kapasitas dan kualitas SDM ini.struktur dan kaya fungsi untuk diterapkan pada pengembangan organisasi di tiap-tiap kementerian dan lembaga sangat diperlukan. Setiap kenaikan posisi jabatan harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi baik substansi manajerial. dan sinergi institusi dengan unit-unit kerja lainnya. standar. career planning. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 4. Pengembangan orientasi pada jabatan fungsional yang akan terus didorong di masa depan memerlukan penyusunan job description. Dalam upaya untuk mempercepat peningkatan kompetensi SDM di bidang pekerjaan umum dan permukiman juga perlu dilakukan Training of Trainers substansi bidang pekerjaan umum dan permukiman bagi instruktur yang ada pada unit-unit kerja diklat di tingkat provinsi sehingga mereka dapat memberikan diklat untuk PNS di provinsinya sendiri maupun di kabupaten/kota. teknis.2014 99 BAB 4 . pendidikan dan pelatihan (diklat) berbasis kompetensi. serta reward dan punishment. Mempercepat penyelesaian peraturan perundang-undangan. terutama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Diklat yang dikembangkan harus berbasis kompetensi dengan kurikulum yang memperhatikan jenis dan jenjang diklat serta target group-nya. Kebijakan Penataan Ruang 1. pelaksanaan diklat harus didasarkan pada kebutuhan peningkatan kompetensi individu maupun kinerja unit organisasi yang mengutusnya. Dengan tuntutan tersebut. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta penempatan yang menyatu antara pejabat fungsional dan struktural sesuai tingkatannya. pola rekrutmen. maupun fungsionalnya. remunerasi. pedoman dan manual bidang Penataan Ruang.

Konservasi akan lebih diutamakan sehingga akan terjadi keseimbangan antara upaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan upaya untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. 4. Pola hubungan hulu-hilir akan terus dikembangkan agar tercapai pola pengelolaan yang lebih berkeadilan serta rasionalisasi permintaan dan penggunaan air melalui demand management. 6. termasuk dengan meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang pleh Pemerintah Daerah sesuai kewenangan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah.2. 7. 100 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 b. antara hulu dan hilir. 5. 4. Pengembangan dan penerapan sistem conjuctive use antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah akan digalakkan terutama untuk menciptakan sinergi dan menjaga keberlanjutan ketersediaan air tanah. Mendapatkan komitmen berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat dalam pelaksanaan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah. 3. dengan penjurunya pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dan pembangunan daerah.2014 . antara pengelolaan demand dan pengelolaan supply. 2. Mengembangkan kapasitas kelembagaan pusat dan daerah serta sinergi dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan teknis pelaksanaan penataan ruang. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Pemerintahan Daerah Provinsi. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Meningkatkan kualitas pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis nasional yang mendorong keterpaduan pembangunan infrastruktur wilayah dan implementasi program pembangunan daerah. serta meningkatkan rasa memiliki (ownership) seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penyelesaian produk pengaturan. serta antara pemenuhan kepentingan jangka pendek dan kepentingan jangka panjang. Mengefektifkan pembinaan dan pengawasan teknis dalm pelaksanaan penataan ruang. Kebijakan Pembangunan Sumber Daya Air 1. Pengelolaan sumber daya air dilaksanakan dengan memperhatikan keserasian antara konservasi dan pendayagunaan. Mengembangkan prakarsa dan peran. 3. Mengembangkan rencana terpadu pengembangan wilayah di berbagai aras spasial.

10. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Peningkatan partisipasi masyarakat dan kemitraan di antara pemangku kepentingan terus diupayakan tidak hanya pada saat kejadian banjir. wilayah tertinggal. 11. Kebijakan Pembangunan Prasarana Jalan 1. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 7. Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air baku diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga terutama di wilayah rawan/defisit air. c. Mempertahankan kinerja pelayanan prasarana jalan yang telah terbangun dengan mengoptimalkan pemanfaatan prasarana jalan melalui pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan teknologi jalan. 6. Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi difokuskan pada upaya peningkatan fungsi jaringan irigasi yang sudah dibangun tapi belum berfungsi. pulau-pulau kecil serta pusat kegiatan ekonomi. dan peningkatan kinerja operasi dan pemeliharaan. Pengembangan dan pengelolaan sumber daya air juga dilakukan dengan penataan kelembagaan melalui pengaturan kembali kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan. Penataan dan penguatan sistem pengolahan data dan informasi sumber daya air dilakukan secara terencana dan dikelola secara berkesinambungan sehingga tercipta basis data yang dapat dijadikan dasar acuan perencanaan pengembangan dan pengelolaan sumber daya air. Pengamanan pantai-pantai dari abrasi terutama dilakukan pada daerah perbatasan. Penanggulangan banjir diutamakan pada wilayah berpenduduk padat dan wilayah strategis. Pemanfaatan air tanah untuk pemenuhan kebutuhan air baku akan dikendalikan dan sejalan dengan itu akan dilakukan upaya peningkatan penyediaan air baku dan air permukaan. Pengendalian daya rusak air terutama dalam hal penanggulangan banjir mengutamakan pendekatan non-konstruksi melalui konservasi sumberdaya air dan pengelolaan daerah aliran sungai dengan memperhatikan keterpaduan dengan tata ruang wilayah.2014 101 BAB 4 . Upaya peningkatan fungsi jaringan dilakukan hanya pada areal yang ketersediaan airnya terjamin dan petani penggarapnya sudah siap. rehabilitasi pada areal irigasi berfungsi yang mengalami kerusakan. tetapi juga pada tahap pencegahan serta pemulihan pasca bencana. dan wilayah strategis.5. 8. 12. dengan prioritas areal irigasi di luar Pulau Jawa. 9.

Kalimantan. Meningkatkan pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus yang diarahkan untuk membantu pelayanan air minum perdesaan serta insentif bagi PDAM.2014 . Menumbuhkan sikap profesionalisme dan kemandirian institusi dan SDM bidang penyelenggaraan prasarana jalan. Mendorong pengelolaan PDAM agar lebih profesional dan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola pelayanan air minum melalui uji kompetensi. 3. Sumatera. disamping mendorong pemerintah provinsi/kabupaten/kota untuk berinvestasi di bidang pengembangan air minum. Meningkatkan kinerja pengelola air minum (PDAM) dengan melanjutkan kebijakan sebelumnya. Air Minum 1. dan Papua). Meningkatkan peranserta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran pembangunan air minum. 3. Mengharmonisasikan keterpaduan sistem jaringan jalan dengan kebijakan tata ruang wilayah nasional yang merupakan acuan pengembangan wilayah dan meningkatkan keterpaduannya dengan sistem jaringan prasarana lainnya dalam konteks pelayanan intermoda dan sistem transportasi nasional (Sistranas) yang menjamin efisiensi pelayanan transportasi. 102 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 5. pendidikan dan pelatihan. Mengembangkan rencana induk sistem jaringan prasarana jalan berbasis pulau (Jawa dan Bali. 4. masyarakat dalam d. 2. Mendorong keterlibatan peran dunia usaha dan penyelenggaran dan penyediaan prasarana jalan. yaitu restrukturisasi utang pokok dan peningkatan manajemen melalui penetapan tarif yang wajar serta penurunan tingkat kebocoran/kehilangan air pada ambang batas normal (20%). Meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperjelas hak dan kewajiban dalam penanganan prasarana jalan. 7. Sulawesi. 5. 4. Melanjutkan dan merampungkan reformasi jalan melalui UU Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan serta peraturan pelaksanaannya. 6.2. Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Permukiman 1. Menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha (swasta) untuk turut berperan serta secara aktif dalam memberikan pelayanan air minum. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2. 6. 4. Air Limbah 1.2014 103 BAB 4 . Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan air limbah. 3. baik dalam handling-transportation maupun dalam pengelolaan TPA. pentingnya 2. Menciptakan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kemitraan pemerintah-swasta (public private partnership) dalam pengelolaan persampahan. 4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola persampahan dan drainase melalui uji kompetensi. Mengembangkan kelembagaan dalam penanganan air limbah. dan perbaikan pelayanan kesehatan. 3. 3. 5. Mendorong terbentuknya regionalisasi pengelolaan persampahan dan drainase. 2. pendidikan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Meningkatkan kinerja pengelola persampahan dan drainase melalui restrukturisasi kelembagaan dan revisi peraturan perundang-undangan yang terkait. Meningkatkan peranserta seluruh stakeholders dalam upaya mencapai sasaran pembangunan persampahan dan drainase. baik yang dikelola BUMD maupun yang dikelola secara langsung oleh masyarakat. Menciptakan kesadaran seluruh stakeholders terhadap peningkatan pelayanan persampahan dan drainase. pelatihan. Meningkatkan pendanaan dengan mengembangkan alternatif sumber pembiayaan yang murah dan berkelanjutan serta melalui kemitraan swasta dengan pemerintah. Menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha (swasta) untuk turut berperanserta secara aktif dalam memberikan pelayanan persampahan. 7. Bangunan Gedung dan Lingkungan 1. Meningkatkan partisipasi pengelolaan air limbah. Persampahan dan Drainase 1. masyarakat dalam pembangunan dan ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 4. Meningkatkan pembinaan bagi peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah dalam pengendalian pembangunan bangunan gedung.

Menyelenggarakan layanan keahlian (advistek). 104 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Litbangrap IPTEK yang berhubungan dengan isu-isu pelestarian fungsi lingkungan hidup.2. dan (iii) percepatan pembangunan wilayah-wilayan tertinggal serta pulau-pulau terluar. Untuk mewujudkan kebijakan tersebut. juga untuk untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi unit unit operasional di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. serta (iii) pengendalian terhadap kecenderungan konversi lahan beririgasi teknis menjadi lahan permukiman dan industri. maka strategi-strategi yang harus dilaksanakan adalah: 1.2014 . selain untuk meningkatkan kualitas dan umur pakai (life time) infrastruktur. Litbangrap IPTEK yang berhubungan dengan isu-isu peningkatan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional diarahkan pada unsur-unsur: (i) keandalan sistem jaringan jalan dan jembatan serta jaringan sistem sumberdaya air. dan (iii) peningkatan kualitas perencanaan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah. Meningkatkan pengawasan dan penertiban pelestarian bangunan gedung dan lingkungan yang dilindungi dan dilestarikan yang berskala nasional maupun internasional. (ii) percepatan pengembangan kawasan kawasan strategis. (ii) kualitas pengendalian pemanfaatan ruang-ruang air. diarahkan pada unsur-unsur: (i) peningkatan cakupan pelayanan prasarana dan sarana dasar. 2. Meningkatkan pengawasan dan pembinaan teknis keamanan dan keselamatan gedung. 4. selain untuk membantu memecahkan persoalan persoalan di lapangan. e. (ii) kualitas perencanaan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Kebijakan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Teknologi Hasil-hasil Litbang IPTEK PU harus dapat mendorong pengembangan IPTEK PU dan permukiman yang mampu menyediakan infrastruktur PU dan permukiman yang berkualitas dan mampu memberikan dukungan pada pemecahan isu-isu di lapangan. 3. 5. Memanfaatkan hasil-hasil Litbangrap IPTEK. juga untuk membantu penyusunan dokumen perencanaan proyek yang di dalamnya memasukkan unsur-unsur teknologi baru yang telah teruji. Penelitian dan pengembangan serta penerapan Ilmu Pengetahuan (Litbangrap) IPTEK yang berhubungan dengan isu-isu peningkatan ketahanan pangan diarahkan pada unsur-unsur: (i) keandalan sistem jaringan sumberdaya air. 3.

8. 5. dll). 3. 2. Meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengadaan konstruksi yang bebas dari praktik-praktik KKN. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan pejabat fungsional pengawas (BPK. Meningkatkan dukungan terhadap terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui koordinasi antar sektor termasuk dukungan permodalan dan penjaminan. Meningkatkan penerapan teknologi konstruksi. Pedoman) ditujukan kepada para dosen dan mahasiswa perguruan tinggi. 4. khususnya infrastruktur pekerjaan umum. Mengembangkan pembinaan sumber daya investasi infrastruktur yang efisien. sehingga terbentuk keselarasan di antara kedua aspek tersebut. 7. f. 6. penggunaan bahan dan peralatan konstruksi domestik dalam sistem penyelenggaraan konstruksi berkelanjutan yang menjamin kehandalan konstruksi dan ramah lingkungan. profesional dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. sekaligus mengembangkan daya saing penyedia jasa konstruksi nasional. pelayanan teknis dan administratif yang efektif. efektif dan produktif yang menjamin keselarasan antara peningkatan investasi infrastruktur pekerjaan umum dengan pengembangan daya saing penyedia jasa konstruksi nasional. 7. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi yang profesional. Bawasda. Meningkatkan pembinaan konstruksi secara transparan dan terbuka dengan melibatkan masyarakat dan meningkatkan peran Pemerintah Daerah dalam bentuk dekonsentrasi/tugas pembantuan. Meningkatkan pembinaan usaha konstruksi nasional yang kompetitif. Mengembangkan mekanisme fasilitasi. BPKP. efisien dan terpadu melalui kerjasama dan koordinasi antar Satminkal Kementerian PU. 10. asosiasi profesi.6. Menyelenggarakan pelatihan penerapan SPM baru (SNI.2014 105 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . Kementerian/LPND serta lembaga lainnya yang terkait dengan pengembangan jasa konstruksi. 9. Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Jasa Konstruksi 1. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelatihan berbasis kompetensi sesuai dengan standar internasional. Mendorong dan memfasilitasi pengembangan investasi infrastruktur. Pelaksanaan verifikasi teknologi baru yang didasarkan pada kondisi spesifik Indonesia.

3. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi yang profesional. 106 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 h. dalam pengawasan pembangunan 6. Kebijakan Peningkatan Dukungan Kesekretariatan 1. Meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengadaan konstruksi yang bebas KKN. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelatihan berbasis kompetensi sesuai dengan standar internasional. 2. Kebijakan Pengembangan SDM Mitra dan Iklim Usaha Konstruksi 1. Menggunakan sumberdaya yang ada secara efisiensi dan efektif untuk melaksanakan pengawasan terhadap seluruh penyelenggaraan pembangunan infrastruktur bidang PU dan Permukiman.2014 . termasuk dukungan permodalan dan penjaminan. Melaksanakan pengawasan sebagai Quality Assurer dan konsultan. Menerapkan cara pemeriksaan yang komprehensif dan memenuhi standar pemeriksaan yang ditetapkan. Melibatkan partisipasi masyarakat infrastruktur PU dan permukiman. 2. Mengembangkan kebijakan dan sistem perencanaan pembangunan bidang pekerjaan umum dan permukiman berdasarkan ketentuan aturan perundangundangan dan NSPM Perlunya pengembangan kebijakan dan sistem perencanaan pembangunan bidang pekerjaan umum dan permukiman dimaksudkan untuk mensinkronisasikan program antar wilayah dan antar sektor serta penyelenggara bidang pekerjaan umum yang pada akhirnya untuk mencapai program-program prioritas pembangunan nasional yang khusus terkait dengan bidang pekerjaan umum rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui koordinasi antar sektor. i. 4. 5. 3. Melakukan koordinasi di bidang pengawasan dengan BPKP dan Inspektrorat Provinsi/Kabupaten/kota. Menegakkan tertib administrasi dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur melalui pengawasan dengan berdasarkan pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku serta penerapan Good Governance.g. 4. Kebijakan Peningkatan Pengawasan 1.

Optimalisiasi peran Setjen sebagai unit terdepan dalam mendukung implementasi program pembangunan bidang ke-PU-an dan permukiman melalui penerapan prinsip-prinsip good governance. dan peraturan perundangundangan untuk mewujudkan penggunaan secara efisien yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat seoptimal mungkin. Revitalisasi Pelayanan administrasi publik dalam mengurangi dampak negatif globalisasi melalui tata laksana administrasi yang baik Revitalisasi pelayanan administrasi publik perlu dikembangkan dan ditingkatkan terutama dalam hal mengurangi dampak negatif globalisasi melalui penataan sistem administrasi yang baik. Mengembangkan manajemen sumber daya dan kelembagaan dalam mendukung peningkatan daya saing nasional: • Restrukturisasi pengembangan manajemen sumber daya meliputi pengembangan manajemen keuangan.seperti pengentasan kemiskinan. kehutanan dan perikanan. 2. mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui percepatan pembangunan dan revitalisasi pertanian. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI • Peningkatan sumber daya manusia meliputi pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dalam penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum. 4. 3. aset. • Peningkatan menajemen kelembagaan diharapkan dapat memenuhi tupoksi organisasi yang tidak tumpang tindih serta dapat mengakomodasikan jabatan fungsional secara efektif. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 107 BAB 4 . Setjen memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan implementasi program pembangunan bidang ke-PU-an melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Sebagai unit terdepan.

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .

Pelaksanaan pembangunan prasarana pengendalian banjir dan pengembangan terpadu aliran Sungai Bengawan Solo.5. 4. terjadi penurunan panjang jalan sub standar sebesar 10% dan penambahan lajur kilometer sepanjang 13. 7. Target Program Strategis Kementerian PU dalam periode 2010-2014 secara keseluruhan akan meliputi: 1. P 109 . MBR 26. 5. PROGRAM DAN KEGIATAN 2010 . sehingga Lintas Timur Sumatera dan Pantura Jawa memiliki lebar minimum 7 m. sehingga 94 % jaringan jalan nasional dalam kondisi mantap.1. 2. 3.2014 rogram pada dokumen Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum 2010-2014 ini merupakan hasil restrukturisasi program dan kegiatan yang dalam rangka penerapan penganggaran berbasis kinerja sebagai amanat UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. serta reorganisasi Kementerian PU Tahun 2010. Konsolidasi kebijakan penanganan dan pemanfaatan tanah untuk kepentingan umum secara menyeluruh di bawah satu atap dan pengelolaan ruangterpadu. Preservasi pada ruas jalan nasional baik lintas maupun non-lintas.000 Km. Dukungan infrastruktur permukiman sebanyak 240 kawasan permukiman. serta panjang jalan yang memenuhi spesifikasi jalan raya bertambah 400 Km. Lintas Selatan Kalimantan dan Lintas Barat Sulawesi memiliki lebar minimum 6 m.700 unit hunian rusunawa dan infrastruktur pendukungnya.370 Km. 6. dengan Pantura JakartaSurabaya memenuhi spesifikasi jalan raya. Peningkatan kapasitas jalan sepanjang 19. Penyelesaian Banjir Kanal Timur. Pengurangan jumlah lokasi rawan kecelakaan terkait kondisi jalan.

Simanggaris. dan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah di 185 kawasan. Inventarisasi lahan dan pengendalian pemanfaatan ruang. Bandara Juanda dan Kualanamu.650 desa) dan sanitasi masyarakat (220 kawasan). Pembangunan/rehabilitasi/OP prasarana sumber daya air untuk melayani daerah sentra produksi pertanian. Program pembangunan infrastruktur perdesaan di 8. Pelabuhan Tanjung Mas. Konsolidasi struktural dan peningkatan kapasitas kementerian/lembaga terkait pemanfaatan tanah dan penataan ruang bagi kepentingan rakyat banyak. Pelabuhan Cirebon. Peningkatan kapasitas produksi Sistem Penyediaan Air Minum di 32 provinsi dengan total peningkatan 9.803 desa di daerah tertinggal mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman. terluar dan pasca-konflik. 110 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 10.8. dan 102 kawasan perbatasan dan pulau kecil mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman. serta pembangunan jalan-jalan akses dari Pantura Pulau Jawa menuju Pelabuhan Tanjung Priok. 16. Pelabuhan Tanjung Perak. Pembangunan dan preservasi jaringan jalan tol sepanjang 700 km yang dilaksanakan oleh Pemerintah sepanjang 44 km dan fasilitasi pembangunan jalan tol yang dilaksanakan oleh swasta sepanjang 656 km serta melakukan pemabngunan akses tol pada koridor-koridor dengan intensitas pergerakan barang dan jasa yang tinggi dan berorientasi ekspor seperti: Pembangunan Jalan Akses Tanjung Priok. Fasilitasi terhadap 107 PDAM untuk mendapatkan pinjaman bank dan 185 PDAM mendapatkan pembinaan teknis.2014 . Dry Port Cikarang dan Gedebage. program penanggulangan kemiskinan perkotaan di 9956 kelurahan/desa. 11. Fasilitasi pembangunan dan preservasi jalan nasional menuju kawasan perbatasan (yang terdepan dan terluar serta masih banyak yang tertinggal) di Aruk. dan Nunukan di Pulau Kalimantan dan Sota (Merauke) di Papua serta memfasilitasi pembangunan jalan daerah untuk memberi akses transportasi di daerah tertinggal terdepan. 9. 15. 13. Entikong. 14. program air minum (4.470 liter/detik. Memberikan program-program terkait mitigasi bencana untuk 15 kawasan. Nanga Badau. maupun jalan non-tol yang merupakan jalan-jalan akses dari Lintas Timur Sumatera menuju Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Dumai. dan lain-lain. 8.803 desa tertinggal. 12.

67/2005 yang mencakup: (i) penyesuaian ketentuan pelelangan sesuai Peraturan Pemerintah tentang Jalan Tol (apabila peserta pelelangan kurang dari 2. Mengusulkan penyempurnaan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No.17.5. Pembentukan unit Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan jalan bebas hambatan yang secara finansial/komersial masih marginal dan unit tersebut dapat langsung menggunakan pendapatan tol untuk membangun jalan bebas hambatan lainnya. 19.2014 111 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . dan (iii) perubahan preferensi untuk prakarsa Badan Usaha dari 10% menjadi 20%. 18. (ii) perubahan pemegang saham sebelum jalan tol beroperasi atas ijin Menteri. dapat dilakukan negosiasi setelah mendapat persetujuan Menteri). Revisi Perpres No.1 s. Sebaran target program strategis tiap sektor di Kementerian PU dapat dilihat pada Gambar 5. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Gambar 5.d.3 Tahun 2007 sehingga lebih operasional terutama terkait dengan pengaturan dan konsinyasi.

1 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana SDA Sebagai Bagian Program 5 Tahun Banda Aceh Medan Pekanbaru Padang Samarinda Palangkaraya Banjarmasin Makassar Tanjung Pinang Pontianak Jambi Bengkulu Palembang Bandar Lampung Pembangunan/Rehabilitasi/OP prasarana sumber daya air untuk melayani daerah sentra produksi pertanian (seluruh Indonesia) Manado Gorontalo Palu Ternate Sorong Mamuju Kendari Ambon Biak Penyelesaian Banjir Kanal Timur Serang Yogyakarta Jakarta Bandung Jayapura Semarang Surabaya Mataram Denpasar Kupang Penyelesaian pembangunan prasarana pengendalian banjir dan pengembangan terpadu aliran Sungai Bengawan Solo PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 112 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .Gambar 5.

347 Km Jalan Lintas Pulau Sulawesi 4.522 Km Jalan Lintas Pulau-Pulau 2.974 Km Bengkulu Jalan Lintas Pulau Sumatera 4.390 Km .627 Km Jayapura 113 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 Jalan Lintas Pulau Jawa 2.510 Km Padang Sorong Ambon Biak Jalan Lintas Pulau Papua 1.2 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (1) Banda Aceh Medan Pekanbaru Tanjung Pinang Pontianak Samarinda Palu Palangkaraya Mamuju Kendari Banjarmasin Makassar Gorontalo Jambi Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Denpasar Semarang Surabaya Mataram Kupang Jakarta Bandung Manado Ternate Jalan Lintas Pulau Kalimantan 3.Gambar 5.

3 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (2) Banda Aceh Medan Pekanbaru Padang Samarinda Tanjung Pinang Pontianak Jambi Bengkulu Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Jakarta Bandung Banjarmasin Makassar • Penurunan panjang jalan sub-standar sepanjang 5% • Penambahan lajur kilometer sepanjang 13.2014 .000 Km • Panjang jalan yang memenuhi spesifikasi jalan raya Manado Gorontalo Palu Ternate Palangkaraya Sorong Mamuju Kendari Ambon Biak Jayapura Semarang Surabaya Mataram Denpasar Kupang Peningkatan kapasitas jalan: Lebar minimum Jalan Lintas Sumatera 7 meter Pengurangan jumlah lokasi rawan kecelakaan Panjang Jalan Pantura Jakarta-Surabaya dengan spesifikasi jalan raya Peningkatan kapasitas jalan: Lebar minimum Jalan Lintas Selatan Kalimantan dan Jalan Lintas Barat Sulawesi 6 meter PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 114 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .Gambar 5.

terluar. Pelabuhan Cirebon. & pasca konflik Padang Sorong Ambon Biak Bengkulu • Pembangunan dan preservasi jalan tol & non-tol akses Tanjung Priok • Dry Port Cikarang dan Gedebage • Bandara Juanda Kupang 115 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pelabuhan tanjung Mas.2014 Jayapura Pembangunan jalan akses dari Lintas Timur Pulau Sumatera menuju Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Dumai Pembangunan jalan-jalan akses dari Pantura menuju Pelabuhan Tanjung Priok. dll. Pelabuhan Tanjung Perak. terdepan.Gambar 5.4 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (3) Banda Aceh Medan Pekanbaru Tanjung Pinang Pontianak Samarinda Palu Palangkaraya Mamuju Kendari Banjarmasin Makassar Gorontalo Jambi Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Denpasar Semarang Surabaya Mataram Jakarta Bandung Manado Ternate Memfasilitasi pembangunan dan preservasi jalan daerah untuk meningkatkan aksesibiltas pusatpusat produksi pertanian untuk menuju jaringan jalan nasional (seluruh Indonesia) • Memfasilitasi pembangunan & preservasi jalan nasional menuju kawasan perbatasan • Memfasilitasi pembangunan jalan daerah untuk memberi akses transportasi di daerah tertinggal. .

650 desa) dan sanitasi masyarakat (220 kawasan). PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 116 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .5 Target Program Strategis Sub Bidang Infrastruktur Permukiman Sebagai Bagian Program 5 Tahun Banda Aceh Medan Pekanbaru Padang Samarinda Palangkaraya Banjarmasin Makassar Tanjung Pinang Pontianak Jambi Bengkulu Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Jakarta Bandung Pembangunan infrastruktur permukiman bagi 240 kawasan permukiman MBR. program air minum (4. program penanggulangan kemiskinan perkotaan di 9956 kelurahan/desa.803 desa tertinggal. dan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah di 185 kawasan.Gambar 5.803 desa di daerah tertinggal mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman • 102 kawasan perbatasan dan pulau kecil mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman (seluruh indonesia) . 26.2014 • Mitigasi bencana 15 kawasan permukiman • 8.700 unit hunian rusunawa dan infrastruktur pendukungnya (seluruh Indonesia) Manado Gorontalo Palu Ternate Sorong Mamuju Kendari Ambon Biak Jayapura Semarang Surabaya Mataram Denpasar Kupang 107 PDAM terfasilitasi untuk mendapatkan pinjaman bank & 185 PDAM mendapatkan pembinaan teknis (seluruh Indonesia) Program pembangunan infrastruktur perdesaan di 8.

Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui pembangunan sarana/prasarana pengendalian banjir. dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. 4. Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi. Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ditingkatkan. 12. PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui rehabilitasi sarana/ prasarana pengendalian banjir. 5. pelaksanaan. Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi. sedangkan nama program yang akan mewadahinya adalah sebagai berikut: I. 7. Kapasitas tampung sumber air yang dioperasikan dan dipelihara. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk air minum yang dibangun. monitoring. 3. Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara. Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dioperasikan dan dipelihara. 16. 6. 8. Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara. Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dioperasikan dan dipelihara. Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk air minum yang dioperasikan dan dipelihara. 21. 18. Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan. Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ditingkatkan. 2. Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dibangun/ditingkatkan. Kapasitas tampung sumber air yang direhabilitasi. 15.2014 117 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dibangun/ditingkatkan. 17. 14. 19. Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang direhabilitasi. 10. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk air minum yang direhabilitasi. 22. 13. Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang direhabilitasi.Rincian program dan kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang akan dilaksanakan pada periode tahun 2010-2014 beserta target capaian yang ditetapkan dapat dilihat pada Matriks Renstra kementerian PU. 20. 11. dan evaluasi pengelolaan SDA. 9. Jumlah kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi.

2. Air Baku. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui operasi dan pemeliharaan sarana/prasarana pengendalian banjir. 118 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui rehabilitasi sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen. Pembinaan Irigasi. Rawa. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Pengelolaan Sumber Daya Air adalah: 1. dan Air Tanah. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir (dibangun/ditingkatkan. Pembinaan Penatagunaan Sumber Daya Air. 29. 26. Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen SDA. Tambak.23. 28. 24. 4. Luas cakupan layanan jaringan irigasi dan rawa (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/dipelihara). Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk program Pengelolaan Sumber Daya Air sebagai berikut: 1. operasi/pemeliharaan). Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pemeliharaan sarana/prasarana pengamanan pantai. Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pembangunan sarana/prasarana pengamanan pantai. 3. 2. Pembinaan Program Ditjen SDA. Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui operasi dan pemeliharaan sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk memenuhi kebutuhan domestik. 4. 27.2014 . Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui rehabilitasi sarana/prasarana pengamanan pantai. Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui pembangunan sarana/ prasarana pengendalian lahar/sedimen. Prosentase pencapaian penyelenggaraan pengelolaan SDA terpadu oleh balaibalai. 5. perkotaan dan industri (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/ dipelihara). 5. Pembinaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air serta Penanggulangan Darurat Akibat Bencana. 3. Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan dan dijaga/ dipelihara. 25.

4. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. Pengelolaan dan konservasi waduk. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Tingkat kemantapan jalan. 2. Embung. Rawa. lahar gunung berapi dan pengamanan pantai. Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap. Waduk.6. Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun. 3. 8. PROGRAM DAN KEGIATAN Kegiatan prioritas untuk Program Pengelolaan Sumber Daya Air beserta output dan targetnya sebagaimana dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 . Penyediaan dan pengelolaan air baku. 11. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta Bangunan Penampung Air lainnya. 4. meliputi: 1. Lahar Gunung Berapi. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Panjang jalan baru yang dibangun. dan Pengamanan Pantai. dan Jaringan Pengairan lainnya. Situ. 10.2014 119 BAB 5 . Fasilitasi Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Dewan Sumber Daya Nasional (DSDAN) dan Keamanan Bendungan. 2. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Tingkat penggunaan jalan nasional. 7. 5. Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. rawa dan jaringan pengairan lainnya. Pembinaan Sungai.2014 adalah merupakan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. 3. Pengendalian Lahar dan Pengamanan Pantai. Pengendalian banjir. Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. embung. Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku. 9. Danau. II. Meningkatnya panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. Pengendalian Banjir. Pengelolaan dan Konservasi Waduk. Pembinaan Keamanan Bendungan. situ serta bangunan penampung air Lainnya. Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional. PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN dengan outcome-nya: 1. 12. Meningkatnya penggunaan jalan nasional.

Pengaturan. Pembinaan pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan dan fasilitasi jalan bebas hambatan dan perkotaan. Pembinaan Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional dan Fasilitasi Jalan Daerah 5. Pengusahaan. Pengaturan. Pembinaan.2014 adalah merupakan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. Pengaturan dan Pembinaan Teknik Preservasi. program dan anggaran serta evaluasi pelaksanaan program. Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60 % kondisi mantap. Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga. Pemrograman dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan 3. Penyiapan standar pedoman. 4.2014 . Pembinaan dan monitoring-evaluasi pelaksanaan jalan dan jembatan wilayah barat. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Penyelenggaraan Jalan sebagai berikut : 1. Pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan dan jembatan Nasional. 120 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 2. 7. 3. 4. Perencanaan. Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional 6. 3. Pengaturan.Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Penyelenggaraan Jalan adalah : 1. Panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. Dukungan manajemen. 5. 6. 2. Pembinaan dan monitoring-evaluasi pelaksanaan jalan dan jembatan wilayah timur. Penyelenggaraan jalan tol. meliputi: 1. 8. Tingkat penggunaan jalan nasional. dan Pengawasan Jalan Tol Kegiatan prioritas untuk Program Penyelenggaraan Jalan beserta output dan targetnya sebagaimana dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 . Peningkatan Kapasitas Jalan 4. penyusunan desain supervisi dan keselamatan jalan serta pengelolaan peralatan bahan jalan/jembatan. Pembinaan dan Pengawasan 2. 5. Koordinasi. Panjang jalan baru yang dibangun. Tingkat kemantapan jalan. Penyusunan kebijakan.

3. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah cakupan pelayanan persampahan. e. Jumlah desa tertinggal yang ditangani. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek bangunan gedung dan lingkungan. Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air limbah dan drainase. Jumlah Kawasan Permukiman Perdesaan ditangani. 7. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah Kawasan kumuh di perkotaan yang ditangani. d. b. Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan. 8. b. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah rusunawa terbangun. Program Dan Anggaran. g. 2.2014 121 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . Kerjasama Luar Negeri. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi. Luas kawasan potensi banjir di perkotaan yang tertangani. Jumlah dukungan manajemen bidang permukiman. Jumlah Kel/Desa yang yang meningkat kualitasnya melalui pemberdayaan masyarakat. b. Berkurangnya potensi timbunan sampah. c. 4. dengan outcome-nya: 1. Menurunnya kesenjangan antar wilayah. Jumlah Kawasan Pusat Pertumbuhan terbentuk. b. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Terlaksananya pembangunan rusunawa. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. 6. Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan. 5. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan.III. f. Jumlah cakupan pelayanan sistem air limbah. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air minum. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek Permukiman. Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. PROGRAM Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman. Jumlah Kebijakan. Jumlah kab/kota yang menerapkan NSPK. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah Kawasan yang meningkat fungsinya.

Jumlah kawasan permukiman dan penataan bangunan yang direvitalisasi. 7. Pengaturan. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman sebagai berikut : 1. Pengawasan. Dukungan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Drainase) serta Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi Persampahan. Program dan Anggaran. Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi. Pembinaan. 122 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 2. 11.2014 . dan Persampahan. Pengaturan. Penyusunan Kebijakan. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah paket infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak. dan Penyelenggaraan serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. 6. Pembinaan. Pembinaan. Tersedianya infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah cakupan pelayanan (kawasan) SPAM. 3. 10. Jumlah rusunawa yang dibangun. 3. Jumlah Pemda/PDAM yang dibina kemampuannya. Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman. 2. 5.9. Pengawasan. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah Kab/Kota/PDAM yang memperoleh pembinaan kemampuan. Meningkatnya cakupan pelayanan air minum. 4. Sanitasi. Peningkatan jumlah pelayanan sanitasi. Pengaturan. Pengaturan. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Penataan Bangunan dan Lingkungan Termasuk Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara. Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Pengembangan Permukiman. Pembinaan. 6. 4. Jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/ kumuh/nelayan. Kerjasama Luar Negeri. Dukungan Manajemen dan Infrastruktur Direktorat Jenderal Cipta Karya. Peningkatan jumlah pelayanan air minum. dan Penyelenggaraan Sanitasi Lingkungan (Air Limbah. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman adalah : 1. 5.

3. Pengawasan. kemitraan. dan dukungan manajemen organisasi. Kerjasama Luar Negeri. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan.2014 123 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . Jumlah Kabupaten/Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya. Jumlah laporan/dokumen pembinaan program. Jumlah penyelenggaraan Penataan Ruang. Pengawasan Pengembangan Permukiman. 5. Pembinaan. serta Penyelenggaraan Pembangunan Bangunan Gedung dan Penataan Kawasan/ Lingkungan Permukiman. 4. Pengaturan. dengan outcome-nya: Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. Kegiatan prioritas untuk Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman beserta output dan targetnya sebagaimana dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 . 2. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Program dan Anggaran. Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi. Pengaturan. dan terselesaikannya norma. Pengaturan. Penyusunan Kebijakan. Pembinaan. serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. 6. Pengaturan. layanan informasi. meliputi: dan Penyelenggaraan dalam 1. Pelayanan Manajemen Bidang Permukiman. Pengawasan. Pengembangan Sumber Pembiayaan Dan Pola Investasi. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman. Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah.2014 adalah merupakan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. Dan Pengawasan Dalam Penataan Bangunan Dan Lingkungan Termasuk Pengelolaan Gedung Dan Rumah Negara. 3. Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan 2. standar. IV. prosedur. Pembinaan. Pembinaan. serta Pengelolaan Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Dan Persampahan. Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional. 4. PROGRAM PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG.

Pembinaan ppns bidang penataan ruang. 3. Perencanaan tata ruang serta koordinasi pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan metropolitan serta pembinaan pelaksanaan pengembangan permukiman. Pengembangan Perkotaan 5. Pembinaan Penataan Ruang Wilayah Nasional 4. Peningkatan kualitas hasil penyelenggaraan penataan ruang.2014 . program dan anggaran. 124 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 7. Penyiapan dan penetapan materi peraturan perundangan-undangan dan NSPK bidang. Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II Berdasarkan RPJMN untuk Kementerian Pekerjaan Umum. 6. Perencanaan. dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional termasuk melakukan koordinasi dan fasilitasi proses penetapan dokumen-dokumen yang dihasilkan. yang mendapat pembinaan Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Penyelenggaraan Penataan Ruang sebagai berikut : 1. 2. 9. Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota penyelenggaraan Penataan Ruang. 8. Perencanaan. Pembinaan Manajemen Penyelenggaraan Penataan Ruang 2. telah ditetapkan kegiatan prioritas untuk Program Penyelenggaraan Penataan Ruang sebagai berikut: 1. 5. Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah.Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Penyelenggaraan Penataan Ruang adalah : 1. Perumusan kebijakan. pulau/kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional. Bina Program dan Kemitraan 3. 2. Pengembangan kapasitas dan pelembagaan penyelenggaraan penataan ruang. pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional termasuk melakukan koordinasi dan fasilitasi proses penetapan dokumen-dokumen yang dihasilkan. 4. kerjasama luar negeri serta evaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan. Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I 6. Fasilitasi penyusunan substansi Raperda RTRW dan rencana rincinya. pemanfaatan.

V. 5.2014 125 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan. Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan). Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaianya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan). Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan. 3. 5. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan. 2. Jumlah peraturan perundang-undangan bidang PU dan permukiman. Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaiannya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun. Jumlah peraturan perundang-undangan bidang PU dan permukiman. 4. 2. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. 3. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian PU dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PU adalah: 1. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM dengan outcome-nya: Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. 4.

Penyusunan. Penganggaran. Jumlah layanan informasi publik. dan Pelaksanaan Pekerjaan Strategis Bidang PU Lainnya 3. serta Pengembangan Kebijakan dan Strategi Bidang PU dan Permukiman 7. Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN). 126 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Kementerian 5. Harmonisasi dan Publikasi Peraturan Perundangundangan serta Bantuan Hukum 6. Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara. Pengkajian. Perencanaan. 2. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Pemantauan dan Evaluasi. Penyusunan Perencanaan. Penyelenggaraan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman VI. Pengelolaan dan Pengembangan SDM dan Organisasi Tatalaksana 4. serta Pembinaan PHLN 2. Pemrograman.2014 .Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya sebagai berikut : 1. Penyelenggaraan Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian PU 8. 3. Pembinaan. Pengembangan. Pengendalian.PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEMENTERIAN PU dengan outcome-nya: Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.

Penyelenggaraan dan Pengembangan Data dan Sistem Informasi Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman 4. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN). Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 4. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PU sebagai berikut : 1. Prosentase menurunnya temuan administratif dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU. dengan outcome-nya: Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU. 3. Jumlah layanan informasi publik. Jumlah pendampingan terhadap satker dalam rangka meningkatkan kinerja 7. 2. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum. Prosentase menurunnya tingkat kebocoran dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU.2014 127 BAB 5 .Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PU adalah: 1. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Jumlah Eselon I yang menyusun LAKIP dan Kinerja Eselon I sesuai Tugas dan Fungsi 5. Jumlah pengaduan masyarakat yang mengandung kebenaran menurun Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum adalah: 1. 2. Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara. Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PU 3. Jumlah penuntasan hasil tindak lanjut LHP 2. Jumlah Eselon I yang menyusun LRA Kementerian PU sesuai Kriteria jumlah laporan Keuangan yang WTP 6. Pembangunan Infrastruktur PROGRAM DAN KEGIATAN 2. Penyelenggaraan dan Pembinaan Informasi Publik VII. Jumlah Eselon I yang mempunyai sistem Pengendalian Intern 3.

Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum sebagai berikut: 1. Pengelolaan pemeriksaan. hasil pelaksanaan pengawasan, Evaluasi Evaluasi Evaluasi Evaluasi pemantauan Dan Dan Dan Dan Dan dan

2. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah I. 3. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah II. 4. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah III. 5. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah IV.

Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan

128

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

6. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Evaluasi Penyelenggaraan Bidang PU Di Inspektorat Khusus. VIII. PROGRAM PEMBINAAN KONSTRUKSI dengan outcome-nya:

1. Meningkatnya kualitas kelembagaan, SDM, dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan daerah, yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. Prosentase peningkatan efektifitas pelaksanaan perundang-undangan bidang jasa konstruksi melalui diseminasi/sosialisasi, revisi/penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. Prosentase tingkat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat atas pengadaan barang/jasa. 2. Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh, andal, berdaya saing tinggi, yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah produk regulasi di bidang usaha jasa konstruksi. b. Prosentase kabupaten/kota yang memiliki Perda IUJK. c. Jumlah provinsi yang membentuk kepengurusan LPJK sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. d. Peningkatan daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global. e. Prosentase tingkat penguasaan pangsa pasar domestik oleh pelaku konstruksi nasional. f. Jumlah dukungan kebijakan dalam membangun iklim investasi bidang infrastruktur.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

3. Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional, yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah SDM konstruksi yang terlatih. b. Rasio pemerintah daerah provinsi yang mampu menyelenggarakan pelatihan konstruksi berbasis kompetensi. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Pembinaan Konstruksi adalah sebagai berikut: 1. Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2. Jumlah SDM jasa konstruksi yang terlatih. 3. Tingkat daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Pembinaan Konstruksi sebagai berikut : 1. Penyelenggaraan Konstruksi Pelayanan Teknis dan Administrasi Pembinaan Jasa

PROGRAM DAN KEGIATAN

2. Pembinaan Usaha dan Kelembagaan 3. Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi 4. Pembinaan Sumber Daya Investasi Konstruksi 5. Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi IX. PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PU dengan outcome –nya : 1. Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase IPTEK masuk bursa teknologi Bidang PU. 2. Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stake holder, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders. 3. Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholder, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU. 4. Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stake holder, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

129

BAB 5

5. Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase peningkatan kapasitas (SDM, sarana prasarana dan manajemen. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Penelitian dan Pengembangan adalah: 1. Prosentase IPTEK yang masuk bursa teknologi bidang PU. 2. Prosentase penambahan SPMK yang diberlakukan oleh Menteri PU. 3. Prosentase pelayanan teknis yang diterima stakeholder. 4. Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholder. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Penelitian dan Pengembangan sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Sumber Daya Air Penelitian dan Pengembangan Subbidang Jalan dan Jembatan Penelitian dan Pengembangan Subbidang Permukiman Penelitian dan Pengembangan Bidang Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Litbang

130

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

5.2. PENDANAAN
Diperkirakan jumlah PDB tahun 2010 adalah sebesar Rp 6.050 triliun (Data Pokok RAPBN 2010, Kementerian Keuangan RI, Agustus 2009). Selanjutnya diperkirakan pertumbuhan PDB berada pada kisaran 6 – 6,5% per tahun selama 2010-2014 (berdasarkan Visi, Misi, dan Program Aksi Calon Presiden SBY – Boediono, Mei 2009). Adapun nilai proyeksi PDB tahun 2010-2014 per tahunnya seperti digambarkan pada Tabel 5.1. Berdasarkan data empiris, terlihat bahwa investasi di bidang infrastruktur ke-PUan dan permukiman (pusat-daerah-swasta) selama tahun 2005-2009 menunjukkan bahwa angka prosentase-nya hanya berkisar antara 1,7 – 1,9% saja dari PDB. Berdasarkan hal tersebut prosentase investasi infrastruktur ke-PU-an dan permukiman diperkirakan masih berkisar antara 1,8 - 2% saja dari PDB selama 2010-2014, dengan tingkat pertumbuhan yang stabil dan merata setiap tahunnya. Dari berbagai kajian dan perbandingan dengan negara-negara lainnya diperoleh gambaran bahwa ke depan untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi (PDB) sebesar 6-7% per tahun diperkirakan dibutuhkan alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur (secara keseluruhan) paling tidak 5% dari PDB. (dimana lebih kurang sebesar 2,6 – 3% di antaranya adalah infrastruktur ke-PU-an dan permukiman. Sementara Bappenas memperkirakan bahwa kemampuan Pemerintah untuk

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

mendanai pembangunan infrastruktur (2010-2014) diperkirakan hanya Rp 450,7 Triliun saja. Tabel 5.1 Prediksi PDB dan Kebutuhan Investasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman tahun 2010-2014
(Triliun Rp.)

Tahun

PDB

Kebutuhan Investasi Pembangunan Infrastruktur PU dan Permukiman 108,9

2010 2011 2012 2013 2014 Total

6.050 6.419 6.817 7.246 7.710 34.242

PROGRAM DAN KEGIATAN

122,0 136,3 152,2 169,6 689,0

Catatan: 1. Hasil perhitungan berdasarkan PDB tahun 2010 sebesar Rp 6.050 Triliun (Data Pokok APBN 2010, Dep. Keuangan RI, Agustus 2009) 2. Asumsi pertumbuhan PDB sebesar 6 – 6,5 % per tahun (Visi, Misi dan Program Aksi Calon Presiden SBY-Boediono, Mei 2009) 3. Asumsi prosentase investasi infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman 1,8 – 2,2% terhadap PDB selama tahun 2010-2014

Sehingga berdasarkan data Bappenas, jika sebesar 52% dari total dana yang mampu disediakan oleh Pemerintah tersebut diperuntukkan bagi Kementerian PU, maka selama 2010-014 nanti Pemerintah hanya akan mampu menyediakan dana untuk Kementerian PU sebesar ± Rp 230 triliun. Dalam upaya untuk mencapai tujuan dan sasaran Kementerian Pekerjaan Umum yang dilaksanakan melalui target-target berupa program dan kegiatan, baik yang bersifat reguler maupun berupa dukungan terhadap prioritas dan fokus prioritas nasional, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan negara dan perkembangan situasi ekonomi gobal, maka disusun skenario kebutuhan pendanaan yang terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu: 1. Skenario 1 Optimistis, total dana yang dibutuhkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun 2010-2014 sebesar Rp 553,4 triliun, dengan tingkat kenaikan rata-rata 31,27% per tahun.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

131

BAB 5

2. Skenario 2 Moderat (a), total dana yang dibutuhkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun 2010-2014 sebesar Rp 402,35 triliun, dengan tingkat kenaikan rata-rata 24,17% per tahun, dan skenario Moderat (b) dengan total dana yang paling memungkinkan untuk dapat dialokasikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan adalah sebesar Rp. 268,805 Triliun dengan tingkat kenaikan rata-rata per tahunnya adalah sebesar 12,06%. 3. Skenario 3 Pesimistis, total dana yang dibutuhkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun 2010-2014 sebesar Rp 229,504 triliun, dengan tingkat kenaikan rata-rata 13,28% per tahun. Skenario-skenario pendanaan pembangunan infrastruktur Kementerian PU tahun 2010-2014 tersebut dianalisis dari beberapa asumsi seperti yang dijabarkan dalam penjelasan berikut ini. Berdasarkan hasil prediksi Bappenas, terdapat asumsi awal bahwa pertumbuhan dana APBN untuk membiayai pembangunan infrastruktur adalah berkisar rata-rata 10% saja per tahunnya, sehingga alokasi dana APBN untuk Kementerian PU setiap tahunnya (2010-2014) adalah sebagaimana digambarkan pada Tabel 5.2 ( Skenario 3, Pesimistis, baseline). Asumsi lain adalah jika yang digunakan adalah pertumbuhan pendanaan APBN yang dialokasikan oleh Pemerintah kepada Kementerian PU mengikuti trend seperti yang terjadi selama tahun 2005-2009 yang lalu, yaitu sebesar 31,27% per tahun. Dengan berpatokan pada angka APBN Kementerian PU tahun 2009 yang sangat tinggi karena termasuk dana stimulus fiskal dan BA 999, maka alokasi dana APBN untuk Kementerian PU setiap tahunnya (2010 – 2014) adalah sebagaimana digambarkan pada Tabel 5.2 (Skenario 1, Optimistis). Mengingat trend yang telah terjadi selama ini, kemampuan pemerintah yang belum cukup memadai untuk menyediakan seluruh kebutuhan dana pembangunan infrastrukur, keyakinan bahwa infrastruktur adalah faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengingat kemampuan pengelolaan dana, kemampuan penyerapan, dan kapasitas SDM serta organisasi Kementerian PU, maka angka pertumbuhan dana yang akan dikelola oleh Kementerian PU selama 2010 – 2014 yang dinilai paling moderat diperkirakan adalah sebesar rata-rata 17,35% per tahunnya, sebagaimana ditunjukkan pada Skenario 2, Moderat (b), pada Tabel 5.2. Secara ringkas ketiga skenario pendanaan Kementerian PU tahun 2010-2014 per tahunnya digambarkan pada Tabel 5.2.

132

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

50 2011 2012 2013 2014 TOTAL RATA-RATA KENAIKAN/ TAHUN (%) 31.05 b.987 triliun (tidak termasuk stimulus fiskal 2009 dan BA 999). kemampuan penyerapan.28 PROGRAM DAN KEGIATAN Catatan: Skenario 1: Prediksi berdasarkan angka APBN Kementerian PU tahun 2009 sebesar Rp 45. Skenario 3: Diambil dari bahan paparan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kemenneg PPN/Bappenas. 3 Desember 2009 Dari ketiga skenario tersebut. 402.778 63.90 a. b.40 a.3 Rencana Tindak Pembangunan Jangka Menengah 2010 . dari total kebutuhan investasi infrastruktur ke-PU-an dan permukiman sebesar Rp 689 triliun selama 2010-2014 (1. Keyakinan bahwa infrastruktur adalah faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. 58.Prediksi berdasarkan angka APBN awal Kementerian PU 2009 sebesar Rp 34. Moderat (b) adalah skenario yang dinilai paling memungkinkan untuk diterapkan.34 b. 75.27 a.2014 Per Kementerian/Lembaga RPJMN 2010 .30 a. 91.8 78. 268. 60.98 102. Trilateral Meeting Jakarta.805 229. 96. dimana di dalamnya termasuk dana stimulus fiskal 2009 + BA 999 Skenario 2: a.5 Triliun sebagai tahun dasar. Trend yang terjadi selama ini kemampuan Pemerintah belum cukup memadai untuk menyediakan seluruh kebutuhan dana p embangunan infrastruktur (analisis RPJMN).453 36. mengingat: a.32 177. 24.40 b.40 a.17 b. 12. 57.48 b. 50. 82.06 13.655 50.2014 (Perpres Nomor 5 Tahun 2010).86 135. Mengingat kemampuan pengelolaan dana.234 43.8 – 2. Berpatokan pada Skenario 2 (b) Moderat tersebut. Skenario 2. maka angka rata-rata pertumbuhan dana yang akan dapat dikelola oleh Kementerian PU selama tahun 2010-2014 (dengan tahun dasar APBN awal 2009) adalah dengan tingkat pertumbuhan berkisar antara 12 – 15% per tahun.54 553. 39. dan c.10 a.2 Skenario Pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2010-2014 (dalam Triliun Rupiah) TAHUN 2010 SKENARIO SKENARIO 1 OPTIMISTIS SKENARIO 2 MODERAT SKENARIO 3 PESIMISTIS (baseline) 59.2014 133 BAB 5 .70 a.08 b. dan kapasitas SDM serta organisasi Kementerian PU.35 b.2% dari PDB) dimana Pemerintah (Pusat) sebagaimana disebutkan di dalam dokumen RPJMN diperkirakan hanya akan mampu menyediakan dana untuk rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . b.Total alokasi dana diambil dari Tabel 2. Tabel 5. 59.685 34.

maupun kombinasi di antara sumbersumber pembiayaan tersebut sebesar Rp 173.30% untuk Ditjen SDA (saat ini 30.088 triliun) dan oleh Pemerintah Daerah sebesar Rp 246.825 triliun (baik melalui DAK sebesar ± Rp 75 triliun maupun dari PAD sebesar ± Rp 172 triliun). dan 18. 55.39%).0%).42%) serta sisanya sebesar 3. Skenario pendanaan per satminkal selama tahun 2010-2014 per tahunnya sebagaimana digambarkan pada Tabel 5. Pemerintah dan Masyarakat.2014 . keandalan manajemen proyek. maka total dana tahun 2010 . kemampuan organisasi.89% untuk SIB dan Ditjen Penataan Ruang (saat ini 4.805 triliun saja (atau ± 39.Kementerian PU sebesar Rp 268.0% lainnya (Rp 420. 134 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan potensi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah serta pengembangan wilayah.325 Triliun.2014 menjadi Rp 274. minus stimulus fiskal dan BA 999). kerjasama Pemerintah dengan BUMN dan/atau BUMD.196 triliun) diharapkan akan dapat disediakan melalui Kerjasama Pemerintah dan Dunia Usaha. baik melalui pola-pola KPS. maka sisa ± 61.60% untuk Ditjen Cipta Karya (saat ini 20.371 triliun (Air Bersih Rp 6.283 triliun dan Jalan Tol Rp 167.1.2. dengan distribusi tingkat pertumbuhan yang diusahakan secara normal.5%).14%). SDM.21 % untuk Ditjen Bina Marga (saat ini 45. yaitu 22. Skenario ini telah mempertimbangkan kebutuhan pengembangan jenis infrastruktur. Adapun pola alokasi dana per satminkal (terutama ABC) di lingkungan Kementerian PU selama tahun 2010-2014 diperkirakan akan mengalami perubahan yang cukup berarti dibandingkan dengan apa yang saat ini terjadi (APBN 2005-2009. Berdasarkan realisasi dana tahun 2010 dan pagu dana tahun 2011.

311 0.427 0.645 0.579 0.720 3.580 0.311 1.934 3.459 9.419 148.389 8.2.368 0.084 0.96 4.164 0.30 23.316 27.118 14.364 11.400 0.942 0.473 59. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .076 0.289 0.250 0.135 0.894 17.447 0.277 0.984 13.274 60.840 13. Inspektorat Jenderal 0.325 100 100 Rincian pendanaan menurut program dan kegiatan untuk masing-masing satminkal dapat dilihat pada tabel kebutuhan pendanaan pada Tabel 5.586 50.735 3.15 2.461 50.412 0.620 0.871 0.971 6.95 PROGRAM DAN KEGIATAN 3.026 13.636 0.734 0. Ditjen Penataan Ruang 0.740 0.211 0. Sekretariat Jenderal 0.89 3.2014 (dalam Triliun Rupiah) TAHUN Satminkal/Unit Skenario 2b 2010 Revisi Skenario 2b 2011 Revisi Skenario 2b 2012 Revisi Skenario 2b 2013 Revisi Skenario 2b 2014 Revisi Skenario 2b Total Skenario 2b % Revisi Revisi 1. Ditjen Cipta Karya 7. Badan Pembinaan Konstruksi 0.500 22.648 10.685 37.767 9.767 9.299 31.694 148.427 0.500 0.2.104 29.545 2.388 59.389 1. Ditjen Bina Marga 21.655 60.439 2.575 0.636 12.018 18.289 0.60 18.291 13.262 0.172 0.694 31. Badan Penelitian dan Pengembangan 0.843 0.277 0.122 11.829 33.2014 135 BAB 5 .453 57.301 0.299 34.185 0.364 0.867 34.495 0.027 TOTAL 39.123 0.950 63.450 0.477 0.304 9.117 268.867 33.628 8.430 0.455 18.000 52.185 0.695 5.846 0.319 0.94 7.404 0.461 9.620 2. Tabel 5.921 9.027 2. Ditjen Sumber Daya Air 8.234 60.21 53.005 55.164 0.805 274.381 0.304 11.778 58.2.835 0.172 0.1 Sandingan Skenario Pendanaan Per Satminkal (Skenario 2 b Moderat) dengan Revisi Pendanaan Per Satminkal Tahun 2010 .960 58.

459 0.648 0.174 4.105 0.055 0.2014 .008 0.049 h.Tabel 5.031 3.) 63.007 0. i.179 3.118 2014 14.899 g.249 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Lahar Gunung Berapi dan Pengamanan Pantai 9.203 0.324 0. 0. 2.079 2.2.122 Total (Triliun Rp.125 5.221 b.318 4.781 j.562 23.329 3.061 2011 12.193 0.211 0. 2.009 0.922 e.205 0.545 f.042 0.065 0.530 0. 0.171 0.209 0.995 2. Waduk.057 0.077 0.210 136 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 d.473 0.190 0.950 3.207 0.023 1. 0.2 Kebutuhan Pendanaan Pembangunan 2010 .130 0. Pengendalian Lahar dan Pengamanan Pantai Pembinaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air serta Penanggulangan Darurat Akibat Bencana Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen SDA Fasilitasi Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Dewan Sumber Daya Nasional (DSDAN) Pembinaan Keamanan Bendungan Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku Pengelolaan dan Konservasi waduk. Situ serta Bangunan Penampung Air Lainnya Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi.135 0.436 14.191 0.911 5.181 0.524 k. Danau. c.027 1.060 0.049 0.501 3. Air Baku. 0.025 1.096 3. Rawa.011 0.413 0.026 0.125 0.395 5.069 0.014 0.021 1.500 0.177 15. 3.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 1 PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR a.113 2012 13. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Pengendalian Banjir. Embung.200 0. Pembinaan Program Ditjen Sumber Daya Air Pembinaan Penatagunaan Sumber Daya Air Pembinaan Irigasi.298 1. 195 0.029 1. dan Air Tanah Pembinaan Sungai.360 l.894 0. 0. Tambak.116 2013 13.096 0. 0.185 0.113 0.2014 Kementerian PU ALOKASI (Triliun Rp.

34 3.756 0. dan Penyelenggaraan Serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum e.039 0. 17.404 *) Tidak termasuk kebutuhan pembangunan jalan tol oleh Investor sebesar Rp 43.902 6.994 2.082 3. Pengaturan.561 1. Sanitasi.540 1.005 4.011 Total (Triliun Rp. pembinaan.056 0.093 2.562 0.364 13. dan Penyelenggaraan Sanitasi Lingkungan (Air Limbah. Pengawasan Jalan Tol (BPJT) 18.439 9.050 0. Pembinaan.730 2011 29.046 d.633 1.767 9.316 0.071 0.867 0.070 1.091 PROGRAM DAN KEGIATAN e.207 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .245 0.210 0. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Pengembangan Permukiman b.321 4.085 0.210 12.287 1.624 2. Pemrograman dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan Pengaturan dan Pembinaan Teknik Preservasi.959 0. Dukungan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.075 0.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 2 PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN a.651 1. Dukungan manajemen.133 0. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Penataan Bangunan dan Lingkungan termasuk Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara c.714 c. Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi. Pembinaan.018 2.180 1. 0. 0.538 1. Departemen Keuangan) 3 PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN a. dan pengawasan Pengaturan.420 0. Kerjasama Luar Negeri. Peningkatan Kapasitas Jalan Pembinaan Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional dan Fasilitasi Jalan Daerah Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional Pengaturan.104 0.178 2.597 30.097 1.512 31. Program dan Anggaran.228 0.783 3.427 0. Pengawasan.294 3.501 0. Drainase) serta Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi Persampahan d. Pengaturan. Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman g.251 0.879 Triliun (dari investasi Pemerintah.333 29. 0. Pengaturan. Pengawasan.460 0.244 0.361 1.829 0.115 1.203 2.104 0.016 3.ALOKASI (Triliun Rp. dan Persampahan 8.519 3. Pelayanan Manajemen dan Infrastruktur Direktorat Jenderal Cipta Karya f.215 133.204 0.) 148.204 0.122 11. Pembinaan.870 1.025 0.304 9.063 b. Perencanaan.062 0. Pembinaan.909 2013 34. Pembinaan. Pengaturan. Pengusahaan. Penyusunan Kebijakan.2014 137 BAB 5 .447 0.884 12.694 1.299 0.459 2012 33.958 0.259 1.461 52.954 2014 31. koordinasi. 8.104 0.369 14.029 25.459 2.686 f.021 0.134 Triliun Tidak termasuk BLU tanah sebesar Rp. 0.228 0. pengaturan.

126 0. Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Kementerian e.116 0.030 0.580 0.364 0. Penyelenggaraan dan Pembinaan Informasi Publik TOTAL PROGRAM (5) dan (6)               0.066 0.113 0.477 0.049 0.029 0.477 0.ALOKASI (Triliun Rp.032 0. Pengendalian dan Pelaksanaan Pekerjaan Strategis Bid PU Lainnya (PMU) c.056 0.391 2011 0.846 0.036 1.057 0.119 0.063 0.457 Total (Triliun Rp.028 0.135 0.056 0. Perencanaan.521 0.151 0.310 0.317 0.019 0.153 0.023 0.161 0. serta Pembinaan PHLN b.046 0.015 0. serta Pengembangan Kebijakan dan Strategi Bidang PU dan permukiman g.035 0. Penganggaran.366 2013 0.070 0.636 0.025 0.128 0.375 0. Pembangunan Infrastruktur b.148 0.157 0.934 0.066 0.056 0.2014 .183 0.495 0.971 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .104 0.000 0.053 0. Pembinaan.042 0.031 0.099 0.195 0.030 0.027 0.) 2.101 0.027 0.049 0.995 1.295 0.580 0.044 0.623 0.024 0.030 0.048 0.038 0.171 0.065 0.477 0.027 0.034 0.136 0. Pengkajian. Penyelenggaraan dan Pengembangan Data dan Sistem Informasi Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman d.268 0.434 0.029 0.034 0.871 0.135 0.976 138 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 f.024 0.375 0.150 0.135 0. Perencanaan. Bina Program dan Kemitraan c.043 0. Penyelenggaraan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman 6       PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEMENTERIAN PU a.018 0.030 0.056 0. Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I 0.039 0.073 0.058 0.412 2014 0. Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PU c.080 0.074 0. Pengembangan.108 0.227 3.019 0. Pemrograman.017 0. Harmonisasi dan Publikasi Peraturan Perundangundangan serta Bantuan Hukum f.285 0.086 0.060 0. Pembinaan Manajemen Penyelenggaraan Penataan Ruang b.030 0. Penyusunan.029 0. Pemantauan dan Evaluasi.041 0.124 0.035 0.029 0. Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II 5 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PU a.064 0.051 0. Pembinaan Penataan Ruang Wilayah Nasional d. Pengembangan perkotaan e.052 0.039 0.350 2012 0.556 0.059 0.735 1.347 0.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 4 PROGRAM PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG a.119 0.620 0.134 0.259 0. Penyusunan.695 0.067 0.843 0. Penyelenggaraan Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian PU h.070 0.071 0.027 0.294 0.270 0.037 0. Pengelolaan dan Pengembangan SDM dan Organisasi Tatalaksana d.033 0.

113 0. Pembinaan usaha dan kelembagaan c.030 0.007 0.427 0. Pengelolaan hasil pelaksanaan pengawasan.138 0.133 0.301 0. Pelaksanaan Koordinasi.319 0.006 0.108 0. Pembinaan penyelenggaraan konstruksi e.027 0.2014 139 BAB 5 .040 8 PROGRAM PEMBINAAN KONSTRUKSI a.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 7 PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENTERIAN PU             a.050 0.032 0. pemantauan dan pemeriksaan   b.122 0.172 2014 0.013 0. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Permukiman d.412 0.289 0.252 0.141 0.131 0.014 0.156 0.005 0.012 0.044 0. Pelaksanaan Koordinasi.093 0.035 0.080 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Inspektorat Khusus 0. Pemantauan.027 0.029 0.141 0.054 0.020 0. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Sumber Daya Air b.009 0.011 0.) 0.325 9           PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PU a.091 0.070 0.098 0.011 0.006 0.311 0.091 0.140 0.014 0.017 0.020 0.089 0.439 0.077 0. Pemantauan.720 0.ALOKASI (Triliun Rp.085 0.055 0. dan Lingkungan e.022 0.138 0.017 0.008 0.051 0.379 0.277 0.137 274.016 0.047 0.098 0.016 0.095 0. Pelaksanaan Koordinasi.106 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah III e. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah IV f.018 0.083 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah II d.050 0.013 0.129 0.093 0.144 0. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Jalan dan Jembatan c.040 0.066 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah I c. Pemantauan.020 0.044 0. Pembinaan Sumber Daya Investasi Konstruksi d.029 0.654 0.479 2.145 0. Pelaksanaan Koordinasi.430 0.164 2013 0.008 0.012 0.029 0.008 0.029 0.185 Total (Triliun Rp. Pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi 0.123 2012 0. Penelitian dan Pengembangan bidang Sosial. Ekonomi.389 0.028 0.018 0. Penyelenggaraan Pelayanan Teknis dan Administrasi Pembinaan Jasa Konstruksi b.105 0.029 0.662 0.44 0.030 1.032 0.007 0.029 0. Pemantauan.433 0. Pemantauan.001 0.012 0.211 0.076 2011 0.070 PROGRAM DAN KEGIATAN 0.024 0.060 0. Pelaksanaan Koordinasi.104 0. Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Litbang TOTAL PENDANAAN SELURUH PROGRAM rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .043 0.

sistem perencanaan dan pengganggaran maupun dalam evaluasi kinerja program berlandaskan sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP).5. indikator kinerja outcome. Berdasarkan pengertian tersebut. Keluaran dan hasil tersebut dituangkan dalam target kinerja pada setiap unit kerja yang disertai dengan alokasi pendanaannya. program dan kegiatan harus diarahkan untuk mencapai hasil dan keluaran yang telah ditetapkan dalam rencana. Dalam hal ini. termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dari keluaran tersebut. sasaran strategis.3. sehingga keluaran keluaran dari kegiatan tersebut seharusnya berkontribusi secara langsung terhadap pencapaian sasaran dan outcome program. Perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja merupakan metode penganggaran bagi manajemen untuk mengaitkan setiap pendanaan yang dituangkan dalam kegiatan-kegiatan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan.5. serta integrasinya dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Sebagai acuan operasional dalam penyusunan dokumen RENJA K/L dan RKA K/L dan dokumen SAKIP tersebut. berjangka menengah (Medium Term Expenditure Framework) dan sistem penganggaran terpadu(Unified Budgeting).3. OUTPUT KEGIATAN Output atau keluaran kegiatan pada hakekatnya merupakan wujud dari pelaksanaan suatu program.8. Alokasi anggaran yang disusun dalam dokumen rencana kerja dan anggaran dimaksudkan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. dan outcome yang telah ditetapkan (dalam Bab 3) dengan kegiatan dan output serta target yang telah ditetapkan (Bab 5) untuk mencapai outcome tersebut. Penyusunan Rencana strategis kementerian berlandaskan pada ketentuan PBK diawali dengan diterbitkannya peraturan perundang-undangan seperti Undang¬Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.1 . Peraturan perundang-undangan tersebut telah dilengkapi dengan PP Nomor 20/2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP). rincian output per kegiatan dan keterkaitannya dengan keseluruhan komponen dimulai dari tujuan kementerian. program. terdapat keterkaitan yang jelas antara tujuan.2014 . Keterkaitan output dan outcome program diperlukan dalam penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK). PP Nomor 21/2004 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L).3. 140 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PP Nomor 39/2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan dan PP Nomor 40/2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional yang menekankan pada perencanaan dan penganggaran yang berbasis kinerja (Performance Based Budgeting). beserta anggaran per kegiatan dapat dilihat pada tabel Matriks Rencana Strategis per Eselon I pada tabel 5. Kaidah keterkaitan ini sesuai ketentuan dan juga untuk memenuhi struktur dan format Rencana Kerja (Renja) K/L dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) K/L. sasaran strategis dan outcome.

Dengan Demikian kinerja outcome program dapat terkait secara langsung dengan efektivitas capaian kinerja output maupun dalam efisiensi anggaran belanja kegiatan atau output. efisiensi belanja.2014 141 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .Program dan kegiatan beserta indikator kinerjanya diharapkan sepenuhnya dapat digunakan sebagai alat ukur efektifitas pencapaian sasaran satrategis pembangunan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . sehingga dapat dijelaskan oleh pencapaian kinerja kegiatan-kegiatannya (output). dan akuntabilitas kinerja. Dalam konteks ini pendefinisian tingkat kinerja program (outcome) lebih tinggi dari kinerja kegiatan dan program berada dalam tataran hasil (outcome) dan tidak pada tataran dampak (impact).

2014 .05 m3/detik 27.3. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya layanan jaringan irigasi dan rawa Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Luas cakupan layanan jaringan irigasi dan rawa (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/dipelihara) Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ ditingkatkan dan dijaga/ dipelihara Prosentase pencapaian penyelenggaraan pengelolaan SDA terpadu oleh balai-balai SDA Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk memenuhi kebutuhan domestik.073 Ha 6.576 Ha 120. operasi/pemeliharaan) 3.340 Ha SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 142 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan 0.83 Miliar m3 25. ketahanan pangan.95 m3/detik 57.400 Ha rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . perkotaan dan industri (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/ dipelihara) Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir Luas kawasan yang terlindung dari bahaya banjir (dibangun/ditingkatkan.1 Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Program Pengelolaan Sumber Daya Air TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.649.559.Tabel 5.6 Miliar m3 0% 100 % 19.

) 2010 (11) 2010-2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 143 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PEMBINAAN PROGRAM DITJEN SUMBER DAYA AIR PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PROGRAM Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional, ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS, 33 Provinsi 33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

144

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

1 Pusat, 33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10)

Alokasi Dana (Juta Rp.) 2010 (11) 61.000 2010-2014 (12) 530.000

Dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan pengelolaan SDA (Renstra, RKP, dan Renja K/L Ditjen. Sumber Daya Air) Laporan evaluasi kelayakan penyelenggaraan pengelolaan SDA Dokumen jumlah dokumen Penyiapan Administrasi pinjaman, hibah, dan kerjasama international Laporan pemantauan dan evaluasi pinjaman, hibah, dan kerjasama internasional Laporan Fasilitasi kerjasama internasional dalam penyelenggaraan pengelolaan SDA Dokumen penyusunan dan pengajuan program dan anggaran penyelenggaraan pengelolaan SDA (RKA K/L, DIPA) Laporan penilaian usulan dan konsolidasi program prioritas SDA (Konsultasi Regional) Laporan pengendalian penggunaan anggaran Laporan pembinaan pengembangan Sistem Informasi SDA (SISDA) Laporan pembinaan komunikasi dan informasi publik SDA Laporan Pembinaan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA Dokumen pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA (bulanan, triwulan, tahunan) Dokumen NSPK perumusan kebijakan dan strategi serta evaluasi kelayakan ; penyusunan program dan anggaran; kerjasama luar negeri; pengembangan penyelenggaraan SISDA dan Komunikasi Publik; serta pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pengelolaan SDA Laporan Pembinaan penyelenggaraan jaminan mutu pengelolaan SDA Layanan Perkantoran

Jumlah dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan pengelolaan SDA (Renstra, RKP, dan Renja K/L Ditjen. Sumber Daya Air) Jumlah laporan evaluasi kelayakan penyelenggaraan pengelolaan SDA Jumlah dokumen Penyiapan Administrasi pinjaman, hibah, dan kerjasama international Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pinjaman, hibah, dan kerjasama internasional Jumlah laporan Fasilitasi kerjasama internasional dalam penyelenggaraan pengelolaan SDA Jumlah dokumen penyusunan dan pengajuan program dan anggaran penyelenggaraan pengelolaan SDA (RKA K/L, DIPA) Jumlah laporan penilaian usulan dan konsolidasi program prioritas SDA (Konsultasi Regional) Jumlah laporan pengendalian penggunaan anggaran Jumlah laporan pembinaan pengembangan Sistem Informasi SDA (SISDA) Jumlah laporan pembinaan komunikasi dan informasi publik SDA Jumlah laporan Pembinaan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA Jumlah dokumen pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA (bulanan, triwulan, tahunan) Jumlah dokumen NSPK perumusan kebijakan dan strategi serta evaluasi kelayakan ; penyusunan program dan anggaran; kerjasama luar negeri; pengembangan penyelenggaraan SISDA dan Komunikasi Publik; serta pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pengelolaan SDA Jumlah laporan Pembinaan penyelenggaraan jaminan mutu pengelolaan SDA Jumlah bulan layanan Perkantoran

2 Dokumen

9 Dokumen

3 Laporan 3 Dokumen

13 Laporan 7 Dokumen

1 Laporan

13 Laporan

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Laporan

22 Laporan

2 Dokumen

9 Dokumen

1 Dokumen

5 Dokumen

1 Dokumen 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan

9 Dokumen 46 Laporan 26 Laporan 25 Laporan

3 Dokumen

15 Dokumen

1 Dokumen

8 Dokumen

3 Laporan 12 Bulan

13 Laporan 60 Bulan

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

145

BAB 5

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAGUNAAN SUMBER DAYA AIR PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PENATAGUNAAN SUMBERDAYA AIR Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional, ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS, 33 Provinsi 33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

146

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10)

Alokasi Dana (Juta Rp.) 2010 (11) 77.000 2010-2014 (12) 298.000

Dokumen NSPK pengelolaan hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air; penyusunan kebijakan dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai; regulasi pengelolaan SDA; kelembagaan SDA; serta pengendalian pemanfaatan SDA Laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan pola pengelolaan SDA Wilayah Sungai Laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pola dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Laporan pemantauan dan evaluasi penerapan pola kerjasama dan investasi bidang SDA Dokumen pembinaan pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasi bidang SDA Laporan pemantauan dan evaluasi lembaga pengelola SDA (RBO performance benchmarking) Laporan fasilitasi pembentukan dan pemantauan kinerja wadah koordinasi SDA Dokumen MoU

Jumlah dokumen NSPK pengelolaan hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air; penyusunan kebijakan dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai; regulasi pengelolaan SDA; kelembagaan SDA; serta pengendalian pemanfaatan SDA Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan pola pengelolaan SDA Wilayah Sungai Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pola dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi penerapan pola kerjasama dan investasi bidang SDA Jumlah dokumen pembinaan pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasi bidang SDA Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi lembaga pengelola SDA (RBO performance benchmarking) Jumlah laporan fasilitasi pembentukan dan pemantauan kinerja wadah koordinasi SDA Jumlah dokumen MoU

-

4 Dokumen

2 Laporan

13 Laporan

2 Laporan

13 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Laporan

5 Laporan

1 Dokumen

17 Dokumen

5 Laporan

25 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

Laporan SDM terlatih dalam pengelolaan SDA Laporan evaluasi kinerja UPT (BBWS/BWS)

Jumlah laporan SDM terlatih dalam pengelolaan SDA Jumlah laporan evaluasi kinerja UPT (BBWS/ BWS) Jumlah laporan kemampuan SDM pada sekretariat wadah koordinasi Jumlah laporan fasilitasi, koordinasi, dan sosialisasi regulasi pengelolaan SDA Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan regulasi pengelolaan SDA Jumlah laporan Pembinaan pengelolaan serta pemantauan dan evaluasi hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air Jumlah laporan koordinasi pengelolaan dan evaluasi penanganan dampak perubahan iklim Jumlah laporan pembinaan teknis pengelolaan hidrologi Jumlah laporan publikasi hidrologi dan kualitas air

1 Laporan

5 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

Laporan kemampuan SDM pada sekretariat wadah koordinasi Laporan fasilitasi, koordinasi, dan sosialisasi regulasi pengelolaan SDA Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan regulasi pengelolaan SDA Laporan Pembinaan pengelolaan serta pemantauan dan evaluasi hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air Laporan koordinasi pengelolaan dan evaluasi penanganan dampak perubahan iklim Laporan pembinaan teknis pengelolaan hidrologi Laporan publikasi hidrologi dan kualitas air

1 Laporan

5 Laporan

8 Laporan

22 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

-

4 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

BAB 5

1 Laporan

5 Laporan

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

147

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

148

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

verifikasi dan sertifikasi rekomendasi teknis perijinan bidang SDA Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi kelayakan pemanfaatan SDA Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan pengendalian pemanfaatan SDA Laporan muatan sistem informasi terkait hidrologi dan kualitas air pada sumber air. perencanaan SDA WS. serta pengendalian pemanfaatan SDA Layanan Perkantoran - 4 Laporan - 4 Laporan 1 Laporan 5 Laporan 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) Laporan sertifikasi standar mutu pengelolaan hidrologi dan kualitas air Laporan pembinaan AMDAL INDIKATOR OUTPUT (8) Jumlah laporan sertifikasi standar mutu pengelolaan hidrologi dan kualitas air Laporan tentang BBWS/BWS yang taat melakukan studi pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup serta prosentase BBWS/BWS yang taat melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup sesuai pedoman Jumlah laporan pembinaan teknis Penyidik PNS Jumlah kegiatan pembinaan.) 2010 (11) 2010-2014 (12) 1 Laporan 5 Laporan Laporan pembinaan teknis Penyidik PNS - 4 Laporan Pembinaan dan verifikasi rekomendasi teknis perijinan bidang SDA - 7 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan pemantauan dan evaluasi kelayakan pemanfaatan SDA Laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan pengendalian pemanfaatan SDA Muatan sistem informasi terkait hidrologi dan kualitas air pada sumber air. serta pengendalian pemanfaatan SDA Jumlah bulan layanan Perkantoran TARGET OUTPUT 2010 (9) 1 Laporan 2010-2014 (10) 5 Laporan Alokasi Dana (Juta Rp. pengaturan. perencanaan SDA WS. kelembagaan SDA.2014 149 BAB 5 . kelembagaan SDA. pengaturan.

33 Provinsi 150 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 . TAMBAK. RAWA. monitoring. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN IRIGASI. DAN AIR TANAH PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT IRIGASI DAN RAWA Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. AIR BAKU. ketahanan pangan. pelaksanaan. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS.

program anggaran . dan persiapan OP sarana dan prasarana irigasi. dan air tanah Jumlah dokumen NSPK perencanaan teknis. rawa. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan irigasi. dan air tanah 13 Laporan 73 Laporan Dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. audit teknis. dan air tanah Laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. pengadaan lahan. pengelolaan aset. air baku. dan air tanah 2 Dokumen 12 Dokumen Dokumen NSPK perencanaan teknis. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan irigasi. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan irigasi. pengadaan lahan. program anggaran . rawa. rawa. rawa. air baku. rawa. air baku. dan air tanah 5 Dokumen 20 Dokumen Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 151 BAB 5 . air baku. konstruksi. air baku. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana irigasi. dan air tanah Jumlah laporan penyusunan rencana kegiatan. rawa. dan air tanah 4 Laporan 23 Laporan Laporan pembinaan penyusunan rencana kegiatan.000 Laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. rawa. dan air tanah Jumlah laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan irigasi. konstruksi. air baku. audit teknis. rawa. pengelolaan aset. dan air tanah Jumlah laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu.221.000 2010-2014 (12) 1. dan air tanah Jumlah dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. pelaksanaan konstruksi. dan air tanah 31 Laporan 106 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 14 Laporan 61 Laporan Laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan irigasi. air baku. rawa. air baku. rawa. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana irigasi.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp. rawa. dan persiapan OP sarana dan prasarana irigasi. rawa. dan air tanah Jumlah laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. pelaksanaan konstruksi.) 2010 (11) 413. dan progres kegiatan irigasi. dan progres kegiatan irigasi. perencanaan teknis. air baku. air baku. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan irigasi. program. air baku. program. perencanaan teknis. air baku.

dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN SUNGAI. DANAU. pelaksanaan.2014 . ketahanan pangan. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. 33 Provinsi 152 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . WADUK. monitoring. 33 Provinsi 31 BBWS/BWS. PENGENDALIAN LAHAR DAN PENGAMANAN PANTAI PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT SUNGAI DAN PANTAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.

persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. danau. danau. program.000 2010-2014 (12) 922. waduk.2014 153 BAB 5 . pelaksanaan pengadaan lahan. danau. audit teknis. dan pantai Jumlah laporan pembinaan pelestarian sumber air dan pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelestarian sumber air Jumlah dokumen NSPK perencanaan teknis. audit teknis. dan pantai Jumlah laporan pembinaan penyusunan program kegiatan. program anggaran . dan pantai 2 Laporan 6 Laporan Laporan pembinaan penyusunan program kegiatan. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan sungai. dan pantai 16 Laporan 96 Laporan 1 Dokumen 5 Dokumen 9 Dokumen 39 Dokumen Dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. pengelolaan aset. waduk. dan pantai Jumlah laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. pelaksanaan pengadaan lahan. perencanaan teknis. dan progres kegiatan sungai. waduk. program anggaran . waduk.) 2010 (11) 171. danau. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. danau. dan pantai Jumlah laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan sungai. pelaksanaan konstruksi. waduk. dan pantai 7 Laporan 11 Laporan Laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan sungai. waduk. waduk. dan pantai Jumlah laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. danau. pelaksanaan konstruksi. pelaksanaan konstruksi. dan pantai Laporan pembinaan pelestarian sumber air dan pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelestarian sumber air Dokumen NSPK perencanaan teknis. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan sungai. waduk. waduk. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. pelaksanaan konstruksi. danau. dan pantai 6 Laporan 86 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. dan progres kegiatan sungai.000 Laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. pengelolaan aset. dan pantai Layanan bulan perkantoran 6 Dokumen 10 Dokumen 12 Bulan layanan 60 Bulan layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . perencanaan teknis. waduk. program. waduk. dan pantai Layanan Perkantoran Jumlah dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. danau. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan sungai. danau.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp. danau. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. waduk. danau. danau. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan sungai.

ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. 33 Provinsi 154 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DITJEN SDA PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. pelaksanaan.2014 . 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. monitoring. pelaksanaan. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. ketahanan pangan. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. ketahanan pangan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN SUMBER DAYA AIR SERTA PENANGGULANGAN DARURAT AKIBAT BENCANA PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA OPERASI DAN PEMELIHARAAN Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. monitoring. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.000 Dokumen draft materi kebijakan/peraturan perundang-undangan yang diproses dan dilegalisasi Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Layanan Perkantoran Layanan Publik (PNBP) Pemenuhan kebutuhan prasarana & sarana perkantoran Dokumen kepegawaian/ortala Dokumen administrasi keuangan (Sistem Akuntansi Keuangan) Laporan penyelenggaraan kegiatan koordinasi/sosialisasi/diseminasi Laporan penyelenggaraan kegiatan bantuan hukum dalam rangka penanganan perkara Jumlah dokumen draft materi kebijakan/ peraturan perundang-undangan yang diproses dan dilegalisasi Jumlah dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Publik (PNBP) Jumlah unit pemenuhan kebutuhan prasarana & sarana perkantoran Jumlah dokumen kepegawaian/ortala Jumlah dokumen administrasi keuangan (Sistem Akuntansi Keuangan) Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan koordinasi/sosialisasi/diseminasi Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan bantuan hukum dalam rangka penanganan perkara 1 Dokumen 11 Dokumen 2 Dokumen 15 Dokumen 12 Bulan 12 Bulan 100 Unit 60 Bulan 60 Bulan 540 Unit 12 Dokumen 1 Dokumen 37 Dokumen 17 Dokumen 11 Dokumen 27 Dokumen BAB 5 4 Laporan 17 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Dokumen NSPK operasi dan pemeliharaan SDA dan penanggulangan bencana Laporan pembinaan persiapan dan pelaksanaan OP dan pemantauan kondisi sarana dan prasarana SDA serta penanggulangan bencana Laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan OP SDA Laporan pembinaan dan fasilitasi pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan OP SDA dan penanggulangan bencana Laporan pembinaan dan evaluasi persiapan dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan SDA dan penangulangan kerusakan akibat bencana Laporan pembinaan pelaksanaan alokasi air dan Teknik Modifikasi Cuaca Layanan Penanggulangan Bencana Jumlah dokumen NSPK operasi dan pemeliharaan SDA dan penanggulangan bencana Jumlah laporan pembinaan persiapan dan pelaksanaan OP dan pemantauan kondisi sarana dan prasarana SDA serta penanggulangan bencana Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan OP SDA Jumlah laporan pembinaan dan fasilitasi pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan OP SDA dan penanggulangan bencana Jumlah laporan pembinaan dan evaluasi persiapan dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan SDA dan penangulangan kerusakan akibat bencana Jumlah laporan pembinaan pelaksanaan alokasi air dan Teknik Modifikasi Cuaca Jumlah tahun layanan Penanggulangan Bencana Jumlah bulan layanan perkantoran 1 Dokumen 8 Dokumen 4 Laporan 8 Laporan 3 Laporan 15 Laporan 3 Laporan 8 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 3 Laporan 8 Laporan - 12 Laporan 1 Tahun 5 Tahun Layanan Perkantoran 12 Bulan layanan 60 Bulan layanan 69.2014 155 .000 2010-2014 (12) 545.) 2010 (11) 42.000 899.

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: FASILITASI PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DEWAN SUMBER DAYA AIR NASIONAL (DSDAN) PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DEWAN SDA NASIONAL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. pelaksanaan.2014 . 33 Provinsi 156 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN KEAMANAN BENDUNGAN PENANGGUNG JAWAB: BALAI BENDUNGAN Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. ketahanan pangan. pelaksanaan. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. monitoring. ketahanan pangan. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . monitoring.

2014 157 BAB 5 .500 2010-2014 (12) 49.000 Laporan penyelenggaraan kegiatan pelatihan Keamanan Bendungan Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan pelatihan Keamanan Bendungan 10 Laporan 27 Laporan 125.000 Laporan penyelenggaraaan sosialisasi Kebijakan Nasional PSDA Laporan penyelenggaraan sosialisasi produk Dewan SDA Nasional Laporan pendampingan penyelenggaraan koordinasi PSDA di daerah Jumlah laporan penyelenggaraaan sosialisasi Kebijakan Nasional PSDA Jumlah laporan penyelenggaraan sosialisasi produk Dewan SDA Nasional Jumlah laporan pendampingan terhadap penyelenggaraan koordinasi PSDA di daerah Jumlah laporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi tindak lanjut pelaksanaan kebijakan pengelolaan SDA nasional Jumlah dokumen pola WS lintas negara yang disusun Jumlah laporan fasilitasi kegiatan perumusan rekomendasi/saran DSDAN Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah laporan penyebaran informasi mengenai kegiatan koordinasi pengelolaan SDA oleh DSDAN melalui media cetak dan elektronik 1 Laporan 2 Laporan 1 Laporan 7 Laporan 9 Laporan 5 Laporan Laporan monitoring dan evaluasi tindak lanjut pelaksanaan kebijakan pengelolaan SDA nasional Dokumen pola pengelolaan SDA WS lintas negara Laporan fasilitasi perumusan rekomendasi/ saran DSDAN Layanan Perkantoran Laporan penyebaran informasi mengenai kegiatan koordinasi pengelolaan SDA 1 Laporan 11 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN - 5 Dokumen 5 Laporan 18 Laporan 12 Bulan 5 Laporan 60 Bulan 25 Laporan 21.) 2010 (11) 7.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.000 Laporan penyelenggaraan kegiatan diseminasi dan sosialisasi Pedoman Keamanan Bendungan Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan diseminasi dan sosialisasi Pedoman Keamanan Bendungan 1 Laporan 8 Laporan Laporan penyelenggaraan kegiatan seminar/lokakarya bidang bendungan Dokumen pelaksanaan kegiatan inspeksi bendungan Dokumen pelaksanaan kajian keamanan bendungan Dokumen NSPK tentang Keamanan Bendungan Layanan Perkantoran Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan seminar/lokakarya bidang bendungan Jumlah dokumen pelaksanaan kegiatan inspeksi bendungan Jumlah dokumen pelaksanaan kajian keamanan bendungan Jumlah dokumen NSPK tentang Keamanan Bendungan Jumlah bulan layanan Perkantoran 4 Laporan 18 Laporan 1 Dokumen 1 Dokumen 5 Dokumen 5 Dokumen 7 Dokumen 42 Dokumen 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENYEDIAAN DAN PENGELOLAAN AIR BAKU PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.01 miliar m3 0.3 m3/det 2.5 miliar m3 Kapasitas tampung sumber air yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan.76 m3/det 12. pelaksanaan. 33 Provinsi 69 Wilayah Sungai 15 Wilayah Sungai 31 BBWS/BWS. EMBUNG.43 m3/det 43. monitoring.3 miliar m3 7 Kawasan sumber air 31 BBWS/BWS 16 Kawasan sumber air 31 BBWS/BWS 8 Wilayah Sungai 0 Wilayah Sungai 31 BBWS/BWS.75 m3/det 158 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. SERTA BANGUNAN PENAMPUNG AIR LAINNYA PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk air minum yang dibangun Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk air minum yang direhabilitasi Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk air minum yang dioperasikan dan dipelihara 6. pelaksanaan.004 miliar m3 11. dan evaluasi pengelolaan SDA KEGIATAN: PENGELOLAAN DAN KONSERVASI WADUK.1 miliar m3 0.06 miliar m3 12. dan evaluasi pengelolaan SDA 1.4 m3/det 3. monitoring.04 miliar m3 Kapasitas tampung sumber air yang direhabilitasi 1 miliar m3 0.9 miliar m3 0.2014 .9 m3/det 44. 33 Provinsi - 1. ketahanan pangan. ketahanan pangan. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ ditingkatkan 31 BBWS/BWS. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . SITU.

000 2010-2014 (12) 5. 51 embung/situ 7 Kawasan 140 Buah 300 Buah 1199 waduk dan embung/situ 63 Kawasan 31 Dokumen 155 Dokumen 69 Dokumen 8 Dokumen Dokumen rencana pengelolaan SDA WS - 15 Dokumen Layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .079.76 m3/det Sarana/prasarana penyediaan air baku yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah debit sarana/prasarana penyediaan air baku yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah bulan layanan Perkantoran 2.23 m3/ det 12.000 Sarana/prasarana penyediaan air baku yang dibangun /ditingkatkan Sarana/prasarana penyediaan air baku yang direhabilitasi Jumlah debit sarana/prasarana penyediaan air baku yang dibangun /ditingkatkan Jumlah debit sarana/prasarana penyediaan air baku yang direhabilitasi 6.75 m3/ det PROGRAM DAN KEGIATAN Layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan 2.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.781.2014 159 BAB 5 .3 m3/det 3.9 m3/det 44.) 2010 (11) 1.105.31 m3/det 43.000 Embung / Situ / bangunan penampung air lainnya yang dibangun Waduk yang direhabilitasi Embung / Situ / Bangunan Penampung Air lainnya yang direhabilitasi Waduk/Embung/Situ/bangunan penampung air lainnya yang dioperasikan dan dipelihara Kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi Dokumen penyelenggaraan pelayanan data dan informasi SDA di tingkat BBWS/BWS Dokumen pola pengelolaan SDA WS Jumlah buah embung / Situ / bangunan penampung air lainnya yang dibangun Jumlah buah waduk yang direhabilitasi Jumlah buah embung / Situ / Bangunan Penampung Air lainnya yang direhabilitasi Jumlah buah waduk/Embung/Situ/ bangunan penampung air lainnya yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi Jumlah dokumen penyelenggaraan pelayanan data dan informasi SDA di tingkat BBWS/BWS Jumlah dokumen pola pengelolaan SDA WS Jumlah dokumen rencana pengelolaan SDA WS Jumlah bulan layanan perkantoran 32 Buah 12 Buah 21 Buah 14 waduk.000 Waduk yang dibangun Jumlah buah waduk yang dibangun 7 waduk dalam pelaksanaan pembangunan 52 waduk dalam pelaksanaan pembangunan dan 6 waduk selesai pembangunan 200 Buah 14.524.

210.785 Ha 43.107 996 Ha 1. dan evaluasi pengelolaan SDA 115.000 Ha 500. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya layanan jairngan irigasi dan rawa Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dioperasikan dan dipelihara Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dioperasikan dan dipelihara Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. DAN JARINGAN PENGAIRAN LAINNYA PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.000 Ha 293.000 Ha 85.100 Ha 550.000 ha 450.000 Ha 2.000 Ha 2.246 Ha 3. ketahanan pangan.315. pelaksanaan.2014 .000 Ha 160 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 8. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .500 Ha 6.882 ha 37.000 Ha 1. RAWA. 33 Provinsi 31 BBWS/BWS.000 Ha 550 Ha 28 Provinsi 28 Provinsi 31 BBWS/BWS.800 Ha 175.000 Ha 1.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI.021 Ha 25.840 Ha 8.315.340.000 Ha 2. monitoring.044 Ha 1.000 Ha 2.

737 Ha Pelaksanaan kegiatan monitoring TP operasi dan pemeliharaan SDA Layanan Perkantoran Jumlah provinsi pelaksanaan kegiatan monitoring TP operasi dan pemeliharaan SDA Jumlah bulan layanan Perkantoran 28 Provinsi 140 Provinsi 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .944 Ha Jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara Jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ ditingkatkan 2.000 Ha 500.021 Ha 25.107.911 Ha 11.996 Ha 5.120.000 Ha Jaringan reklamasi rawa yang di operasi kan dan dipelihara 1.2014 161 BAB 5 .340.246 Ha PROGRAM DAN KEGIATAN Jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan irigasi air tanah yang dioperasikan dan dipelihara 8.100 Ha 548.360.000 Jaringan irigasi yang dibangun /ditingkatkan Jumlah luas jaringan irigasi yang dibangun /ditingkatkan Jumlah luas jaringan irigasi yang di rehabilitasi Jumlah luas jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah luas jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ditingkatkan 115.644.044 Ha 1.000 2010-2014 (12) 23.277 Ha Jaringan tata air tambak yang dibangun/ ditingkatkan Jumlah luas jaringan tata air tambak yang dibangun/ditingkatkan 1.000 Ha Jaringan irigasi yang di rehabilitasi 293.500 Ha Jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan reklamasi rawa yang di operasikan dan dipelihara 85.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.501 Ha Jaringan irigasi air tanah yang di operasikan dan dipelihara 9.800 Ha 176.000 Ha Jaringan tata air tambak yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan tata air tambak yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara 2.021.180 Ha 43.000 Ha 450.058 Ha 3.318.000 Ha 2.) 2010 (11) 3.840 Ha Jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ ditingkatkan Jumlah luas jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ditingkatkan 8.882 Ha 37.000 Ha Jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara 550 Ha 98.

dan evaluasi pengelolaan SDA 27. LAHAR GUNUNG BERAPI DAN PENGAMANAN PANTAI PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .607 Ha 35.48 Juta m3 0.700 Ha 14. ketahanan pangan. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS.2014 .000 Ha 503 Ha 24.88 juta/m3 12 juta/m3 33 Km Garis Pantai 180 Km Garis Pantai 3 Km Garis Pantai 50 Km Garis Pantai 10 Km Garis Pantai 50 Km Garis Pantai 31 BBWS/BWS.08 juta/m3 4.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGENDALIAN BANJIR.14 juta/m3 6 juta/m3 0. ketahanan air dan ketahanan energi Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui pembangunan sarana/prasarana pengendalian banjir Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui rehabilitasi sarana/prasarana pengendalian banjir Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui operasi dan pemeliharaan sarana/ prasarana pengendalian banjir Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui pembangunan sarana/ praarana pengendalian lahar/sedimen Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui rehabilitasi sarana/ praarana pengendalian lahar/sedimen Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui operasi dan pemeliharaan sarana/ praarana pengendalian lahar/sedimen Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pembangunan sarana/ praarana pengamanan pantai Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui rehabilitasi sarana/praarana pengamanan pantai Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pemeliharaan sarana/ praarana pengamanan pantai Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. pelaksanaan.700 Ha 162 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 2. monitoring.500 Ha 60.

2014 163 BAB 5 .) 2010 (11) 2.603 Km PROGRAM DAN KEGIATAN Sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen yang dibangun Jumlah sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen yang dibangun 13 Buah 28 Buah Sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang direhabilitasi Jumlah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang direhabilitasi 2 Buah 85 Buah Sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah buah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang dioperasikan dan dipelihara 11 Buah 316 Buah Sarana/prasarana pengaman pantai yang dibangun Jumlah panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang dibangun 33 Km 180 Km Sarana/prasarana pengaman pantai yang direhabilitasi Jumlah panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang direhabilitasi 3 Km 50 Km Sarana/prasarana pengaman pantai yang dipelihara Jumlah panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang dipelihara 10 Km 50 Km Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .249.000 Km Sarana/prasarana pengendalian banjir yang direhabilitasi Jumlah panjang sarana/prasarana pengendalian banjir yang direhabilitasi 15 Km 750 Km Sarana/prasarana pengendalian banjir yang di operasikan dan dipelihara Jumlah panjang sarana/prasarana pengendalian banjir yang di operasikan dan dipelihara 610 Km 6.096.000 2010-2014 (12) 15.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.000 Sarana/prasarana pengendalian banjir yang dibangun Jumlah panjang sarana/prasarana pengendalian banjir yang dibangun 300 Km 1.

PENGATURAN.845 Km KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN.3.525 Km Panjang jalan baru yang di bangun 294 Km 1. ketahanan pangan. DAN PENGAWASAN PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. PEMBINAAN.2014 . KOORDINASI.Tabel 5.370 km Meningkatnya panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun Tingkat kemantapan jalan 87 % 94 % SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap Tingkat penggunaan jalan nasional Panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan 100 % 100 % 164 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 83 Milyar kendaraan Km 2.55 Milyar kendaraan Km 17. ketahanan pangan.559 Km 91. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Meningkatnya penggunaan jalan nasional Meningkatnya Kapasitas jalan Nasional sepanjang 19.2 Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga Program Penyelenggaraan Jalan TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2014 165 BAB 5 .2014 (12) PROGRAM DAN KEGIATAN 730.) 2010 (11) 2010 .000 3 Dokumen 3 Dokumen 3 Dokumen 2 Dokumen 12 Bulan Layanan 8 Unit 15 Dokumen 15 Dokumen 15 Dokumen Dokumen Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Hukum Bulan Layanan Publik (PNBP) 10 Dokumen 60 Bulan Layanan 40 Unit Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Jumlah Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan Dokumen Draft Materi Kebijakan / Peraturan Perundang-undangan yang diproses dan dilegalisasi Jumlah Dokumen Draft Materi Kebijakan / Peraturan Perundang-Undangan yang Diproses dan Dilegalisasi 11 Dokumen 17 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .063.000 Lokasi Pembinaan Penanggulangan Penanganan Tanggap Darurat / Pekerjaan Mendesak Dokumen Administrasi dan Pengelolaan Kepegawaian / Ortala Dokumen Laporan Administrasi Keuangan dan Akuntansi Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah Lokasi Pembinaan Penanggulangan Penanganan Tanggap Darurat / Pekerjaan Mendesak Jumlah Dokumen Administrasi dan Pengelolaan Kepegawaian / Ortala Jumlah Dokumen Laporan Administrasi Keuangan dan Akuntansi Jumlah Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah Dokumen Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Hukum Jumlah Bulan Layanan Publik (PNBP) 11 Lokasi 116 Lokasi 4.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.

ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % 166 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PEMROGRAMAN. PEMBINAAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. PERENCANAAN.2014 . DAN PEMBIAYAAN PENYELENGGARAAN JALAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PROGRAM Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan pangan.

000 Dokumen Pengaturan & Penyiapan Pembiayaan Jalan Daerah & Dana Masyarakat Jumlah Dokumen Pengaturan & Penyiapan Pembiayaan Jalan Daerah & Dana Masyarakat Jumlah Dokumen Program dan Anggaran Tahunan Jumlah Dokumen Penyiapan PHLN & Administrasi Kerjasama Luar Negeri Jumlah Dokumen Evaluasi Kinerja Penyelenggara Jalan Jumlah dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan jalan Jumlah Dokumen Penyiapan Keputusan Menteri Tentang Fungsi Dan Status Jalan Jumlah Dokumen Pengendalian Pelaksanaan PHLN Jumlah Dokumen Informasi. Komunikasi Dan Publikasi Penyelenggaraan Jalan Jumlah Dokumen Pengembangan Sistem Manajemen Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen Monitoring & Evaluasi Perencanaan.) 2010 (11) 115.2014 (12) 2.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . Dokumentasi. Pemrograman Dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan Jumlah Pemenuhan Unit Prasarana & Sarana Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 2 Dokumen 10 Dokumen Dokumen Program dan Anggaran Tahunan 1 Dokumen 2 Dokumen 4 Dokumen 5 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 6 Dokumen 5 Dokumen 3 Dokumen 5 Dokumen Dokumen Penyiapan PHLN & Administrasi Kerjasama Luar Negeri Dokumen Evaluasi Kinerja Penyelenggara Jalan 10 Dokumen 20 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN Dokumen Kebijakan dan strategi penyelenggaraan jalan Dokumen Penyiapan Keputusan Menteri Tentang Fungsi dan Status Jalan Dokumen Pengendalian Pelaksanaan PHLN Dokumen Informasi.714. Dokumentasi.2014 167 BAB 5 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.000 2010 . Komunikasi Dan Publikasi Penyelenggaraan Jalan Dokumen Pengembangan Sistem Manajemen Jalan dan Jembatan Dokumen Laporan Monitoring & Evaluasi Perencanaan. Pemrograman Dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan Prasarana & Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran 25 Dokumen 10 Dokumen 10 Dokumen 34 Dokumen 17 Dokumen 23 Dokumen 11 Unit 12 Bulan 59 Unit 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % 168 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN PELAKSANAAN PRESERVASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS JALAN NASIONAL DAN FASILITASI JALAN DAERAH PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PELAKSANAAN JALAN DAN JEMBATAN WILAYAH I.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN DAN PEMBINAAN TEKNIK PRESERVASI. ketahanan pangan.2014 . DAN III Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. II. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PENINGKATAN KAPASITAS JALAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA TEKNIK Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan pangan.

pelaksanaan dan evaluasi kinerja jalan daerah Jumlah Laporan Perencanaan Pembinaan. Teknis Pelaksanaan Dan Aspek Hukum Jumlah Laporan Pembinaan Teknis.000 18 Dokumen 45 Dokumen 45 Laporan 90 Dokumen 225 Dokumen 225 Laporan 18 Unit 36 Bulan 75 Laporan 180 Unit 180 Bulan 375 Laporan BAB 5 Dokumen Monitoring dan evaluasi kinerja pembinaan dan pelaksanaan jalan dan jembatan termasuk jalan daerah 15 Dokumen 75 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . program pembiayaan.000 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . Pengendalian Kepatuhan Pelaksanaan dan rekomendasi laik fungsi Jalan Nasional Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Laporan Pembinaan Teknis.000 Laporan Perencanaan Pembinaan.) 2010 (11) 287.046. program pembiayaan. Penyiapan Produk Pembinaan Dan Pembinaan Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen Pembinaan dan Penilaian Bahan Usulan Program 5 Tahunan dan Tahunan Jumlah dokumen Penyelesaian Permasalahan Administrasi.091. pelaksanaan dan evaluasi kinerja jalan daerah Jumlah dokumen Monitoring Dan Evaluasi Kinerja Pembinaan Dan Pelaksanaan Jalan Dan Jembatan Termasuk Jalan Daerah 33 Laporan 165 Laporan 1. Fasilitasi Perencanaan. Fasilitasi Perencanaan.000 Dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Yang Bersifat Khusus Perencanaan & Pengawasan Teknis Jalan & Jembatan Khusus Serta Perencanaan Teknis Jalan Bebas Hambatan Dokumen Penyusunan Dan Pengesahan NSPK Jalan dan Jembatan Termasuk Jalan Daerah Dokumen Rekomendasi Teknis Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan & Rawan Bencana Jalan dan Jembatan Laporan Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan Laporan Pembinaan Jalan Bebas Hambatan Luas Pengadaan Tanah Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Yang Bersifat Khusus Jumlah Dokumen Perencanaan & Pengawasan Teknis Jalan & Jembatan Khusus Serta Perencanaan Teknis Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Penyusunan Dan Pengesahan NSPK Jalan Dan Jembatan Termasuk Jalan Daerah Jumlah dokumen Pembinaan Teknis Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan & Rawan Bencana Jalan dan Jembatan Jumlah Laporan Pembinaan Teknik Jalan Dan Jembatan Jumlah LaporanPembinaan Jalan Bebas Hambatan Jumlah Hektar Luas Pengadaan Tanah untuk Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Kebijakan Investasi Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Monitoring Dan Evaluasi Pembinaan Teknik Jalan Dan Jembatan Jumlah prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 15 Dokumen 5 Dokumen 50 Dokumen 25 Dokumen 8 Dokumen 50 Dokumen 4 Laporan 1 Laporan 274 Ha 40 Dokumen 250 Dokumen 20 Laporan 5 Laporan 1. Teknis Pelaksanaan Dan Aspek Hukum Laporan Pembinaan Teknis. Penyiapan Produk Pembinaan Dan Pembinaan Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Dokumen Pembinaan dan Penilaian Bahan Usulan Program 5 Tahunan dan Tahunan Dokumen Penyelesaian Permasalahan Administrasi.2014 (12) 6.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.2014 169 .352 Ha PROGRAM DAN KEGIATAN Dokumen Kebijakan Investasi Jalan Bebas Hambatan Dokumen Monitoring dan Evaluasi Pembinaan Teknik Jalan Dan Jembatan Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Bulan Layanan Perkantoran 1 Dokumen 6 Dokumen 12 Unit 5 Dokumen 30 Dokumen 60 Unit 12 Bulan 60 Bulan 133. Pengendalian Kepatuhan Pelaksanaan dan rekomendasi laik fungsi Jalan Nasional Jumlah Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran Jumlah Laporan Pembinaan Teknis.

525 Km Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun Panjang jalan baru yang dibangun 294 Km 1.559 Km 17.55 Milyar kendaraan kilometer Meningkatnya panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan Panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan 2. ketahanan pangan. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional Tingkat Kemantapan Jalan 87 % 94 % 170 PROGRAM DAN KEGIATAN Meningkatnya kapasitas Jalan Nasional sepanjang 19.845 Km BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PELAKSANAAN PRESERVASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS JALAN NASIONAL PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.2014 .370 km Tingkat penggunaan jalan nasional Tingkat penggunaan jalan nasional 83 Milyar kendaraan kilometer 91.

767 m 100 Dokumen 100 Dokumen 100 Dokumen 50 Dokumen Dokumen Pengujian / Manajemen Mutu Panjang Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Panjang Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jembatan Panjang penggantian Jembatan Dokumen Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Jalan Dan Jembatan Bahan Jalan & Jembatan Bahan dan Peralatan Jalan & Jembatan Bulan Layanan Publik (PNBP) Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Panjang Pemeliharaan Rutin Jalan Panjang Pemeliharaan Rutin Jembatan Panjang Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Panjang Pelebaran Jalan Panjang Pembangunan Jalan Baru Panjang Pembangunan Jembatan Baru Panjang Pembangunan Fly Over/Underpass/ Terowongan Panjang Pembangunan jalan bebas hambatan 50 Dokumen 4.552 m 15. Srategis.284 Km 8. Perbatasan. Terluar & Terdepan Panjang Jembatan yang dibangun/diDuplikasi di Kaw.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.830 Km 238.599 m 2.378 Km BAB 5 1.979 m 4 Km 44 Km Panjang pembangunan/pelebaran Jalan di Kaw.297 m 15.000 2010 . Terluar & Terdepan Panjang Pembangunan/Duplikasi Jembatan di Kaw.2014 (12) 133. Wil. Wil. Terluar & Terdepan 20 Dokumen 20 Dokumen 20 Dokumen 10 Dokumen 10 Dokumen 1.186 Ton 1.000 Dokumen bahan usulan program tahunan dan 5 tahunan Dokumen hasil pengumpulan data jalan dan jembatan Dokumen perencanaan dan pengawasan teknis jalan Dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Jumlah dokumen bahan ususlan program tahunan dan 5 tahunan Jumlah dokumen hasil pengumpulan data jalan dan jembatan Jumlah dokumen perencanaan dan pengawasan teknis jalan Jumlah dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen Pengujian / Manajemen Mutu Panjang jalan yg mendapat pemeliharaan berkala/rehabilitasi Panjang jembatan yg mendapat pemeliharaan berkala/rehabilitasi Panjang jembatan yg mendapat penggantian Jumlah dokumen Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Jalan Dan Jembatan Jumlah Bahan Jalan & Jembatan Jumlah Bahan dan Peralatan Jalan & Jembatan Jumlah Bulan Layanan Publik (PNBP) Jumlah Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Jumlah bulan Layanan Perkantoran Panjang Jalan yg mendapat pemeliharaan rutin Panjang jembatan yg mendapat pemeliharaan rutin Panjang jalan yg mendapat rekonstruksi/ peningkatan struktur Panjang jalan yg mendapat pelebaran Panjang jalan yg dibangun baru Panjang jembatan yg dibangun baru Panjang Fly Over/Underpass/ Terowongan yg dibangun Panjang jalan bebas hambatan yg dibangun Panjang Jalan yang dibangun/dilebarkan di Kaw. Terluar & Terdepan 245 Km 1.) 2010 (11) 17.802 Km 90.113 m 10 Dokumen 698 Ton 54 Unit 120 Bulan Layanan 100 unit 120 Bulan 29.112 m 483 Km 2. Wil.523 m 50 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN 24. Wil.686.095 Km 12.180 m 4.277 Unit 600 Bulan Layanan 500 unit 600 Bulan 164.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 171 . Srategis. Srategis. Perbatasan.430 Km 377 Km 25.576 m 3.844 m 5. Perbatasan.169 Km 601. Srategis. Perbatasan.076 Km 33 Km 6.114 m rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .029.

ketahanan pangan. PENGUSAHAAN.845 Km 172 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PENGAWASAN JALAN TOL PENANGGUNG JAWAB: BADAN PENGATUR JALAN TOL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.370 km Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun Panjang jalan baru yang dibangun 294 Km 1. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional Tingkat Kemantapan Jalan 87 % 94 % Meningkatnya kapasitas Jalan Nasional sepanjang 19.2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN.

000 Laporan Kajian dan Evaluasi Penyiapan Pengusahaan Jalan Tol dan Data Informasi Jalan Tol Jumlah Laporan Kajian dan Evaluasi Penyiapan Pengusahaan Jalan Tol dan Data Informasi Jalan Tol Jumlah Dokumen Pengaturan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . Pelayanan dan Pengendalian Pengusahaan Jalan Tol Dokumen Perjanjian Layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) 1 Dokumen 1 Dokumen 9 Dokumen 6 Dokumen Laporan Monitoring dan Evaluasi layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) 1 Laporan 5 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan Pengawasan dan Pemantauan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Laporan Pengelolaan dana Hasil Pengusahaan Jalan Tol (BLU) Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran (PNBP) 1 Laporan 6 Laporan 1 Laporan 5 Laporan 2 Unit 12 Bulan 12 Bulan 10 Unit 60 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 404. Penyiapan.) 2010 (11) 21.2014 173 BAB 5 . Penyiapan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.000 2010 . Pelayanan dan Pengendalian Pengusahaan Jalan Tol Jumlah Dokumen Perjanjian Layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) Jumlah Laporan Monitoring dan Evaluasi layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) Jumlah Laporan Pengawasan dan Pemantauan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Jumlah Laporan Pengelolaan dana Hasil Pengusahaan Jalan Tol (BLU) Jumlah Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Jumlah bulan Layanan Perkantoran Jumlah bulan Layanan Perkantoran (PNBP) 1 Laporan 6 Laporan Dokumen Pengaturan.

Tabel 5.576 Liter/detik 170 IKK 8.3.848 Kelurahan/desa 37.2014 .3. Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Program Pembinaan Dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya cakupan pelayanan air minum Peningkatan jumlah pelayanan air minum 2.920 Kelurahan/desa rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .099 Liter/detik 857 IKK SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Terlaksananya pembangunan rusunawa Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Peningkatan jumlah pelayanan sanitasi Jumlah Pemda/ PDAM yang dibina kemampuannya Jumlah rusunawa yang dibangun Jumlah kawasan permukiman dan penataan bangunan yang direvitalisasi Jumlah kelurahan/ desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/ nelayan 82 Kawasan 98 Kab/Kota 87 PDAM 554 Kawasan 605 Kab/Kota 294 PDAM 174 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 40 Twin Block 137 Kawasan 250 Twin Block 666 Kawasan Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat 14.

2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 .2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 175 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. DAN PENYELENGGARAAN DALAM PENGEMBANGAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek Permukiman 50 Kab/Kota 205 Kab/Kota Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan Jumlah Kawasan kumuh di perkotaan yang ditangani Jumlah rusunawa terbangun 95 kawasan 207 kawasan 176 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Terlaksananya pembangunan rusunawa 40 Twin Block 250 Twin Block Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat Menurunnya kesenjangan antar wilayah Jumlah Kawasan Permukiman Perdesaan di tangani Jumlah Kawasan Pusat Pertumbuhan terbentuk 143 kawasan 322 kawasan 50 kawasan 185 kawasan Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Jumlah desa tertinggal yang di tangani 3.900 Desa 13. PEMBINAAN.999 Kelurahan / Desa rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PENGAWASAN.230 Kelurahan / Desa 23.190 Desa KEGIATAN: PENGATURAN. DAN PENYELENGGARAAN DALAM PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN TERMASUK PENGELOLAAN GEDUNG DAN RUMAH NEGARA PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek bangunan gedung dan lingkungan 32 Kab/Kota 226 Kab/Kota Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan Jumlah Kawasan yang meningkat fungsinya 32 Kawasan Strategis 33 Kaw (RTH) 33 Kaw (tradisional dan bersejarah) 152 Kawasan (strategis) 207 Kaw (RTH) 160 Kaw (tradisional dan bersejarah) Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Jumlah Kel/Desa yang yang meningkat kualitasnya melalui pemberdayaan masyarakat 8.2014 . PEMBINAAN. PENGAWASAN.

230 Kelurahan/Desa 23.900 Desa 13.321.633.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .999 Kelurahan/ Desa rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .190 Desa 1.000 Layanan Perkantoran Peraturan Pengembangan Permukiman Laporan Pembinaan Pengembangan Permukiman Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Pengembangan Permukiman Infrastruktur Kawasan Permukiman Perkotaan Rusunawa Beserta Infrastruktur Pendukungnya Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Pengembangan permukiman Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Pengembangan Permukiman Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Pengembangan Permukiman Jumlah Kawasan Permukiman Perkotaan yang Ditangani Jumlah Satuan Unit Hunian Rumah Susun yang Terbangun Beserta Infrastruktur Pendukungnya Jumlah Kawasan yang Terbangun Infrastruktur Permukiman Perdesaan Jumlah Kawasan yang Dilayani oleh Infrastruktur Pendukung Kegiatan Ekonomi dan Sosial Jumlah Desa Tertinggal Terbangun Infrastruktur Permukiman 12 Bulan Layanan 2 NSPK 60 Bulan Layanan 5 NSPK 80 laporan 449 Laporan 33 Laporan 165 Laporan 234 Kawasan 661 Kawasan PROGRAM DAN KEGIATAN 40 Twin Block 250 Twin Block Infrastruktur Kawasan Permukiman Perdesaan 143 Kawasan 469 Kawasan Infrastruktur Pendukung Kegiatan Ekonomi dan Sosial (RISE) 237 Kecamatan 1.361.000 Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Penataan Bangunan & Lingkungan Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Jumlah Kab/Kota Mendapatkan Pengembangan Bangunan Gedung Negara/Bersejarah Jumlah Kawasan yang Tertata Bangunan dan Lingkungannya 12 Bulan Layanan 7 NSPK 60 Bulan Layanan Peraturan Penataan Bangunan dan Lingkungan Laporan Pembinaan Pelaksanaan Penataan Bangunan dan Lingkungan.2014 (12) 12.363 2010 .079 9. Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara Bangunan Gedung dan Fasilitasnya 33 NSPK 236 laporan 525 Laporan 33 Laporan 165 Laporan 54 Kab/Kota 159 Kab/Kota Sarana dan Prasarana Lingkungan Permukiman 138 Kawasan 303 Kawasan Keswadayaan Masyarakat Jumlah Kel/Desa yang Mendapatkan Pendampingan Pemberdayaan Sosial (P2KP/PNPM) 8.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2. Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara Laporan Pengawasan Pelaksanaan Penataan Bangunan dan Lingkungan.994.185 Kecamatan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) 3.2014 177 BAB 5 .

DAN PENYELENGGARAAN SANITASI LINGKUNGAN (AIR LIMBAH. DRAINASE) SERTA PENGEMBANGAN SUMBER PEMBIAYAAN DAN POLA INVESTASI PERSAMPAHAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air limbah dan drainase 34 Kab/Kota 226 Kab/Kota 178 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi Jumlah cakupan pelayanan sistem Air Limbah Luas kawasan potensi banjir di perkotaan yang tertangani 11 kawasan 210 kawasan 26 kawasan 50 kawasan Berkurangnya potensi timbunan sampah Jumlah cakupan pelayanan persampahan 50 kawasan 210 kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 . PEMBINAAN. PENGAWASAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN.

538.519.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 Layanan Perkantoran Peraturan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Air Limbah Dengan Sistem Off-Site dan Sistem On-Site Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Drainase Perkotaan 12 Bulan Layanan 8 NSPK 60 Bulan Layanan 75 NSPK Laporan Pembinaan Pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Permukiman 81 laporan 244 Laporan Laporan Pengawasan Pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Permukiman 62 Laporan 426 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Infrastruktur Air Limbah 41 Kawasan 265 Kawasan Infrastruktur Drainase Perkotaan 26 Kota/Kab 164 Kota/Kab Infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Jumlah Kab/Kota yang Telayani Infrastruktur Stasiun Antara Dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Jumlah Kawasan yang Telayani Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R 55 Kab/Kota 315 Kab/Kota Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R 50 Kawasan 252 Kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 14.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 1.2014 179 BAB 5 .130 2010 .

DAN PENYELENGGARAAN SERTA PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air minum 0 Kab/Kota 100 Kab/Kota 180 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM Meningkatnya cakupan pelayanan air minum Jumlah Kab/Kota/ PDAM yang memperoleh pembinaan kemampuan Jumlah cakupan pelayanan (kawasan) SPAM 30 Kab/Kota 225 Kab/Kota 105 kawasan 730 kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PENGEMBANGAN SUMBER PEMBIAYAAN DAN POLA INVESTASI. PEMBINAAN. PENGAWASAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN.2014 .

2014 181 BAB 5 .768 Desa 145 Kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 1.562.000 Layanan Perkantoran Peraturan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Laporan Pembinaan Pelaksanaan Pengembangan SPAM Laporan Pengawasan Pelaksanaan Pengembangan SPAM Percontohan Re-Use dan Daur Ulang Air Minum Penyelenggara SPAM Terfasilitasi Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Air Minum Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Air Minum Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Air Minum Jumlah aktivitas Re-Use dan Daur Ulang Air Minum Jumlah Penyelenggara SPAM yang Terfasilitasi 12 Bulan Layanan 4 NSPK 68 Laporan 60 Bulan Layanan 22 NSPK 150 laporan 50 Laporan 566 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 35 PDAM 8 Lokasi 197 PDAM SPAM Regional Jumlah kawasan perbatasan yang terlayani infrastruktur air minum Jumlah Kawasan MBR yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah IKK yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Desa yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Kawasan Khusus yang Terlayani Infrastruktur Air Minum - 4 Kawasan SPAM Di Kawasan MBR SPAM Di Ibu Kota Kecamatan (IKK) SPAM Perdesaan SPAM Kawasan Khusus 74 Kawasan 144 IKK 1.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .472 Desa 31 Kawasan 569 Kawasan 836 IKK 4.783.302 2010 .2014 (12) 12.

KERJASAMA LUAR NEGERI. 65 unit untuk air minum dan air limbah. PROGRAM DAN ANGGARAN.500 pegawai dan 225 Paket 9. pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah dukungan manajemen bidang permukiman 9. Program Dan Anggaran. pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kebijakan. Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman 34 Paket 170 Paket rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 . 5 paket cadangan mendesak bidang Perkim 31 paket untuk persampahan dan drainase. 13 unit untuk air minum dan air limbah. DATA INFORMASI SERTA EVALUASI KINERJA INFRASTRUKTUR BIDANG PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB:DIREKTORAT BINA PROGRAM Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas pengaturan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN INFRASTRUKTUR DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas pengaturan. 33 paket cadangan mendesak bidang Perkim KEGIATAN: PENYUSUNAN KEBIJAKAN.500 pegawai dan 233 Laporan 182 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Tersedianya infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak Jumlah Paket Infrastruktur Tanggap Darurat/Kebutuhan Mendesak 5 paket untuk persampahan dan drainase. Kerjasama Luar Negeri.

Kantor dan Peralatannya Layanan Publik (PNBP) Infrastruktur Tanggap Darurat/Kebutuhan Mendesak Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah Dokumen Administrasi Dan Pengelolaan Kepegawaian/ Ortala Jumlah Laporan Adimistrasi Keuangan Dan Akuntansi Jumlah Laporan penyelenggaraan kegiatan bantuan hukum dalam rangka penanganan perkara Jumlah Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah Laporan Penyelenggaraan Habitat Jumlah Prasarana dan Sarana Gedung dan Kantor yang Baik dan Layak Pakai Jumlah Layanan Publik (PNBP) Jumlah Paket Infrastruktur Tanggap Darurat/Kebutuhan Mendesak 12 Bulan Layanan 13 Dokumen 60 Bulan Layanan 109 Dokumen 8 Laporan 9 Laporan 62 Laporan 81 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 1 Dokumen 3 Laporan 14 Unit 57 Dokumen 15 Laporan 68 Unit 12 Bulan Layanan 23 Paket 60 Bulan Layanan 153 Paket 501.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 244.000 Layanan Perkantoran Kebijakan Dan Strategi Bidang Permukiman Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah Laporan Kebijakan & Strategi Bidang Permukiman 12 Bulan Layanan 7 Laporan 60 Bulan Layanan 31 Laporan Program Dan Anggaran Bidang Permukiman Kerjasama Luar Negeri Bilateral Dan Multilateral Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyusunan Program Dan Anggaran Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyusunan Kerjasama Luar Negeri Bilateral Dan Multilateral Jumlah Laporan Penyusunan Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyusunan Data Dan Informasi Bidang Permukiman Jumlah Laporan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyelenggaraan PNPM Mandiri 19 Laporan 47 Laporan 6 Laporan 38 Laporan 7 Laporan 43 Laporan Data Dan Informasi Bidang Permukiman Laporan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Laporan Penyelenggaraan PNPM Mandiri 7 Laporan 35 Laporan 2 Laporan 134 Laporan BAB 5 24 Laporan 28 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 1.2014 183 .000 Layanan Perkantoran Dokumen Administrasi dan Pengelolaan Pegawai/Ortala Laporan Adimistrasi Keuangan dan Akuntansi Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Hukum Dalam Rangka Penanganan Perkara Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Laporan Penyelenggaraan Habitat Prasarana dan Sarana Gedung.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .756.630 959.720 2010 .

SANITASI.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: DUKUNGAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM. DAN PERSAMPAHAN PENANGGUNG JAWAB: BADAN PENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah kab/kota yang menerapkan NSPK 2 Laporan 19 Laporan 184 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .

2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 25.000 Layanan Perkantoran Laporan Pembinaan Dukungan Penyelenggaraan SPAM Konsep NSPK Laporan Pemantauan dan Evaluasi Penerapan NSPK Laporan Pendampingan Perbankan/ Sumber Pembiayaan Laporan Pendampingan KPS/Promosi Investasi Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah Laporan Penyelenggaraan SPAM Jumlah Konsep NSPK Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi penerapan NSPK Jumlah laporan Kajian dan fasilitasi pengembangan sumber pembiayaan dan pola investasi Jumlah Laporan pendampingan KPS/Promosi investasi 12 Bulan Layanan 49 laporan 1 Laporan 2 Laporan 10 Laporan 60 Bulan Layanan 121 Laporan 5 Laporan 20 Laporan 14 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 2 Laporan 7 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 207.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 185 BAB 5 .000 2010 .

prosedur. nyaman. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan Jumlah laporan/dokumen pembinaan program.2014 . prosedur. layanan informasi. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 9 Raperpres 37 Raperpres (7 KSN Perkotaan dan 30 KSN non-perkotaan) 32 RPIIJM (7 RPIIJM KSN perkotaan dan 25 RPIIJM KSN nonperkotaan) 15 RTRW Provinsi 24 RTRW Kabupaten 9 RTRW Kota 33 RTRW Provinsi 398 RTRW Kabupaten 93 RTRW Kota SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 186 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib.3. standar. dan terselesaikannya norma. standar. dan dukungan manajemen organisasi. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. nyaman. serta aspek hukum/ perundang-undangan penyelenggaraan penataan ruang 47 Laporan 244 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kemitraan. standar. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. prosedur.4 Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Program Penyelenggaraan Penataan Ruang TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman.Tabel 5. dan terselesaikannya norma.

2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 .2014 187 BAB 5 .161 Layanan Perkantoran Laporan Barang Milik Negara Dan Tata Usaha 12 Bulan Layanan 3 Laporan 60 Bulan Layanan 27 Laporan Sarana dan Prasarana Perkantoran Laporan Penyelenggaraan Bantuan Hukum Dokumen draft materi kebijakan/peraturan perundang-undangan Layanan Publik (PNBP) 6 Unit Kerja 3 Laporan 6 Laporan 30 Unit Kerja 15 Laporan 14 Laporan 12 bulan Layanan 8 Laporan 60 bulan Layanan 41 Laporan Laporan Penyelenggaraan Balai Informasi Penataan Ruang Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Laporan Pelatihan dan Koordinasi PPNS Jumlah laporan kegiatan penyelenggaraan Balai Informasi Penataan Ruang Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah kegiatan Pelatihan dan Operasionalisasi PPNS Bidang Penataan Ruang - 13 Laporan 2 Laporan 10 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Laporan Pembinaan dan Pengelolaan Kepegawaian/Ortala Laporan Keuangan Jumlah laporan kegiatan pembinaan dan pengelolaan pegawai Jumlah laporan akuntansi keuangan Ditjen Penataan Ruang Jumlah bulan layanan perkantoran DJPR Jumlah laporan kegiatan administrasi pengelolaan BMN dan administrasi ketatausahaan DJPR Jumlah unit kerja yang tersedia sarana dan prasarananya Jumlah Kegiatan Layanan bantuan hukum bidang penataan ruang Rancangan legal drafting peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang Jumlah bulan layanan PNBP 9 Laporan 1 Laporan 37 Laporan 29 Laporan 555.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (12) PROGRAM DAN KEGIATAN 113.

dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. layanan informasi.2014 . prosedur. nyaman. standar.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: BINA PROGRAM DAN KEMITRAAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PROGRAM DAN KEMITRAAN Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. prosedur. dan terselesaikannya norma. dan dukungan manajemen organisasi. kemitraan. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 47 Laporan 244 Laporan 188 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . standar.

dan pengelolaan basis data program dan anggaran tahunan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan tahunan pencapaian.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . pengelolaan data dan dokumen. dan monitoring evaluasi Kegiatan Kerja Sama Luar Negeri dan PHLN DJPR Jumlah laporan perencanaan. pedoman evaluasi. layanan informasi/ kepustakaan dan pelaksanaan komunikasi publik bidang penataan ruang Jumlah laporan dan pedoman penyiapan serta pelaksanaan kerjasama kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran 1 laporan 10 laporan 4 laporan 16 laporan 3 laporan 20 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan pemantauan dan evaluasi Kinerja Pelaksanaan Kegiatan dan Program Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laporan pengelolaan data.313 Laporan penyusunan Rencana Strategis dan Kebijakan Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laporan Fasilitasi dan Administrasi Kegiatan Kerja Sama Luar Negeri DJPR Laporan penyiapan dan penyusunan program dan anggaran tahunan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan penyusunan Kebijakan Strategis dan dokumen Rencana Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan Administrasi. pedoman.2014 (12) 259. Pengelolaan kerjasama.2014 189 BAB 5 .000 2010 . dan monitoring evaluasi Kinerja Pelaksanaan Kegiatan dan Program Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan pengembangan sistem informasi.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 28. informasi dan komunikasi publik serta layanan kepustakaan bidang penataan ruang 4 laporan 29 laporan 10 laporan 42 laporan Penyiapan dan pelaksanaan kerjasama kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran 3 laporan 19 laporan 1 dokumen 3 laporan 5 dokumen 27 laporan - 36 bulan layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. dan dukungan manajemen organisasi. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 47 Laporan 244 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAAN RUANG WILAYAH NASIONAL PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENATAAN RUANG WILAYAH NASIONAL Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. dan terselesaikannya norma. prosedur.2014 . standar. kemitraan. Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional 9 raperpres 37 Raperpres (7 KSN Perkotaan dan 30 KSN Non Perkotaan) 32 RPIIJM (7 RPIIJM KSN Perkotaan dan 25 RPIIJM KSN NonPerkotaan) 190 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. layanan informasi. standar. prosedur. nyaman.

dan RTR KSN 1 laporan 5 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 3 laporan 11 laporan 1 laporan 5 laporan 1 Kajian.2014 (12) 269. 1 laporan. dan KSN non perkotaan. 17 Materi NSPK 22 laporan Standarisasi Teknis (NSPK) Nasional Jumlah materi teknis dan dokumen NSPK nasional Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran - 36 bulan layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pulau. Kepulauan. laporan fasilitasi legalisasi . 9 Materi NSPK 2 laporan 4 Kajian. dan KSN (non perkotaan) Kebijakan dan strategi penataan ruang nasional Fasilitasi koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah dalam penataan ruang nasional Hasil penyiapan dan review RTRWN. dan KSN Jumlah laporan kegiatan penguatan kapasitas dan pengembangan kelembagaan dan penyusunan RPIIJM pulau. 6 Draft Raperpres 10 NSPK.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . materi teknis.421 Rencana terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur sistem nasional dan pengembangan kapasitas pengelolaan KSN Hasil pengendalian pelaksanaan pengembangan wilayah nasional. pulau. kepulauan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 29. 40 Materi Teknis.2014 191 BAB 5 . 20 Materi Teknis. serta KSN yang mendapatkan fasilitasi penyediaan peta dalam rangka pengawasan teknis dan pengendalian pemanfaatan ruang *) Jumlah laporan hasil pengawasan (monev) perwujudan penataan ruang wilayah nasional yang disosialisaikan ke sektor terkait Jumlah kajian. dan Raperpres Pulau. penyepakatan. 30 Draft Paperpres 21 NSPK.000 2010 . 5 laporan. RTR Pulau. dan KSN non perkotaan 5 laporan 38 laporan - 12 laporan 59 KSN *) Rekomendasi peningkatan kinerja penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. dan KSN non perkotaan Jumlah laporan kegiatan pengendalian pelaksanaan pengembangan wilayah nasional. dan penyebarluasan jakstra PR yang dihasilkan yang disosialisasikan ke sektor terkait Jumlah laporan pelaksanaan fasilitasi koordinasi forum kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah Jumlah dokumen kajian review RTRWN. pulau.

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGEMBANGAN PERKOTAAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PERKOTAAN Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. 398 RTRW Kab. prosedur. dan dukungan manajemen organisasi. dan terselesaikannya norma. nyaman. Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional 9 raperpres 37 Raperpres (7 KSN Perkotaan dan 30 KSN Non Perkotaan) 32 RPIIJM (7 RPIIJM KSN Perkotaan dan 25 RPIIJM KSN NonPerkotaan) 192 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 15 RTRW Prov. standar. prosedur. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. 9 RTRW Kota. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. 24 RTRW Kab. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 1 Kabupaten 68 Kabupaten Binda I : 34 Kab Binda II : 34 Kab 38 Kota 244 Laporan 14 Kota 47 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kemitraan.2014 . 93 RTRW Kota Jumlah Kabupaten/ Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. layanan informasi. 33 RTRW Prov. standar. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib.

10 Draft NSPK.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . serta laporan penyelenggaraan sosialisasi dan media sosialisasi bidang penataan ruang kota Jumlah Kota yang memenuhi SPM dan mendapat Pembinaan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kota 6 laporan 23 laporan 1 laporan 13 laporan 4 KSN 7 KSN 7 RPIIJM 7 Dokumen 7 Raperpres 20 laporan 3 Dokumen 3 Raperpres 4 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN NSPK Perkotaan 1 draft NSPK 3 NSPK.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 30. audit pemanfaatan ruang kota.405 Kajian kebijakan dan strategi pengembangan perkotaan Laporan penyelenggaraan forum pelaku pembangunan perkotaan berkelanjutan Peningkatan kapasitas dan kualitas penataan ruang serta kelembagaan KSN perkotaan NSPK KSN Perkotaan Pembinaan teknis pengembangan kota dan kapasitas kelembagaan kota Jumlah laporan kajian kebijakan dan strategi pengembangan perkotaan serta pemutakhiran basis data dan informasi perkotaan Jumlah laporan penyelenggaraan forum pelaku pembangunan perkotaan berkelanjutan Jumlah KSN yang ditingkatkan kapasitas dan kualitas penataan ruang serta kelembagaan KSN perkotaan Jumlah dokumen materi teknis dan Raperpres RTR KSN perkotaan sesuai amanat UU 26/2007 Jumlah laporan fasilitasi pemberian rekomendasi persetujuan substansi dan/atau pembahasan BKPRN tentang materi Raperda RTRW Kota Jumlah materi teknis NSPK. dokumen NSPK Perkotaan. serta fasilitasi penguatan PPNS bidang pemanfaatan ruang kota 1 laporan 1 laporan 16 laporan 36 Bulan Layanan 16 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 6 SPM) Pemenuhan SPM dan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kota 14 kota Laporan Kinerja Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran Laporan pengawasan teknis dan penyelesaian konflik Jumlah laporan tahunan pencapaian sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah laporan monitoring dan evaluasi teknis pemanfaatan ruang kota.000 2010 . 5 Laporan 38 kota (32 tematik.2014 193 BAB 5 .2014 (12) 295.

2014 . dan terselesaikannya norma. nyaman. layanan informasi. standar. dan dukungan manajemen organisasi. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 1 Kabupaten 68 Kabupaten Binda I : 34 Kab Binda II : 34 Kab 38 Kota 244 Laporan 14 Kota 47 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kemitraan. 398 RTRW Kab. prosedur.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH I PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH I Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. 24 RTRW Kab. 9 RTRW Kota 33 RTRW Prov. 93 RTRW Kota 194 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah Kabupaten/ Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 15 RTRW Prov.

pengawasan.2014 195 BAB 5 . dan Kawasan Perdesaan Pemenuhan SPM dan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten 1 NSPK 4 NSPK. 8 Provinsi.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . Kabupaten. dan pengembangan kapasitas kelembagaan penataan ruang daerah Jumlah laporan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 63. 200 Kab 19 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN NSPK Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Provinsi. 15 Provinsi. dan kabupaten Jumlah NSPK (pedoman) Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Provinsi.000 2010 . audit pemanfaatan ruang. dan provinsi/kabupaten yang memperoleh pembinaan Teknis penyelenggaraan penataan ruang Jumlah laporan perencanaan program tahunan/jangka menengah. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program tahunan/ jangka menengah penataan ruang daerah provinsi.235 Laporan Dekonsentrasi Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Kabupaten/Kota di Wilayah I Pembinaan Teknis Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Kebijakan Teknis dan Program Pembinaan Penataan Ruang Daerah Jumlah laporan hasil pembinaan. serta fasilitasi penguatan PPNS bidang penataan ruang 2 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Kabupaten. dan Kawasan Perdesaan Jumlah Kabupaten yang memenuhi SPM dan mendapat Pembinaan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten 123 laporan 930 laporan 20 Laporan. 4 materi teknis NSPK 34 Kab - Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran 3 laporan 31 laporan - 36 bulan layanan 14 laporan Laporan Pengawasan Teknis / Pembinaan PPNS Penataan Ruang Jumlah laporan monitoring dan evaluasi teknis penataan ruang.2014 (12) 580. 16 Kab 7 laporan 104 Laporan.

9 RTRW Kota 33 RTRW Prov.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH II PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH II Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. 93 RTRW Kota 196 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah Kabupaten/ Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program.2014 . dan dukungan manajemen organisasi. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 15 RTRW Prov. layanan informasi. kemitraan. 398 RTRW Kab. dan terselesaikannya norma. 24 RTRW Kab. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 1 Kabupaten 68 Kabupaten Binda I : 34 Kab Binda II : 34 Kab 38 Kota 244 Laporan 14 Kota 47 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . prosedur. nyaman. standar. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah.

000 2010 . 17 Provinsi.465 Laporan Dekonsentrasi Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Kabupaten/Kota (Output Dekon) di Wilayah II Pembinaan Teknis Penyelenggaran Penataan Ruang Daerah Kebijakan Teknis dan Program Pembinaan Penataan Ruang Daerah Jumlah laporan hasil pembinaan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . dan pengembangan kapasitas kelembagaan penataan ruang daerah Jumlah laporan. dan kabupaten Jumlah NSPK (standar teknis) penyelenggaraan Penataan Ruang daerah Provinsi. 192 Kab 15 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN NSPK Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Provinsi. Kabupaten.2014 (12) 735. 9 Provinsi. Jumlah laporan perencanaan program tahunan/jangka menengah.2014 197 BAB 5 . 16 materi NSPK 34 Kab (17 Tematik dan 17 NSPM) 1 Kab Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran Laporan Pengawasan Teknis / Pembinaan PPNS Penataan Ruang Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah laporan monitoring dan evaluasi teknis penataan ruang. dan provinsi/kabupaten yang memperoleh pembinaan Teknis penyelenggaraan penataan ruang. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program tahunan/ jangka menengah penataan ruang daerah provinsi. Kabupaten dan Kawasan Perdesaan Jumlah Kabupaten yang memenuhi SPM dan mendapat Pembinaan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten 193 laporan 837 laporan 17 laporan. dan Kawasan Perdesaan Pemenuhan SPM dan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten - 7 NSPK.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 101. serta fasilitasi penguatan PPNS bidang penataan ruang 1 laporan 2 laporan 22 laporan 36 bulan layanan 14 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 11 Kab 5 laporan 120 laporan. pengawasan.

2014 .122 Pegawai 122 SOP 30. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 3 Laporan BMN 1 Laporan Keuangan 4 Laporan Triwulan 2 LAKIP 31 Peraturan 3 Dokumen 40 Renja Satminkal RKAKL Sejumlah Satker 5 RKP 5 Nota Keuangan 16 Laporan BMN 5 Laporan Keuangan 20 Laporan Triwulan 10 LAKIP 119 Peraturan SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 198 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah peraturan perundangundangan bidang PU dan permukiman Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaianya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun 5.891 Pegawai 27. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 1 Dokumen 8 Renja Satminkal 1022 RKAKL 1 RKP 1 Nota Keuangan Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. administrasi dan kualitas perencanaan.5 Matriks Rencana Strategis Sekretariat Jenderal A.3.Tabel 5.090 Pegawai 16. pengaturan.975 Pegawai 204 SOP rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 .2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 199 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN STRATEGIS BIDANG PU LAINNYA PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI (PMU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. administrasi dan kualitas perencanaan. PEMROGRAMAN. administrasi dan kualitas perencanaan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENYUSUNAN PERENCANAAN.2014 . pengaturan. pengaturan. PEMANTAUAN DAN EVALUASI. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 8 Renja Satminkal 1022 RKAKL 1 RKP 1 Nota Keuangan 40 Renja Satminkal RKAKL Sejumlah Satker 5 RKP 5 Nota Keuangan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 8 Renja Satminkal 1022 RKAKL 1 RKP 1 Nota Keuangan 40 Renja Satminkal RKAKL Sejumlah Satker 5 RKP 5 Nota Keuangan 200 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENGEMBANGAN. SERTA PEMBINAAN PHLN PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. PENGANGGARAN. PENGENDALIAN.

perencanaan. Sosialisasi/ diseminasi. dll Jumlah dokuman rumusan kebijakan.2014 (12) 268. laporan BMN.000 2010 .2014 201 BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 35.000 Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Laporan Kegiatan dan Pembinaan Jumlah laporan peningkatan kapasitas SDM.000 1 Laporan 28 Laporan 5 Laporan 140 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Laporan dukungan terhadap kawasankawasan khusus dan pekerjaan strategis bid PU lainnya Laporan Pengendalian dan Pelaksanaan RRI Sistem Pelaporan secara Elektronik (EMonitoring) Satuan Kerja Kementerian PU Jumlah laporan dukungan terhadap kawasan-kawasan khusus dan pekerjaan strategis bid PU lainnya Jumlah Laporan Pengendalian dan Pelakasanaan RRI Jumlah laporan pelaksanaan anggaran secara elektronik yang tepat waktu dan akurat 9 Laporan 45 Laporan 563. multilateral dan internasional Jumlah ketersediaan kendaraan dinas operasional Jumlah laporan pelaksanaan anggaran secara elektronik yang tepat waktu dan akurat - 14 Laporan Dokumen rumusan kebijakan. multilateral dan internasional 6 Dokumen 35 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN 8 Dokumen 53 Dokumen 6 Laporan 33 Laporan 6 Dokumen 31 Dokumen Penyediaan Prasarana dan Sarana Pendukung Sistem Pelaporan secara Elektronik (EMonitoring) Satuan Kerja Kementerian PU 6 unit 15 unit 28 Laporan 140 Laporan 183. Pengendalian dan Pengelolaan Rencana Kerja Program dan Anggaran Tahunan dan Khusus Bidang PU dan Permukiman Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran bidang PU dan permukiman Dokumen monitoring dan evaluasi PHLN bilateral. laporan keuangan. Pengendalian dan Pengelolaan Rencana Kerja Program dan Anggaran Tahunan dan Khusus Bidang PU dan Permukiman Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran bidang PU dan permukiman Jumlah dokumen monitoring dan evaluasi PHLN bilateral. dan pengendalian kegiatan bidang PU dan permukiman jangka panjang dan menengah serta koordinasi lintas sektoral bidang PU dan permukiman Perencanaan. dan pengendalian kegiatan bidang PU dan permukiman jangka panjang dan menengah serta koordinasi lintas sektoral bidang PU dan permukiman Jumlah dokumen Perencanaan. perencanaan.

122 Pegawai 122 SOP 122. pengaturan.2014 .097 Pegawai 204 SOP 202 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN KEMENTERIAN PENANGGUNG JAWAB: BIRO KEUANGAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 1 Laporan Keuangan 4 Laporan Triwulan 5 Laporan Keuangan 20 Laporan Triwulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaiannya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun 16.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SDM DAN ORGANISASI TATALAKSANA PENANGGUNG JAWAB: BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORTALA Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. administrasi dan kualitas perencanaan.

diklat dan bintek pegawai. ke-TU-an dan BMN dan Pedoman Pengaturan Manajemen dan Administrasi serta pengelolaan Jabatan fungsional Jumlah Dokumen Perencanaan Penyusunan dan Pengelolaan Anggaran 1200 Pegawai 7500 Pegawai Dokumen Perencanaan dan Pengembangan.2014 203 BAB 5 . dan pengadaan peralatan Jumlah pedoman organisasi dan tatakerja kementerian. sistem ketatalaksanaan organisasi dan kepegawaian Jumlah kajian analisis jabatan dan beban kerja 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen struktur organisasi dan tata kerja. Pengembangan PNBP 30 Angkatan 123 Angkatan Pembinaan Akuntansi dan Penyusunan Laporan Keuangan 18 Angkatan 90 Angkatan Fasilitasi Pembinaan BUMN Perum 7 Angkatan 35 Angkatan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Layanan Perkantoran Jumlah pembayaran gaji pegawai. Pengembangan PNBP Jumlah angkatan/ laporan/dokumen/aplikasi/pedoman Pembinaan Akuntansi dan Penyusunan Laporan Keuangan Jumlah angkatan/ laporan/dokumen/ aplikasi/pedoman Fasilitasi Pembinaan BUMN Perum 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Tatalaksana Keuangan Pembinaan Perbendaharaan 3 Dokumen 16 Angkatan 15 Dokumen 3 Dokumen 101 Angkatan Fasilitasi Penyusunan dan Pelaksanaan Anggaran.000 135.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 24. honorarium. reformasi birokrasi. sistem dan prosedur ketatalaksanaan organisasi dan kepegawaian Dokumen informasi jabatan. evaluasi prestasi kerja pegawai 4 Dokumen 24 Dokumen Dokumen Pengelolaan Administrasi Mutasi dan Tata Usaha Kepegawaian serta Pembinaan Jabatan Fungsional 4 Dokumen 28 Dokumen Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran 2 Dokumen 18 Dokumen 17. Renstra biro kepegawaian dan ortala.000 2010 . tunjangan dan perawatan sarana dan sarana perkantoran Jumlah dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran Jumlah dokumen tatalaksana keuangan Jumlah angkatan/laporan/dokumen/ aplikasi/pedoman Pembinaan Perbendaharaan Jumlah angkatan/laporan/dokumen/ aplikasi/pedoman Fasilitasi Penyusunan dan Pelaksanaan Anggaran. penyelenggaraan OT.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . penilaian kinerja PNS. beban kerja dan standar kompetensi jabatan 2 Dokumen 10 Dokumen 1 Dokumen 5 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN Pengadaan dan peningkatan kompetensi pegawai Jumlah laporan pengadaan CPNS. operasional dan pemeliharaan perkantoran. dan program KAD Jumlah dokumen pegawai yang dimutas. serta kebutuhan formasi pegawai Jumlah kajian/pedoman kebutuhan kualifikasi pendidikan.000 Layanan Perkantoran Pembayaran gaji. reformasi birokrasi. CPNS yang diangkat.2014 (12) 171.

PENGKAJIAN. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peraturan perundangundangan bidang PU dan permukiman 31 Peraturan 119 Peraturan 204 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENYUSUNAN. PERENCANAAN. SERTA PENGMBANGAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI BIDANG PU DAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT KAJIAN STRATEGIS Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 6 Dokumen 32 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengaturan. administrasi dan kualitas perencanaan. DAN PUBLIKASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA BANTUAN HUKUM PENANGGUNG JAWAB: BIRO HUKUM Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. administrasi dan kualitas perencanaan. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 3 Dokumen 76 Dokumen Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. pengaturan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN.2014 . HARMONISASI.

Arbitrase.000 Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen Peraturan Perundangan di bidang PU dan permukiman Pendampingan Penyelesaian Perkara Hukum di Lingkungan Kementerian PU Pendapat Hukum (Opini Hukum) dan Pendampingan hukum Peningkatan SDM bidang bantuan hukum Perdata.000 151. pelaksanaan kebijakan.000 Layanan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen Perencanaan dan Pengeloaan Anggaran Laporan Kegiatan dan pembinaan Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengeloaan Anggaran Jumlah Laporan Kegiatan dan pembinaan Jumlah Dokumen kebijakan jangka panjang dan menengah. pengembangan wilayah. lintas sektor dan antar lembaga serta investasi bidang PU dan permukiman Jumlah Laporan Fasilitasi dan sosialisasi kebijakan. Pidana. Pidana.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . Kementerian PU Penetapan Rumah Negara Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah dokumen draft RUU. PTUN. PTUN. PK di MARI Jumlah Pendapat Hukum (Opini Hukum).000 2010 . RPP.2014 205 BAB 5 . Kasasi. pengembangan wilayah. SAKIP dan investasi Dokumen Evaluasi. lintas sektor dan antar lembaga serta investasi bidang PU dan permukiman Fasilitasi dan sosialisasi kebijakan. kontrak kepengacaraan dan legal drafing Jumlah Penyelenggaraan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 18. Pendampingan dan hasil konsultasi hukum Jumlah Penyelenggaraan. SAKIP dan investasi Jumlah Dokumen Evaluasi.2014 (12) 134. Arbitrase. SDM bidang bantuan hukum Perdata. SDM bidang SJDIH yang dibina Jumlah Sistem Aplikasi yang Terbangun 20 Dokumen 116 Dokumen 20 Laporan 102 Laporan 8 Laporan 48 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 5 Laporan 25 Laporan 2 Laporan 4 Laporan 7 Laporan Jumlah Penetapan Rumah Negara Jumlah Dokumen Perencanaan. Penyusunan dan Pengelolaan Anggaran 200 Dokumen 4 Dokumen 760 Dokumen 20 Dokumen 19. Rapermen di bidang PU dan permukiman Jumlah Putusan PN. pelaksanaan kebijakan. strategi dan investasi pembangunan bidang PU dan Permukiman 3 Dokumen 76 Dokumen 2 Laporan 13 Laporan 6 Dokumen 32 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Raperpres. kontrak kepengacaraan dan legal drafing Peningkatan SDM Bidang SJDIH Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (SJDIH) di Ling. PT. strategi dan investasi pembangunan bidang PU dan Permukiman 3 Dokumen 4 Laporan 19 Dokumen 16 Laporan Dokumen Kebijakan jangka panjang dan menengah.

administrasi dan kualitas perencanaan.2014 .891 Pegawai 27. pengaturan. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 3 Laporan BMN Kementerian PU 16 Laporan BMN Kementerian PU 206 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENYELENGARAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan 5. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELENGGARAAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA KEMENTERIAN PU PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi.090 Pegawai rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

Sistem Informasi Diklat Aparatur Jumlah laporan Koordinasi program dan kegiatan intra instansi dan antar instansi Jumlah Bulan Pelayanan Publik (PNBP) 197 Angkatan 903 Angkatan 41 Dokumen 36 Dokumen 61 Dokumen 24 Laporan 12.2014 (12) 119. pemindahtanganan dan penghapusan BMN Jumlah Laporan Pemantauan dan evaluasi Penatausahaan BMN Jumlah Sosialisasi. pelatihan dan diseminasi BMN Jumlah Laporan program pengelolaan BMN Jumlah Sistem aplikasi dan Database Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran 12 Bulan layanan 12 laporan 21 dokumen 60 Bulan Layanan 56 Laporan 52 Dokumen 1 pedoman 1 laporan 3 laporan 12 angkatan 1 dokumen 1 laporan 1 dokumen 4 Pedoman 17 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 17 Laporan 80 Angkatan 4 Dokumen 5 laporan 1 Dokumen 80.Teknis dan Fungsional di Bidang PU dan Permukiman Penyusunan Kompetensi Aparatur Dokumen Materi dan Modul Diklat di Bidang PU dan Permukiman Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Diklat Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung Peralatan dan Perlengkapan Diklat Pembinaan program.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . Kepemimpinan . pemindahtanganan dan penghapusan BMN Laporan Pemantauan dan evaluasi Penatausahaan BMN Sosialisasi. Kepemimpinan .000 Layanan Perkantoran Laporan pendataan dan penilaian aset BMN Sertifikat dan dokumen pengamanan kepemilikan dan pemrosesan BMN Pedoman pengaturan BMN Laporan Pemanfaatan. pelatihan dan diseminasi BMN Laporan program pengelolaan BMN Sistem aplikasi dan Database Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran Jumlah Laporan pendataan dan penilaian aset BMN Jumlah Sertifikat dan dokumen pengamanan kepemilikan dan pemrosesan BMN Jumlah Pedoman pengaturan BMN Jumlah Laporan Pemanfaatan. Sistem Informasi Diklat Aparatur Koordinasi program dan kegiatan intra instansi dan antar instansi Pelayanan Publik (PNBP) Jumlah angkatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 15.000 2010 .000 623.2014 207 BAB 5 .Teknis dan Fungsional di Bidang PU dan Permukiman Jumlah dokumen penyusunan kompetensi Aparatur Jumlah Dokumen Materi dan Modul Diklat di Bidang PU dan Permukiman Jumlah Laporan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Diklat Jumlah Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung Jumlah unit Peralatan dan Perlengkapan Diklat Jumlah laporan Pembinaan program.643 m2 193 Unit 33 Laporan 6 Laporan 180 Laporan 205.000 Layanan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan.642 m2 1400 Unit 85 Laporan 14 Laporan 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

393 m2 (ditingkatkan dan dibangun) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PU PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERLENGKAPAN DAN UMUM Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana. informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara 36.900 m2 (dipelihara) 153.900 m2 490.2014 .B. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana. pengelolaan data. pengelolaan data.900 m2 208 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN) Jumlah layanan informasi publik Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara 255 Peta 1 Sistem 1 Data Center 257 Temu Pers 153 Dokumen 36.900 m2 (dipelihara) 1800 Peta 5 Sistem 1 Data Center 1430 Temu Pers 765 Dokumen 490.

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 - 2014 (10)

ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 - 2014 (12)

37,000 Layanan Perkantoran Peraturan Menteri Bidang Tata Persuratan dan Kearsipan serta Pemanfaatan Aset Bangunan Gedung Kantor di Lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum Pembinaan Pengelolaan Tata Persuratan dan Kearsipan serta Pembinaan, Penyusunan dan Pengelolaan BMN Tingkat Unit Eselon I dan Penghapusan Penyiapan dan Monitoring Pelaksanaan Rencana Program dan Rencana Kerja Pelaksanaan Pembinaan, Penyusunan dan Pengelolaan BMN Tingkat Unit Eselon I dan Penghapusan Pembinaan dan Evaluasi Pemanfaataan dan Optimalisasi, Tanah dan Bangunan Gedung Peningkatan Pelayanan, Pengamanan dan Kesehatan di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Dokumen Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kantor dan Standar Kebutuhan Perkantoran Pelaksanaan Program Pemerintah Mendukung Peran Aksi dalam rangka kegiatan MDG’s dan pengenalan Responsif Gender di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Peningkatan Sarana dan Prasarana Bangunan Gedung dan Peralatan Pendukung Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Peningkatan Kualitas/Mutu Bangunan Gedung Kendaraan Dinas Operasional Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah pedoman, pengaturan bidang TU, kearsipan, termasuk Persuratan Elektronik serta Asset Bangunan Gedung Kantor di Lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum Jumlah pembinaan SDM Pengelolaan Tata Persuratan dan Kearsipan serta Persuratan Elektronik dan Analisa Jabatan Persiapan Jumlah Dokumen pelaksanaan monitoring dan dokumen rencana kerja Jumlah pembinaan dan pengelolaan asset, bangunan, pengaman termasuk penghapusan serta pelaporan asset Jumlah pembinaan dan evaluasi Pemanfaatan dan Optimalisasi Tanah dan Bangunan Gedung Jumlah Pembinaan Pengamanan Kantor, pelayanan dan kesehatan, kesejahteraan Jumlah pedoman Evaluasi Harga Perkiraan Sendiri dan Evaluasi Hemat Energi Jumlah dukungan Fasilitasi program pemerintah Peran Aksi dalam rangka kegiatan MDG’s dan pengenalan Responsif Gender di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peningkatan sarana bangunan gedung dan peralatan pendukung kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah Peningkatan Kualitas/Mutu Bangunan Gedung dan Lingkungan Jumlah kendaraan Dinas Operasional 12 Bulan Layanan 7 Peraturan 60 Bulan Layanan 19 Peraturan

294,000

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Laporan

16 Laporan

2 Laporan 2 Laporan

13 Laporan 16 Laporan

4 Laporan

12 Laporan

8 Laporan

22 Laporan

3 Dokumen

11 Dokumen

2 Laporan

18 Laporan

7 Unit

244 Unit

7 Unit 42 Unit

33 Unit

BAB 5

74 Unit

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

209

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PENYELENGGARAAN DAN PENGEMBANGAN DATA DAN SISTEM INFORMASI BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PENGOLAHAN DATA Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana, pengelolaan data, informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN) 255 Peta 2500 Orang 1 Sistem 1 Data Center 1800 Peta 2500 Orang 5 Sistem 1 Data Center

210

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

KEGIATAN: PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI (PMU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi, administrasi dan kualitas perencanaan, pengaturan, pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara 153.393 m2

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 - 2014 (10)

ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 19.000 2010 - 2014 (12) 157,000

Layanan perkantoran

Jumlah bulan Layanan perkantoran

12 Bulan Layanan

60 Bulan Layanan

Pelayanan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian PU

Jumlah layanan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian PU

2500 Layanan Komunikasi 8 Sistem Layanan Informasi

12.500 Layanan Komunikasi 40 Sistem Layanan Informasi 5 Sistem Aplikasi 5 Pedoman 5 Sistem Database 1800 Peta Tematik 120 Buku 5 Angkatan

Sistem Aplikasi informasi dan Database Kementerian PU Peta tematik bidang PU dan Permukiman Buku informasi statistik ke-PU-an tingkat nasional dan Kab/Kota Kegiatan Pembinaan teknologi & komunikasi di Kementerian PU Dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran

Jumlah Sistem Aplikasi informasi dan Database Kementerian PU Jumlah Peta tematik bidang PU dan Permukiman Jumlah buku informasi statistik ke-PUan tingkat nasional dan Kab/Kota Jumlah angkatan Kegiatan Pembinaan teknologi & komunikasi di Kementerian PU Jumlah Dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran

1 Sistem Aplikasi 1 Pedoman 1 Sistem Database 255 Peta Tematik 24 Buku 1 Angkatan

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Dokumen

5 Dokumen 1,317,000

Pembangunan dan rehabilitasi gedung

Jumlah pembangunan dan rehabilitasi gedung Jumlah perbaikan infrastruktur mendesak

1 Unit

5 Unit

Perbaikan infrastruktur mendesak

3 Unit

15 Unit

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

211

BAB 5

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PENYELENGGARAAN DAN PEMBINAAN INFORMASI PUBLIK PENANGGUNG JAWAB: PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana, pengelolaan data, informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah layanan informasi publik 95 Buku 174 Temu Pers 975 Buku 925 Temu Pers

212

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 - 2014 (10)

ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 30.000 2010 - 2014 (12) 227.000

Layanan Perkantoran Layanan Kegiatan Keprotokolan Kementerian Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Dokumen informasi publik bagi pimpinan kementerian Publikasi melalui berbagai media

Jumlah Bulan Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Kegiatan Keprotokolan Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah Dokumen Informasi Publik bagi Pimpinan Kementerian Jumlah Publikasi melalui berbagai Media Jumlah Dokumentasi Buku, Foto dan Film ke-PU-an dan permukiman Jumlah Laporan Kegiatan Pembinaan SDM, Bintek, Workshop, Sosialisasi, Peningkatan Koordinasi bidang komunikasi Publik Jumlah Peliputan dan pemberitaan di media massa Jumlah Laporan Kegiatan Penyelenggaraan rapat dan kunjungan kerja Jumlah Bulan Layanan informasi kepada masyarakat Jumlah bulan layanan publik bidang Komunikasi Publik

12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 10 Dokumen

60 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan 50 Dokumen

250 Dokumen

1130 Dokumen

PROGRAM DAN KEGIATAN

30 Publikasi

323 Publikasi

Dokumentasi buku, foto, dan film ke-PUan dan permukiman Laporan Kegiatan Pembinaan SDM bidang Komunikasi Publik

153 Dokumen

1682 Dokumen

4 Laporan

47 Laporan

Peliputan dan pemberitaan di media massa Laporan Kegiatan Penyelenggaraan rapat dan kunjungan kerja Layanan informasi kepada masyarakat

257 kali

1428 kali

30 Kegiatan

206 Kegiatan

12 Bulan Layanan

60 Bulan Layanan

Layanan Publik (PNBP)

12 Bulan Layanan

60 Bulan Layanan

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

213

BAB 5

Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase menurunnya tingkat kebocoran dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU Prosentase menurunnya temuan administratif dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU 60 % 80 % SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) 2010 (5) TARGET OUTCOME 2014 (6) 60 % 80 % 214 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENGELOLAAN HASIL PELAKSANAAN PENGAWASAN. PEMANTAUAN DAN PEMERIKSAAN PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan.Tabel 5. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Jumlah penuntasan hasil tindak lanjut LHP Jumlah Eselon I yang mempunyai sistem Pengendalian Intern Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) Jumlah Eselon I yang menyusun LAKIP dan Kinerja Eselon I sesuai Tugas dan Fungsi Jumlah Eselon I yang menyusun LRA Kementerian PU sesuai Kriteria jumlah laporan Keuangan yang WTP Jumlah pendampingan terhadap satker dalam rangka meningkatkan kinerja Jumlah pengaduan masyarakat yang mengandung kebenaran menurun 330 laporan 8 Laporan 60% 1063 laporan 8 Laporan 80% 8 Laporan 8 Laporan 1 Laporan WDP 1 Laporan WTP 20 laporan 100 laporan 20 laporan 10 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .3. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi.2014 .6 Matriks Rencana Strategis Inspektorat Jenderal Program Peningkatan Pengawasan Dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan.

000 Komputer Jumlah unit pengolah data 28 Unit 168 Unit Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Penganggaran Jumlah laporan dokumen perencanaan dan penganggaran 3 Dokumen 15 Dokumen Diklat. Diseminasi. Sosialisasi/Diseminasi/Bimtek Jumlah unit sarana perkantoran Jumlah laporan Pemeriksaan Lainnya 800 Orang 4300 Orang Sarana perkantoran Laporan Pemeriksaan Lainnya 17 Unit 97 LHP 117 Unit 481 LHP rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Layanan Perkantoran Kendaraan Bangunan Pelayanan Teknis dan Administratif Jumlah unit kendaraan dinas Luas bangunan yang direnovasi 12 Bulan Layanan 2 Unit 60 Bulan Layanan 8 Unit - 440. Bimtek Jumlah Peserta Diklat. Sosialisasi.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI PENDANAAN (juta Rp.) 2010 (11) 2010-2014 (12) PROGRAM DAN KEGIATAN 35.2014 215 BAB 5 .

Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % 216 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. PEMANTAUAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. PEMANTAUAN. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Jumlah pengaduan masyarakat yang mengandung kebenaran menurun 20 Laporan 10 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH III PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH III Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. PEMANTAUAN.2014 . dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. PEMANTAUAN. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH II PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH II Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI INSPEKTORAT KHUSUS PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT KHUSUS Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH I PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH I Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. PEMANTAUAN. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH IV PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH IV Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan.

Keteknikan) Di Wilayah II 84 LHP 420 LHP 30. Keteknikan) Di Wilayah IV Jumlah laporann Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Keteknikan) Di Wilayah III 140 LHP 700 LHP 70. Serentak. Keteknikan) Di Wilayah IV 98 LHP 490 LHP 70. Keteknikan) Di Wilayah I Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Serentak.000 1.2014 217 BAB 5 .000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Keteknikan) Di Wilayah III Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 2010-2014 (12) Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Serentak. Keteknikan) Di Wilayah I 140 LHP 700 LHP 6. Keteknikan) Di Pusat Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Khusus Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Serentak.000 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .) 2010 (11) 13. Serentak. Keteknikan) Di Pusat Pengaduan Masyarakat 40 LHP 10 Laporan 200 LHP 80 Laporan 40.000 PROGRAM DAN KEGIATAN 12.000 8.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI PENDANAAN (juta Rp.000 60. Serentak. Serentak. Serentak. Serentak. Keteknikan) Di Wilayah II Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Serentak.

7 Matriks Rencana Strategis Badan Pembinaan Konstruksi Program Pembinaan Konstruksi TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kualitas kelembagaan.Tabel 5.3. andal. berdaya saing tinggi Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundangundangan Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi yang terlatih Tingkat daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global 4 Provinsi 56 Kab/Kota 18 Provinsi 280 Kab/Kota SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 15.000 Orang 218 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 1 Point Infrastructure GCI 5 Point Infrastructure GCI rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan Daerah Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh.2014 .000 Orang 75.

2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 219 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .) 2010 (11) 2010 .

2014 . revisi/penyempurnaan peraturan perundang-undangan 4 Propinsi 56 Kabupaten Kota 4% dan 3 NSPK 18 Propinsi 280 Kabupaten Kota 20% dan 15 NSPK 220 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan Daerah Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundangundangan Prosentase peningkatan efektifitas pelaksanaan perundang-undangan bidang jasa konstruksi melalui diseminasi/sosialisasi.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENYELENGGARAAN PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI PEMBINAAN JASA KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT BP KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kualitas kelembagaan.

) 2010 (11) 44. serta evaluasi dan laporan Dokumen administrasi keuangan (SAK) Dokumen IBKMN (SABMN) Dokumen kepegawaian/ ortala Pembinaan kapasitas aparatur Sistem informasi manajemen jasa konstruksi Layanan Perkantoran Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi Peliputan dan pemberitaan di media massa 6 Rekomendasi 12 Laporan 38 Rekomendasi 144 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 12 Laporan 144 Laporan 12 Laporan 144 Laporan 12 Laporan 144 Laporan 1 NSPK 1 Laporan 3 Laporan 15 NSPK 5 Laporan 15 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 15 Laporan 2 Sistem Informasi 13 Bulan Layanan 6 Unit 2 Berita 10 Laporan 10 Laporan 14 Laporan 75 Laporan 10 Sistem Informasi 65 Bulan Layanan 30 Unit 10 Berita rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . administrasi keuangan.2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.2014 221 BAB 5 .000 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 Pembinaan pembina jasa konstruksi daerah Jumlah Pembinaan pembina jasa konstruksi daerah 5 Laporan 33 Laporan Kerjasama pembinaan konstruksi dalam dan luar negeri Pemantauan dan evaluasi pembinaan jasa konstruksi Jumlah Kerjasama pembinaan konstruksi dalam dan luar negeri Jumlah Pemantauan dan evaluasi pembinaan jasa konstruksi Jumlah Kajian pembinaan jasa konstruksi Jumlah Diseminasi UU & PP tentang Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah Konsultasi/Bimbingan Teknis Pelaksanaan pembinaan Jasa Konstruksi Provinsi dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah Pengembangan Kelembagaan dan Koordinasi pembinaan Jasa Konstruksi di Daerah dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah Pengawasan Teknis penyelenggaraan pembinaan Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah NSPK pembinaan jasa konstruksi Jumlah Promosi Konstruksi Indonesia (KI) Jumlah Dokumen program dan anggaran Jumlah Dokumen administrasi keuangan (SAK) Jumlah Dokumen IBKMN (SABMN) Jumlah Dokumen kepegawaian/ ortala Jumlah Pembinaan kapasitas aparatur Jumlah Sistem informasi manajemen jasa konstruksi Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi Jumlah Peliputan dan pemberitaan di media massa 2 Laporan 14 Laporan 3 Laporan 15 Laporan Kajian pembinaan jasa konstruksi Diseminasi UU & PP tentang Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi Konsultasi/Bimbingan Teknis Pelaksanaan pembinaan Jasa Konstruksi Provinsi dalam rangka Dekonsentrasi Pengembangan Kelembagaan dan Koordinasi pembinaan Jasa Konstruksi di Daerah dalam rangka Dekonsentrasi Pengawasan Teknis penyelenggaraan pembinaan Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi NSPK pembinaan jasa konstruksi Promosi Konstruksi Indonesia (KI) Dokumen program dan anggaran.2014 (12) 379.

andal.2014 . berdaya saing tinggi Jumlah produk regulasi di bidang usaha jasa konstruksi Prosentase kabupaten/kota yang memiliki Perda IUJK Jumlah provinsi yang membentuk kepengurusan LPJK sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku 1 NSPK 5 NSPK 2% 10% 7 Provinsi 1 Nasional 33 Provinsi 1 Nasional 222 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN USAHA DAN KELEMBAGAAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh.

) 2010 (11) 47.2014 223 BAB 5 .000 2010 . evaluasi.2014 (12) 252. dan pelaporan pembinaan usaha dan kelembagaan Jumlah NSPK pembinaan dan pengembangan usaha dan kelembagaan Jumlah Produk kajian.2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. pembinaan usaha dan kelembagaan Layanan Perkantoran Pengadaan sarana dan prasaranan BP Konstruksi 2 Laporan 134 Laporan 5 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 10 Laporan 1 NSPK 15 NSPK 6 Rekomendasi 13 Bulan Layanan 5 Unit 30 Rekomendasi 65 Bulan Layanan 25 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . evaluasi.000 Pembinaan manajemen usaha Jumlah Laporan Pembinaan manajemen usaha Jumlah Laporan Pembinaan sarana pendukung usaha Jumlah Laporan Pembinaan regulasi usaha dan kelembagaan Jumlah Laporan Pembinaan perizinan usaha Jumlah Laporan Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi Pusat Jumlah Laporan Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi daerah Jumlah Laporan Pembinaan tatalaksana kelembagaan Jumlah Laporan Pembinaan kinerja kelembagaan Jumlah Laporan Pemantauan. dan pelaporan pembinaan usaha dan kelembagaan NSPK pembinaan dan pengembangan usaha dan kelembagaan Produk kajian.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . pembinaan usaha dan kelembagaan Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah sarana dan prasaranan BP Konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan sarana pendukung usaha 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan regulasi usaha dan kelembagaan 5 Laporan 25 Laporan Pembinaan perizinan usaha Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi 5 Laporan 1 Laporan 33 Laporan 5 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi daerah Pembinaan tatalaksana kelembagaan Pembinaan kinerja kelembagaan Pemantauan.

2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN SUMBER DAYA INVESTASI KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN SUMBER DAYA INVESTASI KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh. andal. berdaya saing tinggi Peningkatan daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global 1 Poin infrastructure GCI 5 Poin infrastructure GCI Prosentase tingkat penguasaan pangsa pasar domestik oleh pelaku konstruksi nasional 4% 20% 224 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah dukungan kebijakan dalam membangun iklim investasi bidang infrastruktur 1 NSPK 5 NSPK rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

standar pedoman dan kriteria pembinaan investasi infrastruktur. strategi dan polapola investasi - 28 Laporan Penyelenggaraan fasilitasi investasi di bidang infrastruktur Pembinaan kebijakan dan strategi pembinaan sumber daya material dan peralatan dalam mendukung investasi infrastruktur - 28 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN - 28 Laporan Sosialisasi dan diseminasi kebijakan. serta pasar dan peningkatan daya saing Jumlah Sosialisasi dan diseminasi kebijakan. strategi dan pola-pola investasi Jumlah Penyelenggaraan fasilitasi investasi di bidang infrastruktur Jumlah laporan pembinaan kebijakan dan strategi pembinaan sumber daya material dan peralatan dalam mendukung investasi infrastruktur Jumlah Sosialisasi dan diseminasi kebijakan. strategi pembinaan dan pengembangan sumber daya material dan peralatan konstruksi - 28 Laporan Pembinaan produktivitas dan daya saing industri konstruksi Pembinaan pasar konstruksi dalam negeri Pengembangan pasar konstruksi luar negeri Pembinaan liberalisasi jasa konstruksi - 28 Laporan - 28 Laporan 22 Laporan 28 Laporan Monitoring dan evaluasi serta pelaporan pembinaan sumber daya investasi konstruksi - 8 Laporan Produk kajian pembinaan sumber daya investasi konstruksi Layanan Perkantoran Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi - 28 Rekomendasi 52 Bulan Layanan 20 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . strategi pembinaan dan pengembangan sumber daya material dan peralatan konstruksi Jumlah Pembinaan produktivitas dan daya saing industri konstruksi Jumlah Pembinaan pasar konstruksi dalam negeri Jumlah Pengembangan pasar konstruksi luar negeri Jumlah Pembinaan liberalisasi jasa konstruksi Jumlah Monitoring dan evaluasi serta pelaporan pembinaan sumber daya investasi konstruksi Jumlah Produk kajian pembinaan sumber daya investasi konstruksi Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi - 12 NSPK Sosialisasi dan diseminasi kebijakan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . material dan peralatan.000 Norma.2014 (12) 156.2014 (10) - ALOKASI (Juta Rp.) 2010 (11) 2010 . standar pedoman dan kriteria pembinaan investasi infrastruktur. material dan peralatan. serta pasar dan peningkatan daya saing Jumlah Norma.2014 225 BAB 5 .

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kualitas kelembagaan. SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan Daerah Prosentase tingkat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat atas pengadaan barang/jasa 4% 20% 226 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .

evaluasi.000 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . dan pelaporan pembinaan penyelenggaraan konstruksi Jumlah Produk pengaturan pembinaan penyelenggaraan konstruksi Jumlah Pembinaan teknologi konstruksi Jumlah Penerapan dan pemberdayaan teknologi konstruksi Jumlah Pembinaan standardisasi teknik konstruksi Jumlah Produk kajian pembinaan penyelenggaraan jasa konstruksi Jumlah Layanan Perkantoran 2 Laporan 10 Laporan Pembinaan Sistem Manajemen Mutu Konstruksi (SMMK) 5 Laporan 33 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Pembinaan administrasi kontrak konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pemantauan.2014 (12) 122.2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.000 Pembinaan kebijakan pengadaan barang/jasa konstruksi Jumlah Pembinaan kebijakan pengadaan barang/jasa konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Penyusunan rekomendasi proses pengadaan dan tanggapan atas sanggahan banding Jumlah Penyusunan rekomendasi proses pengadaan dan tanggapan atas sanggahan banding Jumlah Pembinaan Sistem Manajemen Mutu Konstruksi (SMMK) Jumlah Pembinaan administrasi kontrak konstruksi Jumlah Pembinaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Jumlah Pemantauan. evaluasi.) 2010 (11) 29. dan pelaporan pembinaan penyelenggaraan konstruksi 2 Laporan 10 Laporan Produk pengaturan pembinaan penyelenggaraan konstruksi Pembinaan teknologi konstruksi 1 NSPK 15 NSPK 2 Laporan 10 Laporan Penerapan dan pemberdayaan teknologi konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan standardisasi teknik konstruksi 2 Laporan 10 Laporan Produk kajian pembinaan penyelenggaraan jasa konstruksi Layanan Perkantoran 6 Rekomendasi 13 Bulan Layanan 5 Unit 30 Rekomendasi 65 Bulan Layanan 25 Unit Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 227 BAB 5 .

000 orang 75.000 orang Rasio pemerintah daerah provinsi yang mampu menyelenggarakan pelatihan konstruksi berbasis kompetensi 1 Provinsi 5 Provinsi 228 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional Jumlah SDM konstruksi yang terlatih 15.

2014 229 BAB 5 . KPBK. peralatan dan perbengkelan. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keterampilan 20 Paket 100 Paket Kegiatan pelatihan keterampilan tukang.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .) 2010 (11) 91. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keterampilan Jumlah angkatan pelatihan keterampilan tukang. serta program pelatihan keterampilan konstruksi Jumlah Penyusunan modul pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi dan pelatihan keterampilan konstruksi Jumlah Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor teknisi dan keterampilan konstruksi Jumlah Pembinaan kapasitas lembaga diklat daerah/provinsi 3 Laporan 15 Laporan Penyusunan modul pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi dan pelatihan keterampilan konstruksi 8 paket modul 40 paket modul Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor teknisi dan keterampilan konstruksi 4 Angkatan 20 Angkatan Pembinaan kapasitas lembaga diklat daerah/provinsi 1 Laporan 5 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . peralatan dan perbengkelan.000 Bakuan kompetensi konstruksi (SKK. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keahlian Jumlah Penyelenggaraan pelatihan keahlian konstruksi Jumlah Penyelenggaraan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk program pemagangan dan pendidikan ahli konstruksi Jumlah Penyusunan program pelatihan dan kerjasama keahlian konstruksi (MRA) Jumlah Penyusunan modul pelatihan keahlian konstruksi Jumlah Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor tenaga ahli konstruksi Jumlah Produk pengaturan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Jumlah Bakuan kompetensi konstruksi (SKK. KPBK. KPBK. KPBK. teknisi peralatan dan perbengkelan jasa konstruksi 130 Angkatan 650 Angkatan Penyusunan program pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keahlian Jumlah Bakuan kompetensi konstruksi (SKK.000 2010 . teknisi peralatan dan perbengkelan jasa konstruksi 20 Laporan 100 Laporan Penyelenggaraan pelatihan keahlian konstruksi 20 Angkatan 100 Angkatan Penyelenggaraan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk program pemagangan dan pendidikan ahli konstruksi 25 Laporan 105 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Penyusunan program pelatihan dan kerjasama keahlian konstruksi (MRA) 2 Laporan 10 Laporan Penyusunan modul pelatihan keahlian konstruksi 8 paket modul 4 Angkatan 40 paket modul 20 Angkatan Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor tenaga ahli konstruksi Produk pengaturan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi 1 NSPK 10 NSPK Bakuan kompetensi konstruksi (SKK.2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. serta program pelatihan keterampilan konstruksi Jumlah Penyusunan program pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi.2014 (12) 479.

2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 230 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

evaluasi.OUTPUT (7) Kerjasama pelatihan/sertifikasi keterampilan konstruksi dengan SMK dan institusi pendidikan vokasional (diploma) INDIKATOR OUTPUT (8) Jumlah Kerjasama pelatihan/ sertifikasi keterampilan konstruksi dengan SMK dan institusi pendidikan vokasional (diploma) Jumlah Kerjasama pelatihan/sertifikasi keterampilan konstruksi dengan institusi diklat swasta/masyarakat jasa konstruksi Jumlah Revitalisasi balai peningkatan kemampuan dan kompetensi konstruksi Jumlah Pemantauan. dan pelaporan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Jumlah Produk kajian pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Layanan perkantoran TARGET OUTPUT 2010 (9) 50 Laporan 2010 .2014 (10) 250 Laporan ALOKASI (Juta Rp.2014 (12) Kerjasama pelatihan/sertifikasi keterampilan konstruksi dengan institusi diklat swasta/masyarakat jasa konstruksi 10 Laporan 70 Laporan Revitalisasi balai peningkatan kemampuan dan kompetensi konstruksi Pemantauan. evaluasi. dan pelaporan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Produk kajian pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Layanan perkantoran 1 Balai 7 Balai 2 Laporan 10 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 7 rekomendasi 13 Bulan layanan 13 unit 35 rekomendasi 65 Bulan layanan 65 unit Pengadaan sarana dan prasarana BP Konstruksi Pengadaan sarana dan prasarana BP Konstruksi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .) 2010 (11) 2010 .2014 231 BAB 5 .

3.Tabel 5.2014 .8 Matriks Rencana Strategis Badan Penelitian dan Pengembangan Program Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Prosentase IPTEK yang masuk bursa teknologi bidang PU Prosentase penambahan SPM/K yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima stakeholders Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders 5% 63 % SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 11 % 78 % 232 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 9% 79 % 10 % 90 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

) 2010 (11) 2010 .2014 233 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.

2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUBBIDANG SUMBER DAYA AIR PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG SUMBER DAYA AIR M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa teknologi Bidang PU 5% 73 % 234 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM. sarana prasarana dan manajemen) 3% 60 % 5% 60 % 6% 14 % 20 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

000 Naskah Ilmiah sub bidang Sumber Daya Air Jumlah naskah ilmiah hasil litbang yang masuk bursa IPTEK 10 Buku 40 Buku Teknologi sub bidang Sumber Daya Air Model Fisik sub bidang Sumber Daya Air Model Sistem sub bidang Sumber Daya Air R-0 sub bidang Sumber Daya Air Jumlah rumusan teknologi hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model sistem hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah R0 hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah prototipe Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah kebijakan untuk diterapkan stakeholder (melalui instansi yang berwenang) Jumlah prosiding diseminasi. Pelatihan sub bidang Sumber Daya Air Prosiding Advis Teknis. Sosialisasi. Sosial.2014 235 BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.000 2010 . sosialisasi dan TOT SPMK bidang Sumber Daya Air Jumlah prosiding advis teknis yang diberikan kepada stakeholders Jumlah pelaksanaan layanan perkantoran Jumlah dokumen penyelenggaraan Litbang Jumlah Layanan Publik Jumlah layanan pengadaan sarana dan prasarana 12 Dokumen 50 Dokumen 1 Unit 12 Unit 26 Naskah 121 Naskah PROGRAM DAN KEGIATAN 1 Naskah 322 Naskah Prototipe sub bidang Sumber Daya Air Naskah kebijakan sub bidang Sumber Daya Air Prosiding Diseminasi.) 2010 (11) 104.2014 (12) 662. Ekonomi sub bidang Sumber Daya Air Layanan perkantoran sub bidang Sumber Daya Air Dukungan penyelenggaraan Litbang sub bidang Sumber Daya Air Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana dan Prasarana Litbang sub bidang Sumber Daya Air 2 Unit 12 Unit 6 Naskah Kebijakan 12 Naskah Kebijakan 12 Prosiding DSP 1 Prosiding DSP 4 Prosiding ATSE 14 Prosiding ATSE 12 Bulan 60 Bulan 66 Dokumen 486 Dokumen 12 Bulan 24 Unit 60 Bulan 37 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

sarana prasarana dan manajemen) 0% 67 % 8% 100 % 5% 100 % Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang 24 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUBBIDANG JALAN DAN JEMBATAN PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG JALAN DAN JEMBATAN M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa TTG Bidang PU 6% 58 % 236 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM.

Ekonomi sub Bidang Jalan dan Jembatan Jumlah naskah ilmiah hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah teknologi hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model sistem hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah R0 SPM hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah prototipe hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah kriteria desain hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah kebijakan untuk diterapkan stakeholder (melalui instansi yang berwenang) Jumlah prosiding diseminasi. sosialisasi dan TOT SPMK sub bidang jalan dan jembatan Jumlah prosiding advis teknis yang diberikan kepada stakeholders 22 Buku 168 Buku 1 Dokumen 3 Unit 8 Naskah 6 Unit 1 Dokumen - 14 Dokumen 13 Unit 1 Naskah 117 Naskah PROGRAM DAN KEGIATAN 24 Unit 21 Dokumen 2 Naskah Kebijakan 12 Prosiding DSP 1 Prosiding DSP 1 Prosiding ATSE 9 Prosiding ATSE Layanan Perkantoran Jumlah Layanan Perkantoran 12 Bulan layanan 60 Bulan layanan Dukungan Penyelenggaraan Litbang Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana dan Prasarana Litbang sub Bidang Jalan dan Jembatan Jumlah dokumen penyelenggaraan Litbang Jumlah layanan publik Jumlah pengadaan sarana dan prasarana Litbang 58 Dokumen 12 Bulan layanan 35 Unit 218 Dokumen 60 Bulan layanan 125 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.) 2010 (11) 106.000 Naskah Ilmiah sub Bidang Jalan dan Jembatan Teknologi sub Bidang Jalan dan Jembatan Model Fisik sub Bidang Jalan dan Jembatan Model Sistem sub Bidang Jalan dan Jembatan R0 SPM sub Bidang Jalan dan Jembatan Prototipe sub Bidang Jalan dan Jembatan Kriteria Desain sub Bidang Jalan dan Jembatan Naskah Kebijakan sub Bidang Jalan dan Jembatan Prosiding Diseminasi. Sosialisasi. Pelatihan sub Bidang Jalan dan Jembatan Prosiding Advis Teknis.2014 237 BAB 5 .000 2010 . Sosial.2014 (12) 654.

EKONOMI.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUBBIDANG PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG PERMUKIMAN M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa TTG Bidang PU 6% 38 % 238 PROGRAM DAN KEGIATAN M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM. DAN LINGKUNGAN PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG SOSIAL. sarana prasarana dan manajemen) 43 % 100 % 29 % 100 % 20 % 100 % 20 % 100 % KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIDANG SOSIAL. EKONOMI.2014 . DAN LINGKUNGAN Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa TTG Bidang ke-PU-an dan Permukiman 3% 81 % BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

) 2010 (11) 66.000 1 Manual 12 Manual - 11 Model - 9 Naskah BAB 5 - 12 Pedoman rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pelatihan sub bidang Permukiman Prosiding Advis Teknis. Ekonomi.2014 (12) 433. dan Lingkungan Model Sub Bidang Sosial. Ekonomi sub bidang Permukiman Layanan Perkantoran Dukungan Penyelenggaraan Litbang 3 Dokumen 9 Dokumen 3 Naskah kebijakan 7 Naskah kebijakan 14 Prosiding DSP 4 Prosiding DSP 1 Prosiding ATSE 5 Prosiding ATSE 12 Bulan layanan 70 Dokumen 60 Bulan layanan 316 Dokumen Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana Dan Prasarana Litbang 12 Bulan layanan 22 Unit 60 Bulan layanan 114 Unit 22. Ekonomi. dan Lingkungan Manual Sub Bidang Sosial.000 2010 . Sosial.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.2014 239 . Ekonomi. Ekonomi. Sosialisasi. dan Lingkungan Pedoman Sub Bidang Sosial.000 Naskah Ilmiah Sub Bidang Sosial. Ekonomi. dan Lingkungan Konsep Pedoman Sub Bidang Sosial. sosialisasi dan TOT SPMK bidang Permukiman Jumlah prosiding advis teknis yang diberikan kepada stakeholders Jumlah layanan perkantoran Jumlah dokumen penyelenggaraan Litbang Jumlah layanan Publik (PNBP) Jumlah pengadaan sarana dan prasarana litbang 19 Buku 85 Buku 16 Dokumen 62 Dokumen Model Fisik Sub Bidang Permukiman 8 Unit 30 Unit Model Sistem Sub Bidang Permukiman R0 SPM Sub Bidang Permukiman 1 Naskah 15 Naskah PROGRAM DAN KEGIATAN 3 Naskah 37 Naskah Prototipe Sub Bidang Permukiman 8 Unit 35 Unit Kriteria Disain Sub Bidang Permukiman Naskah Kebijakan Sub Bidang Permukiman Prosiding Diseminasi. dan Lingkungan Jumlah Naskah Ilmiah hasil Litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah Manual Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK Jumlah Model Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK Jumlah Konsep Pedoman Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK Jumlah Pedoman Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK 14 Naskah ilmiah 59 Naskah ilmiah 141.000 Naskah Ilmiah Litbang Sub Bidang Permukiman Teknologi Sub Bidang Permukiman Jumlah naskah ilmiah hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah teknologi hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model sistem hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah R0 SPM hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah prototipe hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah kriteria desain hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah kebijakan untuk diterapkan stakeholder (melalui instansi yang berwenang) Jumlah prosiding diseminasi.

sarana prasarana dan manajemen) 0% TARGET OUTCOME 2010 (5) 81.6 % 100 % 240 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA BADAN LITBANG PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT BADAN LITBANG M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang Indeks Peningkatan Kapasitas (SDM.2014 .3 % 2014 (6) 0% 100 % Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang 5. Sarana prasarana dan Manajemen) 26 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .9 % 100 % 15.TUJUAN KEMENTERIAN (1) M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi SASARAN STRATEGIS (2) Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai OUTCOME (3) Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders INDIKATOR OUTCOME (4) Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM.

Ekonomi. Sosial.000 Layanan Perkantoran Dokumen Perencanaan dan Kerjasama Dokumen Keuangan dan Umum Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Dokumen Perencanaan dan Kerjasama Jumlah Dokumen Keuangan dan Umum Jumlah Dokumen Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana Jumlah Dokumen Standardisasi 12 Bulan layanan 6 Dokumen 60 Bulan layanan 26 Dokumen 137. Pelatihan Sub Bidang Sosial. sosialisasi dan TOT - 8 Prosiding DSP Jumlah prosiding advis teknis Sosial.2014 241 BAB 5 . Sosialisasi.2014 (12) Prosiding Diseminasi. dan Lingkungan Layanan Perkantoran Dokumen dukungan penyelenggaraan Litbang Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana dan Prasarana Litbang Jumlah prosiding diseminasi. Ekonomi Sub Bidang Sosial. dan Lingkungan Prosiding Advis Teknis.000 11 Dokumen 31 Dokumen Dokumen Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana Dokumen Standardisasi 17 Dokumen 37 Dokumen 3 Dokumen 23 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .) 2010 (11) 2010 . Ekonomi dan Lingkungan Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Dokumen Penyelenggaraan Litbang Jumlah Layanan Publik Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana 1 Prosiding ATSE 17 Prosiding ATSE 12 Bulan layanan 15 Dokumen 60 Bulan layanan 99 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN 12 Bulan layanan 58 Unit 60 Bulan layanan 803 Unit 20. Ekonomi.OUTPUT (7) Naskah Kebijakan Sub Bidang Sosial. Ekonomi. dan Lingkungan INDIKATOR OUTPUT (8) Jumlah Naskah Kebijakan Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK - TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) 32 Naskah Kebijakan ALOKASI (Juta Rp.

242 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 6 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 BAB 5 PENUTUP .

Standar. Dalam rangka sinergi dengan Pemerintah Daerah. dan Kriteria (NSPK) termasuk peraturan daerah serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pemerintah akan memberikan perhatian yang lebih besar pada aspek peningkatan kapasitas daerah (local capacity building) sehingga kompetensi dan kemandirian Pemerintah Daerah dapat dicapai dalam tempo yang tidak terlalu lama. Oleh karena itu.2014 243 . dan sinergi antara Pemerintah dengan Pemerintah Daerah dan antara Pemerintah. konsolidasi. Pelaksanan program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Renstra tersebut akan memerlukan koordinasi. Oleh karenanya penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman perlu dilandasi dengan kerangka peraturan perundang-undangan yang mantap dan supportif dan menjadi dasar bagi penyelenggaraan pembangunan infrastruktur ke depan yang lebih terpadu dan efektif yang mengedepankan proses partisipatif dan menghasilkan output dan outcome yang optimal. Pedoman. dan penyebarluasan NSPK. merupakan tugas Pemerintah untuk menyusun lebih lanjut peraturan-peraturan pelaksanaan berupa Norma. kampanye/sosialisasi. R rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pemerintah Daerah dengan Dunia Usaha agar keseluruhan sumber daya yang ada dapat digunakan secara optimal dan dapat mencapai kinerja yang maksimal dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan kualitas pelayanan infrastruktur yang lebih merata. pertukaran pengalaman.encana Strategis (Renstra) Kementerian PU 2010-2014 merupakan arahan penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang dijabarkan dalam pelaksanan program dan kegiatan bagi setiap satminkal di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum guna mencapai sasaran-sasaran strategis Kementerian.

swasta. dan masyarakat perlu dilibatkan agar upaya untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat segera 244 PENUTUP BAB 6 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . melalui skema-skema kreatif atau non-konvensional. maka Pemerintah Pemerintah Daerah. perluasan akses ke pasar. mendorong pengembangan inovasi dan teknologi. penataan sistem perizinan. Berbagai insentif untuk menarik investasi dapat dilakukan terkait kelayakan proyek dan pembiayaan melalui penerapan Kerjasama PemerintahSwasta (KPS) berupa pemberian dukungan Pemerintah. Dalam hal ini tugas pemerintah adalah menciptakan regulasi yang sehat. mengurangi risiko investasi. serta mendorong kompetisi antara lain dengan menciptakan tender yang kompetitif guna memperkuat perkembangan sektor swasta. Dengan melaksanakan Renstra Kementerian 2010-2014 secara konsisten dan didukung oleh komitmen untuk mencapai kinerja penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dengan sebaikbaiknya. Tantangan pembangunan ke depan dalam konteks otonomi daerah adalah bagaimana menemukan formula pembiayaan investasi infrastruktur yang tepat. seperti pembebasan tanah atau pembangunan yang sebagian dibangun oleh Pemerintah. membangun iklim yang semakin kondusif dan kompetitif (seperti pemeliharaan stabilitas politik dan keamanan. maka diperlukan juga adanya dorongan untuk meningkatkan kemitraan pemerintah dan swasta yang lebih besar dalam rangka mengembangkan alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman.2014 . perbaikan sistem hukum dan kelembagaan.Mengingat besarnya kebutuhan pendanaan untuk memenuhi sasaran-sasaran strategis kementerian. dan pemberian insentif pajak bagi kawasan-kawasan yang memiliki prospek baik).

2014 245 BAB 6 . pengembangan wilayah.PENUTUP dirasakan. koordinasi dan integrasi baik secara vertikal maupun secara horizontal yang semakin kuat pada penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman akan memberikan keyakinan bahwa pencapaian sasaransasaran strategis kementerian yang mempunyai cakupan secara nasional dan strategis serta secara fungsional bermanfaat untuk mendukung kebutuhan sosial ekonomi masyarakat. dan mendukung sektor lainnya akan menjadi kenyataan. MENTERI PEKERJAAN UMUM DJOKO KIRMANTO rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Dengan demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful