KATA PENGANTAR

esuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum 2010– 2014 telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014, sebagai dokumen perencanaan dan acuan penganggaran Kementerian Pekerjaan Umum untuk periode 5 (lima) tahun. Renstra Kementerian Pekerjaan Umum memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Pekerjaan Umum yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 - 2014 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 pada tanggal 20 Januari 2010. Selain itu, penyusunan Renstra Kementerian Pekerjaan Umum 2010–2014 juga mengacu pada arah kebijakan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005–2025 sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Mengingat dinamika perubahan lingkungan strategis yang demikian cepat, khususnya berkenaan dengan adanya ketentuan baru dalam pemograman dan penganggaran berdasarkan UndangUndang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengamanatkan penerapan secara penuh penganggaran berbasis kinerja, anggaran terpadu, dan kerangka pengeluaran jangka menengah, serta adanya penyesuaian struktur organisasi Kementerian sebagai konsekuensi dari implementasi ketentuan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka Renstra Kementerian Pekerjaan Umum 2010–2014, harus mengalami penyempurnaan dengan melakukan penajaman pada sasaran, outcome, kegiatan dan output. Dengan adanya perubahan Renstra Kementerian Pekerjaan Umum, selanjutnya seluruh Unit Organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum harus mengacu kepada dokumen Renstra perubahan dimaksud terutama dalam penyusunan Rencana Strategis Unit Organisasi masingmasing serta dalam penyusunan dokumen perencanaan dan pemograman di Satminkal Eselon I. Secara berjenjang dokumen Renstra ini juga kemudian harus dijabarkan lebih lanjut ke dalam Rencana Strategis atau dokumen Rencana Program masing-masing Unit Kerja Eselon I serta dokumen Rencana Kegiatan masing masing Unit Kerja Eselon II dan Balai. Dengan adanya sinkronisasi antar unit di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut, maka keseluruhan dokumen perencanaan akan dapat dipergunakan dalam penyusunan RENJA-KL dan RKA-KL Kementerian Pekerjaan Umum setiap tahun sampai dengan tahun 2014. Akhirnya, dengan segala upaya dari seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, kami berharap agar seluruh target sebagaimana ditetapkan dalam Renstra Kementerian Pekerjaan Umum ini dapat diimplementasikan untuk mensukseskan program Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, membuka kesempatan kerja lebih luas lagi, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus berkontribusi positif terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup.

S

MENTERI PEKERJAAN UMUM

DJOKO KIRMANTO

ii

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 23/PRT/M/2010 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI NOMOR: 02/PRT/M/2010

TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM TAHUN 2010-2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 - 2014 telah ditetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010 - 2014; b. bahwa dengan adanya perubahan struktur organisasi Kementerian Pekerjaan Umum berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 08/ PRT/M/2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104/PMK.02/2010 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2011, maka Peraturan Menteri PU Nomor 02/PRT/M/2010 perlu disesuaikan dan disempurnakan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri PU.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

iii

Mengingat

: 1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun; (Lembaran Negara Republik Indonesia 1985/75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3318) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi; (Lembaran Negara Republik Indonesia 1999/54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2002/134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2003/47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725)

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Persampahan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008/69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 69) 11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008/166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737)

12.

iv

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

13.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2008/20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2010/152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5178) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 Tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum 2010-2014; Peraturan Menteri PU Nomor 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum; Peraturan Menteri PU Nomor 21 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja di Lingkungan Kementerian PU; Peraturan Menteri PU Nomor 22/PRT/M/2010 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104/PMK.02/2010 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2011; MEMUTUSKAN:

14.

15. 16. 17.

18. 19. 20. 21. 22.

23.

Menetapkan:

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI NOMOR 02/PRT/M/2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 2010 - 2014 Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/M/PRT/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014 diubah sebagai berikut:

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

v

target capaian. sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. Peraturan Menteri ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan. Program dan kegiatan yang dilengkapi dengan indikator output. Ketentuan Pasal 5 diubah. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 2 (1). Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 31 Desember 2010 MENTERI PEKERJAAN UMUM. sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 5 Mengubah Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014. Pasal II Segala ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014 tetap berlaku. pendanaan. Rencana Program dan Rencana Kegiatan merupakan acuan untuk menyusun Renja Kementerian PU dan RKAK/L. dan indikator kinerja utama (IKU). Renstra Kementerian. DJOKO KIRMANTO vi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . indikator outcome. Tugas. 2. Fungsi dan Kewenangan serta Peran Kementerian Pekerjaan Umum. sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri ini. Ketentuan Pasal 2 diubah. Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. (2).2014 . Strategi. Kondisi dan Tantangan serta Kebijakan. Renstra Kementerian Pekerjaan Umum meliputi uraian tentang Mandat.1.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 23/PRT/M/2010 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI NOMOR : 02/PRT/M/2010 TENTANG RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PU 2010-2014 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 vii .

2014 .viii rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

. Strategi Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Antisipasi Terhadap Perubahan Iklim (Climate Change) . . . . . . . . . . . . . . . 1. . . i iii BAB 1 PENDAHULUAN 1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2. . . . 63 70 73 75 75 79 53 54 55 56 56 57 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . . . Visi Kementerian PU . . . . . . . . 3. . . . . . MISI DAN TUJUAN 3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . . . . . Sasaran Kementerian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . .4. . . . . . . . . . . . Strategi . . . . . . . . Kondisi Umum . . . . . . . . .. . . . .2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . . . . PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Misi Kementerian PU . . . . . . . . . . .1. . . . . . . 3. . . . . . Sasaran Strategis.1. . . . . Fungsi dan Kewenangan . . . . . . . . . . . . . . . .DAFTAR ISI LAMPIRAN KATA PENGANTAR . . . 1 3 14 BAB 2 KONDISI DAN TANTANGAN 2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1. . . Sasaran Kementerian PU . . Tantangan dan Isu Strategis . . . . 3. . . . . . . . . . . . . BAB 4 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 4. . . . . . . . . . . . . . .2. . . . .. Kebijakan Umum Pembangunan Infrastruktur PU dan Permukiman . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2. . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . Arah Kebijakan Nasional . . . . . . .3 Umum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tujuan Kementerian PU . . . . . . . . . . Mandat. . . . . . . . . . . . . . . . .2014 ix . . .3. . . . . 4. . . . Arahan RPJPN dan RPJMN Bidang PU . . . . . . . . . . . . 1. . . . 2. . . . . . .1. . . . . . . . Tugas. . . . . . . . . . . . .1. . . . . . . . .2. . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. .3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1. . . Peran Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. Strategi Pengembangan Wilayah dan Dukungan Terhadap Lintas Sektor . . . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . 17 29 BAB 3 VISI. . . . . 4. . . . . . . . 3. . .2. . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kebijakan Operasional . . . . . . . . . . . . Strategi Pengarusutamaan Jender . . . . .1 Gambar 5. . . . . . . . . . Triple Track Strategy . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4. . . . . . . . . . . .4. . . . . . . .6. . . . . . .1. . . . . . . . Strategi Peningkatan TURBINWAS . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (3) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4.2. .4. . . . . . . . . . 5. . . . . . . . . . . . . Strategi Pembiayaan . . . 82 83 75 97 99 BAB 5 PROGRAM DAN KEGIATAN 5. . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (1) . . . . . . . . 242 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. . . . . . . . . . . . . Output Kegiatan. . . . . . . . . . . . 4. .4 Gambar 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana SDA Sebagai Bagian Program 5 Tahun . . . .2014 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Strategi Penataan Aparatur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3 Program dan Kegiatan 2010 . . . .2014 . . . . . . . . . . . . . .3. Peran Infrastruktur PU dan Permukiman dalam Pembangunan Nasional . .5 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU. . . . . . 4. . . . . 4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1 Gambar 4. Pendanaan . . . . . . . . . . . . . . 109 130 140 BAB 6 PENUTUP Penutup. . . . . . . . . . . . . . . .1 Gambar 4. . . 5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4. . . .2 Gambar 5. . . . . . . .5. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .5. Nomor 25 Tahun 2004) . . . . . . . . . Target Program Strategis Sub Bidang Infrastruktur Permukiman Sebagai Bagian Program 5 Tahun . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 73 74 112 113 114 115 116 x rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . . . . . . . . . . . . Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (2) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2 Gambar 5. . .3 Gambar 5. . .

Prediksi PDB dan Kebutuhan Investasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman Tahun 2010 – 2014 .4 Tabel 5. . . .1 Tabel 5. . . . Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya . . . . . . .3 Tabel 4. . . .3. . . . . .5 Tabel 5. . . . . . . . . .7 Tabel 5. . . . . . . . . . Sandingan Skenario Pendanaan Per Satminkal (Skenario 2b Moderat) dengan Revisi Pendanaan Per Satminkal Tahun 2010 – 2014 (dalam Triliun Rupiah) . . . . . . . . 66 90 91 92 131 133 135 136 142 164 174 186 198 214 218 232 Tabel 5. . . .3. . . . . . . . .DAFTAR TABEL Tabel 4. . . . . . . . . . . . .2 Tabel 5. . . . . . Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga . . . . . .3. . .2. . . . . . . . . . . . . .3. . . Rencana Pembangunan Jalan Tol Tahun 2010 – 2014 . . . . Matriks Rencana Strategis Badan Pembinaan Konstruksi . . .3 Tabel 5. . . . Matriks Rencana Strategis Sekretariat Jenderal . . . . . .2014 Kementerian PU Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air . . . . . . . . .4 Tabel 5. . .8 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . . . . . . . .1 Tabel 4. . . . . . . .2 Tabel 4. . . . . . . . . . . . Kebutuhan Pendanaan Pembangunan 2010 . .3. . . .2014 xi . . . . . Rencana Proyek KPS Air Minum Tahun 2010 – 2016 . . . . .6 Tabel 5.3. . . . . . . . . . . . . . .3. . . Daftar Rencana Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur . . . .1 Arahan Jangka Panjang Infrastruktur Bidang PU dan Permukiman . . . .2 Tabel 5. . . . Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang . . Skenario Pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010 – 2014 (Dalam Triliun Rupiah) . .1 Tabel 5.2. .2 Tabel 5. Matriks Rencana Strategis Inspektorat Jenderal . . . . Matriks Rencana Strategis Badan Penelitian Dan Pengembangan . . . . .3. . . . . .

xii rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .

kebijakan. MISI. MISI. Renstra memuat visi. yang merupakan dokumen perencanaan kementerian/lembaga untuk periode 5 (lima) tahun. PROGRAM PRESIDEN YANG TERPILIH R Pedoman VISI.2014 RJPN 2005 . tujuan.1.1. PROGRAM PRESIDEN YANG TERPILIH RANCANGAN RPJMN 2010 MUSRENBANG NASIONAL KORD & KONS. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJM Nasional dan bersifat indikatif (lihat Gambar 1. MISI. strategi. yang mengamanatkan bahwa setiap Kementerian/Lembaga diwajibkan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang selanjutnya disebut Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra K/L).1 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU Nomor 25 Tahun 2004) 2 BULAN 3 BULAN RANCANGAN AKHIR RPJMN 2010 . Diperhatikan Diacu Pedoman RANCANGAN RENSTRA-KL 2010-2014 RENSTRA-KL RPJPD 2005-2025 VISI.1). Gambar 1. misi. UMUM encana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum 2010–2014 disusun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasonal.2014 1 . PROGRAM KEPALA DAERAH YANG TERPILIH Pedoman RANCANGAN AWAL RPJMD RANCANGAN RPJMD MUSRENBANG DAERAH RANCANGAN AKHIR RPJMD Pedoman RANCANGAN RENSTRA-SKPD Pedoman RENSTRA-SKPD rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2025 VISI. program.

penetapan. tatanan kementerian/lembaga telah memiliki landasan hukum yang kuat dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. yaitu urusan bidang Pekerjaan Umum dan urusan bidang Penataan Ruang yang selanjutnya dibagi lagi ke dalam sub-sub bidang urusan. Renstra Kementerian Pekerjaan Umum ini selanjutnya akan menjadi acuan dalam penyusunan rencana aksi masing-masing unit utama (satminkal) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum serta Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2010. 2013. 2.2014 . pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya. Susunan Renstra 2010–2014 dimulai dengan pemaparan tentang kondisi dan tantangan penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman. 4. perumusan. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. disamping berdasarkan pada tugas dan fungsi Kementerian. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya. 2011. selanjutnya di dalam Peraturan Pemerintah R. juga berlandaskan pada pemetaan kondisi lingkungan serta isu-isu strategis yang terus berkembang serta mengacu pada arah kebijakan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014 maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025. 2112. telah ditetapkan secara lebih spesifik tentang mandat yang diberikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum yang terbagi ke dalam 2 (dua) bidang utama. misi. serta program dan kegiatan. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang dan Perpres tersebut Kementerian Negara mempunyai tugas menyelenggarakan urusan tertentu dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara. dan 2014. PENDAHULUAN BAB 1 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. 3. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian di daerah. Penyusunan Renstra 2010–2014 ini. dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya. strategi penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Sesuai Undang-Undang tersebut Kementerian Pekerjaan Umum termasuk ke dalam kelompok kementerian dalam rangka menangani urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Fungsi dari masing-masing Kementerian Negara adalah melakukan: 1. dan 5. visi.I.Memasuki tahapan pelaksanaan pembangunan jangka panjang kedua (20102014). Pemerintahan Daerah Provinsi. tujuan dan sasaran Kementerian Pekerjaan Umum. Terkait dengan tugas dan fungsi tersebut.

TUGAS. penetapan kriteria penentuan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Dalam menyelenggarakan mandat. DAN KEWENANGAN erdasarkan Undang-Undang sektor ke-PU-an yang terdiri atas UndangUndang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. dan penataan ruang. penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman telah dimandatkan secara tegas oleh ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut dan peraturan pelaksanaannya yang menjadi turunan dari Undang-Undang di atas. jasa konstruksi. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya.2. permukiman. penanggulangan bencana yang berskala nasional di bidang pekerjaan umum dan permukiman. arahan. pemberian pedoman/bimbingan. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. penyusunan rencana nasional secara makro di bidang pekerjaan umum dan permukiman. Adapun fungsi Kementerian PU dalam Perpres tersebut adalah: perumusan dan penetapan kebijakan nasional serta kebijakan teknis pelaksanaan di bidang pekerjaan umum. penetapan kebijakan sistem informasi nasional di bidang pekerjaan umum dan permukiman. Kementerian Pekerjaan Umum sebagai salah satu Kementerian dalam Kabinet Indonesia Bersatu II yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan permukiman. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidang pekerjaan umum. penetapan pedoman untuk menentukan standar pelayanan minimum yang wajib dilaksanakan oleh kabupaten/kota di bidang pekerjaan umum dan permukiman. jasa konstruksi. dan penataan ruang. FUNGSI. pengaturan penetapan perjanjian atau persetujuan internasional yang disahkan atas nama negara di bidang pekerjaan umum dan permukiman. permukiman. penetapan persyaratan akreditasi lembaga pendidikan dan sertifikasi tenaga profesional/ahli serta persyaratan jabatan di bidang pekerjaan umum dan permukiman. jasa konstruksi. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan kementerian di daerah bidang pekerjaan umum. pengaturan sistem lembaga perekonomian negara di bidang pekerjaan umum dan B PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . MANDAT. dan penataan ruang yang berskala nasional. permukiman. Kementerian Pekerjaan Umum mempunyai kewenangan sebagai berikut: penetapan kebijakan di bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk mendukung pembangunan secara makro. pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan otonomi daerah yang meliputi kelembagaan. penetapan standar pemberian izin oleh daerah di bidang pekerjaan umum dan permukiman.2014 3 . dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. dan supervisi di bidang pekerjaan umum dan permukiman. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. dan pelaksanaan kegiatan teknis bidang pekerjaan umum. dan penataan ruang. tugas dan fungsinya. pelatihan. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.1. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Kewenangan lain yang melekat tersebut adalah penetapan pedoman perencanaan. penyelesaian perselisihan antarprovinsi di bidang pekerjaan umum dan permukiman. PENDAHULUAN BAB 1 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan nasional serta prasarana dan sarana sumber daya air lintas provinsi atau yang strategis nasional sesuai dengan kesepakatan Daerah. perencanaan makro dan pedoman pengelolaan sumber daya air lintas provinsi.2014 . penetapan persyaratan untuk penetapan status dan fungsi jalan. penetapan standar prasarana dan sarana wilayah di bidang sumber daya air dan jaringan jalan. penetapan kebijakan dan pembinaan pengembangan bidang konstruksi nasional. dan pengendalian pembangunan infrastruktur perumahan dan permukiman. pengembangan. penetapan pedoman perizinan penyelenggaraan jalan bebas hambatan lintas provinsi. penyelenggaraan dan pemberian izin pengelolaan sumber daya air lintas provinsi. pengawasan. penetapan kriteria penataan perwilayahan ekosistem daerah/ kawasan tangkapan air pada daerah aliran sungai dan pedoman pengelolaan sumber daya air. dan kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. penetapan standar pengembangan konstruksi bangunan sipil dan arsitektur. pengaturan dan penetapan status jalan nasional.permukiman. penetapan pedoman konservasi arsitektur bangunan dan pelestarian kawasan bangunan bersejarah serta pedoman teknis pengelolaan fisik gedung dan pengelolaan rumah negara. penetapan standar prasarana dan sarana perkotaan dan pedesaan. penetapan standar prasarana dan sarana kawasan terbangun dan sistem manajemen konstruksi.

PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pembinaan. dan pengawasan (TURBINWAS). dalam penyelenggaraan kewenangan Pemerintah di bidang pekerjaan umum. Sebagaimana telah digariskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.2014 5 . dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Bina Marga. Pemerintahan Daerah Provinsi. khususnya untuk subbidang Sumber Daya Air. yang sebagian dapat didekonsentrasikan untuk kegiatan yang bersifat non fisik. terdapat urusan yang akan dilaksanakan sendiri.Kewenangan penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman saat ini sebagian berada di tingkat Nasional dan sebagian telah menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. dan bidang Penataan Ruang. Dengan telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. atau yang dapat ditugas-pembantuankan untuk kegiatan yang bersifat fisik. Pemerintahan Daerah Provinsi. Hal tersebut. maka Kementerian Pekerjaan Umum dalam periode 2010-2014 akan lebih banyak menangani aspek pengaturan. sedangkan aspek pembangunan akan lebih banyak bersifat sebagai stimulan. sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan bahwa bidang pekerjaan umum adalah salah satu urusan pemerintahan yang bersifat concurrent atau dilaksanakan bersama oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

dan wadah koordinasi sumber daya air wilayah sungai strategis nasional. 6) penetapan norma. 2) penetapan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. pemerintah provinsi. dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). Khusus sub bidang Cipta Karya. pengendalian dan pemanfaatan ruang kawasan sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.2014 . dan pemerintah kabupaten/kota. standar. prosedur. 376/2004 jo 280/2006 (penetapan jalan nasional non-tol) dan Kepmen PU No. 3) penetapan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. wadah koordinasi sumber daya air wilayah sungai lintas provinsi. Pemerintah Pusat melaksanakan tugas-tugas TURBINWAS dan yang bersifat concurrent atas permintaan daerah dalam upaya pencapaian sasaran pembangunan nasional dan Standar Pelayanan Minimum (SPM). yaitu urusan bidang Pekerjaan Umum dan urusan bidang Penataan Ruang yang selanjutnya dibagi lagi ke dalam sub-sub bidang urusan sesuai dengan lingkup TURBINBANGWAS yang secara lengkap adalah sebagai berikut. meliputi 1) penetapan kebijakan nasional sumber daya air. PENDAHULUAN BAB 1 Sub Bidang Sumber Daya Air  Pengaturan. wilayah sungai lintas negara. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota mandat yang diberikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dibagi ke dalam 2 (dua) bidang utama.369/2005 jo 280/2006 jo 360/2008 (penetapan jalan nasional tol dan rencana jalan strategis nasional). pada prinsipnya hampir semua lingkup tugas pelaksanaan pembangunan pada subbidang ini merupakan tanggung-jawab pemerintah kabupaten/kota sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. dan wilayah sungai strategis nasional. 7) penetapan status daerah irigasi yang sudah dibangun yang menjadi wewenang dan tanggung jawab Pemerintah. Mengacu kepada Peraturan Pemerintah R. dan 8) pengesahan pembentukan komisi irigasi antar provinsi. dan wilayah sungai strategis nasional. Pemerintahan Daerah Provinsi.Kewenangan dalam aspek pembangunan terlihat antara lain pada penanganan jalan nasional yang telah ditetapkan statusnya oleh Menteri Pekerjaan Umum melalui Kepmen PU No. 4) penetapan dan pengelolaan kawasan lindung sumber air pada wilayah sungai lintas provinsi. wilayah sungai lintas negara. 6 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 5) pembentukan Dewan Sumber Daya Air Nasional. dan wilayah sungai strategis nasional.I. wilayah sungai lintas negara. dan kriteria (NSPK) pengelolaan sumber daya air. pengembangan/pembangunan/peningkatan/rehabilitasi/ pengelolaan/konservasi sumber daya air/jaringan irigasi/rawa/pengendalian banjir dan pengamanan pantai serta penyediaan dan pengelolaan air baku lintas provinsi/ negara/strategis nasional (Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air).

 irigasi yang luasnya lebih dari 3. dan 8) pemberdayaan kelembagaan sumber daya air tingkat pusat. efisiensi. waduk dan pantai pada wilayah sungai lintas provinsi. wilayah sungai lintas negara. dan daerah irigasi strategis nasional. dan wilayah sungai strategis nasional. danau. 6) operasi. penggunaan. 4) penyelenggaraan sistem informasi sumber daya air tingkat nasional.wilayah sungai lintas negara. 5) pembangunan dan peningkatan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi lintas provinsi. dan/atau pembongkaran bangunan dan/atau saluran irigasi pada jaringan irigasi primer dan sekunder dalam daerah irigasi lintas provinsi. dan pengusahaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. daerah irigasi lintas negara.  Pengawasan dan Pengendalian. kualitas. dan pengusahaan air tanah pada cekungan air tanah lintas provinsi dan cekungan air tanah lintas negara. dan wilayah sungai strategis nasional. daerah irigasi lintas negara. provinsi dan kabupaten/kota. daerah irigasi lintas negara. dan daerah irigasi strategis nasional. wilayah sungai lintas negara. 5) fasilitasi penyelesaian sengketa antar provinsi dalam pengelolaan sumber daya air. PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 4) pemberian bantuan teknis dalam pengelolaan sumber daya air kepada provinsi dan kabupaten/kota. 7) pemberdayaan para pemilik kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air tingkat pusat. 6) pemberian izin pembangunan. 3) pengendalian daya rusak air yang berdampak skala nasional.  Pembangunan/Pengelolaan. pemanfaatan. penggunaan. dan kabupaten/kota. dan daerah irigasi strategis nasional. wilayah sungai lintas negara dan wilayah sungai strategis nasional. wilayah sungai lintas negara. 3) menjaga efektivitas. wilayah sungai lintas negara. dan wilayah sungai strategis nasional. pengubahan. meliputi 1) konservasi sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. peruntukan. pemeliharaan dan rehabilitasi sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah. dan wilayah sungai strategis nasional. meliputi pengawasan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. dan wilayah sungai strategis nasional. peruntukan. dan ketertiban pelaksanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. pemeliharaan dan rehabilitasi pada sungai. Pembinaan.000 ha atau pada daerah irigasi lintas provinsi.2014 7 . dan 7) Operasi. 2) pendayagunaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi. 2) penetapan dan pemberian rekomendasi teknis atas penyediaan. provinsi. meliputi 1) penetapan dan pemberian izin atas penyediaan.

meliputi pengaturan jalan secara umum dan pengaturan jalan nasional serta pengaturan jalan tol.  Pengawasan. meliputi pembangunan jalan nasional dan pengusahaan jalan tol.  Pengawasan. meliputi pembinaan jalan secara umum dan jalan nasional. meliputi pengawasan jalan secara umum dan pengawasan jalan nasional.  Pembinaan. pengembangan teknologi terapan di bidang jalan untuk jalan kabupaten/kota. strategi nasional PENDAHULUAN BAB 1  Pembinaan. antara lain fasilitasi bantuan teknis pembangunan. pemberdayaan serta penelitian dan pengembangan. antara lain pengawasan dan pengendalian pengembangan persampahan secara nasional.2014 . pembinaan jalan tol yaitu penyusunan pedoman dan standar teknis.  Pembangunan.  Pembangunan. antara lain penetapan kebijakan dan strategi nasional dalam penyelenggaraan drainase dan pematusan genangan. antara lain penetapan kebijakan dan pengembangan prasarana dan sarana persampahan.  Pembangunan dan Pengusahaan. Sub Bidang Persampahan  Pengaturan. pemeliharaan dan pengelolaan drainase.  Pengawasan. pelayanan. antara lain fasilitasi penyelenggaraan dan pembiayaan pembangunan prasarana dan sarana persampahan secara nasional (lintas provinsi). antara lain fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan operasionalisasi sistem drainase dan penanggulangan banjir lintas provinsi.  Pembinaan. Sub Bidang Drainase  Pengaturan. antara lain fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan antarprovinsi. 8 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . antara lain evaluasi kinerja penyelenggaraan sistem drainase dan pengendali banjir secara nasional.Sub Bidang Bina Marga  Pengaturan.

dan strategi nasional PENDAHULUAN  Pembinaan. dan standar teknis bangunan gedung dan lingkungannya. yang bersifat khusus. norma.  Pengawasan. kebijakan dan strategi nasional  Pembinaan. Sub Bidang Bangunan Gedung dan Lingkungan  Pengaturan. antara lain fasilitasi pengembangan PS air limbah skala kota untuk kota-kota metropolitan dan kota besar dalam rangka kepentingan strategis nasional. antara lain fasilitasi bantuan teknis penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungan. BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . antara lain fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan antarprovinsi.  Pembangunan.  Pembinaan. antara lain pengawasan secara nasional terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan.  Pengawasan. antara lain pemberdayaan kepada pemerintah daerah dan penyelenggara bangunan gedung dan lingkungannya. antara lain penetapan peraturan perundang-undangan.Sub Bidang Air Minum  Pengaturan. serta gedung dan rumah negara. antara lain fasilitasi pemenuhan kebutuhan air baku untuk kebutuhan pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) secara nasional. Sub Bidang Air Limbah  Pengaturan. standar.2014 9 . antara lain fasilitasi penyelesaian permasalahan antarprovinsi yang bersifat khusus. prosedur dan kriteria/bangunan gedung dan lingkungan. baik yang bersifat nasional maupun internasional.  Pengawasan. strategis. strategis baik yang bersifat nasional maupun internasional. antara lain pengendalian dan pengawasan atas penyelenggaraan pengembangan prasarana dan sarana air limbah. antara lain penetapan pengembangan pelayanan air minum.  Pembangunan. antara lain penetapan kebijakan pengembangan prasarana dan sarana air limbah.  Pembangunan. pedoman. antara lain pengawasan terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan pengembangan SPAM secara nasional.

yaitu fasilitasi penyelenggaraan pembangunan kawasan strategis nasional. antara lain melaksanakan pengawasan dan pengendalian penanganan permukiman kumuh nasional.  Pengawasan. peningkatan kapasitas daerah dalam  Pembangunan.2014 .  Pembinaan. antara lain pengawasan dan pengendalian pembangunan kawasan strategis nasional. terdiri dari:  Pengaturan. antara lain fasilitasi pembangunan Kasiba dan Lisiba. antara lain fasilitasi program penanganan permukiman kumuh bagi lokasi yang strategis secara nasional. antara lain fasilitasi peningkatan kapasitas daerah dalam pembangunan kawasan strategis nasional.Sub Bidang Permukiman Kawasan Siap Bangun (Kasiba) dan Lingkungan Siap Bangun (Lisiba) yang berdiri sendiri. terdiri dari:  Pengaturan. antara lain penetapan kebijakan pembangunan kawasan strategis nasional.  Pembangunan. yaitu fasilitasi peningkatan kapasitas daerah dalam pembangunan dalam penanganan permukiman kumuh secara nasional (bantuan teknis). antara lain penetapan kebijakan nasional tentang penanggulangan permukiman kumuh perkotaan dan nelayan. antara lain fasilitasi penyelenggaraan pembangunan Kasiba dan Lisiba strategis nasional. antara lain penetapan kebijakan teknis Kasiba dan Lisiba nasional. antara lain pengawasan dan pengendalian kebijakan nasional penyelenggaraan Kasiba dan Lisiba.  Pembinaan.  Pembangunan. 10 PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Pembinaan. Pembangunan Kawasan. terdiri dari:  Pengaturan.  Pengawasan. Permukiman Kumuh/Nelayan.  Pengawasan.

2014 11 BAB 1 . antara lain penetapan kebijakan dan strategi nasional pembangunan perkotaan dan perdesaan.  Pemberdayaan.  Pengawasan.  Penetapan kawasan strategis nasional. Prosedur dan Kriteria (NSPK) bidang penataan ruang. Sub Bidang Jasa Konstruksi  Pengaturan.Sub Bidang Perkotaan dan Pedesaan  Pengaturan. antara lain pengawasan guna tertib usaha mengenai persyaratan perizinan dan ketentuan ketenagakerjaan.  Penetapan Norma. termasuk upaya mendorong kemitraan fungsional sinergis.  Penetapan kriteria penentuan dan kriteria perubahan fungsi ruang suatu kawasan yang berskala besar dan berdampak penting dalam rangka penyelenggaraan penataan ruang. Standar. antara lain pemberdayaan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional serta asosiasi badan usaha dan profesi tingkat nasional. meliputi:  Penetapan peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang.  Pengawasan. yang menjadi mandat Kementerian Pekerjaan Umum terdiri dari: PENDAHULUAN Sub Bidang Pengaturan. antara lain fasilitasi peningkatan kapasitas manajemen pembangunan dan pengelolaan Prasarana dan Sarana (PS) perkotaan dan pedesaan tingkat nasional.  Penetapan kawasan-kawasan andalan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Pembangunan. antara lain pengawasan dan pengendalian program pembangunan dan pengelolaan kawasan perkotaan dan perdesaan secara nasional. antara lain fasilitasi perencanaan program pembangunan PS perkotaan dan perdesaan jangka panjang dan jangka menengah. antara lain penetapan dan penerapan kebijakan nasional pengembangan usaha. Sub bidang dalam bidang Penataan Ruang.  Penetapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang penataan ruang.  Penetapan penataan ruang perairan di luar 12 (dua belas) mil dari garis pantai.  Pembinaan.

 Pemanfaatan kawasan strategis nasional.  Pemberian bimbingan.  Penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional.  Sosialisasi SPM bidang penataan ruang. dan konsultasi pelaksanaan penataan ruang terhadap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.  Penyebarluasan informasi penataan ruang kepada masyarakat. serta fasilitasi dan koordinasi antar provinsi. meliputi: Perencanaan Tata Ruang  Penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).  Penetapan rencana detail tata ruang untuk RTRWN.  Pemanfaatan kawasan andalan sebagai bagian dari RTRWN  Pemanfaatan investasi di kawasan andalan dan kawasan strategis nasional serta kawasan lintas provinsi bekerjasama dengan pemerintah daerah.  Pemanfaatan SPM di bidang penataan ruang.  Penelitian dan pengembangan. masyarakat dan dunia usaha. neraca penatagunaan sumber daya air. Pemanfaatan Ruang  Penyusunan program dan anggaran nasional di bidang penataan ruang. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Sosialisasi NSPK bidang penataan ruang.  Koordinasi dan fasilitasi penataan ruang lintas provinsi.  Pendidikan dan pelatihan.Sub Bidang Pembinaan. 12 PENDAHULUAN BAB 1 Sub Bidang Pembangunan.  Penyusunan neraca penatagunaan tanah. supervisi.  Pengembangan sistem informasi dan komunikasi penataan ruang nasional.2014 . neraca penatagunaan sumberdaya alam lainnya.  Pembinaan penataan ruang untuk lintas provinsi. neraca penatagunaan udara.  Pengembangan kesadaran dan tanggungjawab masyarakat. meliputi:  Koordinasi penyelenggaraan penataan ruang pada semua tingkatan wilayah.

 Fasilitasi penyelesaian perselisihan dalam pelaksanaan penataan antara provinsi dengan kabupaten/kota.  Pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang di wilayah provinsi.  Pelaksanaan pembangunan sesuai program pemanfaatan ruang wilayah nasional dan kawasan strategis nasional.  Pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang di wilayah kabupaten/ kota. PENDAHULUAN Sub Bidang Pengawasan.2014 13 BAB 1 . rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Perumusan program sektoral dalam rangka perwujudan struktur dan pola pemanfaatan ruang wilayah nasional dan kawasan strategis nasional. Perumusan kebijakan strategis operasionalisasi RTRWN dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional. meliputi:  Pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang di wilayah nasional.  Pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional.  Pemberian pertimbangan atau penyelesaian permasalahan penataan ruang yang tidak dapat diselesaikan pada tingkat provinsi.  Pengambilalihan kewenangan pemerintah provinsi dalam hal pemerintah provinsi tidak dapat memenuhi SPM di bidang penataan ruang.  Pembatalan izin pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan RTRWN.  Penyusunan peraturan zonasi sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang nasional. Pengendalian Pemanfaatan Ruang  Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional termasuk lintas provinsi.  Pemberian izin pemanfaatan ruang yang sesuai dengan RTRWN.

Dapat dikatakan bahwa posisi dan peran suatu bangsa dalam konstelasi perekonomian dunia akan banyak ditentukan oleh daya saingnya secara relatif terhadap bangsa lain. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman mempunyai manfaat langsung untuk peningkatan taraf hidup masyarakat dan kualitas lingkungan. disamping sektor lain seperti minyak dan gas bumi. maka hal tersebut diyakini dapat membantu mengurangi masalah kemiskinan. Dengan demikian. Semakin baik daya saing suatu bangsa maka semakin diperhitungkan pula peran dan posisi bangsa tersebut serta semakin besar peluang untuk menarik investasi asing. jasa keuangan dan manufaktur. memperkuat ketahanan pangan.1.3. kelautan dan perikanan. Salah satu faktor yang menentukan daya saing nasional adalah ketersediaan dan kualitas infrastrukturnya. PERAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN emasuki era milenium ketiga dewasa ini. industri. Bagi Indonesia. pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada dasarnya dimaksudkan untuk mencapai 3 (tiga) strategic goals. karena semenjak tahap konstruksi telah dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekaligus menggerakkan sektor riil. infrastruktur PU dan permukiman juga berperan sebagai pendukung kelancaran kegiatan sektor pembangunan lainnya antara lain sektor pertanian. b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu.2014 . Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang telah terbangun tersebut pada akhirnya juga akan dapat memperbaiki kualitas permukiman. yaitu: a) meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman karenanya berperan sebagai stimulan dalam mendukung perkembangan ekonomi wilayah yang signifikan. M 14 PENDAHULUAN BAB 1 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . upaya pembangunan infrastruktur perlu direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan suatu wilayah. Indonesia dan seluruh negara di dunia memasuki era kompetisi antar-negara yang ketat. dan mengurangi tekanan urbanisasi yang secara keseluruhan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. termasuk kaitannya dengan pencapaian sasaran-sasaran Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 mendatang. berbagai multiplier ekonomi dapat dibangkitkan melalui kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur. yang pada gilirannya akan menjadi modal penting dalam mewujudkan berbagai tujuan dan sasaran pembangunan nasional. infrastruktur merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing di dunia internasional. Melalui kebijakan dan komitmen pembangunan infrastruktur yang tepat. Sementara pada masa layanan. Oleh karenanya. mengatasi persoalan kesenjangan antar-kawasan maupun antar-wilayah.

dan pertanian guna mendukung ketahanan pangan.Perwujudan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman tersebut terlihat melalui: (i) Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang berperan untuk mendukung distribusi lalu-lintas barang dan manusia maupun pembentuk struktur ruang wilayah.2014 15 PENDAHULUAN BAB 1 . serta pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air. dan (iii) Infrastruktur permukiman yang berperan dalam menyediakan pelayanan air minum dan sanitasi lingkungan. dan pelaksanaan konservasi sumber daya air. serta meningkatan partisipasi politik (political participation) di segenap lapisan masyarakat. Seluruh penyediaan infrastruktur tersebut diselenggarakan berbasiskan penataan ruang. (ii) Infrastuktur sumber daya air yang berperan dalam penyimpanan dan pendistribusian air untuk keperluan domestik (rumah tangga). rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman juga harus selaras dan bersinergi dengan sektor-sektor lainnya sehingga mampu mendukung pengembangan wilayah dan permukiman dalam rangka perwujudan dan pemantapan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). industri. tetapi juga harus berkualitas supaya mampu menciptakan dan membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan ekonomi (economic gains). meningkatkan layanan publik (public services). Oleh karenanya. menghadirkan keuntungan sosial (social benefits). infrastruktur permukiman di perkotaan dan perdesaan dan revitalisasi kawasan serta pengembangan kawasan agropolitan. pembangunan infrastruktur bukan hanya harus benar-benar dirancang dan diimplementasikan secara sistematis.

KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .

1.2 juta ha jaringan sawah beririgasi yang sudah terbangun seluruhnya berfungsi.2. Namun demikian. Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) belum optimal dalam mendukung pencapaian kinerja pembangunan bidang pekerjaan umum secara keseluruhan. yang banyak terjadi di daerah irigasi yang potensial menyumbang pemenuhan kebutuhan pangan nasional. terjadi perluasan dampak kerusakan akibat banjir dan kekeringan (seperti banjir di wilayah Jabodetabek. Berkembangnya daerah permukiman dan industri telah menurunkan area resapan air dan mengancam kapasitas lingkungan dalam menyediakan air. Akses terhadap air baku untuk rumah tangga dan industri yang masih rendah memicu eksplorasi air tanah yang berlebihan (misalnya di Jakarta Utara) sehingga menyebabkan land subsidence dan intrusi air laut. Selain itu. dan kekeringan di NTB dan NTT). Seluas 7. seperti kinerja layanan jaringan irigasi yang ada dalam mendukung pemenuhan produksi pangan. KONDISI UMUM ondisi infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman saat ini menunjukkan tingkat yang beragam. Menurunnya fungsi jaringan irigasi (termasuk rawa) disebabkan oleh tingginya tingkat kerusakan karena umur konstruksi. tercatat mencapai lebih kurang 18%. Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berada di wilayah sungai Bengawan Solo. Kondisi ini juga diperparah oleh kualitas operasi dan pemeliharaan yang rendah. Dalam hal potensi daya rusak air. Keandalan penyediaan air baku juga berkurang akibat menurunnya fungsi dan kapasitas tampungan air (seperti Waduk Gajahmungkur. masih ada kerusakan jaringan irigasi. bencana alam dan kurang optimalnya kegiatan operasi dan pemeliharaan di samping rendahnya keterlibatan petani dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan jaringan irigasi. dan Waduk Mrica). Waduk Jatiluhur. Selain itu juga terdapat fenomena meluasnya kerusakan pantai akibat abrasi yang mengancam keberadaan permukiman dan pusat-pusat perekonomian di sekitarnya. kondisi debit sungai yang airnya digunakan untuk kebutuhan irigasi sangat fluktuatif antara musim hujan dan musim kemarau. K 17 .

Panjang jalan tol tidak mengalami pertumbuhan signifikan sejak dioperasikannya jalan tol pertama tahun 1978 (Jalan Tol Jagorawi sepanjang 59 km). dan rusak berat 3. swasta mulai ikut dalam investasi jalan tol dan telah membangun jalan tol sepanjang 203.185 Km.30 km. Untuk jalan provinsi. dari panjang jalan nasional yang sampai saat ini telah mencapai 34. Sedangkan kinerja kondisi jalan nasional mantap pada tahun 2009 adalah sebesar 89 %.23 % (2008).18 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 Untuk infrastruktur jalan.12 km. dan rusak berat 0 %. jalan tol yang telah beroperasi baru mencapai 697. dan penataan bangunan dan lingkungan menunjukkan pula kondisi yang beragam.43 %. Sejak tahun 1987. Sejumlah kendala investasi jalan tol memang masih terus menghambat yaitu masalah pembebasan tanah. sanitasi.628 km. rusak ringan 13. Sampai akhir tahun 2009. sumber pembiayaan. serta belum intensnya dukungan Pemerintah Daerah dalam pengembangan jaringan jalan tol.681 km. Infrastruktur bidang Cipta Karya yang mencakup sub bidang air minum. rusak ringan 11 %. total panjang jalan adalah 48. pengembangan permukiman. sedangkan total panjang jalan kabupaten adalah 288. tercatat kondisi jalan mantap mencapai 83.2014 .34 %. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

jumlah keseluruhan hutang yang dihapus mencapai Rp. 3. Dengan demikian. Demikian halnya dengan utang PDAM yang dikategorikan sehat juga dihapus melalui skema debt to swap investment yang mencapai Rp.3 triliun terpaksa dihapuskan. Dalam pelaksanaannya telah dirumuskan Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat. 4. pada periode 2005-2009 telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Sistem Penyediaan Air Minum sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.2014 19 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .1 triliun. Dalam sub bidang ini upaya pembinaan terhadap PDAM belum memperlihatkan hasil yang signifikan seperti tergambar dari 340 PDAM. sehingga sistem penyediaan air minum yang efektif dan berkesinambungan telah memiliki rujukan strategis yang jelas. Ini berarti hanya 79 PDAM yang sehat. termasuk diantaranya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (KSNP-SPAM). 1. utang non pokok PDAM yang dinyatakan sakit yang mencapai Rp.4 triliun.Untuk sub bidang air minum. sekitar 70% kondisinya masih tidak sehat. Sementara kinerja pengelolaan air minum dengan target penurunan angka kebocoran secara nasional baru pada kisaran 6-7% sehingga masih rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . sehingga pada tahun 2008.

menjadi 43.5 juta jiwa) dari 41% di tahun 2004 (34. Demikian juga halnya dengan keterlibatan swasta hingga tahun 2009 masih tergolong rendah.4% (2000) dan 57. menjadi 11.diperlukan upaya keras untuk mencapai angka 20% yang ditargetkan sebagai angka kebocoran secara nasional oleh RPJMN 2005-2009.2 juta jiwa). khususnya pada penyediaan prasarana air minum di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.23% (44. akses masyarakat terhadap sistem pelayanan air bersih nonperpipaan meningkat dari 38.55% di tahun 2009 (15.09 juta jiwa). Di sisi lain.2% (2006). Pada subbidang persampahan. Secara total target tingkat pelayanan air minum saat ini belum mampu terpenuhi. Prosentase cakupan pelayanan air minum perkotaan dalam RPJMN 20052009 ditargetkan sebesar 66% sedangkan perdesaan mencapai 30%.36 juta jiwa) sementara di perdesaan telah meningkat dari 8% di tahun 2004 (melayani 10. Pada akhir tahun 2009 pelayanan air minum perkotaan baru mencapai 45% dan perdesaan 10%. Di tahun 2009 cakupan pelayanan air minum di perkotaan meningkat menjadi 47.2014 . termasuk kualitas air minum PDAM yang masih belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. menurut laporan regional terakhir mengenai status pencapaian MDGs untuk kawasan perdesaan. sehingga cakupan pelayanan air minum perpipaan nasional menjadi sebesar 20%. Sementara upaya meningkatkan kinerja TPA yang berwawasan lingkungan di kota metro/besar sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan.2% (1994). pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih rendah. Hal ini terlihat dari jumlah TPA di seluruh Indonesia yang mencapai 378 buah 20 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

Upaya untuk mengurangi kuantitas sampah sebesar 20% pada periode 2004–2009 juga masih belum menunjukkan hasil yang signifikan. 15. Demikian juga halnya dengan infrastruktur pengelolaan persampahan yang ada ternyata tidak sebanding dengan kenaikan timbunan sampah yang meningkat 2–4% per tahun. Di sisi lain banyak dijumpai pula bahwa fungsi saluran drainase tidak tegas apakah untuk mengalirkan kelebihan air permukaan atau rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . masih di bawah target RPJMN (75% pada 2009) dan MDGs (70% pada 2015).886. Recycle) saat ini masih terbatas di 80 kawasan. Secara keseluruhan sampai saat ini prosentase sistem pengelolaan persampahan telah mencapai 54%.8% yang menerapkan metode sanitary landfill.dengan luas 1.2014 21 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Namun demikian telah dibangun TPA berbasis Clean Development Mechanism di 2 (dua) lokasi dan sedang dalam tahap persiapan di 11 lokasi lainnya. Berdasarkan data Survai Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2007 sebanyak 11. sedangkan di sisi yang lain percontohan program 3R (Reduce.6% masih menerapkan metode open dumping. Reuse. sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa sampai saat ini sampah belum dikelola menggunakan pendekatan yang ramah lingkungan.34% rumah tangga masih membuang sampah ke kali/selokan yang menyebabkan mampatnya saluran drainase.5% menggunakan metode controlled lanfill dan hanya 2. sebanyak 80.99 Ha.

pelatihan tenaga pendata harga dan keselamatan bangunan sebanyak 3.2% pada tahun 2004 menjadi 60% pada tahun 2007. berdasarkan Laporan MDGs. pada tahun 2007 akses sanitasi layak nasional mencapai 69. dan sesuai dengan standar kesehatan maupun standar teknis yang telah ditetapkan.30 % dan di perdesaan 12.5% pada tahun 2015. banyaknya rumah tangga yang menggunakan tangki septik (praktek pembuangan tinja aman) sebesar 49.54%.83%.5% pada tahun 2004 menjadi 81. yaitu di perkotaan 42.50% di perkotaan dan 67. telah diupayakan peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah melalui kegiatan sosialisasi/ diseminasi peraturan bidang bangunan gedung dan lingkungan sebanyak 5 (lima) kali di setiap provinsi dengan target 468 kabupaten/kota.63%. lubang tanah. Dari kondisi secara keseluruhan saat ini prosentase pelayanan air limbah perkotaan terpusat baru sebesar 1% dan prosentase sistem pelayanan air limbah berbasis masyarakat telah dilakukan di 409 lokasi. Kondisi saat ini juga mencatat telah tersusunnya perda tentang bangunan gedung di 15 kabupaten/kota dan 1 provinsi (Bali) dan telah dilakukan fasilitasi terhadap 221 22 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . digunakan sesuai dengan peruntukannya. Sedangkan sisanya 50. yaitu 71.juga berfungsi sebagai saluran air limbah. Tercatat dari data tahun 2007.96% dan di perdesaan 17. pendataan kinerja pemerintah daerah di 43 kabupaten/kota pada 8 (delapan) provinsi. Namun pencapaian tersebut masih sebatas pada akses ke jamban dan toilet saja. pantai/kebun) dengan prosentase di perkotaan 28.86%. keadaan tergenang 3. Untuk penanganan bangunan gedung dan lingkungan. belum pada akses fasilitas sanitasi yang berkualitas dengan kriteria fasilitas tersebut masih berfungsi dengan baik. serta pendataan Peraturan Daerah (Perda) terkait bangunan gedung di 468 kabupaten/kota pada 33 provinsi. yaitu di perkotaan 43. jumlah keluarga yang memiliki akses terhadap sarana sanitasi dasar meningkat dari 52.37%.86% rumah tangga melakukan praktik pembuangan tinja tidak aman (di kolam/sawah. Saat ini 77.15% penduduk nasional sudah memiliki akses terhadap prasarana dan sarana sanitasi (90. Sementara untuk kawasan perdesaan. Ini berarti bahwa angka tersebut telah melampaui target Millennium Development Goals (MDGs) sebesar 65.47% di perdesaan. yaitu di perkotaan 3. mengalir sangat lambat mencapai 10.69%.76% dan di perdesaan 66.68%.3%.09 %. serta yang tidak ada got mencapai 32. Prosentase aksesibilitas jumlah keluarga terhadap sarana sanitasi dasar telah meningkat dari 77.2014 . yaitu di perkotaan 9.93% dan di perdesaan mencapai 67.13%.84%. pendataan dan pembinaan kelembagaan terkait bangunan gedung di 468 kabupaten/kota pada 33 provinsi.744 orang di 468 kabupaten/ kota.8% pada tahun 2007 di kawasan perkotaan.00% di perdesaan). Sementara itu data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007 tentang Klasifikasi Rumah Tangga Menurut Keadaan Air Got/Selokan di Sekitar Rumah menunjukkan bahwa keadaan air got lancar baru mencapai 53. Dalam penanganan air limbah secara nasional pada periode 2004–2009.06% di perkotaan dan 32. sungai/danau/laut.98% dan di perdesaan 3.

(3) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. telah disusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) di 203 kawasan pada 148 kabupaten/kota. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 23 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . (5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 25/PRT/M/2007 tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung. dalam kurun waktu lima tahun (2005-2009) sejumlah peraturan mengenai bangunan gedung dan penataan lingkungan telah berhasil diselesaikan. dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nelayan di 748 kawasan atau melebihi target Renstra 2005-2009 yang menetapkan 733 kawasan. (2) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. diantaranya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 yang merupakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. revitalisasi kawasan/bangunan bersejarah dan tradisional telah ditangani pada 297 kawasan di 137 kabupaten/kota. Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK) di 59 kabupaten/kota. sistem ruang terbuka hijau telah ditangani di 150 kawasan di 33 kabupaten/kota.kabupaten/kota. Disamping itu telah diterbitkan pula berbagai NSPK untuk bangunan gedung yang meliputi: (1) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. (4) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan Gedung. Selain itu. Selain itu.

5% per tahun hingga tahun 2020. Sementara itu berdasarkan data SUSENAS tahun 2007 masih terdapat 5. Jumlah rumah saat ini hanya 51 juta unit. setiap tahun terjadi penambahan kebutuhan rumah akibat penambahan keluarga baru rata-rata sekitar 820.dan (5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2007 tentang Pedoman Tim Ahli Bangunan Gedung.000 unit (2009) dari 200 unit di tahun 2005. pada akhir tahun 2014 diperkirakan lebih dari separuh penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan sebagai akibat laju urbanisasi yang mencapai 4.000 unit per tahun. Terdapat backlog pembangunan perumahan yang terus meningkat dari 4. Pembangunan/ pengembangan unit baru diharapkan akan meningkat sebesar 2. Dari jumlah tersebut hanya 17 juta rumah tergolong layak huni dan 34 juta masih tergolong tidak layak huni yang terbagi sebanyak 40% di perdesaan dan 60% di perkotaan.2014 . Di sisi lain sampai saat ini tingkat pemenuhan kebutuhan rumah masih menjadi permasalahan serius. Proses ini 24 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . rata-rata setiap tahun terdapat 1.000 unit rumah.15 juta unit rumah yang perlu difasilitasi. Sementera itu.4% per tahun dan secara terus menerus telah melahirkan dynamic phenomenon of urbanization. Sementara itu. Diperkirakan sampai dengan tahun 2020. Saat ini pembangunan/ pengembangan rumah baru mencapai 600.4 juta unit rumah pada akhir tahun 2009. Untuk pembangunan unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dalam rangka penataan kawasan kumuh di perkotaan mencapai 18.9 juta keluarga yang belum memiliki rumah.3 juta unit rumah pada tahun 2000 menjadi sebesar 7.

Selama periode pelaksanaan pembangunan tahun 2005–2009 sejumlah hasil penting dalam bidang penataan ruang telah dicapai. pengembangan desa potensial melalui agropolitan. dan perencanaan pengembangan kawasan permukiman baik skala kawasan maupun perkotaan belum mencapai sasaran yang diharapkan.2014 25 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . antara lain dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). baik dalam hal jumlah penduduk maupun besaran wilayah.800 ha pada akhir tahun 2009. Di sisi lain. penanganan kawasan tertinggal. Luas kawasan permukiman kumuh yang mencapai 54. kondisi pada bidang penataan ruang rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Namun demikian. Target pencapaian pembangunan perdesaan potensial melalui agropolitan pada tahun 2005-2009 adalah 347 kawasan. namun baru tercapai pada 325 kawasan.berakibat pada semakin besarnya suatu kawasan perkotaan.000 ha pada tahun 2004 menjadi 57. Di sisi lain seiring dengan otonomi daerah (kota) yang semakin menguat membawa dampak pula pada “egoisme kedaerahan” yang semakin tinggi dan disertai kekuatan-kekuatan pasar (swasta) yang terus memperlihatkan dominasinya sehingga membawa dampak pada kecenderungan perkembangan dan pola penyebaran permukiman yang semakin sulit diantisipasi.

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang. tenaga kerja yang dapat diserap pada tahun 2009 tercatat berjumlah 5. persaingan global dan liberalisasi jasa konstruksi) belum mencapai sasaran sebagaimana diamanatkan dalam UU 18/1999. dan 3 kota (3%) telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri PU. dalam konteks mikro (tata kelola kepemerintahan yang baik). sektor konstruksi nasional berhasil menempati urutan ke enam dari sembilan sektor utama penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. tercatat sejumlah 145. dari total 400 kabupaten dan 1 (satu) kabupaten administrasi yang ada di Indonesia. 14 kabupaten (4%) sedang dalam proses persetujuan substansi dan 7 kabupaten (1%) telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri PU. Hal ini mengingat masih sering terjadinya pembangunan pada suatu wilayah tanpa mengikuti RTR. yang merupakan 9. PDB yang disumbangkan oleh sektor konstruksi tercatat sebesar Rp.2014 . Di tingkat kabupaten. 7 provinsi (21%) telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri PU. Pada tahun 2009.yang ditemui sampai saat ini masih cukup memprihatinkan. 9 kota (9%) sedang dalam proses rekomendasi Gubernur. 11 provinsi (33%) diantaranya sedang melakukan revisi dan 15 provinsi (46%) sedang dalam proses persetujuan substansi. Berdasarkan Status Penyusunan RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota sampai dengan Bulan Oktober 2009. dari 92 kota dan 5 (lima) kota administrasi di Indonesia sebanyak 15 kota (15%) belum melakukan revisi 65 kota (67%) telah melakukan revisi terhadap RTRWnya. Dalam konteks makro. kabupaten dan kota yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang untuk melakukan penyesuaian RTRW-nya. 555 trilyun. sehingga terjadi inkonsistensi dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang akibat lemahnya pengendalian dan penegakan hukum di bidang penataan ruang.260 badan usaha konstruksi. 81 kabupaten (20%) belum melakukan revisi RTRWnya. Implementasi kebijakan pembinaan jasa konstruksi selama 8 tahun terakhir. serta konteks makro (kerjasama. Kegiatan pembangunan saat ini masih lebih fokus pada perencanaan. saat ini dari 530 wilayah provinsi. Sementara itu di tingkat kota. 30 kabupaten (8%) sedang dalam proses rekomendasi Gubernur. Peningkatan jumlah badan usaha tersebut ternyata belum diikuti dengan 26 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Sementara itu. 267 kabupaten (67%) sedang melakukan revisi RTRW.9% dari PDB nasional. 6 kota (6%) sedang dalam proses persetujuan substansi. dari total 33 provinsi. khususnya dalam pelaksanaan pemanfaatan Rencana Tata Ruang (RTR). konteks messo (usaha dan pengusahaan konstruksi).3% dari tenaga kerja nasional dengan tingkat produktivitas 13 orang per milyar rupiah (atas dasar harga berlaku). Sampai dengan tahun 2009.439 juta orang atau 5.

dan efisiensi pemanfaatan sumber daya manusia.peningkatan kualifikasi dan kinerjanya. sulitnya akses ke permodalan. Asosiasi jasa konstruksi. yaitu penelitian dan pengembangan jasa konstruksi. Hal ini tercermin pada mutu produk. Kesadaran hukum dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi masih perlu ditingkatkan. dan mutu konstruksi yang belum sesuai standar. modal. hingga saat ini masih disibukkan oleh proses sertifikasi para anggotanya yang sering penuh dengan konflik kepentingan pribadi dan kelompok. Undang-undang No. pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi serta arbitrase dan mediasi masih sangat terbatas. kesehatan. Kondisi tersebut di antaranya disebabkan oleh persyaratan usaha serta persyaratan kualifikasi tenaga kerja terampil dan ahli yang belum diatur sebagaimana mestinya untuk mewujudkan badan usaha konstruksi yang profesional dan dapat diandalkan. Sementara itu. pembinaan jasa konstruksi lebih dianggap sebagai bagian dari tanggungjawab Kementerian Pekerjaan Umum dan bukan menjadi tanggungjawab semua instansi terkait. pada umumnya pangsa pasar pekerjaan konstruksi yang berteknologi tinggi belum sepenuhnya dapat dikuasai oleh usaha jasa konstruksi nasional. hanya 40% yang dikuasai oleh pelaku jasa konstruksi nasional yang jumlahnya 90 %. serta teknologi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Bidang jasa konstruksi saat ini masih menghadapi berbagai permasalahan seputar lemahnya penguasaan teknologi. dalam pemenuhan kewajibannya serta pemenuhan terhadap ketentuan yang terkait dengan aspek keamanan. asosiasi jasa konstruksi belum dapat berperan sebagai motor penggerak peningkatan kompetensi dan daya saing para anggotanya. Sehingga. sedangkan 60% lainnya dikuasai oleh pelaku jasa konstruksi asing yang jumlahnya hanya 10 %. 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi masih dipandang secara sempit sebagai undang-undang bidang pekerjaan umum.2014 27 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . Dengan tingkat kualifikasi dan kinerja tersebut. Pelaksanaan tugas-tugas lain. ketepatan waktu pelaksanaan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . keselamatan. termasuk kepatuhan para pihak. Sementara itu. Sehingga. Dari seluruh pangsa pasar jasa konstruksi Indonesia (100%). Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sebagai representasi dari masyarakat jasa konstruksi dalam pengembangan jasa konstruksi belum dapat melaksanakan seluruh tugas yang diamanahkan dalam UndangUndang Jasa Konstruksi (UUJK) Nomor 18 Tahun 1999. dan lingkungan. Sebagian besar dari sumber daya yang ada masih terfokus pada penyelenggaraan registerasi badan usaha dan tenaga kerja konstruksi. agar dapat mewujudkan bangunan yang berkualitas dan mampu berfungsi sebagaimana yang direncanakan. yakni pengguna jasa dan penyedia jasa. kegagalan konstruksi. serta masih kerap terjadi kegagalan bangunan.

2014 . di antaranya terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana. pengembangan sumber daya manusia (SDM) konstruksi melalui pelatihan berbasis kompetensi masih menghadapi berbagai keterbatasan. termasuk rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Indonesia telah meratifikasi berdirinya World Trade Organization (WTO) dan menjadi anggota dari 153 negara anggota yang tercatat di WTO. Nota kesepahaman antara Kementerian Pekerjaan Umum. modul pelatihan. standar kompetensi kerja. forum jasa konstruksi yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun belum berjalan dengan efektif dan produktif dalam menyiapkan rekomendasi kebijakan pembinaan dan pengembangan jasa konstruksi. serta tenaga pelatih yang berkompetensi. Kementerian tTenaga Kerja dan Transmigrasi. Meskipun pelaksanaannya senantiasa diperbaiki dari tahun ke tahun. Indonesia juga telah meratifikasi ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) melalui Keppres Nomor 88 Tahun 1995. dan LPJK tentang penyelenggaraan pelatihan konstruksi serta pencanangan Gerakan Nasional Pelatihan Konstruksi (GNPK) diharapkan dapat menggalang sumber daya yang tersedia di tiap-tiap instansi terkait guna mengatasi kendala yang dihadapi. Seluruh kesepakatan dalam perundingan WTO dan AFAS bersifat menngikat. Ppenyelenggaraan forum jasa konstruksi masih terbatas pada pemenuhan aspek adimistrasi dan prosedural serta masih menjadi ajang pelampiasan perbedaan kepentingan yang mencolok di antara pemangku kepentingan. Melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994.28 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 Di samping itu. Oleh karena itu Indonesia harus senantiasa aktif dalam setiap perundingan liberalisasi jasa. Di sisi lain. standar uji.

dan masyarakat (budaya). TANTANGAN STRATEGIS DAN ISU etersediaan infrastruktur yang berkualitas merupakan salah satu faktor penentu daya tarik suatu kawasan/wilayah. Dalam hal daya saing global tersebut. selain kinerja ekonomi makro. bahkan hanya mampu menyumbangkan 1% dari PDB padahal dana yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 5% dari PDB.jasa konstruksi yang diselenggarakan oleh WTO maupun ASEAN serta forum perundingan liberalisasi regional lainnya.2. Sementara itu.4%) K rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . maka laporan dari World Economic Forum 2008 . dimana ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai (16. dan efisiensi usaha. Kualitas pelayanan infrastruktur yang ada saat ini tidak memadai untuk mempertahankan pertumbuhan dan daya saing ekonomi yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena realisasi investasi infrastruktur hanya mencapai kurang dari setengah kebutuhan yang diperlukan.2014 29 BAB 2 . Kapasitas fiscal tidak memungkinkan untuk mencukupi kebutuhan dana pembangunan infrastruktur.2009 hanya menempatkan Indonesia pada peringkat ke-96 dari 134 negara yang diteliti. di samping faktor kualitas lingkungan hidup. KONDISI DAN TANTANGAN 2. efisiensi pemerintah. image. Liberalisasi jasa konstruksi akan menjadi ancaman sekaligus peluang untuk perluasan pangsa pasar jasa konstruksi di luar negeri. kinerja infrastruktur merupakan faktor kunci dalam menentukan daya saing global.

tantangan pembangunan infrastruktur ke depan adalah bagaimana untuk terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dan kinerjanya semakin dapat diandalkan agar daya tarik dan daya saing Indonesia dalam konteks global dapat membaik. Salah satu isu strategis yang dihadapi adalah bagaimana pembangunan infrastruktur dapat membantu mengatasi besarnya kesenjangan antar-kawasan nusantara: antara Kawasan Barat Indonesia dengan Kawasan Timur Indonesia.3%). Dengan demikian. antara kota Jakarta dan kota-kota lainnya. Tantangan lainnya adalah berkaitan dengan penyelenggaraan otonomi daerah. Secara teoritik.30 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 merupakan penyumbang kedua sebagai faktor problematik dalam melakukan usaha setelah birokrasi pemerintah yang tidak efisen (19. yang lalu diikuti dengan penyebaran pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya. antara kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan. Diperkirakan dalam 20 hingga 25 tahun ke depan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia akan mencapai 65% (Pustra. Tingkat urbanisasi yang relatif tinggi ini belum disertai oleh kemampuan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk oleh urbanisasi tersebut maupun backlog yang telah ada sebelumnya. dan 31 kota baru. dimana sejak bergulirnya era reformasi 1 (satu) dekade yang silam. maka telah terjadi pemekaran wilayah dengan adanya 7 (tujuh) provinsi baru. sehingga proses pengembangan wilayah terjadi karena adanya perkembangan kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.4% per tahun akibat tingginya mobilitas penduduk. 135 kabupaten baru.2014 . terutama masyarakat miskin. Fenomena yang terkait adalah urbanisasi yang cukup tinggi dengan laju 4. antara Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya. Demikian juga ketersediaan infrastruktur belum merata ke semua golongan masyarakat. dan pada akhir tahun 2014 jumlah penduduk perkotaan diperkirakan mencapai 53 – 54%. Dengan demikian hingga saat ini di seluruh wilayah Nusantara rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 2007). kota merupakan mesin pertumbuhan ekonomi (the engine of economic growth).

4% dari total jumlah penduduk pada tahun 2008) dan rendahnya ketersediaan lapangan kerja (9. produktif. dan ekonomi dilakukan tanpa mengakibatkan degradasi lingkungan (menjaga kawasan dan lingkungan hunian agar tetap aman. dan berkelanjutan). kekeringan akan semakin mengancam ketahanan pangan nasional. sosial. Pada masa mendatang. tanah longsor. 400 kabupaten dan 92 kota. Kenyataan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam maupun bencana yang dipicu oleh kegiatan manusia (antropogenik) tidak dapat disangkal lagi. Masih adanya kemiskinan absolut yang tinggi (35 juta jiwa atau 15.2014 31 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 . bencana merupakan bagian dari sejarah dan tetap menjadi isu aktual. nyaman. sosial.5% dari total jumlah usia produktif pada tahun 2008) menjadi bagian yang juga harus diperhatikan dalam penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman.2 juta jiwa pengangguran terbuka atau 8. Menghadapi tantangan di atas. Fenomena kekeringan pada daerah-daerah produksi pangan sudah mulai dialami oleh beberapa wilayah Indonesia. dan intrusi air laut. Isu ini di Indonesia semakin penting sejalan dengan meningkatnya kesadaran ekologi yang dipicu oleh keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin parah dan serius dan sudah pasti apabila tidak ditangani dengan baik akan memberikan dampak yang buruk terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekarang dan di masa mendatang. Tantangan penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman ke depan juga erat terkait dengan pembangunan berkelanjutan yang menjadi bagian dari 3 (tiga) pilar pembangunan (ekonomi. 1 (satu) kabupaten administrasi dan 5 (lima) kota administrasi. Selama satu abad rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan lingkungan) yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Bagi Indonesia. Tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia ialah: bagaimana pembangunan fisik. pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman juga dihadapkan dengan tantangan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (antara lain CO2 dan CH4). dan meningkatnya harga pangan dunia. Dalam mengantisipasi dampak akibat perubahan iklim. termasuk dalam kaitannya dengan pembangunan infrastruktur. kekeringan. banjir. dilakukan upaya adaptasi dan mitigasi sektor ke-PU-an terutama terkait dengan dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk menyokong produksi pangan nasional dan respon terhadap pengelolaan infrastruktur dalam mengantisipasi bencana yang terkait dengan perubahan iklim seperti penurunan ketersediaan air. Sejalan dengan adanya fenomena perubahan iklim (climate change).terdapat 33 provinsi. meningkatkan penyerapan karbon oleh hutan tropis. maka diperlukan pendekatan pembangunan yang bersifat kewilayahan dan direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan ekonomi dan sosial serta ketersedian infrastruktur suatu wilayah agar infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dapat mendukung pengembangan ekonomi dan wilayah secara efisien dan efektif.

Anggaran pemeliharaan terbatas. dan Asia Railway yang akan menuntut upaya sungguh-sungguh dari segenap pelaku pembangunan infrastruktur ke-PU-an. Selain itu. seperti pada kesepakatan kerjasama ekonomi regional: APEC. dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) belum sepenuhnya terpenuhi. dimana setara dapat dilihat dari akses. serta dana preservasi jalan. banyaknya daerah pemekaran baru serta delivery system yang diterapkan. efektivitas. dan fasilitasi bantuan teknis dalam dalam penguatan kapasitas kelembagaan ke-PU-an di daerah. khususnya infrastruktur PU dan permukiman yang pemanfaatannya akan dirasakan secara 32 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . BIMP-EAGA. dan produktivitas yang didukung secara optimal oleh jajaran birokrasi melalui reformasi birokrasi yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas birokrasi serta mewujudkan disiplin dan etos kerja yang prima.2014 . Pelaksanaan pembangunan juga masih diwarnai praktik-praktik Korupsi. Pelayanan infrastruktur dasar di Indonesia saat ini kondisinya relatif tertinggal dibandingkan beberapa negara Asia lainnya. dan dari lembaga keuangan non bank khusus infrastruktur. Isu lainnya yang juga memerlukan perhatian serius untuk lima tahun yang akan datang adalah pentingnya seluruh jajaran ke-PU-an untuk terus meningkatkan efisiensi. Disamping itu. Karena itu upaya untuk memobilisasi berbagai sumber pembiayaan perlu terus dilakukan dan ditingkatkan dengan mengembangkan skema pembiayaan melalui kerja sama pemerintah-swasta (KPS). AFTA. termasuk adanya tugas pembantuan dan dekonsentrasi menuntut adanya pemantapan tugas umum pemerintahan berupa pengaturan. Program ASEAN Highway. bank. demand lebih besar dari supply terutama untuk daerah-daerah cepat tumbuh. Dari sisi penyelenggaraan. dan Nepotisme (KKN) walaupun melalui kebijakan selama ini telah pula dilakukan pembenahan cukup signifikan untuk menghapus praktik-praktik tersebut.terakhir (1907-2007). Sementara di sisi lain kesepakatan MDGs untuk memenuhi sasaran mutu pelayanan infrastruktur terutama penyediaan air bersih dan sanitasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah sudah tidak bisa ditunda lagi. SIJORI. tidak dapat diabaikan pula berbagai kesepakatan pembangunan infratruktur bersama. IMT-GT. pengawasan. pembinanan. dan kesempatan berpartisipasi sementara keadilan dilihat dari aspek manfaatnya. dalam penyelenggaraan infrastruktur PU dan permukiman. sebagaimana ditunjukkan oleh pendanaan infrastruktur yang masih under-investment (< 2% PDB). Kementerian PU juga harus meningkatkan kesetaraan dan keadilan jender. kontrol/kewenangan. Lima tahun ke depan. Kolusi. Upaya ini perlu didukung dengan komitmen tinggi dari seluruh jajaran pegawai PU. sebuah riset yang dilakukan oleh CRED (Centre for Research on the Epidemiology of Disasters) menunjukkan bahwa telah terjadi 343 bencana alam besar dalam wilayah Indonesia. Pembangunan dan pengelolaan infrastruktur ke-PU-an dan permukiman selama 10 tahun terakhir belum dilakukan secara baik.

sekaligus mewujudkan kesejahteraan sosial dan kenyamanan lingkungan. tantangan pembangunan infrastruktur ke depan adalah bagaimana untuk terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dengan kinerja yang semakin dapat diandalkan agar daya tarik dan daya saing Indonesia dalam konteks global dapat terus meningkat. dan difable. serta sulitnya pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur yang menyebabkan terhambatnya kelancaran pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya. disparitas dan distribusi penduduk di Jawa dan luar Jawa. khusunya bidang PU dan permukiman di Indonesia adalah kendala alamiah berupa struktur wilayah geografis.KONDISI DAN TANTANGAN langsung oleh masyarakat harus dapat dirasakan secara aman dan nyaman bagi semua golongan masyarakat. Tantangan umum lainnya yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur. termasuk golongan masyarakat dengan kebutuhan khusus (special needs) seperti lansia. Dengan demikian.2014 33 BAB 2 . rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . menurunnya kinerja infrastruktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah seperti jalan provinsi/kabupaten/kota. Demikian pula dengan infrastruktur yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah diharapkan akan dapat terus mendorong percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. anak-anak.

000 Ha per tahun.  Kinerja pelayanan jaringan reklamasi rawa belum optimal dimana dari 33. bencana alam.  Menyeimbangkan jumlah pasokan air dengan jumlah kebutuhan air di berbagai sektor kehidupan. kurangnya operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.  Melakukan pengelolaan resiko yang diakibatkan oleh daya rusak air seperti banjir. Isu strategis sub bidang SDA  Kinerja pelayanan jaringan irigasi yang belum optimal. kekeringan.  Melakukan upaya dan langkah mitigasi dan adaptasi bidang SDA dalam menghadapi dampak negatif perubahan iklim. baik untuk air permukaan maupun air tanah sebagai dampak dari laju deforestasi dan eksplorasi air tanah yang berlebihan yang telah menyebabkan land subsidence dan intrusi air asin/laut. sampai saat ini hanya sekitar 1.8 juta ha jaringan reklamasi rawa yang telah dikembangkan Pemerintah. agar air yang berlimpah di musim hujan selama 5 bulan dapat digunakan untuk memasok kebutuhan air pada musim kemarau yang berlangsung selama 7 bulan. Tantangan pembangunan sub bidang SDA  Mengendalikan ancaman ketidakberlanjutan daya dukung SDA. Sub Bidang Sumber Daya Air (SDA) 1.  Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian beririgasi yang rata-rata terjadi ± 100. 2.34 juta ha daerah irigasi yang belum dapat berfungsi secara optimal karena adanya kerusakan jaringan irigasi yang antara lain diakibatkan oleh umur konstruksi. dan masih rendahnya keterlibatan petani dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan jaringan irigasi.2 juta ha luas daerah irigasi yang telah dibangun diperkirakan masih sekitar 1.4 juta ha lahan rawa yang merupakan lahan rawa pasang surut dan rawa lebak termasuk lahan rawa bergambut. Penyediaan air baku untuk mendukung penyediaan air minum belum dapat mencukupi sepenuhnya dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi target Millennium Development Goals (MDGs) yang menetapkan bahwa pada tahun 2015 separuh dari jumlah penduduk Indonesia harus dapat dengan mudah mengakses air untuk kebutuhan air minum.2014 .  Perubahan garis pantai akan menimbulkan masalah dalam kaitannya 34 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta abrasi pantai. a. dimana dari 7.Selanjutnya tantangan dan isu strategis masing-masing infrastruktur PU dan permukiman diuraikan di bawah ini.  Menyediakan air baku untuk mendukung penyediaan air minum.

2014 35 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .  Melakukan penataan organisasi pengelola SDA seperti Unit Pelaksana Teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)/Balai Wilayah Sungai (BWS) maupun Unit Pelaksana Teknis Daerah/Balai Prasarana SDA. tanah longsor.  Meningkatkan koordinasi dan ketatalaksanaan penanganan SDA untuk mengurangi konflik antarpengguna sumber daya air. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan gempa bumi  Menyelenggarakan pembinaan yang lebih intensif kepada pemerintah daerah dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan irigasi.  Mempertahankan kemampuan penyediaan air dari sumber-sumber air dari dampak berkurangnya areal terbuka hijau dan menurunnya kapasitas wadah-wadah air baik alamiah maupun buatan dengan cepat. tsunami.  Meningkatkan kinerja pengelolaan Sistem Informasi SDA (SISDA) pada BBWS/ BWS dan Dinas SDA dan melengkapi data dan informasi tentang SDA untuk dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan serta memperluas akses publik terhadap data dan informasi SDA.  Mengembalikan fungsi seluruh infrastruktur SDA yang mengalami kerusakan karena bencana alam seperti banjir.dengan perlindungan sarana dan prasarana sepanjang pantai dan batas wilayah Negara.

 Meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan serta operasi dan pemeliharaan prasarana jalan untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap prasarana jalan yang ada. pusat kegiatan ekonomi kreatif. baik dari segi akses.  Meningkatkan keterpaduan sistem jaringan transportasi dan penyelenggaraan secara umum jalan daerah di tengah-tengah desentralisasi dan otonomi daerah dan situasi kelembagaan penyelenggaraan jalan yang masih memerlukan perkuatan terutama dalam menyiapkan produk-produk pengaturan.  Meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna maupun pemanfaat jalan dalam memanfaatkan prasarana jalan yang tersedia. keseimbangan pembangunan antarwilayah terutama percepatan pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI). maupun kesalahan penggunaan dan pemanfaatan jalan. b.  Menjaga integrasi nasional melalui sistem jaringan jalan nasional.2014 . daerah tertinggal.  Mempertahankan peran dan fungsi prasarana jaringan jalan sebagai pengungkit dan pengunci dalam pengembangan wilayah di antara berbagai gangguan bencana alam. 36 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Sub Bidang Bina Marga (Jalan) 1.  Mengantisipasi pertumbuhan prosentase kendaraan dibandingkan jalan yang telah mencapai 11: 0. daerah perbatasan.  Mencari peluang-peluang investasi baru dalam upaya pengembangan infrastruktur SDA. Tantangan pembangunan sub bidang jalan  Pemenuhan kebutuhan prasarana jalan yang berbasiskan pada tata ruang dan sistem transportasi nasional harus memenuhi standar keselamatan jalan dan berwawasan lingkungan dalam menunjang sektor riil. kontrol. domestic connectivity. dan meningkatkan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan jalan. partisipasi. dan sistem logistik nasional dalam rangka pencapaian MDGs. terutama pada lintas utama dan wilayah perkotaan khususnya 8 (delapan) kota metropolitan. fasilitasi jalan daerah.4 (pendekatan demand approach) yang terus akan mengalami peningkatan seiring perkembangan dan kompetisi global. maupun manfaatnya. Mengupayakan pengarusutamaan gender dalam proses pelaksanaan kegiatan bidang SDA. serta mengurangi kesenjangan dalam pulau maupun antara kota dan desa. disamping juga memenuhi kebutuhan aksesibilitas kawasan produksi dan industri serta outlet.

KONDISI DAN TANTANGAN  Masih banyaknya titik kemacetan lalu-lintas pada jaringan jalan di perkotaan terutama di 9 (sembilan) kota metropolitan (Medan. baik dari segi akses. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kontrol. 2. maupun manfaatnya. dan Lintas Barat Sulawesi masih belum memadai dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.  Jaringan jalan tol Trans Jawa (koridor Jakarta – Surabaya) yang masih belum tersambung dalam mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi. Denpasar. dan 11 (sebelas) ruas strategis di Papua masih sangat kurang dalam mendukung pengembangan potensi wilayah. Makassar. yaitu Lintas Timur Sumatera. Palembang. Demikian pula jalan akses yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan nasional. Pantai Utara Jawa. pelabuhan laut (outlet) dan pelabuhan udara yang masih mengalami kemacetan. partisipasi. Semarang. seperti kawasan industri.  Sebagian ruas-ruas baru yang dibangun belum dapat berfungsi karena hambatan penyediaan tanah dan kekurangan alokasi dana. Lintas Selatan Kalimantan. Bandung. Isu strategis sub bidang jalan  Jaringan jalan di lintas utama 4 (empat) pulau besar. Mengupayakan pengarusutamaan jender dalam proses pelaksanaan kegiatan sub-bidang jalan. dan Banjarmasin) dan kota-kota non-metropolitan. Jakarta. Surabaya.2014 37 BAB 2 .

jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota serta penyelenggaraan regulasi. ruang pengawasan jalan. serta jaringan jalan di kawasan perbatasan dan di pulau-pulau terdepan/terluar terutama pintu gerbang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena belum sepenuhnya berfungsi untuk mendukung transportasi lintas pulau dan melayani mobilitas dan aksesibilitas masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah. dan menjaga pertahanan nasional. Tantangan pembangunan sub bidang ke-Cipta Karya-an  Perlunya menetapkan target-target kinerja yang lebih jelas untuk meningkatkan kinerja TPA yang berwawasan lingkungan di kota metropolitan/ besar yang sampai saat ini masih belum menuai hasil yang optimal.  Meningkatkan/mempertahankan tingkat kenyamanan prasarana jalan di tengah-tengah keterbatasan alokasi pendanaan untuk penanganan jaringan jalan. ruang milik.  Meningkatkan koordinasi kelembagaan penyelenggaraan jalan antara penyelenggaraan jalan nasional.  Makin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek kesehatan akan menuntut pelayanan sanitasi sesuai dengan kriteria kesehatan dan standar teknis.  Meningkatkan aksesibilitas bagi daerah terisolasi dan terpencil.  Menyelaraskan pembangunan prasarana jalan dengan dengan amanat RTRWN. Pembebanan berlebih (overloading) masih terjadi terutama pada lintas Pantura Jawa dan lintas Timur Sumatera. dan kawasan di sepanjang koridor jaringan jalan). yang meliputi pemantapan jaringan jalan arteri dan kolektor primer.  Memperluas akses pelayanan sanitasi dan peningkatan kualitas fasilitas sanitasi masyarakat yang akan berpengaruh terhadap kualitas kehidupan dan daya saing sebuah kota dan sebagai bagian dari jasa layanan publik dan kesehatan. meningkatkan kesejahteraan. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang masih rendah. dan perijinan pemanfaatan ruang jalan (ruang manfaat.  Meningkatkan keterpaduan penanganan drainase dari lingkungan terkecil hingga wilayah yang lebih luas dalam satu wilayah administrasi maupun antar kabupaten/kota dan provinsi. kelembagaan. sementara konflik sosial yang berkaitan dengan pengelolaan TPA sampah sampai saat ini masih sering terjadi di samping ketersediaan sarana dan prasarana persampahan yang masih belum memadai.2014 . pembagian kewenangan. 38 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 c. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Sub Bidang ke-Cipta Karya-an (Infrastruktur Permukiman) 1.

dan rawan kriminalitas.  Melanjutkan program pengembangan kawasan agropolitan. kontrol.  Mengembangkan kemampuan masyarakat dalam penyediaan air minum baik dalam pengolahan maupun pembiayaan penyediaan air minum. menengah. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . besar. rata-rata sekitar 820. dan kecil mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional.  Angka kemiskinan perkotaan yang masih tinggi.  Meningkatkan kesadaran masyarakat agar dalam membangun bangunan gedung memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat meminimalkan terjadinya banjir. Mendorong dan meningkatkan keterlibatan dunia usaha (swasta) dalam pendanaan pembangunan prasarana air minum.  Menyelaraskan pertumbuhan pembangunan kota-kota metropolitan.2014 39 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .  Mendorong penerapan konsep gedung ramah lingkungan (green building) untuk mengendalikan penggunaan energi sekaligus mengurangi emisi gas dan efek rumah kaca dalam kerangka mitigasi dan adaptasi terhadap isu pemanasan global. partisipasi. c) Diperkirakan pada tahun 2025 nanti 68.  Mengupayakan pengarusutamaan jender dalam proses pelaksanaan kegiatan sub-bidang infrastruktur permukiman. kekumuhan.000 unit rumah setiap tahunnya.  Meningkatkan pengendalian pemanfaatan ruang khususnya pemanfaatan ruang bagi permukiman. b) Saat ini penduduk perkotaan mencapai 50% dari total penduduk nasional.3 persen penduduk Indonesia akan mendiami kawasan perkotaan. Isu strategis sub bidang ke-Cipta Karya-an  Proporsi penduduk perkotaan yang bertambah a) Arus urbanisasi perkotaan mengalami peningkatan yang amat tajam. longsor. b. baik dari segi akses.  Memenuhi backlog perumahan sebesar 6 juta unit sebagai akibat dari terjadinya penambahan kebutuhan rumah akibat penambahan keluarga baru. maupun manfaatnya.  Meningkatkan keandalan bangunan baik terhadap gempa maupun kebakaran melalui pemenuhan persyaratan teknis dan persyaratan administrasi/perizinan.

b) Sementara kota-kota besar saja. b) Bentuk persaingan pun bergeser dari comparative advantages menuju ke era competitive advantages.  Kerusakan lingkungan hidup a) Meningkat dan tidak terkendalinya penggunaan ruang dan sumber daya alam di permukaan.25 juta jiwa penduduk Indonesia tinggal di kawasan kumuh yang terletak di kawasan perkotaan dengan luas mencapai sekitar 54. b) Di satu sisi.  Kota sebagai engine of growth a) Kota-kota besar dan menengah yang berjumlah 37 kota. mempunyai sumbangan 40% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.  Daya saing kota dan demokratisasi a) Di era globalisasi saat ini. yang hanya berjumlah 14 kota. terutama di kota-kota besar dan metropolitan. atau hanya 3. c) Di sisi lain. desentralisasi berhasil membawa pemerintah daerah dalam nuansa kompetisi yang kondusif untuk mendorong pembangunan perkotaan di masing-masing daerah. b) Saat ini sekitar 18% atau 21. di bawah dan di atas tanah kawasan perkotaan. mampu menyumbang 30% dari total PDB nasional. pembangunan yang ekspansif dan tidak terencana justru akan membahayakan daya dukung kota. b) Posisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire memerlukan perencanaan permukiman yang terarah dan berkelanjutan.  Perubahan Iklim dan bencana alam a) Meningkatnya temperatur rata-rata bumi dan meningkatnya permukaan air laut menimbulkan bahaya banjir. 40 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . atau 9% dari total jumlah daerah otonom.4% dari total jumlah daerah otonom.a) Angka kemiskinan penduduk perkotaan mengalami kenaikan relatif tinggi akibat krisis finansial lokal dan global.  Desentralisasi a) Persebaran kota di Indonesia saat ini lebih banyak terpusat di Pulau Jawa. kota-kota di Indonesia tidak hanya harus bersaing dengan kota-kota di dalam negeri semata.2014 .000 Hektar.

 Pembinaan jasa konstruksi selama ini dipersepsikan secara sempit sebagai rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pemberdayaan. b) Jika aspek modal sosial tidak diperhitungkan. maka investasi yang dilakukan tidak mendorong peningkatan kesejahteraan. Tantangan pembangunan sub bidang jasa konstruksi  Badan Pembinaan Konstruksi (BP Konstruksi) Kementerian PU menerima mandat sebagai pembina jasa konstruksi nasional untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. pemerintah perlu terus meningkatkan pembinaan jasa konstruksi baik dalam bentuk pengaturan. d.KONDISI DAN TANTANGAN  Modal sosial a) Penduduk dan kekayaan bangsa merupakan potensi modal sosial. Sub Bidang Jasa Konstruksi 1.2014 41 BAB 2 . sejalan dengan meningkatnya perhatian dan harapan berbagai pihak terhadap jasa konstruksi. maupun pengawasan sesuai lingkup pembinaan yang telah diuraikan di muka. Tantangan ke depan.

petunjuk teknis mengenai pembentukan unit struktural pembina jasa konstruksi di daerah belum tersedia dan Tim Pembina jasa konstruksi di tingkat pusat sesuai PP 30/2000 yang bertugas untuk mengkoordinasikan pembinaan jasa konstruksi antar Kementerian dan LPND terkait belum terbentuk. Sedangkan 60% pasar jasa konstruksi Indonesia lainnya. justru dikuasai oleh kontraktor asing terutama di sektor migas. Termasuk perlunya memperkuat para pelaku usaha konstruksi kecil dan menengah antara lain yang disebabkan oleh lemahnya penguasaan teknologi dan akses permodalan Badan Usaha Jasa Konstruksi.  Masih seringnya terjadi kegagalan bangunan dan mutu konstruksi yang tidak sesuai standar teknis yang di antaranya disebabkan oleh lemahnya pengawasan dan belum konsistennya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (SMK3 Konstruksi) serta Sistem Manajemen Mutu Konstruksi (SMM Konstruksi) yang belum berjalan secara konsisten.2014 .  Dari sekitar 145 ribu kontraktor di Indonesia hampir semuanya memperebutkan 40% pangsa pasar jasa konstruksi nasional yang umumnya disediakan pemerintah (APBN dan APBD). sementara forum jasa konstruksi belum efektif dalam menumbuhkembangkan usaha jasa konstruksi nasional serta memberi masukan bagi Pemerintah dalam menyelenggarakan pembinaan jasa konstruksi.  Memperkuat pasar konstruksi dan meningkatkan profesionalisme industri konstruksi.  Meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan jasa konstruksi sebagai tindak lanjut Surat Edaran Mendagri No. Sementara itu permintaan keterlibatan badan usaha/tenaga kerja konstruksi Indonesia di luar negeri terus meningkat.bagian dari tugas Kementerian PU semata dan belum menjadi tanggung jawab semua pihak sesuai tugas dan kewenangannya. 601/2006 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi di Daerah dengan membentuk Tim Pembina yang mengkoordinasikan pembinaan jasa konstruksi daerah dan pengalokasian APBD untuk pembinaan jasa konstruksi perlu mendapat apresiasi yang positif. Selain itu. Namun sayangnya unit struktural pembina jasa konstruksi daerah yang telah terbentuk belum seluruhnya efektif.  Masih belum dimilikinya data base peralatan dan material konstruksi di tiaptiap provinsi secara lengkap. Hal ini terjadi di antaranya karena PP 41/2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa pembinaan jasa konstruksi termasuk dalam rumpun urusan pekerjaan umum.  Berbagai kebijakan percepatan investasi swasta beserta dukungan Pemerintah yang dapat disediakan belum berjalan efektif.  Asosiasi konstruksi juga masih lebih cenderung mengutamakan kepentingankepentingan jangka pendek kelompok masing-masing. 42 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

 Meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi menuju tenaga ahli dan tenaga terampil bidang konstruksi yang berdaya saing tinggi sesuai SKKNI. Isu strategis sub bidang jasa konstruksi investasi infrastruktur belum KONDISI DAN TANTANGAN  Meningkatkan kompetensi SDM konstruksi Indonesia dalam skala nasional maupun skala internasional. 2. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Berbagai potensi sumber pendanaan dimanfaatkan secara maksimal. Kementerian Pekerjaan Umum perlu melakukan pelatihan berbasis kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi internasional bagi lulusan perguruan tinggi yang akan bekerja di sektor konstruksi sehingga lulusannya memiliki kompetensi berstandar internasional.  Berbagai kebutuhan dana investasi infrastruktur yang harus dipenuhi dari investasi swasta (financing gap sebesar Rp 978 Triliun). sehingga langsung atau tidak langsung menyebabkan tenaga ahli dan tenaga terampil bidang konstruksi masih jauh dari cukup yang di antaranya disebabkan oleh pelaksanaan assessment sertifikasi belum sesuai ketentuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).2014 43 BAB 2 . Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi masih menghadapi permasalahan pada proses sertifikasi yang masih kurang obyektif dan mahal.

 Meningkatkan kualitas lembaga pelatihan dan lembaga uji/sertifikasi dalam proses pelatihan dan sertifikasi. 44 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kemudahan.2014 . dan ramah lingkungan di bidang pembangunan konstruksi dalam rangka merespon pemanasan global.  Praktik-praktik kolusi. dengan pengembangan sarana dan prasarana pelatihan dan pendampingan instruktur dan asesor yang berkualitas.  Lemahnya akses permodalan Badan Usaha Jasa Konstruksi dan belum adanya lembaga pertanggungan untuk memberikan prioritas. Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana pelatihan mengacu pada kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi (kondisi prasarana dan sarana pelatihan saat ini sangat jauh tertinggal dibandingkan beberapa negara tetangga). pelayanan. Kondisi ini telah membuat persaingan di industri konstruksi belum sepenuhnya berdasarkan kompetensi dan profesionalisme.  Penerapan konsep sustainable/green construction yang merupakan proses konstruksi yang menggunakan metode/konsep serta bahan bangunan yang tepat. dan nepotisme (KKN) dalam industri konstruksi nasional dan perilaku bisnis jasa konstruksi masih menjadi sorotan publik sampai saat ini. efisien. korupsi. tetapi lebih berdasarkan pada kemampuan negosiasi atau lobby. dan akses dalam memperoleh jaminan pertanggungan risiko. sehingga menyebabkan kualitas konstruksi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

baik di pasar domestik.  Melakukan pembinaan penataan ruang. Pasar jasa konstruksi nasional masih terdistorsi akibat ketidakseimbangan antara supply dan demand. KONDISI DAN TANTANGAN e. maupun manfaatnya. khususnya infrastruktur pekerjaan umum. Kawasan Strategis Nasional. Oleh karena itu perlu upaya pembinaan perusahaan jasa konstruksi melalui penerapan kualifikasi/klasifikasi persyaratan kemampuan dalam pendirian badan usaha jasa konstruksi. kontrol. baik dari segi akses.  Liberalisasi perdagangan jasa konstruksi merupakan suatu proses yang sedang berjalan dan tidak perlu diperdebatkan apakah Indonesia siap atau tidak siap. maupun di pasar internasional.  Perlunya berbagai inovasi pola pembiayaan investasi infrastruktur. prosedur dan kriteria (NSPK) di bidang penataan ruang untuk mendukung implementasi penataan ruang di lapangan. dan Peraturan Menteri berupa norma. serta Perda RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan amanat Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 tentang Recana Tata Ruang Wilayah Nasional. partisipasi.  Perlunya mempertajam kebijakan dukungan Pemerintah dalam kerangka Public Private Partnership (PPP) agar kebijakan yang ada dapat berjalan efektif.  Pengarusutamaan gender dalam proses pelaksanaan kegiatan subbidang jasa konstruksi.  Otonomi daerah sebagai instrumen desentralisasi akan menjadi pendorong perdagangan jasa konstruksi nasional dengan diterapkannya kebijakan penanaman modal langsung ke daerah. Bidang Penataan Ruang 1.  Melakukan percepatan penyelesaian Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Pulau / Kepulauan. standar. Yang lebih penting adalah menyiapkan penyedia jasa konstruksi yang berdaya saing tinggi. Peraturan Presiden. serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. yaitu Peraturan Pemerintah. khususnya dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan serta peningkatan kemampuan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Tantangan pembangunan bidang penataan ruang  Menyelesaikan dan melengkapi peraturan operasionalisasi Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.  Perlunya mendorong dan memfasilitasi pemanfaatan sumber-sumber pendanaan investasi infrastruktur yang tersedia.2014 45 BAB 2 .

Isu strategis bidang penataan ruang  Tingginya alih fungsi lahan.  Melakukan pengawasan penyelenggaraan penataan ruang baik di tingkat pusat dan daerah dalam rangka menjamin kesesuaian antara rencana tata ruang dan implementasinya.  Meningkatkan kualitas pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang terutama melalui dukungan sistem informasi dan monitoring penataan ruang di daerah untuk mengurangi terjadinya konflik pemanfaatan ruang antar sektor. dan kekeringan. 2. perijinan dan pemberian insentif serta pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. baik di tingkat pusat maupun di daerah. 46 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kemacetan lalulintas dan tingginya PKL dan sektor informal.  Meningkatkan efektivitas pengendalian pemanfaatan ruang melalui penetapan peraturan zonasi.  Perlunya mendorong terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan untuk menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana banjir.  Masih tingginya ketimpangan antar wilayah di bagian barat dan timur Indonesia serta masihn banyaknya jumlah kawasan tertinggal di pulau Sumatera.  Meningkatnya jumlah Daerah Aliran Sungai yang kritis yang ditandai dengan berkurangnya luas kawasan hutan dan menurunnya proporsi ruang terbuka hijau di perkotaan.2014 . terutama dari kawasan hutan dan pertanian menjadi daerah terbangun. longsor.aparat perencana maupun pelaksana pengendalian pemanfaatan ruang.  Makin meningkatnya urbanisasi dan jumlah penduduk perkotaan yang belum diimbangi dengan kualitas penyediaan infrastruktur permukiman dan infrastruktur perkotaan yang memadai. yang ditandai dengan masih banyaknya kawasan kumuh perkotaan. yang diperburuk dengan adanya dampak perubahan iklim berupa kenaikan muka air laut dan siklus hidrologi yang ekstrim. baik berupa kawasan industri maupun permukiman. untuk menjamin pelaksanaaan RTR yang semakin berkualitas serta dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang yang efektif. antar wilayah dan antar pemangku kepentingan. Kalimantan dan Sulawesi akibat belum meratanya infrastruktur. tsunami. gempa bumi. Jawa.

dan insentif masih perlu diperbaiki. dan (v) pelaksanaan pengarusutamaan jender. Tantangan aspek litbang  Menyediakan IPTEK siap pakai untuk: (i) meningkatkan akses masyarakat terhadap upaya upaya pengendalian pemanfaatan ruang termasuk mitigasi dan adaptasi terhadap bencana.2014 47 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .  Memenuhi tuntutan Reformasi Birokrasi penyelenggaraan Litbangrap IPTEK yang meliputi: (i) perbaikan struktur organisasi agar tepat fungsi dan tepat ukuran. (v) menurunkan Biaya Operasi Kendaraan (Aplikasi UU Jalan).  Memanfaatkan peluang riset insentif (kegiatan riset yang didanai oleh Depdiknas bukan oleh Kementerian PU) untuk meningkatkan pengalaman dan keahlian para calon peneliti dan perekayasa sehingga dapat mengurangi kesenjangan keahlian akibat kebijakan zero growth. (vii) meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. dan media informasi dalam proses pelaksanaannya.  Melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga litbang internasional dalam rangka meningkatkan kompetensi lembaga maupun SDM litbang dalam mengantisipasi dampak pemanasan dan perubahan iklim global. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . (viii) meningkatkan cakupan pelayanan prasarana dasar (aplikasi UU SDA.f. Penelitian dan Pengembangan (Litbang) 1.  Memperluas simpul-simpul pemasyarakatan IPTEK PU. (ii) perbaikan proses kerja untuk meningkatkan kinerja Litbangrap IPTEK. Standar bahan konstruksi bangunan dan rekayasa sipil termasuk memperluas kontribusi perguruan tinggi. (iii) memperbaiki sistem manajemen SDM untuk meningkatkan kompetensi peneliti dan perekayasa bidang PU dan permukiman. dan (ix) pemanfaatan bahan lokal dan potensi wilayah. (iv) memperbaiki kualitas air baku (aplikasi UU SDA). tanggungjawab. UU Sampah). asosiasi.  Mempercepat proses standardisasi untuk menambah jumlah SNI maupun pedoman di bidang bahan konstruksi bangunan dan rekayasa sipil yang dapat mengantisipasi semakin meningkatnya proteksi produk dan standar oleh negara lain. (iii) mengurangi kelangkaan air baku. (iv) keseimbangan antara beban. khususnya terhadap penyediaan dan kualitas pelayanan infrastruktur bidang PU dan permukiman. (ii) meningkatkan efisiensi dan efektifitas pendayagunaan air irigasi.

aspek: (i) penggunaan atau pemanfaatan air baku untuk irigasi. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .  Pemanfaatan potensi Perguruan tinggi dan asosiasi profesi/tenaga ahli untuk mempercepat penyusunan. Isu strategis pada aspek penelitian dan pengembangan  Inovasi iptek untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global khususnya aspek. air minum dan industri. terutama untuk pemenuhan cakupan pelayanan dasar. (ii) mekanisme pinjaman lunak yang dikemas seolah-olah merupakan bantuan.  Masuknya teknologi luar melalui: (i) investasi modal asing. pabrik-pabrik). dan (v) lembaga litbang negara lain dalam mendukung proyek-proyek internasional di Indonesia.  Mitigasi dan adaptasi dampak pemanasan global. bangunan gedung.  Optimalisasi pemanfaatan pilihan pilihan IPTEK infrastruktur PU dan permukiman siap pakai oleh para stakeholders di pusat dan daerah. (iii) persyaratan perjanjian pinjaman. (iv) standardisasi. (ii) penghematan dan konsevasi air. dan perlunya penyiapan peta kontribusi infrastruktur terhadap pemanasan global. dan percepatan penanganan kawasan tertinggal. dan penataan kawasan.  Meningkatnya proteksi teknologi luar negeri dan perluasan pemasarannya di dalam negeri yang dilakukan melalui mekanisme standardisasi produk dan diberlakukan di tingkat regional. termasuk pencemaran udara yang berasal dari sumber bergerak (kendaraan) maupun sumber tetap (tempat pembuangan sampah. pemasyarakatan dan penerapan serta pengawasan pemanfaatan standar bahan konstruksi bangunan dan rekayasa sipil.48 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 2. (iii) penanggulangan daya rusak air. dan (iv) pengendalian banjir di musim hujan dan frekuensi kebakaran di musim kemarau.

 Diperlukan peningkatan tertib administrasi sesuai dengan perkembangan pembangunan dan daya kritis masyarakat yang terus berkembang belum sepenuhnya efektif.  Masih adanya hasil pembangunan sarana dan prasarana bidang pekerjaan umum dan permukiman yang kualitasnya masih rendah dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan serta tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. KONDISI DAN TANTANGAN h.  Masih lemahnya sistem Pengendalian Internal di masing-masing unit kerja. antar bidang. seperti ukuran organisasi yang dirasakan masih terlalu gemuk dan struktur yang belum sepenuhnya efektif.  Masih belum sepenuhnya dilaksanakan penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan pembangunan sarana dan prasarana infrasruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman pada masing-masing unit kerja di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Isu strategis pada Sekretariat Jenderal  Kualitas dan produktivitas SDM belum cukup memadai. Meningkatnya pembajakan teknologi yang sedang dalam proses penelitian maupun yang telah selesai diteliti sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). g. Isu strategis pada aspek pengawasan  Mengurangi kebocoran. Pengawasan 1.sehingga diperlukan langkah-langkah reformasi birokrasi yang strategis dan terintegrasi  Diperlukan koordinasi internal yang kuat: antarfungsi manajemen. sehingga diperlukan langkah-langkah reformasi birokrasi yang strategis dan terintegrasi  Kapasitas institusi Kementerian PU memiliki keterbatasan. meningkatkan kualitas infrastruktur dan mengayomi pelaksana yang telah bekerja dengan baik dan benar. Sekretariat Jenderal 1. sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai yang dijiwai semangat kewirausahaan untuk menjadi basis bagi pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan pelanggan/pengguna.antar sub-bidang serta antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka menentukan keberlangsungan pengelolaan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . implementasi dan evaluasi program dan kegiatan.  Diperlukan sinkronisasi dan koordinasi yang lebih baik dalam perencanaan.2014 49 BAB 2 .

masih bersifat manajemen proyek belum manajemen aset. dan kontribusi bagi peningkatan kualitas lingkungan. Tantangan pembangunan aspek kelembagaan dan SDM  Peningkatan kebutuhan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman di berbagai wilayah dan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. Kelembagaan dan SDM 1.  Penyelenggaraan good governance yang efektif untuk mengimbangi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pembangunan.  Pengembangan kapasitas SDM Kementerian PU untuk mendukung perubahan peran Kementerian PU ke depan yang diharapkan berubah dari yang semula lebih dominan sebagai operator-regulator menjadi dominan regulator-fasilitator.  Peningkatan koordinasi penyelenggaraan infrastuktur pekerjaan umum antartingkatan pemerintahan dan antarpelaku pembangunan. kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Diperlukan penyusunan produk-produk kajian untuk pimpinan Kementerian yang sifatnya early warning/pemecahan masalah yang mendesak dan produk-produk yang sifatnya permintaan pimpinan Kementerian.melalui prinsip-prinsip good governance. yaitu: kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.  Materi kediklatan perlu disesuaikan dengan teknologi baru. masih terkesan hanya mengelola supply belum mengelola demand.  Pengelolaan: Masih sangat birokratik belum inovatif (ala korporasi).  Reformasi birokrasi dalam rangka mencapai 3 (tiga) strategic goals Kementerian PU.2014 . dengan kapasitas inovasi dan kreativitas yang masih terbatas. 2. 50 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 i.  Pengelolaan aset infrastruktur nasional (pusat dan daerah) bidang ke-PUan belum cukup baik sehingga perlu ada strategi pengamanan fisik dan dokumen aset yang baik. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .  Diperlukan reformasi peraturan perundang-undangan untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan administrasi. Isu strategis aspek kelembagaan dan SDM  Praktik penyelenggaraan ke-PU-an ke depan tidak lagi diwarnai oleh sistem yang birokratis. kurang fleksibel. materi harus up to date serta menggunakan teknologi informasi.

belum memperhatikan aspek pemanfaatan dan pengembangan aset. di mana saat ini jumlah pegawai telah mencapai 20. sementara pada tahun 2005 berjumlah 5. Kegiatan pengelolaan infrastruktur masih terkonsentrasi pada aspek pembangunan.000 pegawai. seperti ukuran organisasi yang dirasakan masih terlalu gemuk dan struktur yang belum sepenuhnya efektif.  Kapasitas institusi Kementerian PU memiliki keterbatasan. sedangkan kuantitas SDM aparatur telah melampaui kebutuhan nyata.  Kualitas dan produktivitas SDM aparatur saat ini tidak cukup memadai untuk menjalankan tugas dan fungsi Kementerian PU.2014 51 KONDISI DAN TANTANGAN BAB 2 .000 pegawai.  Koordinasi dan kerjasama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah ke depan akan semakin penting dalam menentukan keberlangsungan pengelolaan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan infrastruktur di daerah. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

DAN TUJUAN BAB 3 .VISI. MISI.

Pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas.1. kuantitas. VISI KEMENTERIAN PU P embangunan infrastrukur pekerjaan umum diselenggarakan dalam rangka mencapai visi jangka panjang: “Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025”. keselamatan dan kecepatan tempuh rata-rata. Kondisi dan fungsi sarana dan prasarana sumber daya air yang dapat memberikan pelayanan yang mendukung terwujudnya kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan. dimana infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang terbangun telah memenuhi kualifikasi teknis sesuai perkembangan dan kemajuan teknologi serta beroperasi secara optimal seiring dengan tuntutan kualitas kehidupan masyarakat. Pelayanan jalan yang memenuhi standar pelayanan minimum yang mencakup aspek aksesibilitas (kemudahan pencapaian). mobilitas.3. Makna dari infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman yang andal merupakan perwujudan dari tingkat ketersediaan dan pelayanan bidang pekerjaan umum dan permukiman yang penjabarannya meliputi: 1. 4. kondisi jalan. 2. dan kontinuitas yaitu penyediaan air minum yang memenuhi standar baku mutu dan kesehatan manusia dan dalam jumlah yang memadai serta jaminan pengaliran 24 (dua puluh empat) jam per hari. 53 . 3. Visi tersebut merupakan sebuah gambaran yang akan diwujudkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2025. Pelayanan prasarana dan sarana sanitasi yang terpadu dan menggunakan metode yang ramah lingkungan serta sesuai standar teknis.

produktif dan berkelanjutan yang mencerminkan keadaan masyarakat yang semakin sejahtera. Kondisi dan kualitas pelayanan tersebut dibarengi dengan cakupan pelayanan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang semakin luas. B rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Penyusunan program dan pelaksanaan pembangunan semua infrastruktur PU dan permukiman yang andal tersebut berbasis penataan ruang. Bangunan gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan.2. 2. andal dan berkelanjutan. 54 VISI.2014 . 3. MISI DAN TUJUAN BAB 3 3.5. 4. yaitu: 1. 6. proses penyelenggaraan konstruksi yang baik dan menjadikan pelaku sektor konstruksi tumbuh dan berkembang. kenyamanan dan kemudahan. nyaman. Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan penyediaan jaringan jalan yang andal. sehingga tercipta kehidupan yang aman. maka untuk mencapai Visi Kementerian PU “Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025 ”. Jasa konstruksi nasional yang berdaya saing dan mampu menyelenggarakan pekerjaan konstruksi yang lebih efektif dan efisien. kesehatan. terpadu dan berkelanjutan. dan 7. Menyelenggarakan pengelolaan SDA secara efektif dan optimal untuk meningkatkan kelestarian fungsi dan keberlanjutan pemanfaatan SDA serta mengurangi resiko daya rusak air. Mewujudkan penataan ruang sebagai acuan matra spasial dari pembangunan nasional dan daerah serta keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis penataan ruang dalam rangka pembangunan berkelanjutan. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang layak huni dan produktif melalui pembinaan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur permukiman yang terpadu. ditetapkan Misi Kementerian PU tahun 2010 – 2014. Menyelenggarakan industri konstruksi yang kompetitif dengan menjamin adanya keterpaduan pengelolaan sektor konstruksi. MISI KEMENTERIAN PU erdasarkan mandat yang diemban oleh Kementerian PU sebagaimana yang tercantum di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 dan sejalan dengan tugas dan fungsi Kementerian PU. merata dan berkeadilan. 5.

terintegrasi serta inovatif dengan menerapkan prinsipprinsip good governance. standar. 4. nyaman. ketahanan pangan. 7. norma. produktif dan berkelanjutan. 2. 3. Meminimalkan penyimpangan dan praktik-praktik KKN di lingkungan Kementerian PU dengan meningkatkan kualitas pemeriksaan dan pengawasan profesional. 8. ketahanan air dan ketahanan energi. manual dan/atau kriteria pendukung infrastruktur PU dan permukiman. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. maka tujuan yang akan dicapai oleh Kementerian PU dalam periode lima tahun ke depan adalah: VISI.6. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan serta Penerapan: IPTEK. TUJUAN KEMENTERIAN PU S ebagai penjabaran atas visi Kementerian PU. Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. 5. Menyelenggarakan dukungan manajemen fungsional dan sumber daya yang akuntabel dan kompeten. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum. 3. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . MISI DAN TUJUAN 1. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman.2014 55 BAB 3 . Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.3. pedoman. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi.

3. Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan kualitas lingkungan permukiman melalui pengembangan sistem jaringan penyediaan air minum untuk mendukung peningkatan tingkat pelayanan penduduk perkotaan dan penduduk perdesaan.4. Reuse.2014 . Meningkatnya kemampuan pemerintah daerah dan stakeholders jasa konstruksi serta masyarakat untuk mendukung tercapainya penguasaan pangsa pasar 56 VISI. SASARAN KEMENTERIAN PU 3. 6. dan Kriteria NSPK bidang penataan ruang sesuai amanat RTRWN. kualitas. serta meningkatnya pelayanan sanitasi sistem terpusat dan sistem berbasis masyarakat bagi penduduk perkotaan.3. MISI DAN TUJUAN BAB 3 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 4. serta penerapan 3R (Reduce. dan kontinuitas) guna pemenuhan berbagai kebutuhan baik untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum guna mendukung target MDGs 2015. 2. maupun kebutuhan pertanian dalam rangka mempertahankan swasembada pangan serta kebutuhan sektor-sektor untuk meningkatkan produktivitas sektor produksi melalui pembangun/peningkatan/rehabilitasi serta operasi dan pemeliharaan bendungan. waduk/embung/bangunan penampung air lainnya serta prasarana penyediaan air baku. Recycle) di perkotaan. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam setiap penyusunan Rencana Tata Ruang (RTR) serta penerbitan Peraturan Presiden tentang RTR Pulau/ Kepulauan dan peraturan pendukungnya berupa Norma. Meningkatnya ketersediaan air baku yang memadai (kuantitas. Meningkatnya kualitas pengendalian banjir secara terpadu dari hulu ke hilir dalam satu wilayah dan perlindungan kawasan di sepanjang garis pantai dari bahaya abrasi. Meningkatnya efisiensi sistem jaringan jalan di dalam sistem transportasi yang mendukung perekonomian nasional dan sosial masyarakat serta pengembangan wilayah melalui preservasi dan peningkatan kapasitas jalan lintas wilayah serta pembangunan Jalan Tol Trans Jawa.4. meningkatnya sistem pengelolaan drainase untuk mendukung pengurangan luas genangan di perkotaan serta meningkatnya sistem pengelolaan persampahan untuk mendukung peningkatan tingkat pelayanan penduduk. 5. Prosedur. Standar. dan meningkatnya kualitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.1 Sasaran Kementerian Sasaran Kementerian PU dalam periode 2010-2014 secara keseluruhan akan meliputi sasaran-sasaran sebagai berikut: 1. jaringan irigasi dan jaringan rawa.

produktif dan berkelanjutan. Tujuan 2 Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. dengan outcome-nya: a. Meningkatnya layanan jaringan irigasi dan rawa.2 Sasaran Strategis Adapun sasaran strategis berdasarkan 5 (lima) tujuan Kementerian PU yang akan dicapai meliputi: 1). rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Meningkatnya kapasitas jalan nasional sepanjang 19. 3. standar. prosedur. 2.4.2014 57 BAB 3 . Sasaran Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang. dan terselesaikannya norma. MISI DAN TUJUAN 2). dengan outcome-nya: Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah. Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan. 4.370 km. dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. ketahanan pangan. sosial dan lingkungan akibat kegagalan konstruksi/bangunan melalui peningkatan sistem pembinaan teknis dan usaha jasa konstruksi. dengan outcomenya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. Sasaran 1. Tujuan 1 Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman.domestik oleh pelaku konstruksi nasional serta pengurangan jumlah dan dampak ekonomi. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan. Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun. 3. b. VISI. Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir. nyaman. Meningkatnya panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. ketahanan air dan ketahanan energi.

Berkurangnya potensi timbunan sampah. dengan outcome-nya: a. c. e. Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan. c. b. dengan outcome-nya: a. d. Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman.5. b. Meningkatnya kualitas layanan jalan nasional dan pengelolaan jalan daerah. c. d.2014 . dengan outcome-nya: a. Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM. Meningkatnya penggunaan jalan nasional. Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan. Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi. Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan. Tujuan 3 Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dengan outcome-nya: a. Sasaran 1. 3). Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. Terlaksananya pembangunan rusunawa. 58 VISI. Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap. Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan. 3. Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat. MISI DAN TUJUAN BAB 3 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 2. Meningkatnya cakupan pelayanan air minum. Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang. Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional. b.

Sasaran Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. Meningkatnya koordinasi. MISI DAN TUJUAN 5). pengelolaan data. Sasaran 1. dengan outcomenya: Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Meningkatnya kualitas pengaturan. Tujuan 4 Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Korupsi dan Nepotisme (KKN). informasi dan komunikasi publik. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN). Tujuan 5 Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi. Menurunnya kesenjangan antar wilayah. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengaturan. 3. 4). administrasi dan kualitas perencanaan. pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman. Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman.b. Meningkatnya kualitas prasarana. Tersedianya infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak. b. dengan outcomenya: Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU.2014 59 BAB 3 . Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur. dengan outcome-nya: Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. VISI. 2. dengan outcome-nya: Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. dengan outcome-nya: a. 4. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum.

dengan outcome-nya: a. Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stake holder. d. e. c. 5. Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional. Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stake holder. dengan outcome-nya: a. b.4. Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi di pusat dan daerah.2014 . Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai. MISI DAN TUJUAN BAB 3 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . berdaya saing tinggi. Meningkatnya kualitas kelembagaan. Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh. andal. b. c. Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang. Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai. Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholder. 60 VISI. SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi pusat dan daerah.

MISI DAN TUJUAN BAB 3 .2014 61 VISI.rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 .

dan akuntabel makin meningkat yang ditandai dengan terpenuhinya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintahan. Dalam mewujudkan visi pembangunan nasional tersebut ditempuh melalui 8 (delapan) Misi yang dijabarkan ke dalam sasaran pokok berdasarkan tujuan pembangunan jangka panjang tahun 2005–2025 yaitu mewujudkan bangsa yang maju. Kesejahteraan rakyat terus meningkat yang ditunjukkan dari menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran. menurunnya kesenjangan kesejahteraan antarindividu. 2. maka tugas Kementerian PU yang secara eksplisit dinyatakan di dalam sasaran-sasaran pokok dan arahan pembangunan nasional secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 4.1. ADIL DAN MAKMUR. S 63 . MAJU. 3. mandiri.4. Adapun tahapan dan skala prioritas utama dalam RPJPN untuk RPJM tahap ke-2 (2010 – 2014) untuk bidang pekerjaan umum dan permukiman adalah: 1. antarkelompok masyarakat. ARAHAN RPJPN DAN RPJMN BIDANG PU ebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kementerian PU. dan dipercepatnya pengembangan pusat-pusat pertumbuhan potensial di luar Jawa. dan adil sebagai landasan bagi tahap pembangunan berikutnya menuju masyarakat adil dan makmur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945. Visi pembangunan nasional tahun 2005–2025 adalah: INDONESIA YANG MANDIRI. Kualitas pelayanan publik yang lebih murah.1. pengembangan sumber daya air dan pengembangan infrastruktur perumahan dan permukiman. dan antardaerah. transparan. cepat. Daya saing perekonomian meningkat antara lain melalui percepatan pembangunan infrastruktur dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha yang antara lain didukung oleh pengembangan jaringan infrastruktur transportasi.

dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip efisiensi dan kebertangungjawaban dalam pemanfaatan seluruh sumberdaya yang langka. Berdasarkan arah pembangunan jangka panjang tersebut. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. Prioritas ini ditujukan bagi upaya peningkatan kinerja pengelolaan bidang pekerjaan umum dan permukiman yang memenuhi prinsip-prinsip good governance dan mendorong pemerintah daerah untuk dapat memenuhi seluruh jenis dan mutu pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan permukiman sesuai dengan kewajibannya. 2. maupun sumberdaya ekonomi. Prioritas sebagai bagian dari upaya dan komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Percepatan pembangunan infrastruktur untuk peningkatan daya saing perekonomian dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas. sanitasi. Prioritas pembangunan ini diarahkan bagi pemenuhan dan memperluas akses terhadap hak-hak dasar yang terkait bidang Pekerjaam Umum dan permukiman seperti perumahan. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih murah. air bersih. mantapnya kelembagaan dan kapasitas antisipatif serta penanggulangan bencana di setiap tingkatan pemerintahan. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Peningkatan kesejahteraan dan penurunan kesenjangan kesejahteraan antarkelompok masyarakat. menguatnya partisipasi aktif masyarakat. 4.2014 . dan akuntabel yang ditandai dengan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimum (SPM) di semua tingkatan pemerintahan.4. dan antardaerah. baik sumber daya alam. Prioritas ini menekankan pentingnya pencapaian kondisi infrastruktur Pekerjaan Umum dan permukiman yang memadai demi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui tersedianya infrastruktur yang memadai dan mampu meningkatkan penyerapan dan penampungan jutaan tenaga kerja. serta percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan wilayah-wilayah strategis yang maish tertinggal. cepat. Prioritas Pembangunan 1. permukiman dan lingkungan hidup yang layak. terpencil dan kawasan perbatasan. manusia. dan yang didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . maka prioritas dan fokus pembangunan infrastruktur PU dan permukiman 2010–2014 ditetapkan sebagai berikut: 64 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 a. Pencapaian pembangunan yang berkelanjutan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. 3. transparan.

khususnya penyediaan air baku untuk air minum. mengingat masih tingginya ketergantungan lahan pertanian pangan pada keandalan ketersediaan air baku. kekeringan. Serta fokus pembangunan juga ditujukan untuk mengendalikan tingkat resiko yang diakibatkan oleh daya rusak air seperti banjir. untuk memenuhi kebutuhan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan oleh peningkatan besaran kendaraan kilometer dan tonase kilometer. Pengembangan jaringan infrastruktur transportasi jalan bagi peningkatkan kelancaran mobilitas barang dan manusia serta aksesibilitas wilayah. pertanian. dan abrasi pantai. khususnya infrastruktur irigasi. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya menjaga dan meningkatkan ketahanan air yang dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya air. Fokus Pembangunan 1. Di samping itu fokus pembangunan juga ditujukan pada upaya penyediaan air baku untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bagi permukiman (perkotaan maupun domestik). dan industri secara berkelanjutan serta mengurangi tingkat resiko akibat daya rusak air. Integrasi Rencana Tata Ruang ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya penambahan jumlah hunian (rumah) yang layak bagi masyarakat. Apabila peningkatan ekonomi yang dicerminkan oleh besaran kendaraan kilometer dan tonase kilometer mampu dipenuhi oleh peningkatan kapasitas jalan yang dicerminkan oleh besaran lajur kilometer secara proporsional. dan pola pemanfaatan sumber daya air. Pengelolaan sumber daya air untuk peningkatkan ketersediaan air baku bagi domestik. pembangunan jalan layang maupun underpass serta pembangunan jalan baru. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya agar rencana tata ruang dijadikan sebagai acuan utama di dalam setiap perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan di tingkat nasional maupun daerah.b. yang dilakukan melalui pelebaran jalan. pola distribusi sumber daya air. 3. Pengembangan perumahan dan permukiman untuk peningkatan hunian yang layak dan produktif. Fokus pembangunan juga ditujukan pada upaya peningkatan dukungan infrastruktur sumber daya air. Fokus pembangunan ini ditujukan pada upaya preservasi dengan pemeliharaan jalan yang tepat waktu agar kondisi jalan semakin membaik. yang selanjutnya dapat menurunkan biaya perbaikan jalan. 2. Di sisi lain. upaya peningkatan jumlah lajur kilometer. sehingga menurunkan biaya ekonomi yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing nasional. serta mewujudkan keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis penataan ruang. 4. khususnya rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 65 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . Upaya ini disertai dengan peningkatan pengawasan dan pengendalian dan pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. maka kecepatan rata-rata kendaraan akan meningkat.

efisien. berwibawa. pengembangan sinergi kebijakan iptek lintas sektor. peningkatan anggaran riset. Untuk pelayanan transportasi di daerah perbatasan. serta upaya revitalisasi maupun penyediaan infrastruktur permukiman di berbagai kawasan yang memiliki peran strategis secara nasional. Prasaran dan Sarana Yang Memadai Dan Maju a. Penguasaan. 66 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 (b) b. energi). a. dan bertanggung jawab. serta sarana dan prasarana teknologi. Pengembangan. sosial. dan berkelanjutan. dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah. efektif. Dukungan terhadap sektor industri melalui penyediaan berbagai infrastruktur bagi peningkatan kapasitas kolektif yang. serta membentuk struktur ruang dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan nasional.1 Arahan Jangka Panjang Infrastruktur Bidang PU dan Permukiman No 1 Sasaran Pokok Terwujudnya bangsa yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera (a) Sasaran Tersusunnya jaringan infrastruktur perhubungan yang andal dan terintegrasi satu sama lain dan terwujudnya konservasi sumber daya air yang mampu menjaga keberlanjutan fungsi sumber daya air. dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. berkeadilan. drainase dan persampahan. mendukung kepentingan strategis pengembangan sumber daya manusia di dalam negeri dan peningkatan kepentingan nasional dalam pengentasan kemiskinan dan pengembangan kegiatan perekonomian perdesaan. M e n i n g k a t n y a profesionalisme aparatur negara pusat dan daerah untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. meliputi sarana dan prasarana fisik (transportasi. serta profesional yang mampu mendukung pembangunan nasional. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pembangunan prasarana sumber daya air diarahkan untuk mewujudkan fungsi air sebagai sumber daya sosial (social goods) dan sumber daya ekonomi (economic goods) yang seimbang melalui pengelolaan yang terpadu. dan pengendalian kualitas. penyediaan teknologi transportasi melalui pengembangan sumber daya manusia iptek. standardisasi. komunikasi. antara lain. Pengendalian daya rusak air mengutamakan pendekatan nonkonstruksi melalui konservasi sumber daya air. dan pengembangan mekanisme intermediasi iptek. peningkatan sarana dan prasarana iptek. b. dan perdesaan dikembangkan sistem transportasi perintis yang berbasis masyarakat (community based) dan wilayah. prasarana pengukuran. keterpaduan pengelolaan daerah aliran sungai dan peningkatan partisipasi masyarakat dan kemitraan di antara pemangku kepentingan. Arahan Pembangunan 1. 2. peningkatan kualitas permukiman yang diindikasikan dengan terpenuhinya sarana dan prasana permukiman yang memadai seperti air minum. pengujian. Untuk mendukung daya saing dan efisiensi angkutan penumpang dan barang melalui pembangunan jalan bebas hambatan pada koridor-koridor strategis. Tabel 4.2014 . Pembangunan transportasi diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi. terpencil. Memperkuat Perekonomian Domestik dengan Orientasi dan Berdaya Saing Global.masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). air limbah. bersih. Keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan diwujudkan melalui pendekatan pengelolaan kebutuhan (demand management) dan pendekatan pengelolaan pasokan (supply management). perumusan agenda riset yang selaras dengan kebutuhan pasar. Jasa infrastruktur dikembangkan dengan menerapkan sistem dan standar internasional. 3.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta untuk mengendalikan arus migrasi masuk langsung dari desa ke kota-kota besar dan metropolitan. perdagangan. besar. Reformasi Hukum dan Birokrasi. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 2 T e r w u j u d n y a pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan (a) Tingkat pembangunan yang makin merata ke seluruh wilayah diwujudkan dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan wilayah diselenggarakan dengan memerhatikan potensi dan peluang keunggulan sumberdaya darat dan/atau laut di setiap wilayah. seperti industri. Wilayah-wilayah yang dikembangkan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. sinkronisasi.2014 67 BAB 4 . 1. Keberpihakan pemerintah ditingkatkan untuk mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal dan terpencil sehingga wilayah-wilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat dan dapat mengurangi ketertinggalan pembangunannya dengan daerah lain. serta mendorong terwujudnya koordinasi. Percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayahwilayah strategis dan cepat tumbuh didorong sehingga dapat mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnya dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis. dunia usaha. dan kecil diseimbangkan pertumbuhannya dengan mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional. pariwisata. Upaya itu dapat dilakukan melalui pengembangan produk unggulan daerah. dimana Rencana pembangunan dijabarkan dan disinkronisasikan ke dalam rencana tata ruang yang konsisten. dan masyarakat dalam mendukung peluang berusaha dan investasi di daerah. Tujuan utama pengembangan wilayah adalah peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat serta pemerataannya. Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan melalui pendekatan tanggap kebutuhan (demand responsive approach) dan pendekatan terpadu dengan sektor sumber daya alam dan lingkungan hidup. (d) 5. 2. Kemandirian pangan dapat dipertahankan pada tingkat aman dan dalam kualitas gizi yang memadai serta tersedianya instrumen jaminan pangan untuk tingkat rumah tangga. dan jasa sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Arahan Pembangunan Pembangunan dan penyediaan air minum dan sanitasi diarahkan untuk mewujudkan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat serta kebutuhan sektor-sektor terkait lainnya. termasuk b e r k u r a n g n y a k e s e n j a n g a n antarwilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. sumber daya air. Perhatian khusus diarahkan bagi pengembangan pulau-pulau kecil di perbatasan yang selama ini luput dari perhatian. dengan cara menciptakan kesempatan kerja. seperti yang terjadi di wilayah pantura Pulau Jawa. termasuk peluang usaha. selain menggunakan pendekatan yang bersifat keamanan. lingkungan dan 1. Pendekatan pembangunan yang dilakukan. di pusat maupun di daerah agar mampu mendukung keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya.No Sasaran Pokok Sasaran a. Terpenuhi kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukungnya bagi seluruh masyarakat yang didukung oleh sistem pembiayaan perumahan jangka panjang yang berkelanjutan. antarpemerintah. serta memerhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan dan daya dukung lingkungan. serta kesehatan. juga diperlukan pendekatan kesejahteraan. di kotakota menengah dan kecil. baik materi maupun jangka waktunya. Terwujudnya perkotaan perdesaan. Upaya itu diperlukan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan fisik kota yang tidak terkendali (urban sprawl & conurbation). (c) 4. (b) 3. efisien. menengah. dan akuntabel untuk mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh. terutama di luar Pulau Jawa. keterpaduan dan kerja sama antarsektor. Pembangunan aparatur negara dilakukan melalui reformasi birokrasi untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. transportasi. Perlu pula dilakukan penguatan keterkaitan kegiatan ekonomi dengan wilayah-wilayah cepat tumbuh dan strategis dalam satu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’. Pembangunan kota-kota metropolitan.

serta mempertimbangkan pembangunan yang berkelanjutan melalui (1) penerapan manajemen perkotaan yang meliputi optimasi dan pengendalian pemanfaatan ruang serta pengamanan zona penyangga di sekitar kota inti dengan penegakan hukum yang tegas dan adil. dan efisien. Dalam rangka mengoptimalkan penataan ruang perlu ditingkatkan (a) kompetensi sumber daya manusia dan kelembagaan di bidang penataan ruang. Sistem ketahanan pangan diarahkan untuk menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional dengan mengembangkan kemampuan produksi dalam negeri yang menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup dan didukung oleh sumber-sumber pangan yang beragam sesuai dengan keragaman lokal. memadai. serasi. layak.No Sasaran Pokok Sasaran 1. nyaman. 3. (3) penyelenggaraan pelayanan air minum dan sanitasi yang kredibel dan profesional. (2) pemenuhan kebutuhan minimal air minum dan sanitasi dasar bagi masyarakat. terutama pengembangan sistem transportasi massal yang terintegrasi antarmoda. pemanfaatan. Pemenuhan perumahan beserta prasarana dan sarana pendukungnya diarahkan pada (1) penyelenggaraan pembangunan perumahan yang berkelanjutan. tetapi juga menjadi kota mandiri. Rencana Tata Ruang Wilayah disusun secara hierarki. dan (4) penyediaan sumber-sumber pembiayaan murah dalam pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin. Pembangunan perdesaan didorong melalui pengembangan jaringan infrastruktur penunjang kegiatan produksi di kawasan perdesaan dan kota-kota kecil terdekat. terutama di luar Pulau Jawa. maupun pengendalian pemanfaatan ruang. Pendekatan pembangunan yang perlu dilakukan.2014 . dan (c) efektivitas penerapan dan penegakan hukum dalam perencanaan. peningkatan akses informasi dan pemasaran. maupun wilayah agar pemanfaatan ruang dapat sinergis. mandiri. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . lembaga keuangan. (2) pembangunan pembangunan perumahan beserta prasarana dan sarana pendukungnya yang memperhatikan fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup. peningkatan kualitas lingkungan fisik. dan terjangkau oleh daya beli masyarakat serta didukung oleh prasarana dan sarana permukiman yang mencukupi dan berkualitas yang dikelola secara profesional. lintas sektor. (b) kualitas rencana tata ruang. 7. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang berupa air minum dan sanitasi diarahkan pada (1) peningkatan kualitas pengelolaan aset (asset management) dalam penyediaan air minum dan sanitasi. 6. kredibel. serta penataan kembali pelayanan fasilitas publik. serta peningkatan peran dan fungsi kota-kota menengah dan kecil di sekitar kota inti agar kota-kota tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kota tempat tinggal (dormitory town) saja. 10. (2) perevitalan kawasan kota yang meliputi pengembalian fungsi kawasan melalui pembangunan kembali kawasan. 4. antara lain. memenuhi kebutuhan pelayanan dasar perkotaan sesuai dengan tipologi kota masing-masing. budaya. dengan kegiatan ekonomi di wilayah perdesaan didorong secara sinergis (hasil produksi wilayah perdesaan merupakan backward linkages dari kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan) dalam suatu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’. 5. sehingga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai ‘motor penggerak’ pembangunan wilayah-wilayah di sekitarnya maupun dalam melayani kebutuhan warga kotanya. dan berkelanjutan. sosial. dan teknologi Rencana tata ruang digunakan sebagai acuan kebijakan spasiabagi pembangunan di setiap sektor. Arahan Pembangunan Pertumbuhan kota-kota besar dan metropolitan dikendalikan dalam suatu sistem wilayah pembangunan metropolitan yang kompak. Percepatan pembangunan kota-kota kecil dan menengah ditingkatkan. kesempatan kerja. 68 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 2. efisien dalam pengelolaan.

No Sasaran Pokok Sasaran 1. 3. Mengendalikan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan melalui penerapan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan secara konsisten di segala bidang.2014 69 BAB 4 . daya dukung. 1. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 2. Mitigasi Bencana Alam Sesuai dengan Kondisi Geologi Indonesia melalui identifikasi dan pemetaan daerah-daerah rawan bencana agar dapat diantisipasi secara dini dan adanya perencanaan wilayah yang peduli/peka terhadap bencana alam. 3 Terwujudnya Indonesia yang asri dan lestari Membaiknya pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup yang dicerminkan oleh tetap terjaganya fungsi. dan lestari. serta memperkokoh kelembagaan sumber daya air untuk meningkatkan keterpaduan dan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Arahan Pembangunan Peningkatan keterkaitan kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan Penanggulangan kemiskinan diarahkan pada pemenuhan hak dasar rakyat melalui peningkatan mutu penyelenggaraan otonomi daerah sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat miskin. seimbang. Menjaga dan Melestarikan Sumber Daya Air. dan kemampuan pemulihannya dalam mendukung kualitas kehidupan sosial dan ekonomi secara serasi. Sumber: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . mewujudkan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan melalui pendekatan demand management yang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dan konsumsi air dan pendekatan supply management yang ditujukan untuk meningkatan kapasitas dan keandalan pasokan air. Pengelolaan sumber daya air diarahkan untuk menjamin keberlanjutan daya dukungnya dengan menjaga kelestarian fungsi daerah tangkapan air dan keberadaan air tanah.

Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terwujudnya masyarakat. 3. kekayaan sumber daya alam. Keadilan. Visi Pembangunan Nasional jangka panjang adalah terwujudnya Indonesia yang Mandiri. Memperkuat dimensi keadilan di semua bidang.2014 . Usaha-usaha perwujudan visi Indonesia 2014 akan dijabarkan dalam misi pemerintah tahun 2010-2014 sebagai berikut. berbudaya. DEMOKRATIS. Kerangka visi Indonesia 2014 dalam RPJM Nasional 2010-2014 adalah: TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA.4. Kerangka visi Indonesia 2014 ditekankan pada: 1. 3. Adil. Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional 2010-2014. DAN BERKEADILAN. ditetapkan 70 BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . a. 2. Demokrasi. Misi pemerintah dalam periode 20102014 diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. bermartabat dan menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia. aman dan damai dan meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia yang adil dan demokratis. 2. Melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. bangsa dan negara yang demokratis. ARAH KEBIJAKAN NASIONAL B ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI erdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025 yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJPN. 1. yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan Rakyat. Maju. Misi Pemerintah Tahun 2010-2014 Misi pembangunan 2010-2014 merupakan rumusan dari usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai visi Indonesia 2014 dan tidak dapat terlepas dari kondisi serta tantangan lingkungan global dan domestik pada kurun waktu 2010-2014 yang mempengaruhinya.2. melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing. sumber daya manusia dan budaya bangsa. yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif. dan Makmur. Memperkuat pilar-pilar demokrasi. Terwujudnya pembangunan yang adil dan merata.

serta menjaga dan memelihara lingkungan hidup secara berkelanjutan. pengurangan kesenjangan pembangunan antardaerah (termasuk desa-kota). pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Agenda ketiga. Agenda pertama. perbaikan tata kelola pemerintahan. penghapusan segala macam diskriminasi. Arah kebijakan umum untuk memperkuat pilar-pilar demokrasi dengan penguatan yang bersifat kelembagaan dan mengarah pada tegaknya ketertiban umum. bersih. 5. penegakan pilar demokrasi. 4. Agenda keempat. Agenda kelima. pengurangan tingkat pengangguran yang diwujudkan dengan bertumpu pada program perbaikan kualitas sumber daya manusia. adil dan tidak pandang bulu. secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. 2. Arah Kebijakan Umum Pembangunan Nasional Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia baik dewasa ini maupun dalam 5 (lima) tahun mendatang. 3. pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. maka arah kebijakan umum pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan bangsa dan negara yang telah dirumuskan sebelumnya. pengurangan kemiskinan. b. 2. Agenda kedua. 3. Arah kebijakan umum untuk memperkuat dimensi keadilan di semua bidang termasuk pengurangan kesenjangan pendapatan. Arah kebijakan umum untuk melanjutkan pembangunan mencapai Indonesia yang sejahtera tercermin dari peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dalam bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. perbaikan infrastruktur dasar. Adapun prioritas dan Program Aksi Pembangunan Nasional 2010-2014 (11 prioritas) yang terkait erat dengan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman adalah sebagai berikut: rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .lima agenda utama pembangunan nasional tahun 2010-2014. Keadilan juga hanya dapat diwujudkan bila sistem hukum berfungsi secara kredibel. Demikian pula kebijakan pemberantasan korupsi secara konsisten diperlukan agar tercapai rasa keadilan dan pemerintahan yang bersih. yaitu: 1.2014 71 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . pengakuan dan penerapan hak asasi manusia serta kebebasan yang bertanggung jawab. dan kesenjangan jender.

Meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana sesuai dengan SPM. Prioritas Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan 7. dan informasi untuk meningkatkan daya saing produk nasional. Menjamin ketersediaan infrastruktur dasar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan. Prioritas Ketahanan Pangan 5. Prioritas Penanggulangan Kemiskinan 4. dan Pasca Konflik 6. 2. Prioritas di Bidang Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 8. maka fokus prioritas rencana pembangunan bidang sarana dan prasarana ditetapkan dengan: 1. Terluar. Terdepan. Meningkatkan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). Prioritas Bidang Kesehatan 3. jasa. 72 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Sedangkan prioritas bidang dalam rencana pembangunan bidang sarana dan prasarana mencakup: 1. Prioritas Pembangunan Daerah Tertinggal. Prioritas Iklim Investasi dan Iklim Usaha.2014 . Menjamin kelancaran distribusi barang. Mendukung peningkatan daya saing sektor riil. 2. Sebagai upaya percepatan pembangunan infrastruktur. Prioritas Pembangunan Infrastruktur 2.1. 3.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Track pertama dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengutamakan ekspor dan investasi. maka peran pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dan permukiman dalam pembangunan nasional pada dasarnya sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.1. (ii) programprogram pembangunan infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah.2014 73 BAB 4 . dilakukan dengan merevitalisasi sektor pertanian. meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. Triple Track Strategy Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas (Pro Growth) P ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Peningkatan Penciptaan Lapangan Kerja (Pro Job) Pengentasan Kemiskinan (Pro Poor) Dukungan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dilaksanakan melalui upaya-upaya terutama: (i) program-program pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesempatan kerja.4. Dan track ketiga. Sejalan dengan prinsip tersebut.3. Gambar 4. kelautan dan ekonomi perdesaan untuk mengurangi kemiskinan (secara diagramatis. yaitu: pro-growth. dan pro-poor. KEBIJAKAN UMUM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PU DAN PERMUKIMAN emerintah Indonesia telah merumuskan new deal pembangunan ekonomi Indonesia yang secara prinsip memuat triple track strategy. triple track strategy dapat dilihat pada Gambar 4. Track kedua dilakukan dengan menggerakkan sektor riil untuk menciptakan lapangan kerja. pro-job.1.). kehutanan.

Sedangkan dukungan terhadap peningkatan kualitas lingkungan dilaksanakan melalui upaya-upaya: (i) penerapan prinsip-prinsip green construction dalam pelaksanaan seluruh pembangunan infrastruktur PU dan permukiman. Terpencil dan Terisolir Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pro Poor Pro Growth Pro Job Pro Green KEMAKMURAN DAN KESEJAHTERAAN Green Construction PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN Pembangunan Berbasis Penataan Ruang Adaptasi terhadap Perubahan Iklim Berdasarkan agenda. Peningkatan Kesempatan Kerja PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Kesenjangan Wilayah. Secara diagramatis. serta meningkatkan kualitas lingkungan perumahan dan permukiman dan cakupan pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan dan inklusif.dukungan terhadap kawasan perbatasan dan kawasan terpencil serta terisolir. maka arah kebijakan umum pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman adalah sebagai berikut: 1. (ii) mendorong pembangunan secara umum dan khususnya pembangunan infrastruktur PU dan permukiman yang berbasiskan penataan ruang. Dukungan thd Kws. dan (iii) program-program pembangunan infrastruktur PU dan permukiman yang berbasiskan pemberdayaan masyarakat.2014 .2. peran infrastruktur PU dan permukiman dalam pembangunan nasional dapat dilihat pada Gambar 4. dan (iii) pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dalam rangka adaptasi terhadap perubahan iklim. 74 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 Gambar 4. Pembangunan infrastruktur sesuai dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan pembangunan berkelanjutan di kawasan strategis. Peran Infrastruktur PU dan Permukiman dalam Pembangunan Nasional Aksesibilitas Barang/Penumpang Ketahanan Pangan Investasi & Eksport Penanggulangan Kemiskinan.2. daerah terisolir untuk mengurangi kesenjangan wilayah.Perbatasan. berikut ini. tertinggal. prioritas pembangunan dan arah kebijakan umum Pembangunan Nasional. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . perbatasan. daerah rawan bencana.

3. STRATEGI 4. 4.2.4. (3) Pengembangan kawasan perbatasan dengan menerapkan prinsipprinsip prosperity dan security dengan memperhatikan kelestarian lingkungan ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI S rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Hal ini berarti. Pembangunan infrastruktur sesuai dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan keandalan sistem di kawasan pusat produksi dan ketahanan pangan guna mendukung daya saing dan mendorong industri konstruksi untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkualitas. pengembangan. meliputi: (1) Pembangunan infrastruktur regional dilakukan secara terpadu lintas wilayah administrasi dan lintas sektor dengan mengacu RTRWN. Dalam pengembangan wilayah nasional tersebut.2014 75 BAB 4 . arahan lokasi dan pembangunan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman selain harus sesuai dengan pola ruang wilayah (peruntukan. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). (2) Pengembangan kawasan-kawasan prioritas dalam rangka percepatan pertumbuhan wilayah pulau dengan strategi dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk peningkatan sektor-sektor strategis dan pengembangan kawasan cepat tumbuh. Dalam rangka integrasi dengan rencana pengembangan sektor per pulau strategi pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk mendukung pembangunan ekonomi regional berbasis pulau. Strategi Pengembangan Wilayah dan Dukungan Terhadap Lintas Sektor trategi pengembangan wilayah nasional diarahkan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahum 2008 tentang RTRWN. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). pemanfaatan. Pembinaan penyelenggaraan infrastruktur melalui optimasi peran pelayanan publik bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk mendukung otonomi daerah dan penerapan prinsip-prinsip perbaikan tata kelola pemerintahan. Oleh karenanya dalam strategi pengembangan wilayah rencana pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman harus terpadu dan searah dengan RTRWN yang merupakan matra spasial dari kebijakan pembangunan nasional. pelestarian. Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi.4. dan pengendalian) juga harus sesuai dengan struktur ruang wilayah nasional (sistem infrastruktur) dan sesuai dengan sistem kota Pusat Kegiatan Nasional (PKN). serta mendukung reformasi birokrasi dan mewujudkan good governance. pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman sangat signifikan dalam membentuk struktur dan pola ruang termasuk mendorong pembangunan daerah dan pengembangan suatu wilayah.1. dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL).

Karenanya setiap pemerintah provinsi/kabupaten/kota perlu menyusun SPW-P/K yang disusun berdasarkan: (1) Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi/kabupaten/kota (RTRW-P/K). membuka akses ke daerahdaerah tertinggal. yaitu rencana spasial 20 tahunan yang berisikan pola dan struktur ruang wilayah provinsi/kabupaten/kota. pemograman. Maluku. harus mengacu pada strategi pengembangan wilayah provinsi/kabupaten/ kota (SPW-P/K). Kementerian PU dengan Pemerintah Daerah serta antarsektor untuk dapat mengoptimalkan penyelenggaraan pembangunan. Jawa-Bali. Dalam penyusunan Rencana Induk Sistem Pengembangan Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada tingkat wilayah provinsi/kabupaten/ kota. Dalam hal ini diperlukan upaya penajaman (tidak generik/ tipologis) berbasis kondisi infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman eksisting dan skenario pengembangannya untuk lima tahunan per kawasan/perkotaan dan per pulau dengan mempertimbangkan kemampuan pendanaan. yang berisikan rencana dan arah kebijakan pembangunan provinsi/kabupaten/kota. Kalimantan. 76 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . RPIJM-PU ini diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam perencanaan. Selanjutnya SPW-P/K tersebut digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Rencana dan Program Investasi Jangka Menengah Pembangunan Infrastruktur PU (RPIJMPU) provinsi/kabupaten/kota yang akan menjadi dasar bagi perencanaan dan penganggaran pembangunan dalam rangka mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan baik dari Pemerintah Pusat. khususnya pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. dan (5) Mengembangkan sentra pendukung ketahanan pangan dengan strategi dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk pengembangan potensi pertanian skala besar. Papua) yang perlu didukung pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukimannya yang telah teridentifikasi dalam RTRWN serta menyusun indikasi program utama untuk memenuhi tuntutan sasaran fungsi wilayah/perkotaan tersebut. Sulawesi. dan sumberdaya. serta (2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). RPIJM-PU tersebut akan mengintegrasikan rencana pembangunan oleh Pemerintah cq. dan penganggaran antara kewenangan Pemerintah dengan kewenangan Pemerintah Daerah. termasuk optimalisasi perencanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. kapasitas lembaga. Dalam operasionalisasi rencana pengembangan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis RTRWN per pulau pada periode 2010-2014 diperlukan penjabaran sasaran fungsi-fungsi wilayah/perkotaan per pulau (Sumatera. Pemerintah Daerah maupun dunia usaha/masyarakat. pulau-pulau kecil dan pengembangan kawasan agropolitan.melalui strategi pengembangan kawasan tertinggal dan kawasan perbatasan dengan meningkatkan akses ke negara tetangga. (4) Mendorong simpul-simpul utama pulau sebagai pusat/hub ekonomi kawasan ke pasar internasional dengan strategi dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman untuk pengembangan sistem transportasi wilayah mendukung pusat-pusat ekonomi wilayah regional. Nusa Tenggara.2014 . serta kegiatan yang menggunakan anggaran DAK dan PAD.

Arah pembangunan jaringan infrastruktur sumberdaya air dikaitkan dengan upaya mendorong kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi (kawasan andalan ekonomi dan kota-kota PKN. simpul transportasi nasional (pelabuhan. Pengaturan fungsi pengendalian daya rusak air diarahkan pada kawasan lindung setempat antara lain sempadan sungai. kabupaten. stasiun kereta api. antara lain untuk penyediaan air baku (irigasi dan industri) dan air bersih. dan PKSN). Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dalam rangka mendukung pengembangan industri perlu memperhatikan hal ini. dan perdesaan yang menghubungkan berbagai simpul moda transportasi ke pusat produksi. dan pusat kegiatan bisnis jasa (lokasi perkantoran dan perbankan/keuangan). yang sekaligus juga untuk mendorong berkembangnya pusat pertumbuhan dalam konteks pengembangan wilayah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah Jawa dan luar Jawa. termasuk jaringan transportasi multimoda. distribusi.2014 77 BAB 4 . Pembangunan industri misalnya. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Arah pembangunan jaringan infrastruktur ke-cipta karya-an dikaitkan dengan upaya perwujudan fungsi-fungsi kota-kota sebagai pusat pertumbuhan wilayah (PKN. melalui pembangunan prasarana atau infrastruktur sumberdaya air dalam kesatuan wilayah sungai terutama dengan fungsi pendayagunaan sumberdaya air. Jawa untuk menampung pengembangan industri baru sudah tidak memungkinkan. dan logistik wilayah. bandara. provinsi. serta perwujudan keterkaitan dengan wilayah di belakangnya (pedesaan. dan daerah rawan bencana. dan PKSN). Jawa karena daya dukung P. sekaligus mendukung upaya pengembangan wilayah. pertanian. Upaya fungsi konservasi untuk menjaga kelestarian sumberdaya air dipadukan dengan keberadaan kawasan lindung yang terdiri dari hutan lindung dan hutan konversi. sempadan pantai. Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman juga perlu diselaraskan untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi utama lainnya seperti industri. Jawa yang sangat tinggi yang akan mengancam ketahanan pangan nasional. dengan meningkatkan keterpaduan jaringan jalan nasional. diarahkan untuk menjadikan Indonesia pada tahun 2025 menjadi negara industri tangguh kelas dunia yang diakui di lingkungan global. dengan ketentuan minimal seluas 30% dari daerah aliran sungai. pusat kegiatan ekspor-impor (lokasi kawasan industri). Untuk itu pembangunan infrastruktur perlu didorong dalam rangka mendukung kelancaran arus barang dan efektivitas kinerja sistem logistik nasional. Kebijakan pengembangan industri juga diarahkan pada peningkatan peran wilayah-wilayah di luar P. kelautan dan perikanan. PKW. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman perlu selaras dengan revitalisasi dan pengembangan sistem logistik nasional dalam rangka mendorong peningkatan daya saing nasional menghadapi persaingan global. ditambah lagi dengan adanya konversi lahan pertanian di P. PKW. dan terminal). sentra produksi) yang saling menguntungkan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

78 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta mengendalikan banjir pada kawasan pertanian dan pengembangan peran petani pemakai air. operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi/rawa. membangun waduk/embung. pengendalian pemanfaatan air tanah. Beberapa pemda telah mengusulkan lokasi sebagai KEK. Jawa Tengah (Kendal).2014 . Dukungan infrastruktur PU tersebut juga dapat dibangun dengan memanfaatkan kerjasama pemerintah-swasta (public-private partnership). dan Karimun). dan dukungan untuk mengurangi risiko banjir. maka dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dibutuhkan dengan koordinasi dan integrasi dengan sektor terkait dalam hal penyediaan sarana jalan. pemenuhan kebutuhan air baku untuk industri dan air minum. Dukungan infrastruktur PU dan permukiman dalam pembangunan sektor pertanian terkait dengan dukungan terhadap ketahanan pangan dengan memprioritaskan dukungan terhadap pusat-pusat produksi pangan dan kelancaran distribusi hasil produksi pangan seperti melalui penanganan rehabilitasi. Dalam hal kelancaran distribusi pangan dilaksanakan melalui pembangunan dan rehabilitasi serta pemeliharaan akses jalan dan jembatan dari pusat-pusat produksi ke jalan lintas strategis nasional. dukungan pengelolaan sampah dan air limbah. Sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan dan mengatasi kesenjangan pembangunan antar wilayah sekaligus mengendalikan pesatnya laju urbanisasi. Terkait dengan sektor kelautan dan perikanan. penyediaan permukiman dan prasarana untuk pekerja. Demikian juga diperlukan rencana penataan ruang yang selaras dengan rencana penataan ruang di atasnya.Pemerintah juga berupaya untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam rangka mempercepat pengembangan ekonomi di wilayah tertentu yang bersifat strategis bagi pengembangan ekonomi nasional dan untuk menjaga keseimbangan kemajuan suatu daerah dalam kesatuan ekonomi nasional. Bintan. mengingat besarnya jumlah rumah tangga nelayan dan merupakan kelompok penduduk berpenghasilan rendah. Kepulauaan Riau (Batam. maka pengembangan kawasan perdesaan dilakukan melalui pengembangan kawasan agropolitan. Jawa Timur. Dukungan terhadap pengembangan kawasan agropolitan tersebut dapat berupa penyiapan rencana induk pengembangan dan dukungan sarana dan prasarana PU seperti air baku. Misalnya Provinsi Riau (Dumai). jalan. sanitasi. Pengembangan industri dan keberadaan KEK ini perlu dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman seperti jalan akses dari pusat produksi ke simpul koleksi dan distribusi (pelabuhan dan bandara). air bersih. dan permukiman. serta peningkatan kualitas lingkungan dan permukiman.

4.4.2. Strategi Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Antisipasi Terhadap Perubahan Iklim (Climate Change)

nfrastruktur memberikan kontribusi besar terhadap isu-isu lingkungan termasuk pemanasan global. Infrastruktur dapat mempercepat terjadinya kerusakan lingkungan namun sebaliknya jika infrastruktur dibangun dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan, maka infrastruktur dapat menyelamatkan lingkungan dan mengurangi fatalitas akibat bencana. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada dasarnya sudah berada dalam koridor pembangunan yang berwawasan lingkungan sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang (UU) sektor ke-PU-an. UndangUndang Bangunan Gedung (UU No. 28/2002) telah mengamanatkan pentingnya memperhatikan keseimbangan antara aspek bangunan dan lingkungannya. Demikian pula Undang-Undang Sumber Daya Air (UU No. 7/2004) dan UndangUndang Jalan (UU No. 38/2004) mewajibkan agar dalam pengelolaan sumber daya air maupun jalan sungguh-sungguh memperhatikan kelestarian lingkungan. Undang-Undang Penataan Ruang (UU No. 26/2007) menjadi payung hukum dalam menjaga keseimbangan pemanfaatan ruang baik skala kawasan maupun wilayah. Ketentuan lebih lanjut dari UU tersebut, yaitu peraturanperaturan pelaksanaannya baik berupa norma, standar, pedoman dan manual (NSPM), maupun peraturan daerah sudah seharusnya lebih menekankan pada pembangunan yang berwawasan lingkungan, sebagaimana diamanatkan oleh UU tersebut. Pada pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) II 2010-2014 sudah tidak dapat dipungkiri bahwa dalam perkembangannya akan dihadapkan dengan tantangan terjadinya degradasi kualitas lingkungan yang saat ini pun telah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Oleh karenanya, kebijakan pembangunan ke depan harus mampu mendorong peningkatan kualitas lingkungan termasuk dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian, maupun dalam proses pemeliharaan bangunan-bangunan konstruksi dan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan tersebut harus memenuhi karakteristik keseimbangan dan kesetaraan, pandangan jangka panjang, dan sistemik. Kebijakan pembangunan tersebut diantaranya adalah menerapkan konsep pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan (green building dan green infrastructure), mempertahankan dan mendorong peningkatan prosentase Ruang Terbuka Hijau (RTH) terhadap kawasan budidaya lainnya, mempertahankan kawasan konservasi terutama di kawasan perkotaan, mewujudkan ecocity, serta

I

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

79

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4

meningkatkan pengawasan dan pengendalian lingkungan dalam setiap aspek pelaksanaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Tolok ukur green construction adalah mengharmonikan infrastruktur dan bangunan dalam jaringan dan lingkup yang lebih luas, terkait aspek-aspek iklim, sumber daya alam, ekonomi, serta sosial dan budaya. Manfaat yang paling penting dari penerapan green construction ini adalah tidak hanya sekedar melindungi sumber daya alam, tetapi juga dalam rangka mewujudkan efisiensi penggunaan energi dan meminimalisir kerusakan lingkungan. Manfaat lainnya yang dianggap paling penting adalah bahwa kehidupan dan kesehatan masyarakat akan menjadi lebih baik, termasuk meningkatnya kepedulian lingkungan dari masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan nilai-nilai estetika lingkungan. Implementasi kebijakan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan tersebut sepenuhnya perlu didukung oleh pengembangan dan penelitian teknologi terapan yang berwawasan atau ramah lingkungan. Untuk itu, dalam pengembangan teknologi, rancangan dan arsitektur bangunan, metodologi pembangunan, material dan bahan yang dimanfaatkan, serta efisiensi penggunaan energi dan sumber daya air, termasuk prinsip-prinsip dasar 3R: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycling (mendaur ulang) dalam setiap pelaksanaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman harus menjadi komitmen seluruh pelaku pembangunan bidang ke-PU-an dan permukiman. Demikian pula kebutuhan inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih dan sanitasi sangat tinggi agar krisis air bersih dan pemasalahan sanitasi khususnya yang terkait dengan water-borne diseases (seperti diare, demam berdarah, malaria, dan lain sebagainya) dapat dihindari. Teknologi pengolahan sampah, baik dari sisi pemisahan, daur ulang, dan penghancuran dengan menggunakan teknologi bioproses yang dipandang lebih ramah lingkungan perlu terus dikembangkan. Demikian halnya dengan penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang sumber daya air, antara lain untuk teknologi bangunan hidraulik ramah lingkungan, tidak boleh berhenti guna meningkatkan kinerja pengelolaan sumber daya air disamping terus mengupayakan mengendalikan laju alih fungsi lahan konservasi air dan daerah irigasi teknik secara ketat dari lahan penunjang ketahanan pangan menjadi lahan penunjang keperluan permukiman dan industri. Inovasi teknologi juga harus dikembangkan dalam penerapan teknologi daur ulang material perkerasan permukaan jalan karena teknologi ini dapat mengurangi kebutuhan material baru yang berasal dari badan sungai termasuk perlunya dipertimbangkan penggunaan material pembangunan jalan yang dapat diperbaharui (renewable) karena bobotnya lebih ringan dan kuat serta dapat menghemat biaya angkut.

80

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

Penyelenggaraan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dalam RPJMN II 2010-2014 juga perlu memberikan perhatian yang lebih besar pada aspek peningkatan kapasitas (capacity building) sumber daya manusia dan institusi termasuk kompetensi dan kemandirian pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan, mendorong peran sektor swasta melalui regulasi yang sehat dan iklim usaha yang semakin kondusif dan kompetitif, serta mendorong partisipasi dan peran serta masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan untuk mewujudkan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan.

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

Perubahan Iklim (Climate Change) Mengingat karakteristiknya sebagai negara kepulauan yang berada di Garis Khatulistiwa, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana terkait dengan iklim (climate-related disasters). Untuk itu Indonesia perlu menyusun strategi mitigasi dan adaptasi menghadapi dampak perubahan iklim. Secara umum terdapat beberapa efek perubahan iklim seperti naiknya muka air laut, naiknya temperatur, perubahan pola curah hujan, serta kenaikan frekuensi dan intensitas iklim ekstrem. Potensi dampak yang ditimbulkan adalah penurunan ketersediaan air; kekeringan; gangguan keseimbangan air; banjir; tanah longsor, intrusi air laut; dan badai. Selain itu karena 18% dari penduduk Indonesia bermukim di dataran rendah, serta terdapat lebih kurang 2000 pulau kecil yang terancam tenggelam, termasuk 92 pulau terluar, menyebabkan tingginya kerentanan Indonesia terhadap perubahan iklim. Mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim perlu menjadi arus utama (mainstream) dalam perencanaan pembangunan nasional (RPJPN dan RPJMN) serta perencanan pembangunan di daerah. Kementerian PU telah menyusun Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim yang berisi kebijakan, strategi dan program mitigasi dan adaptasi menghadapi dampak negatif perubahan iklim. Kebijakan yang dijalankan adalah menerapkan perencanaan tata ruang nasional dan wilayah yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan; meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur sumber daya air untuk menjamin ketahanan pangan dan mengurangi risiko banjir, longsor, kekeringan, dan abrasi pantai; meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur perkotaan dan perdesaan untuk mengurangi potensi banjir/genangan, krisis air dan sanitasi; serta meningkatkan kualitas pelayanan jalan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas dan aksesibilitas yang lebih efisien, melalui penyusunan NSPK, perencanaan, pelaksanaan pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dengan mempertimbangkan perubahan iklim.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

81

BAB 4

4.4.3. Strategi Peningkatan Turbinwas
esuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bidang pekerjaan umum adalah salah satu urusan pemerintahan yang bersifat concurrent atau dilaksanakan bersama oleh Pemerintah dan Pemerintahan Daerah. Sedangkan di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, telah diatur urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat, dan telah terbagi ke dalam masing-masing tingkatan pemerintahan. Pembagian urusan pemerintahan tersebut berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan. Dengan landasan ketentuan tersebut, penyelenggaran urusan yang dilaksanakan oleh Kementerian PU adalah menangani urusan-urusan pemerintahan yang merupakan kewenangan Pemerintah, baik yang akan dilaksanakan sendiri maupun yang akan dilakukan melalui dekonsentrasi dan tugas pembantuan dalam rangka peningkatan kapasitas dan percepatan pelembagaan penyelenggaraan urusan bidang pekerjaan umum di daerah secara sinerjik dengan peran Pemerintah. Oleh karenanya ke depan peran Kementerian PU akan lebih dititikberatkan untuk melakukan pengaturan, pembinaan, dan pengawasan (TURBINWAS) di bidang pekerjaan umum, serta pembinaan dan pengendalian pelaksanaan DAK infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Kementerian PU memiliki mandat untuk melaksanakan 2 (dua) urusan pemerintahan yang dibagi bersama antar tingkatan dan/atau susunan pemerintahan, yaitu urusan pekerjaan umum dan urusan penataan ruang yang terbagi ke dalam sub bidang. Setiap sub bidang terdiri dari sub-sub bidang yang meliputi pengaturan, pembinaan dan pemberdayaan, pembangunan dan pengelolaan, serta pengawasan dan pengendalian. Dalam kaitan dengan tugas pengaturan, disamping menyelenggarakan urusan yang menjadi tugasnya, Kementerian PU diharuskan untuk menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) untuk dijadikan pedoman bagi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam rangka melaksanakan urusan wajib pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota berkaitan dengan pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan permukiman. Dalam kaitan dengan tugas pembinaan, Kementerian PU juga berkewajiban melakukan pembinaan kepada pemerintah daerah untuk mendukung kemampuan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan urusan bidang pekerjaan umum dan permukiman,

S

82

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

sehingga akan tumbuh kemandirian daerah dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang pekerjaan umum dan permukiman sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan sesuai dengan prinsip otonomi daerah, yaitu luas, nyata, dan bertanggung jawab. Selain itu, pengawasan dan pengendalian secara nasional terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan dan NSPK juga harus ditingkatkan mengingat tuntutan penyelenggaraan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman yang semakin berkualitas tidak dapat ditawar lagi. Dengan demikian, peran pengaturan dan pembinaan serta pengawasan dan pengendalian harus memperoleh prioritas penanganan karena memiliki arti yang sangat strategis untuk mewujudkan pelayanan terbaik kepada masyarakat oleh pemerintah daerah dan sekaligus berarti juga bahwa pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah telah menuju arah yang tepat. Dalam penyelenggaraan infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman periode 2010-2014, Kementerian PU selain akan menjalankan tugas melaksanakan pembangunan (operator) yang menjadi kewenangan Pemerintah, juga memerlukan upaya untuk memantapkan peran sebagai regulator dan fasilitator. Prioritas yang perlu dilaksanakan adalah penguatan kelembagaan termasuk capacity building untuk memperkuat manajemen sumber daya manusia baik di pusat maupun daerah, serta meningkatkan koordinasi kelembagaan, terutama yang sifatnya lintas sektor dan daerah untuk mengkonsolidasikan dan mensinergikan potensi sumberdaya yang ada dalam rangka mengantisipasi peningkatan penyelenggaraan infrastruktur PU dan permukiman.

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

4.4.4. Strategi Pengarusutamaan Jender
erkait dengan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman ini, penting pula diperhatikan adanya upaya untuk mewujudkan kesetaraan jender sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJPN dan menjadi salah satu tujuan yang akan dicapai dalam RPJMN 2010-2014. Lebih operasional lagi, Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 telah memerintahkan kepada seluruh kementerian/lembaga serta pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota untuk melaksanakan pengarusutamaan jender ke dalam siklus manajemen, yakni perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program yang berperspektif jender di seluruh aspek pembangunan. Kemudian, sebagai tindak lanjut dari Inpres Nomor 9 tahun 2000 tersebut telah pula diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 119/PMK.02/2009 yang mengatur tentang petunjuk penyusunan dan penelaahan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga dan penyusunan, penelaahan, pengesahan dan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2010, di mana di dalamnya antara lain menekankan kembali pentingnya isu pengarusutamaan jender ini.

T

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

83

BAB 4

anak-anak di bawah umur. orang-orang dengan kebisaan berbeda/difable.5 Strategi Pembiayaan I nvestasi pembangunan infrastruktur melalui pembiayaan dari masyarakat dan dunia usaha. serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) dalam aspek egaliter. anak-anak di bawah umur. penyusunan. Jika melihat definisi setara dan adil di atas dan dikaitkan dengan tolok ukur pengarusutamaan jender yang dapat diukur dari sisi akses. Konsep setara dan adil jender harus benar-benar menjadi pegangan dalam setiap tahapan kegiatan PU. partisipasi dan kontrol sedangkan “adil” dilihat dari sisi pemanfaatannya. Upaya menuju pembangunan infrastruktur ke-PU-an dan permukiman yang ideal dapat dilihat dari 3 (tiga) sudut pandang.2014 . evaluasi maupun perencanaan pembangunan di bidang ke-PU-an dan permukiman. 84 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 4. orang-orang dengan kebisaan berbeda/difable. serta keadilan jender dilihat dari keamanan dan kenyamanan pemanfaatannya. kesempatan partisipasi dan kontrol. pengambilan peran dan fungsi secara proporsional dalam proses pembangunan secara utuh menyeluruh baik dari pemanfaatan hasil. pengakuan terhadap eksistensi. maka “setara” berada pada ukuran akses. selain pemerintah. antara lain melalui upaya meningkatkan penyetaraan jender yang memperhatikan segi akses. proses penyelenggaraan pembangunan ke-PU-an dan permukiman. yakni dari produk-produk yang dihasilkan. dan pola-pola kerjasama diantara ketiganya menjadi sangat penting karena kebutuhan akan infrastruktur yang kian meningkat sehingga dibutuhkan mobilisasi dan upaya mengembangkan berbagai alternatif rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Kementerian PU ke depan harus lebih meningkatkan pengarusutamaan jender tersebut. marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan (dan orang lanjut usia. partisipasi. serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) maupun laki-laki.4.Pengarusutamaan jender ini telah menjadi komitmen Kementerian Pekerjaan Umum yang akan diterapkan dalam setiap penyusunan kebijakan. serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) dan laki-laki dengan kata lain tidak bias jender atau bahkan menimbulkan kesenjangan jender. kemampuan memadai yang meliputi Knowledge Attitude Practise. dan kebijakan/NSPK di lingkungan Kementerian PU sebagai inputnya. pelaksanaan. Dimana setara berarti seimbang relasi antara lakilaki dan perempuan (dan orang lanjut usia. Sementara adil dapat diartikan sebagai tidak adanya pembakuan peran. pemeliharaan. Apakah ketiganya telah aman dan nyaman bagi perempuan (dan orang lanjut usia. orangorang dengan kebisaan berbeda/difable. beban ganda. perencanaan dan penganggaran. serta implementasinya melalui program dan kegiatan. pengawasan. subordinasi. anak-anak di bawah umur. kontrol dan manfaat. Untuk itu. ruang partisipasi.

Untuk itu pemerintah telah berkomitmen dengan menyisihkan dana APBN yang dikelola secara profesional oleh unit usaha milik pemerintah yang sebagian dananya tersebut akan digunakan sebagai dana investasi jangka panjang untuk infrastruktur. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta peningkatan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Selain pembiayaan yang bersumber dari APBN dan APBD. pola pembiayaan pembangunan infrastruktur PU dan permukiman akan terus didorong dan dikembangkan. Manfaat dari pembiayaan ini dapat mendorong good corporate governance dalam pembiayaan dan pengelolaan infrastruktur publik. Adanya beban langsung masyarakat yang menikmati layanan infrastruktur menyebabkan kenaikan kemampuan negara dalam membangun infrastruktur. 66 Tahun 2007 sebagai upaya strategis untuk percepatan pembangunan infrastruktur. sebagaimana yang saat ini telah mulai dikembangkan pada penyediaan fasilitas air minum di kawasankawasan perumahan baru kelompok masyarakat menengah ke atas di berbagai tempat (LIPPO Karawaci. LIPPO Cikarang. credit paper yang diperdagangkan di pasar primer dan sekunder yang mempunyai berbagai manfaat. sistematis. Salah satunya adalah dimana masyarakat dapat membiayai sendiri dengan membayar pada layanan infrastruktur yang diberikan (user charge).pembiayaan yang lebih optimal. meningkatkan struktur pembiayaan perusahaan dan lebih efektif dalam menarik jangkauan yang lebih luas dalam investors network. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Masyarakat Dalam 5 (lima) tahun ke depan. Kemampuan ini akan memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk lebih fokus pada kelompok masyarakat yang belum terlayani infrastruktur maupun meningkatkan kualitas layanan infrastruktur. diversifikasi sumber pembiayaan. atau lebih dikenal dengan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). kontinyu dan berdimensi jangka panjang seperti antara lain dengan memanfaatkan infrastructure fund yang telah diterbitkan melalui PP No. Hal ini sejalan dengan arahan RPJM Tahap Ke-2 (2010-2014) dimana percepatan pembangunan infrastruktur diupayakan dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha. skim pembiayaan publik dapat juga dilakukan melalui penerbitan surat hutang yakni melalui Pasar Surat Hutang berupa obligasi. Bintaro Jaya. dan lain-lain) dimana masyarakat penghuni yang mendapatkan pelayanan dan kemudahan dari fasilitas air minum yang disediakan tersebut membayar langsung terhadap layanan infrastruktur yang disediakan tersebut kepada pengelola. Strategi pembiayaan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut melalui kebijakan investasi yang lebih menyeluruh.2014 85 BAB 4 . Adanya kemauan dan kemampuan membayar masyarakat akan menyebabkan swasta akan tertarik untuk berpartisipasi dengan mensyaratkan margin keuntungan tertentu bagi infrastruktur yang dinilai dapat dipulihkan biayanya (cost recovery). surat hutang jangka menengah (medium term notes).

BLU adalah alat untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik melalui penerapan manajemen keuangan berbasis pada hasil. agar masyarakat sebagai subjek pembangunan mampu secara mandiri membangun dan memenuhi kebutuhannya sendiri dengan sumber daya yang dimilikinya. Sehingga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat/publik dengan tarif/harga yang terjangkau masyarakat dengan kualitas layanan yang baik.2014 . Di lingkungan pemerintahan di Indonesia terdapat banyak satuan kerja/ kegiatan yang berpotensi untuk dikelola secara lebih efisien dan efektif melalui rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pola-pola yang telah ada selama ini seperti PNPM Mandiri akan terus didorong dan dikembangkan.Khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). namun juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. cepat. UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara membuka koridor baru bagi penerapan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). BLU adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas (Pasal 1 UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara). efisien dan efektif dapat diterapkan pengelolaan keuangan BLU dengan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat. BLU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembaharuan manajemen keuangan sektor publik. maupun Badan Layanan Umum (BLU). dan bukanlah sematamata sarana untuk mengejar fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. 86 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 Dunia Usaha Keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia ke depan menjadi sangat penting mengingat Pemerintah sendiri tidak akan mungkin bisa mendanai semua kebutuhan investasi infrastruktur. Dunia usaha yang dimaksud disini bukan hanya dunia usaha swasta murni (baik produsen maupun fabrikan materi terkait pembangunan infrastruktur). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Build and Revenue Sharing. air limbah dan persampahan khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). terdapat beberapa bentuk layanan umum yang dapat dikelola secara lebih efektif dan efisien melalui pola BLU ini. seperti: layanan kesehatan.2014 87 BAB 4 . BTO. lisensi. commercial paper. Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS). Hal ini sejalan dengan trend pergeseran investasi infrastruktur dan pembiayaan publik menjadi pembiayaan swasta sehingga terjadi transfer resiko kepada sektor swasta untuk meningkatkan percepatan pembangunan infrastruktur. pengelolaan kawasan. Untuk itu. kebijakan ke depan yang diperlukan adalah menjamin akses masyarakat terhadap jasa kegiatan infrastruktur dan pemerintah tetap konsisten mempertahankan fungsi regulasi yang fair kepada setiap pelaku dan konsumen. dan lain sebagainya. pengelolaan dana bergulir untuk usaha kecil dan menengah. Joint Venture) merupakan pembiayaan model project financing yang selama ini dilakukan pada pengusahaan jalan tol. Khusus di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. pendidikan. dan lain-lain. Kebijakan pembiayaan publik dan swasta telah diterapkan untuk mencapai target pembangunan infrastruktur sejauh ini. pengembangan KPS dalam pembangunan infrastruktur juga perlu dioptimalkan karena dibutuhkan untuk dapat memenuhi gap kebutuhan infrastruktur. Turnkey.ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI pola BLU. Skim pembiayaan untuk investasi infrastruktur jalan tol melalui equity financing seperti penyertaan ekuitas langsung dan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta (BOT. Skim pembiayaan jalan tol ini juga menyertakan pembiayaan publik melalui debt financing berupa pinjaman bank. seperti: pengelolaan jalan tol. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan Masyarakat Selain dana-dana publik. Badan Usaha. dan obligasi. pengelolaan air minum.

Untuk mendukung partisipasi swasta.2014 . pinjaman bank komersial (sumber pembiayaan dari pinjaman bank komersial dengan jumlah equity tertentu sebagai pendamping pinjaman). Dalam 5 (lima) tahun ke depan Pemerintah (dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum) merencanakan untuk terus mendorong berbagai alternatif pembiayaan untuk investasi pembangunan infrastruktur. bersih. utamanya dalam pembangunan dan pengelolaan jalan tol. kebijakan penjaminan risiko oleh pemerintah dapat diberikan secara selektif berdasarkan kriteria yang obyektif.Untuk infrastruktur air minum pola pembiayaan tersebut juga dikembangkan selain melalui kerja sama pemerintah-swasta (KPS) juga memanfaatkan equity (sumber pendanaan dari internal cash PDAM dan Pemda). Kebijakan lainnya adalah dukungan penyertaan modal pemerintah untuk kegiatan non komersial tetapi mempunyai nilai ekonomis tinggi. Selain itu melakukan unbundling pembangunan infrastruktur dimana pemerintah akan menanggung pembangunan yang bersifat komersial untuk berbagai infrastruktur penting di daerah. persampahan. dan BUMD dalam pembangunan infrastruktur. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No. mengingat berbagai kendala dan hambatan yang diperkirakan akan masih saja terjadi pada periode 5 (lima) tahun mendatang dan belum akan dapat diatasi sepenuhnya. pengelolaan PDAM perlu dilakukan secara profesional. 28 tahun 2009 tentang Penetapan Daftar Rencana Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.4. dan berdasarkan tata kelola yang baik dengan tidak tertutup untuk mengikutsertakan swasta melalui proses yang transparan dan kompetitif secara adil dan mendapat dukungan yang konstruktif dari pemerintah daerah. maka Kementerian Pekerjaan Umum akan memprioritaskan untuk melakukan fasilitasi dan mendorong dengan 88 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . transparan. matang. dan sanitasi kota yang tanggung jawab pelaksanaannya ada pada Kementerian Pekerjaan Umum. dan obligasi (sumber dana dari penerbitan surat utang yang akan dibayar dari pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum/PDAM). Untuk investasi perluasan dan pembangunan fasilitas air minum yang didukung oleh sumber pendanaan dari pemerintah dan masyarakat dan program restrukturisasi utang PDAM. serta pembangunan dan pengelolaan persampahan dan sanitasi kota. Namun. pembangunan dan pengelolaan air minum.PPN/HK/2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No. terukur. 47/M. dan adil serta dapat dipertanggungjawabkan. maka dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan telah ditetapkan beberapa proyek di bidang jalan tol. prinsip akuntabilitas dan keterbukaan akan diterapkan. sebagaimana terlihat pada Tabel 4. termasuk pola-pola KPS. Untuk memperbaiki efisiensi dalam pengelolaan. BUMN. sehingga pemerintah menganggap perlu memberikan subsidi operasi. air minum.

dan lancar. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .intensif tercapai target-target dan terwujudnya proyek-proyek KPS paling tidak sebagaimana digambarkan pada Tabel 4. maka diterapkannya payung hukum untuk mengurangi aksi spekulan tanah dan payung hukum yang lebih tinggi tentang penitipan ganti rugi (konsinyasi) ke pengadilan dan pelaksanaan pembangunan pada tanah yang ganti ruginya telah dititipkan tersebut mutlak diperlukan. ke depan akan diupayakan suatu Dana Preservasi Jalan (road fund) untuk mempertahankan kondisi infrastruktur jalan dalam rangka mendukung pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman. Sumber-sumber pendanaan untuk dana preservasi jalan tersebut berasal dari iuran jalan. dan denda pelanggaran lalu lintas. tertib. uang parkir. selamat. Untuk menjamin hal tersebut. diantaranya dari pajak bahan bakar minyak. Kebijakan ke depan yang akan diterapkan terkait dengan lahan ini adalah pentingnya mengimplementasikan land capping dengan dukungan dana APBN. Sejauh ini kebijakan yang diterapkan adalah biaya pengadaan tanah yang dibutuhkan ditanggung oleh Pemerintah atau sekaligus oleh pihak Swasta yang akan diperhitungkan dalam masa konsesi.2 dan Tabel 4. upaya kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat pun juga akan terus digalakkan.2014 89 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . Meski demikian. strategi pembiayaan infrastruktur ini masih memerlukan peraturan perundang-undangan yang lebih rinci. sebagai bagian dari upaya-upaya pencapaian target dan sasaran pembangunan Nasional sebagaimana tertuang di dalam dokumen RPJMN. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Hal lainnya adalah perlunya dukungan Pemerintah dalam pengadaan tanah/ lahan yang merupakan komponen penting dalam pembangunan infrastruktur. Selain berbagai strategi pembiayaan di atas. Sesuai dengan UU No. biaya perpanjangan SIM/STNK.3.

SERPONG CENGKARENG .00 13.KUNCIRAN SUB TOTAL II   58.MOJOKERTO SURABAYA .PASURUAN KUNCIRAN . 05 km.MOJOKERTO SUB TOTAL I JALAN TOL NON TRANS JAWA JORR W2 UTARA CINERE .50 60.BATANG SEMARANG .2014 .00 889.48 34.BATANG SEMARANG .67 147.70 11.PEMALANG PEMALANG .27 579.00 40.10 0 9.12 106.SUMEDANG .75 11.00 57.50 36.50 39.47   FUNGSIONAL (Km)   116.00 75.2 Rencana Pembangunan Jalan Tol Tahun 2010 .00 7.TANJUNG BENOA AKSES TANJUNG PRIOK SUB TOTAL III TOTAL RUAS JALAN TOL JALAN TOL TRANS JAWA CIKAMPEK .97 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2006 Skema PPP.00 40.37 TARGET (Km)   116.00 13.70 179.00 75.50 10. I 1 2 3 4 5 6 7 8   II 1 2 3   4 5 6 7   III 1 2 3 4 5   JALAN TOL BARU CILEUNYI .00 57.00 14.PALIMANAN PEJAGAN .01     7.2014 PANJANG NO.PANDAAN GEMPOL .Tabel 4.DAWUAN MEDAN-KUALANAMU-TEBING TINGGI BANDUNG INTRA URBAN SERANGAN .19 15.61 33.97   7.61 33. Dilaksanakan Pemerintah sepanjang 59.00 21.19 15.JAGORAWI BOGOR RING ROAD   GEMPOL .70 4.SOLO SOLO .50 36.50 39.KERTOSONO KERTOSONO .00 75.00 3.00 75.27 618.00 14.75 11. PPJT 2006 PPJT 2006     PPJT 2006 PPJT 2006 Seksi I Operasi 2010 PPJT 2006 PPJT 2006 PPJT 2008 PPJT 2009     Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah Dilaksanakan Pemerintah       KETERANGAN 90 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4   rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .50 16.70 140.12 99.13 713. 95 km dan Swasta sepanjang 119.37   11.

6 20.1 150. Bandung Barat 9.6 89. 2.2 25. Kab.7           35.8 19.7 127.1 68.0 Pra FS 8.0 297.6 KPS YANG SEDANG BERJALAN Pemenuhan Persyaratan Pendahuluan.000 540.4       502.0 Pra FS 7.7 50.0   1800.4 119. Karawang SPAM Umbulan Kab. Bekasi Kota Bandar Lampung DKI Jakarta. Kab.0 945.4 201. 4.7 77. Bekasi. Banjar Baru Konsesi Konsesi BT 500 500 200 19.6   224. Kota dan Kab.2016 NO Kota/ KABUPATEN BENTUK KERJASAMA KAPASITAS (Liter/det) 2010 2011 RENCANA DISBURSMENT (MILIAR RUPIAH) 2012 2013 2014 2015 2016 TOTAL STATUS POTENSI 1.0   1890.6       142. BOT/Konsesi 4. Bandung dan Bandung Barat BOT Konsesi Konsesi 420 450 500 44.7 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .8 517.0 360.6 Pra FS Review isi Pra FS Review Pra Fs 6. Kota Bekasi Kota Surakarta Konsesi BOT 300 300 PRIORITAS 33. ROT WTP 320 24. efektif mulai konstruksi Januari 2010: • Membangun IPA 900 l/det • Sambungan Rumah (SR) 60.1 207.2 89.1 171. Tangerang konsesi 900 75.0 42.0 19.0 378.4 Pra FS Ijin Study Pra FS ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3.2014 91 BAB 4 . BOT 5000 567.0 67.2 Penyusunan Pra FS Penyusunan Pra FS & DED PROSES TENDER KotaJambi (IPA Broni & IPA Benteng) Proses Negosiasi dan Finalisasi PKS 10. 5.8 75. Bandung Kab.5 38.2   33.6 47.000 unit • Jaringan pipa ± 180 km Kab.3   44.2 67.6 99.7 77.9 10.Tabel 4.8 19.3 Rencana Proyek KPS Air Minum Tahun 2010 . Cirebon Kab.3 155.8 51.1 25.0 900.

00 92 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 3 Kementerian PU Kementerian PU Sumatera - 4.00 - - 5.2014 .Tabel 4.115.00 1.60 - - 4.00 13 Sumatera - - - 5.00 4.00 1.370.950.070.896.225.760.584.783.050.112.00 - - 2.530.00 10 Jawa Bali - 745.00\ 12 Kementerian PU Kementerian PU Sumatera - - 1.00 1.00 10.00 4 Sumatera - 525.00 - - 1.4 2011 141.713.00 NO 2 Sumatera 2.265.00 - - 8.00 - - 1.365.225.020.450.60 523.00 6 Kementerian PU Kementerian PU Jawa Bali - 930.00 - - 1.230.00 5.290.00 2.00 5 Kementerian PU Sumatera - 1.00 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .9 2012 1.805.70 2013 2014 TOTAL 1.4 Daftar Rencana Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek 1 Terbangunnya jalan tol Medan – Binjai Terbangunnya jalan tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi Terbangunnya jalan tol Pekanbaru – Kandis – Dumai Terbangunnya jalan tol Palembang – Indralaya Terbangunnya jalan tol Tegineneng – Babatan Terbangunnya jalan tol Sukabumi – Cirajang Terbangunnya jalan tol Pasirkoja – Soreang Terbangunnya jalan tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan Terbangunnya jalan tol Pandaan – Malang Terbangunnya jalan tol Serangan – Tanjung Benoa Terbangunnya jalan tol Manado – Bitung Terbangunnya jalan tol Kisaran – Tebing Tinggi Terbangunnya jalan tol Bukit Tinggi – Padang Panjang .00 - - 3.265.584.00 7 Jawa Bali - 510.490.00 1.365.00 9 Kementerian PU Kementerian PU Kementerian PU Jawa Bali - 1.00 1.00 510.280.00 2.00 930.00 - - 2.115.00 5.860.00 - - 1.Lubuk Alune – Padang Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian PU Kementerian PU Sumatera Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 77.552.80 1.805.00 745.00 11 Sulawesi - 2.00 8 Kementerian PU Jawa Bali 316.610.00 525.

760.00 4.00 - 920.795.00 5.00 7.00 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 16 Kementerian PU Sumatera - - 2.100.00 5.00 19 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.00 1.085.312.780.904.00 24 Kementerian PU Jawa – Bali - - 1.716.00 1.200.288.278.00 1.00 1.00 2013 1.00 3.00 3.00 14 Terbangunnya jalan tol Batu Ampar – Muka Kuning – Bandara Hang Nadim Terbangunnya jalan tol Terbanggi Besar – Manggala – Pematang Panggang Terbangunnya jalan tol Bakauheni – Terbanggi Besar Terbangunnya jalan tol Cilegon – Bojonegoro Terbangunnya jalan tol Kamal – Teluk Naga – Batu Ceper Terbangunnya jalan tol Kemayoran – Kampung Melayu Terbangunnya jalan tol Sunter – Rawa Buaya – Batu Ceper Terbangunnya jalan tol Ulujami – Tanah Abang Terbangunnya jalan tol Pasarminggu – Casablanca Terbangunnya jalan tol Sunter – Pulo Gebang – Tambelang Terbangunnya jalan tol Duri Pulo – Kampung Melayu Terbangunnya jalan akses Tanjung Priok Terbangunnya jalan tol Terusan Pasteur – Ujung Berung – Cileunyi 15 Kementerian PU Sumatera - - 1.00 25 Kementerian PU Jawa – Bali - 20.928.716.00 2.960.00 50.590.00 2.00 17 Kementerian PU Jawa – Bali - - 460.00 20 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.00 18 Kementerian PU Jawa – Bali - 1.780.00 1.00 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .00 1.00 23 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.788.00 26 Kementerian PU Jawa – Bali - - 690.788.00 1.00 2014 TOTAL 2.00 9.00 2.795.00 2.720.00 8.734.460.214.460.214.952.2014 93 BAB 4 .00 21 Kementerian PU Jawa – Bali - - 1.00 460.00 2.00 - - 70.734.704.00 2.278.00 2.085.00 2.260.00 4.380.00 - - 3.380.070.00 22 Kementerian PU Jawa – Bali - - 1.00 2.384.280.100.928.200.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian PU Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Sumatera 2011 2012 1.00 6.140.00 2.950.00 5.

300.000.00 - - - - - - - - 100.00 80.300.00 2.300.00 1.00 - 520.00 - - - - - - rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .0 - - - 540.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian PU Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Jawa – Bali 2011 2012 1.184.00 1.00 TOTAL 6.00 2.00 - 35 Sumatera - 60.827.012.00 31 Jawa – Bali - - 1.890. Pemkot Medan Jawa – Bali - - 10.000.00 280.00 2.00 260.00 2013 2. Pemkab Bekasi.00 699.00 36 Penyediaan Air Minum Kota Bandar Lampung Kementerian Pekerjaan Umum.770.090.00 94 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 30 Kementerian PU Kementerian PU Jawa – Bali - - 699.00 27 Terbangunnya jalan tol Ujungberung – Gedebage – Majalaya Terbangunnya jalan tol Semarang – Demak Terbangunnya jalan tol Yogyakarta – Bawen Terbangunnya jalan tol Yogyakarta – Solo Terbangunnya jalan tol Bandara Juanda – Tanjung perak Terbangunnya jalan tol Probolinggo – Banyuwangi Terbangunnya jalan tol Jembatan Selat Sunda Penyediaan Air Minum Kota Bandung Peningkatan dan Pembangunan IPAM Kota Medan 28 Kementerian PU Kementerian PU Jawa – Bali - - 888.00 932.400.170 3.330.00 10.00 100.509.00 5.200.890.00 33 Kementerian PU Kementerian Pekerjaan Umum. Pemprov DKI Pemkot Bekasi. Pemkot Bandung Kementerian Pekerjaan Umum.00 888.00 1.00 8.827.00 1.00 32 Kementerian PU Jawa – Bali - - 2.00 3.2014 . Pemkot Bandar Lampung Kementerian Pekerjaan Umum.00 2.436.00 10.00 10.00 6.000.00 1.00 2014 1.000.00 37 Penyediaan Air Minum DKI JakartaBekasi-Karawang Jawa Bali - - 1.00 29 Jawa – Bali - - 1.030.00 2.00 - 270.520. Pemkab Bekasi Jawa Bali Sumatera - - 260. Pemkab Karawang 38 Penyediaan Air Minum Kabupaten Bekasi (Cikarang Barat & Cibitung) Kementerian Pekerjaan Umum.000.00 34 Jawa Bali - 270.509.960.400.00 - - - 60.

00 46 Penyediaan Air Minum Kabupaten Maros Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkot Cirebon Jawa Bali - 70.00 44 Penyediaan Air Minum Kota Surakarta Kementerian Pekerjaan Umum.00 2014 50.00 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 41 Penyediaan Air Minum Kabupaten Indramayu Kementerian Pekerjaan Umum.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum.00 2013 60.00 70.00 39 Penyediaan Air Minum Kabupaten Bandung 40 Penyediaan Air Minum Kabupaten Sumedang Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkot Surakarta Jawa Bali - - 35.00 - - - 400.00 25.00 43 Penyediaan Air Minum Kota Bekasi (Pondok Gede) Kementerian Pekerjaan Umum.00 - - 115.00 5.00 35.00 - - 140. Pemkot Bekasi Jawa Bali - - 110.00 TOTAL 170.00 125.2014 95 .00 - - 50.00 - - 10. Pemkab Klungkung Jawa Bali - 125. Pemkab Indramayu Jawa Bali - 5.00 110. Pemkab Cirebon.00 55. Pemkab Maros Sulawesi - 60.00 - 220.00 - 70.00 BAB 4 - - - - - - rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pemkab Sumedang Jawa Bali - 25.00 45 Penyediaan Air Minum Kabupaten Klungkung Kementerian Pekerjaan Umum. Pemkab Bandung Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Jawa Bali 2011 2012 60.00 - - 250. Pemkab Kuningan.00 47 Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bogor dan Depok Kementerian Pekerjaan Umum/ Pemprov Jabar Jawa Bali 240.00 42 Penyediaan Air Minum Kabupaten dan Kota Cirebon Kementerian Pekerjaan Umum.00 160.

Pemprov Jawa Barat Kementerian Pekerjaan Umum.00 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .00 51 Kementerian Pekerjaan Umum.00 50.00 20.00 52 Jawa Bali - - 10.00 30. Pemprov Jawa Tengah Jawa Bali - - 20.00 800. Pemprov Jawa Tengah Jawa Bali - - 30.00 10.00 2011 320.00 20.00 10.00 30.00 20.00 30. Pemprov Jawa Barat Jawa Bali - - 20.00 55 Kementeria n Pekerjaan Umum. Pemprov Jawa Barat Jawa Bali 750.00 10. Pemprov Jawa Barat Jawa Bali - - 10.00 53 Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten dan Kota Semarang (alternatif 1) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten dan Kota Semarang (alternatif 2) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten dan Kota Semarang (alternatif 3) Kementerian Pekerjaan Umum.00 10.00 50.NO SASARAN (Hasil Outcome yang diharapkan) Nama Proyek Kementerian/ Lembaga terkait Penanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum/ Pemprov Jabar Rencana Disbursement (Miliar Rupiah) Lokasi 2010 Jawa Bali 480.00 100. Pemprov Jawa Tengah Jawa Bali - - 40.00 10.00 10.00 2012 2013 2014 TOTAL 800 48 Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bandung dan Sekitarnya Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Barat (alternatif 1) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Barat (alternatif 2) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Timur (alternatif 1) Pembangunan Saluran Pembawa Air Baku Kabupaten Bandung Bagian Timur (alternatif 2) 49 Kementerian Pekerjaan Umum.00 54 Kementerian Pekerjaan Umum.2014 .00 96 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 50 Kementerian Pekerjaan Umum.00 750.00 30.

efektif. perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas. 1. dan adanya tumpang tindih tugas dan fungsi unit-unit kerja. kelembagaan Kementerian PU perlu menjalankan penataan aparatur atau reformasi birokrasi yang menyeluruh dan dilaksanakan secara bertahap. dan tujuan organisasi. serta perlunya peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan. yakni masih belum optimalnya kualitas pelayanan publik. D rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Strategi tersebut juga meliputi pengembangan kapasitas institusi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian PU dan aparatur di daerah. terutama menyangkut aspekaspek kelembagaan/organisasi. Kementerian PU menjadi pelopor dalam pengembangan sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement). regulasi. dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan good governance. dan prosedur kerja yang jelas. Dalam rangka pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas sejalan dengan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance) untuk menghindarkan praktik-praktik KKN.2014 97 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . proses. rendahnya disiplin dan etos kerja pegawai. terukur. serta produktivitas. adanya tumpang tindih regulasi yang perlu dibenahi. belum optimalnya integritas aparatur birokrasi. Strategi tersebut meliputi pembenahan organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing) dengan menstrukturkan organisasi dan mensinkronkan tugas dan fungsi dan merampingkan birokrasi agar efektif dan efisien serta melalui delivery system (mencakup tata laksana dan pola organisasi) yang tepat berupa sistem.6 Strategi Penataan Aparatur alam mencapai visi jangka panjang. Penataan aparatur atau reformasi birokrasi perlu dilakukan mengingat kondisi objektif birokrasi saat ini yang masih perlu disempurnakan. efektivitas. dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). efisien.4. Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. serta sumber daya manusia aparatur Negara. Pengembangan institusi Pengembangan institusi adalah salah satu kunci dalam reformasi birokrasi melalui proses transisi yang dapat dilaksanakan dengan reorganisasi yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada kinerja. perlunya peningkatan efisiensi. misi. ketatalaksanaan (business process). Kebijakan ini mendukung salah satu prioritas pembangunan nasional dalam RPJMN 2010–2014 yaitu pembangunan SDM untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dalam era globalisasi yang berkembang saat ini.4.

maka adanya konsistensi kebijakan nasional tentang pengembangan SDM PNS yang ramping 98 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . penempatan calon PNS. dan UU Jasa Konstruksi. produktif. serta akan dilakukan langkah-langkah deregulasi untuk berbagai peraturan yang merupakan produk yang sudah lama yang dinilai dapat menghambat pelaksanaan tugas dan menciptakan ketidakpastian hukum di masyarakat untuk kemudian dilakukan reformasi jika dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi terkini. dalam jangka panjang perlu dilakukan perubahan yang lebih fundamental sifatnya.2014 . Untuk itu sejak tahun 2006 Kementerian PU telah melakukan upaya reformasi perekrutan. Mendukung upaya ini. serta meningkatkan kinerja penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman agar tugas dan fungsi yang diemban oleh Kementerian PU dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. beserta peraturan pelengkapnya. profesional. UU Jalan. Kementerian PU telah memiliki berbagai dasar hukum pembangunan dan pengelolaan sektor yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. yaitu dari organisasi yang bersifat sektoral menjadi bersifat fungsional. 2. UU Bangunan Gedung. seperti UU Sumber Daya Air. serta mengikutsertakan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam keseluruhan prosesnya. Selanjutnya dalam rangka reformasi birokrasi Kementerian PU. berkinerja tinggi. Selanjutnya akan dilakukan identifikasi peraturan-peraturan yang masih perlu dijabarkan lagi turunannya. dekonsentrasi. dan sejahtera agar dapat mencapai 3 (tiga) strategic goals Kementerian PU dan prioritas pembangunan nasional. Pengembangan SDM di bidang pekerjaan umum dan permukiman dilaksanakan melalui pembinaan jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berdasarkan jalur jabatan struktural dan jabatan fungsional. serta pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK). UU Penataan Ruang. Pengembangan SDM juga diperlukan untuk memenuhi tuntutan perubahan peran Kementerian PU yang diharapkan berubah dari semula lebih dominan sebagai provider-operator menjadi dominan sebagai regulatorfasilitator yang berorientasi pada peningkatan TURBINWAS ke daerah dalam rangka pelaksanakan tugas pembantuan. serta evaluasi kinerjanya secara signifikan yang perlu terus dilanjutkan. pembinaan. Pengembangan SDM Pengembangan SDM di bidang pekerjaan umum dan permukiman dilaksanakan untuk memperoleh SDM yang berintegritas.Meskipun Kementerian PU telah melakukan berbagai upaya terkait reformasi birokrasi. Pembenahan Regulasi Dari sisi regulasi. namun masih perlu disempurnakan dengan mengacu kepada pedoman reformasi birokrasi yang telah dikeluarkan. disiplin. kompeten. 3.

career planning. Pengembangan orientasi pada jabatan fungsional yang akan terus didorong di masa depan memerlukan penyusunan job description.5. Oleh karenanya. Setiap kenaikan posisi jabatan harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi baik substansi manajerial. dan sinergi institusi dengan unit-unit kerja lainnya. serta reward dan punishment. maupun fungsionalnya. Ke depan. Dengan tuntutan tersebut. Dalam upaya untuk mempercepat peningkatan kompetensi SDM di bidang pekerjaan umum dan permukiman juga perlu dilakukan Training of Trainers substansi bidang pekerjaan umum dan permukiman bagi instruktur yang ada pada unit-unit kerja diklat di tingkat provinsi sehingga mereka dapat memberikan diklat untuk PNS di provinsinya sendiri maupun di kabupaten/kota. teknis. Mempercepat penyelesaian peraturan perundang-undangan. Selain itu diperlukan juga adanya penyetaraan penghargaan antara pejabat struktural dan fungsional. standar. serta penempatan yang menyatu antara pejabat fungsional dan struktural sesuai tingkatannya. penguatan. maka pola kerja sama dengan berbagai mitra kerja harus terus dikembangkan. pendidikan dan pelatihan (diklat) berbasis kompetensi. Kebijakan Penataan Ruang 1.struktur dan kaya fungsi untuk diterapkan pada pengembangan organisasi di tiap-tiap kementerian dan lembaga sangat diperlukan. Pelaksanaan diklat di masa depan juga memerlukan pembenahan. seperti kepegawaian dan kelembagaan di internal Kementerian PU termasuk dengan institusi daerah. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pelaksanaan diklat harus didasarkan pada kebutuhan peningkatan kompetensi individu maupun kinerja unit organisasi yang mengutusnya. pedoman dan manual bidang Penataan Ruang. terutama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.2014 99 BAB 4 . Pelaksanaan diklat dapat dilakukan baik di institusi diklat intern Kementerian PU maupun institusi diklat di luar Kementerian PU. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 4. disamping terus dibenahinya hubungan kerja yang seimbang dan baik antara pejabat fungsional dengan struktural. pola rekrutmen. salah satunya ditempuh melalui pengembangan dan pelaksanaan program-program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang selaras dan terintegrasi dengan pola career planning. remunerasi. Kebijakan peningkatan kapasitas dan kualitas SDM ini. KEBIJAKAN OPERASIONAL a. institusi diklat juga harus menyiapkan diri menjadi unit Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Diklat yang dikembangkan harus berbasis kompetensi dengan kurikulum yang memperhatikan jenis dan jenjang diklat serta target group-nya. baik di dalam maupun di luar negeri.

Mengembangkan rencana terpadu pengembangan wilayah di berbagai aras spasial. antara hulu dan hilir. 100 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 b. serta antara pemenuhan kepentingan jangka pendek dan kepentingan jangka panjang. 5. Pengembangan dan penerapan sistem conjuctive use antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah akan digalakkan terutama untuk menciptakan sinergi dan menjaga keberlanjutan ketersediaan air tanah. Pemerintahan Daerah Provinsi. antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah. dengan penjurunya pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dan pembangunan daerah. Meningkatkan kualitas pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis nasional yang mendorong keterpaduan pembangunan infrastruktur wilayah dan implementasi program pembangunan daerah. 3.2.2014 . Mengembangkan kapasitas kelembagaan pusat dan daerah serta sinergi dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan teknis pelaksanaan penataan ruang. Pola hubungan hulu-hilir akan terus dikembangkan agar tercapai pola pengelolaan yang lebih berkeadilan serta rasionalisasi permintaan dan penggunaan air melalui demand management. serta meningkatkan rasa memiliki (ownership) seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penyelesaian produk pengaturan. 6. 2. 4. 7. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Konservasi akan lebih diutamakan sehingga akan terjadi keseimbangan antara upaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan upaya untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. 4. Mendapatkan komitmen berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat dalam pelaksanaan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Mengembangkan prakarsa dan peran. Kebijakan Pembangunan Sumber Daya Air 1. termasuk dengan meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang pleh Pemerintah Daerah sesuai kewenangan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Pengelolaan sumber daya air dilaksanakan dengan memperhatikan keserasian antara konservasi dan pendayagunaan. 3. antara pengelolaan demand dan pengelolaan supply. Mengefektifkan pembinaan dan pengawasan teknis dalm pelaksanaan penataan ruang.

Kebijakan Pembangunan Prasarana Jalan 1. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 7. pulau-pulau kecil serta pusat kegiatan ekonomi. tetapi juga pada tahap pencegahan serta pemulihan pasca bencana. Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air baku diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga terutama di wilayah rawan/defisit air.2014 101 BAB 4 . rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 9. dan wilayah strategis. 6. wilayah tertinggal. Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi difokuskan pada upaya peningkatan fungsi jaringan irigasi yang sudah dibangun tapi belum berfungsi. dan peningkatan kinerja operasi dan pemeliharaan. 10. 12. Upaya peningkatan fungsi jaringan dilakukan hanya pada areal yang ketersediaan airnya terjamin dan petani penggarapnya sudah siap. Mempertahankan kinerja pelayanan prasarana jalan yang telah terbangun dengan mengoptimalkan pemanfaatan prasarana jalan melalui pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan teknologi jalan. Pengembangan dan pengelolaan sumber daya air juga dilakukan dengan penataan kelembagaan melalui pengaturan kembali kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan.5. Pengendalian daya rusak air terutama dalam hal penanggulangan banjir mengutamakan pendekatan non-konstruksi melalui konservasi sumberdaya air dan pengelolaan daerah aliran sungai dengan memperhatikan keterpaduan dengan tata ruang wilayah. Penanggulangan banjir diutamakan pada wilayah berpenduduk padat dan wilayah strategis. dengan prioritas areal irigasi di luar Pulau Jawa. Penataan dan penguatan sistem pengolahan data dan informasi sumber daya air dilakukan secara terencana dan dikelola secara berkesinambungan sehingga tercipta basis data yang dapat dijadikan dasar acuan perencanaan pengembangan dan pengelolaan sumber daya air. Pemanfaatan air tanah untuk pemenuhan kebutuhan air baku akan dikendalikan dan sejalan dengan itu akan dilakukan upaya peningkatan penyediaan air baku dan air permukaan. Pengamanan pantai-pantai dari abrasi terutama dilakukan pada daerah perbatasan. 11. Peningkatan partisipasi masyarakat dan kemitraan di antara pemangku kepentingan terus diupayakan tidak hanya pada saat kejadian banjir. rehabilitasi pada areal irigasi berfungsi yang mengalami kerusakan. c. 8.

pendidikan dan pelatihan. 6. Meningkatkan pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus yang diarahkan untuk membantu pelayanan air minum perdesaan serta insentif bagi PDAM.2014 . Meningkatkan peranserta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran pembangunan air minum. Mengembangkan rencana induk sistem jaringan prasarana jalan berbasis pulau (Jawa dan Bali. Mengharmonisasikan keterpaduan sistem jaringan jalan dengan kebijakan tata ruang wilayah nasional yang merupakan acuan pengembangan wilayah dan meningkatkan keterpaduannya dengan sistem jaringan prasarana lainnya dalam konteks pelayanan intermoda dan sistem transportasi nasional (Sistranas) yang menjamin efisiensi pelayanan transportasi. masyarakat dalam d. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Menumbuhkan sikap profesionalisme dan kemandirian institusi dan SDM bidang penyelenggaraan prasarana jalan. 2. Mendorong pengelolaan PDAM agar lebih profesional dan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola pelayanan air minum melalui uji kompetensi.2. Air Minum 1. 3. 4. Melanjutkan dan merampungkan reformasi jalan melalui UU Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan serta peraturan pelaksanaannya. Sumatera. Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Permukiman 1. Sulawesi. Mendorong keterlibatan peran dunia usaha dan penyelenggaran dan penyediaan prasarana jalan. 5. 7. 4. 102 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 5. Menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha (swasta) untuk turut berperan serta secara aktif dalam memberikan pelayanan air minum. 3. Meningkatkan kinerja pengelola air minum (PDAM) dengan melanjutkan kebijakan sebelumnya. dan Papua). Kalimantan. yaitu restrukturisasi utang pokok dan peningkatan manajemen melalui penetapan tarif yang wajar serta penurunan tingkat kebocoran/kehilangan air pada ambang batas normal (20%). disamping mendorong pemerintah provinsi/kabupaten/kota untuk berinvestasi di bidang pengembangan air minum. Meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperjelas hak dan kewajiban dalam penanganan prasarana jalan.

3. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha (swasta) untuk turut berperanserta secara aktif dalam memberikan pelayanan persampahan. baik dalam handling-transportation maupun dalam pengelolaan TPA. pentingnya 2. Menciptakan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kemitraan pemerintah-swasta (public private partnership) dalam pengelolaan persampahan. Bangunan Gedung dan Lingkungan 1. 5. 3. baik yang dikelola BUMD maupun yang dikelola secara langsung oleh masyarakat. Menciptakan kesadaran seluruh stakeholders terhadap peningkatan pelayanan persampahan dan drainase. Meningkatkan partisipasi pengelolaan air limbah. Meningkatkan pendanaan dengan mengembangkan alternatif sumber pembiayaan yang murah dan berkelanjutan serta melalui kemitraan swasta dengan pemerintah. 4. 4. Meningkatkan kinerja pengelola persampahan dan drainase melalui restrukturisasi kelembagaan dan revisi peraturan perundang-undangan yang terkait. pelatihan. pendidikan. 3. dan perbaikan pelayanan kesehatan. Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan air limbah. 7. Mendorong terbentuknya regionalisasi pengelolaan persampahan dan drainase. Persampahan dan Drainase 1. 6. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola persampahan dan drainase melalui uji kompetensi. Meningkatkan peranserta seluruh stakeholders dalam upaya mencapai sasaran pembangunan persampahan dan drainase. Mengembangkan kelembagaan dalam penanganan air limbah. masyarakat dalam pembangunan dan ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 4. Meningkatkan pembinaan bagi peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah dalam pengendalian pembangunan bangunan gedung. Air Limbah 1.2. 2.2014 103 BAB 4 .

maka strategi-strategi yang harus dilaksanakan adalah: 1. Menyelenggarakan layanan keahlian (advistek). (ii) kualitas pengendalian pemanfaatan ruang-ruang air. Meningkatkan pengawasan dan pembinaan teknis keamanan dan keselamatan gedung. 3. Untuk mewujudkan kebijakan tersebut. juga untuk membantu penyusunan dokumen perencanaan proyek yang di dalamnya memasukkan unsur-unsur teknologi baru yang telah teruji. 3. diarahkan pada unsur-unsur: (i) peningkatan cakupan pelayanan prasarana dan sarana dasar. 104 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . juga untuk untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi unit unit operasional di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. e. Memanfaatkan hasil-hasil Litbangrap IPTEK. 5. Litbangrap IPTEK yang berhubungan dengan isu-isu peningkatan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional diarahkan pada unsur-unsur: (i) keandalan sistem jaringan jalan dan jembatan serta jaringan sistem sumberdaya air. Kebijakan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Teknologi Hasil-hasil Litbang IPTEK PU harus dapat mendorong pengembangan IPTEK PU dan permukiman yang mampu menyediakan infrastruktur PU dan permukiman yang berkualitas dan mampu memberikan dukungan pada pemecahan isu-isu di lapangan. dan (iii) peningkatan kualitas perencanaan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah. 2. Litbangrap IPTEK yang berhubungan dengan isu-isu pelestarian fungsi lingkungan hidup. (ii) percepatan pengembangan kawasan kawasan strategis. selain untuk meningkatkan kualitas dan umur pakai (life time) infrastruktur. dan (iii) percepatan pembangunan wilayah-wilayan tertinggal serta pulau-pulau terluar.2014 . Penelitian dan pengembangan serta penerapan Ilmu Pengetahuan (Litbangrap) IPTEK yang berhubungan dengan isu-isu peningkatan ketahanan pangan diarahkan pada unsur-unsur: (i) keandalan sistem jaringan sumberdaya air. (ii) kualitas perencanaan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Meningkatkan pengawasan dan penertiban pelestarian bangunan gedung dan lingkungan yang dilindungi dan dilestarikan yang berskala nasional maupun internasional. selain untuk membantu memecahkan persoalan persoalan di lapangan. serta (iii) pengendalian terhadap kecenderungan konversi lahan beririgasi teknis menjadi lahan permukiman dan industri. 4.2.

3. Meningkatkan dukungan terhadap terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui koordinasi antar sektor termasuk dukungan permodalan dan penjaminan. BPKP. Meningkatkan pembinaan usaha konstruksi nasional yang kompetitif. Meningkatkan penerapan teknologi konstruksi. Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Jasa Konstruksi 1. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelatihan berbasis kompetensi sesuai dengan standar internasional. sehingga terbentuk keselarasan di antara kedua aspek tersebut. 6. f. penggunaan bahan dan peralatan konstruksi domestik dalam sistem penyelenggaraan konstruksi berkelanjutan yang menjamin kehandalan konstruksi dan ramah lingkungan. efisien dan terpadu melalui kerjasama dan koordinasi antar Satminkal Kementerian PU. Mengembangkan pembinaan sumber daya investasi infrastruktur yang efisien. Bawasda. 4. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . sekaligus mengembangkan daya saing penyedia jasa konstruksi nasional. Pedoman) ditujukan kepada para dosen dan mahasiswa perguruan tinggi. dll). Meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengadaan konstruksi yang bebas dari praktik-praktik KKN. efektif dan produktif yang menjamin keselarasan antara peningkatan investasi infrastruktur pekerjaan umum dengan pengembangan daya saing penyedia jasa konstruksi nasional. Pelaksanaan verifikasi teknologi baru yang didasarkan pada kondisi spesifik Indonesia. asosiasi profesi. Menyelenggarakan pelatihan penerapan SPM baru (SNI.6. 7. Kementerian/LPND serta lembaga lainnya yang terkait dengan pengembangan jasa konstruksi. khususnya infrastruktur pekerjaan umum.2014 105 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 . pelayanan teknis dan administratif yang efektif. 10. Meningkatkan pembinaan konstruksi secara transparan dan terbuka dengan melibatkan masyarakat dan meningkatkan peran Pemerintah Daerah dalam bentuk dekonsentrasi/tugas pembantuan. 2. 7. Mengembangkan mekanisme fasilitasi. 9. dan pejabat fungsional pengawas (BPK. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi yang profesional. 5. Mendorong dan memfasilitasi pengembangan investasi infrastruktur. 8. profesional dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengadaan konstruksi yang bebas KKN. Kebijakan Pengembangan SDM Mitra dan Iklim Usaha Konstruksi 1. Mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui koordinasi antar sektor. Kebijakan Peningkatan Dukungan Kesekretariatan 1. Menerapkan cara pemeriksaan yang komprehensif dan memenuhi standar pemeriksaan yang ditetapkan. Menggunakan sumberdaya yang ada secara efisiensi dan efektif untuk melaksanakan pengawasan terhadap seluruh penyelenggaraan pembangunan infrastruktur bidang PU dan Permukiman. Kebijakan Peningkatan Pengawasan 1. i. Menegakkan tertib administrasi dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur melalui pengawasan dengan berdasarkan pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku serta penerapan Good Governance. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelatihan berbasis kompetensi sesuai dengan standar internasional. Melaksanakan pengawasan sebagai Quality Assurer dan konsultan. 4. 3. 2. Mengembangkan kebijakan dan sistem perencanaan pembangunan bidang pekerjaan umum dan permukiman berdasarkan ketentuan aturan perundangundangan dan NSPM Perlunya pengembangan kebijakan dan sistem perencanaan pembangunan bidang pekerjaan umum dan permukiman dimaksudkan untuk mensinkronisasikan program antar wilayah dan antar sektor serta penyelenggara bidang pekerjaan umum yang pada akhirnya untuk mencapai program-program prioritas pembangunan nasional yang khusus terkait dengan bidang pekerjaan umum rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 2. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi yang profesional. Melakukan koordinasi di bidang pengawasan dengan BPKP dan Inspektrorat Provinsi/Kabupaten/kota. dalam pengawasan pembangunan 6.2014 . 5.g. 3. 4. termasuk dukungan permodalan dan penjaminan. Melibatkan partisipasi masyarakat infrastruktur PU dan permukiman. 106 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BAB 4 h.

Revitalisasi Pelayanan administrasi publik dalam mengurangi dampak negatif globalisasi melalui tata laksana administrasi yang baik Revitalisasi pelayanan administrasi publik perlu dikembangkan dan ditingkatkan terutama dalam hal mengurangi dampak negatif globalisasi melalui penataan sistem administrasi yang baik. aset. 4. Setjen memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan implementasi program pembangunan bidang ke-PU-an melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). 3. dan peraturan perundangundangan untuk mewujudkan penggunaan secara efisien yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat seoptimal mungkin.seperti pengentasan kemiskinan. • Peningkatan menajemen kelembagaan diharapkan dapat memenuhi tupoksi organisasi yang tidak tumpang tindih serta dapat mengakomodasikan jabatan fungsional secara efektif. Optimalisiasi peran Setjen sebagai unit terdepan dalam mendukung implementasi program pembangunan bidang ke-PU-an dan permukiman melalui penerapan prinsip-prinsip good governance. Sebagai unit terdepan. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI • Peningkatan sumber daya manusia meliputi pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dalam penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum. kehutanan dan perikanan. mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui percepatan pembangunan dan revitalisasi pertanian. Mengembangkan manajemen sumber daya dan kelembagaan dalam mendukung peningkatan daya saing nasional: • Restrukturisasi pengembangan manajemen sumber daya meliputi pengembangan manajemen keuangan. 2.2014 107 BAB 4 . rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .

terjadi penurunan panjang jalan sub standar sebesar 10% dan penambahan lajur kilometer sepanjang 13.5. Penyelesaian Banjir Kanal Timur.2014 rogram pada dokumen Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum 2010-2014 ini merupakan hasil restrukturisasi program dan kegiatan yang dalam rangka penerapan penganggaran berbasis kinerja sebagai amanat UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Peningkatan kapasitas jalan sepanjang 19.370 Km.000 Km. Dukungan infrastruktur permukiman sebanyak 240 kawasan permukiman. sehingga 94 % jaringan jalan nasional dalam kondisi mantap. Lintas Selatan Kalimantan dan Lintas Barat Sulawesi memiliki lebar minimum 6 m. PROGRAM DAN KEGIATAN 2010 . 5. 2.1. serta reorganisasi Kementerian PU Tahun 2010. 7. Pengurangan jumlah lokasi rawan kecelakaan terkait kondisi jalan. serta panjang jalan yang memenuhi spesifikasi jalan raya bertambah 400 Km. Preservasi pada ruas jalan nasional baik lintas maupun non-lintas. Target Program Strategis Kementerian PU dalam periode 2010-2014 secara keseluruhan akan meliputi: 1. 6. sehingga Lintas Timur Sumatera dan Pantura Jawa memiliki lebar minimum 7 m.700 unit hunian rusunawa dan infrastruktur pendukungnya. Konsolidasi kebijakan penanganan dan pemanfaatan tanah untuk kepentingan umum secara menyeluruh di bawah satu atap dan pengelolaan ruangterpadu. 3. dengan Pantura JakartaSurabaya memenuhi spesifikasi jalan raya. 4. MBR 26. P 109 . Pelaksanaan pembangunan prasarana pengendalian banjir dan pengembangan terpadu aliran Sungai Bengawan Solo.

12. 15. Entikong.2014 . 8. Pelabuhan Cirebon. Dry Port Cikarang dan Gedebage. Pembangunan/rehabilitasi/OP prasarana sumber daya air untuk melayani daerah sentra produksi pertanian. Konsolidasi struktural dan peningkatan kapasitas kementerian/lembaga terkait pemanfaatan tanah dan penataan ruang bagi kepentingan rakyat banyak. terluar dan pasca-konflik.803 desa di daerah tertinggal mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman.803 desa tertinggal.650 desa) dan sanitasi masyarakat (220 kawasan). dan lain-lain. Program pembangunan infrastruktur perdesaan di 8. 16. Pelabuhan Tanjung Perak. dan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah di 185 kawasan. program penanggulangan kemiskinan perkotaan di 9956 kelurahan/desa. dan 102 kawasan perbatasan dan pulau kecil mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman. Peningkatan kapasitas produksi Sistem Penyediaan Air Minum di 32 provinsi dengan total peningkatan 9. Memberikan program-program terkait mitigasi bencana untuk 15 kawasan. 13. 110 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Fasilitasi pembangunan dan preservasi jalan nasional menuju kawasan perbatasan (yang terdepan dan terluar serta masih banyak yang tertinggal) di Aruk. Pembangunan dan preservasi jaringan jalan tol sepanjang 700 km yang dilaksanakan oleh Pemerintah sepanjang 44 km dan fasilitasi pembangunan jalan tol yang dilaksanakan oleh swasta sepanjang 656 km serta melakukan pemabngunan akses tol pada koridor-koridor dengan intensitas pergerakan barang dan jasa yang tinggi dan berorientasi ekspor seperti: Pembangunan Jalan Akses Tanjung Priok. Pelabuhan Tanjung Mas. 10. 9. 11.8. serta pembangunan jalan-jalan akses dari Pantura Pulau Jawa menuju Pelabuhan Tanjung Priok. program air minum (4. 14. Nanga Badau. dan Nunukan di Pulau Kalimantan dan Sota (Merauke) di Papua serta memfasilitasi pembangunan jalan daerah untuk memberi akses transportasi di daerah tertinggal terdepan. Bandara Juanda dan Kualanamu. Simanggaris.470 liter/detik. Inventarisasi lahan dan pengendalian pemanfaatan ruang. maupun jalan non-tol yang merupakan jalan-jalan akses dari Lintas Timur Sumatera menuju Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Dumai. Fasilitasi terhadap 107 PDAM untuk mendapatkan pinjaman bank dan 185 PDAM mendapatkan pembinaan teknis.

dan (iii) perubahan preferensi untuk prakarsa Badan Usaha dari 10% menjadi 20%.2014 111 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .1 s. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .17. 67/2005 yang mencakup: (i) penyesuaian ketentuan pelelangan sesuai Peraturan Pemerintah tentang Jalan Tol (apabila peserta pelelangan kurang dari 2. Gambar 5. Revisi Perpres No. 18. 19. (ii) perubahan pemegang saham sebelum jalan tol beroperasi atas ijin Menteri. Pembentukan unit Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan jalan bebas hambatan yang secara finansial/komersial masih marginal dan unit tersebut dapat langsung menggunakan pendapatan tol untuk membangun jalan bebas hambatan lainnya.d. Mengusulkan penyempurnaan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. Sebaran target program strategis tiap sektor di Kementerian PU dapat dilihat pada Gambar 5.5.3 Tahun 2007 sehingga lebih operasional terutama terkait dengan pengaturan dan konsinyasi. dapat dilakukan negosiasi setelah mendapat persetujuan Menteri).

Gambar 5.2014 .1 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana SDA Sebagai Bagian Program 5 Tahun Banda Aceh Medan Pekanbaru Padang Samarinda Palangkaraya Banjarmasin Makassar Tanjung Pinang Pontianak Jambi Bengkulu Palembang Bandar Lampung Pembangunan/Rehabilitasi/OP prasarana sumber daya air untuk melayani daerah sentra produksi pertanian (seluruh Indonesia) Manado Gorontalo Palu Ternate Sorong Mamuju Kendari Ambon Biak Penyelesaian Banjir Kanal Timur Serang Yogyakarta Jakarta Bandung Jayapura Semarang Surabaya Mataram Denpasar Kupang Penyelesaian pembangunan prasarana pengendalian banjir dan pengembangan terpadu aliran Sungai Bengawan Solo PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 112 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

390 Km .2014 Jalan Lintas Pulau Jawa 2.522 Km Jalan Lintas Pulau-Pulau 2.510 Km Padang Sorong Ambon Biak Jalan Lintas Pulau Papua 1.2 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (1) Banda Aceh Medan Pekanbaru Tanjung Pinang Pontianak Samarinda Palu Palangkaraya Mamuju Kendari Banjarmasin Makassar Gorontalo Jambi Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Denpasar Semarang Surabaya Mataram Kupang Jakarta Bandung Manado Ternate Jalan Lintas Pulau Kalimantan 3.974 Km Bengkulu Jalan Lintas Pulau Sumatera 4.Gambar 5.627 Km Jayapura 113 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .347 Km Jalan Lintas Pulau Sulawesi 4.

000 Km • Panjang jalan yang memenuhi spesifikasi jalan raya Manado Gorontalo Palu Ternate Palangkaraya Sorong Mamuju Kendari Ambon Biak Jayapura Semarang Surabaya Mataram Denpasar Kupang Peningkatan kapasitas jalan: Lebar minimum Jalan Lintas Sumatera 7 meter Pengurangan jumlah lokasi rawan kecelakaan Panjang Jalan Pantura Jakarta-Surabaya dengan spesifikasi jalan raya Peningkatan kapasitas jalan: Lebar minimum Jalan Lintas Selatan Kalimantan dan Jalan Lintas Barat Sulawesi 6 meter PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 114 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .3 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (2) Banda Aceh Medan Pekanbaru Padang Samarinda Tanjung Pinang Pontianak Jambi Bengkulu Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Jakarta Bandung Banjarmasin Makassar • Penurunan panjang jalan sub-standar sepanjang 5% • Penambahan lajur kilometer sepanjang 13.2014 .Gambar 5.

. terluar.Gambar 5. Pelabuhan tanjung Mas. Pelabuhan Tanjung Perak. dll.2014 Jayapura Pembangunan jalan akses dari Lintas Timur Pulau Sumatera menuju Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Dumai Pembangunan jalan-jalan akses dari Pantura menuju Pelabuhan Tanjung Priok. terdepan. Pelabuhan Cirebon. & pasca konflik Padang Sorong Ambon Biak Bengkulu • Pembangunan dan preservasi jalan tol & non-tol akses Tanjung Priok • Dry Port Cikarang dan Gedebage • Bandara Juanda Kupang 115 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .4 Target Program Strategis Sub Bidang Prasarana Jalan Sebagai Bagian Program 5 Tahun (3) Banda Aceh Medan Pekanbaru Tanjung Pinang Pontianak Samarinda Palu Palangkaraya Mamuju Kendari Banjarmasin Makassar Gorontalo Jambi Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Denpasar Semarang Surabaya Mataram Jakarta Bandung Manado Ternate Memfasilitasi pembangunan dan preservasi jalan daerah untuk meningkatkan aksesibiltas pusatpusat produksi pertanian untuk menuju jaringan jalan nasional (seluruh Indonesia) • Memfasilitasi pembangunan & preservasi jalan nasional menuju kawasan perbatasan • Memfasilitasi pembangunan jalan daerah untuk memberi akses transportasi di daerah tertinggal.

5 Target Program Strategis Sub Bidang Infrastruktur Permukiman Sebagai Bagian Program 5 Tahun Banda Aceh Medan Pekanbaru Padang Samarinda Palangkaraya Banjarmasin Makassar Tanjung Pinang Pontianak Jambi Bengkulu Palembang Bandar Lampung Serang Yogyakarta Jakarta Bandung Pembangunan infrastruktur permukiman bagi 240 kawasan permukiman MBR. program penanggulangan kemiskinan perkotaan di 9956 kelurahan/desa.700 unit hunian rusunawa dan infrastruktur pendukungnya (seluruh Indonesia) Manado Gorontalo Palu Ternate Sorong Mamuju Kendari Ambon Biak Jayapura Semarang Surabaya Mataram Denpasar Kupang 107 PDAM terfasilitasi untuk mendapatkan pinjaman bank & 185 PDAM mendapatkan pembinaan teknis (seluruh Indonesia) Program pembangunan infrastruktur perdesaan di 8. 26.803 desa tertinggal.2014 • Mitigasi bencana 15 kawasan permukiman • 8.Gambar 5. program air minum (4. PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 116 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .650 desa) dan sanitasi masyarakat (220 kawasan).803 desa di daerah tertinggal mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman • 102 kawasan perbatasan dan pulau kecil mendapatkan dukungan infrastruktur permukiman (seluruh indonesia) . dan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah di 185 kawasan.

monitoring. 9. 15. Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang direhabilitasi. 8. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk air minum yang dibangun. Jumlah kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui pembangunan sarana/prasarana pengendalian banjir. 18. 11. 4. 3. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk air minum yang direhabilitasi. Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dibangun/ditingkatkan. Kapasitas tampung sumber air yang dioperasikan dan dipelihara.Rincian program dan kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang akan dilaksanakan pada periode tahun 2010-2014 beserta target capaian yang ditetapkan dapat dilihat pada Matriks Renstra kementerian PU. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ditingkatkan. Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dioperasikan dan dipelihara. Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dibangun/ditingkatkan. pelaksanaan. dan evaluasi pengelolaan SDA. 2. 6. Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan. sedangkan nama program yang akan mewadahinya adalah sebagai berikut: I. 17. Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara. 7. 13. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui rehabilitasi sarana/ prasarana pengendalian banjir. 12. 10. Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang direhabilitasi. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk air minum yang dioperasikan dan dipelihara. Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara. Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi. dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air. Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dioperasikan dan dipelihara. Kapasitas tampung sumber air yang direhabilitasi. Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi. 20. Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ditingkatkan. 22. 19. 21.2014 117 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . 5. PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. 16. 14.

Pembinaan Program Ditjen SDA. Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui rehabilitasi sarana/prasarana pengamanan pantai. 118 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 2. Tambak.2014 . Pembinaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air serta Penanggulangan Darurat Akibat Bencana. Rawa. Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen SDA. 28. Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir (dibangun/ditingkatkan. Prosentase pencapaian penyelenggaraan pengelolaan SDA terpadu oleh balaibalai. 25. 5. Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui rehabilitasi sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen. Pembinaan Penatagunaan Sumber Daya Air. Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pembangunan sarana/prasarana pengamanan pantai. Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ditingkatkan dan dijaga/ dipelihara. Air Baku. Pembinaan Irigasi. Debit air layanan sarana/prasarana air baku untuk memenuhi kebutuhan domestik. Luas cakupan layanan jaringan irigasi dan rawa (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/dipelihara). 2. perkotaan dan industri (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/ dipelihara). Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui operasi dan pemeliharaan sarana/prasarana pengendalian banjir. 27. 24. 3. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk program Pengelolaan Sumber Daya Air sebagai berikut: 1. 26. 3. Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui pembangunan sarana/ prasarana pengendalian lahar/sedimen. Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui operasi dan pemeliharaan sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen. 4. 5.23. operasi/pemeliharaan). 29. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Pengelolaan Sumber Daya Air adalah: 1. dan Air Tanah. Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pemeliharaan sarana/prasarana pengamanan pantai. 4.

Fasilitasi Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Dewan Sumber Daya Nasional (DSDAN) dan Keamanan Bendungan. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. 2. dan Pengamanan Pantai. 12. Pengendalian Lahar dan Pengamanan Pantai. serta Bangunan Penampung Air lainnya. 8. Penyediaan dan pengelolaan air baku. Pengelolaan dan konservasi waduk.2014 119 BAB 5 . Pengelolaan dan Konservasi Waduk. situ serta bangunan penampung air Lainnya. Pengendalian banjir. Meningkatnya penggunaan jalan nasional. 5. 7. PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN dengan outcome-nya: 1. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Panjang jalan baru yang dibangun. 4.2014 adalah merupakan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Tingkat penggunaan jalan nasional. Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi.6. dan Jaringan Pengairan lainnya. Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku. 9. 10. Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. embung. Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun. Lahar Gunung Berapi. PROGRAM DAN KEGIATAN Kegiatan prioritas untuk Program Pengelolaan Sumber Daya Air beserta output dan targetnya sebagaimana dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 . yang diukur dari indikator kinerja outcome: Tingkat kemantapan jalan. Danau. Situ. II. 3. Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Meningkatnya panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. 3. rawa dan jaringan pengairan lainnya. 4. Pengendalian Banjir. Pembinaan Sungai. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap. lahar gunung berapi dan pengamanan pantai. meliputi: 1. Pembinaan Keamanan Bendungan. 11. Waduk. Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional. Rawa. 2. Embung.

dan Pengawasan Jalan Tol Kegiatan prioritas untuk Program Penyelenggaraan Jalan beserta output dan targetnya sebagaimana dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 . program dan anggaran serta evaluasi pelaksanaan program. Pengaturan. Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional 6. 2. Penyusunan kebijakan. Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60 % kondisi mantap. 2.Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Penyelenggaraan Jalan adalah : 1. Pembinaan dan monitoring-evaluasi pelaksanaan jalan dan jembatan wilayah timur.2014 . Pemrograman dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan 3. Panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan. 5. 3. penyusunan desain supervisi dan keselamatan jalan serta pengelolaan peralatan bahan jalan/jembatan. Pembinaan Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional dan Fasilitasi Jalan Daerah 5. Pembinaan dan Pengawasan 2. Penyelenggaraan jalan tol. Perencanaan. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Penyelenggaraan Jalan sebagai berikut : 1. 3. Panjang jalan baru yang dibangun. Pembinaan. meliputi: 1. Peningkatan Kapasitas Jalan 4. Pengaturan. Pembinaan dan monitoring-evaluasi pelaksanaan jalan dan jembatan wilayah barat. 4. Pengusahaan. 8. 4. Tingkat penggunaan jalan nasional. 7. Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Direktorat Jenderal Bina Marga. Penyiapan standar pedoman.2014 adalah merupakan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. Koordinasi. Pengaturan. Pengaturan dan Pembinaan Teknik Preservasi. Dukungan manajemen. 5. 120 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan dan jembatan Nasional. 6. Pembinaan pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan dan fasilitasi jalan bebas hambatan dan perkotaan. Tingkat kemantapan jalan.

yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Kerjasama Luar Negeri. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek Permukiman. b. Jumlah Kel/Desa yang yang meningkat kualitasnya melalui pemberdayaan masyarakat. Luas kawasan potensi banjir di perkotaan yang tertangani. Jumlah Kawasan Pusat Pertumbuhan terbentuk. Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air limbah dan drainase.III. Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan. b. 6. b. e. g. 7. 3. Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah desa tertinggal yang ditangani. b. Program Dan Anggaran. f. 2. Menurunnya kesenjangan antar wilayah. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah Kawasan kumuh di perkotaan yang ditangani. Jumlah kab/kota yang menerapkan NSPK. c. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah cakupan pelayanan persampahan. 5. Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Jumlah cakupan pelayanan sistem air limbah. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek bangunan gedung dan lingkungan. Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah Kawasan yang meningkat fungsinya. Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air minum. PROGRAM Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman. Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/ kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah rusunawa terbangun. 4. 8. dengan outcome-nya: 1. Jumlah Kawasan Permukiman Perdesaan ditangani. Terlaksananya pembangunan rusunawa.2014 121 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . Jumlah Kebijakan. d. Jumlah dukungan manajemen bidang permukiman. Berkurangnya potensi timbunan sampah. yang diukur dari indikator kinerja outcome: a.

Pembinaan. 122 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Jumlah rusunawa yang dibangun. 5. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Pengembangan Permukiman. Pengaturan. Program dan Anggaran. 6. Penyusunan Kebijakan. Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman. 10. dan Penyelenggaraan Sanitasi Lingkungan (Air Limbah. 4. Jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/ kumuh/nelayan. Peningkatan jumlah pelayanan air minum. Kerjasama Luar Negeri. dan Persampahan. Meningkatnya cakupan pelayanan air minum. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah cakupan pelayanan (kawasan) SPAM. 4. 7. Dukungan Manajemen dan Infrastruktur Direktorat Jenderal Cipta Karya.9. Jumlah Pemda/PDAM yang dibina kemampuannya. Peningkatan jumlah pelayanan sanitasi. Sanitasi. Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi. Jumlah kawasan permukiman dan penataan bangunan yang direvitalisasi. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman adalah : 1. Pengaturan. Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM. 2. Pembinaan. Pengaturan. Dukungan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah Kab/Kota/PDAM yang memperoleh pembinaan kemampuan.2014 . Pembinaan. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman sebagai berikut : 1. 2. 5. 3. Drainase) serta Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi Persampahan. Pengaturan. 3. Pembinaan. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Penataan Bangunan dan Lingkungan Termasuk Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara. 6. Pengawasan. yang diukur dari indikator kinerja outcome: Jumlah paket infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak. Pengawasan. dan Penyelenggaraan serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Tersedianya infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak. 11.

dengan outcome-nya: Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. 3. Pelayanan Manajemen Bidang Permukiman. Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan 2. Dan Pengawasan Dalam Penataan Bangunan Dan Lingkungan Termasuk Pengelolaan Gedung Dan Rumah Negara. serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.2014 123 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . dan dukungan manajemen organisasi. kemitraan. 6. Program dan Anggaran. Pengaturan. Pengaturan. Kerjasama Luar Negeri. Pengaturan. Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman. serta Pengelolaan Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Dan Persampahan. IV. Penyusunan Kebijakan. Pengawasan. Pengembangan Sumber Pembiayaan Dan Pola Investasi. Pengawasan. Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi. standar. Pembinaan. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Pembinaan. Jumlah penyelenggaraan Penataan Ruang. Kegiatan prioritas untuk Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman beserta output dan targetnya sebagaimana dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010 . Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional. prosedur. 4. dan terselesaikannya norma. Pengaturan. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan. 5. serta Penyelenggaraan Pembangunan Bangunan Gedung dan Penataan Kawasan/ Lingkungan Permukiman. meliputi: dan Penyelenggaraan dalam 1.2014 adalah merupakan prioritas Kementerian Pekerjaan Umum. Jumlah Kabupaten/Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya. 4. 2. Pengawasan Pengembangan Permukiman. Pembinaan. PROGRAM PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG. Jumlah laporan/dokumen pembinaan program. layanan informasi. Pembinaan. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 3.

7. Fasilitasi penyusunan substansi Raperda RTRW dan rencana rincinya. Pengembangan Perkotaan 5. Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. 9. 3. Pengembangan kapasitas dan pelembagaan penyelenggaraan penataan ruang. pulau/kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional. Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota penyelenggaraan Penataan Ruang. Peningkatan kualitas hasil penyelenggaraan penataan ruang. Perencanaan. 2. 8. Perencanaan tata ruang serta koordinasi pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan metropolitan serta pembinaan pelaksanaan pengembangan permukiman. 2. kerjasama luar negeri serta evaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan. Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II Berdasarkan RPJMN untuk Kementerian Pekerjaan Umum. pemanfaatan. telah ditetapkan kegiatan prioritas untuk Program Penyelenggaraan Penataan Ruang sebagai berikut: 1. 124 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I 6. pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional termasuk melakukan koordinasi dan fasilitasi proses penetapan dokumen-dokumen yang dihasilkan. 5. program dan anggaran. Pembinaan Penataan Ruang Wilayah Nasional 4.Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Penyelenggaraan Penataan Ruang adalah : 1. Bina Program dan Kemitraan 3.2014 . Penyiapan dan penetapan materi peraturan perundangan-undangan dan NSPK bidang. yang mendapat pembinaan Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Penyelenggaraan Penataan Ruang sebagai berikut : 1. Perumusan kebijakan. Pembinaan ppns bidang penataan ruang. Perencanaan. 6. 4. Pembinaan Manajemen Penyelenggaraan Penataan Ruang 2. dan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional termasuk melakukan koordinasi dan fasilitasi proses penetapan dokumen-dokumen yang dihasilkan.

2014 125 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. 2. Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan). 2. Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. 4. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan. Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaianya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun.V. 3. Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan). Jumlah peraturan perundang-undangan bidang PU dan permukiman. Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaiannya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM dengan outcome-nya: Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. 5. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. 3. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian PU dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PU adalah: 1. 5. 4. Jumlah peraturan perundang-undangan bidang PU dan permukiman.

Penyusunan. Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Kementerian 5. serta Pembinaan PHLN 2. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1.2014 . Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara. Pemantauan dan Evaluasi. Perencanaan. Pembinaan. Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN). dan Pelaksanaan Pekerjaan Strategis Bidang PU Lainnya 3.Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya sebagai berikut : 1. Jumlah layanan informasi publik. Pengendalian. 126 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Pemrograman. Pengembangan. 3. Penganggaran. Penyelenggaraan Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian PU 8. Harmonisasi dan Publikasi Peraturan Perundangundangan serta Bantuan Hukum 6. serta Pengembangan Kebijakan dan Strategi Bidang PU dan Permukiman 7. Penyelenggaraan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman VI. Pengkajian. Penyusunan Perencanaan. Pengelolaan dan Pengembangan SDM dan Organisasi Tatalaksana 4. 2.PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEMENTERIAN PU dengan outcome-nya: Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum.

Jumlah penuntasan hasil tindak lanjut LHP 2. Jumlah Eselon I yang menyusun LRA Kementerian PU sesuai Kriteria jumlah laporan Keuangan yang WTP 6. 2. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PU sebagai berikut : 1. Jumlah Eselon I yang mempunyai sistem Pengendalian Intern 3. dengan outcome-nya: Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU. yang diukur dari indikator kinerja outcome: 1. Jumlah Eselon I yang menyusun LAKIP dan Kinerja Eselon I sesuai Tugas dan Fungsi 5. Jumlah pengaduan masyarakat yang mengandung kebenaran menurun Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum adalah: 1. 3. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Jumlah pendampingan terhadap satker dalam rangka meningkatkan kinerja 7.Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian PU adalah: 1. Penyelenggaraan dan Pembinaan Informasi Publik VII. Jumlah layanan informasi publik. Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara. Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN). Prosentase menurunnya temuan administratif dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU.2014 127 BAB 5 . Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum. Pembangunan Infrastruktur PROGRAM DAN KEGIATAN 2. Prosentase menurunnya tingkat kebocoran dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU. Penyelenggaraan dan Pengembangan Data dan Sistem Informasi Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman 4. Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PU 3. Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 4. 2.

Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum sebagai berikut: 1. Pengelolaan pemeriksaan. hasil pelaksanaan pengawasan, Evaluasi Evaluasi Evaluasi Evaluasi pemantauan Dan Dan Dan Dan Dan dan

2. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah I. 3. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah II. 4. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah III. 5. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah IV.

Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan Pemeriksaan

128

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

6. Pelaksanaan Koordinasi, Pemantauan, Evaluasi Penyelenggaraan Bidang PU Di Inspektorat Khusus. VIII. PROGRAM PEMBINAAN KONSTRUKSI dengan outcome-nya:

1. Meningkatnya kualitas kelembagaan, SDM, dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan daerah, yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. Prosentase peningkatan efektifitas pelaksanaan perundang-undangan bidang jasa konstruksi melalui diseminasi/sosialisasi, revisi/penyempurnaan peraturan perundang-undangan. c. Prosentase tingkat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat atas pengadaan barang/jasa. 2. Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh, andal, berdaya saing tinggi, yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah produk regulasi di bidang usaha jasa konstruksi. b. Prosentase kabupaten/kota yang memiliki Perda IUJK. c. Jumlah provinsi yang membentuk kepengurusan LPJK sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. d. Peningkatan daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global. e. Prosentase tingkat penguasaan pangsa pasar domestik oleh pelaku konstruksi nasional. f. Jumlah dukungan kebijakan dalam membangun iklim investasi bidang infrastruktur.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

3. Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional, yang diukur dari indikator kinerja outcome: a. Jumlah SDM konstruksi yang terlatih. b. Rasio pemerintah daerah provinsi yang mampu menyelenggarakan pelatihan konstruksi berbasis kompetensi. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Pembinaan Konstruksi adalah sebagai berikut: 1. Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2. Jumlah SDM jasa konstruksi yang terlatih. 3. Tingkat daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Pembinaan Konstruksi sebagai berikut : 1. Penyelenggaraan Konstruksi Pelayanan Teknis dan Administrasi Pembinaan Jasa

PROGRAM DAN KEGIATAN

2. Pembinaan Usaha dan Kelembagaan 3. Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi 4. Pembinaan Sumber Daya Investasi Konstruksi 5. Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi IX. PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PU dengan outcome –nya : 1. Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase IPTEK masuk bursa teknologi Bidang PU. 2. Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stake holder, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders. 3. Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholder, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU. 4. Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stake holder, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

129

BAB 5

5. Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang, yang diukur dari indikator kinerja outcome: Prosentase peningkatan kapasitas (SDM, sarana prasarana dan manajemen. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dipilih dari indikator kinerja outcome Program Penelitian dan Pengembangan adalah: 1. Prosentase IPTEK yang masuk bursa teknologi bidang PU. 2. Prosentase penambahan SPMK yang diberlakukan oleh Menteri PU. 3. Prosentase pelayanan teknis yang diterima stakeholder. 4. Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholder. Nomenklatur kegiatan tupoksi untuk Program Penelitian dan Pengembangan sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Sumber Daya Air Penelitian dan Pengembangan Subbidang Jalan dan Jembatan Penelitian dan Pengembangan Subbidang Permukiman Penelitian dan Pengembangan Bidang Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Litbang

130

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

5.2. PENDANAAN
Diperkirakan jumlah PDB tahun 2010 adalah sebesar Rp 6.050 triliun (Data Pokok RAPBN 2010, Kementerian Keuangan RI, Agustus 2009). Selanjutnya diperkirakan pertumbuhan PDB berada pada kisaran 6 – 6,5% per tahun selama 2010-2014 (berdasarkan Visi, Misi, dan Program Aksi Calon Presiden SBY – Boediono, Mei 2009). Adapun nilai proyeksi PDB tahun 2010-2014 per tahunnya seperti digambarkan pada Tabel 5.1. Berdasarkan data empiris, terlihat bahwa investasi di bidang infrastruktur ke-PUan dan permukiman (pusat-daerah-swasta) selama tahun 2005-2009 menunjukkan bahwa angka prosentase-nya hanya berkisar antara 1,7 – 1,9% saja dari PDB. Berdasarkan hal tersebut prosentase investasi infrastruktur ke-PU-an dan permukiman diperkirakan masih berkisar antara 1,8 - 2% saja dari PDB selama 2010-2014, dengan tingkat pertumbuhan yang stabil dan merata setiap tahunnya. Dari berbagai kajian dan perbandingan dengan negara-negara lainnya diperoleh gambaran bahwa ke depan untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi (PDB) sebesar 6-7% per tahun diperkirakan dibutuhkan alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur (secara keseluruhan) paling tidak 5% dari PDB. (dimana lebih kurang sebesar 2,6 – 3% di antaranya adalah infrastruktur ke-PU-an dan permukiman. Sementara Bappenas memperkirakan bahwa kemampuan Pemerintah untuk

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

mendanai pembangunan infrastruktur (2010-2014) diperkirakan hanya Rp 450,7 Triliun saja. Tabel 5.1 Prediksi PDB dan Kebutuhan Investasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman tahun 2010-2014
(Triliun Rp.)

Tahun

PDB

Kebutuhan Investasi Pembangunan Infrastruktur PU dan Permukiman 108,9

2010 2011 2012 2013 2014 Total

6.050 6.419 6.817 7.246 7.710 34.242

PROGRAM DAN KEGIATAN

122,0 136,3 152,2 169,6 689,0

Catatan: 1. Hasil perhitungan berdasarkan PDB tahun 2010 sebesar Rp 6.050 Triliun (Data Pokok APBN 2010, Dep. Keuangan RI, Agustus 2009) 2. Asumsi pertumbuhan PDB sebesar 6 – 6,5 % per tahun (Visi, Misi dan Program Aksi Calon Presiden SBY-Boediono, Mei 2009) 3. Asumsi prosentase investasi infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman 1,8 – 2,2% terhadap PDB selama tahun 2010-2014

Sehingga berdasarkan data Bappenas, jika sebesar 52% dari total dana yang mampu disediakan oleh Pemerintah tersebut diperuntukkan bagi Kementerian PU, maka selama 2010-014 nanti Pemerintah hanya akan mampu menyediakan dana untuk Kementerian PU sebesar ± Rp 230 triliun. Dalam upaya untuk mencapai tujuan dan sasaran Kementerian Pekerjaan Umum yang dilaksanakan melalui target-target berupa program dan kegiatan, baik yang bersifat reguler maupun berupa dukungan terhadap prioritas dan fokus prioritas nasional, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan negara dan perkembangan situasi ekonomi gobal, maka disusun skenario kebutuhan pendanaan yang terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu: 1. Skenario 1 Optimistis, total dana yang dibutuhkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun 2010-2014 sebesar Rp 553,4 triliun, dengan tingkat kenaikan rata-rata 31,27% per tahun.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

131

BAB 5

2. Skenario 2 Moderat (a), total dana yang dibutuhkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun 2010-2014 sebesar Rp 402,35 triliun, dengan tingkat kenaikan rata-rata 24,17% per tahun, dan skenario Moderat (b) dengan total dana yang paling memungkinkan untuk dapat dialokasikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan adalah sebesar Rp. 268,805 Triliun dengan tingkat kenaikan rata-rata per tahunnya adalah sebesar 12,06%. 3. Skenario 3 Pesimistis, total dana yang dibutuhkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun 2010-2014 sebesar Rp 229,504 triliun, dengan tingkat kenaikan rata-rata 13,28% per tahun. Skenario-skenario pendanaan pembangunan infrastruktur Kementerian PU tahun 2010-2014 tersebut dianalisis dari beberapa asumsi seperti yang dijabarkan dalam penjelasan berikut ini. Berdasarkan hasil prediksi Bappenas, terdapat asumsi awal bahwa pertumbuhan dana APBN untuk membiayai pembangunan infrastruktur adalah berkisar rata-rata 10% saja per tahunnya, sehingga alokasi dana APBN untuk Kementerian PU setiap tahunnya (2010-2014) adalah sebagaimana digambarkan pada Tabel 5.2 ( Skenario 3, Pesimistis, baseline). Asumsi lain adalah jika yang digunakan adalah pertumbuhan pendanaan APBN yang dialokasikan oleh Pemerintah kepada Kementerian PU mengikuti trend seperti yang terjadi selama tahun 2005-2009 yang lalu, yaitu sebesar 31,27% per tahun. Dengan berpatokan pada angka APBN Kementerian PU tahun 2009 yang sangat tinggi karena termasuk dana stimulus fiskal dan BA 999, maka alokasi dana APBN untuk Kementerian PU setiap tahunnya (2010 – 2014) adalah sebagaimana digambarkan pada Tabel 5.2 (Skenario 1, Optimistis). Mengingat trend yang telah terjadi selama ini, kemampuan pemerintah yang belum cukup memadai untuk menyediakan seluruh kebutuhan dana pembangunan infrastrukur, keyakinan bahwa infrastruktur adalah faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengingat kemampuan pengelolaan dana, kemampuan penyerapan, dan kapasitas SDM serta organisasi Kementerian PU, maka angka pertumbuhan dana yang akan dikelola oleh Kementerian PU selama 2010 – 2014 yang dinilai paling moderat diperkirakan adalah sebesar rata-rata 17,35% per tahunnya, sebagaimana ditunjukkan pada Skenario 2, Moderat (b), pada Tabel 5.2. Secara ringkas ketiga skenario pendanaan Kementerian PU tahun 2010-2014 per tahunnya digambarkan pada Tabel 5.2.

132

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

27 a.2% dari PDB) dimana Pemerintah (Pusat) sebagaimana disebutkan di dalam dokumen RPJMN diperkirakan hanya akan mampu menyediakan dana untuk rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dimana di dalamnya termasuk dana stimulus fiskal 2009 + BA 999 Skenario 2: a. 75.2 Skenario Pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2010-2014 (dalam Triliun Rupiah) TAHUN 2010 SKENARIO SKENARIO 1 OPTIMISTIS SKENARIO 2 MODERAT SKENARIO 3 PESIMISTIS (baseline) 59. Moderat (b) adalah skenario yang dinilai paling memungkinkan untuk diterapkan.Total alokasi dana diambil dari Tabel 2. Berpatokan pada Skenario 2 (b) Moderat tersebut. b.40 b.3 Rencana Tindak Pembangunan Jangka Menengah 2010 . kemampuan penyerapan.8 78. Mengingat kemampuan pengelolaan dana. dari total kebutuhan investasi infrastruktur ke-PU-an dan permukiman sebesar Rp 689 triliun selama 2010-2014 (1. 57. maka angka rata-rata pertumbuhan dana yang akan dapat dikelola oleh Kementerian PU selama tahun 2010-2014 (dengan tahun dasar APBN awal 2009) adalah dengan tingkat pertumbuhan berkisar antara 12 – 15% per tahun.48 b.2014 (Perpres Nomor 5 Tahun 2010). Keyakinan bahwa infrastruktur adalah faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Trilateral Meeting Jakarta. 82.32 177.234 43. 3 Desember 2009 Dari ketiga skenario tersebut.30 a.05 b.453 36. 24.10 a. dan kapasitas SDM serta organisasi Kementerian PU. 402.90 a. Trend yang terjadi selama ini kemampuan Pemerintah belum cukup memadai untuk menyediakan seluruh kebutuhan dana p embangunan infrastruktur (analisis RPJMN).8 – 2.2014 133 BAB 5 .40 a. 58.70 a. Tabel 5.778 63.28 PROGRAM DAN KEGIATAN Catatan: Skenario 1: Prediksi berdasarkan angka APBN Kementerian PU tahun 2009 sebesar Rp 45. 91. 59.86 135.5 Triliun sebagai tahun dasar.54 553.35 b.50 2011 2012 2013 2014 TOTAL RATA-RATA KENAIKAN/ TAHUN (%) 31. 50.685 34. Skenario 3: Diambil dari bahan paparan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kemenneg PPN/Bappenas. 96.98 102. 39. 60. 268.805 229. b.40 a. 12.17 b. dan c.34 b.06 13.Prediksi berdasarkan angka APBN awal Kementerian PU 2009 sebesar Rp 34.2014 Per Kementerian/Lembaga RPJMN 2010 . Skenario 2.08 b.987 triliun (tidak termasuk stimulus fiskal 2009 dan BA 999).655 50. mengingat: a.

325 Triliun. yaitu 22. dan 18.088 triliun) dan oleh Pemerintah Daerah sebesar Rp 246.89% untuk SIB dan Ditjen Penataan Ruang (saat ini 4.371 triliun (Air Bersih Rp 6.2014 . dan potensi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah serta pengembangan wilayah.2. maka sisa ± 61. maka total dana tahun 2010 .825 triliun (baik melalui DAK sebesar ± Rp 75 triliun maupun dari PAD sebesar ± Rp 172 triliun).42%) serta sisanya sebesar 3.283 triliun dan Jalan Tol Rp 167. maupun kombinasi di antara sumbersumber pembiayaan tersebut sebesar Rp 173.30% untuk Ditjen SDA (saat ini 30. minus stimulus fiskal dan BA 999).21 % untuk Ditjen Bina Marga (saat ini 45.196 triliun) diharapkan akan dapat disediakan melalui Kerjasama Pemerintah dan Dunia Usaha. SDM. kerjasama Pemerintah dengan BUMN dan/atau BUMD. Pemerintah dan Masyarakat.39%).1. 134 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .5%). Adapun pola alokasi dana per satminkal (terutama ABC) di lingkungan Kementerian PU selama tahun 2010-2014 diperkirakan akan mengalami perubahan yang cukup berarti dibandingkan dengan apa yang saat ini terjadi (APBN 2005-2009. keandalan manajemen proyek.0%).60% untuk Ditjen Cipta Karya (saat ini 20. 55. Skenario ini telah mempertimbangkan kebutuhan pengembangan jenis infrastruktur.2014 menjadi Rp 274. Skenario pendanaan per satminkal selama tahun 2010-2014 per tahunnya sebagaimana digambarkan pada Tabel 5. kemampuan organisasi.14%).0% lainnya (Rp 420.Kementerian PU sebesar Rp 268. dengan distribusi tingkat pertumbuhan yang diusahakan secara normal. Berdasarkan realisasi dana tahun 2010 dan pagu dana tahun 2011. baik melalui pola-pola KPS.805 triliun saja (atau ± 39.

250 0.843 0.412 0.767 9.829 33.117 268.95 PROGRAM DAN KEGIATAN 3.427 0.2014 135 BAB 5 .389 1.477 0.404 0.455 18. Badan Pembinaan Konstruksi 0.164 0.447 0.500 22.495 0.960 58.620 0.364 11.430 0.185 0.461 50.262 0.778 58.694 148.984 13.211 0. rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .311 1.005 55.942 0.871 0.388 59.2.277 0.740 0.289 0.172 0.15 2.419 148.459 9.123 0.439 2.695 5.319 0.950 63.921 9.579 0.894 17. Sekretariat Jenderal 0.304 9.575 0.840 13. Ditjen Cipta Karya 7.2.461 9.89 3.867 33.867 34.185 0.971 6.636 0.30 23.645 0.026 13.846 0.21 53.389 8.301 0.500 0.835 0.453 57.325 100 100 Rincian pendanaan menurut program dan kegiatan untuk masing-masing satminkal dapat dilihat pada tabel kebutuhan pendanaan pada Tabel 5.164 0. Ditjen Sumber Daya Air 8.304 11.027 2.580 0.636 12.076 0. Tabel 5.735 3.400 0.274 60.734 0. Badan Penelitian dan Pengembangan 0.289 0.135 0.316 27.473 59. Ditjen Penataan Ruang 0.381 0.694 31.118 14.364 0.60 18.277 0.450 0.299 34.586 50.545 2.2014 (dalam Triliun Rupiah) TAHUN Satminkal/Unit Skenario 2b 2010 Revisi Skenario 2b 2011 Revisi Skenario 2b 2012 Revisi Skenario 2b 2013 Revisi Skenario 2b 2014 Revisi Skenario 2b Total Skenario 2b % Revisi Revisi 1.291 13.767 9.94 7.685 37.655 60.104 29. Ditjen Bina Marga 21.2.628 8.368 0. Inspektorat Jenderal 0.620 2.000 52.720 3.96 4.122 11.172 0.018 18.427 0.311 0.805 274.234 60.027 TOTAL 39.299 31.1 Sandingan Skenario Pendanaan Per Satminkal (Skenario 2 b Moderat) dengan Revisi Pendanaan Per Satminkal Tahun 2010 .084 0.934 3.648 10.

210 136 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 d.096 3.021 1.113 0.116 2013 13.130 0.413 0. Danau.562 23.995 2.459 0.174 4.894 0.781 j.203 0.055 0.049 0.181 0.049 h.395 5. c. 195 0.211 0.530 0.014 0.2014 Kementerian PU ALOKASI (Triliun Rp.027 1.061 2011 12. 2.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 1 PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR a.648 0.324 0.) 63. 0. 3.190 0.008 0.191 0.179 3.079 2.023 1.922 e. Pembinaan Program Ditjen Sumber Daya Air Pembinaan Penatagunaan Sumber Daya Air Pembinaan Irigasi.025 1.473 0.209 0.069 0.360 l. Pengendalian Lahar dan Pengamanan Pantai Pembinaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air serta Penanggulangan Darurat Akibat Bencana Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen SDA Fasilitasi Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi Dewan Sumber Daya Nasional (DSDAN) Pembinaan Keamanan Bendungan Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku Pengelolaan dan Konservasi waduk.524 k. Embung.2.950 3.500 0.042 0.096 0.298 1. 0.011 0. Air Baku.207 0. 0. Tambak.200 0.060 0. 0.057 0.122 Total (Triliun Rp. 0.2 Kebutuhan Pendanaan Pembangunan 2010 .125 0. 0.193 0.501 3.026 0.436 14.125 5. Rawa.318 4.Tabel 5.065 0. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Pengendalian Banjir.113 2012 13. dan Air Tanah Pembinaan Sungai.2014 .177 15.029 1.185 0.118 2014 14.135 0. i.171 0. Waduk.249 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .221 b.105 0. Situ serta Bangunan Penampung Air Lainnya Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi.007 0. 2. Lahar Gunung Berapi dan Pengamanan Pantai 9.009 0.911 5.329 3.031 3.205 0.077 0.545 f.899 g.

561 1.228 0.783 3. Pelayanan Manajemen dan Infrastruktur Direktorat Jenderal Cipta Karya f.299 0. Dukungan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.082 3.597 30. 0.104 0.104 0.063 b.134 Triliun Tidak termasuk BLU tanah sebesar Rp.062 0.767 9.829 0. Data Informasi serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman g.039 0.34 3.178 2. Program dan Anggaran.538 1.294 3.011 Total (Triliun Rp.210 0.204 0.994 2.333 29.461 52.244 0.115 1.204 0. Pengawasan.029 25.651 1. Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi.427 0. Pengawasan.ALOKASI (Triliun Rp.870 1.259 1.512 31.018 2. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Penataan Bangunan dan Lingkungan termasuk Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara c. dan pengawasan Pengaturan.361 1.954 2014 31.460 0.624 2. 0.459 2.005 4.884 12. pembinaan. Pembinaan.404 *) Tidak termasuk kebutuhan pembangunan jalan tol oleh Investor sebesar Rp 43.251 0.439 9.2014 137 BAB 5 . 0.959 0. Departemen Keuangan) 3 PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN a.540 1.070 1.304 9.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 2 PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN a. Pengawasan Jalan Tol (BPJT) 18.071 0.207 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan Penyelenggaraan Sanitasi Lingkungan (Air Limbah. Pembinaan.203 2.) 148.459 2012 33.085 0. Penyusunan Kebijakan.909 2013 34. Perencanaan.104 0.420 0. Pengusahaan. dan Persampahan 8.879 Triliun (dari investasi Pemerintah. Pengaturan.369 14. 0.021 0.501 0.097 1.016 3.046 d.562 0. Peningkatan Kapasitas Jalan Pembinaan Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional dan Fasilitasi Jalan Daerah Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional Pengaturan. Pembinaan.056 0.093 2.321 4. Pemrograman dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan Pengaturan dan Pembinaan Teknik Preservasi.180 1. Pengaturan. 17. Pengawasan dan Penyelenggaraan dalam Pengembangan Permukiman b. Kerjasama Luar Negeri.686 f. Sanitasi.447 0.714 c.091 PROGRAM DAN KEGIATAN e.228 0.633 1.133 0. 8. Pengaturan.694 1.867 0.210 12.122 11.245 0.316 0.075 0. Drainase) serta Pengembangan Sumber Pembiayaan dan Pola Investasi Persampahan d. koordinasi.050 0. pengaturan.364 13.287 1. Dukungan manajemen.730 2011 29. Pembinaan.756 0.519 3.215 133.025 0. Pembinaan.958 0. Pengaturan. dan Penyelenggaraan Serta Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum e.902 6.

135 0.268 0.995 1.041 0.029 0.119 0.150 0.064 0. Penyelenggaraan Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian PU h.049 0. Pengelolaan dan Pengembangan SDM dan Organisasi Tatalaksana d.027 0.000 0.030 0. Penyusunan.375 0.227 3.071 0.059 0.134 0.099 0.391 2011 0.056 0.015 0.065 0.057 0.031 0.116 0.029 0. Harmonisasi dan Publikasi Peraturan Perundangundangan serta Bantuan Hukum f.295 0. Pemrograman.030 0.183 0.294 0.317 0.135 0.035 0.108 0.027 0. Pengembangan.019 0.310 0. Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II 5 PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PU a.128 0.136 0.477 0.017 0.034 0.029 0.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 4 PROGRAM PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG a.148 0.477 0. Bina Program dan Kemitraan c.126 0.976 138 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 f.119 0. Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan Kementerian e.113 0.350 2012 0.366 2013 0.070 0.066 0.019 0. Perencanaan.580 0.028 0.934 0.620 0. Pengendalian dan Pelaksanaan Pekerjaan Strategis Bid PU Lainnya (PMU) c. Penganggaran.086 0.023 0.285 0.846 0. Pemantauan dan Evaluasi. serta Pembinaan PHLN b. Pembinaan Manajemen Penyelenggaraan Penataan Ruang b.037 0.038 0.412 2014 0.157 0.049 0.153 0.066 0. Pembangunan Infrastruktur b.058 0.457 Total (Triliun Rp.195 0.636 0.074 0.048 0.843 0.521 0.871 0. Pembinaan Penataan Ruang Wilayah Nasional d.495 0.042 0.039 0. Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I 0.070 0.030 0. Pengkajian.039 0.046 0.623 0.027 0.434 0.347 0.030 0.034 0.032 0.036 1.124 0.580 0.043 0.270 0.556 0.033 0. Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PU c. Penyelenggaraan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman 6       PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEMENTERIAN PU a.104 0.027 0.971 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .056 0.171 0. Penyusunan.024 0.ALOKASI (Triliun Rp.060 0.056 0.063 0.161 0.018 0.477 0. Penyelenggaraan dan Pengembangan Data dan Sistem Informasi Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman d.035 0.030 0.044 0.375 0.073 0.025 0. Penyelenggaraan dan Pembinaan Informasi Publik TOTAL PROGRAM (5) dan (6)               0.029 0.) 2.259 0.151 0.695 0.051 0. serta Pengembangan Kebijakan dan Strategi Bidang PU dan permukiman g.364 0.080 0.024 0.053 0.2014 . Pengembangan perkotaan e.101 0. Pembinaan.052 0.735 1. Perencanaan.067 0.135 0.056 0.

029 0.) 0.138 0.44 0.122 0.098 0.028 0. Pelaksanaan Koordinasi.029 0.479 2.054 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah IV f.164 2013 0.006 0.029 0.319 0. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Jalan dan Jembatan c.016 0.020 0.080 0.) PROGRAM/KEGIATAN 2010 7 PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENTERIAN PU             a.032 0.129 0.156 0.439 0.105 0.ALOKASI (Triliun Rp.252 0.433 0.014 0.430 0.133 0.029 0.017 0.035 0.029 0.091 0.055 0.020 0.027 0. Pembinaan penyelenggaraan konstruksi e.016 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Inspektorat Khusus 0.012 0. Pelaksanaan Koordinasi.040 8 PROGRAM PEMBINAAN KONSTRUKSI a.085 0. Pemantauan.060 0.311 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah II d.145 0. Pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi 0.277 0.017 0.051 0. dan Lingkungan e.044 0.029 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah III e.089 0.018 0.024 0. Pengelolaan hasil pelaksanaan pengawasan.014 0.289 0.043 0. pemantauan dan pemeriksaan   b.093 0.104 0.083 0.123 2012 0.066 0. Penelitian dan Pengembangan bidang Sosial.138 0. Evaluasi Dan Pemeriksaan Penyelenggaraan Bidang PU Di Wilayah I c.007 0.108 0.379 0.091 0.006 0.001 0. Dukungan Manajemen Dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Litbang TOTAL PENDANAAN SELURUH PROGRAM rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .185 Total (Triliun Rp.113 0.050 0.007 0.098 0. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Permukiman d.044 0.047 0.389 0.030 1. Penelitian dan Pengembangan Subbidang Sumber Daya Air b. Penyelenggaraan Pelayanan Teknis dan Administrasi Pembinaan Jasa Konstruksi b.030 0.093 0.070 0.008 0.040 0.050 0.013 0.018 0.662 0.106 0.011 0.412 0.032 0.012 0.172 2014 0. Pemantauan.070 PROGRAM DAN KEGIATAN 0. Pemantauan.141 0.2014 139 BAB 5 .008 0.013 0.144 0.012 0.137 274. Pembinaan Sumber Daya Investasi Konstruksi d. Pemantauan.325 9           PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PU a.009 0.095 0. Pemantauan. Pelaksanaan Koordinasi.141 0.211 0.654 0.077 0.005 0. Pembinaan usaha dan kelembagaan c.011 0.076 2011 0.022 0.427 0. Pelaksanaan Koordinasi.008 0.720 0.301 0.131 0.140 0.020 0. Ekonomi.027 0. Pelaksanaan Koordinasi.

8. rincian output per kegiatan dan keterkaitannya dengan keseluruhan komponen dimulai dari tujuan kementerian.1 . Berdasarkan pengertian tersebut.5. program. PP Nomor 21/2004 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L). indikator kinerja outcome. dan outcome yang telah ditetapkan (dalam Bab 3) dengan kegiatan dan output serta target yang telah ditetapkan (Bab 5) untuk mencapai outcome tersebut. Keterkaitan output dan outcome program diperlukan dalam penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK).5. Peraturan perundang-undangan tersebut telah dilengkapi dengan PP Nomor 20/2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP). OUTPUT KEGIATAN Output atau keluaran kegiatan pada hakekatnya merupakan wujud dari pelaksanaan suatu program. Keluaran dan hasil tersebut dituangkan dalam target kinerja pada setiap unit kerja yang disertai dengan alokasi pendanaannya.3. sasaran strategis. sehingga keluaran keluaran dari kegiatan tersebut seharusnya berkontribusi secara langsung terhadap pencapaian sasaran dan outcome program.3. PP Nomor 39/2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan dan PP Nomor 40/2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional yang menekankan pada perencanaan dan penganggaran yang berbasis kinerja (Performance Based Budgeting).3. program dan kegiatan harus diarahkan untuk mencapai hasil dan keluaran yang telah ditetapkan dalam rencana. beserta anggaran per kegiatan dapat dilihat pada tabel Matriks Rencana Strategis per Eselon I pada tabel 5. berjangka menengah (Medium Term Expenditure Framework) dan sistem penganggaran terpadu(Unified Budgeting).2014 . Kaidah keterkaitan ini sesuai ketentuan dan juga untuk memenuhi struktur dan format Rencana Kerja (Renja) K/L dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) K/L. sasaran strategis dan outcome. Sebagai acuan operasional dalam penyusunan dokumen RENJA K/L dan RKA K/L dan dokumen SAKIP tersebut. terdapat keterkaitan yang jelas antara tujuan. Alokasi anggaran yang disusun dalam dokumen rencana kerja dan anggaran dimaksudkan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. Dalam hal ini. sistem perencanaan dan pengganggaran maupun dalam evaluasi kinerja program berlandaskan sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Penyusunan Rencana strategis kementerian berlandaskan pada ketentuan PBK diawali dengan diterbitkannya peraturan perundang-undangan seperti Undang¬Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 140 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta integrasinya dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja merupakan metode penganggaran bagi manajemen untuk mengaitkan setiap pendanaan yang dituangkan dalam kegiatan-kegiatan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan. termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dari keluaran tersebut.

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Dengan Demikian kinerja outcome program dapat terkait secara langsung dengan efektivitas capaian kinerja output maupun dalam efisiensi anggaran belanja kegiatan atau output. efisiensi belanja.Program dan kegiatan beserta indikator kinerjanya diharapkan sepenuhnya dapat digunakan sebagai alat ukur efektifitas pencapaian sasaran satrategis pembangunan. Dalam konteks ini pendefinisian tingkat kinerja program (outcome) lebih tinggi dari kinerja kegiatan dan program berada dalam tataran hasil (outcome) dan tidak pada tataran dampak (impact). sehingga dapat dijelaskan oleh pencapaian kinerja kegiatan-kegiatannya (output).2014 141 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 . dan akuntabilitas kinerja.

559. operasi/pemeliharaan) 3.576 Ha 120.83 Miliar m3 25.6 Miliar m3 0% 100 % 19.400 Ha rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .649.1 Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Program Pengelolaan Sumber Daya Air TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya layanan jaringan irigasi dan rawa Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Luas cakupan layanan jaringan irigasi dan rawa (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/dipelihara) Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ ditingkatkan dan dijaga/ dipelihara Prosentase pencapaian penyelenggaraan pengelolaan SDA terpadu oleh balai-balai SDA Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk memenuhi kebutuhan domestik.340 Ha SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 142 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan 0.2014 .05 m3/detik 27. perkotaan dan industri (dibangun/ditingkatkan dan dioperasikan/ dipelihara) Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir Luas kawasan yang terlindung dari bahaya banjir (dibangun/ditingkatkan. ketahanan pangan.Tabel 5.3.073 Ha 6.95 m3/detik 57.

) 2010 (11) 2010-2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 143 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PEMBINAAN PROGRAM DITJEN SUMBER DAYA AIR PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PROGRAM Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional, ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS, 33 Provinsi 33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

144

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

1 Pusat, 33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10)

Alokasi Dana (Juta Rp.) 2010 (11) 61.000 2010-2014 (12) 530.000

Dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan pengelolaan SDA (Renstra, RKP, dan Renja K/L Ditjen. Sumber Daya Air) Laporan evaluasi kelayakan penyelenggaraan pengelolaan SDA Dokumen jumlah dokumen Penyiapan Administrasi pinjaman, hibah, dan kerjasama international Laporan pemantauan dan evaluasi pinjaman, hibah, dan kerjasama internasional Laporan Fasilitasi kerjasama internasional dalam penyelenggaraan pengelolaan SDA Dokumen penyusunan dan pengajuan program dan anggaran penyelenggaraan pengelolaan SDA (RKA K/L, DIPA) Laporan penilaian usulan dan konsolidasi program prioritas SDA (Konsultasi Regional) Laporan pengendalian penggunaan anggaran Laporan pembinaan pengembangan Sistem Informasi SDA (SISDA) Laporan pembinaan komunikasi dan informasi publik SDA Laporan Pembinaan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA Dokumen pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA (bulanan, triwulan, tahunan) Dokumen NSPK perumusan kebijakan dan strategi serta evaluasi kelayakan ; penyusunan program dan anggaran; kerjasama luar negeri; pengembangan penyelenggaraan SISDA dan Komunikasi Publik; serta pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pengelolaan SDA Laporan Pembinaan penyelenggaraan jaminan mutu pengelolaan SDA Layanan Perkantoran

Jumlah dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan pengelolaan SDA (Renstra, RKP, dan Renja K/L Ditjen. Sumber Daya Air) Jumlah laporan evaluasi kelayakan penyelenggaraan pengelolaan SDA Jumlah dokumen Penyiapan Administrasi pinjaman, hibah, dan kerjasama international Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pinjaman, hibah, dan kerjasama internasional Jumlah laporan Fasilitasi kerjasama internasional dalam penyelenggaraan pengelolaan SDA Jumlah dokumen penyusunan dan pengajuan program dan anggaran penyelenggaraan pengelolaan SDA (RKA K/L, DIPA) Jumlah laporan penilaian usulan dan konsolidasi program prioritas SDA (Konsultasi Regional) Jumlah laporan pengendalian penggunaan anggaran Jumlah laporan pembinaan pengembangan Sistem Informasi SDA (SISDA) Jumlah laporan pembinaan komunikasi dan informasi publik SDA Jumlah laporan Pembinaan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA Jumlah dokumen pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dan program bidang SDA (bulanan, triwulan, tahunan) Jumlah dokumen NSPK perumusan kebijakan dan strategi serta evaluasi kelayakan ; penyusunan program dan anggaran; kerjasama luar negeri; pengembangan penyelenggaraan SISDA dan Komunikasi Publik; serta pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pengelolaan SDA Jumlah laporan Pembinaan penyelenggaraan jaminan mutu pengelolaan SDA Jumlah bulan layanan Perkantoran

2 Dokumen

9 Dokumen

3 Laporan 3 Dokumen

13 Laporan 7 Dokumen

1 Laporan

13 Laporan

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Laporan

22 Laporan

2 Dokumen

9 Dokumen

1 Dokumen

5 Dokumen

1 Dokumen 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan

9 Dokumen 46 Laporan 26 Laporan 25 Laporan

3 Dokumen

15 Dokumen

1 Dokumen

8 Dokumen

3 Laporan 12 Bulan

13 Laporan 60 Bulan

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

145

BAB 5

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAGUNAAN SUMBER DAYA AIR PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PENATAGUNAAN SUMBERDAYA AIR Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional, ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS, 33 Provinsi 33 BBWS/BWS, 33 Provinsi

146

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10)

Alokasi Dana (Juta Rp.) 2010 (11) 77.000 2010-2014 (12) 298.000

Dokumen NSPK pengelolaan hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air; penyusunan kebijakan dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai; regulasi pengelolaan SDA; kelembagaan SDA; serta pengendalian pemanfaatan SDA Laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan pola pengelolaan SDA Wilayah Sungai Laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pola dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Laporan pemantauan dan evaluasi penerapan pola kerjasama dan investasi bidang SDA Dokumen pembinaan pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasi bidang SDA Laporan pemantauan dan evaluasi lembaga pengelola SDA (RBO performance benchmarking) Laporan fasilitasi pembentukan dan pemantauan kinerja wadah koordinasi SDA Dokumen MoU

Jumlah dokumen NSPK pengelolaan hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air; penyusunan kebijakan dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai; regulasi pengelolaan SDA; kelembagaan SDA; serta pengendalian pemanfaatan SDA Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan pola pengelolaan SDA Wilayah Sungai Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis penyusunan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pola dan rencana pengelolaan SDA Wilayah Sungai Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi penerapan pola kerjasama dan investasi bidang SDA Jumlah dokumen pembinaan pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasi bidang SDA Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi lembaga pengelola SDA (RBO performance benchmarking) Jumlah laporan fasilitasi pembentukan dan pemantauan kinerja wadah koordinasi SDA Jumlah dokumen MoU

-

4 Dokumen

2 Laporan

13 Laporan

2 Laporan

13 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Laporan

5 Laporan

1 Dokumen

17 Dokumen

5 Laporan

25 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

Laporan SDM terlatih dalam pengelolaan SDA Laporan evaluasi kinerja UPT (BBWS/BWS)

Jumlah laporan SDM terlatih dalam pengelolaan SDA Jumlah laporan evaluasi kinerja UPT (BBWS/ BWS) Jumlah laporan kemampuan SDM pada sekretariat wadah koordinasi Jumlah laporan fasilitasi, koordinasi, dan sosialisasi regulasi pengelolaan SDA Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan regulasi pengelolaan SDA Jumlah laporan Pembinaan pengelolaan serta pemantauan dan evaluasi hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air Jumlah laporan koordinasi pengelolaan dan evaluasi penanganan dampak perubahan iklim Jumlah laporan pembinaan teknis pengelolaan hidrologi Jumlah laporan publikasi hidrologi dan kualitas air

1 Laporan

5 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

Laporan kemampuan SDM pada sekretariat wadah koordinasi Laporan fasilitasi, koordinasi, dan sosialisasi regulasi pengelolaan SDA Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan regulasi pengelolaan SDA Laporan Pembinaan pengelolaan serta pemantauan dan evaluasi hidrologi wilayah sungai dan kualitas air pada sumber air Laporan koordinasi pengelolaan dan evaluasi penanganan dampak perubahan iklim Laporan pembinaan teknis pengelolaan hidrologi Laporan publikasi hidrologi dan kualitas air

1 Laporan

5 Laporan

8 Laporan

22 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

-

4 Laporan

1 Laporan

5 Laporan

BAB 5

1 Laporan

5 Laporan

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

147

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

148

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

) 2010 (11) 2010-2014 (12) 1 Laporan 5 Laporan Laporan pembinaan teknis Penyidik PNS - 4 Laporan Pembinaan dan verifikasi rekomendasi teknis perijinan bidang SDA - 7 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan pemantauan dan evaluasi kelayakan pemanfaatan SDA Laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan pengendalian pemanfaatan SDA Muatan sistem informasi terkait hidrologi dan kualitas air pada sumber air.OUTPUT (7) Laporan sertifikasi standar mutu pengelolaan hidrologi dan kualitas air Laporan pembinaan AMDAL INDIKATOR OUTPUT (8) Jumlah laporan sertifikasi standar mutu pengelolaan hidrologi dan kualitas air Laporan tentang BBWS/BWS yang taat melakukan studi pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup serta prosentase BBWS/BWS yang taat melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup sesuai pedoman Jumlah laporan pembinaan teknis Penyidik PNS Jumlah kegiatan pembinaan. pengaturan. kelembagaan SDA. verifikasi dan sertifikasi rekomendasi teknis perijinan bidang SDA Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi kelayakan pemanfaatan SDA Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan pengendalian pemanfaatan SDA Laporan muatan sistem informasi terkait hidrologi dan kualitas air pada sumber air. perencanaan SDA WS. serta pengendalian pemanfaatan SDA Layanan Perkantoran - 4 Laporan - 4 Laporan 1 Laporan 5 Laporan 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kelembagaan SDA. pengaturan. serta pengendalian pemanfaatan SDA Jumlah bulan layanan Perkantoran TARGET OUTPUT 2010 (9) 1 Laporan 2010-2014 (10) 5 Laporan Alokasi Dana (Juta Rp.2014 149 BAB 5 . perencanaan SDA WS.

dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. RAWA. ketahanan pangan.2014 . 33 Provinsi 150 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . monitoring. TAMBAK.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN IRIGASI. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. DAN AIR TANAH PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT IRIGASI DAN RAWA Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. pelaksanaan. AIR BAKU.

) 2010 (11) 413. perencanaan teknis. air baku. dan air tanah Jumlah dokumen NSPK perencanaan teknis. air baku.221. dan air tanah Jumlah laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan irigasi. rawa. rawa. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan irigasi. konstruksi. air baku. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan irigasi. air baku. rawa. audit teknis. rawa. pelaksanaan konstruksi. rawa. program. dan air tanah Jumlah laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan irigasi. pengadaan lahan. rawa. perencanaan teknis.000 Laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. air baku. dan air tanah 13 Laporan 73 Laporan Dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. rawa.2014 151 BAB 5 . dan persiapan OP sarana dan prasarana irigasi. konstruksi. rawa. pelaksanaan konstruksi. dan air tanah Laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. program anggaran .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp. pengadaan lahan. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan irigasi. audit teknis. dan air tanah Jumlah laporan penyusunan rencana kegiatan. dan air tanah 5 Dokumen 20 Dokumen Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana irigasi. dan air tanah Jumlah laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. dan persiapan OP sarana dan prasarana irigasi. rawa. air baku. air baku. dan air tanah Jumlah dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. air baku. dan air tanah 4 Laporan 23 Laporan Laporan pembinaan penyusunan rencana kegiatan. pengelolaan aset. program. rawa. air baku. dan air tanah 31 Laporan 106 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 14 Laporan 61 Laporan Laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan irigasi. air baku. dan progres kegiatan irigasi. pengelolaan aset. rawa. air baku.000 2010-2014 (12) 1. rawa. dan air tanah 2 Dokumen 12 Dokumen Dokumen NSPK perencanaan teknis. program anggaran . dan progres kegiatan irigasi. air baku. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana irigasi.

PENGENDALIAN LAHAR DAN PENGAMANAN PANTAI PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT SUNGAI DAN PANTAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan pangan. 33 Provinsi 31 BBWS/BWS. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan.2014 . WADUK. monitoring. 33 Provinsi 152 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pelaksanaan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN SUNGAI. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. DANAU.

waduk. dan pantai Jumlah laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. danau. waduk. danau. dan pantai Layanan Perkantoran Jumlah dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. dan pantai Jumlah laporan pembinaan pelestarian sumber air dan pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelestarian sumber air Jumlah dokumen NSPK perencanaan teknis. danau. pelaksanaan pengadaan lahan. dan pantai Laporan pembinaan pelestarian sumber air dan pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelestarian sumber air Dokumen NSPK perencanaan teknis.000 Laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional. dan pantai Jumlah laporan pembinaan penyusunan program kegiatan. waduk. program. danau. perencanaan teknis. dan pantai 16 Laporan 96 Laporan 1 Dokumen 5 Dokumen 9 Dokumen 39 Dokumen Dokumen penyiapan data dan informasi konstruksi. waduk. waduk. dan pantai 7 Laporan 11 Laporan Laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan sungai. danau. danau. danau. danau. waduk. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan sungai. pelaksanaan konstruksi. serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan sungai. pelaksanaan konstruksi. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. dan progres kegiatan sungai. dan pantai Jumlah laporan penyiapan kebijakan dan strategi operasional.000 2010-2014 (12) 922. waduk. danau. audit teknis. pelaksanaan pengadaan lahan. dan pantai Jumlah laporan pembinaan dan bantunan teknis kegiatan sungai. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. waduk. pengelolaan aset. program anggaran . dan pantai 2 Laporan 6 Laporan Laporan pembinaan penyusunan program kegiatan. danau. perencanaan teknis. pengelolaan aset. dan pantai Layanan bulan perkantoran 6 Dokumen 10 Dokumen 12 Bulan layanan 60 Bulan layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta penilaian kesiapan pelaksanaan kegiatan sungai. waduk.) 2010 (11) 171. danau. audit teknis.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp. dan progres kegiatan sungai. pelaksanaan konstruksi. program anggaran . persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. waduk. dan pantai 6 Laporan 86 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan pembinaan dan penyelenggaraan jaminan mutu. pelaksanaan konstruksi. waduk.2014 153 BAB 5 . danau. program. serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan sungai. persiapan pelaksanaan OP sarana dan prasarana sungai. waduk.

33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. ketahanan pangan.2014 . 33 Provinsi 154 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA DITJEN SDA PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. pelaksanaan. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN SUMBER DAYA AIR SERTA PENANGGULANGAN DARURAT AKIBAT BENCANA PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA OPERASI DAN PEMELIHARAAN Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. pelaksanaan. monitoring. ketahanan pangan. monitoring.

000 2010-2014 (12) 545.2014 155 .000 899.) 2010 (11) 42.000 Dokumen draft materi kebijakan/peraturan perundang-undangan yang diproses dan dilegalisasi Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Layanan Perkantoran Layanan Publik (PNBP) Pemenuhan kebutuhan prasarana & sarana perkantoran Dokumen kepegawaian/ortala Dokumen administrasi keuangan (Sistem Akuntansi Keuangan) Laporan penyelenggaraan kegiatan koordinasi/sosialisasi/diseminasi Laporan penyelenggaraan kegiatan bantuan hukum dalam rangka penanganan perkara Jumlah dokumen draft materi kebijakan/ peraturan perundang-undangan yang diproses dan dilegalisasi Jumlah dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Publik (PNBP) Jumlah unit pemenuhan kebutuhan prasarana & sarana perkantoran Jumlah dokumen kepegawaian/ortala Jumlah dokumen administrasi keuangan (Sistem Akuntansi Keuangan) Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan koordinasi/sosialisasi/diseminasi Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan bantuan hukum dalam rangka penanganan perkara 1 Dokumen 11 Dokumen 2 Dokumen 15 Dokumen 12 Bulan 12 Bulan 100 Unit 60 Bulan 60 Bulan 540 Unit 12 Dokumen 1 Dokumen 37 Dokumen 17 Dokumen 11 Dokumen 27 Dokumen BAB 5 4 Laporan 17 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.000 Dokumen NSPK operasi dan pemeliharaan SDA dan penanggulangan bencana Laporan pembinaan persiapan dan pelaksanaan OP dan pemantauan kondisi sarana dan prasarana SDA serta penanggulangan bencana Laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan OP SDA Laporan pembinaan dan fasilitasi pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan OP SDA dan penanggulangan bencana Laporan pembinaan dan evaluasi persiapan dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan SDA dan penangulangan kerusakan akibat bencana Laporan pembinaan pelaksanaan alokasi air dan Teknik Modifikasi Cuaca Layanan Penanggulangan Bencana Jumlah dokumen NSPK operasi dan pemeliharaan SDA dan penanggulangan bencana Jumlah laporan pembinaan persiapan dan pelaksanaan OP dan pemantauan kondisi sarana dan prasarana SDA serta penanggulangan bencana Jumlah laporan pembinaan dan bantuan teknis pelaksanaan OP SDA Jumlah laporan pembinaan dan fasilitasi pemberdayaan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan OP SDA dan penanggulangan bencana Jumlah laporan pembinaan dan evaluasi persiapan dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan SDA dan penangulangan kerusakan akibat bencana Jumlah laporan pembinaan pelaksanaan alokasi air dan Teknik Modifikasi Cuaca Jumlah tahun layanan Penanggulangan Bencana Jumlah bulan layanan perkantoran 1 Dokumen 8 Dokumen 4 Laporan 8 Laporan 3 Laporan 15 Laporan 3 Laporan 8 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 3 Laporan 8 Laporan - 12 Laporan 1 Tahun 5 Tahun Layanan Perkantoran 12 Bulan layanan 60 Bulan layanan 69.

33 Provinsi 33 BBWS/BWS. pelaksanaan. pelaksanaan. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS.2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: FASILITASI PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DEWAN SUMBER DAYA AIR NASIONAL (DSDAN) PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DEWAN SDA NASIONAL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. monitoring. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. ketahanan pangan. dan evaluasi pengelolaan SDA 31 BBWS/BWS. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 33 Provinsi 156 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN KEAMANAN BENDUNGAN PENANGGUNG JAWAB: BALAI BENDUNGAN Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. monitoring. ketahanan pangan.

OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.500 2010-2014 (12) 49.) 2010 (11) 7.000 Laporan penyelenggaraan kegiatan diseminasi dan sosialisasi Pedoman Keamanan Bendungan Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan diseminasi dan sosialisasi Pedoman Keamanan Bendungan 1 Laporan 8 Laporan Laporan penyelenggaraan kegiatan seminar/lokakarya bidang bendungan Dokumen pelaksanaan kegiatan inspeksi bendungan Dokumen pelaksanaan kajian keamanan bendungan Dokumen NSPK tentang Keamanan Bendungan Layanan Perkantoran Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan seminar/lokakarya bidang bendungan Jumlah dokumen pelaksanaan kegiatan inspeksi bendungan Jumlah dokumen pelaksanaan kajian keamanan bendungan Jumlah dokumen NSPK tentang Keamanan Bendungan Jumlah bulan layanan Perkantoran 4 Laporan 18 Laporan 1 Dokumen 1 Dokumen 5 Dokumen 5 Dokumen 7 Dokumen 42 Dokumen 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Laporan penyelenggaraaan sosialisasi Kebijakan Nasional PSDA Laporan penyelenggaraan sosialisasi produk Dewan SDA Nasional Laporan pendampingan penyelenggaraan koordinasi PSDA di daerah Jumlah laporan penyelenggaraaan sosialisasi Kebijakan Nasional PSDA Jumlah laporan penyelenggaraan sosialisasi produk Dewan SDA Nasional Jumlah laporan pendampingan terhadap penyelenggaraan koordinasi PSDA di daerah Jumlah laporan pelaksanaan monitoring dan evaluasi tindak lanjut pelaksanaan kebijakan pengelolaan SDA nasional Jumlah dokumen pola WS lintas negara yang disusun Jumlah laporan fasilitasi kegiatan perumusan rekomendasi/saran DSDAN Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah laporan penyebaran informasi mengenai kegiatan koordinasi pengelolaan SDA oleh DSDAN melalui media cetak dan elektronik 1 Laporan 2 Laporan 1 Laporan 7 Laporan 9 Laporan 5 Laporan Laporan monitoring dan evaluasi tindak lanjut pelaksanaan kebijakan pengelolaan SDA nasional Dokumen pola pengelolaan SDA WS lintas negara Laporan fasilitasi perumusan rekomendasi/ saran DSDAN Layanan Perkantoran Laporan penyebaran informasi mengenai kegiatan koordinasi pengelolaan SDA 1 Laporan 11 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN - 5 Dokumen 5 Laporan 18 Laporan 12 Bulan 5 Laporan 60 Bulan 25 Laporan 21.000 Laporan penyelenggaraan kegiatan pelatihan Keamanan Bendungan Jumlah laporan penyelenggaraan kegiatan pelatihan Keamanan Bendungan 10 Laporan 27 Laporan 125.2014 157 BAB 5 .

ketahanan pangan.4 m3/det 3. 33 Provinsi - 1. EMBUNG.9 m3/det 44.75 m3/det 158 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan.004 miliar m3 11. pelaksanaan. monitoring.06 miliar m3 12. SITU. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk air minum yang dibangun Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk air minum yang direhabilitasi Debit air layanan sarana/ prasarana air baku untuk air minum yang dioperasikan dan dipelihara 6. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Kapasitas tampung sumber air yang dibangun/ ditingkatkan 31 BBWS/BWS.3 miliar m3 7 Kawasan sumber air 31 BBWS/BWS 16 Kawasan sumber air 31 BBWS/BWS 8 Wilayah Sungai 0 Wilayah Sungai 31 BBWS/BWS. dan evaluasi pengelolaan SDA 1.5 miliar m3 Kapasitas tampung sumber air yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. monitoring.1 miliar m3 0.2014 .9 miliar m3 0.43 m3/det 43.01 miliar m3 0.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENYEDIAAN DAN PENGELOLAAN AIR BAKU PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan pangan. SERTA BANGUNAN PENAMPUNG AIR LAINNYA PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.3 m3/det 2. 33 Provinsi 69 Wilayah Sungai 15 Wilayah Sungai 31 BBWS/BWS.04 miliar m3 Kapasitas tampung sumber air yang direhabilitasi 1 miliar m3 0. pelaksanaan.76 m3/det 12. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan evaluasi pengelolaan SDA KEGIATAN: PENGELOLAAN DAN KONSERVASI WADUK.

76 m3/det Sarana/prasarana penyediaan air baku yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah debit sarana/prasarana penyediaan air baku yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah bulan layanan Perkantoran 2.000 Embung / Situ / bangunan penampung air lainnya yang dibangun Waduk yang direhabilitasi Embung / Situ / Bangunan Penampung Air lainnya yang direhabilitasi Waduk/Embung/Situ/bangunan penampung air lainnya yang dioperasikan dan dipelihara Kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi Dokumen penyelenggaraan pelayanan data dan informasi SDA di tingkat BBWS/BWS Dokumen pola pengelolaan SDA WS Jumlah buah embung / Situ / bangunan penampung air lainnya yang dibangun Jumlah buah waduk yang direhabilitasi Jumlah buah embung / Situ / Bangunan Penampung Air lainnya yang direhabilitasi Jumlah buah waduk/Embung/Situ/ bangunan penampung air lainnya yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah kawasan sumber air yang dilindungi/dikonservasi Jumlah dokumen penyelenggaraan pelayanan data dan informasi SDA di tingkat BBWS/BWS Jumlah dokumen pola pengelolaan SDA WS Jumlah dokumen rencana pengelolaan SDA WS Jumlah bulan layanan perkantoran 32 Buah 12 Buah 21 Buah 14 waduk.31 m3/det 43.23 m3/ det 12.000 Waduk yang dibangun Jumlah buah waduk yang dibangun 7 waduk dalam pelaksanaan pembangunan 52 waduk dalam pelaksanaan pembangunan dan 6 waduk selesai pembangunan 200 Buah 14.524. 51 embung/situ 7 Kawasan 140 Buah 300 Buah 1199 waduk dan embung/situ 63 Kawasan 31 Dokumen 155 Dokumen 69 Dokumen 8 Dokumen Dokumen rencana pengelolaan SDA WS - 15 Dokumen Layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .9 m3/det 44.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.3 m3/det 3.000 Sarana/prasarana penyediaan air baku yang dibangun /ditingkatkan Sarana/prasarana penyediaan air baku yang direhabilitasi Jumlah debit sarana/prasarana penyediaan air baku yang dibangun /ditingkatkan Jumlah debit sarana/prasarana penyediaan air baku yang direhabilitasi 6.781.75 m3/ det PROGRAM DAN KEGIATAN Layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan 2.) 2010 (11) 1.000 2010-2014 (12) 5.105.2014 159 BAB 5 .079.

000 Ha 85.340. RAWA. dan evaluasi pengelolaan SDA 115.882 ha 37. DAN JARINGAN PENGAIRAN LAINNYA PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.000 Ha 2.2014 .800 Ha 175. pelaksanaan.246 Ha 3.315.000 Ha 293.500 Ha 6.000 Ha 1.785 Ha 43.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI.000 Ha 500.021 Ha 25.000 Ha 160 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 8. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . ketahanan pangan.000 Ha 2.000 Ha 2.000 Ha 2.210.315. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya layanan jairngan irigasi dan rawa Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan irigasi air tanah yang dioperasikan dan dipelihara Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan reklamasi rawa yang dioperasikan dan dipelihara Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dibangun/ditingkatkan Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang direhabilitasi Luas cakupan layanan jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan.840 Ha 8.044 Ha 1.000 ha 450.000 Ha 550 Ha 28 Provinsi 28 Provinsi 31 BBWS/BWS.107 996 Ha 1. 33 Provinsi 31 BBWS/BWS. monitoring.100 Ha 550.000 Ha 1.

) 2010 (11) 3.911 Ha 11.996 Ha 5.000 2010-2014 (12) 23.000 Ha 2.000 Ha Jaringan reklamasi rawa yang di operasi kan dan dipelihara 1.800 Ha 176.000 Ha 500.318.000 Ha Jaringan tata air tambak yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan tata air tambak yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara 2.944 Ha Jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara Jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ ditingkatkan 2.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.100 Ha 548.501 Ha Jaringan irigasi air tanah yang di operasikan dan dipelihara 9.246 Ha PROGRAM DAN KEGIATAN Jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan irigasi air tanah yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan irigasi air tanah yang dioperasikan dan dipelihara 8.180 Ha 43.277 Ha Jaringan tata air tambak yang dibangun/ ditingkatkan Jumlah luas jaringan tata air tambak yang dibangun/ditingkatkan 1.737 Ha Pelaksanaan kegiatan monitoring TP operasi dan pemeliharaan SDA Layanan Perkantoran Jumlah provinsi pelaksanaan kegiatan monitoring TP operasi dan pemeliharaan SDA Jumlah bulan layanan Perkantoran 28 Provinsi 140 Provinsi 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .882 Ha 37.000 Ha Jaringan tata air tambak yang dioperasikan dan dipelihara 550 Ha 98.000 Ha 450.840 Ha Jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ ditingkatkan Jumlah luas jaringan reklamasi rawa yang dibangun/ditingkatkan 8.360.044 Ha 1.107.021.500 Ha Jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan reklamasi rawa yang direhabilitasi Jumlah luas jaringan reklamasi rawa yang di operasikan dan dipelihara 85.2014 161 BAB 5 .000 Jaringan irigasi yang dibangun /ditingkatkan Jumlah luas jaringan irigasi yang dibangun /ditingkatkan Jumlah luas jaringan irigasi yang di rehabilitasi Jumlah luas jaringan irigasi yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah luas jaringan irigasi air tanah yang dibangun/ditingkatkan 115.340.021 Ha 25.120.000 Ha Jaringan irigasi yang di rehabilitasi 293.058 Ha 3.644.

monitoring. 33 Provinsi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . LAHAR GUNUNG BERAPI DAN PENGAMANAN PANTAI PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI/BALAI WILAYAH SUNGAI Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. 33 Provinsi 33 BBWS/BWS.88 juta/m3 12 juta/m3 33 Km Garis Pantai 180 Km Garis Pantai 3 Km Garis Pantai 50 Km Garis Pantai 10 Km Garis Pantai 50 Km Garis Pantai 31 BBWS/BWS. ketahanan air dan ketahanan energi Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir Meningkatnya kinerja pengelolaan SDA Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui pembangunan sarana/prasarana pengendalian banjir Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui rehabilitasi sarana/prasarana pengendalian banjir Luas kawasan yang terlindungi dari bahaya banjir melalui operasi dan pemeliharaan sarana/ prasarana pengendalian banjir Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui pembangunan sarana/ praarana pengendalian lahar/sedimen Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui rehabilitasi sarana/ praarana pengendalian lahar/sedimen Volume lahar/sedimen yang dikendalikan melalui operasi dan pemeliharaan sarana/ praarana pengendalian lahar/sedimen Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pembangunan sarana/ praarana pengamanan pantai Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui rehabilitasi sarana/praarana pengamanan pantai Panjang garis pantai yang dilindungi dari bahaya abrasi melalui pemeliharaan sarana/ praarana pengamanan pantai Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan Cakupan layanan pendukung dalam perencanaan. pelaksanaan.000 Ha 503 Ha 24. dan evaluasi pengelolaan SDA 27.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGENDALIAN BANJIR.14 juta/m3 6 juta/m3 0.48 Juta m3 0.2014 .700 Ha 162 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 2.607 Ha 35.08 juta/m3 4.700 Ha 14.500 Ha 60. ketahanan pangan.

249.2014 163 BAB 5 .000 Km Sarana/prasarana pengendalian banjir yang direhabilitasi Jumlah panjang sarana/prasarana pengendalian banjir yang direhabilitasi 15 Km 750 Km Sarana/prasarana pengendalian banjir yang di operasikan dan dipelihara Jumlah panjang sarana/prasarana pengendalian banjir yang di operasikan dan dipelihara 610 Km 6.603 Km PROGRAM DAN KEGIATAN Sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen yang dibangun Jumlah sarana/prasarana pengendalian lahar/sedimen yang dibangun 13 Buah 28 Buah Sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang direhabilitasi Jumlah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang direhabilitasi 2 Buah 85 Buah Sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang dioperasikan dan dipelihara Jumlah buah sarana/prasarana pengendali lahar/sedimen yang dioperasikan dan dipelihara 11 Buah 316 Buah Sarana/prasarana pengaman pantai yang dibangun Jumlah panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang dibangun 33 Km 180 Km Sarana/prasarana pengaman pantai yang direhabilitasi Jumlah panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang direhabilitasi 3 Km 50 Km Sarana/prasarana pengaman pantai yang dipelihara Jumlah panjang sarana/prasarana pengaman pantai yang dipelihara 10 Km 50 Km Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .096.000 Sarana/prasarana pengendalian banjir yang dibangun Jumlah panjang sarana/prasarana pengendalian banjir yang dibangun 300 Km 1.) 2010 (11) 2.000 2010-2014 (12) 15.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) Alokasi Dana (Juta Rp.

525 Km Panjang jalan baru yang di bangun 294 Km 1.3.2 Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga Program Penyelenggaraan Jalan TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.Tabel 5. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . DAN PENGAWASAN PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. PEMBINAAN. ketahanan pangan. KOORDINASI. PENGATURAN.2014 . ketahanan pangan. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Meningkatnya penggunaan jalan nasional Meningkatnya Kapasitas jalan Nasional sepanjang 19.845 Km KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN.370 km Meningkatnya panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun Tingkat kemantapan jalan 87 % 94 % SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap Tingkat penggunaan jalan nasional Panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan 100 % 100 % 164 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 83 Milyar kendaraan Km 2.559 Km 91.55 Milyar kendaraan Km 17.

2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.2014 (12) PROGRAM DAN KEGIATAN 730.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 3 Dokumen 3 Dokumen 3 Dokumen 2 Dokumen 12 Bulan Layanan 8 Unit 15 Dokumen 15 Dokumen 15 Dokumen Dokumen Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Hukum Bulan Layanan Publik (PNBP) 10 Dokumen 60 Bulan Layanan 40 Unit Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Jumlah Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 12 Bulan 60 Bulan Dokumen Draft Materi Kebijakan / Peraturan Perundang-undangan yang diproses dan dilegalisasi Jumlah Dokumen Draft Materi Kebijakan / Peraturan Perundang-Undangan yang Diproses dan Dilegalisasi 11 Dokumen 17 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .) 2010 (11) 2010 .063.2014 165 BAB 5 .000 Lokasi Pembinaan Penanggulangan Penanganan Tanggap Darurat / Pekerjaan Mendesak Dokumen Administrasi dan Pengelolaan Kepegawaian / Ortala Dokumen Laporan Administrasi Keuangan dan Akuntansi Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah Lokasi Pembinaan Penanggulangan Penanganan Tanggap Darurat / Pekerjaan Mendesak Jumlah Dokumen Administrasi dan Pengelolaan Kepegawaian / Ortala Jumlah Dokumen Laporan Administrasi Keuangan dan Akuntansi Jumlah Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah Dokumen Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Hukum Jumlah Bulan Layanan Publik (PNBP) 11 Lokasi 116 Lokasi 4.

ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % 166 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . ketahanan pangan. PEMROGRAMAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. DAN PEMBIAYAAN PENYELENGGARAAN JALAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PROGRAM Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. PERENCANAAN. PEMBINAAN.2014 .

000 2010 .2014 167 BAB 5 .000 Dokumen Pengaturan & Penyiapan Pembiayaan Jalan Daerah & Dana Masyarakat Jumlah Dokumen Pengaturan & Penyiapan Pembiayaan Jalan Daerah & Dana Masyarakat Jumlah Dokumen Program dan Anggaran Tahunan Jumlah Dokumen Penyiapan PHLN & Administrasi Kerjasama Luar Negeri Jumlah Dokumen Evaluasi Kinerja Penyelenggara Jalan Jumlah dokumen kebijakan dan strategi penyelenggaraan jalan Jumlah Dokumen Penyiapan Keputusan Menteri Tentang Fungsi Dan Status Jalan Jumlah Dokumen Pengendalian Pelaksanaan PHLN Jumlah Dokumen Informasi. Dokumentasi.714. Pemrograman Dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan Prasarana & Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran 25 Dokumen 10 Dokumen 10 Dokumen 34 Dokumen 17 Dokumen 23 Dokumen 11 Unit 12 Bulan 59 Unit 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 2.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp. Pemrograman Dan Pembiayaan Penyelenggaraan Jalan Jumlah Pemenuhan Unit Prasarana & Sarana Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 2 Dokumen 10 Dokumen Dokumen Program dan Anggaran Tahunan 1 Dokumen 2 Dokumen 4 Dokumen 5 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 6 Dokumen 5 Dokumen 3 Dokumen 5 Dokumen Dokumen Penyiapan PHLN & Administrasi Kerjasama Luar Negeri Dokumen Evaluasi Kinerja Penyelenggara Jalan 10 Dokumen 20 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN Dokumen Kebijakan dan strategi penyelenggaraan jalan Dokumen Penyiapan Keputusan Menteri Tentang Fungsi dan Status Jalan Dokumen Pengendalian Pelaksanaan PHLN Dokumen Informasi.) 2010 (11) 115. Komunikasi Dan Publikasi Penyelenggaraan Jalan Dokumen Pengembangan Sistem Manajemen Jalan dan Jembatan Dokumen Laporan Monitoring & Evaluasi Perencanaan. Dokumentasi. Komunikasi Dan Publikasi Penyelenggaraan Jalan Jumlah Dokumen Pengembangan Sistem Manajemen Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen Monitoring & Evaluasi Perencanaan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

DAN III Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % 168 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN PELAKSANAAN PRESERVASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS JALAN NASIONAL DAN FASILITASI JALAN DAERAH PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PELAKSANAAN JALAN DAN JEMBATAN WILAYAH I. PENINGKATAN KAPASITAS JALAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA TEKNIK Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional. ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi mantap Tingkat fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah menuju 60% kondisi mantap 100 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN DAN PEMBINAAN TEKNIK PRESERVASI. ketahanan pangan. ketahanan pangan. II.

352 Ha PROGRAM DAN KEGIATAN Dokumen Kebijakan Investasi Jalan Bebas Hambatan Dokumen Monitoring dan Evaluasi Pembinaan Teknik Jalan Dan Jembatan Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Bulan Layanan Perkantoran 1 Dokumen 6 Dokumen 12 Unit 5 Dokumen 30 Dokumen 60 Unit 12 Bulan 60 Bulan 133.000 Dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Yang Bersifat Khusus Perencanaan & Pengawasan Teknis Jalan & Jembatan Khusus Serta Perencanaan Teknis Jalan Bebas Hambatan Dokumen Penyusunan Dan Pengesahan NSPK Jalan dan Jembatan Termasuk Jalan Daerah Dokumen Rekomendasi Teknis Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan & Rawan Bencana Jalan dan Jembatan Laporan Pembinaan Teknik Jalan dan Jembatan Laporan Pembinaan Jalan Bebas Hambatan Luas Pengadaan Tanah Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Yang Bersifat Khusus Jumlah Dokumen Perencanaan & Pengawasan Teknis Jalan & Jembatan Khusus Serta Perencanaan Teknis Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Penyusunan Dan Pengesahan NSPK Jalan Dan Jembatan Termasuk Jalan Daerah Jumlah dokumen Pembinaan Teknis Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan & Rawan Bencana Jalan dan Jembatan Jumlah Laporan Pembinaan Teknik Jalan Dan Jembatan Jumlah LaporanPembinaan Jalan Bebas Hambatan Jumlah Hektar Luas Pengadaan Tanah untuk Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Kebijakan Investasi Jalan Bebas Hambatan Jumlah Dokumen Monitoring Dan Evaluasi Pembinaan Teknik Jalan Dan Jembatan Jumlah prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 15 Dokumen 5 Dokumen 50 Dokumen 25 Dokumen 8 Dokumen 50 Dokumen 4 Laporan 1 Laporan 274 Ha 40 Dokumen 250 Dokumen 20 Laporan 5 Laporan 1. Fasilitasi Perencanaan. pelaksanaan dan evaluasi kinerja jalan daerah Jumlah dokumen Monitoring Dan Evaluasi Kinerja Pembinaan Dan Pelaksanaan Jalan Dan Jembatan Termasuk Jalan Daerah 33 Laporan 165 Laporan 1.091. Teknis Pelaksanaan Dan Aspek Hukum Laporan Pembinaan Teknis. Teknis Pelaksanaan Dan Aspek Hukum Jumlah Laporan Pembinaan Teknis. Pengendalian Kepatuhan Pelaksanaan dan rekomendasi laik fungsi Jalan Nasional Jumlah Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran Jumlah Laporan Pembinaan Teknis. program pembiayaan. pelaksanaan dan evaluasi kinerja jalan daerah Jumlah Laporan Perencanaan Pembinaan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 18 Dokumen 45 Dokumen 45 Laporan 90 Dokumen 225 Dokumen 225 Laporan 18 Unit 36 Bulan 75 Laporan 180 Unit 180 Bulan 375 Laporan BAB 5 Dokumen Monitoring dan evaluasi kinerja pembinaan dan pelaksanaan jalan dan jembatan termasuk jalan daerah 15 Dokumen 75 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . program pembiayaan.2014 169 . Penyiapan Produk Pembinaan Dan Pembinaan Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Dokumen Pembinaan dan Penilaian Bahan Usulan Program 5 Tahunan dan Tahunan Dokumen Penyelesaian Permasalahan Administrasi. Penyiapan Produk Pembinaan Dan Pembinaan Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen Pembinaan dan Penilaian Bahan Usulan Program 5 Tahunan dan Tahunan Jumlah dokumen Penyelesaian Permasalahan Administrasi.000 Laporan Perencanaan Pembinaan. Fasilitasi Perencanaan. Pengendalian Kepatuhan Pelaksanaan dan rekomendasi laik fungsi Jalan Nasional Prasarana dan Sarana Pemenuhan Kebutuhan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Laporan Pembinaan Teknis.) 2010 (11) 287.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.2014 (12) 6.046.000 2010 .

ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional Tingkat Kemantapan Jalan 87 % 94 % 170 PROGRAM DAN KEGIATAN Meningkatnya kapasitas Jalan Nasional sepanjang 19.2014 . ketahanan pangan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PELAKSANAAN PRESERVASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS JALAN NASIONAL PENANGGUNG JAWAB: BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.559 Km 17.370 km Tingkat penggunaan jalan nasional Tingkat penggunaan jalan nasional 83 Milyar kendaraan kilometer 91.55 Milyar kendaraan kilometer Meningkatnya panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan Panjang peningkatan struktur/ pelebaran jalan 2.525 Km Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun Panjang jalan baru yang dibangun 294 Km 1.845 Km BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

186 Ton 1.000 2010 .979 m 4 Km 44 Km Panjang pembangunan/pelebaran Jalan di Kaw. Wil. Srategis. Perbatasan. Perbatasan. Terluar & Terdepan 20 Dokumen 20 Dokumen 20 Dokumen 10 Dokumen 10 Dokumen 1.029.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .112 m 483 Km 2.284 Km 8.599 m 2.) 2010 (11) 17. Wil.297 m 15. Terluar & Terdepan Panjang Jembatan yang dibangun/diDuplikasi di Kaw.523 m 50 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN 24.767 m 100 Dokumen 100 Dokumen 100 Dokumen 50 Dokumen Dokumen Pengujian / Manajemen Mutu Panjang Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Panjang Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jembatan Panjang penggantian Jembatan Dokumen Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Jalan Dan Jembatan Bahan Jalan & Jembatan Bahan dan Peralatan Jalan & Jembatan Bulan Layanan Publik (PNBP) Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Panjang Pemeliharaan Rutin Jalan Panjang Pemeliharaan Rutin Jembatan Panjang Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Panjang Pelebaran Jalan Panjang Pembangunan Jalan Baru Panjang Pembangunan Jembatan Baru Panjang Pembangunan Fly Over/Underpass/ Terowongan Panjang Pembangunan jalan bebas hambatan 50 Dokumen 4.844 m 5.2014 171 .095 Km 12.180 m 4.552 m 15.114 m rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Wil.830 Km 238.076 Km 33 Km 6.169 Km 601. Srategis.000 Dokumen bahan usulan program tahunan dan 5 tahunan Dokumen hasil pengumpulan data jalan dan jembatan Dokumen perencanaan dan pengawasan teknis jalan Dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Jumlah dokumen bahan ususlan program tahunan dan 5 tahunan Jumlah dokumen hasil pengumpulan data jalan dan jembatan Jumlah dokumen perencanaan dan pengawasan teknis jalan Jumlah dokumen Lingkungan Jalan dan Jembatan Jumlah Dokumen Pengujian / Manajemen Mutu Panjang jalan yg mendapat pemeliharaan berkala/rehabilitasi Panjang jembatan yg mendapat pemeliharaan berkala/rehabilitasi Panjang jembatan yg mendapat penggantian Jumlah dokumen Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Jalan Dan Jembatan Jumlah Bahan Jalan & Jembatan Jumlah Bahan dan Peralatan Jalan & Jembatan Jumlah Bulan Layanan Publik (PNBP) Jumlah Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Jumlah bulan Layanan Perkantoran Panjang Jalan yg mendapat pemeliharaan rutin Panjang jembatan yg mendapat pemeliharaan rutin Panjang jalan yg mendapat rekonstruksi/ peningkatan struktur Panjang jalan yg mendapat pelebaran Panjang jalan yg dibangun baru Panjang jembatan yg dibangun baru Panjang Fly Over/Underpass/ Terowongan yg dibangun Panjang jalan bebas hambatan yg dibangun Panjang Jalan yang dibangun/dilebarkan di Kaw. Terluar & Terdepan 245 Km 1. Srategis.686. Wil.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.2014 (12) 133.430 Km 377 Km 25.378 Km BAB 5 1. Perbatasan. Terluar & Terdepan Panjang Pembangunan/Duplikasi Jembatan di Kaw.113 m 10 Dokumen 698 Ton 54 Unit 120 Bulan Layanan 100 unit 120 Bulan 29.802 Km 90.277 Unit 600 Bulan Layanan 500 unit 600 Bulan 164. Perbatasan. Srategis.576 m 3.

PENGAWASAN JALAN TOL PENANGGUNG JAWAB: BADAN PENGATUR JALAN TOL Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional.370 km Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun Panjang jalan baru yang dibangun 294 Km 1. ketahanan pangan.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN.2014 .845 Km 172 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . ketahanan air dan ketahanan energi Meningkatnya kualitas layanan Jalan Nasional dan pengelolaan Jalan Daerah Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional Tingkat Kemantapan Jalan 87 % 94 % Meningkatnya kapasitas Jalan Nasional sepanjang 19. PENGUSAHAAN.

Pelayanan dan Pengendalian Pengusahaan Jalan Tol Dokumen Perjanjian Layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) 1 Dokumen 1 Dokumen 9 Dokumen 6 Dokumen Laporan Monitoring dan Evaluasi layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) 1 Laporan 5 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan Pengawasan dan Pemantauan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Laporan Pengelolaan dana Hasil Pengusahaan Jalan Tol (BLU) Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Bulan Layanan Perkantoran Bulan Layanan Perkantoran (PNBP) 1 Laporan 6 Laporan 1 Laporan 5 Laporan 2 Unit 12 Bulan 12 Bulan 10 Unit 60 Bulan 60 Bulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 2010 .) 2010 (11) 21.2014 (12) 404.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA Rp.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 Laporan Kajian dan Evaluasi Penyiapan Pengusahaan Jalan Tol dan Data Informasi Jalan Tol Jumlah Laporan Kajian dan Evaluasi Penyiapan Pengusahaan Jalan Tol dan Data Informasi Jalan Tol Jumlah Dokumen Pengaturan. Penyiapan.2014 173 BAB 5 . Pelayanan dan Pengendalian Pengusahaan Jalan Tol Jumlah Dokumen Perjanjian Layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) Jumlah Laporan Monitoring dan Evaluasi layanan Dana Bergulir untuk Pengadaan Tanah jalan tol (BLU) Jumlah Laporan Pengawasan dan Pemantauan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Jumlah Laporan Pengelolaan dana Hasil Pengusahaan Jalan Tol (BLU) Jumlah Prasarana dan sarana pemenuhan kebutuhan perkantoran Jumlah bulan Layanan Perkantoran Jumlah bulan Layanan Perkantoran (PNBP) 1 Laporan 6 Laporan Dokumen Pengaturan. Penyiapan.

Tabel 5.3.099 Liter/detik 857 IKK SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Terlaksananya pembangunan rusunawa Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Peningkatan jumlah pelayanan sanitasi Jumlah Pemda/ PDAM yang dibina kemampuannya Jumlah rusunawa yang dibangun Jumlah kawasan permukiman dan penataan bangunan yang direvitalisasi Jumlah kelurahan/ desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/ nelayan 82 Kawasan 98 Kab/Kota 87 PDAM 554 Kawasan 605 Kab/Kota 294 PDAM 174 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 40 Twin Block 137 Kawasan 250 Twin Block 666 Kawasan Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat 14.848 Kelurahan/desa 37.3. Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Program Pembinaan Dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya cakupan pelayanan air minum Peningkatan jumlah pelayanan air minum 2.576 Liter/detik 170 IKK 8.920 Kelurahan/desa rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .

OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 175 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 .

DAN PENYELENGGARAAN DALAM PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN TERMASUK PENGELOLAAN GEDUNG DAN RUMAH NEGARA PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek bangunan gedung dan lingkungan 32 Kab/Kota 226 Kab/Kota Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Terwujudnya revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan Jumlah Kawasan yang meningkat fungsinya 32 Kawasan Strategis 33 Kaw (RTH) 33 Kaw (tradisional dan bersejarah) 152 Kawasan (strategis) 207 Kaw (RTH) 160 Kaw (tradisional dan bersejarah) Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Jumlah Kel/Desa yang yang meningkat kualitasnya melalui pemberdayaan masyarakat 8.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN.230 Kelurahan / Desa 23.900 Desa 13. PENGAWASAN.999 Kelurahan / Desa rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PEMBINAAN.2014 .190 Desa KEGIATAN: PENGATURAN. PEMBINAAN. DAN PENYELENGGARAAN DALAM PENGEMBANGAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek Permukiman 50 Kab/Kota 205 Kab/Kota Berkurangnya kawasan kumuh perkotaan Jumlah Kawasan kumuh di perkotaan yang ditangani Jumlah rusunawa terbangun 95 kawasan 207 kawasan 176 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Terlaksananya pembangunan rusunawa 40 Twin Block 250 Twin Block Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan pola pemberdayaan masyarakat Menurunnya kesenjangan antar wilayah Jumlah Kawasan Permukiman Perdesaan di tangani Jumlah Kawasan Pusat Pertumbuhan terbentuk 143 kawasan 322 kawasan 50 kawasan 185 kawasan Meningkatnya jumlah kelurahan/desa yang ditingkatkan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Jumlah desa tertinggal yang di tangani 3. PENGAWASAN.

2014 (12) 12.000 Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Penataan Bangunan & Lingkungan Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Jumlah Kab/Kota Mendapatkan Pengembangan Bangunan Gedung Negara/Bersejarah Jumlah Kawasan yang Tertata Bangunan dan Lingkungannya 12 Bulan Layanan 7 NSPK 60 Bulan Layanan Peraturan Penataan Bangunan dan Lingkungan Laporan Pembinaan Pelaksanaan Penataan Bangunan dan Lingkungan.2014 177 BAB 5 .994.000 Layanan Perkantoran Peraturan Pengembangan Permukiman Laporan Pembinaan Pengembangan Permukiman Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Pengembangan Permukiman Infrastruktur Kawasan Permukiman Perkotaan Rusunawa Beserta Infrastruktur Pendukungnya Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Pengembangan permukiman Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Pengembangan Permukiman Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Pengembangan Permukiman Jumlah Kawasan Permukiman Perkotaan yang Ditangani Jumlah Satuan Unit Hunian Rumah Susun yang Terbangun Beserta Infrastruktur Pendukungnya Jumlah Kawasan yang Terbangun Infrastruktur Permukiman Perdesaan Jumlah Kawasan yang Dilayani oleh Infrastruktur Pendukung Kegiatan Ekonomi dan Sosial Jumlah Desa Tertinggal Terbangun Infrastruktur Permukiman 12 Bulan Layanan 2 NSPK 60 Bulan Layanan 5 NSPK 80 laporan 449 Laporan 33 Laporan 165 Laporan 234 Kawasan 661 Kawasan PROGRAM DAN KEGIATAN 40 Twin Block 250 Twin Block Infrastruktur Kawasan Permukiman Perdesaan 143 Kawasan 469 Kawasan Infrastruktur Pendukung Kegiatan Ekonomi dan Sosial (RISE) 237 Kecamatan 1.185 Kecamatan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) 3. Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara Bangunan Gedung dan Fasilitasnya 33 NSPK 236 laporan 525 Laporan 33 Laporan 165 Laporan 54 Kab/Kota 159 Kab/Kota Sarana dan Prasarana Lingkungan Permukiman 138 Kawasan 303 Kawasan Keswadayaan Masyarakat Jumlah Kel/Desa yang Mendapatkan Pendampingan Pemberdayaan Sosial (P2KP/PNPM) 8.190 Desa 1. Pengelolaan Gedung dan Rumah Negara Laporan Pengawasan Pelaksanaan Penataan Bangunan dan Lingkungan.363 2010 .321.633.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .361.999 Kelurahan/ Desa rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .900 Desa 13.079 9.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2.230 Kelurahan/Desa 23.

DAN PENYELENGGARAAN SANITASI LINGKUNGAN (AIR LIMBAH.2014 . PENGAWASAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. DRAINASE) SERTA PENGEMBANGAN SUMBER PEMBIAYAAN DAN POLA INVESTASI PERSAMPAHAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air limbah dan drainase 34 Kab/Kota 226 Kab/Kota 178 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya jumlah pelayanan sanitasi Jumlah cakupan pelayanan sistem Air Limbah Luas kawasan potensi banjir di perkotaan yang tertangani 11 kawasan 210 kawasan 26 kawasan 50 kawasan Berkurangnya potensi timbunan sampah Jumlah cakupan pelayanan persampahan 50 kawasan 210 kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PEMBINAAN.

2014 (12) 14.2014 179 BAB 5 .519.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 1.000 Layanan Perkantoran Peraturan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Air Limbah Dengan Sistem Off-Site dan Sistem On-Site Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Drainase Perkotaan 12 Bulan Layanan 8 NSPK 60 Bulan Layanan 75 NSPK Laporan Pembinaan Pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Permukiman 81 laporan 244 Laporan Laporan Pengawasan Pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Permukiman 62 Laporan 426 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Infrastruktur Air Limbah 41 Kawasan 265 Kawasan Infrastruktur Drainase Perkotaan 26 Kota/Kab 164 Kota/Kab Infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Jumlah Kab/Kota yang Telayani Infrastruktur Stasiun Antara Dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Jumlah Kawasan yang Telayani Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R 55 Kab/Kota 315 Kab/Kota Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R 50 Kawasan 252 Kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .130 2010 .538.

2014 . PENGAWASAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGATURAN. PEMBINAAN. DAN PENYELENGGARAAN SERTA PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kab/Kota yang menerbitkan produk pengaturan dan mereplikasi Bantek air minum 0 Kab/Kota 100 Kab/Kota 180 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Terlaksananya pembinaan kemampuan Pemda/PDAM Meningkatnya cakupan pelayanan air minum Jumlah Kab/Kota/ PDAM yang memperoleh pembinaan kemampuan Jumlah cakupan pelayanan (kawasan) SPAM 30 Kab/Kota 225 Kab/Kota 105 kawasan 730 kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . PENGEMBANGAN SUMBER PEMBIAYAAN DAN POLA INVESTASI.

2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 1.302 2010 .472 Desa 31 Kawasan 569 Kawasan 836 IKK 4.783.2014 181 BAB 5 .768 Desa 145 Kawasan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Layanan Perkantoran Peraturan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Laporan Pembinaan Pelaksanaan Pengembangan SPAM Laporan Pengawasan Pelaksanaan Pengembangan SPAM Percontohan Re-Use dan Daur Ulang Air Minum Penyelenggara SPAM Terfasilitasi Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah NSPK Nasional Bidang Air Minum Jumlah Laporan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Air Minum Jumlah Laporan Pengawasan Penyelenggaraan Bidang Air Minum Jumlah aktivitas Re-Use dan Daur Ulang Air Minum Jumlah Penyelenggara SPAM yang Terfasilitasi 12 Bulan Layanan 4 NSPK 68 Laporan 60 Bulan Layanan 22 NSPK 150 laporan 50 Laporan 566 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 35 PDAM 8 Lokasi 197 PDAM SPAM Regional Jumlah kawasan perbatasan yang terlayani infrastruktur air minum Jumlah Kawasan MBR yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah IKK yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Desa yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Kawasan Khusus yang Terlayani Infrastruktur Air Minum - 4 Kawasan SPAM Di Kawasan MBR SPAM Di Ibu Kota Kecamatan (IKK) SPAM Perdesaan SPAM Kawasan Khusus 74 Kawasan 144 IKK 1.562.2014 (12) 12.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

500 pegawai dan 233 Laporan 182 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Tersedianya infrastruktur tanggap darurat/kebutuhan mendesak Jumlah Paket Infrastruktur Tanggap Darurat/Kebutuhan Mendesak 5 paket untuk persampahan dan drainase. 13 unit untuk air minum dan air limbah. 33 paket cadangan mendesak bidang Perkim KEGIATAN: PENYUSUNAN KEBIJAKAN. pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah Kebijakan. DATA INFORMASI SERTA EVALUASI KINERJA INFRASTRUKTUR BIDANG PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB:DIREKTORAT BINA PROGRAM Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas pengaturan. Program Dan Anggaran. Kerjasama Luar Negeri.2014 . 5 paket cadangan mendesak bidang Perkim 31 paket untuk persampahan dan drainase. KERJASAMA LUAR NEGERI. PROGRAM DAN ANGGARAN. Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman 34 Paket 170 Paket rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN INFRASTRUKTUR DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas pengaturan.500 pegawai dan 225 Paket 9. pembinaan dan pengawasan pada pembangunan infrastruktur permukiman Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah dukungan manajemen bidang permukiman 9. 65 unit untuk air minum dan air limbah.

720 2010 .756.630 959. Kantor dan Peralatannya Layanan Publik (PNBP) Infrastruktur Tanggap Darurat/Kebutuhan Mendesak Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah Dokumen Administrasi Dan Pengelolaan Kepegawaian/ Ortala Jumlah Laporan Adimistrasi Keuangan Dan Akuntansi Jumlah Laporan penyelenggaraan kegiatan bantuan hukum dalam rangka penanganan perkara Jumlah Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Jumlah Laporan Penyelenggaraan Habitat Jumlah Prasarana dan Sarana Gedung dan Kantor yang Baik dan Layak Pakai Jumlah Layanan Publik (PNBP) Jumlah Paket Infrastruktur Tanggap Darurat/Kebutuhan Mendesak 12 Bulan Layanan 13 Dokumen 60 Bulan Layanan 109 Dokumen 8 Laporan 9 Laporan 62 Laporan 81 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 1 Dokumen 3 Laporan 14 Unit 57 Dokumen 15 Laporan 68 Unit 12 Bulan Layanan 23 Paket 60 Bulan Layanan 153 Paket 501.2014 183 .000 Layanan Perkantoran Dokumen Administrasi dan Pengelolaan Pegawai/Ortala Laporan Adimistrasi Keuangan dan Akuntansi Laporan Penyelenggaraan Kegiatan Bantuan Hukum Dalam Rangka Penanganan Perkara Dokumen Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Laporan Penyelenggaraan Habitat Prasarana dan Sarana Gedung.2014 (12) 1.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 244.000 Layanan Perkantoran Kebijakan Dan Strategi Bidang Permukiman Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah Laporan Kebijakan & Strategi Bidang Permukiman 12 Bulan Layanan 7 Laporan 60 Bulan Layanan 31 Laporan Program Dan Anggaran Bidang Permukiman Kerjasama Luar Negeri Bilateral Dan Multilateral Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyusunan Program Dan Anggaran Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyusunan Kerjasama Luar Negeri Bilateral Dan Multilateral Jumlah Laporan Penyusunan Evaluasi Kinerja Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyusunan Data Dan Informasi Bidang Permukiman Jumlah Laporan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Jumlah Laporan Penyelenggaraan PNPM Mandiri 19 Laporan 47 Laporan 6 Laporan 38 Laporan 7 Laporan 43 Laporan Data Dan Informasi Bidang Permukiman Laporan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Laporan Penyelenggaraan PNPM Mandiri 7 Laporan 35 Laporan 2 Laporan 134 Laporan BAB 5 24 Laporan 28 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: DUKUNGAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM. DAN PERSAMPAHAN PENANGGUNG JAWAB: BADAN PENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar bidang permukiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman Jumlah kab/kota yang menerapkan NSPK 2 Laporan 19 Laporan 184 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . SANITASI.

2014 185 BAB 5 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 25.000 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 Layanan Perkantoran Laporan Pembinaan Dukungan Penyelenggaraan SPAM Konsep NSPK Laporan Pemantauan dan Evaluasi Penerapan NSPK Laporan Pendampingan Perbankan/ Sumber Pembiayaan Laporan Pendampingan KPS/Promosi Investasi Jumlah bulan layanan Perkantoran Jumlah Laporan Penyelenggaraan SPAM Jumlah Konsep NSPK Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi penerapan NSPK Jumlah laporan Kajian dan fasilitasi pengembangan sumber pembiayaan dan pola investasi Jumlah Laporan pendampingan KPS/Promosi investasi 12 Bulan Layanan 49 laporan 1 Laporan 2 Laporan 10 Laporan 60 Bulan Layanan 121 Laporan 5 Laporan 20 Laporan 14 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 2 Laporan 7 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 207.

prosedur.4 Matriks Rencana Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Program Penyelenggaraan Penataan Ruang TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. layanan informasi. standar. nyaman. prosedur. nyaman. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. serta aspek hukum/ perundang-undangan penyelenggaraan penataan ruang 47 Laporan 244 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah. dan terselesaikannya norma. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan Jumlah laporan/dokumen pembinaan program. dan terselesaikannya norma. dan dukungan manajemen organisasi. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. standar. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 9 Raperpres 37 Raperpres (7 KSN Perkotaan dan 30 KSN non-perkotaan) 32 RPIIJM (7 RPIIJM KSN perkotaan dan 25 RPIIJM KSN nonperkotaan) 15 RTRW Provinsi 24 RTRW Kabupaten 9 RTRW Kota 33 RTRW Provinsi 398 RTRW Kabupaten 93 RTRW Kota SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 186 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman.3. prosedur. kemitraan. standar.Tabel 5.2014 .

2014 187 BAB 5 .161 Layanan Perkantoran Laporan Barang Milik Negara Dan Tata Usaha 12 Bulan Layanan 3 Laporan 60 Bulan Layanan 27 Laporan Sarana dan Prasarana Perkantoran Laporan Penyelenggaraan Bantuan Hukum Dokumen draft materi kebijakan/peraturan perundang-undangan Layanan Publik (PNBP) 6 Unit Kerja 3 Laporan 6 Laporan 30 Unit Kerja 15 Laporan 14 Laporan 12 bulan Layanan 8 Laporan 60 bulan Layanan 41 Laporan Laporan Penyelenggaraan Balai Informasi Penataan Ruang Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Laporan Pelatihan dan Koordinasi PPNS Jumlah laporan kegiatan penyelenggaraan Balai Informasi Penataan Ruang Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah kegiatan Pelatihan dan Operasionalisasi PPNS Bidang Penataan Ruang - 13 Laporan 2 Laporan 10 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) PROGRAM DAN KEGIATAN 113.000 Laporan Pembinaan dan Pengelolaan Kepegawaian/Ortala Laporan Keuangan Jumlah laporan kegiatan pembinaan dan pengelolaan pegawai Jumlah laporan akuntansi keuangan Ditjen Penataan Ruang Jumlah bulan layanan perkantoran DJPR Jumlah laporan kegiatan administrasi pengelolaan BMN dan administrasi ketatausahaan DJPR Jumlah unit kerja yang tersedia sarana dan prasarananya Jumlah Kegiatan Layanan bantuan hukum bidang penataan ruang Rancangan legal drafting peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang Jumlah bulan layanan PNBP 9 Laporan 1 Laporan 37 Laporan 29 Laporan 555.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

standar.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: BINA PROGRAM DAN KEMITRAAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT BINA PROGRAM DAN KEMITRAAN Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. dan dukungan manajemen organisasi. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 47 Laporan 244 Laporan 188 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . prosedur. kemitraan. nyaman. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program.2014 . prosedur. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. dan terselesaikannya norma. efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. layanan informasi. standar. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma.

Pengelolaan kerjasama. pengelolaan data dan dokumen.2014 189 BAB 5 . informasi dan komunikasi publik serta layanan kepustakaan bidang penataan ruang 4 laporan 29 laporan 10 laporan 42 laporan Penyiapan dan pelaksanaan kerjasama kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran 3 laporan 19 laporan 1 dokumen 3 laporan 5 dokumen 27 laporan - 36 bulan layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 259.000 2010 . dan monitoring evaluasi Kegiatan Kerja Sama Luar Negeri dan PHLN DJPR Jumlah laporan perencanaan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . dan monitoring evaluasi Kinerja Pelaksanaan Kegiatan dan Program Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan pengembangan sistem informasi. dan pengelolaan basis data program dan anggaran tahunan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan tahunan pencapaian. pedoman.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 28. pedoman evaluasi. layanan informasi/ kepustakaan dan pelaksanaan komunikasi publik bidang penataan ruang Jumlah laporan dan pedoman penyiapan serta pelaksanaan kerjasama kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran 1 laporan 10 laporan 4 laporan 16 laporan 3 laporan 20 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Laporan pemantauan dan evaluasi Kinerja Pelaksanaan Kegiatan dan Program Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laporan pengelolaan data.313 Laporan penyusunan Rencana Strategis dan Kebijakan Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laporan Fasilitasi dan Administrasi Kegiatan Kerja Sama Luar Negeri DJPR Laporan penyiapan dan penyusunan program dan anggaran tahunan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan penyusunan Kebijakan Strategis dan dokumen Rencana Strategis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Jumlah laporan Administrasi.

2014 . efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. nyaman. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 47 Laporan 244 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. layanan informasi. dan dukungan manajemen organisasi. dan terselesaikannya norma. kemitraan. Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional 9 raperpres 37 Raperpres (7 KSN Perkotaan dan 30 KSN Non Perkotaan) 32 RPIIJM (7 RPIIJM KSN Perkotaan dan 25 RPIIJM KSN NonPerkotaan) 190 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAAN RUANG WILAYAH NASIONAL PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PENATAAN RUANG WILAYAH NASIONAL Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman. standar. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif. prosedur. prosedur. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. standar.

dan RTR KSN 1 laporan 5 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 3 laporan 11 laporan 1 laporan 5 laporan 1 Kajian. dan KSN non perkotaan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 29. dan KSN non perkotaan Jumlah laporan kegiatan pengendalian pelaksanaan pengembangan wilayah nasional. Kepulauan.2014 (12) 269. dan KSN Jumlah laporan kegiatan penguatan kapasitas dan pengembangan kelembagaan dan penyusunan RPIIJM pulau.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . 1 laporan. dan penyebarluasan jakstra PR yang dihasilkan yang disosialisasikan ke sektor terkait Jumlah laporan pelaksanaan fasilitasi koordinasi forum kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah Jumlah dokumen kajian review RTRWN. 6 Draft Raperpres 10 NSPK. dan KSN (non perkotaan) Kebijakan dan strategi penataan ruang nasional Fasilitasi koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah dalam penataan ruang nasional Hasil penyiapan dan review RTRWN. 40 Materi Teknis. 20 Materi Teknis. dan KSN non perkotaan 5 laporan 38 laporan - 12 laporan 59 KSN *) Rekomendasi peningkatan kinerja penataan ruang dan pengembangan wilayah nasional. 9 Materi NSPK 2 laporan 4 Kajian. 17 Materi NSPK 22 laporan Standarisasi Teknis (NSPK) Nasional Jumlah materi teknis dan dokumen NSPK nasional Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran - 36 bulan layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . laporan fasilitasi legalisasi . dan Raperpres Pulau. 5 laporan. pulau. serta KSN yang mendapatkan fasilitasi penyediaan peta dalam rangka pengawasan teknis dan pengendalian pemanfaatan ruang *) Jumlah laporan hasil pengawasan (monev) perwujudan penataan ruang wilayah nasional yang disosialisaikan ke sektor terkait Jumlah kajian. materi teknis. kepulauan. penyepakatan.2014 191 BAB 5 .000 2010 .421 Rencana terpadu jangka menengah pengembangan infrastruktur sistem nasional dan pengembangan kapasitas pengelolaan KSN Hasil pengendalian pelaksanaan pengembangan wilayah nasional. RTR Pulau. pulau. pulau. 30 Draft Paperpres 21 NSPK.

9 RTRW Kota. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan Jumlah rencana tata ruang dan rencana terpadu program pengembangan infrastruktur jangka menengah. 93 RTRW Kota Jumlah Kabupaten/ Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. prosedur.2014 . efektif dan efisien Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang tertib. prosedur. dan terselesaikannya norma. nyaman. standar. dan dukungan manajemen organisasi. Pulau/Kepulauan dan Kawasan Strategis Nasional 9 raperpres 37 Raperpres (7 KSN Perkotaan dan 30 KSN Non Perkotaan) 32 RPIIJM (7 RPIIJM KSN Perkotaan dan 25 RPIIJM KSN NonPerkotaan) 192 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 15 RTRW Prov. 398 RTRW Kab. standar. 33 RTRW Prov. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta norma. 24 RTRW Kab. layanan informasi. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 1 Kabupaten 68 Kabupaten Binda I : 34 Kab Binda II : 34 Kab 38 Kota 244 Laporan 14 Kota 47 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . kemitraan. dan kriteria di bidang penataan ruang yang komprehensif.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGEMBANGAN PERKOTAAN PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PERKOTAAN Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman.

405 Kajian kebijakan dan strategi pengembangan perkotaan Laporan penyelenggaraan forum pelaku pembangunan perkotaan berkelanjutan Peningkatan kapasitas dan kualitas penataan ruang serta kelembagaan KSN perkotaan NSPK KSN Perkotaan Pembinaan teknis pengembangan kota dan kapasitas kelembagaan kota Jumlah laporan kajian kebijakan dan strategi pengembangan perkotaan serta pemutakhiran basis data dan informasi perkotaan Jumlah laporan penyelenggaraan forum pelaku pembangunan perkotaan berkelanjutan Jumlah KSN yang ditingkatkan kapasitas dan kualitas penataan ruang serta kelembagaan KSN perkotaan Jumlah dokumen materi teknis dan Raperpres RTR KSN perkotaan sesuai amanat UU 26/2007 Jumlah laporan fasilitasi pemberian rekomendasi persetujuan substansi dan/atau pembahasan BKPRN tentang materi Raperda RTRW Kota Jumlah materi teknis NSPK. 5 Laporan 38 kota (32 tematik. 6 SPM) Pemenuhan SPM dan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kota 14 kota Laporan Kinerja Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran Laporan pengawasan teknis dan penyelesaian konflik Jumlah laporan tahunan pencapaian sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah laporan monitoring dan evaluasi teknis pemanfaatan ruang kota.000 2010 . audit pemanfaatan ruang kota. 10 Draft NSPK. serta fasilitasi penguatan PPNS bidang pemanfaatan ruang kota 1 laporan 1 laporan 16 laporan 36 Bulan Layanan 16 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 193 BAB 5 . serta laporan penyelenggaraan sosialisasi dan media sosialisasi bidang penataan ruang kota Jumlah Kota yang memenuhi SPM dan mendapat Pembinaan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kota 6 laporan 23 laporan 1 laporan 13 laporan 4 KSN 7 KSN 7 RPIIJM 7 Dokumen 7 Raperpres 20 laporan 3 Dokumen 3 Raperpres 4 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN NSPK Perkotaan 1 draft NSPK 3 NSPK.2014 (12) 295. dokumen NSPK Perkotaan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 30.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 1 Kabupaten 68 Kabupaten Binda I : 34 Kab Binda II : 34 Kab 38 Kota 244 Laporan 14 Kota 47 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . standar. prosedur. 93 RTRW Kota 194 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah Kabupaten/ Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. kemitraan. dan terselesaikannya norma. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah. dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 15 RTRW Prov. layanan informasi.2014 . nyaman. 24 RTRW Kab. 9 RTRW Kota 33 RTRW Prov. dan dukungan manajemen organisasi. 398 RTRW Kab.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH I PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH I Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman.

15 Provinsi.2014 195 BAB 5 . dan pengembangan kapasitas kelembagaan penataan ruang daerah Jumlah laporan. dan Kawasan Perdesaan Jumlah Kabupaten yang memenuhi SPM dan mendapat Pembinaan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten 123 laporan 930 laporan 20 Laporan.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 63. Kabupaten.235 Laporan Dekonsentrasi Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Kabupaten/Kota di Wilayah I Pembinaan Teknis Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Kebijakan Teknis dan Program Pembinaan Penataan Ruang Daerah Jumlah laporan hasil pembinaan. serta fasilitasi penguatan PPNS bidang penataan ruang 2 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 8 Provinsi. 16 Kab 7 laporan 104 Laporan. 200 Kab 19 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN NSPK Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Provinsi. dan Kawasan Perdesaan Pemenuhan SPM dan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten 1 NSPK 4 NSPK. audit pemanfaatan ruang. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program tahunan/ jangka menengah penataan ruang daerah provinsi. Kabupaten. dan provinsi/kabupaten yang memperoleh pembinaan Teknis penyelenggaraan penataan ruang Jumlah laporan perencanaan program tahunan/jangka menengah. dan kabupaten Jumlah NSPK (pedoman) Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Provinsi.000 2010 . pengawasan. 4 materi teknis NSPK 34 Kab - Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran 3 laporan 31 laporan - 36 bulan layanan 14 laporan Laporan Pengawasan Teknis / Pembinaan PPNS Penataan Ruang Jumlah laporan monitoring dan evaluasi teknis penataan ruang.2014 (12) 580.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

dan kriteria bidang penataan ruang sesuai peraturan perundangundangan Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang mendapat pembinaan penyelenggaraan Penataan Ruang 15 RTRW Prov. 93 RTRW Kota 196 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah Kabupaten/ Kota yang memenuhi SPM dan /atau ditingkatkan kualitas Penataan Ruangnya Jumlah laporan/ dokumen pembinaan program. 24 RTRW Kab. standar.2014 . layanan informasi. 9 RTRW Kota 33 RTRW Prov. nyaman. kemitraan. produktif dan berkelanjutan Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis bidang penataan ruang Tercapainya kesesuaian program pusat dan daerah dengan rencana tata ruang dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah. dan dukungan manajemen organisasi. prosedur. serta aspek hukum/perundangundangan penyelenggaraan penataan ruang 1 Kabupaten 68 Kabupaten Binda I : 34 Kab Binda II : 34 Kab 38 Kota 244 Laporan 14 Kota 47 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 398 RTRW Kab. dan terselesaikannya norma.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH II PENANGGUNG JAWAB: DIREKTORAT PEMBINAAN PENATAAN RUANG DAERAH WILAYAH II Meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang untuk terlaksananya pengembangan wilayah dan pembangunan nasional serta daerah yang terpadu dan sinergis bagi terwujudnya ruang yang aman.

9 Provinsi. serta fasilitasi penguatan PPNS bidang penataan ruang 1 laporan 2 laporan 22 laporan 36 bulan layanan 14 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . 16 materi NSPK 34 Kab (17 Tematik dan 17 NSPM) 1 Kab Laporan Kinerja dan Pelaksanaan Anggaran Layanan Perkantoran Laporan Pengawasan Teknis / Pembinaan PPNS Penataan Ruang Jumlah laporan tahunan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan instansi Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah laporan monitoring dan evaluasi teknis penataan ruang. pengawasan. dan kabupaten Jumlah NSPK (standar teknis) penyelenggaraan Penataan Ruang daerah Provinsi. dan provinsi/kabupaten yang memperoleh pembinaan Teknis penyelenggaraan penataan ruang. Jumlah laporan perencanaan program tahunan/jangka menengah. 17 Provinsi. Kabupaten. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program tahunan/ jangka menengah penataan ruang daerah provinsi.000 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 101. 11 Kab 5 laporan 120 laporan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 197 BAB 5 .2014 (12) 735. Kabupaten dan Kawasan Perdesaan Jumlah Kabupaten yang memenuhi SPM dan mendapat Pembinaan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten 193 laporan 837 laporan 17 laporan.465 Laporan Dekonsentrasi Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Kabupaten/Kota (Output Dekon) di Wilayah II Pembinaan Teknis Penyelenggaran Penataan Ruang Daerah Kebijakan Teknis dan Program Pembinaan Penataan Ruang Daerah Jumlah laporan hasil pembinaan. dan pengembangan kapasitas kelembagaan penataan ruang daerah Jumlah laporan. dan Kawasan Perdesaan Pemenuhan SPM dan Peningkatan Kualitas Penataan Ruang Kabupaten - 7 NSPK. 192 Kab 15 laporan PROGRAM DAN KEGIATAN NSPK Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah Provinsi.

122 Pegawai 122 SOP 30. administrasi dan kualitas perencanaan.2014 . pengaturan.090 Pegawai 16. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 3 Laporan BMN 1 Laporan Keuangan 4 Laporan Triwulan 2 LAKIP 31 Peraturan 3 Dokumen 40 Renja Satminkal RKAKL Sejumlah Satker 5 RKP 5 Nota Keuangan 16 Laporan BMN 5 Laporan Keuangan 20 Laporan Triwulan 10 LAKIP 119 Peraturan SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 198 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah peraturan perundangundangan bidang PU dan permukiman Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaianya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun 5.975 Pegawai 204 SOP rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .891 Pegawai 27.3. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 1 Dokumen 8 Renja Satminkal 1022 RKAKL 1 RKP 1 Nota Keuangan Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja.5 Matriks Rencana Strategis Sekretariat Jenderal A. Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi.Tabel 5.

2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 .2014 199 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENYUSUNAN PERENCANAAN.2014 . pengaturan. pengaturan. PEMANTAUAN DAN EVALUASI. PENGENDALIAN. administrasi dan kualitas perencanaan. DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN STRATEGIS BIDANG PU LAINNYA PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI (PMU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. SERTA PEMBINAAN PHLN PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 8 Renja Satminkal 1022 RKAKL 1 RKP 1 Nota Keuangan 40 Renja Satminkal RKAKL Sejumlah Satker 5 RKP 5 Nota Keuangan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . administrasi dan kualitas perencanaan. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 8 Renja Satminkal 1022 RKAKL 1 RKP 1 Nota Keuangan 40 Renja Satminkal RKAKL Sejumlah Satker 5 RKP 5 Nota Keuangan 200 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENGEMBANGAN. PEMROGRAMAN. PENGANGGARAN.

Sosialisasi/ diseminasi. laporan keuangan.000 Laporan dukungan terhadap kawasankawasan khusus dan pekerjaan strategis bid PU lainnya Laporan Pengendalian dan Pelaksanaan RRI Sistem Pelaporan secara Elektronik (EMonitoring) Satuan Kerja Kementerian PU Jumlah laporan dukungan terhadap kawasan-kawasan khusus dan pekerjaan strategis bid PU lainnya Jumlah Laporan Pengendalian dan Pelakasanaan RRI Jumlah laporan pelaksanaan anggaran secara elektronik yang tepat waktu dan akurat 9 Laporan 45 Laporan 563. multilateral dan internasional Jumlah ketersediaan kendaraan dinas operasional Jumlah laporan pelaksanaan anggaran secara elektronik yang tepat waktu dan akurat - 14 Laporan Dokumen rumusan kebijakan. laporan BMN. dan pengendalian kegiatan bidang PU dan permukiman jangka panjang dan menengah serta koordinasi lintas sektoral bidang PU dan permukiman Jumlah dokumen Perencanaan.000 2010 . Pengendalian dan Pengelolaan Rencana Kerja Program dan Anggaran Tahunan dan Khusus Bidang PU dan Permukiman Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran bidang PU dan permukiman Dokumen monitoring dan evaluasi PHLN bilateral.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . dan pengendalian kegiatan bidang PU dan permukiman jangka panjang dan menengah serta koordinasi lintas sektoral bidang PU dan permukiman Perencanaan.2014 (12) 268.000 1 Laporan 28 Laporan 5 Laporan 140 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dll Jumlah dokuman rumusan kebijakan. Pengendalian dan Pengelolaan Rencana Kerja Program dan Anggaran Tahunan dan Khusus Bidang PU dan Permukiman Jumlah laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran bidang PU dan permukiman Jumlah dokumen monitoring dan evaluasi PHLN bilateral. perencanaan.000 Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Laporan Kegiatan dan Pembinaan Jumlah laporan peningkatan kapasitas SDM.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 35. multilateral dan internasional 6 Dokumen 35 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN 8 Dokumen 53 Dokumen 6 Laporan 33 Laporan 6 Dokumen 31 Dokumen Penyediaan Prasarana dan Sarana Pendukung Sistem Pelaporan secara Elektronik (EMonitoring) Satuan Kerja Kementerian PU 6 unit 15 unit 28 Laporan 140 Laporan 183.2014 201 BAB 5 . perencanaan.

2014 .097 Pegawai 204 SOP 202 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PEMBINAAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN KEMENTERIAN PENANGGUNG JAWAB: BIRO KEUANGAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. Jumlah pegawai yang terlayani adminsitrasi kepegawaiannya serta jumlah tata laksana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun 16.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SDM DAN ORGANISASI TATALAKSANA PENANGGUNG JAWAB: BIRO KEPEGAWAIAN DAN ORTALA Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. pengaturan. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 1 Laporan Keuangan 4 Laporan Triwulan 5 Laporan Keuangan 20 Laporan Triwulan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja.122 Pegawai 122 SOP 122. administrasi dan kualitas perencanaan.

evaluasi prestasi kerja pegawai 4 Dokumen 24 Dokumen Dokumen Pengelolaan Administrasi Mutasi dan Tata Usaha Kepegawaian serta Pembinaan Jabatan Fungsional 4 Dokumen 28 Dokumen Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran 2 Dokumen 18 Dokumen 17. operasional dan pemeliharaan perkantoran. Pengembangan PNBP Jumlah angkatan/ laporan/dokumen/aplikasi/pedoman Pembinaan Akuntansi dan Penyusunan Laporan Keuangan Jumlah angkatan/ laporan/dokumen/ aplikasi/pedoman Fasilitasi Pembinaan BUMN Perum 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Tatalaksana Keuangan Pembinaan Perbendaharaan 3 Dokumen 16 Angkatan 15 Dokumen 3 Dokumen 101 Angkatan Fasilitasi Penyusunan dan Pelaksanaan Anggaran. penilaian kinerja PNS. diklat dan bintek pegawai.000 2010 . beban kerja dan standar kompetensi jabatan 2 Dokumen 10 Dokumen 1 Dokumen 5 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN Pengadaan dan peningkatan kompetensi pegawai Jumlah laporan pengadaan CPNS.000 Layanan Perkantoran Pembayaran gaji. dan pengadaan peralatan Jumlah pedoman organisasi dan tatakerja kementerian.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 Layanan Perkantoran Jumlah pembayaran gaji pegawai. tunjangan dan perawatan sarana dan sarana perkantoran Jumlah dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran Jumlah dokumen tatalaksana keuangan Jumlah angkatan/laporan/dokumen/ aplikasi/pedoman Pembinaan Perbendaharaan Jumlah angkatan/laporan/dokumen/ aplikasi/pedoman Fasilitasi Penyusunan dan Pelaksanaan Anggaran. reformasi birokrasi. penyelenggaraan OT. sistem dan prosedur ketatalaksanaan organisasi dan kepegawaian Dokumen informasi jabatan. Pengembangan PNBP 30 Angkatan 123 Angkatan Pembinaan Akuntansi dan Penyusunan Laporan Keuangan 18 Angkatan 90 Angkatan Fasilitasi Pembinaan BUMN Perum 7 Angkatan 35 Angkatan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta kebutuhan formasi pegawai Jumlah kajian/pedoman kebutuhan kualifikasi pendidikan.2014 (12) 171. Renstra biro kepegawaian dan ortala.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 24.2014 203 BAB 5 . dan program KAD Jumlah dokumen pegawai yang dimutas. sistem ketatalaksanaan organisasi dan kepegawaian Jumlah kajian analisis jabatan dan beban kerja 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen struktur organisasi dan tata kerja. ke-TU-an dan BMN dan Pedoman Pengaturan Manajemen dan Administrasi serta pengelolaan Jabatan fungsional Jumlah Dokumen Perencanaan Penyusunan dan Pengelolaan Anggaran 1200 Pegawai 7500 Pegawai Dokumen Perencanaan dan Pengembangan.000 135. honorarium. reformasi birokrasi. CPNS yang diangkat.

keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 6 Dokumen 32 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . DAN PUBLIKASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA BANTUAN HUKUM PENANGGUNG JAWAB: BIRO HUKUM Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. PERENCANAAN. SERTA PENGMBANGAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI BIDANG PU DAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT KAJIAN STRATEGIS Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi. HARMONISASI. administrasi dan kualitas perencanaan. pengaturan.2014 . pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peraturan perundangundangan bidang PU dan permukiman 31 Peraturan 119 Peraturan 204 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENYUSUNAN. PENGKAJIAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN. administrasi dan kualitas perencanaan. pengaturan. pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen perencanaan dan pemograman (Jangka Menengah dan Tahunan) 3 Dokumen 76 Dokumen Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja.

strategi dan investasi pembangunan bidang PU dan Permukiman 3 Dokumen 76 Dokumen 2 Laporan 13 Laporan 6 Dokumen 32 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengembangan wilayah.000 Layanan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen Perencanaan dan Pengeloaan Anggaran Laporan Kegiatan dan pembinaan Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengeloaan Anggaran Jumlah Laporan Kegiatan dan pembinaan Jumlah Dokumen kebijakan jangka panjang dan menengah. kontrak kepengacaraan dan legal drafing Jumlah Penyelenggaraan. Kasasi. RPP. Pidana. pengembangan wilayah. Rapermen di bidang PU dan permukiman Jumlah Putusan PN. lintas sektor dan antar lembaga serta investasi bidang PU dan permukiman Jumlah Laporan Fasilitasi dan sosialisasi kebijakan. PTUN. SDM bidang SJDIH yang dibina Jumlah Sistem Aplikasi yang Terbangun 20 Dokumen 116 Dokumen 20 Laporan 102 Laporan 8 Laporan 48 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 5 Laporan 25 Laporan 2 Laporan 4 Laporan 7 Laporan Jumlah Penetapan Rumah Negara Jumlah Dokumen Perencanaan. kontrak kepengacaraan dan legal drafing Peningkatan SDM Bidang SJDIH Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (SJDIH) di Ling. Penyusunan dan Pengelolaan Anggaran 200 Dokumen 4 Dokumen 760 Dokumen 20 Dokumen 19.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . pelaksanaan kebijakan. PT. strategi dan investasi pembangunan bidang PU dan Permukiman 3 Dokumen 4 Laporan 19 Dokumen 16 Laporan Dokumen Kebijakan jangka panjang dan menengah.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 18.2014 205 BAB 5 . Pendampingan dan hasil konsultasi hukum Jumlah Penyelenggaraan. PK di MARI Jumlah Pendapat Hukum (Opini Hukum). lintas sektor dan antar lembaga serta investasi bidang PU dan permukiman Fasilitasi dan sosialisasi kebijakan. SAKIP dan investasi Dokumen Evaluasi. pelaksanaan kebijakan. Kementerian PU Penetapan Rumah Negara Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah dokumen draft RUU.000 2010 .000 Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Dokumen Peraturan Perundangan di bidang PU dan permukiman Pendampingan Penyelesaian Perkara Hukum di Lingkungan Kementerian PU Pendapat Hukum (Opini Hukum) dan Pendampingan hukum Peningkatan SDM bidang bantuan hukum Perdata.2014 (12) 134. SAKIP dan investasi Jumlah Dokumen Evaluasi.000 151. Arbitrase. Pidana. PTUN. Arbitrase. SDM bidang bantuan hukum Perdata. Raperpres.

pengaturan.2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELENGGARAAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA KEMENTERIAN PU PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi.090 Pegawai rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah dokumen pelaporan akuntabilitas kinerja. administrasi dan kualitas perencanaan. keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) dan laporan triwulan 3 Laporan BMN Kementerian PU 16 Laporan BMN Kementerian PU 206 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENYELENGARAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Terwujudnya pelayanan administrasi pemerintah yang baik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang mendapat pendidikan dan pelatihan 5.891 Pegawai 27.

642 m2 1400 Unit 85 Laporan 14 Laporan 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Sistem Informasi Diklat Aparatur Koordinasi program dan kegiatan intra instansi dan antar instansi Pelayanan Publik (PNBP) Jumlah angkatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan. pemindahtanganan dan penghapusan BMN Jumlah Laporan Pemantauan dan evaluasi Penatausahaan BMN Jumlah Sosialisasi. pemindahtanganan dan penghapusan BMN Laporan Pemantauan dan evaluasi Penatausahaan BMN Sosialisasi.000 Layanan Perkantoran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran 12 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan.Teknis dan Fungsional di Bidang PU dan Permukiman Penyusunan Kompetensi Aparatur Dokumen Materi dan Modul Diklat di Bidang PU dan Permukiman Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Diklat Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung Peralatan dan Perlengkapan Diklat Pembinaan program. Kepemimpinan .000 Layanan Perkantoran Laporan pendataan dan penilaian aset BMN Sertifikat dan dokumen pengamanan kepemilikan dan pemrosesan BMN Pedoman pengaturan BMN Laporan Pemanfaatan. pelatihan dan diseminasi BMN Laporan program pengelolaan BMN Sistem aplikasi dan Database Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah Bulan Layanan Perkantoran Jumlah Laporan pendataan dan penilaian aset BMN Jumlah Sertifikat dan dokumen pengamanan kepemilikan dan pemrosesan BMN Jumlah Pedoman pengaturan BMN Jumlah Laporan Pemanfaatan.000 2010 .2014 207 BAB 5 . Sistem Informasi Diklat Aparatur Jumlah laporan Koordinasi program dan kegiatan intra instansi dan antar instansi Jumlah Bulan Pelayanan Publik (PNBP) 197 Angkatan 903 Angkatan 41 Dokumen 36 Dokumen 61 Dokumen 24 Laporan 12. Kepemimpinan . pelatihan dan diseminasi BMN Jumlah Laporan program pengelolaan BMN Jumlah Sistem aplikasi dan Database Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran 12 Bulan layanan 12 laporan 21 dokumen 60 Bulan Layanan 56 Laporan 52 Dokumen 1 pedoman 1 laporan 3 laporan 12 angkatan 1 dokumen 1 laporan 1 dokumen 4 Pedoman 17 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 17 Laporan 80 Angkatan 4 Dokumen 5 laporan 1 Dokumen 80.Teknis dan Fungsional di Bidang PU dan Permukiman Jumlah dokumen penyusunan kompetensi Aparatur Jumlah Dokumen Materi dan Modul Diklat di Bidang PU dan Permukiman Jumlah Laporan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Diklat Jumlah Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung Jumlah unit Peralatan dan Perlengkapan Diklat Jumlah laporan Pembinaan program.643 m2 193 Unit 33 Laporan 6 Laporan 180 Laporan 205.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .000 623.2014 (10) ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 15.2014 (12) 119.

pengelolaan data.900 m2 (dipelihara) 153.900 m2 208 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .393 m2 (ditingkatkan dan dibangun) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PU PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERLENGKAPAN DAN UMUM Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana. pengelolaan data. informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara 36.900 m2 490.900 m2 (dipelihara) 1800 Peta 5 Sistem 1 Data Center 1430 Temu Pers 765 Dokumen 490.2014 .B. informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN) Jumlah layanan informasi publik Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara 255 Peta 1 Sistem 1 Data Center 257 Temu Pers 153 Dokumen 36. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana.

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 - 2014 (10)

ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 2010 - 2014 (12)

37,000 Layanan Perkantoran Peraturan Menteri Bidang Tata Persuratan dan Kearsipan serta Pemanfaatan Aset Bangunan Gedung Kantor di Lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum Pembinaan Pengelolaan Tata Persuratan dan Kearsipan serta Pembinaan, Penyusunan dan Pengelolaan BMN Tingkat Unit Eselon I dan Penghapusan Penyiapan dan Monitoring Pelaksanaan Rencana Program dan Rencana Kerja Pelaksanaan Pembinaan, Penyusunan dan Pengelolaan BMN Tingkat Unit Eselon I dan Penghapusan Pembinaan dan Evaluasi Pemanfaataan dan Optimalisasi, Tanah dan Bangunan Gedung Peningkatan Pelayanan, Pengamanan dan Kesehatan di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Dokumen Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kantor dan Standar Kebutuhan Perkantoran Pelaksanaan Program Pemerintah Mendukung Peran Aksi dalam rangka kegiatan MDG’s dan pengenalan Responsif Gender di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Peningkatan Sarana dan Prasarana Bangunan Gedung dan Peralatan Pendukung Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Peningkatan Kualitas/Mutu Bangunan Gedung Kendaraan Dinas Operasional Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah pedoman, pengaturan bidang TU, kearsipan, termasuk Persuratan Elektronik serta Asset Bangunan Gedung Kantor di Lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum Jumlah pembinaan SDM Pengelolaan Tata Persuratan dan Kearsipan serta Persuratan Elektronik dan Analisa Jabatan Persiapan Jumlah Dokumen pelaksanaan monitoring dan dokumen rencana kerja Jumlah pembinaan dan pengelolaan asset, bangunan, pengaman termasuk penghapusan serta pelaporan asset Jumlah pembinaan dan evaluasi Pemanfaatan dan Optimalisasi Tanah dan Bangunan Gedung Jumlah Pembinaan Pengamanan Kantor, pelayanan dan kesehatan, kesejahteraan Jumlah pedoman Evaluasi Harga Perkiraan Sendiri dan Evaluasi Hemat Energi Jumlah dukungan Fasilitasi program pemerintah Peran Aksi dalam rangka kegiatan MDG’s dan pengenalan Responsif Gender di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peningkatan sarana bangunan gedung dan peralatan pendukung kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah Peningkatan Kualitas/Mutu Bangunan Gedung dan Lingkungan Jumlah kendaraan Dinas Operasional 12 Bulan Layanan 7 Peraturan 60 Bulan Layanan 19 Peraturan

294,000

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Laporan

16 Laporan

2 Laporan 2 Laporan

13 Laporan 16 Laporan

4 Laporan

12 Laporan

8 Laporan

22 Laporan

3 Dokumen

11 Dokumen

2 Laporan

18 Laporan

7 Unit

244 Unit

7 Unit 42 Unit

33 Unit

BAB 5

74 Unit

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

209

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PENYELENGGARAAN DAN PENGEMBANGAN DATA DAN SISTEM INFORMASI BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PENGOLAHAN DATA Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana, pengelolaan data, informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah peta profil infrastruktur dan jaringan Local Area Network (LAN) 255 Peta 2500 Orang 1 Sistem 1 Data Center 1800 Peta 2500 Orang 5 Sistem 1 Data Center

210

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5

KEGIATAN: PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENANGGUNG JAWAB: BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI (PMU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya koordinasi, administrasi dan kualitas perencanaan, pengaturan, pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Luas bangunan gedung kantor Kementerian PU yang ditingkatkan dan dipelihara 153.393 m2

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 - 2014 (10)

ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 19.000 2010 - 2014 (12) 157,000

Layanan perkantoran

Jumlah bulan Layanan perkantoran

12 Bulan Layanan

60 Bulan Layanan

Pelayanan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian PU

Jumlah layanan Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian PU

2500 Layanan Komunikasi 8 Sistem Layanan Informasi

12.500 Layanan Komunikasi 40 Sistem Layanan Informasi 5 Sistem Aplikasi 5 Pedoman 5 Sistem Database 1800 Peta Tematik 120 Buku 5 Angkatan

Sistem Aplikasi informasi dan Database Kementerian PU Peta tematik bidang PU dan Permukiman Buku informasi statistik ke-PU-an tingkat nasional dan Kab/Kota Kegiatan Pembinaan teknologi & komunikasi di Kementerian PU Dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran

Jumlah Sistem Aplikasi informasi dan Database Kementerian PU Jumlah Peta tematik bidang PU dan Permukiman Jumlah buku informasi statistik ke-PUan tingkat nasional dan Kab/Kota Jumlah angkatan Kegiatan Pembinaan teknologi & komunikasi di Kementerian PU Jumlah Dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran

1 Sistem Aplikasi 1 Pedoman 1 Sistem Database 255 Peta Tematik 24 Buku 1 Angkatan

PROGRAM DAN KEGIATAN

1 Dokumen

5 Dokumen 1,317,000

Pembangunan dan rehabilitasi gedung

Jumlah pembangunan dan rehabilitasi gedung Jumlah perbaikan infrastruktur mendesak

1 Unit

5 Unit

Perbaikan infrastruktur mendesak

3 Unit

15 Unit

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

211

BAB 5

TUJUAN KEMENTERIAN (1)

SASARAN STRATEGIS (2)

OUTCOME (3)

INDIKATOR OUTCOME (4)

TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6)

KEGIATAN: PENYELENGGARAAN DAN PEMBINAAN INFORMASI PUBLIK PENANGGUNG JAWAB: PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kualitas prasarana, pengelolaan data, informasi dan komunikasi publik Terwujudnya dukungan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang memadai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah layanan informasi publik 95 Buku 174 Temu Pers 975 Buku 925 Temu Pers

212

PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5
rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

OUTPUT (7)

INDIKATOR OUTPUT (8)

TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 - 2014 (10)

ALOKASI DANA (JUTA RP) 2010 (11) 30.000 2010 - 2014 (12) 227.000

Layanan Perkantoran Layanan Kegiatan Keprotokolan Kementerian Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Dokumen informasi publik bagi pimpinan kementerian Publikasi melalui berbagai media

Jumlah Bulan Layanan Perkantoran Jumlah bulan layanan Kegiatan Keprotokolan Jumlah Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Jumlah Dokumen Informasi Publik bagi Pimpinan Kementerian Jumlah Publikasi melalui berbagai Media Jumlah Dokumentasi Buku, Foto dan Film ke-PU-an dan permukiman Jumlah Laporan Kegiatan Pembinaan SDM, Bintek, Workshop, Sosialisasi, Peningkatan Koordinasi bidang komunikasi Publik Jumlah Peliputan dan pemberitaan di media massa Jumlah Laporan Kegiatan Penyelenggaraan rapat dan kunjungan kerja Jumlah Bulan Layanan informasi kepada masyarakat Jumlah bulan layanan publik bidang Komunikasi Publik

12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 10 Dokumen

60 Bulan Layanan 60 Bulan Layanan 50 Dokumen

250 Dokumen

1130 Dokumen

PROGRAM DAN KEGIATAN

30 Publikasi

323 Publikasi

Dokumentasi buku, foto, dan film ke-PUan dan permukiman Laporan Kegiatan Pembinaan SDM bidang Komunikasi Publik

153 Dokumen

1682 Dokumen

4 Laporan

47 Laporan

Peliputan dan pemberitaan di media massa Laporan Kegiatan Penyelenggaraan rapat dan kunjungan kerja Layanan informasi kepada masyarakat

257 kali

1428 kali

30 Kegiatan

206 Kegiatan

12 Bulan Layanan

60 Bulan Layanan

Layanan Publik (PNBP)

12 Bulan Layanan

60 Bulan Layanan

rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 - 2014

213

BAB 5

PEMANTAUAN DAN PEMERIKSAAN PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase menurunnya tingkat kebocoran dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU Prosentase menurunnya temuan administratif dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan Kementerian PU 60 % 80 % SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) 2010 (5) TARGET OUTCOME 2014 (6) 60 % 80 % 214 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PENGELOLAAN HASIL PELAKSANAAN PENGAWASAN.2014 . dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi.3. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Jumlah penuntasan hasil tindak lanjut LHP Jumlah Eselon I yang mempunyai sistem Pengendalian Intern Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) Jumlah Eselon I yang menyusun LAKIP dan Kinerja Eselon I sesuai Tugas dan Fungsi Jumlah Eselon I yang menyusun LRA Kementerian PU sesuai Kriteria jumlah laporan Keuangan yang WTP Jumlah pendampingan terhadap satker dalam rangka meningkatkan kinerja Jumlah pengaduan masyarakat yang mengandung kebenaran menurun 330 laporan 8 Laporan 60% 1063 laporan 8 Laporan 80% 8 Laporan 8 Laporan 1 Laporan WDP 1 Laporan WTP 20 laporan 100 laporan 20 laporan 10 laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .Tabel 5.6 Matriks Rencana Strategis Inspektorat Jenderal Program Peningkatan Pengawasan Dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan.

2014 215 BAB 5 .) 2010 (11) 2010-2014 (12) PROGRAM DAN KEGIATAN 35.000 Layanan Perkantoran Kendaraan Bangunan Pelayanan Teknis dan Administratif Jumlah unit kendaraan dinas Luas bangunan yang direnovasi 12 Bulan Layanan 2 Unit 60 Bulan Layanan 8 Unit - 440. Diseminasi.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI PENDANAAN (juta Rp. Bimtek Jumlah Peserta Diklat. Sosialisasi. Sosialisasi/Diseminasi/Bimtek Jumlah unit sarana perkantoran Jumlah laporan Pemeriksaan Lainnya 800 Orang 4300 Orang Sarana perkantoran Laporan Pemeriksaan Lainnya 17 Unit 97 LHP 117 Unit 481 LHP rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Komputer Jumlah unit pengolah data 28 Unit 168 Unit Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Penganggaran Jumlah laporan dokumen perencanaan dan penganggaran 3 Dokumen 15 Dokumen Diklat.

Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Jumlah pengaduan masyarakat yang mengandung kebenaran menurun 20 Laporan 10 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. PEMANTAUAN. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % 216 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. PEMANTAUAN. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH IV PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH IV Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. PEMANTAUAN.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. dan akuntabilitas kinerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi pelayanan publik bidang pekerjaan umum Terwujudnya peningkatan kepatuhan dan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan infrastruktur yang bebas Kolusi. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI INSPEKTORAT KHUSUS PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT KHUSUS Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH I PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH I Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH III PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH III Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. EVALUASI DAN PEMERIKSAAN PENYELENGGARAAN BIDANG PU DI WILAYAH II PENANGGUNG JAWAB: INSPEKTORAT WILAYAH II Meningkatkan kapasitas pengawasan pengendalian pelaksanaan. Korupsi dan Nepotisme (KKN) Meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas di lingkup Kementerian PU Prosentase percepatan penuntasan laporan hasil pemeriksaan Itjen berdasarkan batas waktu yang ditetapkan (2 bulan) 60 % 80 % KEGIATAN: PELAKSANAAN KOORDINASI. PEMANTAUAN.2014 . PEMANTAUAN.

Serentak. Keteknikan) Di Wilayah III Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 60. Serentak. Serentak. Serentak. Serentak.000 PROGRAM DAN KEGIATAN 12. Serentak.000 1.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Keteknikan) Di Pusat Pengaduan Masyarakat 40 LHP 10 Laporan 200 LHP 80 Laporan 40.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Keteknikan) Di Wilayah IV 98 LHP 490 LHP 70. Keteknikan) Di Wilayah I Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja.000 8.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI PENDANAAN (juta Rp. Serentak. Keteknikan) Di Wilayah II 84 LHP 420 LHP 30.000 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Keteknikan) Di Wilayah II Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Keteknikan) Di Pusat Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Khusus Jumlah laporan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Keteknikan) Di Wilayah I 140 LHP 700 LHP 6. Serentak.2014 217 BAB 5 . Serentak.) 2010 (11) 13.000 Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Keteknikan) Di Wilayah III 140 LHP 700 LHP 70.000 2010-2014 (12) Laporan Pelaksanaan Pemeriksaan Rutin (Kinerja. Serentak. Keteknikan) Di Wilayah IV Jumlah laporann Pemeriksaan Rutin (Kinerja.

Tabel 5. andal. SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan Daerah Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh.7 Matriks Rencana Strategis Badan Pembinaan Konstruksi Program Pembinaan Konstruksi TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kualitas kelembagaan.000 Orang 218 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 1 Point Infrastructure GCI 5 Point Infrastructure GCI rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .3.000 Orang 75. berdaya saing tinggi Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundangundangan Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) jasa konstruksi yang terlatih Tingkat daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global 4 Provinsi 56 Kab/Kota 18 Provinsi 280 Kab/Kota SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 15.2014 .

2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 219 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .) 2010 (11) 2010 .

SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan Daerah Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang terbina sesuai dengan peraturan perundangundangan Prosentase peningkatan efektifitas pelaksanaan perundang-undangan bidang jasa konstruksi melalui diseminasi/sosialisasi.2014 . revisi/penyempurnaan peraturan perundang-undangan 4 Propinsi 56 Kabupaten Kota 4% dan 3 NSPK 18 Propinsi 280 Kabupaten Kota 20% dan 15 NSPK 220 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENYELENGGARAAN PELAYANAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI PEMBINAAN JASA KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT BP KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kualitas kelembagaan.

2014 221 BAB 5 .000 2010 .000 Pembinaan pembina jasa konstruksi daerah Jumlah Pembinaan pembina jasa konstruksi daerah 5 Laporan 33 Laporan Kerjasama pembinaan konstruksi dalam dan luar negeri Pemantauan dan evaluasi pembinaan jasa konstruksi Jumlah Kerjasama pembinaan konstruksi dalam dan luar negeri Jumlah Pemantauan dan evaluasi pembinaan jasa konstruksi Jumlah Kajian pembinaan jasa konstruksi Jumlah Diseminasi UU & PP tentang Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah Konsultasi/Bimbingan Teknis Pelaksanaan pembinaan Jasa Konstruksi Provinsi dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah Pengembangan Kelembagaan dan Koordinasi pembinaan Jasa Konstruksi di Daerah dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah Pengawasan Teknis penyelenggaraan pembinaan Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi Jumlah NSPK pembinaan jasa konstruksi Jumlah Promosi Konstruksi Indonesia (KI) Jumlah Dokumen program dan anggaran Jumlah Dokumen administrasi keuangan (SAK) Jumlah Dokumen IBKMN (SABMN) Jumlah Dokumen kepegawaian/ ortala Jumlah Pembinaan kapasitas aparatur Jumlah Sistem informasi manajemen jasa konstruksi Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi Jumlah Peliputan dan pemberitaan di media massa 2 Laporan 14 Laporan 3 Laporan 15 Laporan Kajian pembinaan jasa konstruksi Diseminasi UU & PP tentang Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi Konsultasi/Bimbingan Teknis Pelaksanaan pembinaan Jasa Konstruksi Provinsi dalam rangka Dekonsentrasi Pengembangan Kelembagaan dan Koordinasi pembinaan Jasa Konstruksi di Daerah dalam rangka Dekonsentrasi Pengawasan Teknis penyelenggaraan pembinaan Jasa Konstruksi dalam rangka Dekonsentrasi NSPK pembinaan jasa konstruksi Promosi Konstruksi Indonesia (KI) Dokumen program dan anggaran. serta evaluasi dan laporan Dokumen administrasi keuangan (SAK) Dokumen IBKMN (SABMN) Dokumen kepegawaian/ ortala Pembinaan kapasitas aparatur Sistem informasi manajemen jasa konstruksi Layanan Perkantoran Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi Peliputan dan pemberitaan di media massa 6 Rekomendasi 12 Laporan 38 Rekomendasi 144 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 12 Laporan 144 Laporan 12 Laporan 144 Laporan 12 Laporan 144 Laporan 1 NSPK 1 Laporan 3 Laporan 15 NSPK 5 Laporan 15 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 15 Laporan 2 Sistem Informasi 13 Bulan Layanan 6 Unit 2 Berita 10 Laporan 10 Laporan 14 Laporan 75 Laporan 10 Sistem Informasi 65 Bulan Layanan 30 Unit 10 Berita rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. administrasi keuangan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (12) 379.) 2010 (11) 44.

berdaya saing tinggi Jumlah produk regulasi di bidang usaha jasa konstruksi Prosentase kabupaten/kota yang memiliki Perda IUJK Jumlah provinsi yang membentuk kepengurusan LPJK sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku 1 NSPK 5 NSPK 2% 10% 7 Provinsi 1 Nasional 33 Provinsi 1 Nasional 222 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN USAHA DAN KELEMBAGAAN Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh.2014 . andal.

2014 223 BAB 5 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . evaluasi. pembinaan usaha dan kelembagaan Jumlah bulan layanan perkantoran Jumlah sarana dan prasaranan BP Konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan sarana pendukung usaha 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan regulasi usaha dan kelembagaan 5 Laporan 25 Laporan Pembinaan perizinan usaha Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi 5 Laporan 1 Laporan 33 Laporan 5 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi daerah Pembinaan tatalaksana kelembagaan Pembinaan kinerja kelembagaan Pemantauan.000 2010 .2014 (12) 252. pembinaan usaha dan kelembagaan Layanan Perkantoran Pengadaan sarana dan prasaranan BP Konstruksi 2 Laporan 134 Laporan 5 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 33 Laporan 33 Laporan 10 Laporan 1 NSPK 15 NSPK 6 Rekomendasi 13 Bulan Layanan 5 Unit 30 Rekomendasi 65 Bulan Layanan 25 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . evaluasi. dan pelaporan pembinaan usaha dan kelembagaan NSPK pembinaan dan pengembangan usaha dan kelembagaan Produk kajian. dan pelaporan pembinaan usaha dan kelembagaan Jumlah NSPK pembinaan dan pengembangan usaha dan kelembagaan Jumlah Produk kajian.000 Pembinaan manajemen usaha Jumlah Laporan Pembinaan manajemen usaha Jumlah Laporan Pembinaan sarana pendukung usaha Jumlah Laporan Pembinaan regulasi usaha dan kelembagaan Jumlah Laporan Pembinaan perizinan usaha Jumlah Laporan Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi Pusat Jumlah Laporan Pembinaan lembaga dan asosiasi jasa konstruksi daerah Jumlah Laporan Pembinaan tatalaksana kelembagaan Jumlah Laporan Pembinaan kinerja kelembagaan Jumlah Laporan Pemantauan.2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.) 2010 (11) 47.

berdaya saing tinggi Peningkatan daya saing industri konstruksi nasional dalam skala global 1 Poin infrastructure GCI 5 Poin infrastructure GCI Prosentase tingkat penguasaan pangsa pasar domestik oleh pelaku konstruksi nasional 4% 20% 224 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Jumlah dukungan kebijakan dalam membangun iklim investasi bidang infrastruktur 1 NSPK 5 NSPK rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 . andal.TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN SUMBER DAYA INVESTASI KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN SUMBER DAYA INVESTASI KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh.

standar pedoman dan kriteria pembinaan investasi infrastruktur.2014 (12) 156. material dan peralatan. strategi pembinaan dan pengembangan sumber daya material dan peralatan konstruksi Jumlah Pembinaan produktivitas dan daya saing industri konstruksi Jumlah Pembinaan pasar konstruksi dalam negeri Jumlah Pengembangan pasar konstruksi luar negeri Jumlah Pembinaan liberalisasi jasa konstruksi Jumlah Monitoring dan evaluasi serta pelaporan pembinaan sumber daya investasi konstruksi Jumlah Produk kajian pembinaan sumber daya investasi konstruksi Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi - 12 NSPK Sosialisasi dan diseminasi kebijakan. strategi dan pola-pola investasi Jumlah Penyelenggaraan fasilitasi investasi di bidang infrastruktur Jumlah laporan pembinaan kebijakan dan strategi pembinaan sumber daya material dan peralatan dalam mendukung investasi infrastruktur Jumlah Sosialisasi dan diseminasi kebijakan.2014 225 BAB 5 .000 Norma. material dan peralatan. strategi pembinaan dan pengembangan sumber daya material dan peralatan konstruksi - 28 Laporan Pembinaan produktivitas dan daya saing industri konstruksi Pembinaan pasar konstruksi dalam negeri Pengembangan pasar konstruksi luar negeri Pembinaan liberalisasi jasa konstruksi - 28 Laporan - 28 Laporan 22 Laporan 28 Laporan Monitoring dan evaluasi serta pelaporan pembinaan sumber daya investasi konstruksi - 8 Laporan Produk kajian pembinaan sumber daya investasi konstruksi Layanan Perkantoran Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi - 28 Rekomendasi 52 Bulan Layanan 20 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . serta pasar dan peningkatan daya saing Jumlah Sosialisasi dan diseminasi kebijakan.2014 (10) - ALOKASI (Juta Rp. serta pasar dan peningkatan daya saing Jumlah Norma. standar pedoman dan kriteria pembinaan investasi infrastruktur.) 2010 (11) 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . strategi dan polapola investasi - 28 Laporan Penyelenggaraan fasilitasi investasi di bidang infrastruktur Pembinaan kebijakan dan strategi pembinaan sumber daya material dan peralatan dalam mendukung investasi infrastruktur - 28 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN - 28 Laporan Sosialisasi dan diseminasi kebijakan.

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kualitas kelembagaan.2014 . SDM dan kebijakan pembina jasa konstruksi Pusat dan Daerah Prosentase tingkat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat atas pengadaan barang/jasa 4% 20% 226 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

) 2010 (11) 29. dan pelaporan pembinaan penyelenggaraan konstruksi Jumlah Produk pengaturan pembinaan penyelenggaraan konstruksi Jumlah Pembinaan teknologi konstruksi Jumlah Penerapan dan pemberdayaan teknologi konstruksi Jumlah Pembinaan standardisasi teknik konstruksi Jumlah Produk kajian pembinaan penyelenggaraan jasa konstruksi Jumlah Layanan Perkantoran 2 Laporan 10 Laporan Pembinaan Sistem Manajemen Mutu Konstruksi (SMMK) 5 Laporan 33 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Pembinaan administrasi kontrak konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pemantauan.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 .2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. dan pelaporan pembinaan penyelenggaraan konstruksi 2 Laporan 10 Laporan Produk pengaturan pembinaan penyelenggaraan konstruksi Pembinaan teknologi konstruksi 1 NSPK 15 NSPK 2 Laporan 10 Laporan Penerapan dan pemberdayaan teknologi konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Pembinaan standardisasi teknik konstruksi 2 Laporan 10 Laporan Produk kajian pembinaan penyelenggaraan jasa konstruksi Layanan Perkantoran 6 Rekomendasi 13 Bulan Layanan 5 Unit 30 Rekomendasi 65 Bulan Layanan 25 Unit Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana BP Konstruksi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . evaluasi.000 2010 .2014 227 BAB 5 .2014 (12) 122.000 Pembinaan kebijakan pengadaan barang/jasa konstruksi Jumlah Pembinaan kebijakan pengadaan barang/jasa konstruksi 5 Laporan 33 Laporan Penyusunan rekomendasi proses pengadaan dan tanggapan atas sanggahan banding Jumlah Penyusunan rekomendasi proses pengadaan dan tanggapan atas sanggahan banding Jumlah Pembinaan Sistem Manajemen Mutu Konstruksi (SMMK) Jumlah Pembinaan administrasi kontrak konstruksi Jumlah Pembinaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Jumlah Pemantauan. evaluasi.

000 orang Rasio pemerintah daerah provinsi yang mampu menyelenggarakan pelatihan konstruksi berbasis kompetensi 1 Provinsi 5 Provinsi 228 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI PENANGGUNG JAWAB: PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi pusat dan daerah Meningkatnya kompetensi SDM konstruksi sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional Jumlah SDM konstruksi yang terlatih 15.2014 .000 orang 75.

KPBK. serta program pelatihan keterampilan konstruksi Jumlah Penyusunan program pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keterampilan 20 Paket 100 Paket Kegiatan pelatihan keterampilan tukang. peralatan dan perbengkelan.) 2010 (11) 91. serta program pelatihan keterampilan konstruksi Jumlah Penyusunan modul pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi dan pelatihan keterampilan konstruksi Jumlah Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor teknisi dan keterampilan konstruksi Jumlah Pembinaan kapasitas lembaga diklat daerah/provinsi 3 Laporan 15 Laporan Penyusunan modul pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi dan pelatihan keterampilan konstruksi 8 paket modul 40 paket modul Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor teknisi dan keterampilan konstruksi 4 Angkatan 20 Angkatan Pembinaan kapasitas lembaga diklat daerah/provinsi 1 Laporan 5 Laporan rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 229 BAB 5 . teknisi peralatan dan perbengkelan jasa konstruksi 130 Angkatan 650 Angkatan Penyusunan program pelatihan manajemen teknik (teknisi) konstruksi.000 2010 . KPBK. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keterampilan Jumlah angkatan pelatihan keterampilan tukang. KPBK. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keahlian Jumlah Bakuan kompetensi konstruksi (SKK.2014 (12) 479.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010 . peralatan dan perbengkelan. KPBK.2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. MUK) yang dikembangkan untuk jabatan kerja bidang keahlian Jumlah Penyelenggaraan pelatihan keahlian konstruksi Jumlah Penyelenggaraan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk program pemagangan dan pendidikan ahli konstruksi Jumlah Penyusunan program pelatihan dan kerjasama keahlian konstruksi (MRA) Jumlah Penyusunan modul pelatihan keahlian konstruksi Jumlah Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor tenaga ahli konstruksi Jumlah Produk pengaturan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Jumlah Bakuan kompetensi konstruksi (SKK.000 Bakuan kompetensi konstruksi (SKK. teknisi peralatan dan perbengkelan jasa konstruksi 20 Laporan 100 Laporan Penyelenggaraan pelatihan keahlian konstruksi 20 Angkatan 100 Angkatan Penyelenggaraan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk program pemagangan dan pendidikan ahli konstruksi 25 Laporan 105 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN Penyusunan program pelatihan dan kerjasama keahlian konstruksi (MRA) 2 Laporan 10 Laporan Penyusunan modul pelatihan keahlian konstruksi 8 paket modul 4 Angkatan 40 paket modul 20 Angkatan Penyelenggaraan pelatihan untuk calon pelatih (TOT) dan asesor tenaga ahli konstruksi Produk pengaturan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi 1 NSPK 10 NSPK Bakuan kompetensi konstruksi (SKK.

TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 230 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .

dan pelaporan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Produk kajian pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Layanan perkantoran 1 Balai 7 Balai 2 Laporan 10 Laporan PROGRAM DAN KEGIATAN 7 rekomendasi 13 Bulan layanan 13 unit 35 rekomendasi 65 Bulan layanan 65 unit Pengadaan sarana dan prasarana BP Konstruksi Pengadaan sarana dan prasarana BP Konstruksi rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . evaluasi. evaluasi.OUTPUT (7) Kerjasama pelatihan/sertifikasi keterampilan konstruksi dengan SMK dan institusi pendidikan vokasional (diploma) INDIKATOR OUTPUT (8) Jumlah Kerjasama pelatihan/ sertifikasi keterampilan konstruksi dengan SMK dan institusi pendidikan vokasional (diploma) Jumlah Kerjasama pelatihan/sertifikasi keterampilan konstruksi dengan institusi diklat swasta/masyarakat jasa konstruksi Jumlah Revitalisasi balai peningkatan kemampuan dan kompetensi konstruksi Jumlah Pemantauan.2014 231 BAB 5 .2014 (12) Kerjasama pelatihan/sertifikasi keterampilan konstruksi dengan institusi diklat swasta/masyarakat jasa konstruksi 10 Laporan 70 Laporan Revitalisasi balai peningkatan kemampuan dan kompetensi konstruksi Pemantauan. dan pelaporan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Jumlah Produk kajian pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi Layanan perkantoran TARGET OUTPUT 2010 (9) 50 Laporan 2010 .) 2010 (11) 2010 .2014 (10) 250 Laporan ALOKASI (Juta Rp.

3.2014 .Tabel 5.8 Matriks Rencana Strategis Badan Penelitian dan Pengembangan Program Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum TUJUAN KEMENTERIAN (1) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Prosentase IPTEK yang masuk bursa teknologi bidang PU Prosentase penambahan SPM/K yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima stakeholders Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders 5% 63 % SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) 11 % 78 % 232 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 9% 79 % 10 % 90 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.) 2010 (11) 2010 .2014 (12) rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 233 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 .

2014 . sarana prasarana dan manajemen) 3% 60 % 5% 60 % 6% 14 % 20 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUBBIDANG SUMBER DAYA AIR PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG SUMBER DAYA AIR M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa teknologi Bidang PU 5% 73 % 234 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM.

) 2010 (11) 104. Sosial. Ekonomi sub bidang Sumber Daya Air Layanan perkantoran sub bidang Sumber Daya Air Dukungan penyelenggaraan Litbang sub bidang Sumber Daya Air Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana dan Prasarana Litbang sub bidang Sumber Daya Air 2 Unit 12 Unit 6 Naskah Kebijakan 12 Naskah Kebijakan 12 Prosiding DSP 1 Prosiding DSP 4 Prosiding ATSE 14 Prosiding ATSE 12 Bulan 60 Bulan 66 Dokumen 486 Dokumen 12 Bulan 24 Unit 60 Bulan 37 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 (12) 662. Sosialisasi.2014 235 BAB 5 .000 Naskah Ilmiah sub bidang Sumber Daya Air Jumlah naskah ilmiah hasil litbang yang masuk bursa IPTEK 10 Buku 40 Buku Teknologi sub bidang Sumber Daya Air Model Fisik sub bidang Sumber Daya Air Model Sistem sub bidang Sumber Daya Air R-0 sub bidang Sumber Daya Air Jumlah rumusan teknologi hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model sistem hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah R0 hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah prototipe Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah kebijakan untuk diterapkan stakeholder (melalui instansi yang berwenang) Jumlah prosiding diseminasi. Pelatihan sub bidang Sumber Daya Air Prosiding Advis Teknis. sosialisasi dan TOT SPMK bidang Sumber Daya Air Jumlah prosiding advis teknis yang diberikan kepada stakeholders Jumlah pelaksanaan layanan perkantoran Jumlah dokumen penyelenggaraan Litbang Jumlah Layanan Publik Jumlah layanan pengadaan sarana dan prasarana 12 Dokumen 50 Dokumen 1 Unit 12 Unit 26 Naskah 121 Naskah PROGRAM DAN KEGIATAN 1 Naskah 322 Naskah Prototipe sub bidang Sumber Daya Air Naskah kebijakan sub bidang Sumber Daya Air Prosiding Diseminasi.000 2010 .OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp.

sarana prasarana dan manajemen) 0% 67 % 8% 100 % 5% 100 % Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang 24 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUBBIDANG JALAN DAN JEMBATAN PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG JALAN DAN JEMBATAN M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa TTG Bidang PU 6% 58 % 236 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM.

Ekonomi sub Bidang Jalan dan Jembatan Jumlah naskah ilmiah hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah teknologi hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model sistem hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah R0 SPM hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah prototipe hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah kriteria desain hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah kebijakan untuk diterapkan stakeholder (melalui instansi yang berwenang) Jumlah prosiding diseminasi. Sosial.2014 237 BAB 5 .000 Naskah Ilmiah sub Bidang Jalan dan Jembatan Teknologi sub Bidang Jalan dan Jembatan Model Fisik sub Bidang Jalan dan Jembatan Model Sistem sub Bidang Jalan dan Jembatan R0 SPM sub Bidang Jalan dan Jembatan Prototipe sub Bidang Jalan dan Jembatan Kriteria Desain sub Bidang Jalan dan Jembatan Naskah Kebijakan sub Bidang Jalan dan Jembatan Prosiding Diseminasi.000 2010 . Sosialisasi.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. Pelatihan sub Bidang Jalan dan Jembatan Prosiding Advis Teknis.2014 (12) 654.) 2010 (11) 106. sosialisasi dan TOT SPMK sub bidang jalan dan jembatan Jumlah prosiding advis teknis yang diberikan kepada stakeholders 22 Buku 168 Buku 1 Dokumen 3 Unit 8 Naskah 6 Unit 1 Dokumen - 14 Dokumen 13 Unit 1 Naskah 117 Naskah PROGRAM DAN KEGIATAN 24 Unit 21 Dokumen 2 Naskah Kebijakan 12 Prosiding DSP 1 Prosiding DSP 1 Prosiding ATSE 9 Prosiding ATSE Layanan Perkantoran Jumlah Layanan Perkantoran 12 Bulan layanan 60 Bulan layanan Dukungan Penyelenggaraan Litbang Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana dan Prasarana Litbang sub Bidang Jalan dan Jembatan Jumlah dokumen penyelenggaraan Litbang Jumlah layanan publik Jumlah pengadaan sarana dan prasarana Litbang 58 Dokumen 12 Bulan layanan 35 Unit 218 Dokumen 60 Bulan layanan 125 Unit rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

DAN LINGKUNGAN Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa TTG Bidang ke-PU-an dan Permukiman 3% 81 % BAB 5 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . EKONOMI. EKONOMI.2014 .TUJUAN KEMENTERIAN (1) SASARAN STRATEGIS (2) OUTCOME (3) INDIKATOR OUTCOME (4) TARGET OUTCOME 2010 (5) 2014 (6) KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUBBIDANG PERMUKIMAN PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG PERMUKIMAN M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya Litbang yang masuk bursa pilihan teknologi siap pakai Prosentase IPTEK masuk bursa TTG Bidang PU 6% 38 % 238 PROGRAM DAN KEGIATAN M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM. DAN LINGKUNGAN PENANGGUNG JAWAB: PUSLITBANG SOSIAL. sarana prasarana dan manajemen) 43 % 100 % 29 % 100 % 20 % 100 % 20 % 100 % KEGIATAN: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIDANG SOSIAL.

sosialisasi dan TOT SPMK bidang Permukiman Jumlah prosiding advis teknis yang diberikan kepada stakeholders Jumlah layanan perkantoran Jumlah dokumen penyelenggaraan Litbang Jumlah layanan Publik (PNBP) Jumlah pengadaan sarana dan prasarana litbang 19 Buku 85 Buku 16 Dokumen 62 Dokumen Model Fisik Sub Bidang Permukiman 8 Unit 30 Unit Model Sistem Sub Bidang Permukiman R0 SPM Sub Bidang Permukiman 1 Naskah 15 Naskah PROGRAM DAN KEGIATAN 3 Naskah 37 Naskah Prototipe Sub Bidang Permukiman 8 Unit 35 Unit Kriteria Disain Sub Bidang Permukiman Naskah Kebijakan Sub Bidang Permukiman Prosiding Diseminasi. Ekonomi. dan Lingkungan Jumlah Naskah Ilmiah hasil Litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah Manual Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK Jumlah Model Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK Jumlah Konsep Pedoman Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK Jumlah Pedoman Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK 14 Naskah ilmiah 59 Naskah ilmiah 141. Ekonomi. Ekonomi sub bidang Permukiman Layanan Perkantoran Dukungan Penyelenggaraan Litbang 3 Dokumen 9 Dokumen 3 Naskah kebijakan 7 Naskah kebijakan 14 Prosiding DSP 4 Prosiding DSP 1 Prosiding ATSE 5 Prosiding ATSE 12 Bulan layanan 70 Dokumen 60 Bulan layanan 316 Dokumen Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana Dan Prasarana Litbang 12 Bulan layanan 22 Unit 60 Bulan layanan 114 Unit 22. dan Lingkungan Model Sub Bidang Sosial. Sosial.) 2010 (11) 66.OUTPUT (7) INDIKATOR OUTPUT (8) TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) ALOKASI (Juta Rp. dan Lingkungan Manual Sub Bidang Sosial.000 1 Manual 12 Manual - 11 Model - 9 Naskah BAB 5 - 12 Pedoman rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Ekonomi. Sosialisasi. Ekonomi.000 Naskah Ilmiah Litbang Sub Bidang Permukiman Teknologi Sub Bidang Permukiman Jumlah naskah ilmiah hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah teknologi hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model fisik hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah model sistem hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah R0 SPM hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah prototipe hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah kriteria desain hasil litbang yang masuk bursa IPTEK Jumlah naskah kebijakan untuk diterapkan stakeholder (melalui instansi yang berwenang) Jumlah prosiding diseminasi. dan Lingkungan Konsep Pedoman Sub Bidang Sosial. dan Lingkungan Pedoman Sub Bidang Sosial.000 Naskah Ilmiah Sub Bidang Sosial. Ekonomi.000 2010 .2014 239 .2014 (12) 433. Pelatihan sub bidang Permukiman Prosiding Advis Teknis.

6 % 100 % 240 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 5 KEGIATAN: DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA BADAN LITBANG PENANGGUNG JAWAB: SEKRETARIAT BADAN LITBANG M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang Indeks Peningkatan Kapasitas (SDM.3 % 2014 (6) 0% 100 % Diterimanya rekomendasi IPTEK oleh stakeholders Peningkatan layanan penyelenggaraan Litbang 5.2014 . Sarana prasarana dan Manajemen) 26 % 100 % rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . sarana prasarana dan manajemen) 0% TARGET OUTCOME 2010 (5) 81.9 % 100 % 15.TUJUAN KEMENTERIAN (1) M e n i n g k a t k a n kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan jasa konstruksi SASARAN STRATEGIS (2) Meningkatnya IPTEK dan NSPM (K) siap pakai OUTCOME (3) Meningkatnya kesiapan IPTEK untuk diterapkan stakeholders Diberlakukannya SPMK dan teknologi oleh stakeholders INDIKATOR OUTCOME (4) Prosentase teknologi tepat guna yang digunakan oleh stakeholders Prosentase penambahan SPM (K) yang diberlakukan oleh Menteri PU Prosentase pelayanan teknis yang diterima oleh stakeholders Indeks peningkatan kapasitas (SDM.

2014 (12) Prosiding Diseminasi. dan Lingkungan INDIKATOR OUTPUT (8) Jumlah Naskah Kebijakan Hasil Litbang yang masuk Bursa IPTEK - TARGET OUTPUT 2010 (9) 2010-2014 (10) 32 Naskah Kebijakan ALOKASI (Juta Rp.000 Layanan Perkantoran Dokumen Perencanaan dan Kerjasama Dokumen Keuangan dan Umum Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Dokumen Perencanaan dan Kerjasama Jumlah Dokumen Keuangan dan Umum Jumlah Dokumen Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana Jumlah Dokumen Standardisasi 12 Bulan layanan 6 Dokumen 60 Bulan layanan 26 Dokumen 137.2014 241 BAB 5 . Ekonomi Sub Bidang Sosial. dan Lingkungan Prosiding Advis Teknis. sosialisasi dan TOT - 8 Prosiding DSP Jumlah prosiding advis teknis Sosial. Sosialisasi.OUTPUT (7) Naskah Kebijakan Sub Bidang Sosial. Ekonomi dan Lingkungan Jumlah Layanan Perkantoran Jumlah Dokumen Penyelenggaraan Litbang Jumlah Layanan Publik Jumlah Pengadaan Sarana dan Prasarana 1 Prosiding ATSE 17 Prosiding ATSE 12 Bulan layanan 15 Dokumen 60 Bulan layanan 99 Dokumen PROGRAM DAN KEGIATAN 12 Bulan layanan 58 Unit 60 Bulan layanan 803 Unit 20.) 2010 (11) 2010 . Sosial. Ekonomi. dan Lingkungan Layanan Perkantoran Dokumen dukungan penyelenggaraan Litbang Layanan Publik (PNBP) Pengadaan Sarana dan Prasarana Litbang Jumlah prosiding diseminasi. Pelatihan Sub Bidang Sosial. Ekonomi. Ekonomi.000 11 Dokumen 31 Dokumen Dokumen Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana Dokumen Standardisasi 17 Dokumen 37 Dokumen 3 Dokumen 23 Dokumen rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

2014 BAB 5 PENUTUP .242 PROGRAM DAN KEGIATAN BAB 6 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

Pemerintah akan memberikan perhatian yang lebih besar pada aspek peningkatan kapasitas daerah (local capacity building) sehingga kompetensi dan kemandirian Pemerintah Daerah dapat dicapai dalam tempo yang tidak terlalu lama. R rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . Oleh karena itu. Oleh karenanya penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman perlu dilandasi dengan kerangka peraturan perundang-undangan yang mantap dan supportif dan menjadi dasar bagi penyelenggaraan pembangunan infrastruktur ke depan yang lebih terpadu dan efektif yang mengedepankan proses partisipatif dan menghasilkan output dan outcome yang optimal. Pedoman.encana Strategis (Renstra) Kementerian PU 2010-2014 merupakan arahan penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang dijabarkan dalam pelaksanan program dan kegiatan bagi setiap satminkal di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum guna mencapai sasaran-sasaran strategis Kementerian. Dalam rangka sinergi dengan Pemerintah Daerah. Pelaksanan program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Renstra tersebut akan memerlukan koordinasi.2014 243 . Pemerintah Daerah dengan Dunia Usaha agar keseluruhan sumber daya yang ada dapat digunakan secara optimal dan dapat mencapai kinerja yang maksimal dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan kualitas pelayanan infrastruktur yang lebih merata. konsolidasi. kampanye/sosialisasi. dan sinergi antara Pemerintah dengan Pemerintah Daerah dan antara Pemerintah. Standar. merupakan tugas Pemerintah untuk menyusun lebih lanjut peraturan-peraturan pelaksanaan berupa Norma. dan penyebarluasan NSPK. dan Kriteria (NSPK) termasuk peraturan daerah serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pertukaran pengalaman.

dan pemberian insentif pajak bagi kawasan-kawasan yang memiliki prospek baik). membangun iklim yang semakin kondusif dan kompetitif (seperti pemeliharaan stabilitas politik dan keamanan. mengurangi risiko investasi. melalui skema-skema kreatif atau non-konvensional.Mengingat besarnya kebutuhan pendanaan untuk memenuhi sasaran-sasaran strategis kementerian. Dalam hal ini tugas pemerintah adalah menciptakan regulasi yang sehat. perbaikan sistem hukum dan kelembagaan. maka Pemerintah Pemerintah Daerah. swasta.2014 . mendorong pengembangan inovasi dan teknologi. Berbagai insentif untuk menarik investasi dapat dilakukan terkait kelayakan proyek dan pembiayaan melalui penerapan Kerjasama PemerintahSwasta (KPS) berupa pemberian dukungan Pemerintah. Dengan melaksanakan Renstra Kementerian 2010-2014 secara konsisten dan didukung oleh komitmen untuk mencapai kinerja penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman dengan sebaikbaiknya. serta mendorong kompetisi antara lain dengan menciptakan tender yang kompetitif guna memperkuat perkembangan sektor swasta. penataan sistem perizinan. dan masyarakat perlu dilibatkan agar upaya untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat segera 244 PENUTUP BAB 6 rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 . maka diperlukan juga adanya dorongan untuk meningkatkan kemitraan pemerintah dan swasta yang lebih besar dalam rangka mengembangkan alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. perluasan akses ke pasar. Tantangan pembangunan ke depan dalam konteks otonomi daerah adalah bagaimana menemukan formula pembiayaan investasi infrastruktur yang tepat. seperti pembebasan tanah atau pembangunan yang sebagian dibangun oleh Pemerintah.

pengembangan wilayah. koordinasi dan integrasi baik secara vertikal maupun secara horizontal yang semakin kuat pada penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan permukiman akan memberikan keyakinan bahwa pencapaian sasaransasaran strategis kementerian yang mempunyai cakupan secara nasional dan strategis serta secara fungsional bermanfaat untuk mendukung kebutuhan sosial ekonomi masyarakat.PENUTUP dirasakan. dan mendukung sektor lainnya akan menjadi kenyataan. Dengan demikian.2014 245 BAB 6 . MENTERI PEKERJAAN UMUM DJOKO KIRMANTO rencana strategis kementerian pekerjaan umum 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful