Anda di halaman 1dari 32

Identikasi Spesies Jamur Penyebab Pada Infeksi Jamur Subktaneus

Yuni Lidya

PENDAHULUAN
Infeksi jamur subkutaneus: infeksi jamur yang mengenai dermis/jaringan subkutan melalui trauma pada kulit. Tropis maupun subtropis Infeksi tertinggi: Meksiko, Brazil dan Afrika Selatan. Usia dewasa antara usia 20-40 tahun Pria dan wanita 4:1. Paling sering: Sporotrichosis, Mycetoma dan Chromoblastomycosis

Pendahuluan
Gambaran klinis dapat menyerupai penyakit lain Pemeriksaan penunjang : KOH : cepat, murah, identifikasi organisme (-) Kultur: Baku emas Identifikasi spesies Histopatologi: elemen jamur (+), reaksi jaringan

Pendahuluan
Identifikasi jamur penyebab infeksi jamur subkutaneus dengan metode kultur

Mengetahui proses identifikasi jamur penyebab pada infeksi jamur subkutaneus sebagai baku emas

Tahap Biakan Jamur


Material klinis dapat digunakan dalam kultur jamur adalah: Pus yang berasal dari abses Eksudat dari sinus/Fistula Jaringan dari biopsi

Spesimen Abses
Spesimen harus diambil dari abses yang tidak pecah (jarum dan spuit steril) Swab untuk pengambilan spesimen abses Harus diproses dalam 2 jam Inokulasi material pada media (Saboraud dexrose agar (SDA), MycoselTM or MycobioticTM agar (mengandung cycloheximide dan chloramphenicol), dan brain heart infusion agar (BHIA). Inkubasi pd suhu 30 C dan diperiksa setiap 2-3 hari. Identikasi semua jamur, kultur dianggap (-) jika tidak tumbuh jamur dalam 4 minggu

Spesimen Material Biopsi


UMUM
Jaringan harus mengandung dinding, dasar dan tengah lesi. Diletakkan diantara kasa lembabkontainer steril atau cawan petri ke laboratorium Spesimen untuk pemeriksaan mikrobiologi dianjurkan langsung diletakkan dalam tabung BHIA untuk dikirim ke laboratorium. Spatula kaca digunakan untuk menghancurkan jaringan lunak

Free template from www.brainybetty.com

Pengolahan Jaringan Untuk Isolasi Jamur/Ragi


Periksa adanya area purulen, Potong jaringan menjadi bagian kecil dengan gunting kaseosa dan nekrotik harus steril atau forcep langsung diinokulasi pada media. Letakkan potongan jaringan Pekerjaan ini harus ke dalam 15 mL dilakukan dengan homogenizer/mortar perlindungan untuk homogen. mencegah aerosol dari spesimen yang dihancurkan 2-3 ml Saboraud atau BHI dapat ditambahkan Pipetting 0,5 ml spesimen kedalam medium
8

Pengolahan jaringan untuk Mycetoma


Periksa jaringan jika terdapat granula Jika granula tidak terlihat dengan loop"

Taruh di dalam cawan petri di bawah dissecting scope. Potong sambil melihat melalui dissecting scope

Granula (-), goreskan jaringan purulen atau nekrotik langsung ke SDA, Mycosel TM dan BHIA.
9

Persiapan Granula untuk Inokulasi


Ambil granula dari spesimen dan letakkan dalam tabung kecil berisi 2-3 ml aqua steril, Kocok. Pindahkan granula yang sudah dicuci dengan menggunakan pipet ke dalam tabung II yang berisi aqua steril, Kocok. Pindahkan granula ke dalam tabung sentrifuge l berisi 0,5-1 ml aqua steril. Hancurkan granula dengan spatula kaca Inokulasi suspensi dengan menggunakan pipet steril. Buat garis coretan di atas media dengan menggunakan loop.
10

Spesimen dari Fistula dan Sinus


Swab dari lesi jarang memperoleh jamur. kuretase dari dalam lesi dan harus mengikutkan bagian dinding fistula/sinus tanpa menyentuh pinggir luka lebih memungkinkan elemen jamur atau granula (+) Spesimen diletakkan dalam tabung steril mengandung 2-3 ml aqua steril atau salin. jika lesi mengandung actinomycetes, granula dapat keluar menuju sinus siram dengan larutan salin akan diperoleh granula. Tutup lubang sinus dengan kasa selama 12-24 jam dapat memerangkap granula di dalam kassa. Periksa dengan loop adanya granula. Granula diproses seperti pada spesimen granula material biopsi
11

Tahap Identifikasi Jamur


Identifikasi isolat fungi dilakukan melalui dua tahap. Tahap I: secara makroskopis yang meliputi pengamatan terhadap warna dan bentuk koloni. Tahap II: secara mikroskopis yang dilakukan dengan membuat slide culture yang meliputi pengamatan terhadap bentuk hifa, bentuk, ukuran konidia

Free template from www.brainybetty.com

12

13

Infeksi jamur subkutaneus yang paling sering ditemukan adalah: Sporotrichosis Chromoblastomycosis Mycetoma

Free template rom www.brainybetty.com

14

Sporotrichosis
Penyebab: jamur dimorfik Sporothrix schenckii. Di tanaman, kayu, material tumbuhan membusuk pada suhu 20-25C dan kelembaban 90%. bisa terdapat pada kucing, anjing, rodent dan reptil. Inokulasi biasanya terjadi setelah trauma dengan serpihan terkontaminasi dan gigitan binatang. Kelompok risiko tinggi : petani, tukang kebun, peternak, penambang, dokter hewan dan lain-lain. Faktor-faktor yang berperan : ukuran inokulum jamur, imunitas host, virulensi jamur, dan toleransi suhu

15

Sporotrichosis
Lymphocutaneous

Fixed cutaneous

Disseminated

16

Sporotrichosis
Baku emas diagnosis definitif Kultur jamur. Isolasi Sporothrix diambil dari eksudat lesi dan jaringan biopsi. Spesimen terbaik jaringan biopsi. Hifa suhu ruangan (26C) Ragi jaringan host (37C). Kadang sulit ditemukan secara langsung ( organisme sedikit) kultur dengan medium Saboraud.

17

Material yang diambil dapat ditanam langsung dan diinkubasi pada suhu 25C. Koloni akan berkembang cepat (3-5 hari). Fase awal akan terlihat warna putih/krem abu-abu hitam

Free template from www.brainybetty.com

18

Diagnosis definitif : induksi transformasi dari hifa ke fase ragi melalui pemindahan sejumlah kultur miselial ke dalam medium brain-heart infusion /agar blood-cysteineglucose. Pemeriksaan dilakukan dalam 3-4 hari setelah transfer. Mikroskopik: konidia, hifa dan konidiospora. Konidia berbentuk oval, piriformis dan distribusinya menyerupai buket atau bunga daisy

19

Chromoblastomycosis
Jamur pigmented atau dematiaceous. Fonsecaea pedrosoi Cladophialophora carrionii Cladophialophora arxii, P verrucosa, Rhinocladiella aquaspersa, Exophiala spinifera, Wangiella dermatitidis, dan Botryomyces caespitosus. Fonsecaea pedrosoi daerah panas dan lembab. C.carrioni daerah beriklim semiarid Berkembang lambat Perkembangannya meluas dibandingkan ke dalam

20

Gambaran Klinis
Lesi nodular dengan permukaan seperti bunga kol. Lesi tumor ekstensif Lesi hiperkeratotik verukosa ekstensif paling sering Plak eritem dengan permukaan berskuama Lesi atrofi sikatrikal. Lesi biasanya pada kaki, tungkai, lengan dan badan bagian atas.

21

Pemeriksaan penunjang
KOH: Sel muriform/sklerotik/medlar bodies

Kultur ( kerokan/material biopsi) dengan medium agar Saboraud Gambaran makroskopik

22

Gambaran mikroskopik

Tipe phialid F.pedrosoi

Tipe Cladosporium F.pedrosoi

Tipe Rhinocladiella F pedrosoi

Tipe Cladosporium C.carionii


23

Mycetoma
Fungi atau actinomyces Laki-laki >> Gambaran klinis : nodul lunak membesar dan ekstensif dengan fistula & abses / pus yang mengandung granula. Granula biasanya berdiameter 0,5-2 mm Jarang nyeri maupun gejala sistemik. Terutama mengenai kaki dan tungkai bawah. Spesies fungi Eumycetoma (Acremonium, Fusarium, Leptosphaeria dan Madurella) actinomyces Actinomycetoma (Nocardia, Streptomyces dan Actinomadura )

24

Pemeriksaan Langsung
Tipe Mycetoma
actinomycetoma

Warna granula
Putih hingga kekuningan Kuning - kecoklatan Merah terang

Spesies
Nocardia asteroides Nocardia brasiliensis Nocardia caviae Actinomadura madurae Streptomyces somalisiensis Actinomadura pellletier Acremonium kiliense Acremonium falciforme Acremonium recifei Fusarium solani Madurella mycetomi Madurella grisea Leptosphaeri senegalensis Pyrenochaeta romeroi
25

Eumycetoma

Putih hingga kekuningan Hitam

Mycetoma
Mikroskopik: KOH 20% Hifa seperti filamen bersepta dan bercabang Gram Gram positif. Granula (-) Prosedur sama Kultur: Eumycetoma:
Agar Saboraud +antibiotik 3 minggu, 37C

Actinomycetoma:
Blood agar Beef heart infusion blood Saboraud tanpa antibiotik 37c

26

Kultur Nocardia asteroides

27

Kultur M mycetomatis

Koloni S somalisiensis

Koloni A madurae

Koloni A pelletieri
28

Warna granula Morfologi koloni Mikroskopik

Etiologi mycetoma

Free template from www.brainybetty.com

29

Kesimpulan
Gambaran klinis infeksi jamur subkutaneus sangat bervariasi sehingga kadang sulit untuk dikenali. Diagnosis definitif dapat ditegakkan dengan kultur jamur. Identifikasi spesies fungi dilakukan secara makroskopis (warna & bentuk koloni) dan secara mikroskopis yang dilakukan dengan membuat slide culture

30

TERIMA KASIH
Dr. Agnes Sri Siswati SpKK(K)

Free template from www.brainybetty.com

31

32