Anda di halaman 1dari 2

World Zoonosis Day jatuh pada bulan juli tanggal dan diperingati setiap tahunnya.

Tahukah anda zoonosis itu? Istilah zoonosis mungkin sudah tidak asing lagi bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia kesehatan, tak luputpula profesi yang baru dan langka ini yaitu Vetenier atau dokter hewan. Zoonosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau manusia ke hewan. Bebraa hewan yang sedang sakit dapat menularkan penyakitnya ke manusia yang terjangkit oleh mikroorganisme yang serupa meskipun terkadang terjadi perbedaan gejala yang ditimbulkan. Perpindahan penyakit ni dapat terjadi akibat adanya reseptor pada manusia yang sesuai dengan reseptor yang terdapat pada mikroorganisme tersebut. Timbulnya gejala dan terjadinya kesakitan pada manusia dapat pula dipicu oleh kondisi tubuh manusia, lingkungan dan tingkat petogenitas mikroorganisme tersebut. Kemunculan dari suatu penyakit zoonosa tidak dapat diprediksi dan dapat membawa dampak yang menakutkan bagi dunia, terutama bagi komunitas yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat dan veteriner. Kemunculan kasus-kasus penyakit zoonosa membuka suatu pemahaman baru dari lembaga kesehatan hewan sedunia atau OIE (Office Internationale des Epizootes) mengenai musuh dunia. OIE berpendapat bahwa dewasa ini, musuh dunia bukan lagi perang dunia, bom nuklir ataupun serangan teroris, melainkan alam itu sendiri. Kemunculan yang tak terduga dari suatu penyakit zoonosis juga memunculkan istilah emerging zoonosis. Istilah ini dapat didefinisikan secara luas sebagai suatu kejadian penyakit zoonosis dengan (1) agen penyakit yang telah dikenal dan muncul pada area geografik yang berbeda (2) agen penyakit yang telah dikenal atau kerabat dekatnya dan menyerang hewan yang sebelumnya tidak rentan (3) agen penyakit yang belum dikenal sebelumnya dan terdeteksi untuk pertama kalinya. Sedangkan re-emerging zoonosis adalah suatu penyakit zoonosis yang pernah mewabah dan sudah mengalami penurunan intensitas kejadian namun mulai menunjukkan peningkatan kembali (litbangdepkes). Indonesia sebagi negara kepulauan, memiliki kondisi letak geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang sangat menguntungkan sekaligus mendapatkan tantangan. Kondisi yang dimiliki negara kita sangat menguntungkan, karena dapat menjadi barrier/pembatas alam dan sosial sehingga dapat menghambat penyebaran zonoosis secara alami. Namun dapat dikatakan menjadi tantangan karena Indonesia rawan sekali dengan bencana alam, heterogenitas adat

istiadat antara daerah dan terjadinya disparitas kapasitas sumberdaya untuk pengendalian zoonosis (livestockreview). Banyaknya penyakit zoonosis yang menyerang manusia akhir-akhir ini di Indonesia dan negaranegara lainnya tentu menjadi suatu ketakutan atau kekhawatiran manusia sehingga pencegahan menjadi priorits utama untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat. Namun, pencegahan yang dilakukan tidaklah semata dilakukan dengan konsentrasi pada manusianya saja akan tetapi, penangan terhadap penyebab harus dilakukan pula. Oleh karena penyakit zoonosis terjadi pada manusia dan hewan tentulah penangannya melibatkan orang-orang yang ahli dalm kesehatan manusia dan hewan. Pengendalian zoonosis harus dilakukan melalui pendekatan dua aspek kesehatan yaitu kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan. Sebagimana dalam implementasi Perpres 30/2011 Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS akan mengharmonisasikan rencana strategis dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pertanian sebagai instansi utama yang membidangi pengendalian zoonosis dari aspek kesehatan hewan/veteriner dan kesehatan masyarakat. Rencana strategis sektoral tersebut akan dijadikan rencana strategis terpadu nasional pengendalian zoonosis tahun 2012-2017 (livestockreview). Namun, jika dipikirkan secara mendalam maka pendekatan melalui dua aspek tersebut tidak dapat berdiri sendiri akan tetapi mesti melibatkan lebih banyak aspek lagi misalnya ahli lingkungan dan profesi lainnya.