Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan suatu bangsa. AKI dalam hal ini meliputi AKI ibu hamil, bersalin, dan nifas. Hal ini merupakan salah satu fenomena yang mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan. Dimana risiko kematian ibu karena melahirkan di Indonesia adalah 1 dari 65 ibu, kematian diperkirakan akibat komplikasi kehamilan atau persalinan. (Saleha,2009) AKI juga salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan Millenium Development Goals (MDGS) yang ke-5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai 3/4 resiko dari jumlah kematian ibu yaitu 102/100.000 KH. Menurut survey demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2008, angka kematian ibu di Indonesia sebesar 248/100.000 kelahiran hidup. Dimana Angka Kematian Ibu di Indonesia tertinggi di ASIA, angka tersebut, secara matematis dapat diartikan bahwa dalam setiap jamnya terjadi 1 kematian ibu baik ibu hamil atau ibu bersalin di Indonesia, atau 24 kematian ibu perhari,98 kematian ibu perminggu. (Depkes RI,2010) Demikian pula angka Prevelensi AKI di Jateng, Prevelensi Angka Kematian Ibu di prov. Jateng tahun 2011 berdasarkan laporan dari kabupaten/ kota sebesar 116,01/100.000 kelahiran hidup, mengalami

peningkatan bila di bandingkan dengan AKI pada tahun 2010 sebesar 104,97/100.000 kelahiran hidup. (Profil Kesehatan daerah Tahun 2011). Adapun beberapa penyebab kematian ibu karena komplikasi obstetrik yaitu perdarahan (30-35%), eklamsi (28,76%), infeksi (20-25%), dan penyebab lain (5%) (Depkes RI,2007). Kehamilan merupakan masa yang penting, karena disini mutu seorang anak ditentukan. Jauh sebelum itu, dibutuhkan benih yang unggul dari ayah dan ibunya, bibit yang unggul ini butuh persemaian yang subur. Untuk itulah pemeliharaan, kesehatn, pemeliharaan kebersihan,asupan yang optimal. Salah satu upaya untuk memelihara kesehatan dan tumbuh kembang ibu dan bayi dapat dimulai dari sering melakukan pemeriksaan kehamilan dan mejaga kesehatan ibu. (Herit,2007, makalah kehamilan, 1, http://www.scribd.com/doc/9206841,diperoleh tanggal 14 Januari 2013). Pelayanan antenatal mencakup K1 (Kunjungan 1), K4 (Kunjungan 4), P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi), dan program penyuluhan, bimbingan, kelas ibu hamil. Pelayanan atau pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil sesuai standar pada masa kehamilan oleh tenaga kesehatan terampil (Dokter, Bidan, dan Perawat). Prevelensi cakupan pelayanan lengkap ibu hamil (K4) di Jateng pada tahun 2011 sebesar 93,71% meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2010 (92,04%) tetapi masih target SPM 2015 (95%). (Profil Kesehatan Jateng 2011).

Beberapa faktor yang melatarbelakangi risiko kematian ibu adalah kurangnya partisipasi ibu yang disebabkan tingkat pendidikan ibu rendah, pekerjaan, kemampuan ekonomi keluarga rendah, kedudukan keluarga yang tidak mendukung. Jika ditarik lebih jauh, beberapa perilaku tidak mendukung juga bisa membawa resiko. sebanyak 16,6% perempuan menolak kehamilannya. pasangan yang tidak ingin punya anak lagi (4,6%) atau menunda punya anak (4%), rendahnya partisipasi dalam program KB paska persalinan (19,1%) mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan (Anonymous 2006). Dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam menentukan status kesehatan ibu, jika dukungan keluarga diberikan pada ibu hamil, maka akan muncul rasa lebih percaya diri dan siap menghadapi kehamilan persalinan dan nifas tanpa ada rasa cemas yang menyertai(Achmad Fauzi,2007). Berdasarkan penelitian yang sudah ada pada judul kasus Pengetahuan Suami Tentang Dukungan Keluarga Pada Ibu Hamil Dengan Lama Persalinan Kala II yang terbagi dalam 3 kategori dengan hasil yaitu Responden yang mendukung pada masa kehamilan pada kelompok intervensi dengan lama persalinan kala II lebih cepat dari pada kelompok kontrol. ( Lina Rahmiati:2011). Maka upaya yang dilakukan pemerintah dengan menempatkan program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) tentang program kelas ibu hamil sebagai program prioritas melalui fokus strategi making pregnancy safer (MPS). Salah satu kebijakannya adalah pelayanan antenatal harus diberikan

pada semua fasilitas kesehatan. Ibu hamil yang mendapatkan perawatan antenatal yang baik, maka risiko terjadinya penyakit selama kehamilan dapat terdeteksi secara dini. Puskesmas sebagai salah satu fasilitas kesehatan di tingkat dasar, diharapkan memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, memuaskan, sesuai standar dan etika profesi (Henri, 2006). Kelas hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan yang sangat bermanfaat untuk ibu hamil, bukan hanya untuk menurunkan insidensi partus lama namun juga untuk kenyamanan ibu selama kehamilan dan menurunkan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan. Manfaat gerak badan selama hamil adalah sirkulasi darah

menjadi baik, nafsu makan bertambah, pencernaan lebih baik, dan tidur lebih nyenyak (Saminem, 2009). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus jumlah ibu hamil tahun 2012 yang ada di wilayah Kabupaten Kudus ada 17.408 ibu hamil, dengan jumlah kelas hamil di Kabupaten Kudus tahun 2012 ada 120 Kelas Ibu Hamil. Sedangkan di Wilayah Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus pada tahun 2012 jumlah ibu hamil ada 1.896 Ibu Hamil,dan dibagi dalam 6 desa dimana tiap desa memiliki 3 kelas ibu hamil setiap kelas ada 15 ibu hamil yang dibina oleh masing-masing bidan desa. Program pemerintah tentang kelas ibu hamil di setiap Puskesmas sudah berjalan namun mengalami kesulitan pada kehadiran ibu hamil dalam kelas ibu hamil contohnya di Puskesmas Gribig jumlah ibu hamil yang ada 1.896 jiwa dan pada program kelas hamil puskesmas menargetkan 810 jiwa yang

mengikuti kelas ibu hamil namun yang aktif dalam kelas hamil hanya 270 jiwa, jadi ibu hamil yang tidak mengikuti dan tidak memenuhi target dari puskesmas sebesar 1.626 jiwa pertemuan kelas ibu hamil di Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus dimana faktor penyebabnya adalah di pekerjaan dan dukungan dari keluarga karena kebanyakan wanita/ibu-ibu di wilayah Puskesmas Gribig adalah bekerja sebagai buruh pabrik dan konveksi. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Hubungan Dukungan Keluarga dan Pekerjaan Ibu Terhadap Partisipasi Kelas Ibu Hamil Di Puskesmas Gribig Kudus.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dan latar belakang diatas, maka permasalahannya adalah Apakah ada Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Pekerjaan Ibu Terhadap Partisipasi Kelas Ibu Hamil Di Puskesmas Gribig Kudus?

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan pekerjaan ibu terhadap partisipasi kelas ibu hamil di Puskesmas Gribig Kudus. 2. Tujuan Khusus a. Mendeskripsikan karakteristik responden ibu hamil dan keluarga yang meliputi pendidikan, umur, pekerjaan, Usia Kehamilan.

b. Mendiskripsikan dukungan keluarga yang diberikan pada ibu dalam partisipasi kelas ibu hamil. c. Mendiskripsikan pekerjaan ibu hamil yang ada di kelas hamil. d. Mendiskripsikan partisipasi ibu hamil pada kelas ibu hamil. e. Menganalisa hubungan antara dukungan keluarga yang diberikan pada Ibu hamil terhadap partisipasi kelas ibu hamil di Puskesmas Gribig Kudus. f. Menganalisa hubungan antara pekerjaan ibu terhadap partisipasi kelas ibu hamil di Puskesmas Gribig Kudus.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Institusi Pendidikan Dapat memberikan masukan bagi kebidanan komunitas agar menambah pengetahuan mahasiswa tentang hubungan antara dukungan keluarga dan pekerjaan ibu terhadap partisipasi kelas ibu hamil. 2. Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan Dapat memberikan masukan bagi kebidanan komunitas agar menambah konseling tentang pengaruh dukungan keluarga dan pekerjaan ibu terhadap partisipasi kelas ibu hamil sehingga bisa dijadikan referensi untuk meningkatkan peran keluarga dalam meningkatkan program kelas ibu hamil. 3. Bagi Masyarakat

Dapat di jadikan sebagai pertimbangan masyarakat tentang pentingnya dukungan keluarga terhadap kesehatan ibu hamil. 4. Bagi Peneliti Sebagai media belajar dan pengalaman melakukan penelitian masalah kelas ibu hamil dengan kesehatan ibu hamil dengan menerapkan ilmu yang telah didapat selama mengikuti kuliah pendidikan asuhan kebidanan dan asuhan komunitas.

E. Originalitas Penelitian
No 1 Peneliti / tahun Lia Puspita sari (2012) Judul Gambaran Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Bangetayu Kota Semarang Metode Metode yang digunakan adalah deskriptif dan observasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu proses pengamatan dan pengumpulan data serta penarikan kesimpulan secara umum. Subyek penelitian dipilih dengan purposive sampling dan DKK Semarang sebagai Key informan. Variabel penelitian yaitu jenis dan ruang penelitian, obyek penelitian, lokasi dan waktu penelitian. Hasil Melakukan monitoring dan evaluasi yang sudah dilakukan oleh kota semarang adalah dengan membentuk kegiatan kelas ibu hamil di tiap-tiap puskesmas di kota Semarang. Perbedaan 1) Variabel Penelitian sebelumnya menggunakan satu Variabel jenis dan ruang penelitian, obyek penelitian, lokasi dan waktu penelitian. Penelitian sekarang menggunakan 2 variabel yaituVariabel Independent: dukungan keluarga dan pekerjaan. Variabel dependent : partisipasi ibu hamil. 2) Metode penelitian: Penelitian sebelumnya menggunakan metode deskriptif. Penelitian sekarang menggunakan metode analitik kuantitatif, cross sectional. 3) Subjek penelitian: Penelitian sebelum purposive sampling dan DKK Semarang sebagai Key informan. Penelitian sekarang Menggunakan purposive sampling dan data di puskesmas.

Siti Nur Faridah (2011)

Tingkat Pengetahua n Ibu Hamil tentang Kelas Ibu Hamil di Desa Kedung betik Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang

Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan metode sampling berupa total sampling dengan jumlah 34 orang. Variabel tunggal tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kelas ibuhamil

3.

Dyah Purwari ni (2012)

Pengaruh kelas Ibu Hamil Terhadap Pengetahua n dan Sikap Ibu dalam kehamilan dan Persalinan di Wilayah Puskesmas Gurah Kabupaten Kediri.

Metode yang digunakan adalah analitik korelasi. Pendekatan cross sectional. Sampel 40 ibu hamil. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk penetahuan dan angket untuk sikap. Tes validitas dan realibilitas sebelum digunakan. Variabel bebas adalah kelas ibu hamil. Variabel terikat adalah pengetahuan maupun sikap kehamilan dan persalinan.

Tingkat pengetahuan 1) Variabel ibu hamil tentang Penelitian sebelum kelas hamil adalah menggunakan 1 Variabel tinggi 14 yaitu tingkat pengetahuan responden/41% ; ibu hamil tentang kelas ibu yang berpengetahuan hamil. cukup sebanyak 12 Penelitian sekarang responden atau menggunakan 2 Variabel 35%dan yaitu independent dukungan berpengetahuan keluarga dan pekerjaan. kurang sebanyak 8 Variabel dependent responden atau 24%. partisipasi ibu hamil di kelas ibu hamil. 2) Metode penelitian Penelitian sebelum menggunakan deskriptive. Penelitian sekangan analitik kuantitatif. 3) Subyek penelitian : Penelitian Sebelumnya purposive sampling. Penelitian sekarang purposive sampling. Terdapat peningkatan 1) Variabel yang secara statistic Penelitian sebelum 2 signifikan tentang variabel yaitu Independent sikap persalinan kelas ibu hamil. Variabel (p<0,001) dan Dependent pengetahuan ibu. kehamilan (p<0,001), Penelitian sekarang penngetahuan menggunakan 2 Variabel persalinan (p<0,001) Independent dukungan dan kehamilan keluarga dan pekerjaan. (p<0,001), dari Variabel dependentnya keadaan sebelum dan partisipasi ibu hamil. sesudah mengikuti 2) Metode penelitian kelas ibu hamil. Penelitian sebelum analitik Pemberian intervensi korelasi, pendekatan berupa kelas ibu hamil crosssectinal. Penelitian mampu meningkatkan sekarang analitik korelasi. sikap persalinan dan 3) Subyek Penelitian kehamilan, Penelitian sebelum 40 ibu pengetahuan hamil. Penelitian sekarang persalinan dan purposive sampling. kehamilan pada ibu hamil.