Anda di halaman 1dari 5

BAB V PENUTUP Berdasarkan uraian pembahasan dari skripsi yang telah dikemukakan, maka daapt diambil beberapa kesimpulan

dan saran.

A. Kesimpulan 1. Dalam Hukum

Islam

menjelaskan

bermacam-macam

sebab

yang

memungkinkan perceraian itu dilakukan. Akan tetapi al-Quran tidak memberikan rincian samapai yang sedetail-detailnya. Adapun asas perceraian yang diuraikan dalam al-Quran besar kecilnya mencakup segala macam sebab, yakni keputusan suami istri untuk memutuskan ikatan perkawinan, karena mereka tidak sanggup lagi untuk hidup sebagai suami istri. Ada hal lain yang biasanya perceraian biasanya terjadi disebabkan dua hal, menurut Hukum Islam. Seperti istri atau suami mandul dan tidak terdapat kerukunan dalam rumah tangga Sedangkan menurut hukum Positif dalam hal ini UU Perkawinan No.1/1974, KHI serta PP No.9/1975 mengatur alasan-alasan dibolehkannnya melakukan perceraian karena tiga sebab yaitu; (a) Kematian, (b) Perceraian dan (c) Keputusan Pengadilan

88

89

2. Pada dasarnya baik menurut Hukum Islam atau Hukum Positif kita menjelaskan bahwa poligami tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan perceraian. Akan tetapi praktik dari poligami itu sendiri yang dapat mengakibatkan hancurnya prinsip pernikahan yaitu terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah dan hubungan antara suami istri serta anggota keluarga lainnya tidak tercipta muasyarah bil maruf. Adapun hal-hal buruk dari praktik poligami yang dilakukan oleh para suami seperti menikah lagi dengan wanita lain tanpa izin dan seperngatahuan istri pertama. Ia melakukan pernikahan yang keduanya dengan menikha sirri atau dibawah tangan bahkan ada yang sampai memasulkan dokumen identitasa diri demi untuk pernikahan keduanya dicatat di KUA tempat menikah. Dengan demikian suami tersebut akan berbohong terus menerus kepada istri dan anaknya. Dengan begitu suatu hubungan jika sudah tidak ada komunikasi yang baik akan memperngaruhi segalanya. Hal inilah yang memicu sering terjadi perselisihan dan percekcokan yang tak akan berujung. Selain itu juga Beban tanggung jawab suami menjadi ganda baik secara materi kasih saying dan sebagainya. Dimana dalam hal ini suami harus bisa berlaku adil kepada semua istri dan anaknya. Ketika keadilan tidak tercipta maka akan ada pihak yang dizalimi. Dengan begitu ketika istri pertama mengetahui bahwa suaminya telah menikah

dengan wanita lain. Maka ia gugat cerai kepada suaminya.

90

Memang poligami merupakan faktor utama alasan untuk istri gugat cerai kepada suaminya. Walaupun alasan gugatan cerai tidak hanya suami sudah menikah lagi dengan wanita lain (berpoligami) akan tetapi para istri pasti merasakan dampak negatif dari poligami, seperti adanya permusuhan dan sudah tidak diperdulikan lagi oleh suaminya. Bahkan yang lebih rentan adalah ketidakadilan pemberian kasih sayang. Ada beberapa alasan bagi istri yang tetap mempertahankan perkawinannya walaupun sebenarnya ia dimadu adalah salah satunya ketergantungan ekonomi, demi untuk kebutuuhan anak-anaknya yang tetap harus tumbuh besar dengan membutuhkan kasih sayang seorang Ayah dan streotip masyarakat terhadap wanita yang bercerai dari suaminya. Sedangkan bagi istri yang ketika tahu ia bahwa suaminya telah menikah lagi lalu ia langsung mengajukan gugat cerai ke Pengadilan. Hal ini para istri takut atau khawatir akan dharar dari praktik poligami. Sebagaimana telah dijelaskan oleh penulis pada pembahasan sebelumnya 3. Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif mengenai perceraian yang disebabkan oleh suami berpoligami adalah tepat. Karena Penggugagt telah membuktikan gugatannya dengan adanya dalil yang sama antara pengugat dengan para saksi yang diajukan kepada Hakim. Dengan begitu dalam hukum Positif Majelis hakim harus mengabulkan gugatan Penggugat setelah proses perdamian tidak diperoleh sebagaimana yang telah dilakukan oleh masingmasing keluarga dan Majelis Hakim.

91

Selain itu juga, hukum Islam melihat bahwa Putusan Hakim PA Jakarta Barat sudah tepat karena melihat dari para istri yang didzalimi oleh suaminya atas praktik poligami yang tidak mematuhi aturan poligami yang disyartkan oleh Islam. Hannya saja para istri tidak memasukkan kedalam gugatannya untuk membatalkan perkawinan suaminya yang kedua. Sehingga Hakim PA Jakarta Baratpun tidak menyelidiki perkara ini lebih jauh seperti seharusnya Hakim dapat membatalakan perkawinan yang tidak tercatat dalam KUA

B. Saran 1. Diharapkan kepada para laki-laki yang ingin berpoligami agar benar-benar memenuhi persyaratan yang diautur oleh Hukum Islam dan Hukum Positif. Jika tidak memenuhi persyaratan yang diatur oleh kedua hokum tersebut, diharapkan dapat menahan diri dengan banyak beribadah dan berpuasa. 2. Jika laki-laki ingin benar-benar melakukan poligami daripada berzina, maka anda harus benar-benar dapat berlaku adil di antara istri-istri dan anak-anak anda. 3. Bagi Istri yang dimadu, berpikirlah bahwa apa yang anda alami anggap itu sebagai lading amal anda seperti bersabar, berlapang dada dan berpikir positif. Dan yang lebih harus anda syukuri bahwa suami anda adalah bertanggung jawab yaitu berani menikah lagi dengan wanita lain daripada suami anda berzina terus-menerus.

92

4. Ketika anda dimadu oleh suami anda berusahalah untuk mencari penghasilan sendiri agar anda tidak bergantung kepada suami anda.