Anda di halaman 1dari 7

DAMPAK EKONOMI TANAMAN PANGAN TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB), EKSPOR DAN NILAI TUKAR, DI INDONESIA PADA

TAHUN 2001 - 2010

DOSEN PENGAMPU: Dr. Ir. Hirawan Hamidi M.Si

Eko Supriastuti Herlina Ayuningsih Reza Widyananto Rina Susanti Ruspono Yuhanna Maurits

I2C012003 I2C012006 I2C012028 I2C012029 I2C012030 I2C012032

LATAR BELAKANG
Pertanian merupakan sektor terpenting dalam suatu pembangunan Negara Pembangunan pertanian tanaman pangan dapat memacu laju pertumbuhan dan pemerataan pembangunan ekonomi Pangan adalah kebutuhan yang mendasar dari suatu bangsa. Terdapat contoh negara dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan Dampak ekonomi tanaman pangan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia dalam sektor Produksi Domestik Bruto (PDB), nilai ekspor serta nilai tukar mata uang Indonesia

Latar Belakang
Impor pangan yang meningkat ini, akan memperlemah ekonomi bangsa Indonesia karena devisa yang diperoleh dibelanjakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif yang sebenarnya dapat diproduksi sendiri. Begitu pula cuaca ekstrem membuat krisis pangan semakin parah. Dengan adanya keputusan impor beras oleh pemerintah seiring harga pangan dunia yang naik maka akan mengancam ketahanan pangan sehingga terjadinya krisis pangan di Indonesia pada masa mendatang.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Dari Tahun ke tahun nilai PDB dari sektor pertanian tanaman pangan terus meningkat.
Tabel 1. Nilai PDB Sektor Pertanian tahun 2000-2010

Pada tahun 2009 nilai ekspor tanaman pangan mengalami penurunan. Fluktuasi sejalan dengan perkembangan luas panen yang cenderung menurun. Penurunan ini terjadi akibat bergesernya kegiatan petani dari tanaman bahan makanan ke tanaman perkebunan.
Tabel 2. Data Kondisi PDB, Ekspor dan Nilai Tukar Tahun 2001 2010

Nilai Tukar Petani tahun 2007 melemah dibandingkan dengan 2008. Hak ini disebabkan pada tahun 2008 terjadi krisis ekonomi global sehingga nilai tukar melemah dibandingkan tahun 2007

KESIMPULAN
Laju pertumbuhan produksi pangan nasional dalam dasa warsa terakhir rata-rata cenderung terus menurun sedangkan laju pertumbuhan jumlah penduduk terus meningkat yang berarti semakin meningkat ketergantungan pangan nasional pada impor merupakan bahaya laten bagi kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Produksi pangan yang terus menurun lebih disebabkan karena: produktivitas hasil budidaya petani rata-rata masih rendah dan perluasan areal lahan pertanian stagnan serta lahan yang ada cenderung menurun kualitasnya