Anda di halaman 1dari 2

IMPLIKASI PRAKTIS Penelitian ini memaparkan bahwa perawat dengan beban kerja tinggi dan banyaknya jumlah jam

perawatan akan mempengaruhi tingkat respek yang lebih rendah pada pasien. Oleh karena itu sebaiknya pihak menajemen rumah sakit menghindari beban kerja maupun jumlah jam kerja perawat yang terlalu tinggi. Jam kerja perawat dapat diminimalisir dengan cara menggunakan peralatan canggih seperti PDA (Personal Digital Assistants) yang dapat menurunkan jam kerja perawat dalam pendokumentasian. Implementasi dari Electronic Health Record di Rumah Sakit juga dapat mempengaruhi kualitas pelayanan pasien. Beban kerja diasumsikan memiliki efek yang berkebalikan dengan tekanan jam kerja. Beberapa literatur juga telah menguatkan adanya hubungan yang berkebalikan antara beban kerja dan banyaknya jam kerja. Beban kerja perawat dapat diturunkan dengan meningktkan jumlah staff di Rumah Sakit, dan hal ini kemudian juga diasumsikan dengan penurunan tekanan jam kerja pula. Penelitian ini memaparkan bahwa banyaknya jam kerja manupun beban kerja perawat dapat secara signifikan mempengaruhi kualitas pelayanan pasien khususnya dalam keselamatan pasien. Dengan demikian, pengurangan beban kerja perawat menjadi salah satu hal yang dapat diterima untuk meningkatkan keselamatan pasien. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan beban kerja perawat, salah satunya dengan meningkatkan kolaborasi dan kerjasama antara dokter dan perawat maupun melibatkan perawat dalam penjadwalan shift. Penelitian ini memaparkan dengan berkurangnya tekanan jam kerja perawat, keselamatan pasien pun akan meningkat. KETERBATASAN PENELITIAN Sampel yang digunakan pada penelitian ini berasal dari dua pusat pelayanan kesehatan yang memiliki peralatan dan teknologi yang canggih. Oleh karena itu, temuan dalam penelitian ini tidak selalu dapat diterapkan di berbagai level Rumah Sakit (Rumah sakit dengan teknologi dan peralatan terbatas). Penelitian ini dilakukan di Taiwan yang sebagian besar penduduknya memiliki kebudayaan cina. Individu dari etnis ini cenderung dapat beradaptasi baik dan menerima adanya beban kerja maupun jam kerja yang tinggi. Staf manajemen Rumah Sakit sebaiknya dapat

mempertimbangkan hal tersebut sebelum mengimplementasikannya di Rumah Sakit. Oleh

karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mereplikasi temuan penelitian ini dengan mempertimbangkan budaya maupun etnis setempat. Walaupun jam kerja memiliki hubungan yang lemah dengan beban kerja perawat, tidak dapat dikesampingkan pula bahwa beban kerja tinggi merupakan akibat dari banyaknya jam kerja pada perawat. KESIMPULAN Penelitian ini mengidentifikasi hubungan antara jam kerja dan beban kerja perawat dengan keselamatan pasien. Secara khusus, banyaknya jam kerja serta beban kerja perawat yang tinggi dikaitkan dengan menurunnya keselamatan pasien. Hasil penelitian ini memberikan temuan bahwa meningkatnya keselamatan pasien juga dipengaruhi oleh kebijakan dan manajemen yang berlaku dalam suatu Rumah Sakit.