Anda di halaman 1dari 16

1.

Nilai ekspektasi dari suatu operator


A
dinyatakan dengan
( ) ( ) r r r d A A

Nilai setiap variable yang dapat diukur dalam fisika seperti


energi harus merupakan bilangan real, jadi

A A , atau
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) r r r r r r d A d A


Operator
A
yang memenuhi kondisi tersebut dinamakan
Hermitian. Dan kita juga dapat menunjukan bahwa untuk
operator yang Hermitian
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( )

A A
d A d A


2 1 2 1
r r r r r r
b A dan a A Dimana,

( ) 0 a - b
a b


karena a b , maka 0

yaitu
ortogonal dan
. Terbukti
2. Operator uniter adalah jika adjoint dari suatu operator sama
dengan invers dari operator tersebut, maka operator tersebut
dinamakan operator uniter
I
U U
+


Salah satu sifat dari operator uniter adalah tidak merubah
harga produk scalar.
Bukti :Pindah scalar antara fungsi dan ( ) ,
Bila pada masing masing fungsi tersebut dioperasikan
operator uniter, maka
( ) ( )
( ) ( )
( )


,

,

,


,

,

+
+

maka 1, A A A A invers operator Sifat U U U U
U U bahwa tadi atas di persamaan dari
U U U U
I - I - I
I -
Terbukti
3.
[ ]
1 n n
x
P ni P , x

[ ] [ ]
[ ] [ ]
1 n-
x
1 n-
x x
1 n-
x x
n
x
P P , x P , x P
P P , x P , x


[ ] ( ) ( ) ( )
( ) ( )
( ) ( ) ( )
[ ] ( ) ( ) x
x i
x P , x
x
x i
x
x i
x x
x i
x
x x
x i
x
x i
x
x x P - x P x x P , x

[ ] i P , x

[ ] [ ]
[ ]
[ ] [ ] ( )
[ ] ( )
[ ]
[ ]
1 n-
x
2 n-
x
2
x
1 n-
x
1 n-
x
2 n-
x
2
x
1 n-
x
2 n-
x
2 n-
x x x
1 n-
x
2 n-
x x
2 n-
x x x
1 n-
x
2 n-
x x x
1 n-
x
1 n-
x x
n
x
P 2i P , x P
P i P i P , x P
P i P i P , x P P
P i P P , x P , x P P
P i P P , x P
P i P , x P P , x

+
+ +
+ +
+ +
+
+
[ ] [ ]
[ ]
[ ] [ ] ( )
[ ] ( )
[ ]
[ ]
1 n-
x
3 n-
x
3
x
1 n-
x
1 n-
x
3 n-
x
3
x
1 n-
x
3 n-
x
3 n-
x x
2
x
1 n-
x
3 n-
x x
3 n-
x x
2
x
1 n-
x
3 n-
x x
2
x
1 n-
x
2 n-
x
2
x
n
x
P 3i P , x P
P 2i P i P , x P
P 2i P i P , x P P
P 2i P P , x P , x P P
P 2i P P , x P
P 2i P , x P P , x

+
+ +
+ +
+ +
+
+
[ ] [ ]
[ ] [ ] ( )
[ ] ( )
[ ]
[ ]
1 n-
x
4 n-
x
4
x
1 n-
x
1 n-
x
4 n-
x
4
x
1 n-
x
3 n-
x
3 n-
x x
3
x
1 n-
x
3 n-
x x
3 n-
x x
3
x
1 n-
x
3 n-
x
3
x
n
x
P 4i P , x P
P 3i P i P , x P
P 3i P i P , x P P
P 3i P P , x P , x P P
P 3i P , x P P , x

+
+ +
+ +
+ +
+





[ ] [ ]
[ ] ( )
( )
( )
( )
1 n-
x
n
x
1 n-
x
1 n-
x
n
x
1 n-
x
0
x
0
x
n
x
1 n-
x
0
x
n
x
1 n-
x
n n-
x
n
x
n
x
P ni 0 P
P ni P i x x P
P ni x P P x P
P ni P , x P
P ni P , x P P , x



+
+ +
+
+
+

1 n-
x
n
x
P ni P , x


1
]
1

Terbukti
4. Perubahan terhadap waktu dari fungsi gelombang ditentukan
oleh persamaan Schrodinger
( )
( )
U
2m
H
t , r H
t
t , r
i
2
2
+

2
= Operator Laplace
untuk system koordinat kartesian
2
2
2
2
2
2
2
z y x


persamaan Schrodinger dalam koordinat kartesian
( )
( ) ( ) t , r U t , r
z y x 2m t
t , r
i
2
2
2
2
2
2 2

,
_


disebut persamaan Schrodinger bergantung waktu untuk 3
dimensi.
Untuk satu dimensi (misalnya bergerak pada sumbu x)
( )
( ) ( ) t x, U t x,
x 2m t
t x,
i
2
2 2
+

Sebagian besar system, energi potensialnya tidak bergantung


waktu atau energi potensialnya hanya bergantung pada posisi
saja. Contoh potensial gravitasi, potensial Coulomb,
potensial pegas. Untuk system seperti ini, maka fungsi
gelombangnya:
( )
( )
( )
( ) saja posisi bergantung hanya yang gelombang Fungsi Ae r
e r
Ae t , r
P
i
Et
i
-
r P - Et
i
-


( )
( )
( ) ( )
( ) ( ) r H r E
e r H e r E
i
- i
e r H
t
e r
i
Et
i
- Et
i
-
Et
i
-
Et
i
-



,
_

disbut persamaan Schrodinger tidak bergantung waktu


( ) ( ) ( ) z y, x, E z y, x, U z y, x,
z y x 2m
2
2
2
2
2
2 2
+

,
_

Untuk satu dimensi (misalnya bergerak pada sumbu x)


( ) ( ) ( ) x E x U x
x 2m
2
2 2
+

Untuk koordinat speris


( ) ( )


, r, E , r, V
Sin r
1

Sin
Sin r
1
r r
2
r 2m
2
2
2 2 2 2
2 2
+
1
]
1

+
,
_


5.
Energi harus kekal. Kekekalan energi adalah salah satu
dasar yang diharapkan tetap sesuai. Sehingga
K + V = E
Dima K, V, dan E adalah energi kinetic, potensial dan
energi total.
Seluruh persamaan diferensial, harus sesuai dengan
hipotesis de Broglie
Fungsi gelombang harus memenuhi kondisi matematis
tertentu yaitu bahwa fungsi gelombang itu harus memiliki
singled value dan continous. Kondisi lainnya fungsi
gelombang tersebut harus fiite dan turunan pertamanya
kontinu
6. Untuk E < V
1
Persamaan Schrodinger sebagai berikut:
( )
( ) ( ) x E x V(x)
dx
x d
2m
2
2 2
+

.
Untuk daerah 1; x < 0
V(x) = V
1
Sehingga persamaan Schrodingernya menjadi,
( )
( ) x E V
dx
x d
2m
1 1
2
1
2 2
+

karena V
1
> E, maka
( )
( ) ( ) x E - V
2m
dx
x d
1 1
2 2
1
2

misal; ( ) E - V
2m
k
1
2
2
1

, maka
( )
( ) x k
dx
x d
1
2
1
2
1
2

Solusi persamaan di atas adalah


( )
x -k x k
1
1 1
Be Ae x +
Fungsi gelombang dalam mekanika kuantum harus memenuhi
persyaratan fungsi berkelakuan baik atau well-behaved function
yaitu
a. Finite
b. Memiliki turunan pertama kontinu atau
( ) 0 t , r lim
r

t

Untuk memenuhi persyaratan fungsi berkelakuan baik, maka


solusi persamaan di atas harus diuji terlebih dahulu,
( ) 0 Be Ae lim
x -k x k
x
1 1
+

V
1
V
2
x
0 a
E
V(x) =
V
1
; x < 0
0 ; 0 < x < a
V
2
; x > a
I II III
0 B. A.0 +
persamaan di atas akan memenuhi persyaratan fungsi berkelakuan
baik jika harga B bernilai nol. Sehinga solusi persamaan untuk
daerah 1 menjadi,
( )
x k
1
1
Ae x
Untuk daerah 2, 0 < x < a
V(x) = 0
Sehingga persamaan Schrodingernya menjadi,
( )
( ) x E
dx
x d
2m
2
2
2
2 2

( )
( ) x E
2m
dx
x d
2
2 2
2
2

misal; E
2m
k
2
2
2

, maka
( )
( ) x k
dx
x d
2
2
2
2
2
2

Solusi persamaan di atas adalah


( )
x -ik x ik
2
2 2
De Ce x +
Untuk daerah 3; x > a
V(x) = V
2
Sehingga persamaan Schrodingernya menjadi,
( )
( ) ( ) x E x V
dx
x d
2m
3 3 2
2
3
2 2
+

karena V
2
> E, maka
( )
( ) ( ) x E - V
2m
dx
x d
3 2
2 2
3
2

misal; ( ) E - V
2m
k
2
2
2
3

, maka
( )
( ) x k
dx
x d
3
2
3
2
3
2

Solusi persamaan di atas adalah


( )
x -k x k
3
3 3
Ge Fe x +
Untuk memenuhi persyaratan fungsi berkelakuan baik, maka
solusi persamaan di atas harus diuji terlebih dahulu,
( ) 0 Ge Fe lim
x -k x k
x
3 3
+

0 G.0 F. +
persamaan di atas akan memenuhi persyaratan fungsi berkelakuan
baik jika harga F bernilai nol. Sehinga solusi persamaan untuk
daerah 3 menjadi,
( )
x -k
3
3
Ge x
Jadi persamaan gelombang untuk ketiga daerah tersebut
adalah
Namun persamaan gelombang tersebut belum kontinu, karena
masih terputus di daerah x = 0 dan x = a. Oleh sebab itu, kita
harus menggunakan persamaan kontinuitas
( ) ( )
( ) ( )
0 X
dx
x d
dx
x d
x x
2 1
2 1


x -ik x ik x k
2 2 1
De Ce Ae +

D C A + (1)
( ) ( ) ( )
x ik - x ik x k
2 2 1
De
dx
d
Ce
dx
d
Ae
dx
d
+
D ik C ik A k
2 2 1
(2)
( ) ( )
( ) ( )
a X
dx
x d
dx
x d
x x
3 2
3 2


x -k x -ik x ik
3 2 2
Ge De Ce +
a -k a -ik a ik
3 2 2
Ge De Ce +
(3)
(x) =
; x < 0
; 0< x < a
; x > a
( ) ( ) ( )
x k - x ik - x ik
3 2 2
Ge
dx
d
De
dx
d
Ce
dx
d
+
a -k
3
a -ik
2
a ik
2
3 2 2
Ge k - De ik Ce ik ....(4)
Substitusikan persamaan (1) ke dalam persamaan (2)
A = C + D
C = A D
( )
( ) D 2ik ik k A
D ik D - A -ik A k
D ik C ik A k
2 2 1
2 2 1
2 2 1



( )
A
2ik
k ik
D
2
1 2

(5)
C = A D
( )
A
2ik
k ik
- A C
2
1 2

A
2ik
k ik
C
2
1 2
+

(6)
dari persamaan (3) dan (4)
+

+
1
ik
x
Ge k - De ik Ce ik
Ge - De Ce
2
a k -
3
a ik -
2
a ik
2
a -k a -ik a ik
3 2 2
3 2 2
( )
L -k
3 2
L ik
2
3 2
Ge k - ik Ce 2ik
dari persamaan (6)
( )
( ) ( )
a k -
3 2
a ik
1 2
a k -
3 2
a ik
2
1 2
2
3 2
3 2
Ge k - ik e k ik
Ge k - ik e
2ik
k ik
2ik
+

,
_

+
( )
( )
( ) a k ik
3 2
1 2 3 2
Ae
k - ik
k ik
G
+
+

(7)
jadi persamaan gelombang untuk tiga daerah tersebut
adalah
Rapat Probabilitas Partikel Untuk daerah 1; x < 0
( ) ( ) ( ) x x x
1
*
1 1

( ) ( )
x
1
k x
1
k
1
Ae Ae x

( )
x
1
2k
1
Ae A x

Rapat Probabilitas Partikel Untuk daerah 2;0 < x < a


( ) ( ) ( ) x x x
2
*
2 2

( )
( ) ( )
( )
( ) ( )

,
_

,
_

,
_

+
+

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

ik2x -
2
1 2 ik2x
2
1 2 ik2x
2
1 2 ik2x -
2
1 2
2
ik2x -
2
1 2 ik2x
2
1 2 ik2x -
2
1 2 ik2x
2
1 2
2
Ae
2ik
k ik
Ae
2ik
k ik
Ae
2ik
k ik
Ae
2ik
k ik
x
Ae
2ik
k ik
Ae
2ik
k ik
Ae
2ik
k ik
Ae
2ik
k ik
x
( )
( )
( ) ( ) ( )
1
1
]
1

+
+
1
]
1

,
_

+ +
+
1
1
]
1

,
_


+
1
1
]
1

,
_

,
_



ik2x -
2
1 2 ik2x
2
1 2 ik2x
2
1 2 ik2x
2
1 2
ik2x -
2
1 2 ik2x -
2
1 2 ik2x
2
1 2 ik2x -
2
1 2
2
Ae
2ik
k ik
e A
2ik
k ik
Ae
2ik
k ik
e A
2ik
k ik
Ae
2ik
k ik
e A
2ik
k ik
Ae
2ik
k ik
e A
2ik
k ik
x
*

* *
( )
( )
( ) ( ) x 2k Cos Ae A
2k
ik - k
A A
2k
k k
x
Ae A
2k
ik - k
Ae A
2k
ik - k
A A
2k
k k
x
Ae A
2k
ik k
Ae A
2k
ik k
A A
2k
k k
x
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
1
2
2
2
x 2ik
2
2
2
1
2
2 x 2ik -
2
2
2
1
2
2
2
2
2
1
2
2
2
x 2ik
2
2
1 2 x 2ik -
2
2
1 2
2
2
2
1
2
2
2
2 2
2 2


,
_

+
+

,
_

,
_

+
+

,
_

,
_

+
+
+

Rapat Probabilitas Partikel Untuk daerah 3; x > L


( ) ( ) ( ) x x x
3
*
3 3

(x) =
; x < 0
+ ; 0< x < a
; x > a
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( ) x - a 2k
2
3
2
2
2
1
2
2
3
x k a k ik
3 2
1 2
x k - a k ik -
3 2
1 2
3
x ik a k ik
3 2
1 2
x ik a k ik
3 2
1 2
3
3
3 3 2 3 3 2
3 3 2 3 3 2
Ae A
k k
k k
x
e Ae
k - ik
k ik
e e A
k ik
k ik
x
e Ae
k - ik
k ik
e Ae
k - ik
k ik
x

+ +
+

+
+
+

,
_

,
_

,
_

,
_

7. Untuk V
1
< E < V
2
Persamaan Schrodinger sebagai berikut:
( )
( ) ( ) x E x V(x)
dx
x d
2m
2
2 2
+

.
Untuk daerah 1; x < 0
V(x) = V
1
Sehingga persamaan Schrodingernya menjadi,
( )
( ) x E V
dx
x d
2m
1 1
2
1
2 2
+

karena E > V
1
, maka
( )
( ) ( ) x V - E
2m
dx
x d
1 1
2 2
1
2

misal; ( )
1
2
2
1
V - E
2m
k

, maka
x
0 a
V
1
V
2
x
0 a
E
V(x) =
V
1
; x < 0
0 ; 0 < x < a
V
2
; x > a
I II III
( )
( ) x ik
dx
x d
1
2
1
2
1
2

Solusi persamaan di atas adalah


( )
x -ik x ik
1
1 1
Be Ae x +
Fungsi gelombang dalam mekanika kuantum harus memenuhi
persyaratan fungsi berkelakuan baik atau well-behaved function
yaitu
a. Finite
b. Memiliki turunan pertama kontinu atau
( ) 0 t , r lim
r

t

Untuk memenuhi persyaratan fungsi berkelakuan baik, maka


solusi persamaan di atas harus diuji terlebih dahulu,
( ) 0 Be Ae lim
x -ik x ik
x
1 1
+

0 B. A.0 +
persamaan di atas akan memenuhi persyaratan fungsi berkelakuan
baik jika harga B bernilai nol. Sehinga solusi persamaan untuk
daerah 1 menjadi,
( )
x ik
1
1
Ae x
Untuk daerah 2, 0 < x < a
V(x) = 0
Sehingga persamaan Schrodingernya menjadi,
( )
( ) x E
dx
x d
2m
2
2
2
2 2

( )
( ) x E
2m
dx
x d
2
2 2
2
2

misal; E
2m
k
2
2
2

, maka
( )
( ) x k
dx
x d
2
2
2
2
2
2

Solusi persamaan di atas adalah


( )
x -ik x ik
2
2 2
De Ce x +
Untuk daerah 3; x > a
V(x) = V
2
Sehingga persamaan Schrodingernya menjadi,
( )
( ) ( ) x E x V
dx
x d
2m
3 3 2
2
3
2 2
+

karena V
2
> E, maka
( )
( ) ( ) x E - V
2m
dx
x d
3 2
2 2
3
2

misal; ( ) E - V
2m
k
2
2
2
3

, maka
( )
( ) x k
dx
x d
3
2
3
2
3
2

Solusi persamaan di atas adalah


( )
x -k x k
3
3 3
Ge Fe x +
Untuk memenuhi persyaratan fungsi berkelakuan baik, maka
solusi persamaan di atas harus diuji terlebih dahulu,
( ) 0 Ge Fe lim
x -k x k
x
3 3
+

0 G.0 F. +
persamaan di atas akan memenuhi persyaratan fungsi berkelakuan
baik jika harga F bernilai nol. Sehinga solusi persamaan untuk
daerah 3 menjadi,
( )
x -k
3
3
Ge x
Jadi persamaan gelombang untuk ketiga daerah tersebut
adalah
(x) =
; x < 0
; 0< x < a
; x > a
Namun persamaan gelombang tersebut belum kontinu, karena
masih terputus di daerah x = 0 dan x = a. Oleh sebab itu, kita
harus menggunakan persamaan kontinuitas
( ) ( )
( ) ( )
0 X
dx
x d
dx
x d
x x
2 1
2 1


x -ik x ik x ik
2 2 1
De Ce Ae +

D C A + (1)
( ) ( ) ( )
x ik - x ik x k
2 2 1
De
dx
d
Ce
dx
d
Ae
dx
d
+
D k C k A k
2 2 1
(2)
( ) ( )
( ) ( )
a X
dx
x d
dx
x d
x x
3 2
3 2


x -k x -ik x ik
3 2 2
Ge De Ce +
a -k a -ik a ik
3 2 2
Ge De Ce +
(3)
( ) ( ) ( )
x k - x ik - x ik
3 2 2
Ge
dx
d
De
dx
d
Ce
dx
d
+
a -k
3
a -ik
2
a ik
2
3 2 2
Ge k - De ik Ce ik ....(4)
Substitusikan persamaan (1) ke dalam persamaan (2)
A = C + D
C = A D
( )
( ) D 2k k k A
D k D - A -k A k
D k C k A k
2 2 1
2 2 1
2 2 1



( )
A
2k
k k
D
2
1 2

(5)
C = A D
( )
A
2k
k k
- A C
2
1 2

A
2k
k k
C
2
1 2
+

(6)
dari persamaan (3) dan (4)
+

+
1
ik
x
Ge k - De ik Ce ik
Ge - De Ce
2
a k -
3
a ik -
2
a ik
2
a -k a -ik a ik
3 2 2
3 2 2
( )
L -k
3 2
L ik
2
3 2
Ge k - ik Ce 2ik
dari persamaan (6)
( )
( ) ( )
a k -
3 2
a ik
1 2
a k -
3 2
a ik
2
1 2
2
3 2
3 2
Ge k - ik e k ik
Ge k - ik e
2ik
k ik
2ik
+

,
_

+
( )
( )
( ) a k ik
3 2
1 2 3 2
Ae
k - ik
k ik
G
+
+

(7)
jadi persamaan gelombang untuk tiga daerah tersebut
adalah
Rapat Probabilitas Partikel Untuk daerah 1; x < 0
( ) ( ) ( ) x x x
1
*
1 1

( ) ( )
x
1
ik x
1
ik
1
Ae Ae x

( ) A A x
1

Rapat Probabilitas Partikel Untuk daerah 2;0 < x < a


( ) ( ) ( ) x x x
2
*
2 2

( )
( ) ( )
( )
( ) ( )
( )
( ) ( ) x 2k Cos A A
2k
k k
A A
2k
k k
x
A A
2k
k k
Ae A
4k
k k
Ae A
4k
k k
A A
2k
k k
x
Ae
2k
k k
Ae
2k
k k
e A
2k
k k
e A
2k
k k
x
Ae
2k
k k
Ae
2k
k k
Ae
2k
k k
Ae
2k
k k
x
2
2
2
1
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
1 2 x 2ik
2
2
1
2
2 x 2ik -
2
2
1
2
2
2
2
1 2
2
ik2x -
2
1 2 ik2x
2
1 2 ik2x
2
1 2 ik2x -
2
1 2
2
ik2x -
2
1 2 ik2x
2
1 2 ik2x -
2
1 2 ik2x
2
1 2
2
2 2


,
_


+
+

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

,
_

(x) =
; x < 0
+ ; 0< x < a
; x > a
Rapat Probabilitas Partikel Untuk daerah 3; x > a
( ) ( ) ( ) x x x
3
*
3 3

( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( ) x - a 2k
2
3
2
2
2
1
2
2
3
x k a k ik
3 2
1 2
x k - a k ik -
3 2
1 2
3
x ik a k ik
3 2
1 2
x ik a k ik
3 2
1 2
3
3
3 3 2 3 3 2
3 3 2 3 3 2
Ae A
k k
k k
x
e Ae
k - ik
k ik
e e A
k ik
k ik
x
e Ae
k - ik
k ik
e Ae
k - ik
k ik
x

+ +
+

+
+
+

,
_

,
_

,
_

,
_

x
0 a