Anda di halaman 1dari 9

Bismillahirrahmanirrahim

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan “Perkecambahan Biji Kacang Hijau” ini dapat kami selesaikan. Laporan praktikum “Perkecambahan Biji Kacang Hijau” ini kami kerjakan dalam rangka untuk memenuhi tugas mata pelajaran Biologi Bab I Semester I. Laporan Praktikum ini atau tentang pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau berdasarkan factor eksternalnya. Selain itu juga menerangkan tentang kecepatan pertumbuhan kacang hijau.

Dengan demikian, para pembaca pada umumnya dan kami pada khususnya dapat memperoleh keterangan tentang pengaruh factor eksternal terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu pengampu mata pelajaran biologi yang telah memberikan dorongan dan dukungan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. Semoga apa yang telah kami kerjakan dapat bermanfaat bagi kami khususnya serta pembaca umumnya, dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan usaha baik bagi kita semua.

Jakarta, 14 Agustus 2013 Penyusun

A. Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada setiap makhluk hidup. Dalam kehidupan organisme, baik hewan maupun tumbuhan mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif, dan diukur dengan menggunakan busur pertumbuhan atau sering disebut auksanometer. Sedangkan perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dapat dilihat dari perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan merupakan hasil interaksi kompleks dua faktor. Faktor tersebut dibedakan menjadi internal dan eksternal.

Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan antara lain : air, cahaya, suhu, kelembaban dan oksigen

Dikarenakan terkadang oleh rasa keingin-tahuan penulis tentang faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, maka penulis memilih faktor eksternal dan memilih tumbuhan kacang hijau sebagai bahan pengamatan.

Faktor eksternal merupakan salah satu faktor yang ada di sekeliling tumbuhan. Apabila ada kekurangan dari salah satu faktor tersebut, maka akan mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Penjelasan selanjutnya akan dibahas pada bab berikutnya.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, terdapat beberapa pokok masalah antara lain :

Apakah terdapat perbedaan antara kecepatan tumbuh kecambah di tempat dan kondisi yang berbeda? Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman? Apakah akibatnya jika kecambah ditaruh di tenpat yang gelap? Apakah tanaman dapat tumbuh di tempat yang tidak terkena air?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang berhak dicapai dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :

Untuk membandingkan kecepatan tumbuh tanaman di tempat yang berbeda intensitas cahayanya. Untuk mengetahui perbedaan tumbuhan di tempat gelap dan terang. Untuk mengetahui tata letak tumbuhan yang baik antara ditempat gelap dan terang. Untuk mengetahui pertumbuhan tanaman di tempat yang tidak mengandung air.

BAB II

METODE PENELITIAN

A.

Rancangan Percobaan

Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, observasi dengan menghitung tinggi tanaman tersebut setiap hari.

B.

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2013 di laboratorium rumah Arina Muniroh di jalan Rawapapan Rt14/06

C.

Alat dan Bahan

1) 25 biji kacang hijau

2)

5 plastik

3)

5 Aqua gelas

4) Kapas 5) Air 6) Penggaris 7) Pena 8) Jarum 9) Lemari 10) Kulkas 11)5 karet gelang

D.

Pelaksanaan Peneletian

1) Susunlah 5 tabung Aqua seperti gambar terlampir. Letakkan 5 biji kacang hijau yang telah direndam selama 5 menit pada setiap tabung Aqua yg telah tersedia.

2) Masukkanlah tabung A, D dan E di tempat hangat di laboratorium yang terkena cahaya matahari.

3) Masukkanlah tabung B di kulkas. 4) Masukkan tabung C di tempat yang hangat di lemari yang gelap.

5) Masukkan data percobaan ke dalam tabel yang menunjukkan kondisi biji di dalam setiap tabung.

6) Lakukan pengamatan harian mengenai pertumbuhan biji setiap hari. 7) Catat semua kejadian pertumbuhan biji di setiap tabung pada tabel. 8) Buatlah : Â Â – Kurva pertumbuhan

                                   pertumbuhan tiap periode

– Kurva

                                   pertumbuhan relatif

– Kurva

BAB III

PENGELOLAAN DAN ANALISIS DATA

Proses pertumbuahn pada tumbuhan dikendalikan secara genetis dan dipengaruhi oleh hormon serta faktor lingkungan seperti nutrien, cahaya, suhu, air, oksigen dan kelembaban.

Disini kita akan memperlihatkan data hubungan antara waktu pengamatan dengan pertumbuhan panjang, pertumbuhan tiap periode 1 hari dan pertumbuhan relatifnya.

Tabel dan kurva pertumbuhan kacang hijau :

Tabel Pengamatan

BAB III PENGELOLAAN DAN ANALISIS DATA Proses pertumbuahn pada tumbuhan dikendalikan secara genetis dan dipengaruhi oleh

Tabel I (Tinggi Tumbuhan)

Kurva I (sebagaimana terlampir) Tabel II (Pertumbuhan tiap periode 1 hari) Kurva IIÂ (sebagaimana terlampir) Tabel

Kurva I (sebagaimana terlampir)

Tabel II (Pertumbuhan tiap periode 1 hari)

Kurva I (sebagaimana terlampir) Tabel II (Pertumbuhan tiap periode 1 hari) Kurva IIÂ (sebagaimana terlampir) Tabel

Kurva IIÂ (sebagaimana terlampir)

Tabel III (Pertumbuhan Relatif (%))

Kurva III (sebagaimana terlampir) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil data yang kita peroleh,

Kurva III (sebagaimana terlampir)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil data yang kita peroleh, kita dapat perbedaan data pertumbuhan kecambah yakni pada tabung A, B, C, D dan E pada tempat dan kondisi yang berbeda.

Pada tabung A :Tumbuhan yang berlangsung di tempat terang, dengan kondisi yang lembab dan mendapatkan suhu dan oksigen yang baik. Sehingga tumbuhan ini dapat tumbuh dengan normal. Dan karena pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman menjadikan tumbuhan tumbuh lambat, daunnya tampak lebih lebat dari batangnya juga tampak lebih kuat, karena tumbuhan ini mengalami penguraian hormon auksin yang akn menghambat jalannya pertumbuhan.

Pada tabung B : Tumbuhan yang berlangsung pada suhu kurang dari 0o C, sehingga tumbuhan tidak mengalami pertumbuhan taua tumbuh tidak normal karena suhu yang paling baik intuk pertumbuhan yaitu 15o C hingga 30o C.

Pada tabung C : Tumbuhan yang berlangsung di tempat gelap dengan kondisi yang lembab dan mendapatkan suhu dan oksigen yang cukup, sehingga timbul gejala etiolasi atau pertumbuhan yang cepat di tempat yang gelap. Akibatnya jika tumbuhan jika diletakkan di tempat yang gelap akan menjadikan tumbuhan tumbuh

lebih cepat tetapi lemah, dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat tidak hijau, karena tidak mengalami penguraian auksin.

Pada tabung D : Tumbuhan yang berlangsung di tempat yang terang, dengan kondisi yang lembab, suhu yang cukup tetapi kurang mendapat oksigen, sehingga timbul uap air di sekitar tumbuhan, tetapi tumbuhan dapat tumbuh dengan baik.

Pada tabung E : Tumbuhan yang berlangsung di tempat yang terang, suhu dan oksigen yang cukup tetapi kondisi kelembaban yang kering sehingga tumbuhan tidak mengalami pertumbuhan, karena kondisi lembab mendukung aktivitas pemanjangan sel, sewhingga sel-sel tidak dapat mencapai ukuran maksimum dan tumbuh dengan tidak normal.

BAB V

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal dapat mempengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Jika tumbuhan tumbuh memenuhi syarat, maka tumbuhan akan tumbuh dengan baik dan sebaliknya.