Anda di halaman 1dari 7

SARAF OTONOM

KELOMPOK V ISTI QAMA DEWI ISTA DEWI ARTI KARTIKA JEN KIFLI

DEFINISI

Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.

Sistem Saraf Otonom Terbagi Menjadi dua


1.

SISTEM SARAF SIMPATIS


Sistem saraf simpatis juga dikenal sebagai sistem adrenergik karena dulu diperkirakan bahwa adrenalin merupakan neurotransmitter yang mempersarafi otototot polos. Kini neurotransmitter tersebut dikenal sebagai repinefrin.Obat-obat yang menyerupai efek dari norepinefrin disebut sebagai obat-obat adrenergik, atau simpatomimetik. Obat-obat itu juga dikenal dengan nama agonis adrenergik karena memulai respons pada tempat reseptor adrenergik. Obat-obat yang menghambat efek norepinefrin disebut sebagai penghambat adrenergik, atau simpatolitik. Obat-obat ini dikenal juga dengan nama antagonis adrenergik karena mencegah respons pada tempat reseptor.

Fungsi saraf simpatis : - Mensarafi otot jantung - Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar - Mempersarafi semua alat dalam seperti lambung, pancreas dan usus - Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat - Serabut motorik pada otot tak sadar dalam kulit - Mempertahankan tonus semua otot sadar

2. Sistem saraf parasimpatis juga dikenal sebagai sistem kolinergik karena neurotransmitter yang terdapat pada ujung neuron yang mempersarafi otot adalah asetilkolin. Obat-obat yang menyerupai asetilklin disebut sebagai obat-obat kolinergik, atau parasimpatomik.Obat-obat itu juga dikenal dengan nama agonis kolinergik karena memulai respons kolinergik, sebaliknya, obat-obat yang menghambat efek asetilkolin disebut sebagai antikolinergik, atau parasimpatolitik.Obat-obat ini juga dikenal dengan nama antagonis kolinergik karena menghambat efek asetilkolin pada organ.

Fungsi saraf parasimpatis : - Merangsang sekresi kelenjar air mata, kelenjar sublingualissubmandibularis dan kelenjarkelenjar dalam mukosa rongga hidung - Mensarafi kelenjar air mata dan mukosa rongga hidung - Menpersarafi kelenjar ludah - Mempersarafi parotis - Mempersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung, paru-paru, GIT, ginjal, pancreas, lien, hepar dan kelenjar suprarenalis - Mempersarafi kolon desendens, sigmoid, rectum, vesika urinaria dan alat kelamin - Miksi dan defekasi

TERIMA KASIH