Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh ( suhu rektal di atas 380C ) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.1 Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Sebanyak 25% anak-anak yang berumur kurang dari 5 tahun pernah mengalami kejang pada waktu demam. Terjadinya bangkitan kejang pada bayi dan anak bersamaan dengan kenaikan suhu badan yang tinggi dan cepat yang disebabkan oleh infeksi di luar susunan saraf pusat, misalnya tonsilofaringitis akut/kronik, otitis media akut, bronkhitis dan lainlain.2,3,4 Tonsilofaringitis adalah infeksi yang terutama disebabkan oleh bakteri dan virus dan yang ikut dalam makanan, minuman atau udara pernafasan. Paling sering disebabkan oleh Streptococcus beta hemolyticus. Dapat juga disebabkan Streptococcus pyogenes, Streptococcus viridans maupun virus.5,6 Penyakit ini banyak menyerang anak-anak dikarenakan daya tahan tubuhnya belum kuat. Gejalanya berupa nyeri tenggorokan berulang atau menetap dan obstruksi pada penelanan atau pernafasan. Tanda yang bisa didapatkan berupa tonsil membesar dan hiperemi, faring hiperemi dan terdapat vaskuler injeksi, terkadang faring diliputi oleh eksudat. Otitis media bisa merupakan komplikasi dari peradangan daerah tenggorok ini. Demam pada penderita tonsilofaringitis sendiri bisa menyebabkan kejang demam pada anak yang ambang kejangnya terlampaui.5,6 Anemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan keadaan kadar hemoglobin, hematokrit dan eritokrit kurang dari normal, sesuai umur dan jenis kelamin. Anemia yang paling banyak dijumpai adalah anemia defisiensi besi yang erat hubungannya dengan intake makanan bergizi terutama zat besi yang kurang, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara jumlah besi yang diabsorbsi dengan jumlah besi yang hilang.7

B. TUJUAN

Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui cara menegakkan diagnosa, melakukan pengelolaan penderita kejang demam serta tindakan pengobatan yang diberikan sesuai dengan penulisan ilmiah berdasar kepustakaan atau prosedur yang ada. Tujuan umum Untuk mengetahui cara mendiagnosis dan mengelola pasien dengan kejang demam sesuai kepustakaan yang ada. Tujuan Khusus 1. Mahasiswa mampu melakukan autoanamnesis dan alloanamnesis kepada pasien dengan kejang demam 2. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik dan mengerti

pemeriksaan penunjang untuk diagnosis pasti kejang demam. 3. 4. Mahasiswa mampu menilai status pertumbuhan dan perkembangan anak. Mahasiswa mampu melakukan pengelolaan secara komprehensif dan holistik pada kasus ini.

C. MANFAAT

Penulisan laporan kasus ini diharapkan dapat membantu dalam belajar menegakkan diagnosis, melakukan pengelolaan, dan mengetahui prognosis penderita kejang demam.