-77BAB VII PROSEDUR AKUNTANSI PENERIMAAN A. PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN REKENING BANK 1.

Rektor menetapkan pembukaan rekening penerimaan pada Bank Umum Nasional yang sehat dan penutupan rekening penerimaan bank melalui Keputusan Rektor. Unit BLU UNDIP tidak boleh membuka rekening penerimaan.

2. B.

PENGELOLAAN PENERIMAAN 1. Penerimaan BLU UNDIP dilakukan untuk penerimaan dengan kriteria: a. besarnya setiap pembayaran kurang dari dua puluh lima ribu rupiah; dan b. layanan langsung diberikan setelah pembayaran diterima oleh unit BLU UNDIP. Layanan langsung meliputi: 1) layanan jasa perpustakaan; 2) layanan jasa legalisasi dokumen; dan 3) layanan jasa layanan langsung lainnya. Jenis penerimaan BLU UNDIP: a. penerimaan anggaran yang bersumber dari APBN diberlakukan sebagai pendapatan BLU. b. pendapatan yang diperoleh dari jasa layanan yang diberikan kepada masyarakat, dan hibah tidak terikat yang diperoleh dari masyarakat atau badan lain merupakan pendapatan operasional BLU. c. hibah terikat yang diperoleh dari masyarakat atau badan lain merupakan pendapatan yang harus diperlakukan sesuai dengan peruntukan. d. hasil Kerja Sama BLU dengan pihak lain. e. hasil usaha lainnya. Penerimaan BLU UNDIP ditransfer ke rekening penerimaan dilakukan dengan cara: a. disetor secara langsung oleh wajib bayar ke bank; atau b. disetor melalui Bendahara Penerimaan Pembantu Unit atau Bendahara Penerimaan Pembantu Sub Unit BLU. Bendahara Penerimaan Pembantu unit BLU dan Bendahara Penerimaan Pembantu sub unit BLU menerima setoran secara tunai dari Penerimaan BLU UNDIP. Bendahara Penerimaan Pembantu unit BLU dan Bendahara Penerimaan Pembantu sub-unit BLU wajib menyetor seluruh setoran tunai ke bank 1 (satu) hari kerja setelah setoran diterima.

2.

3.

4.

5.

C.

PROSEDUR PENERIMAAN 1. Prosedur akuntansi penerimaan dikelompokkan menjadi: b. prosedur akuntansi pendapatan dari jasa layanan BLU UNDIP dan hasil usaha lainnya; c. prosedur akuntansi pendapatan dari Kerja Sama;

-78d. 2. prosedur akuntansi pendapatan dari hibah.

Ketentuan prosedur akuntansi penerimaan sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a, huruf b, dan huruf c tercantum dalam subbagian D, subbagian F, dan subbagian G. Ketentuan mengenai formulir dan catatan yang digunakan dalam prosedur akuntansi penerimaan BLU UNDIP tercantum dalam subbagian H.

3.

D.

PROSEDUR AKUNTANSI PENDAPATAN USAHA DARI JASA LAYANAN PENDIDIKAN BLU UNDIP 1. Pendahuluan Implementasi pola keuangan BLU UNDIP dengan pendekatan desentralisasi administrasi keuangan pada unit satker/subsatker, otomatis memberikan implikasi pada proses akuntansi penerimaan jasa layanan BLU UNDIP. Pengaturan prosedur akuntansi penerimaan jasa layanan tersebut, akan dilakukan baik di tingkat BLU Universitas maupun di tingkat unit kerja BLU/subsatker. Karena pada dasaarnya baik itu pada tingkat BLU Universitas maupun di tingkat unit kerja BLU/subsatker terdapat penerimaan jasa layanan. Setiap proses prosedur akuntansi penerimaan jasa layanan, baik pada tingkat BLU maupun pada tingkat unit kerja/ sub unit kerja akan dijelaskan melalui uraian prosedur dan langkah kegiatan, dan juga dilengkapi dengan diagram flowchart. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Pendapatan Usaha Dari Jasa Layanan Pendidikan BLU UNDIP – Tagihan dari Universitas a. No. 1 a b Uraian Aktivitas Verifikasi data status mahasiswa dan pembuatan tagihan Biro Administrasi Akademik pada UNDIP memverifikasi data status mahasiswa Data status mahasiswa yang telah diverifikasi, diserahkan kepada BAUK (PKPB - fungsi pembuat dokumen) Membuat tagihan BAUK (PKPB – fungsi pembuat dokumen) menerima data status mahasiswa dari Biro Administrasi Akademik (BAA) BAUK (PKPB – fungsi pembuat dokumen) menerima data lainnya baik dari BAA maupun dari pihak ketiga Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab

2.

Data status mahasiswa Data status mahasiswa

Biro Administrasi Akademik Biro Administrasi Akademik BAUK (PKPB – fungsi pembuat dokumen) BAUK (PKPB – fungsi pembuat dokumen)

2 a

Data status mahasiswa

b

Data lainnya

-79No. c Aktivitas Berdasarkan data status mahasiswa yang telah disahkan oleh BAA serta berdasar pada data lainnya, BAUK (PKPB – fungsi pembuat dokumen) membuat tagihan/tagihan/ dokumen sejenis sebanyak 2 (dua) rangkap Dokumen tagihan/tagihan/ dokumen sejenis selanjutnya diserahkan kepada: i. 1 (satu) rangkap kepada pihak yang memiliki kewajiban pembayaran/ penyetor; ii. 1 (satu) rangkap kepada bendahara penerimaan pembantu Dokumen tagihan/tagihan/ dokumen sejenis sebanyak 1 (satu) rangkap tetap dipegang oleh BAUK untuk diverifikasi keabsahannya Apabila dokumen tagihan/dokumen yang diverifikasi oleh BAUK dinyatakan sah, maka akan diserahkan kepada BAUK (fungsi – akuntansi) Sebaliknya apabila dokumen tersebut tidak sah, maka akan diserahkan kepada Bendahara Penerimaan BLU, untuk kemudian diverifikasi Penerimaan Tagihan Penyetor menerima tagihan/ dokumen sejenis dari BAUK, baik berupa dokumen fisik maupun dokumen elektronik yang tersambung dengan sistem informasi layanan perbankan Selanjutnya, penyetor menyetorkan sejumlah uang/transfer bank berdasarkan nominal yang tecantum pada tagihan/dokumen sejenis, kepada bank persepsi yang telah ditunjuk oleh UNDIP Dokumen yang Digunakan Data status mahasiswa dan data lainnya Penanggung Jawab BAUK (PKPB – fungsi pembuat dokumen)

d

Tagihan/ tagihan/ dokumen sejenis

BAUK (PKPB – fungsi pembuat dokumen)

e

Tagihan/ dokumen sejenis Tagihan/ dokumen sejenis

BAUK (PKPB – fungsi pembuat dokumen)

f

g

Tagihan/ dokumen sejenis

3 a

Tagihan/ dokumen sejenis

Penyetor

b

Uang

Penyetor

Aktivitas Bank persepsi kemudian menerima penyetoran uang/transfer bank dan mengotorisasi penyetoran Bank persepsi kemudian menyerahkan slip setor bank yang telah diotorisasi kepada penyetor. slip setor bank dari penyetor yang telah diotorisasi oleh bank. sebagai tanda terima pembayaran Selanjutnya. iii. ii.-80No. biliing/dokumen sejenis yang diterima dari BAUK. verifikasi dan fungsi akuntansi Bendahara penerimaan menerima dokumen sebagai berikut: i. yang kemudian disampaikan kepada bendahara penerimaan Rekapitulasi penerimaan. dan mencocokan kesesuaian antar dokumen Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab c Slip setor bank yang telah diotorisasi Rekening koran BLU Bank persepsi d Bank persepsi e Slip setor bank yang telah diotorisasi Penyetor 4 a  Biliing/ dokumen sejenis  Rekening koran  Slip setor bank Bendahara penerimaan b c Bendahara penerimaan membuat dokumen rekapitulasi penerimaan per rincian obyek berdasarkan dokumen yang diterima olehnya  Biliing/ dokumen sejenis  Rekening koran  Slip setor bank  Biliing/ dokumen sejenis  Rekening koran  Slip setor bank Bendahara penerimaan Bendahara penerimaan . melalui bendahara penerimaan BLU Penyetor wajib menyampaikan slip setor bank yang telah diotorisasi kepada BAUK. Selanjutnya. rekening koran yang diterima dari bank persepsi. bank persepsi membuat dan menyampaikan rekening koran BLU kepada bendahara. bendahara penerimaan memverifikasi dokumen yang telah diterima.

Bendahara Penerimaan diminta untuk mengoreksi. dan apabila sesuai maka BAUK (fungsi verifikasi).-81No. BAUK (fungsi verifikasi) melakukan verifikasi kesesuaian antar dokumen tersebut Dokumen yang Digunakan  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Rekening koran Penanggung Jawab Bendahara penerimaan 5 a  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Rekening koran  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Rekening koran  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Rekening koran Surat pernyataan tanggung jawab penerimaan (SPTP)  Dokumen SPTP  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Dokumen SPTP  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek BAUK (fungsi verifikasi) b BAUK (fungsi verifikasi) c d Apabila tidak sesuai. rekening koran BLU. rekening koran BLU. d Aktivitas Selanjutnya rekapitulasi penerimaan per rincian obyek dan rekening koran bank disampaikan kepada BAUK (fungsi verifikasi) Verifikasi dokumen penerimaan oleh BAUK (fungsi verifikasi) BAUK (fungsi verifikasi) menerima dokumen rekapitulasi per rincian obyek dan rekening koran bank yang diterima dari bendahara penerimaan pembantu Selanjutnya. membuat surat pernyataan tanggung jawab penerimaan Surat pernyataan tanggung jawab penerimaan (SPTP) selanjutnya diotorisasi oleh Kuasa Otorisator BLU Dokumen SPTP. dan rekapitulasi penerimaan per rincian obyek PKPB (fungsi verifikasi) . dan rekapitulasi penerimaan per rincian obyek selanjutnya disampaikan kepada BAUK (fungsi verifikasi) BAUK (fungsi verifikasi) Kuasa Otorisator BLU f PKPB (fungsi verifikasi) menerima dokumen dari SPTP.

ii. rekapitulasi penerimaan per rincian obyek. dokumen tagihan/ dokumen sejenis Selanjutnya berdasarkan dokumen tersebut BAUK (fungsi akuntansi) melaksanakan pencatatan akuntansi dengan menjurnal serta memposting ke dalam buku besar PKPB (fungsi verifikasi) BAUK (fungsi akuntansi) c Pada setiap akhir tahun anggaran BAUK (fungsi akuntansi) membuat laporan keuangan BAUK (fungsi akuntansi) . PKPB (fungsi verifikasi) menyampaikan dokumen tersebut kepada PKPB (fungsi akuntansi). iii.-82No. rekening koran BLU. dokumen tersebut diverifikasi kelengkapannya oleh PKPB (fungsi verifikasi) Dokumen yang Digunakan  Dokumen SPTP  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Dokumen SPTP  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Tagihan/ dokumen sejenis  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Tagihan/ dokumen sejenis  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Tagihan/ dokumen sejenis  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Tagihan/ dokumen sejenis Penanggung Jawab PKPB (fungsi verifikasi) h Apabila dinyatakan lengkap. g Aktivitas Selanjutnya. yang disertai oleh dokumen tagihan/dokumen sejenis PKPB (fungsi verifikasi) 6 a b Pencatatan akuntansi oleh BAUK (fungsi akuntansi) BAUK (fungsi akuntansi) menerima dokumen dari PKPB (fungsi verifikasi) sebagai berikut: i.

UNDIP Pembuatan Dokumen) DATA STATUS MAHASISWA DATA LAINNYA BANK PERSEPSI PENYETOR BAUK (PKPB-Fungsi Akuntansi) Mulai A SLIP SETOR BANK SLIP SETOR BANK UANG TAGIHAN/ DOKUMEN SEJENIS TAGIHAN/ DOK SEJENIS DATA STATUS MAHASISWA MEMBUATKAN TAGIHAN REKENING KORAN TAGIHAN/ DOKUMEN SEJENIS MENERIMA UANG DAN MENGOTORISASI VERIFIKASI TAGIHAN/DOKUMEN SEJENIS 2 rangkap MENERIMA TAGIHAN DAN MEMBAYAR TAGIHAN REKENING KORAN Rekapitulasi per rincian obyek penerimaan Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek DATA STATUS MAHASISWA REKENING KORAN Memverifikasi dan membuat rekapitulasi penerimaan per rincian obyek Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek SLIP SETOR BANK Jurnal memverifikasi BUKU BESAR tidak REKENING KORAN ya sah LAPORAN Membuat SPTP SPTP Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek REKENING KORAN Diotorisasi oleh Kuasa Otorisator BLU Selesai Diverifikasi kelengkapa nnya A SLIP SETOR BANK 3.II. 1 a . Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Pendapatan Usaha Dari Jasa Layanan Pendidikan BLU UNDIP – Tagihan dari Unit a.1.Fungsi Verifikasi/ BLU . Bagan Alir 2. Uraian Aktivitas Verifikasi data status mahasiswa Bidang akademik pada unit/ subsatker BLU memverifikasi data mahasiswa.Tagihan dari Universitas BAA BAUK BENDAHARA PENERIMAAN (PKPB. untuk kemudian disampaikan kepada bagian administrasi akademik (BAA) di tingkat universitas Dokumen yang Digunakan Data status mahasiswa Penanggung Jawab Bidang akademik pada unit/ subsatker BLU No. A.-83b. PROSEDUR AKUNTANSI PENDAPATAN USAHA DARI JASA LAYANAN PENDIDIKAN BLU.

dengan dasar data status mahasiswa yang telah disahkan oleh bagian administrasi akademik. BAA melakukan pendataan dan pencocokan dengan data status mahasiswa yang dikelola oleh universitas Apabila data status mahasiswa tidak sesuai dengan data BAA. 1 (satu) rangkap kepada pihak yang memiliki kewajiban pembayaran/ penyetor. maka dilakukan penyesuaian ke data yang benar.-84No. dan berdasar data pendukung lainnya. b Aktivitas Selanjutnya. ii. maka data status mahasiswa tersebut disampaikan PKPUB (fungsi pembuat dokumen) Pembuatan tagihan PKPUB menerima data status mahasiswa dari bidang akademik unit/subsatker PKPUB dapat menerima data pendukung lainnya baik dari pihak ketiga maupun BAA Selanjutnya. 1 (satu) rangkap kepada bendahara penerimaan pembantu Dokumen yang Digunakan Data status mahasiswa Penanggung Jawab BAA c Data status mahasiswa BAA d Data status mahasiswa BAA 2 a Data status mahasiswa     Data status mahasiswa Data lainnya Data status mahasiswa Data lainnya b c PKPUB (fungsi pembuat dokumen) PKPUB (fungsi pembuat dokumen) PKPUB (fungsi pembuat dokumen) d Tagihan/ dokumen sejenis PKPUB (fungsi pembuat dokumen) . PKPUB (fungsi pembuat dokumen) membuat tagihan/dokumen sejenis yang dibuat sebanyak dua (2) rangkap Dokumen tersebut selanjutnya diserahkan kepada: i. baik oleh bidang akademik pada unit/ subsatker maupun oleh BAA Apabila data status mahasiswa telah sesuai dengan data BAA.

ii.-85No. yang kemudian disampaikan kepada bendahara penerimaan pembantu Rekapitulasi penerimaan. slip setor bank dari penyetor yang telah diotorisasi oleh bank Dokumen yang Digunakan Tagihan/ dokumen sejenis Penanggung Jawab Penyetor b Uang/transfer bank Penyetor c Uang/transfer bank Slip setor bank Bank persepsi Bank persepsi d e Rekening koran BLU Bank persepsi f Slip setor bank yang telah diotorisasi Penyetor 4 a    Biliing/ dokumen sejenis Rekening koran Slip setor bank Bendahara penerimaan pembantu . melalui bendahara penerimaan BLU Penyetor wajib menyampaikan slip setor bank yang telah diotorisasi kepada unit/subsatker BLU. baik berupa dokumen fisik maupun dokumen elektronik yang tersambung dengan sistem informasi layanan perbankan Selanjutnya. sebagai tanda terima pembayaran Selanjutnya. biliing/dokumen sejenis yang diterima dari PKPUB. 3 a Aktivitas Penerimaan tagihan Penyetor menerima tagihan/ dokumen sejenis dari PKPUB. iii. kepada bank persepsi yang telah ditunjuk oleh UNDIP Bank persepsi kemudian menerima penyetoran uang/transfer bank dan mengotorisasi penyetoran Bank persepsi kemudian menyerahkan slip setor bank yang telah diotorisasi kepada penyetor. verifikasi dan fungsi akuntansi Bendahara penerimaan pembantu menerima dokumen sebagai berikut: i. penyetor menyetorkan sejumlah uang/ transfer bank berdasarkan nominal yang tecantum pada tagihan/ dokumen sejenis. bank persepsi membuat dan menyampaikan rekening koran BLU kepada bendahara penerimaan pembantu. rekening koran yang diterima dari bank persepsi yang diterima melalui bendahara penerimaan BLU.

membuat surat koran pernyataan tanggung jawab penerimaan Surat pernyataan tanggung  Surat jawab penerimaan (SPTP) pernyataan selanjutnya diotorisasi oleh tanggung Kuasa Otorisator Unit/ jawab Subsatker BLU penerimaan (SPTP) Dokumen SPTP. dan rekapitulasi SPTP penerimaan per rincian obyek  Rekening selanjutnya disampaikan koran BLU kepada PKPB (fungsi verifikasi) Aktivitas Penanggung Jawab Bendahara penerimaan pembantu c Bendahara penerimaan pembantu d Bendahara penerimaan pembantu 5 a PKPUB (fungsi verifikasi) b PKPUB (fungsi verifikasi) c PKPUB (fungsi verifikasi) d Kuasa Otorisator Unit/ Subsatker BLU. dan  Rekening mencocokan kesesuaian antar koran dokumen  Slip setor bank Bendahara penerimaan Rekapitulasi pembantu membuat dokumen penerimaan per rekapitulasi penerimaan per rincian obyek rincian obyek berdasarkan dokumen yang diterima olehnya Selanjutnya rekapitulasi Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek penerimaan per dan rekening koran bank rincian obyek disampaikan kepada PKPUB (fungsi verifikasi) Verifikasi dokumen penerimaan oleh PKPUB (fungsi verifikasi) PKPUB (fungsi verifikasi)  Rekapitulasi menerima dokumen penerimaan rekapitulasi per rincian obyek per rincian dan rekening koran bank obyek yang diterima dari bendahara  Rekening penerimaan pembantu koran Selanjutnya. dan apabila obyek sesuai maka PKPUB (fungsi  Rekening verifikasi). PKPUB (fungsi  Rekapitulasi verifikasi) melakukan penerimaan verifikasi kesesuaian antar per rincian dokumen tersebut obyek  Rekening koran Apabila tidak sesuai. e . bendahara  Biliing/ penerimaan pembantu dokumen memverifikasi dokumen yang sejenis telah diterima. b Dokumen yang Digunakan Selanjutnya.  Rekapitulasi Bendahara Penerimaan penerimaan Pembantu diminta untuk per rincian mengoreksi. rekening  Dokumen koran BLU.-86No.

-87No. rekapitulasi penerimaan per rincian obyek. ii. dokumen tagihan/ dokumen sejenis Selanjutnya berdasarkan dokumen tersebut PKPB (fungsi akuntansi) melaksanakan pencatatan akuntansi dengan menjurnal serta memposting ke dalam buku besar PKPB (fungsi akuntansi)    PKPB (fungsi akuntansi)  . yang disertai oleh dokumen tagihan/dokumen sejenis PKPB (fungsi verifikasi) 6 a b Pencatatan akuntansi oleh PKPB (fungsi akuntansi) PKPB (fungsi akuntansi) menerima dokumen dari PKPB (fungsi verifikasi) sebagai berikut: i. Aktivitas Dokumen yang Digunakan  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Dokumen SPTP  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Dokumen SPTP  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Dokumen SPTP  Rekening koran BLU  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Tagihan/ dokumen sejenis   Rekening koran BLU Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek Tagihan/ dokumen sejenis Rekening koran BLU Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek Tagihan/ dokumen sejenis Penanggung Jawab f PKPB (fungsi verifikasi) menerima dokumen dari SPTP. PKPB (fungsi verifikasi) menyampaikan dokumen tersebut kepada PKPB (fungsi akuntansi). rekening koran BLU. dokumen tersebut diverifikasi kelengkapannya oleh PKPB (fungsi verifikasi) PKPB (fungsi verifikasi) h Apabila dinyatakan lengkap. dan rekapitulasi penerimaan per rincian obyek PKPB (fungsi verifikasi) g Selanjutnya. rekening koran BLU. iii.

B.II. c Aktivitas Pada setiap akhir tahun anggaran PKPB (fungsi akuntansi) membuat laporan keuangan Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab PKPB (fungsi akuntansi) b. PROSEDUR AKUNTANSI PENDAPATAN USAHA DARI JASA LAYANAN PENDIDIKAN BLU. Bagan Alir 2.Tagihan dari Unit UNIT BIDANG BENDAHARA PENERIMAAN (PKPUB-Fungsi Verifikasi/ PEMBANTU UNIT-BLU AKADEMIK UNIT Pembuat Dokumen) DATA STATUS MAHASISWA DATA LAINNYA BANK PERSEPSI PENYETOR BAUK (PKPB-Fungsi Akuntansi) Mulai A SLIP SETOR BANK SLIP SETOR BANK UANG Tagihan/ DOKUMEN SEJENIS Tagihan/DOK SEJENIS DATA STATUS MAHASISWA MEMBUATKAN Tagihan REKENING KORAN Tagihan/ DOKUMEN SEJENIS MENERIMA UANG DAN MENGOTORISASI VERIFIKASI Tagihan/DOKUMEN SEJENIS 2 rangkap MENERIMA Tagihan DAN MEMBAYAR TAGIHAN REKENING KORAN Rekapitulasi per rincian obyek penerimaan Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek DATA STATUS MAHASISWA REKENING KORAN Memverifikasi dan membuat rekapitulasi penerimaan per rincian obyek Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek SLIP SETOR BANK Jurnal memverifikasi BUKU BESAR BAA tidak REKENING KORAN ya sah LAPORAN Membuat SPTP SPTP Diverifikasi kelengkapa nnya oleh PKPB (fungsi verifikasi) Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek REKENING KORAN Diotorisasi oleh Kuasa Otorisator BLU Selesai A SLIP SETOR BANK .-88No.1.

UNDIP juga menerima pendapatan yang berasal dari hasil perikatan kerja sama antara UNDIP dengan pihak ketiga. pemberdayaan masyarakat. Pengaturan proses prosedur akuntansi penerimaan kerja sama tersebut. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Pendapatan Dari Kerja Sama a. baik melalui uraian prosedur dan langkah kegiatan. maka bidang kerja sama akan mengembalikan dokumen tersebut kepada calon pemberi hibah d.-89E. dan juga dilengkapi dengan diagram flowchart. Pejabat yang berwenang menerima dokumen kerja sama yang telah disetujui oleh bidang kerja sama b. biasanya dilakukan dalam rangka pengembangan kualitas UNDIP. Bidang kerja sama menerima dokumen perjanjian kerja sama b. Uraian No. Apabila dokumen kerja sama tidak disetujui. Kerja sama yang dilakukan mencakup banyak hal. Pendahuluan UNDIP selaku BLU. akan dijelaskan dan dijabarkan. PROSEDUR AKUNTANSI PENDAPATAN DARI KERJA SAMA 1. maka bidang kerja sama akan memberikan dokumen kerja sama kepada pejabat yang berwenang untuk di otorisasi 2 Pengotorisasian dokumen kerja sama a. Memverifikasi perjanjian kerja sama a. Bidang kerja sama memverifikasi dokumen perjanjian kerja sama c. otomatis memberikan implikasi pada proses akuntansi penerimaan kerja sama antara BLU UNDIP dengan pihak ketiga. dalam pelaksanaan kegiatan. dan juga penerapan ilmu pengetahuan. Sebaliknya. 1 Aktivitas Dokumen yang Digunakan Dokumen perjanjian kerja sama Dokumen perjanjian kerja sama Dokumen perjanjian kerja sama Penanggung Jawab Bidang Kerja Sama Bidang Kerja Sama Bidang Kerja Sama 2. selain menerima penerimaan dari jasa layanan dan dari penerimaan hibah. apabila dokumen kerja sama tersebut disetujui. Implementasi pola keuangan BLU UNDIP dengan pendekatan desentralisasi administrasi keuangan pada unit satker/subsatker. Pejabat yang berwenang mengotorisasi dokumen kerja sama dan menerbitkan dokumen kerja sama yang sah Dokumen perjanjian kerja sama Bidang Kerja Sama Dokumen perjanjian kerja sama Dokumen perjanjian kerja sama Bidang Kerja Sama Bidang Kerja Sama .

Rangkap kedua diserahkan kepada Bendahara Penerimaan Pembantu f.fungsi pembuat dokumen) 4 Pencocokan dan pencatatan dalam BKU dan pembuatan rekapitulasi penerimaan per rincian obyek a. Rangkap ketiga diserahkan kepada BAUK (PKPB . Bidang kerja sama mengarsip satu rangkap dokumen kerja sama e. Bendahara Penerimaan  Dokumen pembantu BLU menerima perjanjian dokumen perjanjian kerja kerja sama sama yang sah dari bidang yang sah kerja sama dan rekening  Rekening koran dari bank persepsi koran b.-90No. Bendahara Penerimaan  Dokumen pembantu BLU mencocokkan perjanjian dokumen perjanjian kerja kerja sama sama dan rekening koran yang sah  Rekening koran c. Bank persepsi menerima transfer dana dari pihak yang bekerja sama b. Dana yang diterima kemudian diverifikasi untuk selanjutnya diterbitkan rekening Koran c. Rangkap kedua diserahkan Rekening koran kepada Unit (PKPUB .fungsi akuntansi) 3 Meverifikasi dana yang diterima dari pihak yang bekerja sama a. Rekening Koran dibuat dua rangkap d. Aktivitas Dokumen kerja sama dibuat sebanyak tiga rangkap Dokumen yang Digunakan Dokumen perjanjian kerja sama Dokumen perjanjian kerja sama Dokumen perjanjian kerja sama Dokumen perjanjian kerja sama Penanggung Jawab Bidang Kerja Sama Bidang Kerja Sama Bidang Kerja Sama Bidang Kerja Sama d. Bendahara Penerimaan  Dokumen Pembantu BLU mencatat perjanjian dalam Buku Kas Umum kerja sama yang sah Dokumen perjanjian kerja sama yang sah Dokumen perjanjian kerja sama yang sah Rekening koran Bank Persepsi Bank Persepsi Bank Persepsi Bank Persepsi Bank Persepsi Bendahara Penerimaan pembantu Unit-BLU Bendahara Penerimaan pembantu Unit-BLU Bendahara Penerimaan pembantu Unit-BLU . Rangkap pertama diserahkan Rekening koran kepada Bendahara penerimaan pembantu untuk dicocokan dengan dokumen perjanjian kerja sama e. c.

fungsi pembuat PKPUB Rekapitulasi dokumen kemudian Fungsi penerimaan memverifikasi rekapitulasi Verifikasi/ per rincian penerimaan per rincian obyek Pembuat obyek Dokumen  Rekening koran d.-91No. PKPUB Rekapitulasi maka PKPUB . Apabila dinyatakan tidak sah Rekapitulasi PKPUBmaka rekapitulasi penerimaan per Fungsi penerimaan per rincian obyek rincian obyek Verifikasi/ dikembalikan kepada Pembuat Bendahara Penerimaan Dokumen Pembantu untuk dicocokan ulang dengan rekening koran e.fungsi pembuat dokumen) 5 Memverifikasi rekapitulasi penerimaan per rincian obyek a.fungsi pembuat dokumen menerima rekening Koran dari Bank Persepsi e. PKPUB. Bendahara Penerimaan Pembantu BLU membuat rekapitulasi penerimaan per rincian obyek Bendahara Penerimaan Pembantu BLU menyerahkan Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek kepada unit (PKPUB . Aktivitas Dokumen yang Digunakan  Rekening koran  Dokumen perjanjian kerja sama yang sah  Rekening koran Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek Penanggung Jawab Bendahara Penerimaan pembantu Unit-BLU d. Bendahara Penerimaan pembantu Unit-BLU Rekapitulasi PKPUBpenerimaan per Fungsi rincian obyek Verifikasi/ Pembuat Dokumen Rekening koran PKPUBFungsi Verifikasi/ Pembuat Dokumen c.fungsi pembuat dokumen menerima rekapitulasi penerimaan per rincian obyek dari Bendahara Penerimaan Pembantu BLU b. PKPUB.fungsi pembuat dokumen) 6 Memverifikasi dan mengesahkan rekapitulasi penerimaan per rincian obyek . Apabila dinyatakan sah. PKPUB.fungsi Fungsi penerimaan pembuat dokumen Verifikasi/ per rincian menyerahkan rekapitulasi Pembuat obyek penerimaan per rincian obyek  Rekening Dokumen dan rekening Koran kepada koran BAUK (PKPB .

maka penerimaan dokumen diserahkan kepada per rincian BAUK (PKPB .fungsi  Rekapitulasi pembuat dokumen) penerimaan menerima rekening Koran per rincian dan rekapitulasi penerimaan obyek per rincian obyek yang telah  Rekening disahkan oleh PKPUB koran yang fungsi pembuat dokumen telah disahkan oleh PKPUB fungsi pembuat dokumen b.fungsi  Rekapitulasi pembuat dokumen) penerimaan melakukan verifikasi per rincian terhadap rekapitulasi obyek penerimaan per rincian obyek  Rekening dengan meneliti kelengkapan koran yang pengesahannya telah disahkan oleh PKPUB fungsi pembuat dokumen c.-92Dokumen yang Digunakan a. Aktivitas Penanggung Jawab BAUKFungsi Verifikasi/ Pembuat Dokumen BAUKFungsi Verifikasi/ Pembuat Dokumen BAUKFungsi Verifikasi/ Pembuat Dokumen BAUKFungsi Verifikasi/ Pembuat Dokumen . BAUK (PKPB .fungsi obyek akuntansi)  Rekening koran yang telah disahkan oleh PKPUB fungsi pembuat dokumen 7 Pembuatan laporan keuangan No. BAUK (PKPB . Sebaliknya. apabila dokumen  Rekapitulasi dinyatakan sah. Apabila dinyatakan tidak sah  Rekapitulasi maka rekapitulasi penerimaan penerimaan per rincian obyek per rincian dikembalikan kepada obyek Bendahara Penerimaan  Rekening Pembantu untuk dicocokan koran yang ulang dengan rekening koran telah disahkan oleh PKPUB fungsi pembuat dokumen d.

-93No.fungsi  Rekening akuntansi) melukan proses koran penjurnalan yang kemudian  Dokumen dilanjutkan pada pembuatan rekapitulasi buku besar dan pembuatan penerimaan laporan per rincian obyek yang telah diotorisasi oleh BAUK (PKPB.fungsi pembuat dokumen)  Dokumen perjanjian kerja sama yang sah dari bidang kerja sama b.fungsi pembuat dokumen)  Dokumen perjanjian kerja sama yang sah dari bidang kerja sama Aktivitas Penanggung Jawab BAUK (PKPBFungsi Akuntansi) BAUK (PKPBFungsi Akuntansi) . BAUK (PKPB. Dokumen yang Digunakan a.fungsi  Rekening akuntansi) menerima koran rekening koran dan dokumen  Dokumen rekapitulasi penerimaan per rekapitulasi rincian obyek yang telah penerimaan diotorisasi oleh BAUK (PKPB per rincian fungsi pembuat dokumen) obyek yang serta dokumen perjanjian telah kerja sama yang sah dari diotorisasi bidang kerja sama oleh BAUK (PKPB. BAUK (PKPB .

UNDIP juga menerima pendapatan yang berasal dalam bentuk hibah. baik melalui uraian prosedur dan langkah kegiatan. otomatis memberikan implikasi pada proses akuntansi penerimaan hibah BLU UNDIP. PENDAHULUAN UNDIP selaku BLU. Implementasi pola keuangan BLU UNDIP dengan pendekatan desentralisasi administrasi keuangan pada unit satker/subsatker. dalam pelaksanaan kegiatan.Fungsi Verifikas/ Verifikas/Pembuatan Pembuatan Dokumeni) Dokumen) BAUK (PKPB-Fungsi Akuntansi) 7a Rekening Koran Rekapitulasi per rincian obyek penerimaan Mulai Perjanjian Kerjasama Yang Sah 4a 3a Menerima tranfer dana dari pihak yg bekerjasama Rekening Koran 5b Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek 1a Perjanjian kerjasama dana Rekening Koran Verifikasi perjanjian kerjasama 3d Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek 6a Rekening Koran Perjanjian kerjasama Yang Sah jurnal 3b Verifikasi 5a 6b Verifikasi & pengesahan memverifikasi 1b 1c 7 b BUKU BESAR 4b Dikembali kan ke pihak calon pemberi hibah tdk disetujui Mencocokkan dan mencatat dalam BKU serta membuat rekapitulasi penerimaan per rincian obyek Rekening Koran 5c LAPORAN tidak ya 6d Sah 1d ya 3c 3e 4e sah 6c tidak ya Selesai 2 a.3. selain menerima penerimaan dari jasa layanan dan dari penerimaan kerja sama. Pengaturan proses prosedur akuntansi penerimaan hibah tersebut. akan dijelaskan dan dijabarkan. . Bagan Alir 2.Fungsi (PKPUB.PROSEDUR AKUNTANSI PENERIMAAN PENDAPATAN DARI KERJASAMA Bidang Kerjasama BENDAHARA PENERIMAAN PEMBANTU UNIT-BLU Bank Persepsi BAUK UNIT PKPB.II. b Otorisasi oleh pejabat yang berwenang 4c Buku Kas Umum (BKU) Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek 5d 5e Perjanjian Kerjasama Yang Sah 4d 2c 2e Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek Rekening Koran 2d 2f F. Prosedur Akuntansi Penerimaan Pendapatan Hibah 1.-94b. dan juga dilengkapi dengan diagram flowchart.

juga mengarsip surat perjanjian hibah yang sah Pembuatan rekapitulasi per rincian obyek Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-BLU menerima dokumen perjanjian hibah yang sah dari Bagian Kerja Sama Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-Blu menerima rekening koran dari bank persepsi yang telah memvalidasi transfer dana dari pemberi hibah Selanjutnya. Apabila perjanjian hibah diterima. maka bagian kerja sama mengembalikan perjanjian hibah tersebut kepada calon pemberi hibah. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Penerimaan Pendapatan Hibah a. maka akan dilanjutkan proses otorisasi oleh pejabat yang berwenang pada Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mengirimkan surat perjanjian hibah yang sah kepada bendahara penerimaan pembantu dan PKPB – fungsi akuntansi. Uraian No 1 a b Aktivitas Verifikasi dan otorisasi perjanjian hibah Bidang Kerja Sama memverifikasi perjanjian hibah yang diterima Apabila perjanjian hibah tidak diterima. dilakukan proses pencocokan dan pencatatan ke dalam BKU oleh Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-BLU Dokumen yang Digunakan Perjanjian hibah Perjanjian hibah Penanggung Jawab Bidang Kerja Sama Bidang Kerja Sama Bidang Kerja Sama c Perjanjian hibah Bidang Kerja Sama d Perjanjian hibah yang sah Bidang Kerja Sama 2 a Perjanjian hibah yang sah Rekening koran Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-BLU Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-BLU Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-BLU b  Perjanjian hibah yang sah  Rekening koran  Buku Kas Umum d Bendahara Penerimaan Rekapitulasi Pembantu Unit-BLU penerimaan membuat rekapitulasi per rincianj penerimaan per rincian obyek obyek c Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-BLU .-952.

fungsi verifikas/pembuatan dokumen Verifikasi penerimaan per rincian obyek dan rekening koran a PKPUB – fungsi  Dokumen verifikasi/pembuatan penerimaan dokumen menerima dokumen per rincian penerimaan per rincian obyek obyek dan rekening koran dari  Rekening Bendahara Penerimaan koran Pembantu b Selanjutnya. maka akan obyek dikembalikan kepada  Rekening Bendahara Penerimaan koran yang Pembantu Unit-BLU tidak sah d Sebaliknya. dilakukan  Dokumen proses verifikasi dokumen penerimaan penerimaan per rincian obyek per rincian dan rekening koran obyek  Rekening koran C Apabila dokumen penerimaan  Dokumen per rincian obyek dan penerimaan rekening koran dianggap per rincian tidak sah. apabila dokumen  Dokumen per rincian obyek dianggap penerimaan sah maka akan dikirimkan per rincian kepada PKPB fungsi verifikasi obyek dan pembuatan dokumen  Rekening koran yang telah disahkan e PKPUB – fungsi verifikasi  Dokumen mengirimkan dokumen penerimaan penerimaan per rincian obyek per rincian dan rekening koran yang obyek telah disahkan kepada PKPB  Rekening – fungsi verifikasi dan koran yang pembuatan dokumen telah disahkan PKPUB – fungsi verifikasi/ pembuatan dokumen PKPUB – fungsi verifikasi/ pembuatan dokumen PKPB – fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen pkpub – fungsi verifikasi/ pembuatan dokumen .-96Dokumen yang Digunakan  Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek  Rekening koran Penanggung Jawab Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-BLU No e Aktivitas 3 Rekapitulasi penerimaan per rincian obyek dan rekening koran kemudian diserahkan kepada UNIT PKPUB.

untuk dilakukan pencocokan ulang i Apabila dokumen telah disahkan.-97Dokumen Aktivitas yang Digunakan PKPB – fungsi verifikasi dan  Dokumen pembuatan dokumen penerimaan menerima rekening koran dan per rincian dokumen penerimaan per obyek rincian obyek dari PKPUB –  Rekening fungsi verifikasi koran Penanggung Jawab PKPB – fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen pkpub – fungsi verifikasi/ pembuatan dokumen PKPB – fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen PKPB – fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen PKPB – fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen No f g Dokumen per rincian obyek dan rekening koran kemudian diverifikasi untuk kemudian dilakukan pengesahan h Jika dokumen tersebut tidak disahkan maka akan dikembalikan kepada Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-BLU. rekening koran. melakukan pencatatan jurnal perjanjian berdasarkan perjanjian hibah hibah yang yang sah. sah dan rekapitulasi per rincian  Rekening obyek. koran  Rekapitulasi per rincian obyek PKPB – fungsi akuntansi PKPB – fungsi akuntansi PKPB – fungsi akuntansi . maka akan dikirimkan kepada PKPB – fungsi akuntansi 4  Dokumen penerimaan per rincian obyek  Rekening koran  Dokumen penerimaan per rincian obyek  Rekening koran Melaksanakan catatan akuntansi pada fungsi akuntansi PKPB a PKPB fungsi akuntansi  Dokumen menerima rekening koran dan penerimaan dokumen penerimaan per per rincian rincian obyek dari PKPUB – obyek fungsi verifikasi dan  Rekening pembuatan dokumen koran b PKPB – fungsi akuntansi  Dokumen menerima dokumen penerimaan perjanjian hibah yang sah per rincian dari Bagian Kerja Sama obyek  Rekening koran c Fungsi akuntansi PKPB  Jurnal.

Pendahuluan Implementasi pola keuangan BLU UNDIP dengan pendekatan desentralisasi administrasi keuangan pada unit satker/subsatker.-98Dokumen yang Digunakan  Buku besar  Laporan keuangan Penanggung Jawab PKPB – fungsi akuntansi No Aktivitas d Kemudian jurnal tersebut diposting ke buku besar dan dibuatkan laporan keuangan BLU b. maupun proses akuntansi keuangan BLU UNDIP. Bagan Alir 2. otomatis memberikan implikasi pada bentuk dan format dokumen/ formulir dan catatan yang akan digunakan baik dalam proses penatausahaan.II.PROSEDUR AKUNTANSI PENERIMAAN PENDAPATAN HIBAH Bidang kerja sama Mulai Perjanjian Hibah Yang Sah Perjanjian Hibah Menerima tranfer dana dari pemberi hibah Rekening Koran Bendahara Penerimaan Pembantu Unit-Blu Bank Persepsi PKPB – Fungsi Verifikasi PKPUB – Fungsi Verifikasi/ dan Pembuatan Pembuatan dokumen Dokumen.2. Adapun format dan bentuk dokumen/formulir dan catatan yang disajikan akan disertai dengan tata cara dan petunjuk pengisian agar memudahkan dalam aplikasi dan penerapan nyata. PKPB fungsi akuntansi 3f Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek 4a Rekening Koran Rekapitulasi per rincian obyek penerimaan Perjanjian Hibah Yang Sah 2b 2a dana 3a Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek Rekening Koran jurnal 4b 1a Verifikasi perjanjian hibah Rekening Koran 3g Verifikasi 4c BUKU BESAR 3b memverifikasi Verifikasi & pengesahan 2c tdk disetujui tdk Mencocokkan dan mencatat dalam BKU serta membuat rekapitulasi penerimaan per rincian obyek Rekening Koran sah tdk Sah ya LAPORAN 4d Dikembali kan ke pihak calon pemberi hibah 1b 1c ya 3c 3d 3h ya 3i Otorisasi oleh pejabat yang berwenang Buku Kas Umum (BKU) Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek Perjanjian Hibah Yang Sah Selesai 2d 3e Rekapitulasi Penerimaan per rincian obyek 1d Rekening Koran G. Berikut akan disajikan format dan bentuk dokumen/formulir dan catatan yang dibutuhkan dalam proses penatausahaan dan akuntansi penerimaan BLU UNDIP. . FORMAT FORMULIR DAN CATATAN AKUNTANSI PENERIMAAN BLU UNDIP 1.

4. 10. Format Dokumen/Formulir Penerimaan BLU UNDIP Format P1 BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO REKAPITULASI PENERIMAAN PER RINCIAN OBYEK Unit Satuan Kerja Kode Rekening Pendapatan Entitas Pemerintahan Nama Pendapatan Bulan Tahun Anggaran No. Kode rekening diisi dengan kode rekening pendapatan sesuai kode milik entitas pemerintahan. Bulan diisi dengan bulan dimana dokumen ini dibuat. . tahun Bendahara Penerimaan Pembantu Tanda Tangan Nama Jelas NIP Cara pengisian: 1. 7. 3. 8. Nama pendapatan diisi dengan nama akun pendapatan. Unit satuan kerja diisi dengan nama unit satuan kerja. BKU diisi dengan no urut dimana akun pandapatan ini dicatat pada BKU. bulan. No. Jumlah s/d bulan ini adalah hasil penjumlahan dari baris bulan ini dan baris jumlah s/d bulan lalu. BKU 1 : : : : : Jumlah Penerimaan 2 Jumlah Bulan ini Jumlah s/d Bulan lalu Jumlah s/d Bulan ini Mengesahkan. Jumlah diisi dengan jumlah penerimaan. 9. 6.-992. 5. Pada baris jumlah bulan ini diisi dengan jumlah penerimaan pada bulan ini. 2. Pada baris jumlah s/d bulan lalu diisi dengan jumlah akumulasi pendapatan diterima sampai dengan bulan lalu. tanggal. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran. Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Tanda Tangan Nama Jelas NIP Tempat.

bukti penerimaan tersebut di atas disimpan sesuai ketentuan ang berlaku pada Unit Satuan Kerja ………. Nama unit satuan kerja diisi dengan nama unit satuan kerja/ Fakultas. Nomor diisi dengan nomor Surat Pernyataan Tanggung Jawab Penerimaan. baik pada entitas bisnis maupun pada entitas pemerintahan. 10. 6. Penerima diisi dengan nama penyetor pendapatan. Sub kegiatan diisi dengan nama sub kegiatan yang diisikan. Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Tanda Tangan Nama Lengkap NIP Cara pengisian: 1. . 1 2 3 4 5 Entitas Bisnis Kode Entitas Pemerintahan Bukti Penyetor Uraian Tanggal Nomor Jumlah Bukti. Kode rekening diisi dengan kode rekening sesuai dengan kolomnya masing. tahun Mengesahkan. Bukti diisi dengan tanggal bukti pendapatan dan nomor bukti pendapatan. tanggal. DIPA diisi dengan tanggal dan No. 3. 9. Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. DIPA Klasifikasi pendapatan : : : : Yang bertanda tangan di bawah ini Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Unit Satuan Kerja ………. BLU UNDIP menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas segala penerimaan yang telah disetor ke rekening bank milik BLU UNDIP dan dikelola oleh bendahara penerimaan pembantu dengan perincian sebagai berikut: No. 2. Tempat. 7.. 2. 4. Nama Unit Satuan Kerja Kode Unit Satuan Kerja Tanggal/No. bulan.-100- Format P2 SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB PENERIMAAN Nomor: Bulan: Periode: 1. Uraian diisi dengan nama pendapatan yang diterima. 3. BLU Universtas Diponegoro untuk kelengkapan admimistrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. DIPA. 5. 8.masing. Jumlah diisi dengan jumlah pendapatan. Kode unit satuan kerja diisi dengan kode rekening unit satuan kerja 4. Tanggal dan no.

tanggal. tahun Bendahara Penerimaan Pembantu Tanda Tangan Nama Jelas NIP . bulan.-101BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SURAT PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ) PENERIMAAN Unit Satuan Kerja Bulan KODE REKENING 1 JUMLAH ANGGARAN 3 Format P3 : : S/D BULAN LALU BULAN INI SISA 6(5-4) PENERIMAAN 7 PENYETORAN 8 SISA 9(8-7) ANGGARAN PENERIMAAN DIREALISASI 10(4+7) S/D BULAN INI JUMLAH SISA BELUM PENERIMAAN DISETORKAN DISETORKAN 11(5+8) 12(11-10) URAIAN 2 PENERIMAAN 4 PENYETORAN 5 SISA ANGGARAN 13(10-3) JUMLAH Mengesahkan Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Tanda Tangan Nama Jelas NIP Tempat.

3.-102Cara pengisian: 1. 2. Kode rekening diisi dengan kode rekening akun pendapatan yang diterima. P2. tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran dilaksanakannya penerimaan bersangkutan. Jumlah anggaran diisi dengan jumlah mata anggaran bersangkutan pada pagu awal. 10. 2. dan P3. Pada proses akuntansi penerimaan jasa layanan pendidikan menggunakan format P1. jumlah yang disetorkan pada kolom penyetoran. Uraian diisi dengan nama akun pendapatan yang diterima. 7. . Keterangan: 1. diisi dengan jumlah dari masing-masing kolom. dan sisa dari kolom penyetoran dikurangi penerimaan. Jumlah penerimaan disetorkan diisi dengan jumlah penjumlahan dari kolom penyetoran pada s/d bulan lalu dijumlah dengan kolom penyetoran bulan ini. Sisa belum disetorkan diisi dari kolom 11 dikurangi kolom 10. dan P3. Pada proses akuntansi penerimaan kerja sama menggunakan format P1. 4. Sisa anggaran diisi dari hasil pengurangan total anggaran penerimaan realisasi pada s/d bulan ini dikurangi jumlah anggaran awal pada baris jumlah di bawah. 8. 11. 9. Pada kolom s/d bulan lalu dan juga kolom bulan ini. 3. 6. Pada proses akuntansi penerimaan hibah menggunakan format P1 dan P3. anggaran penerimaan direalisasi diisi dari hasil penjumlahan kolom penerimaan pada s/d bulan lalu dijumlahkan dengan penerimaan pada bulan ini. 5. Bulan diisi dengan nama bulan SPJ. Pada kolom s/d bulan ini. Unit satuan kerja diisi dengan nama unit satuan kerja. diisi juumlah penerimaan untuk setiap pendapatan pada kolom penerimaan.

. Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator BLU (tanda tangan) (nama lengkap) NIP... Kolom 7 diisi dengan jumlah akumulasi penerimaan kas..-1033. 4.. Format Catatan Akuntansi Penerimaan BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO BUKU JURNAL PENERIMAAN KAS Nomor Tanggal STS/Nota Bukti Kredit Lain 1 2 Kode Rekening 3 Debit Uraian 4 Ref 5 ( Rp) 6 Kredit ( Rp) 7 Kredit ( Rp) 7 Jumlah ... Cara Pengisian: 1. 7.. 6. Kolom 6 diisi dengan jumlah penerimaan kas.. 5. Kolom 4 diisi dengan uraian nama rekening pendapatan dan/ atau pembiayaan-penerimaan (rincian obyek). 3. Kolom 5 diisi dengan tanda checklist disesuaikan dengan nomor dokumen sumber dan pada saat posting ke buku besar. 2. Kolom 2 diisi dengan nomor STS/Nota Kredit atau bukti penerimaan lainnya yang sah. tanggal . Kolom 1 diisi dengan tanggal transaksi penerimaan kas. Kolom 3 diisi dengan kode rekening pendapatan dan/atau pembiayaan-penerimaan atau kode rekening lainnya (rincian obyek)....

c) Kode rekening diisi dengan kode rekening buku besar. Kolom 4 diisi dengan jumlah rupiah sisi debet. Kolom 5 diisi dengan jumlah rupiah sisi kredit. 10. tanggal . 2. belanja dan atau pembiayaan (rincian obyek). Kolom 1 diisi dengan tanggal transaksi penerimaan kas. ... 6. a) Unit satuan kerja diisi dengan uraian nama unit satuan kerja terkait terkait.. Kolom 2 diisi dengan uraian kode rekening aset. pendapatan.-104BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO BUKU BESAR Unit Satuan Kerja a) Nama Rekening b) Kode Rekening c) Pagu DIPA d) Tanggal 1 : : : : ………………………… ………………………… ………………………… ………………………… Ref 3 Debet (Rp) 4 Kredit (Rp) 5 Saldo (Rp) 6 Uraian 2 Jumlah . 4. 9... 3... b) Nama rekening diisi dengan uraian nama rekening buku besar. pengeluaran kas dan transaksi atau kejadian selain kas yang didasarkan pada tanggal nota kredit/nota debet/rekening koran dari bank atau bukti transaksi lainnya.. Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator BLU (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. Cara Pengisian: 1.. 8. Kolom 3 diisi dengan tick mark (kode tertentu) yang menyatakan bahwa transaksi/kejadian penerimaan kas. pengeluaran kas atau transkasi selain kas telah telah di cross check dengan buku jurnal dan buku besar pembantu. Kolom 6 diisi dengan akumulasi jumlah rupiah pengeluaran kas sampai dengan saat tertentu (penghitungan saldo dilakukan setiap periode waktu tertentu harian/mingguan/bulanan/ triwulanan/tahunan) sebagai media cross check dengan buku jurnal dan buku pembantu. d) Pagu DIPA diisi dengan jumlah rupiah anggaran 5. kewajiban. 7. ekuitas dana...

Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator BLU (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.. pengeluaran kas dan transaksi atau kejadian selain kas. belanja dan pembiayaan (rincian obyek). Kolom 5 diisi dengan tick mark (kode tertentu) yang menyatakan bahwa transaksi/kejadian penerimaan kas. 1 Tanggal 2 : : : : ………………………… …………………………(rincian obyek) …………………………(rincian obyek) ………………………… Uraian 4 Ref 5 Debet (Rp) 6 Kredit (Rp) 7 Halaman … Saldo (Rp) 8 Nomor Bukti 3 . . a) Unit satuan kerja diisi dengan uraian nama unit satuan kerja terkait terkait. 9. 7. tanggal . pengeluaran kas dan transaksi atau kejadian selain kas yang didasarkan pada tanggal nota kredit/nota debet/rekening koran dari bank atau bukti transaksi lainnya yang sah. pengeluaran kas atau transkasi selain kas telah telah di cross check dengan buku besar... kewajiban... pendapatan. 6. Nota Debet. b) Nama rekening diisi dengan uraian nama rekening buku besar. Kolom 3 diisi dengan nomor bukti tansaksi misalnya nomor STS... 2.. 4. d) Pagu DIPA diisi dengan jumlah rupiah anggaran 5. ekuitas dana.-105BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO BUKU BESAR PEMBANTU FAKULTAS a) Nama Rekening b) Kode Rekening c) Pagu DIPA d) No. Nota Kredit atau bukti lainnya yang sah. c) Kode rekening diisi dengan kode rekening buku besar. 8. Kolom 4 diisi dengan uraian kode rekening aset.... sKolom 1 diisi dengan nomor urut transaksi penerimaan kas. 3. SP2D. Kolom 2 diisi dengan tanggal transaksi penerimaan kas. Cara Pengisian: 1.

Kolom 8 diisi dengan akumulasi jumlah rupiah pengeluaran kas sampai dengan saat tertentu (penghitungan saldo dilakukan setiap periode waktu tertentu hari/minggu/bulan/triwulan/ tahunan) sebagai media cross check dengan buku besar. Format buku besar pembantu dapat berbentuk tabelaris. 12.-10610. Kolom 7 diisi dengan jumlah rupiah. 11. Kolom 6 diisi dengan jumlah rupiah. Catatan: 1. 2. Tidak semua rekening buku besar memerlukan buku pembantu (tergantung kebutuhan). besar .

PENGELOLAAN PENGELUARAN 1. 2. PEMBUKAAN REKENING BANK 1. Pengeluaran yang dibayarkan langsung ke pihak ketiga oleh Bendahara Pengeluaran dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran melalui penerbitan SP2D LS DIPA BLU-PNBP. b. penerbitan SP2D GUP DIPA BLU-PNBP untuk mengganti uang persediaan yang telah di pertanggung jawabkan oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu. pengeluaran yang dibayarkan langsung ke pihak ketiga oleh Bendahara Pengeluaran. dan b. PENERBITAN SP2D LS 1. pengeluaran yang dibayarkan ke pihak ketiga melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu. Penerbitan SP2D LS dilakukan setelah SPP LS DIPA BLU-PNBP dan SPM LS DIPA BLU-PNBP disampaikan ke Bendahara Pengeluaran. B. pengeluaran BLU UNDIP atas dana DIPA BLU-RM. b. dan b. 3. Pengeluaran yang dibayarkan ke pihak ketiga melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran dengan pengisian uang persediaan di setiap Bendahara Pengeluaran Pembantu. rekening bank BLU UNDIP.-107BAB VIII PROSEDUR AKUNTANSI PENGELUARAN A. 3. Pengeluaran BLU UNDIP atas dana DIPA BLU-PNBP dilakukan dengan prosedur: a. rekening bank unit BLU UNDIP Rekening bank digunakan untuk mengelola pengeluaran BLU UNDIP yang digunakan untuk: a. Setiap unit BLU hanya dapat membuka 1 (satu) rekening bank. b. C. 5. Pengelolaan pengeluaran BLU UNDIP dikelompokkan berdasarkan sumber dana yang terdiri atas: a. pengeluaran BLU UNDIP atas dana DIPA BLU-PNBP. penerbitan SP2D TUP DIPA BLU-PNBP untuk menambah uang persediaan yang dikelola Bendahara Pengeluaran Pembantu. Rekening pengeluaran terdiri atas: a. menerima pendapatan dari alokasi dana APBN. SPP LS DIPA BLU-PNBP diterbitkan oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu dan telah dilakukan verifikasi oleh PKPUB. 4. Pembukaan rekening pengeluaran pada Bank Umum Nasional yang sehat dan penutupan rekening pengeluaran bank melalui Keputusan Rektor. 2. 2. 6. c. penerbitan SP2D UP DIPA BLU-PNBP pada setiap awal tahun anggaran untuk mengisi uang persediaan Bendahara Pengeluaran Pembantu. . 4. mengelola pengeluaran dana DIPA BLU. Pengisian uang persediaan dilakukan dengan prosedur: a. Pengeluaran BLU UNDIP dilakukan sesuai dengan prosedur pengeluaran APBN yang diatur oleh Menteri Keuangan.

potongan jamsostek (potongan sesuai dengan ketentuan yang berlaku/surat pemberitahuan jamsostek). e. surat angkutan atau konosemen apabila pengadaan barang dilaksanakan di luar wilayah kerja. i. Verifikasi oleh PKPUB sebagaimana dimaksud pada angka 2 dilakukan atas dokumen SPP LS DIPA BLU-PNBP dengan meneliti kelengkapan lampiran dokumen: a. PENERBITAN SP2D UP 1. 4. khusus untuk pekerjaan konsultan yang perhitungan harganya menggunakan biaya personil (billing rate). D. SSP disertai faktur pajak (PPN dan PPh) yang telah ditandatangani wajib pajak dan wajib pungut. Penerbitan SP2D UP dilakukan setelah SPP-UP DIPA BLU-PNBP dan SPM-UP DIPA BLU-PNBP disampaikan ke Bendahara Pengeluaran. angka 4. 6. . 5. berita acara prestasi kemajuan pekerjaan dilampiri dengan bukti kehadiran dari tenaga konsultan sesuai pentahapan waktu pekerjaan dan bukti penyewaan/pembelian alat penunjang serta bukti pengeluaran lainnya berdasarkan rincian dalam surat penawaran. surat pemberitahuan potongan denda keterlambatan pekerjaan dari Pejabat Teknis apabila pekerjaan mengalami keterlambatan. surat perjanjian kerja sama/kontrak antara pengguna anggaran/ kuasa pengguna anggaran dengan pihak ketiga serta mencantumkan nomor rekening bank pihak ketiga. l. c. SPM LS DIPA BLU-PNBP sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilampiri dengan SPTB dan diterbitkan oleh Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator. f. berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh pihak ketiga/rekanan serta unsur panitia pemeriksaan barang berikut lampiran daftar barang yang diperiksa. g. b. nota/faktur yang ditandatangani pihak ketiga dan Pejabat Teknis serta disetujui oleh Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator. dan angka 5 tidak terpenuhi. k.-1083. kwitansi bermeterai. berita acara penyelesaian pekerjaan. berita acara serah terima barang dan jasa. Bendahara Pengeluaran wajib menolak menerbitkan SP2D LS DIPA BLU-PNBP apabila persyaratan atas SPP LS dan SPM LS sebagaimana dimaksud pada angka 2. j. SPP UP DIPA BLU-PNBP diterbitkan oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu dan telah dilakukan verifikasi oleh PKPUB. berita acara pembayaran. 3. dokumen lain yang dipersyaratkan untuk kontrak yang dananya sebagian atau seluruhnya bersumber dari penerusan pinjaman/hibah luar negeri. Verifikasi oleh PKPUB dilakukan atas dokumen SPP UP DIPA BLUPNBP dengan meneliti kesesuaiannya dengan besarnya nilai uang persediaan yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor. n. 2. m. d. foto/buku/dokumentasi tingkat kemajuan/ penyelesaian pekerjaan. SPM LS DIPA BLU-PNBP diterbitkan oleh pejabat keuangan sebagaimana dimaksud pada angka 4 setelah SPP LS DIPA BLU-PNBP diverifikasi kelengkapan oleh PKPUB. surat jaminan bank atau yang dipersamakan yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan non bank. h.

5. SPM UP DIPA BLU-PNBP diterbitkan oleh Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator. Besarnya nilai TUP pada SP2D TUP berdasarkan kebutuhan yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan dalam periode 1 (satu) bulan. SPP-GUP DIPA BLU-PNBP dan SPM-GUP DIPA BLU-PNBP dapat disampaikan oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu kepada Bendahara Pengeluaran lebih dari satu kali dalam 1 (satu) bulan. 7. 3. SPM GUP DIPA BLU-PNBP diterbitkan pejabat keuangan setelah SPP GUP DIPA BLU-PNBP diverifikasi oleh PKPUB. dan b. SPM UP DIPA BLU-PNBP diterbitkan pejabat keuangan sebagaimana setelah SPP UP DIPA BLU-PNBP diverifikasi oleh PKPUB. SPM GUP DIPA BLU-PNBP diterbitkan oleh Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator. Penerbitan SP2D TUP dilakukan setelah SPP-TUP dan SPM-TUP disampaikan ke Bendahara Pengeluaran. dan b. 4. Pertanggung jawaban pengeluaran atas dana GUP tidak terkait dengan pertanggungjawaban TUP. 3. 8. Verifikasi oleh PKPUB dilakukan atas dokumen SPP GUP DIPA BLUPNBP dengan meneliti kesesuaiannya dengan besarnya pengesahan pertanggungjawaban pengeluaran periode sebelumnya. E. Bendahara Pengeluaran Pembantu Unit dapat membayar dengan UP yang dikelolanya dengan: a. 6.-1094. atau . pembayaran langsung kepada penyedia barang dan/atau jasa. 6. Bendahara Pengeluaran wajib menolak menerbitkan SP2D UP DIPA BLU-PNBP apabila persyaratan atas SPP UP dan SPM UP tidak terpenuhi. Penerbitan SP2D TUP dapat dilakukan apabila Bendahara Pengeluaran Pembantu telah menyampaikan dokumen yang meliputi: a. Bendahara Pengeluaran wajib menolak menerbitkan SP2D GUP DIPA BLU-PNBP apabila persyaratan atas SPP UP dan SPM UP tidak terpenuhi. 2. 2. PENERBITAN SP2D GUP 1. G. SPP GUP DIPA BLU-PNBP diterbitkan oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu dan telah dilakukan verifikasi oleh PKPUB. 5. Bendahara Pengeluaran Pembantu telah menyampaikan pertanggungjawaban pengeluaran atas dana UP dan/atau GUP yang dikelolanya dan telah diverifikasi oleh PKPUB. OTORISASI PEMBAYARAN 1. F. Penerbitan SP2D GUP dilakukan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. PENERBITAN SP2D TUP 1. SPP-GUP DIPA BLU-PNBP dan SPM-GUP DIPA BLU-PNBP telah disampaikan ke Bendahara Pengeluaran oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu. pertanggungjawaban pengeluaran atas dana UP dan/atau GUP yang dikelolanya dan telah diverifikasi oleh PKPB. pertanggungjawaban pengeluaran atas dana TUP yang dikelolanya untuk bulan lalu dan telah diverifikasi oleh PKPB.

. pengeluaran tersebut berarti dibiayai oleh uang persediaan yang dipegang oleh bendahara pengeluaran pembantu tiap unit satuan kerja. atau b. 5. 4. b.-110b. f. PROSEDUR PENGELUARAN 1. Untuk swakelola. Prosedur akuntansi pengeluaran di atas tercantum dalam subbagian I. 2. Proses pengeluaran atau belanja tersebut secara umum terbagi dalam dua (2) mekanisme belanja yaitu LS dan swakelola. setiap unit satuan kerja selalu dan pasti melaksanakan proses pengeuaran dan belanja. NPPD diajukan oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu Sub Unit atau penerima panjar kerja kepada Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator melalui PKPUB. prosedur akuntansi pemberian dana TUP ke unit BLU. prosedur akuntansi pemberian dana GUP ke unit BLU. PROSEDUR AKUNTANSI PEMBERIAN UANG PERSEDIAAN KE UNIT/ SUBSATKER BLU DARI DANA DIPA BLU. Pembayaran sebagaimana point dua di atas dapat dilakukan setelah NPPD diterbitkan oleh Pejabat Teknis BLU UNDIP. subbagian L. Ketentuan mengenai formulir dan catatan yang digunakan dalam prosedur akuntansi pengeluaran BLU UNDIP tercantum dalam subbagian O. 3. e.000. dan subbagian N.PNBP 1. subbagian K.00 (lima juta rupiah). prosedur akuntansi pemberian UP ke unit BLU. prosedur akuntansi pengeluaran LS. dalam pelaksanaan kegiatan selama satu tahun anggaran. I. Pendahuluan UNDIP selaku BLU. Pembayaran melalui penerima panjar wajib dipertanggungjawabkan oleh penerima panjar kepada Bendahara Pengeluaran Pembantu Unit BLU dengan ketentuan: a. pembayaran melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu Sub Unit BLU. Ketentuan pembayaran sebagai berikut: a. 3. 2.000. b. paling lama 15 (lima belas) hari kerja sejak uang panjar kerja diterima.00 (lima juta rupiah) dilakukan langsung kepada penyedia barang dan jasa atau melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu Sub Unit BLU. H. atau c. d. pembayaran melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu Sub Unit BLU dilakukan untuk pengeluaran di Sub Unit. pembayaran lebih dari Rp5.000. pembayaran melalui penerima panjar kerja. prosedur akuntansi penerbitan SPM pengesahan ke KPPN Semarang. subbagian J. prosedur akuntansi pengeluaran UP oleh unit BLU. Prosedur akuntansi pengeluaran dana DIPA BLU-PNBP dikelompokkan menjadi: a. ketentuan panjar kerja tidak termasuk pembayaran untuk keperluan perjalanan dinas. pembayaran melalui penerima panjar kerja hanya dapat dilakukan untuk pembayaran paling banyak sebesar Rp5.000. c. subbagian M. d. c. sesuai batas waktu yang ditetapkan dalam NPPD.

Uang persediaan tiap unit satuan kerja. BPP (Unit/ Subsatker BLU) BPP (Unit/ Subsatker BLU) 2. SPP-UP . a. SPP-UP b. maka BPP diminta untuk melengkapi dan/atau melakukan koreksi sesuai dengan ketentuan yang ada Dokumen yang Digunakan Keputusan Rektor tentang Besaran Uang Persediaan SPP-UP SPP-UP Penanggung Jawab BPP (Unit/ Subsatker BLU) b. c. Adapun prosedur akuntansi pemberian uang persediaan akan dijelaskan sebagai berikut. 1. Uraian Aktivitas Pembuatan SPP-UP BPP membuat SPP-UP sesuai besaran uang persediaan yang ditetapkan melalui Keputusan Rektor tentang Besaran Uang Persediaan SPP-UP dibuat sebanyak 3 (tiga) rangkap Dokumen SPP-UP ini kemudian akan dibawa ke bagian fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen pada PKPPUB Pembuatan SPM-UP PKPUB menerima SPP-UP yang disampaikan oleh BPP untuk dilakukan verifikasi Pelaksanaan verifikasi dilakukan dengan meneliti apakah SPP-UP yang diberikan oleh BPP telah lengkap dan benar Apabila SPP-UP telah lengkap dan benar. maka fungsi pembuat dokumen PKPUB membuat SPM-UP setelah diotorisasi oleh Kuasa Otorisator Sebaliknya.  SPM-UP  SPP-UP d.PNBP a. SPP-UP PKPUB-fungsi verifikator dan pembuat dokumen PKPUB-fungsi verifikator dan pembuat dokumen  PKPUB-fungsi verifikator dan pembuat dokumen  Kuasa Otorisator PKPUB-fungsi verifikator dan pembuat dokumen c. pada awal tahun anggaran akan diberikan oleh BLU UNDIP. dan juga dilengkapi dengan diagram flow chart. baik melalui uraian prosedur dan langkah kegiatan. 2.-111Dengan kata lain untuk dapat melakukan pengeluaran. a. apabila SPPUP tidak lengkap atau tidak benar. Uang persediaan tersebut dibagikan kepada setiap unit satuan kerja dengan jumlah yang telah ditentukan atas dasar estimasi rencana pengeluaran/ belanja setiap unit satuan kerja. setiap unit satuan kerja harus memiliki uang persediaan. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Pemberian Uang Persediaan Ke Unit/Subsatker BLU dari Dana DIPA BLU. No.

 SPM-UP  SPP-UP d. a. a. PKPPBfungsi verifikasi melakukan penelitian terhadap kesesuaian antara Keputusan Rektor tentang Besaran Uang Persediaan dengan dokumen SPM-UP dan SPP-UP yang disampaikan  SPM-UP  SPP-UP  Buku Register g. sedangkan SPP-UP sebanyak 2 (dua) rangkap Kedua dokumen ini (SPPUP dan SPM-UP) diterima oleh BPP. b.  SPM-UP  SPP-UP PKPUB-fungsi verifikator dan pembuat dokumen BPP (Unit/ Subsatker BLU) c. PKPUB mengarsip 1 (satu)  SPM-UP rangkap SPP-UP dan 1  SPP-UP (satu) rangkap SPM-UP PKPUB juga akan mencatat dokumen yang diarsip tersebut dalam buku register Penyampaian SPM-UP ke PKPB/BAUK Dokumen SPM-UP yang telah diotorisasi oleh kuasa otorisator Unit/Subsatker disampaikan kepada BPP yang dilampiri dengan SPP-UP Dokumen SPM-UP yang disampaikan sebanyak 3 (tiga) rangkap. Aktivitas SPM-UP akan dibuat sebanyak 4 (empat) rangkap Dokumen yang Digunakan  SPM-UP  SPP-UP Penanggung Jawab PKPUB-fungsi verifikator dan pembuat dokumen PKPUB-fungsi verifikator dan pembuat dokumen PKPUB-fungsi verifikator dan pembuat dokumen PKPUB-fungsi verifikator dan pembuat dokumen f. 3.  SPM-UP  SPP-UP BPP (Unit/ Subsatker BLU) 4. dan diarsip masing-masing 1 (satu) rangkap sesuai urut tanggal Selanjutnya.-112No. e. BPP menyampaikan 2 (dua) rangkap SPM-UP dan 1 (satu) rangkap SPP-UP ke PKPB Verifikasi SPM-UP PKPB menerima SPP-UP dan SPM-UP yang disampaikan oleh BPP Selanjutnya.  SPM-UP  SPP-UP  SPM-UP  SPP-UP  Keputusan Rektor tentang Besaran Uang Persediaan PKPBBverifikator PKPBBverifikator .  SPM-UP  SPP-UP b.

Rektor maka PKPB memberikan tentang persetujuan penerbitan Besaran Uang SP2D-UP dengan cara Persediaan memberi stempel dan tandatangan yang menyatakan persetujuan penerbitan SP2D-UP Satu rangkap SPP-UP dan  SPM-UP satu rangkap SPM-UP  SPP-UP yang telah disetujui akan diarsip sesuai urut tanggal oleh PKPB sedangkan lainnya kemudian diserahkan ke Bendahara Pengeluaran BLU Membuat SP2D Bendahara Pengeluaran SPM-UP BLU menerima satu rangkap SPM-UP dari PKPB Berdasarkan SPM-UP  SPM-UP yang telah disetujui  SP2D-UP PKPB. a. 1 (satu) rangkap diarsip Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP iii. d. Bendahara SP2D-UP pengeluaran BLU meminta pengesahan SP2D-UP oleh PKPB SP2D-UP dibuat sebanyak SP2D-UP 5 (lima) rangkap Aktivitas SP2D-UP dibuat dengan nomor urut tercetak dan berhologram. Bendahara Pengeluaran BLU Bendahara Pengeluaran BLU  Bendahara Pengeluaran BLU  PKPB Bendahara Pengeluaran BLU Bendahara Pengeluaran BLU b. PKPBBverifikator 5. c. SP2D-UP dialokasikan sebagai berikut: i. e. c. 1 (satu) rangkap ke Fungsi Akuntansi PKPPB SP2D-UP Penanggung Jawab PKPBBverifikator d. .-113No. Bendahara Pengeluaran BLU membuat SP2D-UP Selanjutnya. Dokumen yang Digunakan Jika kedua dokumen  SPM-UP tersebut sesuai dengan  SPP-UP Keputusan Rektor tentang  Keputusan Besaran Uang Persediaan. 3 (tiga) rangkap ke Bendahara Pengeluaran Pembantu ii.

Berdasarkan transfer SP2D-UP tersebut. Bank Persepsi menerima SP2D-UP 3 (tiga) rangkap SP2D-UP dari BPP b. Selanjutnya. setiap  Rekening periodik Bank Persepsi Koran BLU akan menyampaikan  Rekening rekening koran. Bank SP2D-UP Persepsi melakukan verifikasi SP2D-UP dengan meneliti kelengkapan pengesahannya c. Selanjutnya. Pencatatan SP2D-UP oleh BPP a. Bank Persepsi memberi otorisasi pada SP2D-UP dengan memberi stempel lunas bayar e. Bank Persepsi SP2D-UP menyerahkan dua rangkap SP2D-UP yang telah diotorisasi pada BPP f. baik Koran Unit/ rekening koran BLU Subsatker maupun rekening koran Unit/Subsatker g. BPP SP2D-UP mencatat SP2D-UP ke dalam buku catatan Bendahara Pengeluaran Pembantu dan ke dalam Register SP2D-UP Bank Persepsi Bank Persepsi Bank Persepsi Bank Persepsi BPP (Unit/ Subsatker BLU) BPP (Unit/ Subsatker BLU) . Bank Persepsi merealisasi SP2D-UP SP2D-UP dengan membayar melalui mekanisme transfer ke rekening Unit/Subsatker BLU d. Aktivitas Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab  BPP (Unit/ Subsatker BLU)  Bank Persepsi Bank Persepsi Pembayaran melalui Bank Persepsi a. Bank Persepsi akan SP2D-UP mengarsip satu rangkap SP2D-UP 7. Selanjutnya. 6.-114No. BPP menerima 2 rangkap SP2D-UP SP2D-UP yang telah diotorisasi Bank Persepsi b.

Dokumen ini digunakan untuk mencatat dalam jurnal. diposting ke dalam buku besar. Pencatatan akuntansi oleh PKPB fungsi akuntansi PKPPB Fungsi Akuntansi menerima SP2D-UP dari Bendahara Pengeluaran BLU sebanyak 1 rangkap yang digunakan untuk mencatat dalam jurnal.-115No. dan dibuat laporan keuangannya  SP2D-UP  Rekening Koran Unit/ Subsatker  Jurnal  Buku Besar  Laporan Keuangan PKPUB-fungsi akuntansi . Pencatatan akuntansi oleh PKPPUB fungsi akuntansi a. Fungsi Akuntansi PKPUB menerima satu rangkap SP2D-UP yang telah diverifikasi dan diotorisasi oleh Bank Persepsi beserta dengan Rekening Koran Unit/Subsatker dari BPP b. dan dibuat laporan keuangannya dan laporan ini akan dikonsolidasikan dengan Laporan Keuangan PKPB  SP2D-UP  Rekening Koran Unit/ Subsatker PKPUB-fungsi akuntansi  SP2D-UP  Rekening Koran Unit/ Subsatker  Jurnal  Buku Besar  Laporan Keuangan  Laporan Keuangan Konsolidasian PKPUB-fungsi akuntansi 9. Aktivitas Dokumen yang Digunakan SP2D-UP Penanggung Jawab BPP (Unit/ Subsatker BLU) BPP menyerahkan satu rangkap SP2D-UP yang telah diverifikasi dan diotorisasi oleh Bank Persepsi beserta dengan Rekening Koran Unit/ Subsatker dari Bank Persepsi ke Fungsi Akuntansi PKPPUB 8. diposting ke dalam buku besar. c.

PROSEDUR AKUNTANSI PENGELUARAN UANG PERSEDIAAN OLEH UNIT/SUBSATKER BLU DARI DANA DIPA BLU. baik melalui uraian prosedur dan langkah kegiatan.4.Fungsi akuntansi Akuntansi (BAUK) 8a Rekening Koran unit/ subsatker BLU SP2D-UP (1 rangkap) Mulai SPP-UP (3 rangkap) 2a 5a SPM-UP (1 rangkap) 6a SP2D-UP (3 rangkap) KEPUTUSAN REKTOR TTG BESARAN UP tdk Rekening Koran BLU SP2D-UP (1 rangkap) 9 1a Membuat SPP-UP 2d Lengkap & Benar ya 2b Membuat dan menandatangani SP2D nomor urut tercetak dan berhologram 2c 1b SPP-UP (3 rangkap) Membuat SPM-UP KEPUTUSAN REKTOR TTG BESARAN UP 5b 5c Pengesahan oleh PKPB-Fungsi Verifikasi 5eiii SP2D-UP (5 rangkap) SPM-UP (1 rangkap) 6b 6c 6d 1c 4b Otorisasi oleh Kuasa otorisator Melakukan verifikasi dan otorisasi SP2D dengan stempel lunas bayar melalui transfer rekening bank Jurnal Jurnal 8b BUKU BESAR BUKU BESAR 5d LAPORAN SP2D-UP (2 rangkap) LAPORAN 2e 3b SPM-UP (3 rangkap) SPP-UP (2 rangkap) SPM-UP (4 rangkap) SPP-UP (3 rangkap) 3a Memverifikasi SPM dan PPKB memberi stempel serta tandatangan persetujuan penerbitan SP2D pada dok SPM konsolidasi 5ei 5eii 6e Rekening Koran BLU selesai 4c SPM-UP (2 rangkap) Arsip urut tgl Register 3c Arsip urut tgl 3d 2g Arsip urut tgl SPP-UP (1 rangkap) 6f Rekening Koran unit/ subsatker BLU Arsip urut tgl 2f SP2D-UP (1 rangkap) 4d Arsip urut tgl DITERIMA OLEH BENDAHARA PENGELUARAN PEMBANTU Register 7b 7a 6g 7c J. Untuk swakelola. setiap unit satuan kerja selalu dan pasti melaksanakan proses pengeluaran dan belanja. baik uang persediaan nonhonor maupun uang persediaan pembayaran honor akan dijelaskan sebagai berikut.UNDIP BANK PERSEPSI Pejabat Keuangan Pejabat Keuangan Penatausahaan Penatausahaan Unit / Subsatker BLU BLU (PKPB)(PKPUB).-116b.PROSEDUR AKUNTANSI PEMBERIAN UANG PERSEDIAAN KE UNIT /SUBSATKER BLU DARI DANA DIPA BLU-RBA Bendahara Pengeluaran Pembantu ( Unit /Subsatker BLU) Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit / Subsatker BLU (PKPUB). dan uang persediaan untuk penggunaan pembayaran honorarium. Bagan Alir 2. dan juga dilengkapi dengan diagram flowchart. Adapun untuk setiap prosedur akuntansi pengeluaran uang persediaan. Uang persediaan yang dipegang oleh bendahara pengeluaran pembantu unit satuan kerja. yaitu uang persediaan untuk penggunaan dana nonhonor. secara umum terbagi menjadi 2 (dua) sistem pengeluaran uang persedian. Proses pengeluaran atau belanja tersebut secara umum terbagi dalam 2 (dua) mekanisme belanja yaitu LS dan swakelola. dalam pelaksanaan kegiatan selama satu tahun anggaran. . pengeluaran tersebut berarti dibiayai oleh uang persediaan yang dipegang oleh bendahara pengeluaran pembantu tiap unit satuan kerja. Pendahuluan UNDIP selaku BLU.Fungsi Verifikator & pembuat dokumen Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)verifikator (BAUK) 4a SPM-UP (2 rangkap) SPP-UP (1 rangkap) Bendahara Pengeluaran BLU .PNBP 1.II.

PKPUB fungsi verifikasi menerima dokumen RAB/ TOR/dokumen sejenis dari pejabat teknis BLU.PNBP Non Honor a. maka pejabat teknis BLU diminta untuk menyesuaikan sesuai dengan DIPA-BLU-PNBP Otorisasi NPPD a. Sebaliknya. Selanjutnya. apabila RAB tidak tersedia anggarannya. PKPUB fungsi verifikasi PKPPUB fungsi verifikasi PKPUB fungsi verifikasi PKPUB fungsi verifikasi 3. PKPUB membuat Nota Persetujuan Pencairan Dana yang telah sesuai dengan DIPA BLU PNBP dan kemudian pemberian paraf bahwa telah diteliti kebenarannya Dokumen yang Digunakan  Blueprint DIPA-BLU PNBP yang dibagikan universitas Penanggung Jawab Pejabat Teknis BLU  Dokumen RAB/ TOR/ dokumen sejenis  Dokumen RAB/TOR/ dokumen sejenis  Dokumen RAB/TOR/ dokumen sejenis  DIPA BLUPNBP  Dokumen RAB/TOR/ dokumen sejenis  DIPA BLUPNBP  Dokumen RAB/TOR/ dokumen sejenis  DIPA BLUPNBP  Dokumen RAB/TOR/ dokumen sejenis  DIPA BLUPNBP  NPPD Pejabat Teknis BLU 2. Pejabat teknis BLU membuat rencana anggaran belanja (RAB) atau TOR atau dokumen sejenis untuk melaksanakan kegiatannya dengan berpedoman pada RBA yang dibagikan oleh Satker BLU (DIPA BLUPNBP) b. untuk dilakukan verifikasi b.-1172. Pembuatan Rencana Anggaran Belanja (RAB) a. PKPUB fungsi pembuat dokumen . verifikasi dilakukan dengan cara mencocokkan kesesuaian antara RAB dengan ketersediaan anggaran sebagaimana tertuang dalam DIPA BLU-PNBP c. Dokumen RAB/TOR/ dokumen sejenis dibawa ke bagian fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen Verifikasi dan pembuatan NPPD a. maka PKPUB fungsi pembuat dokumen membuat NPPD d. Apabila RAB tersedia anggarannya dalam DIPA BLU-PNBP. Uraian Aktivitas 1. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Pengeluaran Uang Persediaan oleh Unit/Subsatker BLU dari Dana DIPA BLU.

-118Aktivitas b. NPPD dibuat sebanyak 3 (tiga) rangkap dan memintakan otorisasi kepada kuasa otorisator unit/subsatker c. Selanjutnya kuasa otorisator menandatangani NPPD dan mengembalikan NPPD 2 (dua) rangkap kepada PKPPUB (fungsi verifikasi pembuat dokumen) dan mengarsip NPPD 1 (satu) rangkap d. PKPPUB (fungsi pembuat dokumen) mencatat NPPD ke dalam register NPPD dan mengirim NPPD 1 (satu) rangkap ke BPP dan mengarsip NPPD 1 (satu) rangkap Pengeluaran uang persediaan oleh BPP a. BPP menerima NPPD yang telah diotorisasi oleh kuasa otorisator dari PKPPUB (fungsi pembuat dokumen) b. Berdasarkan NPPD yang diterima dari kuasa otorisator BPP mempersiapkan pencairan dana c. Jika dana yang akan dicairkan di bawah Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah), BPP membayar dengan uang brankas yang telah disediakan sebelumnya (BPP hanya diperkenankan menyimpan uang dalam brankas dengan saldo maksimal Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dalam sehari) d. Jika BPP akan mengeluarkan uang diatas Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah), kepada pihak ketiga, maka BPP wajib membayarnya dengan cek Dokumen yang Digunakan NPPD Penanggung Jawab PKPUB fungsi pembuat dokumen Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator

NPPD-otorisasi

NPPD-otorisasi

PKPUB fungsi pembuat dokumen

4.

NPPD-otorisasi

BPP

NPPD-otorisasi

BPP

 NPPDotorisasi  Kwitansi

BPP

 NPPDotorisasi  Cek  Kwitansi

BPP

-119Aktivitas e. Sebelum uang atau cek diserahkan kepada penerima panjar atau pihak ketiga, BPP membuat kwitansi dan meminta persetujuan kepada kuasa otorisator melalui PKPPUB f. Persetujuan tersebut dituangkan dalam dokumen kwitansi. Jika kuasa otorisator setuju bayar maka BPP dapat membayar kepada penerima panjar atau pihak ketiga dengan menyerahkan uang atau cek Pembayaran kepada penerima panjar kerja atau pihak ketiga a. Penerima panjar akan menerima uang dan selanjutnya menandatangani kwitansi sementara b. Kwitansi sementara sebagaimana dimaksud ditandatangani sebanyak rangkap 2 (dua) c. Penerima panjar menandatangani kwitansi ketika telah menyelesaikan kegiatan dengan melampirkan dokumen pertanggungjawaban d. BPP akan menukar kwitansi sementara yang telah ditandatangani sebelumnya oleh penerima panjar dengan kwitansi (definitif) sebanyak rangkap 3 (tiga) e. Pihak ketiga akan menerima cek atau uang tunai dan selanjutnya menandatangani kwitansi pada kolom penerima pembayaran f. Kwitansi sebagaimana dimaksud ditandatangani sebanyak rangkap 3 (tiga) Dokumen yang Digunakan Kwitansi Penanggung Jawab PKPUB fungsi verifikasi

Kwitansi

Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator

5.

 Uang  Kwitansi sementara Kwitansi sementara Kwitansi definitif

Penerima Panjar Kerja/Pihak Ketiga Penerima Panjar Kerja/Pihak Ketiga Penerima Panjar Kerja/Pihak Ketiga BPP

 Kwitansi sementara  Kwitansi definitif  Cek/uang  Kwitansi definitif

Penerima Panjar Kerja/Pihak Ketiga Penerima Panjar Kerja/Pihak Ketiga

Kwitansi definitif

-120Aktivitas g. Setelah penerima panjar atau pihak ketiga menandatangani kwitansi (definitif), BPP memberi tandatangan pada kwitansi di kolom lunas bayar h. Berdasarkan kwitansi (definitif), BPP membuat rekapitulasi pengeluaran dan buku bendahara pengeluaran pembantu Pengesahan SPJ UP/GU/TU a. BPP membuat dokumen pengesahan SPJ pengeluaran UP/GU/TU dan memintakan otorisasi pengesahan dari kuasa otorisator melalui PKPPUB (fungsi verifikasi/unit satker) b. Jika pejabat keuangan kuasa otorisator unit/subsatker BLU menyatakan dokumen pertanggungjawaban atas pengeluaran telah “lengkap” dan “benar” maka kuasa otorisator menandatangani dokumen pengesahan SPJ UP/GU/TU dan menyerahakan dokumen pengesahan tersebut kepada BPP c. BPP mencatat dokumen pengesahan UP/GU/TU ke dalam register pengesahan SPJ dan selanjutnya mengirim kepada Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB-fungsi verifikasi BAUK) Dokumen yang Digunakan Kwitansi definitif Penanggung Jawab BPP

 Kwitansi definitif  Rekapitulasi pengeluaran Pengesahan SPJ pengeluaran UP/GU/TU

BPP

6.

BPP

Pengesahan SPJ pengeluaran UP/GU/TU

Pejabat keuangan kuasa otorisator

Pengesahan SPJ pengeluaran UP/GU/TU

BPP

PROSEDUR AKUNTANSI PENGELUARAN UANG PERSEDIAAN OLEH UNIT/SUBSATKER BLU DARI DANA DIPA BLU-RBA-NON HONOR PEJABAT TEKNIS BLU MULAI Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit/ Subsatker BLU (PKPUB) – Fungsi Verifikasi dan Pembuat Dok. pengesahan SPJ UP/GU/ TU Pengesahan SPJ UP/GU/TU Kwitansi (3 rangkap) Pengesahan SPJ UP/GU/TU Kwitansi (3 rangkap) register 1 3 tgl 2 Pengesahan SPJ UP/GU/TU SELESAI 3.II. Dokumen RAB dibawa ke bagian fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen Dokumen yang Digunakan Blueprint DIPA-BLU PNBP yang dibagikan universitas Dokumen RAB/TOR/ dokumen sejenis Penanggung Jawab Pejabat Teknis BLU Pejabat Teknis BLU . Bagan Alir 2.PNBP Pembayaran Honorarium a.A.5. Pejabat teknis BLU membuat rencana anggaran belanja untuk melaksanakan kegiatannya b. Pembuatan RAB a.-121b.sejenis) Membuat NPPD dan memberi paraf bahwa telah diteliti kebenarannya NPPD (3 rangkap) NPPD-otorisasi (2 rangkap) Kwitansi (2 rangkap) Buku BPP register Kwitansi (3 rangkap) Kwitansi (3 rangkap) Memeriksa dan memberi paraf 3 Pengesahan SPJ UP/GU/TU cek Kwitansi (3 rangkap) uang Merekap pengelu aran Menyelesaikan pekerjaan Menandat angani kwitansi definitif Memberi setuju bayar Lengkap dan benar Rekapitulasi pengeluaran Kwitansi (3 rangkap) Membuat dok. 10 juta dalam 1 hari) uang Kwitansi (3 rangkap) cek Kwitansi (3 rangkap) tidak Tersedia anggaran BRANKAS ya NPPD-otorisasi (3 rangkap) NPPD-otorisasi (1 rangkap) ya pencairan dlm 1 hari <5 juta tidak Membuat cek dan draft kwitansi 2 Uang dan membuat draft kwitansi Kwitansi sementara (2 rangkap) Tanda tangan lunas bayar Menandat angani kwitansi sementara Kwitansi (2 rangkap) Panjar kerja ya Rencana Anggaran Belanja (TOR/dok. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Pengeluaran Uang Persediaan oleh Unit/ Subsatker BLU dari Dana DIPA BLU. Uraian Aktivitas 1. Rencana Anggaran Belanja (TOR/dok.sejenis) DIPA-BLU RBA Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Unit/Subsatker BLU NPPD (3 rangkap) Bendahara Pengeluaran Pembantu ( Unit /Subsatker BLU) Rekening Koran Bank Unit Satker BLU Kwitansi sementara (1 rangkap) Penerima Panjar Kerja / Pihak Ketiga yang berhak menerima pembayaran 1 1 Membuat rencana anggaran belanja untuk melaksanakan kegiatan Otorisasi NPPD Mengisi brankas (saldo maks.

NPPD 1 (satu) rangkap beserta amprah honor diarsip oleh PKPPUB (fungsi pembuat dokumen) f. Apabila RAB tersedia anggarannya dalam DIPA BLU-PNBP. NPPD (1 rangkap) dan amprah honor yang telah ditandatangani diserahkan kepada BPP PKPPUB fungsi pembuat dokumen PKPPUB fungsi pembuat dokumen PKPPUB fungsi pembuat dokumen Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator  NPPD  Amprah honor  NPPD  Amprah honor  NPPD  Amprah honor . NPPD (1 rangkap) beserta amprah honor diserahkan kepada Kuasa Otorisator untuk ditandatangani Otorisasi NPPD dan amprah honor a. dan amprah honor. Selanjutnya. 3. PKPPUB (fungsi verifikasi) menerima dokumen RAB dari pejabat teknis BLU.-122Aktivitas 2. untuk dilakukan verifikasi b. Sebaliknya. Verifikasi dan pembuatan NPPD a. Selanjutnya kuasa otorisator menandatangani NPPD dan amprah honor c. Kuasa Otorisator menerima NPPD 1 (satu) rangkap dan amprah honor dari PKPPUB (fungsi pembuat dokumen) b. maka pejabat teknis BLU diminta untuk menyesuaikan sesuai dengan DIPA-BLU-PNBP Dokumen yang Digunakan Dokumen RAB/TOR/ dokumen sejenis  Dokumen RAB/TOR/ dokumen sejenis  DIPA BLUPNBP  Amprah honor  Dokumen RAB/ TOR/ dokumen sejenis  DIPA BLUPNBP  Amprah honor  Dokumen RAB/ TOR/ dokumen sejenis  DIPA BLUPNBP  Amprah honor  NPPD  Amprah honor  NPPD  Amprah honor Penanggung Jawab PKPPUB fungsi verifikasi PKPPUB fungsi verifikasi PKPPUB fungsi verifikasi PKPPUB fungsi verifikasi e. apabila RAB tidak tersedia anggarannya. maka fungsi pembuat dokumen PKPPUB membuat NPPD sebanyak 2 (dua) rangkap d. dan amprah honor c. verifikasi dilakukan dengan cara mencocokan kesesuaian antara RAB dengan ketersediaan anggaran sebagaimana tertuang dalam DIPA BLU-PNBP.

Daftar transfer 1 (satu) rangkap beserta amprah honor diserahkan kepada penerima honor Otorisasi pembayaran oleh Bank Persepsi a. Pembuatan daftar transfer a. Kuasa otorisator menerima daftar transfer 2 (dua) rangkap dari BPP b. Daftar transfer (2 rangkap) beserta amprah honor dikirimkan ke kuasa otorisator d. NPPD yang diterima diarsip menurut tanggal oleh BPP Otorisasi pembayaran oleh Kuasa Otorisator a. Bank persepsi menerima daftar transfer 1 (satu) rangkap dari Kuasa Otorisator b. BPP menerima NPPD 1 (satu) rangkap dan amprah honor yang telah ditandatangani oleh kuasa otorisator b. Bank persepsi melaksanakan verifikasi dokumen dan mengotorisasi transfer uang ke rekening penerima. Bank Persepsi Bank Persepsi  Daftar transfer  Bukti trasnfer Daftar transfer Bukti trasnfer Bank Persepsi BPP . Bukti transfer diserahkan kepada penerima honor melalui BPP Dokumen yang Digunakan  NPPD  Amprah honor  NPPD  Amprah honor  Daftar transfer  Daftar transfer  Amprah honor NPPD Penanggung Jawab BPP BPP BPP BPP 5. Daftar transfer 1 (satu) rangkap diarsip menurut tanggal oleh Bank Persepsi d. Daftar transfer 1 (satu) rangkap diserahkan ke Bank Persepsi d. Kuasa otorisator mengotorisasi pembayaran dan menandatangani daftar transfer c. serta menerbitkan bukti transfer c.-123Aktivitas 4.  Daftar transfer  Amprah honor  Daftar transfer  Amprah honor Daftar transfer  Daftar transfer  Amprah honor Daftar transfer Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator 6. BPP membuat daftar transfer sebanyak 2 (dua) rangkap c. Berdasarkan NPPD dan amprah honor.

Daftar transfer dan amprah  Daftar honor yang telah transfer ditandatangani diserahkan  Amprah kepada PKPPUB melalui BPP honor Pengesahan amprah honor oleh PKPPUB a. Penandatanganan amprah honor oleh penerima honor a. Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab Penerima honor 8. Selanjutnya amprah honor  Daftar dan daftar transfer diarsip transfer oleh BPP menurut tanggal  Amprah honor Penerima honor Penerima honor Penerima honor dan BPP PKPPUB fungsi verifikasi PKPPUB fungsi verifikasi PKPPUB fungsi verifikasi BPP . Penerima honor menerima Bukti transfer bukti transfer dari BPP c. Amprah honor dan daftar  Daftar transfer diterima oleh transfer PKPPUB dari BPP  Amprah honor b.-124Aktivitas 7. Penerima honor menerima  Daftar daftar transfer dan amprah transfer honor dari kuasa otorisator  Amprah honor b. Berdasarkan daftar transfer  Daftar PKPPUB memberi transfer pengesahan amprah honor  Amprah honor c. Penerima honor  Bukti menandatangani amprah trasnfer honor berdasarkan bukti  Daftar transfer yang diterima transfer  Amprah honor d. Amprah honor dan daftar  Daftar transfer yang telah diberi transfer pengesahan dikirim ke BPP  Amprah honor d.

Hal ini disebabkan karena.II. juga dikarenakan agar mendidik setiap unit satuan kerja agar disiplin dan bertangggungjawab dalam penggunaan uang persediaan.5. .PROSEDUR AKUNTANSI PENGELUARAN UANG PERSEDIAAN OLEH UNIT/SUBSATKER BLU DARI DANA DIPA BLU-RBA. penerima Bukti Transfer Membuat (NPPD) dan memberi paraf bahwa telah diteliti kebenarannya Daftar Transfer (2 rangkap) Amprah Honor Menerima bukti transfer uang dan menandatangani amprah honor NPPD (2 rangkap) Amprah Honor Memberi otorisasi pembayaran dan menandatangani daftar transfer Bukti Transfer Melalui BPP Daftar Transfer Daftar Transfer Amprah Honor yg telah ditandatangani Amprah Honor yg telah ditandatangani Daftar Transfer Amprah Honor yg telah ditandatangani Melalui BPP Memeriksa dan menandatangani SELESAI K.sejenis) Tersedia anggaran DIPA-BLU RBA Menandatangani NPPD dan amprah honor Membuat daftar transfer Memverifikasi dokumen dan mengotorisasi transfer uang ke rek. akan tetapi biasanya hanya untuk memenuhi satu atau dua bulan kebutuhan saja.PEMBAYARAN HONORARIUM Pejabat Teknis BLU Pejabat Keuangan Penatausahan Pejabat Keuangan Kuasa Unit /Subsatker BLU (PKPUB).sejenis) Membuat rencana anggaran belanja utk melaksanakan kegiatan Daftar Transfer Amprah Honor Daftar Transfer Amprah Honor Rencana Anggaran Belanja (TOR/dok. akan tetapi. selain uang untuk kebutuhan satu tahun anggaran belum tentu sudah tersedia.B. Untuk itulah diperlukan tanggung jawab dan disiplin dari pengelola keuangan di setiap unit satuan kerja agar manajemen uang persediaan teratur dan lancar. Bagan Alir 2. sebelumnya harus dapat menunjukkan SPJ atas penggunaan uang tersebut. PROSEDUR AKUNTANSI PEMBERIAN GANTI UANG PERSEDIAAN KE UNIT/SUBSATKER BLU DARI DANA DIPA BLU. jumlah besaran uang persediaan yang dibagikan tidak mendasarkan pada estimasi pengeluaran/ belanja selama satu tahun anggaran.Otorisator Unit/Subsatker Fungsi Verifikasi & pemb. pada awal tahun anggaran akan diberikan oleh BLU UNDIP.PNBP 1. dokumen BLU NPPD (1 rangkap) Amprah Honor Bendahara Pengeluaran Pembantu ( Unit /Subsatker BLU) NPPD (1 rangkap) Amprah Honor Bank Persepsi Penerima Honor MULAI Rencana Anggaran Belanja (TOR/dok.-125b. maka dapat diajukan penggantian uang persediaan tersebut. Uang persediaan tersebut dibagikan kepada setiap unit satuan kerja dengan jumlah yang telah ditentukan atas dasar estimasi rencana pengeluaran/ belanja setiap unit satuan kerja. Akan tetapi. Apabila uang persediaan telah habis dipergunakan. Pendahuluan Uang persediaan tiap unit satuan kerja.

-126Adapun prosedur akuntansi pemberian ganti uang persediaan akan dijelaskan sebagai berikut. Uraian Aktivitas 1. Pembuatan SPJ Pengeluaran UP Bulan Sebelumnya a.PNBP a. Bendahara Pengeluaran Pembantu menyusun pertanggungjawaban pengeluaran uang persediaan unit BLU yang telah dikeluarkan pada bulan sebelumnya b. sebagai berikut: 1) Dokumen SPJ sebanyak 4 (empat) rangkap 2) Kwitansi (definitif) sebanyak 2 (dua) rangkap 3) Rekapitulasi pengeluaran sebanyak 2 (dua) rangkap BPP  Rekapitulasi pengeluaran  Kwitansi definitif  SPJ Pengeluaran UP PKPUB fungsi verifikasi . d. baik melalui uraian prosedur dan langkah kegiatan. dan juga dilengkapi dengan diagram flowchart. Pertanggung jawaban pengeluaran yang dibuat BPP adalah berdasarkan seluruh rekapitulasi pengeluaran dalam periode 1 bulan yang telah ada kwitansi pembayarannya c. Dokumen SPJ atas pengeluaran UP bulan lalu beserta kwitansi definitif dan rekapitulasi pengeluaran dibawa ke Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit / Subsatker BLU (PKPUB) selaku fungsi verifikasi dan pembuat dokumen Verifikasi dan Pembuatan SPTB a. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Pemberian Ganti Rugi Uang Persediaan ke Unit/Subsatker BLU dari Dana DIPA BLU. PKPUB menerima dokumen dari BPP dengan rincian. Kwitansi pembayaran tersebut disertai dengan dokumen rekapitulasi pengeluaran yang telah dibuat sebelumnya oleh BPP Dokumen yang Digunakan  Rekapitulasi pengeluaran  Kwitansi definitif  SPJ Pengeluaran UP  Rekapitulasi pengeluaran  Kwitansi definitif  SPJ Pengeluaran UP  Rekapitulasi pengeluaran  Kwitansi definitif  SPJ Pengeluaran UP  Rekapitulasi pengeluaran  Kwitansi definitif  SPJ Pengeluaran UP Penanggung Jawab BPP BPP BPP 2. Maksimal setiap tanggal 5. 2.

-127Dokumen yang Digunakan b. sebagai Pengeluaran berikut: UP 1) Memeriksa kelengkapan  DIPA BLUpengesahan SPJ atas PNBP pengeluaran UP bulan lalu. maka  SPJ Bendahara Pengeluaran Pengeluaran Pembantu diminta untuk UP memperbaiki SPJ yang sesuai dengan kwitansi definif dan rekapitulasi pengeluaran f. apabila SPJ  SPTB dianggap tidak sah. Selanjutnya. fungsi verifikasi  SPTB PKPB melakukan  SPJ pemeriksaan. Dokumen SPJ atas  SPTB pengeluaran UP bulan lalu  SPJ beserta Surat Pernyataan Pengeluaran Tanggungjawab Belanja UP (SPTB) kemudian diserahkan ke fungsi verifikasi PKPB oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu Verifikasi SPJ oleh PKPPB fungsi verifikasi a. Sebaliknya. Pengesahan SPJ dilakukan  Rekapitulasi oleh PKPUB. PKPB fungsi verifikasi PKPB fungsi verifikasi . Verifikasi dilakukan untuk  Rekapitulasi memeriksa kelengkapan dan pengeluaran kebenaran SPJ dengan cara  Kwitansi mencocokkan SPJ dengan definitif kwitansi (definitif) dan  SPJ rekapitulasi pengeluaran Pengeluaran UP c. Selanjutnya. berdasarkan  SPTB pengesahan SPJ. Aktivitas Penanggung Jawab PKPUB fungsi verifikasi PKPUB fungsi verifikasi PKPUB fungsi pembuat dokumen PKPUB fungsi verifikasi BPP 3. Apabila SPJ pengeluaran dinyatakan sah maka PKPUB  Kwitansi memberi stempel “telah diuji definitif kelengkapan dan  SPJ kebenarannya” serta Pengeluaran menandatanganinya UP d. PKPUB  SPJ menyusun SPTB dan Pengeluaran meminta otorisasi baik pada UP dokumen SPJ maupun pada dokumen SPTB ke kuasa otorisator unit/subsatker BLU e. PKPB fungsi verifikasi  SPTB menerima SPJ atas  SPJ pengeluaran UP bulan lalu Pengeluaran beserta SPTB dari BPP UP b.

maka dokumen tersebut dikembalikan ke PKPUB untuk diverifikasi ulang dan/atau disesuaikan Pembuatan SPP GUP a. apabila dokumen SPJ atas pengeluaran UP bulan lalu tidak lengkap serta SPTB tidak tersedia anggarannya.  SPTB  SPJ Pengeluaran UP  SPTB  SPJ Pengeluaran UP  SPP GUP BPP BPP . Apabila dokumen lengkap dan SPJ atas pengeluaran UP bulan lalu serta SPTB tersedia anggarannya dalam DIPA BLU-PNBP maka dianggap sah dan PKPB memberi pengesahan yang menyatakan bahwa dokumen telah diuji kelengkapannya d. Selanjutnya. dokumen SPJ atas pengeluaran UP bulan lalu serta SPTB yang telah disahkan PKPB diserahkan kepada Bendahara Pengeluaran Pembantu e. BPP membuat SPP GUP berdasarkan pengesahan SPJ atas pengeluaran UP bulan lalu dan SPTB. SPP GUP tersebut dibuat sebanyak 3 (tiga) rangkap Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab  SPTB  SPJ Pengeluaran UP  DIPA BLUPNBP PKPB fungsi verifikasi  SPTB  SPJ Pengeluaran UP  SPTB  SPJ Pengeluaran UP PKPB fungsi verifikasi PKPB fungsi verifikasi 4. BPP menerima pengesahan SPJ atas pengeluaran UP bulan lalu dan SPTB dari PKPB (BAUK) b.-128Aktivitas 2) Memeriksa pengesahan terhadap dokumen SPTB. 3) Mencocokan kesesuaian antara SPJ atas pengeluaran UP bulan lalu serta SPTB dengan ketersediaan anggaran sebagaimana tertuang dalam DIPA BLU-PNBP c. Sebaliknya. Selanjutnya.

jika SPP GUP  SPTB dinyatakan tidak sah. SPTB. Sebaliknya.-129Dokumen yang Digunakan c. Dokumen SPM  SPTB GUP (4 rangkap) kemudian  SPJ dibawa ke Kuasa Otorisasi Pengeluaran Unit/Subsatker BLU untuk UP diotorisasi  SPP GUP  SPM GUP f. Selanjutnya. Dokumen SPP GUP sebanyak  SPTB 1 (satu) rangkap diarsipkan  SPJ menurut urutan tanggal Pengeluaran sedangkan dokumen SPP UP GUP sebanyak 2 (dua)  SPP GUP rangkap beserta SPJ atas pengeluaran UP bulan lalu dan SPTB dibawa ke fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit/ Subsatker BLU (PKPUB) Verifikasi dan pembuatan SPM GUP a. PKPUB fungsi verifikasi PKPUB fungsi verifikasi PKPUB fungsi pembuat dokumen PKPUB fungsi verifikasi PKPUB fungsi pembuat dokumen PKPUB fungsi verifikasi PKPUB fungsi verifikasi . SPP GUP (1 rangkap) SPP GUP diarsipkan menurut tanggal Aktivitas Penanggung Jawab BPP 5. PKPUB menerima SPP GUP  SPTB sebanyak 2 (dua) rangkap  SPJ beserta pengesahan SPJ atas Pengeluaran pengeluaran UP bulan lalu UP dan SPTB dari BPP  SPP GUP b.  SPTB maka fungsi pembuat  SPJ dokumen PKPUB membuat Pengeluaran SPM GUP sebanyak 4 UP (empat) rangkap dan  SPP GUP PKPPUB memberikan paraf  SPM GUP bahwa telah diteliti dan diuji kebenarannya d. Selanjutnya. maka  SPJ BPP diminta untuk Pengeluaran memperbaiki UP  SPP GUP e. Apabila dinyatakan sah. SPP GUP (1 rangkap)  SPTB dan pengesahan SPJ UP  SPJ bulan lalu diserahkan ke Pengeluaran BPP UP  SPP GUP g. fungsi verifikasi  SPTB PKPUB melakukan verifikasi  SPJ kebenaran atas SPP GUP Pengeluaran berdasarkan pengesahan UP SPJ atas pengeluaran UP  SPP GUP bulan lalu dan SPTB c.

pengesahan SPJ UP bulan lalu dan SPTB Dokumen yang Digunakan SPM GUP Penanggung Jawab Kuasa Otorisator unit/subsat ker BLU Kuasa Otorisator unit/subsat ker BLU Kuasa Otorisator unit/subsat ker BLU SPM GUP SPM GUP  SPTB  SPJ Pengeluaran UP  SPP GUP  SPM GUP BPP 7. sebagai berikut: 1) SPM GUP 1 (satu) rangkap diarsipkan menurut tanggal 2) SPM GUP 2 (dua) rangkap. Selanjutnya. SPM GUP sebanyak 1 (satu) rangkap yang telah ditandatangani dibawa ke fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen PKPUB untuk diarsipkan menurut urutan tanggal d. PKPB fungsi verifikasi melakukan verifikasi terhadap SPM GUP dengan melakukan pemeriksaan. Pengesahan SPJ UP bulan lalu dan SPP GUP 1 (satu) rangkap dibawa ke fungsi verifikasi (BAUK) PKPPB oleh BPP Verifikasi SPM GUP a. dengan uraian. sebagai berikut: a. SPTB. Penandatanganan SPM GUP a.  SPTB  SPJ Pengeluaran UP  SPP GUP  SPM GUP  SPTB  SPJ Pengeluaran UP  SPP GUP  SPM GUP PKPB fungsi verifikasi PKPB fungsi verifikasi . Sedangkan SPM GUP sebanyak 3 (tiga) rangkap yang telah ditandatangani dibawa ke Bendahara Pengeluaran Pembantu. Mencocokkan kesesuaian antara SPM GUP dengan dokumen SPP GUP. PKPB fungsi verifikasi menerima SPM GUP 2 (dua) rangkap. Selanjutnya. Kuasa Otorisasi Unit/ Subsatker BLU menerima dokumen SPM GUP 4 (empat) rangkap dari PKPUB b. SPTB. Pengesahan SPJ UP bulan lalu dan SPP GUP 1 (satu) rangkap dari BPP b. Kuasa Otorisasi Unit/Subsatker BLU melakukan penandatangan terhadap SPM GUP 4 (empat) rangkap c.-130Aktivitas 6.

berdasarkan SPM GUP. SP2D GUP 3 (tiga) rangkap diterima oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu. Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP menerima SPM GUP 1 (satu) rangkap yang telah distempel dan ditandatangani dari PKPB b. Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP membuat dan menandatangani SP2D GUP sebanyak 5 (lima) rangkap. kemudian oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu dibawa ke Bank Persepsi Pencairan SP2D GUP oleh Bank Persepsi a. SP2D GUP Bank Persepsi . Memberikan stempel serta tandatangan persetujuan penerbitan SP2D pada dokumen SPM c. SP2D GUP 1 (satu) rangkap dan SPM GUP 1 (satu) rangkap diarsipkan menurut urutan tanggal dan membuat register d.-131Aktivitas b. SP2D GUP sebanyak 5 (lima) rangkap tersebut telah dimintakan otorisasi ke PKPB c. Selanjutnya. SPM GUP (1 rangkap) diarsipkan menurut urutan tanggal Pembuatan dan penandatanganan SP2D GUP a. SPM GUP Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP  SPM GUP  SP2D GUP  SPM GUP  SP2D GUP Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP BPP SP2D GUP SP2D GUP 9. SPM GUP 1 (satu) rangkap yang telah distempel dan ditandatangani dibawa ke Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP d. SP2D GUP 1 (satu) rangkap dibawa ke fungsi akuntansi (BAUK) Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB) e. Bank Persepsi menerima SP2D GUP 3 (tiga) rangkap dari Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab SPM GUP PKPB fungsi verifikasi SPM GUP PKPB fungsi verifikasi 8.

Rekening Koran Unit/ Rekening Subsatker BLU disampaikan Koran Unit/ kepada BPP untuk Subsatker BLU diteruskan ke PKPUB fungsi akuntansi f. Fungsi akuntansi PKPUB  SP2D GUP menerima SP2D GUP 1 (satu)  Rekening rangkap. b. Rekening Koran Rekening BLU disampaikan kepada Koran BLU Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP untuk diteruskan ke PKPB fungsi akuntansi e.  Rekening petugas Bank Persepsi Koran BLU menyiapkan Rekening Koran  Rekening BLU dan Rekening Koran Koran Unit/ Unit/Subsatker BLU Subsatker BLU d. SP2D GUP 2 (dua) rangkap SP2D GUP diserahkan kepada Bendahara Pengeluaran Pembantu yang kemudian melakukan arsip menurut urutan tanggal sebanyak 1 rangkap dan 1 rangkap sisanya dibawa ke fungsi Akuntansi PKPUB Melaksanakan catatan akuntansi pada PKPUB fungsi akuntansi a. SP2D GUP 1 (satu) rangkap SP2D GUP diarsipkan menurut urutan tanggal g. Bank Persepsi melakukan verifikasi dan otorisasi SP2D GUP dan memberi stempel lunas untuk selanjutnya dilakukan pembayaran melalui transfer rekening bank c. SPTB Subsatker dan SPJ atas pengeluaran BLU UP 1 bulan dari BPP  SPTB  SPJ atas pengeluaran UP Bank Persepsi Bank Persepsi Bank Persepsi Bank Persepsi Bank Persepsi PKPUB fungsi akuntansi .-132Aktivitas Dokumen yang Digunakan SP2D GUP Penanggung Jawab Bank Persepsi 10. rekening Koran Koran Unit/ Unit/Subsatker BLU. Selanjutnya. Selanjutnya. berdasarkan SP2D GUP. Berdasarkan SP2D GUP yang  SP2D GUP telah distempel lunas.

Laporan keuangan BLU dan laporan keuangan unit/ subsatker BLU kemudian dikonsolidasikan pada akhir tahun Dokumen yang Digunakan  SP2D GUP  Rekening Koran Unit/ Subsatker BLU  SPTB  SPJ atas pengeluaran UP  Buku besar  Laporan keuangan unit/subsatk er Laporan keuangan unit/subsatker Penanggung Jawab PKPUB fungsi akuntansi PKPUB fungsi akuntansi PKPUB fungsi akuntansi 11. Laporan keuangan unit/ subsatker BLU tersebut kemudian diserahkan ke PKPB fungsi akuntansi (BAUK) untuk dikonsolidasi pada akhir tahun Melaksanakan catatan akuntansi pada PKPB fungsi akuntansi a.-133Aktivitas b. PKPB fungsi akuntansi menerima SP2D GUP 1 (satu) rangkap dan Rekening Koran BLU dari Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP b. Kemudian jurnal tersebut diposting ke buku besar dan dibuatkan laporan keuangan unit/subsatker BLU d. Kemudian jurnal tersebut diposting ke buku besar dan dibuatkan laporan keuangan BLU d. Fungsi akuntansi PKPUB melakukan pencatatan jurnal berdasarkan SPTB dan SPJ atas pengeluaran UP 1 (satu) bulan beserta SP2D GUP 1 (satu) rangkap dan rekening koran unit/ subsatker BLU (dari Bendahara Pengeluaran Pembantu) c. PKPB fungsi akuntansi melakukan pencatatan jurnal berdasarkan SP2D GUP 1 (satu) rangkap dan Rekening Koran BLU c.  SP2D GUP  Rekening koran BLU  SP2D GUP  Rekening koran BLU  Buku besar  Laporan keuangan BLU  Laporan keuangan BLU  Laporan keuangan unit/ subsatker PKPB fungsi akuntansi PKPB fungsi akuntansi PKPB fungsi akuntansi PKPB fungsi akuntansi .

Bagan Alir 2. prosedur akuntansi pemberian tambah uang persediaan akan dijelaskan sebagai berikut. tidak menutup kemungkinan dalam bulan tertentu.PNBP 1. Oleh karena itu. berbeda dengan uang persediaan murni atau ganti uang persediaan. walaupun telah mendapatkan dana ganti uang persediaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut.Fungsi Akuntansi START 2 SP2D GUP (1 rangkap) SP2D GUP (3 rangkap) SPM GUP (1 rangkap) Pengesahan SPJ UP bulan lalu SPTB Rekening koran BLU SP2D GUP (1 rangkap) Rekenin g koran unit/ subsatke r BLU Rekpitulasi pengeluaran (2 rangkap) Kwitansi definitif (2 rangkap) SPJ pengeluaran UP bulan lalu (4 rangkap) DIPA-BLU RBA Maks.masing unit satuan kerja. Pendahuluan Uang persediaan yang telah dibagikan kepada setiap unit kerja.6.II. Akan tetapi.Fungsi Akuntansi (BAUK) Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit / Subsatker BLU (PKPUB). PROSEDUR AKUNTANSI PEMBERIAN TAMBAH UANG PERSEDIAAN KE UNIT/SUBSATKER BLU DARI DANA DIPA BLU. kebutuhan pengeluaran dapat melebihi uang persediaan yang ada. . untuk penggunaan dana tambah uang persediaan.-134b. tgl 5 Memeriksa kelengkapan & ketersediaan anggaran Memverifikasi kelengkapan dan keabsahan SPJ serta meminta pengesahan ke PKUB berupa stempel dan tandatangan dan SPTB dari kuasa otorisator unit BLU menyusun pertanggungjawaban pengeluaran UP unit BLU yang telah dikeluarkan pada bulan sebelumnya tidak Sah Membuat dan menandatangani SP2D dilampiri Bilyet Giro Bank Melakukan verifikasi dan otorisasi SP2D dengan stempel lunas bayar melalui transfer rekening bank Jurnal Buku Besar Jurnal SP2D GUP (5 rangkap) Rekpitulasi pengeluaran SPJ pengeluaran (2 rangkap) UP bulan lalu Kwitansi definitif (4 rangkap) (2 rangkap) tidak Sah Dimintakan otorisasi ke PKPB SPM GUP (1 rangkap) SP2D GUP (3 rangkap) Laporan Buku Besar ya Rekpitulasi pengeluaran SPJ pengeluaran (2 rangkap) UP bulan lalu (4 rangkap) Kwitansi definitif (2 rangkap) SPTB Melalui BPP Konsolidasi tgl tgl Rekening koran BLU Laporan SELESAI Pengesahan SPJ UP bulan lalu SPTB DITERIMA OLEH BENDAHARA PENGELUARAN PEMBANTU Rekening koran unit/ subsatker BLU Diserahkan ke PKPB oleh Bendahara Pengeluaran BLUUNDP tgl 1 L.BANK PERSEPSI UNDIP Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB). dan juga dilengkapi dengan diagram flowchart. ditentukan berdasarkan estimasi pengeluaran belanja unit satuan kerja dalam anggaran kerja masing. diwajibkan dalam tenggat waktu tertentu untuk sudah menyerahkan SPJ atas penggunaan uang TU tersebut.PROSEDUR AKUNTANSI PEMBERIAN GANTI UANG PERSEDIAAN KE UNIT /SUBSATKER BLU DARI DANA DIPA BLU-RBA Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit / Subsatker BLU (PKPUB)Fungsi Verifikasi & pembuat dokumen Rekpitulasi pengeluaran (2 rangkap) Kwitansi definitif (2 rangkap) Bendahara Pengeluaran Pembantu ( Unit /Subsatker BLU) Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB). baik melalui uraian prosedur dan langkah kegiatan.Fungsi Verifikasi (BAUK) SPJ pengeluaran UP bulan lalu (4 rangkap) SPTB Bendahara PengeluaranBLU . Untuk lebih lengkapnya. maka diperbolehkan bagi setiap unit satuan kerja yang mempunyai kebutuhan uang persediaan melebihi nilai uang persediaan untuk mengajukan tambah uang persediaan.

Apabila dokumen pengesahan SPJ-TUP dari SP2D-TUP sebelumnya dan pengesahan SPJ-UP/GU bulan lalu telah tersedia maka BPP dapat membuat SPP-TUP c. bersama dokumen pengesahan SPJ TUP dan SPJ UP bulan lalu. BPP membuat SPP-TUP berdasarkan pada kebutuhan tambahan uang persediaan yang diperlukan oleh unit/subsatker BLU. BPP menggunakan dokumen pengesahan SPJ-TUP dan SPJ-UP bulan lalu untuk menilai kelayakan membuat SPP-TUP b. Dokumen SPPTUP 3 (tiga) rangkap. Pembuatan SPP TUP a. Selanjutnya PKPUB melaksanakan fungsi verifikasi terhadap dokumen yang telah diterima dengan menilai kelengkapan dan kebenaran dokumen tersebut Dokumen yang Digunakan  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu Penanggung Jawab BPP BPP  SPP-TUP  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu BPP SPP-TUP  SPP-TUP  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu BPP BPP 2. PKPUB (fungsi verifikasi dan pembuat dokumen) menerima SPP-TUP (3 rangkap). dan pengesahan SPJ-UP bulan lalu b. pengesahan SPJTUP bulan lalu. Selanjutnya. diserahkan kepada PKPUB (fungsi verifikasi dan pembuat dokumen) Verifikasi SPP-TUP a.PNBP a. SPP-TUP dibuat rangkap 3 (tiga) e. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Pemberian Tambah Uang Persediaan ke Unit/Subsatker BLU dari Dana DIPA BLU. Uraian Aktivitas 1. dan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh saldo uang persediaan yang sedang dikelola oleh BPP d.-1352.  SPP-TUP  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu  SPP-TUP  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu PKPUB fungsi verifikasi PKPUB fungsi verifikasi .

PKPUB (fungsi pembuat dokumen) membuat SPMTUP sebanyak 4 (empat) rangkap dan mengotorisasinya dengan diberi stempel dan dibubuhkan paraf. PKPB (fungsi verifikasi) menerima SPM-TUP sebanyak 2 (dua) rangkap dan SPP-TUP sebanyak 1 (satu) rangkap dari BPP b.-136Aktivitas c. 3. SPM-TUP (dua rangkap) dan SPP-TUP (satu rangkap) diserahkan PKPPB (fungsi verifikasi) Verifikasi dokumen SPM-TU. PKPB (fungsi verifikasi) mengambil dokumen pengesahan SPJ-TUP bulan lalu dan pengesahan SPJ-UP bulan lalu dari arsip PKPUB fungsi pembuat dokumen  SPM-TUP  SPP TUP PKPUB fungsi pembuat dokumen PKPUB fungsi pembuat dokumen  SPM-TUP  SPP TUP  SPM-TUP  SPP TUP PKPB fungsi verifikasi  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu PKPB fungsi verifikasi .SPPTU. yang menyatakan telah diuji kebenarannya f. SPM-TUP (satu rangkap) dan SPP-TUP (satu rangkap) diarsipkan menurut urutan tanggal oleh BPP ii. PKPUB fungsi verifikasi e. SPM-TUP (satu rangkap) dan SPP-TUP (satu rangkap) diarsip PKPUB (fungsi pembuat dokumen) menurut urutan tanggal g. jika dinilai benar dan lengkap maka PKPUB akan membuat dan mengotorisasi SPM-UP Dokumen yang Digunakan  SPP-TUP  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu  SPP-TUP  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu SPM-TUP Penanggung Jawab PKPUB fungsi verifikasi d. Pengesahan SPJ-TUP dan SPJ-UP bulan lalu a. Apabila dokumen tersebut dinilai tidak lengkap dan tidak benar maka dokumen akan ditolak Sebaliknya. Sedangkan. SPM-TUP sebanyak 2 (dua) rangkap dan SPP-TUP 2 (dua) rangkap diserahkan kepada BPP dengan uraian sebagai berikut: i.

4. SPM-TUP 2 (dua) rangkap. PKPB (fungsi verifikasi) melakukan verifikasi dengan menilai kelengkapan terhadap dokumen sebagai berikut: i. Dokumen SPM-TUP yang tidak disetujui nilainya. pengesahan SPJ-UP bulan lalu. pengesahan SPJ-TUP bulan lalu. Dokumen SPM-TUP dan SPPTUP yang telah ditandatangani dan distempel. Sedangkan SPM-TU sebanyak 1 (satu) rangkap diserahkan ke Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP Pembuatan dan penandatanganan SP2D-TUP a. Dokumen SPM-TUP yang disetujui akan dibubuhkan tanda tangan dan stempel persetujuan penerbitan SP2D-TUP oleh PKPPB h. e. maka akan ditolak f. ii. iii. maka akan diverifikasi nilai TUP yang diajukan Dokumen yang Penanggung Digunakan Jawab PKPB fungsi  SPM-TUP verifikasi  SPP TUP  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu d. SPP-TUP 1 (satu) rangkap Apabila dinyatakan benar dan lengkap. maka akan ditolak dan diserahkan kembali kepada BPP g. Apabila tidak benar dan lengkap. dan iv.-137Aktivitas c. sebanyak 1 (satu) rangkap diarsipkan menurut urutan tanggal oleh PKPB (fungsi verifikasi) i. Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP menerima 1 (satu) rangkap SPM-TUP dari PKPPB (fungsi verifikasi)  SPM-TUP  SPP TUP  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu  SPM-TUP  SPP TUP  SPJ-TUP bulan lalu  SPJ-UP bulan lalu SPM-TUP PKPB fungsi verifikasi PKPB fungsi verifikasi PKPB fungsi verifikasi .

Rekening Koran Unit/ Subsatker BLU disampaikan kepada BPP untuk diteruskan ke PKPPUB Fungsi Akuntansi f. Bank Persepsi melakukan verifikasi dan otorisasi SP2D-TUP dan memberi stempel lunas untuk selanjutnya dilakukan pembayaran melalui transfer rekening bank c. Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP membuat dan menandatangani SP2D-TUP sebanyak 5 (lima) rangkap c. . Selanjutnya. Berdasarkan SP2D-LS yang telah distempel. berdasarkan SP2D-TUP. SP2D-TUP 3 (tiga) rangkap diserahkan kepada BPP. SP2D-TUP 2 (dua) rangkap yang telah diotorisasi dan diberi stempel diarsip oleh Bank Persepsi menurut urutan tanggal Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab 5. Bank Persepsi menerima SP2D-TUP 3 (tiga) dari BPP b.-138Aktivitas b. berdasarkan SPM-TUP. Selanjutnya. Selanjutnya. petugas Bank Persepsi menyiapkan Rekening Koran BLU dan Rekening Koran Unit/ Subsatker BLU d. SP2D-TUP 1 (satu) rangkap dan SPM-TUP 1 (satu) rangkap diarsipkan oleh Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP menurut urutan tanggal dan membuat register d. yang selanjutnya diserahkan ke Bank Persepsi Verifikasi dan otorisasi SP2D a. Rekening Koran BLU disampaikan kepada Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP untuk diteruskan ke PKPPB fungsi akuntansi e. SP2D-TUP 1 (satu) rangkap diserahkan ke PKPB (bagian akuntansi) e.

-139Aktivitas g. Kemudian jurnal tersebut diposting ke buku besar dan dibuatkan laporan keuangan BLU Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab 6. Kemudian jurnal tersebut diposting ke buku besar dan dibuatkan laporan keuangan unit/subsatker BLU d. 7. SP2D-TUP 1 (satu) rangkap diserahkan ke PKPPUB (fungsi akuntansi) Melaksanakan catatan akuntansi pada fungsi akuntansi PKPPUB a. Fungsi akuntansi PKPUB menerima SP2D-LS 1 (satu) rangkap serta Rekening Koran Unit/Subsatker BLU dari BPP b. SP2D-TUP 2 (dua) rangkap yang telah diotorisasi dan diberi stempel diserahkan kembali ke BPP dengan uraian sebagai berikut: i. Fungsi akuntansi PKPUB melakukan pencatatan jurnal berdasarkan SP2D-LS dan rekening koran unit/ subsatker BLU dari BPP c. . Laporan keuangan unit/ subsatker BLU tersebut kemudian diserahkan ke fungsi akuntansi (BAUK) PKPB untuk dikonsolidasi pada akhir tahun Melaksanakan catatan akuntansi pada PKPB fungsi akuntansi a. Fungsi akuntansi PKPB melakukan pencatatan jurnal berdasarkan SP2D-LS dan rekening koran BLU dari BPP c. Fungsi Akuntansi PKPB menerima SP2D-LS 1 (satu) rangkap serta Rekening Koran BLU dari Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP b. dan ii. SP2D-TUP 1 (satu) rangkap diarsip oleh BPP menurut urutan tanggal.

dikenal juga adanya sistem pengeluaran LS. Sistem pengeluaran LS adalah sistem pengeluaran/belanja dimana pengeluaran yang dilakukan tidak dibayar dengan menggunakan uang persediaan di setiap unit satuan kerja yang dipegang oleh bendahara pengeluaran pembantu.II.-140Aktivitas d. Bagan Alir 2. akan tetapi pembayaran tersebut dilaksanakan langsung dibiayai dari dana BLU UNDIP. PROSEDUR AKUNTANSI PENGELUARAN LS DARI DANA DIPA BLU. SPM Diterima oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu Rekening koran BLU SELESAI SPM-TUP (2 rangkap) tgl SPP-TUP (1 rangkap) Rekening koran unit/ subsatker BLU tgl SP2D-TUP (1 rangkap) M.PNBP 1. akan disajikan melalui uraiian prosedur dan bagan alir sebagai berikut.7. PENDAHULUAN Selain melalui mekanisme pengeluaran swakelola.Fungsi Akuntansi MULAI Pengesahan SPJ TUP SPP-TUP bulan lalu (3 rangkap) Pengesahan SPJ UP bulan lalu SPM-TUP (2 rangkap) SPP-TUP (1 rangkap) SPM-TUP (1 rangkap) Pengesahan SPJ TUP bulan lalu Pengesahan SPJ TUP bulan lalu Pengesahan SPJ UP bulan lalu SP2D-TUP (3 rangkap) Rekening koran BLU SP2D-TUP (1 rangkap) Rekening koran unit/ subsatker BLU SP2D-TUP (1 rangkap) Pengesahan SPJ UP bulan lalu Membuat dan menandatangani SP2D ditolak Membuat SPP-TUP berdasarkan kebutuhan tambahan UP yg diperlukan tidak Lengkap & benar ya Lengkap tidak & benar ditolak SP2D-TUP (5 rangkap) SPM-TUP (1 rangkap) Memverifikasi dan mengotorisasi SP2D dengan memberi stempel lunas bayar melalui transfer rek. bank Jurnal Jurnal Buku Besar Buku Besar Membuat & mengotorisa si SPM-TUP SPP-TUP (3 rangkap) Pengesahan Pengesahan SPJ TUP SPJ UP bulan bulan lalu lalu ya SP2D-TUP (3 rangkap) Laporan tidak Nilai TUP disetujui tgl tgl Konsolidasi Laporan SPM-TUP (3 rangkap) SPP-TUP (2 rangkap) SPM-TUP (4 rangkap) SPP-TUP (3 rangkap) tgl Memverifikasi SPM dan PPKB memberi stempel serta tandatangan persetujuan penerbitan SP2D pada dok. Biasanya pengeluaran LS ini dilaksanakan terkait pekerjaan fisik. dalam proses belanja. Laporan Keuangan BLU dan Laporan Keuangan Unit/Subsatker BLU kemudian dikonsolidasikan pada akhir tahun Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab b. meskipun transaksi belanja tersebut dilaksanakan oleh suatu unit satuan kerja.PROSEDUR AKUNTANSI PEMBERIAN TAMBAH UANG PERSEDIAAN KE UNIT /SUBSATKER BLU DARI DANA DIPA BLU-RBA Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit/ Subsatker BLU (PKPUB)Fungsi VerifikaSi & pembuat dokumen Bendahara Pengeluaran Pembantu ( Unit /Subsatker BLU) Pejabat Keuangan Bendahara Pengeluaran Penatausahaan BLU (PKPB)BLU . Adapun untuk penjelasan lebih lanjut. dan atau biasanya kegiatan/belanja yang tergolong besar.UNDIP Fungsi Verifikasi (BAUK) BANK PERSEPSI Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)-Fungsi Akuntansi (BAUK) Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit / Subsatker BLU (PKPUB). .

No 1.  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPP-LS PKPUB b. maka fungsi pembuat dokumen PKPUB membuat draft SPM-LS Dokumen yang Digunakan  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPP-LS  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPP-LS Penanggung Jawab Bendahara Pengeluaran Pembantu (Unit/ Subsatker BLU) BPP (Unit/ Subsatker BLU) b. fungsi verifikasi PKPUB melakukan verifikasi kesesuaian antara SPPLS dengan ketersediaan anggaran sebagaimana tertuang dalam DIPABLU Apabila tersedia anggarannya dalam DIPA-BLU. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Pengeluaran LS dari Dana DIPA BLU. a.-1412.PNBP a.  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPP-LS  DIPA-BLU RBA PKPUB c. sedangkan dokumen SPP-LS sebanyak 2 (dua) rangkap beserta empat rangkap dokumen kontrak dan pendukungnya dibawa ke fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit/Subsatker BLU (PKPUB) Verifikasi dan pembuatan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) PKPUB menerima SPPLS sebanyak 2 (dua) rangkap beserta beserta dokumen kontrak dan pendukungnya sebanyak 4 (empat) rangkap Selanjutnya. Uraian Aktivitas Pembuatan SPP-LS BPP membuat SPP-LS berdasarkan dokumen kontrak dan pendukungnya. a. 2. SPP-LS dibuat sebanyak 3 (tiga) rangkap Dokumen SPP-LS sebanyak 1 (satu) rangkap diarsipkan oleh BPP menurut urutan tanggal.  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPP-LS  SPM-LS PKPUB .

Apabila SPP-LS tersebut benar dan lengkap. SPP-LS diverifikasi kebenaran dan kelengkapannya. SPM-LS sebanyak 1 (satu) rangkap yang telah ditandatangani dibawa ke fungsi verifikasi dan pembuatan dokumen PKPUB untuk diarsipkan menurut urutan tanggal d. SPP-LS sebanyak 1 (satu) rangkap diarsipkan menurut urutan tanggal oleh PKPUB   PKPUB Kuasa Otorisator Unit/ Subsatker BLU  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPP-LS BPP (Unit/ Subsatker BLU) SPM-LS Kuasa Otorisator Unit/Subsatker BLU Kuasa Otorisator Unit/Subsatker BLU SPM-LS SPM-LS PKPUB SPP-LS PKPUB . Setelah SPM-LS dibuat. maka BPP diminta untuk merevisi SPP-LS dan dan melengkapinya sesuai dengan ketentuan 3. Penandatanganan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) a. Kuasa Otorisator Unit/Subsatker BLU menerima dokumen SPM-LS (4 rangkap) dari PKPUB b.-142No Aktivitas Dokumen yang Digunakan  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPP-LS  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPP-LS  SPM-LS Penanggung Jawab PKPUB d. maka SPM-LS akan diparaf bahwa telah diuji kebenarannya dan menandatangankan ke kuasa otorisator f. maka SPP-LS tersebut ditolak e. Sedangkan. Sedangkan apabila SPPLS salah dan tidak lengkap. Kuasa Otorisasi Unit/ Subsatker BLU melakukan penandatangan terhadap SPM-LS (4 rangkap) c. Selanjutnya. apabila SPP-LS tidak tersedia anggarannya.

-143No Aktivitas Dokumen yang Digunakan  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPM-LS Penanggung Jawab  PKPUB  BPP (Unit/ Subsatker BLU) e. SPM-LS 2 (dua) rangkap. Selanjutnya. BPP menyerahkan SPM-LS 2 (dua) rangkap dan dokumen kontrak dan pendukungnya 4 (empat) rangkap ke PKPB (fungsi verifikasi) g. Verifikasi SPM-LS dan persetujuan penerbitan SP2D-LS a. SPP-LS 1 (satu) rangkap diserahkan ke PKPB (fungsi verifikasi) oleh PKPUB (fungsi pembuat dokumen) 4. PKPB fungsi verifikasi menerima SPP-LS 1 (satu) rangkap dari PKPUB (fungsi pembuat dokumen)  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPM-LS BPP (Unit/Subsatker BLU) SPP-LS PKPUB  Dokumen Kontrak dan pendukungnya  SPM-LS SPP-LS PKPB PKPB . dengan uraian sebagai berikut: i. dokumen kontrak dan pendukungnya 4 (empat) rangkap dibawa ke fungsi verifikasi BAUK PKPB oleh BPP f. Sedangkan SPM-LS sebanyak 3 (tiga) rangkap yang telah ditandatangani diserahkan ke Bendahara Pengeluaran Pembantu oleh PKPUB (fungsi pembuat dokumen). PKPB fungsi verifikasi menerima SPM-LS 2 (dua) rangkap dan dokumen kontrak dan pendukungnya (4 rangkap) dari BPP b. dan ii. SPM-LS 1 (satu) rangkap diarsipkan oleh BPP menurut urutan tanggal.

PKPB  Dokumen fungsi verifikasi Kontrak dan melakukan verifikasi pendukungnya tehadap SPM-LS dengan  SPM-LS melakukan  SPP-LS pemeriksaan. Pembuatan dan penandatanganan Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2DLS) a. maka akan diberi stempel dan tanda tangan persetujuan penerbitan SP2D-LS pada dokumen SPM. 5. Selanjutnya. Apabila semua dokumen lengkap dan terdapat bukti verifikasi dari PKPUB. Mencocokkan kesesuaian antara SPM-LS dengan SPP-LS (1 rangkap) yang diperoleh dari PKPUB serta dokumen kontrak dan pendukungnya (4 rangkap). ii.-144Dokumen yang Digunakan c. Sedangkan. sebagai berikut: i. iii. apabila tidak lengkap dan tidak terdapat bukti verifikasi dari PKPUB maka SPMLS ditolak atau disempurnakan oleh BPP unit/subsatker BLU d. PKPB akan mengarsip  SPM-LS SPM-LS (1 rangkap) dan  SPP-LS SPP-LS(1 rangkap). Bendahara Pengeluaran SPM-LS BLU-UNDIP menerima SPM-LS (1 rangkap) dari PKPB yang telah distempel dan ditandatangani yang menyatakan bahwa telah disetujui untuk diterbitkan SP2D-LS No Aktivitas Penanggung Jawab PKPB PKPB Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP .

SP2D-LS 1 (satu) rangkap dan SPM-LS 1 (satu) rangkap diarsipkan menurut urutan tanggal dan membuat register d. berdasarkan SP2D-LS. SP2D-LS 1 (satu) rangkap dibawa ke fungsi akuntansi Pejabat Keuangan Pelaksana Penatausahaan Unit/ Subsatker BLU (PKPUB) e. Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP membuat dan menandatangani SP2D-LS sebanyak 5 (lima) rangkap. SP2D-LS (3 rangkap) diserahkan kepada pihak ketiga yang selanjutnya diserahkan ke Bank Persepsi. petugas Bank Persepsi menyiapkan Rekening Koran BLU dan Rekening Koran Unit/Subsatker BLU    SPM-LS  SP2D-LS  Buku Register Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP SP2D-LS Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP SP2D-LS Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP SP2D-LS Bank Persepsi SP2D-LS Bank Persepsi  SP2D-LS  Rekening Koran Bank Persepsi . Bank Persepsi menerima SP2D-LS (3 rangkap) dari pihak ketiga b.-145No Aktivitas Dokumen yang Digunakan  SPM-LS  SP2D-LS Penanggung Jawab Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP PKPB b. selanjutnya dimintakan otorisasi ke PKPB c. 6. Berdasarkan SP2D-LS yang telah distempel lunas. Otorisasi SP2D-LS dan Pencairan SP2D-LS oleh Bank Persepsi a. Selanjutnya. Bank Persepsi melakukan verifikasi dan otorisasi SP2D-LS dan member stempel lunas untuk selanjutnya dilakukan pembayaran melalui transfer rekening bank c. Selanjutnya. berdasarkan SPM-LS.

Fungsi Akuntansi PKPUB menerima SP2D-LS 1 (satu) rangkap dari Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP b.fungsi akuntansi  SP2D-LS  Jurnal PKPUB . SP2D-LS 1 (satu) rangkap diarsipkan menurut urutan tanggal oleh Bank Persepsi f. Melaksanakan Catatan Akuntansi pada Fungsi Akuntansi PKPUB a.fungsi akuntansi . yang untuk selanjutnya diarsip oleh BPP menurut urutan tanggal 7.-146No Aktivitas Dokumen yang Digunakan Rekening Koran Penanggung Jawab Bank Persepsi d. Laporan keuangan unit/subsatker BLU tersebut kemudian diserahkan ke fungsi akuntansi (BAUK) PKPB untuk dikonsolidasi pada akhir tahun SP2D-LS Bank Persepsi SP2D-LS Bank Persepsi SP2D-LS Bank Persepsi SP2D-LS PKPUB . Fungsi akuntansi PKPUB melakukan pencatatan jurnal berdasarkan SP2D-LS dari BPP c. Kemudian jurnal tersebut diposting ke buku besar dan dibuatkan laporan keuangan unit/ subsatker BLU d.fungsi akuntansi  SP2D-LS  Jurnal PKPUB . Rekening Koran BLU disampaikan kepada Bendahara Pengeluaran BLUUNDIP untuk diteruskan ke PKPB fungsi akuntansi e. SP2D-LS 1 (satu) rangkap diserahkan kepada fungsi akuntansi (BAUK) Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB) g.fungsi akuntansi Laporan Keuangan Unit/ Subsatker BLU PKPUB . SP2D-LS 1 (satu) rangkap diserahkan ke BPP. Selanjutnya.

fungsi akuntansi d.  Jurnal  Buku Besar  Laporan Keuangan BLU  Laporan Keuangan BLU  Laporan Keuangan Unit/ Subsatker BLU PKPB . Aktivitas Melaksanakan catatan akuntansi pada fungsi akuntansi PKPB Fungsi akuntansi PKPB menerima SP2D-LS 1 (satu) rangkap serta Rekening Koran BLU dari Bank Persepsi Fungsi akuntansi PKPB melakukan pencatatan jurnal berdasarkan SP2D-LS dan rekening koran BLU dari BPP Kemudian jurnal tersebut diposting ke buku besar dan dibuatkan laporan keuangan BLU Laporan Keuangan BLU dan Laporan Keuangan Unit/Subsatker BLU kemudian dikonsolidasikan pada akhir tahun Bagan Alir Dokumen yang Digunakan Penanggung Jawab SP2D-LS PKPB .-147No 8.  SP2D-LS  Jurnal PKPB .Subsatker BLU (PKPUB)BANK PERSEPSI akuntansi Fungsi Akuntansi (BAUK) Mulai SPP-LS (2 rangkap) 4b SPP-LS (1 rangkap) SPM-LS (2 rangkap) 4a 5a SPM LS (1 rangkap) 2b Dokumen Kontrak & pendukungnya (4 rangkap) 6a SP2D-LS (3 rangkap) & Bilyet Giro 8a SP2D-LS (1 rangkap) 7a SP2D-LS (1 rangkap) 1a Membuat SPP-LS Dokumen Kontrak & pendukungnya (4 rangkap) DIPA-BLU RBA 4ciii Anggaran tersedia 4ci Lengkap & ada bukti veifikasi dari PPKBU 5b Membuat dan menandatangani SP2D dilampiri Bilyet Giro Otorisasi oleh Bank PKPPB-Verifikator 8b Melakukan verifikasi dan otorisasi SP2D dengan stempel lunas bayar melalui transfer rekening bank Jurnal Jurnal 7b 2d tdk tdk 2c ya ditolak ditolak ya 8c BUKU BESAR BUKU BESAR 7c SPP-LS (3 rangkap) 4cii Memverifikasi SPM dan PPKB memberi stempel serta tandatangan persetujuan penerbitan SP2D pada dok SPM SP2D-LS (5 rangkap) & Bilyet Giro 5d 6b 1b tgl 8c 7d LAPORAN LAPORAN Memverifikasi SPP dan membuat draft SPM 7c SPM-LS (1 rangkap) 4d Dokumen Kontrak & pendukungnya (4 rangkap) SPM-LS (3 rangkap) 6g SPM-LS (2 rangkap) SPP-LS (1 rangkap) tdk 2f SPP benar & lengkap 5c tgl SP2D-LS (3 rangkap) 6f 8d konsolidasi ya 2e tgl Register 6c Rekening Koran BLU 3ei tgl PPKBU memberi paraf bahwa telah diuji kebenarannya dan menandatangankan SPM ke kuasa otorisator 3a.8. 2.3b Diserahkan ke pihak ke3 6d selesai 5e 3e SPP-LS (2 rangkap) SPM-LS (4 rangkap) Dokumen Kontrak & pendukungnya (4 rangkap) tgl 6e Diarsip oleh BPP urut tanggal Arsip urut tgl 3c 3eii 3d .fungsi akuntansi b. PROSEDUR AKUNTANSI PENGELUARAN LS DARI DANA DIPA BLU-RBA Bendahara Penatausahaan Unit / Pejabat Keuangan Pengeluaran Penatausahaan Subsatker BLU (PKPUB).II. a.UNDIP Pejabat Keuangan Pejabat Keuangan Penatausahaan Penatausahaan Unit / BLU (PKPB). PKPB .Fungsi Pembantu BLU (PKPB)( Unit /Subsatker Verifikator & pembuat verifikator dokumen BLU) (BAUK) 2a Dokumen Kontrak & pendukungnya (4 rangkap) Dokumen Kontrak & pendukungnya (4 rangkap) Pejabat Keuangan Bendahara Pengeluaran BLU .fungsi akuntansi c.fungsi akuntansi b.

PNBP a. Penerbitan SPM pengesahan ini dilakukan dalam kurun waktu tertentu. TU dan LS telah terpenuhi.-148N. Uraian Aktivitas Dokumen yang Digunakan      Penanggung Jawab Bendahara Pengeluaran BLU . SP2DGU yang disertai dengan dokumen pengesahan SPJ UP/GU selama 3 (tiga) bulan. Pembuatan rekapitulasi pengeluaran a Berdasarkan SP2D-LS. akan disajikan melalui uraian prosedur dan bagan alir sebagai berikut. No. Pendahuluan Proses pelaksanaan penerbitan SPM Pengesahan dilaksanakan hanya oleh BLU UNDIP.UNDIP SPM 2.PNBP.UNDIP Rekapitulasi Pengeluaran Pejabat Keuangan Penatausahaan (PKPB). unit satuan kerja sama sekali tidak terlibat. untuk mengetahui dan merekapitulasi total pengeluaran yang telah dilaksanakan oleh segenap BLU UNDIP dalam kurun waktu tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pengeluaran dana DIPA BLU. Rekapitulasi Pengeluaran yang sah dikirim kepada Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)verifikator (BAUK) untuk diverifikasi 2 Verifikasi dan pembuatan SPM pengesahan a Pejabat Keuangan Penatausahaan (PKPB)fungsi verifikasi (BAUK) menerima Rekapitulai Pengeluaran dari Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP SP2D-LS SP2D-GU SPJ UP/GU SP2D-TU SPJ-TU Rekapitulasi Pengeluaran Bendahara Pengeluaran BLU . selama kewajiban unit satuan kerja atas SPJ UP. Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP menyusun rekapitulasi pengeluaran yang sah b Selanjutnya.fungsi verifikasi (BAUK) . GU. Adapun untuk penjelasan lebih lanjut. 1. Jadi dalam hal pengesahan SPM ini.PNBP 1. PROSEDUR AKUNTANSI PENERBITAN SPM PENGESAHAN KE KPPN ATAS PENGGUNAAN DANA DIPA BLU. dan SP2D-TU yang disertai dengan dokumen pengesahan SPJ TU selama 3 (tiga) bulan terakhir. Uraian dan Bagan Alir Prosedur Akuntansi Penerbitan Pengesahan ke KPPN atas Penggunaan Dana DIPA BLU.

rekapitulasi  Rekapitulasi pengeluaran diverifikasi dan Pengeluaran dicocokkan dengan dokumen  SP2D-LS dari data dokumen. Dokumen UNDIP diminta untuk pengesahan memperbaiki Rekapitulasi SPJ UP/GU Pengeluaran yang sesuai  Dokumen dengan SP2D-LS. maka Pejabat  Dokumen Keuangan Penatausahaan pengesahan BLU (PKPB) Fungsi Verifikasi SPJ TU (BAUK) membuat SPM pengesahan sebanyak 5 rangkap dan kemudian memberikan paraf bahwa telah diuji kebenarannya Sebaliknya. dan SPJ UP/GU dokumen pengesahan SPJ TU  Dokumen untuk memeriksa pengesahan kelengkapan dan SPJ TU kebenarannya Verifikasi kecocokan  Rekapitulasi dilakukan oleh Pejabat Pengeluaran Keuangan Penatausahaan  SP2D-LS (PKPB). Dokumen pengesahan pengesahan SPJ UP/GU.fungsi verifikasi  Dokumen (BAUK). b Dokumen yang Digunakan Selanjutnya. Otorisator Keuangan BLU-UNDIP (PR2) menandatangani SPM pengesahan SPM SPM Aktivitas Penanggung Jawab Pejabat Keuangan Penatausahaan (PKPB).Fungsi Verifikasi (BAUK). apabila  Rekapitulasi Rekapitulasi Pengeluaran Pengeluaran dianggap tidak cocok. Dokumen pengesahan pengesahan SPJ UP/GU.Fungsi Verifikasi (BAUK) c Pejabat Keuangan Penatausahaan (PKPB). maka  SP2D-LS Bendahara Pengeluaran BLU.-149No. dan SPJ TU dokumen pengesahan SPJ TU Selanjutnya 5 (lima) rangkap SPM SPM Pengesahan diserahkan ke Otorisator Keuangan BLUUNDIP (PR II) Penandatanganan SPM SPM Pengesahan oleh Otorisator Keuangan BLU-UNDIP (PR2) Otorisator Keuangan menerima SPM pengesahan sebanyak 5 (lima) rangkap Selanjutnya. d Bendahara Pengeluaran BLU-UNDIP e f Otorisator Keuangan BLUUNDIP (PR2) Otorisator Keuangan Selanjutnya. Apabila Rekapitulasi pengesahan Pengeluaran dinyatakan SPJ UP/GU cocok. antara  Dokumen lain SP2D-LS. Otorisator Keuangan BLUUNDIP (PR2) g h .

i Aktivitas Selanjutnya. kemudian mengarsip 1 (satu) rangkap SPM pengesahan dan sisanya diserahkan kepada Pejabat Keuangan Penatausahaan (BLU) fungsi akuntansi Sebaliknya. KPPN melakukan verifikasi kelengkapan SPM pengesahan Apabila dokumen SPM Pengesahan lengkap. apabila SPM Pengesahan dianggap tidak lengkap maka KPPN meminta PKPB UNDIP untuk memperbaiki dokumen tersebut.-150No. maka KPPN mengesahkan SPM Pengesahan tersebut. setelah SPM Pengesahan ditandatangani. Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)-akuntansi (BAUK) melakukan proses penjurnalan dengan aplikasi KPPN Dokumen yang Digunakan SPM Penanggung Jawab PKPB 3 a b SPM SPM KPPN KPPN c SPM KPPN d SPM KPPN 4 a SPM b SPM Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)akuntansi (BAUK) Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)akuntansi (BAUK) . dan selanjutnya diteruskan kepada bendahara pengeluaran BLU UNDIP Penjurnalan oleh Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)-akuntansi (BAUK) Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)akuntansi (BAUK) menerima SPM Pengesahan dari KPPN sebanyak 3 (tiga) rangkap Selanjutnya. PKPB menyerahkan dokumen tersebut kepada KPPN untuk diverifikasi dan disahkan oleh KPPN Verifikasi dan pengesahan SPM pengesahan oleh KPPN KPPN menerima SPM pengesahan dari PKPB sebanyak 5 (lima) rangkap Selanjutnya.

Satuan SPM Pengendalian Internal BLUUNDIP mengarsip 1 (satu) rangkap SPM pengesahan Pengarsipan Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit/subsatker BLU (PKPUB)-fungsi akuntansi Pejabat Keuangan SPM Penatausahaan unit/subsatker BLU (PKPUB) Fungsi Akuntansi menerima SPM pengesahan dari PKPB (fungsi akuntansi) PKPUB (fungsi akuntansi) mengarsip 1 (satu) rangkap SPM pengesahaan tersebut SPM Satuan Pengendalian Internal BLUUNDIP Satuan Pengendalian Internal BLUUNDIP b Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit/subsatker BLU (PKPUB) fungsi akuntansi PKPUB (fungsi akuntansi) . Pejabat Penatausahaan BLU (PKPB)akuntansi (BAUK) mengarsip 1 (satu) rangkap SPM pengesahan.-151No. menyerahkan 1 (satu) rangkap kepada PKPUB (fungsi akuntansi) dan sisanya diserahkan kepada Satuan Pengendalian Internal BLU-UNDIP Pengarsipan SPM Pengesahan oleh Satuan Pengendalian Internal BLUUNDIP Satuan Pengendalian Internal SPM BLU-UNDIP menerima SPM pengesahan dari Pejabat Penatausahaan BLU (PKPB)akuntansi (BAUK) sebanyak 2 (dua) rangkap Selanjutnya. c Aktivitas Dokumen yang Digunakan SPM Penanggung Jawab Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)akuntansi (BAUK) 5 a b 6 a Selanjutnya.

.-152b.9. Bagan Alir 2. Pendahuluan Implementasi pola keuangan BLU UNDIP dengan pendekatan desentralisasi administrasi keuangan pada unit satker/subsatker. baik di dalam tingkat BLU UNDIP. maupun proses akuntansi keuangan BLU UNDIP. maupun pada tingkat unit satuan kerja.II.UNDIP Otorisator Keuangan BLUUNDIP ( PR2) KPPN Rekap pengeluaran Data dokumen Mulai SPM Pengesahan (5 rangkap) SP2D-LS SP2D-LS SP2D-GU (3 bulan) PENGESAHAN SPJ UP/GU (3 bulan) SPM Pengesahan SPM Pengesahan (3 rangkap) SPM Pengesahan (1 rangkap) SPM Pengesahan (1 rangkap) PENGESAHAN SPJ UP/GU (3 bulan) Menandatangani SPM Pengesahan Memverifikasi kelengkapan SPM Pengesahan Jurnal dgn aplikasi KPPN PENGESAHAN SPJ TU SP2D-TU Memverifikas i kecocokan dokumen (3 bulan terakhir) PENGESAHAN SPJ TU SPM Pengesahan (5 rangkap) Arsip urut tgl Arsip urut tgl tdk lengkap Arsip urut tgl ya Petugas dari PKPPB Menyusun rekap pengeluaran yang sah Mengesahkan tdk cocok ya Melalui PKPPB SPM Pengesahan (5 rangkap) Membuat SPM pengesahan dan PPKB memberi paraf bahwa telah diuji kebenarannya SPM Pengesahan (5 rangkap) Rekap pengeluaran Arsip urut tgl Arsip urut tgl O. otomatis memberikan implikasi pada bentuk dan format dokumen/ formulir dan catatan yang akan digunakan baik dalam proses penatausahaan. FORMAT FORMULIR DAN CATATAN AKUNTANSI PENGELUARAN DANA DIPA BLU.Fungsi Akuntansi Bendahara Pengeluaran BLU . Berikut akan disajikan format dan bentuk dokumen/ formulir dan catatan yang dibutuhkan dalam proses penatausahaan dan akuntansi pengeluaran BLU UNDIP.PROSEDUR AKUNTANSI PENGESAHAN SPM KE KPPN ATAS PENGGUNAAN DANA DIPA BLU-RBA Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)verifikator (BAUK) Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU (PKPB)akuntansi (BAUK) Satuan Pengendalian Internal BLUUNDIP Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit / Subsatker BLU (PKPUB). Adapun format dan bentuk dokumen/ formulis dan catatan yang disajikan akan disertai dengan tata cara dan petunjuk pengisian agar memudahkan dalam aplikasi dan penerapan nyata.PNBP UNDIP 1.

Jumlah Pembayaran dengan angka : Rp dengan huruf : (…………………………………………………. Format Dokumen/Formular Akuntansi Pengeluaran Dana DIPA BLUPNBP UNDIP Format B1 BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN-BLU PNBP Tanggal : Nomor : Jenis Pembayaran : UP/GU/TU/LS )* Uraian Unit Satuan Kerja Alamat Tahun Anggaran No dan Tanggal DIPA Klasifikasi Belanja Nama Kegiatan : : : : : : Kepada : Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Unit Satker……….tanggal …… bulan …. tahun Bendahara Pengeluaran Pembantu Tanda tangan ( Nama lengkap ) NIP *)Coret yang Tidak Perlu . di tempat Berdasarkan DIPA No……. No Rekening : 7. Untuk Keperluan : 3.) 4. tanggal.) 2.. Atas Nama : 5. Alamat : 6... MAK/ Nama Akun : (Kode :…………. Dengan Penjelasan : SPM/SP2D Jumlah SPP saat Sisa No URAIAN PAGU s/d yang s/d saat ini Dana lalu ini 1 2 3 4 5 6 7 JUMLAH LAMPIRAN Tempat. bersama ini kami ajukan permintaan pembayaran sebagai berikut 1. bulan. tahun …….-1532.

Nomor SPP diisi sesuai dengan no pada kolom jenis SPP yang sesuai dengan SPP yang diterbitkan (UP/GU/TU/LS). Unit satuan kerja diisi dengan nama unit satker. No. 3. tahun Bendahara Pengeluaran Pembantu Tanda Tangan Nama Jelas NIP Cara pengisian: 1. 5. Uraian diisi dengan penjelasan dan keterangan lain yang dibutuhkan pada saat SPP tersebut diterbitkan. Tanggal Urut Nomor SPP UP GU TU LS Uraian Format B2 Jumlah SPP UP GU TU LS Jumlah Mengetahui Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit BLU Tanda Tangan Nama Jelas NIP Tempat. Tanggal diisi dengan tanggal penerbitan SPP. Jumlah SPP diisi sesuai dengan jumlah nominal SPP yang dimintakan. tanggal. 2.. urut diisi dengan no urut SPP yang diterbitkan. dan diisikan pada kolom jenis SPP yang sesuai. No. 4. 6. bulan.-154BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO REGISTER SPP UP/ GU/ TU/ LS Unit Satuan Kerja :………. .

Tanggal. Rp. ( BELANJA ) ( BIAYA ) KODE NAMA KODE NAMA JUMLAH Potongan-potongan No. 1 2 Uraian Jumlah Informasi: (tidak mengurangi jumlah SPM) No.-155Format B3 BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SURAT PERINTAH MEMBAYAR – BLU PNBP Nomor : SURAT PERINTAH MEMBAYAR ( SPM. Tahun Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator tanda tangan ( nama lengkap ) NIP . Uraian 1 2 SPM yang dimintakan (jumlah SPM . Bulan. Supaya menerbitkan SP2D kepada : Unit : Satker Bendahara Pengeluaran : Pembantu NPWP : Nomor Rekening : KODE DAN NAMA AKUN AKUN ENTITAS AKUN ENTITAS BISNIS PEMERINTAHAN NO.BLU PNBP ) ( UP/ GU/ TU/ LS )* BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO Nomor SPP-BLU PNBP : Tanggal : Unit Satker : Tahun Anggaran : Klasifikasi Belanja : Bendahara Pengeluaran BLU.potongan) Jumlah SPM Jumlah Potongan Jumlah SPM yang dibayarkan Terbilang : Rp. Rp. Jumlah Tempat.

diisi dengan nomor informasi. diisi dengan nomor urut belanja. 5. 16. Jumlah diisi dengan jumlah nominal dari tiap akun belanja yang dimintakan. no. 24. 21. Pada kolom potongan. . 10. 8. 12. 7. 23. Pada kolom tujuan penerbitan SP2D. No. Jumlah SPM yang dibayarkan diisi dengan hasil pengurangan jumlah SPM awal dikurangi jumlah semua potongan yang ada. Jumlah potongan diisi dengan jumlah total semua potongan (apabila ada). Nomor rekening diisi dengan nomor rekening unit satker. no. 14. urut diisi dengan nomor urut potongan apabila ada. 17. Pada kolom pembebanan kode rekening. Uraian diisi dengan nama informasi yang dimasukkan. 4. 22.-156Cara pengisian: 1. jumlah SPM diisi dengan jumlah nominal awal SPM yang diminta sebelum ada potongan. 13. 3. Bendahara pengeluaran pembantu diisi dengan nama bendahara pengeluaran pembantu unit satker bersangkutan. Tanggal diisi dengan tanggal SPP diterbitkan. unit satker diisi dengan nama unit satker penerbit SPM. 6. Kode dan nama akun pada kolom entitas bisnis diisi dengan kode dan nama belanja yang diminta sesuai dengan aturan sebagai entitas bisnis. Kode dan nama akun pada kolom entitas pemerintahan diisi dengan kode dan nama belanja yang diminta sesuai dengan aturan sebagai entitas pemerintahan. 15. No. Pada kolom informasi. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran dimana SPM hendak diterbitkan. 2. Jumlah diisi dengan jumlah potongan apabila ada. SPP diisi dengan nomor SPP yang diajukan untuk diterbitkan SPM. NPWP diisi dengan nomor NPWP unit satker. Pada kolom SPM yang dimintakan. no. SPM dipilih jenis SPM yang hendak diterbitkan dengan cara mencoret jenis SPM yang tidak perlu. 20. Terbilang diisi dengan jumlah SPM yang dibayarkan ditulis dalam bentuk huruf. 18. Jumlah diisi dengan jumlah informasi apabila ada. SPM diisi dengan nomor SPM – BLU PNBP. Di bawah No. 11. Uraian diisi dengan nama/uraian potongan. Unit satker diisi dengan nama unit satker. 19. 9.

Bulan.-157Format B4 BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO REGISTER SPM UP/GU/TU/LS* Unit Satuan Kerja:………… No. 5. Tanggal diisi dengan tanggal penerbitan SPM. Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Unit Satker …. Uraian diisi dengan penjelasan dan keterangan lain yang dibutuhkan pada saat SPM tersebut diterbitkan. Unit satuan kerja diisi dengan nama fakultas. Tanggal Urut Nomor SPM BLU PNBP UP GU TU LS Jumlah SPM BLU PNBP Uraian UP GU TU LS Jumlah Mengetahui. Tanda Tangan Nama Lengkap NIP Tempat. 3. 4. Tahun Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit Satker Tanda Tangan Nama Lengkap NIP Cara pengisian: 1.. Tanggal. No. urut diisi dengan no urut SPM yang diterbitkan. Nomor SPP diisi sesuai dengan no pada kolom jenis SPM yang sesuai dengan SPM yang diterbitkan (UP/GU/TU/LS). 6. . 2. Jumlah SPP diisi sesuai dengan jumlah nominal SPM yang dimintakan diisikan pada kolom jenis SPM yang sesuai.

Jumlah Tempat.-158Format B5 BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SP2D – BLU PNBP BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO Nomor: SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA (SP2D. Tahun Bendahara Pengeluaran BLU tanda tangan ( nama lengkap ) NIP )* Coret yang Tidak Perlu . Tanggal. Bulan.. ……………………….potongan) Jumlah SP2D yang Diminta Jumlah Potongan Jumlah SP2D yang Dibayarkan Terbilang : Lembar Lembar Lembar Lembar Lembar Lembar 1 2 3 4 5 6 : : : : : : Bank yang Ditunjuk Kuasa Pengguna Anggaran PKPB fungsi akuntansi PKPB fungsi verifikasi Arsip Bendahara Pengeluaran BLU Pihak Ketiga )* Rp. Uraian 1 2 Uraian Jumlah Informasi: (tidak mengurangi jumlah pembayaran SP2D) No. Rp. Uang sebesar Rp. Uraian 1 2 SP2D yang dibayarkan (jumlah SP2D . ( terbilang …………………………) Kepada : NPWP : Nomor Rekening : Bank/Pos : Yaitu : KODE DAN NAMA AKUN AKUN ENTITAS AKUN ENTITAS BISNIS NO.BLU PNBP) (UP/GU/TU/LS)* Nomor SPM-BLU : Tanggal : PNBP Unit Satker : Klasifikasi Belanja Bank/ Pos : Hendaklah mencairkan/ memindahbukukan dari baki Rekening Nomor …. Rp. PEMERINTAHAN JUMLAH ( BISNIS ) ( BELANJA ) KODE NAMA KODE NAMA Potongan-potongan No.

5. Kode dan nama akun pada kolom entitas bisnis diisi dengan kode dan nama belanja yang diminta sesuai dengan aturan sebagai entitas bisnis. 18. 21. SPM diisi dengan nomor SP2D. 17. 7. No. Bank/Pos diisi dengan nama Bank. no. 23. no. 15. 9. Di bawah No. Terbilang diisi dengan jumlah nominal uang dengan terbilang dalam huruf. no. 8. 24. 13. Nomor rekening diisi dengan nomor rekening unit satker. 26. jumlah SP2D diisi dengan jumlah nominal awal SP2D yang diminta sebelum ada potongan. 19. No. 16.o SPM diisi dengan no SPM yang diajukan untuk diterbitkan SP2D 4. Pada kolom selanjutnya. rekening diisi dengan nomor rekening bank BLU UNDIP. Tabel pembebanan SP2D diisi sesuai dengan kolom masing-masing. Uang sebesar diisi dengan jumlah nominal SP2D yang diterbitkan dalam angka. Pada kolom potongan. diisi dengan nomor urut belanja. 20. Pada kolom informasi. SP2D dipilih jenis SP2D yang hendak diterbitkan dengan cara mencoret jenis SP2D yang tidak perlu. urut diisi dengan nomor urut potongan (apabila ada). 22. diisi dengan nomor informasi. 6. 10. Pada kolom setelah klasifikasi belanja. Jumlah diisi dengan jumlah potongan (apabila ada).-159Cara pengisian: 1. Uraian diisi dengan nama informasi yang dimasukkan. N. Terbilang diisi dengan jumlah SP2D yang dibayarkan ditulis dalam bentuk huruf. Jumlah diisi dengan jumlah nominal dari tiap akun belanja yang dimintakan. Pada kolom pembebanan kode rekening. Pada kolom SP2D yang dimintakan. 25. 3. 2. 27. Uraian diisi dengan nama potongan. Unit Satker diisi dengan nama unit satker. 11. Bank/Pos diisi dengan Bank BLU UNDIP. 14. NPWP diisi dengan nomor NPWP unit satker. . 12. Kode dan nama akun pada kolom entitas pemerintahan diisi dengan kode dan nama belanja yang diminta sesuai dengan aturan sebagai entitas pemerintahan. kepada diisi dengan nama unit satuan kerja/Fakultas penerima SP2D. 28. Jumlah SP2D yang dibayarkan diisi dengan hasil pengurangan jumlah SP2D awal dikurangi jumlah semua potongan yang ada. Tanggal diisi dengan Tanggal SPM diterbitkan. Jumlah diisi dengan jumlah informasi (apabila ada). Jumlah potongan diisi dengan jumlah total semua potongan (apabila ada).

3. 4. No. tahun Bendahara Pengeluaran BLU UNDIP Tanda Tangan Nama Jelas NIP Cara pengisian: 1. Pejabat Keuangan Penatausahaan BLU UNDIP Tanda Tangan Nama Lengkap NIP Tempat. Jumlah SP2D diisi sesuai dengan jumlah nominal SP2D yang dimintakan diisikan pada kolom jenis SP2D yang sesuai. Tanggal diisi dengan tanggal penerbitan SP2D. Tanggal Urut Nomor SP2D BLU PNBP UP GU TU LS Jumlah SP2D BLU PNBP UP GU TU LS Uraian Jumlah Mengetahui. urut diisi dengan nomor urut SP2D yang diterbitkan. bulan. 2. tanggal. Nomor SPP diisi sesuai dengan nomor pada kolom jenis SP2D yang sesuai dengan SP2D yang diterbitkan (UP/GU/TU/LS).-160Format B6 BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO REGISTER SP2D UP/GU/TU/LS* No. 5. . Unit satuan kerja diisi dengan nama unit satuan kerja/fakultas dimana SP2D yang diterbitkan akan diperuntukkan.

-161BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SURAT PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ) BELANJA Unit Satuan Kerja Bulan Periode Tahun Anggaran : : : : SPJ UP/ GU Kode Rekening 1 Uraian Jumlah Anggaran 3 SPJ TU SPJ LS Format B7 2 Jumlah SPJ Sisa s/d s/d s/d s/d s/d s/d periode periode periode periode periode periode periode periode periode (UP/GU+TU+LS) Anggaran ini ini ini lalu ini lalu ini lalu ini 6 9 12 13 14 4 5 7 8 10 11 (4+5) (7+8) (10+11) (6+9+12) (3-13) Jumlah Penerimaan : -SP2D diterima -Pungutan .

-162SPJ UP/ GU Kode Rekening 1 Uraian Jumlah Anggaran 3 SPJ TU SPJ LS 2 Pajak : PPN PPh 21 PPh 22 PPh 23 Total Penerimaan Pengeluaran : -SPJ -Setoran Pajak : PPN PPh 21 PPh 22 PPh 23 Total Pengeluaran Saldo Kas Jumlah SPJ Sisa s/d s/d s/d s/d s/d s/d periode periode periode (UP/GU+TU+LS) Anggaran periode periode periode periode periode periode ini ini ini lalu ini lalu ini lalu ini 6 9 12 13 14 4 5 7 8 10 11 (4+5) (7+8) (10+11) (6+9+12) (3-13) Mengetahui Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Tanda Tangan Nama Jelas NIP Mengesahkan. Bulan. Pelaksana Otorisasi Unit BLU Tanda Tangan Nama Jelas NIP Tempat. Tanggal. Tahun Bendahara Pengeluaran Pembantu Tanda Tangan Nama Jelas NIP .

Pada baris jumlah di bawah. Kolom Jumlah SPJ diisi dengan jumlah dari semua SPJ akun belanja tersebut dari semua jenis mekanisme pengeluaran belanja. misal SPJ LS Gaji. Kolom bulan ini diisi dengan SPJ bulan ini (diisi pada kolom yang sesuai dengan jenis belanja masing-masing (UP/GU/TU/LS)). Sisa anggaran diisi dengan hasil dari jumlah anggaran awal dikurangi dengan jumlah SPJ total dari semua jenis belanja. Saldo kas diisi dari jumlah pengurangan dari total penerimaan dikurangi total pengeluaran. Kolom s/d bulan lalu diisi dengan akumulasi SPJ pengeluaran mata anggaran terkait sampai dengan bulan lalu (diisi pada kolom yang sesuai dengan jenis belanja masing-masing (UP/GU/TU/LS)). Pada pungutan Pajak diisi dengan pungutan pajak yang dilakukan untuk setiap item pajak pada setiap jenis belanja dengan disesuaikan pada kolom jenis belanja dan bulan-bulannya. 19. Kode rekening diisi dengan kode rekening belanja yang di-SPJ-kan. Kolom s/d bulan ini diisi dengan hasil penjumlahan pada kolom s/d bulan lalu ditambah dengan kolom bulan ini (diisi pada kolom yang sesuai dengan jenis belanja masing. . 2. diisi sesuai jenis belanja dari SPJ yang dilakukan. 10. Pada kolom setoran pajak diisi dengan jumlah semua jenis setoran pajak yang disesuaikan dengan jenis belanja dan kolom bulan. baik itu UP/GU/TU/LS. Uraian diisi dengan nama belanja. 16. Jumlah anggaran diisi dengan jumlah mata anggaran awal. 15. 7. baik itu dari SPJ maupun dari penyetoran pajak. SPJ diisikan dengan jumlah SPJ yang telah dilaksanakan pada setiap jenis belanja dan pada setiap kolom bulan. Pada kolom pengeluaran. Unit Satuan Kerja diisi dengan nama unit satker bersangkutan. 14. 18. 9. Pada setiap kolom SPJ. 13. 12. misal SPJ bulan maret periode pertama. 8.-163Cara pengisian: 1. 6. pada baris SP2D diisi dengan SP2D yang diterima dari setiap jenis SP2D sesuai dengan jenis SP2D dan waktu bulan SP2D. Bulan diisi dengan nama bulan pada saat SPJ hendak diajukan. Pada kolom penerimaan. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran berjalan. 11. 3. Total penerimaan diisi dengan semua total penerimaan baik diperoleh dari SP2D diterima ataupun pungutan pajak. Periode diisi dengan periode SPJ dalam bulan yang sama. diisi dengan jumlah dari masing-masing kolom. 17. Total pengeluaran pada setiap kolom diisi dengan jumlah semua pengeluaran. 4. 21. 5.masing (UP/GU/TU/LS)). 20.

-164SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA Nomor: Bulan: Periode: 1. 2. 3. 4. 5. Nama Unit Satuan Kerja Kode Unit Satuan Kerja Tanggal/No DIPA Kegiatan/Sub Kegiatan Klasifikasi Belanja : : : : :

Format B8

Yang bertanda tangan di bawah ini Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator Unit Satuan Kerja …….BLU UNDIP menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas segala pengeluaran yang telah dibayar lunas oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu kepada yang berhak menerima dengan perincian sebagai berikut: Kode No. 1 2 3 4 5 Entitas Bisnis Entitas Pemerintahan Penerima Uraian Bukti Tanggal Nomor Jumlah

Bukti-bukti belanja tersebut di atas disimpan sesuai ketentuan ang berlaku pada Unit Satuan Kerja ……… BLU Universitas Diponegoro untuk kelengkapan admimistrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Tempat, tanggal, bulan, tahun Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator tanda tangan nama lengkap NIP Cara pengisian: 1. Nomor diisi dengan nomor Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja. 2. Bulan diisi dengan bulan yang bersangkutan dan periode diisi dengan periode spj pada bulan yang sama. 3. Nama unit satuan kerja diisi dengan nama unit satuan kerja. 4. Kode unit satuan kerja diisi dengan kode rekening unit satuan kerja 5. Tanggal dan no. DIPA diisi dengan tanggal dan Nomor DIPA. 6. Kegiatan/Sub kegiatan diisi dengan nama kegiatan/sub kegiatan yang diisikan. 7. Klasifikasi belanja diisi dengan klasifikasi belanja, misal belanja modal atau belanja barang. 8. Kode rekening diisi dengan kode rekening sesuai dengan kolomnya masing-masing, baik pada entitas bisnis maupun pada entitas pemerintahan. 9. Penerima diisi dengan nama penerima belanja. 10. Uraian diisi dengan nama belanja yang dilaksanakan. 11. Bukti diisi dengan tanggal bukti belanja dan nomor bukti belanja. 12. Jumlah diisi dengan jumlah belanja.

-165BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO NOTA PERINTAH PENCAIRAN DANA Bendahara Pengeluaran Pembantu Unit Kerja Satker: supaya mencairkan dana kepada Pejabat 1. Teknis/Nama *) : 2. Program : 3. Kegiatan : 4. Tahun Anggaran : Jumlah yang 5. Diminta : (terbilang : ………………………………………) Pembebanan atas Kode Rekening: Akun Belanja Jumlah akumulasi Anggaran s/d saat Kode Nama ini

Format B9

No.

Jumlah diminta saat ini

Sisa

Jumlah Potongan-potongan: 1 2 3 PPN PPh 21 PPh 22

Jumlah Potongan Jumlah yang Diminta : Potongan- potongan : Jumlah yang Dibayarkan : terbilang (…………………………………) *) coret yang tidak perlu Tempat, Tanggal, Bulan, Tahun Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator tanda tangan ( nama lengkap ) NIP Cara pengisian: 1. Unit kerja diisi dengan nama unit satker. 2. Pada kolom penerima, pejabat teknis/nama diisi dengan nama pejabat atau pegawai yang meminta pengeluaran atas afektasi belanja. 3. Program diisi dengan nama program yang dilaksanakan. 4. Kegiatan diisi dengan nama kegiatan dimana dianggarkannya belanja yang dikeluarkan. 5. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran.

-1666. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Jumlah yang diminta diisi dengan jumlah nominal uang yang dimintakan, pada terbilang diisi dengan nominal yang terbilang dalam huruf. Pada kolom pembebanan atas kode rekening, no. diisi dengan nomor urut. Akun belanja diisi dengan kode dan nama akun belanja yang dimintakan. Anggaran diisi dengan jumlah mata anggaran awal pada pagu anggaran. Jumlah akumulasi diisi dengan jumlah nominal akumulasi dari belanja tersebut yang pernah dikeluarkan sebelumnya. Jumlah diminta saat ini diisi dengan jumlah yang hendak dimintakan. Sisa diisi dari hasil pengurangan jumlah anggaran dikurangi jumlah akumulasi, dikurangi lagi jumlah dimminta saat ini. Pada kolom potongan, diisi jumlah potongan apabila ada. Pada kolom jumlah dibayarkan, jumlah diminta diisi dengan jumlah diminta awal sebelum potongan. Potongan- potongan diisi dengan jumlah total semua potongan. Jumlah dibayarkan diisi dari hasil pengurangan jumlah awal dikurangi dengan jumlah potongan. Terbilang diisi dengan jumlah nominal ditulis dalam bentuk huruf.
Format B10

BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO REKAPITULASI PENGELUARAN PER RINCIAN OBJEK Unit Satuan Kerja Kode Rekening Kegiatan Nama Kegiatan Kode Rekening Belanja Entitas Pemerintahan Nama Belanja Bulan Tahun Anggaran No BKU 1 : : : : : : : Periode : Pengeluaran UP/ GU/ TU 3

LS 2

Jumlah 4

Jumlah Bulan ini Jumlah s/d Bulan lalu Jumlah s/d Bulan ini Mengesahkan, Pejabat Keuangan Kuasa Otorisator tanda tangan Nama jelas NIP Tempat, tanggal, bulan, tahun Bendahara Pengeluaran Pembantu tanda tangan Nama jelas NIP

2. Jumlah s/d bulan ini diisi dengan jumlah bulan ini dan jumlah sampai dengan bulan lalu. 4. Nama belanja diisi dengan nama belanja. 3. B2. B5. 8. 4. Kode rekening belanja diisi dengan kode rekening belanja. karena satu dokumen ini digunakan hanya untuk satu akun belanja pada satu kegiatan saja. 6. .-167Cara pengisian: 1. Jumlah bulan ini diisi dengan belanja yang dikeluarkan pada bulan ini. Proses akuntansi pengeluaran dana UP menggunakan format B10. B10. Kolom no BKU diisi dengan dimana dicantumkan pengeluaran ini pada BKU. B4. dan B7. Keterangan: 1. Unit satuan kerja diisi dengan nama unit satuan kerja. B5. B8. 12. 10. dan B6. B3. B9. 7. B3. B1. Pemberian Up menggunakan format B1. dan B6. 3. 2. Nama kegiatan diisi dengan nama kegiatan. B1. 6. sesuai dengan entitas kode milik entitas pemerintahan. B2. 9. B3. dan B7. B3. B3. Jumlah s/d bulan lalu diisi dengan jumlah akumulasi belanja sampai dengan bulan lalu. B4. B4. B2. Proses akuntansi pembayaran LS menggunakan format B1. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran. Proses akuntansi pemberian TU menggunakan format B7. B2. Kode rekening kegiatan diisi dengan kode rekening kegiatan bersangkutan. Bulan diisi dengan bulan dikeluarkannya SP2D. B4. Proses akuntasi penggantian GUP menggunakan format B7. dan B6. dan B4. 5. B5. B5. Pengeluaran diisi sesuai dengan kolom jenis belanja. B5. 5. B10. Proses akuntansi pengesahan SPM menggunakan format B7. 11. B6. B6.

3. Cara pengisian: 1.. . Kolom 3 diisi dengan kode rekening belanja dan/atau pembiayaanpengeluaran atau kode rekening lainnya (rincian obyek). Kolom 7 diisi dengan jumlah akumulasi pengeluaran kas.. Kolom 1 diisi dengan tanggal transaksi pengeluaran LS. Kolom 2 diisi dengan nomor SP2D/Nota Debet atau Bukti Pengeluaran Lainnya yang sah. FORMAT BUKU/CATATAN AKUNTANSI PENGELUARAN BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO BUKU JURNAL PENGELUARAN LS Tanggal 1 Nomor SP2D/Nota Debet Bukti Lain 2 Kode Rekening 3 Uraian 4 Ref 5 Jumlah Akumulasi (Rp) (Rp) 6 7 . Kolom 6 diisi dengan jumlah pengeluaran kas.-168P... 2... 4. 5. 6. Kolom 5 diisi dengan tanda checklist disesuaikan dengan nomor dokumen sumber dan pada saat posting ke buku besar... Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit Satker BLU (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.. Kolom 4 diisi dengan uraian nama rekening belanja dan/atau pembiayaan-pengeluaran (rincian obyek). 7... tanggal .

. a) Unit satuan kerja diisi dengan uraian nama unit satuan kerja terkait. 6. 9. 8. Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit Satker BLU (tanda tangan) (nama lengkap) NIP... tanggal . kewajiban.... Kolom 5 diisi dengan jumlah rupiah sisi kredit. Kolom 6 diisi dengan akumulasi jumlah rupiah pengeluaran kas sampai dengan saat tertentu (penghitungan saldo dilakukan setiap periode waktu tertentu harian/mingguan/bulanan/triwulanan/ tahunan) sebagai media cross check dengan buku jurnal dan buku pembantu.. pengeluaran kas atau transkasi selain kas telah telah di cross check dengan buku jurnal dan buku besar pembantu. 4.. Kolom 3 diisi dengan tick mark (kode tertentu) yang menyatakan bahwa transaksi/kejadian penerimaan kas.. pendapatan. b) Nama rekening diisi dengan uraian nama rekening buku besar. pengeluaran kas dan transaksi atau kejadian selain kas yang didasarkan pada tanggal nota kredit/nota debet/rekening koran dari bank atau bukti transaksi lainnya.. Kolom 1 diisi dengan tanggal transaksi penerimaan kas. 3. 10. Kolom 2 diisi dengan uraian kode rekening aset. 2. d) Pagu DIPA diisi dengan jumlah rupiah anggaran 5. belanja dan atau pembiayaan (rincian obyek). 7.-169BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO BUKU BESAR Unit Satuan Kerja a) Nama Rekening b) Kode Rekening c) Pagu DIPA d) Tanggal 1 : : : : ………………………… ………………………… ………………………… ………………………… Ref 3 Debet (Rp) 4 Kredit (Rp) 5 Saldo (Rp) 6 Uraian 2 Jumlah . ekuitas dana. Kolom 4 diisi dengan jumlah rupiah sisi debet... Cara Pengisian: 1. c) Kode rekening diisi dengan kode rekening buku besar.

11. Nota Kredit atau bukti lainnya yang sah. Kolom 8 diisi dengan akumulasi jumlah rupiah pengeluaran kas sampai dengan saat tertentu (penghitungan saldo dilakukan setiap periode waktu tertentu hari/minggu/bulan/triwulan/tahunan) sebagai media cross check dengan buku besar.. d) Pagu DIPA diisi dengan jumlah rupiah anggaran. 3. pengeluaran kas atau transkasi selain kas telah telah di cross check dengan buku besar. Kolom 1 diisi dengan nomor urut transaksi penerimaan kas. ekuitas dana. Kolom 3 diisi dengan nomor bukti tansaksi misalnya nomor STS.. a) Unit satuan kerja diisi dengan uraian nama unit satuan kerja terkait. Kolom 2 diisi dengan tanggal transaksi penerimaan kas.. 12.. 8.. Kolom 4 diisi dengan uraian kode rekening aset. 1 Tanggal 2 : : : : ………………………… …………………………(rincian obyek) …………………………(rincian obyek) ………………………… Uraian 4 Ref 5 Debet (Rp) 6 Kredit (Rp) 7 Halaman … Saldo (Rp) 8 Nomor Bukti 3 . Cara pengisian: 1. pendapatan. kewajiban. Kolom 5 diisi dengan tick mark (kode tertentu) yang menyatakan bahwa transaksi/kejadian penerimaan kas. b) Nama rekening diisi dengan uraian nama rekening buku besar. pengeluaran kas dan transaksi atau kejadian selain kas. 2. SP2D. belanja dan pembiayaan (rincian obyek). .. 7. Kolom 6 diisi dengan jumlah rupiah. tanggal . Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit Satker BLU (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. 10.-170BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO BUKU BESAR PEMBANTU Unit Satuan Kerja a) Nama Rekening b) Kode Rekening c) Pagu DIPA d) No... Kolom 7 diisi dengan jumlah rupiah. pengeluaran kas dan transaksi atau kejadian selain kas yang didasarkan pada tanggal nota kredit/nota debet/rekening koran dari bank atau bukti transaksi lainnya yang sah. Nota Debet. 6.. 9. c) Kode rekening diisi dengan kode rekening buku besar. 4... 5.

Kolom 6 diisi dengan jumlah pengeluaran kas.... Kolom 5 diisi dengan tanda checklist disesuaikan dengan nomor dokumen sumber dan pada saat posting ke buku besar. Kolom 1 diisi dengan tanggal transaksi pengeluaran kas. Kolom 3 diisi dengan kode rekening belanja dan/atau pembiayaanpengeluaran atau kode rekening lainnya (rincian obyek). Pejabat Keuangan Penatausahaan Unit Satker BLU (tanda tangan) (nama lengkap) NIP... 2.. Cara Pengisian: 1.-171Catatan: 1.. 4.. . 2. 3.. Kolom 2 diisi dengan nomor SP2D/Nota Debet atau Bukti Pengeluaran Lainnya yang sah. BADAN LAYANAN UMUM UNIVERSITAS DIPONEGORO BUKU JURNAL PENGELUARAN KAS Nomor Tanggal SP2D/Nota Bukti Debet Lain 1 2 Kode Rekening 3 Jumlah Uraian 4 Ref 5 (Rp) 6 (Rp) 7 Akumulasi besar . 6. Kolom 4 diisi dengan uraian nama rekening belanja dan/atau pembiayaan-pengeluaran (rincian obyek). 5.. Tidak semua rekening buku besar memerlukan buku pembantu (tergantung kebutuhan). Format buku besar pembantu dapat berbentuk tabelaris.. 7. Kolom 7 diisi dengan jumlah akumulasi pengeluaran kas. tanggal .

3. 6.. 2.) Debet 5 Kredit 6 . surat tanda setoran (STS).. Kolom 4 diisi dengan tick mark (kode tertentu) yang menyatakan bahwa transaksi/kejadian penerimaan kas. pendapatan. Kolom 5 diisi dengan jumlah rupiah... Kolom 6 diisi dengan jumlah rupiah. tanggal . kewajiban. Kolom 2 diisi dengan nomor bukti misalnya nomor SPJ. belanja dan atau pembiayaan (rincian obyek).. pengeluaran kas dan transaksi selain kejadian non kas yang didasarkan pada tanggal nota kredit/nota debet/rekening koran dari bank atau bukti transaksi/kejadian lainnya.. . pengeluaran kas atau transkasi selain kas telah telah di cross check dengan buku besar. Kolom 3 diisi dengan uraian kode rekening aset.. atau bukti lainnya yang sah.-172BADAN LAYANAN UMUM UNDIP BUKU JURNAL UMUM Tanggal 1 Nomor Bukti 2 Uraian 3 Ref 4 Jumlah (Rp. PPK-FAKULTAS (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.. 5... Kolom 1 diisi dengan tanggal transaksi penerimaan kas. surat perintah pencairan dana (SP2D).. ekuitas dana. Cara pengisian: 1. 4.