Anda di halaman 1dari 8

BAB V MASALAH KESEHATAN 5.

1 Identifikasi masalah Masalah adalah kesejenjangan antara keadaan spesifik yang di harapkan, yang ingin di capai, yang menimbulkan rasa tidak puas, dan keinginan untuk memecahkannya. Dengan demikian cirri-ciri masalah, yaitu : a. Menyatakan Hubungan dua variable b. Dapat di ukur c. Dapat diatasi (Hartoyo, 2007) 5.1.1 Brain Storming Dukun Bayi diperoleh : Dukunnya berkeberatan memanggil bidan karna akan memberatkan kedua belah pihak menyangkut pembagian intensif yang terkadang kurang adil, misalnya Rp.500.000, Rp.200.000 untuk dukun, Rp.250.000 untuk bidan dan Rp.50.000 untuk obat. Terkadang pasien yang menolak di damping bidan karna sudah cukup percaya sama dukun bayi. Kadang juga pasiennya takut kalau di panggil bidan biayanya lebih mahal. Sudah sering melakukan penyuluhan bahwa melahirkan di puskesmas murah cuma Rp.350.000, tapi masyarakat beranggpan di puskesmas bidannya pemarah dan cerewet.

1. Hasil wawancara dengan salah satu Bidan yang bermitra dengan

Dukunny lebih telaten di bandingkan bidan, pada saat pasiennya merasa sakit dukunya mengelus-elus perut pasien, dan di pijet atau di urut. .Pasiennya sudah terlalu percaya sama Dukun karna melahirkan sama dukun sudah jadi turun temurun dari keluarganya. 2. Hasil wawancara dengan Bidan yang bertugas di Pustu Legok diperoleh : Susahnya kalau persalinan tengah malam, saya tidak bisa datang, karna saya tidak tinggal di Pustu. Jadi proses persalinan hanya di tolong oleh dukun. Keesokan harinya saya baru datang kerumah Pasien. Biasanya masyarakat berfikiran sudah turun temurun melahirkan sama Dukun Bayi, jadi mereka sudah merasa percaya sama Dukun Bayi di bandingkan harus Kebidan. Biasanya dukun lebih telaten, pada saat ibu yang mau melahirkan merasa kesakitan dukunya mengelus-elus perut ibu hamil, dan di pijet atau di urut. 3. Hasil wawancara dengan salah satu Dukun bayi yang bermitra dengan Bidan dikelurahan Legok yaitu ibu Yati diperoleh : Dari semua pasien yang sayo tolong sayo dak pakek patokan biaya, orang tu ngasih seikhlasnyo be. Kalo samo bidan tu mahal biso sampe Rp.950.000 4. Hasil wawancara dengan masyarakat yang melahirkan dengan Dukun Bayi dikelurahan Legok diperoleh : Kami ni takut kebidan, kalo samo bidan takut di gunting samo di jahit.

Dukun tu lebih sabar dan telaten dari pado bidan, kalo la kesakit perut kito ni di elus-elusnyo, kakini di pijet-pijet dan di tunggui sampe melahirkan. Sedangkan sama bidan, pasien sudah kesakitan cuma di biarkan dan di suruh nunggu. Kalau sama dukun di rawat sampai seminggu (7 hari) kadang-kadang sampai 40 hari, dan di buatkan jamu sama dukunya, sedangkan sama bidan 2/ 3 hari sudah selesai. karno kito ni orang susah, dak katek duet, kalo kebidan mahal, jadi lebih milih kedukun kami ni la biaso melahirkan kedukun, dari anak pertamo sampe sekarang lahirnyo samo dukun la. 5.1.2 Konfirmasi Data

1. Hasil wawancara dengan salah satu Bidan yang bermitra dengan Dukun Bayi diperoleh : Dukunnya berkeberatan memanggil bidan karna akan memberatkan kedua belah pihak menyangkut pembagian intensif yang terkadang kurang adil, misalnya Rp.500.000, Rp.200.000 untuk dukun, Rp.250.000 untuk bidan dan Rp.50.000 untuk obat. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Bidan yang bermitra dengan Dukun. (Data terlampir) Terkadang pasien yang menolak di damping bidan karna sudah cukup percaya sama dukun bayi. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Bidan yang bermitra dengan Dukun. (Data terlampir) Kadang juga pasiennya takut kalau di panggil bidan biayanya lebih mahal.

Sudah sering melakukan penyuluhan bahwa melahirkan di puskesmas murah cuma Rp.350.000, tapi masyarakat beranggpan di puskesmas bidannya pemarah dan cerewet. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Bidan yang bermitra dengan Dukun. (Data terlampir) Dukunny lebih telaten di bandingkan bidan, pada saat pasiennya merasa sakit dukunya mengelus-elus perut pasien, dan di pijet atau di urut. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Bidan yang bermitra dengan Dukun. (Data terlampir) .Pasiennya sudah terlalu percaya sama Dukun karna melahirkan sama dukun sudah jadi turun temurun dari keluarganya. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Bidan yang bermitra dengan Dukun. (Data terlampir) 2. Hasil wawancara dengan Bidan yang bertugas di Pustu Legok diperoleh : Susahnya kalau persalinan tengah malam, saya tidak bisa datang, karna saya tidak tinggal di Pustu. Jadi proses persalinan hanya di tolong oleh dukun. Keesokan harinya saya baru datang kerumah Pasien. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Bidan yang bertugas di Pustu Legok. (Data terlampir) Biasanya masyarakat berfikiran sudah turun temurun melahirkan sama Dukun Bayi, jadi mereka sudah merasa percaya sama Dukun Bayi di bandingkan harus Kebidan. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Bidan yang bertugas di Pustu Legok. (Data terlampir)

Biasanya dukun lebih telaten, pada saat ibu yang mau melahirkan merasa kesakitan dukunya mengelus-elus perut ibu hamil, dan di pijet atau di urut. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Bidan yang bertugas di Pustu Legok. (Data terlampir) 3. Hasil wawancara dengan salah satu Dukun bayi yang bermitra dengan Bidan dikelurahan Legok yaitu ibu Yati diperoleh : Dari semua pasien yang sayo tolong sayo dak pakek patokan biaya, orang tu ngasih seikhlasnyo be. Kalo samo bidan tu mahal biso sampe Rp.950.000 Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Dukun bayi yang bermitra dengan Bidan dikelurahan Legok. (Data terlampir) 4. Hasil wawancara dengan masyarakat yang melahirkan dengan Dukun Bayi dikelurahan Legok diperoleh : Kami ni takut kebidan, kalo samo bidan takut di gunting samo di jahit. Dukun tu lebih sabar dan telaten dari pado bidan, kalo la kesakit perut kito ni di elus-elusnyo, kakini di pijet-pijet dan di tunggui sampe melahirkan. Sedangkan sama bidan, pasien sudah kesakitan cuma di biarkan dan di suruh nunggu. Kalau sama dukun di rawat sampai seminggu (7 hari) kadang-kadang sampai 40 hari, dan di buatkan jamu sama dukunya, sedangkan sama bidan 2/ 3 hari sudah selesai. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Pasien yang melahirkan dengan dukun di dikelurahan Legok. (Data terlampir) karno kito ni orang susah, dak katek duet, kalo kebidan mahal, jadi lebih milih kedukun Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Pasien yang melahirkan dengan dukun di dikelurahan Legok. (Data terlampir)

kami ni la biaso melahirkan kedukun, dari anak pertamo sampe sekarang lahirnyo samo dukun la. Hal tersebut dibuktikan sesuai dengan jawaban dari Pasien yang melahirkan dengan dukun di dikelurahan Legok. (Data terlampir). 5.1.3 Problem Statement

a. Dukun tidak mau memanggil bidan. b. Bidannya pemarah & cerewet. c. Dukun lebih telaten. d. Tingkat kepercayaan/ sugesti masyarakat kedukun bayi masih cukup tinggi. e. Bidan tidak ada di tempat f. Biaya persalinan lebih murah di bandingkan bidan g. Takut kebidan

5.1

Penentuan Penyebab Masalah dan Memlih penyebab yang paling Mungkin Penentuan penyebab masalah digali berdasarkan data atau kepustakaan

dengan curah pendapat. Penentuan penyebab masalah hendaknya tak menyimpang dari masalah tersebut. Memilih penyebab masalah yang paling mungkin (Dominan) yaitu penyebab masalah yang paling harus dipilih dari sebab-sebab yang didukungoleh data atau konfirmasi. Sesuatu yang mendasari timbulnya suatu kesenjangan antara hasil yang diharapkan dengan kenyataan yang dicapai dapat disebabkan oleh berbagai faktor, untuk menentukan penyebab masalah dilakukan dengan membuat diagram fish bone dengan menggunakan data yang diperoleh selama satu tahun terakhir. Dalam menganalisis penyebab manajemen secara menyeluruh digunakan pendekatan evaluasi yang meliputi input, proses, output, outcome serta environment. Sehingga dapat ditelusuri hal-hal yang menyebabkan munculnya permasalahan. Tabel 5.2 Kemungkinan penyebab masalah adalah: 1. Input Kelebihan Tersedia tenaga kesehatan di Puskesmas Tersedia Tersedia yang Money (dokter umum, dokter gigi, bidan dan perawat semua penaggung tenaga mampu kesehatan membuat Biaya dukun lebih murah dari bidan Promosi kesehatan masih jawab disemua bagian Kekurangan Dukun lebih sabar dan telaten. Bidan tidak selalu bisa mendampingi dukun persalinan. saat

Man

pencatatan dan pelaporan Puskesmas memiliki cukup dana

Methode

Tersedianya SOP dalam hal

kurang Konseling dilakukan Lingkungan Pustu berada di lingkungan Bidan tidak tingal di dinas/pustu rumah tidak

penduduk yang ramai