Anda di halaman 1dari 1

1.

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Bandwidth adalah suatu jarak dari frekuensi yang ditransmisikan tanpa menyebabkan sinyal menjadi lemah (Tanenbaum, 2003, p88). Besarnya kebutuhan bandwidth mempresentasikan kapasitas dari koneksi, semakin tinggi kebutuhan bandwidth maka kinerja akan lebih baik walaupun keseluruhan kinerja juga tergantung pada factor-faktor lain, misalkan latency yaitu waktu tunda antara masa sebuah pernagkat meminta akses ke jaringan dan masa perangkat itu meminta akses ke jaringan dan masa perangkat itu member izin untuk melakukan transmisi (Trimantaraningsih dkk,2008). Ada beberapa metode pengoptimalisasian penggunaan bandwidth menurut para ahli diantaranya adalah Jaringan Syaraf Tiruan (Fiengo dkk,2007), Defuzzykasi (Singh, 2007). Jaringan Syaraf Tiruan menggunakan pendekatan algoritma pembelajaran yang mendukung kualitas layanan, hasil yang sesuai dengan penjadwalan untuk mengatasi antrian data yang ada akan tetapi, metode ini memiliki kekurangan adanya penundaan yang berkekepanjangan pada antrian (Fiengo dkk, 2007). Defuzzykasi cocok untuk menghasilkan nilai output dengan akurasi yang baik akan tetapi memiliki kekurangan atau batasan terhadap panjang media yang dipakai. Sistem pakar fuzzy merupakan suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu ruang input kedalam suatu ruang output, yang mempunyai nilai kontinyu, yang dinyatakan dalam derajat dari suatu keanggotaan dan derajat dari kebenaran, serta mempunyai kemampuan dalam proses penalaran secara bahasa. Sehingga dalam perancangannya tidak memerlukan persamaan matematik dari objek yang akan dikendalikan (Kusumadewi, 2004).