Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Kebutuhan akan informasi bagi masyarakat dengan memanfaatkan teknologi komunikasi diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mengetahui informasi yang terjadi didalam lingkungannya hingga dapat mengetahui apa yang terjadi yang diluar lingkungannya. Proses ini penting bagi penyelenggaraan masyarakat yang terdahulu yang berlangsung pada rentang waktu yang lama dan kemudahan yang meluas ke wilayah yang lebih besar. Keterbukaan informasi dapat membawa masyarakat saling bertukar pesan untuk saling mengetahui apa yang sedang terjadi. Secara umum, jika suatu masyarakat semakin terbuka, semakin muncul kecenderungan untuk mengembangkan teknologi komunikasi kepada potensi tertingginya, terutama dalam artian tersedia secara universal dan digunakan secara luas (McQuail, 2011:27). Pada era globalisasi, media komunikasi massa yang berkembang sangat pesat adalah media online (internet). Dengan media online, informasi mengenai apapun yang bersumber dari belahan dunia manapun mampu diperoleh pada satu tempat. Tidak membutuhkan alat yang banyak untuk memproyeksikan hasil pencarian informasi yang berada dalam internet. Dengan fasilitas komputer yang mempunyai akses konektivitas terhadap internet yang cepat, hal ini dapat membantu pengguna (user) internet dapat mengakses dengan mudah. Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan primer manusia, sama sepeti kebutuhan dalam sehari-hari yaitu pakaian, makanan, dan tempat tinggal. Setiap hari manusia membutuhkan informasi yang ingin diketahuinya. Informasi tersebut dapat mereka peroleh dari media massa, dimana media massa terbagi menjadi tiga macam, yaitu media cetak (koran, majalah, tabloid) , media elektronik (televisi dan radio), dan media internet.

Perkembangan teknologi khususnya dalam bidang telekomunikasi yang semakin pesat mendorong manusia untuk melakukan komunikasi dengan mudah dan cepat. Pertumbuhan media didasari pada kebutuhan masyarakat akan informasi dalam jumlah banyak. Hal ini medorong kantor berita sebagai tempat untuk menampung informasi dituntut untuk bekerja ekstra dalam menyampaikan informasi kepada khalayak tidak hanya dalam satu ruang lingkup saja namun lebih dari sekedar satu tempat. Pada era media cetak seperti koran, khalayak mempunyai jeda waktu esok hari untuk mengetahui hari ini, namun hal ini dapat dibantu dengan adanya media internet sebagai fasilitas untuk menyampaikan pesan dengan cepat tanpa menunggu dengan waktu yang lama. Media internet merupakan sarana masuknya informasi baru sekaligus sebagai media yang lebih fokus pada perkembangan teknologi yang kini banyak menggunakan fasilitas komputer. Pemanfaatan media internet tidak hanya dalam menyampaikan informasi saja, namun hal ini juga bisa dimanfaatkan sebgai interaksi sosial banyak dilakukan oleh manusia sebagai alat komunikasi yang cepat. Menurut Schwoch dan White menggambarkan interaksi ini sebagai rangkaian peristiwa biasabiasa saja yang mana sejumlah kecil penghentian untuk mengagumi betapa cepat dan betapa tak terpikirkannya beberapa aspek tertentu dari teknologi telekomunikasi berbasis spektrum elektromagnetik dan berbagai jaringan telekomunikasi berbasis kabel seperti telepon menjadi bagian pengalaman hidup kita sehari-hari. (David Holmes, 2012:3) Manusia yang hidup dalam information society tidak hanya bertemu dan menggunakan teknologiteknologi informasi dan komunikasi, melainkan mereka mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yang dibingkai oleh teknologi tersebut. Internet sesuai dengan sifatnya yang dapat dilihat dan dinikmati secara terus menerus. Dalam internet menyajikan informasi melalui deretan tulisan yang membentuk paragraf panjang dan di mixing dengan audio dan visual. Internet memudahkan masyarakat untuk memahami isi berita karena wujud dari artikel berita tidak sekedar barisan tulisan namun terdapat juga visual seperti foto yang menunjukkan sebuah peristiwa

yang terjadi. Atau seperti dewasa ini berita di internet dapat dinikmati dengan bentuk penggabungan antara audio dengan visual seperti video yang menunjukkan kejadian mengenai peristiwa tersebut yang di upload dalam satu artikel berita dengan menyertakan caption yang menjelaskan tentang hal-hal yang tidak diketahui oleh khalayak. Informasi yang disampaikan melalui internet dapat diterima oleh khalayak luas. Cakupan dari pada internet tidak hanya meliputi dalam satu negara, namun hingga menyebar luas ke seluruh negara dunia yang menggunakan fasilitas internet. Media internet dimanfaatkan oleh instansi kantor berita yang membutuhkan akses cepat dalam menyampaikan informasi kepada khalayak tanpa menunggu hasil cetak atau menunggu jeda iklan. Dalam hal ini berita pertandingan sepakbola yang sedang berlangsung dalam 90 menit laga berjalan berbagai informasi bisa disampaikan melalui internet. Informasi yang dapat disampaikan kepada khalayak yaitu mengenai jalannya pertandingan, pelanggaran yang dilakukan oleh pemain didalam lapangan, suasana penonton saat menyaksikan pertandingan, atau kericuhan yang terjadi didalam lapangan maupun diluar lapangan saat pertandingan berjalan. Informasi tentang sepakbola, setiap adanya pertandingan dilapangan maupun kejadian mengenai sepak bola yang terjadi diluar lapangan mampu menarik minat khalayak untuk mengetahunya. Minat tersebut tidak terbatas dalam satu area sekitar lapangan atau stadion, melainkan dari berbagai daerah juga ingin mengetahuinya. Persis Solo merupakan klub sepakbola yang lahir pada tahun 1923 yang didirikan oleh Sastrosaksono. Pada masa itu Indonesia masih dalam masa penjajahan Belanda. Berawal dari nama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) pada tahun 1923 hingga 1928. Pada akhirnya di tahun 1928 berubah nama menjadi Persis Solo. Pada perjalanannya klub sepakbola di kota Solo silih berganti klub yang memakai tempat sebagai markas. Mulai pada tahun 2000 awal mula munculnya Pelita Solo. Dengan hadirnya Pelita Solo menjadi cikal bakal munculnya organisasi suporter di Solo yaitu Pasukan Soeporter Paling Sejati (Pasoepati). Pasoepati lahir pada sembilan Februari 2000 menjadi kelompok suporter yang

menduung Pelita Solo. Sinergi Pelita dan Pasoepati saat itu menjadi semangat baru yang mempersatukan publik kota Solo dan sekitarnya. Pasoepati adalah hasil akal budi seorang praktisi periklanan Solo, yaitu Mayor Haristanto. Pencetus nama Pasoepati yaitu Suwarmin dengan dibantu oleh Kris Pujiatni, beserta pendiri lain yaitu Arno Suparno, Bambang Eko S, Bimo Putranto, Dencis, Deny Susanto, Dony, Dwi, Hariyanto, Iwan Budi Prasetyo, Maeda Deneswara, Mashadi Pete, Mayor Haristanto, Rio, Siswanto, Sukimo, Sukirno, Supriyadi Ateng. (pasoepati.net/pasoepati/sejarah-pasoepati diakses pada 19 Juli 2013) Fenomena dualisme terjadi di federasi sepakbola Indonesia. Berakhirnya masa jabatan Nurdin Halid pada kongres yang diselenggarakan di Hotel Sunan Solo pada tahun ... menjadikan awal mula terjadinya perbedaan pendapat pada tubuh PSSI. Saat itu voter Solo memilih Djohar Arifin sebagai ketua umum PSSI. Kekecewaan timbul dalam salah satu kubu, yaitu kubu La Nyalla Mataliti. La Nyalla merupakan komite eksekutif terpilih pada awal kepemimpinan Djohar. Namun disisi lain La Nyalla tidak sesuai dengan ... akhirnya timbul perbedaan pendapat. Sebagian besar pendukung La Nyalla menginginkan Djohar untuk mundur karena ada pelanggaran yang menurut para voter Solo Pada akhirnya berdirilah PSSI tandingan dibawah kepemimpinan Surakarta merupakan tempat bersejarah mengenai sepakbola Indonesia. Akan tetapi dalam perjalanannya Surakarta juga terlibat dalam dualisme klub yang terjadi akibat munculnya blok dalam tubuh federasi sepakbola yaitu PSSI dengan KPSI. Fenomena yang terjadi yaitu berdirinya klub Solo FC pada tahun 2010 dikelola oleh PT Media internet di Indonesia dewasa ini berkembang sangat pesat. Tentu ini merupakan salah satu dorongan untuk mengembangkan media internet sebagai salah satu sarana menyampaikan informasi yang tidak hanya bermuara pada media cetak dan media elektronik. B. RUMUSAN MASALAH

Dengan melihat uraian pada latar belakang masalah maka rumusan masalah penelitian ini adalah : bagaimana proses pembuatan kebijakan redaksional mengenai berita Persis Solo dalam artikel di Media Online Pasoepati.Net, khususnya pada artikel opini mengenai dualisme yang terjadi pada klub sepak bola Persis Solo? C. TUJUAN PENELITIAN 1. Menggambarkan kebijakan redaksional dalam fenomena berita-berita sepak bola dalam liputan jurnalisme media online olahraga di Indonesia, khususnya di Pasoepati.Net 2. Untuk mengetahui batasan-batasan sebuah berita mengenai opini terhadap sepak bola Indonesia yang layak di publikasikan di media online olahraga Indonesia. 3. Sejauh mana batasan Pasoepati.Net dalam mempublikasikan berita opini mengenai sepak bola di Solo. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan Ilmu Komunikasi yang berkaitan dengan studi deskriptif dalam pemberitaan melalui media online. Diharapkan dapat menjadi suatu sarana pembelajaran teoritis tentang bagaimana media online menjalankan fungsi dan peran sosialnya dalam memberikan pemberitaan yang berimbang bagi khalayak. 2. Manfaat Praktis, penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para khalayak untuk lebih mengetahui bagaimana berita tersebut disajikan dan bagaimana cara media tersebut mengemasnya, sehingga mampu mempengaruhi masyarakat dalam mempersepsikan suatu hal. E. LANDASAN TEORI

1. Komunikasi 2. Komunikasi Massa 3. Berita Olahraga Setiap surat kabar sekarang memiliki halaman olahraga. Seperti halnya pada media Internet, memasang halaman olahraga. Dalam berita olahraga lebih banyak informasi yang ditayangkan pada bidang sepakbola. Pada perkembangannya sepakbola menjadi sajian yang banyak ditayangkan pada setiap media massa. 4. Kebijakan Redaksional 5. Social Responsibility Theory

F. METODOLOGI PENELITIAN a. Metodologi Penelitian. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode