Anda di halaman 1dari 9

AMALGAM Klasifikasi dan Komposisi Amalgam Klasifikasi amalgam a.

Amalgam konvensional Amalgamasi terjadi ketika merkuri berkontak dengan permukaan partikel logam campur Ag-Sn. Jika bubuk di triturasi, dibagian luar partikel akan larut menjadi merkuri. Pada saat bersamaan, merkuri berdifusi ke partikel logam campur. Merkuri mempunyai daya larut yang terbatas untuk perak (0,035%wt) dan timah (0,6%wt). Jika daya larut ini terlampaui, Kristal-kristal dari dua senyawa logam biner akan berpresipitasi menjadi merkuri. Kedua senyawa ini adalah senyawa Ag2Hg3 berbentuk kubik dengan pusat dibagian tengah (fase gamma) dan senyawa Sn7-8Hg heksagonal yang tersusun rapat (fase gamma 2). Karena kelarutan perak dalam merkuri lebih rendah daripada timah, fase gamma 1 berpresipitasi terlebih dahulu sementara fase gamma 2 berpresipitasi kemudian. Segera sesudah triturasi, bubuk logam campur bercampur dengan cairan merkuri, menghasilkan adonan yang mempunyai konsistensi plastis. Sewaktu merkuri yang tersisa melarutkan partikel logam campur, Kristal-kristal gamma 1 dan gamma 2 akan bertumbuh. Saat merkuri menghilang amalgam sudah menjadi mengeras. Sementara

saat partikel tertutup dengan kristal yang baru terbentuk, sebagian besar gamma 1, kecepatan reaksi menurun. Logam campur biasanya dicampur dengan merkuri pada rasio 1:1. Dengan rasio ini jumlah merkuri tidak mencukupi untuk bereaksi dengan seluruh partikel logam campur asli; akibatnya, partikel yang tidak bereaksi akan tetap ada pada amalgam yang mengeras. Partikel logam campur (sekarang lebih kecil, karena permukaannnya sudah dilarutkan oleh merkuri), dikelilingi dan diikat bersama-sama dengan Kristal-kristal gamma 1 dan gamma 2 yang padat. Jadi, amalgam rendah kandungan tembaga yang tipikal adalah suatu gabngan dimana partikel-partikel yang tidak dikonsumsi tertanam dalam fase gamma 1 dan gamma 2. Sifat fisik dari amalgam yang sudah mengeras tergantung pada persentase relative dari masing-masing fase struktur mikro. Partikel Ag-Sn yang tidak dikonsumsi mempunyai efek yang kuat.. makin banyak fase ini yang teetinggal dalam sruktur akhir, makin kuat amalgamnya. Komponen paling lemah adalah fase gamma 2. Kekerasan fasse gamma 2 kira-kira 10% dari kekerasan gamma 1, sementara kekerasan gamma sedikit lebih tinggi daripada gamma 1. Fase gamma 2 juga merupakan fase yang paling kurang stabil dalam lingkungan yang korosif dan dapat mengalami

erosi, terutama pada leher restorasi. Secara umum, fase gamma (Ag3Sn) dan gamma 1 murni (Ag2Hg3) adalah stabil dalam lingkungan rongga mulut. Meskipun demikian gamma 1 dalam rongga dalam amalgam mengandung sejumlah kecil timah, yang dapat hilang dalam lingkungan yang korosif. Daerah antar-muka antara fase gamma dan matriks berperan penting. Proporsi yang tinggi dalam fase gamma yang tidak terkonsumsi tidak akan memperkuat amalgam kecuali pertikel-partikel tersebut berikatan dengan matriks

Komposisi amalgam konvensional Ag = 67-74 % Sn = 25-27 % Cu = 0-6 % Zn = 0-2 % Dan mengandung beberapa persen logam Hg sebagai bahan untuk proses amalgamisasi. b. Amalgam kaya kuprum Logam campur dengan kandungan tembaga yang tinggi menjadi bahan pilihan karena sifat mekanisnya yang lebih baik, juga ketahanan terhadap korosi, dan integritas bagian tepi serta kinerjanya dalam percobaan klinis yang lebih baik, bila dibandingkan dengan logam campur tradisional

yang rendah kandungan tembaganya. Ada dua macam bubuk logam campur tinggi tembaga yang tersedia. Yang pertama adalah bubuk logam campur gabungan, dan yang kedua adalah bubuk logam campur berkomposisi tunggal. Kedua tipe ini mengandung tembaga lebih dari 6%wt. Blended alloy/dispersion modified alloy Mengandung dua bagian partikel alloy konvensional yang dipotong lathe cut ditambah satu bagian alloy peraktembaga eutectic sferis. Ag = 69 % Sn = 17 % Cu = 13 % Zn = 4 % Pada tahun 1963, Innes dan Youdelis menambahkan partikel logam campur eutetik perak-tembaga yang berbentuk sferis (Ag-Cu) (perak 71,9%wt dan tembaga 28,1%wt) pada partikel logam campur amalgam rendah tembaga lathe-cut. Ini adalah perubahan besar pertama pada komposisi logam campur untuk amalgam gigi sejak hasil karya Black. Logam campur ini sering disebut sebagai logam campur gabungan karena bubuk akhirnya merupakan campuran dari setidaknya dua jenis partikel. Bubuk gabungan, menunjukkan partikel lathe-cut rendah kandungan tembaga dan pertikel logam campur Ag-Cu

sferis. Amalgam yang dibuat dari bubuk ini lebih kuat daripada amalgam yang dibuat dai bubuk lathe-cut yang kandungan tembaganya rendah, karena kekuatan partikel Ag-Cu bukan karena penyebaran dari mekanisme penguatan seperti yang diperkirakan semula. Bahan gabungan (bahan yang terdiri dari atas matriks dan pengisi) dapat diperkuat dengan menambahkan pengisi yang kuat dan partikel Ag-Cu barangkali bekerja sebagai bahan pengisi yang kuat, yang memperkuat matriks amalgam. Beberapa penelitian klasik menunjukkan bahwa restorasi yang dibuat dari prototipe amalgam gabungan ini secara klinis lebih unggul daripada restorasi yang dibuat dari amalgam dengan kandungan tembaga yang rendah, bila dievaluasi dalam kaitannya dengan ketahanan terhadap kerusakan tepi. Karakteristik logam camur yang membuat kinerja klinis meningkat akan dibicarakan nanti. Bubuk logam campur gabungan biasanya mengandung bubuk tinggi tembaga berbentuk sferis sebesar 30%wt samapai 55%wt. total kandungan tembaga dalam logam campur gabungan berkisar antara 9%wt samapai 20%wt. fase yang ada dalam partikel yang mengandung tembaga tergantung pada komposisinya. Logam campur Ag-Cu terdiri atas gabungan dua fase - kaya perak dan kaya tembaga dengan stuktur kristal dari perak dan tembaga

murni. Masing-masing fase mengandung sejumlah kecil unsure lain. Pada bubuk yang diatomisasi (yang didinginkan dengan cepat), campuran dua fase eutetik membentuk lamella yang sangat halus. Komposisi pada kedua sisi eutetik membentuk butiran yang sangat relative besar dari fase kaya tembaga atu fase kaya perak dari campuran eutetik. Bila merkuri bereaksi dengan bubuk gabungan, perak akan dilarutkan kedalam merkuri dari partikel logam campur Ag-Cu dan baik perak maupun timah akan larut dalam merkuri dari partikel logam campur Ag-Sn. Timah dalam larutan berdifusi ke permukaan partikel logam campur AgCu dan beraksi dengan fase tembaga untuk membentuk fase (Cu6Sn5). Lapisan kristal-kristal terbentuk di sekitar logam campur Ag-Cu yang tidak dikonsumsi. Lapisan pada partikel logam campur Ag-Cu juga mengandung beberapa kristal gamma 1. Fase gamma 1 terbentuk bebarengan dengan fase dan mengelilingi baik partikel logam campur Ag-Cu yang tertutup amupun partikel logam campur Ag-Sn. Seperti pada amalgam dengan kandungan amalgam yang rendah, gamma 1 adalah fase matriks yaitu fase yang mengikat partikel-partikel logam campur yang tidak dikonsumsi bersama-sama. Jadi, reaksi bubuk logam campur gabungan dengan merkuri

dapat diringkas sebagai berikut: Partikel logam campur ( + ) + Ag-Cu eutetik + Hg 1 + + partikel logam campur dari kedua tipe yang digunakan Perhatikan bahwa gamma 2 sudah dihilangkan pada reaksi ini. Gamma 2 tidak tebentuk pada saat yang sam dengan . Tidak ada definisi yang tepat untuk logam campur amalgam yang dapat mewakili system tinggi tembaga ini, tetapi pada umumnya dikatakan bahwa ini adalah suatu formula bahwa gamma 2 hampir seluruhnya ditiadakan selama reaksi pengerasan. Untuk mendapatkan hal ini, barangkali diperlukan konsentrasi bersih dari tembaga sekurang-kurangnya sebesar 12% di dalam bubuk logam campur tersebut. Beberapa amalgam gabungan yang sudah mengeras memang menagndung gamma 2 meskipun persentasenya lebih kecil daripada yang terkandung di dalam amalgam dengan kandungan tembaga rendah. Keefektifan dari patikel yang mengandung tembaga dalam mencegah pembentukan gamma 2 tergantung pada persentasenya di dalam campuran tersebut. Komposisi tunggal Alloy yang mengandung dua bagian alloy sferis yang terbuat dari 60 % perak, 25 % timah, dan 15 % tembaga

dan satu bagian allyo konvensional. Keberhasilan amalgam gabungan membawa kepada dikembangkannya jenis logam campur lain yang kandungan tembaganya tinggi. Berbeda denganbubuk logam campur gabungan, setiap partikel pada bubuk logam campur ini mempunyai komposisi yang sama. Oleh karena itu, disebut sebagai logam campur komposisi tunggal. Komponen utama dari partikel-partikelnya biasanya adalah perak , tembaga, dan timah. Logam campur pertama dari jenis ini mengandung perak 60%wt, timah 27%wt, dan tembaga 13%wt. kandungan tembaga dalam berbagai logam campur komposisi tunggal berkisar dari 13%wt samapai 30%wt. selain itu, ada sejumlah kecil indium atau palladium pada berbagai logam campur komposisi tunggal yang dipasarkan baru-baru ini. Sejumlah fase juga ditemukan di dalam masing-masing partikel logam campur komposisi tunggal termasuk (AgSn), (Ag3Sn), dan (Cu3Sn). Beberapa logam campur juga mengandung beberapa fase (Cu6Sn5). Partikel yang diatomisasi mempunyai struktur mikro dendritik, yang terdiri atas lamela-lamela yang kecil. Bila ditriturasi dengan merkuri, perak dan timah dari fase Ag-Sn akan larut didalam merkuri; sementara tembaga dalam jumlah kecil juga larut di dalam merkuri. Kristal-

kristal gamma 1 akan terbentuk, membuat matriks yang mengikat partikel-partikel logam campur yang terlarut sebagian. Kristal ditemukan sebagai anyaman kristal batang pada permukaan partikel logam campur, juga tersebar di dalam matriks. Kristal ini jauh lebih besar daripada kristal yang terdapat pada lapisan reaksi yang mengelilingi partikel Ag-Cu pada amalgam gabungan. c. Amalgam plus fluoride Untuk meningkatkan mutu amalgam terhadap terjadinya karies sekunder, telah dikembangkan dengan menambahkan senyawa fluorida dengan maksud menambah efek anti kariogenik. Bahan restorasi amalgam yang mengandung fluorida yang dalam bubuknya merupakan amalgam konvensional tipe lathe-cut dengan komposisi (brosur Dentoria -France) stanus fluorida (SnF,) 1%, perak (Ag) 68%, timah (Sn) 27%, tembaga (Cu) 4,5%, seng (Zn) 1,5%. Fluorida pada bahan restorasi amalgam dalam bentuk senyawa SnF2. Senyawa ini terbukti dapat mengurangi kelarutan enamel terhadap asam dan dapat meningkatkan konsentrasi fluorida di dalam struktur gigi yang berdekatan dengan bahan restorasi ini. Menurut Phillips fluorida dalam amalgam cukup dapat mengurangi kelarutan permukaan enamel dari pengaruh asam, meskipun fluorida yang

terlepas terjadi dalam waktu yang singkat, tetapi cukup efektif untuk mencegah terjadinya karies. Mekanisme fluorida yang utama adalah meningkatkan daya tahan enamel karena adanya remineralisasi, bersifat bakterisid dan menurunkan kemampuan bakteri memproduksi asam. Karena amalgam yang mengandung fluoride ini mempunyai daya untuk mencegah karies sekunder maka dapat digunakan juga pada anak-anak dan dapat digunakan pada orang dewasa. Selain amalgam yang berflouride ini pada gigi decidui juga dipergunakan restorasi kuprum amalgam karena sifat kuprum amalgam ini antibakteri dari kuprum itu sendiri. Bahan ini tersedia dalam bentuk pil mengandung 60 sampai 70 % mercury dan 30 % kuprum. Dalam penggunaannya bahan dipanaskan sampai tetesan mercury muncul lalu ditrituasi seperti pada bahan amalgam lain dan kemudian dikondensasi didalam kavitet. Bahan ini tidak dianjurkan untuk tambalan tetap karena terjadi mercury hygiene yang jelek. Jadi dapat disimpulkan bahwa amalgam tipe ini tidak cocok digunakan oleh orang dewasa, tetapi tipe amalgam konvensional biasanya yang dipakai untuk orang dewasa. 7. Manipulasi Proportioning, menimbang jmlh merkuri dengan alt penetes(volume dispenser),dgn tabel alloy terutama pd pencampuran scr mekanis,menggunakan amplop yg telah di timbang. Perbandingan takaran alloy:merkuri sebesar 5:7 atau 5:8. Kelebihan merkuri mempermudah triturasi dan dpt diperoleh campuran yg plastis. Trituration (mixing) a. Pencampuran manual,menggunakan mortar dan pastel(alu kecil dr gelas) yg terbuat dr gelas.permukaam mortar agak kasar berguna utk mempertinggi gesekan antara amalgam dan permukaan mortar. Resiko: paparan uap Hg dpt berkontak dg tubuh b. Pencampuran scr mekanis,alloy dan merkuri dicampur dlm kapsul baik dg maupun tnp pastel plastik/stainless steel.pastel yg dignkn memiliki diameter yg jauh lbh kcl dr kapsulnya bila dipakai alloy yg berbtk pil utk memudahkan menghancurkannya. 8. 6. a. Klasifikasi Alloy konvensional,Komposisi :

Triturasi tergantung pd : 1. 2. 3. perak min 65% timah putih max 29% tembaga max 6% seng max 2% air raksa max 3% b. : perak 40-60% Timah putih 27-30% Tembaga 13-30% Alloy kaya kuprum(higher copper alloy),Komposisi Kecepatan Daya yg mengenai amalgam Btk partikel serbuk amalgam

Condensation, bertujuan memampatkan tumpatan. Trimming,carving,burnishing Trimming dan carving dilakukan sblm amalgam setting. Biasanya 2-3 mnt stlh mixing & dihentikan stlh massa amalgam muali mengeras(5-10 mnt). Stlh carving selesai, permukaan amalgam dihaluskan kekerasan menggunakan permukaan burnisher(menaikkan amalgam,mengurangi adaptasi marginal amalgam) Trimming : memotong kelebihan amalgam Carving : membentuk kontur tumpatan Finishing,polishing : dilakukan stlh 24 jam stlh penambalan. Amalgam dr alloy kaya kuprum lbh cpt mendptkan kekuatannya. Faktor-faktor amalgam gigi a. Yang dapat dikendalikan oleh dokter gigi Pemilihan logam campur Rasio merkuri : logam campur Prosedur triturasi Teknik kondensasi Keutuhan bagian tepi Karakteristik anatomi Hasil akhir b. Di bawah kendali pabrik Komposisi logam campur Pemanasan logam campur Ukuran,bentuk,dan metode pembuatan partikel logam campur Manipulasi permukaan partikel yang mempengaruhi kualitas restorasi

porositas&korosi,memperbaiki

9.

Arus Galvanis Terdapat dua jenis tambalan yang berbeda di dalam mulut, apabila dua jenis tambalan yang berbeda itu saling beradu, akan menimbulkan arus galvanis, yang salah satu efeknya adalah menyebabkan rasa linu pada gigi yang besangkutan.

10. Sifat-sifat Alloy 11. Efek-efek mercuri/Hg/air raksa Alergi,ditandai dg rasa gatal,ruam,bersin,kesulitan Keracunan bernapas,pembengkakan.

kavitas lining- Untuk pengisi saluran akar - Restorasi gigi susu- Restorasi estetik pada gigi depan- Penutup fissurePelapik kavitas- Untuk melindungi pulpa terhadap traumaJenis :Seng FosfatSeng Oksida EugenolPolikarboksilatSilikatSilikofosfatIonomer KacaIonomer Kaca modifikasi LogamResinKalsium HidroksidaSyarattidak menimbulkan reaksi alergik tidak mutagenik Tidak larut saliva dan cairan mulutHrs tdk bersifat racunTdk mengiritasi jar.pulpa dan lainnyaPerlindungan jar.pulpa terhadap pengaruh restorasisifat mekanis harus memenuhi persyaratan untuk tujuan penggunaan bahantersebut,misalnya semen untuk cavity lining haruslah menghasilkan kekuatan yangcukup dalam waktu cepat untuk memungkinkan bahan tambal dimasukkan kedalamcavitas-bersifat bakteriositas bila dimasukkan kedalam cavitas yang masih mengandung sisakaries

Daya larut relatif rendah di dalam air Keasamanan semen cukup tinggi Seng Oksida EugenolFungsi : Bahn perekat smntara dan permanen restorasi, digunakan sebagai tambalansementara, sebagai bahan pelapik, bahan pengisi saluran akar, pembalut periodontaldan pada perawatan pulpotomirestorasi sementara dan menengahbahan perekat/pengikat sementara dan permanen untuk restorasi Klasifikasi : empat jenis OSE ,semen OSETipe1 digunakan untukn semen sementara.Tipe2 digunakan untuk semen permanen dari restorasi atau alat-alat yang dibuat diluar mulut. Tipe3 digunakan untuk restorasi sementara dan basis penahan panas.Tipe4 digunakan untuk pelapik kavitas Manipulasi : Dicampur antara bubuk dengan liquid dan bubuk / pasta dan pasta dengan komposisiseimbang agar didapat adonan berbentuk dempul Komposisi : Oksida seng dan eugenol Kekurangan dan Kelebihan : Kekurangan :mempunyai potensi iritasi terhadap jaringanKelebihan :daya antibakterikemampuan semen untuk meminimalkan kebocoran micromemberikan perlindungan terhadap pulpa Sifat : PH-nya mendekati 7 yang membuatnya menjadi salah satu semen dental yang palingsedikit mengiritasiSifat fisik , rasio bubuk cairan akan mempengaruhi kecepatan peng erasanKekuatannya berkisar 3 55 Mpa, tergantung kegunaanya PolikarboksilatFungsi : Bahn perekat smntara dan permanen restorasi Manipulasi : Campurkan bubuk dan liquid dengan ratio 1,5:1 atau sesuai kebutuhan,campurkan sampai membentuk adonan yang tidak cair tidak padataduk dengan putaran melawan jarum jamtempatkan adonan pada tumpatan yang telah diberi semen eugenol sebagai subbasiswaktu pengerasan yang memadai adalah 2,5-5 menit, buang kelebihan tumpatan Komposisi : Cairan : larutan air dari asam poliakrilat dari asam akrilik dengan asam karboksilatlain yang tidak jenuh, misal asam itakonik Bubuk : oksida seng dengan ejumlah oksida magnesium Kekurangan dan Kelebihan :

Semen zinc oxide eugenol dengan kandungan eugenolnya memiliki kekuatan antibakteri yang kuat dibandingkan Polikarboksilat, Zinc fosfat, Silikat, Silikofosfat dan Resin komposit. Kandungan eugenolnya menunjukkan iritasi / toksisitas terhadap jaringan, memiliki potensi iritasi juga dapat berdifusi ke dalam pulpa sangat sedikit. Semen zinc oxide eugenol mampu mencegah cedera pulpa dan mengurangi rasa nyeri pada pulpitis. -Biokompatibilitas-sifat adhesive terhadap gigi dan material restorasi-menyerupai sifat optis jar. Gigi dan mempunyai sifat reologi-mempunyai penyegel(kekuatan tepi) untuk mencegah kebocoran marginal-memounyai sifat optic yaitu, menyerupai sifat optis jaringan gigimempunyai ikatan dengan email dan dentin dan dpt melekat dengan email dan dentin-mempunyai sifat anti karies karena melepaskan flour Faktor kegagalanPerbandingan bubuk dan air tidak tepat-Cara pengadukanCara pengerasan (contoh pada bracket)-Kontaminasi bahan lain-Adanya kontaminasi atau penambahan air pada saat penambahan adonan sehinggamempercepat reaksi pengerasan ,jadi waktu manipulasi cepat.-jika email tidak ada resiko untuk bocor sangat besar -kebocoran miko pada foramen ,menyebabkan cairan masuk, jaringan periapikalsepanjang interfacial antara bahan pengisi saluran akar -karna kurangnya daya adhesi antara bahan semen dan gigi Seng FosfatFungsi : Bahan perekat untuk Restorasi dan Peralatan Ortodontik, sebagai basistambalan Manipulasi : Campurkan bubuk dan liquid dengan ratio 6:1 atau sesuai kebutuhan,campurkan sampai membentuk adonan yang tidak cair tidak padataduk dengan putaran melawan jarum jamtempatkan adonan pada tumpatan yang telah diberi semen eugenol sebagai subbasiswaktu pengerasan yang memadai adalah 5-9 menit, buang kelebihan tumpatan Komposisi : Oksida seng 90% dan magnesium 10 % Kekurangan dan Kelebihan :Sifat :

Kaca-Sik (GIC)

SEMEN Definisi :Bhn non logam kegunaan u restorasi jangka panjangBhn non logam kegunaan u restorasi jangka panjangBahan yang digunakan sebagai base,lhuting dan lining pada penyemenan gigiSetiap bahan yang menjadi massa keras setelah dicampur air Sebagai bahan tambal mempunyai tekanan lebih rendah dari pada amalgamBahan tambal yang merekat pada struktur gigiBahan tambal non logamyg digunakan untuk restorasi gigidalam jangka panjangmaupun pendek serta melekatkan gigi tiruanFungsiMerekatkan gigi tiruan & peralatan orthodontic,serta meratakan post dan pasak untuk retensi restorasi- Sebagai

Kelebihan :Waktu pengerasan lebih cepat dari seng fosfatKekurangan :tidak sekaku semen fosfatmodulus elastis kurang dari setengah semen fosfat Sifat : tindakan pengadukan dan penempatan dengan getaran akan menurangi kekentalansemenwaktu pengerasan lebih pendek ketimbang seng fosfat yaitu sekitar 2,5 menitdaya larut rendah pH cairan sekitar 1,7 tetapi dapat dinetralkan dengan cepat oleh bubuknya SilikatFungsi : Restorasi gigi anterior Komposisi : Silika (SiO 2 ), Alumina (Al 2 O 3 ), senyawa fluorida,beberapa garam kalsium Kekurangan dan Kelebihan : Kelebihan : Warnanya sesuai ngan warna gigi dan cocok digunakan untukrestorasi gigi anterior Kekurangan : kekuatan tensilnya kurang baikmudah larut terhadap asam yang terdapat dalam plak yang melekatdi atasnya Sifat : terikat secara kimiawi dengan struktur gigi(kekuatan ikatan denngan email akan lebihbesar daripada dengan dentin)Waktu kerja untuk semen polikarboksilat jauh lebih pendek daripada semen sengfosfat, yaitu sekitar 2,5 menit dibandingkan 5 menit untuk seng fosfatKekuatan kompresi dari semen polikarboksilat adalah sekitar 55MpaModulus elastisitasnya kurang dari setengah dari semen seng fosfatSifat biologi , pH kurang dari 3 pada dimasukan dalam kavitas, dan tetap baradadibawah 7Daya larut semen di dalam ir memang rendah, tetapi jika terpajan asam-asam organik dengan pH 4,5 atau kurang, daya larutnya meningkat sangat besar SilikofosfatFungsi : Bahan perekat untuk restorasi, bahan tambalan sementara dan tambalan gigi desidui,bahan perekat fixed restoration, bahan band orthodontics, juga sebagai bahanpembuatan die Manipulasi : manual diatas glass lab maupun secara mekanis dengan menggunakan amalgamator Komposisi :

campuran/ kombinasi antara bubuk seng oksida dan silikat Kekurangan dan Kelebihan :Sifat : mekanis, flsis, kimia, adhesif dan biologis yang cukup baik.strength yang tinggi, kelarutan yang rendah dalam rongga mulut, serta memilikikandungan fiuorida yang bertujuan untuk mencegah terjadinya karies sekunder dandapat meremineralisasi email dan dentin

Ionomer KacaFungsi : Bahan perekat restorasi & restorasi gigi anterior Kaping pulpa dan pengisis saluran akar Perekatan alat Ortodontik Perantara gigi dengan tambalan kompositSebagai bahan reparasi sekeliling pinggir restorasi lama Klasifikasi : Tipe I (konvensional) sebagai bahan perekat restorasiTipe II sebagai bahan restorasiAda 4 :Ionomer Kaca konvensionalIonomer Kaca hybridKaca tricureIonomer Kaca metal Komposisi : Liquid : Terdapat cairan asam tartaric yang dapat meningkatkan stabilitasmaterial,poliakrilik acidPowder : Kaca kalsium fluoro aluminosilikat yang larut dalam asam (poliakrilik acid) Manipulasi : Ada 2 :Mekanis : Menggunakan amalgamator Manual :Ada 3 cara ( sircular motion , figure eight, fold and press motion )Menggunakan alat (semen spatel(untuk mengaduk), plastis instrument(untuk memasukkan ke dalam cavitas))Powder : Liquid = 1,3 : 1 atau sesuai anjuran pabrik Pencampurannya hingga tampak glossy (mengkilat) tidak boleh hingga buramCara Pengerasan :Menggunakan sinar Didiamkan Kelebihan dan Kekurangan : KELEBIHANTahan terhadap penyerapan air dan kelarutan dalam air Kemampuan berikatan dengan email dan dentinMemiliki angka retensi gigiBiokompabilitasEstetika (penambahan radio opak untuk penyamaan warna dengan gigi)Mempunyai kekuatan kompresi yang tinggi.Bersifat adhesi.Tidak iritatif.

Mengandung fluor sehingga mampu melepaskan bahan fluor untuk mencegah karieslebih lanjut.Mempunyai sifat penyebaran panas yang sedikit.Daya larut yang rendah.Bersifat translusent atau tembus cahaya.Perlekatan bahan ini secara fisika dan kimiawi terhadap jaringan dentin dan email.Di samping itu, semen glass ionomer juga bersifat bikompabilitas, yaitu menunjukkanefek biologis yang baik terhadap struktur jaringan gigi dan pulpa. Kelebihan lain daribahan ini yaitu semen glass ionomer mempunyai sifat anti bakteri, terutama terhadapkoloni streptococcus mutant (mount, 1995). KEKURANGAN Tidak dapat menahan tekanan kunyah yang besar Tidak tahan terhadap keausanDaya lekat pasta lebih kecil terhadap dentinSetelah restorasi butuh proteksiKekerasan kurang baik Rapuh dan sensitive terhadap air pada waktu pengerasanDapat larut dalam asam dan air Sifat : Mampu melepaskan fluor,tetapi belum banyak digunakan sebagaisiller(perekat,berwarna hitam,bersifat getas) saluran akar Hampir sama dengan semen silikat (kekuatan,transparan,kandungan fluoride semennya lebih unggul dari semen jenis Zinc Okside)Mempunyai sifat adesif Sebagai insulator terhadap thermal shock(perubahan suhu mendadak)Mempunyai sifat flow Ionomer Kaca modifikasi Logam Fungsi : Untuk restorasi gigi posterior sebagai alternatif amalgam, restoratif konserfatif kelas1 Klasifikasi : Metode 1 : mencampur bubuk logam amalgam yang berpartikel sfersis denganbubuk ionomer tipe II sering disebut semen gabungan logam campur perak Metode 2 : mencampur bubuk kaca dengan partikel perak dengn pemanasantinggi sering disebut cermet Manipulasi :Komposisi : Kaca ionomer dan partikel logam Kekurangan dan Kelebihan :Sifat : Peningkatan ketahanan terhadap keausanWaktu pengerasanya cepat Potensi adhesi dan gaya tahanya terhadap karies

ResinFungsi : kegunaan khusus dan umumBahan perekat untuk restorasi dan peralatan ortodontik Sebagai jembatan berikatan resinBracket ortodontik Restorasi kaca keramik

Manipulasi : Tardapat 2 macam , yaitu bubuk liquid, pasta pastaCampurkan dengan ratio secukupnyaKedua komponen diaduk diatas kertas aduk khusus selama 20 30 detik Saat pembuangan kelebihan semen saat yang kritis, jika kelebihan semen dibuangpada keadaan karet akan mengakibatkan semen tertarik keluar dan mengakibatkankaries sekunder. Yang terbaik saat membuang kelebihan semen segera setelahrestorasi dipsang dengan benar.Pada sementasi untuk inlay, mahkota dan jembatan yang seluruhnya keramik.Untuk mendapatkan retensi yang terbaik, permukaan bawah dari restorasi kacakeramik biasanya dietsa dan dioles lapisan silane sebelum disemen. Komposisi : Matriks resin dengan bahan pengisi anorganik yang telah diproses dengan silane,organofosfonat hidroksietil metakrilat (HEMA), 4-metakrilat trimellitik anhidrat Kekurangan dan Kelebihan : Kekurangan :Mengiritasi pulpa Sifat : Tidak mudah larut dalam cairan mulut Kalsium HidroksidaFungsi : Untuk bahan penutup pulpa dan basis penahan panasmanipulasiAda 2 :a. Mekanis : Menggunakan amalgamator b. Manual :Ada 3 cara ( sircular motion , figure eight, fold and press motion )Menggunakan alat (semen spatel(untuk mengaduk), plastis instrument(untuk memasukkan ke dalam cavitas))Powder : Liquid = 1,3 : 1 atau sesuai anjuran pabrik Pencampurannya hingga tampak glossy (mengkilat) tidak boleh hingga buramCara Pengerasan :a. Menggunakan sinar b. Didiamkan

GIC:Glass Ionomer Cement (GIC) adalah bahan gigi restoratif digunakan dalamkedokteran gigi untuk mengisi gigi dan luting semen. Materi ini didasarkan padareaksi silikat serbuk kaca dan polyalkenoic asam. Bahan Gigi berwarna diperkenalkanpada tahun 1972 untuk digunakan sebagai bahan restoratif untuk gigi anterior (terutama untuk mengikis daerah, Kelas III dan rongga V). Saat berikatan kimia padajaringan keras gigi dan melepaskan fluoride dalam waktu yang relatif lama, aplikasimodern GICs telah diperluas. Diinginkan sifat semen Ionomer kaca membuat mbahanyang bermanfaat dalam pemulihan lesi

membusukkan gigi atau tulang di daerahrendah stres seperti permukaan halus dan kecil dalam rongga anterior proksimal gigiprimer. Hasil dari studi klinis, tidak mendukung penggunaan restorasi konvensionalIonomer kaca atau logam-diperkuat di gigi primer. GICs umumnya diklasifikasikan menjadi lima tipe dasar: - Semen Ionomer Konvensional- Modifikasi Resin GIC (Konvensional dengan penambahan HEMA)- Semen Ionomer Hibrida (Juga dikenal sebagai Dual-Cured Glass Ionomer Cement)- Tri-Cure GIC- Metal-Reinforced GIC Komposisi dan Persiapan: Aplikasi termasuk campuran bubuk dan cair. Jenis aplikasi menetapkan viskositasdari semen, yang disesuaikan dengan memvariasikan distribusi ukuran partikel dan rasio serbuk-ke-cair. GIC POWDER Serbuk kalsium asam-larut fluoroaluminosilicate mirip dengan silikat kaca namundengan rasio alumina-silikat yang lebih tinggi meningkatkan reaktivitas dengancairan. Bagian fluoride bertindak sebagai fluks dari "keramik". Lantanum, Strontium,Seng Oksida Barium atau aditif memberikan radioopacity. Fusion bahan baku untuk membentuk kaca yang seragam dengan memanaskan mereka untuk suhu 1100 Chingga 1500 C. kaca, adalah tanah menjadi bubuk memiliki bubuk partikel berkisar antara 15-50 m. Persentase bahan baku adalah:* Silika 41.9%* Alumina 28.6%* Aluminium Fluoride 1.6%* Kalsium Fluoride 15.7%* Natrium Fluoride 9.3%* Aluminium Fosfat 3.8% GIC Liquid Awalnya, cairan untuk GIC adalah larutan asam poliakrilat dalam konsentrasi sekitar 40 sampai 50%. Cairan sangat kental dan cenderung gel dari waktu ke waktu. Dalamsebagian besar semen saat ini, asam adalah dalam bentuk co-polymer dengan itaconic,asam maleat atau tricarboxylic. Asam ini cenderung meningkatkan reaktivitas cairan,penurunan viskositas dan mengurangi kecenderungan untuk gelasi. asam tartarat jugahadir dalam cairan. Hal ini meningkatkan karakteristik penanganan dan meningkatkanwaktu bekerja, tapi waktu pengaturan lebih pendek. Viskositas tartrat asam yangmengandung semen umumnya tidak berubah selama hidup rak semen. Namun,perubahan yang dapat terjadi ketika viskositas semen melampaui tanggal tersebut.Sebagai sarana untuk memperpanjang waktu kerja GIC, beku-kering dan bubuk kacabubuk polyacid ditempatkan dalam botol yang sama bedak. cair ini terdiri dari air atauair dengan asam tartrat. Ketika bubuk dicampur dengan air, bubuk asam melarutkandan menyusun kembali asam cair dan proses ini diikuti oleh reaksi asam-basa. Semenjenis ini kadang-

kadang disebut sebagai gelas air Ionomer Ionomer settable ataukeliru seperti kaca anhidrat. Manipulasi Untuk mencapai pemulihan jangka panjang dan prostesis itu tetap kuat, pertimbanganmanipulatif sebagai berikut untuk GIC harus dipenuhi:1. Permukaan gigi yang disiapkan harus bersih dan kering2. Kelebihan semen harus dihapus pada waktu yang tepat3. Permukaan harus diselesaikan tanpa pengeringan yang berlebihan4. Restorasi perlindungan permukaan harus dipastikan untuk mencegah keretakan ataupeluruhan. Keuntungan - Adhesi yang melekat pada struktur gigi- BiokompatibelMenghambat peluruhan Fluoride dan Timbulnya KariesPersiapan Kavitas Minimal diperlukan, sehingga mudah digunakan pada anak-anak

Kegunaan Tipe I untuk Luting SemenTipe II Untuk restorasiTipe III Liners dan BasisTipe IV Fissure SealantsTipe V Semen Ortodontik Tipe VI Core Build UpReferensi:* Phillips' Science of Dental Materials by Kenneth J. Anusavice* Dental Materials: Properties and Manipulation by Robert Craig, John M. Powersand John C. Wataha* Applied Dental Materials by J. F. McCabe, Angus Walls and John N. Anderson* Introduction to Dental Materials, R van Noort, 2002, p137* Glass-Ionomer Cement, Alan D. Wilson and John W.McLean, 1988* Acid-base Cements, A.D. Wilson and J.W. Nicholson, 1993, p116Keunggulan Semen Glass Ionomer Keunggulan dari bahan restorasi glass ionomer antara lain:1. Mempunyai kekuatan kompresi yang tinggi.2. Bersifat adhesi.3. Tidak iritatif.4. Mengandung fluor sehingga mampu melepaskan bahan fluor untuk mencegahkaries lebih lanjut.5. Mempunyai sifat penyebaran panas yang sedikit.6. Daya larut yang rendah.7. Bersifat translusent atau tembus cahaya.8. Perlekatan bahan ini secara fisika dan kimiawi terhadap jaringan dentin dan email.9. Di samping itu, semen glass ionomer juga bersifat bikompabilitas, yaitumenunjukkan efek biologis yang baik terhadap struktur jaringan gigi dan pulpa.Kelebihan lain dari bahan ini yaitu semen glass ionomer mempunyai sifat anti bakteri,terutama terhadap koloni streptococcus mutant (Mount, 1995).Karena keunggulan-keunggulan tersebut di atas maka bahan tumpatan semen glassionomer banyak digunakan sebagai bahan tumpatan tetap oleh dokter gigi dewasa ini.Pada manula sering kali ditemukan kavitas kelas V atau karies yang terdapat padaakar, karena pada manula biasanya sering didapatkan adanya retraksi gingiva

yangdisebabkan proses degenerasi. Karies yang terdapat pada akar juga ditemukan padaorang-orang yang cara menyikat giginya kurang baik dan benar, sehinggamenyebabkan abrasi pada daerah servikal. Oleh sebab itu, bahan semen glass ionomer diunggulkan sebagai bahan tumpatan pada kasus tersebut, karena bahan tumpatansemen glass ionomer merupakan bahan restorasi yang memenuhi persyaratan estetika,bersifat adhesi, serta mempunyai sifat biokompabilitas.Menurut Sockwell dan Heymann, l985 (cit. Raphael Triendra Untara), bahantumpatan yang memenuhi persyaratan estetika adalah yang sewarna atau hampir mendekati warna gigi, baik gigi anterior maupun posterior tanpa mengesampingkanfaktor kekuatan, keawetan, dan biokompabilitas dari bahan tersebut. Di samping itu,

rendah.11. Adhesif terhadap jaringan gigi.12. Radio opak.13. Warna translusensinya sama dengan email.14. Tahan lama dalam penyimpanan.15. Murah.Bahan Restorasi Plastik Beberapa bahan restorasi plastik yang selama ini banyak digunakan di kedokteran gigiantara lain amalgam, silikat, komposite, dan semen glass ionomer. Bahan-bahantersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.Dental AmalgamMerupakan bahan yang paling banyak digunakan oleh dokter gigi, khususnya untuk tumpatan gigi posterior. Sejak pergantian abad ini, formulasinya tidak banyak berubah, yang mencerminkan bahwa bahan tambalan lain tidak ada yang seidealamalgam. Kelemahan utama amalgam terletak pada warnanya dan tidak adanyaadhesi terhadap jaringan gigi. Walaupun sifat fisik dan kimia bahan tumpatan

bahan tumpatan semen glass ionomer mempunyai estetik yang lebih baik dibandingkan dengan tumpatan semen silikat, meskipun jika dibandingkan denganresin komposit faktor estetik dari bahan ini masih kurang baik. Dewasa ini denganberkembangnya bahan tersebut, faktor estetik tidak lagi menjadi masalah. Penggunaansemen glass ionomer dengan sinar juga mulai banyak digunakan. Hal ini akanmenghemat waktu dokter gigi, waktu tindakan klinik lebih singkat, serta mempunyaipeningkatan PH yang relatif cepat. Karena itu, bahan ini juga direkomendasikansebagai bahan yang dapat meningkatkan perlekatan amalgam dengan jaringan gigi.Beberapa Bahan Restorasi Gigi PlastisTujuan restorasi gigi tidak hanya membuang penyakit dan mencegah timbulnyakembali karies, tetapi juga mengembalikan fungsinya. Bahan-bahan restorasi gigiyang ideal pada saat ini masih belum ada meskipun berkembang pesat. Untuk dapatditerima secara klinis, kita harus mengetahui sifat-sifat bahan yang akan kita pakaisehingga jika bahan-bahan baru keluar di pasaran, kita dapat segera mengenalikebaikan dan keburukan dibanding dengan bahan yang lama. Dua sifat yang sangatpenting yang harus dimiliki oleh bahan restorasi adalah harus mudah digunakan dantahan lama. Sedangkan sifat-sifat yang lainnya adalah:1. Kekuatan tensilnya cukup.2. Tidak larut dan tidak mengalami korosi dalam mulut.3. Sifat eksotermisnya rendah dan perubahan volume selama pengerasannya dapatdiabaikan.4. Tidak toksik dan tidak iritasi terhadapjaringan pulpa serta gingiva.5. Mudah dipotong dan dipoles.6. Derajat keausannya sama dengan email.7. Mampu melindungi jaringan gigi sekitar dari serangan karies sekunder.8. Koefisien muai termiknya sama dengan email dan dentin.9. Difusi termiknya sama dengan pada email dan dentin.10. Penyerapan airnya

amalgam sebagian besar telah memenuhi persyaratan ADA specification no. l,perlekatannya dengan jaringan dentin gigi secara makromekanik seperti retention andresistence form, dan undercut tidak dapat melekat secara kimia.Prinsip retention and resistance form (dove tail, box form dan retention groove) padalesi karies daerah interproksimal, selain mengangkat jaringan karies juga mengangkatjaringan yang sehat untuk memperoleh retensi pada kavitas. Pada kavitas kelas IIdengan isthmus dan garis sudut bagian dalam yang lebar, akan melemahkan kekuatanterhadap beban kunyah. Akibatnya, pasien banyak yang mengeluh karena seringkaliadanya fraktur pada tumpatan kelas II, baik pada tumpatan MO (Mesial Oklusal), DO(Distal -, Oklusal), maupun MOD (Mesial Oklusal - Distal).Amalgam dapat disimpan lama dan dibandingkan dengan bahan restorasi lain. Bahanini tidak begitu mahal dan sampai tingkat tertentu kesalahan dalam manipulasi masihmenghasilkan tumpatan yang baik. Jika dibuat oleh operator yang trampil danlingkungannya mendukung, bahan tumpatan ini dapat tahan lama, namun umur klinknya rata-rata 5 tahun. Amalgam cenderung mudah korosi di dalam lingkunganmulut karena strukturnya yang heterogen, permukaannya yang kasar, dan adanyalapisan senyawa oksida yang belum sempurna. Amalgam memerlukan beberapa jamuntuk mencapai kekerasan penuhnya. Jika ini telah dicapai, kekuatan kompresifnyaakan menyamai dentin.Resin KompositGenerasi resin komposit yang kini beredar mulai dikenal di akhir tahun enampuluhan. Sejak itu, bahan tersebut merupakan bahan restorasi anterior yang banyak dipakai karena pemakaiannya gampang, warnanya baik, dan mempunyai sifat fisik yang lebih baik dibandingkan dengan bahan tumpatan lain. Sejak akhir

tahun enampuluhan tersebut, perubahan komposisi dan pengembangan formulasi kimianya relatif sedikit. Bahan yang terlebih dulu diciptakan adalah bahan yang sifatnyaautopolimerisasi (swapolimer), sedangkan bahan yang lebih baru adalah bahan yangpolimerisasinya dibantu dengan sinar. Resin komposit mempunyai derajat translusensiyang tinggi. Warnanya tergantung pada macam serta ukuran pasi dan pewarna yangdipilih oleh pabrik pembuatnya, mengingat resin itu sendiri sebenarnya transparan.Dalam jangka panjang, warna restorasi resin komposit dapat bertahan cukup baik.Biokompabilitas resin komposit kurang baik jika dibandingkan dengan bahanrestorasi semen glass ionomer, karena resin komposit merupakan bahan yang iritanterhadap pulpa jika pulpa tidak dilindungi oleh bahan pelapik. Agar pulpa terhindar dari kerusakan, dinding dentin harus dilapisi oleh semen pelapik yang sesuai,sedangkan teknik etsa untuk memperoleh bonding mekanis hanya dilakukan di emailperifer.Semen SilikatSemen yang didasari oleh terbentuknya reaksi antara kaca silikat dengan asam telahdigunakan di kedokteran gigi sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Warnanya sesuaidengan warna gigi dan cocok digunakan untuk restorasi gigi anterior. Akan tetapi,karena kekuatan tensilnya kurang baik dan sangat regas, bahan ini tidak dapatdigunakan untuk restorasi sudut insisal dan permukaan oklusal gigi posterior. Disamping itu, semen ini mudah larut terhadap asam yang terdapat dalam plak yang

melekat di atasnya. Saat ini, semen silikat oleh dokter gigi mulai jarang digunakankarena banyak kekurangannya.Semen Glass Ionomer Sebelum ditemukan semen glass ionomer oleh Wilson dan Kent pada 1972, semensilikat merupakan bahan tumpatan plastis aterior yang paling banyak digunakan. Disamping itu, resin komposit juga telah berkembang dengan pesat sehingga menjaditumpatan plastis anterior yang paling banyak dipakai. Walaupun demikian, pemakaianglass ionomer tetap meningkat, khususnya karena bahan ini beradhesi ke dentin danemail. Sejak pertama kali diperkenalkan, bahan ini dapat diperoleh dalam tipe yangmengeras lebih cepat, tidak mudah larut, lebih translusens, dan estetikanya dapatditerima.Semen glass ionomer terbentuk karena reaksi antara bubuk kaca alumino-silikat yangkhusus dibuat dengan asam poliakrilat. Setelah tercampur, pasta semen iniditumpatkan ke kavitas pada saat bahan masih belum mengeras. Semen glass ionomer yang berisi logam perak dalam bubuknya telah dikembangkan serta dikenal dalamnama generiknya, yaitu cermet. Semen semacam ini

mempunyai ketahanan terhadapabrasi dan keradiopakannya, sehingga dapat digunakan pada gigi posterior. Walaupundemikian, penggunaannya hanya pada kavitas yang masih terlindung, karena semenini tidak sekuat amalgam. Keunikan lain dari bahan semen glass ionomer adalahkemampuannya untuk berikatan dengan dentin dan email secara kimia sehinggamenghasilkan penutupan yang baik. Bahan ini juga mempunyai sifat khas melepaskanfluor sehingga bersifat antikaries. Dengan demikian, bahan ini direkomendasikanuntuk digunakan secara luas pada abrasi serviks, tanpa harus melakukan preparasikavitas. Keadaan ini, misalnya, terjadi pada situasi tidak adanya email untuk retensiresin komposit, atau kalaupun ada hanya sedikit sekali. Semen glass ionomer dapatdigunakan sebagai restorasi tunggal atau dapat dipakai sebagai basis dan di atasnyadilapisi oleh resin komposit (teknik sandwich).Menurut Mujiono, cit Mc. Lean et al (1985) dan Tyas et al (1989), semen glassionomer juga dapat meningkatkan perlekatan resin komposit, yaitu sebagai perantarauntuk menambah retensi tumpatan komposit. Dengan cara memberikan etsa asampada semen glass ionomer, akan terjadi erosi dan permukaan semen menjadi kasar.Kekasaran permukaan ini dapat memberi retensi mekanis terhadap resin komposit.Di samping itu, semen glass ionomer juga dapat digunakan untuk meningkatkankemampuan perlekatan amalgam dengan jaringan dentin gigi, terutama pada karies dibagian interproksimal. Di bagian ini pengangkatan jaringan keras sebagai retensikurang memungkinkan, karena dapat menyebabkan melemahnya struktur gigi akibatjaringan sehat tinggal sedikit. Semen glass ionomer dapat ditumpatkan di kavitas yangdalam tanpa mengiritasi pulpa, sekalipun tanpa diberi pelapik. Namun, agar tidak timbul reaksi yang tidak diinginkan pada kavitas dengan dentin, sebaiknya tetapdigunakan pelapik. Biokompabilitas dari bahan ini sangat tinggi walaupun semennyabersifat sangat asam. Hal ini mungkin disebabkan oleh besarnya molekul polyanionsehingga asam tidak dapat memasuki tubulus. Namun, peradangan tetap timbul jikasemen langsung diletakkan di atas pulpa yang terbuka.Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari bahan tumpatan ini, harus dijagakontaminasi antara bahan ini dengan saliva selama penumpatan dan sebelum semen

mengeras sempurna. Kontaminasi dengan saliva akan sangat berbahaya karena semenakan mudah larut dan daya adhesinya akan menyusut. Untuk itu, kavitas harus dijagaagar tetap kering dengan mengusahakan isolasi yang efektif. Setelah selesaipenumpatan, tumpatan

sebaiknya ditutup dengan lapisan pernis yang kedap air selamabeberapa jam setelah penumpatan dilakukan. Hal ini untuk mencegah desikasi karenahilangnya cairan atau semen melarut karena menyerap air.Karena adanya beberapa keunggulan dari bagian tersebut itulah maka semen glassionomer saat ini secara luas digunakan oleh dokter gigi, terutama pada kavitasservikal yang sering terjadi pada manula dan orang yang menyikat gigi dengan carayang kurang baik dan benar, serta pada karies yang pengambilan jaringan gigi yangsehat sebagai retensi kurang memungkinkan.Semen glass ionomer merupakan bahan tumpatan baru di bidang ilmu konservasi gigiyang dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Semen glass ionomer digunakan sebagai bahan restorasi tetap di kedokteran gigi sejak 1972, sertadisempurnakan dari tahun ke tahun sehingga menjadi bahan restorasi yang memenuhipersyaratan baik estetik maupun kekuatan serta keawetan.Kekurangan Bahan Semen Glass Ionomer Di samping beberapa keunggulan yang dimiliki oleh bahan glass ionomer yang telahkita bicarakan di atas, yaitu tidak iritatif, bersifat adhesi, dan mempunyai sifatbiokompabilitas yang tinggi. Bahan ini juga mempunyai kekurangan jikadibandingkan dengan bahan tumpatan lain, misalnya dalam hal estestik. Bahan inimasih kurang baik bila dibandingkan dengan resin komposit. Demikian jugaketahanan terhadap abrasi juga kurang baik, terutama pada daerah kontak oklusalyang luas. Di daerah tersebut akan mudah terjadi fraktur akibat kekuatan geser yangtinggi. Di samping itu, glass ionomer juga bersifat porous dan sulit dipulas sehinggamenghasilkan permukaan tumpatan yang kurang halus. Oleh karena itu, dewasa initelah dikembangkan teknik restorasi sandwich yang pada hakikatnya semen glassionomer diaplikasikan dahulu dengan resin komposit, atau pada tumpatan gigiposterior yang menggunakan amalgam.Glass ionomer juga dapat membantu meningkatkan perlekatan amalgam denganjaringan gigi menggunakan bahan ini sebagai basis atau liner pada kavitas sebelumditumpat amalgam. Dengan demikian, bahan ini dapat menghambat kerusakan tepi,mengurangi preparasi jaringan sehat gigi, meningkatkan dukungan mahkota gigi, sertameningkatkan resistensi terhadap fraktur.KesimpulanPenggunaan bahan semen glass ionomer untuk restorasi gigi sebaiknya menggunakanbahan restorasi yang tepat. Bahan tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan,misalnya tidak iritatif, bersifat adhesi, mengandung fluor sehingga dapat mencegahkaries yang lebih lanjut, serta mempunyai sifat biokompabilitas yang baik.Karies yang disebabkan abrasi pada daerah servikal ataupun lesi kelas V,

menurutklasifikasi G.V. Bkack, ditemukan pada manula, pada orang yang kurang baik danbenar cara menyikat giginya, serta pada kasus di mana preparasi jaringan sehat gigikurang memungkinkan. Akibatnya, preparasinya diusahakan untuk tidak mengambil jaringan yang sehat sehingga penggunaan semen glass ionomer diunggulkan sebagaibahan restorasi pada kasus-kasus tersebut. Karena bahan restorasi ini mempunyaikemampuan untuk berikatan dengan dentin dan email secara kimia, maka tidak diperlukan pengambilan jaringan yang sehat dalam preparasi kavitasnya.Walaupun semen glass ionomer dapat ditumpatkan di kavitas dalam tanpa mengiritasipulpa serta tanpa diberi lapisan pelapik, agar tidak menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan sebaiknya bahan pelapik tetap diberikan. Di samping itu, untuk mendapatkan hasil yang baik dari bahan restorasi ini, haruslah diperhatikan adanyaisolasi pada daerah kerja, karena bahan restorasi ini sangat berpengaruh terhadapkontaminasi cairan mulut (saliva).Ada 2 cara untuk mencegah kontaminasi dengan cairan mulut, yaitu menggunakanrubber dam dan memakai gulungan kapas (cotton roll).SaranBanyak kegagalan terjadi karena teknik pengerjaan yang buruk. Oleh karena itu,operator (dokter gigi) harus dapat menghilangkan atau paling tidak memperkecil hal-hal yang dapat menyebabkan kegagalan. Operator disarankan untuk:1. Memilih bahan restorasi yang tepat untuk suatu kasus, khususnya untuk restorasigigi kelas V dan pada manula, sebagai basis dari tumpatan kelas II dari tumpatanamalgam dan teknik sandwich dari tumpatan komposite, semen glass ionomer direkomendasikan untuk restorasi tersebut.2. Cara manipulasi bahan yang baik.3. Teknik isolasi pada saat penumpatan dilakukan.4. Preparasi yang cukup.Apabila operator memperhatikan hal-hal tersebut di atas maka akan memperkecilfaktor-faktor kegagalan http://www.scribd.com/doc/49783839/SEMEN

Anda mungkin juga menyukai