Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS GAS DARAH

Narasumber: dr.Ranjan Kumar, Sp. An

Pendahuluan
AGD status oksigenasi & keseimbangan asam basa a.radialis, a.brakhialis, a.femoralis heparin 0,2ml Pendekatan:
Henderson-Hasselbach Stewart strong ion difference (SID), tekanan parsial CO2, konsentrasi asam lemah plasma

Komponen AGD
pH 7,35-7,45 PO2 80-100 mmHg PCO2 35-45 mmHg HCO3 22-26 mmol/l Base excess (BE) (-2) -2 mmol/l Saturasi O2 95-98%

Kompensasi
Sistem penyanggah (buffer) segera Kontrol respirasi PaCO2 Kontrol ginjal bikarbonat

Asidosis Respiratorik
pH , PCO2 HCO3- kegagalan otot pernafasan, gangguan pusat pernafasan, intoksikasi, hiperkatabolisme

Alkalosis Respiratorik
pH , PCO2 HCO3- Hiperventilasi, nyeri hebat, cemas, iatrogenik akibat ventilator

Asidosis Metabolik
pH , HCO3- PCO2 pernafasan Kussmaul penyebab asidosis metabolik anion gap:
anion gap asam organik: laktat, keton, salisilat, etanol anion gap N hiperkloremia, kehilangan bikarbonat, retensi H+

Alkalosis Metabolik
pH , HCO3- PCO2 iatrogenik (furosemid), hipokalemia, hipovolemia kronik, kehilangan asam melalui GIT atas, pemberian HCO3- atau prekursornya (laktat atau asetat) berlebihan

Metode Henderson Hasselbach


sistem buffer asam karbonat CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3pH = pKa + log ([H+] [HCO3-] / [H2CO3]) base excess (BE) menghitung efek metabolik terhadap perubahan pH

Metode Stewart
Jika hukum keseimbangan muatan terjadi pada suatu larutan, maka pH atau konsentrasi ion H+ akan ditentukan terutama oleh derajat disosiasi air PCO2, strong ion difference (SID), konsentrasi total asam lemah (A.tot) SID pengaruh kuat terhadap disosiasi air (N: 42 mmol/l)

Gangguan Keseimbangan Asam Basa Pada Pasien Kritis


Kasus Trauma:
asidosis laktat akibat hipovolemia/ hipoperfusi BE nilai prognostik cedera kepala SIG >5 membutuhkan resusitasi SIG >2 pd pasien asidosis metabolik prediktif mortalitas Hiperkloremik disfungsi renal, gangguan pembekuan

TERIMA KASIH