Anda di halaman 1dari 10

REINTEK

Jurnal llmu Pengetahuan dan Teknologi Terapan Volume 7. No.2 Desember2012 Daftar Isi

ISSN:

reo?-soso

Halaman 101 - 200

Peramalan Beban Listrik Dengan Menggunakan Metode Algoritma Semut ( l0l

l0)

Hermansyah Alam (lnstitut Teknologi Medan)

Simulasi Distribusi Tegangan Pada Bumper Mobil Jenis Offroad Berbahan PFC Diperkuat SeratTKKS (l I I - I 15 ) Zulfikar (KOPERTIS Wilayah l)
Penggunaan Steel Slag Dengan Variasi Fas Terhadap Kuat Tekan Beton ( I 16

122 )

Hanif (Politeknik Negeri Lhokseumawe) Alat Ukur Konsumsi Energi Listrik Dalam Rupiah Dengan Mikrokontroler AT89S5l Rohana (U niversitas M uham madiyah Sumatera U tara)
( 123

130)

Upaya Peningkatan Pelayanan Hotel Dengan Menggunakan Metode Serqual Cap Pada Crand Mitra Hotel(l3l - 140) Muhammad Fazri Pasaribu (lnstitut Teknologi Medan)

Uji

Eksperimental Kekuatan Helmet Sepeda

Motor SNI Akibat Dampak

Benda

Jatuh Bebas

(l4l

146)

Rahmat Kartolo Simanjuntak (KOPERTIS Wilayah I dpk UMSU)


Perancangan Alat Penetas Telur Puyuh Dengan Kapasitas Analog (147 - 156) Hermansyah Alam, Mahrizal Masri (lnstitut Teknologi Medan)

1000 Butir Berbasis

Sensor

Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Mutu (lSO 9001) Pada Budaya Kerja Karyawan Pabrik Kelapa Sawit dan Refinery PT. Pelita Agung Agrindustri ( I 57 - I 70) Nyimas Yanqoritha (Institut Teknologi Medan)
Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Hotel Dengan Menggunakan
.Srx

Sigma

(l7l -

177)

Riana Puspita (lnstitut Teknologi Medan) Analisa Dimensi Jaringan Jalan Raya Berdasarkan Arus Lalu Lintas ( 178 - 186) Gusrizal (Politeknik Negeri Lhokseumawe)

Analisa Keandalan Jaringan Distribusi 20 KV Menggunakan Metode FMEA (Failure Mode And
Effect Analisys) Pada Frf. PLN (Persero) Cabang Medan ( 187 - 200) Muhammad Adamn Abdul azis (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)

REINTEK
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI TERAPAN

PERANCANGAN ALAT PENETAS TELUR PUYUH DENGAN KAPASITAS 1OOO BUTIR BERBASIS SENSOR ANALOG
Hermansyah Alamr' Mahrizal Masri 2) I ),Departemen Teknik Elektro, ITM, Medan. e-mail: mahrizalmasri@yahoo.com 2) Departemen Teknik Elektro, ITM, Medan. e-mail: hermans_itm@yahoo.co.id Ahstract
Egg incabator is a mqchine that can help to incubate the eggs. Egg incubator is equipped with supporting tools to msnage environmental conditions similar to or identical to the parent. Development of egg hatching machine is curuently fairly rapidly, as in the breeding business is promising as a sideline business or can be a great business. Egg incabator is necessary to increase the capacity of hatching, because tfte engine hatch to do hatching process is higher. In the process of hatching eggs is closely associated with the process of heat transfer in both the convection, conduction, and mass transfer with differenl percentages. KEtwords: equipment, incubators, AT89S5 1, sensor LM 35, Iileater I00watts.

1. Pendahuluan

penduduk yang sangat cepat di


kh

Perkembangan dan pertumbuhan

Indonesia ini berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat,

off, tersebut dikontrol secara on bisa cukup untuk sudah dianggap mengontrol suatu sistem penetas telur sec ara otomatis dengan menggunakan mikrokontroller AT89S5 I
.

Dengan

m en

ggu

akan

ususnya akan kebutuhan daging

yang kaya sum ber protein. Hal itu harus d iimbangi dengan persediaan

salah satunya unggas maupun tel urnya


memen uh i

mikrokontroller tersebut diharapkan mendapatkan pengontrolan suhu dan


kelembaban yang diinginkan sehingga dapat menetaskan telur menjadi bibit yang berkwalitas unggul. Penetas telur otomatis ini menjadi populer ditirrgkat peternak kecil dan menengah bahkan dikalangan rumah tangga. Akan tetapi, masih banyak yang menggantungkan pada mesin penetas konvensional dibandingkan dengan mesin otomatis. In i dikarenakan dari keterbatasan biaya para peternak kecil maupun menengah untuk menggunakan mesin penetas telur otomatis.
2. Landasan Teori
Penetas

yang cukup untuk

kebutuhan pangan, sohin gga kebutuhan pangan yang mengandung protein tinggi tetap terpenuhi. Salah satu jalan

untuk mengatasinya yaitu dengan menggantikan peran mes in penetas telur konvensional yang ditingkatkan
kemampuannya menjadi mesin penetas

telur yang otomatis. Sehingga, dalam proses penetasan telur menjadi lebih
mudah, hemat dan praktis dengan hasil penetasan yang lebih baik. Telah dirancang dan dibuat suatu sistem monitoring temperatur dan kelembaban suatu ruangan (mesin penetas telur)

Telur
alamiah

yang otomatis.

Bertelur merupakan cara


sensor

LM 3 5. Seluruh aktifitas dari sistem

Dengan menggunakan

unggas untuk memperbanyak keturunannya. Dalam konsepnya mesin penetas telur tidak

Perancangan Alat Penetas Telur Puyuh Dengan Kapasitas 1000 Analog (Mahrizal Masri, Hermansyah Alam)

Butir Berbasis Sensor 147

serta merta melnbuat telur lehih cepat menetas, narnlrn hanya membantu kernudahan
clan kepraktisan sehingga lebih ekonomis.
Proses penetasan tetap memakan waktu I 5 - I tt hari untuk telr"rr puyuh seperti layaknya pada

olelr National semikonduktor. sensor' ini memiliki keakuratan yang cukup tinggi dan kemudahan per&ncangannyel

konrponen elektronika yang diprocluksi

tidak tnemerlukan indukan


mengeraminya.

proses pengeraman. CAra ini lebih dibilang ekonomis, karena penetasan bunrng puyuh
untuk

keluarnn irnpend&nsi yarlg


s

dibandingkan dengan sensor sulru yang lainnyaossnsor ini juga rnempunyai


eh i

ngga

dap

Komponen Pendukung

tidak memerlukan penyetelan


rurn it.

dihub ungkan dengan

at

den

gan m Llcta h rangka ian serta


yang

rendah

Mikrokontroller

Mikrokontroller AT89S5 I yang diproduksi oleh Atrnel yang dimiliki memori program internal yang dihenal clengan Ferolrl {F lus h P rogam Mobile
anc{ Erasahle Read Only, Memor},},

ffircffiffi

ffi ffiffiffin

Cambar 2. Sensor Suhur LM 35

Canrbar

l. Konstruksi AT89S5l

LCn (Liquicl Crystul frisplayj


adalah

Sens*rSuh* LM 35

Sensclr suhu

konrponen elektronika ysng memiliki f-ungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi bresaran listrik dalam bentuk tegangan.Sensor suhu LM35 yang dipakai da lam proses peltgerj aan alat

LM 35

LCD aclalah suatu kamponen yang terintegrasi diurana ftrngsi dari kornponen ini adalah untuk menanlpilkan karakter dari data yang dikir"imkan pada pilr atau kaki penerima
(pada LCD karakter). Dara yang nantinya akan rnenentukan kapasitas dari
pernakaiarr sertas hasil clari per:cobaan yang
al<an dilakurkan

I hit

penetas telur puyuh 148

in i

berllpa

RIIINTEK. Yol.7,No,2.Tahnn 2012. ISSN 1907-5030

disebut juga clengan keypad


PenggLlnaan

4 x

4.

rnemberikan masukan setpoint

matriks memllngkinkan j umlah input safirpai 2 x lipat dari input sesLrngguhnya. Input sistem ada lah in put tonr bol keypad, frrngsi dari input keypad adalah
suhu

keypad

pada mikrokontrol ler" Keypad yang


digunakan adalah type k*ypacl nlatriks clengan output I byte I:iner. Dirnrlna
h

nlamberikan kocle yang berbeda dari tiap kar"akter keypad yaitu I sanrpa i I Pada masukan ini akan meurberikarr nilai dua digit desimal yang rnerlrpakan simbol angka dari keypad yang dir-rbah menj adi ctua byte biner.
.

ubungalr rnatriks dar"i

keypad

Cambar 3 Konstruksi LCD


J

Konverter ADC sinyal _ analog menj adi


A DC

adalah l0 mnt, dAn kr.rat medan yang cliperlukan 0,5 VAn. Makin kuatnya rnedan,rfiakin keruhlah kristal. Pada kuat medan 3 5 V/m terj adi lah penjenuhan ( tak dapat keruh lagi ).
KeypadMatriks

aralc antara

keping-keping

adalah proses pengubahan

Proses pengubahan terj adi pada konverterlpengubah ynng dikenal


dengan unnlog to digital convertet".

sinyal digital.

4x4

Gamtrar

Konvefier ADC

Pemanas (Heater)

Gamhar 4 Keypad Matriks 4x4


Da

Pada perancangan alat pengontrol suhu ini pemanas rnerupakan komponen yang sangat vital karena bekerj anya alat

ini tergantung pada

pemanas yang

ri

gamb

ar

diata

d ap

at

ctijelaskan tentang keypad matriks yang ter:diri dar i 4 ko lom dan 4 bari s yang

digLlnakan. Pemanas yang dipakai ada satu macam yaitu penlanas listrik. untr"rk mempercepat proses pemanasan rnaka

Perancangnn Alat Penetns'felur Puyuh l)engan Kapasitas 1000 Analog (i\{ahrizal l}lasrin Herman$yah Alam)

Butir Berbasis Sensor 149

perancangan
I

agai penlanas yang sumbernya energi listrik. Heater ini berfungsi untuk menaikkan suhu
seb

00 Watt

ini

menggunakan he.ater

Transfbrmator Center Tap ( CT

ruangan dan menj aga agar tetap berada pada suhu 38 - 390C"

Seperti telah dibahas dalam artikel sebelurnnya, bahwa terdapat z

enis

tran

sfonnator yang

dapat

digunakan untuk menLtrLlnkan tegangan AC dan salah satunya adal ah trafo CT" Yang nlernbedakan trafo CT ini dengan tr:afo biasa adalah adanya titik center tap yang bersif'at sebagai grouncl pada lilitan sekunder trafb CT. Untuk lebih r]rudahnya, j ika pada trafo biasa yang
mempunya

primer 220VAC dan rasio lilitan l0: I maka akan menghasilkan tegangen sekuncler sebesar 22YAC pacla kedua
r"rj

spesi

flkasi

tegangalr

ung

lilitan

sekundernya"

Garnb ar

6 Heater

Driver (Penguat Arus)

Secara umum penguat


tegangan, pengr"rat arus,

dapat

dikelompokan menjadi 3 (tiga), yaitu penguat

dan

penguat

transresistansi. Pada dasamya kerja sebuah penguat adalah mengarnbil masukan (input),

mengolahnya, dan nrenghasilkan keluararr (Output) yang besarnya sebanding dengan masukan. Besarnya tegangar"r keluaran penguatan arus berlaklt seprti berikut :

Garnbar B. Trafo CT

3. Metode Penelitian Perancangan Keseluruhan Sistem

Io*Ai xli

12W

pada saat start


menampil

Pacla saat sistem

diaktifkan yaitu
s

1()1,{

yaitu dengan mengendalikan besarnya

tornbol enter dalam keypad yang digllnakan adalah simbol binrang .setelah itu prosesnya akan berlanjut

-pesan arva I dari rancangan tersebut. kemudian sistern akan nteminta masukan sedpoint suhn dari penggllna ( user) rnelalui tomho I keypad. Selanjutnya apahila diterima

kan

istem

akan

pesan

suhu sesuai dengan permintaan


untuk
memb aca

Gambar 7" Rangkaian Driver

penggllna. Rangkai an akan d iprogram

data setpoint

dan

I 50

REINTEK. Vol.7, No.2.Tahun 2012.ISSN 1907-5030

bandingkannya dengan data yang tertr&ea oleh sensor suhu" Bila hasil perbandingannya lnenyatakan bahwa data dari sensor suhu lebih rendah dari data sedpoint, rnaka sistem akan mengatifkan elemen pernanas (Heater) sedangkan
mem

apabi[a sebaliknya sensor suhu lebih besar maka elemen pemanas (Heater)
day a d imatikan. Dan cara kerj anya seperti bagan komponen tang terdapat dibawah ini.

catu

akan dinonaktifkan demikian sistem ini bekerja secara kontiniu sampai

fisd
P33 BC 547

ATB9$51

P20

P36 P37

P35

p04
P0.5

il rcD
m
D7

DI$PLAY

I
Xtd

P0.6

P07

Gambar

9" Rangkaian Alat Penetas Telr"rr Puyuh

Perancangan Alat Penetas felur Puyuh Dengan Kapasitas 1000 Analog (Mahrizal Masri, Hermansyah Alam)

Butir Berbasis

Sensor

151

Analisa Perancangan Asumsi Awal

4. Hasilanalisa dan Pembahasan

Hasil Analisa

Untuk

menentukan

hasil

Yang

diharapkan pelu dibuat suatu tahapan asumsi awal dalam membuat alat penetas telur puyuh otomatis, sebagai berikut :

Pengujian Catu Daya

Panjang kotak (box) penetas telur


47,3 cm
cm

:28,1

Lebar kotak (box) Penetas telur


Penetas telur

Tinggi kotak (box) : 46,4 cm


puyuh yaitu sebagai berikut
Panj ang
:

Dalam alat mesin penetas telur ini memakai satu buah catu daya l2 volt DC, digunakan sebagai catu daya dan komponen untuk lainnya, elektronik daYa catu input Menghubungkarr ke tegangan 220 volt dari PLN,
kemudian Mengukur keluaran catu

daya dengan multimeter digital.


dilakukan Pengujian heater dengan menghubungkan heater
pada catu daya. Pengetesan Panas dilakukan dengan menghitung tahanan heater menggunakan Dari digital. multitester

Kemudian untuk ukuran rak penetas telur

: 46,1 cm Lebar rak :29 cm


rak
Sudut kemiringan

rak:

30

Hubungan antara energi dengan daYa daPat

dirumuskan

I watt : I joule per sekon I joule- I wattxsekon,

atau

pengukuran diketahui bahwa tahanan heater sebesar I 40 f,). Untuk menentukan kapasitas 4 buah heater yang dihubungkan
secara seri digunakan rumus:

Heater yang dipakai Pada alat ini memiliki daya sebesar 100 watt, Pemakaian daya pada rangkaian keseluruhan yaitu
sebesar 12 waffo Jadi:

H8

P-T=,
tegangan masuk ke heater - 210 V, tahanan heater ( Rtotal )

Daya Total

- Daya heater * Daya rangkaian - 100 Watt + 12 Watt - I 12 Watt


Asumsikan efisiensi daya sebesar 80
o/o

560 Cl.

Tabel
No V Volt)
I 2

l. Nilai W ( Joule)
Rheater

dan

a ( Kaiori)
w
0

Arus

Daya

a
( Kal.) 0 1637,65

_ ttZ watt 100q9 P tntal


St}gt
P total

(ohm)
140
140

(Amp) 0 0.375

(Watt) ( Joule) 0

- m' :

Lle

210

78.7 5 7638.5

l4o watt

Kerena

4 buah elemen maka


:

masing-

Maka biaya yang harus dikeluarkan selama masa penetasan telur PuYuh
adal ah:

masing mempunyai tegangan

vl:v2:Y3:v4:

I x R4

17 hari x Rp 860

Rp 14.620

0,375

140

52,5 V

154

REINTEK. Vol.7, No.2.Tahun 2Al2.ISSN 1907-5030

Pembahasan A,nalisa Kerja Heaten

ian yang di lakukan bahwa energi listrik yang dibutuhkan oleh heater agar bekerja dengan
penguj

Dari

hasil temperature yang diinginkan antara 37 derajat sampai dengan 39 derajat. 2. Kalor yang dihasi lkan oleh heater untuk menaikan suhu penetasan telur puyuh sebesar 1637 ,65 kalori _
3.

daya yang sesuai dengan

maksimal untuk menaikan suhu dari 25" C - 37" C adalah sebagai berikut :

65 kilokalori Pemb uatan alat in i


1

,637

im

lai

dar

w
V

F----,

-Vxlxt - 21 0 voJt : 0.375 A : 97 detik :


7638,75 joule

pemilihan peralatan atau komponen elektronik yang digunakan sesuai desain dan kemudian dil anj utkan dengan perakitan alat yang akan dimamfatkan sehingga alat mencapai kapasitas penetasasan ynnr
diinginkan.

Sedangkan energi panas ( a ) yan g d ih as i lkan lr eater dan d ikontro I dengan sensor suhu LM3 5 untuk menaikan suh u 25 oC - 37 "C adalah:

Saran

karena

Pada pembuatan mesin penetas telur in i harus leb ih diperhat{kan untuk pengontro lan s uh u tetas,

puyuh

pen

urunan suhu

a_

mxcxeY

: 0,J82 Kg x783,237 JlKg.oC x 12 "C _ 6823,56 Joule


Jadi,

mempengaruhi proses dari agar suhu tetap terj aga maka dalam pembuatan mesin tetas ini harus di

dapat penetasan,

perhatikan

sec ara

mendetail,

agar

tidak ada terjadi


a yang dihasilkan oleh heater untuk menaikan suhu penetasan telur puyuh
:

adalah

a :

6823,56 x0,24 kalori


I 63 7 ,65

kalori

Z.
5. Kesimpulan dan Saran

ketidakstabilan temperatur dalam mesin penetas dan mesin yang yang digunakan untuk penetasan telur dapat dipakai dalam waktu yang berkesinambungan seh ingga dapat menghemat pemakaian dan penggunaan peralatan yang digunakan. Untuk pembuatan mesin penetas tidak hanya sebatas menggunakan sensor analog saj a tetapi bisa dikembang

Kesimpulan
1

Dari pengujian catu daya yang diukur dengan multitester digital didapatkan daya keluaran AC sebesar l2 volt Arus pada rangkaian yang didapat dari hasil pengujian adalah _
0,37

dengan menggunakan PI-,C, serta system control otomatis khusLlsnya pengontrol temperature yang Iebih
dipantau sedemikian rupa dalam waktu 24 iarn yang memiliki rekarnan terhadap perkembangan penetasan telur yang ada di dalam alat tersebut.

komplik, dan dapat

5 A

gun

anya untuk

mendapat

Perancangan Alat Penetas Telur Puyuh Dengan Kapasitas 1000 Analog (Mahrizal Masri, Hermansyah Alarn)

Butir Berbasis Sensor 155

Daftar

Pustaka
pemogramannya dengan batrasa

http://www.mesin penetas

Ardi Winoto, 2008, Mikrokontroller AVR ATmega 813211618535 dan

Bob Foster, 1997, Fisika Jakarta"


Drs. K. Kamajaya, M.Sc dan
Ganesa Exact

pada WinAVR, Informatika


Airlangga

Penerbit

telur puyuh.com Ir. Jero wacik S dan Ir. Suardhana linggih, 1985, Ringkasan Fisika Bandung, Ganeca Exact Prof. Dr. Zuha1 M.sc. EE dan Ir. Zhanggischan, 2004, Prinsip

Dasar Elektronika" Jakarta,


Gramedia Pustaka Utama

Drs. Zuhal, 1993, Dasar Tenaga Listik dan Panduan 1999, Djatirman, Elektronika Daya, Jakarta, Menguasai Fisika 3, Bandung, Gramedia
Menguasai Elektronika, Indah,
Surabaya

Efvy Zaridra Zart, 2002, Mudah

156

REINTEK. Vol.7, No.2.Tahun 2012.ISSN 1907-5030