Anda di halaman 1dari 19

7/19/2013

Kebijakan & Seluk Beluk Penerimaan PNS


Teguh Kurniawan teguh.kurniawan@ui.ac.id

KEBIJAKAN UMUM PENERIMAAN PNS

7/19/2013

PROSEDUR PENGADAAN / PENGANGKATAN CPNS BERDASARKAN PP NO. 98 TAHUN 2000 JO. PP NO. 11 TAHUN 2002, KEP.KA. BKN NO. 11 TAHUN 2002 PENETAPAN LOWONGAN FORMASI : a. Jumlah b. Jenis Jabatan c. Kualifikasi pendidikan PENERIMAAN PELAMAR CPNS

SELEKSI SYARAT SYARAT Pelamar yg lulus , di Rangking Pelamar yg lulus, dan diterima

Pember kasan Usul Pe netapan NIP ke BKN

SELEKSI

TES KOMPENTENSI a.Tertulis b.Wawancara c.Psikotes Pencari Kerja (WNI)

BKN menetapkan NIP SK CPNS oleh Pjb.Ybw Inst. Ybs

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi (Birokrasi Bersih, Kompeten dan Melayani)

7/19/2013

7/19/2013

Moratorium Penerimaan PNS: 1 September 2011-31 Desember 2012


Dalam rangka penataan PNS dan penghematan anggaran belanja pegawai dilakukan penundaan sementara penetapan tambahan formasi untuk penerimaan CPNS Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Mengoptimalkan Kinerja SDM Serta Efesiensi Anggaran Belanja Pegawai Pelaksanaan Penataan Organisasi dan Penataan Pegawai Negeri Sipil (rightsizing) Arahan Presiden untuk Merumuskan Jumlah Pegawai yang Tepat untuk Daerah dan Dapat Melaksanakan Tugas dengan Baik Sesuai Dengan Kemampuan Keuangan Negara

7/19/2013

Kewajiban yang Harus Dilakukan Selama Moratorium Penerimaan PNS


Selama masa penundaan penerimaan CPNS, langkahlangkah yang harus dilakukan adalah :

Analisis jabatan;

Analisis beban kerja; Perhitungan jumlah kebutuhan pegawai; Redistribusi pegawai; Penyusunan proyeksi kebutuhan pegawai selama 5 tahun; Menyusun Daftar Urut Kepangkatan (DUK); Evaluasi dan Penataan Organisasi; Pengadaan CPNS untuk jabatan yang dikecualikan.

Masa Penundaan
Penghitungan Kebutuhan PNS Redistribusi Pegawai

Berdasarkan Analisis Jabatan Dan Beban Kerja

Instansi Pusat dan Daerah

Sesuai Kompetensi Berdasar Hasil Penataan Dilaporkan kepada Tim RB Nasional

Penataan Organisasi Dan Penataan PNS

Dapat Disalurkan

Tidak Dapat Disalurkan Pensiun Sukarela

7/19/2013

Pengecualian Selama Moratorium


KEMENTRIAN/LEMBAGA 1. Membutuhkan PNS untuk Tugas : a.Tenaga Pendidik b.Tenaga Dokter dan Perawat pada UPT c.Jabatan yang bersifat Khusus dan Mendesak 2. Memiliki Lulusan Ikatan Dinas TENAGA HONORER PEMDA (Belanja Pegawai <50%) Membutuhkan PNS untuk Tugas : 1. Tenaga Pendidik; 2. Tenaga Dokter, Bidan dan Perawat 3. Jabatan yang bersifat Khusus dan Mendesak JABATAN KHUSUS DAN MENDESAK

1. Bekerja Sebelum Tanggal 1 januari 2005 2. Telah Diverifikasi dan Validasi 3. Sesuai kebutuhan Organisasi, Redistribusi dan Kemampuan Keuangan Negara yg akan ditetapkan dlm PP

DITETAPKAN OLEH TIM RB NASIONAL DENGAN ARAHAN YANG DITETAPKAN OLEH KOMITE RB NASIONAL

Usulan Formasi CPNS untuk Jabatan Yang Dikecualikan

1
Instansi Pusat dan Daerah Mengusulkan kebutuhan lowongan Formasi Atas Jabatan yang Dikecualikan

2
Usul Disampaikan Kepada MenPAN & RB Tembusan Kepala BKN dan Tim RB Nasional

3
Tim RB Nasional Melakukan Verifikasi dan Validasi Sebagai Bahan Penetapan MenPAN & RB

4
MenPAN & RB Menetapkan Usul Formasi Setelah Mendapat Persetujuan Komite Pengarah RB Nasional

7/19/2013

Penerimaan CPNS Tahun 2012


Lulusan Ikatan Dinas Honorer K-I yang sudah lulus verifikasi Pelamar Umum untuk mengisi bagi jabatanjabatan yang bersifat khusus dan mendesak seperti tenaga kesehatan, pendidik, dan tenaga teknis tertentu

Penerimaan CPNS Tahun 2012 Untuk Jabatan Yang Dikecualikan


Formasi : 11.699 (20 KL; 21 Pemda) Terisi : 9.821 Tidak Terisi : 1.848 Jumlah Pelamar : 202.466 Mengikuti Tes Tertulis : 166.080 LJK yang Tidak Terbaca : 12.977 Lulus Tes Kompetensi Dasar : 44.216

7/19/2013

Tim Seleksi CPNS 2012


Tim Nasional yang diketuai oleh Kepala BKN dengan naggota dari perwakilan KemenPANRB, BKN, Kemenkeu, Kemendagri, Kemendikbud, Kemenkes, Setwapres, BPKP Panitia Penerimaan di masing-masing KL/Pemda yang diketuai oleh Sekjen/Sesmen/Sekda

Ujian dalam Penerimaan CPNS 2012


Tes Kompetensi Dasar
Karakteristik Pribadi Intelegensia Umum Wawasan Kebangsaan

Tes Kompetensi Bidang disesuaikan dengan jabatan yang akan diisi disiapkan oleh masingmasing KL/Pemda Materi ujian disusun oleh Konsorsium 10 PTN dibawah koordinasi Kemdikbud Penyelenggaraan ujian dibawah koordinasi dan pengawasan Tim Nasional

7/19/2013

Pemrosesan Hasil Ujian CPNS 2012


Pemrosesan LJK dilaksanakan oleh Konsorsium dengan menggunakan fasilitas di BPPT Penetapan kelulusan ujian kompetensi dasar secara otomatis dengan passing grade
Lulusan SLTA: karakteristik pribadi 25, intelegensia umum 5, wawasan kebangsaan 5 Lulusan S-1: karakteristik pribadi 30, intelegensia umum 10, wawasan kebangsaan 10

Hasil tes kompetensi dasar diserahkan ke masingmasing instansi dan daerah

Paska Moratorium: Arahan Wapres selaku Ketua Dewan Pengarah Tim RB Nasional
Rambu yang diterapkan selama moratorium akan terus dilanjutkan zero growth policy
Peta jabatan Rencana kebutuhan pegawai untuk 5 tahun Analisis jabatan Analisis beban kerja Redistribusi pegawai Pola rekrutmen CPNS yang terbuka, fair, bersih, efisien dan akuntabel

Anggaran Belanja Pegawai KL/Pemda dibawah 50% Mendapat izin dari Komite Pengarah RB yang diketahui Wakil Presiden

7/19/2013

Kebijakan Pengadaan CPNS Tahun 2013


Penyelesaian Tenaga Honorer K-II sesuai PP 56/2012 611.692 orang yang akan ikut tes Pelamar Umum 60.000 formasi

Prioritas Instansi Pusat untuk jabatan core business Prioritas Instansi Daerah untuk Guru Kelas dan Guru Produktif, medis Paramedis dan Jabatan yang bersifat pro growth, pro job dan pro poor Mengakomodasi penyandang cacat/disabiitas Mengakomodasi putra-putri potensial Papua Mengakomodasi atlet berprestasi sebagai pelatih olah raga

10

7/19/2013

Pelaksanaan Pengadaan CPNS 2013


Sistem seleksi
Honorer K-II dengan LJK Pelamar Umum dengan kombinasi CAT dan LJK

Pengawasan Penyelenggaraan Seleksi


Inspektorat masing-masing Deputi Waskun KemenPANRB, Deputi Pengendalian Pegawai BKN, BPKP Eksternal (BIN, Ombudsman)

Pembiayaan
Honorer K-II: DIPA KemenPANRB, DIPA masing-masing KL dan APBD masingmasing Pemda Pelamar Umum: DIPA masing-masing KL dan APBD masing-masing Pemda

Instansi yang memperoleh alokasi formasi2013


KL: 68 Provinsi: 20 Kab/Kota: 227

11

7/19/2013

Honorer K-II
Seleksi tertulis dengan LJK Tes Kompetensi Dasar dan Tes Kompetensi Bidang (Kependidikan untuk Tenaga Guru, Kesehatan untuk Tenaga Kesehatan, Administrasi Umum untuk Tenaga Teknis, Administrasi dan Penyuluh) Soal TKD oleh Panitia Pengadaan CPNS Nasional yang dibantu Tim Konsorsium PTN; Soal TKB oleh Kemendikbud, Kemenkes, dan BKN) Penggandaan soal dan distribusi oleh Panitia Pengadaan Nasional Pelaksanaan dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan CPNS masing-masing Pengolahan hasil tes TKD dilakukan oleh Panitia Seeksi Nasional dibantu konsorsium PTN Penentuan kelulusan dengan passing grade . Hasil TKD dan TKB diumumkan oleh MenPANRB Alokasi formasi untuk 2013 dan 2014 Homorer yang telah dinyatakan lulus dan dikemudian hari diketahui tidak memenuhi ketentuan maka tidak dapat diproses atau dibatalkan pemberian NIP

Mekanisme Ujian Honorer K-II

12

7/19/2013

Pelamar Umum
Prioritas Jabatan Materi Tes:
TKD disusun oleh Panitia Nasional dibantu konsorsium PTN diolah oleh Panitia Nasional dibantu konsorsium PTN atau dengan CAT apabila telah siap passing grade TKB disusun oleh instansi pembina jafung diolah oleh instansi pembina jafung jika belum siap oleh instansi bersangkutan berdasarkan rangking

Metode Tes
CAT bagi yang siap atau jumlah pelamar kecil dan lokasi tempat tes di satu lokasi LJK bagi instansi dengan pelamar besar dan lokasi tes di beberapa lokasi Penggandaan soal dan LJK oleh Provinsi dan Kl dengan pengamanan master soal oleh Lemsaneg Pengolahan hasil TKD oleh panitia nasional dibantu konsorsium PTN atau CAT dilengkapi dengan Sistem Audit IT

Pelamar Umum
Pelaksanaan Seleksi
Dilaksanakan dimasing-masing instansi Pejabat pembina kepegawaian dibantu panitia instansi Kab/Kota dikoordinasikan oleh Gubernur TKB dilaksanakan setelah TKD bagi pelamar yang memenuhi passing grade TKD

13

7/19/2013

Computer Assisted Test (CAT)


13 Lokasi 740 komputer Kantor Pusat BKN 140 komputer Kantor regional BKN masing-masing 50 komputer total 600 komputer
Yogyakarta, Surabaya, Bandung,Makassar, Jakarta, Medan, Palembang, Banjarmasin, Jayapura, Denpasar, Manado, Pekanbaru

REALITAS PENERIMAAN PNS

14

7/19/2013

Pemahaman terhadap Moratorium


Sebagian narasumber sudah memiliki pemahaman yang tepat tentang tujuan dari moratorium, walaupun masih ditemui ada anggota DPRD yang tidak memahami tentang kebijakan ini

Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

Persepsi Kerugian Moratorium


Kebutuhan pegawai dengan kualifikasi tertentu tidak terpenuhi (Misalnya : Guru, Tenaga Perencana dan Tenaga Kesehatan) Adanya kekosongan pegawai untuk menempati jabatan tertentu Jam kerja pegawai ditambah Pegawai mengerjakan pekerjaan yang bukan bidangnya
Pegawai tidak profesional karena tidak kompeten Penempatan pegawai tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan

Pelayanan menjadi terganggu Pengangkatan Tenaga Harian Lepas (THL)/Kontrak/Honorer tetap berlangsung
Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

15

7/19/2013

Persepsi Mengenai Manfaat Moratorium


Optimalisasi potensi pegawai yang ada Pemda bisa membuat perencanaan yang baik, dengan diketahuinya kebutuhan pegawai secara riel Pemda dapat melakukan penataan/pembenahan administrasi kepegawaian Dapat dilakukan penataan dan evaluasi dalam rangka efisiensi (penggabungan dan atau pemisahan) Penghematan APBD dalam alokasi belanja pegawai Pemda berhati-hati dalam melakukan rekruitmen
Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

Penyusunan Anjab dan ABK


Kesulitan untuk menyusun berkas karena tidak adanya tenaga yang handal. Waktu Pelatihan ANJAB yang dilakukan terlalu singkat Waktu untuk menyusun ANJAB dan ABK yang dilakukan bersamaan memberatkan tim

Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

16

7/19/2013

Kebijakan Perekrutan Sebelum Moratorium


Rekrutmen pegawai dilakukan berdasarkan alokasi formasi, tidak melakukan Anjab dan ABK Seleksi melibatkan perguruan tinggi, namun seringkali ada intervensi dari Pemda

Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

Kebijakan Perekrutan Pada Saat Moratorium


Kebutuhan pegawai dipenuhi dengan merekrut tenaga kontrak/honorer dengan pembiayaan bersumber dari kegiatan Mengangkat pegawai honorer yang dibiayai APBD, misalnya untuk Guru dan TU SD. Penerimaan pegawai atas dasar mutasi antar SKPD dan antar daerah
Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

17

7/19/2013

Kebijakan Perekrutan Setelah Moratorium


Berkeinginan untuk menjadikan syarat-syarat yang ada sebagai panduan rekrutmen Berharap ada pengangkatan langsung terhadap pegawai honorer yang ada

Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

Kekhawatiran Daerah
Akan ada gejolak jika yang honorer tidak diangkat Regenerasi pegawai yang tidak berjalan Pelayanan publik terganggu

Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

18

7/19/2013

Strategi Mengurangi Persentase Belanja Pegawai


Meningkatkan PAD inovasi dalam menggali potensi daerah Efisiensi Penggunaan Anggara skala prioritas dalam pembelanjaan

Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

Kendala yang Dihadapi dalam Pelaksanaan Moratorium


Komitmen Kepala Daerah Rekrutmen pegawai THL/kontrak oleh SKPD tanpa koordinasi dengan BKD Proses Pembuatan ABK dan ANJAB yang memerlukan kompetensi, waktu, dan tenaga khusus Kegagalan redistribusi pegawai karena keengganan untuk dipindahkan
1. Pegawai tidak mau dipindahkan 2. Daerah yang dituju belum mau menerima

Temuan Sementara Tim Kajian Moratorium CPNS setwapres, 2013

19

Anda mungkin juga menyukai