SEPAKBOLA SIAL

“Goo........l”, seluruh lapangan riuh, teriakan suporter menggema di seantero stadion. Gol semata wayang yang segera ditutup peluit panjang wasit segera membuat papan skor berubah, 1-0 yang akhirnya menutup kemenangan SMP Bakti Nusa melawan SMP Prima Bangsa dalam kejuaraan pelajar olahraga se-kecamatan. Spontan, seluruh suporter Bakti Nusa FC segera menggendong dan mengelu-elukan sang pencetak gol, Budi. Sebagai pemenang, SMP Bakti Nusa mendapat uang pembinaan senilai 2 juta rupiah dan Trophy bergilir Camat Cup. Pak Agus, sang pelatih menyuruh Budi maju kedepan sebagai perwakilan Tim untuk maju kedepan menerima hadiah yang diserahkan langsung oleh pak camat. Sesampai di rumah, Budi langsung memamerkan uang 200 ribu hasil kerja kerasnya barusan pada adik dan ayahnya. “Lihat nih Yah, benarkan kubilang, kalau sepakbola itu selalu membuatku beruntung”, ucap Budi bangga. “Ah.. Cuma 200 ribu saja bangga!” tanggap adiknya ketus. “Hu... sirik kamu, bilang saja kamu tidak mampu!”.

“Tadi tim kami mendapat juara 1 yah. Hadiahnya 2 juta, lalu dibagi masing-masing 100 ribu buat kami dan sisanya buat sekolah!” lanjut Budi. “Lalu yang 100 ribu lagi darimana? Maling ya?’ tanya adiknya lagi sinis. “Eh... jangan fitnah ya. Ini hadiah tambahan dari pelatih karena aku berhasil mencetak Gol”. Ayah hanya menggeleng-geleng melihat polah kedua buah hatinya. “Sudah-sudah, jangan bertengkar. Kakak memang hebat. Dia jago sepakbola. Makanya adik juga jangan mau kalah dong. Tunjukin juga prestasi adik!”, ujar ayah menengahi. “Ah... dasar gila bola!”, timpal adiknya ketus sambil masuk kekamar. “Ehmm...Yah... sepertinya tabunganku sudah cukup deh buat beli PS2 baru. Kan sudah bosan yah sama PS1. Bahkan sekarang sebenarmya sudah zaman PS3. Tapi PS2 dulu nggak apa-apa deh !" ucap Budi sambil menggaruk-garuk kepalanya. “Tapi Ayah tambahin 300 ribu lagi ya!”, tambah Budi penuh harap. “Oh... begitu!” jawab ayahnya seolah tiada respon. “Hm... lalu yah?”, tanya Budi penuh harap lagi. Budi mulai sedikit ragu ayahnya tidak akan mengizinkannya.

. “Oh iya ayo”.. “Ya sudah. “Ha. “Yes. “Hm. ujar adik Budi mencoba membuat Budi iri sambil menarik tangan ayah. ujar ayah langsung menuju parkiran mobil.. Budi mau ikut papa”... anak manis ini daftar tugas kamu sepulang sekolah nanti ya!”. memasak nasi. ah. ayah membangunkan Budi. kalau gitu nggak jadi deh punya PS baru!” goda ayah sambil menepuk pundak Budi. kita pergi.” Ujar ayah mencoba merayu.. nggak ah yah.”. Tapi jaga rumah ya. oke deh... Maksudku jaga rumah”. “Oh..... nanti jadi papa beliin PS baru.”. Ia terus membayangkan PS baru yang akan diterimanya sore nanti. Aku siap ikut papa”. Budi kembali ketakutan.... tapi kamu jaga rumah!” tambah papa lagi. goda papa lagi. aku harus masuk 10 besar semester depan!’. benar yah. cukup tinggal dirumah dan bisa mainin Klub . Esok pagi-pagi sekali. “Eh. ‘Tak perlu lagi sibuk menonton Bola kemana-mana.. teriak hati Budi girang. Nanti papa beliin bola baru deh.. Bye-bye kakak. “Ayo pa. hari ini ayah akan pergi untuk mengurus SK ibu. menyapu rumah. jawab ayahnya kemudian. Aku siap.. “Nah.. mencuci piring. Jangan gara-gara PS baru jadi malas belajar!” ujar ayahnya sembari menyeruput kopi di hadapannya. karena kamu sudah bantu mama mengerjakan tugas. Sebenarnya Budi juga takut melawan perintah ayahnya. Oke deh. “Huahem... Disekolah Budi buru-buru mengerjakan ulangan Bahasa Indonesia.. Tapi belum ada respon positif dari Budi. Perlahan diraih Budi kertas itu.. beres yah. iya. Kamu jaga rumah ya!” ujar ayah pelan. “Eh. Budi izin aja. Adik kebetulan hari ini libur. Sementara ibu tersenyum renyah.. Tiba-tiba wajah senang Budi berubah seketika. “Ha.. ujar Budi setengah mengantuk. hehe”. seru Ibu seraya menyerahkan secarik kertas berisi tulisan bertinta hitam. “Tapi”. Jadi dia boleh ikut.”.”. beres deh Yah. “Budi. dan. ujar ayahnya dengan wajah agak garang. “pokonya aku nggak mau!”.. Budi memberanikan diri bertanya ”tapi apa Yah?’.“Boleh!”. “Eh... memasak air. gaya budi meniru polah tentara. Budi berteriak cemberut. Dibukanya lipatan kertas dan diliriknya pelan.. “Tapi prestasi kamu jangan menurun ya. ujar Budi bersemangat.. Ia masih cemberut setelah mendengar ucapan ayahnya. ujar Budi dengan nada yakin. “Budi. bukan ikut.

Tapi. Hehe asyik’. Bosan dirumah. Aku sekarang sudah punya PS baru!. Disana sudah ada bursa transfer Kaka ama Ronaldo ke Madrid.. Akhirnya budi memasak nasi dan air terlebih dahulu dengan menggunakan kompor gas.. Jadi 5-0 atau 10-0!”. “Sudah-sudah. tanggap Andri agak penasaran. Budi terkejut tapi segera menguasai diri. “Duh. Dikantin ia langsung menceritakan masalah PS barunya dengan lancar. kan bisa juga. tambah Kevin. tiba-tiba mati lampu.. gumam Budi melamun. “Ya. Nanti aku mau pakai Real Madrid saja. kemarin aku kalah 2-0 sama dia. ide bagus tuh. “Eh. budi main sepak bola yuk!”. “Budi. Nggak sabar lagi mau memainkan Boas Salosa. “Pertama kali memasak nasi. nanti aku mau bawa kaset Winning Eleven yang baru. Trus ada timnas Indonesia. “Wah. jangan melamun”. Gumam Budi menyusun rapi daftar kerja di pikirannya. ujar Janssen menantang. Tapi ketika Budi sedang asyik mempersiapkan kerja selanjutnya.. Andri. “Wah. Pokoknya besok kalian semua pada maen kerumah aku ya. “Ah. “Hei. Sesampai dirumah. tiba-tiba Andri datang mengagetkan Budi.. jawab Ade lagi sambil disambut tertawaan dari teman-teman lainnya. hari ini latihan pertandingan . The blues. respon Ade semangat. Nanti aku tambahain deh paket kekalahan kamu. main dulu apa kerjain tugas dulu ya?”. setuju aku mau ngalahin Janssen. Budi memulai tugasnya. “Budi main yuk. terdengar suara dari samping kiri rumahnya. Kebetulan rental PS mang udin lagi tutup orangnya lagi mudik”. baru menyapu rumah. diliriknya dari jendela tampak semua temannya berkumpul mengajaknya bermain bola. “Hei teman-teman. nasinya kan masak masih lama.. Menyapu rumah?? Nanti aja deh. Budi mulai bingung. “Hmm. eh.”. “Yang tanya!”.sepakbola favorit aku.. “Kita buktikan saja!”. ke kantin yuk. “Siapa takut. teman yang lain sudah di kantin”.. Pemain favorit aku” ujar Mario sambil menunjukkan kaset DVD Winning barunya. Terdengar lagi suara dari samping rumah Budi. gumam Budi mempertimbangkan. ujar Budi sambil menggaruk-garuk kepalanya. pokoknya besok semua datang. Aku yakin pasti menang”. sepenting apaan sih. “Siapa?”. ada yang sangat amat penting mau aku ceritain sama kalian semua”. memasak air.. Ayo deh. “Aku besok!”. Jam 4 sudah kutunggu ya” ujar Budi senang... jawab Kevin tenang. ujar Ade tiba-tiba. ujar Budi penuh semangat. jawab Mario. mencuci piring dulu deh”.

Budi menjawab ragu. Kevin berhasil merebut bola dari midfielder lawan dan digiringnya bola menuju sisi kanan lapangan. Budi dengan sigap memanfaatkan kesempatan ini. Dengan sigap Mario menendang bola sekeras mungkin. masa sih?”. Budi pun memamerkan tulisan di dalam bajunya ‘Sepakbola selalu membuatku beruntung’. Pertandingan berlangsung sengit. Sepak bola itu selalu membuatku beruntung!”. aku mau masukkin gol lagi deh seperti kemarin. .persahabatan melawan SMP Prima Bangsa!”. Hattrick”. ujar Budi memamerkan mottonya. Kemudian. Rupanya Budi sudah siap dan ia berhasil memasukkan bola sekali lagi. Budi akhirnya memutuskan bermain bola dan meninggalkan tugasnya. “SMP Prima Bangsa.. Lalu ia mengangkat kedua jarinya keatas meniru selebrasi ala Ricardo Kaka’. “Ah.. Beberapa kali umpan Kevin gagal dimanfaatkan Budi menjadi gol. Tapi kini dengan kepalanya. Disepaknya bola melambung menuju mulut gawang. itulah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Tetapi defender tim lawan sudah siap menghalaunya. Tak lama kemudian umpan mendatar Janssen dari sayap lapangan berhasil digelontorkan dengan mulus ke jala gawang lawan oleh Budi. “Hmmm iya. tanya Janssen Jawab Budi bangga. sepak bola kan selalu membuatku beruntung!”. Mario berhasil merebut bola dan mencoba menggiring hingga tengah lapangan. hebat kamu Bud. Diperjalanan pulang Budi selalu mendapat pujian dari teman-teman satu timnya.!”. Namun skor tidak berubah 2-0. Tanpa wasit. celetuk Mario tidak percaya.. “Wah... Pertandingan melawan anak-anak SMP Prima Bangsa berlangsung seru. Hehe. puji Kevin. “Bud. Tiap tim berusaha menambah angka. sudah kubilang dari dulu. Kini ia menggunakan selebrasi Ala Boas Solossa. tanpa hakim garis. Budi segera berlari ketepi lapangan dan melakukan selebrasi gol ala Wayne Rooney. “Pasti donk. tanpa batasan waktu. sebentar”. “Hmm.. Semua bermain dengan gembira. Dan sebuah gol tercipta. Disepaknya bola pelan dan terarah di sudut bawah gawang. Bola akhirnya memantul mengenai tiang gawang dan berbuah Bola liar. tanpa penonton. apa sih rahasianya kamu hebat bermain bola?”. Semua asyik memainkan bola dan mengolah skil mereka masing-masing. Ketika semua sudah merasa lelah.

“Itulah. Tercium aroma nasi gosong ketika ia menuju dapur. Jawab Budi dengan gugup. (19-9-’09+BM+Rei) . Rasa takut. main boal aja kerjanya. TELEDOR”. Keringat semakin deras membasahi bajunya. rumah berantakan belum disapu. Tiba-tiba Budi teringat akan tugas dan masakan Nasi serta air dirumah. cemas dan merasa bersalah bercampur menjadi satu dengan keringat yang terasa dingin membasahi tubuhnya. bagus sekali hasil kerjamu. Akhirnya Budi sampai dan ia semakin cemas melihat mobil ayahnya sudah berada di depan rumah. Budi kaget dan terjatuh. teriak ayah begitu keras dan mukanya garang. “Vin. “nasi gosong. Sial deh”.”.. Dan PS barunya terpaksa ditunda diberikan hingga hukuman Budi berakhir.. benar juga ya. Tapi betapa malunya Budi karena harus menunda rencana main PS bersama teman-temnnya hingga satu bulan. “Hmm. Ayah akhirnya memberi Budi hukuman untuk mengerjakan semua tugas yang dilalaikannya selama satu bulan penuh. ini sudah jam berapa?” tanya Budi dengan nada cemas. jam 5. Sepak bola membuatku Sial juga ya!” Gumam Budi meringis.30”. “mmmain bbola yah”. Budi memberanikan diri memasuki rumah. “Ha. Suara ayah yang tinggi menambah rasa takut Budi. “Hm. air minum habis.“Tahu nggak... kalau gini caranya. aku punya PS baru nanti sore. “Darimana Bud?”. piring belum dicuci”.”.. Kevin agak heran melihat perubahan sikap Budi. teriaknya. tambah adik Budi mempertegang suasana.. Budi berlari sekencang-kencangnya menuju rumah. “Ampun yah. Detak jantungnya semakin kencang. Kalau nggak karena Bola. budi berteriak dan langsung berlari meninggalkan teman-temannya.” Timpal kevin. kalau gara-gara sepakbola.. Mana bisa aku punya PS baru?” jawab Budi lagi. Ibu ikut-ikutan memarahi Budi. Dia seakan sudah siap dimarahi dan dihukum ayahnya. dilrik arlojinya ” ada apa emang?. Tiba-tiba ada yang memegang pundak Budi dari belakang.. Budipun menikmati makan malam bakso mang Asep karena tidak ada nasi dirumah dan piring masih kotor. Budi menoleh dan menunduk pasrah. “Huh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful