Anda di halaman 1dari 11

OLEH: Prof. Dr. Drs. H.

KHASAN EFFENDY
DISAJIKAN PADA PARA PENELITI DI LINGKUNGAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (BPP) KEMENTERIAN DALAM NEGERI 2013

KEBENARAN ILMU
Kebenaran yang dilakukan untuk menguji sebuah data menjadi fakta empirik melalui proses penyelidikan yang sistemik tentang material, sumber-sumber teori dan berbagai fenomena yang menuju pada kesimpulan

Ada 3 metode penelitian yaitu: 1. Kuantitatif 2. Kualitatif 3. Kuantitatif-kualitatif

KUANTITATIF Realita adalah obyek dan terpisah dari peneliti Peran Melakukan prediksi Penjelasan, durasi, validasi dan reliabilitas Fakta sosial Generalisasi Kausalitas Memerlukan hipotesa dan teori, experimentasi, deduksi Analisis dan mereduksi data Memiliki asumsi ontologi, aksiologi, retorikal

KUALITATIF

KUANTITATIF-KUALITATIF (Cresswell, 1994) Kualitatif untuk pepentingan kuantitatif

Realita adalah subyek Peneliti sifatnya bebas Partisipasi Berinteraksi Infromal Induksi Verifikasi dan akurasi Kontektual Berakhir dengan hipotesa dan Grounded Theory Peneliti sebagai instrumen Empati Penggalian peneliti sendiri Prosedur penelitian bersifat longgar

1. Menurut Alan Bryman

a. Terkait dengan gagasan metode pengumpulan data b. Penelitian kuantitaif sangat terkait dengan teknik survey, wawancara terstruktur, kuesioner, eksperimen, observasi terstruktur, analisi isi, analisis statistik c. Penelitian kualitatif terkait dengan observasi partisipatoris, wawancara semi dan tidak terstruktur, kelompok-kelompok fokus, telaahan tek, percakapan, analisis wacana.

2.

Melalui prinsip-prinsip dasar tersebut Model Alan Bryman

a. Melalui gambaran umum, penelitian kualitatif dapat dipadukan dalam kontek memperoleh gambaran umum melalui pengamatan, pendengaran, penglihatan, observasi, praktek triangulasi, check-recheck keabsahan data. b. Melalui proses, dapat dipadukan melalui proses pada tataran proses yaitu dalam mempertajam interpretasi data sehingga memperoleh data yang akurat.

3. Menurut Yulia Breyman


a. Paradigma yang terkait dengan proses penelitian, tingkat epistimologi dan tingkat teori dengan fokus pada tingkat metode, proses pengumpulan data, bentuk pencatatan dan analisis data. b. Sepanjang epistimologi dan tataran teori benar maka penelitian dianggap lazim c. Proses pengumpulan data d. Analisis data

Kuantitatif (50%)

Kualitatif (40%)

Kuantitatif -Kualitatif (10%)

Berbagai fenomena penelitian pada tingkat pemerintahan desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan pemerintah pusat antara lain:

Sekdes PNS Status Kepala Desa Desa sebagai sub sistem sosial Desa sebagai sub sistem pemerintahan Camat sebagai perangkat daerah Dominasi jabatan politik Ketidakjelasan birokrasi Hubungan paralel yang tidak jelas eksekutif-legislatif Dua wajah gubernur sebagai kepala daerah dan wakil pemerintah pusat Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Maraknya lembaga independen (Crass programe) yaitu KY, KPK, MK, dll)

Ada 3 ranah kebijakan pemerintahan

Formulasi

Implementasi

Evaluasi

Cenderung digunakan pendekatan kualitatif mengingat UU sampai dengan Perda yang terkait dengan publik service and civil service tidak dapat diukur semata-mata dengan kepuasan pelanggan tetapi harus dengan trush, hope and faith atau pengharapan.