Anda di halaman 1dari 6

REKOMPAK-JRF

Pedoman Perencanaan Pengelolaan Sampah Masyarakat Untuk Program REKOMPAK - JRF

Berbasis

I. Tujuan: Pedoman ini adalah sebagai pedoman bagi DMC (District Management Consultant) dalam perencanaan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dalam program REKOMPAK-JRF di daerah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat. II. Lingkup Penggunaan: Penggunaan pedoman ini adalah untuk perencanaan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dalam lingkup program pendanaan REKOMPAK-JRF di daerah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat. III. Perencanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat 1. Kondisi/ Syarat Umum Setiap hari manusia menghasilkan sampah yang jenisnya tergantung dari aktivitasnya. Setiap jenis memiliki metoda pengolahan yang berbeda. Sampah yang tercampur menyebabkan biaya pengolahan menjadi mahal. Oleh karena itu, kunci dari pengelolaan sampah adalah pemilahan, atau pemisahan antara jenis sampah yang satu dengan jenis sampah yang lain. Marilah kita memahami lebih lanjut apa saja jenis sampah dan bagaimana pengolahan masing-masing. a. Sampah Organik Sampah organik atau sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup sehingga mudah membusuk dan dapat hancur secara alami. Contohnya adalah sayuran, daging, ikan, nasi, dan potongan rumput/ daun/ ranting dari kebun. Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari sampah organik setiap harinya. Pembusukan sampah organik terjadi karena proses biokimia akibat penguraian materi organik sampah itu sendiri oleh mikroorganime (makhluk hidup yang sangat kecil) dengan dukungan faktor lain yang terdapat di lingkungan. Metoda pengolahan sampah organik yang paling tepat tentunya adalah melalui pembusukan yang dikendalikan, yang dikenal dengan pengomposan atau komposting. b. Sampah Non-Organik Sampah non-organik atau sampah kering atau sampah yang tidak mudah busuk adalah sampah yang tersusun dari senyawa non-organik yang berasal dari sumber daya alam tidak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Contohnya adalah botol gelas, plastik, tas plastik, kaleng, dan logam. Sebagian sampah non-organik tidak dapat diuraikan oleh alam sama sekali, dan sebagian lain dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Mengolah sampah non-organik erat hubungannya dengan penghematan sumber daya alam yang digunakan untuk membuat bahan-bahan tersebut dan pengurangan polusi akibat proses produksinya di dalam pabrik. Perbandingan lamanya sampah organik dan non-organik hancur dapat dilihat pada tabel berikut: NMC CSRRP DI Yogyakarta, Central Java and West Java Pedoman Perencanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakatl 1

Dengan demikian. Plastik Sampah plastik termasuk sampah yang tidak dapat hancur dan menyatu dengan tanah. sebagai bahan pembungkus maupun pengganti alat dan perabotan seperti gelas / sendok / piring plastik. sehingga tidak dianjurkan bagi rumah tangga. Daur ulang plastik dapat dilakukan dengan melelehkan dan menjadikan bijih plastik sebagai bahan dasar produk baru. Hal ini membutuhkan mesin yang relative mahal dan dapat mengganggu permukiman. dan kemasan makanan dan minuman.ad-one. Central Java and West Java Pedoman Perencanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakatl 2 .REKOMPAK-JRF Jenis Sampah Kertas Kulit Jeruk Dus Karton Filter Rokok Kantong Plastik Kulit Sepatu Pakaian/Nylon Plastik Alumunium Styrofoam Lama Hancur 2-5 bulan 6 bulan 5 bulan 10-12 tahun 10-20 tahun 25-40 tahun 30-40 tahun 50-80 tahun 80-100 tahun tidak hancur Sumber: http://merbabu-com. Daur ulang kertas dapat dilakukan dengan menghancurkan dan membuat bubur kertas sebagai bahan NMC CSRRP DI Yogyakarta. yang apabila dibakar akan menimbulkan gas beracun. Bahan ini dibuat dari zat kimia yang berbahaya. polusi dapat dikurangi. Selain mengurangi jumlah sampah. Kaleng Sebagian besar kaleng dibuat dari aluminium melalui proses yang membutuhkan banyak energi. sampah gelas membutuhkan ratusan bahkan ribuan tahun untuk bisa hancur dan menyatu dengan tanah. sampahnya TIDAK DAPAT HANCUR secara alami.html Gelas / Kaca Sampah gelas dapat didaur ulang dengan menghancurkan. sumber energi dapat dihemat.net/artikel/sampah. karena selain berbahaya bagi kesehatan. Sampah kaleng dapat didaur ulang dengan melelehkan dan menjadikan batang aluminium sebagai bahan dasar produk baru. kapur dan soda abu sebagai bahan dasar aluminium dapat dihemat. dan sumber daya bauksit. Jika dibuang. Yang dapat kita lakukan adalah memakai barang-barang dari plastik secara berulang-ulang atau membuat kreativitas sampah plastic Styrofoam Penduduk perkotaan saat ini cukup akrab dengan styrofoam yang sering digunakan sebagai pembungkus barang. kita sekaligus menghemat jumlah pohon yang ditebang. melelehkan. Kertas Menghemat penggunaan kertas adalah cara terbaik. Pemakaian styrofoam sebisa mungkin perlu dihindari. Plastik – yang bahan dasarnya minyak bumi – sudah menjadi gaya hidup sehari-hari manusia. dan memproses kembali sebagai bahan baku dengan temperatur tinggi sampai menjadi cairan gelas dan kemudian dicetak.

Central Java and West Java Pedoman Perencanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakatl 3 . Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika dibuang ke lingkungan atau dibakar. 2.REKOMPAK-JRF dasar produk baru. Sampah B3 yang sering terdapat di rumah tangga misalnya adalah baterei. Tanpa pemilahan. Jawa Barat sebagai instalasi pengolahan limbah B3. Berbagai bentuk dan bahan wadah pemilahan dapat digunakan. pengolahan sampah menjadi sulit. NMC CSRRP DI Yogyakarta. cairan pembersih (karbol). namun tidak dianjurkan untuk kertas koran karena banyak mengandung logam berat. namun tidak demikian halnya dengan sampah non organik. sampah-sampah ini dapat mencemari tanah dan membahayakan kesehatan. mahal dan beresiko tinggi mencemari lingkungan dan membayahakan kesehatan. Prinsipnya: disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat yang akan memilah. Pola Pemilahan Kunci keberhasilan program kebersihan dan pengelolaan sampah terletak pada pemilahan. botol aerosol. Sebab sampah organik yang menginap satu hari saja sudah dapat menimbulkan bau. Minimal pemilahan menjadi dua jenis: sampah organik dan non organik. Pemilahan adalah memisahkan antara jenis sampah yang satu dengan jenis yang lainnya. Hal ini dapat juga dilakukan oleh rumah tangga. Umumnya pemilahan di lokasi yang telah melakukan program pengelolaan sampah adalah sebagai berikut: Diagram: Pewadahan sampah untuk mempermudah pemilahan. Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Sampah B3 adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. dan lampu neon. pestisida (obat serangga). Pemerintah Indonesia telah menentukan lokasi khusus di Cileungsi. Pengolahan sampah B3 ini dilakukan secara khusus di lokasi khusus yang membutuhkan pengawasan ketat dari pemerintah.

cuci tangan pakai sabun! 3. Contoh-contoh wadah pemilahan dapat dilihat pada foto dan gambar berikut ini. anak dan anggota keluarga lainnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemilahan di rumah tangga. Setiap anggota keluarga baik ayah. yaitu rumah tangga. Reduce. Reuse and Recycle (3R) 3R adalah singkatan dari Reduce. melalui berbagai langkah yang mampu NMC CSRRP DI Yogyakarta. ibu. Jangan lupa.REKOMPAK-JRF Pemilahan sampah non organik yang dapat didaur ulang kemudian di tindak lanjuti untuk dijual agar dapat mendatangkan keuntungan ekonomi. Central Java and West Java Pedoman Perencanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakatl 4 . setelah memilah sampah. Diagram: Proses pengumpulan sampah non-organik untuk dijual Model Pemilahan Sampah oleh Rumah Tangga (Dari Sumbernya) Pemilahan paling baik dilakukan mulai dari sumbernya. Reuse dan Recycle. (3R) adalah prinsip utama mengelola sampah mulai dari sumbernya.

Kurangilah jumlah sampah dan hematlah pemakaian barang. Keterpaduan Diagram: Sistem atau model pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sampah organik dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman maupun penghijauan. Tujuannya adalah kemandirian masyarakat dalam mempertahankan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan Prinsip-prinsip PSBM adalah: 1. Kemandirian 3. Misalnya menulis pada kedua sisi kertas dan menggunakan botol isi ulang. dikelola dan dimiliki oleh masyarakat. Central Java and West Java Pedoman Perencanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakatl 5 . dioperasikan. Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) PSBM adalah sistem penanganan sampah yang direncanakan. minyak. sabun. Partisipasi masyarakat 2. disusun. Recycle artinya daur ulang. seperti contoh gambar diatas. NMC CSRRP DI Yogyakarta. Misalnya dengan membawa tas belanja saat ke pasar sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan mencegah pemakaian styrofoam. Langkah utama adalah pemilahan sejak dari sumber. Efisiensi 4.REKOMPAK-JRF mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Perlindungan lingkungan 5. Sampah kertas dapat dibuat hasta karya. tetapi sebisa mungkin gunakanlah kembali berulang-ulang. Reduce artinya mengurangi. demikian pula dengan sampah kemasan plastik mie instan. 4. dll. Barang yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang. Reuse artinya pakai ulang.

et. al. dan kesepakatan kontribusi warga dalam bentuk materi maupun nonmateri. Pedoman Umum Pembuatan Kompos Untuk Skala Kecil. 6. Bandung. bazaar hasil kegiatan daur ulang. 5. Koordinasi dengan pemerintah setempat seperti Dinas/Sub Dinas Kebersihan. 7. Menengah. Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Environmental Services Program. 4.html 6 7. recycle atau kurangi. Sri Wahyono. Tata Kota. Development Alternatives. dan Besar. sosialisasi. Sony. 4. swasta dan sebagainya. Pengomposan Sampah Rumah Tangga. Fardah Assegaf. UNESCO Jakarta Office Rudi Yuwono. atau kompos bagi yang berminat menambah penghasilan. tanaman produktif. penyusunan rencana kerja. NMC CSRRP DI Yogyakarta. rembug warga. 11. Pekerjaan Umum.com/ http://merbabu-com. Pemasaran hasil daur ulang. pakai ulang. 2005. 2. dll agar bersinergi dengan sistem pengelolaan sampah skala kota 10. November 2006. Pusdakota Universitas Surabaya Nuning Wirjoatmodjo. dan pameran foto lingkungan. 3. Tertib Darat. termasuk pengelolaan yang dilakukan maupun keterlibatan pihak lain seperti pemerintah. 5. for USAID Situs resmi Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Pelatihan dan kampanye untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penghijauan lingkungan dan 3R (reduce. Kalau Sulit Dilawan. 2002. Pendampingan. 8. Comparative Assessment on Community Based Solid Waste Management (CBSWM) – Medan. Langkah Kecil Untuk Lompatan Besar. Pendekatan kepada pemuka masyarakat setempat dan izin dari pemimpin wilayah (RW. Tri Bangun L. produk daur ulang. Kementerian Lingkungan Hidup Christianto. reuse.REKOMPAK-JRF Langkah-langkah mewujudkan PSBM adalah: 1. Buku Referensi 1. 2. November 2007. Inc. Pembentukan komite lingkungan atau kelompok kerja. Tata Laut. Studi banding (kalau memungkinkan) 8. daur ulang). UNESCO Jakarta Office Nuning Wirjoatmodjo et. IV. kepedulian dan kemampuan untuk melaksanakan program serta dapat menjadi penggerak di lingkungannya.net/artikel/sampah. Peningkatan kapasitas masyarakat dan gerakan penyadaran melalui kegiatan sosialisasi. penghijauan. 2005. 9. Lurah). http://kebersihandki. Pemetaan masalah persampahan dan kebersihan lingkungan setempat dari berbagai aspek. and Surabaya. 6. Subang. Pendekatan kepada warga yang mempunyai kemauan. 2004. 3. Central Java and West Java Pedoman Perencanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakatl .ad-one. Jadikan Kawan. dan tanaman produktif. Perumahan. penyebaran informasi dan pemantauan terus menerus sampai menghasilkan kompos. al. pertemuan ibu-ibu dll. termasuk pendataan jumlah dan komposisi sampah dari rumah tangga. Berpartisipasi dalam perlombaan kebersihan.