Anda di halaman 1dari 5

PULAU MURSALA, TAPTENG

Latar belakang
Pertemuan di Kantor Bupati, Pandan, Tapteng tanggal 20 Maret 2012. - Bapak Bupati Raja Bonaran xxx? - Ketua Bappeda? - Tujuh? Angota DPRD Tapteng - Riswan - Pinda Sianturi - Mahmud Bangkaru Memperkenalkan dan menginformasikan tentang perkembangan pariwisata di Tapteng. Bapak Bupati mengajak Mahmd Bangkaru dan anggota YEL berangkat ke Pulau Mursala dengan speedboat Bupati, “Busor 49”. Keliling Pulau Mursala dan pulau-pulau disekitarnya, tanggal 21 Maret 2012, dengan speed boat Busor 49. - Kapten, - Anggota DKP 2 atau 1 ? - Riswan, YEL - Pinda Sianturi, YEL - 2 anggota YEL - Mahmud Bangkaru Perjalanan ini merupakan asesmen/taksiran? awal untuk menilai potensi pariwisata di Pulau Mursala dan sekitarnya. Semua pulau, atraksi dan beberapa aspek penting dikunjungi untuk diperiksa sebagai peluang destinasi pariwisata . Rute perjalanan bisa dilihat di peta yang terlampir.

pariwisata di Mursala akan menambah lagi daftar contoh pariwisata yang menghancurkan atraksinya sendiri dan tidak akan berkelanjutan. menciptakan pariwisata yang berkelanjutan. dengan kata lain. punya potensi pariwisata yang sangat besar. ketegasan dari Pemda dan fokus kepada tipe pariwisata yang dipilih. tidak mengganggu budaya serta melibatkan dan menguntungkan masyarakat. Pulau Bakar dan Pulau Situngkus yang tidak termasuk Zona Ekowisata dikhususkan untuk hiburan water sports seperti . tata cara. perlu strategi tertentu. Ini poin pertama dan untuk itu perlu kerja sama dengan semua pihak pemerintah dan ahli ekowisata. Kalau ekowisatanya dikembangkan tanpa keliru. Tanpa strategi. Mursala akan menjadi tujuan wisata dari luar negeri maupun dari kalangan dalam negeri yang siap untuk membayar tinggi karena alam yang masih utuh dan terawat. tapi juga sangat sensitif terhadap perkembangan pariwisata liar. Sedikitnya masyarakat juga mendukung Ekowisata. Mursala memliliki alam yang sangat mendukung. Kondisi Mursala sangat mendukung khas pariwisata yang disebut “Ekowisata”. disini disebut Mursala saja. Pantai di Pandan. Situasi itu perlu dimanfaatkan. Ekowisata yang berkembang perlu pekerja yang jauh lebih banyak daripada masyarakat lokal dan akan memerlukan tata ruang yang memberi fasilitas yang cocok untuk pendatang. dan tata ruang. Mereka siap untuk menerima kontrak sosial dimana mereka menjadi aktor ekowisata dan penjaga alam. Untuk berhasil. agar perkembangan tidak liar dan juga tidak merusak alam dan atraksi hutan. Ekowisata adalah pariwisata yang tidak merusak alam. Pemerintah perlu menentukan Mursala sebagai “Zona Ekowisata”.Kesimpulan Potensi pariwisata di Pulau Mursala dan pulau-pulau sekitarnya. hutan dan laut. Alasanya adalah semua atraksi Mursala sangat mendukung ekowisata dan Mursala punya potensi untuk menjadi ekowisata yang sangat terkenal.

tapi karena wisatawan yang datang ke sana hanya cari alam. wind surfing (papan selancar yang pakai layar) dan sebagainya Sangat penting khas pariwisata yang berbeda tidak dicampur. Peta 2: Daerah yang telah diberi lingkaran adalah daerah yang kemungkinan besar cocok untuk bangunan bungalow. Salah satu orang di Sabang telah sediakan jetski. Daerah barat (waterfall) cocok untuk tour. . sailing (berlayar). Kalau dicampur aduk hasilnya akan sangat menurun. misalnya kayaking.jetski. jetski di Bali hanya dipakai di tempat tertentu. Mursala punya alam yang kuat dan tidak perlu atraksi air yang lebih cocok di Pandan. jalan-jalan di hutan dan camping. Mursala dikhususkan untuk aktivitas yang sejauh mungkin tidak memakai mesin. Watersports seperti yang disebut tidak cocok dengan ekowisata akan mengganggu pariwisata di Mursala dan akan menimbulkan kerugian. waterski dsb. Ibaratny seperti mencampur minyak dengan air. jetski itu tak pernah bisa disewakan. banana boat. Sebagai contoh.

Tujuannya adalah mereka diberdayakan dan dilibatkan secara langsung didalam perkembangan agar mereka merasa memiliki dan akan menjaga alam di darat dan di laut. 7. Satu atau dua desa yang lengkap dengan tata ruang dan batasbatas. Ketersediaan air tawar. Hasil petani dan nelayan akan dibutuhkan untuk wisatanya. Jalan setapak perlu dibuat setelah inventarisasi . 3. Empat atau lima tempat dipilih untuk dibangun pondok wisata. Pemda membentuk Tim Pembangunan Zona Ekowisata Mursala (TPZEM) untuk kordinasi dan arahan. Semua pantai b. 8. Konsultan Ekowisata termasuk didalam Tim tersebut. Harus periksa hal ini: a. Tempat kemukiman 4. Perlu juga ada peraturan yang jelas tentang apa yang dilarang dan apa yang diperbolehkan. 2. Tempat dipilih setelah iventarisasi. perlu ada program khusus untuk membantu nelayan mencari ikan di laut dalam dan petani meningkatkan hasil dari kebun. Mencari atraksi baru f. Pemerintah mendeklarasikan Mursala sebagai Zona Ekowisata secara formal dan masyarakat mendirikan Lembaga Ekowisata Mursala (LEM) yang akan jadi mitra Pemda. 5. snorkeling dan jalan-jalan di darat dikembangkan.Langkah-Langkah Secara Garis Besar Untuk mencapai Ekowisata yang berkelanjutan kami menyarankan strategi begini: 1. 9. Kondisi dan isi hutan. Atraksi seperti kayaking. Kondisi terumbu karang dan titik-titik untuk wisata menyelam d. Sebagian akan diurus oleh masyarakat setelah ada pelatihan. Pencapaian sebuah kontrak sosial antara Pemda dan Masyarakat Mursala. e. TPZEM membuat garis besar pembangunan lalu mulai mendiskusikan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat Mursala. Inventariskan Mursala dengan lebih dalam. Strategi transportasi antara Pandan dan Mursala dikembangkan untuk mempermudah perjalanan wisatawan dan logistik masyarakat. pohon ditebang serta terumbu karang dirusak dan ikan hias ditangkap. Untuk menghindari lebih banyak kebun di buka. 6. direncanakan agar pembangunan liar dihindari. Mereka perlu diberikan fasilitas seperti guru dan sekolah serta fasilitas kesehatan. c.

harus ikut petunjuk yang ditentukan dari awal dan dapat persetujuan dari Pemda dan LEM untuk menghindari pembangunan liar dan tidak sesuai dengan nuansa ekowisata. dan untuk membayar PAD Medan 26 Maret. 5. Sebagian lebih penting daripada yang lain. 9. Perlu ada peraturan tentang statistik tamu. jumlah dan bentuk. Promosi internasional akan dilakukan dengan cara tertentu dengan tujuan mendapat wisatawan secepat mungkin agar roda ekonomi pariwisata secepat mungkin mulai berputar . Peraturan seperti itu akan jadi atraksi tersendiri. Perlu ada peraturan tentang listrik. 8. Contoh/Usulan Peraturan Zona Ekowisata Di bawah ada beberapa ide yang bisa didiskusikan. Dilarang menggunakan racun dan bom untuk menangkap ikan. Dilarang memakai jaring ikan di tempat terumbu karang 6. Dilarang menangkap ikan hias 4. termasuk Bakau. 2. tempat. 7. Cara transportasi perlu didiskusikan dan sesuaikan dengan kondisi lapangan. 11. laporan kepada kepolisian. Paling ideal adalah jalan untuk jalan kaki atau sepeda dayung dan dikombinasikan dengan jalan laut. Bangunan pondok wisata. tanpa kecuali. 1.10. 3. 10. Dilarang memakai jetski. banana boat dan atraksi wisata nonekowisata yang menggunakan mesin. Kapal trawl harus diusir dari perairan Mursala agar nelayan lokal bisa berkembang. Dilarang menangkap satwa liar seperti monyet dan burung. 2012 . Dilarang menebang hutan.